June 19, 2008
JAKARTA - Tanpa perlu menunggu waktu lama, Dewa Bujana langsung memberikan nama untuk putra keduanya. Namanya, I Dewa Shakti Dawai Nanda.
Untuk nama anaknya itu, gitaris Gigi ini mengaku terinspirasi dari nama mantan personel Sheila on Seven (SO7).
“Nama anak gue harus ada nama musisinya. Untuk yang kedua ini gue pakai nama Shakti. Dia kan musisi,” tutur Bujana saat ditemui di kamar 102, RS Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/6/2008).
Pria asal Bali ini berharap anak-anaknya itu akan menyukai musik seperti dirinya.
“Gue sih pengennya anak-anak gue itu bisa senang sama musik. Soalnya musik itu bisa membuat pikiran kita terbuka,” papar Bujana.
Kehadiran dua orang anak di dalam rumah tangganya, semakin melengkapi kehidupan pria yang jarang senyum ini.
Johan Sompotan - Okezone
November 1, 2007
Kalau disebut beberapa nama dan kata berikut, bisa nggak Belia menarik satu garis merahnya? Nih ya, Sheila on 7, lagu “Bendera”-nya Cokelat, dan soundtracknya film “Gie”. Apa atau siapa hayoo? Uhm, jika kamu menyebut nama Eross Candra, berarti tebakan kamu tepat! Yak, cowok yang banyak banget side project-nya ini akhirnya bisa belia temui beberapa waktu lalu saat dirinya mempromosikan salah satu band side projectnya, Jagostu. Kira-kira, apalagi ya yang bakal dibikin oleh bujang kelahiran Yogyakarta, 3 Juli 1979 ini? Let’s check it out!
Lagi sibuk-sibuknya dengan “mainan” baru, enggak bikin Eross harus meninggalkan aktivitas lamanya. Seperti yang Belia semua ketahui, gitaris So7 yang juga mastermind-nya Jagostu ini punya segudang talenta di dunia musik. Maklum, sulung dari tiga bersaudara ini emang terkenal jagonya bikin lagu. Lagu Bendera yang dibawakan oleh Cokelat, salah satu bukti kreatif Eross di dunia musik. “Saya butuh banyak penyaluran kalau untuk musik. Dan semua itu enggak bisa hanya disalurkan ke So7,” ucapnya membuka percakapan dengan belia.
Ide kreatifnya di bidang musik memang enggak mandek di satu jenis musik aja. Makanya, Eross memilih untuk berkarya di musik lain tanpa harus meninggalkan band yang membesarkan namanya. “Selama ini enggak pernah bermasalah dengan jadwal ya. Itu sih pinter-pinternya manajemen aja. Buat saya, dua-duanya merupakan prioritas,” kata Eross ketika belia tanya, mana yang lebih didahulukan, So7 atau side projectnya.
Lebih lanjut, Eross juga bilang kalau So7 itu kudu tetap dilestarikan. “So7 itu musiknya udah ada sejak saya masih sekolah. Enggak mungkin dihilangkan. Sedangkan projek saya ini, berbeda jauh dengan So7,” katanya kalem.
Darah seni yang mengalir dari cowok yang pernah ngeband bareng Icha dan Adit Jikustik ini emang kentara banget. Ibunya seorang penyanyi, pamannya jagoan main gitar, dan kakeknya merupakan pemain saksofon, bikin Eross enggak bosen ngulik sesuatu yang berhubungan dengan musik. Bahkan lagu-lagu yang ada di albumnya Jagostu, semuanya dibikin oleh Eross. “Saya memang sudah menyiapkan semua materinya untuk Jagostu. Bisa dibilang ya, ini merupakan projek solo saya,” tambahnya.
Untungnya, teman-teman Eross di So7 enggak ada masalah dengan kreativitas Eross ini. Justru pro dan kontra malah datang dari Sheila Gank –fans So7. “Pasti mereka ada yang pro dan kontra lah. Yang pro banyak ngasih masukan dan dukungan buat saya, sementara kalau yang kontra malah enggak ngasih komentar apa pun, haha .…”
Setelah projek band barunya, Eross punya satu lagi side project yang katanya, sangat menyita waktunya. “Saya baru selesai syuting film indie, yang bikin temen sekolah saya dulu. Jelaslah, saya enggak bisa nolak,” katanya. Di film yang berjudul Mati Bujang Tengah Malam ini, Eross langsung diberi peran utama. “Ceritanya sih masih seputar kisah roman gitu. Saya main bareng Artika Sari Devi,” tuturnya.
Hmm, sepertinya menarik ya? “Wah, jangan bandingin dengan bikin lagu lah. Susah banget ngehafalin skripnya,” ujarnya. Enggak hanya bermain sebagai pemeran utama aja, Eross juga membuat soundtrack buat film berdurasi 24 menit ini. “Tapi, tetep aja, saya lebih milih bikin lagu daripada main film!”
Okay, kira-kira apa nih projek Eross selanjutnya? Let’s wait and see .… ***
September 22, 2007
Jakarta, Nama Jagostu mungkin belakangan ini sering terdengar. Yup, lewat proyek ini Eross ‘So7′ melepaskan nafsu liarnya bermusik dengan cara berbeda. Lebih liar, lebih nakal.
Menggaet Brian, drummer Sheila on 7, Alam bassis band Mondayz dan Helmi vokalis band Zen jebolan Dreamband, Eross berpetualang. Boleh dibilang Jagostu memang nafas baru Eross bak Andra dengan The Backbone-nya.
Sebagai perkenalan, ‘Ampun DJ’ jadi hits andalan. Lagu beat up dengan kegaduhan pesta juga musik DJ meraung di tengah liriknya yang lugas. Lagu ini memang jadi asal muasal Eross dan Brian mendirikan Jagostu.
Ingin lagu liar lainnya, coba dengarkan ‘Segala Doamu’, ‘Imajinasi Nafsu’ dan ‘Pak Polisi’. Khusus untuk lagu ‘Rockstar Tertunda’, nuansa musik country kentara sekali terutama di bagian melodinya.
Sementara ‘Imajinasi Nafsu’ dan ‘Alasan Perang’ dibalut iringan musik rock n roll. Kolaborasi dengan Totok Thewel dan Baron dalam lagu ‘Gostu!’ jadi perpaduan yang unik. Tapi coba dengarkan juga ‘Telephone’, Jagostu membawa Anda ke era musik ala Koes Plus, tapi yang ini lebih fresh.
Jangan tanya soal liriknya, Eross memang lebih nakal. Lirik-lirik seperti ini jelas tak akan kita temui dalam lagu Sheila on 7. Coba simak sebait lirik dari lagu ‘Imajinasi Nafsu’:
Beritahu bila ku salah tapi wanita berkelas
sering jadikan jejaka sebagai hidangan pembuka
aku rela… aku rela jadi hidangan pembuka
di setiap dinner candle lightnya
Tak segalanya dalam album ini segar, tentu saja masih bisa terdengar beberapa bagian yang mirip Sheila on 7. Sebut saja lagu ‘Mau Tak Mau’. Jangan heran juga jika Anda pasti akan berusaha menyamakan karakter vokal Helmi dengan Duta.
Untuk sebuah proyek idealis, album ini berhasil menunjukan karakteristik dan sisi lain dari seorang Eross. Hati-hati terjebak di dalamnya.
Daftar track ‘Jagostu!’:
1. Gostu!
2. Ampun DJ
3. Mau Tak Mau
4. Segala Doamu
5. Imajinasi Nafsu
6. Kesempatan ke-2
7. Rockstar Tertunda
8. Alasan Perang
9. Pak Polisi
10. Lewat Alam
11. Telephone
12. Anak Band (yla/yla)
September 14, 2007
Band ini bukan serta merta karena Sheila On 7 lagi tidak ada kegiatan. Berawal dari lagu-lagu yang tidak bisa masuk ke Sheila on 7 dan sudah sejak lama bermimpi punya band rock n roll. Dan baru sekarang impian itu terwujud.
Demikian diungkapkan Eross, saat ditemui di Gedung Sony Music BMG, Rabu (12/9) sore. Bersama Brian, drummer baru Sheila on 7 mereka membangun sebuah band baru dengan konsep liryc lagu bertemakan sosial dan politik. Band itu mereka beri nama Jagostu!, band jagoan nomer satu.
“Ya, awal mulanya gara-gara banyak lagu-lagu saya yang ngga bisa masuk ke Sheila on 7. Kebetulan juga So7 sedang ‘break’ sejenak, kemudian saya ketemu Alam (Bass) dan Helmy (Vokal) yang memang sebelumnya kita kenal,” ujar Eross yang tetap menjadi ‘front man’ di band berdimensi rock n roll ini.
Hal ini dibenarkan oleh Brian, drummer baru-nya So7 yang ikut membidani kelahiran Jagostu! “Betul banget, kita sih emang butuh pelampiasan kreativitas yang over dosis,” ujar Brian yang bernama lengkap Brian Kresnaputro.
Eross dan Brian memang sedang asyik-asyiknya membangun Jagostu!. Terlihat saat ditemui Wisatanet.com, Eross yang sedang flu berat, dengan semangat meladeni pertanyaan para wartawan.
Menurut Eross, dengan kehadiran Jagostu!, ia mengibaratkan seperti memiliki dua istri.
“Sebisa mungkin jadwal (show) diatur biar tidak bentrok dengan So7. Di Jagostu! Kita ngatur rencana per-minggu. Yaa…beginilah kalau punya istri dua,” ujar Eross sembari tertawa yang disambut canda tawa rekan-rekannya yang lain.
Jagostu! merupakan band rock n roll dengan nuansa gloomy, kekesalan, diselingi cinta satir kehidupan sosial sehari-hari mewarnai di tiap lirik lagu. Para personil lain pun mengakui band ini sangat lain dengan band-band rock n roll lain yang beredar saat ini di pasaran.
“Kami memang sengaja memberi nuansa baru di pentas musik tanah air,” ujar Helmi, vokalis jebolan ajang Dreamband 2 yang dipilih Eross karena dirasa karakter vokalnya pantas membawakan dimensi rock n roll dalam tubuh Jagostu!
Teks dan Foto : Harry Tanoso/Wisatanet.com
September 1, 2007
Malam pertama Djarum Black Addictea di Yogyakarta, semakin terasa special dengan kehadiran live performance band. Selain diisi dengan band lokal seperti TNT, Supergirl, penampilan Eross Chandra dengan bendera Jagostu, menjadi magis utama malam itu. Band yang baru satu bulan lalu meluncurkan debut album perdananya tersebut, seakan pamer kebolehan kepada publik Yogyakarta.
Eros yang selama ini dikenal sebagai pentolan band Sheila on 7, terang menjadi ikon Jagostu. “Jagostu menjadi tempat kreasi (baru) yang tidak tertampung di SO7,” ungkap Eros ditemui di backstage sesaat sebelum tampil. Band yang beranggotakan empat cowok yang berasal dari ragam daerah seperti Lombok, Yogyakarta, Madura, dan Solo tersebut, memilih aliran musik bercorak rock. Malam pertama di Djarum Black Addictea, Jagostu menyuguhkan delapan lagu unggulannya.
Kendati baru satu bulan meluncurkan debut perdananya, Jagostu mulai menunjukkan giginya. “Di beberapa stasiun radion, Jagostu menempati posisi pertama chart tangga lagu,” ujarnya bangga. Ditanya tentang keberadaan SO7, Eros menyebutkan, akhir tahun ini bakal meluncurkan album teranyarnya.
Penampilan Jagostu betul-betul menyihir warga Yogyakarta, tak terkecuali bagi Pongky “Jikustik” yang menjadi salah satu pengunjung Djarum Black Addictea. Ketika ditanya kehadiran di arena Djarum Black Addictea, pria asal Yogyakarta tersebut mengaku ingin melihat penampilan Jagostu. “Saya ingin menyaksikan Jagostu,” tandas suami artis cantik Sophie Navita tersebut. Malam itu, Pongky terlihat antusias melihat penampilan Jagostu tepat di depan panggung.
Berkait dengan event Djarum Black Addictea, Yogyakarta merupakan kali keempat kota yang diikuti Jagostu unjuk gigi. Sebelumnya, Semarang, Solo, dan Madiun. “Konsep acara unik dengan penggabungan musik, dan DJ,” ungkap Eros mewakili kawan-kawannya. Eros merekomendasikan, ke depannya Djarum Black dapat membuat event yang tak kalah unik dengan Djarum Black Addictea. “Bikin acara di pinggir pantai, saya fikir juga akan menantang,” pungkasnya. [ferdian/timABT]
APA yang bisa kita rasakan dari sebuah orgasme musikal? Kenikmatan tiada tara? Atau justru gelinjang musik yang makin meresahkan? Kalau itu kita tanyakan pada Eross Chandra, gitaris dan pentolan Sheila on 7, jawabannya bisa jadi adalah kegelisahan tiada henti. Kok bisa dab?
Siapa yang sangkal kalau Eross adalah hits maker band asal Jogjakarta itu? Tapi ada yang tahu nggak kalau tidak semua karyanya bisa digeber di band pengusung pop itu? Kegelisahan itulah yang akhirnya meletup saat cowok yang lagi pacaran dengan pesinetron ini ngebentuk band baru –istilahnya band senang-senang— bernama JAGOSTU. Nama yang lagi-lagi tak bermakna apa-apa karena diambil dari keisengan saja.
Tapi lagu-lagunya suer, nggak ada yang iseng. Album self titled-nya justru dibuat serius untuk “menyimpang” dari Sheila on 7. Alhasil, menyimak racikan Eross [gitar] Helmy Zen [vokal] Brian [drum] dan Alam [bass], kita seperti mendengar letupan Eross yang selama ini tertahan. Kok Eross melulu sih? “Kalau berbicara masalah Jagostu, sebenarnya itu berbicara masalah Eross. Ini ibarat album solo, tapi dengan format band,” kata Brian. Memang ini proyek Eross.
Penyimpangan pertama ada di single jagoan ‘Ampun DJ’. Karakter gitar, vokal dan tempo lagu, benar-benar berubah. Eross membuat penggemar So7 mikir dengan lagu yang semi ajep-ajep ini. Karakter gitarnya lebih distorsif dengan sampling, syntheizer dan dentuman drum yang flat. Vokalisnya meski terdengar ngepop, tapi punya range yang lebih rapat. Lagu ini liriknya memang nakal meski tak kurang ajar. Lagu ini sedikit beraroma new-wave dengan sesekali gelinjang rock n’ roll.
Entah “kerasukan” apa Eross, tapi di track berjudul ‘Imajinasi Nafsu’ pemilik studio LahanEross ini seperti berakrobat dengan sound vintage rock n’ roll yang kental. Sound gitar dan vokal Helmy dipush lebih garang. Meski tak sekekar pure rock, lagu ini seperti menjawab kegelisahan Eross yang tertahan.
Melulu tempo up-beat? Tidak juga. Jagostu masih menyisakan ruang melankoliknya lewat lagu ‘Telephone’. Yang kuat dari lagu ini adalah intro yang menyayat lewat intro gitar dan lirik yang tak langsung cengeng di awal. Entah mengapa, Jagostu menyelipkan ornamen blues di track ini. Nggak kental banget, tapi ambience-nya kerasa.
Dari sisi lirik, Eross benar-benar “liar” banget. Perhatikan lagu ‘Pak Polisi’ yang sesekali seperti folk dan country. Bercerita tentang polisi yang kerap jadi ‘sumpah serapah’ masyarakat ketika sedang bertugas. Bisa jadi, gara-gara lagu ini persobil Jagostu bebas tilang kelak….
Mau lagu yang kasar, rock n’roll dan energi gitar Eross sepeti muntah? Ada di lagu ‘Gostu’. Ini lagu yang emosional secara lirik, musikalitas dan ego. Sepetinya memang mau pamer diri sebagai laki-laki yang jantan dan perkasa. Tapi entah kenapa, vokal Helmy kok rasa nanggung ya?
Album ini jadi ‘saluran pembuangan’ seorang Eross yang paling jitu. Emosi, penyimpangan, egoisme dan kesombongannya tumpah ruang di album ini. Sisi musikalnya memang masih nanggung, tapi untuk satu “kenakalan” musisi pop, album ini menggoda. Tapi jujur saja, ekspektasi penulis lebih dari ini. Sayang…[joko.moer]

tak ada salahnya jiak seprang Gitaris handal, Komposer mumpuni sekaligus founder dari sebuah grup ingin memberikan suatu yang beda dari musik yang biasa ia suguhkan. Karena itu ia butuh pelampiasan untuk sekedar melepaskan libido Rock N Roll yangtak sempat tersalurkan lewat band utamanya. adalah Eros Chandra, gitaris Sheila On 7, yang membentuk sebuah band bersama briand drummer baru Sheila On 7. Mereka berdua membangun band baru yang mereka sebut sebagai band jagoan Nomor Satu, jAGOSTU.
"band ini ada bukan serta-merta karena Sheila On 7 lagi nggak ada Job. Aku Sudah punya impian punya band rock n roll kayak gini sejak lama tapi baru sekarang saja impian itu bisa terwujud,"papar eros yang masih setia mengawal konser sheila On 7 di perth - Australia Bulan Juni ini.
Erros dan Brian memamng sedang asyik-asyiknya membangun jagostu tapimereka tidak hanya berdua, mereka merekrut Alam untuk membentot bass dan helmi "Zen" sebagai panglima corong suara. helmi adalah salah satu vokalis jebolan ajang Dreamband 2 yang dipilih Eross karena karakter vokalnya pantas membawakan dimensi Rock N Roll dalam tubuh Jagostu.
Hasilnya, lagu-lagu yang hadir lewat jagostu ini dibawa dalah ranah rock khas kapranos dkk. Dengan nuansa Gloomy, kekesalan, diselingi cinta satir kehidupan soasial sehari-hari mewarnai di tiap lirik lagu Jagostu. maka Dengarkanlah lagu seperti "Ampun DJ" yang menggabungkan unsur rock dengan synth dan drum sampling yang trendy. lagu "Ampun DJ" dipilih sebagai single andalan dari album debut jagostu. lagu dengan lirik menggoda dan irama new-wave-punk-rock ini memang catchy dan pantas menempati jajaran puncak chart radio.Jangan tahan diri Anda ikut berdansa ajojing di lagu ini.
keampuhan dan ke-rock-n-roll-an Jagostu disuguhkan dilagu berjudul "gostu",penuh distorsi, ritme-ritme rock dan energi maskulin dengan sentuhan gitar penuh agresi.
di "Segala Doa Mu" kehadiaran drum sampling menjadi suguhan utama meski egosentris seorang gitaris tetap terdepan. lagu naratif puitis yang bercerita tentang leezar yang harus menelan pil pahit atas kenyataan yang dideranya terhantar lancar khas Eross.
"imajinasi nafsu" hadir dengan beat Rock N roll menggema mambakar semangat, aroma stone temple pilots Kuat Terasa disini.
tak memululu keras, jagostu juga hadir lewat ballad rock yang mengiris. lagu "telephone" berkumandang lewat intro solo gitar dan lirik yang lirih lagu ini tampil dalam balutan blues sederhana nan bersahaja. Liriknya adalah cerita dari sebuah kerinduan yang egois ,perasaan gulana menunggu kabar dari kekasih yang jauh terpisah samudra.Emang dasar lelaki harusnya kan bisa menelpon, ngapain harus menunggu ditelpon coba ?
"mau Tak mau" dihadirkan dengan rasa keengganan ketika mendapati kenyataan bahwa hatinya tetap tak merengkuh dan waktu menyeretnya untuk terus melangkah. Dan akhirnya hidup pun harus dipasrahkan pada Nya..’God.. Would you help me up,today?’
Cerita sosial yang banyak diangkat jagostu lewat lagu-lagunya menarik untuk disimak.coba saja lagu "Anak band" yang menyoal seorang anak yang ‘mbalelo’ terhadap keinginan orang tuanya yang berharap punya cucu setelah anaknya mendapat restu dan impian agar anaknya jadi orang ayng berpangkat namun justru sang anak memilih jalannya sendiri.
Lagu "lasan Perang" menjadi catatan penting dari Eross yang prihatin kenapa harus berlomba-lomba bikin senjata pemusnah padahal biaya yang cukup besar untuk bikin senjata pemusnah bisa membantu membangun negara-negara berkembang.
Lagu penuh penyesalan yang melukiskan jalan hidup seorang pemadat yang mengais kesempatan kedua tergambar indah dilagu "kesempatan kedua"
dilagu bernafas agak country, "Pak Polisi", mengangkat sisi polisi yang seringjadi sasaran amukan massa padahal mereka anya menjalankan tugas menjaga ketertiban dantetep sabar mengatur lalu lintas di panas terik meskipengguna jalan tetep tak mau tertib.
lagu "lewat Alam" hadir dengan nuansa bob dylan lengkap dengan akustik ambience-nya.
jagostu adalah curahan hati, uneg-uneg dan pelampiasan dari sang rocker star tertunda.Proses rekamannya melibatkan sisi emosional yangbelum pernah terbayangkan dalam pembuatan alabum buasanya.Coba cicipi rasa Rock n Rocll dari band nomor satu,jasostu ! (written by : aw - DJWIRYA.COM , source from : SonyBMG Music Indonesia)
August 28, 2007

KABAR bahagia tengah merundung hati Bryan Krishna Putra, penggebuk drum grup Shiela On 7. Brian dianugerahi anak pertama dari sang istri, Dewi. Buah hati Brian lahir di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta Selatan. Dewi harus menjalani persalinan secara cesar karena ukuran bayi begitu besar.
Bayi berbobot 3,55 kilogram dan panjang 48 sentimeter itu dinamakan Danis Farel Rahman Putra. Brian mengaku gemetar dan cemas saat menunggu kelahiran bayi berkelamin laki-laki itu. "Hanya menitipkan handycam kepada perawat untuk dokumentasi," ujar Brian sambil tersenyum sipu.
August 27, 2007
Jakarta, Perasaan gembira tengah menyelimuti hati drummer band Sheila On 7, Brian. Dewi Fitri, sang istri melahirkan anak pertama mereka, Dhanis Varrel Ramaputra. Tak hanya gembira, Brian mengaku gemetaran melihat sang jabang bayi hadir ke dunia.
Ketika dihubungi detikhot lewat telepon genggamnya Senin (27/8/2007), pria bernama lengkap Brian Kresna Putro tersebut memang tak melihat langsung perjuangan istrinya karena dilarang oleh dokter. Ia melihatnya dari rekaman handy cam yang dititipkan ke seorang perawat.
"Gemetaran kaki saya, pas ngeliat istri di operasi dokter," ujarnya.
Menurut pria kelahiran Jakarta 22 Januari 1981 tersebut istrinya harus menjalani operasi caesar karena bentuk pinggulnya yang kecil. "Anak saya lumayan gede, jadi dokter setengah maksa harus di operasi," lanjutnya.
Varrel lahir Senin (27/8/2007) pukul 09.05 WIB di Rumah Sakit Puri Cinere, dengan berat 3,55 kilogram, berjenis kelamin laki-laki.
Soal pemilihan nama, Brian mengaku mendapatkannya dari hasil rembugan berdua bersama sang istri. "Artinya bijak, pintar dan pemberani," jelasnya dengan bangga soal arti nama sang pangeran kecil.
Sampai saat ini Brian tak bisa memastikan apakan kelak anaknya akan diarahkan menjadi seorang musisi. Bagi ia dan istrinya yang penting anaknya dapat hidup bebas dan bertanggung jawab.(fjr/dit)
August 10, 2007
BAND Jagostu yang didirikan Eross Chandra memunculkan kabar miring soal bubarnya Sheila On 7. Namun Eross membantah hal itu. Justru berdirinya band baru yang digawangi Eross, Brian, Alam, dan Helmi itu didukung para personel SO7.
Jagostu menjadi proyek pribadi Eross dengan warna musik rock and roll yang tidak sesuai dengan konsep SO7. Band ini juga untuk lebih memperjelas keberadaan SO7 sehingga warna musik S07 tidak "teracuni".
Namun Eross mengaku tidak terlalu ngoyo dalam menerbitkan band baru ini. "Fun saja, malah tidak ada keinginan untuk punya kantor," ujar dia. Terpenting, akur-akur saja, ya!
July 29, 2007
PENAMPILAN grup musik Sheila On7 dalam konser musik memperingati HUT ke-182 Wonosobo, Selasa malam (24/7) di lapangan terbuka Alun-alun Wonosobo berhasil menyedot puluhan ribu pengunjung. Penonton pun semakin terlihat histeris ketika dikejutkan dengan kembalinya Sakti untuk bergabung di atas panggung bersama Duta, Adam, Eros, dan Brian.
Meski sudah lama tidak main bareng lagi bersama grup musik yang pernah dibesarkannya ini, namun penampilan Sakti belum berubah. Ia tetap lihai memainkan gitar. Bahkan berkali-kali ia menunjukkan kepiawaiannya dengan berkolaborasi dengan Eros di atas panggung.
Kehadiran Sakti di atas panggung berhasil mengobati rasa rindu bagi penggemarnya, khususnya penggemar Sheila On7 di Wonosobo.
Pengunjung kian bertambah semangat ketika Duta membawakan lagu Pejantan Tangguh, disusul lagu Tunjuk Satu Bintang, Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki, Buat Aku Tersenyum, Seberapa Pantas, Pria Kesepian, serta lagu-lagu hits di album pertamanya.
Hawa dingin yang menyelimuti Kota Wonosobo pun seakan tak berarti. Keringat penonton tetap mengucur deras. Bahkan ribuan penonton berkali-kali teriak minta diguyur air untuk menghilangkan keringat yang membasahi tubuh mereka.
Konser gratis dalam rangka menyambut HUT ke-182 Wonosobo ini berhasil berjalan tertib, aman, dan lancar hingga penghujung acara. Sebagai penutup, ribuan penonton pun dimanjakan dengan pesta kembang api yang berdurasi hampir 15 menit.
Terkait bergabungnya Sakti dalam konser ini, Eros mengungkapkan, bahwa konser di Wonosobo ini selain memperingati hari jadi Wonosobo juga sebagai ajang reuni bagi Sheila On7. “Kebetulan nenek Sakti orang Wonosobo, sehingga ketika manggung di kota ini kami berniat mengajak Sakti, sekaligus memuaskan kerinduan bagi penggemar di Kota Asri ini,” tutur Eros kepada Merapi, sebelum konser.
Ketika ditanya kemungkinan Sakti kembali bergabung bersama Sheila On7, Eros tidak mau berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan, bahwa semua personel Sheila On7 memiliki kerinduan bisa main bareng lagi bersama Sakti di atas panggung. Kalaupun nanti Tuhan menghendaki Sakti kembali, semua bisa terjadi. Tidak ada yang tidak mungkin. Hanya saja, saat ini kemungkinan ke arah itu belum ada. (M-3)-z
Jakarta, Pertandingan sepakbola sering kali dibumbui taruhan agar tambah seru, tapi Duta ‘So7′ mengaku kapok taruhan. Pasalnya setiap kali ikut bertaruh vokalis Sheila on 7 itu mengaku tak pernah menang.
"Aku bukan orang yang berbakat taruhan. Nggak usah jagoin bola, main PS game bola aja kalau taruhan pasti kalah," ujar Duta kepada detikhot, Sabtu (13/7/2007).
Nonton bola bareng teman-teman juga jarang dilakukan Duta. Menurutnya hal itu bisa bikin tim andalannya kalah. Daripada timnya kalah Duta pilih nonton bola sendiri di rumah.
Bersama anak-anak Sheila on 7 juga ia jarang nonton bareng. Hanya Adam sang basis yang terlihat berminat dengan bola yang lainnya paling cuma sesekali nonton Piala Dunia.
Deman Piala Asia juga menimpa Duta, ia kini kerap bikin berisik rumah gara-gara teriak-teriak. Tak jarang Duta pun sering dapat omelan dari istrinya, Adelia Lontoh.
"Oh iya sering bikin berisik sendiri. Ya sering kalau teriak-teriak sendiri di rumah karena aku juga cukup sering nonton sendiri di rumah," tandas Duta mantap.
Untuk Piala Asia sendiri, Duta berencana menonton pertandingan tim Indonesia melawan Korea Selatan, Rabu (18/7/2007) depan. Untuk tim tuan rumah, Duta memprediksikan angka 1-0.
"Puaskanlah pendukung kamu disini, sekalipun caci maki, nggak bangga atau apapun, mereka masih tetap nonton kalian kok. Kalau sepakbola Indonesia di cap buruknya nggak mungkinlah segitu besar yang datang. Bayar lagi," seru Duta mendukung tim Indonesia. Ciayo… (yla/yla)
July 19, 2007
YOGYAKARTA, KOMPAS - Sebuah pentas akustik dipersembahkan Sheila on 7 di Java Cafe and Resto, Minggu (6/5), sebagai perayaan 11 tahun mereka terjun dalam belantika musik Tanah Air. Mereka juga memastikan mengeluarkan album keenamnya yang diformat lebih fresh, akhir tahun ini.
Seratusan fans dari segala penjuru Nusantara datang di acara itu untuk bertemu seluruh personel Sheila on 7 (SO7). Mengawali tanya jawab dengan fans, Adam (bas), Eros (gitar), Duta (vokal), serta Brian (drum), bermain akustik. Mereka membawakan sembilan lagu, antara lain Itu Aku dan Tunjuk Satu Bintang.
"Selama 11 tahun kami bersama di SO7, banyak yang dicapai, namun banyak pula yang harus diintrospeksi agar kami lebih baik di masa mendatang. Yogyakarta bagi kami adalah bagian penting dari S07, sedangkan para fans adalah energi bagi S07. Kami di SO7 wajib bertanggung jawab kepada mereka," ujar Adam.
Duta mengakui bahwa popularitas SO7 tidak sama dengan beberapa tahun lalu. Namun, itu adalah dinamisasi yang wajar dalam belantika musik, termasuk ganti personel juga tidak terhindarkan. Band yang menapak jejak awal di Yogya dan mulai terkenal tahun 1998 ini, dua kali mengalami ganti personel karena kehilangan Anton (drum) serta Sakti (gitar).
SO7 sadar, sekarang adalah masa-masa sulit bagi mereka. Publik pun beranggapan bahwa SO7 kini tidak bisa seperti dulu. Namun, fans SO7-Sheilagank-masih setia dan itulah penyemangat sehingga album keenam yang diluncurkan akhir tahun ini dipersembahkan juga untuk mereka.
Album yang akan dikerjakan mulai puasa (Oktober) nanti dijanjikan lebih fresh meski tetap menampakkan ciri khas mereka, yakni baru dan variatif. SO7 tidak mau terjebak untuk meninggalkan karakter itu.
"Referensi kami makin luas dan itu coba kami masukkan, tetapi kami tetap SO7," tutur Eros yang menganggap apa yang telah dicapai SO7 tak pernah dibayangkannya.
"Sebagian materi untuk album nanti sudah ada, tetapi take vokalnya baru Oktober nanti. Perkara nanti lagunya akan menjadi seperti apa, kami ya tidak tahu. Yang jelas, kami tetap mengusung warna musik SO7," ujar Duta. Kebanggaan
Bertemu dengan fans adalah kebanggaan bagi SO7. Namun, mereka juga mendapat kado istimewa di acara bertajuk "Sheila On 7 11th Anniversary Private Concert" itu, dengan kehadiran Sakti. Mantan gitaris yang kini mendalami keagamaan itu mengatakan ia selalu di belakang SO7.
"Bagi saya, SO7 adalah band yang terbaik sepanjang masa. Saya selalu mendoakan mereka," kata Sakti yang tampil dengan jenggot panjang dan baju jubah warna putih. Ia sendiri datang langsung dari Wonosobo.
07 Mei 2007
June 27, 2007
Mantan gitaris Sheila On 7,Sakti Ari Seno. Akhirnya melepas masa lajangnya dengan mempersunting seorang wanita muslimah bernama lengkap Miftahul Jannah atau biasa disapa Ita.
Resepsi itu sendiri digelar di Gedung Graha Sabha UGM, Yogjakarta, Sabtu (23/06) lalu. Sakti terlihat ganteng, dengan menggenakan baju pengantin berwarna merah, senda dengan Ita.
Kegembiraan nampak terpancar dari para tamu undangan yang hadir. Apalagi dengan hadirnya, personil SO7, yang digawangi Duta, Erros, Brian dan Adam. Meski sudah tidak bergabung dengan Sheila On 7, band yang melejitkan nama Sakti. Tidak membuat personil SO7 lain tidak hadir. Seperti nampak, Duta yang datang bersama istrinya Ade Lontoh dan kedua anaknya. Selain itu juga hadir Adam, lalu Erros yang tidak didampingi kekasihnya Leony dan Brian.
Sakti dan personil SO7 yang datang, nampak akrab dalam suasana pesta. Dengan saling memeluk hangat dan ucapan selamat untuk Sakti. Ditengah
kemeriahan pesta, tidak nampak Anton, menghadiri pernikahaan Sakti.
Menenggok sebelumnya, Sakti memutuskan keluar dari SO7, pada April 2006. Dengan alasan, ingin memilih mendalami agama dan pergi ke Pakistan. Bukan hanya Sakti yang Hengkang dari SO7. Sebelumnya pada tahun 2005, Anton drummer dikeluarkan, karena dianggap lebih mementingkan urusan pribadi daripada band. Selamat yah Sakti
June 26, 2007
Kapanlagi.com - Dikabarkan bubar, hubungan Erros So7 - Leony terasa makin lengket saja. Jarangnya ketemu dirasa semakin menambah kemesraan. Terbukti saat Erros balik dari Australia - Kamis (7/6) lalu, Leony yang jemput. Beda tempat tinggal juga bukan soal besar bagi keduanya. Erros berada di Yogya sementara Leony tinggal di Jakarta.
"Aku baik-baik saja dan hubungan tambah mesra," ujar gitaris Sheila on Seven ini dengan logat Yogya kental.
Bahkan ada kabar kalau mereka berdua akan segera bertunangan. Salah satu sumber terpercaya mengatakan kemungkinan besar di bulan Agustus mereka akan resmi jadi tunangan. "Jadi salah besar kalau mereka bubaran"ungkap sumber tersebut meyakinkan. Memang satu hal wajar sebagai publik figur, kesibuakn mereka masing-masing yang menyebabkan jarang tampil bareng menjadi santapan empuk gossip. Leony sibuk sebagai presenter sementara Erros asyik utak-atik lirik.
Memang sejak bertemu dengan Leony, maestronya Sheila on Seven itu yang terkenal sedikit playboy sekarang cukup anteng. Erros terkesan lebih mantap. Ia terlihat jarang jalan dengan wanita lain. Sepertinya Leony akan menjadi pelabuhan terakhirnya. Bahkan perbedaan agama diantara mereka berdua tidak begitu bermasalah, sebab keluarga Erros cukup moderat dalam hal ini. Tentunya tinggal tunggu waktu. (kl/wwn)
Kapanlagi.com - Hubungan Leony dan Erros So7 dikabarkan diujung tanduk. Eros yang ditemui wartawan usai tour dari Australia, Kamis lalu (07/06) membantah kabar hubungannya dengan Leony bubar.
"Kata siapa bubar. Kami tetap jalan meski jarang ketemu," ujar pria asal Yogyakarta ini.
Dijelaskan Eros, saat ini Leony sedang sibuk untuk persiapan memasuki jenjang mahasiswi. Sementara dirinya, sibuk dengan kegiatan tour band Sheila on 7 di berbagai kota di Indonesia.
Kendati membantah bubar, namun perbedaan keyakinan menjadi salah satu penyebab renggangnya hubungan mereka.
"Kami beda keyakinan, tapi kami berusaha untuk bersatu," kata Eros.
Sementara Leony tidak terlihat menyambut Eros di Bandara Soekarno Hatta, ia memilih sibuk mempersiapkan mental menyambut pengumuman Ujian Nasional yang akan berlangsung tgl 18 Juni mendatang.
"Leony sibuk menunggu hasil ujian. doain aja, dia lulus," ucapnya. (kl/iin)
June 25, 2007
Sabtu (23/6) kemarin, mantan gitaris Sheila On 7, Sakti Ari Seno, resmi menjadi seorang suami dari dara bernama Miftahul Jannah yang akrab disapa Ita. Resepsi pernikahan berlangsung di kota Yogyakarta tepatnya di Gedung Graha Sabha, UGM.
Menurut situs SonyBMG Indonesia, para personil Sheila On 7, Duta beserta keluarga, Adam, hingga Eross dan Brian terlihat hadir di resepsi pernikahan mantan gitarisnya itu. Saat menyalami kedua mempelai diatas pelaminan, Sakti langsung menyambar sahabat-sahabat-sahabatnya ini dan mengucap “My Bro..!!” dengan disertai pelukan hangat. Momen yang terdengar mengharukan itu dilanjutkan dengan foto bersama. Dikatakan Eross dan Brian sempat telat hadir karena harus syuting video untuk band proyek sampingannya, Jagostu
Sakti memutuskan keluar dari Sheila On 7 pada tahun 2006. Di bulan Maret 2006 Sakti mengatakan akan jalan-jalan ke Pakistan untuk memperdalam ilmu agama dan memutuskan untuk tidak melanjutkan karir bermusiknya bersama Sheila On 7. Sakti sudah 10 tahun bergabung bersama band yang didirikan tahun 1996 di Yogyakarta ini. (dry)
June 23, 2007
Jakarta, Punya suami dengan seribu kesibukan, jadi risiko tersendiri bagi Dewi Fitriasari. Untuk mengakalinya, Brian ‘So7′ terpaksa menyuruh istri rajin-rajin tidur siang. Kok?
"Kalau aku pulang malam, jadi masih bisa ketemu. Ngobrol, bisa tahu apa-apa di rumah. Apalagi lagi hamil kan," ujar Brian saat berbincang dengan detikhot di kantor Sony BMG, jl. Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (18/6/2007) malam.
Sekarang kesibukan Brian bertambah sejak ia dan Eross membentuk band baru bernama Jagostu. Istri Brian yang tengah hamil 7 bulan itu rencananya akan melahirkan sekitar September depan. Ini adalah anak pertama bagi keduanya. Keduanya sudah mulai bersiap menyambut sang bayi laki-laki mereka.
"Ya aku siap-siap mental, sering baca-baca. Udah nyicil, lihat-lihat stroller (kereta dorong .red)," tandas Brian.
Brian yang dulu tinggal Yogyakarta - Jakarta kini memindahkan seluruh keluarganya ke ibu kota. Seluruh keluarganya kini berkumpul di Jakarta sekalian membantu mempersiapkan kehadiran anak pertamanya. Brian berada di Yogyakarta hanya untuk urusan pekerjaan bersama Sheila on 7. (yla/yla)
Jakarta, Las Vegas memang kota judi. Tapi untuk Sheila on 7, tak perlu sampai Las Vegas untuk mencicipi judi internasional. Bagi personel Sheila on 7, berjudi di Negeri Kanguru ternyata cukup menyenangkan.
Sheila on 7 ada di Australia beberapa hari lalu dalam rangka mengisi konser ‘Care For Indonesia 2007′ yang diadakan mahasiswa-mahasiswa Indonesia. Usai mengisi konser, Eross dan kawan-kawan menyempatkan diri mencari hiburan di kawasan Perth.
Para personel band asal Yogya itu ternyata kepincut untuk mampir di Burswood Entertainment Complex. Di tempat yang buka 24 jam tersebut tersedia arena judi, sembilan restoran, tujuh bar dan 413 kamar hotel.
"Waktu di sana main Roullette. Kita main buat fun-fun aja. Seru juga sih bisa jadi mata pencaharian," canda Eross saat berbincang dengan detikhot melalui telepon genggamnya, Kamis (6/7/2007) malam.
Judi Roullette rupanya membuat para awak band dengan hits ‘Pejantan Tangguh’ itu kecanduan. "Yang menang Brian, yang lain bangkrut tapi nggak banyak, nggak sampai 50 dollar," cerita kekasih Leony itu.
Begitu kecanduannya pada Roullette, Brian sang drummer sampai membeli replika alat judi tersebut. Di markas So7, mainan Roullette itu akan jadi
pengusir suntuk saat mereka tengah menulis lagu atau latihan. (eny/yla)
Jakarta, Konser Sheila on 7 (So7) di Pekan Raya Jakarta Minggu (17/6) malam digosipkan rusuh. Selidik punya selidik ternyata biang keroknya adalah aksi copet dan senggol-senggol.
Band asal Yogyakarta itu tampil sebagai penutup acara. So7 membawakan 10 buah lagu. Namun di tengah-tengah aksinya, penonton tak kalah seru mencari perhatian.
Gosip yang beredar sempat terjadi kerusuhan saat band yang digawangi Eross, Brian, Duta dan Adam itu menghibur suasana. Namun setelah dikonfirmasi ternyata tidak serusuh gosip yang berhembus.
"Menurut pandangan mata nggak rusuh kok. Penontonnya asyik. Sempat sih penonton sebelah kanan panggung yang tadinya pada nonton teralihkan sejenak. Tapi musik masih jalan. Kita tidak tahu apa itu copet atau senggol-senggolan," ujar PR Manajer So7, Philosofy Akbar kepada detikhot, Senin (18/6/2007).
Dituturkan Philos kejadian itu juga tidak berlangsung lama. Hanya sekitar 2 menit saja dan tidak begitu ramai. Karena setelah itu konsentasi penonton kembali ke aksi So7. Pihak panitia juga tak memberi kabar bahwa ada kerusuhan di tempat konser.
"Kurang lebih 2 menit, cuma sebentar agak-agak ramai habis itu balik lagi.
Ngga sampai ramai banget," tandas Philos.
Menurut pihak So7, gosip itu adalah hal yang berlebihan. Karena mereka yakin pada kenyataannya memang tak ada kerusuhan ataupun kejadian yang berarti dalam konser tersebut.(yla/eny)
June 7, 2007
Jakarta, Menjalani hubungan jarak jauh susah-susah gampang. Tapi bagi Eross Candra dan Leony VH jarak bukan hal yang harus diperdebatkan. Eross-Leony punya solusi asmara gratisan mujarab.
Tak mau rugi mereka pun memilih jaringan GSM yang memberikan layanan komunikasi gratis. Setiap saat Eross dan Leony pun terhubung dengan SMS. Gosip putus terus merebak, pasangan ini cuek jalan terus.
"SMS-an adalah solusi bagi orang yang jarang bertemu. Pake provider gratis dong. Sengaja menyiapkan nomor khusus," ujar Eross kepada detikhot, Kamis (7/6/2007).
Dalam sehari puluhan SMS bisa dikirim Eross untuk kekasihnya itu. Apalagi pemetik gitar band Sheila on 7 itu kini memang punya jadwal yang super sibuk.
Eross baru saja tiba dari Australia selepas mengisi acara konser ‘Care For Indonesia 2007′ bersama musisi lainnya seperti Maliq and D’Essential, Maia Ahmad, Glenn Fredly, Bunga Citra Lestari serta Shanty. Di samping itu Eross juga sedang menyiapkan album untuk band barunya, Jagostu yang akan dirilis Juli mendatang.
"Gosip putus ya itu dia, mungkin itu juga karena nggak ada berita lagi. Tidak saya pikirkan yang penting semua proyek beres. Ya sesekali kalau ada waktu pasti buat dia," tandas Eross.
Sehari SMS-an bersama Leony bisa sampai berpuluh-puluh pesan. Apa keduanya tidak merasa bosan atau capek?
"Ya karena mungkin udah terbiasa. Dari awal udah jarang ketemu jadi ga masalah," tutup Eross.
May 13, 2007
YOGYAKARTA, KCM - Bikin komik dengan cerita dari lirik lagu? Itulah yang dilombakan oleh sebuah komunitas peduli seni di Indonesia dengan menggandeng Sheila on 7 (So7) Management alias manajemen grup Sheila on 7. Lomba itu digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeringati satu dekade kebangkitan komik Indonesia alias KONDE! (Komik Indonesia Satu Dekade!).
Gagasan menyelenggarakan lomba itu, yang diberi nama KONDE!: So7’s Songs Comics Festival, datang dari Akademi Samali, komunitas dimaksud. Lewat siaran pers yang diterima oleh KCM, penyelenggara menerangkan bahwa mereka memiliki alasan untuk mengadakan lomba tersebut. Menurut mereka, So7–yang populer di Tanah Air, Malaysia, dan Brunei Darussalam–memiliki lirik lagu-lagu yang kuat dan lugas serta dekat dengan kaum muda dan realita pencarian jati diri. Karena itu, menurut mereka pula, lirik lagu-lagu So7 dapat ditafsir ke komik.
Lomba tanpa uang pendaftaran tersebut bisa diikuti oleh para WNI berusia 15 tahun ke atas sebagai perorangan atau kelompok (data diri dan foto perorangan atau kelompok dikirim bersama karya). Satu orang atau satu kelompok boleh mengirim lebih dari satu karya. Karya itu harus dikirim ke sekretariat lomba itu–alamat, Jl Mampang Prapatan XVI No 28, Jakarta 12760; nomor telepon, (021) 79198858–paling lambat pada 5 Juli 2007 cap pos.
Karya mereka harus hitam-putih, kalau menggunakan teks mesti dalam bahasa Indonesia, tak bersifat SARA, tidak mengandung penistaan, dan bukan merupakan pornografi.
Untuk membuat komik, para peserta boleh mengutip atau mengembangkan lirik lagu-lagu Sheila on 7, namun tidak boleh menyelewengkan arti lirik lagu-lagu itu. Ada 23 lagu yang bisa dipilih oleh para peserta untuk dikomikkan. Sebut saja, Kita, Sephia, Melompat Lebih Tinggi, dan Berhenti Berharap.
Para peserta dapat mengerjakan karya mereka baik dengan teknik manual maupun digital. Panjang komik, 8 halaman kertas berukuran A4, dengan margin kiri, kanan, atas, dan bawah 1,5 cm.
Pemenang akan memeroleh paket dari sponsor dengan nilai total Rp10 juta. Satu lagi, hak cipta atas karya para peserta tetap ada pada para peserta, biarpun penyelenggara berhak menggunakan karya mereka untuk kepentingan publikasi setelah penyelenggaraan lomba tersebut.
Kepada KCM, Endru Aditya, Project Manager Assistant lomba itu, menerangkan bahwa hingga kini sudah mendaftar 40 komunitas untuk mengikuti lomba tersebut. "Mereka dari Jawa dan Sumatera," imbuhnya.
***
Eross Candra, gitaris sekaligus pencipta kebanyakan lagu So7, menanggapi baik penyelenggaraan lomba itu. "Inovatif, menggambar berdasarkan tema dari lagu yang sudah ada. Semoga bisa jadi trend," kata Eross kepada KCM.
Eross juga mengaku senang lagu-lagu ciptaannya ditafsir ke komik dalam lomba tersebut. Ia tak ambil pusing soal lagu-lagunya yang mana saja yang dipilih oleh penyelenggara. "Enggak masalah. Semua itu sepengetahuan manajemen kami. Aku percaya, baik menurut manajemen, baik juga buat kami," ujarnya.
Eross belum tahu pula apakah ia akan menjadi salah satu juri lomba itu atau tidak. "Kalau aku jadi juri, bagus atau jelek komik itu ya bagus atau jelek menurutku. Subyektif. Padahal, enggak segampang itu kan? Harus dilihat dari segi teknis menggambar komik, yang bukan bidangku," ucapnya.
Sementara itu, menurut Endru, sebetulnya ketika ia menghubungi Eross belum lama ini, Eross mengutarakan berminat untuk menjadi salah satu juri. Namun, lanjut Endru, "Dia harus melihat dulu jadwal kegiatan musiknya dengan jadwal penjurian lomba ini. Kalau enggak bentrok, ya dia bisa jadi juri."
Yang jelas, terang Endru lagi, Eross sudah pasti akan ambil bagian dalam dua workshop yang akan diadakan pada pameran komik dalam rangka satu dekade kebangkitan komik Indonesia, di Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol, 22 Juni-1 Juli 2007.
May 12, 2007
Tepat hari ini, Minggu (6/5) ‘Sheila on 7’ genap berusia 11 tahun. Ia mengadakan acara 11th Anniversary - Private Concert di Java Cafe & Resto, Jl. Magelang No. 163 Yogyakarta pukul 14.00. Acara yang amat pribadi ini ternyata menyediakan undangan terbatas bagi pencinta ‘Sheila on 7’ dan para geng Sheila yang disapa ‘Sheila Gank’. “Gratis dong pesta sama SOS,” ujar Erros bahagia ketika dihubungi krosceknews.com via telpon sabtu (5/5).
Di tahun kemarin saat menginjak 10 tahun ‘SO7’ berkarir di industri musik. Usia yang menunjukkan kedewasaan para personilnya, termasuk kedewasaan dalam menyikapi arus dinamika industri musik yang selama ini mereka geluti.
Kalau flashback ke masa-masa awal SO7, masih kuat dalam ingatan bahwa ‘wong Jogja’ ini sukses menjadi band pendobrak pakem musik alternatif yang sedang ‘in’ di akhir tahun 90-an.
Mereka tampil percaya diri dengan pakem lagu-lagu ‘manis’, berlirik dasyat, progresif kord yang simple dan gampang digenjreng, sehingga mudah diingat dan gampang dinyanyikan. Tak heran Grup Musik yang terdiri dari Erros, Duta, Brian personil baru, dan Adam ini, album-albumnya pun mendulang kesuksesan terjual jutaan kopi.
May 8, 2007
Yogyakarta, Sepeninggal Sakti dari Sheila on 7, band asal Yogyakarta itu belum mendapatkan pengganti gitaris lain. Para penggemar So7 malah berharap Sakti kembali lagi.
Apalagi belakangan ini Sakti terlihat banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan So7. Kemunculannya di acara ‘1000 Gitaris’ di Yogyakarta berduet dengan Eross membuat santer gosip kembalinya Sakti.
Dalam acara ulang tahun So7 yang ke-11 Sakti pun terlibat. Saat menggelar jumpa pers Sakti duduk bersama Duta, Eross, Adam dan Brian meladeni pertanyaan wartawan dan fans.
Momen mengharukan tiba saat seorang penggemar So7 dari Malaysia bernama Ina mengajukan pernyataan untuk So7. "I want Sakti back," ujar Ina kepada So7 di acara ‘Sheila on 7 11th Anniversary Private Concert’ di Java Cafe, Jl Magelang, Yogyakarta, Minggu (6/5/2007) sore.
Ina pun menyelesaikan ucapannya dengan tangis. Seketika suasana berubah haru. Apa penuturan Sakti?
"Saya tidak merasa keluar dari Sheila. Yang keluar hanya raganya saja. Tapi jiwa saya masih di Sheila. Jadi kemanapun Sheila, saya akan mendukung," tandas Philos Public Relation So7 menirukan ucapan Sakti ketika dihubungi detikhot.
Dalam ulang tahun So7 kali ini Sakti telah "kembali". Mudah-mudahan ini jadi kemujuran baru bagi Duta cs. Selamat ulang tahun!
May 2, 2007
Sephia…sephia…sephia mas” tanpa dikomando para siswa SD Negeri Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Klaten berteriak minta agar Duta dan Eros, personel Sheila on Seven (So7) menyanyikan lagu hitnya tersebut. Lagu itu sudah begitu akrab sampai di telinga anak-anak usia SD, sehingga merekapun fasih menyanyikannya.
Personel band papan atas di Indonesia yang berasal dari Yogyakarta itu Rabu (28/2) kemarin datang dalam acara peresmian gedung SD Negeri Tirtomarto yang hancur akibat gempa bumi 27 Mei 2006 lalu.
Wajah berbinar nampak dari para siswa tersebut, karena selain mendapatkan gedung baru, juga bisa bertemu dengan artis favorit mereka yang selama ini hanya bisa mereka saksikan dari layar televisi. “Mas Duta cakep ya suaranya bagus, petikan gitar Mas Eros juga bagus,” kata beberapa siswa.
Sekitar 20 menit, Duta dan Eros menghipnotis para siswa dan tamu undangan yang hadir dengan menyuguhkan empat buah lagu akustik. Suara emas Duta diiringi petikan gitar Eros benar-benar memukau seluruh tamu undangan termasuk orangtua murid. Ketika Duta mulai melantunkan Jangan Takut Gelap, para siswa langsung ikut bernyanyi, juga saat Duta membawakan Temani Aku.
Di setiap jeda, Duta memberikan pesan-pesannya agar para siswa lebih giat belajar dengan telah dimilikinya gedung baru tersebut. Bahkan jebolan fakultas Teknologi Pertanian UGM itu meminta para siswa sekolah setinggi mungkin. “Gedungnya sudah baru, harus lebih rajin belajar ya, jangan seperti saya,” kata Duta.
Selain minta lagu, para siswa akhirnya menyerbu naik panggung untuk minta foto bersama idolanya tersebut.
Gedung terdiri sembilan lokal berhasil dibangun kembali atas bantuan Asosiasi Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) dan sejumlah donatur dari PT Amerta Indah Otsuka dan Lesmus. Untuk pengerjaannya dengan tenaga lokal dari Tirtomarto.
Sekretaris Eksekutif Nasional ASPPUK, Yuni Pristiwati mengatakan penggalangan dana dengan konser amal 5,9 SR di Hard Rock CafÈ beberapa waktu lalu. Total terkumpul Rp 460 juta.
2 Maret 2007
TAYANGAN ‘Empat Mata’ di Trans 7, yang dipandu Tukul Arwana memperoleh rating bagus di kalangan masyarakat. Program ini bahkan menembus manca negara melalui TV steaming. Gaya khas Tukul Arwana sebagai maskot di program ini tidak habis-habisnya memberikan lawakan segar sederhana tetapi mengena. Tukul selalu membuat lawakan baru, bahkan mulai dari gayanya hingga kata-kata khas yang dilontarkannya menjadi sebuah ikon bagi masyarakat. Kekuatan lain program ini adalah hadirnya bintang tamu dari berbagai profesi, mulai dari pesinetron, artis layar lebar, pelawak, musisi, hingga pejabat negara. Dan kali ini giliran Sheila on 7 (So7), band asal Yogya yang Rabu (14/3) pukul 21.30, bakal hadir sebagai bintang tamu di ‘Empat Mata’.
Menurut Anton Kurniawan, Manajer So7, terkait dengan penayangan tersebut 507 Management yang dipimpinnya akan menggelar ‘Nonton Bareng Sheila on 7 di Empat Mata’ di Coffee Stall Jl Kaliurang Km 12 dan Cheers CafÈ Jl Flamboyan 11 A, Selokan Mataram, Yogya. Acara ini, gratis. "Agar penonton puas menyaksikan acara ini, kami memakai giant screen di masing-masing venue tersebut," jelas Anton, Senin (12/3).
Dalam acara nonton bareng di dua tempat ini juga akan dibagikan door prize dan pertunjukan gilded tarot reader. Untuk menggelar acara ini 507 Management bekerjasama dengan Draft Code, Coffee Stall, Cheers CafÈ dan Kretasindo Production
14 Maret 2007
SLEMAN (KR) - Adam personel Sheila On 7 (SO7), Kamis (8/2) dinihari, berhasil menggagalkan dua orang pelaku pencurian mobil Jazz Sport miliknya, yang diparkir di halaman rumahnya di Candi Winangun Sardonoharjo Ngaglik Sleman.
Sebelumnya pelaku yang sempat merusak gembok pintu pagar serta memecahkan kaca kiri belakang serta memutus kabar di bawah kemudi mobil. Adam sempat memergoki hal tersebut dan mengejar para pelaku. Beberapa peralatan yang diduga milik pelaku tertinggal di TKP, antara lain alat las, linggis, gunting besar, kunci T, serta tas punggung dan tas besar.
Kapolres Sleman AKBP Drs Idris Kadir SH MHum melalui Kapolsek Ngaglik AKP Suradiyono, mengaku adanya percobaan pencurian di rumah Adam Muhamad Subarkah alias Adam SO7 tersebut.
“Beruntung, korban saat itu tanggap dan keluar rumah mengejar dua pelaku yang akhirnya meloloskan diri,” jelasnya.
Bahkan mobil patroli Polsek Ngaglik yang saat itu juga berada tak jauh dari TKP, ikut melakukan pengejaran, namun kehilangan jejak. “Sepertinya, para pelaku sudah hapal dengan jalan-jalan di wilayah tersebut,” ungkap Suradiyono.
Sementara itu, Adam yang ditemui di rumahnya mengatakan, sekitar pukul 03.00 ketika habis nonton sepakbola di TV, anaknya yang masih berumur 10 bulan tersebut rewel dan terus menerus menangis.
“Hati saya tak enak dan ada keinginan keluar rumah. Begitu membuka pintu depan, saya kaget karena ada dua orang tak dikenal sedang berada di belakang kemudi mobil sedang memutus kabel. Melihat hal itu, spontan saya teriak maling sambil mengejar kedua pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor,” jelasnya.
PELUNCURAN produk terbaru motor Honda Vario yang berbentuk matic yang digelar di atrium Plaza Ambarrukmo Jumat (22/9) malam terasa istimewa dengan hadirnya grup band ternama asal Yogyakarta, Sheila on 7. Kemunculan Sheila on 7 diatas panggung disambut teriakan histeris fansnya yang kebanyakan sudah menanti penampilan band ini sejak siang. Sementara pengunjung yang baru datang malam itu, langsung mendekat ke arah panggung untuk menyaksikan aksi band terkenal tersebut.
Malam itu Sheila on 7 membawakan 8 lagu, baik yang sedang hit di radio-radio maupun lagu yang berasal dari albumnya terdahulu yang sempat akrab di indera pendengar penonton, di antaranya ‘Seberapa Pantas’, ‘Melompat Lebih Tinggi’, dan ‘Bila Kau Tak Disampingku’ sebagai tembang penutup.
Dalam pertunjukan malam itu Sheila on 7 tampil maksimal. Di sela-sela lagu yang dibawakan, Eross menunjukkan kepiawaiannya bermain gitar yang mampu membuat penonton berdecak kagum. Mengenai konsep musik yang diusung Sheila 0n 7, masih sama seperti yang dulu yakni ditujukan untuk kalangan anak muda dengan membawakan lagu-lagu ber-nuansa cinta dan persahabatan. Spesial dalam acara launching Vario, Sheila on 7 menyanyikan lagu yang bertempo cepat.
Sementara itu, panggung sengaja dirancang dengan dominasi warna merah, mulai dari red carpet dan motor Vario merah yang diletakkan di bagian depan panggung. Sesekali Duta menjajal Vario sambil bernyanyi diatasnya. Dalam acara tersebut, Eross mendapat kesempatan untuk mengundi dan membacakan door price yang dipersembahkan oleh Honda berupa televisi, kulkas, rice cooker untuk penonton.
Menurut Chandra Sugihanjoyo, Marketing Manajer Astra Honda Yogyakarta, sengaja menghadirkan Sheila on 7 guna memuaskan pelanggan di Yogyakarta yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada Honda sebagai alat transportasi yang paling banyak dipakai oleh masyarakat Yogyakarta. “Vario lahir guna memenuhi permintaan motor matic bagi para pelanggan Honda, kami harap Vario dapat dengan mudah diterima masya-rakat Yogyakarta dan sekitarnya.” ujar Chandra Sugihanjoyo
25 Sept 2006
MAGELANG (KR) - ‘Religi on Stage’ di alun-alun Magelang yang didukung cuaca bersahabat, membuat penampilan Sheila on Seven (SO7) yang tampil enerjik sangat memuaskan penonton, malam Minggu lalu. Duta sang vokalis SO7 melompat-lompat di panggung saat melantunkan lagu-lagu lincah andalannya.
SO7 tampil pukul 21.0 di panggung dengan ‘Pejantan Tangguh’ sebagai pembuka dan langsung diaplause penonton yang sejak pukul 19.30 datang gratisan. Selain membawakan lagu-lagu hitnya, beberapa lagu bersyairkan ajaran agama Islam juga beberapa kali dinyanyikan, di antaranya lagu tentang ajakan mengingat 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara.
Sebelum tampil di alun-alun Kota Magelang, sekitar pukul 14.00-15.00 Sheila on 7 jumpa fans di Radio Fast FM Tegalrejo Magelang. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada Duta, Eros dan csnya, di antaranya menyangkut masalah irama musiknya maupun masalah lain. Bahkan juga ada pertanyaan yang menyangkut masalah penyalahgunaan narkoba.
Kepada wartawan, KHM Yusuf Chudori (penasihat Kom GANAZ) Magelang, antara lain mengatakan, dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah 1428 H, Kom GANAZ (Komunitas Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif) bekerjasama dengan Badan Narkotika Kota Magelang menggelar kegiatan ini. Tujuan utama dari acara ini adalah mengkampanyekan kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba. Narkoba, yang kini telah menyebar luas di kalangan muda dan pelajar, merupakan kenyataan yang memprihatinkan kehidupan bangsa. Kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba harus terus digalakkan, mengingat penyebaran dan peredarannya semakin canggih.
7 Feb 2007
Kapanlagi.com - Kabar berita retaknya hubungan Leony dengan kekasihnya, Erros SO7, semakin nyata. Ini tergambar saat Leony melakukan operasi mata dengan metode lasik di I Care Lasik Center, Wisma Slipi, Jakarta, Selasa (1/5), dan Erros tak nampak menemani.
Biasanya pasangan ini selalu terlihat berdua dalam satu kesempatan. Apalagi ini menyangkut Leony secara langsung. Ada apakah dengan pasangan ini? Benarkah mereka telah putus?
Pastinya saat itu Leony lebih memilih diam, sebab ia masih merasakan sakit pada matanya seusai di-lasik oleh tim dokter. Walau sedikit sakit, namun Leony mengaku pandangan matanya terasa lebih jelas dan nyaman.
"Lebih enak untuk melihat, tetapi belum sepenuhnya, kan ada masa pemulihan setelah operasi," jelas Leony.
Sebenarnya sejak SMP, personel dari mantan grup Trio Kwek-Kwek ini telah menggunakan kacamata. Terkadang dengan menggunakan kacamata masih dirasa sering menganggu aktifitas Leony yang memang padat.
"Ini sebagai cara untuk memudahkan aktifitas sehari-hari, dan biar tidak dianggap sombong. Karena pakai kaca mata biasanya tidak kelihatan mukanya," selorohnya.
Setelah dilakukan pembedahan, Leony diharap rajin untuk kontrol dan tentunya juga mematuhi beberapa nasehat dokter. Seperti makan dan tidur teratur, menggunakan kacamata pelindung saat berada di luar ruangan, menggunakan obat tetes secara teratur sesuai anjuran dokter dan masih banyak lagi aturan yang patut diikuti.
April 21, 2007
Meskipun sudah hampir 5 tahun tinggal di Yogya, namun justru baru kali ini saya berkesempatan mewawancarai tokoh yang paling tersohor imagenya sebagai gitaris Yogya. Siapa lagi kalau bukan Eross Chandra. Gitaris sekaligus frontman dari band sejuta copy Sheila On 7 yang juga meruapakan seorang pencipta lagu handal di negeri ini.
Wawancara ini dilakukan di studio pribadi Eross di kawasan Sleman - Yogyakarta.
Sebelum interview dimulai Eross terlebih dahulu memperlihatkan ruang take di bagian lain dalam studionya. Lumayan luas juga untuk menggelar gathering anggota Gitaris.com Regional Yogya. Yap, Eross menawarkan studionya untuk dijadikan sebagai tempat gathering!!! \m/
And….. here we go
Halo mas Eross, dengar-dengar sekarang lagi ada project baru ya? Terus Sheila On 7 nya gimana?
Sheila tetep jalan. Jadi project baru ini aku kerjain kalo Sheila lagi nggak ada kegiatan. Aku sama anak-anak Jagostu (band barunya Eross -red) juga udah bilang kalau project ini kita jalanin jika masing-masing dari kita sedang tidak ada project di band utama masing-masing.
Siapa saja yang terlibat dalam project ini?
Kalau drumernya tetep pake drumer Sheila On 7, Brian. Trus ada Helmi (Zen / Dream Band 2) di vocal. Kemudian bassistnya namanya Alam, nama bandnya Mondayz sama Candles.
Selain SO7 dan Jagostu, ada project lainnya? Mungkin sebagai produser dari band-band indie misalnya?
Kalau untuk band-band aku sih cukup SO7 dan Jagostu saja. Mungkin habis ini aku mau ngumpulin penyanyi solo.
Mau mengorbitkan penyanyi solo maksudnya?
Yah…. banyak lagu-lagu yang versi pop yang nggak bisa dimasukin ke 2 band itu. Kalau di Sheila mungkin lagu-lagu tersebut terlalu ngepop, kalau di Jagostu apalagi…..
Kalau Jagostu sendiri konsepnya bagaimana?
Jagostu itu ‘mostly’ lagu-lagunya Garage. Beat-beat disco banyak juga cuman musiknya garage gitu.
Dari sudut pandang gitaris, apa bedanya Eross di Sheila dengan Eross di Jagostu?
Kalau di Jagostu soundnya lebih pake combo. Kalau di Sheila soundnya pake head-cabinet yang soundnya tebal gitu. Di Jagostu soundnya lebih ke mid british gitu deh.
Dengar-dengar beberapa lagunya Sheila lagi dilombakan di sebuah festival komik ya? Bisa diceritain nggak?
Oh iya ya…. tapi kalau untuk itu orang management yang lebih tau ha..ha..ha…
Ngomong-ngomong, Jagostu ini konsep band yang dimiliki bersama seperti Sheila misalnya atau konsep solo dengan band seperti Andra & The Backbone?
Ya, ini sebenernya solo albumku cuma aku kasih nama Jagostu. Dan orang-orangnya disitu tetep dapet royalti dari apa yang sudah mereka kerjakan.
Jagostu ini sendiri apa sih artinya?
Nggak ada. Aku cuman ngasal aja ngasih nama Jagostu. Nantilah artinya bisa dicari sendiri ha..ha..ha..
Sudah sampai mana project ini berjalan?
Senin besok sudah mastering. Yah kalau tidak ada halangan… nggak tau deh kapan mau ngeluarinnya, tapi cover sedang dalam pengerjaan, dan untuk peoduksi lagu-lagunya sudah selesai semua. Tanggal 11 lah paling……
Sudah dapat label mana?
Label Sony lagi. Jadi karena aku di ‘publish’ Sony jadi yang pertama aku tawarin Sony. Kebetulan mereka tertarik jadi ya udah, nggak ke label lain.
Berapa lama sih proses produksi album ini, mulai dari perekrutan personel sampai saat ini?
Lama tuh, ada sekitar 6 bulan. Itu karena kalau pas lagi tur sama Sheila jadi Jagostu nya nggak jalan. Itu yang bikin lama. Sebenernya kalo dihitung intensitasnya ya sekitar 2 bulan lah paling lama. Cuma lamanya karena seminggu kadang aku ada dirumah cuma 2 hari, itu yang bikin lama.
Apakah ada rencana mau membawa Jagostu menjadi band sejuta copy lagi?
Yang jelas ini genrenya beda lagi. Frekwensinya beda sama band-band kayak Sheila, Peterpan, atau Nidji. Jadi disini mainnya lebih mengutamakan apa yang sekiranya itu tidak bisa dilakukan band-band seperti itu. Jadi seperti liriknya yang ngomongin tentang pak polisi. Kan kalau band-band kayak Sheila, Nidji, Peterpan, mungkin kalau mereka bikin lagu begitu bukan sepantasnya juga. Fansnya juga kalau dengar pasti bilang "ngapain sih mereka ngomongin kayak gini?"
Dulu band-band Malaysia sukses besar "menjajah" Indonesia dengan Search, UKS, Sheila Majid, Siti Nurhaliza, dll. Namun akhir-akhir ini kita melihat sekarang malah musisi-musisi Indonesia yang rajin "menginvasi" Malaysia…. seperti Sheila On 7, Ungu, Padi, Inul, dan yang terakhir ini baru saja 3 Diva menggelar konser disana. Apa pendapat Eross mengenai fenomena ini?
Awal-awal waktu Sheila On 7 dulu aku gak pernah kepikiran seperti itu. Kalau waktu kecil dulu aku inget di Indonesia ada musik dari Malaysia. Sedangkan di Indonesia musik yang berkembang itu yang seperti God Bless dan Slank. Cuma mereka (Slank & God Bless -red) mungkin sulit beradaptasi sama kultur mereka yang di Malaysia. Mungkin itu yang bikin mereka (Slank dan God Bless -red) sulit masuk kesana. Karena kalau musiknya God Bless dan Slank itu sangat mengakar di kebudayaan Indonesia sekali. Habis itu eranya berubah ada KLA Project dan Dewa, musik mereka benar-benar pop universal, cuma kenapa musik mereka nggak bisa diterima di Malaysia mungkin trendnya disana masih slow rock Malaysia gitu, dan bisa juga karena musiknya KLA Project dan Dewa sama sekali tidak seperti itu. Mungkin sekarang orang-orang Malaysia sudah jenuh, trus mereka cari sesuatu yang lain, dan mungkin waktu itu pas yang datang pertama kali Sheila On 7. Jadi kita bawa pop yang lebih segar dan baru buat mereka meskipun sebenarnya apa yang dimainkan oleh Sheila itu kan udah dimainkan juga sama KLA Project dan Dewa… maksudnya akarnya masih sama….. bahkan sama Koes Plus pun nggak beda jauh. Cuma ya aku pikir Malaysia butuh proses buat menerima itu, dan mungkin baru sekarang ini mereka terbuka pikirannya… ternyata menjenuhkan juga memainkan musik seperti itu (slow rock melayu -red)…
Tahun 2000 konser Sheila pernah memakan korban meninggal di Lampung…. lalu beberapa tahun kemudian hal itu terjadi di konsernya Gigi….. dan kini kejadian seperti itu menimpa band Ungu di Semarang….. kira-kira apa pendapat Eross tentang hal ini?
Wah… itu susah memulainya darimana….. yang bikin aku heran, kenapa banyak pihak yang nggak belajar dari itu? Kejadiannya sampai bertubi-tubi. Seperti yang mas Arman (Maulana -red) bilang olahraga itu di Indonesia diberi fasilitas. Padahal cuma beberapa cabang olahraga saja yang bisa membawa nama Indonesia keluar seperti bulutangkis. Kalau kemudian banyak lapangan bulutangkis ya itu OK lah karena memang di support dan hasilnya memang ada. Kalau musik Indonesia aku pikir dari pemerintah itu dukungannya sangat sedikit. Apalagi seperti yang kita ketahui bahwa musik itu bisa jadi industri yang dijual dan itu memberi masukan juga buat pemerintah Indonesia juga kan sebenernya. Apalagi musik Indonesia bisa ke Brunei, Malaysia, pokoknya rumpun melayu musik Indonesia masih bisa.
Harusnya diberi fasilitas dan perhatian khusus oleh pemerintah. Sebagai contoh bikinlah gedung konser di setiap propinsi yang benar-benar untuk konser…. mungkin pintu masuknya dibuat enak…. didalam ruangan dikasih AC…. aku pikir nggak susah juga kalau pemerintah mau fokus kesitu. Karena kalau dilihat memang bisa dikatakan di Indonesia yang industrinya stabil terus ya industri musik. Mau bagaimanapun ekonominya Indonesia morat-marit tapi industri musik tetep bagus, konser-konser tetep rame. Sebenernya aset juga buat negara. Jadi kalau pemerintah mau membuka wawasan lagi bahwa disitu ada aset yang belum tergali dari dunia entertain, harus disediakan tempat yang lebih aman juga buat penontonnya. Kalau tempatnya itu bener, aku yakin penontonnya nggak akan buru-buru mau masuk dan tradisi rusuh itu bisa dirubah. Moga-moga aja belum terlambat… di setiap daerah diberi gedung pertunjukan khusus, karena itu aset juga buat negara nantinya.
Sekarang ini musik dangdut makin mewabah….. apakah Eross kelak ingin terjun ke dunia dangdut seperti Ahmad Albar dulu juga pernah terjun kesana?
Kalau dangdut itu bisa dibilang musik rakyat di Indonesia yang sudah sangat mengakar. Aku kalau terinspirasi pasti ada, entah mungkin beatnya atau apanya…. karena dari kecil sudah terbiasa dengar dangdut itu dimana-mana ada. Cuma kalau untuk bikin project musik dangdut itu sampai sekarang belum kepikiran. Bukan karena aku benci atau gimana, tapi karena memang soulnya nggak ada disitu. Karena aku dari kecil denger musik dangdut cuma sepintas aja, jadi mungkin pengaruhnya sangat sedikit, lebih banyak dapet pengaruh dari musik popnya.
Kabarnya Eross main film…. gimana sih koq bisa main film?
Oh itu… hehehe, sebenernya itu aku nggak mau, tapi yang bikin film temen SMA ku. Dan dia ngasih jaminan lawan mainnya cantik dan kata-katanya sedikit. Ya OK lah, kenapa nggak… sebenernya itu cuma film indie aja… iseng aja…..
Beberapa waktu lalu sempat ada kejadian sebagian besar insan perfilman mengembalikan Piala Citra yang mereka dapatkan yang disulut oleh menangnya film Ekskul sebagai Film Terbaik. Seandainya Eross meraih penghargaan dalam piala citra misalnya sebagai aktor pendukung terbaik atau pencipta theme song terbaik….. apakah kamu juga akan ikut mengembalikan piala seperti yang dilakukan oleh teman-teman perfilman beberapa bulan lalu?
Jelas kelihatannya hehehe….. Karena aku sudah lihat sendiri theme song di Ekskul itu dan ceritanya seperti apa…. Jadi gawat juga ya kalau yang seperti ini menang, buat apa ya… malu-maluin aja….
Sejak kapan memutuskan untuk jadi gitaris profesional?
Sebenernya sampai sekarang belum saya putuskan hehehe….. Bisa saja suatu saat nanti saya jadi bisnisman he.. he.. he…
Atau mungkin bisa jadi juragan tanah ya nantinya?
Hehehe…. Ya main gitar kan berangkat dari hobi. Jadi aku ga pernah memutuskan mau jadi gitaris profesional atau gimana. Karena menghasilkan atau tidak aku akan tetap main gitar, apapun itu. Karena main gitar dan bikin lagu itu sudah suatu kebutuhan. Jadi sekarang ini saya belum memutuskan untuk bekerja disitu. Selama ini kerjaan yang saya lakukan karena hobi juga.
Punya berapa koleksi gitar sekarang?
30-an paling….. nggak tau juga ya, sudah lama nggak ngitung hehehe…..
Apa semuanya itu untuk dipake main di panggung dan rekaman atau hanya untuk investasi?
Investasi ada…, karena suka juga ada, kalau manggung sih biasanya bawa yang dari sponsor saja. Siapa yang mau sponsorin di album ini ya aku bawa tour.
Kemudian sekarang kan pake SP Guitars Pejantan Tangguh…. apa bedanya gitar tsb dengan telecaster yang sering kamu pake?
Kalau SP mungkin penggabungan dari banyak gitar yah…. kan aku sudah banyak nyobain gitar mulai dari telecaster, Les Paul, dan lain-lain. Pokoknya hampir semua gitar udah kucoba. Masing-masing punya kekurangan dan kelebihan. Jadi di SP ini semuanya kucoba gabungin. Jadi itu bisa mewakili setiap gitar itu. Mungkin kalau di Fender menang bright sama crunchnya, kalau di Gibson menang tebalnya. Ya udah, jadi tinggal digabungin aja gimana caranya bisa crunch dan bisa tebal…. sesimple itu. Cuma itu risetnya lama juga…. jadi pas gitar prototype ke-5nya yang baru bener-bener bisa mewakili tebal, bright, dan crunch sesuai yang aku mau.
Eet Sjahranie dikenal akan soundnya yang gahar, dan itu yang menjadi ciri khasnya sampai dia disegani oleh gitaris yang lebih senior, seangkatan, hingga yang lebih muda. Kira-kira apa yang diinginkan Eross sebagai ciri khas?
Wah… apa ya? Hmmm…. baik hati aja deh. Ha ha ha ha…… Dulu waktu kecil gak pernah bermimpi jadi seperti Joe Satriani atau Steve Vai yang main gitar hero. Aku lebih suka jadi secondman, maksudnya disitu ada vocalis dan waktunya vocalis jeda disitulah waktunya gitaris berperan. Jadi gitaris yang porsinya di band. Jadi memang kalau untuk jadi gitar hero dari dulu memang belum pernah kepikiran.
Sebagai gitaris asal Yogya, apakah Eross menilai bahwa harus pindah ke Jakarta bila ingin sukses besar? Bagaimana tips agar bisa sukses sebagai gitaris profesional di Yogya tanpa perlu hijrah ke ibukota?
Tergantung ya…… Tiap orang punya cita-cita sendiri. Maksudnya konsep dia nanti akan seperti apa…. kalo dari pertama Sheila On 7 kan konsepnya ngeband bareng kita bawa satu nama. Jadi kalo bareng-bareng kita nggak apa tinggal dimana aja tapi satu tempat dan nggak perlu di Jakarta. Tapi kalo dia session player… dimana dia cuma bawa gitar dan dia pengen main gitar di suatu band atau disuatu kelompok gitu mau gak mau dia harus ke Jakarta. Karena orang-orang yang membutuhkan gitaris lebih banyak disana, dia bisa jadi additional, session player, dll. Tapi kalau di Yogya, gitaris cuma sebagai pemain band mungkin ya kebanyakan. Jadi kalau bandnya nggak jalan, dia nggak jalan juga. Aku berani tinggal di Yogya karena Sheila On 7 itu jalan, jadi aku nggak perlu ke Jakarta.
Banyak band-band baru bermunculan sekarang seperti Samsons, Nidji, Letto, dll. Siapakah gitaris favorit Eross dari band yang baru muncul?
Hmmm…. aku suka isiannya Lukman Peterpan. Dia isiannya penting, bisa ngasih nuansa. Dan aku pernah juga denger demo mereka sebelum ada vocalnya si Ariel masuk. Ternyata memang cirinya di gitarnya Lukman ini… cara dia ngisi, pendekatan ke lagunya itu ngasih nuansa. Kalau band-band lainnya mungkin masih butuh waktu lagi untuk bener-bener memaksimalkan dia sebagai gitaris. Tapi kalau si Lukman aku pikir sih dia benar-benar sudah matang.
Tahun 2006 lalu Eross menggaet gitaris cewek, Prisa, yang juga salah satu anggota Gitaris.com, sebagai vocalis + additional gitaris untuk promo tour album 507. Gimana sih awal kenalnya dan kenapa memilih Prisa?
Awal kenalnya dari jualan gitar dan dibeli sama Mayzan. Dari situ Mayzan ngenalin…… Waktu itu aku nggak tahu Prisa main gitar sebelum dikenalin. Kita juga sempet hang out bareng dan aku lihat dia main akustiknya, dan kebetulan waktu itu kan awal-awalnya Sakti keluar. Kelihatannya memang kita butuh additional gitar akustik nih, kebetulan Prisa juga projectnya belum ada yang mesti cepet-cepet dan bandnya juga masih vakum…. ya….. kenapa nggak?
Apakah munculnya gitaris-gitaris muda wanita ini menandai akan bangkitnya trend guitar hero lagi di Indonesia?
Hmmm… kayaknya sih iya. Dengan diadainnya beberapa event gitaris kemarin juga seperti Trisum, 5 Gitar Master, dan Konser 1000 Gitar itu sebenernya juga sudah…. era musik alternative yang nggak mementingkan lead sudah bergeser lagi. Jadi interlude gitar sekarang sudah mulai jadi bagian yang penting lagi.
Ada tips-tips untuk gitaris-gitaris muda supaya bisa lebih sukses di pasar?
Kalau kita bicara pasar dalam arti industri musik Indonesia / masyarakat Indonesia secara luas. Pertama sih harus kuat di lagu dulu. Kalau lagunya kuat maka kamu harus menguatkan lagi dengan isian gitar kamu. Baru setelah itu kamu akan dikenal sebagai pemain gitar disitu. Jangan cuma ngisi-ngisi aja tanpa ada sesuatu yang bikin orang nengok ke gitar itu. Jadi intinya kalau memang mau dikenal luas di Indonesia harus berangkat dari lagu yang kuat, kemudian kamu harus memposisikan diri kamu sebagai gitaris yang bisa membuat lagu itu lebih kuat lagi dengan gitar kamu.
Beberapa tahun lalu kan sempat ramai terdengar bahwa akan diterapkan Undang-Undang Hak Cipta. Gimana sih pandangan Eross tentang hal itu? misalnya seperti mp3 bajakan dll.
Oh…. itu saya sih pesimis.. maksudnya kalau sampai bisa hilang ya… ada apa dengan dunia kalau bisa hilang… hehehe….. Ya kalau aku sih hidup cuma tinggal hidup…. di jalanin aja…. Cuma kalau aku berpikir sih mungkin salah satu solusinya gimana caranya bajakan itu bisa jadi legal. Mungkin ada (rekaman) kelas A dan kelas B caranya seperti itu. Kalau mau memberantas bajakan sampai bener-bener bisa hilang….. wah itu harus benerin ekonomi dulu secara keseluruhan dunia. Maksudnya Indonesia jadi banyak pembajakan kan karena faktor ekonomi juga. Kalau negaranya sudah benar, masyarakatnya hidup sudah selayaknya… mereka kan wawasannya akan luas, hidupnya tenang, lebih sering baca, dan dari situ mereka akan lebih bisa menghargai karya orang. Tapi kalau masih banyak demo harga beras mahal ya…. jangan berharap itu akan hilang. Jadi ya dijalanin aja. Solusi dari saya ya gimana caranya supaya yang bajakan itu bisa jadi legal.
Mungkin seperti nada sambung pribadi
Wah kalau itu sih masih rancu juga…. maksudnya presentasi sebenernya berapa sih yang harus didapet sama si artis dan perusahaan. Karena mereka kan gak ngeluarin duit lagi tapi sharenya tetep aja gede. Kan mereka cuma tinggal motong dari master. Sedangkan master itu cari balik modalnya itu dari jualan kaset. Jadi begitu udah balik modal dan dapet untung…… udah kan mereka udah punya master… buat apalagi mereka motong banyak dari situ…..
Begitu kira-kira…… ada lagi?
Hmm…. kayaknya cukup sampai segini dulu deh interviewnya….. makasih banyak bro…
OK…. sama-sama…
Selesai interview saya kemudian berani menyimpulkan bahwa interview dengan Eross kali ini adalah interview terbaik yang pernah saya lakukan. Dia mampu menjawab semua pertanyaan saya dengan sangat memuaskan. Eross saya nilai merupakan seorang gitaris yang sangat peka terhadap hal-hal yang aktual. Sama sekali tidak tertangkap kesan ’sok ngartis’. Dia sangat ‘Jogja Banget’. Maka tak heran apabila salah satu mantan personel Trio Kwek-Kwek bisa jatuh ke pelukannya…… sialll!!! hehehe…
Setelah interview, Eross memperdengarkan sejumlah lagu-lagu Jagostu kepada saya. Yang menarik, ada satu lagu Jagostu yang menampilkan permainan gitar dari Baron dan Totok Tewel. GILEEE!!!! Saya benar-benar sangat berharap bahwa lagu ini agar dijadikan single pertama dan dibuatkan video klipnya. Pasti seru abis!!! \m/

April 19, 2007
Band asal Jogja ‘Sheila On Seven’, kini suaranya tidak terdengar lagi kabarnya. Hingga penelusuran ke kota gudeg Yogya demi mengupas kabar terbaru mereka yang dilakukan Tim Kroscek (18/4) kemarin. Hampir 11 tahun sudah, eksistensi Sheila on 7 di dunia musik Indonesia, sejak terbentuk 6 Mei 1996 hingga detik ini.
Kini album kelima bertitel 507 telah dikeluarkan untuk membuktikan keproduktifan Sheila On 7. Melihat segala kesuksesan band asal Jogja ini, semua memang tidak terlepas dari peran personil Sheila on 7 itu sendiri untuk membuat karya yang indah agar dapat diterima oleh para pecinta musik Indonesia, serta pecinta musik Sheila on 7 pada khususnya. Karena itu, kabar bubarnya ‘SOS’ benar-benar hanya isapan jempol belaka.
Sejatinya, hingga kini karya Band yang formasi awalnya terdiri dari Duta,sebagai vokalis, Adam sebagai Bassis, Anton sebagai drummer, Erros dan Sakti sebagai Gitaris masih terus berjalan. “Kita punya tanggung jawab untuk terus berkarya, karena fans-fans kita dan masih banyak yang beli album kita,” ungkap Adam.
Kesuksesan tidak selalu berakhir dengan kesenangan, mundurnya dua personil Sheila on 7 yaitu Anton Widiastanto (drummer) 2004 lalu, dan Saktia Ari Seno (gitaris) 2006 lalu, merupakan cobaan terberat bagi personil Sheila on 7. Meskipun terpuruk dengan keadaan, mereka tetap berusaha untuk tegar dan mencoba membangkitkan kembali semangat dalam berkarya.
“Nggak bisa maksain orang kalau hatinya tidak lagi di band. Aku jadi pengganti mungkin belajar bangun basic band yang lebih kuat lagi,” ujar Brian personil baru ‘SOS’.
“Dasarnya kita band yang punya karakter kuat, kita nggak akan berhenti, karena walau memang sekarang lagi melewati masa-masa suram. Kita tetap nggak mulai semua dari nol lagi kok,” jelas Duta ketika diwawancara Tim Kroscek di kawasan Bulusan, Sleman, Yogyakarta.
Bila menengok ke belakang, album kelima yang terjual hanya 300 kopi ini tak sedikitpun membuat band yang pernah ngetop dengan single ‘Kita’ ini pesimis. Menurut Duta makin menurunnya penjualan kaset karena kemungkinan kejenuhan atau kebosanan pendengar dengan band lama.
“Dulu keluar album pertama lebih dari satu juta kopi album. Terus kedua 1,8 kopi. Album ketiga juga 1,7 kopi dan yang keempat 400 ribuan. Yah… ada masa-masa orang bosen, sekarang makin menurun. Ya bisa dibilang melalui masa suram, mesti kita lalui masa-masa seperti ini,” beber suami Adelia Lontoh ini dengan nada merendah.
Dengan demikian, Sheila on 7 saat ini terdiri dari Adam M Subarkah (Bass), Akhdiyat Duta Modjo (vokal) Erros Chandra (Gitar) dan diangkatnya Brian Kresna Putro (drum).
Jarang On Air, Erros Punya Sidejob
Soal jarangnya Sheila on 7 manggung di stasiun televisi, tentunya karena berbagai alasan. Selain karena tour untuk album kelimanya telah rampung dikerjakan, tempat tinggal mereka yang di Jogja menjadi kendala untuk mereka. Menurut mereka bila mereka mesti ke Jakarta hanya untuk satu stasiun TV akan memakan biaya yang tidak sesuai dengan penghasilan mereka. Kenapa off air, duitnya lebih gede,” papar Erros, motor sekaligus gitaris ‘SOS’ yang banyak mencipta lirik di Sheila on 7 ini.
“Kenapa memilih off Air kendalanya tinggal di Jogja, main di stasiun tv nggak bisa langsung datang, diusahakan on air sekalian semua stasiun tv,” ujar Duta dengan nada merendah. “Budget on air dan off air nggak sama pasti nombok kalau cuma satu kerjaan di Jakarta, jadi biaya produksi yang cucoklah, biar gak nombok,” katanya dengan senyum ramah.
Dutapun sadar, tampil di televisi, menjadi rebutan bagi band-band Tanah Air. Apalagi kemunculan band-band baru yang kini bak jamur di musim hujan. Ia menegaskan, tidak tampilnya mereka di acara on air bukan karena bayaran mereka dipatok dengan harga tinggi.
Ketika di konfirmasi soal sidejob yang sedang digeluti, Erros membeberkan bahwa ia mempunyai band lain di luar ‘SOS’, bernama ‘Jagostu’ dengan personil, Adam, Erros, Brian, dan Helzen. Mereka berempat manggung di sela-sela jadwal Sheila on 7. Menurut Erros, kini ‘Jagostu’ telah menyelesaikan kontrak dan bila tak ada halangan, pada bulan Juni, ‘Jagostu’ akan segera merilis album. Erros pun berharap, Duta akan segera mengikuti jejaknya untuk ikut dalam proyeknya kali ini
April 13, 2007
Sejak menjalin cinta, medio Desember 2005, Leony dan Eros praktis jarang bertemu. Maklum saja, keduanya memang tengah disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Leony dengan aktivitasnya bermain sinetron, dan Eros pun disibukkan dengan jadwal manggung bersama grup musiknya, ‘Sheila on Seven’. Kondisi itu, menimbulkan isu jika hubungan keduanya telah kandas. Ditemui di tempat terpisah, keduanya memberikan jawaban yang mencurigakan. Benarkah hubungan yang terjalin di atas perbedaan keyakinan itu telah kandas? “Ya biasa aja abis mau gimana lagi. Biasa aja,” jawab Leony singkat.
Komentar bernada datar juga dikemukakan Eros perihal nasib jalinan cintanya dengan mantan personil Trio Kwek-kwek itu. Malah, Eros yang piawai meciptakan lagu-lagu cinta ini, mengatakan kalau mereka baru saja saling berkirim SMS. “Ya nanti lihat aja kondisinya bagaimana. Barusan juga Leony sempat sms, tanyain lagi dimana. Sempet ngabarin kayak gitu aja,” kata Eros.
Eros dan Leony sepertinya enggan membicarakan lebih jauh perihal hubungan asmara mereka itu. Eros berusaha menutupinya dengan membahas permasalahan film independen yang dibintanginya. Sedangkan Leony lebih banyak menghindar dari pertanyaan seputar hubungannya dengan gitaris ‘Sheila on Seven’ tersebut. “Aku lebih senang membicarakan yang bisa ngasih semangat. Soal hubungan aku dengan Leony, ya kita jalanin aja,” elaknya.
Soal akting, memang bukanlah hal baru buat Eros. Meski hanya menjadi cameo atau peran selintas di film “30 Hari Mencari Cinta”, namun diakui Eros banyak sekali rumah produksi yang menawarkan dirinya untuk berperan di film layar lebar produksi mereka. Namun, Eros selalu menolaknya. Bukan lantaran somboNg, tapi priA humoris ini tahu betul batas kEMampuannya. Karena itulah, di proyek film indi yang tengah dibintanginya, Eros banyak belajar dari Leony, sang kekasih yang lebih paham soal dunia akting.
April 8, 2007
March 31, 2007
Adam Muhamad Subarkah, pemain bas grup Sheila on 7, menilai, yang berani mengajak tidur pemain band belum tentu fans grup itu. Ada cewek yang sengaja mengincar anggota grup karena memang demen pada penampilannya, bukan musiknya. "Tujuan mereka memang mengejar pemain band," kata Adam. Tapi Adam mengaku akan menolak tegas tawaran seks dari penggemar. Itu Adam, entah pemain musik yang lain.
http://www.korantempo.com/news/2005/2/13/Laporan%20Utama/20.html
March 23, 2007
Yogyakarta, Semua berawal dari persahabatan. Karena bujukan sang sutradara yang juga teman SMA, Eross Candra akhirnya terjun juga ke dunia akting.
Berkarya di dunia akting tak pernah terpikir sebelumnya oleh Eross. Musik adalah hidupnya. Namun kekasih Leony VH itu dulu sempat nongol beberapa menit saja sebagai cameo dalam film "30 Hari Mencari Cinta".
Lewat sebuah film independen bertajuk ‘Mati Bujang Tengah Malam’ Eross dapat peran utama. Film berdurasi 30 menit arahan Fajar Nugross itu akan berkisah tentang dunia politik.
"Saya akhirnya terbujuk karena ada jaminan mainnya cuma pendek-pendek saja," ujar Eross ketika dihubungi detikhot, Jumat (23/3/2007).
Hingga kini Eross bersikeras bahwa dirinya tak bisa akting. Namun lain Eross lain juga pandangan sang sutradara. Awalnya Fajar hanya melihat sosok Eross yang cocok dengan karakter yang dicari namun setelah coba latihan, ternyata hasilnya sesuai harapan.
Artika Sari Devi didapuk untuk menjadi pendamping Eross dalam film ini. Adegan percintaan di atas ranjang kabarnya akan jadi bumbu sedap film ini. Eross pun mengaku menanti adegan tersebut. Apalagi lawan mainnya Artika.
"Semua sih biasa aja. Mungkin yang saya tunggu adegan ranjangnya," tutur Eross diselingi tawanya.
Seperti apakah kelanjutannya? Kita tunggu saja!
March 8, 2007
Ada beberapa kejadian menarik dari Konser 1000 Gitar di kota Yogyakarta tadi malam. Yang paling heboh mungkin adalah munculnya Sakti (mantan gitaris Sheila On 7) diatas panggung sebagai tamu misterius. Sakti yang sejak tahun lalu meninggalkan dunia hingar bingar dan lebih memilih untuk memperdalam agama tadi malam tampil lengkap dengan baju muslim yang biasa ia kenakan sambil berduet dengan tandem lamanya di Sheila On 7, Eros Chandra. Mereka membawakan Little Wings milik Jimi Hendrix. Sesuai namanya, Sakti ternyata masih cukup sakti diatas panggung.
Yogyakarta, Sekembalinya dari mendalami agama di negeri orang, Sakti, mantan pemetik gitar Sheila on 7 (So7) kabarnya kembali bergabung bersama band yang membesarkan namanya itu. Dalam satu kesempatan Eross pun berbagi panggung bersama Sakti.
Kejadian ini berlangsung semalam, Rabu (7/3/2007) di lapangan kridosono Yogyakarta dalam acara ‘Konser 1000.Gitar’. Eross yang jadi bintang tamu, mendapuk Sakti untuk berduet.
Duet gitar itu rupanya mengembalikan kenangan Eross akan masa-masa bersama Sakti dulu. Rindu tentu saja, bagaimanapun So7 lama besar bersama Sakti.
"Ya karena mungkin udah sepuluh tahun lebih main sama Sakti jadi enak aja. Walaupun udah lama nggak main, tapi tetap nyambung," ujar Eross kepada detikhot, Kamis (8/3/2007).
Eross mengiyakan bahwa belakangan ini Sakti banyak menghabiskan waktu di studio So7. Tapi soal kabar apakah Sakti akan kembali bergabung dengan So7, kekasih Leony VH itu belum bisa memberikan kepastian.
"Ya belum ada pembicaraan ke situ. Kita emang sering main sama Sakti. Tapi untuk Sakti sama kita lagi, kita belum bisa pastikan. Bagaimanapun dia tetap teman baik kami, sama anak-anak lainnya pun hubungannya baik," tutur Eross.
Saat ini Sakti memang lebih banyak mendalami kegiatan Islam. Bahkan Sakti juga buka usaha butik busana muslim di Yogyakarta
Yogyakarta, KecelakaaN pesAwat yang terjadi di bandara Adi Sucipto Yogyakarta beberapa hari lalu jadi kisah tersendiri bagi Eross Candra, pentolan Sheila on 7 (So7). Ia dibuat repot dengan telepon yang berdering tErus dan SMS Masuk.
Ya, banyak kerabat dan sahabat Eross langsung menanyakan kabarnya ketika mendengar musibah tersebut. Bukan tanpa alasan, pasalnya kekasih Leony VH itu memang hobi naik pesawat pagi.
"Pas ada berita itu yang nelepon banyak banget. Ya rata-rata yang nelepon itu mereka yang tahu kalau aku sering naik kereta pagi. Soalnya sejak kecelakaan Januari lalu, saya sering juga naik Garuda," ujar Eross ketika dihubungi detikhot via ponselnya, Kamis (8/3/2007).
Ketakutan Eross naik pesawat pun makin menjadi-jadi. Dari dahulu, Eross memang paling takut naik pesawat, setelah kecelakaan transportasi udara sering terjadi Eross pun makin paranoid.
Namun jika pekerjaan memaksa Eross untuk naik pesawat, pencipta lagu ‘Sephia’ itu pun mengaku pasrah. Tapi sebisa mungkin bisa dihindari, Eross pun memilih transportasi lain.
Pertengahan bulan mendatang So7 berencana untuk bepergian ke Jakarta. Eross pun jadi ragu naik pesawat.
"Iya mau ke Jakarta, cuma entar suara terbanyak aja. Mau naik apa gitu. Kayaknya sih naik bis aja, mungkin entar pulangnya aja yang naik pesawat. Kalau pulang kan tenaganya udah habis," tutur Eross di sela tawanya.(yla/yla)
March 6, 2007
sungguh, menentukan 25 album terlaris sepanjang sejarah dunia musik Indonesia bukanlah hal gampang. Jujur saja, tak ada data yang valid tentang berapa jumlah angka penjualan sebuah album laku terjual.
Data penjualan album sebuah penyanyi/grup musik makin gelap di era ‘60 sampai ‘70-an. Berdasarkan penelusuran Bintang nyaris tak ada catatan data soal penjualan album di era itu. Jangankan data yang valid, data tak valid album mana saja yang laris di era itu pun susahnya minta ampun. Melacak pun makin susah lantaran banyak perusahaan rekaman di masa itu banyak yang gulung tikar.
Di era ’80-an sampai 2000-an pun tak mudah mencari catatan angka penjualan album.Banyak perusahaan rekaman yang tak memegang data otentik penjualanalbum. Bahkan, sebuah lembaga yang anggotanya perusahaan rekaman pun tak punya data rinci tentang berapa sebuah album laku terjual. Yang mereka punya hanya data total album yang terjual dalam setahun.
Lalu bagaimana Bintang mendapatkan 25 album terlaris ini? Pertama, kami menanyakan ke beberapa perusahaan rekaman, album apa saja yang angka penjualannya tinggi. Soal angka penjualan ini, kami tanyakan juga ke beberapa wartawan musik senior yang paham benar lika liku dunia musik lokal. Cara lain, lewat penelusuran pustaka. Semua artikel musik — terutama yang berhubungan dengan angka penjualan album — kami lahap.
Well, mungkin, hasil yang kami dapat, kurang memuaskan Anda. Mungkin Anda bertanya tanya, album si Ahmad kok tak masuk? Atau album si Polan kok tak ada? Kalau Anda merasa tak terpuaskan, kami mohon maaf. Jangan ragu, beri tahu kami album apa saja yang seharusnya masuk dalam daftar 25 Album Terlaris Sepanjang Masa.Siapa tahu kelak, kami akan membuat artikel seperti ini lagi. Inilah ke-25 album itu. *bin
5. Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000) - Sheila on 7
Awalnya, banyak yang pesisimis, album kedua Sheila inibakal mengulang sukses. Tapi ramalan itu berhasil mereka jungkir balikkanLewat tembang Sahabat Sejati, Bila Kau Tak Disampingku, Sephia dan Just For My Mom yang menghuni album Kisah Klasik Untuk Masa DepanSheila on 7 malah lebih sukses dari album perdannya. Buktinya, di Indonesia album ini terjual 1,7 juta keping atau 11 platinum. Album perdana mereka laku sebanyak 1,3 juta keping. Di Malaysia album ini menjadi Top Best Sellers. Tak heran album ini tercetak dalam Hits of The World Majalah Billboard. Oh ya, salah satu lagu di album ini, Sephia, saking populernya dijadikan sebuah judul sinetron.
7. 07 Des (2002) - Sheila on 7
Ini album ketiga Sheila on 7. Di album ini anak-anak Yogyakarta ini masih membuktikan ketangguhannya. Buktinya, album ini terjual 1,3 juta keping. Sukses album ini terhitung mengejutkan. Pasalnya, album ini cuma mengandalkan satu hit, Seberapa Pantas. Seberapa Pantas dijadikan sebagaitheme-song sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta? Seandainya Sheila punya banyak hit, angka penjualan album ini pasti lebih besar dari 1,2 juta keping.
Ini album ketiga Sheila on 7. Di album ini anak-anak Yogyakarta ini masih membuktikan ketangguhannya. Buktinya, album ini terjual 1,3 juta keping. Sukses album ini terhitung mengejutkan. Pasalnya, album ini cuma mengandalkan satu hit, dijadikan sebagaitheme-song sinetron Seandainya Sheila punya banyak, angka penjualan album ini pasti lebih besar dari 1,2 juta keping.
Ada yang beda di album ketiga Sheila on 7 ini. Seluruh personelnya punya peran aktif. Tak seperti album sebelumnya yang banyak didominasi Eross. Yang unik, di album ini tak satupun terpampang wajah personel Sheila on 7. Alasannya, wajah mereka mereka terlalu sering muncul alias overexposed. “Jadi kalau ingin mendapatkan wajah kami gunting saja dari tabloid atau media cetak lainnya,” tegas Eross. Sayang, kesuksesan album ini diiringi gosip tak sedap. Banyak yang menganggap awak band ini mulai sombong.
07 Des bisa dibilang puncak karier bermusik Sheila on 7. Setelah, album ini penjualan album ini langsung menukik tajam. Jangankan satu juta, dapat setengahnya saja, sudah prestasi luar biasa buat anak-anak Sheila.
11. Sheila on 7 (1997) - Sheila on 7
Vidni, Vidi, Vici. Datang. Lihat dan menang. Kalimat itu barangkali cocok buat menggambarkan kehebatanSheila on 7 di percaturan musik Indonesia. Lewat album perdananya, Sheila on 7, kala itu Eross (gitar), Duta (vokal), Adam (bas), Anton (dram) — sekarang diganti oleh Bryan, dan Sakti (gitar) — berhasil meraih angka penjualan satu juta keping. Enam ratus ribu di antaranya diraih cuma dalam waktu enam bulan. Itu artinya dalam sebulan mereka sukses menjual 100 ribu keping. Lucunya, beberapa bulan sebelum mereka sukses, band ini sempat sesat ketika mencari kantor perusahaan rekaman Sony Music (sekarang SonyBMG-red). Mereka nyasar ke Tangerang, ke pabrik yang memproduksi alat-alat elektronik bermerek Sony.
Sheila berdiri pada 6 Mei 1996. Pada awalnya bernama Sheila (bahasa Celtic: musikal). Kata Gank kemudian ditambahkan sehingga menjadi Sheila Gank. Kata inipun akhirnya diubah menjadi on 7, yang diambil dari tujuh tangga nada dalam musik. Sukses penjualan album perdana ini membuat dalam waktu yang relatif singkat, So7 menjadi salah satu the most wanted groupdi Indonesia.
February 28, 2007
Yogyakarta, Sebuah konser akbar melibatkan 1000 gitaris Indonesia akan digelar. Konser tersebut juga akan dicatat di Museum Rekor Indonesia.
Sebuah konser akbar dengan melibatkan 1000 gitaris Indonesia akan digelar. Konser akan berlangsung pada 7 Maret 2007 di Stadion Kridosono, Yogyakarta.
Dari 1000 gitaris tersebut, empat gitaris ternama ikut serta. Mereka adalah Ian Antono (God Bless), Eet Sjahranie (Edane), Eross (Sheila On 7) dan Teguh (Stephen and The Coconut Treez).
Dijelaskan Anton Renaldi dari Gong Entertainment, konser tersebut akan jadi ajang pemecahan rekor MURI. Konser akan dicatat sebagai kegiatan yang melibatkan 1000 orang dengan menggunakan alat musik gitar dalam satu venue.
Ada tiga panggung yang dibuat panitia. Panggung utama digunakan untuk empat gitaris, Ian, Eet, Eross dan Teguh. Dua panggung tribun yang letaknya di kiri dan kanan panggung utama digunakan 1000 gitaris yang terlibat.
Untuk mendapatkan 1000 gitaris, pihak penyelenggara beberapa waktu lalu membuka pendaftaran. "Baru seminggu dibuka yang mendaftar sudah lebih dari seribu," ujar Anton di restoran Paparonz, kawasan Tugu, Yogyakarta, Rabu (28/2/2007).
Akhirnya menanggapi animo masyarakat yang ikut, jumlah gitaris yang terlibat ditambah. Sebanyak 250 gitaris disiapkan sebagai cadangan.
February 25, 2007
|
LIVING up to its tagline, Lebih Hangat Dari Biasa, HOT FM has lined up an explosive birthday bash at Dataran Shah Alam from noon to midnight tomorrow.
|
More than 30 artistes, including Indonesia’s
Sheila On 7 and actor-singer Irwansyah who is riding high with the single, Pecinta Wanita, from the Heart OST will turn up for the event, dubbed HOT FM Big Jam.
Joining them will be Mawi, Misha Omar, The Fabulous Cats, Estranged, Ella, Jaclyn Victor and Faizal, Suki and Alif (all of One In A Million fame), Dina, Pretty Ugly, Sixth Sense, Zahid, OAG, Nitrus, Fiq, Nieyl (both of Mentor), Gerhana Skacinta, Urban Method, Sofaz, Ahli Fiqir, Farah, Adam, Wings, Ruffedge, Dia Fadila, and Farah Asyikin.
“HOT FM Big Jam is also a special event to thank our listeners for supporting us,said HOT FM and FLY FM network manager Seelan Paul.
“We wanted the celebration to be different; that’s why we decided to come up with something that no other radio station had done before — an all-day music festival with performers, atmosphere and activities that refl ect the station and its listeners,he added.
Radhi of OAG said the event would kick-start the band’s roadshow in August.
“We are looking forward to the HOT FM Big Jam,he told The Malay Mail yesterday.
The band will perform Gemersik, Permaisuri and Slumber.
Scheduled to perform Maha Karya Cinta and Queen’s We Will Rock You, Faizal of OIAM said the event will be a good opportunity for the artistes to get closer to their fans.
“The Big Jam is one of the biggest events that I’m going to be involved in.
I’m going to give fans my best,said Faizal.
For fans of Jaclyn Victor and Misha Omar, who couldn’t get enough of the duo’s collaboration on Cinta at the recent Anugerah Bintang Popular Berita Harian, they will get to relive the experience tomorrow.
“Many have asked me to do the ‘live’ duet again.
So, check us out this Saturday,said Jaclyn who will also perform her catchy number Cepat Cepat.
As for Misha, the show will be an opportunity for her to perform Nafas Cahaya ‘live’, exclusively for her fans.
The singer will be coming out with her latest single, Sembunyi, a duet with Andy from Flop Poppy, next month.
Since its launch last year, HOT FM has attracted 2.92 million listeners based on the recent Nielsen Media Radio Audience Survey.
February 13, 2007
Jakarta, Biasanya hari kasih sayang dilewatkan oleh sebagian orang berdua-duaan dengan kekasih. Tapi tidak bagi Eross ‘So7′. Valentine kali ini Eross memilih tak bersama Leony.
Bukan karena hubungan keduanya bermasalah. Namun bagi Eross Valentine bukanlah hari yang penting. Eross yang juga dikenal karena lagu-lagunya yang bernuansa cinta sepertinya tak pusing soal hari kasih sayang.
Wajar saja, sejak dulu Eross memang mengaku bukan orang yang romantis. Lagu-lagu ciptaan Eross boleh saja membuat banyak orang bertekuk lutut karena cinta, namun dalam kehidupan nyata Eross tak seindah itu.
Jelang hari Valentine, kekasih Leony VH itu pun tak ambil pusing. Ia memilih untuk mempersiapkan diri untuk pentas ketimbang membicarakan soal valentine. Tanggal 18 Februari mendatang Sheila on 7 akan konser di Makassar dan 24 Februari band asal Yogyakarta itu pun menggelar pertunjukan di Malaysia.
"Jangan Valentine deh. Aku males kalau ngomongin soal Valentine," ujar Eross kepada detikhot ketika dihubungi lewat ponselnya, Selasa (13/2/2007).
Selebihnya Eross pun tak mengemukakan alasan mengapa ia gerah ditanya soal Valentine. Ia memilih untuk kembali masuk studio dan berlatih musik ketimbang bicara soal hari kasih sayang.
Sepertinya valentine ini Eross akan berdiam dirumahnya, di Yogyakarta. Valentine bukan kewajiban untuk melewatkan waktunya bersama Leony. Yang penting kasih sayang itu tak akan pudar setiap hari.
February 3, 2007
Musik yang pertama kali Anda suka?
Limp Bizkit. Saya suka metal. Berlanjut ke Korn, Disturbed, sampai Slipknot. Lalu pindah aliran ke Blink 182, Green Day, sampai saya bawain lagu-lagu seperti itu juga di band saya semasa SMA. Melodic punk. Sekarang lagi suka alternatif, tapi lebih ke komersil. Kalau di IndoNesia, sayA sekarang suka bangEt saMa Sheila on 7 dan Ari Lasso.
December 31, 2006
Tanya:Samsons telah menjelma menjadi kelompok musik yang sangat diperhitungkan.Ngomong-ngomong Anda punya idola nggak?
Samsons: Untuk saya (Irfan) pribadi saya mengagumi kelompok musik Koes Plus danDewa. Untuk perseorangan kami kagum Eross So7, dan Erwin Gutawa. Untuk Eross, terus terang saja saya bisa mencipta lagu setelah mendengarkan lagu -lagu karya Eross. Saya jadi tahu bagaimana mencipta lagu. Eross jenius dalam mencipta lagu. Kalau Mas Erwin saya salut kalau dia mengaransemen musik. Mas Eriwn sangat jenius dalam mengaransemenmusik. Sebuah lagu di tangan Erwin menjadi lain dan keren. Untuk Koes Plus,jelas itu kelompok musik legendaris milik Indonesia. Dewa sangat dinamis.
ahmad boedi satria (tarrot consultant): "Dari industri rekaman, band papan atas macam Ratu, Ungu, dan Radjamasih sangat bagus kebintangannya, dan populartisnya masih belum tergoyahkan. “Meski Ratu ada konflik di dalam, saya lihat mereka masih akan jalan. Kalau dalam penglihatan saya Ratu tidak akan bubar. Maia masih memiliki hati dan harapan besar di Ratu.” Yang turun justru akan Peterpan dan Sheila on 7. “Kalau mereka tidak melakukan inovasi dan mempersiapkan jalan keluar, akan sulit untuk naik kembali.”
Jakarta, Pasca menikah Adelia Lontoh tinggalkan dunia artis demi keluarga dan kuliah. Duta ‘So7′, sang suami pun tak pernah menghalangi Adel. Namun di tahun baru ini, selagi Adel sibuk ujian, Duta malah keluyuran.
Rupanya sejak awal Duta memang telah mempersiapkan rencananya untuk bertahun baru tanpa ditemani istri. Kegiatan ujian Adel jadi tameng Duta untuk bisa bepergian ke luar pulau Jawa bersama teman-temannya.
"Tahun baru jadwalnya istri ujian ya udah jadinya kita cari duit saja," ujar Duta kepada detikhot beberapa waktu lalu.
idak
Jangan berpikiran macam-macam. Sejak awal rumah tangga pentolan Sheila on 7 dan adik Ananda Lontoh itu memang tak pernah tertimpa gosip miring. Maka melihat kesibukan istri mempersiapkan diri untuk ujian, Duta pun ambil jarak namun terus mencari nafkah.
Bersama rekan satu bandnya, Duta akan berangkat ke Lampung mengisi acara tahun baru di sana. Jelas, tahun baru ini tak ada yang spesial bagi Duta. Kehidupannya bersama Adel dan dua anak mereka adalah yang terindah untuk pelantun hits ‘Dan’ itu.
"Setiap momen spesial bagi kami. Adel? Saya selalu dukung dia untuk melakukan hal-hal positif. Selama baik untuknya kenapa tidak," tutur Duta.
Jika suatu saat Adel ingin kEMmbali ke dunia akting, Duta pun tak akan keberatan dengan keputusan istri tercintanya itu. Keputusan Adel diyakini Duta pasti baik untuknya dan keluarganya. Kepercayaan adalah yang terpenting.
December 28, 2006
Jakarta, Rupanya bagi Eross Candra, gitaris Sheila on 7, kekasih bukanlah segalanya. Demi sesuatu yang lebih penting, mantan pacar Astrid Tiar itu siap meninggalkan Leony VH kapan saja. Benarkah?
Gagal bersama di hari Natal ternyata tak membuat Eross merencanakan sesuatu hal istimewa untuk kekasihnya di tahun baru. Bagi Eross ada yang lebih penting daripada sekedar berdua-duaan menikmati pergantian tahun.
“Dia di Banjarmasin saya di Lampung. Uang jelas lebih penting buat saya,” ujar Eross kepada detikhot ketika ditemui di acara pentas ulang tahun Slank yang ke-23 semalam (27/12/2006) di Pantai Carnaval Ancol.
Eross yang rupanya tak seromatis lagu-lagu ciptaannya juga tak memberikan ucapan yang spesial untuk Leony yang merayakan hari raya Natal. Bahkan pemetik gitar So7 itu baru menemui Leony sehari setelah Natal. Itu pun diakuinya tak ada yang istimewa.
“Jangan tertipu. Saya romantis hanya di lagu aja kok,” canda Eross.
Selebihnya Eross malah menikmati menjalin hubungaN Asmara seperti sekarang ini. Jarang ketEMu pacar seringkali membuat Eross penasaran. Tapi kalau sudah bertemu, paling-paling keduanya hanya makan atau jalan bareng saja. Waduh Eross…Eross..
Jakarta, Eross hobi selingkuh, teman satu bandnya di Sheila on 7 malah mendukung. Duta berujar siap membantu Eross untuk selingkuh terus jika itu dirasa baik bagi Eross. Selama Eross bahagia mereka tak keberatan.
Namun rupanya yang diselingkuhi Eross bukanlah kekasihnya, Leony VH melainkan bandnya sendiri Sheila on 7 (So7). Diakui pria bernama lengkap Eross Candra, saat ini ia memang lebih banyak meluangkan waktu bersama band barunya yang dibentuk bersama drummer So7, Brian.
Dalam band baru yang diberi nama Jagostu ini segala kebutuhan Eross akan musik terpenuhi dengan sempurna. Idealis Eross sebagai seorang musisi dapat terwujud lewat hadirnya Jagostu. Bagaimana dengan rekan So7 lain yang diselingkuhi Eross.
"Saya sih ikut seneng. Kebutuhannya sebagai musisi punya tempat untuk mengeluarkan karya-karyanya. Musik idealis Eross ternyata unik," ujar Adam sang basis kepada detikhot ketika ditemui seusai mengisi acara ulang tahun Slank di Pantai Carnaval Ancol, Rabu (27/12/2006) malam.
Hal senada juga diucapkan pentolan So7, Duta Mojo. Duta yang juga mengagumi Eross sebagai pencipta lagu tak ingin mengekang kreasi sahabatnya. Selama tak mengganggu So7, Eross boleh terus selingkuh.
"Sesuatu yang bagus untuk dia pribadi sebagai musisi. Eross nggak dikekang. Apapun yang mau dia lakukan. Selingkuh nggak apa-apa deh," tutur Duta.
SemeNtara DutA dan Adam pun tak takut untuk kEhilangan Eross dan Brian. Mereka yakin kebersaMAan So7 masih kuat dan akan bertaHan hingga ujung usia. Oke deh!
December 17, 2006
December 16, 2006
Dengan temaN satu band mustinyA sEring nguMpul atawa jalan bareng. Entah karena urusan teknis atau sekadar ngobrol. Tapi nggak begitu kejadiannya dengan Anton. Drummer yang baru aja dikontrak Yamaha ini sebisa mungkin malah menghindar jalan dengan anak-anak SO7 lainnya. Kok? "Soalnya kalo aku jalan bareng mereka, terutama Duta, udah hampir pasti diserbu sama fans!" katanya. Kalo udah gitu, lanjut si gondrong, biasanya acara jalan-jalannya buyar. Berubah jadi jumpa fans. Bukannya doi nolak ngelayanin permintaan tanda tangan atau foto bareng tapi, "Kadang ‘kan aku juga butuh waktu buat jadi ‘orang biasa’," belanya. "Mana, aku ‘kan jarang keluar rumah!" Makanya ia girang sekaligus takjub, ketika lagi jalan sendiri di sebuah mal bisa mengelabui beberapa orang. "Lagi jalan gitu, tau-tau ada yang nanya, ‘Mas, sori ya, kamu Anton ya?’" ceritanya. "Langsung aku jawab, ‘Bukan, saya Rudi!’ Eh tu orang percaya, minta maaf terus ngeloyor…Ha…Ha…Ha..!" Kejadian kayak gitu yang menurut Anton nggak mungkin terjadi kalo misalnya ia jalan sama-sama Duta atau yang lain. "Pasti lebih gampang dikenalin!" serunya. Sekarang, kalo kelima personel itu ingin jalan ke tempat yang sama, mereka terpaksa men-set "rute perjalanan" masing-masing. "Biar nggak amprokan!" terangnya lagi. Busyet repotnya. Emang enak jadi seleb?(dan)
Maunya merubah konsep musik Sheila On 7. Pentolan one million copies band ini seneng teman-temannya udah banyak kemajuan.
"W awaNcAra di koridor aja yuk," ajak Eross sembari mEMpersilakan Hai duduk di depan pintu kamar hotel. "Sori, kamarnya masih berantakan," tambahnya. Ia keliatan suntuk banget. Tampang kusut lantaran belum mandi. Tapi cowok bernama komplet Eross Candra ini cuek aja ngobrol tanpa peduli beberapa room boy melintas di kamarnya. Di luar hotel tempatnya menginap di Jakarta langit tampak mendung. Nggak salah kalo bikin orang bawaannya pingin tidur. Udah hampir seminggu ia nginap di Hotel Peninsula sejak Selasa (5/2). "Yah, gini-gini aja kerjaannya. Kalo nggak tidur ya nonton teve. Aku keluar paling kalo ada jadwal di studio atau kalo janjian sama temen pingin jalan," celotehnya. Keberadaan dedengkot SO7 di Jakarta ini tentu aja berkaitan dengan proses pengerjaan album terbaru mereka yang berjudul 7 Desember.
Awalnya, Eross dkk. udah mulai mengerjakan album baru ini dari bulan puasa tahun lalu di Studio Ara, Lebak Bulus. Waktu itu mereka tinggal di Apartemen Bona Vista supaya lebih gampang bolak-balik ke studio. Eross akhirnya memilih tinggal di hotel ketika kerjaan mereka hampir kelar. Tiga personel SO7 yang lain, Adam, Duta dan Anton udah duluan balik ke Yogya. Adam dan Duta mau ngurusin kuliah sedangkan Anton kangen sama motornya. Tinggallah Eross dan Sakti di Jakarta mengawasi take bebunyian orkestra. Orkestra yang digarap oleh Erwin Gutawa itu tinggal menyelesaikan part string dan perkusi. Kok mau-maunya ditinggal? "Ya, haruslah. Aku kan udah nggak punya kegiatan apa-apa selain musik. Di Sheila, aku satu-satunya yang nggak punya kehidupan lain selain musik," ujarnya, enteng. Bener juga kata gitaris bertubuh tipis ini. Anton emang masih punya geng motor besar, Duta dan Sakti masih punya dunia kuliah. Sementara itu Adam, selain masih nerusin kuliah, juga bikin event organizer di Yogya. "Aku ini nggak bisa apa-apa lho. Kalo yang lain punya hobi motor, bisnis, aku nggak punya keahlian lain. Wong main PS aja aku nggak suka. Mungkin aku suka koleksi gitar," aku kolektor 26 gitar ini.
Eross lantas minta ijin mau membasuh muka. Begitu keluar dia langsung nyerocos soal banjir di Jakarta. " Studio Ara itu sampe kebanjiran. Untung udah hampir selesai semua. Terus alat-alatnya udah bisa diselamatin. Kita udah nggak mungkin masuk studio itu lagi," cerocosnya. Eross mengaku deg-degan. Pasalnya baru di album ketiga ini, mereka akan ngelakuin beberapa terobosan baru. Menurutnya, musik S07 bakal lebih bernuansa country. Ketakutannya timbul begitu mikirin fans S07 yang bisa jadi tetap pingin style Sheila seperti dua album sebelumnya. " Kami sih optimis aja. Soalnya akar country udah ada sejak awal kami muncul. Tapi di sini kami lebih negesin warna country-nya. Tapi tetep aja deg-degan. Soalnya aku takut dibilang melangkah terlalu jauh," tuturnya. Obrolan terhenti begitu dua cangkir susu disuguhin di depan kami. Tapi dari sini, keliatan banget cowok kelahiran 3 Juli 1979 ini pingin cerita banyak tentang suatu hal.
**** "
Aku bisa dibilang lagi ketemu titik jenuh," katanya, sambil pasang kuda-kuda mau curhat. Eross langsung membeberkan gimana rencana S07 dalam jangka pendek ke depan. Dari omongannya, S07 emang berniat menggeber album ketiga dan keempatnya dalam waktu yang nggak begitu jauh. Niatnya, setelah menggelar tur promo album ketiga, album keempat langsung digarap. Nah, setelah itu S07 memutuskan untuk absen dua sampai tiga tahun. " Di situ mungkin anak-anak bisa nerusin kuliahnya. Jujur aja… aku malah pingin bikin band baru untuk seneng-seneng," ungkapnya. Ia juga mengakui kalo bandnya itu cuma band main-main yang niatnya berisi tiga orang dari temen-temen Yogya-nya. Waduh.. apa S07 kurang memberikan kesenengan? Masak album pertama laku 1 juta keping, ditambah album kedua terjual 2 juta keping masih berasa susah?
Usut punya usut, Eross justru kangen sama masa-masa susah S07 dulu. Bedanya sekarang Eross lebih memilih melakukannya bersama orang lain. Dimana dia bisa main di kafe-kafe kecil, ditonton segeliintir orang, harus ngangkut alat juga karena krunya cuma dua orang. Hal-hal kayak gitu yang sekarang jadi impiannya. "Itu cita-citaku juga. Aku emang dari dulu pingin punya band sebesar Sheila, tapi aku juga mau punya band kecil kayak gitu. Asik aja kayaknya. Berasa anak band banget!" tuturnya dengan semangat. Dulu, S07 juga dimulai dari band yang iseng-iseng yang sering manggung di berbagai festival. Malah pernah ketika S07 jadi band pembuka Ahmad band sekitar tahun 1999, mereka nekat membawakan 10 lagu ciptaan sendiri yang sama sekali belum dikenal penonton. Tapi cuek aja. Namanya juga mau unjuk gigi. Sekarang, Eross seperti "ngeri" sendiri dengan nama besar band S07. Menurutnya band ini udah kayak produk dengan imej yang kuat. Sedikit aja bergerak, pasti banyak yang ngasih kritik dan saran. Entah dari pihak label ataupun penggemar, yang pasti justru hal itulah yang membuat Eross butuh "liburan". " Aku tahu mereka begitu karena mereka cinta Sheila, tapi otomatis pikiranku jadi tambah banyak. Aku udah nggak bisa lagi kayak dulu, duduk bikin lagu terus selesai. Sekarang aku juga berhadapan dengan urusan produksi, launching, sampai respon penggemar. Tapi akhirnya kebanyakan pikiran tuh bikin aku jadi males bikin lagu," akunya. Mudah-mudahan, menurutnya, band bikinannya ini bisa jadi pelarian yang menyenangkan. " Nggak bakalan jadi band tetap sih. Ini cuma iseng aja. Paling cuma buat mengisi waktu istirahatnya Sheila. Kalo Sheila udah mulai jalan lagi, band ini juga harus berhenti," tegasnya.
Eross juga sadar banget akan tuntutan yang selalu membayanginya kalo sedang berdiri sebagai personel S07. Karena udah dicap sebagi band penghasil hit, tuntutan membuat lagu yang bagus juga semakin besar. Hal inilah yang baru dirasakan Eross sebagai superstar. Ditambah lagi peran Eross di S07 udah dikenal sebagai pencipta lagu. Waktu pengerjaan album Kisah Klasik Untuk Masa Depan, Erros belum menemukan kesulitan dalam penggarapannya. Soalnya sebagian lagu di album kedua ini merupakan lagu-lagu yang harusnya masuk di album pertama. Jadi , cuma sekedar perpanjangan ide. Masalahnya, begitu masuk ke album ketiga, orang udah mulai bisa mencirikan musik S07. Sementara itu ide Eross sendiri udah mulai berkembang. S07, seperti yang dikatakan sebelumnya, mulai mendalami style country untuk album ketiga ini. Intinya, Eross takut ide barunya ini dinilai minus oleh penggemar. " Akhirnya daripada bingung, aku lepas aja permainan kami. Yang penting kita nggak lari jauh dari akar warna musik Sheila yang pop rock," tandasnya. Jangankan warna musik, tema lagu pun banyak yang ditunggu-tunggu oleh penggemar. Tema kayak Dan yang bercerita soal gimana caranya mutusin cewek atau Sephia yang bercerita tentang perselingkuhan, menurut Eross udah jadi icon pada masing-masing album. Dan penggemar selalu bertanya apakah akan keluar icon baru pada album ketiga S07. "Aku nggak pernah berniat bikin icon di setiap album. Penggemarku yang bikin jadi kayak gitu. Terus terang aku jadi sempet mikirin untuk buat icon lagu seperti itu, padahal aku tahu bikin lagu kayak gitu nggak bisa disuruh. Akhirnya nggak aku pikirin tuh. Aku cuek aja deh," pasrahnya.
Eross memang jadi mastermind di balik setiap perjalanan S07. Mungkin betul, mungkin juga salah. Soalnya Eross nggak ngerasa seperti juru bicara S07. Dan dia nggak ngerasa mengatur-atur permainan teman-temannya. Yang dia rasakan adalah dia begitu dominan di dalam penciptaan lagu. Walau kadang Adam sering membantunya juga. " Ide emang selalu dari aku. Aku emang paling sering bikin lagu dan liriknya. Tapi kalo urusan meeting sama label, siapa aja bisa dong," sergahnya. Makanya untuk album baru ini, Eross punya kejutan. "Di album ini, kami semua nyiptain lagu. Dan beberapa dari kami juga ikut nyanyi," ungkapnya, tanpa memerinci siapa aja yang ikut sumbang suara. Biar ngotot ngejalanin style baru, bukan berarti Eross nggak peduli sama pengemar. Sebagai pencipta lagu, Eross malah menempatkan penggemar di atas para kritikus musik. "Kalo ada kritikus musik yang bilang musik kami monoton, sebenernya mereka nggak tahu apa-apa. Karena cuma kami yang ngerti apa yang dimau penggemar. Kalo prinsip aku, asal penggemar senang, aku udah puas," tandasnya. "Para kritikus itu nggak ngerasa gimana jadi anak umur 17 tahun dan dengerin musik Sheila. Itu hebatnya. Mereka nggak akan pernah ngerti," tambahnya lagi. Bisa jadi karena prinsipnya ini, S07 tetep jadi yang fenomenal di dunia musik Indonesia. Seperti kata Eross, semua yang diidamkan orang Indonesia tentang sebuah band, ada di S07. "Ukuran ideal orang Indonesia tentang band Indonesia udah dipunya S07. Punya lagu bagus, logo band-nya juga keren, trus personelnya kurus-kurus… hehehe," candanya. Sial, kirain mau serius ternyata ujungnya becanda!
***
Eross yang lahir dari pasangan Budi Martantyo (almarhum) dan Titien Hastuti ini udah mulai mengenal musik dari kecil. Maklum, dulu nyokapnya tuh vokalis sebuah band pub yang doyan bawain lagu-lagu klasik rock kayak Kiss, Europe sampai Bon Jovi. Eross kecil tertarik sama lagu jenis ini dan diam-diam sering mendengarkannya. Makanya dia merasa berhutang budi kepada nyokapnya yang memperkenalkannya kepada musik rock. Saking berterimakasih sama sang nyokap, Eross membangun sebuah rumah seharga 700 juta di daerah Kaliurang. Rumah seluas 200 M2 ini sekarang udah jadi tempat tinggal Eross bersama ibu dan adiknya. Layaknya rumah anak band, rumah dengan pekarangan yang luas ini juga dilengkapi dengan studio musik. Eross kecil tumbuh menjadi anak yang tertutup. Hal ini menurutnya gara-gara perceraian orangtuanya waktu dia masih TK. Dia sering menyendiri dan males bergaul. Cuma ada satu hal yang bikin dia tertarik, yaitu gitar. "Karena Bapakku udah pergi, aku ngeliat gimana Mama berjuang membesarkan aku, ngumpulin duit beliin aku gitar. Aku juga belajar gitar klasik dari Oom-ku yang guru gitar. Aku ikut kursus grastis sama dia," kenangnya, sambil menerawang. Setelah itu, hari-hari Eross selalu diisi oleh latihan gitar. Eross patut berterimakasih sama bakatnya ini. Karena gara-gara bakatnya main gitar, pribadinya jadi berkembang. Dia nggak lagi jadi anak yang tertutup. "Pertama kali aku main di depan orang waktu ada acara SMP. Di situ ada pemain gitar yang sakit, trus aku disuruh ngegantiin. Ya, udah aku main. Eh, besoknya aku jadi omongan cewek-cewek di sekolahku. Lucu deh waktu itu," kata cowok yang hobi makan seafood dan gudeg ini. Eross masih inget lagu yang jadi andalannya pas baru belajar gitar.
Dengan gitar pertama merek Teisco, dia sering mengeber lagu I Remember You dari Skid Row yang jadi kesukaannya sampai sekarang. Masa SMP dan SMU adalah masa dimana Eross banyak dipengaruhi oleh musisi dalam negeri, kayak Slank dan Iwan Fals. Kedua nama ini sampai sekarang masih jadi panutannya dalam menulis lagu. "Lagu mereka apa adanya. Mereka menulis tentang kehidupan sehari-hari, dan apa yang mereka rasakan. Aku dulu termasuk Slankers nih," jelas jebolan SMP 13 Yogya ini. Selain itu, waktu masih SMU di Muhammadiyah I Yogya, nongkrong tuh dijadikannya wadah untuk menampung ide membuat lagu. Bahkan sampai sekarang kalo mau membuat lagu, Eross merasa perlu kembali ke Yogya untuk mencari ide atau hanya sekedar mencari susana yang enak. "Dari temen-temen SMU di Yogya aku selalu dapet ide. Misalnya tentang pacaran, putus, deketin cewek macem-macem lah. Lagu Pede juga berdasarkan pengalaman temanku di sana," lanjutnya. Karena udah terlanjur jatuh cinta sama gitar, cowok yang sempet belajar desain di Modern School of Design ini jadi kurang memperhatikan pelajaran sekolah. Dia emang ngerasa nggak pernah serius kalo disuruh sekolah. Bahkan waktu menjelang Ebtanas SMU, Eross malah sibuk ngebersihin gitarnya daripada belajar mati-matian. " Nggak tau deh aku emang bukan orang yang suka sama pelajaran. Aku nggak bakat kayaknya. Wong paginya mau Ebtanas, aku malemnya malah asyik ngelap gitar," kata cowok yang pernah ngeband bareng Adit dan Icha "Jikustik" ini. Tapi karena jago gitar , bukan berarti bisa digunakan untuk menggaet cewek. Paling nggak, bukan itu senjata utamanya buat nembak cewek. "Wah, aku sih nggak pernah ngaku bisa main gitar sama cewek. Aku ngedeketin cewek dengan humor dan lawakan-lawakan. Udah gitu, aku bilang aja aku apa adanya. Kalo nggak punya duit, ya bilang nggak punya," katanya. (Tapi hari gini siapa yang percaya elo nggak punya duit ‘Ross?) Jujur, bagi Eross itu yang nomer satu. Mungkin sejujur lagu-lagu ciptaannya. Musiknya nggak maksa harus ngejelimet supaya dibilang hebat. Tapi cukup dengan kekuatan kesederhanaan lirik dan aransemen. Efeknya, udah jelas banyak bikin cewek menggelepar-gelepar. Makanya, hati-hati sama nih cowok. Sepak terjangnya dalam album terbaru SO7 nanti bisa aja bikin cewek kamu berpaling. Minimal jadi Sephia berikutnya! (Yorgi) FOTO-FOTO: DAUS
Aku Cocoknya Main Blues!
Aku sempet belajar gitar klasik dari Oom. Baru 6 bulan aku udah berhenti. Tapi aku sempet dapetlah dasar-dasarnya. Abis itu aku kembangin sendiri. Begitu dalam proses perkembangan, aku kok cocoknya ke blues. Aku tanpa nggak sadar, sering ngelakuin part blues di lagu-lagu Sheila. Tapi sampai sekarang aku masih nyesel kalo inget aku berhenti gitar klasik Biasanya aku mainin chord standard blues, C7 - G7, yang kayak gitulah. Tapi yang penting aku kalo main itu nggak pake konsep. Dan blues tadi biasanya aku mainin dengan nuansa rock. Yang penting aku main aja, mengalir aja. Begitu direkam, aku dengerin, wah, main aku tadi kayak gitu toh, aku kadang kagum sendiri. Yang jelas aku mainin part blues itu di lagu album pertama yang berjudul Tertatih. Trus berlanjut di album kedua, judulnya Pagi Yang Menakjubkan. Tapi kan akhirnya nge-rock juga. Sound yang aku sering pake adalah sound vintage. Tapi menurutku musik sekarang itu bagusnya di-mix. Jangan terlalu vintage juga jangan terlalu moderen. Lagu-lagu sekarang banyak yang pake teknik ini. Kalo disuruh ngejelasin teknis musik, aku paling nggak bisa. Tapi kalo ngeliat dan mainin aku bisa. Aku nggak tau namanya tapi aku bisa maininnya. Sama kayak kelemahanku kalo nyiptain lagu buat orang. Aku paling nggak bisa nyesuain lagu yang aku buat dengan karakter vokal orang. Yang biasa aku lakuin, begitu dimintain tolong buatin lagu, ya udah aku bikin aja sambil bayangin gimana kira-kira penyanyinya nanti menyanyikannya. Sekarang Sheila udah berubah banget. Dan enaknya aku jadi gampang kerjasama mereka. Kalo dulu, aku harus nyanyi di depan mereka untuk ngejelasin lagu yang aku mainkan, sekarang semua udah nyiptain lagu. Dan kami makin sering nge-jam bareng bawain lagunya John Lennon. Mungkin itu yang bikin anak-anak udah bisa ngertiin lagu yang aku tawarin. Kalo soal bikin band baru, konsepnya emang cuma iseng-iseng aja. Tapi yang pasti musiknya lebih kotor, lebih bebas. Lebih kotor di sini mungkin nanti musiknya dibikin kayak The Doors dengan lirik yang lebih bebas (*)
Jakarta, Ingin tahu bagaimaNA jadinya kalau vokalis Peterpan, ShEila on 7, Jamrud, Padi dan Dewa berada di satu panggung? Jangan lewatkan AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards 2006.
AMI Awards digelar 20 Desember mendatang di Jakarta Convention Center. Penghargaan musik yang sudah memasuki usia ke-10 tersebut disiarkan langsung empat stasiun televisi yaitu RCTI, TPI, Global TV dan TVRI pada pukul 21.00 WIB.
Merayakan satu dasawarsanya, Ketua Yayasan AMI Tantowi Yahya menjanjikan membuat satu pagelaran yang terbesar sepanjang masa. Selain ditayangkan empat stasiun televisi yang sudah disebutkan di atas, akan ada juga kolaborasi lima vokalis band besar.
Once, Fadli, Krisyanto, Duta dan Ariel dipersatukan dalam one million voice. Kelimanya akan menyanyikan ulang lagu-lagu band mereka yang sudah diaransamen kembali oleh Erwin Gutawa.
Selain penampilan one million voice, AMI Awards 2006 juga akan menampilkan Anggun. Menurut Tantowi, pelantun Tua-tua Keladi itu datang khusus dari Kanada untuk AMI.
Anggun diprediksi tampil di AMI karena ia akan membawa pulang piala Best International Artist. Di 2006 ini, penghargaan Best International Artist perdana diberikan.
"Itu penghargaan untuk musisi Indonesia yang penjualan albumnya di luar negeri lumayan berhasil. Kalau hanya tampil di luar negeri tidak dihitung," jelas Tantowi di Hard Rock Cafe, Jakarta, Kamis (14/12/2006).
AMI Awards 2006 juga akan dimeriahkan penampilan Nidji, Samsons, Meggy Z, Alam dan Ria Amelia. Trio Tora Sudiro, Shanty dan Dik Doank didaulat menjadi pemandu acara.
December 12, 2006
| INDONESIAN rock supergroup Sheila On 7 are not splitting up despite rumours circulating about their inevitable split. |
 |
| SHEILA ON 7 : (From right) Brian and Eross are still with Adam Subarkah and Akhdiyat Duta |
The InterNet has been buzzing with news of the supposed break-up of the quartet after its guitarist, Eross Candra, was said to be busy with a new band, Jagostu.
In An interview with The Malay Mail from Jakarta yesterday, the band’s manager, Anton Kurniawan, reassured fans that SO7 will not be parting ways.
“Jagostu is only a sidE project for Eross. It ’s a platform for him to channel songs he wrote that is not corresponding to SO7’s style of music.
“Fans can rest easy as I can confirM that Eross is still with SO7 and will remain with the band.
“Jagostu’s music is going to be totally different, and away from SO7’s brand of poprock.
“It ’s going to be heavier with a lot of distorted guitar riffs, rock ‘n’ roll and garage rock elements.
“If there’s any band that I would compare their music with, it would be a lot more akin to that of Jet and AC/DC, said Anton.
Jagostu has recorded 12 songs for its debut album.
“For now, we have not decided on the album title. It’s too early as we are planning to release the album in February or March, he said.
Other members of Jagostu include SO7 drummer Brian Kresna Putro, bassist Alam Mondayz and vocalist Helmi Zen.
Eross will helm lead guitar duties as well as sing.
December 4, 2006
Yogyakarta, BaNyak orAng mEMpertanyakan perjuangan Sheila on 7 (So7) bertAHan di kancah musik Indonesia. Wajar saja, band yang melejit pesat di album pertamanya itu tak lagi terdengar sehebat dulu. Namun mereka tak gentar. Tapi apa jadinya jika kini dua personel mereka selingkuh.
Brian dan Eross. Kedua personel So7 itu diam-diam kini membentuk band baru yang mereka beri nama Jagostu. Bukan bermaksud menduakan So7 namun Eross mengaku disinilah ia akan mencurahkan hatinya yang tak bisa ditumpahkan dalam So7.
Tapi bukan berarti Eross dan Brian akan meninggalkan So7. Di mata mereka Jagostu hanyalah proyek sampingan, So7 masih jadi bagian dari diri Eross yang paling penting.
"Saya membuat semua tentang Jagostu di luar kegiatan Sheila. Tapi karena Sheila masih sibuk terus jadi kemarin-kemarin Jagostu tertunda. Jagostu ada untuk menampung lagu yang nggak masuk ke Sheila. Jagostu bakal mengangkat sisi burukku," ujar Eross kepada detikhot, Senin (4/12/2006).
Untuk melengkapi personel Jagostu, Eross pun mendapuk musisi lokal Yogyakarta. Alam Segara (basis) dan Helmi Zen yang pernah ikut ajang Dream Band akan jadi vokalis Jagostu.
"Sheila udah punya identitas sendiri dan nggak bisa masukin sesuatu yang terlalu ekstrim buat Sheila. Di Jagostu kita lebih rebel, pemberontak gitu, jiwa sosialnya lebih tinggi daripada cinta. Cinta ada, tapi lebih ke hal-hal kehidupan sehari-hari gitu," tutur Brian sang drumer.
Tapi sejauh ini Eross belum bisa memprediksi apa yang terjadi selanjutnya dengan Jagostu dan Sheila on 7. Yang jelas dibentuknya Jagostu atas restu dari personel S07 yang lain. Bagi keduanya, ini hanyalah proyek sampingan. Seperti apa yah?
Disaat pamor Sheila on 7 mulai menurun, Erros malah bikin band baru. Bersama drummer Sheila, Brian, pacar Leoni ini mendirikan band bernama Jagostu akhir Agustus lalu. Pertanda Sheila bakal bubar?
Jagostu beranggotakan 4 orang. Selain Brian So7 (Drum) dan Eross So7 (Guitar/Vocal) Jagostu juga diperkuat Alam Mondayz (Bass) serta Helmi Zen (Vocal).
Kehadiran Jagostu mungkin menimbulkan banyak pertanyaan buat penggemar setia So7. Mungkinkah mereka bakal bubar? Atau diantaranya mereka sudah tak solid lagi? Atau persiapan Erros seandainya So7 tak eksis kembali di permusikan tanah air?
Semua itu dibantah Brian. Menurutnya kehadiran Jagostu ini hanya sekedar ingin melampiaskan sesuatu yang selama ini tak mereka dapatkan di S07. “Ini band idealis gue dan Erros, ide-idenya di luar Sheila. Tema-temanya di luar cinta aku dan kamu, lebih ke sosial dan secara musik kebih keras,” terang Bryan saat dihubungi KG.
Lalu bagaimana dengan So7? Personil yang baru menikah ini tetap menomersatukan So7. Semua kegiatan Jagostu dikerjakan di luar waktu S07. “Kebetulan saat ini Sheila belum ada tur panjang. Kalau soal bagi waktu kita sudah mengaturnya,” ujar Brian.
Kehadiran Jagostu tak dikuatirkan personil So7 yang lain. Adam, sang bassis menganggapnya sebagai hal yang biasa-biasa aja. Siapa pun yang punya proyek di luar Shiela, Adam mengatakan tak masalah. “Selama bisa mengatatur waktu tak masalah buat kita. Dari awal kita sudah ada komitmen seperti itu,” terang Adam saat dihubungi KG.
Soal pembagian waktu, Adam menyerahkan semua itu pada Erros, baginya Erros sangat dewasa untuk mengatur antara So7 dengan band barunya itu.
Bila ada anggapan kalau kehadiran Jagostu sebagai pertanda bakal bubarnya So7? Adam meyerahkan pada orang yang menilainya. “Terserah orang mau bilang apa, yang pasti kita tetap bikin album dan manggung di beberapa tempat,” tandas Adam.
Jagostu menawarkan warna musik rock ʽn roll garage. Memang terkesan idealis, mengingat dalam band ini Eross ‘menumpahkan’ semua materi lagu yang telah dibuatnya tetapi tidak masuk di album-album Sheila on 7.
Ketika ditanya apakah hadirnya Jagostu akan menomer duakan Sheila on 7, Eross menjawab Sheila on 7 akan selalu menjadi nomer satu, sedangkan Jagostu hanya merupakan side project untuk meluahkan ide-ide baru dalam bermusik dan Jagostu akan bermain musik dikala Sheila on 7 sedang tidak bekerja. Intinya, dengan lahirnya Jagostu, Eross bisa lebih termotivasi untuk selalu menghasilkan karya-karya baru.
Hingga saat ini Jagostu telah merekam sekitar 12 lagu dan masih berkutat di studio untuk menyelesaikan proses pembuatan albumnya.
November 5, 2006
SOBAT-SOBAT, jangan coba-coba ngaku anak band kalau nggak mahir dalam bermusik. Yippie, ini juga berlaku buat si gitaris andal nan cuek, Eros Chandra, pentolan grup musik “Sheila On 7”.
Selain andal mencabik gitar, Eros juga memperkaya warna musik “Sheila” dengan beberapa judul lagu yang ditulisnya sejak album perdana di tahun 2000 silam.
Saat diwawancarai pekan silam, pemuda yang lahir di Yogyakarta ini mengaku Kota Gudeg inilah yang membuatnya dekat dengan suasana seni. Yuk kita korek.
**
Masa kecil? Wowowo, aku tuh waktu kecil paling tersiksa kalau disuruh diam. Sehari aja dikurung mama untuk belajar di rumah, aku pasti jadi anak murung karena nggak tahan pengen keluyuran…. Kesimpulannya, waktu kecil aku memang bandel, nekat dan banyak akalnya.
Jika menengok prestasi di bidang ilmu, aku malu banget nih…. Sejak duduk di bangku SD, aku tuh paling susah kalau disuruh belajar, apalagi yang berhubungan dengan hitung-hitungan kayak matematika. Langsung KO deh…. Waktu dulu aja, aku kerap bolos sekolah karena ketakutan sama guru matematika yang lumayan galak. Stt…. jangan ditiru ya temen-temen…. Yang satu ini tuh kebiasaan buruk yang nggak boleh diikuti.
Urusan matematika agak kusut, nah lain halnya kalau aku disodori gitar untuk bernyanyi. Sejak kelas 4 SD aku tuh sudah mampu memainkan gitar dengan baik. Melihat bakat musikku cukup membanggakan, akhirnya saat itu aku mendapatkan kado gitar elektrik Ibanez pertama dari kakek, tepat di hari ulang tahunku. Yailah…. senangnya….
Oh ya, menurut cerita mamaku, aku diarahkan pada kegiatan bermusik lantaran seisi rumah kerap dibuat jengkel dengan kenakalanku yang luar biasa. Selain doyan maen, aku juga pernah berbuat nakal pada mas pengemudi becak yang ada di depan gang rumahku. Waktu dulu, aku tuh sering banget minta dianterin keliling kota sampai mas becaknya keringetan. Nah giliran membayar, aku langsung kabur sekencang mungkin.
Ulah nakalku tetap tak berubah meskipun sudah dihadiahi gitar listrik. Buktinya, tepat di hari lebaran, aku mengalami kecelakaan dari loteng hingga badanku habis babak belur. Pasalnya, saat itu aku iseng main glosor-glosoran dari atas sampai bawah hingga berulang-ulang. Ketika sedikit lengah, jedhakk.… kepala serta kaki pun akhirnya membentur besi tangga hingga daging di betisku menyembul keluar dan bercucuran darah. Akibatnya, dalam 2 minggu aku nggak bisa jalan sampai dokter menganjurkan untuk istirahat di rumah. Sebulan lamanya aku memakai penyangga kaki. Praktis, aku pun nggak bisa pergi sekolah. Namun karena dasarnya bandel, aku pun malah kegirangan karena terbebas dari omelan sang guru matematika yang menanyakan PR-ku yang nggak pernah dikerjakan. (Dini Budiman)***
(Dini Budiman)***
02 April 2006
November 4, 2006
HARI Musik NAsional (HMN) yang jatuh pada sEtiap tanggal 9 Maret, dirayakan insan musik dengan berbagai ekspresi. Hari Musik yang bertepatan dengan tanggal kelahiran salah satu musisi dan pahlawan kenamaan Indonesia, W. R. Soepratman itu, telah diperingati untuk yang keempat kalinya pada tahun 2006 ini.
Meski sejak dulu prestasi musik anak bangsa telah dikenal luas hingga ke mancanegara, gaung perhelatan salah satu bidang seni tersebut terasa kurang bergema di masyarakat. Kalau toh ada, beberapa pelaku musik kita justru turun ke jalan untuk memprotes, karena masih adanya pelaku pembajakan kaset maupun CD yang jelas-jelas merugikan para insan musik Indonesia.
Tapi tidak bagi salah seorang motor grup musik Sheila on 7 (So7), Eross Chandra. Kehadiran gitaris So7 bersama teman-teman satu bandnya memberi warna lain dalam peringatan Hari Musik Nasional di Java Cafe, Yogyakarta, Kamis (9/3) malam.
Walau minus Sakti yang juga gitaris band asal ”Kota Gudeg” tersebut, penampilan Eross dkk. di atas panggung, di kafe tersebut merupakan kejutan bagi penggemar setia So7 dan musisi lokal yang turut hadir. Tak hanya tampil, Eross semakin membuktikan kepeduliannya terhadap dunia musik Indonesia dengan mendukung peluncuran produk gitar buatan Yogyakarta.
12 Maret 2006
Eross Candra (27) tidak ingin berbohong. Saat pelelangan gitar grup baNd SheilA on 7 untuk korban gEMpa Yogyakarta di Jakarta, Rabu (7/6) lalu, Eross terdiam sejenak sewaktu pembawa acara bercerita bahwa gitar itu adalah salah satu alat musik yang sehari-hari dipakai SO7 untuk latihan.
"Iya kan, Eross?" tanya si pembawa acara meminta persetujuan gitaris SO7 ini.
"Hmmm… gimana ya… aku enggak mau bohong ah," katanya. Si pembawa acara tersenyum kecut dengan jawaban Eross itu.
Lelang dilanjutkan. Gitar akustik bertanda tangan seluruh personel SO7 itu pun terlelang dengan harga Rp 3 juta.
Lelang itu termasuk dalam rangkaian konser amal yang di antaranya melelang lagu-lagu hits SO7, seperti Dan, Tunggu Aku di Jakarta, Berhenti Berharap, dan Itu Aku.
Selain memainkan lagu-lagu yang dilelang, Eross, Duta, Adam, dan Brian malam itu juga memainkan lagu-lagu dari album terbaru mereka, 507.
Eross yang malam itu ditemani kekasihnya, Leony, menjadi korban ledekan sang vokalis, Duta. "Pengumuman, Eross bulan depan akan…," ucap Duta sambil melirik Leony. Namun, Eross yang lahir di Yogyakarta, 3 Juli 1979, ini hanya tersipu-sipu, tak berani menjawab…. (EDN)
11 jUNI 2006
October 31, 2006
Jakarta, Belajar dari pengalaman memang jalan terbaik, ini pula yang dilakukan Eross ‘Sheila On 7′. Namun, gitaris ternama itu rupanya masih salah juga. Duh!
Ceritanya, Senin (30/10/2006) siang, Eross memenuhi undangan Istana Wapres untuk menerima penghargaan dari Menpora Adhyaksa Dault. Sesampainya di lokasi, Eross melihat penjagaan yang sangat ketat oleh para Paspampres. Dari kejauhan Eross juga menyaksikan bagaimana para personil ‘Ungu’ tidak boleh masuk karena mengenakan celana jins.
"Mendengar berita itu aku dan managerku langsung pulang ke hotel untuk ganti celana," ungkap Eross saat dihubungi detikhot melalui ponselnya, Senin (29/10/2006).
Maklum, Eross menerima informasi bahwa acara penerimaan penghargaan itu tidak formal alias santai. Bermodal celana jeans, ia pun memenuhi undangan.
Berbeda dengan para personil ‘Ungu’ yang tak kembali setelah ‘diusir’, Eross tak patah semangat. Setelah mengganti celananya, Eross berhasil melewati barikade pertama. Tetapi pada brikade dua Eross gagal. "Kok celananya ada kantong-kantongnya, kaya koboi," ungkap Eross menirukan ucapan salah satu Paspampres yang tidak meloloskannya.
Belum patah arang, Eross pun mengganti lagi celananya. Untung saja, sang manager sudah mempersiapkan dua celana. Pos satpam pun jadi ruang ganti darurat.
Kesabaran berbuah manis, akhirnya Eross bisa menerima penghargaan bersama Kikan dari ‘Cokelat’. Eross menerima penghargaan sebagai pencipta lagu nasional, sedangkan ‘Cokelat’ mendapatkan penghargaan karena menelurkan album nasional. ‘Ungu’ yang memilih untuk angkat kaki mendapatkan penghargaan atas album religinya yang berjudul ‘Surga-Mu’
October 9, 2006
Ditinggalin sama Sakti dan Anton nggak ngebuat Sheila on 7 (So7) kehilangan eksitensinya di dunia musik Indonesia. Dengan drummer lama tapi baru–Brian– yang baru aja menikah, band yang masih ditukangi Duta (vox), Adam (bass), dan Erros ini masih bisa ngebuktiin kalo mereka tetap sekumpulan pejantan tangguh yang enggak bisa diremehin. Yuk kita check-baby-check obrolan mereka bareng belia dalam acara Midweek Live-nya 102.3 Rase FM.
Baru aja nelurin album baru, 507, Duta bilang album terbaru ini adalah salah satu penantian panjang setelah dua tahun enggak bikin album. “Selama dua tahun terakhir kita sempet bikin album The Best. Cuman karena kita banyaknya tur ke luar Jawa, banyak orang yang mungkin nganggap So7 udah vakum,” jelas suami Adelia Lontoh ini. Sheila (on 7), sebenernya udah masuk dapur rekaman dari Januari, dan sayangnya di tengah rekaman, Sakti mutusin buat keluar.
Soal masuknya Brian yang menggantikan Anton–drummer pertama So7– berawal dari pertemanan. “Awalnya Adam sama Erros yang kenal ama Brian. Saya baru ketemu dia di Jakarta, waktu itu kita boling bareng,” ungkap Duta. Saat Anton memutuskan buat keluar, personel So7 pada mikir, daripada nyari personel baru, mendingan ajak Brian aja yang udah jadi temen main yang kebetulan juga seorang drummer. “Ya, udah, karena temen main, dan referensi musik kita juga sama, maka gabung deh Brian,” rangkum Duta yang diamini Brian dengan anggukan.
Ngobrolin soal album terbarunya, 507, di album ini kontribusi buat bikin lagu enggak hanya terpusat pada Erros. “Saya bikin satu lagu, Adam bikin dua lagu, Sakti satu lagu, satu lagi digarap bareng,” papar Duta. Nah, di tengah penggarapan album terkini mereka itu, label So7 nawarin mereka buat bikin lagu resmi FIFA World Cup 2006 versi Indonesia. “Kami pikir, wah, ini kesempatan bagus banget, enggak boleh dilewatin!” Seru sang otak band, Erros. “Langsung aja kita garap barengan theme song World Cup itu, ‘Jadilah Pemenang’,” tambahnya. Dan ternyata, proses diterima atau tidaknya lagu itu harus melalui persetujuan FIFA dulu. “Alhamdulillah di-acc (disetujui) oleh FIFA, jadi, deh, direkam buat jadi lagu resmi World Cup,” tutur Erros dengan nada bangga.
Buat promo album barunya, So7 udah masuk sebagai pencipta rekor Muri karena melakukan “rally” promosi dan interview di 100 radio ke seluruh kota di Indonesia. “Promosi ini awalnya ide dari label kami. Tapi kami rasa ini cocok banget, soalnya radio sangat berjasa buat perkembangan musik Indonesia. Tepat banget rasanya kalo mau menyapa penggemar di Indonesia,” Duta bilang.
Kalo soal penciptaan lagu, masing-masing personel punya proses kreatif yang beda-beda. Erros biasanya bikin lagu awalnya dari tema, lalu dibuat lagu. “Ibaratnya lagu itu adalah kata-kata yang dinyanyikan,” ungkap sang Gitaris. Kalo Duta, biasanya memulai dari cari nada dengan humming (bergumam). “Soalnya saya punya keterbatasan menggunakan alat musik, jadi kalo enggak humming, saya make piano,” sembari mencontohkan bergumam. Kalo Adam, agak berbeda. “Saya dapet inspirasi bikin lagu, sih, dari mana aja, biasanya dari gitar. Cuma saya punya kebiasaan buruk, suka nunda-nunda ngegarap lagu. Kalo udah dapet ide buat lagu bagus, tapi baru digarap sekian tahun kemudian,” ujarnya sedikit malu-malu.
Senantiasa nyiptain lagu-lagu bertemakan cinta, masing-masing personel punya pandangan yang berbeda soal kata “cinta”. “Cinta itu apa, ya? Cinta itu sesuatu itu sesuatu yang bisa membuat orang tertawa sebahak-bahaknya, dan juga jatuh sedih, sejatuh-jatuhnya,” ungkap Duta menerawang. Kalo Adam ngibaratin cinta sebagai bagian tubuh, “Kalo ibaratnya cinta itu adalah darah dalam tubuh manusia,” ucapnya. Sedangkan Brian, bilang kalo cinta itu adalah kehidupan, “kalo belum jatuh cinta maka manusia belum ngerasain hidup,” ucapnya. Dan terakhir, kalo Erros ngelihat cinta sebagai desire. “Cinta itu adalah, umm, ya itulah, malu aku!” serunya sambil tersenyum. Wah, Erros yang jago bikin lagu ternyata pusing juga kalo ditodong buat ngedeskripsiin cinta, hehehe…
Nah, meskipun semua personilnya–kecuali Erros– udah pada nikah, namun sang gitaris ngungkapin kalo dia masih belum mau nikah. “Saya bukannya enggak mau nikah, cuman belum jadi target utama aja yang terdekat,” elaknya. “Setidaknya saya masih ngerasa kalo saya masih banyak perlu ngelakukan banyak hal dengan So7, kita masih perlu ngasih yang terbaik buat penggemar, dan pengen tetep eksis di dunia musik.” Hal ini disetujui sama semua personel lain. “Pokoknya Sheila bakal bikin album terus sampai tua!”
October 6, 2006
Meskipun puas dan girang dengan sukses tur 10 kota di Jawa, rasa capek mengharuskan para personel SO7 beristirahat. Eross malah terlihat kangen berat dengan kota tempat mondoknya, Yogya. Sehingga nggak heran kalo dia ingin segera punya tempat peristirahatan yang nyaman. Ditambah lagi, Yogya yang telah membesarkannya dipilih sebagai kota terakhir dari rangkaian tur. Lantas apa yang akan dilakukan Erros setelah mencetak banyak duit? "Kalo suruh pilih Jakarta Atau Yogya untuk hidup sehari-hari, kayaknya Yogya lebih nyaman!" Tapi bukan berarti Yogya jauh dari hiruk-pikuk. Justru itulah yang membuat Eross betah lama di sana. Hanya aja ketenangan tetap nomor satu karena dengan itu, Eross lancar mencipta lagu, dan tentunya mencetak duit. "Saya ingin punya rumah di daerah Kaliurang! Ketenangan Kaliurang akan lebih gampang memancing saya menyusun lirik lagu," ungkap Eross. Gitaris yang saat tur paling sering nelpon nyokapnya ini bilang bahwa ketenangan identik dengan keseriusan. Ya lihat aja gayanya di panggung. Dari situ, duit mengalir serius pula. Jadi, kita tinggal nunggu diundang selametan aja nih
Hai Magz

Teks dan Foto oleh
Wening Gitomartoyo
Saat itu pukul sembilan malam waktu Pulau Penang, Malaysia. Lalu lintas hari Jumat malam tidak jauh berbeda dari kondisi setiap minggunya di Jakarta. Sejauh mata memandang hanya deretan mobil dengan kecepatan siput dan lampu neon yang berpendar-pendar. Saya sedang berada dalam sebuah mobil yang juga mengangkut seluruh personil Sheila on 7, additional player Prisa dan Ferry, seorang dokter yang dibawa sepanjang perjalanan, Egi, dan event organizer dari Malaysia, menuju lokasi konser So7 yang berjarak sekitar 30 menit dari hotel. Anak pertama Duta, Aisha, mengisi seluruh mobil dengan nyanyiannya yang lantang. Ia gemar mengganti-ganti lirik lagu sesuai keinginannya dan membuat seisi mobil tertawa geli. Di antara derai tawa, saya ikut merasakan antisipasi yang menguat seiring semakin mendekatnya kami ke lokasi.
Malam itu, di konsernya yang ketiga dalam rangkaian Malaysian Tour yang diadakan oleh event organizer Cipta Asia dan provider telepon seluler Digi ini, Sheila on 7 akan bermain di hadapan masyarakat Penang untuk pertama kalinya. Ini kali kelima mereka mengadakan tur atau konser di Malaysia sejak mereka pertama kali dikenal di negeri itu, dan itu tidak termasuk promo yang biasanya memakan waktu lebih singkat.
Sesampainya di lokasi, sementara masing-masing para personil mempersiapkan diri, saya memilih untuk segera melihat penonton yang riuh rendah suaranya mencapai belakang panggung dengan sukses. Penang International Sports Arena, stadion yang seukuran Istora Senayan, Jakarta, pada malam itu lumayan dipenuhi oleh orang-orang berwajah antusias. Senyuman lebar sambil sesekali teriakan memanggil nama personil-personil Sheila on 7 menggema dan sulit untuk menahan diri tidak tertular perasaan gembira yang menggantung di udara.
Saya baru bergabung dengan rombongan Sheila on 7 di saat mereka sudah sampai di Penang. Hari-hari sebelumnya, mereka sudah menjajal Stadium Larkin, Johor Bahru dan Stadium Likas, Kota Kinabalu sejak tanggal 13 hingga 16 Agustus. Dan seperti pertunjukan mereka sebelumnya, konser malam ini pun dibuka oleh band pembuka asal Singapura, Bhumi Band. Membawakan lagu-lagu karya sendiri, Bhumi Band disambut dengan cukup baik oleh penonton. Band yang dikenal karena sempat menyumbangkan satu lagu untuk soundtrack sebuah film Malaysia ini membawakan total empat lagu, dan dengannya, tepat di pukul 10.00 malam waktu setempat, memberi jalan bagi band yang telah ditunggu-tunggu.
Musik instrumental yang terdengar kental dengan pengaruh Timur Tengah dipasang sebagai intro dan menjadi pengiring Brian (drummer) untuk menginjak panggung pertunjukan. Berikutnya secara berturut-turut, Adam (bass), dan Eross (gitar) muncul, dan kemudian, dengan lampu sorot yang semakin terang, Duta (vokal) melengkapi barisan yang digelari band sejuta kopi ini.
“Menyelamatkanmu” menjadi lagu pertama yang dengan serempak diikuti teriakan dan nyanyian penonton dari arah mana pun. Setelah itu, berturut-turut “Pagi”, “Bertahanlah Kau Di Sana”, “Sahabat Sejati” hingga lagu-lagu yang bertempo lebih lambat seperti “Terlalu Singkat”, “Itu Aku”, “Dan…” yang sempat mengharu biru dunia Indonesia di tahun 1999, dan “Mantan Kekasih” yang diambil dari album terbaru mereka, 507, semakin membuat penonton larut dalam nyanyian bersama dan pekik-pekik histeris. Cukup mengagumkan bahwa lagu-lagu yang diambil dari 507 mendapat sambutan yang sama meriahnya dari penonton, bahkan mereka sudah hafal lirik lagu-lagu yang relatif baru seperti “Radio” dan “Terlalu Singkat”.
Selengkapnya baca edisi 18 (rolling stone INA)
September 27, 2006
Yogyakarta, Potongan rambut a la aNAk band kEMarin sore dengan semir highlight warna perak. Demikian penampilan baru Eross Candra, kekasih Leony VH.
Sebelumnya Eross adalAH pria yang paling jarang memperhatikan penampilan. Di setiap aksi panggungnya saja bersama Sheila on 7, Eross selalu mengandalkan celana jeans dan kaos sebagai gaya andalannya. Apalagi Eross paling ogah kaosnya berkerah, oleh karena itu setiap kaos Eross bagian kerahnya pasti ia potong.
Tapi kali ini Eross lebih memperhatikan penampilan. Setidaknya untuk rambut yang kini lebih mengikuti mode. Apa Eross takut dibilang terlalu tua untuk Leony? Wajar saja usia mereka memang terpaut 9 tahun.
"Mungkin juga iya. Biar lebih muda. Leony yang kasih tahu salon bagus. Dia juga yang nemenin. Kalau gelap aku dibilang jadi lebih tua karena warna rambutnya jadi kayak uban. Tapi kalau terang dibilang kayak anak-anak. Leony sih rela dan pasrah saja," ungkap Eross ketika ditemui detikhot, beberapa waktu lalu.
Selain mengimbangi Leony, rupanya Eross juga mengaku memang baru sempat mengurus diri. Apalagi sekarang ia punya pacar, agaknya penampilan memang harus mulai diperhatikan olehnya.
"Iya sekarang aku punya pacar yang selalu ngasih masukan. Harus beda dong. Aku ngelakuin ini juga karena bosan sama rambut yang dari dulu modelnya sama terus. Dulu-dulu sibuk di studio terus sekarang baru ada kesempatan mencoba yang namanya salon," tandas Eross.
September 25, 2006
Yogyakarta, Di tengah promo album, Brian ‘So7′ melepas masa lajangnya dengan Dewi Fitriasari. Belum sempat bulan madu Brian masih harus memenuhi jadwal konser. Bulan Ramadhan, Brian bahkan harus puasa Yogya-Jakarta.
Kesibukan Brian bersama band barunya Sheila on 7 memang menjadi alasan utama mengapa pernikahan bukan jadi prioritas utama. Namun Brian pun tak mengesampingkannya begitu saja.
Di tengah promo yang begitu padat Juli lalu Brian kabur ke Mekah untuk menikah. Resepsi pernikahan pun terselenggara di sela jadwal konser So7.
Akhirnya di bulan Ramadhan inilah Brian baru punya waktu untuk benar-benar bersama sang istri tercinta. Tapi tetap saja pasangan yang bahkan belum sempat bulan madu ini harus benar-benar berusaha keras agar tetap bersama.
"Baru pertama mau merasakan puasa ditemani istri. Yang pasti sangat excited. Karena baru kali ini juga kita akhirnya baru bisa bersama selama sebulan penuh. Tapi itu juga harus dibela-belain Yogya-Jakarta," ungkap Brian ketika ditemui detikhot beberapa waktu lalu.
Awal-awal puasa, pria bernama lengkap Brian Kresno Putro itu punya acara ngabuburit di wilayah Jabotabek. Setelah itu baru Brian akan berkonsentrasi di Yogya menggarap musik.
"Akhirnya harus memboyong istri. Pertama nanti yang bareng di Jakarta setelah selesai baru saya bawa ke Yogya. Pokoknya diusahakan biar bersama terus," tutup Brian
September 23, 2006
Jakarta, Selain umur yang memang terpaut jauh, pasangan Eross ‘So7′ dan Leony VH juga berbeda keyakiNAn. Menyambut bulan Ramadan, Erross telah berniat meninggalkan Leony. Kenapa?
Selama ini, walau terpisah jarak, pasangan ini rajin saling mengunjungi. Entah Erross yang ke Jakarta atau Leony yang ke Yogyakarta.
Nah, pada bulan Ramadan ini Erross tak berencana meninggalkan Yogya. Di bulan yang suci ini ia berniat untuk fokus pada keluarganya dan konsentrasi untuk bermusik.
"Aku besok banyak di Yogya dulu mau bikin proyek atau Solo. Juga mau ngurus studio yang sudah lama ngga dipakai sendiri. Mungkin akan jauh dulu sama Leony," ungkap Eross ditemui detikhotdi Ambarukmo Plaza Yogyakarta, Jumat (22/9/2006) malam.
Rencana tersebut tak menjadi masalah untuk sang kekasih Leony. Wanita yang awalnya dikenal sebagai penyanyi anak-anak itu sangat mengerti keinginan pacarnya. Namun bagaimana untuk menyiasati rasa rindu mereka, belum didiskusikan lebih lanjut.
"Puasa belum tahu rencana Leony apa. Belum ada ngomongin itu juga. Yang penting bisa saling mengerti saja," tutup Eross.
September 16, 2006
AB : makin repot dengan 2 anak nih ?
Duta : iyalah,pasti ada perubahan.Tapii apa yah..?Tanya adel aja ya.hahahha,yang paling intens & repot mengurusi dua anak itu ya istriku.
AB : Kapan punya waktu buat anak ?
Duta : aku berusaha memanfaatkan waktu liburku dirumah.Main bareng & mandi bareng,jalan2…pokoknya selama tdk ada tur atau kerja aku bersama aisha & aiman.Aku juga selalu memantau perkembangan mereka dari jauh.
AB : Mereka dibawa tur..?
Duta : kalau tur disekitar pulau jawa & tidak lama,aku berusaha mengajak istri & anakku.Tapi kalau seperti sekarang,tur panjang tdk mungkin.Akhirnya aku memang kehilangan banyak momen penting seperti anakku bisa melakukan hal baru.Kemarin adel cerita tentang kepandaian baru anak2 melalui telepon.
AB : Anda tidak sedih ..?
Duta : Sebenarnya aku enjoy sekali mendengar perkembangan anak2.Adel setiap hari pasti laporan tentang perkembangan mereka via sms.MMS (kirim gambar),& VMS (rekaman video singkat).Tentu ia juga telpon & banyak cerita,tapi kalau cerita..adel kadang terlalu antusias dan lama2 aku terdiam karena sedih tak bisa melihat perkembangan anak2 secara langsung.
AB : Terharu yah..?
Duta : aku sebenarnya merasa bersyukur karena istriku bisa mengajarkan anak2 banyak hal.Tapi aku kadang tak bisa menahan rasa kangen.
AB : Tidak telepon langsung dgn anak..?
Duta : dengan aisha aku biasa ngobrol,diakan sudah bisa bicara.Aku selalu Tanya apa yg sedang dilakukannya.Lalu dia cerita.Nah setiap kali aku sudahi pembicaraan,AIsha selalu mendoakan “Sukses ya PA” atau “Hati-hati ya PA”…Aduhh,dengarnya senang betul.
AB : Apa rencana anda..?
Duta : selain hobi,bermusik adalah pekerjaanku.Selama bisa,aku akan bermusik terus.Sedangkan AdeL selain ngurus anak sendiri,berencana kuliah lagi.
Credit: NaDya_bSa @ sheilasonic forum (terimakasihhh ya)
August 31, 2006
Sheila On 7’s recent concert in Kuala Lumpur to mark its 10th anniversary was a treat for its die-hard fans. FANS of Indonesian band Sheila On 7 deserve a special mention as they waited for almost an hour for its recent concert in Kuala Lumpur to begin.
There was no booing or shouting by the enthusiastic crowd who merely screamed in excitement each time the house lights at the Stadium Nasional Bukit Jalil started to flicker.
After at least a dozen false starts, the show kicked off to thunderous applause from the mostly teenage audience, comprising locals and Indonesians.
Curtain-raiser Singapore-based Bumi Band sang a few numbers from its upcoming debut album but sadly, the lead vocalist’s voice was drowned out by the loud music.
When Sheila On 7 finally took centrestage at 9.45pm, it was given a rousing welcome by die-hard fans. Without apologising for keeping the crowd waiting, lead vocalist Duta went about prancing on stage, belting out one tune after another.
He said: “We are brothers. Let’s stay in peace and celebrate our countries’ Independence Day with renewed spirit and love.”

The songs included unfamiliar songs from previous albums such as Menyelamatkanmu, Pagi Yang Menakjubkan, Bertahan Di Sana and Sahabat Sejati, interspersed with memorable hits such as Seberapa Pantas, Sephia, Dan, Berhenti Berharap, Pria Kesepian and Melompat Lebih Tinggi.
Duta also took the opportunity to promote the band’s latest album, 507, which features potential new hits like Pemenang, Mantan Kasih and Radio.
Apart from Duta, the band, which prior to its Kuala Lumpur date played in Johor, Sabah and Penang, features Eross, Adam and Brian, (who replaced Sakti three years ago.)
To some, the concert, which ended at midnight, was a drag as Sheila On 7 performed its chart-toppers early If it had saved its hits for the end, it would have been a better climax to the two-hour performance.
Sheila On 7’s Malaysian tour, held to mark its 10th year in the industry, was presented by DiGi.
August 29, 2006
KUALA LUMPUR - Di tempat keempat atau terakhir dari tur mereka di Malaysia baru-baru ini, Sheila on 7 (So7) hanya ditonton oleh sekitar dua ribu orang. Apakah itu pertanda di Negeri Jiran sekarang grup asal Yogyakarta tersebut sudah tak sepopuler dulu?
Dalam tur mereka di Malaysia itu, So7 tampil di Stadium Larkin, Johor Baru (13/8); Stadium Likas, Kota Kinibalu, Sabah (16/8); Penang International Sports Arena, Penang (18/8), dan, pada 20 Agustus lalu, di Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Jumlah penonton yang kira-kira dua ribu orang cuma memenuhi sebagian kecil dari Stadium Nasional Bukit Jalil. Menurut www.utusan.com.my, yang memberitakan konser di stadion tersebut, jumlah penonton itu di bawah jumlah penonton tur So7 di Malaysia pada 2003.
Menanggapi keadaan tersebut, kepada para wartawan setempat Duta, vokalis So7, mengatakan, "Biarpun kehadiran penonton tidak sehebat konser tahun 2003, kami masih bangga dan terharu."
Lanjutnya, "Bagi kami, berapapun jumlah penonton yang hadir, itu merupakan suatu penghargaan dan dukungan penggemar kepada kami. Kami tidak memasalahkannya."
Kata Duta lagi, ia dan rekan-rekannya–Eross (gitar), Adam (bas), dan Brian (drum)–tak merasa bahwa popularitas So7 di Malaysia menurun. "Kami yakin masih ada penggemar di sini, karena kami merupakan sebuah band yang telah hidup selama 10 tahun," tuturnya.
"Dan, kehadiran kami di Malaysia sudah hampir delapan tahun. Itu satu hal yang tidak mudah dilakukan oleh band-band lain. Peterpan sendiri baru dua tahun. Yang lain-lain, masih baru," sambungnya.
Malah, dengan yakin Duta berujar, "Lihat empat tahun lagi, So7 masih punya penggemar atau tidak."
Duta juga menjawab secara diplomatis ketika ditanya, adakah kemerosotan popularitas So7 disebabkan pula oleh keluarnya dua personel formasi awal grup tersebut, Anton (drum) dan Sakti (gitar).
"Mereka masa lalu kami. Tanpa mereka, kami masih boleh meneruskan perjuangan," ucapnya. "Saya yakin penggemar kami masih mendukung kami, sejak dulu hingga sekarang," tekannya.
Tambah Duta, biarpun keduanya tak lagi bersama So7, grup itu telah memasukkan Brian selaku pemain drum baru.
Konser dengan tiket 65 Ringgit Malaysia (1RM sama dengan kira-kira Rp2.400) per lembar tersebut dibuka dengan penampilan Bumi Band. Mereka membawakan tiga lagu, Perbedaan Hati, Konspirasi Dunia, dan Goda.
Setelah mereka, So7 menyajikan 20 lagu, antara lain Sahabat Sejati, Pemenang, Terlalu Singkat, Itu Aku, Mantan Kekasih, Kita, Dan, Seberapa Pantas, Pria Kesepian, dan Melompat Lebih Tinggi. Para penonton memberi sambutan hangat.
Mereka mengakhiri konser itu dengan medley dua hit, Sephia dan Berhenti Berharap.
August 24, 2006
Kejayaan band asal Jogya, Sheila On 7 di negara tetangga Malaysia sepertinya menurun. Buktinya penonton yang datang ke konser tidak seramai dulu. Mungkinkah mereka sudah jenuh dengan penampilan Duta,/b> cs?
Seperti dikutip dari utusan penampilan S07 di Stadium Nasional Bukit Jalil baru-baru ini hanya dihadiri 2000 penonton. Ruang stadium tampak lenggang. Sebelumnya, SO7 telah mengadakan konsert di Johor, Kota Kinabalu dan Pulau Pinang. Padahal sekitar 90-an S07 begitu sangat popular di Malaysia.
Menanggapi sepi penonton, Duta kepada media disana mengatakan “Biarpun kehadiran penonton tidak sehebat konser tahun 2003, tapi kami masih bangga dan terharu. Bagi kami berapa pun jumlah penonton yang hadir ia merupakan satu penghargaan dan dukungan penggemar kepada kami. Kami tidak kecewa,” imbuhnya.
Ditanya apa menurunnya pamor S07 lantaran cabutnya dua personilnya, Anton dan Sakti Duta menepisnya. “Mereka masa lalu kami. Tanpa mereka kami masih bisa meneruskan perjuangan dan tidak mempengaruhi penampilan kami,” ujarnya.
“Saya yakin peminat kami masih mendukung kami sejak dulu hingga sekarang,” kata Duta dalam nada yang agak serius. Duta menambahkan biarpun keduanya tak lagi mendukung tapi mereka telah mengambil Brian selaku pemain drum baru.
Duta, Erros, Adam dan Brian yakin masih ada pendukung setianya di Malaysia. Kerana menurutnya S07 merupakan sebuah band yang telah hidup selama 10 tahun.
“Dan kewujudan kami di Malaysia sudah hampir lapan tahun. Itu satu perkara yang tidak mudah dilakukan oleh band-band lain. Peterpan sendiri baru dua tahun. Yang lain-lain masih baru,” kata Duta.
August 23, 2006
Yogyakarta, Popularitas Sheila on 7 dianggap mulai menurun di Malaysia. Keempat konser yang digelar di negeri Jiran itu memang sepi penonton. Tiket yang dua kali lebih mahal dari harga konser biasanya menjadi kendala terbesar mereka.
RM65 atau sekitar Rp 161 ribu. Demikian harga yang ditetapkan oleh pihak promotor untuk satu tiket konser yang digelar di stadium setempat. Harga ini tentunya dirasa cukup mahal untuk sebuah konser tunggal band asal Indonesia. Sebelumnya ketika para musisi Indonesia boyongan menggelar konser dalam satu acara harga tiket pun ditetapkan sebesar RM80 atau sekitar Rp 198 ribu.
Selain itu promosi yang terkesan dadakan membuat konser ini tidak semarak. Kurangnya baliho, spanduk atau pamflet juga sangat dirasakan oleh para personel Sheila on 7. Ditambah lagi jadwal konser yang berlangsung pada hari sibuk. Bahkan di kota terakhir yaitu Kuala Lumpur tiket sampai diturunkan menjadi RM30 atau sekitar Rp 74 ribu.
Setelah harga turun, konser pun mulai meriah dibandingkan dengan tiga kota lain, Johor, Kota Kinabalu dan Pulau Pinang. Konser penutup menjadi momen yang paling meriah bagi So7. Bahkan Duta, Eross, Adam dan Brian memberikan bonus penampilan kepada penonton sebanyak 3 lagu.
"Secara promosi kami menilai memang kurang, pemberitaan tidak seperti konser kita yang terdahulu. Kalau dulu konser di Kuala Lumpur promonya ramai sekali. Mungkin karena berbeda promotor jadi cara buat acaranya juga beda. Tiket juga kami nilai agak mahal, orang berpikir dua kali untuk membeli tiket. Itu juga jadi keluhan para penggemar dekat kami," ungkap Philos, Public Relation So7 kepada detikhot, Rabu (23/8/2006).
Kemerosotan jumlah penonton konser ini akhirnya berimbas pada pemberitaan turunnya pamor So7. Mengenai hal tersebut, So7 pun tak bisa menyalahkan orang lain ataupun diri sendiri.
"Boleh dikatakan So7 adalah band pembuka jalan dari Indonesia yang buat konser di Malaysia. Tapi sekarang sudah banyak band baru yang bermunculan. Ya, ada tingkat dimana orang itu berada di atas dan di bawah. Justru itu memberikan motivasi bagaimana kita bisa membuat karya lebih baik dan mengambil hati penggemar," tandas Philos.
Namun kendati demikian ini tak menjadi S07 kehilangan semangat untuk kembali ke Malaysia. Lain kali tentunya So7 akan memberikan persembahan yang lebih baik.
Jakarta, Sheila on 7 baru saja menyelesaikan 4 jadwal konsernya di Malaysia. NAmun sayang kali ini konser So7 tak sEMeriah dahulu. Penonton menurun. So7 tak lagi gemerlap di mata pecinta musik negeri Jiran.
Bersama promotor Cipta Asia, Sheila on 7 berkesempatan untuk mengelar konser di 4 kota di Malaysia. Diantaranya Johor, Kota Kinabalu dan Pulau Pinang. Dari keempat kota tersebut, semua stadium yang digunakan untuk konser terlihat sepi dari pengunjung.
Seperti dikutip detikhot dari Utusan, Selasa (23/8/2006) jika dibandingkan dengan penampilan mereka di tahun 2003, konser terbaru So7 kurang peminat. Hanya 2000 orang saja yang terlihat memadati Stadium Nasional Bukit Jalil Kuala Lumpur, akhir pekan lalu.
Namun kendati demikian, Duta, Adam, Eross dan Brian harus cukup puas dengan hasil yang didapat. Penonton yang sedikit tak membuat semangat mereka kendur. Sebanyak 20 lagu dari album lama hingga baru, dilantunkan So7 tanpa patah arang.
"Biarpun kehadiran penonton tidak sehebat konser tahun 2003, kami masih bangga dan terharu. Bagi kami berapa pun jumlah penonton yang hadir, ia merupakan satu penghargaan dan dukungan penggemar kepada kami. Kami tidak kecewa," ungkap Duta.
Brian dan Sakti memang tak lagi bersama So7. Namun bukan berarti ini membuat So7 kehilangan semangat berkarya. Ditanya soal pamor yang dinilai mulai menurun, Duta pun tak menyalahkan mundurnya Brian dan Sakti. Tanpa kedua mantan personelnya itu, So7 masih akan bermusik.
"Mereka masa lalu kami. Tanpa mereka kami masih bisa meneruskan perjuangan dan itu tidak mempengaruhi persembahan kami. Saya yakin penggemar kami masih mendukung kami sejak dulu sampai sekarang," tutup Duta.

Duta serta Eross menunjukka persembahan yang baik pada malam konsert terakhir Malaysian Tour So7 (Foto The Star oleh Ricky Lai)
Walaupun kini dibarisi empat personil, Eross, Duta , Adam dan Brian masih menunjukkan bahawa Sheila On Seven (So7) masih mampu menarik ribuan Sheila Gank (gelaran yang diberi kepada peminat mereka) di Malaysia menerusi ‘Digi Sheila On Seven Malaysian Tour’.
Siri konsert yang bermula di Stadium Larkin Johor Bahru pada 13 Ogos yang lalu melabuh tirainya di Stadium Nasional Bukit Jalil pada hari Ahad yang lalu.
Hampir 10,000 orang peminat membanjiri stadium tersebut pada jam 7 petang lagi.
Bumi Band, selaku band pembuka tirai berjaya menenangkan keresahan ribuan penonton yang menunggu lebih daripada satu jam untuk menyaksikan konsert tersebut.
Kumpulan yang berasal dari Bandung itu mempersembahkan beberapa buah lagu termasuk ‘Rantai Rasa Cinta’ serta ‘Goda’, yang merupakan soundtrack lagu kepada filem box-office lakonan Farid Kamil dan Julia Hana, ‘Remp-It’.

Adam serta Eross menunjukkan bakat terpendam mereka ketika menyanyikan lagu ‘Pria Kesepian’ (Foto The Star)
Penonton yang membanjiri stadium itu menjerit dengan sekuat hati sejurus sahaja melihat band kesayangan mereka, So7 menjejak kaki ke atas pentas utama itu.
Band yang pernah dijulang sebagai band terbaik di rantau Asia pada suatu ketika dahulu membawa 19 buah lagu sepanjang konsert yang berlangsung kira-kira dua jam setengah.
So7 memulakan persembahan menerusi lagu berjudul ‘Menyelamatkan ‘ daripada album terbaru mereka ‘So5′ dengan penuh bertenaga serta karisma.
"Belilah album kami banyak-banyak agar duit itu dapat digunakan untuk majlis perkahwinan Eross nanti," ujar Duta, vokalis utama So7 yang bergurau senda bersama-sama pemain gitarnya, Eross Chandra.
Lagu-lagu berirama rancak seperti ‘Pagi Yang Menakjubkan’, ‘Sahabat Sejati’ serta ‘Pemenang’ melihatkan para penonton melonjat-lonjat mengikut tempo sambil menyanyi bersama-sama band kesayangan mereka.

Para Sheila Gank yang membanjiri Stadium Nasional Bukit Jalil ternyata terhibur dengan persembahan mantap So7 (Foto The Star)
"Saya berharap agar kita semua dapat berhibur bersama-sama. Jika tersiku orang bersebelahan dengan kita, tidak mengapa ya. Kita di sini untuk bergembira," pesan Duta kepada para penonton agar mereka tidak bersikap ganas atau berang di sebalik keghairahan berhibur.
Suasana konsert tersebut berubah menjadi romantis apabila kumpulan tersebut menyanyikan lagu yang membawa kembali kegemilangan band tersebut di Indonesia, ‘Mantan Kekasih’ (Bekas Kekasih).
Kelihatan ramai pasangan kekasih yang menghadiri konsert tersebut berpelukan sambil menghayati lirik lagu yang mengisahkan seorang lelaki yang masih dahagakan cinta daripada bekas kekasihnya yang telah meninggalkannya.
"Kepada semua gadis di sini, janganlah kamu meninggalkan pacar (kekasih) kamu dengan senang-senang. Ingat, lelaki kini lebih sedikit daripada perempuan," ujar Duta sejurus sahaja selesai menyanyikan lagu tersebut lantas disambut dengan gelak ketawa daripada penonton-penonton terutamanya di kalangan golongan hawa.
Suasana bertenaga kembali menyelubungi stadium itu apabila kumpulan yang popular dengan irama pop rock mempersembahkan lagu ’Seberapa Pantas’, ‘JAP’ dan ‘Radio’.
So7 turut melakukan kejutan harijadi untuk salah seorang Sheila Gank terawal mereka yang bernama Jay Jay.
Peminat yang bertuah itu diberi kesempatan untuk berduet bersama-sama Adam serta Eross menerusi lagu ‘Pria Kesepian’.
Duta pula mempersembahkan bakat terpendamnya yakni bermain drum menerusi lagu tersebut.

Adam menunjukkan taring selaku pemain bass tunggal So7 (Foto The Star)
Malam tersebut diakhiri dengan lagu ‘Bila Kau Tak Disampingku’ yang ditujukan khas kepada peminat-peminat mereka yang tidak pernah pudar semangat untuk memberi sokongan kepada kumpulan tersebut.
Di samping memberi persembahan yang hebat sepanjang konsert itu, ahli-ahli S07 turut menyerikan suasana dengan celoteh serta lawak jenaka terutamanya Duta.
Para penonton tidak kering gusi mendengar gurau sendanya di samping terpikat dengan kehebatan vokal Duta menerusi nyanyian yang begitu dinamik serta bertenaga pada malam tersebut.
Malah, Eross menunjukkan bahawa dirinya masih hebat bermain gitar secara solo tanpa kehadiran Sakti lantas membuktikan bahawa So7 bakal meneruskan penguasaan mereka di pesada muzik nusantara.
Di samping terhibur dengan persembahan mantap daripada So7, terdapat jua beberapa insiden yang kurang menyenangkan berlaku di kalangan mereka yang menghadiri konsert tersebut.
Beberapa kumpulan mat Indon kelihatan mengibarkan bendera menerusi struktur piramid manusia.
Malah, segelintir penonton berasa tidak berpuas hati lalu membaling botol-botol mineral ke arah mat-mat Indon tersebut sambil menjerit, "Turun lah! Kami tak nampak!"
Suasana cemas turut tercetus apabila sekumpulan lelaki Indonesia yang tidak berbaju berlari-larian sambil melanggar penonton-penonton yang lain di sekitar Stadium Bukit Jalil.
Bagi ibubapa yang membawa anak-anak kecil , perasaan kurang senang serta khuatir akan keselamatan mereka dirasai pada malam tersebut.
Mungkin insiden-insiden seperti ini merupakan satu norma bagi sesetengah penonton untuk berhibur ketika menonton konsert.
Namun, janganlah dibiarkan keghairahan untuk berhibur mengganggu keselamatan ribuan penonton yang lain menerusi perbuatan yang tidak senonoh serta membahayakan.
PUAS hati dan berbaloi. Itu adalah kesimpulan paling sesuai sebaik selesai menyaksikan persembahan kumpulan paling popular Indonesia, Sheila On 7 (SO7) di Stadium Likas, Kota Kinabalu, baru-baru ini.
Dengan mendendangkan 19 lagu tanpa henti, selama kira-kira dua jam, kumpulan empat anak muda ini membuktikan mereka adalah paling hebat dan mantap seperti tajuk lagunya, Pria Terhebat.
"Kami lihat penonton semuanya happy (gembira). Ini membuktikan persembahan kami pada malam ini diterima mereka dan ini sangat baik," kata penyanyi kumpulan itu, Duta, ketika ditanyakan reaksi penonton. Selain Duta, tiga lagi anggota SO7 adalah Brian, Adam dan Eross.
Memang benar, kira-kira 3,000 penonton yang membanjiri padang Stadium Likas seperti dibuai keasyikan terutama ketika kumpulan ini mendendangkan lagu popular mereka seperti Sephia, Berhenti Berharap dan Pria Terhebat.
Penonton yang majoritinya wanita tidak henti-henti menyanyi bersama kumpulan ini.
Lagu lain disampaikan kumpulan dianggotai empat anak muda ini adalah Sahabat Sejati, Bertahan Di Sana, Pemwa Rahasia, Terlalu Singkat, Itu Aku dan Kita.
Selain itu Seberapa Pantas, Dan, Trimakasih Bijaksana, Pria Kesepian, Jalan Terus, Jap/Buat Aku Tersenyum, Pejantan Tangguh, Bila Kau Tak Disampingku serta Melompat Lebih Tinggi.
Tiga lagu baru yang turut dipersembahkan adalah Pemenang, Radio serta lagu yang sedang hangat di radio ketika ini, Mantan Kekasih. Semua lagu yang dipersembahkan pada konsert ini adalah dari lima album yang terbitkan oleh kumpulan ini sejak 10 tahun lalu.
"Dengan sambutan sebegini hebat, kami sedia datang lagi ke Sabah. Malah mungkin dengan konsert lebih besar sebagai menghargai sokongan peminat kami di sini," tambah Duta lagi.
Persembahan sulung SO7 di negeri di bawah bayu ini dibawakan khas penyedia perkhidmatan telekomunikasi Digi melalui siri jelajah Konsert SO7 Digi Malaysia Tour 2006
TAHUN ini genap 10 tahun Sheila On 7 (SO7) menebarkan karier mereka di pentas seni. Usia yang menunjukkan kedewasaan bagi sebuah kumpulan, namun kelicinan perjalanan indah itu turut dijejaskan dengan catatan yang tidak terduga.
Pengunduran pemain gitar kedua, Sakti atas alasan ingin mendalami agama di Pakistan meninggalkan titik hitam kepada SO7, apatah lagi keputusan itu dibuat ketika mereka dalam persiapan untuk pembikinan album terbaru.
Keputusan memeranjatkan buat kali kedua, selepas tiga tahun lalu SO7 menyingkirkan Anton gara-gara berdepan masalah disiplin. Kehilangan yang belum berganti, namun membangkitkan persoalan apakah SO7 masih mampu mempertahankan populariti mereka?
Ahad lalu, kumpulan yang semakin popular dengan lagu Pemenang itu menutup siri konsert jelajah mereka di empat kota apabila beraksi di Stadium Nasional, Bukit Jalil. Berbanding konsert pertama yang diadakan tiga tahun lalu, kehadiran terbaru mereka sedikit terkesan dengan kemerosotan jumlah penonton.
Di mana silapnya? Apakah SO7 semakin hilang sengatnya? Hip bertemu kumpulan popular Indonesia itu untuk mencungkil rahsia yang tersirat di hati SO7 yang kini dibarisi Duta, Adam, Eross dan Brian Kresna Putro sebagai pemuzik undangan.
Hip: Beza konsert terbaru berbanding persembahan tiga tahun lalu? Ada terasa kekurangan tambahan pula sambutan untuk konsert terbaru tidak sehangat dulu?
Adam: Apa yang membuat kami bersyukur, setiap kali ke Malaysia SO7 selalu berkesempatan untuk mengadakan persembahan. Sama ada kecil atau besar, ia membawa sesuatu yang bermakna kepada kami semua. SO7 melihat kesempatan ini sebagai menambahkan lagi pengalaman kami. Syukur kehadiran kami biasanya disambut peminat yang digelar Sheila Gang.
Hip: Adakah ketiadaan Anton dan Sakti turut memberi kesan kepada SO7?
Adam: Alhamdulillah, semua faham malah peminat sudah menerima ketiadaan Sakti dan Anton.
Duta: Kami ingin memohon maaf kepada peminat yang masih mengharapkan SO7 kekal dengan anggota asal. Dari awal hingga akhir SO7 harus terus berjalan. Ada yang kita harus perjuangkan. Selagi punya semangat, kita rasa masih dihargai.
Hip: Sejujurnya sejauh mana pengunduran Sakti memberi kesan kepada penerbitan album terbaru?
Eross: Kami perlu terus berkarya meskipun terpaksa merombak keseluruhan lagu yang sudah pun dirakamkan untuk menyesuaikan SO7 dengan situasi baru. Justeru, apabila dia meminta untuk mengundur diri, kami perlu merakamkan semula enam lagu malah muziknya juga diubah tanpa gitar kedua. Namun, sekiranya satu hari nanti Sakti ingin kembali, kami tidak akan teragak-agak untuk menerima kehadirannya.
Hip: Apakah SO7 masih yakin mempunyai pengaruh yang besar di sini terutama selepas menyaksikan banyak kumpulan baru?
Duta: Kami tidak pernah rasa tergugat dengan kehadiran band Indonesia yang lain. Selama mana saja mereka mampu bertahan? Perkara itu masih menjadi persoalan. Contohnya, Peterpan baru dua tahun hadir, baru saja merakamkan dua album sedangkan S07 sudah tujuh tahun berada dalam industri. Jangan kami dibandingkan malah, SO7 tidak merasa tergugat langsung dengan kehadiran mereka.
Hip: Melihat sambutan kurang memberangsangkan malam ini, apakah itu petanda SO7 makin pudar semangatnya?
Duta: Alhamdulillah, sampai malam ini sangat luar biasa. Begitu juga ketika kami mengadakan persembahan di tiga lokasi lain seperti di Johor Bahru, Kota Kinabalu dan Pulau Pinang. Sambutan yang diterima lebih daripada apa yang dibayangkan. Ini membuktikan kami belum hilang populariti. Sebaliknya, sokongan ini memberi kami semangat untuk SO7 terus berkarya.
Hip: Bagaimana SO7 melihat perjalanan sepanjang sedekad ini?
Duta: Kami melalui situasi yang berbeza. SO7 lahir lebih 10 tahun lalu, sudah lama, dewasa dan matang. Situasi seperti ini tidak wajar dijadikan kayu pengukur. Kami tidak pernah takut seandainya satu hari nanti tidak lagi popular. Selagi menghasilkan karya bagus dan komited dengan apa yang dilakukan, masih ramai akan menyokong kami. Kami tidak gentar untuk melangkah walaupun dalam tempoh 10 atau 20 tahun lagi.
Hip: Apa yang membuat SO7 begitu yakin sedangkan lagu daripada album terbaru agak mengambil masa untuk diterima?
Duta: Kami yakin kerana SO7 tidak terus meluncur ke atas, sebaliknya kami memulakan perjalanan dari bawah. Barangkali ada yang kurang yakin dengan kemampuan kami, maklum kami sendiri sudah lama tidak datang mengadakan persembahan di sini. Biar masa menentukannya. Kami yakin dalam masa empat tahun lagi, karya SO7 akan terus diterima.
Hip: Bagaimana penerimaan kalian apabila Sakti menyatakan hasratnya untuk mengundur diri?
Eross: Kehilangan Sakti sangat dirasai. Kami terkejut dengan keputusannya kerana sebelum ini Sakti tidak pernah menunjukkan tanda akan meninggalkan SO7. Dia patuh dengan suruhan agama, tetapi tidak pernah mencampuradukkan urusan peribadi dengan muzik.
Hip: Apakah pengundurannya didorong kekurangan komitmen?
Eross: Dia sentiasa memberi komitmen baik terhadap kumpulan, begitu juga tanggungjawabnya sebagai pemain gitar. Ketika menyuarakan hasrat untuk berundur, kami memujuk dan memberinya waktu menarik balik keputusan itu. Namun dia nekad, jadi kami perlu akur dengan kehendaknya. Siapa kami untuk menghalang jika itu adalah keputusan terbaik untuk dirinya.
Hip: Apa janji SO7 kepada peminat?
Duta: Walaupun kini kami hanya bergerak dengan tiga anggota asal. Ini tidak akan menghentikan semangat kami. Kami rasa ada baiknya SO7 terus bermain muzik dan memberikan karya terbaik kepada peminat kami. SO7 bersyukur kerana masih mendapat tempat walaupun anggota kumpulan ini bersilih ganti
SUKAR menidakkan kumpulan Sheila On 7 (SO7) yang mula popular dengan lagu Sephia dan Seberapa Pantas. Mereka tidak pernah kecundang setiap kali mengadakan konsert di negara ini.
Namun, apa yang membimbangkan apabila jumlah penonton yang membanjiri lokasi persembahan setiap kali kumpulan itu turun ke Malaysia saban tahun kian berkurangan.
Kali pertama beraksi di konsert pada 2001 di Stadium Melawati, Shah Alam hampir 8,000 peminat hadir dan tahun berikutnya di Konsert Keamanan di Stadium Putra Bukit Jalil, cuma 5,000 saja memenuhi stadium yang boleh memuatkan 10,000.
Ahad lalu, di Stadium Nasional Bukit Jalil, kehangatan sambutan peminat di Malaysia terhadap SO7 dilihat merudum dan paling buruk apabila tidak sampai 3,000 orang hadir memenuhi stadium yang boleh memuatkan hampir 100,000 orang itu.
Banyak faktor yang boleh dikaitkan dengan fenomena itu, antaranya kemasukan kumpulan Indonesia lain yang turut menjadi gilaan peminat muzik tempatan bermula dengan Radja, Peter Pan dan terbaru Samsoon. Selain itu, SO7 pula kehilangan dua anggotanya, Anton dan Sakti.
Bagaimanapun, jelas vokalis utama SO7, Duta, selama beraksi di Malaysia, peminat di sini masih lagi memberikan sambutan baik terutama di Kota Kinabalu dan Pulau Pinang.
“Hakikatnya, kami seronok kerana sekali lagi dapat bertemu peminat di Malaysia. Jumlah penonton tidak boleh dijadikan ukuran kerana kali ini kami mengadakan persembahan di empat lokasi.
“Mengenai kehadiran kumpulan Indonesia lain yang semakin menjadi kegilaan, perkara itu tidak seharusnya dijadikan perbandingan.
“Tambahan pula sepanjang 10 dalam arena muzik Nusantara kami sudah menghasilkan tujuh album sedangkan kumpulan seperti Peter Pan baru ada dua album,” katanya.
Selepas tiga tahun, SO7 kembali menghangatkan ibu kota dengan siri konsert jelajah Malaysia yang berakhir di Stadium Nasional Bukit Jalil, Ahad lalu.
Konsert khas kumpulan yang dianggotai Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bass) dan Brian (drum) ditaja syarikat telekomunikasi Digi bermula sejak 13 Ogos di Stadium Larkin, Johor Bahru, diikuti Stadium Likas di Kota Kinabalu, Sabah (16 Ogos) dan International Sport Arena, Pulau Pinang (18 Ogos).
Ketika sidang akhbar sebelum konsert terakhir, Duta dilihat agak tersinggung apabila isu penonton kurang dibangkitkan dengan berkata biar masa saja membuktikan sekiranya benar sesudah tiga tahun SO7 kembali konsert yang dibuat bakal kosong tanpa peminat.
Bagaimanapun, sewaktu konsert berlangsung, Duta mohon maaf apabila mereka berempat muncul dengan menampilkan seorang anggota baru, Brian, berbanding sebelum ini berlima.
“Pernyataan maaf itu ditujukan kepada peminat yang mungkin kecewa apabila Anton dan Sakti tidak ada lagi bersama kami. Namun, hidup S07 terpaksa diteruskan.
“Kepada anggota SO7 lain kami amat sukakan muzik dan ini sudah menjadi cinta hidup kami. Apa juga yang berlaku pada SO7, muzik dan kumpulan ini harus diteruskan.
“Nak diikutkan memang semua manusia mahu sesuatu perkara itu kekal, namun hakikatnya kita sendiri tahu tiada sesiapa pun boleh bertahan selama-lamanya,” katanya.
Sekalipun kehadiran penonton kurang memberangsangkan, namun ia sedikit pun tidak mematahkan semangat SO7 untuk memberikan persembahan terbaik.
Konsert bersempena kemunculan album terbaru 507, bermula tepat jam 9 malam selepas artis jemputan dari Singapura, Bumi Band, mengadakan persembahan pembukaan.
Turut mewarnai konsert, seorang peminat setia S07 dari Indonesia yang menuntut di KL, Cece, beraksi bersama-sama Adam dan Eros menyanyikan lagu Pria Kesepian.
Konsert malam itu juga turut menjadi medan SO7 mempromosikan album terbaru dengan mendendangkan beberapa lagu yang dipetik dari 507, seperti Menyelamatkan Mu, Radio dan Pagi Yang Menakjubkan.
Tidak ketinggalan lagu popular yang menjadi kegilaan seperti Seberapa Pantas, Sephia, Berhenti Berharap dan Melompat Lebih Tinggi
August 22, 2006
SHEILA On 7 (SO7) sudah hilang sengatnya? Tidak ramai peminat yang mahu menyaksikan konsert kumpulan yang cukup popular dari Indonesia ini? Ataupun khalayak tempatan sudah jemu dengan kehadiran band seberang?
Itulah pertanyaan yang bermain di minda ketika menyaksikan konsert bersiri SO7 yang ditaja oleh DIGI dan dianjurkan oleh Cipta Asia di lokasi terakhir konsert mereka iaitu di Stadium Nasional Bukit Jalil baru-baru ini.
Sebelum itu SO7 telah mengadakan konsert di Johor, Kota Kinabalu dan Pulau Pinang.
Dengan 2,000 penonton yang memenuhi hanya sekelumit ruang stadium itu pastinya mengecewakan band tersebut yang mula mencipta nama di persada seni tempatan sekitar penghujung tahun 90-an.
Malah mereka pernah mengadakan konsert bersiri seperti itu pada tahun 2003. Tetapi kehadiran peminat ketika itu agak memberansangkan.
Mengapa fenomena ini berlaku? Ketika ditanya kepada penyanyi utamanya, Duta mengenai kehadiran penonton yang agak mengecewakan, kata Duta;
“Biarpun kehadiran penonton tidak sehebat konsert bersiri tahun 2003, kami masih bangga dan terharu.
“Bagi kami berapa pun jumlah penonton yang hadir ia merupakan satu penghargaan dan sokongan peminat kepada kami. Kami tidak kisah.”
Bila ditanya adakah punca kemerosotan peminat yang hadir disebabkan oleh dua ahli mereka (Anton dan Sakti ) yang telah menarik diri, dengan tegas Duta menafikannya;
“Mereka masa lalu kami. Tanpa mereka kami masih boleh meneruskan perjuangan dan tidak mencacatkan persembahan kami.
“Saya yakin peminat kami masih menyokong kami sejak dulu hingga sekarang,” kata Duta dalam nada yang agak serius seakan-akan marah dengan soalan yang diajukan oleh pihak media.
Tambah Duta, biarpun kedua-duanya telah tiada mereka telah mengambil Brian selaku pemain drum baru bagi memantapkan lagi SO7.
Menyentuh mengenai populariti SO7 yang dikatakan semakin menurun di Malaysia, kata Duta; “Kami tak rasa begitu. Kami yakin masih ada peminat di sini kerana kami merupakan sebuah band yang telah hidup selama 10 tahun.
“Dan kewujudan kami di Malaysia sudah hampir lapan tahun. Itu satu perkara yang tidak mudah dilakukan oleh band-band lain. Peterpan sendiri baru dua tahun. Yang lain-lain masih baru,” katanya.
Malah dengan yakin Duta berkata; “Tengok lagi empat tahun, sama ada SO7 masih mempunyai peminat atau tidak.”
Konsert malam tersebut dimulakan dengan persembahan pembukaan oleh kumpulan Bumi Band. Menerusi tiga buah lagu iaitu Perbedaan Hati, Konspirasi Dunia dan Goda.
Keresahan penonton yang hadir lenyap apabila SO7 muncul di pentas. Menyanyikan 20 buah lagu tanpa henti, kekuatan, stamina dan kehebatan vokal Duta tidak perlu dipertikaikan lagi.
Sememangnya tidak sia-sia para peminat membelanjakan RM65 untuk menyaksikan konsert mereka.
Mendendangkan lagu antaranya Sahabat Sejati, Pemenang, Terlalu Singkat, Itu Aku, Mantan Kekasih, Kita, Dan, Seberapa Pantas, Pria Kesepian dan Melompat Lebih Tinggi. Kelincahan Duta bersama tiga rakannya iaitu Eross, Brian dan Adam cukup menghiburkan peminat yang hadir.
Klimaks persembahan malam itu, tentunya ketika Duta mendendangkan secara medley dua lagu berhantu mereka iaitu Sephia dan Berhenti Berharap.
August 19, 2006
Pengunduran Sakti tidak jejas usaha siapkan album baru berjudul SO7
TIDAK dapat digambarkan bagaimana sukarnya kumpulan Sheila On 7 (S07) menerima hakikat bahawa salah seorang anggota kumpulan mereka, Sakti berhasrat untuk meninggalkan kumpulan itu atas alasan ingin mendalami ilmu agama di Pakistan.
Pengunduran Sakti memberi tamparan yang hebat buat kumpulan muzik popular ini kerana ketika itu mereka sedang sibuk menyiapkan album terbaru.
Duta ketika ditemui mengakui keputusan yang memeranjatkan itu turut memberi kesan kepada kelancaran pembikinan album itu.
Namun, sebagai penyanyi yang mempunyai visi perjuangan tetap diteruskan. Kehilangan pemain gitar keduanya itu saat mereka sedang menyiapkan album terbaru, 5O7, tidak pernah melunturkan semangat kumpulan itu untuk terus berkarya walaupun mengakui terpaksa merombak keseluruhan lagu yang sudah pun dirakamkan sebelum ini untuk menyesuaikan keadaan.
“Justeru, apabila dia meminta untuk keluar, kami perlu merakamkan semula enam lagu itu dan lagu yang dirakam selepas itu perlu diubah muziknya tanpa bunyi gitar kedua,” jelas gitaris pertama S07, Eross. Ini kerana, untuk rakaman enam lagu pertama mereka, Sakti masih terbabit dalam pembikinannya.
Bagaimanapun, sekiranya satu hari nanti Sakti ingin kembali semula ke dalam bidang muzik, mereka tidak teragak-agak menerimanya semula.
Ditanya kehilangan Sakti tidak dicari pengganti manakala Anton yang mereka singkirkan tiga tahun lalu gara-gara masalah disiplin sudah pun diambil alih anggota baru, Brian, vokalis S07, Duta mempunyai alasan tersendiri berhubung perkara itu.
“Brian tidak terus diambil sebagai anggota tetap kumpulan kami. Malah dia terpaksa membuktikan komitmen sebagai sessionist selama dua tahun. Setelah kami mendapati adanya keserasian dan Brian sendiri menunjukkan komitmennya, barulah kami menjadikannya anggota tetap.
“Bagi kami, anggota yang ada hari ini adalah satu formasi terbaik SO7 dan kami mahu kekal dengannya,” jelas Duta dalam satu temu bual selepas sidang akhbarnya di Menara Kuala Lumpur baru-baru ini.
507 - Album Yang Sempurna
SEDEKAD bergiat dalam bidang nyanyian, mereka sepakat mengatakan album 507 adalah sebuah album yang sempurna. Bukan tujuan meninggi diri sebaliknya album yang dihasilkan selepas menempuh pelbagai cabaran menunjukkan kematangan mereka selama 10 tahun bergelar anak seni.
“Kami bermula pada saat usia masih belasan tahun. Kini usia kami masing-masing sudah mencecah 27 tahun dan 28 tahun. Tentu saja keadaan diri kami sudah berbeza. Jadi tidak salah andai kami merasakan 5O7 sempurna daripada segala segi… susunan muzik, pemilihan lagu dan penulisan liriknya,” jelas Duta.
Bercerita mengenai resipi kejayaan mereka selama sedekad dalam industri muzik sehingga dikenali di rantau ini, Duta berkata, menghasilkan muzik yang bagus menjadi rahsia kejayaan mereka.
“Kami akui turut mendengar muzik baru supaya kita lebih terbuka, boleh mencermin dan menilai diri. Jika tidak, kita hanya akan menganggap diri kita yang bagus dan terbaik,” katanya.
Pada majlis itu, SO7 turut dianugerahkan anugerah platinum atas kejayaan penjualan album mereka yang terdahulu sebanyak 280,000 unit.
Malah setelah tiga tahun tidak muncul di negara ini, kumpulan itu bakal mengadakan konsert di empat bandar anjuran DiGi Telecommunications Sdn Bhd (DiGi).
Empat bandar terpilih itu ialah di Johor Bahru pada 13 Ogos, Kota Kinabalu (16 Ogos), Pulau Pinang (18 Ogos) dan Kuala Lumpur (20 Ogos).
August 17, 2006
KUMPULAN dari Jogjakarta, Indonesia, Sheila On 7 (SO7) hampir setiap tahun menjejakkan kaki ke bumi Malaysia bagi menjayakan promosi album atau mengadakan persembahan pentas.
Kini kumpulan yang dianggotai oleh Duta (penyanyi), Eross (gitaris), Adam (bass) dan Brian (dram) itu sekali lagi mengadakan konsert bergerak di beberapa lokasi di negara ini.
Ahad lalu, kumpulan yang sudah 10 tahun terbabit dalam bidang seni itu baru sahaja selesai mengadakan persembahan di Stadium Larkin, Johor Bahru.
Semalam, mereka beraksi di Stadium Likas, Kota Kinabalu, Sabah pula.
Menurut Duta, siri konsert yang ditaja oleh DIGI dan dianjurkan oleh Cipta Asia itu, adalah hadiah untuk peminat-peminat tempatan yang selama ini banyak menyokong mereka.
SO7 sebelum ini telah menghasilkan album Anugerah Terindah Yang Ingin Kumiliki (2000), Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2001), 07 Des (2002), 30 Hari Mencari Cinta (2003), Pria Terhebat (2004), dan The Very Best Of: Jalan Terus (2005).
Tahun lalu, SO7 telah menjelajah 34 kota di Indonesia menerusi konsert bergerak bertema Jalan Terus.
Apa yang pasti biar berapa banyak kumpulan muzik baru muncul di negara mereka seperti Ungu, Samsons atau Radja, nama SO7 tetap di hati.
Ini kerana SO7 yang baru tampil dengan album rakaman studio ke lima yang berjudul 507 itu lebih senang menampilkan lagu-lagu berkonsep easy listening dan catchy.
Selain itu kumpulan tersebut juga lebih senang menggunakan lirik yang ringkas, progresif kord yang simple yang begitu mudah dinyanyikan.
Tidak hairanlah jika album-album mereka sebelum ini mencatat kejayaan sehingga terjual berjuta-juta unit di Indonesia dan turut mendapat sambutan yang cukup hangat di Malaysia.
Menurut Pengarah Kanan Artis dan Reportaire SonyBmg Music Entertainment Indonesia, Jan N. Djuhana, SO7 adalah di antara kumpulan yang berjaya.
"Sepanjang sejarah muzik Indonesia, Sheila On 7 boleh dianggap satu-satunya kumpulan yang mencapai jualan satu juta unit bagi tiga album berturut-turut. Ini merupakan satu prestasi yang sangat membanggakan.
“Sampai saat ini mereka masih menunjukkan potensi sebagai kumpulan yang kuat, terbukti dari material album terbarunya (507) yang menawarkan lagu-lagu kuat untuk menjadi hit single. Mudah-mudahan albumnya ini dapat diterima secara luasoleh penggemar Sheila On 7," jelasnya.
Tambahan pula lagu-lagu yang dimuatkan dalam album 507 lebih bersifat peribadi berbanding dengan album-album sebelumnya.
Mendengar lagu-lagu dalam album 507, kita dapat merasai kerinduan anggota kumpulan tersebut terhadap keluarga yang terpaksa ditinggalkan kerana kesibukan berkarier.
Keresahan hati Eross dapat dirasakan menerusi lagu Last Pretence yang diciptanya sebelum salah seorang anggota, menarik diri daripada kumpulan itu.
Boleh dikatakan lagu-lagu seperti Ingin Pulang, Cahaya Terang dan Kau Kini Ada, mempunyai maksud yang tersirat.
August 12, 2006
Here’s your chance to win tickets and other prizes in conjunction with popular Indonesian band, Sheila on 7’s concert tour of four Malaysian cities. SHUIB TAIB writes. SHEILA on 7 (which in Celtic means “music of the highest note”), comprising Eros, Duta, Adam and Brian, is among Indonesian elite bands enjoying immense success.
After a string of album hits, some of which sold one million copies in Indonesia alone, it has continued its impressive record, making it one of the more consistent bands around the region.
Now, 10 years later, Sheila on 7 with only four members remaining (Anton and Sakti have left) is making a new kind of record. Sheila on 7 will be part of this month’s celebration as it tours four cities in Malaysia for a concert.
The DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour will see the band perform hits such as Sephia, Bertahan Di Sana as well as tracks from its latest outing, 507.
“This is the first time that we are doing a concert tour in Malaysia in a big way. We hope to fill all the venues,” said Duta, the vocalist.
For the record, Sheila on 7 has an accumulative sales of 280,000 albums in Malaysia. Meantime, 507, which is recorded in Jogjakarta (its kampung) is by far its most personal album.
“This time the recording process took a more laidback and casual approach. We didn’t make any demos as we often did but recorded the songs in stages. I must say that it is by far the most “relaxed” recording we have ever had,” said Duta.
Now that Anton and Sakti are no longer with the band, Sheila on 7 has included Brian Kresno Putro as its newest and latest member. So what is like to be four instead of five or six?
“There is no difference except that we get more share in album royalties,” said Eros.
The tour kicks off on Aug 13 at Stadium Larkin Johor Baru and continues at Stadium Likas, Kota Kinabalu, Sabah (Aug 16), Arena Sukan Antarabangsa (PISA) Penang (Aug 18) and ends at Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur on Aug 20.
Each of the venues has a 15,000 capacity, thereby making it the first time an Indonesian band has ever done a full major performance of this magnitude in Malaysia.
DiGi Prepaid MTV Powerpack customers will be given a chance to grab free concert tickets at the various venues via SMS invites.
“We are allocating 1,000 tickets to be given away to our valued DiGi Prepaid MTV Powerpack customers at each location. In addition, all DiGi customers will be offered a 20 per cent discount off the ticket price,” said DiGi’s head of product management, Albern Murty.
The “DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour SMS Contest” invites fans and music lovers to create an original slogan and answer multiple choice questions for a chance to win a Naza Bestari car. Other prizes include a special Sheila on 7 autographed guitar as well as a chance to meet with the band in Jakarta!
DiGi customers will be given the opportunity to be the first in Malaysia to download the caller-tune featuring Pemenang, which is the band’s latest single from 507.
One can also purchase concert tickets at RM65 at any participating Axcess Tickets outlets in Malaysia. For more information, visit www.axcess.com.my or call 03-7711-5000.
August 7, 2006
Yogyakarta, Di antara para personel Sheila on 7 (So7), hanya Eross Candra yang masih berstatuskan lajang. Di setiap kesempatan Eross pun kerap dijadikan bahan promosi oleh teman-temannya. Waduh…
Canda dan tawa tak pernah lepas dari tingkah juga ucapan para personel So7. Apalagi memasuki usia karir yang tak lagi belia, kini Duta, Adam dan Brian telah berkeluarga. Tinggal sang gitarislah yang hingga kini belum juga mencicipi pelaminan, Eross Candra.
Peluang ini rupanya kerap dijadikan bahan promosi bagi mereka. Lebih tepatnya Eross sering dijadikan bulan-bulanan, apalagi ketika di atas pentas. Setiap ada kesempatan mempromosikan lagu, Eross selalu jadi tokoh utama dalam lagu tersebut. Wajar saja, memang kebanyakan lagu-lagu hits So7 diciptakan oleh Eross. Tapi pasti ditujukan bagi sang gitaris.
Apalagi ketika beberapa waktu lalu, So7 manggung di kotanya sendiri, Yogyakarta. Duta tampak mengajak sang istri Adelia Lontoh dan anak-anaknya. Adam juga tak mau kalah, istri Adam pun ikut serta mendampinginya. Hanya istri Brian memang tak tampak karena setelah menikah keduanya berdomisili di Jakarta.
"Ya sebenarnya itu bahan guyonan (candaan .red) saja buat Eross. Ini keluarga semua dibawa karena kebetulan pas di tengah promo ada acara manggung di rumah sendiri jadi semua saya ajak," ungkap Duta kepada detikhot beberapa waktu lalu.
Eross sendiri rupanya tak merasa terganggu dengan hal tersebut. Melajang baginya bukan hal yang besar, jika belum siap untuk menikah kenapa harus dipaksakan.
"Saya cuek saja ya. Sering tuh anak-anak gitu. Memang dasar," canda Eross.
Namun dalam kesempatan itu sayangnya Eross enggan berkomentar tentang kekasihnya, Leony VH. Jika sudah waktunya Eross memastikan langkah yang lebih lanjut untuk hubungan mereka berdua.
August 1, 2006
Five childhood friends started a music group back in 1996 and soon became a huge success in the entertainment scene. And the fame hasn’t been fleeting; 10 years on, the group is still popular and its albums continue to sell well.
Indonesian band Sheila On 7 is truly a success story, even managing to garner a loyal following in Malaysia.
Proof of that is the platinum award given by its label, SonyBMG Music Entertainment, recently for sales of over 280,000 copies of its past album releases.
So far, the band has released five studio albums with the latest, 507, featuring 11 songs, out this year. It has also completed a music video for one of the songs, Pemenang, from that album. The band has also one original soundtrack album and one greatest hits album to its name.
But success has its price. The friendship between the band members has suffered as a result, and three years ago, drummer Anton left. His place has been filled by newcomer Brian Kresna Putro.
Early this year, another orignal member, guitarist Shakti, left to pursue religious studies.
"He decided that music could no longer be his main priority," explains Eross Candra, the band’s guitarist and principal songwriter during a press conference to announce Sheila On 7’s first-ever four-city concert tour in Malaysia next month.
The band’s concert tour Ð in Johor Baru (Aug 13), Kota Kinabalu (Aug 16), Penang (Aug 18) and Bukit Jalil (Aug 20) Ð is in conjunction with the release of 507.
But unlike Anton, the door is still open for Shakti. "Music is Shakti’s passion," says Eross. "After he completes his religious studies, we will have a serious discussion and see if he is still interested in being part of this group."
Friendship is an important thing for the guys, who admit success has changed them a little.
"We were hardly 18 or 19 when we became successful," explains lead singer Akhidiyat Duta Modjo. "Mentally, we were still children. We were not matured yet."
This lack of maturity resulted in conflicts, as the line between friendship and professionalism was blurred. "We failed to determine when we should be friends and when we should be professional musicians," admits Duta.
"We should have set some ground rules in the beginning. We failed to do that. That was our biggest mistake.
"Frankly speaking, there’s no point discussing who is right and who is wrong. If we continue with the discussion, the debate will never will end," he adds, in reference to the acrimonious departure of Anton.
The fourth member is bass guitarist Adam Muhammad Surbarkah.
In spite of greater competition in the market, Sheila On 7 is still thriving, and the guys hope to be around for another decade.
"If we want to have staying power, we must keep doing good songs," says Eross. "We must keep up with new trends in the evolving music scene."
July 31, 2006
SHEILA on 7 fans can still make tracks and get tickets for the extravagant four-date Malaysian tour the Indonesian pop-rock outfit is set to embark on next month.
From Johor Baru’s Larkin Stadium (Aug 13), to the Likas Stadium in Kota Kinabalu (Aug 16), to the Penang International Sports Arena (Aug 18), with the grand finale at the National Stadium at Bukit Jalil, Kuala Lumpur, the outfit from Jogjakarta is bound to please on this tour presented by Digi in conjunction with the band’s 10th Anniversary.
Sheila on 7 started of in 1996 and over the years – spanning five studio albums and a movie soundtrack album, including the latest 507, and a movie soundtrack – has garnered awards including a Malaysian Triple Platinum sales for Kisah Klasik Untuk Masa Depan in 2001, Best Group Award at the Anugerah ERA 2002 and Best Indonesian Album for 07 Des in Anugerah Industri Muzik (AIM) Malaysia Awards in 2003.
|
|
Indo-pop Sheila on 7 is set to play a series of local dates in August.
|
Most recently it was given the honour of recording a song for the 2006 World Cup, called
Pemenang.
The band, comprising Akhidayat Duta Modjo (vocals), Eross Chandran (guitar), Brian Kresno Putra (drums) and Adam M. Subarkah (bass), but now without guitarist Sakti Ari Seno, last performed a large scale concert here at Bukit Jalil in 2002.
Some of the band’s biggest hits include Sephia, Seberapa Pantas, Berhenti Berharap, Melompat Lebih Tinggi, Pemenang and Mantan Kekasih. The band has sold more than 280,000 copies of its albums (Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki, Kisah Klasik Untuk Masa Depan, 07 Des, Pria Terhebat, 507, the soundtrack to the movie, 30 Hari Mencari Cinta, and one greatest hits album, The Very Best of SO7: Jalan Terus).
“Sheila Ganks” (nickname for the band’s fans) can get tickets priced at RM65 from all Axcess Tickets outlets. Call the hotline (03-7711 5000), or browse www.axcess.com.my for various discounts. For tour details, log on to www.digi.com.my
July 27, 2006
FORMASI terbaik! Demikian kata vokalis Sheila On 7 (SO7), Duta untuk menggambarkan kedudukan kumpulan itu yang ketika ini dianggotai oleh Eross (gitar), Adam (bass) dan Brian (dram) selain diri sendiri.
Walaupun kehilangan pemain gitar keduanya, Sakti, saat mereka sedang menyiapkan album terbaru, 5O7, atas alasan Sakti ingin mendalami ilmu agama di Pakistan namun ia tidak pernah melunturkan semangat kumpulan itu.
Tiga tahun lalu, pemain dram SO7, Anton, disingkirkan ekoran masalah disiplin dan tempat itu diganti dengan Brian.
Namun Brian tidak terus diambil sebagai anggota tetap kumpulan itu malah dia terpaksa membuktikan komitmen sebagai sessionist selama dua tahun.
“Setelah kami mendapati adanya keserasian dan Brian sendiri menunjukkan komitmennya, barulah kami menjadikannya anggota tetap.
“Bagi kami, anggota yang ada hari ini merupakan satu formasi terbaik SO7 dan kami mahu kekal dengannya,” jelas Duta dalam satu temu bual selepas sidang akhbarnya di Menara Kuala Lumpur baru-baru ini.
Bagaimanapun, Duta memberitahu, sekiranya satu hari nanti Sakti ingin kembali semula ke dalam bidang muzik, mereka tidak teragak-agak untuk menerimanya semula.
“Tetapi sehingga saat itu, kami tidak akan menambah lagi bilangan anggota SO7. Kami mahu terus tampil berempat,” ujar Duta.
SO7 baru sahaja melancarkan albumnya, 5O7, di negara ini dan Sakti sendiri menyumbang sebuah lagu ciptaannya dalam album tersebut.
Namun kumpulan SO7 mengakui keputusan Sakti mengundur diri memberi kesan kepada kelancaran pembikinan album tersebut.
Ini kerana, menurut Eross pula, untuk rakaman enam lagu pertama mereka, Sakti masih terbabit dalam pembikinannya.
“Justeru, bila dia meminta untuk keluar daripada kumpulan, kami perlu merakamkan semula enam lagu itu dan lagu-lagu yang dirakam selepas itu perlu diubah muziknya tanpa bunyi gitar kedua,” jelas Eross.
Kondisi
Menyentuh mengenai album terbaru mereka, Duta memberitahu, setelah sedekad bergiat dalam bidang seni dan muncul dengan enam album (termasuk kompilasi), album kali ini merupakan penyempurnaan kepada semua album mereka sebelum ini.
“Kami bermula pada saat usia masih belasan tahun. Kini usia kami masing-masing sudah mencecah 27 tahun dan 28 tahun. Tentu sahaja kondisi kami sudah berbeza.
“Lalu, kami merasakan 5O7 sempurna daripada segala segi… susunan muzik, pemilihan lagu dan penulisan liriknya,” jelas Duta.
Menurut Duta, mereka merakamkan 19 buah lagu tetapi hanya memilih 10 lagu terbaik untuk dimuatkan dalam album tersebut iaitu lagu Radio, Mantan Kekasih, Ingin Pulang, Kau Kini Ada, Pemenang, Bingkisan Tuhan, Terlalu Singkat, Terjamah Yang Lain, Cahaya Terang dan Last Pretence.
Bercerita tentang sukses mereka selama 10 tahun dalam industri muzik sehingga dikenali di rantau ini, Duta berkata, membuat muzik yang bagus menjadi rahsia kejayaan SO7.
“Namun kita harus membuka diri untuk mendengar muzik-muzik baru supaya kita boleh mencermin dan menilai diri. Jika tidak, kita hanya akan menganggap diri kita yang bagus dan terbaik,” katanya.
Pada majlis itu, SO7 turut dianugerahkan anugerah platinum atas kejayaan penjualan album-album mereka yang terdahulu sebanyak 280,000 unit.
Malah setelah tiga tahun tidak muncul di negara ini, kumpulan tersebut bakal mengadakan konsert di empat buah bandar anjuran DiGi Telecommunications Sdn. Bhd. (DiGi).
Empat bandar terpillih itu ialah di Johor Bahru pada 13 Ogos, Kota Kinabalu (16 ogos), Pulau Pinang (18 Ogos) dan Kuala Lumpur (20 Ogos).
July 25, 2006
ARTIS: Sheila On 7
JUDUL: 507
GENRE: Pop & Rock
RASANYA tidak keterlaluan kalau saya katakan untuk anda membeli album Sheila On 7 (SO7), 507 anda perlu jadi pengikut setia muzik mereka dari album-album seawal Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan, 07 Des dan Pejantan Tangguh.
Kalau setakat mahukan sesuatu yang segar, tidak rasanya. Seperti yang dijanjikan, kebanyakan lagu yang dimuatkan muziknya memang easy going. Lagu slow yang paling menangkap mestilah Mantan Kekasih dan Terjamah Yang Lain yang ala ala Berhenti Berharap. Satu lagi yang agak slow ialah Terlalu Singkat yang dibuka dengan intro sedikit march. Identiti SO7 memang jelas di sini terutama dengan chorus yang harus mungkin berakhir dengan Wooo dan Uuuu.
Untuk sesuatu yang sedikit up-beat, Pemenang pada Trek 6 dan Radio (Trek2), antara lagu yang terus mengekalkan trademark SO7. Turut dimuatkan, Cahaya Terang, Last Pretence, Kau Kini Ada dan Ingin Pulang.
July 23, 2006

So yesterday Nadiah and I attended a press do for DiGi CelebriTeens, an Idol-style competition for 13-to-19-year-olds. Now I know you’re all thinking, so what, yet another singing contest for the Britney-wannabe in all of us. (Or is Britney the in thing these days? I lose track.) But nay, DiGi’s CelebriTeens contest has an interesting little twist. More than just making these kids sing for their supper, DiGi provides them with a little education about the music business and a little nurturing, so that they leave with the knowledge they need to make it to Mawi-like heights, if they so wish.
To that end, guess who we got to talk to?


Yup, international Indonesian act Sheila On 7! Can you tell lead singer Duta was excited to see us too? Anyways, the boys are in town to promote their upcoming KL concert (stay tuned for details) and to help out the CelebriTeens at the same time. So we got to see five of the seven finalists do their things on stage, after which they all received constructive comments from the guys. Talk about expert guidance.

The finals will be held on the 6th of August at Cineleisure Mall in PJ, and all 7 state champs will be there vying for the title. And I gotta tell you, the five we saw are a lot more talented than some of the acts we’re hocking as part of our entertainment industry these days. We predict big things from these youngsters.

July 22, 2006
Indonesia’s most successful rock band Sheila On 7 (SO7) is back with 507, which offers the same easy-listening alternative-pop rock music that made the group a phenomenon several years back.
Most of the 10 songs here are catchy and radio-friendly, such as Bingkisan Tuhan, Terlalu Singkat and Radio.
Fans, however, will look forward to the haunting love ballads similar to the group’s two past hits Sephia and Berhenti Berharap.
Mantan Kekasih is a haunting love song that is destined to be a hit. Unfortunately, only two love ballads are found on this album, the other being Terjamah Yang Lain.
While the impressive Pemenang is similar to the group’s past fast tracks Melompat Lebih Tinggi and Seberapa Pantas, overall the album is not as great as the group’s past efforts.
Kapanlagi.com - Walau mengaku belum punya rencana apa-apa, tapi pasangan selebritis muda Eross Chandra dan Leony telah melakukan persiapan untuk masa depan. Saat ditemui di Plaza Indonesia, belum lama ini, maestro SO7 ini mengaku telah membeli rumah kreditan untuk Leony.
"Kami memang belum punya rencana ke depan. Kami masih suka jalan-jalan saja. Tapi untuk persiapan sedang kredit rumah," tutur Eross sembari tertawa. Isyarat idem juga ditunjukan oleh Leony.
"Kita masih pacaran, untuk yang lainnya belum terpikirkan," tandas Leony yang membantah kabar mengenai pertunangan mereka.
"Aku baru dengar juga dari wartawan. Kami belum sampai kesana. Kalaupun memang ada, tentu wartawan akan mengetahuinya. Ini gosip saja," tegas Leony.
Sementara cincin yang melingkar di jari manisnya tidak bisa membuktikan apa-apa. Pasalnya cincin tersebut sudah dia pakai sejak, Leony duduk dibangku sekolah SMP dan itupun dia beli sendiri.
"Untuk sementara ini aku masih ingin menikmati masa break syuting dengan keluarga dan mikirin kuliah. Untuk yang lainnya masih jauh, apalagi untuk urusan yang satu ini," ujar Leony yang diamini Eross.
Walau demikian Leony mengakui, antar kedua keluarga sudah saling mengenal. Kejadiannya saat mamanya Eross sakit dan Leony datang menjenguk.
"Bukan perkenalan yang disengaja memang, tapi sekarang sudah saling kenal," tutur mantan Trio Kwek Kwek ini
July 21, 2006
Kapanlagi.com - LA Lights kembali menghadirkan konser musik spektakuler bertajuk ‘LA Lights Concert Confessions On The Stage.’ Kali menghadirkan dua supergrup dan satu superstar. Padi akan hadir di Kalimantan Barat, Sheila on 7 ada di Jawa dan Ari Lasso akan berada di Sumatera.
Dalam konferensi pers di Hard Rock Café, 20/7, pihak penyelenggara yang diwakili, Denny, mengatakan, "Kita selalu mengutamakan artis yang diminati disuatu tempat. Padi, SO7 dan Ari Lasso, merupakan artis yang sering diundang ke luar negeri. Terutama di Asia Tenggara."
Pemilihan Padi, SO7 dan Ari Lasso, juga menarik untuk disikapi. Pertama baik SO7 dan Ari Lasso, keduanya baru-baru ini merilis album. Terutama Ari yang masih fresh. Konser ini bisa dinilai akan menjadi ajang promosi bagus bagi album mereka. Sementara bagi Padi sendiri, sudah lama mereka tidak mengunjungi sobatpadi di Kalbar. Walau belum merilis album baru, tapi kehadiran Padi penghapus rasa rindu fansnya.
Selain itu, LA Lights Concert ini, juga ingin memberikan tontonan terbaik. Multimedia berupa tiga layar akan memberikan gambar live dari pertunjukkan, di samping gelegar sound system line array dengan kekuatan 150.000 watt akan memberikan rasa nyaman di kuping serta tata cahaya dengan lampu 200.000 watt akan memberikan efek yang menarik.
Bahkan sebelum konser diadakan, ada lomba audisi nyanyi LA LIGHTS Concert Play Your Voice Live untuk mereka yang berani bernyanyi diatas panggung bersama Padi, SO7 atau Ari Lasso. Hadiah berupa Ipod Nano dan Walkman disediakan untuk 6 pemenang. Acara ini bekerja sama dengan radio local untuk mencari satu pemenang untuk bernyanyi bersama artis favorit dan lima orang lainnya mandapatkan backstage pass. Dan akan diukutkan dalam undian nonton konser Robbie Williams di Singapore bulan November.







July 20, 2006
TEMPOH 10 tahun memerah keringat di dalam industri muzik sudah cukup mematangkan kumpulan muzik Indonesia, Sheila On 7 (S07) dengan pelbagai peristiwa pahit dan manis.
Melalui interbiu khas, S07 kini dianggotai Akhadiyat Duta Modjo selaku vokalis, Eross Candra (gitar), Adam Muhammad Subarkah (bass) bersama anggota baru, Brian Kresno Putro (dram) cuba menyingkap sejarah manis mereka sepanjang 10 tahun di bidang seni.

SUDAH MATANG…SO7 (dari kiri) Adam, Brian, Duta dan Eross.
“Banyak sebenarnya sejarah manis yang kami lalui dan rasai sepanjang tempoh sedekad ini. Kalau dulu kami bernaung di bawah syarikat rakaman BMG, kini ia bertukar kepada SonyBMG selepas wujudnya penggabungan kedua-dua syarikat rakaman itu. “Kami juga mampu menghasilkan lagu baik serta album yang baik yang cukup diterima baik oleh pendengar muzik serta peminat kami sendiri.
“Juga berhasil mendapat jualan yang tinggi di dalam setiap album yang dihasilkan. Malah, berhasil menjayakan tour di segenap wilayah di Indonesia.
“Tidak setakat itu, kami juga berjaya mengumpul peminat dari luar khususnya di Malaysia dan selepas tiga tahun tidak ke sini, kami kembali bersama album baru 507 serta konsert jelajah kami di beberapa tempat di Malaysia yang mendapat tajaan Digi,” katanya.
Namun, andai waktu dapat diputarkan semula, pasti sekali S07 mahu mengubah keadaan khususnya yang berkaitan dengan persiapan mental mereka.
“Walaupun dalam usia belasan tahun kami diberikan rezeki yang luar biasa, namun yang nyata persiapan mental kami memang tidak cukup kuat.
“Paling ketara, di antara kami waktu itu tidak dapat membezakan di antara status hubungan peribadi dengan profesion kerana kami semua mula berkawan sejak dari kecil.
“Maka apabila timbul masalahnya yang dicetuskan seseorang individu di dalam S07, kami tidak tahu bagaimana hendak menanganinya.
“Kerana memikirkan dia seorang kawan yang dikenali sejak kecil, masalah itu dipendamkan begitu saja. Tapi, akhirnya ia menjadi besar dan memaksa kita mengambil satu keputusan yang drastik.
“Itulah yang berlaku kepada pemain dram lama kami, Anton Widiastanto. Masalah disiplin menyebabkan kami menyingkirkan dan akhirnya dia digantikan dengan Brian Kresno Putro,” kata Duta pula. Mengenai pengunduran pemain gitar mereka, Saktia (Sakti) Ari Seno pada April 2006 lalu yang dikatakan mahu mendalami ilmu agama di Pakistan, Duta menjelaskan, sebenarnya perkara itu sudah beberapa kali diluahkan Sakti.
“Malah, pada waktu pembabitan rakaman enam lagu pertama di dalam album baru ini pun, Sakti turut memperkatakannya.
“Kalau memang itu sudah kemahuannya, kami semua tidak mampu menahan kerana ia bukan saja tidak adil buat Sakti tetapi juga S07.
“Walau apa pun keputusan yang dibuat Sakti, kita tetap akan menyokong dan sekiranya satu hari nanti dia ingin kembali semula di dalam bidang muzik, hal itu akan kami putuskan bersama nanti,” katanya
sejak merilis album ketujuh bertitel 507 beberapa waktu lalu, jadwal manggung band asal Yogyakarta Sheila on 7 (So7) makin padat. Tak ada hari yang terlewatkan. Tak heran, ketika ada jeda waktu istirahat selama sepuluh hari, para personel So7 memanfaatkan untuk liburan bersama keluarga. Kalau Duta (vokal) bercengkerama dengan istrinya, Adelia Lontoh, dan anaknya, Aish Ayman, Adam (bass) bersama istrinya, Arimbi, dan putrinya, Az Zahra Sheekeane, Eross (gitar) dengan kekasihnya, Leony VH. Lain lagi Brian Kresno Putro (25), sang dramer. Ia justru berangkat umrah ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi, bersama kekasihnya, Dewi Fitriasari alias Aie (24), serta dua keluarga besar mereka pada Jumat, 30 Juni lalu. Kok ramai-ramai begitu? Ternyata selesai menjalankan ibadah umrah, Brian juga berniat menikahi Dewi yang sudah sembilan tahun menjadi kekasihnya.
Bukan perkara mudah menikah di tanah suci. Selain harus minta izin pemerintah setempat, juga Konjen (Konsulat Jenderal) RI di sana. “Walaupun dapat izinkan, tetap saja sulit mengurusnya,” kata Aie. “Alhamdulillah kami dapat kesempatan nikah di Masjidil Haram,” lanjut Brian sambil mengucap syukur. Setelah menyelesaikan segala urusan, Brian akhirnya menikah dengan Aie pada Rabu, 5 Juli lalu, pukul 09.30 waktu setempat. Uniknya, ijab kabul dilakukan terpisah. Brian di Masjidil Haram, Aie di hotel tempat menginap. Nah, setelah Brian mengucap ijab kabul, Brian ke hotel untuk bertemu Aie. Sebagai mas kawin, Brian menyerahkan seperangkat alat sholat, perhiasan, dan uang sebesar 99 real. “Itu sesuai adat saya dari Sulawesi Selatan. Soalnya, perempuan dan laki-laki tidak boleh duduk bareng pas nikah. Sebenarnya kalau di sana (Mekkah) sendiri perbolehkan,” ungkap Aie yang bekerja di sebuah biro travel Jakarta.
Rasa lega bercampur haru terpancar dari raut wajah dua sejoli ini begitu resmi jadi suami istri. Begitu pula dua keluarga masing-masing mempelai. “Yang pasti lega. Proses berjalan lancar, nggak ada kendala berarti,” imbuh Aie. “Alhamdulillah lancar. Apa yang kami harapkan di sana tercapai,” sambung Brian sembari menampik anggapan yang menyebut pernikahannya di Mekkah hanya untuk gaya-gayaan saja. Menurut Brian, keinginan untuk menikah sebenarnya sudah lama. Sejak tiga empat tahun lalu. Hanya saja, ia baru merasa mantap tahun ini. “Dari dulu sebenarnya saya ingin nikah muda. ‘Kan kalau udah umur 26, sudah bisa punya dua anak. Cuma rasa mantap itu baru dikasih Tuhan tahun ini,” aku Brian yang diiyakan Aie sambil berujar, “Kesempatan itu baru datang tahun ini. Orangtua kami dari dulu sebenarnya udah dukung banget rencana kami untuk menikah.”
masih merasa seperti pacaran
Sepekan setelah berumah tangga, Brian mengaku belum ada perubahan yang mencolok pada kehidupannya. Sang istri masih sering ditinggal bepergian ke luar kota. “Sekarang sih saya harus punya tanggung jawab lebih buat istri dan anak-anak nantinya. Tapi kami belum sempat santai-santai. Sepertinya sampai Agustus nanti kami belum ngerasain berumah tangga. Soalnya, saya kan masih harus mempromosikan album Sheila di sini (Indonesia) dan Malaysia,” jelas Brian tenang.
Senada dengan Brian, Aie juga menyatakan, sampai sekarang belum ada perubahan berarti dalam hidupnya. Hanya statusnya saja. Dari pacar jadi istri. “Belum terasa banyak. Soalnya, dia sudah harus bekerja lagi. Malah, saya masih berasa kayak pacaran, jauh-jauhan tinggalnya,” imbuh Aie dengan wajah sumringah. “Walaupun jauh, dekat di hati, hehehe,” ucap Aie. Buat Aie, si bungsu pasangan H. Ariefudin Pangka - Fitri, menjadi suami seorang musisi yang hidupnya tak teratur konsekuensi yang harus dihadapi. Tak ada rasa kecewa atau penyesalan dalam diri. Saat ini, yang selalu ia coba lakukan, mencoba mengerti profesi sang suami. Walaupun sejak dulu sudah tahu. “Nggak kecewa. Itu sudah jadi konsekuensi dan risiko buat saya. itu kan kerjaan dia. Dulu pas pacaran juga sering banget nggak ketemu,” celetuk Aie. “Tapi kami tetap komunikasi kok lewat telepon atau sms,” lanjutnya.
Meski jarang bertemu, Aie tak pernah komplain terhadap kesibukan Brian. Hanya saja, kata Brian, agak rewel. “Memang sih nggak ada komplain. Tapi dia jadi lebih rewel ngingatin saya agar tidak telat makan. Soalnya kan saya kalau makan susah banget,” bilang Brian, sulung pasangan H. Nur Singgih - Hj. Wiwi ini tersenyum.
syukuran sederhana
Sebagai wujud syukur rasa bahagia mereka, Sabtu (15/7) siang lalu, mereka menggelar syukuran sederhana di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisia), Jakarta. Kenapa tidak besar-besaran? Bukannya apa-apa. Brian sendiri baru saja terkena musibah. Rumahnya di Yogyakarta juga rusak berat akibat gempa beberapa waktu lalu. “Tadinya mau di masjid. Tapi karena nggak ada yang kosong, ya mau nggak mau di sini,” jelas Brian soal alasannya memilih PTIK. Kesederhanaan itu tampak dari dekorasi ruangan serta busana yang mereka kenakan. Jauh dari kesan mewah atau glamor. Selain itu mereka juga tidak memakai adat tertentu. Nasional saja. “Kami memang nggak kepengin saja pesta. Padahal, orangtua kami maunya kayak gitu. Apalagi Brian, kan dia anak sulung,” ujar Aie menjelaskan.
Setali tiga uang dengan Aie, Brian menegaskan saat ini bukan saatnya bikin pesta gede-gedean. “Kita ‘kan lagi prihatin. Rumah saya di Yogya juga kena gempa,” lanjut Brian lirih. Tak banyak yang diundang oleh mereka berdua. Hanya teman-teman dekat, kerabat, dan keluarga besar. Kalau begitu syukuran Brian dan Aie tak meninggalkan kesan bagi para tamu undangan? Tidak juga. Berkesan atau tidak tergantung pada masing-masing individu. Bukan karena syukuran itu wah atau biasa-biasa saja. “Insya Allah nggak dilupain dan berkesan. Terutama buat kami berdua nantinya,” kata Aie.
Disinggung soal momongan, baik Brian dan Aie mengaku tak akan menunda-nunda. Lalu, mau punya anak berapa? “Penginnya sih tiga. Tapi kalau dikasih lebih, ya alhamdulillah,” harap Brian yang diangguki Aie. Selamat ya.
July 19, 2006
GET ready for some fantastic headbanging with Indonesian rock band, Sheila On 7, who will embark on a four-city Malaysian tour next month. 
Dubbed the Digi Sheila On 7 Malaysian Tour 06, the concerts will see the quartet – Duta (vocals), Eross (guitar), Adam (bass) and Brian (drums) – performing at Stadium Larkin in Johor Baru on Aug 13; Stadium Likas in Kota Kinabalu on Aug 16, and Penang International Sports Arena on Aug 18.
The band will conclude their Malaysian tour at Stadium Putra in Bukit Jalil on Aug 20.
The Digi Sheila On 7 Malaysian Tour 06 is in conjunction with the Head-bang with release of the band’s fi fth studio album titled 507.
Speaking at a Press conference to announce the dates of their tour yesterday, the band said they look forward to meeting their Malaysian fans as their last concert in Malaysia was three years ago.
“We are going to play at least 18 songs from our albums. There will also be some surprises for the fans,” said Duta.
Some of the band’s biggest hits include Sephia, Seberapa Pantas, Berhenti Berharap, Melompat Lebih Tinggi, Pemenang and Mantan Kekasih.
The Jogjakarta quartet was also awarded with a platinum award by its label, Sony BMG Music Entertainment, for selling more than 280,000 copies of their album here.
Since their formation in 1996, the band has released fi ve studio albums – Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki (1999); Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000); 07 Des (2002); Pria Terhebat (2004); and 507 (2006).
They have also released one original soundtrack album, 30 Hari Mencari Cinta, in 2003 and one greatest hits album, The Very Best of SO7: Jalan Terus in 2005.
Tickets for Digi Sheila On 7 Malaysia Tour are at RM65 each. DiGi customers will get a 20 percent discount on the tickets.
For tickets, call Axcess Tickets Hotline at 03-77115000.
For tour details, log on to www.digi.com.my/mtv
MM says: Will we get to see a Malaysian band touring Indonesia one day?
JUDUL: 507
ARTIS: Sheila On 7
GENRE: Pop Rock
“JADI nikmatilah muzik Sheila On 7, tanpa harus selalu melihat siapa yang memainkan…” Inilah antara bait kata-kata yang dititipkan Shiela On 7 (S07) buat peminat mereka sebagaimana yang tertera di dalam kulit album baru mereka ini.
Kata-kata ini harus diluahkan kerana lazimnya peminat tidak boleh menerima sesuatu perkara bila berlakunya sesuatu perubahan drastik di dalam sesebuah band muzik itu.
Terutama sekali bila ia membabitkan berita pengunduran anggota dalam band itu. Mula-mula sekali Anton Widiastanto (drum). Sekarang Saktia Ari Seno (gitar) pula meninggalkan S07 atas alasan mahu mendalami ilmu agama.
Persoalan yang seterusnya berlegar di minda mereka, apa pula perubahan yang dilakukan S07 di dalam album kali ini? Adakah ia akan kedengaran seperti album terdahulu?
Namun, 507 nampaknya lebih banyak menyerapkan semula nuansa asal muzik mereka bersama latar belakang muzik orkestra penuh yang banyak menonjolkan bunyian strings serta alat muzik brass.
Sebagaimana kebiasaannya, lirik dan penyampaian vokal Duta pula lebih banyak ditumpukan kepada unsur penjiwaan yang tebal.
Sebenarnya, inilah formula yang sudah sedia ada pada S07 yang diguna-pakai sejak mereka mula tampil dengan album Kisah Klasik Masa Depan.
Cuma ada sesuatu yang saya rasa kurang di dalam album ini iaitu semangat serta feelnya. Ia sudah tidak sama macam muzik S07 yang dulu.
Biarpun ada lagu menarik seperti Cahaya Terang, Terlalu Singkat, Mantan Kekasih dan Terjamah Yang Lain, namun ia memerlukan masa untuk menghayatinya.
Terlalu Singkat misalnya mempunyai kekuatan di segi petikan pianonya, manakala Terjamah Yang Lain pula

Barisan terkini So7… Adam, Brian, Duta dan Eross bakal menggegarkan Malaysia dengan ‘Digi Sheila On 7 Malaysian Tour’
(Gambar: Darran Tan)
KUALA LUMPUR: Kumpulan rock tersohor Indonesia, Sheila On Seven (So7) bakal mengadakan konsert bergerak menerusi ‘Digi Sheila On 7 Malaysian Tour’ di beberapa buah ibu negeri di Malaysia pada bulan Ogos kelak.
Band yang dianggotai oleh Akhidayat Duta Modjo (vokalis), Eross Chandran (pemain gitar), Brian Kresno Putra (pemain drum) dan Adam M Subarkah (pemain bass) akan beraksi di Stadium Larkin, Johor pada 13 Ogos, Stadium Likas, Sabah (16 Ogos), Arena Sukan Antarabangsa Pulau Pinang, Pulau Pinang (18 Ogos) dan Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur (20 Ogos).
Konsert itu bertujuan untuk meraikan ulang tahun kesepuluh So7 di persada muzik nusantara serta mempromosikan album studio terbaru mereka, ‘5o7’ yang kini berada di pasaran.
Walaupun mereka akan beraksi tanpa kehadiran pemain gitar Sakti Ari Seno yang mengundurkan diri untuk mendalami ilmu agama di Pakistan, So7 tidak patah semangat untuk memberi persembahan yang terbaik demi peminat mereka di Malaysia setelah dua tahun tidak membuat sebarang persembahan di negara ini.
"Kami yakin kesemua peminat kami termasuk yang berada di kawasan timur Malaysia, Brunei dan Singapura akan datang beramai-ramai untuk menyaksikan konsert kami kelak. Sudah semestinya Sheila Gank (gelaran yang diberi kepada peminat fanatik So7) merindui kehadiran kami," ujar Eross ketika sesi wawancara di Menara Kuala Lumpur baru-baru ini.
Malah, kesemua ahli-ahli So7 yakin, konsert mereka akan mencapai status ‘sold out’ di keempat-empat lokasi yang disebut di atas.
Kali terakhir kumpulan yang berasal dari Yogyakarta ini mengadakan konsert secara besar-besaran adalah pada tahun 2002 yang menyaksikan beribu-ribu orang peminat membanjiri Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Kumpulan yang berjaya menjual sebanyak 280,000 unit album di Malaysia menerusi enam buah album yang terdahulunya termasuk ‘Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki’, ‘Kisah Klasik untuk Masa Depan’ dan soundtrack kepada filem‘30 Hari Mencari Cinta,’ bakal mempersembahkan 18 buah lagu kombinasi lagu-lagu lama dan baru selama dua jam.
"Kami akan menjemput sebuah band dari Malaysia untuk beraksi bersama-sama kami namun biarlah identiti mereka dirahsiakan dulu," ujar Duta yang enggan mengulas dengan terperinci mengenai gimik untuk konsert mereka kelak.

Sheila Gank pasti akan membanjiri keempat-empat lokasi untuk menyaksikan So7
(Gambar: Darran Tan)
Selaku penganjur konsert, syarikat telekomunikasi Digi Sdn Bhd tidak mempunyai masalah untuk mencapai sasaran 15,000 orang penonton untuk setiap konsert yang bakal diadakan.
"Kami tidak gusar malah yakin dengan kebolehan kumpulan So7 untuk menarik lebih daripada jumlah yang disasarkan itu.
Mereka mempunyai karisma serta reputasi yang baik sebagai salah sebuah kumpulan yang tersohor di Indonesia," jelas Albern Murty, Ketua Pegawai Pengurusan Pemasaran Digi Sdn Bhd mengenai penggunaan stadium-stadium negeri yang berkapasiti besar.
Pihaknya yakin bahawa insiden yang berlaku kepada kumpulan Radja di mana hanya 3,000 orang penonton yang menghadiri konsert bertempat di Stadium Negara itu tidak akan berlaku kepada So7.
Menurut Albern, semua persiapan serta promosi untuk ‘Digi Sheila On 7 Malaysian Tour’ sudahpun bermula sejak sebulan yang lalu.
Digi bakal memberi ganjaran kepada 1,000 orang pelanggan setianya di setiap lokasi dengan memberi pas percuma untuk menghadiri konsert So7 kelak.
Malah pengguna Digi berpeluang untuk memenangi sebuah kereta Naza Bestari serta sebuah gitar yang ditandatangani khas oleh ahli-ahli So7 menerusi pertandingan ‘Digi Sheila On 7 Malaysian Tour SMS Contest’ menerusi laman web www.digi.com.my/mtv.
Tiket-tiket yang berharga RM65 boleh dibeli menerusi www.axcess.com.my atau menghubungi talian 03-77115000.
Kapanlagi.com - Gitaris Sheila On 7, Eross Chandra, mengaku belum memikirkan untuk menikah dengan kekasihnya yang juga seorang penyanyi, Leonny. Katanya, meski hubungannya saat ini serius, namun untuk menikah dirinya dan Leonny belum mau membicarakannya.
"Nanti lah menikahnya. Dia masih sangat muda. Yang pasti kita serius karena tidak ingin mencari pacar kedua " kata Eross.
Ia mengaku belum kepikiran untuk segera menikahi Leony, meski kini diantara personel SO7 hanya dirinya yang masih hidup melajang.
"Masih banyak hal diantara kami berdua yang harus disesuaikan," jelas Eross tanpa merincinya.
Sang vokalis, Achdiat Duta Atmadja, telah dikaruniai dua anak imut-imut buah pernikahannya dengan Adelia Lontoh. Sementara Muhammad Adam Subarkah, si pembetot bass, resmi menjadi suami Arimbi, finalis Puteri Indonesia 2004, pada bulan November 2005 silam.
Dan si ‘bungsu’ dari grup band tersebut, Brian, barusaja meminang Dewi Fitriasari, kekasihnya. Mengenai hal itu, Leony hanya tersenyum saja, apalagi saat ditanya apakah dirinya siap menikah dengan Eross.
"Ya, sekarang sih masih dijalanin masa-masa indah pacarannya," tuturnya.
Sekarang, tinggal Eross seorang yang menjadi ‘penunggu’ studio musik SO7 di Yogyakarta, yang juga adalah rumah tinggalnya, karena tiga personel lainnya telah berkeluarga.
"Nanti kalau ada rencana (menikah, red) pasti dikabari," janji Eross.
Saat ini kedua sejoli ini hidup berjauhan. Leony di Jakarta, sedangkan Eross di Yogyakarta. Lalu apakah ia sering merasa kangen sama si doi dan apa yang dilakukannya ketika lagi pengen deket sama Leony?
"Lama tidak ketemu Leony. Kangen ya sudah pasti," akunya. Sesekali, saking lamanya hidup terpisah, saat mereka bertemu keduanya lantas berfoto menggunakan kamera digital saku milik Leony.
Maklum, keseharian Leony disibukkan dengan job menjadi presenter dan seabrek kegiatan lainnya di Jakarta. Sedangkan Eross sendiri juga sedang sibuk dengan jadwal promo album barunya, 507.
Hasil jepretannya, tentu saja di raut wajah keduanya terlihat kerinduan yang terpendam. Lantas, saat pertemuan itu, kata Eross, paling-paling hanya mengajak Leony nonton film di bioskop atau makan berduaan. Wah, bener hanya nonton dan makan berduaan nih?
July 18, 2006
KUALA LUMPUR, 18 July 2006 - DiGi Telecommunications Sdn Bhd (“DiGi”) is presenting internationally-acclaimed Indonesian band Sheila on 7 for its first major Malaysian tour.
The DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour will see the band rocking out in four cities, performing their hits such Sephia, Bertahan Disana as well as tracks from their latest album 507.
The action begins on August 13, 2006 in Johor Bahru and continues in Sabah on August 16 and Penang on August 18th. The finale will take place at Stadium Nasional Kuala Lumpur on August 20.
During the launch of the DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour, Albern Murty, DiGi’s Head of Product Management said, “The DiGi Sheila on 7 concert is part of DiGi’s efforts to reward DiGi customers with the access, experience and entertainment that is relevant to their lifestyles and interests right at their doorstep.
“DiGi is proud to be able to give our customers in all parts of Malaysia a chance to be at the centre of a pivotal moment as Sheila on 7 celebrates their 10th year of making fabulous music. We are confident that the DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour will be a performance not to be missed by fans and music lovers alike”.
Each of these venues has the capacity to accommodate up to 15,000 people, thereby making this the first time an Indonesian band has ever done a full major performance of this magnitude in Malaysia.
DiGi Prepaid MTV Powerpack customers will be given a chance to grab free tickets to the concert at the various venues via SMS invites.
“We are allocating 1,000 tickets to be given away to our valued DiGi Prepaid MTVpowerpack customers at each location. In addition, all DiGi customers will be offered a 20% discount off the ticket price,” said Albern.
In conjunction with the tour, there will also be a “DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour SMS Contest” and a host of cool mobile downloads.
The “DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour SMS Contest”, which will begin today, invites fans and music lovers to create an original slogan and answer multiple choice questions for a chance at winning a Naza Bestari car. Other prizes to be won include, a special Sheila on 7 autographed guitar as well as a chance to meet with the band in Jakarta.
DiGi customers will be given the opportunity to be the first in Malaysia to download the caller-tune featuring Pemenang, which is the band’s latest single off their newly released album 507. This caller-tune can be accessed via the DiGi website, under the CallerTunes™ menu.
Additionally, DiGi Prepaid MTVPowerpack customers will get a chance to download exclusive Sheila on 7 wallpapers for free via the DiGi MTV WAP portal
Customers can purchase concert tickets at any participating Axcess Tickets outlets in Malaysia. For more information, please visit www.axcess.com.my or call (03) 7711 5000.
For more information on the DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour and the “DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour SMS Contest”, please visit www.digi.com.my/mtv.
Siapa bilang cinta monyet cuma berlangsung selama seragam putih-abu abu masih melekat. Brian ‘S07’ daN Aie mEMentahkan mitos itu. Pasangan kekasih sejak SMA ini berhasil menjaga kisah kasih mereka sampai 9 tahun pacaran, hingga melangkah ke jenjang pernikahan.
Putus-sambung mewarnai hubungan mereka, entah karena cinta atau mentok, Brian dan Aie berjodoh. Akad nikah keduanya dilaksanakan di Mekkah Minggu sebelumnya. Ngakunya sih enggak disengaja, tapi doanya semoga pernikahan ini untuk selama-lamanya.
“Waktu itu niatnya aku mau Umroh, kebetulan Aie sekeluarga juga, kita agak kesulitan menemukan waktu lain, kebetulan kan Sheila baru rilis album dan lagi sibuk promo.,” terang Brian ditemui di resepsi pernikahan di Auditorium PTIK, Sabtu (15/7).
Sebaqgai mas kawin, Brian menyerahkan seperangkat alat sholat dan uang senilai 99 real. Nominal itu sengaja dipilih karena udah tradisi. “Enggak ada maksud apa-apa sih, tapi udah turun temurun di keluarga aku, dari kakak-ku begitu,” terang Aie. Perkara mas kawin bukanlah yang terutama, bagi mereka kelanjutan setelah menikah itu lebih penting.
Pasangan Brian-Aie bukanlah yang pertama menikah di tanah suci. Ada pasangan Tamara-Rafly dan Paramitha Rusadi-Gunawan lebih dulu menikah dan kini sudah bercerai. Tentu Brian enggak ingin hal yang sama terjadi pada rumah tangganya. “ Menikah dimanapun sama aja sih, tapi ada nilai lebih dalam hati aku, semoga bisa jadi landasan kuat bagi keluarga kita, itulah janji aku dihadapan Allah,” ucap Brian sungguh-sungguh.
Memasuki masa bulan madu, Brian justru dihadapkan pada setumpuk kerjaan. Jadwal promo bersama Sheila On 7 sudah menunggu, bahkan hari ini dia sudah berada di Malaysia untuk promo tur. Ya sudah enggak papa bulan madu sekalian kerja. Yang penting buat Brian dan Aie, selamat ya, semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.
July 17, 2006
KUALA LUMPUR, 17 July 2006 - The DiGi CelebriTeen finalists today benefited from a mentoring session with award-winning international band Sheila On 7, who made time from their busy schedule to meet with the young Malaysian talents and teach them a trick or two.
Lily Wong from Pahang, Joseph Ng Kok Wai from Perak, Nurul Juliana Rosli from the Klang Valley, Dave Chai Pei Chea from Sarawak and Nur Ulfa Ghazali from Johor participated in the special session as they gear themselves towards the ultimate stage at the DiGi CelebriTeen grand finals.
DiGi’s Head of Product Management, Albern Murty, said the mentoring session was organised by DiGi as part of the finalists’ preparation in the build-up towards the grand finals.
“Every DiGi CelebriTeen finalist was invited for this session as we believe it is an excellent opportunity to meet established stars and benefit from their wisdom and experience. Opportunities like this don’t come along everyday; and we’re delighted that Sheila On 7 has set aside the time to meet with our young and talented DiGi CelebriTeens,” he said.
“DiGi CelebriTeen is more than just a competition or talent search. It is a platform for truly gifted teenagers to showcase their vocal prowess and benefit from unique learning experiences and training. Today’s session is just one of them,” he added.
At the specially organised mentoring session, Sheila On 7 shared tips and tricks on vocal performance and stage presence with the attending DiGi CelebriTeen finalists before inviting each finalist to perform his or her ‘final’ performance for a round of critique.
“Nowadays, teenagers are very fortunate to have platforms like this competition to demonstrate their talent. In the past, there were no such platforms. Teenagers should take advantage of programmes like CelebritTeen to hone their talent, become better singers and achieve much more,” said Akhdiat Duta, vocalist from Sheila on 7.
The DiGi CelebriTeens found the experience useful as they prepare themselves for the grand final of the competition. Here is what the finalists had to say:
Lily Wong: “I got some useful tips from the band and will definitely work on improving, especially on my body moves while singing. My parents have been very supportive and they will continue to be a “judges” while I practice at home.”
Joseph Ng: “The band taught me to fully express myself in a song, to have the “feel” when I sing because it helps to create more impact. In preparation for the final, I’ll be practising everyday at home and in the studio.”
Dave Chai: “This session has been very useful. I learn that I need to move with the song. My body should reflect the highs and lows of the song and express the emotions through my body language. I will also work on my pronounciation.”
Nurul Juliana Rosli: “Pitch is very important. That’s what I learnt today. I need to be careful of my pitching and also my body language when I sing. My parents will have to be my judges from now till the final as I train everyday at home.”
Nur Ulfa Ghazali: “The session was very beneficial. I got some useful insight from Sheila On 7. The one thing that struck me the most was their advice on having my own style. The band encouraged us to create our own style in singing and appearance, and not to simply imitate popular artistes. The most important thing is to enjoy singing and just let it all out.”
Sheila On 7 is a popular, multi-platinum international group with prestigious award wins including awards from Anugerah Industri Muzik Malaysia (AIM) and Anugerah ERA. The group has released seven albums to date, with their latest album 507 to be launched in Malaysia soon.
Sheila On 7 is in Malaysia to promote its upcoming Sheila On 7 Malaysia Tour 2006, sponsored by DiGi, scheduled to be held from 13th to 20th August at four locations nationwide – Kuala Lumpur, Johor Bahru, Penang and Kota Kinabalu.
DiGi CelebriTeen is a nationwide search for Malaysia’s first teen idol. It is open to all Malaysians aged 13 to 19 years and is aimed at providing teenagers with a platform to showcase their vocal skills, spunk and personality. It is purposed to discover and nurture young singers into maximising their ability, giving them a head-start in their singing career.
The competition takes place at three levels: preliminary auditions, where ten out of thousands are short-listed; state finals, where only one state representative is selected; and the national Grand Final, where the seven finalists vie for the DiGi CelebriTeen title on 6 August.
The well-deserving winner will be rewarded the chance to record the DiGi CelebriTeen single with KRU Productions and prizes worth RM5,000 in cash and kind.
DiGi CelebriTeen will be featured on TV3’s teen programme, Remaja, every Saturday at 1pm from 12 August to 7 October 2006.
Log on to www.digi.com.my/mtv for information on upcoming events, videos and pictures of past auditions and special downloads.
Kisah kasih antara Eross “Sheila On 7’ (SO7) dan Leony emang baru seumur jagung. Tapi jangan ditanya soal gencarnya media memburu kabar kapan mereka menikah. Apalagi setelah Brian ‘SO7’ menikah, dalam tubuh Sheila On 7 kini tinggal Eross yang belum menikah.
Wajar aja kalo gitaris betubuh kurus itu dikejar pertanyaan seputar keseriusan mereka. “Kita serius, tapi yang jelas kita enggak akan cari pacar kedua,” canda Eross ditemui di resepsi pernikahan Brian-Aie, Sabtu (15/7) lalu.
Eross dan Leony tampak datang bersama dan tidak pernah lepas satu sama lain. bahkan Duta sempat bercanda, “Itu tuh Eross udah mulai nyobain pelaminannya, kursinya empuk juga ya,”
Bagi Eross dan Leony sih mereka belum ada kepikiran buat nikah. “Kita belum ada pikiran kearah sana (menikah, Leony masih muda, kita masih suka senang-senang), belum lah ketahap serius,” ucap Eross sambil melirik mesra Leony. Sekata dengan kekasihnya, Leonypun mengaku masih senang main-main. “Aku masih menikmati masa pacaran, kita jalanin aja lah,” ucap cewek yang pernah dikabarkan pacaran sama Roger Danuarta ini.
Dengan pernikahan Brian, Eross dipastikan bakal makin ‘kesepian’. Biasanya, Brian setia menemani Eross nongkrong distudio. Sekarang, pastilah Eross ditinggal sendiri di studio. Berharap Leony menemani? uhm, kayaknya susah deh. “ Kendala kita kan pacaran jarak jauh dan jadwal kita sama-sama padat,” tutur Eross. Biar jauh kalo deket dihati sih tetep hangat aja kan ross’.
Pernikahan anggota baru Sheila ON 7, Brian Kresno Putra tidak menjadi moment yang spesial bagi personil lainnya. Bukannya enggak mau, tapi waktu yang begitu mepet dengan jadwal promo tur bikin SO7 enggak punya waktu khusus baik untuk mencari kado atau memberikan libur khusus pada Brian.
“Besok kita udah mau berangkat ke Malaysia buat promo, ini hari emang bener-bener waktu colongan dari promo,” ucap Eross ditemui diresepsi pernikahan Brian-Aie, Sabtu(15/7).
Hal ini memang agak disayangkan personil SO7 yang sudah menikah yaitu Duta dan Adam. “Brian paling kasihan sih, minggu ini harusnya dia senang-senang kumpul sama keluarga, tapi dia mesti jalanin tanggung jawab ke band,” ungkap Duta.
Dispensasi khusus gitu? “Enggak, soalnya moment pas banget sama keluar album, dan lagi mereka kan udah akad duluan di tanah suci,” sambung Duta. Meski begitu pasangan Brian-Aie bisa kok sekalian bulan madu.
Nah, berhubung SO7 udah pada already taken, bagaimana dengan kelanjutan ngeband? “Ini udah jalan hidup kita, lagipula kalo udah selesai ngeband kan kita langsung pulang kerumah,” jawab Adam.
Dengan pernikahan drummer baru SO7 ini, ketiga personil ‘lama’ berharap semoga pernikahan ini membawa kebaikan. “Kehidupannya yang sekarang akan menambah semangat bagi dia dan band,” ucap Duta dan diamini teman-temannya. Ohya, dua bapak Duta dan Adam sempat ngasih wejangan khusus ke Brian enggak sih? Secara lebih dulu menikah gitu ? “Kita heran justru dia enggak nanya sama kita, malah sama Eross,” canda Adam. Waduh, bisa gitu ya.
July 16, 2006
Jakarta, Pertanyaan kapan menikah kembali mengusik pasangan Eross dan Leony saat keduanya hadir di resepsi pernikahan drummer Sheila On 7 (SO7), Brian, Sabtu (15/7/2006) lalu. Di pesta Brian tersebut, Eross yang tampil kompak dengan Leony mengenakan busana berwarna hitam, malu-malu menjawab pertanyaan wartawan dan infotainment..
"Nanti lah, Leony masih terlalu muda, masih ceria," ujar Eross seraya melirik mesra Leony. "Kita masih nikmatin masa-masa pacaran," lanjutnya.
Saat ini usia Leony memang terbilang masih muda, 18 tahun. Sedangkan Eross, 3 Juli lalu usianya nyaris kepala tiga, 27 tahun.
Disinggung dengan pertanyaan yang sama, Leony tak mengomentari jawaban Eross yang mengatakan dirinya masih terlalu muda untuk menikah. Dia hanya berujar, "Dijalanin aja lah, saya nggak mau pusing," ucapnya.
Jika dilihat dari umur, Eross bisa dikategorikan sebagai pria yang sudah siap untuk menikah. Apalagi dibanding rekannya Duta yang lebih muda, Eross kalah jauh. Setelah berumah tangga dengan Adelia Lontoh, Duta kini sudah dikaruniai dua orang putri.
Jakarta, Di tengah padatnya jadwal konser, personel Sheila on 7 yang baru, Brian, melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya, Dewi Fitriasari.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, pemilik nama lengkap Brian Kresno Putro itu resmi menjadi suami Dewi di tanah suci Mekah, 5 Juni lalu.
Resepsi sendiri baru dilangsungkan Sabtu (15/7/2006) di sebuah gedung kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan.
Brian dan Dewi yang ditemui detikhot di tempat acara menyatakan kegembiraan mereka. Urusan momongan, pasangan ini mengaku ingin cepat-cepat menimang bayi.
"Kalau dikasih alhamdulillah, kalau nggak ya kita usaha terus," tutur Brian disambut senyum Dewi.
Minggu (16/7/2006), Brian dan personel Sheila on 7 lainnya dijadwalkan bertolak ke Malaysia untuk mempromosikan album terbaru mereka yang bertitel ‘507′.
July 12, 2006
Yogyakarta, Duet bareng musisi lain mungkin hal yang sangat biasa. Namun sore tadi (12/7) Eross baru saja membuat debut duet gitar bareng seorang anak kecil kelas 1 SD yang menjadi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta.
Pertunjukan kecil-kecilan ini terjadi ketika rombongan Sheila on 7 (So7) berkunjung ke daerah Bantul dan Imogiri Yogyakarta untuk menyambangi anak-anak korban gempa. Lewat program Askadol (Ayo Sinau dan Dolan) yang dihimpun oleh para dosen dan mahasiswa Universitas Gajah Mada, sejumlah anak-anak pun terkumpul untuk berbagi dengan So7.
"Kedatangan So7 kesini yang buat melihat adik-adik semua. Kasih semangat buat kalian semua buat terus belajar," tandas pembetot bass So7, Adam Subarkah.
Di lokasi Children Center Bantul itu Eross, Adam, Brian dan Duta bagi-bagi kado untuk para anak-anak korban gempa. Mereka pun sempat berakustik menyanyikan lagu anak-anak. Tembang ‘Halo-halo Bandung’, ‘Jangan Takut Gelap’ dan ‘Sayonara’ pun melantun dari bibir Duta yang dinyanyikan bersama anak-anak.
Ada satu hal yang membuat So7 makin antusias melakukan bakti sosial ini adalah ketika mereka bertemu dengan Yayak. Anak kelas 1 SD itu membuat suasana makin bersemangat. Demikian kisah Philos, juru bicara So7 kepada detikhot, Rabu (12/7/2006).
Apalagi ketika ia memberanikan diri untuk berduet dengan Eross dalam lagu ‘Buat Aku Tersenyum’. Dengan percaya diri Yayak memetik gitar berduet dengan Eross mengiringi lantunan suara Duta dan teman-temannya.
"Yang jelas Yayak bikin suasana tambah ramai. Anak-anak jadi makin antusias, apalagi So7. Tapi kerja bakti kami belum selesai. Apapun yang bisa kami lakukan akan kami usahakan," ujar Philos
SHEILA On 7 (SO7) merupakan antara kumpulan rock dari Indonesia yang berjaya menarik perhatian para peminat apabila album-album mereka dijual berjuta-juta unit di negara itu.
Album SO7 yang berjudul 07 Des, misalnya, dijual melebihi satu juta unit sewaktu ia dipasarkan di Indonesia pada 2002.
Jumlah itu tidak termasuk jualan album-album mereka yang lain seperti Anugerah Terindah Yang Ingin Ku Miliki (2000), Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2001), Hari Mencari Cinta (2003), Pria Terhebat (2004) dan The Very Best of SO7: Jalan Terus (2005).
Selepas 10 tahun ditubuhkan, SO7 tetap utuh dalam industri muzik Indonesia. Pada 20 Jun lalu mereka tampil dengan album terbaru berjudul 507.
Sebagai kumpulan yang sudah sedekad ditubuhkan, SO7 tentunya mempunyai banyak pengalaman pahit manis sepanjang karier mereka dalam bidang muzik.
Mega sempat menemu bual Duta yang merupakan vokalis SO7 menerusi telefon baru-baru ini untuk mengetahui perkembangan terbaru kumpulan itu.
Ikuti temu bual wartawan ABD. AZIZ ITAR dengan Duta yang kini sedang sibuk mempromosikan album 507 bersama SO7.
Adakah promosi album 507 juga akan diadakan di Malaysia?
DUTA: Kami tetap akan datang ke Malaysia untuk mempromosikan 507. Tetapi sebelum itu, kami akan mempromosikan album itu di seluruh Indonesia termasuk di Pulau Jawa, Bali dan Lombok. Promosi dan persembahan itu akan bermula dari 22 Julai hingga 9 Ogos ini. Sementara itu, mulai 10 Ogos kami akan berkunjung ke Malaysia untuk mengadakan konsert di Kuala Lumpur. Tetapi sebelum itu pada 18 Julai ini kami akan berkunjung terlebih dahulu ke Kuala Lumpur untuk mempromosikan album itu.
Benarkah Sakti Ari (pemain dram) tinggalkan SO7 untuk menyertai sebuah kumpulan agama Islam di Pakistan?
Sejak dari dulu dia (Sakti) memang aktif dalam soal keagamaan. Tetapi ketika itu di luar aktivitinya itu dia masih lagi anggota SO7. Saya tidak tahu lebih lanjut tentang perkara itu, malah keputusan yang diambilnya juga dibuat secara tiba-tiba.
Benarkah lagu Cahaya Terang yang ditampilkan dalam album 507 adalah ciptaan Sakti yang berunsur keagamaan?
Itu terpulanglah kepada penerimaan para pendengar tetapi lagu itu menceritakan tentang pengalaman batinnya setelah mendalami ilmu agama. Sudahkah anda mencari pengganti Sakti dan juga Anton (gitaris) yang keluar daripada SO7? Kami belum lagi mencari atau bertemu pengganti mereka berdua. Bukannya senang untuk mencari anggota baru. Tetapi kami masih membuka pintu untuk mereka jika mereka mahu menyertai kami semula.
Bagaimanakah anda melihat SO7 tanpa Sakti?
Kami tetap rasa kehilangannya kerana dia (Sakti) begitu rapat dengan kami. Malah, sewaktu dia masih bersama kami, dia selalu menjadi imam dan kami bersolat bersama-sama. Selepas 10 tahun di manakah tahap SO7 sekarang ini? Kami sudah menghasilkan lima buah album. Kami sudah cukup dewasa berbanding kumpulan-kumpulan rock lain yang baru mencipta nama di Indonesia.
Adakah anda takut jika tidak popular lagi selepas begitu lama dalam industri muzik di Indonesia?
Kami tidak fikir begitu. Kami akan terus bermain muzik. Kami akan terus mencurahkan bakat muzik yang kami ada. Saya percaya kalau SO7 terus menghasilkan lagu-lagu yang bagus kami akan terus ada peminat.
Mengapa anda mengambil Brian (pemain dram) sebagai anggota baru SO7?
Saya dapati Brian begitu berbakat dan dia sesuai dengan konsep muzik yang kami bawakan. Dia juga berpengalaman bermain muzik di mana sebelum ini dia pernah bermain bersama kumpulan Ticket.
Ceritakan sedikit tentang imej terbaru SO7 yang nampak lebih kemas dan matang?
Gambar terbaru kami memang nampak lebih segar. Kulit album terbaru kami dengan gambar daun yang nampak hijau menggambarkan kesegaran lagu-lagu yang ada dalam album. Tetapi kami harus menyesuaikan dengan status kami yang kebanyakannya sudah pun mempunyai isteri dan anak.
Setelah 10 tahun bersama, adakah SO7 menetapkan satu jangka masa untuk membubarkan kumpulan itu?
Kami belum terfikir untuk membubarkan SO7. Kami akan terus menghiburkan para peminat dengan lagu-lagu dan muzik kami. Sambutan terhadap album-album kami setakat ini sungguh menggalakkan dan ia dijual melebihi 1 juta unit kecuali album Pria Terhebat yang hanya dijual 450,000 unit di Indonesia.
Akhir sekali, pada masa depan adakah anda bercadang untuk mencuba nasib sebagai penyanyi solo?
Saya pernah terfikir tentang perkara itu tetapi saya belum mahu menjadi penyanyi solo. Saya tidak mahu SO7 terbengkalai gara-gara tiada penyanyi kalau saya keluar kumpulan. Priority saya dari dulu sampai sekarang ialah SO7 selain keluarga saya.
July 7, 2006
MALAYSIA ibarat rumah kedua bagi kumpulan Sheila On 7 (SO7). Setiap kali muncul dengan album baru kumpulan yang ditubuhkan sejak 10 tahun ini tidak pernah lupa menjadikan negara ini destinasi mereka bagi berkongsi pengalaman menarik khususnya mengenai apa yang berlaku sepanjang berkurung dalam studio rakaman.
Apatah lagi, sejak kebelakangan ini mereka mengharungi saat-saat getir selepas kehilangan gitaris, Sakhti, yang mengambil keputusan untuk mendalami ilmu agama di Pakistan selain pengunduran pemain drum, Anton.
Justeru, kemunculan album terbaru mereka yang diperkenankan nama 507, lebih bersifat peribadi serta luahan rasa SO7 yang seperti kehilangan sayap. Disebabkan itu mereka tidak sabar menemui peminat tempatan.
“Saat ke Malaysia sudah lama kami nantikan dan Insya-Allah pada 18 Julai ini kami akan mengadakan sidang media pelancaran album 507 di sana,” kata Vokalis SO7, Duta Modjo (Duta) mewakili kumpulannya yang turut dianggotai, Eross Candra, Adam M Subarkah dan anggota baru, Brian yang menggantikan tempat Anton.
Tambahnya lagi, agenda promosi album kali ini agak berlainan dari sebelumnya kerana SO7 turut terikat dengan konsert di empat negeri, iaitu di Johor Bahru pada 13 Ogos, Kota Kinabalu (16 Ogos), Pulau Pinang (18 Ogos) dan destinasi terakhir di Kuala Lumpur, 20 Ogos.
“Kami akan berada beberapa hari di Kuala Lumpur pertengahan Julai ini, kemudian akan berangkat ke Jakarta semula untuk mempromosi album di sana selain membuat latihan sebagai persediaan menghadapi konsert Ogos nanti.
“Bagaimanapun, untuk bercerita lanjut mengenai konsert itu, saya fikir kurang sesuai kerana ia masih di peringkat awal. Nyata, di mana-mana persembahan yang kami jayakan pasti kepuasan peminat menjadi keutamaan.
“Justeru, kami akan membawakan lagu-lagu popular yang pernah peminat membesar bersama SO7 dan di samping memperdengarkan lagu-lagu terkandung dalam album 507,” kata Duta lagi.
Menyentuh kemunculan 507, Eross pula menyifatkan album ini yang terbaik pernah mereka hasilkan. Selain bingkisan yang cukup peribadi buat mereka kerana ia menghimpunkan pelbagai kisah serta pengalaman suka dan duka yang dilalui S07 sepanjang menjadi anak seni.
Ia juga mempunyai nilai sentimental kerana untuk album ini mereka kembali ke kampung halaman, Yogjakarta untuk melakukan rakaman di studio milik Eross.
“Kami berganding menyatukan idea dalam setiap lagu yang terkandung dalam album ini. Sakti juga sempat mencipta sebuah lagu yang diberi judul Cahaya Terang. Lagu ini, mewakili rahsia hatinya betapa cintanya terhadap Tuhan.
“Malah secara rasminya album ini juga projek terakhir Sakti bersama kami. Terus-terang saya katakan keputusan Sakti satu tamparan hebat buat SO7 namun kami tidak mampu menghalangnya,” kata Eross.
“Sehingga kini kami sentiasa mengharapkan dia pulang ke pangkuan S07 dan disebabkan itu posisinya tidak pernah digantikan oleh sesiapa,” kata Eross.
July 6, 2006
MESKIPUN sudah meninggalkan kumpulannya, kehadiran Sakti masih terus dinanti-nanti dan beliau sehingga kini tetap dirindui teman-teman anggota.
Tiada pemain gitar yang disifatkan wajar menggantikan tempat Sakti, anak muda yang mengundurkan diri dari kumpulan Sheila On 7 (SO7) untuk bermastautin di Pakistan dan mencari erti Islam yang sebenar.
Eross, pemuda yang banyak menghasilkan lagu-lagu S07, mengakui cukup sedih dengan kehilangan Sakti.
Sakti, tambah Eross, menjadi tunggak yang kerap mengingatkan anggota SO7 yang lain tentang peri pentingnya solat dan amalan-amalan wajib yang lain.
‘Kehilangan Sakti sangat dirasai. Kami terkejut dengan keputusannya kerana sebelum ini Sakti tidak pernah menunjukkan tanda akan meninggalkan SO7.
‘Dia patuh dengan suruhan agama, tetapi tidak pernah mencampuradukkan urusan peribadi dengan muzik,’ akui Eross dalam laporan akhbar Harian Metro.
Menurut kaca mata Eross, Sakti adalah seorang yang sentiasa memberi komitmen penuh pada kumpulannya sepanjang menjadi anggota.
‘Ketika menyuarakan hasrat untuk berundur, kami memujuk dan memberinya waktu menarik balik keputusan itu. Namun dia nekad, jadi kami perlu akur dengan kehendaknya,’ kata Eross.
Biarpun Sakti hanya tinggal nama, kata Eross, mereka masih menunggu seandainya satu hari nanti jejaka yang selalu mengimamkan mereka solat itu mahu kembali bermain muzik.
‘Kami memerlukan Sakti dan akan menerimanya jika dia ingin bermain muzik semula. Justeru, kami tidak perlu mengisi kekosongan Sakti kerana hanya dia yang layak untuk posisi itu.
‘Lagipun buat masa ini kami tiada masalah bermain muzik dengan hanya seorang pemain gitar,’ kata Eross.
July 5, 2006
Mekkah, Kamis, 5 Juni 2006 jam 09.00 waktu Mekkah personel baru Sheila on 7, Brian Kresno Putro telah melepas masa lajangnya. Dengan hanya dihadiri keluarga dekat, Brian pun melangsungkan akad nikah.
Adalah Dewi Fitriasari. Wanita yang berdomisili di Jakarta ini telah menjalin kasih dengan Brian bertahun-tahun lamanya.
Namun impian mereka berdua untuk berumahtangga pun akhirnya terwujud sudah. Brian dan Dewi telah berpacaran sejak keduanya masih sama-sama duduk di bangku SMU.
Berita bahagia ini pun tak sempat diceritakan Brian secara detil kepada kerabat-kerabat dekatnya. Maklum saja belakangan ini Brian masih sibuk promo album terbaru Sheila on 7 ‘507′.
Namun setelah akad berlangsung Brian sempat mengirimkan pesan singkat melalui ponselnya kepada kerabat terdekatnya. Isinya, Brian ingin berbagi kebahagiaan ini bersama mereka.
Bro, alhamdullilah kami sudah menikah pagi tadi pukul 9 waktu Mekah. Mohon doa restunya ya… -BrianAie-.
Demikian isi sms ini pun dibenarkan oleh juru bicara Sheila on 7 Philosofy Akbar ketika dihubungi detikhot, Rabu (5/7/2006).
Philos menjelaskan, Brian melangsungkan pernikahan sederhana itu di Masjidil Haram Mekkah dengan hanya dihadiri oleh keluarga terdekatnya saja. Keberangkatan mereka ke Mekkah pun sekalian dalam rangka umroh bersama keluarga.
“Kalau jelasnya saya juga belum dapat laporan detilnya. Mungkin baru minggu depan Brian kembali ke Indonesia,” tandas Philos.
Ketika dihubungi melalui ponselnya, nada sambung terdengar namun mungkin Brian masih sibuk dengan pernikahannya sehingga telepon tak terangkat. Begitu juga ketika detikhot mencoba hubungi personel So7 lainnya.
Yang jelas kini penggebuk drum So7 tak lagi melajang. Dalam tubuh So7 sendiri pun hanya tinggal Eross saja yang belum berkeluarga. Kapan nih?
July 3, 2006
regenerasi pemusik Indonesia, khususnya untuk kategori band, luar biasa cepat. Setelah Ungu dan Samsons yang berjaya, giliran Nidji dan NAff yang melenggang ke jajaran terdepan. Kondisi ini mungkin saja menyurutkan nyali para pesaing mereka untuk melEMparkan album. Namun bagi band senior asal Yogyakarta, Sheila on 7 (So7), soal berkarya tak mengenal waktu. Selama masih ada ide, rekaman jalan terus. Banyak orang mungkin menduga, romantisme kejayaan masa lalu, ketika mereka berhasil menjual 3 album berturut-turut lebih dari sejuta kopi, membuat So7 begitu percaya diri. “Bagi kami album baru, berarti menawarkan sesuatu yang baru. Kami tak mau berhitung soal target, yang pasti semua lagu yang ada merupakan persembahan terbaik kami,” urai Duta.
So7 menandai tahun ke-10 karier mereka dengan meluncurkan album bertajuk 507. Entah strategi pasar atau apa, yang pasti banyak orang melirik judul unik album mereka itu. Kebanyakan bertanya-tanya, kok, judulnya ada kemiripan dengan salah satu merek jeans. “Angka lima diberikan karena album ini merupakan album kelima kami. Kenapa kami pertegas di sini? Karena pada era album ke-4 Pejantan Tangguh, rilisnya hampir berbarengan dengan album soundtrack 30 Hari Mencari Cinta. Setelah itu, ada album The Very Best Sheila on 7. Banyak fans yang salah mengerti, dikiranya Pejantan Tangguh itu album ke-5,dan The Best itu album ke-6. Kami hanya mau bilang sekali lagi, bahwa yang ini album kelima Sheila on 7,” ujar Adam.
507 disebut anak-anak So7 sebagai album yang sangat personal. Artinya, pendengar bakal mendengar curhat anak-anak So7 tentang kejadian yang menimpa mereka dua tahun terakhir. “Kenapa kami sebut personal karena banyak kejadian yang membuat ide-ide bermusik kami lebih mendalam,” cerita Eross. Masih dalam penuturan sulung dari 2 bersaudara itu, keluarnya Sakti terjadi saat album dalam proses. “Saktimasih terlibat di 6 lagu pertama yang kami buat. Dia pun masih ikut bikin lagu, dan sempat take satu gitar akustik, baru keluar. Situasinya yang bikin kami membuat karya jadi seperti itu. Banyak perubahan di sana-sini. Misalnya, secara teknis part gitar yang sudah pasti berubah. Karena Sakti keluar, semua track gitar dihapus lagi. Dari dua jadi satu gitar. Lalu Brian masuk (resmi —red) sebagai anggota. Kontribusinya pun sudah lebih banyak dibanding saat jadi additional musician. Maka kami pun jadi kuartet. Musiknya lebih sederhana, tapi lebih matang,” tambah Eross.
Lirik yang terjabar bisa dijadikan bukti, betapa hati mereka ikut bermain dalam proses kreativitas. Last Pretence menggambarkan perasaan hati mereka saat ditinggal Sakti dan Anton. Ingin Pulang sebagai jeritan hati Adam di tengah jadwal tur yang padat. Atau dengar juga Kau Kini Ada yang merefleksikan suasana hati Duta saat kehadiran anaknya.Sedangkan Cahaya Terang menjelaskan tentang pergulatan spiritual Sakti sebelum keluar dari So7 dan belajar agama di Pakistan.
Di luar itu, Duta menggarisbawahi, album mereka kali ini berpijak pada konsep yang jauh berbeda dengan album sebelumnya. “Setelah tur kamitahun lalu, kami putuskan untuk mulai rekaman album kelima. Kalau tidak salah sekitar Januari, baru selesai akhir Maret. Waktu pengerjaan segitu tuh termasuk santai. Soalnya rekamannnya juga di Yogya, menggunakan studionya Eross. Dulu-dulu sih, kami selalu bikin demo dulu. Kirim dulu ke Jakarta untuk tahu lagu yang oke yang mana. Materi balik lagi ke kami, baru direkam. Kalau album yang ke-5, tahapannya sangat berbeda. Tahap awal kumpulin materi, lalu kami aransemen, kami rekam. Dari situ kami kirim ke Jakarta. Ada beberapa tahap,” terang Duta. Perbedaan juga berlaku untuk jadwal peluncuran album. “Dulu sangat mepet, kali ini tidak. Pejantan Tangguh dan soundtrack jedanya nggak ada setahun. The Best muncul setahun setelah Pejantan Tangguh. Kalau yang ini prosesnya setahun lebih. Rileks banget. Mungkin lebih teknis. Kapan kami mau kerja, nggak tergantung shift. Bisa pulang kapan kami mau. Kami pun lebih selektif,” lanjut Duta. Dalam hal pemahaman lagu, Duta juga merasakan intensitas yang berbeda. “Di album ini saya benar-benar bisa memahami lagu secara penuh, baru rekaman. Kalau dulu biasanya terpotong oleh berbagai kesibukan,” tambah Duta.
Kalau dalam Pejantan Tangguh Eross dkk lebih mengedepankaneksperimen, di album ini mereka memutuskan untuk konsentrasi ke materi lagu. “Album ini lebih sederhana. Kesederhanaan yang timbul setelah melalui masa-masa eksperimen. Kami juga jadi lebih bijak memilih ide yang akan dikeluarkan,” ungkap Eross. Bunyi-bunyian dalam Pejantan Tangguh mengandalkan beat-beat yang bernapaskan musik keras, ditambah penonjolan brass section (alat musik tiup —red). Kali ini mereka kembali memperbanyak sentuhan string section (alat musik gesek —red). Coba dengarkan lekat-lekat singel Mantan Kekasih, yang sangat megah dengan dukungan penuh musik orkestra. Atau dengarkan juga lagu Radio yang membuat So7 tampak modern karena kentalnya sentuhan new wave dan dance. Sebagai senjata pertama So7 mengandalkan lagu Pemenang, yang diambil dari album Piala Dunia. Anak-anak So7 sendiri kurang lebih menggambarkan, rasa optimistis mereka bisa direfleksikan dalam lagu ini. Rancangan promo yang baik pun disambut gembira. “Promo kali ini lebih asyik. Kami bisa dengar pendapat jujur dari orang, saat tur dari kampus ke kampus. Ada yang ngomong biasa saja, ada yang bilang bagus banget. Ini bisa jadi cerminan untuk diri kami. Sebagai yang bikin, kami merasa ini sebagai terobosan baru. Kami menganggap itu seru. Selain tampil di 100 radio merupakan ide yang fresh untuk sebuah promosi. Yang pasti target audiens jadi lebih luas dari yang dulu,” ujar mereka kompak. Pastinya juga optimistis dalam hal penjualan album, dong?
June 30, 2006
Bulan depan Brian ‘Sheila On 7’ berencana untuk menunakian ibadah umroh bareng kekasihnya. Selain beribadah, Brian juga akan melangsungkan pernikahan mereka di tanah suci.
Menurut sumber yang dekat dengan kekasihnya, Brian akan berangkat sekitar tanggal 5 Juli mendatang selama seminggu. Baru lah tanggal 15 Juli mereka akan menggelar pesta resepsi pernikahannya di Balai Sudirman, Jakarta Selatan.
Brian menjalin kasih dengan Ayi cukup lama sekitar 9 tahun. Kini keduanya sepakat untuk mengakhiri masa pacaran mereka ke kursi pelaminan. Rencana pernikahan itu memang dilakukan setelah SO7 meluncurkan album barunya.
Saat ditemui di acara amal SO7 buat Jogya di Hard Rock Café, Jakarta Selatan beberapa hari lalu, Brian mengiyakan mengenai rencana ke tanah suci. Hanya saja waktu itu Brian belum bisa memastikan apakah di sana ia akan melakukan akad nikah. “Masih belum pasti sih,” kata cowok yang tampangnya pendiam ini.
June 26, 2006
Jika kelaiNAn yang ingin dibawa oleh Sheila on Seven di dalam album terbarunya 507, maka hasrat itu telah tercapai.
Kombinasi irama new wave, dance, punk serta balada bakal mEMbuka dimensi baru untuk para peminat Sheila On Seven.
Band yang begitu sinonim dengan genre progressive rock serta tempo rancak menghidangkan juadah telinga yang berbeza menerusi album studio kelima mereka ini.
Pembaharuan ini merupakan agenda utama band dari Yogyakarta ini setelah sekian lama menyepikan diri daripada persada muzik nusantara.
Gesekan string yang merupakan identiti So7 di dalam album ini berkurangan jika dibandingkan dengan album-album terawal mereka seperti ‘Sheila On 7’, ‘Kisah Klasik Untuk Masa Depan’ dan ‘07 Des’. Ini dikatakan berpunca daripada pengunduran Sakti sebagai pemain gitar kedua.
Dominasi Eross dalam ciptaan lagu juga berkurangan setelah personel So7 yang lain turut memberi sumbangan terhadap album tersebut.
Adam menyumbangkan dua buah lagu yakni ‘Ingin Pulang’ serta ‘Bingkisan Tuhan’ yang menerapkan permainan bass secara solo olehnya. Manakala, vokal utama So7, Duta menciptakan sebuah lagu yang berjudul ‘Kau Kini Ada’.
‘Cahaya Terang’ pula merupakan lagu ciptaan terakhir Sakti sebelum mengucapkan selamat tinggal kepada band So7.
So7 yang lebih dikenali sebagai sebuah band yang berirama rancak turut memaparkan konsep balada yang amat menonjol menerusi lagu ‘Mantan Kekasih’ serta ‘Terjamah Yang Lain’.
Lagu-lagu tersebut diselitkan dengan iringan gitar, strings serta tiupan seruling untuk memantapkan lagi elemen romantis.
‘Terlalu Singkat’, ‘Bingkisan Tuhan’ serta ‘Radio’ merupakan lagu-lagu yang diberi sentuhan new wave rock ala kumpulan rock barat, Queen.
So7 juga bagaikan mengikut jejak langkah kumpulan seangkatan mereka, Dewa 19 yang banyak menampilkan genre daripada era 80an menerusi album mereka, ‘Republik Cinta’.
Sungguhpun begitu, album ini menonjolkan kematangan lebih sedekad band yang telah banyak melalui suka duka dunia muzik Indonesia.
Dengan kelahiran 507, So7 berharap agar dapat bangkit semula untuk menjadi kumpulan nombor satu di rantau ini.
Ada yang mengatakan bahawa perubahan sedemikian bakal membawa risiko kehilangan para peminat mereka.
Bagi ‘Sheila Gank’( gelaran yang diberi untuk peminat fanatik So7) , mereka pasti akan terkilan dengan kehilangan dua anggota lama So7 dan perlu menyesuaikan diri dengan penukaran imejnya yang kian dewasa.
Walau bagaimanapun secara keseluruhannya, para peminat tidak akan hampa dengan album ini.
June 23, 2006
Di saat band-band Indonesia tumbuh bak cendawan di pagi hari, Sheila On Seven (So7) tetap teguh walaupun melalui pelbagai rintangan untuk menghasilkan album kelima mereka yang berjudul 507.
"Inilah album terbaik kami," isytihar vokalisnya Akhdiyat Duta Modjo (Duta).
Duta menjelaskan bahawa album mereka begitu istimewa kerana diberi sentuhan peribadi setiap anggota So7.
"Ianya berdasarkan kemahuan pemiNAt kami," ujar Duta yang mengharapkan 507 mengecapi kejayaan album-album mereka yang lalu.
So7 turut dianggotai Eross Candra(pEMain gitar), Adam. M Subarkah (pemain bass) dan Brian Kresno Putra (pemain drum).
Menurut Adam, lagu ‘Ingin Pulang’, misalnya, merupakan hasil nukilan pemain bass tersebut yang mengisahkan kerinduannya untuk kembali ke kampung halaman setelah sekian lama merantau demi perjuangan muzik mereka.
Sentuhan terakhir Sakti
Selain Pemenang (lagu tema Piala Dunia 2006), Mantan Kekasih, Kau Kini Ada dan Terjamah Yang Lain yang terdapat di dalam 507, album ini lebih istimewa kerana turut memuatkan lagu ciptaan terakhir pemain gitarnya Sakti Ari Seno yang berundur awal tahun ini.
Lagu yang berjudul ‘Cahaya Terang’ menceritakan tentang seorang insan yang ingin kembali ke jalan yang benar. Ianya yang begitu sinonim dengan keputusan Sakti untuk meninggalkan So7 demi mendalami ilmu keagamaan.
Eross mengakui pemergian Sakti merupakan tamparan hebat untuk band yang berasal dari Yogyakarta ini kerana pengundurannya berlaku pada detik-detik rakaman album studio kelima, 5O7.
"Kami sudah berbicara tiga kali bersamanya. Namun, dia masih tetap dengan pendiriannya untuk ke Pakistan," jelas Eross.
Sakti, menurut Eross, selalu memberi ilham untuk mereka berkarya disamping selalu menjadi imam ketika ketika ahli-ahli So7 bersolat bersama-sama.
"Kami terkejut bangat," komen Adam.
Namun, keputusan Sakti tersebut dihormati oleh sahabat-sahabat sejatinya itu dan "pintu So7 masih terbuka untuk Sakti jika dia ingin kembali bermain bersama kami," ujar Eross .
Pemergian Sakti adalah dua tahun selepas pemain drum kumpulan itu, Anton Widiastanto, meninggalkan mereka kerana terlibat dengan projek peribadi.
Tempatnya diganti oleh Brian, bekas ahli band Tiket yang telah dibubarkan.
Kembali ke Malaysia
Sepanjang 10 tahun berkarya, ternyata hasrat mereka supaya lagu-lagu mereka menjadi siulan ramai tercapai.
Lagu-lagu seperti ‘Sephia’, ‘Dan’ serta ‘Sahabat Sejati’ bukan sahaja menjadi siulan para peminat di Indonesia malah di Malaysia, Singapura serta Brunei.
Kumpulan yang pernah dinobatkan sebagai band nombor satu di Malaysia berhajat untuk kembali ke Malaysia untuk berjumpa dengan peminat-peminat mereka.
"Kami akan ke Malaysia pada 10 Ogos," kata Duta mengenai konsert yang bakal diadakan di beberapa buah negeri seperti Kuala Lumpur, Negeri Sembilan, Pulau Pinang dan Sabah.
June 16, 2006
SHEILA On 7 (So7) berharap Indonesia bisa masuk Piala Dunia. Asa yang besar itu pun disalurkan kelompok musik asal Yogyakarta ini dalam sebuah lagu berjudul Pemenang. Hasilnya fantastis. Lagu tersebut masuk menjadi theme song, Voices Piala Dunia 2006. Prestasi grup yang digawangi Eross (gitar), Duta (vokal), Adam (bas), Brian (drum) itu melambung ke tingkat internasional. Lagu ini juga masuk dalam album terbaru So7 yaitu 507.
Menurut Eross, lagu Pemenang awalnya ditawarkan Sony BMG ke FIFA (International Federation of Association Football). Tak disangka, lagu itu disetujui FIFA. "Kebetulan lagunya sudah jadi, tapi liriknya menyusul," jelas kekasih Leony, baru-baru ini.
Sementara Duta tak mampu menyembunyikan kebahagiannya. Bagi suami Adelia Lontoh itu, kreativitas mereka juga mewakili kebanggan bangsa Indonesia. Harapan sangat besar bagi Duta agar Indonesia masuk ke ajang empat tahunan itu. "Kita memposisikan seolah-olah Indonesia sudah siap terjun ke Piala Dunia," ujar pria bernama lengkap Akhadiyat Duta Modjo itu.

June 14, 2006
507
1. Intro
2. Radio
3. Mantan Kekasih
4. Ingin Pulang
5. Kau Kini Ada
6. Pemenang
7. Bingkisan Tuhan
8. Terlalu Singkat
9. Terjamah Yang Lain
10. Cahaya Terang
11. Last Pretence
Radio
Eross
Lama… aku terpisah dari dirinya…
Sekian lama
**Lama sudah berlalu tapi jejaknya
Tertanam slamanya
Dan selalu ada… di dalam doa
Terselip nama di dalam doa
Reff:
Lewat radio aku sampaikan
Kerinduan yang lama terpendam
Terus mencari biar musim berganti
Radio cerahkan hidupnya
Jika hingga nanti/ mati ku tak bisa
Menemukan hatinya 3x … lagi
Back to **
Dia sgalanya bagiku 2x…
Apa yang terjadi jika ku gagal
Menemukannya

Mantan Kekasih
Eross
Mantan kekasih yang hilang datang
Ungkapkan besarnya penyesalan
Bagaimana dia menghancurkan aku
Percayalah kau tak aku sesali
Awan hitam menghantui langkahmu
Bagaimana mungkin jika itu pilihanmu
Disini tak lagi jadi rumahmu
Ref:
Relakanlah semua… berakhirlah sudah
Dan biarkan bintang…menuntunmu pulang
Bridge:
Kau tak selalu bisa punya yang kau inginkan 2x

Ingin Pulang
Adam
Saat-saat seperti ini
Pintu tlah terkunci
Lampu tlah mati
Kuingin pulang, tuk segera
Berjumpa denganmu
Waktu-waktu seperti ini
Di dalam selimut, harapkan mimpi
Bayangan pulang, tuk segera
Berjumpa denganmu
Ku ingin kau tau
Ku bergetar merindukanmu
Hingga pagi menjelang
Sesaat mata terpejam
Tirai imagi membuka
Semakin ke terlelap
Semakin jelas hangat senyuman
Tak ingin terjaga sampai aku Pulang…
Sesaat mata terpejam
Bintang-bintang menari indah
Iringi langkahmu rangkai mimpi
Yang smakin dalam
Tak ingin terjaga sampai aku Pulang

Kau Kini Ada
Duta
Ku beranjak dari tidurku
Mencoba melukis pagiku
Berharap keajaiban kan datang
Daun tak bergerak
Sang burung terdiam
Menanti senyuman
Berdiri termangu membisu
Apakah yang akan terjadi
Akankah keindahan menyapa
Rumput tak berdesah
Tunduk tak bergoyang
Menanti sentuhan
Berat tuk melangkah
Memulai hari ini
Namun semua itu sirna
Kau kini ada
Reff:
Sebuah kecupan darimu
Cukup membuat duniaku
Terasa kebih terang
Secangkir teh hangat darimu
Cukup tuk awali hari
Terindah dalam hidupku

Pemenang
SO7
Tiba saat kita bangkit
Berlari ke pentas dunia Jatuh dan bangun itu ada
Hal yang biasa terjadi…. Bersiaplah (2x)
Tanpa pandang warna kulit
Atau belahan dunia
Semua punya kesempatan
Lakukan yang terbaik
Reff:
Bersiaplah (2x)
Berjuang tuk menjadi pemenang
Bersiaplah (2x)
Persaingan di depan semakin berat
Bridge:
Jangan sampai mereka
Jatuhkan nyali kita
Tunjukkan pada mereka
Siapa diri kita

Bingkisan Tuhan
Adam
Jika kau dapat melihat parasmu dari mataku
Jika kau dapat mendengar suaramu dari telingaku
Jika kau dapat menyentuh ragamu lewat jemariku
Akan kau tau pasti dirimu tlah perindah hariku
Jika kau dapat cium aromamu lewat kecupku
Jika kau dapat resapi mimpimu lewat tidurku
Kalau kau mau mencoba meramu hidupmu hidupku
Akan kau tau pasti dirimu tlah perindah hariku
Cobalah mengerti…
Kekasih… kau bingkisan tuhan untukku
Sekian lama ku menunggu
Kekasih… ku tergila-gila padamu
Kusajikan bentuk hatiku
Kekasih… dengar janjiku

Terlalu Singkat
Eross
Untaian rasa yang kuselipkan
Semoga mampu tuk meluluhkan
Hati pemilik senyum itu
Berbagai cara akan kucoba
Agar aku takkan kehilangan
Pandangan dari senyum itu
Chorus:
Dan disaat kukatakan… jadi kekasihku
Akan membuat… kau jauh lebih hebat
Reff:
Percaya padaku uu…uu… 2x
Jiwaku untukmu uu…uu…2x
Hidup terlalu singkat
Untuk kamu lewatkan
Tanpa mencoba cintaku

Terjamah Yang Lain
Eross
Seiring meredupnya lilin
Mencari tahu akhir jalanku
Selemah sinar senja punah
Perlahan sakit hatinya mati
Apa yang kan terjadi pastinya kan terjadi
Biar waktu yang menghakimi
Dan aku… akan
Reff:
Terus bertahan mengharapkannya
Menantikannya
Walau pedihnya tak tertahankan
Melihatnya terjamah yang lain
My dear dishya apa yang kau dengar
Saat angin menyentuh hatimu

Cahaya Terang
Sakti
Ketika aku lihat cahaya terang
Aku dapat merasakan kemana kan pergi
Disaat aku injak dunia luar
Aku yakin semuanya akan ku nikmati
Reff:
Takkan pernah aku takut
Takkan pernah aku sedih
Hadapi semua ini…
Ketika aku lihat cahaya terang
Aku dapat menemukan tujuan hidupku
Hilanglah sudah semua masa laluku
Akan kulewati semua dengan hal
Yang Baru
Back to Reff
Aku takkan bisa hidup tanpa
Diri nya
Aku takkan mampu hidup tanpa
Sentuhan nya
Mampu hidup tanpa
Sentuhan nya

Last Pretence
Eross
Aku tak bisa… menghadapimu
Percakapanmu dan pandanganmu
Kerana hatimu… yang telah pergi
Kebekuanmu… melumpuhkanku
Reff:
Berpura-puralah kau masih sehati
Karena slama ini (2x) kau lah yang aku cari
Kekhilafanku… hantarkan kita
Di dua arah yang jauh beda
Nafas terakhir perjuangan kita
Akhiri dengan nada yang indah
Cobalah kau bertahan
Sampai waktunya datang
Back to Reff
Seakan-akanlah kau tetap disini
Karena slama ini (2x) kau lah yang aku cari
June 13, 2006
Berbagai macam prestasi telah ditorehkan grup band Sheila On 7. Mulai dari mencetak penjualan satu juta copy untuk album ‘Kisah Klasik Untuk Masa Depan’, hingga mencapai posisi sebagai band nomer satu di tanah air. Kini, S07 kembali menorehkan prestasi baru, yaitu pecahkan rekor siaran di 107 radio.
“Kita percaya album ini bagus dan kita pengen satu Indonesia denger, “ ujar Adam, bassist S07 di studio JDFI, Jumat lalu (9/6). Siaran 107 radio ini dalam rangka mempromisikan album baru mereka ‘507’. Selanjutnya, S07 berniat menciptakan rekor-rekor baru. “Pasti! dengan album yang lebih heboh, S07 akan membuat rekor baru,” ungkap Eross, gitaris S07 mantap. Apakah termasuk rekor gonta-ganti personil?
“Ya enggak ada itu,” jawab mereka kompak. Kepergiaan Anton dan Sakti cukup ‘memukul’ SO7. Dimasa mendatang mereka tidak ingin mengalaminya lagi. Kini S07 mencoba ‘bangkit’ dan merebut posisi mereka dari band-band baru.
“Jangan sampe kita mengeluarkan album yang enggak maksimal, selanjutanya terserah masyarakat Indonesia,” ucap Duta.
Keempat ‘Pejantan tangguh’ ini yakin kalo S07 masih ‘Pemenang’. Sesuai dengan judul single terbarunya. “Sekarang masih pemenang kok,” ucap Adam yang diamini oleh rekan-rekannya.
Melalui 107 Radio itu, S07 memcoba ‘membangun’ kembali kerjaan Sheilagank. Merangkum massa yang lama tak ‘dijamu’ oleh musik khas S07. Seperti juga awal kisah S07, mereka menapaki karir dari radio. Single ‘Kita’ berjaya di radio Jogja, dan kemudian menjadi hits. Nama S07 pun makin berkibar, hingga kini.
June 12, 2006
Grup band asal Yogyakarta, Sheila On 7 (SO7) tidak lupa dengan kampung halamannya. Sebagai wujud kepeduliannya terhadap gempa yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya, Sony BMG selaku produser dan SO7 sepakat untuk menyisihkan Rp 100 juta dari hasil penjualan album terbaru SO7, 507.
"Tidak hanya itu, sebelumnya kami dan segenap kru, manajemen serta teman-teman dekat Sheila mengadakan bakti sosial berupa pembagian sembako, tenda, tikar, lampu, dan lainnya di Kecamatan Pundong dan Patalan, Kabupaten Bantul. Bahkan, markas SO7 yang berada di Jalan Kaliurang, Studio Lahaneross pun dijadikan posko untuk penerimaan dan penyaluran bantuan," kata Duta, vokalis SO7 sebelum konser amal "10 Tahun Sheila On 7" di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (7/6) malam.
Dalam konser amal tersebut, SO7 dengan formasi terbarunya, Akhdiyat Duta Modjo sebagai vokalis, Adam Muhammad Subarkah (bas), Eross Candra (gitar), dan Brian Kresno Putro (dram) tampil dengan musik ciri khas SO7, menghentak dan terkadang slow. Sebanyak 13 lagu dibawakannya, termasuk beberapa lagu dari album 507.
Di tengah-tengah konser, Sheila menawarkan 5 lagu lawasnya untuk dilelang kepada penonton, yaitu Dan, Sephia, Tunggu Aku di Jakarta, Berhenti Berharap, dan Itu Aku. Lagu Dan yang diambil dari album perdana SO7 laku Rp 600.000, Berhenti Berharap Rp 550.000, dan Itu Aku laku Rp 1,2 juta. Selain itu, sebuah gitar yang ditandatangani pesonel SO7 juga dilelang dan laku Rp 3 juta. Semua hasil lelang itu, 100 persen disumbangkan untuk korban gempa Yogya.
Dalam konser amal itu, SO7 juga membawakan lagu-lagu dari album baru, 507, di antaranya Pemenang, Mantan Kekasih, dan Terlalu Singkat. Lagu Pemenang telah dipilih FIFA sebagai official song World Cup 2006 untuk diedarkan di Indonesia.
Sementara itu, Senior A&R Director Sony BMG Music Entertainment Indonesia, Jan Jan N Juhana mengatakan, menandai peluncuran album 507, Sheila On 7 akan memecahkan rekor MURI dengan mengadakan Break The Record for Yogya Talk Show serentak di 100 radio di 51 kota di Indonesia. Pilihan judul pada album terbaru itu, 507 menunjukkan sesuatu yang simpel dan mudah diingat. Apalagi, angka tersebut mirip dengan singkatan Sheila On 7, SO7.
Secara keseluruhan, album 507 tampil dengan kesegaran baru. Konsep musik yang ditampilkan fokus pada kekuatan mengolah lagu seperti pada awal-awal pemunculannya 10 tahun lalu. "Isitlahnya Sheila back to roots or back to basic-lah," kata Jan

Duta vokalis Sheila On 7, sedang beraksi dalam konser amal untuk menggalang dana bagi korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah, di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu, (7/6). Grup band Sheila On 7 (kiri atas) dengan formasi terbarunya, Brian (dram), Eross (gitar), Adam (bas), dan Duta (vokal). [Foto: Ruht Semiono]
KUMPULAN muzik dari Indonesia, Sheila On 7, telah melancarkan album terbaru mereka, 507 awal bulan ini.
Album 507 memuatkan 11 lagu dan adalah album yang kelima daripada kumpulan itu sejak ia ditubuhkan 10 tahun lalu.
Dalam album 507 ini, kumpulan tersebut telah menyelitkan sebuah lagu khas bagi Piala Dunia 2006 yang sedang berlangsung sekarang.
Lagu berjudul Pemenang turut memuatkan sorakan penonton bagi menghidupkan suasana perlawanan bola sepak! Hai, nampaknya kumpulan yang berasal dari Yogyakarta itu juga dilanda demam bola sepak!
June 11, 2006
507. Sori, kali ini kita tidak sedang membicarakan seri merek celaNA jins terkenal. Ini adalah judul album Sheila on 7 (SO7), band asal Yogyakarta, yang paling baru. Setelah vakum hampir dua tahun, band ini kEMbali meramaikan musik pop Indonesia.
Dua tAHun sebenarnya cukup singkat, tapi dalam industri musik di negeri ini perubahannya cepat sekali terjadi. Band-band baru muncul dan langsung jadi idola. Hasil penjualan albumnya pun meninju langit.
SO7 sadar betul dengan kondisi seperti itu. Beruntung mereka punya momen bagus. Salah satu lagunya, Pemenang, masuk album resmi Piala Dunia. "Menurut kami, itu kesempatan baik karena nggak semua orang bisa mendapatkan," kata Eross Candra, 27 tahun, leader band ini.
Tapi tentu saja itu tidak cukup. Persaingan yang sudah sedemikian sengit tak pelak membuat mereka harus bekerja lebih keras, termasuk dengan menyambangi berbagai stasiun radio untuk berpromosi. Tak ada pilihan lain memang, meski sebenarnya dalam beberapa tahun terakhir SO7 tergolong grup laris.
Nah, apa saja yang baru dari album ini? Dengan Eross Candra, Tempo banyak berbincang. Pacar pesinetron Leony V.H. ini menjawab pertanyaan dengan serius tapi diselingi humor. Berikut ini petikannya.
Lama vakum, ngapain aja, sih?
Kebanyakan tur dan anggotanya banyak yang kawin lalu punya anak.
Apa yang baru dari album ini?
Dulu, kami lebih fokus ke lirik dan lagunya. Sekarang, kami keluar pakem. Lebih menitikberatkan pada aransemen dan bereksperimen bermusik. Album ini merupakan bentuk pendewasaan bermusik kami. Kalau dulu banyak musik yang didengarkan, lalu kami masukkan semua. Sekarang, lebih selektif, lebih bijak.
Ada pengaruh dari perubahan personel?
Biasa saja. Penyesuaian dan peralihannya pun sama saja. Dari teman sekolah, kami sekarang menjadi profesional. Soal personel yang keluar, harus disikapi dengan bijak.
Sebagai motor di SO7, Anda juga yang mengkoordinasi semua personel?
Nggak juga. Semua punya hak yang sama. Di musik pun begitu. Kalau ada yang punya lagu bagus, ya, digarap bareng-bareng.
Sekarang banyak grup baru yang langsung jadi idola. Merasa tersaingi?
Dulu sih iya. Sekarang, nggak-lah. Adanya band baru dengan lagu bagus lalu mereka menjadi terkenal, berarti penikmat musik Indonesia masih suka musik Indonesia. Itu justru bisa jadi ukuran bahwa siapa pun yang lagunya bagus bisa diterima.
Dari banyaknya band baru, siapa yang Anda suka?
Siapa, ya? Nidji. Aku suka suaranya, musik mereka. Dan aku sudah kenal mereka sebelum bikin album. Samsons, aku juga suka. Mereka membawa sesuatu yang baru untuk musik Indonesia.
Anda dikenal cepat dalam menulis lagu. Berapa lama kalau buat lagu?
Cepet, kok. Seringnya cuma 15 menit sampai 1 jam. Kalau lebih dari 2 jam, malah biasanya aku tinggalin. Setelah itu, baru bisa bikin lagu.
Siapa yang paling berpengaruh dalam karier Anda?
Alam semesta. Maksudnya, feedback dari orang-orang sekitarku. Karena dari mereka timbul perasaan sedih atau senang. Jadi aku bisa dapat inspirasi untuk bikin lagu.
Kalau di dunia ini nggak ada gitar, kira-kira Anda jadi apa?
Mungkin aku jadi kriminal atau preman yang kerjanya nongkrong-nongkrong.
Dalam sehari pernah nggak main gitar?
Pernah. Kalau di perjalanan yang memakan waktu seharian penuh. Nggak bisa main gitar karena capek. Boro-boro megang gitar, mendingan tidur.
Pernah lupa sama lagu sendiri?
Pernah. Kalau kecapekan jadi blank.
Di rumah punya berapa gitar?
Sekarang tinggal 30-an, sebelumnya 50-an. Sebagian aku jual karena gempa kemarin. Bencana Yogya telah mengubah sudut pandangku terhadap koleksi. Kalau dulu koleksi untuk jangka panjang dan kesenangan batin. Tapi, pas ada gempa, aku berpikir ngapain disimpen kalau aku nggak bisa pakai. Jadi aku sekarang pingin beli tanah aja yang harganya semakin naik.
Waktu gempa kemarin, Anda lagi di mana?
Aku lagi tur di Kalimantan. Stres berat karena telepon ke rumah nggak nyambung-nyambung. Pas sore hari baru bisa ngobrol. Mama dan adik-adikku yang tinggal di Kaliurang baik-baik saja.
Masih susah mandi?
Masih. Tapi sekarang lihat kondisi. Kalau di rumah aja dan nggak ngapa-ngapain, bisa nggak mandi. Apalagi kalau dingin.
Kalau mau ketemu Leony (pacar Eross)?
Ya, diusahakan mandi dulu, he-he-he….
Sekarang lagi senang musiknya siapa?
Nggak ada, deh. Paling cuma dengar sekali-dua kali. Lebih sering dengar lagu-lagu lama David Bowie atau Queen. Bukan karena lagu-lagu sekarang nggak bermutu, ya. Tapi karena musik-musik zaman dulu sering aku denger. Jadi sudah mengakar dan jadi kebiasaan. Kalau lama nggak denger musik itu, rasanya gimana gitu.
Kalau nggak jadi pemusik, kamu bakal jadi apa?
Penerusnya Bruce Lee. Aku dulu pernah ikut taekwondo sampai ban kuning strip. Tapi kalah terus kalau berantem karena badanku kecil. Ada juga yang memprediksi aku bakal ngikutin jejak bapakku yang pembalap motor. Padahal, aku naik motor, kenceng aja takut. DA Candraningrum
koran
June 10, 2006

indosiar.com, Jakarta - Nama grup asal Yogyakarta ini sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Meski musiknya kerap dituding pas-pasan, penampilan sederhana dan menghibur membuat nama Sheila on 7 mampu bertahan di blantika musik Indonesia hingga saat ini.
Kali ini, grup yang divokalutamai oleh Duta tersebut kembali beraksi dalam rangka promosi album 507, dan penampilan mereka bisa disaksikan di Indosiar! Gaya promosi yang dilakukan cukup unik, pasalnya Sheila on 7 menggunakan media 100 stasiun radio untuk tampil.
Dalam tayangan spesial kali ini, mereka bakal membawakan sejumlah lagu andalan yang diambil dari album 507 (dan tentunya sekaligus sebagai debut pertama mereka di televisi) seperti Radio, Mantan Kekasih, dan Terlalu Singkat.
Untuk masalah setting panggung, Sheila on 7 juga menghadirkan terobosan di penampilan live kali ini. Pasalnya, mereka direncanakan bakal tampil di dua panggung dengan dua gaya berbeda, yang pertama tampil dengan band penuh sementara yang kedua adalah secara akustik.
Karena dijamin pasti seru, jangan sampai Anda melewatkan tayangan spesial 1 Jam Bersama Sheila on 7 yang ditayangkan pada hari Minggu 11 Mei 2006 mulai pukul 22.00 WIB. Ingat lho, cuma di Indosiar ya………
Saksikan launching album terbaru dari Sheila On 7, 507, di Indosiar. Siaran langsung tersebut bakal ditayangkan secara live pada hari Minggu 11 Juni ‘06 pukul 22.000 WIB. Sheila On 7 tampil dengan full-orkestra dengan kekuatan 10 string dan 5 brass dari Sa’unine.
Dalam kesempatan ini, Sheila On 7 juga akan memberikan sumbangan Rp. 100 juta lewat Kita Peduli Indosiar. Sumbangan tersebut adalah hasil dari penjualan album 507 yang akan diserahkan oleh Managing Director PT. SONYBMG Indonesia, Bp. Toto Widjojo kepada Direktur Indosiar Karya Media, Bp. Soejatna Soenoesobrata.
Sheila On 7 juga akan dianugrahi penghargaan dari museum rekor Indonesia, MURI, atas keberhasilannya menciptakan rekor baru siaran langsung di lebih 100 radio di Indonesia. Penciptaan rekor baru tersebut telah dilakukan Jum’at (9/6) silam. Penyerahan anugrah tersebut akan dilakukan pada acara yang bertajuk Semua Ada di 507 hanya di Indosiar.
9 Juni 2006 akan menjadi tanggal bersejarah bagi Sheila On 7. Bertempat di Studio JDFI, Ratu Plaza Office Tower, Lt 19 Jakarta, mulai pukul 16.00 – 17.00 WIB sebuah perhelatan penting digelar oleh Eross, Duta, Adam, dan Brian. Selama satu jam mereka mengudara dalam talkshow yang disiarkan secara serentak di 100 radio di 51 kota di Indonesia.
Siaran langsung 100 radio ini bertajuk Break The Record For Yogya diadakan untuk memperkenalkan lagu-lagu terbaru dalam album terbaru Sheila On 7, 507. Event ini akan dipandu oleh dua host dari Radio Prambors, Panda dan Oki. Mereka akan mengajak SheilaGank berinteraksi dengan para personil Sheila On 7 secara langsung.
Selain itu, Sheila On 7 mencoba mengajak pendengar Break The Record For Yogya ini untuk peduli terhadap korban gempa yang menimpa orang-orang di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Sheila On 7 dan SONYBMG secara khusus memberikan sumbangan uang tunai sebesar Rp 100 juta dari hasil penjualan album 507.
Seremoni peluncuran album 507 milik Sheila On 7 akan diadakan pada tanggal 11 Juni 2006. Peluncuran album ini akan mengudara secara nasional lewat stasiun TV Indosiar pada pukul 22.00 WIB. Sheila On 7 akan tampil pol-polan dengan menggiring 10 pemain string dan 5 pemain brass ke atas pentas. Membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya dan empat buah lagu terbaru dari albumnya. Persiapan untuk konser kali ini sudah dilakukan satu bulan lebih dan sebagai pemanasannya Sheila On 7 telah menggelar konser di Hard Rock Café, Rabu silam, dan siaran radio marathon 100 radio pada Jum’at 9 Juni.
Launching album Sheila On 7 ‘507’ ini patut disaksikan. Karena lagu-lagu lagendaris seperti Seberapa Pantas, Anugrah Terindah Yang Pernah Kumiliki, Dan, Shepia, Kita dan Melompat Lebih Tinggi akan dibawakan disini. Aransemen dari lagu-lagu tersebut dibuat sedikit berbeda dan tampil lebih megah dengan hadirnya orkestrasi dari Sa’unine.
Catat tanggalnya dan jangan lewatkan, Minggu 11 Juni 2006 pukul 22.00 WIB. Hanya dilayar kaca Indosiar.
Rabu malam, 7 Juni 2006, Sheila On 7 menggelar konsernya yang bartajuk "10 Tahun Sheila On 7 Untuk Jogja dan Sekitarnya". Konser ini ditujukan untuk menggalang daNA bagi korban bencana di Jogja dan sekitarnya. Cara yang ditEMempuh Duta, Eross, Adam dan Brian ini terbilang cukup unik dan mengundang simpatik. Sheila On 7 melelang lima buAH lagunya dan sebuah gitar kepada penonton yang menyesaki Hard Rock Café Jakarta. Hasilnya, Dan (Rp. 600.000,-) dan Berhenti Berharap (Rp. 550.000,-) menjadi lagu pemenang lelang dan langsung dibawakan dengan manis oleh Sheila On 7.
Lelang dramatis terjadi saat perebutan lagu Itu Aku dan Sephia untuk dimainkan. Awalnya, Sephia memimpin bursa lelang hingga angka Rp. 1.000.000,-. Lalu seorang anak muda yang mengaku sebagai SheilaGank asal Jakarta mematahkan harapan pengunjung konser untuk menikmati lantunan Sephia dengan menawar lagu Itu Aku seharga Rp. 1.200.000,-. Gitar akuistik lengkap dengan tanda tangan personil Sheila On 7 pun menjadi rebutan pelelang. Persaingan cukup sengit untuk bisa memboyong gitar akuistik Sheila On 7 ini diakhiri dengan harga lelang Rp. 3.000.000,-.
Konser di Jakarta ini memang mengundang SheilaGank dan sejumlah jurnalis dari media cetak, radio dan TV. Konser yang sekaligus syukuran satu dasawarsa Sheila On 7 ini diiringi dengan launching album terbaru mereka bertajuk‘507’. Tampak diantara pengunjung konser yang hadir semalam adalah Leony dan seorang pengamat musik, Bens Leo.
Total hasil lelang dari konser ini akan langsung disalurkan ke saudara-saudara kita di Jogja dan sekitarnya. Sampai saat ini, Studio Lahaneross milik Eross masih menjadi posko penyaluran sumbangan untuk korban bencana. Sekali lagi, terima kasih SheilaGank! Yyuuuuk..

Kapanlagi.com - Apa yang ditunggu Eross Chandra pada diri Leony, selain cinta yang sudah ditangan, dengan sabar maestro SO7 ini menunggu Leony kelar kuliah, baru akan dilamar.
Bagi Eross dan Leony pernikahan adalah bagian dari komitmen dan Leony yakin akan kesabaran Eross.
"Aku cinta dengan Eross karena kepribadiannya bukan karena dia pintar buat lagu."
Pernyataan itu sekaligus menepis berita yang mengatakan kalau Leony dekat dengan Eross untuk mengkatrol karir nyanyinya. Kalau hanya itu yang dicari mungkin Leony bisa berkilah masih banyak musisi yang lebih keren dari Eross.
"Aku tunggu dia sampai selesai kuliah," tegas Eross di Hotel Spark, Jumat dini hari, (09/06) seusai manggung bareng dengan Leony. Dan itu disebut Leony sebagai kolaborasi aneh. Karena sifatnya yang dadakan.
"Dengan pedenya aku tunjuk Eross untuk mengiringi aku nyanyi padahal tidak ada persiapan”jelas Leony.
Cintanya Eross ke Leony juga tidak hanya sebatas ucapan saja, Eross bahkan mendedikasikan lagu ‘Terlalu Cinta’ untuk Leony, yang ada dalam album terbaru ‘5O7′.
"Tapi lagu merupakan bagian dari kreasi seorang seniman terhadap apa yang dilihat dan dirasa. Lagu juga merupakan feedback hidup si pencipta walau itu sedikit," ujar Eross tentang lagu ‘Terlalu Cinta’ dan yang penting bagaimana lagu tersebut menghasilkan uang," selorohnya.
June 9, 2006
Apa kabar drummer Anton Widiastanto, yang tinggal di Yogyakarta? Apa yang dilakukan oleh Anton ketika teman-temannya dari bekas bandnya, Sheila on 7 (So7), sibuk menjalani promosi album baru dan mengumpulkan dana bantuan untuk Yogyakarta dan sekitarnya?
Ternyata, ketika banyak orang lain di kota tersebut panik karena diguncang gempa bumi 5,9 Skala Richter pada 27 Mei lalu, Anton malah naik ke atap rumahnya dan membuat rekaman video aktivitas Gunung Merapi. Kok?
"Tadinya, aku lagi tidur. Karena gempa, aku terbangun. Kaget sih, tapi enggak sampai panik," cerita Anton kepada KCM. "Aku kira gempa itu gara-gara Merapi. Merapi kan lagi suka ngeluarin awan panas dan lava. Jadi, aku langsung naik ke atap rumahku dan ngesyut Merapi," sambungnya. "Aku enggak tahu bahwa gempa itu dari bawah laut," imbuhnya.
Ceritanya lagi, sejak Gunung Merapi aktif, ia memang menyiagakan handy cam-nya agar setiap saat bisa digunakannya untuk mengabadikan kegiatan Gunung Merapi.
Rumah dan studio musik Anton berada di Purwomartani, Kalasan, Yogyakarta. Setelah tidak lagi menjadi personel So7, sejak Oktober 2004, ia lebih banyak berada di rumah sekaligus studio musik tersebut. "Aku lebih banyak kerja di studio, menjadi music director untuk band-band indie lokal, yang sedang bikin album dan baru mau masuk ke industri musik," ungkapnya.
Bangunan milik Anton itu aman-aman saja, tidak sedikitpun retak. Tapi, tak demikian dengan rumah ibu dan bapaknya di Bantul. Dindingnya sedikit retak dan sebagian lantainya amblas. Maka diungsikanlah orangtuanya ke rumahnya. "Sekarang mereka sudah kembali ke rumah mereka," ujarnya.
Sebagai warga Yogyakarta, Anton juga tak bisa tinggal diam melihat kondisi mengenaskan di kotanya. "Selama tiga hari sesudah gempa pertama, aku sendirian bawa bantuan ke Bantul. Beras, air bersih, mi instan, baju," kenangnya. "Aku sendirian karena teman-temanku, pemusik-pemusik indie itu, pergi keluar Yogyakarta, mengungsi, gara-gara gempa. Malah, ada yang pulang kampung dulu ke Kalimantan," sambungnya.
Ketika kubah lava bagian selatan Gunung Merapi gugur pada Kamis (8/6) pagi, Anton sedang mengemudikan mobilnya menuju sebuah hipermarket di Yogyakarta. "Aku enggak sempat ngesyut. Aku malah menonton beritanya di pesawat televisi di mobilku. Handy cam-ku ada di rumah," katanya.
Setelah gempa itu, kegiatan di studionya mengendur. "Banyak pemusik yang mau menggarap album di studioku masih mengungsi ke luar Yogyakarta," ungkap Anton, yang ingin membuat band lagi, tapi belum menemukan pemain-pemain lainnya yang pas.
Lagu berjudul ‘Pemenang’, khusus disajikan untuk menyambut Piala Dunia 2006.
Tiba saat kita bangkit
Berlari ke pentas dunia
Jatuh dan bangun itu ada
Hal yang bisa terjadi … Bersiaplah (2X)
(lagu Pemenang)
Satu dasawarsa lamanya Sheila on 7 (So7) telah berkarya dikancah musik Indonesia. Di usianya yang ke-10, grup band asal Yogyakarta ini kembali melahirkan album terbarunya yang bertajuk 507. Lewat album kelima ini, grup band yang akhir-akhir ini sempat ‘tenggelam’ di kancah persaingan musik di Tanah Air ini mencoba kembali bangkit.
Album 507 yang menjagokan dua tembang hit-nya, yakni, ‘Mantan Kekasih’ dan ‘Pemenang’ ini menawarkan sebuah kesegaran baru. Meski begitu, konsep musik yang ditonjolkan pada album teranyar ini masih fokus pada kekuatan mengolah lagu seperti debut So7 meraih simpati dari publik di Indonesia.
Tampaknya, So7 yang akhir-akhir terseok-seok di tengah persaingan yang kian ketat mencoba back to roots atau back to basic. Senior A&R Director SonyBMG Music Entertainment Indonesia, Jan N Djuhana, mengatakan, yang sedikit membedakan album teranyar So7 dengan album sebelumnya adalah energi penjiwaannya lebih fokus pada soul lagu-lagunya. Bagi vokalis So7, Duta, album terbaru ini merupakan salah satu album yang cukup berkesan secara emosional. Alasannya, cara So7 mengungkapkan tembang-tembangnya lebih spesial dibanding album-album terdahulu. ‘’Itu semua karena situasinya sudah sangat berbeda,'’ imbuh Duta.
Maklum saja, pada album kali ini, So7 memiliki personel baru yakni Brian Kresno Putro. Itu terjadi, setelah gitaris So7, Sakti menyatakan mundur dari grup musik ini. Kehadiran personel baru ini seakan membuat visi So7 menjadi lebih dewasa. Hal itu, tergambar pada aransemen dan penulisan lirik di album ini.
Tak cuma itu, menurut Duta, album kali ini juga terbilang amat personal bagi So7. Album ini memang bercerita tentang hubungan antarpersonel dan pengalaman batin yang dirasakan awak grup band ini. Di bagian akhir, album ini Eross mencoba mencipta lagu berjudul Last Pretence. Lirik lagu ini menceritakan situasi So7 sebelum ditinggalkan salah seorang personelnya. Secara keseluruhan album yang dikerjakan di Studio Lahaneross — studio milik pribadi Eross ini — berisi 10 lagu. Ke-10 tembang yang disajikan untuk para penggemar So7 ini antara lain: Radio, Mantan Kekasih, Ingin Pulang, Kau Kini Ada, Pemenang, Bingkisan Tuhan, Terlalu Singkat, Terjamah yang Lain, Cahaya Terang dan Last Pretence.
Salah satu tembang berjudul ‘Pemenang’, khusus disajikan untuk menyambut gebyar Piala Dunia 2006. Bahkan, lagu yang mengobarkan semangat dan jiwa sportivitas itu malah terpilih pleh FIFA 2006 sebagai official song khusus untuk menyambut ‘demam sepak bola’ di Indonesia.
Selain itu, lagu ‘Radio’ merupakan lagu yang paling berbeda dari lagu-lagu So7 yang pernah ada. Lagu yang membuka album teranyar ini mencoba tampil modern dengan sentuhan new wave ditambah dance. Sedangkan, ciri khas, So7 begitu kuat terpancar dari tembang ‘Mantan Kekasih’. Tak heran, bila banyak orang yang menilai, tembang unggulan di album ini sangat So7 banget.
Akankah album ini mampu mengangkat So7 kembali ke puncak tangga musik di Tanah Air? Meski persaingan kian ketat, namun personel So7 yang terdiri dari Duta, Eross, Adam, dan Brian tampaknya cukup optimis albumnya ini bakal meraih sukses.'’Hati-hati aja deh buat yang lagi laku sekarang,'’ papar Duta sembari tersenyum.
Duta juga mengungkapkan, soliditas personel So7 pun kini semakin bagus. ‘’Buktinya, kita masih bisa bikin album,'’ imbuhnya. Ia pun menegaskan bahwa musik So7 terus naik. Terlebih, dengan hadirnya Brian sebagai personel baru diharapkan dapat memberi semangat dan motivasi baru bagi So7 untuk meraih puncak kejayaan yang pernah diraih beberapa tahun silam.
Optimisme serupa juga diungkapkan Senior A&R Director SonyBMG, Jan N Djuhana. Menurut dia, sepanjang sejarah musik Indonesia, So7 merupakan satu-satunya band yang pernah membukukan angka penjualan per album di atas satu juta kopi untuk tiga bulan berturut-turut. ‘’Ini jelas prestasi yang sangat membanggakan,'’ ungkapnya.
Bagi SonyBMG, group band ini masih menunjukkan potensi sebagai band yang kuat. Terlebih, dalam materi album terbarunya kali ini, So7 menawarkan lagu-lagu kuat untuk menjadi hit. Pihaknya berharap album ini dapat diterima secara luas oleh penggemar So7.
Akankah album S07 kali ini mampu menjadi magnet yang mampu nyedot perhatian publik, seperti saat S07 berjaya dulu? Kita nantikan saja, perkembangannya.
June 8, 2006
Kapanlagi.com - Semenjak menikah tahun 2003 lalu, rumah tangga Duta ‘Sheila On 7′ dan Adelia Lontoh tergolong cukup sepi dari gosip. Padahal, keduanya jarang tampil bareng. Duta , yang ditemui KapanLagi.com, Rabu (7/05) malam, di Hard Rock Café, mengaku bahwa rumah tangganya baik-baik saja.
"Adelia sekarang lagi nerusin kuliah dan ngurus anak-anak. Dia sudah pamit untuk tidak syuting lagi," ujar Duta.
Ia menambahkan, sejak kami pacaran, Adelia sudah ingin meninggalkan sinetron. Alasannya, ia merasa kurang ‘PeDe’ di sinetron. Apalagi sekarang sudah punya anak. Dia lebih seneng bersama anak-anak.
"Aku sebenarnya nggak memaksa dia harus di rumah, tapi karena dia yang milih gitu, ya aku harus menerima," terang Duta.
Masih kata Duta, sikap Adelia yang paling membuat Duta kalangkabut adalah sifat cemburu sang istri. Menurutnya, Adelia sering cemburu ketika melihat Duta bersama mantan pacar. Alasannya, Adelia masih tidak suka ada wanita yang mendekati duta.
"Aku kira wajar aja kalau isteri cemburu, karena suaminya deket cewek lain, berarti dia cinta," kata Duta.
Kapanlagi.com - Kepergian salah satu personel SO7, Sakti, memang tidak ’seheboh’ saat grup yang digawangi Eross, Duta dan Adam ini ditinggal oleh drummer mereka, Anton.
Namun demikian, anak-anak asal Jogja ini tak bisa untuk mencari pengganti posisi untuk Sakti. Mereka tetap memberikan space bagi Sakti untuk kembali bergabung dengan band yang terbentuk pada 10 tahun lalu itu.
Pernyataan ini diungkapkan oleh Adam, bassist SO7. Menurutnya, andai Sakti masih punya greget, SO7 tetap akan memberikan tempat yang dulu dia tinggalkan.
"Dan sementara ini kami tidak memikirkan untuk mencari penggantinya. Sekarang ini kami tinggal berempat dan ini menjadi karakter SO7 yang sekarang," tandas Adam di Hard Rock Café, Rabu (7/7).
Sementara motor SO7, Eross pun mengatakan bahwa pergantian atau apapun namanya merupakan pembentukan karakter SO7 yang baru, setelah keluarnya dua original member.
"Sheila sekarang ini menuju ke arah yang lebih profesional dalam penggarapan sebuah album. Istilah jawanya, kami sekarang lebih ‘saklek’."
"Semua bertanggung jawab terhadap porsi kerjaannya masing-masing. Dan kalau berbicara masalah karya, ini menjadi lebih relatif. Dulu, Sheilla buat musik yang simple, kemudian rumit dan kini simple lagi. Yang terpenting sekarang ini di Sheilla hubungan kerja berdasarkan profesionalitas," papar pacar Leony ini yang diamini oleh Duta.
Ditambahkan pula oleh Duta, bahwa masuk dan keluarnya personil di tubuh SO7 adalah sesuatu yang wajar dalam proses seleksi alam. Demikian juga halnya dengan masuknya Brian yang mengantikan posisi Anton.
Masuknya Brian, dinilai Duta juga berdasarkan pada karakter yang dipunyai oleh Brian dalam memainkan stick drum.
“Seperti yang dibilang Duta, disini mereka memberikan kebebasan kepada saya untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan karakter saya di aransemen sektor drum," ungkap Brian.
Biar sudah ditinggal pergi oleh Sakti saNg gitarisnyA, ditambah gEMpa yAng melanda kampung Halaman mereka, bikin Sheila on 7 nggak lantas kecut dan mundur dari dunia musik, guys. Malahan kemarin mereka sudah merilis album baru yang bertajuk 507. Wah, semangat banget nih!
Masih berasa kurang heboh?, besok (09/06) Sheila on 7 juga berencana untuk mengudara ke seluruh penjuru Indonesia lewat 100 stasiun radio selama satu jam. Tapi ternyata acara ini nggak cuma buat heboh-heboh aja loh.
Mereka bikin acara ini buat Kampung halaman para personil Sheila On 7, Yogyakarta, memang tengah berduka akibat bencana gempa. “Harapan kita, semoga apa yang kita lakukan ini dapat menginspirasi orang untuk berbuat lebih baik,” harap Adam.
Makanya gelaran ini diberi nama bertajuk Sheila on 100 - Break the Record and for Yogya’ ini So7 yang akan membawakan dua single barunya secara akustik. So, be there to hear their music, ya…!
Lelang sejumlah lagu dan sebuah gitar yang diadakan oleh Sheila on 7 (So7) dalam sebuah konser mereka pada Rabu (7/6) di Jakarta telah menghasilkan Rp5,35 juta untuk membantu memulihkan Yogyakarta dan sekitarnya, yang diguncang gempa 5,9 Skala Richter pada 27 Mei lalu.
Konser di Hard Rock Cafe Jakarta itu, oleh grup yang kini terdiri dari Akhadiyat Duta Modjo (vokal), Eross Candra (gitar), Adam Muhammad Subarkah (bas), dan Brian Kresno Putro (drum) tersebut ditujukan untuk merayakan ulang tahun ke-10 grup itu, mengumumkan peredaran album baru mereka, 507, sekaligus menggalang dana bantuan untuk Yogyakarta dan sekitarnya.
So7 memang telah mencapai usia 10 tahun. Grup tersebut lahir di Yogyakarta pada 6 Mei 1996. Dalam perjalanan selama itu, mereka sudah mengeluarkan album-album Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan, 07 Des, Pejantan Tangguh, dan album baru 507, serta album soundtrack film layar lebar 30 Hari Mencari Cinta dan sebuah album the best.
Mereka juga telah kehilangan dua personel, yaitu Anton Widiastanto (drum) pada Oktober 2004 dan Saktia Ari Seno (gitar) pada April 2006. Anton dikeluarkan dengan alasan tak lagi dapat mengikuti aturan main dan visi So7 dalam bermusik, sedangkan Sakti memilih meninggalkan teman-temannya untuk mendalami agama.
Posisi yang tadinya ditempati oleh Anton segera diisi oleh Brian selaku drummer pendukung yang menggantikan Anton. Pada 2005, akhirnya Brian diangkat menjadi personel tetap So7.
Di lain sisi, So7 belum mau menggaet pemain lain untuk menjadi additional guitarist apalagi personel tetap pengganti Sakti. Keterlibatan terakhir Sakti adalah pada pembuatan album 507.
Asal tahu saja, album itu tidak melulu berisi lagu-lagu karya Eross. Sakti juga membuat Cahaya Terang untuk album tersebut. Lagu itu bercerita tentang pengalaman batinnya memelajari agama. Sementara itu, dari Adam ada Ingin Pulang dan Bingkisan Tuhan, serta dari Duta ada Kau Kini Ada.
Dalam konser ulang tahun ke-10 So7 dan pengumuman rilis album 507, Duta, Eross, Adam, dan Brian, dibantu oleh seorang pemain keyboard dari luar So7, menyajikan sejumlah lagu dari album-album lama dan album baru.
Mereka membuka aksi dengan lagu lama Pejantan Tangguh. Lalu mereka melanjutkannya dengan sederet lagu. Sebut saja, Pemenang, lagu baru karya Eross untuk menyambut Piala Dunia 2006, lagu lama Bertahan di Sana, dan lagu baru Mantan Kekasih, juga ciptaan Eross.
Dari konser tersebut tertangkap bahwa permainan musik So7 makin matang dan Brian menambah power bagi mereka. Sayangnya, Duta masih suka kedodoran dalam berolah vokal. Ia masih suka sumbang atau tak kuat dalam meniti rangkaian nada.
Dalam konser itu So7 juga melelang lima lagu dan sebuah gitar akustik kepada mereka yang datang dalam rangka menggalang dana untuk membantu memulihkan Yogyakarta dan sekitarnya.
Tiga lagu menghasilkan Rp2,35 juta dari kantong mereka yang menonton konser tersebut. Lagu Dan terjual Rp600 ribu, Itu Aku Rp1,2 juta, dan Berhenti Berharap Rp550 ribu. Sementara itu, gitar akustik bertanda tangan para personel So7 ditawar paling mahal dengan harga Rp3 juta.
Masih dalam rangka membantu Yogyakarta dan sekitarnya, terang Duta, "Sony BMG Music Entertainment Indonesia (perusahaan rekaman yang merilis album 507) akan menyumbang sebagian, Rp100 juta, dari hasil penjualan album baru kami untuk Yogyakarta dan sekitarnya." Makanya, pesan Duta, "Doakan supaya album kami laku."
Sebelum mengadakan konser itu, So7 pun telah membagi rezeki mereka kepada para korban selamat di enam tempat terparah, termasuk di Kecamatan Pundong dan Kecamatan Patalan, Bantul. Sepulang dari tur Kalimantan, pada 2 Juni lalu mereka berkunjung ke Pundong dan memberi bantuan berupa keperluan sehari-hari.
Di samping itu, studio baru mereka, Studio Lahaneross, Kaliurang, yang tak rusak sedikitpun akibat gempa, mereka jadikan posko pengumpul dan penyalur bantuan.
Kapanlagi.com - ‘Itu Aku’, salah satu lagu hits kelompok musik pop alternatif Sheila On 7, meraih harga tertinggi pada lelang yang digelar untuk bantuan dana korban gempa Yogyakarta.
Lagu yang digarap dengan sentuhan musik rap tersebut terjual Rp1,2 juta dalam acara konser mini sekaligus peluncuran album terbaru ‘507′ di HardRock Cafe Jakarta, Rabu malam (07/06).
Pada lelang itu, lima lagu hits Sheila On 7, masing-masing berjudul "Dan", "Sephia", "Tungu Aku di Jakarta", "Berhenti Berharap" dan "Itu Aku", ditawarkan kepada pengunjung dengan harga pembukaan Rp100.000.
Harga tertinggi setelah "Itu Aku" jatuh pada lagu "Sephia" dengan harga Rp1 juta, disusul "Dan" (Rp600.000), "Berhenti Berharap" (Rp550.000). Sedangkan "Tunggu Aku di Jakarta" tidak ada yang menawar.
Selain lagu, Sheila On 7 juga melelang sebuah gitar akustik yang ditandatangani oleh para personilnya, Eross, Duta, Adam dan Brian, dengan harga pembukaan Rp500.000.
Seorang wartawan yang meliput acara menjadi penawar pertama dengan harga Rp700.000, sebelum kemudian harga terus meningkat dan akhirnya terjual seharga Rp3 juta.
Sheila On 7, yang juga berasal dari "kota gudeg", juga memberikan sumbangan sebesar Rp100 juta dari hasil penjualan album "507".
Album tersebut merupakan produk rekaman kelima di luar "The Best of SO7" dan "Soundtrack", dan diklaim sebagai sebuah kilas balik setelah kelompok musik tersebut berkiprah selama satu dekade.
"507" mengandalkan setidak-tidaknya tiga lagu, yakni "Mantan Kekasih", yang disebut Duta secara berkelakar sebagai karya khusus Eross untuk wanita-wanita yang pernah menjadi pacarnya, "Pemenang" dibuat sehubungan Piala Dunia sepakbola, dan "Radio" yang berkisah tentang cinta lewat radio.

HATI Adelia LoNtoh mAsih waswas. Saat Yogyakarta diguncang gEMpa bumi, SAbtu dua pekan silam, Adelia yang memang bermukim di Kota Pelajar itu Hanya tinggal di rumah bersama buah hatinya. Suami Adelia, vokalis Sheila on Seven (So7) Duta Mojo tengah berada di luar kota. Beruntung Sang Pencipta masih melindungi mereka. Meski sempat ikut mengungsi setelah muncul isu ada Tsunami, Adel sekeluarga selamat. "Aku pergi ke rumah kakak sepupu Mas Duta," kisah Adel–begitu Adelia juga disapa.
Adel memang terlihat sangat mandiri sekarang. Perempuan berusia 24 tahun ini sangat cekatan mengurus Aisyah dan Bima al Aiman Mojo. Padahal saat Duta mengumumkan akan menikahi Adel, sebagian kalangan pesimistis perkawinan mereka akan langgeng. Maklumlah ketika mereka mengucap janji sehidup semati pada 23 Juni 2003, usia Duta baru 23 tahun dan Adel 20 tahun. Namun anggapan itu tidak terbukti. "Yang penting komunikasi. Kalau ribut langsung diselesaikan" kata Adel.

Di barak pengungsi Duta masih sempat foto-foto bareng korban gempa. Tapi kok penggemarnya ibu-ibu semua ya?

Eross terlihat selalu bersemangat sepanjang perjalanan mengunjungi 6 dusun di Bantul, Yogyakarta. "Aku senang Leony ikut," ujar Eross seraya melirik tersenyum manis pada Leony.

Brian, drummer baru So7 pun tak mau ketinggalan. "Siap angkat-angkat berat nich. Ayo mana lagi," tandas Brian.

Bantuan gempa mengalir, pacaran jalan terus…

Adam secara simbolik memberikan bantuan kepada kepada desa Klisat, Bantul, yogyakarta. Desa ini menjadi persinggahan terakhir bantuan yang berikan oleh rombongan So7.

Duta pun tak ketinggalan turun tangan. Begitu mobil boks dibuka langsung Duta ambil alih komando menurunkan barang-barang logistik untuk korban gempa.

Mengakhiri acara kerja bakti, So7 ‘ngamen’ menghibur para korban gempa. Pengungsi pun turut bertepuk tangan dan bernyanyi bareng band idola mereka.
HubungaN Leony dAn Erros S07 meMAng bukan raHasia umum lagi. Keduanya terlihat makin mesra. Bahkan Leony enggak cuma deket dengan Erros tapi juga dengan personil S07 yang lain. Seperti saat Sheila menggelar acara baksos di Bantul, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Leony ikut mendampingi mereka.
Begitu juga saat S07 menggelar acara galang dana buat Jogya di Hard Rock Café, Jakarta Rabu (7/6) malam kemarin, Leony juga ikutan hadir. “Kebetulan kita mereka lagi ada acara disini. Terus aku juga lagi break syuting jadi aku temenin, apalagi ini kan acara buat Jogya sekalian dukung Sheila juga kali ya,” ucap Leony.
Meski dekat dengan personil Sheila yang lain, namun pemilik nama lengkap Leony Fitria Hartati ini tak mau mencampuri antara urusan pekerjaan mereka dengan urusan pribadi. Apalagi memikirkan buat ciptain lagu buat mereka. “Sama sekali enggak mikirn deh. Enggak ada yang bisa aku lakukan buat mereka. Paling kasih dukungan doang,” ujar bintang sinetron Ajari Aku Cinta ini.
Diakui oleh Leony, kalo semakin hari ia dan Erros sudah saling mengenal satu sama lain. Jarak antar kota yang memisahkan hubungan mereka tak menjadi kendala. “Paling nyari pulsa yang murah,” celetuk mantan trio vokal Kwek Kwek ini.
Leony yang mengaku serius dengan Erros, belum berani bilang kalo sang gitaris yang udah ciptain banyak lagu ini sebagai soulmatenya. Selama menjalin hubungan, Leony menganggap Erros sebagai inspirasi dalam karir bermusiknya. “Kita jalanin aja dulu. Ujungnya mau kemana kita tinggal ngikutin aja,” tutur penyanyi yang belum punya planning bikin album baru.
Kepopuleran Sheila On 7 (SO7) telah jauh merosot dari sekitar enam tahun lalu. Saat itu, siapa yang tidak hapal dengan lagu macam ‘Kita’, ‘Sephia’, ‘JAP’ dan lainnya. Banyak yang bilang, posisi itu kini ‘diambil’ oleh Peterpan.
Namun, dengan album ‘507’, S07mencoba meraih kembali kejayaannya. “Setiap orang kerja kan, ada obsesi untuk meraih kesuksesan,” tutur Duta, vocalist, ditemui kemarin malam (7/6) di Konser amal di Hard Rock.
Dengan mantap Duta mengatakan, S07 akan berusaha meraih kejayaan, “Iya, Pasti! Tahun ini, usia S07 menginjak 10 tahun. Banyak hal manis-pahit yang sudah dilalui, semua itu tentu menjadi pelajaran bagi Eross, Duta, Adam dan juga Brian personil yang baru bergabung.
“Semua tahu, band gue keadaannya kayak gitu, dengan segala macam cerita dan keadaan orang-orangnya, album kelima ini bisa kelar diusia ke sepuluh, gue rasa itu cukup berat,” curhat Duta.
Seperti yang diketahui, S07 kehilangan dua personilnya, Anton dan Sakti. Kabarnya, Anton pergi secara ‘tidak hormat’, dan Sakti memilih untuk mendalami agama.
“Gue harap enggak ada lagi kayak begitu (ganti personel), gue harap lempeng-lempeng aja, kita bisa menyelesaikan semua masalah,” harap Duta. Untuk itu, SO7 kembali dengan album ‘507’ yang artinya album kelima Sheila On 7. sebagai single andalan, S07 menjagokan ‘Pemenang’. Judul yang menarik, seolah membuktikan kemeNAngan mEreka atas keMelut dalam bAnd, sekaligus motivasi untuk menjadi Pemenang (lagi).
Aksi galang daNA buat Jogya digelar Sheila on 7 di Hard Rock Café Jakarta Rabu (7/6) malam kEMarin. Duta cs ini melelang lagu dan sebuAH gitar yang udah ditandatangani mereka.
Acara galang dana dalam bentuk showcase ini sekaligus syukuran atas dirilisnya album terbaru mereka bertajuk ‘507’. Sederet lagu baru mereka seperti Pemenang yang dibuat Erros buat album piala dunia 2006, Bertahan, Pemuja dan Mantan Kekasih yang liriknya dalam banget.
Sementara tiga lagu lama Sheila diantranya Dan, Berhenti Berharap dan Itu Aku dilelang dengan harga sekitar 2 juta lebih. Sedangkan gitar berhasil mencapai harga 3 juta. Semua dana yang terkumpul akan disumbangan buat kampung halaman mereka yang dilanda bencana gempa.
“Acara ini sebagai bentuk syukur atas rilisnya album kita, terus ada spontanitas amal buat saudara-suadara kita di Jogya. Kita harapakan ada sesuatu yang bisa dimanfaatkan buat mereka dari sini,” ucap Adam usai acara.
Berkaitan dengan album 507, pihak SonyBMG selaku label Sheila juga menyisihkan dana 100 juta dari hasil penjualan album 507 milik Sheila ini buat masyarakat Jogya dan sekitarnya. “Sebagai orang Jogya saya terima kasih pada SonyBMG,” ucap Erros.
Menurut Erros, sejauh mereka pergi kata-kata pulang pasti ke Jogya. Istilahnya, Jogya merupakan perlindungan terakhir buat mereka. “Apalagi orangtua juga hidupnya di Jogya,” ujar pacar Leony ini.
Terpikir oleh Erros untuk menulis lirik lagu tentang bencana yang menimpa kampung halamannya. Namun bukan saat ini. “Nanti kalo keadaan sudah memungkinkan. Saat ini kita lakukan bukti kongkrit dulu deh. Seperti datang ke Bantul kemarin,” terang Erros.
Selain menggelar acara amal, Sheila yang kini berusia 10 tahun rencananya Jumat, (9/6) akan mencatat rekor MURI lewat acara bertajuk “Sheila on 100, Break The Record For Jogya”. Di acara ini, Duta, Adam, Erros, dan Brian akan menggelar talkshow secara serentak di 100 radio di 51 kota.
June 7, 2006

Setelah menyelesaikan tour ‘Jalan Terus’ di 34 kota pada akhir November 2005 lalu, awal Januari 2006 Sheila On 7 kembali ke studio dalam proses rekaman album terbarunya yang bertitel 507. Penggarapan album kali ini dinilai jauh lebih santai, lebih spontan dan lebih efektif secara waktu dalam proses penggarapannya. Mereka berkutat di kampung halaman sendiri, Jogjakarta , walhasil personil Sheila On 7 bisa lebih leluasa mengatur waktu sembari mematangkan kembali karya-karya yang telah mereka buat.
10 TAHUN SHEILA ON 7
Di tahun 2006 ini tepat 10 tahun SO7 berkarir di industri musik. Usia yang menunjukkan kedewasaan para personilnya, termasuk kedewasaan dalam menyikapi arus dinamika industri musik yang selama ini mereka geluti. Kalau flashback ke masa-masa awal SO7, masih kuat di ingatan bahwa wong Jogja ini sukses menjadi band pendobrak pakem musik alternative yang sedang in di akhir tahun 90-an. Mereka tampil percaya diri dengan pakem lagu-lagu ‘manis’, berlirik dasyat, progresif kord yang simple dan gampang digenjreng, sehingga mudah diingat dan gampang dinyanyikan. Tak heran jika album-albumnya pun mendulang kesuksesan terjual jutaan kopi.
Awal Juni 2006, album teranyarnya yang merupakan album ke-5 (diluar dari album The Best Of dan Soundtrack) resmi diluncurkan. Pilihan judul angka menunjukkan sesuatu yang simple dan mudah diingat, apalagi angka ini mirip dengan singkatan dari nama Sheila On 7 sendiri. Secara keseluruhan album ini tampil dengan kesegaran baru. Konsep musik yang dikedepankan fokus pada kekuatan mengolah lagu seperti pada awal-awal SO7 dikenal oleh publik. Istilahnya back to roots or back to basic-lah. Yang sedikit membedakan adalah energi penjiwaannya lebih difokuskan pada soul lagu-lagunya.
“Sepanjang sejarah musik Indonesia , SO7 bisa dibilang satu-satunya band yang berhasil membukukan angka penjualan per album di atas satu juta kopi untuk tiga album berturut-turut. Ini jelas prestasi yang sangat membanggakan. Sampai saat ini mereka masih menunjukkan potensi sebagai band yang kuat, terbukti dari materi album terbarunya ini yang menawarkah lagu-lagu kuat untuk menjadi hit single. Mudah-mudahan albumnya ini dapat diterima secara luas oleh penggemar SO7,” jelas Jan N. Djuhana, Senior A&R Director SONYBMG Music Entertainment Indonesia .
Album Paling Personal
Proses rekaman kali ini berbeda dengan proses rekaman album-album sebelumnya. Sheila On 7 tidak perlu membuat demo terlebih dulu melainkan langsung merekam karya mereka secara bertahap. Tempatnyapun sangat pribadi yaitu di Studio Lahaneross yang tak lain merupakan studio pribadi milik Eross Chandra.
Ini salah satu album yang cukup berkesan secara emosional. Pada album ini, cara Sheila On 7 mengungkapan lebih spesial dibandingkan album-album terdahulu. Karena situasinya sudah sangat berbeda, dan visi para personil Sheila On 7 pada album ini lebih dewasa dibandingkan album-album yang dulu. Mulai dari aransemen dan penulisan lirik sedikit banyak tergambar di lagu-lagu album 507.
Bisa dibilang ini merupakan album Sheila On 7 paling personal, bercerita tentang hubungan antar personil, home-sick karena jadwal tur dan promo yang padat dan pengalaman batin yang tak tergantikan. Coba simak saja lirik lagu “Last Pretence” oleh Eross yang me nc eritakan situasi Sheila On 7 sebelum ditinggalkan salah seorang personilnya. Lalu ada lagu “Ingin Pulang” yang Adam tulis di saat rasa rindunya akan kehangatan rumah mendera di tengah perjalanan tur Sheila On 7. Tak ketinggalan Sakti yang bercerita pengalamannya menemukan kedamaian Tuhan di lagu “Cahaya Terang”. Dan cerita kebahagiaan Duta lewat lagu “Kau Kini Ada ”. Tak hanya bertumpu pada kekuatan lirik, musikalitas jelas mereka kedepankan. Simak saja dalam hit single berjudul “Mantan Kekasih” yang ditampilkan dengan musik yang megah, full orkestrasi string.
Personil Baru, Piala Dunia 2006 dan Optimisme
Pada penggarapan album ini status Brian Kresna Putro tidaklah sebagai additional player melainkan sudah menjadi personil tetap Sheila On 7. Ini mengingat besarnya keterlibatan dan kontribusi Brian mulai pada penggarapan album The Very Best of Sheila On 7 hingga album 507. Diharapkan diangkatnya Brian sebagai personil tetap Sheila On 7 dapat memberikan warna-warna lebih cerah demi kesegaran musikalitas Sheila On 7.
Dalam album 507 ini, Sheila On 7 juga menyertakan sebuah lagu yang mendapat kesempatan untuk berlaga di ajang Piala Dunia 2006. Lagu berjudul “Pemenang” memang dibuat khusus untuk perhelatan empat tahunan yang selalu ditunggu. Lagu yang digarap secara keroyokan ini bercerita tentang semangat optimisme dan jangan parnah menyerah untuk menjadi seorang pemenang. Lagu ini dibawakan dalam tempo medium yang diimbuhi melodi-melodi khas Sheila On 7 dan berpadu dengan efek riuh sorak sorai penonton.
Disimak dari judul-judul lagu di album 507 ini seperti “Pemenang”, “Terlalu Singkat” dan “Bingkisan Tuhan”, nampak sekali optimisme yang tetap dipertahankan Sheila On 7. Meski sudah banyak hal yang mereka lewati, mereka yakin semua ini adalah proses pendewasaan mereka sebagai musisi profesional. Album ini diyakini sebagai refleksi diri Sheila On 7 agar bisa memberikan suatu hal yang berarti nantinya bagi para pendengar musik Sheila. SO7 dengan album barunya ini menjadi eksistensi mereka teguh berdiri menjadi kelompok band sejati.
Tracklist Sheila On 7 – 507
1. Intro
2. Radio (Song & Lyrics by Eross Candra)
Ini dia lagu yang paling berbeda dari lagu-lagu Sheila On 7 yang pernah ada. Tampil modern dengan sentuhan new wave ditambah dance. Lagu cinta dalam bentuk lain, penyampaian isi hati dengan caranya yang unik. Menyampaikan rasa kangen dan rindu lewat gelombang radio. Meski dari dulu sudah ada, tapi tidak banyak yang membahas tentang cinta lewat radio ini, Sheila mencoba mengangkatnya lagi.
3. Mantan Kekasih (Song & Lyrics by Eross Candra)
Inti dari lagu ini, kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang berkehendak. Dalam lagu ini ditegaskan apa yang telah kamu tinggalkan dan apa yang kamu lukai tidak akan bisa memaafkan dan tidak akan bisa menerima kamu meski kamu sudah berusaha menjadi lebih baik. Tetapi jalan yang terbaik itu tidak selalu ada.
4. Ingin Pulang (Song & Lyrics by Adam M Subarkah)
Lagu ini bercerita tentang kondisi ketika sedang diluar rumah -sedang tour, dan disela-sela perjalanan tersebut ada rasa benar-benar rindu dengan rumah dan semua yang ada di rumah. Ingin cepat balik ke rumah, homesick.
5. Kau Kini Ada (Song & Lyrics by Akhdiyat Duta Modjo)
Lagu berirama ceria ini menceritakan tentang orang yang mengeluh dan bosan akan kesehariannya sebagai seorang bujangan. Hingga akhirnya ia menemukan seorang yang setia menyeduhkan teh hangat di pagi hari dan membuat dunianya terasa lebih terang.
6. Pemenang (Song & Lyrics by Sheila On 7)
Lagu yang liriknya acuannya untuk Piala Dunia. Inti dari lagu ini harus semangat dalam bertanding maupun dalam menghadapi hidup, karena jalan di depan itu semakin berat. Dan kita jangan pernah menyerah untuk menjadi seorang pemenang.
7. Bingkisan Tuhan (Song & Lyrics by Adam M. Subarkah)
Intinya dari lagu ini memuja atau meninggikan martabat seorang wanita. Permainan bass Adam disini sangat terasa, beatnya mengingatkan lagu-lagu berirama new-wave-dance-punk yang lagi menjadi trend anak muda.
8. Terlalu Singkat (Song & Lyrics by Eross Candra)
Lagu dengan filosofi agak slenge’an ditambah denting piano yang nakal pantas disimak. Intinya semua hal itu harus dicoba, karena hidup itu terlalu singkat. Jangan takut untuk mencoba.
9. Terjamah Yang Lain (Song & Lyrics by Eross Candra)
Lagu ini dihantarkan dalam tempo ballad yang menyayat. Kedewasaan lirik Sheila On 7 yang semakin matang tampil tergarap rapih. Bercerita tentang sakitnya seseorang karena kekagumannya terhadap seseorang yang justru malah menyiksa dia. Aransemen dari petikan gitar, string dan flute menambah suasana perih dari lagu ini.
10. Cahaya Terang (Song & Lyrics by Saktia Ari Seno)
Menceritakan tentang pengalaman batin Sakti setelah belajar agama. Dalam lagu ini Sakti banyak melihat yang mana teman-temannya belum lihat. Sakti banyak menemukan hal-hal baru yang dia dapat dari cara dia belajar agama selama ini.
11. Last Pretence (Song & Lyrics by Eross Candra)
Konon lagu ini adalah kisah nyata para personil Sheila On 7. Lagu dan liriknya sederhana mengingatkan lagu-lagu hit Sheila On 7 sebelumnya. Ditambah gesekan string yang memang pernah menjadi identitas Sheila On 7 menyempurnakan hadirnya lagu ini.
Jakarta, Mengulang sukses tahun lalu, di acara rilis album baru kali ini Sheila on 7 mencoba pecahkan rekor MURI. Band asal Yogyakarta ini akan siaran langsung di 100 radio di Indonesia secara serentak.
Tahun lalu tepatnya tanggal 15 April 2005 ketika mempromosikan album ‘The Very Best of - Jalan Terus’ So7 melakukan siaran wawancara serentak di 28 radio di seluruh Indonesia. Siaran live ini dinilai cukup efisien dan menarik di mata So7 juga label musik yang menaunginya.
Oleh karena itu untuk mengulang sukses promosi album ‘Jalan Terus’ rencananya Jumat. 9 Juni 2006 pukul 16.00 WIB atau 17.00 WITA suara Duta, Eross, Brian dan Adam akan mengudara ke seluruh penjuru Indonesia lewat 100 stasiun radio. Siaran akan berlangsung selama satu jam.
‘507′ menjadi judul album ke-5 yang telurkan oleh So7. Yang spesial kali ini, So7 akan mendedikasikan seluruh musiknya untuk kota tercinta Yogyakarta. Bukan hanya sekedar wawancara, dalam acara bertajuk ‘Sheila on ‘100′ - Break the Record and for Yogya’ ini So7 akan membawakan dua single barunya secara akustik. Curahan hati Eross Candra, ‘Mantan Kekasih’ dan ‘Radio’ menjadi pilihan mereka.
Dari data terakhir jumlah radio telah bertambah menjadi 108 stasiun radio. Siaran serentak via radio itu akan singgah di 55 kota dan daerah di seluruh Indonesia.
Selain itu dalam konser amal yang akan diselenggarakan di Hard Rock Cafe Jakarta malam ini, Rabu (7/6/2006) So7 dan label Sony BMG juga akan menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta untuk korban bencana gempa bumi di Yogyakarta. Dana ini akan diambil dari hasil penjualan album ‘507′

Jakarta – 7 Juni 2006
Gempa bumi 5,9 skala Richter yang meluluh lantakkan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya telah menghenyakkan seluruh bangsa Indonesia , tak terkecuali Sheila On 7 yang notabene wong Jogja sendiri. Maka secara spontan Eross, Duta, Adam, dan Brian langsung menyingsingkan lengan, membantu para korban gempa Jogja. Bertempat di 6 titik lokasi yang terparah diantaranya Kecamatan Pundong dan Kecamatan Patalan – Bantul, SO7 dan segenap kru dan management serta teman-teman dekat mereka mengadakan bakti sosial berupa pembagian sembako, tenda, tikar, lampu, dll. Markas mereka di Studio Lahaneross di daerah Kaliurang pun mereka jadikan posko untuk penerimaan dan penyaluran bantuan.
Kepedulian SO7 tidak berhenti disitu saja. Mereka berinisiatif untuk mengadakan konser amal di Jakarta. Konser amal yang bertajuk 10 Tahun Sheila On 7 untuk Jogjakarta dan sekitarnya digelar di Hard Rock Café Jakarta, Rabu 7 Juni 2006 pukul 20.00 WIB. Di acara ini selain tampil membawakan lagu-lagu andalannya akan diadakan pula lelang lagu dan merchandise bertanda tangan Sheila On 7, dimana hasillnya seratus persen akan disumbangkan.
Selain untuk kegiatan amal, konser ini sekaligus menjadi ajang syukuran satu dasawarsa perjalanan karir Sheila On 7 dan pelu nc uran album terbaru ‘507.’ Sebagai informasi saja, album terbaru SO7 ini telah dilu nc urkan pada 1 Juni 2006 dimana didalamnya memuat hit bertajuk Mantan Kekasih dan Pemenang. Lagu yang terakhir ini terpilih oleh FIFA 2006 sebagai official song untuk di Indonesia.
Kembali mengenai amal, selain digelarnya konser amal tersebut, juga akan diberikan sumbangan langsung berupa uang tunai. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Toto Widjojo - Managing Director SONYBMG.
”Sebagai wujud kepedulian dari SONYBMG dan Sheila On 7 sehubungan dengan musibah gempa yang terjadi di Jogyakarta dan sekitarnya, kami sepakat untuk menyumbangkan sebanyak seratus juta rupiah dari hasil penjualan album Sheila on 7 ”507”. Semoga hal ini dapat membantu meringankan beban saudara-sudara kita yang tertimpa musibah di Jogjakarta dan sekitarnya.”
Niat mulia Sheila On 7 ini perlu kita dukung sepenuhnya, sambil teriring doa dan harapan semoga Jogjakarta dan sekitarnya dapat segera bangkit. Kembali bersemangat dalam menatap masa depan.

June 6, 2006
Jakarta, 6 Juni 2006 00:52
Bencana gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya beberapa waktu lalu membuat kelompok musik pop rock Sheila On 7 terpukul.
Itulah sebabnya, band asal Yogyakarta tersebut merasa terpanggil untuk segera membantu para korban.
Perusahaan rekaman grup musik ini, Sony-BMG, Senin (5/6), menyebutkan, setelah menyelesaikan tur konsernya yang bertajuk "Jalan Terus", akhir Mei lalu, Duta, Eross, Adam, dan Brain langsung berkunjung ke Pudong, Bantul, untuk menyerahkan bantuan guna meringankan beban korban dan sekaligus juga menggelar konser untuk hiburan.
Kepedulian Sheila On 7 tidak hanya berhenti di situ. Bertepatan dengan usia band yang telah satu dekade, Duta dan kawan-kawan akan menggelar konser amal sekaligus syukuran bertajuk "10 Tahun Sheila On 7 Untuk Jogja dan Sekitarnya", di Jakarta, Rabu (7/6).
Konser tersebut juga merupakan ajang peluncuran secara resmi album terbaru mereka yang berjudul "507"
Sheila On 7 dikenal sebagai salah satu band papan atas Indonesia yang muncul di era 1990-an bersama Dewa 19 dan Padi. Tembang mereka yang mencetak hits antara lain Sephia dan Melompat Lebih Tinggi.
Kampung halaman para personil Sheila On 7, Yogyakarta, memang tengah berduka akibat bencana gempa. Meski begitu mereka mantap untuk merilis album baru yang bertajuk ‘507′. Seiring dengan peringatan 10 tahun eksis di industri musik, mereka berencana menggelar konser guna penggalangan dana bagi Yogya.
“Bentuknya showcase, kita kerjasama dengan Sony dan Hard Rock Café,” tutur Adam bassist S07 saat dihubungi KG. Nantinya, akan ada lelang lagu, charity dan launching album. Acaranya sendiri bakal berlangsung di Hard Rock café, Rabu 7 Juni 2006, Pukul 20.00 Wib. Jadi buat kamu yang mau datang, cukup bayar first drink saja.
Beberapa waktu lalu personil S07, Duta, Eross, Adam dan Bryan sempet mengunjungi korban bencana di Bantul. Disana mereka berinteraksi dengan korban sambil membawa beberapa bantuan. “Kemarin itu spontanitas aja sih, ada beberapa teman yang mau ikut bantu, ya udah kita salurkan bantuan yang sifatnya urgent dulu,” terang Adam.
Pengalaman menarikpun dialami personil S07. Mereka masih sempat diajak foto bareng oleh beberapa korban dengan handphone kamera. “Mereka butuh dukungan moril maupun materil, segala bentuk dukungan, apalagi dengan kehadiran public figure, itu sangat berarti,” ujar suami dari Arimbi itu.
Adam dan S07 berharap, semoga showcase mereka besok bakal sukses, dan mampu menggugah hati para dermawan. “Harapan kita, semoga apa yang kita lakukan ini dapat menginspirasi orang untuk berbuat lebih baik,” harap Adam. Tak ketinggalan, semoga album ‘507’ mendapat sambutan baik.
Jakarta, Peristiwa gempa di Yogyakarta beberapa waktu lalu memicu semangat Sheila on 7 untuk memberikan yang terbaik demi kota tercintanya ini. Sekaligus rilis album, So7 pun jual lagu untuk Yogyakarta.
Rabu (7/6/2006) Sheila on 7 akan menggelar konser amal yang diadakan di Hard Rock Cafe Jakarta jam 20.00 WIB. Konser yang bertajuk ‘10 Tahun Sheila on 7 untuk Jogja Sekitarnya’ ini sengaja diselenggarakan untuk menggalang dana bagi Yogyakarta, sekaligus merayakan ulang tahun mereka yang ke-10 dan tentu saja rilis album terbarunya ‘507′.
"Sebenarnya sejak lama sebelum kejadian gempa ini Sheila memang telah berencana untuk mengadakan acara khusus buat Yogya. Tapi kemudian jadinya tanggal 7 ini baru bisa terlaksana," ungkap Widi Asmoro dari Sony BMG kepada detikhot, Selasa (6/6/2006).
Dalam acara ini Eross, Duta, Adam dan Brian rencananya akan melelang lagu-lagu andalan mereka. Kendati belum bisa disebutkan hits apa yang akan dijual namun Widi mengatakan pastinya lagu lelang akan diambil dari lagu lama milik So7.
"Mungkin sekitar 3 sampai 5 lagu yang diambil dari lagu lama, lagu hitsnya So7," tandas Widi.
Lewat konser yang akan digelar kurang lebih selama 1 jam ini So7 akan memperkenalkan lagu-lagu terbaru mereka dari album ‘507′. Single hitsnya ‘Mantan Kekasih’ pun akan diperdengarkan live untuk para pecinta setia So7. Beberapa lagu lama S07 yang masih mengudara seperti ‘Bila Kau Tak Disampingku’, ‘Seberapa Pantas’ juga ‘Kita’ akan diperdengarkan di konser spesial ini.
Selentingan kabar, para personel So7 juga akan melelangkan beberapa benda berharganya. Namun bentuk dan jumlahnya belum bisa dipastikan
Sebagai band dari Jogja, Sheila On 7 merasa terpanggil untuk segera membantu korban gempa Jogja. Seusai ‘Jalan Terus Tur’ yang berakhir di penghujung Mei, para personil Sheila langsung menyambangi korban gempa di Pudong, Kabupaten Bantul. Kunjungan Sheila ke Pudong tanggal 1 Juni bukanlah rekreasi, Sheila menyerahkan bantuan untuk meringankan beban korban bencana sekaligus menghibur mereka.
Kepedulian Sheila tidak berhenti disitu. Duta, Eross, Adam dan Brian berinisiatif untuk mengadakan konser amal di Jakarta. Konser amal yang bertajuk 10 Tahun Sheila On 7 Untuk Jogja Sekitarnya selain ditujukan untuk kegiatan amal, konser ini merupakan syukuran satu dasawarsa perjalanan karir Sheila On 7 dan peluncuran album terbaru ‘507′.
Catat tanggalnya, datanglah dan beramal, pada:
Hari, Tanggal : Rabu, 7 Juni 2006
Pukul : 20.00 WIB
Tempat : Hard Rock Cafe Jakarta

June 5, 2006
Kapanlagi.com - Bencana gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya beberapa waktu lalu, menggugah hati para personel grup musik asala kota gudeg itu, Sheila On 7, untuk mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan melalui konser yang mereka adakan di beberapa kota besar di Indonesia.
Siaran pers Sony-BMG, Senin (5/6), menyebutkan, setelah menyelesaikan tur konsernya yang bertajuk Jalan Terus, akhir Mei lalu, Duta, Eross, Adam, dan Brain, langsung meluncur ke Pudong, Bantul, untuk menyerahkan dana bantuan secara langsung pada, sekaligus menggelar konser kecil guna menghibur hati para korban gempa.
Dan ternyata, kepedulian Sheila On 7 tidak hanya berhenti di situ. Bertepatan dengan usia grup band yang ke satu dekade, Duta dan kawan-kawan akan menggelar konser amal sekaligus syukuran bertajuk 10 Tahun Sheila On 7 Untuk Jogja dan Sekitarnya’, di HardRock Cafe, EX Plaza, Jakarta, Rabu (7/6).
Konser yang dijadwalkan pukul 20.00 WIB hingga selesai itu juga merupakan ajang peluncuran secara resmi album terbaru mereka yang berjudul 507.
Sheila On 7 dikenal sebagai salah satu band papan atas Indonesia yang muncul di era 1990-an bersama Dewa 19 dan Padi. Tembang mereka yang mencetak hits antara lain SEPHIAdan MELOMPAT LEBIH TINGGI.
June 3, 2006
Terkait bencana gempa yang melanda Jogja dan sekitarnya, banyak selebriti yang langsung turun ke lapangan, membantu para korban sebagai bentuk kepedulian mereka. Salah satunya adalah Sheila on 7 (S07). Berangkat dari Lahan Eross, yang beralamat di Jl.Kaliurang Km 10 Bulusan Rt 01/39 Sardonoharjo Sleman, rombongan 507 yang terdiri dari Sheila beserta manajemen SO7, beberapa rekan media, serta kru, melakukan kegiatan bakti sosial ke daerah Bantul.
Kegiatan yang dilakukan setelah sholat Jumat di Masjid Agung Bantul kemarin Jumat (2/6), mengambil lokasi di 6 posko yang tersebar di Kecamatan Bambanglipuro, Jetis, dan Pundong. Sheila On 7, terdiri dari Adam, Duta, Eross, dan Bryan, mengaku merasa prihatin akan kejadian yang menimpa kota Jogja ini. Berita yang mengagetkan ini mereka terima pertama kali dari manajer Sheila on 7 saat mereka masih berada di Balikpapan dalam rangka tour 5 kota di Kalimantan sebagai persiapan rilis album mereka yang keempat berjudul 507. Beruntung keluarga dari masing-masing personil saat dihubungi dalam keadaan selamat. Meski merasa panik, namun mereka tetap bersyukur karena semua dalam kondisi baik-baik saja.
Usai Sholat Jumat, rombongan melanjutkan perjalanan menuju posko pertama di dusun Gresik, Dleman, Kec. Bambanglipuro dengan tambahan rombongan dari Jakarta yang tak lain adalah rombongan Leony. Kekasih Eross ini datang bersama Ayah dan beberapa teman ayahnya. "Aku terketuk untuk membantu, dan kedatanganku ke sini bukan karena story of Jogja-nya, tapi lebih ke kesadaran bahwa Jogja merupakan bagian dari Indonesia juga," ujarnya.
Bantuan yang diberikan dari pihak Leony berupa sumbangan uang yang selain datang dari keluarga Leony, juga datang dari beberapa teman artis di Jakarta yaitu Christian dan Yati Suratman. Sumbangan ini sudah ditransfer dari Jakarta beberapa hari sebelum kegiatan bakti sosial ini dijalankan, dan diserahkan kepada pihak penyelenggara untuk dibelanjakan. Bantuan pun diberikan kepada para korban dalam bentuk antara lain tenda, selimut, perlengkapan MCK, makanan siap santap, mie instan, dan senter.
Dari Dleman, kunjungan berlanjut ke Dusun Butuh, desa Ganjuran yang masih berada di Bambanglipuro. Desa Patalan di Kecamatan Jetis, serta Desa Gunung Puyuh dan Desa Klisat yang berada di Kecamatan Pundong, merupakan kunjungan selanjutnya. Selain mengucapkan terima kasih, sebagian besar perwakilan dari semua posko bencana berpesan agar bantuan semacam ini bisa berlanjut hingga jangka panjang.
S07 berharap bahwa bantuan ini dapat meringankan beban para korban serta dapat digunakan sebaik-baiknya. Mereka juga mendoakan agar para korban tetap diberi perlindungan dan limpahan rahmat. Kegiatan bakti sosial S07 ini diakhiri di Dusun Nangsri, Kecamatan Pundong di mana warga setempat merasa terhibur karena sebuah lagu yang berjudul "Kita" dilantunkan oleh Duta dengan iringan gitar dari Eross.
Kapanlagi.com - Gempa di Yogyakarta ternyata membuat hati Leoni carut marut. Maklum sejak enam bulan lalu presenter liga inggris ini mengaku kaget dan haru melihat gempa.
"Aku pertama kaget dan haru mendengar Yogya gempa. Habis itu aku cari kabar soal keberadaan Sheila-On 7. Untungnya Eros selamat," ujar Leoni.
Menurutnya, ia tidak menyangka Yogya akan diguncang gempa, pasalnya selama ini gempa hanya terjadi di wilayah dekat laut, tapi ini beda, Yogya gempa. Untungnya semua anak-anak Sheila On-7 selamat.
"Aku datang ke Yogya setelah dua hari, di sana aku bersama anak-anak Sheila membantu para korban," kata Leoni saat di hubungi Kapanlagi.com.
Ditambahkan Leoni, saat ini para korban sangat membutuhkan bantuan materi dan moral, makanya ia dan eros mengunjungi pos-pos pengungsian di Yogya, tujuannya untuk memberikan dukungan moral. "Kita di Yogya bukan pacaran lo, kita tulus untuk membantu mereka," imbuhnya.
Yogyakarta, Kehadiran Leony bersama Sheila on 7 di pengungsian korban gempa di Yogyakarta menarik perhatian banyak warga. Bahkan seorang pengungsi sempat menanyakan rencana pernikahan mereka. Waduh…
"Mas kapan undangannya? Saya tunggu lho," ungkap seorang ibu-ibu yang tinggal di dusun Klisat Bantul Yogyakarta sambil menyalami tangan Eross, saat Sheila 0n 7 bersama Leony menyalurkan sumbangan logistik ke dusun tersebut, Jumat (2/6/2006).
Kontan wajah Leony pun memerah. Eross yang di-skak dengan pertanyaan itu langsung tersenyum. "Didoain aja ya bu," jawabnya sambil melirik Leony.
Kebahagiaan pasangan Leony-Eross memang tak bisa ditutup-tutupi. Sepanjang perjalanan, Leony selalu berada di samping Eross. Keduanya pun bekerja sama menurunkan bantuan untuk korban bencana gempa.
Canda tawa pun menghiasi wajah kedua pasangan yang tengah dimabuk asmara itu. Leony yang datang bersama ayahnya ke Yogyakarta secara terus terang memperlihatkan kedekatannya dengan Eross.
Sang ayah pun tak keberatan. Sepertinya Eross telah mendapatkan restu untuk mendampingi putrinya. Namun ditanya lebih jelas tentang hubungan putrinya dengan Eross yang berbeda keyakinan juga usia, ayah Leony memilih untuk diam dan menjawab pertanyaan dengan tersenyum.
Yogyakarta, Setelah tur panjang ke Kalimantan, Sheila On 7 kembali ke Yogyakarta. Tanpa buang waktu Eross dan kawan-kawan langsung mengunjungi korban gempa di daerah Bantul. Mereka juga menyempatkan diri salat Jumat bersama para korban.
Jumat (2/6/2006) Eross, Adam, Duta dan Brian menyinggahi beberapa desa di Yogyakarta yang terkena musibah gempa. Sheila On 7 (SO7) beserta rombongan berangkat dari kediaman Eross di Jl. Kaliurang Km 10 sekitar pukul 10.00 WIB.
Tak luput mereka pun membawa bantuan logistik untuk para korban yang dibawa dengan sebuah truk dan sebuah mobil boks besar. Rencananya mereka akan menyinggahi lima desa, tiga kecamatan di Yogyakarta, diantaranya kecamatan Bambanglipuro, Jetis dan Pundos.
"Habis tengok keluarga baik-baik saja. Sekarang kita melihat keluarga kita yang lainnya. Kita mencoba berikan bantuan semampu dan sebisa kita," ungkap basist SO7 Adam kepada detikhot.
Mengenai jumlah bantuan yang akan diberikan, band yang baru saja merilis album ‘507′ itu tidak mau bicara banyak. Bagi mereka yang terpenting adalah semangat kebersamaan untuk membantu sesama.
"Kita ngasih semangat untuk orang-orang yang terkena musibah," tandas Brian drummer baru SO7.
Sebelum perjalanan dimulai, SO7 singgah di Masjid Agung Bantul untuk melaksanakan salat jumat. Para personil pun berbaur dengan para korban untuk mendengarkan kisah dan pengalaman pahit mereka.
Jakarta, Menjalin hubungan cinta jarak jauh kerap membuat pasangan saling menahan rindu. Mungkin hal itu yang terjadi pada sejoli Eros-Leony. Melepas rindu setelah lama tak bertemu, keduanya pacaran di tempat pengungisan korban gempa Yogya. Walah!
Jumat (2/6/2006), Eros bersama teman-temannya di Sheila On 7 mengunjungi beberapa desa yang menjadi korban gempa Yogya. Tampak dalam rombongan yang berangkat dari rumah Eros di kawasan Kaliurang, kekasih Eros, Leony Vitria Hartanti.
Sejak tahu gempa mengguncang Yogya, Leony memang sudah bertekad untuk datang ke kota Gudeg itu. "Yogyakarta memang bukan kota saya. Tapi bagaimanapun yang tertimpa musibah juga keluaga kita," katanya.
Selain ingin memberi dukungan moril pada para korban, bintang sinetron ‘Wo Aini Indonesia’ itu tentunya juga ingin bertemu dengan Eros. Maklum, sejak SO7 tur ke Kalimantan cukup lama juga keduanya tidak bersua.
Padahal biasanya pasangan yang jadian Ferbruari lalu itu cukup intens melepas rindu. Kalau tidak Eros yang ke Jakarta, Leony meyambangi Yogya.
Selama bertemu para pengungsi, Eross-Leony tak terpisahkan. Keduanya selalu bergandengan kelingking. Mereka juga dengan ramah melayani permintaan foto bersama.
"Aku senang Leony ikut," ujar Eross seraya melirik tersenyum manis pada Leony. Mesranya.
May 31, 2006
Malam Ini, GIGI-S07 di Stadion Sudirman
DUA grup band GIGI dan Sheila on 7 (SO7) bukan berarti lupa akan duka musibah gempa Jogya-Jateng. Konser mereka yang bertajuk LA Light Concert Confessions on The Stage, semata-mata untuk memuaskan penggemarnya. Tetapi, komitmen peduli antarsesama yang sedang kesusahan pun tetap dilakukan.
“Kami juga ikut belasungkawa atas musibah itu,” kata kedua vokalis masing-masing grup yakni Armand Maulana dan Duta saat digelarnya meet and greet di Pasifica Food Court Plaza Balikpapan, kemarin.
Penampilan mereka sudah dipatok sebelum musibah terjadi. Sehingga, gelaran itu tak bisa disebut konser amal. Hanya, kepedulian akan korban Jogja tetap jadi komitmen sebagai insan sosial.
Popularitas dua grup band papan atas Tanah Air ini memang tidak diragukan lagi. Terbukti dengan membludaknya pengunjung yang datang dalam meet and greet tersebut.
SO7 lama tak tampil di Kaltim khususnya Balikpapan. Jadi, malam ini ia akan memberi kepuasan dan mengobati rasa rindu penggemarnya. Sekaligus, konser ini juga memperkenalkan album terbarunya 507 yang akan launching pada 5 Juni 2006 mendatang.
Dalam konser di Stadion Sudirman, kedua grup masih merahasiakan berapa lagu yang akan dibawakan. Sebab, ia akan membuat surprise bagi pengunjung. “Kalau soal banyak lagu yang akan kami tampilkan, itu masih rahasia. Makanya datang ke konser kita,” ajak Duta, vokalis Sheila on 7.
Sementara, GIGI band yang diawaki Dewa Bujana (Gitaris), Thomas (Bass), Armand Maulana (vokalis), juga dipastikan akan tampil maksimal. “Melihat penampilan terakhir di beberapa kota di Kalimantan, kami optimistis bisa memuaskan warga Kota Minyak,” papar suami Dewi Gita ini.
Dalam acara tersebut, panitia juga memberikan sesi tanya jawab pada pengunjung. Sehingga, suasananya sangat interaktif. Fans kedua grup pun tak menyia-nyiakan waktu itu, dan saling bertanya kepada idolanya baik soal musik maupun gempa yang melanda Jogja-Jateng.
Adam ikut memberi jawaban atas pertanyaan pengunjung. Bassis kelompok S07 ini menyebut bahwa grupnya akan ikut berupaya meringankan beban masyarakat Jogja sesuai kemampuan yang dimiliki. “Kami tidak ada konsep membuat konser amal untuk para korban bencana gempa, tetapi kami akan memberikan bantuan logistik serta makanan ringan,” ujarnya. Acara semakin seru ketika sesi games berlangsung. Terutama saat duo band tersebut mengerjai salah satu pengunjung yang berharap mendapat hadiah. Di sesi akhir, diisi dengan final program play your voice with SO7, dan dari penilaian SO7 selaku juri, Jaka berhasil memperoleh kesempatan tampil bareng SO7 di konser nanti malam.(rsd)
SENIN (29/5) malam GIGI dan Sheila On 7 (SO7) konser bareng di Samarinda, Kalimantan Timur.
Secara spontan kedua grup band papan atas tersebut mengumpulkan sumbangan untuk korban gempa Jogja.
Dituturkan basis So7, Adam, ia tak tahu berapa jumlah sumbangan yang terkumpul hingga akhir konser.
Pastinya di tengah acara, rekannya Duta mengumumkan uang sumbangan sudah mencapai Rp 2 juta-an.
Bersama Armand, vokalis yang menikah di usia muda itu terus menghimbau penonton konser untuk beramal.
"Ada kotak khusus gitu, seperti infak. Panitia penyelenggara juga bikin posko khusus," jelas Adam saat dihubungi Selasa (30/5) siang.
Rangkaian konser bareng Gigi-So7 berakhir Rabu (31/5) esok di Balikpapan, Kalimatan Timur.
Sama seperti di Samarinda, sebelum konser dimulai akan diadakan mengheningkan cipta bersama para penonton. Kotak sumbangan juga kembali diedarkan.
Bicara soal gempa, Adam yang tahu kabar bencana tersebut dari istrinya Arimbi, mengaku sangat ingin segera pulang ke Yogya.
Apalagi istrinya yang finalis Putri Indonesia 2003 sempat mengalami trauma berada di dalam rumah.
"Dia nggak berani tidur di kamar, tidurnya di ruang tamu. Untung saat gempa, mertuaku sedang nginap di rumah," ujarnya.
Duet Sheila on 7 dan GIGI
SAMARINDA- Setelah beberapa waktu lalu GIGI dan Sheila On 7 (SO7) mengguncang kota Banjarmasin, Senin (29/5) malam lalu dua band kenamaan Indonesia itu kembali berduet dalam satu panggung menyapa penggemar di Kota Samarinda.
Yang unik, jika dulu So7 pernah menjadi band pembuka GIGI, dalam konser yang digeber di halaman parkir GOR Segiri Samarinda Senin malam, justru sebaliknya. Grup band GIGI yang baru merilis album bertitel Next Chapter didaulat sebagai band pembuka konser. Tampil dengan formasi lengkap yakni Armand Maulana (vokalis), Dewa Budjana (gitaris), Thomas (bassis) serta Hendi (drumer), GIGI memuaskan para GIGI Kita (sebutan untuk fans GIGI). Kehadiran GIGI yang terakhir kali konser di Samarinda tahun 1995 lalu, sangat dinanti. Tak heran jika seluruh lagu yang dibawakan GIGI fasih dinyanyikan oleh para GIGI Kita.
Bencana gempa yang terjadi di Jogjakarta membuat para personel GIGI dan Sheila On 7 mengawali konser dengan ritual mengheningkan cipta. Tampil di awal konser, GIGI menggebrak panggung dengan lagu berjudul Jomblo. "Samarinda adalah kota paling edan. Bekuciakan seberataan (semuanya teriak, Red.) ya!" ujar Armand dengan logat Banjar. Lagu-lagu dari andalan seperti Andai, Cinta Terakhir, Terbang dan Kepastian yang Kutunggu melantun dari mulut suami penyanyi Dewi Gita ini.
Armand terlihat sangat interaktif menyapa penonton. Bahkan cowok yang sangat energik saat manggung ini mengajak para penonton untuk kompak berteriak "kampungan..kampungan.." kalau ada yang membuat rusuh. Sheila on 7 tak kalah atraktif dengan menyapa para Sheila Genk (sebutan bagi para fans Sheila). Mengenakan kaos oblong bewarna hijau dipadu celana jeans belel, Duta (vokalis) mengajak para penonton untuk lompat bareng saat lagu Melompat Lebih Tinggi.
"Wah, bangga banget bisa main dan satu panggung bareng idola. Anak-anak Sheila On 7 itu penggemar berat GIGI," ungkap Eross pemetik gitar pada Kaltim Post, Minggu (28/5) lalu saat meet & greet.
Hal senada juga diungkapkan gitaris GIGI, Dewa Budjana. "Dulu pertama kali So7 rilis album kita pernah satu panggung. Sekarang bisa mengulangi kenangan itu, ya senang. Saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi deh," tandas Budjana.
"Secara keseluruhan pangsa pasar GIGI dengan So7 memang berbeda. Tapi nyatanya kami bisa main bareng tanpa ada kendala, justru sangat bagus," ujar Budjana menutup pembicaraan.
Yang unik, kepergian GIGI dan Sheila on 7 meninggalkan area konser luput dari perhatian penonton. Pasalnya, saat kedua band tersebut selesai menyanyikan lagu terakhir dan bergegas untuk turun panggung, pesta kembang api digeber. Disaat perhatian penonton tersita oleh pesta kembang api, panitia konser segera ‘memboyong’ GIGI dan Sheila on 7. (rl)
Jakarta, Senin (29/5/2006) malam GIGI dan Sheila On 7 (SO7) konser bareng di Samarinda, Kalimantan Timur. Secara spontan kedua grup band papan atas tersebut mengumpulkan sumbangan untuk korban gempa Yogya.
Dituturkan basis SO7, Adam, ia tak tahu berapa jumlah sumbangan yang terkumpul hingga akhir konser. Pastinya di tengah acara, rekannya Duta mengumumkan uang sumbangan sudah mencapai Rp 2 juta-an. Bersama Armand, vokalis yang menikah di usia muda itu terus menghimbau penonton konser untuk beramal.
"Ada kotak khusus gitu, seperti infak. Panitia penyelenggara juga bikin posko khusus," jelas Adam saat dihubungi detikhot Selasa (30/5/2006) siang.
Rangkaian konser bareng Gigi-SO7 berakhir Rabu (31/5/2006) esok di Balikpapan, Kalimatan Timur. Sama seperti di Samarinda, sebelum konser dimulai akan diadakan mengheningkan cipta bersama para penonton. Kotak sumbangan juga kembali diedarkan.
Bicara soal gempa, Adam yang tahu kabar bencana tersebut dari istrinya Arimbi, mengaku sangat ingin segera pulang ke Yogya. Apalagi istrinya yang finalis Putri Indonesia 2003 sempat mengalami trauma berada di dalam rumah.
"Dia nggak berani tidur di kamar, tidurnya di ruang tamu. Untung saat gempa, mertuaku sedang nginap di rumah," ujarnya.
May 29, 2006
Ketika gempa bumi Yogyakarta terjadi pada Sabtu pagi lalu (27/5), grup Sheila on 7 (So7), yang berasal dari Yogyakarta, sedang berada di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dalam rangka tur promosi album baru mereka, 507. Usai tur di Kalimantan, mereka akan pulang kampung ke Yogyakarta untuk memberi bantuan kepada para korban selamat.
"Waktu kejadian, pagi itu, kami sedang berada di bis, dalam perjalanan dari Banjarmasin (Kalimantan Selatan) ke Samarinda. Saya dapat kabar tentang gempa bumi itu dari istri saya lewat telepon," tutur Anton Kurniawan, manajer So7, di Samarinda, kepada KCM, Senin siang ini (29/5).
Ketika itu, lanjut Anton, para pesronel So7, yaitu Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bas), dan Brian (drum), masih tidur. "Langsung saya bangunkan mereka untuk menghubungi rumah masing-masing di Yogyakarta," tutur Anton lagi. "Kami bersyukur, keluarga kami di sana selamat," sambungnya. "Rumah para personel Sheila on 7 di utara, jadi cuma mengalami sedikit retak di tembok dan genting rontok," imbuhnya.
Studio baru grup tersebut pun, di Jalan Terus No 7, Bulusan, sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, juga aman-aman saja. "Kami terus mengikuti perkembangan berita tentang gempa bumi itu dari televisi dan internet," kata Anton lagi.
Nanti malam, So7 akan main di Lapangan GOR Segiri, Samarinda. Mereka akan tampil sesudah grup GIGI. "Sebelum memulai show, So7 akan mengheningkan cipta bersama para penonton untuk mendoakan para korban gempa bumi itu, baik yang tewas maupun yang selamat," terang Anton. "Kami juga akan menyediakan kotak-kotak sumbangan supaya para penonton bisa ikut menyumbang para korban selamat," tambahnya.
Tur Kalimantan akan diakhiri oleh So7 di Balikpapan (Kaltim) pada 31 Mei nanti. "Kami akan pulang ke Yogyakarta 1 Juni. Setelah itu, 2 Juni, kami akan berkunjung ke tempat pengungsian di Desa Pundong, Bantul, yang mengalami kerusakan paling parah. Kami akan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari, seperti beras, mi instan, dan air mineral," terangnya lagi.
Jakarta, Yogya gempa. Begitu isi SMS yang diterima Leony dari Eross, Sabtu (27/5/2006) pagi tak lama setelah gempa. Karena isi sms nya tak begitu berarti, cewek yang menjalin hubungan dengan gitaris Sheila On 7 (SO7), Eros sejak Februari silam itu malah melanjutkan tidurnya hingga pukul 09.00 WIB.
"Aku kira gempa biasa. Aku baru tahu kalau gempanya besar, banyak rumah yang rusak, dari TV," cerita Leony saat dihubungi detikhot Senin (29/5/2006).
Leony yang awalnya tenang, langsung syok dan panik. Ia menghubungi Eross yang bersama Sheila On 7 sedang menjalani tur di Kalimantan.
"Aku takut rumahnya dia kenapa-kenapa," tukasnya.
Ngobrol dengan Eross, mengurangi kepanikan Leony. Rumah kekasihnya yang juga studio SO7 di kawasan Kaliurang, Yogyakarta tidak ikut menjadi korban gempa. Begitu juga distro milik Eross yang ada di kawasan pusat kota Yogya.
Rencananya, 2 Juni mendatang, bersama SO7 Leony akan menyambangi korban gempa di kawasan Bantul. Di sana mereka menggelar bakti sosial sekaligus menghibur warga Bantul yang menderita karena kehilangan rumah dan keluarganya
Jakarta, Keinginan Sheila on 7 untuk segera melihat kondisi tanah kelahiran mereka pasca gempa, Sabtu (27/5/2006) terhadang jadwal konser.
Band beranggotakan Adam, Brian, Duta dan Eross ini rencananya baru akan mudik pada Jumat (2/6/2006), 6 hari setelah gempa terjadi.
Sheila on 7 saat ini tengah dalam rangkaian konser di Kalimantan. Senin (29/5/2006), band yang terkenal dengan lagu ‘Sephia’ ini akan manggung di Samarinda. Rangkaian konser akan berakhir Rabu (31/5/2006) di Balikpapan.
"Begitu tour di Kalimantan selesai, bila tidak ada aral melintang antara tanggal 2-3 Juni 2006 Sheila on 7 akan melakukan kegiatan bakti sosial di lokasi gempa bumi di wilayah Bantul," demikian seperti detikhot lansir dari situs resmi Sheila on 7, Senin (29/5/2006).
Sheila on 7 rencananya akan bergerak menuju barak pengungsian Bantul usai salat Jumat. Selain memberikan bantuan materi, band yang baru ditinggal Sakti ini juga akan menghibur korban bencana dengan lagu-lagu mereka.
Kepada para penggemar yang biasa disebut SheilaGank, Sheila on 7 mengimbau agar mau ikut memberi pertolongan kepada korban gempa. "Kami ingin mengajak SheilaGank berpartisipasi dalam meringankan beban para korban. Bantuan berupa apapun mulai dari mie, beras, air mineral, selimut, sarung, pakaian, obat-obatan sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana
Bencana alam yang melanda daerah Jogja dan sekitarnya sangat mengagetkan masyarakat, terkhusus personil Sheila On 7. Band asli Jogja itu tengah berada di Kalimantan saat bencana datang. Kepanikanpun melanda mereka, pasalnya keluarga tercinta bermukim disaNA.
“Alhandullilah semuanya baik. Selamat, tapi kondisinya masih shock masih waspada,” cerita Adam, basis So7 ketika dihubungi KG. Istrinya Arimbi dan putra tercinta berada di Jogja saat bencana datang. Rumah yang mereka diami pun retak ringan. Meski begitu, Adam nggak kepikiran untuk mengungsikan keluarganya. “Ya, belum sih, pikirnya di rumah aja,” tutur Adam. Beruntung, keluarga personil So7 lain pun sElamat.
So7 juga tidak lantas bisa pulang menemui keluarganya. Pekerjaan mereka menuntut Duta, Eross, Adam dan Bryan bertahan di Kalimantan menyelesaikan rangkaian tournya. “Pengen sih pulang. Tapi gimana, namanya juga tugas,” sesal Adam. Namun, S07 sudah punya ancang-ancang sekembalinya ke Jogja, mereka bakal menyambangi korban bencana meMberikan penghiburan.
“Kita udah survey tempat, kita mau datangin saudara-saudara kita di Jogja. Sebagai musisi, paling kita bisa sedikit menghibur. Kita juga bikin bakti sosial, posko,” terang Adam. Acara tersebut bakal berlangsung tanggal 2 Juni mendatang. Sementara beberapa hari kemudian, S07 bakal merilis album barunya ‘Akhir Lembar I’. Meski berat, hidup harus terus berlAnjut.
Dengan ini seluruh keluarga besar KG menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas bencana alam di Jogja dan Jawa Tengah yang telaH menelan ribuan korban jiwa.
May 28, 2006
Sedang Manggung di Samarinda
Bencana gempa yang terjadi di Jogja kemarin sempat membuat panik bassist grup band Sheila On 7, Adam. Sebab, dia meninggalkan istri dan buah hatinya di Kaliurang, Jogja. Sementara itu, Adam bersama grupnya sedang menjalani tur luar kota sejak dua minggu lalu.
Untung, anggota keluarga Adam tidak ada yang menjadi korban. "Alhamdulillah, saya sudah tahu kondisi semua keluarga di Jogja. Mereka baik-baik saja. Anak saya dan istri saya juga baik-baik saja," ungkap Adam, dari Samarinda ketika dihubungi Jawa Pos kemarin.
Adam mengaku, bencana tersebut sempat menyebabkan dirinya tidak tenang dan konsentrasinya terganggu. Padahal, tur luar kotanya baru selesai satu minggu mendatang. "Tidak ada gempa saja pengin pulang terus, apalagi ada bencana begini," paparnya.
Gara-gara bencana itu, istri Adam masih trauma. "Saya jadi kepikiran nih," lanjutnya. "Istri saya sekarang takut tidur di dalam rumah. Saya lagi membujuknya agar tetap tidur di rumah. Yang penting, ada yang jaga. Jadi, bisa waspada kalau terjadi lagi," saran Adam kepada istrinya.
Meski demikian, dia bisa merasakan kekhawatiran istrinya itu. Sebab, kondisi rumahnya sudah tidak mulus lagi. "Tembok rumah retak-retak. Tapi, itu nggak penting. Yang penting mereka baik-baik saja," tegasnya.
Adam kemarin juga menghubungi kerabatnya yang lain. Termasuk keluarga Duta dan Eross (personel Sheila On 7 lainnya). "Keluarga mereka juga baik-baik saja. Keluarga kru yang ikut tur ini juga, alhamdulillah, baik-baik saja," ujarnya.
Di luar semua itu, Adam merasa harus tetap profesioNAl sebagai musisi. Dia dan personEl lainnya mengaku akan tetap berMAin musik dan menjalani tur seperti jadwal meski Hati dalam kondisi resah. (gen)
May 25, 2006
Fans Rela Basah Kuyup
BERMUNCULANNYA band-band baru seperti Peterpan, Radja dan Samsons ternyata tidak memudarkan fanatisme fans grup musik Sheila On 7 (SO7) di Kota Sampit. Buktinya para Sheilagank tetap semangat meski diguyur hujan deras.
Konser yang bertajuk Confession On The Stage yang digelar di Stadion 29 Nopember Sampit, Selasa(23/5) malam dapat dikatakan sukses. Pasalnya ribuan penonton yang memadati stadion tetap antusias meski Kota Sampit diguyur hujan sejak sore hari.
Penampilan Duta, Erros, Adam dan Brian yang untuk pertama kalinya di Kota Mentaya cukup memukau. Karakter musik mereka yang sedikit menghentak masih mampu menghipnotis penonton untuk ikut berjingkrak dan bernyanyi bersama.
"Setelah penantian bertahun-tahun akhirnya keinginan kami untuk tampil di Kota Sampit akhirnya kesampaian. Terima kasih buat kalian yang sudah rela datang meski ditengah hujan deras seperti ini. Kita kalahkan dingin dengan melompat lebih tinggi," seru Duta seraya melantunkan tembang Melompat Lebih Tinggi.
Beberapa lagu terbaru seperti Menjari Pemenang (tittle World Cup), Mantan Kekasih dan Jalan Terus mereka perdengarkan dengan apik. Begitu juga tembang-tembang lawas diantaranya Itu Aku, Sahabat Sejati dan Jadikan Aku Pacarmu yang dinyanyikan duet antara Duta dan Trie, pemenang kontes penyanyi pendamping konser SO7 di Sampit.
May 23, 2006
Perlengkapan Konser SO7 dan GIGI Dibawa dari Jakarta
SAMARINDA - Setelah sukses menggelar konser di Kota Sampit, Kalimantan Tengah Senin (22/5) malam tadi, Sheila on 7 (SO7) bersiap melanjutkan konser di kota keempat yaitu Samarinda, Senin (29/5) mendatang. Yang istimewa, bila saat di Palangkaraya dan Sampit hanya ditampilkan SO7, di Samarinda SO7 akan didampingi kelompok musik GIGI. Begitu pula dengan konser di Balikpapan tanggal 31 Mei nanti, SO7 akan tampil bersama GIGI.
District Manager PT Djarum wilayah Kaltim, Stainley Edmond Leonard W mengatakan, konser SO7 dan GIGI akan diorganisir oleh Megapro Communication bekerjasama dengan Atmaka Production untuk wilayah Samarinda dan Balikpapan. "Untuk mendukung pagelaran itu, penyelenggara telah mempersiapkan seluruh perlengkapan konser dari Jakarta. Sound system ‘line array’ dengan kekuatan 150.000 watt akan memberikan kenyamanan bagi telinga penonton," ujarnya.
Bukan hanya itu, konser ini juga dilengkapi tata cahaya dengan kekuatan lampu 200 ribu watt dengan efek lampu yang menarik serta multimedia yang juga ditata secara apik. "Dengan kesiapan perlengkapan konser seperti ini tentu akan memberikan nuansa tontonan lain daripada yang lain," ujarnya.
Sekadar diketahui LA Lights menggelar konser bertema Confessions on the Stage dengan menghadirkan dua grup band papan atas, yaitu Sheila On 7 dan GIGI. Di Samarinda konser akan digelar di lapangan parkir GOR Segiri tanggal 29 Mei sedangkan di Balikpapan digelar di Stadion Sudirman Balikpapan tanggal 31 Mei.
Tiket konser spektakuler ini sudah bisa dipesan di beberapa ticket box yang ada di Samarinda dan Balikpapan. Tiket bisa dipesan di Kaltim Post Biro Samarinda, Radio Paras, Radio Mahakam, Radio Dino, kantin Fakultas Ekonomi Unmul, Radio SBK Tenggarong, Radio Satya Dharma Tenggarong. Sedangkan di Balikpapan bisa didapatkan di Radio SBI, Guffy Cassette, Miki Kaset, Matahari Dept Store, Radio Swara Media FM, Rockin City Bistro, Warung Komunitas Bandar, LP3I, Q-Ko Tsirt Bistro.
Yang menarik event ini tak hanya menggelar konser SO7 dan GIGI. Event ini juga memberi kesempatan para fans SO7 untuk berduet dengan vokalis SO7, Duta melalui program Play Your Voice with SO7. Audisi di Samarinda akan dilaksanakan di Radio Paras dan Radio Mahakam sedangkan di Balikpapan dilaksanakan di Radio SBI. Pendaftaran dan seleksi sudah dilaksanakan mulai Kamis (18/5) lalu. (adv)
May 22, 2006
Lempar Botol Warnai Aksi Duta Cs
AKSI saling lempar dengan botol-botol bekas minuman ringan mewarnai aksi panggung Sheilla on 7 saat tampil di stadion olah raga Tjilik Riwut di Palangka Raya, Sabtu (20/5) sekitar pukul 19.30 WIB.
Beruntung hal tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa, pasalnya Duta (vokalis), langsung meminta petugas untuk menyemprotkan air ke arah penonton yang berada di depan panggung.
Konser musik yang bertajuk Confenssion On The Stage SO7, benar-benar mampu menghipnotis kawula muda dikota ini. So7 yang tampil dengan formasi barunya terdiri dari Duta (vokalis), Erros (gitar), Brian (drummer) dan Adam (bass) langsung menyapa fans So7–Sheilagank kota cantik ini dengan tembang-tembang mereka yang sudah tidak asing lagi, seperti Jadikan Aku Pacarmu, Tunjuk Satu Bintang, Pejantan Tangguh, Melompat Lebih Tinggi serta lagu-lagu mereka baik dari album pertama sampai album terakhir bertajuk 507 yang rencananya akan dirillis 5 juni yang akan datang.
Konser yang ditata dengan apik oleh Megapro Communication bekerja sama dengan Atmaka Production ini benar-benar menyuguhkan konser spektakuler. Pasalnya, dengan sound system dan tata lampu yang berkekuatan ribuan watt tersebut mampu mengguncang studion kebanggaan warga kota Palangka Raya.
Pada pertengahan aksi panggungnya Duta juga sempat mengucapkan selamat ulang tahun untuk provinsi ini.
"Selamat Ualang tahun Kalimantan Tengah ke 49, mudah-mudahan dengan bertambahnya usia provinsi ini akan mampu sejajar dengan daerah lain serta dapat berkembang lebih pesat lagi terutama dibidang musik sehingga kedepan akan banyak lagi grup-grup band lain yang akan tampil dikota ini," ucap Duta yang langsung disambut tepuk tangan dari kawula muda yang hadir menyaksikan konser tersebut.
Jumpa Fans Diguyur Hujan
Sementara itu, sehari sebelumnya grup band asal Yogya ini menggelar jumpa fans dengan para penggemarnya di halaman Megatop Trade Center (MTC). Kendati di tengah gerimis, toh tidak menyurutkan semangat para Sheilagank untuk menyaksikan idolanya dari dekat.
Terpisah Kapolres Palangka Raya AKBP Drs Syahrul Iman melalui Kabag Ops Polres Palangka Raya AKP Raspani saat dijumpai BPost Sabtu (20/5) disela-sela memantau kegiatan konser tersebut mengatakan untuk mengamankan kegiatan ini pihaknya menurunkan banyak personil.
"Kurang lebih 200 orang personil gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya turun untuk membantu kelancaran acara," kata Raspani.
May 21, 2006
Jakarta, Setelah beberapa waktu lalu GIGI dan Sheila on 7 mengguncang kota Banjarmasin, kini dua band kenamaan Indonesia itu akan kembali berduet dalam satu panggung. Kota Samarinda dan Balikpapan menjadi target akhir bulan mendatang.
Rabu (17/5/2006) lalu GIGI dan Sheila on 7 yang sama-sama sibuk merilis album barunya mengadakan konser dalam satu panggung di kota Banjarmasin, Kalimantan. Dulu So7 pernah menjadi band pembuka GIGI, tapi kini sebaliknya.
Pada konser itu GIGI dipercaya untuk membuka acara. Sekitar 19 ribu penonton pun memadati stadiun 17 Mei Banjarmasin. Secara keseluruhan konser berjalan lancar, konser ini pun meninggalkan kesan indah di hati para personel GIGI dan So7.
"Gimana nggak bangga, orang mainnya bareng idola. Justru saya sangat enjoy," ungkap Eross pemetik gitar So7 kepada detikhot, Sabtu (20/5/2006).
Hal senada juga diungkapkan gitaris GIGI, Dewa Budjana. "Dulu pertama kali So7 rilis album kita pernah satu panggung. Sekarang bisa mengulangi kenangan itu ya senang. Saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi deh," tandas Budjana.
Sebenarnya tak ada yang dibilang terlalu istimewa dalam konser tersebut. Secara khusus mereka juga tidak melakukan persiapan untuk tampil berkolaborasi. Namun single andalan So7 ‘Dan’ juga hits milik GIGI ‘Janji’ sempat dibawakan secara medley oleh dua band besar itu.
Untuk mengulang sukses konser satu panggung ini rencananya So7 dan GIGI akan kembali bertemu dalam dua konser lagi. Yaitu pada tanggal 29 Mei mendatang di lapangan parkir GOR Segiri Samarinda dan tanggal 31 Mei di lapangan parkir GOR Sempaja Balikpapan.
"Secara keseluruhan pangsa pasar GIGI dengan So7 memang berbeda. Tapi nyatanya kami bisa main bareng tanpa ada kendala, justru sangat bagus," ujar Budjana menutup pembicaraan
Tiket Konser SO7 dan GIGI Sudah Bisa Dipesan
SAMARINDA - Ingin berduet dengan vokalis Sheila on 7, Duta, dalam sebuah konser? Tentu bukan sesuatu yang mustahil. Anda tinggal mendaftarkan diri lewat program Play Your Voice with SO7 yang digelar di radio-radio setempat dan yang lulus seleksi akan bisa tampil bersama personel SO7 saat konser di Samarinda tanggal 29 Mei dan di Balikpapan tanggal 31 Mei. Kegiatan ini adalah salah satu bagian event LA Lights Confessions on the Stage di 7 kota di Kalimantan.
District Manager PT Djarum wilayah Kaltim, Stainley Edmond Leonard W mengungkapkan, untuk Samarinda audisi Play Your Voice with SO7 akan dilaksanakan di Radio Paras dan Radio Mahakam sedangkan di Balikpapan dilaksanakan di Radio SBI. Pendaftaran dan seleksi sudah dilaksanakan mulai Kamis (18/5) lalu.
"Audisi ini akan mencari 60 peserta untuk kemudian diadukan lagi hingga menjadi 18 orang dan kemudian menjadi 6 sampai terpilih satu orang yang terbaik. Finalnya akan dilaksanakan tanggal 28 Mei. Yang menjadi juara akan mendapat hadiah satu unit Ipod dan bisa berduet dengan Duta SO7. Sementara 5 peserta lainnya yang lolos akan mendapat hadiah walkman dan menjadi special fans SO7 ," paparnya.
Bagi yang berminat mengikuti audisi ini katanya, bisa segera mendaftarkan diri di tiga radio yang sudah ditunjuk. Para calon peserta akan diminta mengisi formulir dan membayar biaya pendaftaran Rp20 ribu.
Sebelumnya diberitakan, LA Lights menggelar konser bertema "Confessions on the Stage" yang menghadirkan dua grup band papan atas, yaitu Sheila On 7 dan GIGI. Konser kali ini akan digelar di lapangan parkir GOR Segiri Samarinda tanggal 29 Mei dan Stadion Sudirman Balikpapan tanggal 31 Mei.
Tiket konser spektakuler ini sudah bisa dipesan di beberapa ticket box yang ada di Samarinda dan Balikpapan. Tiket bisa dipesan di Kaltim Post Biro Samarinda, Radio Paras, Radio Mahakam , Radio Dino, kantin Fakultas Ekonomi Unmul, Radio SBK Tenggarong, Radio Satya Dharma Tenggarong. Sedangkan di Balikpapan bisa didapatkan di Radio SBI, Guffy Cassette, Miki Kaset, Matahari Dept Store, Radio Swara Media FM, Rockin City Bistro, Warung Komunitas Bandar, LP3I, dan Q-Ko Tsirt Bistro. (adv)
May 18, 2006
SEMENTARA itu dari Sheila on 7 juga menyimpan banyak cerita di balik album baru mereka. Saat dijumpai usai Jumpa Pers di Cafe Oh Lala Plaza Metro City, Duta cs juga berbagi cerita album terbarunya yang bertitel 507–akan dirilis 5 Juni mendatang.
Dalam wawancaranya band yang digawangi Eros, Duta, Brian dan Adam ber mengatakan karena materi lagunya lengkap, prosesi perampungan album baru inipun cukup singkat.
"Kalau album terbaru kami 507 memang tak memerlukan waktu lama. Mulai penggarapan hingga ke tahap mengumpulkan tembang hanya memerlukan waktu beberapa bulan," papar Duta.
"Awal 2006 lalu kami sudah memulai proses rekaman dengan memilih tempat rekaman di Jogjakarta sehingga lebih dekat keluarga. Selanjutnya kami akan launching album 5 Juni mendatang," timpal Adam, personel lainnya.
Mengenai makNA dari album 507 kata Eros, berarti album kelima Sheila on 7. Di album ini terdapat sepuluh tembang apik yang cukup apik dan easy listening (enak di dengar,red) di kuping fansnya.
"Kami berharap album baru kami bisa diterima masyarakat karena musikalitasnya lebih simpel dari album sebelumnya yakni Pejantan Tangguh. Selain itu dalam penggarapannya ada sesuatu yang beda, beli saja nanti kasetnya dan buktikan. Bagi pendatang baru hati-hati," warning Eross.
Dalam wawancara eksklusif tersebut, band ini juga mengikutsertakan personel baru yakni Brian Kresno Putro–yang telah didaulat sebagai drummer tetap Sheila On 7–. "Ditunjuknya Brian ini diharapkan dapat memberikan warna-warna lebih cerah demi kesegaran musikalitas Sheila On 7 di album baru ini," jelas pacar Leony ini sambil tersenyum.
GIGI Menggigit Sheila Idola
GELARAN Confession On The Stage GIGI-So7 di Stadion 17 Mei Banjarmasin, malam tadi, memang pantas dijadikan ajang eksisnya GIGI dan comeback-nya So7.
Meski sudah sekitar 3 tahun tak menggelar konser di Banjarmasin, GIGI tetap tampil menggigit dan So7 tetaplah menjadi idola.
GIGI yang digawangi Armand Maulana pada vocal, Dewa Budjana sebagai pencabik gitar, Thomas di bas serta urang banua Gusti Hendy pada drummer, tampil dengan performa terbaiknya.
"Kayapa kabar Banjarmasin, kini kami hadir kembali menyapa kalian. Ayo, ikuti saya bernyanyi," sapa Arman di awal konser.
Sapaan ini langsung disambut applaus GIGIkita (sebutan khas penggemar GIGI) yang bak musafir kehausan di padang pasir karena lamanya tak bertemu dan melihat langsung aksi panggung grup musik idolanya.
Demi ribuan fansnya, GIGI pun menggeber lagu-lagu hitsnya. Tak hanya dari album terbaru Next Chapter, tapi juga dari album lama tentu sudah dikenal betul oleh para GIGIkita.
Diawali tembang Janji, Armand terus menghentak dengan gaya energik khasnya dengan lagu Kepastian Yang Kutunggu. Penonton bersorak dan berjingkrak bersama. Mendinginkan suasana, Armand lantas melantunkan lagu Perdamaian, hits song dari album religi Gigi pada Ramadhan 2005.
Tak mau kalah, Sheila on 7 yang digawangi Duta (vokal), Erros (Gitaris), Brian (drummer) serta Adam (bass) pun tampil heboh. Langsung menggebrak dengan tiga lagu berturut-turut, Tunjuk Satu Bintang, Jadikan Aku Pacarmu dan Pejantan Tangguh. Sheilagank (fans So7)pun langsung menyambut dengan bernyanyi dan menggerakan badan bersama.
Suasana semakin riuh, ketika Duta melantunkan tembangnya yang terpilih menjadi theme song Piala Dunia 2006, Bersiaplah. Dalam balutan instrumen nge-beat membuat pecintanya kian histeris.
"Kalian begitu bersemangat, Saya salut Sheilagank Banjarmasin sangat tertib," teriak Duta.
Begitu semangatnya penonton, hingga setiap usai satu bait dinyanyikan Duta, mereka kembali memberikan teriakan dan standing applaus. Selanjutnya meluncur tembang dari album lama seperti Pengagum Rahasia, Seirama dan Melompat Lebih Tinggi.
Penonton semakin menggila, berteriak dan berjingkrak-jingkrak menggetarkan stadion 17 Mei ketika dua grup papan atas Indonesia ini berkolaborasi menyanyikan 2 lagu yakni Dan milik So7 dan Janji-nya GIGI.
Meriahnya acara semakin terasa dengan pesta kembang api yang menutup keindahan bersama GIGI dan So7.
May 13, 2006
PENGEN nyanyi bareng So7? Kini tak perlu mimpi lagi. Pasalnya, kesempatan tersebut terbuka lebar dalam pra conditioning tour LA Lights Confession On The Stage, 12 hingga 16 Mei mendatang. Di gelaran ini akan mencari penyanyi pendamping So7 dan exclusive fans konser yang dihelat di stadion 17 Mei.
"Kegiatan tersebut diharapkan menjadi daya tarik dan perluasan promosi konser. Disamping itu sebagai hiburan tersendiri bagi fans yang memiliki skill di bidang vokal," kata Husein Albana, dari Megapro Communication.
Pelaksanaan audisi dilakukan dalam even bertajuk lomba karoke (menyanyi dengan minus one). Menurut Edi, dilakukan melalui tahap penyeleksian, road to 18, road to 6 lalu menuju final.
"Syaratnya cukup simpel yakni memiliki personality sesuai dengan brand (smart, young, good looks and Dynamic). Lalu kemampuan menyanyi yang mencukupi, kriteria usia 18 hingga 25 tahun," tambahnya.
Menariknya lagi, pada akhir lomba bagi peserta yang terpilih akan diberikan hadiah dari sponsor serta menyanyi bersama So7 pada acara konser, duet dengan duta. Tak ketinggalan mereka akan menjadi exclusive fans.
Setiap peserta akan diberikan kesempatan untuk menyanyikan 2 lagu So7 dimana 1 lagu wajibnya So7 yakni JAP (jadikan aku pacarmu) dan lagu pilihan Dan, Kita, sephia, Sahabat Sejati serta Melompat lebih tinggi.
Tahap pertama dimulai 12 Mei menuju 18 kontestan terpilih di Plaza Metro City. Penjurian untuk penentuan kandidat finalis dilakukan juri lokal dan instruktur musik.
Selanjutnya tahap dua yakni road to 6 final yakni penyeleksian dari seluruh peserta lomba menuju 6 kontestan terpilih. Proses penyeleksian kegiatan ini dilakukan dengan program airing di radio.
Terakhir babak final memilih penyanyi pendamping tunggal dari 6 kandidat finalis dimana setiap peserta akan diberikan kesempatan untuk menyayikan 2 lagu So7. Penjurian akan dilakukan langsung player So7. Karena itu tak ada salahnya mengikuti atau sekedar nonton gelaran ini. Siapa tahu bisa sepanggung dengan Duta cs, buruan!
May 12, 2006
MEMANG, SHEILA on 7 [S07] sedang "kalah pamor" dengan band-band baru yang bermunculan dan menelorkan hits. Memang, S07 juga sedang dirundung masalah, dengan keluarnya Sakti, gitaris, yang memilih mendalamai agama. Memang S07 juga dianggap "hanya" mengais-ais sisa kesuksesan. Benarkah?
Tampaknya tudingan-tudingan itu masih harus dibuktikan. Keraguan yang yang mengatakan S07 sudah "habis" masih harus diperdebatkan lagi. Apalagi kalau kamu menyimak album terbaru band asal Jogjakarta ini yang diberi titel simpel "507". TEMBANG.com yang sudah mendengar lagu-lagu yang ada, melihat ada kecenderungan band ini kembali pada kesederhanaan lirik dan musikalitas yang tidak "neko-neko" lagi.
Wajar saja sebenarnya. Band yang kini diawaki Eross Chandra [gitar], Adam Subarkah [bass], Brian [drum, personil baru] dan Duta [vokal], sudah menginjak 10 tahun berkarir di pentas musik Indonesia. Kalau sekarang mereka merilis album baru, itu bagian dari eksistensi dari sekumpulan anak Jogja yang sudah menelorkan banyak hits ini.
Album ini terdengar lebih "personal" dan matang secara penjiwaan. Single pertamanya Mantan Kekasih bisa membuat kamu nangis-nangis kalau menyimak liriknya yang dibuat Eross. Lagu yang penulis sebut "hymne-pop" ini terdengar menyayat tapi gampang dihapal dan langsung kena. Penggarapan yang lebih santai, membuat album ini terdengar lebih fresh dengan muatan bobot yang berkualitas.
Beberapa lagu penting mendapat catatan. Selain single pertama, lagu Pemenang juga menjadi penting lantaran masuk dalam theme song Piala Dunia 2006. Kemudian lagu Radio. Pernah mendengar S07 membuat lirik dan musik yang nge-dance? Di lagu ini, kamu bisa mendapatkannya.
Sakti, personil yang memilih keluar, masih sempat menyumbangkan karyanya di lagu Cahaya Terang. Lagu ini bertutur soal pengalaman batin Sakti setelah memutuskan untuk mendalami agama.
Jadi, kinilah saatnya Sheila on 7 memberi pembuktian, tudingan-tudingan yang mulai meremahkan itu salah. Toh karya mereka sebenarnya sudah jadi bukti. Bagaimana?
May 11, 2006
Yogyakarta, Leony VH sepertinya telah memiliki seluruh hati Eross Sheila on 7 (So7). Demi melupakan masa lalu, Eross menguntai petuah untuk mantan kekasihnya.
Mantan kekasih yang hilang datang…
Relakanlah semua…berakhirlah sudah
Dan biarkan bintang…menuntunmu pulang
Demikian kira-kira sepenggal perasaan Eross Candra pemetik gitar band So7. Baginya masa lalu adalah hal terindah yang selalu membuatnya terinspirasi. Namun demi menatap dan menapaki masa depan yang lebih cerah, Eross memilih untuk menutup buku asmaranya yang terdahulu.
Kata-kata indah Eross inilah yang kemudian dijadikan lagu andalan So7 di album terbarunya ‘507′. Single perdana ini diberi judul ‘Mantan Kekasih’. Apa lagu ini ditujukan spesial untuk mantan kekasih Eross?
"Wah kalau saya bilang mantan kekasih nanti banyak orang yang merasa lagi," canda Eross kepada detikhot beberapa waktu lalu.
"Sesungguhnya kisah ini bisa terjadi pada siapa saja. Saya cuma coba mewakili orang banyak di luar sana yang mengalami kisah serupa dengan saya," tandas Eross lagi.
Dari penguraian kekasih Leony VH ini, ‘Mantan Kekasih’ berisikan tentang kegagalan asmara yang terjadi di masa lalu. Di mata Eross kehidupan asmara di masa lalu harus menjadi pembelajaran namun yang terpenting adalah masa depan.
"Saya hanya ingin bercerita bahwa kadang para mantan kekasih ini melakukan kesalahan. Tapi belum tentu semua orang bisa punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jalani kehidupan yang ada, tanpa harus bercermin ke masa lalu," kisah Eross
May 9, 2006
Tiba saat kita bangkit
Berlari kepentas dunia
Jatuh dan bangun
Itu hal yang biasa terjadi
Bersiaplah..Bersiaplah…
Tanpa pandang warna kulit
Atau belahan dunia
Semua punya kesempatan
Lakukan yang terbaik
Reff :
Bersiaplah..bersiaplah..
Berjuang tuk menjadi pemenang
Bersiaplah..bersiaplah..
Persaingan didepan semakin berat
Jangan sampai mereka
Jatuhkan nyali kita
Tunjukan pada mereka
Siapa diri kita… oooooo
Yogyakarta, Leony VH dan Eross So7 makin lengket saja. Bahkan biar lebih dekat dengan kekasihnya, Eross kini tengah sibuk mencari rumah baru di Jakarta.
"Kadang musisi kan perlu waktu untuk menghilang, sendirian dulu," ungkap Eross kepada detikhot beberapa waktu lalu ketika ditemui di kediamannya di Yogyakarta.
Rencana mencari rumah baru ini juga sedikit ada hubungannya dengan pindahnya kantor manajemen Sheila on 7 ke rumah Eross di daerah Jl. Kaliurang Km 10 Yogyakarta. Rumah yang didiami oleh ibunda dan keluarga Eross itu kini disulap menjadi kantor juga studio musik.
"Sekarang disini jadi ramai. Tapi aku senang soalnya ibu ada yang nemenin. Jadi kalau pergi-pergi nggak khawatir lagi mikirin ibu yang sering sendirian di rumah," tandas Eross.
Namun sepertinya rumah baru ini akan membuat pencipta lagu ‘Pengagum Rahasia’ itu lebih dekat dengan kekasihnya Leony. Apa sengaja cari rumah di Jakarta biar dekat dengan pacar nih?
"Lebih dekat? Iya juga. Sama kerjaan juga lebih dekat. Ya sama pacar juga. Sama semuanya lah," imbuh Eross tersipu-sipu.
Mengenai hubungan asmaranya dengan Leony lebih lanjut, Eross memilih tutup mulut. Namun setiap disinggung soal Leony senyum manis selalu hinggap di bibir Eross.(yla)
May 6, 2006
Jakarta, Untuk merayakan ulang tahunnya kali ini, So7 harus terbang jauh-jauh ke Bali. Di Pulau Dewata itu, Duta cs akan menggelar konser sekaligus merayakan ulang tahun ke-10 band mereka.
"Kami lega saja setelah sekian lama, kendati kehilangan Sakti kini ada Brian. Di ulang tahun ini semoga semua bisa berjalan seperti saat kami baru dibentuk. Dengan semangat baru lagi," ungkap Eross kepada detikhot dalam acara syukuran di kediaman Eross di Yogyakarta, Sabtu (6/5/2006).
Pagi harinya Duta dan kawan-kawan masih sempat merayakan perayaan kecil, tapi hari itu juga mereka siap berangkat ke Bali. Di kota Denpasar, mereka akan merayakan pesta kecil sekaligus memenuhi konser yang akan berlangsung esok hari (7/5) di Pantai Kuta.
"Kami ada undangan konser biasa di Pantai Kuta. Tapi yang spesial mungkin setelah manggung, mungkin akan ada pesta kecil untuk kami dan kru yang selama ini mendampingi So7 kemana-mana. Yah merekalah keluarga terdekat, kami ingin berbagi kebahagiaan bersama," tutur Eross.
Bertepatan dengan ulang tahunnya inipun dengan bahagia So7 memperkenalkan Brian sebagai drumer baru. Brian menggantikan Anton yang keluar 2 tahun lalu. Ini pertama kalinya So7 berulangtahun dengan Brian namun tanpa Sakti lagi. Sedih memang, namun So7 harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.
So7 pun memperkenalkan album dan hits baru yang akan segera dirilis pada awal bulan Juni mendatang. Album yang bertajuk ‘507′ ini menjadi kumpulan lagu terbaru So7 yang berjalan tanpa ada Sakti. Pada konsep album Sakti masih terlibat namun penggarapannya Sakti tak turut campur. ‘Cahaya Terang’ mungkin menjadi lagu terakhir Sakti untuk So7 yang juga dimuat dalam album ini. Untuk membuka perkenalan dengan album ini So7 menjagokan hits ‘Mantan Kekasih’
April 28, 2006
Grup band asal kota ‘gudeg’ Jogja, Sheila On 7 bakal turut meramaikan pentas Piala Dunia 2006. Di bawah bendera Sony BMG, mereka dipercaya untuk membuat theme song ‘pesta bola’ paling akbar itu. Pada hari Selasa (18/4) lalu, bertempat di Gelora Senayan, SO7 melakukan pengambilan gambar untuk video klip theme song tersebut. Dan rencananya, klip terbaru mereka itu akan dirilis pada pertengahan bulan Mei 2006 mendatang.
April 25, 2006
Tahun ini adalah tahun yang penuh berkah bagi Brian Kresno Putra. Setelah resmi menjadi drummer Sheila On 7, Brian juga siap melepas masa lajangnya.
Kabarnya, dia akan segera menyunting kekasih yang telah 9 tahun dipacarinya. “Belum fix sih, nanti kalau udah oke dikasih tahu deh,” ujar Brian saat dihubungi KG. Setelah 9 tahun pacaran, pastilah ada keinginan untuk segera melangkah lebih lanjut. Masa mau pacaran terus? “Ya, nanti deh, pasti dikabarin,” elak Brian lagi. Sayang, Brian tak menjawab saat ditanya nama kekasihnya. “Nanti sajalah,” sahutnya.
Kabarnya, pasangan berbahagia ini bakal menikah di tanah suci, Mekah. Mengenai hal itu Brian menkonfirmasi, “Pengennya sih umroh secepatnya, cuma kalau dibilang mau sekalian nikah di sana belum pasti nih,” ucap Brian menggatung ucapannya.
Niat baik Brian itu akan dilakuan setelah S07 melepas album barunya ‘Akhir Lembar I’, akhir Mei nanti. Setelah menikah di Mekah, kemungkinan Brian akan menggelar pesta pernikahannya di Jakarta sekitar bulan Juni nanti.
Sambil menunggu hari bahagianya itu, Brian bersama persnil SO7 yang lain sibuk menyiapkan peluncuran albumnya. Sebagai anggota baru, pastinya kontribusi Brian sangat diharapkan. “Semakin besar hal yang dihadapi, berarti semakin besar juga tanggung jawab,” terang Brian bijaksana.
Apalagi sejak kepergian Sakti ke Pakistan untuk mendalami agamanya, SO7 belum bisa memastikan status gitarisnya itu. “Sebenarnya sampe sekarang kita juga belum tahu, kita belum mutusin,” ungkap Brian. Menurut anggota ‘termuda’ SO7 itu, Sakti masih termasuk keluarga Sheila.
April 20, 2006
Jakarta, Eross So7 nampaknya mantap bandnya bisa kembali merebut kejayaan di dunia musik yang pernah mereka dapat dulu. Bahkan, menjelang peluncuran album terbaru So7, Eross mengeluarkan ancaman untuk band yang paling ngetop saat ini.
"Buat band yang lagi ngetop siap-siap aja," ucap Eross serius. "Kalau dulu So7 pernah ngetop sekarang kasih kesempatan dulu, nanti direbut kembali," tambahnya lagi.
Siapa band ngetop yang dimaksud? Kekasih Leony ini tak mau menyebutkannya secara spesifik. Jika ditilik di dunia musik saat ini, nampaknya ancaman Eross tersebut ditujukan pada Peterpan, atau Radja. Dihitung dari penjualan album, band yang digawangi Ariel juga Ian Kasela ini menjadi band yang mampu menyamai rekor penjualan album So7.
Album terbaru So7 bertajuk ‘Awal Lembar Terakhir’ seharusnya rilis pada 6 Mei 2006, berbarengan dengan ulangtahun ke-10 band asal Yogyakarta itu. Namun karena berbagai permasalahan, album tersebut mundur rilisnya menjadi pertengahan Mei.
"Terlalu banyak masalah. Terus sempat tur panjang dari 2005 dan sampai sekarang turnya belum selesai," ujar Eross, ditemui belum lama ini di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Cowok yang rumahnya dijadikan studio rekaman So7 itu juga menampik kabar soal So7 mandek berkarya karena ditinggal kawin para personelnya. Seperti diketahui, dari empat personil So7, dua orang, Adam dan Duta, sudah melepas masa lajangangnya. Eross sendiri kini juga tengah hangat-hangatnya menjalin kisah asmara dengan Leony.
Sama dengan Eross, Duta yang kini sudah memiliki momongan juga membantah kalau karena menikah atau personilnya pacaran, So7 mandek berkarir di musik. "Kawin nggak ngaruh, karena yang bikin lagu setengahnya itu Erros," tuturnya.
"Walau sekarang dia sudah pacaran itu juga bukan sesuatu yang berpengaruh," lanjutnya lagi.
April 19, 2006
Kapanlagi.com - Kemesraan dan kehangatan asmara antara Eross ‘SO 7′ dan mantan penyanyi cilik Trio Kwek-Kwek, Leony makin tergambar nyata. Setelah sempat keperogok liburan bareng di Bali. Kini Leony dengan sabar dan setia menunggu Eros kelar pengambilan gambar untuk video klip SO 7 terbaru. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 00.30, pada Selasa dini hari (18/4).
"Kebetulan ada waktu," kata Leony saat disamperi di lapangan bola Senayan. Kesediaan Leony menunggu Eross hingga larut, menjadi pertanda bahwa hubungan mereka telah direstui oleh orang tuanya. "Paling tadi kasih tahu lewat sms," ujarnya.
Hubungan keduanya terbilang unik, sebab Leony di Jakarta sementara Eross tinggal di Yogja. Dan keduanya akan terlihat bareng saat, Eross datang ke Jakartai.
Selesai syuting, Eross bergegas mengajak Leony pulang. "Kasihan, dia harus pulang," ujar Eross beralasan. Mengenai rahasia hubungan mereka yang adem ayem, Eross berkilah bahwa tidak ada tips khusus. "Saling percaya saja," katanya singkat. "Nyatai aja jalaninya," timpal Leony seraya pergi.
Kapanlagi.com - Band asal kota gudeg, Yogyakarta, Sheilla On 7 (SO 7) mendapat kehormatan untuk ikut meramaikan pentas Piala Dunia Jerman 2006. Lewat label yang menaunginya, Sony BMG, mereka ditawari untuk membuat theme song. Dan tentu saja mereka langsung ‘menangkap’ kesempatan emas itu.
Dan bertempat di Gelora Senayan, SO 7 melakukan pengambilan gambar untuk video klip tersebut. Syuting itu sendiri baru selesai pukul 01.30 Selasa (18/4). Pasalnya, temanya bola, tentunya lapangan bola dan pernak-perniknya menjadi background video klip mereka kali ini. Hanya saja, tidak semua personil SO 7, penggemar berat bola. Mungkin hanya Brian, drummer baru mereka dan Duta, si vokalis.
"Rencananya kami akan rilis pertengahan Mei ini," kata Adam. "Kalau dilihat kita punya materi yang lebih kuat. Dan berbeda dengan yang lalu. Perbedaannya pada lagu. Lagu-lagunya jauh lebih bagus," lanjut Adam dengan logat jawaanya yang kental.
"Kami sudah 10 tahun berkumpul dan bergulat di bidang ini. Kami telah meraskan enak dan tidak enak di dunia entertain. Dan kami juga sudah mengalami bagaimana rasanya di atas dan bagaimana rasanya di bawah. Album kami mau jadi apa, kami sudah mengalaminya di dua tempat tersebut. Kalau mengikuti feeling aku yakin album baru ini akan membuat kami ke atas lagi," kata Eross.
Menurut Eross, sekarang ini terdapat beberapa perubahan di dalam tubuh SO7. Pasca hengkangnya Anton dan juga Sakti, hubungan di SO 7 lebih condong pada professional kerja. "Teman tetap teman, kerja tetap kerja dan main tetap main tapi professional kerja dikedepankan dan ini mulai jalan. Semoga ini menjadikan kami yang tinggal berempat lebih solid lagi," ujar pacar Leony yang mengatakan cabutnya Sakti dari SO 7 sudah tidak bisa dicegah lagi.
"Ada perubahan visi didiri Sakti dan itu hak dia sepenuhnya. Selama ini kami sudah mencoba berdialog dengan Sakti tapi tidak ada solusi yang tepat bagi kedua belah pihak, " ungkap Adam.
Menurut Adam, ketidakaktifan Sakti sudah terjadi sejak album kelima. Lebih lanjut Adam mengungkapkan kalau Sakti punya tujuan hidup lain. Sakti sekarang lebih suka memperdalam agama. Dan ikut Jamaah Tabligh. "Akhir Maret ketemu, dan dia pamit akan ke luar negeri, ke Pakistan belajar agama," jelas Adam.
Kapanlagi.com - Sejak ditinggal pergi gitarisnya, Sakti, grup band Sheila On 7 masih belum berminat untuk mencari personel pengganti. Menurut grup band asal Jogjakarta ini, untuk posisi Sakti, masih ada Eross untuk mengisi posisinya sementara waktu.
"Untuk sementara, kita hanya menyerahkannya kepada Eross. Kalau untuk manggung live, tentu kita akan pakai additional player," kata Adam ketika ditemui di lapangan sepak bola Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (17/4) malam kemarin.
Sementara, ketika disinggung mengenai kepergian Sakti, yang beralasan ingin belajar agama di Pakistan, Eross menanggapinya dengan dingin.
"Itu kan kemauan dia. Kita menghormati saja. Biar bagaimana pun dia juga teman kita dan akan selalu menjadi teman kita. Kita kan sudah 10 tahun bareng-bareng," kata kekasih Leony ini.
Hingga saat ini, Eross masih merasa kehilangan dengan kepergian Sakti. Apalagi gitar-gitar sahabatnya itu masih tertinggal di rumahnya, yang juga menjadi ‘markas’ SO7.
Setiap melihat gitar-gitar tersebut, cowok yang piawai mencipta lagu ini terkenang kembali akan saat kebersamaannya dengan Sakti.
SEJAK munculnya band baru seperti Peterpan, Radja dan Ungu, Sheila On 7 (SO7) yang satu ketika dulu menjadi kegilaan muda-mudi kita nampaknya kelihatan sepi sejak kebelakangan ini.
Ditambah pula dengan status vokalisnya, Duta yang sudah pun berumahtangga serta pengunduran dua anggotanya iaitu Anton dan Sakti. Semua ini menyebabkan SO7 makin jauh di hati peminat.
Namun SS dapat tahu ada satu kejutan yang bakal dilakukan SO7 terhadap peminat mereka tidak lama lagi.
Kejutan itu bagaimanapun membabitkan penyertaan mereka terhadap Piala Dunia Jerman 2006 tidak lama lagi.
Dengar ceritanya, band yang berasal dari Yogyakarta, Indonesia itu ditawarkan membuat lagu tema Piala Dunia Jerman 2006.
Tawaran itu sudah pasti tidak dilepaskan SO7. Terutama sekali bagi Duta dan seorang lagi anggota baru S07, Brian (pemain dram baru mereka) yang memang penggemar bola sepak.
Dalam pada itu, ramai ingin tahu mengapa Sakti mahu mengundurkan diri dari SO7 selepas Anton berbuat demikian.
Daripada sumber yang boleh dipercayai, Sakti sudah tidak berminat lagi untuk bermain muzik.
Sebaliknya lebih gemar mendalami ilmu agama dengan mengikuti jemaah tabligh. Malah, Sakti juga khabarnya sudah terbang ke Pakistan demi merealisasikan cinta barunya itu.
April 18, 2006
Sheila on 7 kini tengah menghadapi cobaan yang berat. Di saat menjelang peluncuran album terbarunya, Sakti, sang gitaris malah cabut. Cowok yang memang alim ini memutuskan untuk mendalami ilmu agamanya ke Pakistan.
Meski kini telah masuk Brian sebagai personil baru, tapi Duta, Erros serta Adam merasa kaget dan sedih dengan keputusan Sakti tersebut. Padahal Sakti telah memperkuat band asal Jogya ini sejak awal. Apalagi banyak kenangan bersama yang dialami mereka saat bersama Sakti.
Saat Sakti menyampaikan keinginanya, mereka sempat menawarkan opsi yang meringankan dengan tujuan agar Sakti tetap terus bergabung. Tapi Sakti jutsru menolak dengan alasan takut merepotkan temen bandnya.
“Dia lebih memilih tidak mengambil opsi yang kita tawarkan. Ya sudah kita ikhlas meski kita sedih harus kehilangan dia," terang Erros sebelum syuting klip ‘Sang Pemenang’ di Senin (17/4/2006) kemarin. Meski tak lagi memperkuat Sheila, tapi Sakti masih tetap tinggal di markas Sheila.
Hengkangnya Sakti memang sudah santer terdengar, namun Sakti baru pamitan sekitar akhir Maret lalu. Sebelumnya Sakti sempat sempat ikut menggarap album terbaru band yang membesarkan namanya. Tapi pada tahap selanjutnya kocokan gitar Sakti tak lagi menghiasi album yang rencananya bakal di luncurkan awal Mei ini.
Ditanya apa ada keinginan untuk mencari pengganti Sakti? Seperti Duta cs ini belum bisa memutuskan lantaran ingin konsen di peluncuran album terbarunya. Sama halnya saat Anton, mantan drummer Sheila keluar, Duta belum mau buru-buru mencari penggantinya. Untuk sementara mereka akan tampil dengan satu gitaris.
Disinggung soal klipnya, Erros menceritakan kalo lagu ‘Sang Pemenang’ diciptakan untuk album theme song Piala Dunia, ‘Voices From the FIFA World Cup’. Di mana artis Sony-BMG dipercaya mewakili setiap negara untuk menyumbangkan satu lagu. Untuk Indonesia dipilih Sheila on 7 untuk mengisi album tersebut.
Sesuai temanya, pengambilan gambar klipnya di lakukan di stadion Gelora Bung Karno. Sebagai opening, Duta sempat menendang bola yang dilanjukan aksi ngeband mereka di tengah-tengah lapangan bola.
April 17, 2006
Jakarta, Sejak akhir Maret lalu, Sakti resmi hengkang dari grup band Sheila On 7 (SO7). Pada Eross, Sakti pamit untuk belajar agama di Pakistan.
Meski ditinggalkan Sakti, Duta, Eross, Adam dan personil baru SO7, Brian, tetap jalan terus. Grup band asal Yogyakarta itu kini semakin sibuk dikejar deadline menyelesaikan penggarapan album terbaru mereka. Rencananya album tersebut rilis awal Mei mendatang berbarengan dengan ulangtahun ke-10 SO7.
Dituturkan Eross, akhir Maret lalu Sakti pamitan padanya untuk pergi ke Pakistan mendalami agama. Mendengar keinginan Sakti, Eross mengaku cukup kaget namun sebagai teman ia mengikhlaskan kepergian temannya ke negeri orang itu.
"Kita mengajukan beberapa opsi, kelonggaran-kelonggaran, tapi kata Sakti itu akan terlalu merepotkan kita berempat. Dia lebih memilih tidak mengambil opsi yang kita tawarkan. Kita ikhlas," ceritanya ditemui saat penggarapan videoklip lagu ‘Sang Pemenang’ di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (17/4/2006) malam.
Sekedar informasi lagu ‘Sang Pemenang’ nantinya akan ada di album theme song Piala Dunia, ‘Voices From the FIFA World Cup’. SO7 dipilih Sony-BMG, mewakili Indonesia untuk mengisi album tersebut.
Kembali soal Sakti, cowok berjenggot itu sempat ikut menggarap album terbaru SO7. Tapi saat tahap penggarapan album masuk ke gelombang dua, saat seharusnya Sakti ikut andil dengan gitarnya, ia justru mengundurkan diri.
"Untuk take selanjutnya dia nggak ikut. Tapi kalau nggak ada halangan, ada satu lagu Sakti yang masuk," tutur Eross lagi.
Baik Eross maupun personil lainnya belum memutuskan untuk mencari pengganti Sakti. Dengan nada bercanda kekasih Leony itu berujar, "Di album saya pikir kalau sudah ada satu gitaris jago sudah cukup".
Hingga saat ini Eross masih merasakan kehilangannya akan Sakti. Apalagi gitar-gitar sahabatnya itu masih tertinggal di rumahnya yang juga markas SO7. Setiap melihat gitar-gitar tersebut, cowok yang piawai mencipta lagu ini terngiang akan memorinya bersama Sakti.
April 13, 2006
Yogyakarta, Lengkap sudah kebahagiaan pasangan Adam ‘So7′ dan Arimbi. Pekan lalu mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang kemudian diberi nama Lovely. Bayi kecil yang lahir lewat proses caesar ini dalam keadaan sehat begitu pula ibunya.
Lovely Az’ahra Sheekeane. Begitu nama bayi perempuan Adam M Subarkah dan Umi Arimbi yang lahir hari Kamis (6/4/2006) lalu di rumah sakit Happy Land Yogyakarta.
"Alhamdulillah semuanya sehat, berat badannya (bayi .red) normal dan ibunya juga sehat. Semua baik-baik saja," ungkap Adam ketika dihubungi detikhot, Kamis (13/4/2006).
Lewat permintaan Arimbi, Lovely lahir secara caesar pasalnya usia kandungan Arimbi baru 36 minggu / 9 bulan persis. Sedangkan normalnya jabang bayi berada dalam kandungan 9 bulan 10 hari.
Setelah Lovely hadir melengkapi keluarga kecil Adam, pembetot bass Sheila on 7 itu mengaku harus semakin berhati-hati dalam bersikap. Menjadi orang tua tidaklah mudah, namun Adam berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya.
"Sekarang saya ngerasain jadi orang tua. Saya jadi tahu kenapa orang tua selalu perhatian sama anaknya. Saya semakin bersyukur. Saya harus lebih hati-hati jadi orang. Anak kan titipan Tuhan. Moga-moga saya bisa mengemban tugas dengan baik," tambah Adam.
Menurut sang mertua, anak mungil Adam ini persis seperti ibunya. "Tapi hidungnya mirip saya, bibirnya mirip ibunya. Tapi wajahnya kan masih berubah-berubah kalau bayi gitu," ujar Adam menutup pembicaraan.
April 7, 2006

Gemuruh Piala Dunia sudah dekat banget nih. Buat bikin tambah meriah lagi, biasanya FIFA bakalan bekerjasama dengan para artis dunia buat bikin Theme Song untuk ajang akbar ini. Trus, jadi deh sebuah album bertajuk Voices From the FIFA World Cup. Dan ternyata, Sheila on 7 masuk dalam daftar pengisi album Theme Song tersebut.
Kayaknya sih, lagunya itu bakalan keren, soalnya tawaran bergengsi dari Sony-BMG Music ini sampai membuat Sheila on 7 musti berhenti sejenak dari proses pembuatan album baru mereka. So7 akan memberi judul Sang Pemenang yang memang sesuai dengan semangat sportifitas dari sepakbola itu sendiri.
Tapi sepertinya Sang Pemenang hanya akan beredar di Indonesia dan Malaysia barengan dengan lagu-lagunya Mariah Carey, Westlife, Oasis dan Celine Dion.
Awal 2006 Sheila On 7 sudah memulai proses rekaman untuk album terbaru yang akan dirilis pertengahan tahun 2006 nanti. Kali ini Sheila On 7 memilih tempat rekaman di Jogja supaya lebih dekat dengan keluarga, aku mereka.
Supaya hasil yang dicapai juga maksimal, band yang berpersonilkan Eross, Duta, Sakti dan Adam ini mengangkat Brian sebagai drummer tetap Sheila On 7. Brian Kresna Putro nama lengkap cowok yang sudah menjaga beat-beat lewat pukulan drum semenjak tur Jalan Terus di 34 kota hingga album The Very Best resmi menjadi personil Sheila On 7.
Diharapkan diangkatnya Brian sebagai personil tetap Sheila On 7 dapat memberikan warna-warna lebih cerah demi kesegaran musikalitas Sheila On 7 di album barunya nanti.
Sheila on 7 akan melakukan syuting video klip lagu "Pemenang" dengan sutradara Glen K yang dulu pernah menyutradarai klip Bertahan Disana. Yang jelas karena lagu ini untuk mensupport piala dunia, maka di video klip nanti masing-masing personil So7 akan beraksi sebagai pemain sepak bola juga
Syuting di GELORA Bung Karno pukul 16.00 wib
contact: Philos (0818270777)
April 6, 2006
Semenjak cabutnya Anton, Sheila On 7 tak lagi memiliki drumer. Setiap penampilannya, band asal Jogja ini dibantu oleh Brian Kresna Putro. Namun kini, Brian telah resmi diangkat sebagai personil baru Sheila.
Menurut website SonBMG pengangkatan Brian itu seiring akan dirilisnya album terbaru mereka yang rencananya dirilis pertengahan tahun ini. Selama ini pukulan drum Brian telah mengiringi Sheila di sepanjang tur ‘Jalan Terus’ di 34 kota hingga diluncurkannya album ‘The Very Best’.
Kehadiran Brian sebagai personil tetap Sheila diharapkan dapat memberikan warna-warna lebih cerah demi kesegaran musikalitas Sheila On 7 di album barunya nanti.
Seperti diketahui, awal 2006 band dengan personil Eross, Duta, Sakti dan Adam sudah memulai proses rekaman untuk album terbaru. Mereka memilih tempat rekaman di daerah asalnya Jogja dengan alasan supaya bisa lebih dekat dengan keluarga.
Seiring dengan masuknya Brian, sempat tersebar berita kalau Sakti bakal hengkang meninggalkan Sheila. Kabarnya Sakti ingin mendalami agamanya di Pakistan. Benar atau tidaknya, tunggu saja kabar berikutnya.
Jakarta, Untuk memeriahkan penyelenggaraan Piala Dunia 2006, sebuah album bertajuk ‘Voices From the FIFA World Cup’ diproduksi. Sheila on 7 (So7) terpilih sebagai pengisi album.
Di tengah-tengah proses penggarapan album terbarunya, So7 mendapat tawaran dari Sony-BMG Music untuk mengisi album yang bakal rilis Mei mendatang.
Grup asal Yogyakarta ini pun menghentikan kegiatan mereka sejenak untuk membuat lagu khusus untuk kompetisi olahraga bergengsi di dunia itu.
Lagu yang berhasil diciptakan diberi judul ‘Sang Pemenang’. Lagunya akan bercerita tentang spirit kemenangan dan dibawakan dalam tempo medium. Dengan melodi-melodi khas Sheila on 7 yang dipadukan efek gemuruh sorak-sorai penonton, lagu ini dirancang khusus untuk memperkental suasana Piala Dunia 2006.
Selain So7, dalam album tersebut juga akan ada Mariah Carey, Westlife, Oasis dan Celine Dion. Sayangnya, album ‘Voices From the FIFA World Cup’ yang menampilkan So7 hanya akan beredar di Indonesia dan Malaysia.
March 31, 2006
YOGYAKARTA–MIOL: Pemetik bas Sheila On Seven, Adam, tampak sibuk keluar masuk kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (31/3). Usut punya usut, Adam ternyata lagi sibuk mengurus cuti kuliah istrinya, Umi Arimbi Khallistasani yang awal Mei 2006, diperkirakan melahirkan putra pertama mereka.
"Awal Mei ini diperkirakan anak pertama saya lahir. Ini lagi ngurus cuti kuliah istri yang masih kuliah di semester akhir jurusan komunikasi UGM," kata Adam.
Lalu persiapan apa yang dilakukan? Adam mengaku tidak ada persiapan khusus. Namun untuk nama anak, Adam mengaku telah menyiapkan dua nama yakni nama laki-laki dan nama perempuan. Pasalnya, Adam memang sengaja tidak mengintip jenis kelamin anaknya melalui USG. Dia ingin kelahiran anaknya nanti benar-benar sebuah surprise.
"Saya belum tahu apakah nanti lahir laki-laki atau perempuan. Sengaja tidak melihat biar surprise. Lagian laki-laki atau perempuan sama saja. Yang penting bisa lahir dengan selamat sudah bersyukur," katanya.
Adam juga mengaku tidak ambil cuti khusus dari aktivitas band saat proses kelahiran nanti. Dia berharap proses kelahiran lancar sehingga aktivitas band juga tidak terlalu terganggu.
Sheila, menurut Adam, sedang mempersiapkan proses lahirnya album mereka yang kelima. Secara materi dan konsep musik, lagu-lagu dalam album nanti akan berbeda dengan album-album sebelumnya.
"Kalau berubah itu pasti. Karena waktu juga terus berjalan dan apa yang terjadi di sekitar kita juga mengalami perubahan," kata sosok yang punya nama lengkap Adam Subarkah ini.
Lagu-lagu dalam album kelima nanti, menurut Adam, sebagian besar bersifat spontan dengan tema variatif. Bahkan kegundahan band yang ngetop dengan lagu Sephia ini karena ditinggal personilnya menikah pun, menurut Adam, dituangkan dalam lagu di album nanti.
Lalu kapan akan diluncurkan di pasar? "Belum tahu, kami tidak ngoyo kok jadi tidak perlu ada target harus kapan selesai," katanya enteng.
March 29, 2006
KABAR CABUTNYA Sakti sebagai gitaris Sheila on 7, ternyata bukan hisapan jempol semata. Kalau selama ini manajemen band asal Jogjakarta itu seperti bungkam, lewat sumber yang dekat dengan mereka –sebut saja Bima– kabarnya itu mendapat pembenaran. "Betul, Sakti memang mundur dari line-up Sheila on 7," katanya saat ngobrol dengan
TEMBANG.com, beberapa waktu lalu.
Menurut cowok yang dekat secara pribadi dengan personil S07 ini, Sakti belakangan memang lebih memilih mendalami agama. "Dia banyak bicara soal sufi akhir-akhir ini," tambahnya.
Sakti sendiri sampai berita ini diturunkan, tidak berhasil dihubungi. Ponselnya yang coba dikontak tidak nyambung-nyambung. Kabarnya, setelah memutuskan cabut, cowok bernama lengkap Saktia Ari Seno yang memelihara jenggot ini akan pergi ke Pakistan untuk lebih dalam belajar agama. "Kabarnya memang positif mau ke Pakistan," terang Bima yang wanti-wanti jangan menulis lengkap namanya.
Album terbaru Sheila on 7 yan diberi titel "507" [rilis Mei 2006 mendatang], kabarnya akan menjadi farewell untuk Sakti. "Album ini bisa disebut kiprah terakhir Sakti di band tersebut," tambahnya. Jadi, launching albumnya nanti, sekaligus jadi pesta perpisahan. Wah…[joko/foto: istimewa]
March 23, 2006
Hong Kong, Kedatangan Sheila on 7 ke Hong Kong ternyata tak sia-sia. Di negara tetangga itu Duta dan kawan-kawan disambut hangat dan sukses menggelar konser amal bagi para TKW. Tiket sold out, So7 akhirnya gelar 2 konser dalam sehari.
Pekan lalu tepatnya tanggal 19 Maret 2006 band asal Yogyakarta, Sheila on 7 mencetak perjalanan konser di negara Hong Kong. Konser yang digelar di Theater Sunbeam Hong Kong itu dipenuhi oleh 3500 orang terdiri dari para TKW (Tenaga Kerja Wanita) asal Indonesia dan penduduk asli Hong Kong.
Kedatangan So7 disambut hangat. Konser yang digelar selama 75 menit itu di buat dalam 2 sesi. Konser pagi berlangsung dari jam 12.45 - 14.00 waktu setempat dan konser sore dimulai jam 16.45 - 18.00 waktu setempat.
Harga tiket pun dibagi dua yaitu seharga HK$150 dan HK$100 atau sekitar Rp 176 ribu dan Rp 117 ribu. Suksesnya konser ini pun membawa kebahagiaan tersendiri bagi Eross, Duta, Sakti, dan Adam. Pasalnya niat luhur mereka menggelar konser untuk kepentingan amal membantu rehabilitasi para TKW kita di Hong Kong berhasil.
"Konsernya total sukses. Dalam setiap sesi, So7 bawa 12 lagu. Karena ternyata ada sebanyak 97.000 TKI wanita kita disana jadi mayoritas penontonnya adalah wanita," ungkap juru bicara So7, Philosofy Akbar kepada detikhot, Kamis (23/3/2006).
"Ini konser pertama kali So7 di Hong Kong. Menurut panitia yang bikin acara, ini merupakan konser paling sukses, selama beberapa kali mereka mengadakan konser disana dengan mengundang bintang tamu dari Indonesia," tambah Philos.
Menurut Philos rona bahagia terpancar dari wajah personel So7 sekembalinya dari Hong Kong. Konser ini memotivasi mereka agar lebih fresh menggarap album terbaru mereka ‘507′ yang segera dirilis awal April mendatang.(yla)
March 22, 2006
Liputan (Foto2) Konser Sheila On 7 di Hong Kong
http://kaskus.com/showthread.php?t=289940
March 21, 2006
“Saya tak yakin mereka mempraktekkan hal itu. Saya kenal benar dengan mereka. Sebenarnya kalau mau cari sensasi kenapa nggak Eross-nya saja yang keluar, sensasinya ‘kan jauh lebih dahsyat…"

sakti, gitaris Sheila on 7, tengah jadi sorotan media. Ia dikabarkan bakal hengkang dari band yang bermarkas di Yogyakarta itu. Kabarnya, Sakti pergi lantaran ia kepengin mendalami ilmu agama Islam. Tak tanggung-tanggung, cowok yang berambut panjang ini bakal menimba ilmu agama ke Pakistan.
Asal tahu saja, beberapa tahun belakangan Sakti memang menekuni dunia religi. Konon, keseriusan Sakti lantaran ia pernah punya pengalaman spiritual. Kalau mau lihat bukti konkret betapa religiusnya Sakti —walau sebenarnya ini bukan indikator utama religiusnya seseorang atau tidak— bisa dilihat dari cara berpakaiannya. Cowok yang punya nama lengkap Saktia Aria Seno ini kerap mengenakan kopiah, baju koko, dan celana panjang yang memperlihatkan mata kaki. Pakaian model ini biasanya digunakan aktivis gerakan Islam tertentu. Tak jarang lho, atribut pakaian ini digunakan saat ia manggung bersama bandnya.
Tapi benarkah Sakti bakal hengkang? Para personel Sheila on 7 tak ada yang mau menjawab kebenaran kabar itu. Bahkan Anton, sang manajer pun enggan bicara banyak. Ia juga belum mau buka mulut soal itu. “No comment saja deh. Nanti semua masalah itu bakal dijelaskan saat rilis album terbaru Sheila on 7,” ujar Anton. Sedikit bocoran, album baru Sheila on 7 bakal dirilis pada 6 Mei nanti.
Lantaran jawaban baru diberikan saat rilis itu, banyak yang mengira itu cuma sekadar gosip menjelang peluncuran album baru yang diberi tajuk 5O7 ini. Bukan mustahil gosip ini memang sengaja diembuskan sebagai bagian dari promosi terselubung album baru mereka. Ada juga yang menganggap gosip itu muncul buat mendongkrak kembali popularitas Sheila on 7. Lewat gosip ini pastinya mereka dapat ekspos media dan jadi perhatian publik. Bukan apa-apa dibanding 4 atau 5 tahun lalu, popularitas Sheila on 7 mengalami penurunan tajam. Gaung Sheila on 7 kini kalah dengan band-band baru.
Mendongkrak popularitas atau berpromosi lewat gosip —tentu saja yang sengaja didesain— sebenarnya bukan hal baru di dunia musik. Dulu pernah kencang kabar Fatur menjalin hubungan kekasih dengan Nadila. Entah, dari mana muasalnya, keduanya lalu dikabarkan menjalin hubungan asmara. Padahal sampai kini tak pernah terbukti keduanya menjalin hubungan asmara. “Saya malah menganggap Fatur sebagai kakak,” ujar Nadila suatu kali. Atau masih ingat ketika media ramai membicarakan kabar Ian Kasela, vokalis Radja, menjalin hubungan kasih dengan penyanyi dangdut Uut Permatasari? Sebenarnya kabar ini cuma isapan jempol. Ian —walau kala itu belum banyak yang tahu— sebenarnya sudah punya istri. Fakta ini cuma kabar burung, diperkuat dengan pernyataan keduanya, mereka cuma berteman saja.
Konon, dua rumor yang terakhir punya agenda tersembunyi. Ya, apa lagi kalau bukan menaikkan popularitas atau sekadar berpromosi. Banyak yang menganggap rumor Nadilla dan Fatur dimunculkan sebagai bagian dari strategi promosi album. Kebetulan keduanya punya album duet. Bagaimana dengan gosip pacaran Ian Kasela dengan Radja? Gosip itu dimunculkan buat menggenjot popularitas Radja. Maklum, kala itu mereka tengah berjuang keras merengkuh sukses. Makin sering tampil di media, pastinya bakal berdampak pada popularitas mereka.
Menurut Bens Leo, strategi berpromosi lewat gosip ini memang nyata terjadi di dunia musik. “Iya. Saya mendengar ada beberapa artis yang melakukan cara itu. Sepengamatan saya,itu baru belakangan ini saja terjadi. Dulu di zamannya Achmad Albar supaya terkenal, ya, harus lewat lagu, bukannya lewat gosip. Kenapa sekarang hal itu terjadi? Mungkin karena teknologi sekarang sudah canggih. Sekarang ‘kan infotainment sudah banyak,” tandas Bens.
Menurut Bens cara berpromosi lewat gosip ini sebenarnya lazim digunakan para artis yang tengah merintis karier atau mendongkrak popularitasnya. Makanya, ia tak percaya bila band besar seperti Sheila on 7 bakal menempuh promosi sepertiitu. “Saya tak yakin mereka mempraktekkan hal itu. Saya kenal benar dengan mereka. Sebenarnya kalau mau cari sensasi kenapa nggak Eross-nya saja yang keluar, sensasinya ‘kan jauh lebih dahsyat. Dia ‘kan motornya Sheila dan personel paling ngetop. Namun kalau benar mereka melakukan cara seperti itu, menurut saya sih itu bodoh,” papar Bens lagi.
Lanjut Bens, sah-sah saja seorang artis berpromosi lewat gosip. Namun hati-hati, gosip itu ibarat bumerang. Bukan tak mungkin ia malah balik menyerang si artis. “Apalagi kalau gosipnya negatif. Bukannya malah menguntungkan, imej si artis malah bisa rusak,” tuturnya. Makanya, menurut pemimpin redaksi majalah Newsmusik (almarhum) ini, lebih baik berpromosi dengan cara yang positif. “Caranya, ya, dengan bikin lagu bagus. Karena pada dasarnya bila berpromosi dilakukan dengan cara apa pun tapi lagunya tak bagus dan disukai orang, ya percuma saja,” pungkasnya.
March 17, 2006
Duh, sedihnya kabar cabutnya Sakti dari Sheila on 7 jadi kenyataan. Cerita yang dilansir dari situs Tembang.com itu ngasih tahu kalau isu keluarnya Sakti itu memang benar. Alasan cabutnya gitaris Sheila on 7 ini memang lebih disebabkan oleh kesibukan barunya. Kira-kira, sibuk apanya Sakti sekarang?.
Sakti kini lagi konsen banget sama urusan agama. Dia sih kayak pengin mendalami pengetahuannya tentang agama. Karena belakangan Sakti memang sering banget ngomongin soal sufi. Malahan kabarnya, Sakti dalam waktu dekat ini akan pergi ke Pakistan untuk belajar agama. Trus, gimana dong dengan Sheila on 7?.
Sheila on 7 sendiri kini memang sedang sibuk mepersiapkan album baru yang bertajuk 507. Rencananya album yang bakal dirilis bulan Mei ini akan menjadi album perpisahaannya Sakti dari Sheila on 7. Yah, sedih banget sih…!
March 14, 2006
Dua group band asal Jogja, Sheila On 7 (SO7) dan Jikustik kini diisukan sedang ‘retak’. Pasalnya, salah satu personil mereka dikabarkan segera meninggalkan bandnya. Dari kubu SO7, Sakti sang gitaris dikatakan akan memperdalam ilmu agama, sedangkan Icha Jikustik pengen lebih konsen solo karir.
Beberapa waktu lalu, Eross, sahabat sekaligus teman baik Sakti berkomentar singkat tentang gossip hengkangnya Sakti. “Saat ini hubungan kami baik-baik saja, dia masih sering main ke rumah,” ujar Eross. Pacar Leony itu memang tidak meng-Iya kan atau membantah.
Di website S07 sendiri, Sheilagank (sebutan fans Sheila) ‘menetang’ apabila Sakti berniat hengkang meski untuk memperdalam ilmu agama “ Kalo alasan buat belajar agama, itu masih bisa kamu lakukan barengan dengan profesi kamu,” tulis seorang Sheilagank.
Kalo ‘Saktigate’ masih seputar isu, ini beneran. SO7 bakal bertolak ke negeri Andy Lau buat menggelar show. Tepatnya tanggal 19 Maret, di Sunbeam theater North Point Hongkong. “Kita mau ngadain konser amal, konsepnya sih konser tunggal S07, yang nantinya hasil penjualan tiket bakal disumbangin untuk memantu rehabilitasi para TKI,” terang Anton Manager SO7 ketika dihubungi KG.
Konser ini terselenggara atas kerjasama management dengan Indonesian Migrant Worker Union. Menurut data, ada sekitar 80.000 TKI di Hongkong. Dan cukup banyak diantara mereka yang mengalami perlakuan tidak adil di negeri orang. SO7 akan mengadakan dua kali pertunjukkan dengan perkiraan penonton sekitar 3000 orang. “Kita sih enggak berlebihan. Ya wajar bagi mereka (TKI) untuk mendapat penghargaan yang lebih. Paling enggak misi kita besok sampai,” tutur Anton.
Rencananya, Duta, Adam, Sakti dan Eross bakal bertolak ke Hongkong sabtu (18/3). Wah, Sakti ikut nih ?, “Sakti baik-baik saja, tahu tuh gossip dari mana,” sahut Anton seraya tertawa. Oke, deh selamat menghibur ‘pahlawan devisa’ Indonesia, dan tetap Jalan Terus ya.
March 13, 2006
Yogyakarta, Eross Candra dan Leony V.H lagi mesra-mesranya. Kendati tinggal di kota yang berbeda, jarak bukan halangan bagi pasangan ini. Kalau mau menghindar dari mata publik, mereka pergi ke kota Yogyakarta untuk menghabiskan waktu bersama. Ngumpet nih?
Sebagaimana diketahui Eross gitaris band Sheila on 7 itu berasal dari kota Gudeg, Yogyakarta. Sedangkan mantan Trio Kwek Kwek Leony tinggal dan masih bersekolah di Jakarta.
Jarak tak membuat kebahagiaan pasangan ini memudar. Diakui Eross, ia dan Leony sama sekali tak mempersoalkan tempat tinggal yang berjauhan. Yang penting perasaan mereka berdua tetap dekat sepanjang waktu.
"Jarak nggak jadi masalah. Toh kami berdua mengerti kesibukan masing-masing," ungkap Eross ditemui detikhot di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Eross mengaku sejak berpacaran dengan Leony mobilitasnya bolak-balik Yogya - Jakarta menjadi semakin sering. Bagaimanapun Eross hanyalah seorang pria biasa yang selalu ingin dekat dengan kekasihnya.
"Seringnya ya saya yang ke Jakarta. Kan saya cowoknya itu sudah kewajiban. Tapi bukan berarti Leony nggak pernah ke sini (Yogya). Kalau mau dilihat publik ya pacarannya di Jakarta. Kalau di Yogya kami pacaran diam-diam," tambah Eross diselingi tawanya
March 11, 2006
YOGYA (KR) - Gitar produk lokal sesungguhnya tidak kalah dengan gitar bikinan luar. Ini dibukti-kan Jack Hammer, gitaris grup musik Reload, ketika tampil dalam ‘Demo Clinic and Launching Product SP Guitars’, Kamis (9/3) sore di Java Cafe, Yogya.
Jack yang memainkan tiga gitar standard series yang diproduksi di Yogya yaitu Odyssey Series, Hybrid Series dan Evo Series, secara rinci menjelaskan kelebihan gitar produksi SP Guitars. “Powernya lebih terasa,” kata Jack yang memainkan gitar dengan iringan minus one. Gitar ini, lanjut Jack, bisa untuk bermain lembut, tapi enak juga untuk rock, karena memang mewakili berbagai tipe. Acara itu mendapat respons luar biasa dari musisi Yogya. Mereka berkesempatan mencoba memainkan gitar yang dipamerkan. Bahkan, Aris, General Manajer SP Guitars merasa surprise dengan sambutan musisi Yogya terhadap acara ini. Diharapkan, produk ini bisa ikut meramaikan blantika musik di Indonesia. Harapan serupa juga dikemukakan Jack Hammer, musisi hendaknya bisa berkarya lewat gitar bikinan dalam negeri.
Acara yang dipandu MC Gepeng Kesana Kesini dibuka penampilan Klussium Band dilanjutkan demo dan klinik gitar oleh Jack Hammer. Setelah break, malamnya diteruskan penampilan The Old Stars, dilanjutkan duet gitar Uki (Sisi Lain) dan Tama (Bre). Menyusul Tomo, gitaris Newdays yang tampil bersama Uki, Toni (drummer Bre), Opick (bassis Sakey). Eross ‘SO7’ tampil dengan formasi sama, kecuali drumnya dimainkan Brian (drummer Sheila on 7). Dalam kesempatan tersebut, Eross dan Tomo demo gitar costum masing-masing memainkan satu komposisi. Di acara itu Eross unjuk kemampuan bersama Adam, Duta dan Brian membawakan ‘Sahabat Sejati’ Sheila on 7. Diteruskan penampilan empat gitaris yaitu Eross, Tama, Uki dan Tomo membawakan lagu milik The Beatles, ‘Come Together’. Acara diakhiri penampilan Captain Jack.
Kapanlagi.com - Ketidakhadiran gitaris Sheila On 7, Sakti dalam beberapa kegiatan So7 menimbulkan spekulasi bahwa salah satu personil So7 ini hengkang dari band asal Yogyakarta. Benarkan pemilik nama lengkap Saktia Ari Seno ini cabut dari So7?
Tersiar kabar, Sakti bakal menarik diri dari So7 dengan alasan akan memperdalam ilmu agama. Bahkan, Pakistan disebut-sebut sebagai tempat Sakti menuntut ilmu. Kabar ini menyiratkan, Sakti bakal meninggalkan dunia musik dalam waktu yang tidak sebentar. Seperti diketahui, Sakti merupakan salah seorang yang turut membangun kelahiran So7.
Namun, hingga saat ini pihak manajer So7 belum mau dimintai keterangan, perihal kabar hengkangnya Sakti. Menurut manajer So7, Adam, pihaknya belum mau berkomentar banyak apa yang terjadi dalam tubuh So7. Padahal, So7 saat ini sedang berkonsentrasi menggarap album 507 yang akan dirilis Mei mendatang.
Seperti diketahui, So7 sempat diguncang keretakan hebat, setelah drummernya, Anton harus meninggalkan So7. Hingga kini, posisi Anton selaku penggebuk drum belum tergantikan secara permanen. Jadi bagi penggemar So7, siap-siap menerima kenyataan pahit lagi, yaitu ditinggalkan satu lagi personelnya, Sakti. (kl/lia)
March 10, 2006
Jakarta, Absennya Sakti dalam beberapa acara yang dihadiri oleh para personel Sheila on 7 membuat tanda tanya besar. Apakah gosip Sakti akan meninggalkan band yang telah membesarkan namanya itu benar adanya?
Belum juga menemukan personel tetap untuk menggantikan posisi sang drummer Anton, Sheila on 7 tampaknya akan kehilang satu orang anggotanya lagi. Adalah Sakti gitaris So7 yang dikabarkan segera hengkang dari band yang telah membesarkan namanya.
Berbagai spekulasi pun bermunculan dengan hadirnya kabar ini. Pria yang bernama lengkap Saktia Ari Seno itu berencana meninggalkan dunia musik untuk berkonsetrasi memperdalam agama. Kabarnya Sakti tengah mempersiapkan perjalanan ke Pakistan untuk belajar agama di sana.
Sakti sendiri belum bisa dikonfirmasi langsung. Namun anggota So7 lainnya belum mau menanggapi gosip hengkangnya Sakti dari tubuh band asal Yogyakarta itu.
"Kalau soal Sakti saya belum bisa komentar coba tanya ke kantor saja," ungkap Adam sang basis ketika dihubungi detikhot, Jumat (10/3/2006).
Hal senada pun diterima dari Anton, selaku manajer Sheila on 7. Hingga kini Anton mengaku So7 masih sibuk menggarap album ‘507′ yang akan dirilis awal Mei mendatang.
"Wah kalo soal itu (Sakti) langsung aku jawab aja ‘no comment’ untuk sementara ini. Semuanya akan dijelaskan saat rilis album ‘507′ pada awal Mei nanti," tandas Anton, manajer So7.(yla)
Jakarta, Sheila on 7 punya cara tersendiri memperingati Hari Musik Nasional. Kamis (9/3) malam Eross dan kawan-kawan secara dadakan tampil di hadapan puluhan musisi lokal untuk mendukung produk gitar buatan Yogyakarta.
"Dukung produk buatan lokal," seru gitaris so7 Eross Candra di Java Cafe Jl. Magelang Yogyakarta, semalam. Dalam acara tersebut gitaris So7 itu tampil sebagai bintang tamu.
Namun tanpa rencana personel So7 lain yang datang dalam acara tersebut ikut dibawa Eross naik ke panggung. Walhasil Sheila on 7 tampil mengejutkan para pecinta musik. Semua ini dilakukan tanpa persiapan oleh mereka. Buktinya saja Sakti sang gitaris tak turut berpartisipasi dalam acara tersebut.
"Saya hanya mengajak teman-teman untuk ikut mendukung produk lokal yang kebetulan juga ini dibuat di Jogja. Jadi saya mulai dengan teman-teman sendiri dulu baru ke luar," ungkap Eross kepada detikhot.
Diakui kekasih Leony VH ini gitar lokal tak kalah bagusnya dengan buatan luar negeri. Malah Eross mengaku lebih nyaman menggunakan produk lokal karena ia bisa memesan gitar sesuai dengan karakteristik musik yang diinginkannya.
"Beda dengan produk jadi yang dicetak begitu banyak (produk luar negeri). Kalau ini semua detilnya sesuai dengan keinginan saya, lebih pas jadi eksplorasi musiknya tambah enak aja," tambah Eross.
Sementara itu Eross tengah sibuk mempersiapkan album terbaru So7 memiliki karakteristik gitar sendiri yang diberi nama Pejantan Series.(yla)
March 9, 2006
Sheila on 7 dijadwalkan menggelar konser amal berjudul ‘Konser Musik dan Festival Budaya Indonesia, The 6th Anniver-sary of Indonesian Migrant Wor-kers Union’, di Sunbeam Theatre, Nort Point, Hongkong. Konser ini diselenggarakan atas kerja sama Sheila Management dan ‘Indonesian Migrant Workers Union’ (IM-WU).
Ketika KR berkunjung ke Hongkong, diperoleh informasi bahwa imigran Indonesia di bagian RRC yang menganut dua sistem itu lebih 97.000 oraang. Banyak diantara mereka yang sukses sebagai pebisnis, tapi sebagian besar terdiri TKW. Gedung Sunbeam Theatre yang digunakan untuk konser Sheila on 7 tergolong megah dengan fasilitas yang canggih, dan sering menjadi tempat show para artis papan atas di Hongkong.
Konser amal di Hongkong dilaksanakan 2 kali, siang dan sore hari, kata Anton Kurniawan, manajer So7 yang menambahkan, pentas amal untuk penggalangan dana yang nantinya akan digunakan untuk membantu rehabilitasi para buruh migran Indonesia yang tertimpa masalah di Hongkong. Selain itu memberi hiburan serta pendidikan penyadaran tentang hak-hak buruh kepada buruh migran anggota dan non anggota IMWU melalui musik dan pagelaran budaya Indonesia. Konser ini diharapkan bisa mengakomodir para buruh migran di Indonesia yang ingin menonton.
Menurut Anton, tiket akan dijual untuk umum, terutama kepada buruh migran yang saat ini sedang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hongkong dengan harga 100 dan 150 Dolar Hongkong. So7 akan membawakan tembang-tembang hit’s mereka. Acara ini didukung Asian Migrant Centre (AMC), Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia Hongkong (KOTKIHO), Institute Global Justice, Migrant Forum in Asia, dan disponsori Garuda Indonesia Airline.
Dengan pentas amal di Hongkong, rumor yang beredar di infotainment bahwa Sakti gitaris Sheila on 7 (So7) menyatakan keluar dari grup ini dan ingin mendalami ilmu agama, tertepis.
Personel So7 terdiri Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bass), dan Brian (additional drummer) dijadwalkan “Hengkangnya Sakti hanya gosip. Sejauh ini Sakti masih bersama So7 dan sedang merampungkan take gitar di album rekaman So7 mendatang. “Para personel kami tengah menyelesaikan rekaman untuk album kelima yang bertitel 507, yang kami rencanakan akan dirilis awal Mei tahun ini dan masih di bawah label Sony BMG Entertainment Indonesia. Saat ini penggarapan sudah mencapai 50 persen,” terang Anton, yang ditemui Sabtu (4/3). (W.Poer)-o.
March 7, 2006
YOGYA (KR) - Acara ‘Demo Clinic and Launching Product SP Guitars’, Kamis (9/3) sore pukul 16.00 digelar di Java Cafe, Jl Magelang, Yogya. Menurut Aris, Manajer SP Guitars, acara ini untuk mengenalkan gitar SP (Sound & Performance) kepada masyarakat, khususnya musisi Yogya. Karena itu, selama acara tersebut digelar, dipamerkan pula sejumlah gitar produksi SP yang dibuat di workshop Jl Imogiri, Yogya. “Bagi yang ingin test drive disediakan ampli,” kata Aris di Redaksi KR, Jumat (3/3) siang. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.
Untuk demo clinic menampilkan Jack Hammer dengan live performance Captain Jack. Sedangkan Guest Stars menampilkan Eross ‘SO7’ dan Tomo ‘Newdays’. Acara ini juga full door prize dan diberikan diskon selama acara berlangsung. Untuk live performance akan tampil pula The Old Stars antara lain terdiri Yoyok ‘The Rain’ dan Harsa ‘Nuance’. Mereka akan membawakan lagu-lagu lama, di antaranya milik Deep Purple. Juga akan tampil grup musik Klussium. Dalam penampilannya mereka akan menggunakan gitar SP.
Menurut Aris, banyak musisi Yogya yang mengenakan gitar SP, seperti Eross ‘SO7’, Icha ‘Jikustik’ (khusus bas), Dadik ‘Jikustik’, Tomo ‘Newdays’ dan Erik ‘Endank Soekamti’ serta Alex ‘Captain Jack’. Bahkan, gitar yang dipakai Eross dipesan secara khusus (full costum). Mereknya SP Eross ‘Pejantan Series’. Ada juga gitaris yang memesan semi costum, dengan ornamen sesuai selera. Gitar full costum ini diproduksi secara eksklusif. Dalam acara ini, menurut Aris, gitar milik Eross juga akan dipamerkan.
Produk gitar yang akan dilaunching dalam acara ini, lanjut Aris, merupakan produk pertama dengan model dan merek sendiri yaitu berupa produk SP Guitars Standard Series terdiri Odyssey Series, Hybrid Series dan Evo Series. Karya yang dibuat tahun 2005 ini merupakan gabungan kerja keras dan proses belajar yang tidak pernah henti. SP Guitars, kata Aris, memang spesialis membuat alat musik berdawai berupa gitar maupun bas. (Wan)-s.
March 6, 2006
LAGI, A Mild Live Production menggelar event musik lain dari yang lain. Kali ini, A Mild dengan Co-Producer Gong Entertaint meramu konsep tontonan yang bakal memanjakan penggemar musik di Yogya. Event bertajuk ‘A Mild Live Production 5 Guitar Masters In Concert’ ini bakal digelar Rabu (15/3) malam di Grand Pasific Hall, Jl Magelang Km 4 (depan TVRI Yogya). Sesuai judulnya, acara ini menampilkan 5 gitaris top di blantika musik. Kelima gitaris yang bakal tampil sepanggung adalah Ian Antono, Eed Sjachrani, Tohpati, Balawan dan Eross.
Konser ini dikemas secara eksklusif. Di da-lamnya ada penampilan solo gitar, gitar plus minus one, perpaduan gitar dengan rhythm section, kolaborasi serta penampilan bintang tamu penyanyi Lea dan Pia (vokalis Utopia) dengan rhythm section musisi Yogya seperti Gadut (drummer Reload), Jack (gitaris Reload) dan Profit (pemain bas Brown Sugar). Anton Renaldi, Manager Gong Entertaint mengatakan, acara ini bukan event sembarangan, karena belum tentu dalam dua-tiga tahun ke depan akan terulang kembali. Soalnya, kelima gitaris itu tentu punya kesibukan dan jadwal manggung sendiri.
Diakui, untuk mengemas serta memikirkan konsep acara ini tidaklah mudah. Apalagi menyatukan 5 gitaris yang sudah melanglang ke luar negeri untuk manggung maupun menimba ilmu soal bermain gitar. Tentu, ini berbeda dengan menggelar event yang hanya menampilkan satu band. Dalam event ini, kata Anton, dituntut bisa menyatukan 5 orang dari karakter dan manajemen yang berbeda. Mengumpulkan mereka dalam satu show juga butuh waktu.
Event ini diangkat dengan ide, pemikiran konsep, manajerial serta eksekusi yang tinggi. Karena itu, penampilan 5 gitaris tersebut sengaja diselenggarakan di Grand Pasific yang mampu menampung 3 ribu penonton duduk, dengan akustik yang baik. “Bagi kami mengemas konser besar seperti ini tidak akan main-main dalam pemilihan gedung pertunjukan. Dengan berbagai pertimbangan, gedung ini merupakan yang terbaik untuk pelaksanaan event tersebut,” katanya.
February 23, 2006
Jakarta, Thomas Ramdan (GIGI), Rindra (Padi), Adam (Sheila on 7), Ronny (Cokelat), Bongky (BIP), Indro Hardjodikoro, Bintang Indrianto, Barry Likumahua, Iwan Xaverius, Arya Setiyadi, Bondan Prakosom Ari Firman, dan Nissa (Ommelette).
13 bassist kenamaan Indonesia tersebut tak sabar menanti datangnya tanggal 28 Februari. Bukan saja karena akan manggung dalam konser bertajuk ‘Bass Heroes’, tapi juga karena nama mereka bakal masuk Museum Rekor Indonesia (MURI).
Kepastian itu diperoleh POS Entertainment, Rabu (22/2/2006) melalui faksimili yang dikirim dari markas MURI di Srondol, Semarang.
Dalam faks tersebut, MURI mengatakan akan memberikan sertifikat ‘Pentas Kolaborasi Musik dengan Jumlah Bassist Terbanyak’.
Sertifikat tersebut akan diserahkan oleh pendiri MURI yang juga pengusaha jamu, Jaya Suprana, bersamaan dengan Konser Bass Heroes pada tanggal 28 Februari 2006 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Untuk tiket, POS mematok harga Rp 90 ribu (VIP) dan Rp 75 ribu (Balkon). Tiket sudah dapat dibeli di ticket box-ticket box biasa termasuk detikhot. . Hubungi di (021) 794.4473.
(ine)
Source : Detikhot
February 21, 2006

Siapa Artis/Grup Favorit Anda pada “SCTV Music Awards 2006” dan raih hadiah total 10 kamera digital untuk 10 orang pemenang dan Rp 50 juta untuk 25 orang pemenang.
Caranya mudah, ketik:
SMA 19
untuk memilih Sheila On 7 sebagai artis/grup favorit

kirimkan ke: 7288 (tarif Rp 2.000/SMS untuk seluruh operator).

DAN
Lagu 19
untuk memilih lagu Bertahan Di sana sebagai lagu favorit

dan kirimkan ke: 7288 (tarif Rp 2.000/SMS untuk seluruh operator).


VOTE HERE
Syarat-Syarat & Peraturan-Peraturan
- Permilihan terbuka kepada semua kecuali kakitangan dan keluarga Media Corporation of Singapore Pte Ltd, Penaja Utama dan penaja –penaja rasmi.
- Anda mesti berusia 16 tahun keatas pada 1 hb Jun 2005
- Hanya borang penyertaan rasmi yang akan diterima. Anda boleh menghantar seberapa banyak borang penyertaan.
- Pengundian akan ditutup pada hari Ahad 15 Mar 2006.
- Radio Mediacorp tidak bertanggung jawab terhadap borang-borang penyertaan yang hilang.Kami juga berhak menolak borang-borang penyertaan yang tidak lengkap atau tidak boleh dibaca.
- Pemenang-pemenang akan diberitahu menerusi pos. Nama-nama pemenang juga akan dimuatkan di lelaman www.warna.sg dan www.ria.sg.
- Anda hanya boleh menang SATU hadiah sahaja.
- Hadiah-hadiah yang tidak dituntut sehingga 23 Jun 2006, akan diberikan kepada badan-badan amal pilihan Radio Mediacorp.
- Pemenang-pemenang akan dibatalkan sekiranya melanggar peraturan atau syarat penyertaan.
- Radio Mediacorp berhak menukar, membetulkan atau mengeluarkan sebarang syarat dan peraturan tanpa memberitahu terlebih dahulu.
- Keputusan panel juri Radio Mediacorp adalah muktamad. Surat menyurat tidak akan kami layani.
February 19, 2006

“Kalau saya suka Eross karena dia sangat mengerti saya, baik, dan enak diajak bicaranya,” aku Leony. Keduanya pun lantas tertawa. Lagi kasmaran kah kalian? Dengan malu-malu keduanya mengakui kalau tengah kasmaran.
gosip pesinetron dan penyanyi Leony Vitria Hartanti (18) pacaran dengan musisi yang juga pentolan grup musik Sheila on 7, Eross (26), sudah santer sejak awal tahun ini. Gosip ini berkembang karena pada malam tahun baru lalu mereka merayakannya bersama. Selain itu mereka kepergok nonton film King Kong di Cilandak Town Square, Jakarta. Menanggapi gosip itu, Leony dengan santai membantahnya. “Hubungan kami hanya pertemanan biasa. Saya menganggap dia sudah seperti kakak aja. Umur kami ‘kan bedanya cukup jauh. Kalau ketemu kami tidak pernah ngobrol serius. Paling bercanda atau gila-gilaan gitu,” bantah Leony kala itu. Senada dengan Leony, Eross yang ditemui di studio TPI beberapa waktu lalu tengah mengandeng mesra Leony juga menipis gosip itu sambil tertawa. “Lihat hubungan kami seperti layaknya sepasang kekasih, apa tidak? Kami hanya berteman saja,” jelas Eross ramah. Untuk membuktikan mereka tidak pacaran, Leony dan Eross bersedia foto bareng. “Sekarang fotonya cool ya,” pinta Eross pada Leony. Melihat keakraban anaknya dengan Eross, Andi Hartanto, ayah Leony, tidak keberatan. “Wajar saja mereka kemana-mana selalu berdua. Dua-duanya jomblo, jadi butuh teman. Sejauh ini sih saya lihat hubungan mereka layaknya kakak dan adik saja,” komentar Andi.
Redakah gosip itu? Ternyata tidak juga. Wartawan masih tetap memburu Leony dan Eross. Seperti yang terjadi di acara gala premier film Jomblo, Selasa (7/2) lalu di EX Plaza Indonesia. Saat itu Eross yang tengah menggandeng mesra Leony langsung dihujani pertanyaan seputar perkembangan hubungan mereka. Jawabannya sangat mengejutkan. “Mama, ini lho pacar Eross. Cantik ‘kan,” ucap Eross serius yang mengaku mamanya belum tahu mereka telah jadian. Mendengar pengakuan Eross Leony tersipu malu. Tapi Leony membenarkan ucapan Eross. “Kami jadian sebulan lalu,” tandas Leony singkat. Sejoli ini saling bertatapan dan tertawa ketika ditanya kenapa selama ini menyembunyikan jalinan cintanya. “Hahaha, kami tidak menyembunyikan hubungan ini. Wong saat itu kami belum jadian, jadi kami jawab hubungan kami hanya teman aja,” urai Eross. Keduanya kembali tertawa saat diminta menceritakan cara Eross menyatakan cinta pada Leony. Alasan Leony dan Eross tak mampu menahan tawa, wajar saja karena cara Eross menyatakan cintanya lucu. “Kejadiannya lucu banget. Selama ini saya itu tidak pernah menang kalau main kartu sama Leony. Lucunya saya selalu penasaran, setiap ketemu Leony pasti saya menantang dia main kartu. Tapi apesnya saya kalah terus. Nah sebulan lalu, saya kembali menantang Leony main kartu. Saat itu taruhannya kalau saya menang, Leony harus jadi pacar saya. Ternyata dengan kekuatan cinta yang saya miliki padanya, saya bisa menang. Setelah itu kami jadian deh,” cerita Eross menggebu-gebu. Eross juga berterus terang taruhan itu spontanitas. “Mungkin itu ungkapan cinta saya saat itu. Untung saja saya menang, kalau kalah pasti kecewa, hahaha,” kata Eross. Selama Eross menceritakan proses mereka resmi pacaran, tampak jelas wajah penuh cinta di wajah Leony. Leony juga tak melepas gandengan tangan Eross. “Eross curang, waktu saya menang tidak ada taruhannya. Giliran dia menang, dapat taruhan. Tapi saya juga cinta Eross kok,” tukas Leony sambil memandang Eross. Eross mengaku jatuh cinta dengan Leony karena sifatnya yang lucu dan tentunya paras Leony yang cantik. “Kalau saya suka Eross karena dia sangat mengerti saya, baik, dan enak diajak bicaranya,” aku Leony. Keduanya pun lantas tertawa. Lagi kasmaran kah kalian? Dengan malu-malu keduanya mengakui kalau tengah kasmaran. Tapi Eross berharap selalu kasmaran kendati hubungan mereka sudah lama.
Menurut Eross, orangtua Leony sudah tahu dan tidak mempermasalahkan hubungan mereka. Eross juga yakin mamanya tidak keberatan dirinya menjalin cinta dengan Leony. “Pasti setuju. Masak cewek secantik ini tidak boleh jadi pacar saya,” ucap Eross dengan logat Jawa yang kental. Eross dan Leony tidak mau buru-buru pasang target. Selain usia mereka yang masih muda, Leony dan Eross juga ingin meniti karier. “Saat ini jalani saja dulu. Lagian kalau memang jodoh tak akan kemana kok,” kata Eross bijak.
Soal Valentine yang jatuh pada 14 Februari ini, Leony dan Eross mengaku tidak merayakannya. “Bukannya kami tidak romantis, tapi kami memang tidak merayakan Valentine. Bagi kami kasih sayang bisa dilakukan kapan saja. Beri kado pun bisa dilakukan kapan saja,” jelas Leony. “Yang pasti sejak sebulan ini hidup saya berubah, tidak jomblo lagi,” terang Eross yang buru-buru menggandeng Leony untuk menonton film Jomblo. Pasti lebih enak nonton film Jomblo dengan pacar.
Source : BintangIndonesia

PERNAHKAH kamu membayangkan, satu atau dua basis ternama berkolaborasi di satu panggung? Paten bukan. Tapi pernah nggak ngerasain 13 basis top, manggung jadi satu? Kebayang dong aksinya. Seru!
tidak lama lagi, aksi paten itu bakal terwujudl. Tidak main-main memang, karena nyaris semua basis paten di negeri ini bakal tampil dalam satu panggung. Mereka bakal manggung dalam satu acara yang dikemas dengan titel BASS-HEROES, Selasa [28/2/2006] mendatang di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Mau tahu siapa yang bakal tampil? Ada Thomas Ramdhan [GIGI], Bintang Indrianto, Bongky BIP, Bondan Prakoso, Rindra PADI, Iwan Xaverius [ex EDANE], Arya, Barry Likumahuwa, Ronny COKELAT, Indro Hardjodikoro, Adam [SO7], Arie Firman [The GROOVE], dan satusatunya basis cewek, Nissa [OMELETTE].
Acara ini tergolong langka, karena hanya memainkan instrumen bass saja. Dengan kualifikasi seperti itu, rasanya tiket masuk seharga Rp 90.000,00 dan Rp 75.000,00, menjadi tak mahal bukan? [joko/foto: istimewa]
Source : Tembang
February 16, 2006
Awas! Band sejuta kopi ini kembali menggeliat. Seremnya, kali ini mereka lagi seneng banget!
Siang hari yang biasa aja di Ara Studio, Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (11/12) lalu.
Di sofa empuk yang keliatan nyempil di antara tumpukan hardcase gitar di ruang kontrol studio yang dingin dan temaram, Eross terlihat setengah ngantuk sambil memperhatikan Stevi sound engineer Sony Music dan asistennya, Bambang, berkutat di depan meja mixer.
Sementara, di bilik rekam ada Sakti yang lagi sibuk mengutak-atik kabinet amplifier. Sesekali dengan muka superserius, nih cowok masuk ke ruang kontrol. Nggak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulutnya. Kayaknya, proses rekaman kali ini bener-bener menguras konsentrasi gitaris yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Manajemen STIE YKPN Yogya ini.
Cara kerja dua gitaris ini emang beda.
Kalo Eross lebih mengandalkan munculnya ide-ide spontan saat giliran take-nya, Sakti lebih suka mengkonsep isian gitarnya sejak latihan-latihan awal, lengkap dengan gambaran sound yang diinginkannya.
Dengan pola begitu, nggak heran kalo gitar yang ditenteng Eross dari rumahnya jauh lebih banyak dari Sakti. Buat sesi kali ini, ada sekitar 16 unit gitar yang diboyong Eross. Sementara Sakti “cuma” ngebawa 8 biji!
Sembari ngeliatin Sakti pusing sama gitar-gitarnya, Eross buka mulut bahwa 14 materi yang lagi digarap ini udah mulai dikumpulin sejak 3 bulan sebelumnya. Dan, nggak seperti dua album sebelumnya, buat album ini nggak cuma Eross yang mendominasi pembuatan materi.
“Ribet. Udah bikin lagu, cari gitarnya, masih harus mikirin lirik juga,” ujar sulung dari 3 bersaudara ini sembari mengelus rambutnya yang baru aja dipotong pendek itu.
Dari ke-14 materi yang ada, Eross menyumbang 9 lagu. Lima lainnya jadi tanggung jawab Duta (2 lagu), Adam, Sakti dan Anton (masing-masing 1 lagu).
“Biarpun aku juga belum tahu persis gimana hasilnya nanti, tapi kayaknya lagu-lagu yang ada di album ini rata-rata lebih cepet temponya dibanding album sebelumnya!” jelas Eross lagi.
****
Salah satu asiknya rekaman di Ara adalah suasananya yang comfy. Bayangin aja tuh studio dibangun sebagai bagian dari kediaman pribadi oom Dimas Wahab (itu lho, bokapnya Rendy, Aldi dan Echa “Bragi” RED). Bangunannya pun udah kayak rumah aja bentuknya. Dan biar dibuat terpisah dari bangunan utama, tetep aja suasana “rumahan” nggak terelakkan. Laid back betul!
Sejak awal Desember 2001, studio itu praktis jadi “rumah kedua” para personel SO7. Biarpun buat tidur, mandi atau kegiatan pribadi lainnya mereka nyewa beberapa kamar seharga 400 ribu semalam di Apartemen Bona Vista yang berlokasi nggak terlalu jauh dari studio, hampir seluruh waktu yang ada sehari-seharinya diabisin di Ara.
“Tiap hari, kecuali weekend, kami ada di studio mulai jam 10 siang sampe jam 12 malem,” tutur Eross, yang ngaku lantaran pola begitu sering nggak bisa bangun buat sahur!
Biasanya, sembari nungguin proses take, para personel lain yang lagi nggak “bertugas”, menghibur diri dengan main bal-balan alias sepakbola di pekarangan studio yang emang luas itu. Tapi sore itu acara bal-balan nggak jadi digelar. Soalnya, kaki Duta yang notabene biasanya paling semangat lagi terkena infeksi sampe bengkak!
Kalo udah gini, nonton teve atau main playstation jadi pilihan.
Opsi lainnya? Shopping dan beredar!
Yap. Selain Eross dan Sakti, hampir sepanjang siang itu Duta, Adam dan Anton nggak keliatan batang hidungnya. Maklum, Duta baru akan take vokal pertengahan Januari 2002. Sementara Adam dan Anton udah nyelesein bagiannya masing-masing sebelum masuk giliran Sakti dan Eross.
Baru setelah mendekati waktu buka puasa satu persatu dari mereka kecuali Anton, yang lagi sibuk sama “mainan” baru: moge Ducatti, muncul. Duta dengan segambreng plastik belanjaan sementara Adam dengan backpack kebangsaannya.
O ya, selain personel band, yang ikut ke Jakarta kali ini adalah Anton Kurniawan sang manajer, plus 4 orang kru. Mereka ini bertugas nyediain segala keperluan yang dibutuhin anak-anak SO7 selama proses rekaman berlangsung. Termasuk jadi temen ngobrol!
***
“Ah, nggak enak nih,” keluh Sakti pelan sembari keluar dari studio.
Di mukanya sedikit tersirat frustrasi. Nggak kurang dari 3 jam nonstop, cowok yang nama lengkapnya Saktia Ari Seno ini nyoba ngulik part gitar buat lagu milik Duta yang bertitel Seandainya.
Sebenernya doi udah siap sama part tersebut. Yang bikin proses take-nya siang itu jadi agak seret adalah penggunaan piranti rekam baru oleh Stevi dalam sesi tersebut.
“Barang itu emang baru keluar dari kardus. Jadi sambil jalan, gue sama Bambang masih harus baca buku manualnya,” aku Stevi jujur.
Piranti yang dibilang baru itu adalah Tascam Digital 24-Track, yang bisa berfungsi sebagai penyimpan data audio serta sekaligus multi-tracker.
Prinsipnya, pola rekaman album SO7 kali ini nggak jauh beda dengan apa yang pernah dibikin Stevi sama Padi buat Sesuatu Yang Tertunda. Yakni penggabungan antara pola analog dan digital. Nah, berdasarkan pengalaman ribet yang pernah dialaminya sama Padi itulah, Stevi mutusin buat menggunakan Tascam tadi.
“Sebenernya alat itu nggak terlalu perlu kalo misalnya di sini udah tersedia fasilitas Pro Tools yang permanen. Tapi berhubung kondisinya nggak begitu, alat itu jadi bener-bener ngebantu!” bebernya lagi.
Kalo diperhatiin lagi, di album Kisah Klasik Untuk Masa Depan, ada satu lagu yang vibe dan sound-nya agak beda dengan lagu lainnya. Judulnya Pagi Yang Menakjubkan.
Di samping terdengar lebih “kasar”, vibe yang terlontar dari lagu itu bener-bener spontan. Nggak usah heran, waktu itu Stevi dan personel SO7 bereksperimen dengan take secara langsung buat semua instrumen kecuali vokal.
Tampaknya pola kayak gitu berkesan banget buat Eross cs. Maka pola tadi diulang lagi dalam pengerjaan yang sekarang ini. Nggak tanggung-tanggung, ada 7 lagu yang dikerjain dengan pola yang sama.
Adam, Eross dan Anton dengan guide vokalnya Duta masuk secara berbarengan dan langsung direkam buat ritem dasar.
“Terus terang, yang dulu itu cuma coba-coba aja. Masih banyak yang bikin gue nggak puas. Nggak dari sound atau kesiapan personelnya sendiri. Tapi kalo yang sekarang gue coba buat lebih maksimal,” tutur sound engineer yang paling “bertanggung jawab” buat kualitas sound yang terdengar dari hampir tiap produk lokalnya Sony Music Indonesia ini.
Biar begitu Stevi membuka kemungkinan buat perubahan atau take ulang, kalo-kalo emang bener ada yang perlu dirombak total. Soalnya,
“Gue ngerti take langsung kayak gitu punya risiko gede. Makanya gue juga udah prepare kalo nanti pas didenger ulang ada yang perlu dirombak..
hehehehe,” bilang cowok yang sempet sekolah sound engineering di Miami, Amrik ini.
Asal tau aja, sound yang terdengar di tiap album SO7 nggak lain adalah hasil gawean Stevi.
“Mulai album pertama, gue sengaja bikin sound mereka senatural mungkin. Gue sih ngebayanginnya kayak band yang main dan latihan di garasi gitu. Raw dan seru,” beber cowok yang juga sempet jadi gitaris ini (salah satu gitar koleksinya pernah “dipinjem” sama Eross pas rekaman album Kisah Klasik…).
Menurut Stevi, sound yang seperti itu juga yang bakal mendominasi album SO7 berikutnya. Tentu aja dengan penambahan kualitas di sana-sini.
“Ada beberapa lagu yang bakal pake looping dan terkesan modern. Tapi secara garis besar sound yang natural itu yang pengen dipertahankan,” jelasnya lagi.
****
Senang.
Itulah yang pengen dicapai Eross dkk. di album kali ini. Senang dalam proses pengerjaannya dan tentunya senang dengan hasil akhirnya nanti.
Ideal? Bisa jadi. Tapi Eross punya pemikiran sendiri tentang rumus di atas.
“Album pertama bisa dibilang kami masih kaget dan nggak sempet mengkonsep apa-apa. Terus album kedua, terlalu dikonsep sehingga unsur senengnya ilang. Udah kayak orang kerja kantoran aja,” tutur penggemar berat The Cure ini,”padahal aku ngerasa bahwa unsur fun itulah yang jadi dasar kami buat bermusik. Makanya di album ini kami nyoba buat kembali ke situ, ke hal-hal yang bikin kami seneng!”
Okelah. Situ senang, sini juga senang.
(Apalagi kalo bisa sejuta-dua juta kopi lagi. Ya nggak, ‘Ross?) (dani) FOTO-FOTO: SUTE
February 10, 2006
Kapanlagi.com - Menentukan kekasih bagi aktris berdarah Thionghoa, Leony bukanlah hal yang sulit. Tengok saja, saat dia melabuhkan cintanya pada gitaris grup band Sheila On 7, Eross tak mesti perlu melakukan pendekatan berbulan-bulan lamanya. Cukup hanya dengan mengalahkan Leony saat bermain kartu maka Erros resmi menjadi kekasihnya, mudahkan?
Hal itu seperti dibeberkan Leony saat dijumpai usai menghadiri premier film JOMBLO beberapa waktu lalu. “Sebelum main kita memang sudah perjanjian dulu, kalau dia berhasil mengalahkan aku di putaran ke tujuh maka aku akan menerima cintanya. Memang saat permainan dimulai aku sempat menang enam putaran berturut-turut tapi saat putaran ketujuh aku kalah, jadi ya mau tidak mau aku harus menerima cintanya dia,” ujar Leony sembari tertawa terkekeh-kekeh.
Saat ini keduanya sudah tidak lagi seperti dulu lagi, yang ketika ditanya soal kabar hubungannya selalu membantah. Sebaliknya saat ini Leony mulai menunjukkan keseriusannya dalam berhubungan. Leony sendiri mengaku punya karakter yang nyaris mirip dengan Erros, yakni sama-sama pelupa, jarang mandi dan suka melek malam. “Jadi aku merasa ada kecocokan dengan dia itu dari situ, so why not kita teruskan saja hubungan ini lebih serius,” tandasnya.
Saat ditanya komitmen mereka untuk melepas masa lajang alias menikah, keduanya sembari menggelengkan kepala mengatakan belum kepikiran sama sekali ke arah sana. (kkn/dar)
Source : Kapanlagi
February 9, 2006
Awalnya memang gosip, tapi setelah beberapa lama kemudian malah menjadi kenyataan.Leony dan Eross Sheila 0n 7 mengaku kalau mereka sudah jadian. Sebelumnya, keduanya sempat membantah.
Kedekatan mereka diketahui setelah kepergok tengah nonton di sebuah mal di Jakarta. Waktu itu, Leony dan Eross hanya ketawa aja menanggapi tuduhan mereka pacaran dan orangtua Leony juga bilang kalau hubungan mereka hanya sebatas teman lantaran sudah kenal sejak lama. Selain itu, Leony tengah banyak diskusi mengenai rencana album barunya.
Namun saat ditemui di acara premier film ‘Jomblo’ di Plaza EX, Selasa (7/2) malam lalu, mantan trio cilik ‘Kwek Kwek’ ini mengaku sudah sebulan resmi berpacaran dengan pria asal Jogjakarta itu. “Ya, emang kayak gini, ya, hmm akhirnya jadi ke sinilah,” ujar Leony yang malam itu ditemani Eross.
Meski usia dan keyakinan mereka berbeda, tapi buat Leony dan Eross tak menjadikan persoalan. Di balik perbedaan itu masih ada kesamaan hobi yang bikin mereka tambah lengket. Anehnya kesamaan mereka itu rada unik. “Ya kita suka main cangklung sama suka begadang,” ucap Leony. “Sama-sama pelupa dan suka nggak mandi seharian,” tambah Leony seraya ketawa.
Tanggapan ortu Leony sendiri terhadap Eross? Bintang sinetron ‘Ajari Aku Cinta’ bilang tak ada masalah. Bahkan sudah memberikan lampu ijo. Ke depan mereka menjalani hubungan asmaranya dengan apa adanya.
Source: KG
February 8, 2006
Berangan-angan menjadi jadi jago kung fu seperti Bruce Lee, Eross Chandra pernah berlatih taekwondo selama beberapa tahun. “Tapi badan aku terlalu kecil, setiap bertarung aku selalu kalah,” ujar Eross Chandra, pendiri dan personel grup musik Sheila on 7. Pernah juga bercita-cita menjadi pembalap, seperti ayahnya, tapi pria yang paling takut pada hantu ini merasa nyalinya tak cukup mendukung.
Prestasi di sekolah juga tidak terlalu bagus. Bahkan, ketika SD, tuturnya, “Setiap baca buku pelajaran, aku baca dengan meloncat-loncat.” Akhirnya ia mengikuti jejak ibu dan ayahnya. Ibunya, Titien Hastuti, penyanyi rock 1980-an, sedang Budi M., almarhum ayahnya, semasa hidupnya seorang pemain saksofon dan piano.
Sejak kecil, Eross memang ia menyukai musik, terutama lagu-lagu Bon Jovi. Sulung dari dua bersaudara ini juga begitu terpesona akan penampilan Richie Sambora, gitaris grup Bon Jovi. Dari kekaguman ini, Eross kecil lalu menyimpulkan bahwa mampu bermain gitar itu keren dan disukai gadis-gadis. Tak cuma berkhayal, ia benar-benar belajar bermain gitar ketika di kelas 2 SMP, saat pertama kali Eross memilikinya. Selama tiga bulan, ia berlatih gitar klasik pada seorang pamannya. “Setelah itu aku mulai mengembangkan sendiri permainan gitarku,” kenang Eross, yang di masa kecilnya rendah diri gara-gara perceraian orangtuanya. Bersama teman-teman sekolahnya, ia sering berpentas di kampus-kampus.
Kecuali ibunya, pihak keluarga tidak mendukung Eross bermain band. Mereka sangat mengkhawatirkan sekolahnya. Apalagi di sekolah, katanya, “Saya termasuk anak yang bandel.” Ketika Eross memilih keluar dari Modern School of Design, Yogyakarta, “Banyak orang yang enggak paham keputusan aku waktu itu.”
Sebelum membentuk grup Sheila on 7, pada Mei 1996, Eross mempunyai grup band Dizzy. Tempat latihannya dekat rumah ayahnya, yang sejak bercerai dengan ibunya, tinggal di Yogya sebelah utara. Agar dekat dengan tempat latihan, Eross pun tinggal bersama ayahnya, sementara ibunya kontrak rumah di Yogya selatan. Akhirnya Eross bertemu dengan anak-anak SMU yang juga suka musik, di dekat rumah ayahnya: Duta (vokal), Adam (bas), Sakti (gitar), dan Anton (drum). Mereka pun bersepakat membentuk Sheila on 7—berasal dari nama seorang teman mereka.
Lagu-lagunya pertama kali diputar di sebuah stasiun radio di Yogya. Sambutannya lumayan. “Begitu orang-orang Yogja suka, aku sangat senang sekali. Dan aku beranggapan, kalau orang-orang Yogya suka, insya Allah orang Indonesia akan suka pula,” kata Eross. Eross dan kawan-kawan sempat syok, ketika ada yang mengatakan lagu pertamanya hasil jiplakan.
Tapi personel Sheila on 7 sudah siap mental. Bahkan, pertama kali datang ke Jakarta untuk rekaman, mereka sampai tidur di studio, yang pintunya dikunci dari luar. Makan juga pemberian orang lain. “Selama tinggal di Jakarta aku dan Adam cuma makan nasi dan sayur,” tutur Eross.
Di Sheila on 7, Eross boleh bisa dibilang motor kelompok musik tersebut. Semua lagu di album pertama dan kedua ciptaan Eross. Salah satunya, Sephia, dinobatkan menjadi lagu terbaik pada Anugerah Musik Indonesia 1999 dan 2001. Penjualan album tersebut, untuk pertama kalinya dalam industri musik Indonesia, menembus ke angka lebih dari satu juta keping dalam waktu yang relatif singkat. Album pertama terjual 1,3 juta keping, dan album kedua berjudul Kisah Klasik untuk Masa Depan, laku 1,7 juta keping. Oleh Yayasan Karya Cipta Indonesia, Eross dinobatkan sebagai peraih royalti terbesar tahun 2002, selain pencipta lagu A.T. Mahmud.
Menjadi orang terkenal jelas membuatnya bangga. Tapi ada yang lebih membanggakan Eross. “Aku bisa menjadi tulang punggung keluarga,” kata Tejo, panggilan akrabnya di Sheila on 7. “Uangnya aku gunakan untuk membuat rumah yang besar dan bagus untuk mama dan adikku,” kata pemilik 30 gitar itu. Sebelumnya, ia bersama ibu dan adiknya tinggal di rumah kontrakan.
Eross masih punya satu obsesi: ingin punya 100 gitar; punya ikan koi yang banyak untuk klangenan, dan punya rumah indekos untuk jaminan hari tua. Satu lagi: “Aku ingin, ngeband bareng sama anak-anak Sheila on 7 sampai tua,” ujarnya.
Waktu luang dimanfaatkan Eross untuk membersihkan gitar, mengurusi ikan koi, dan nongkrong dengan teman-temannya. “Dari nongkrong bareng teman-teman aku biasanya dapat ide lagu baru. Dari apa yang mereka keluhkan, banggakan, semuanya menjadi inspirasi bagiku untuk membuat lagu,” katanya.
February 3, 2006
Jakarta, Sejak penghujung tahun 2005 lalu, grup musik asal Yogyakarta Sheila on 7 sedang sibuk dalam proses penggarapan album terbaru mereka.
Album kelima yang dijadwalkan meluncur tanggal 6 Mei 2006 itu akan diberi judul ‘507′ (Lima Kosong Tujuh).
Jika dulu Eross adalah personel yang paling dominan mencipta lagu, tidak dalam album kali ini. Tiga anggota Sheila on 7 lainnya, Duta, Adam dan Sakti, juga turut menyumbangkan hasil karya mereka.
Album belum rilis, belum juga rampung dibuat, rencana promosi sudah dicanangkan. Selain menggelar tur di berbagai kota Indonesia, band yang tahun lalu ditinggal Anton ini juga akan berpromosi ke negeri seberang.
Mereka akan ke Malaysia. Seperti detikhot lansir dari situs resmi Sheila on 7, Jumat (3/2/2006), band yang terkenal dengan hits ‘Dan’ ini akan terbang ke negeri Jiran tersebut dan menggelar konser empat kota. Johor Bahru, Penang, Kota Kinabalu dan Kuala Lumpur.
Konser dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus mendatang.
Source: Detikhot
January 18, 2006
Kemesraan Leony-Eros
KABAR kedekatan mantan penyanyi cilik Leony dan personel kelompok musik Sheila on 7, Eros kian santer. Selain kepergok berduaan saat menghadiri pernikahan pelawak Doyok Sudarmaji-Nova Fauziyah, mereka bersama-sama mengunjungi korban banjir di Jember, Jawa Timur. Pertemuan bahkan semakin intens karena Eros dan Leony tengah menjajaki kolaborasi musik.
Leony dan Eros mengaku selalu melakukan kelucuan saat berduaan. Eros mengatakan, pernah disuruh lompat kodok oleh Leony di sebuah restoran Italia. Soalnya, dia kalah bermain kartu lima kali berturut-turut. Sedangkan Leony, pernah disuruh pemanasan seperti mau lari karena kalah bermain suit dengan Eros.
Bagi keduanya, perbedaan agama maupun ras di antara mereka tak menghalangi mereka merajut cinta. “Sama siapa saja saya nggak pernah lihat agama dan suku dalam berteman,” kata Leony. Sementara Eros menilai, di zaman sekarang menjalin kasih dengan perbedaan agama dan ras bukan lagi dianggap hal tabu.
Source: SCTV (18/1/06)
Eros-Leony Pacaran?
MANTAN penyanyi cilik Leony mempunyai gandengan baru. Gandengan baru pemain sinteron ini tak lain personel kelompok musik Sheila on 7, Eros. Mereka kepergok berduaan saat menghadiri pernikahan pelawak Doyok Sudarmaji-Nova Fauziyah di Anyer Cottege, Serang, Banten, Sabtu (7/1).
Ketika ditohok pertanyaan hubungan mereka, baik Leony maupun Eros sama-sama tak mau mengakui hubungan khusus di antara mereka. Meski mengaku hanya sebatas teman biasa, keduanya tak menampik bila ada kecocokan di antara mereka. “Kita enggak pernah ngerencanain hubungan ini mau dibawa kemana dan seperti apa,”ujar Leony diplomatis. …
Source: SCTV (8/1/06)
Leony Pengen Belajar Dari Eross
Kedekatan Leony dengan gitaris Sheila on 7, Eross bukan satu dua kali terlihat di depan publik. Sejak lama mereka sudah berteman baik. Tapi belakangan hubungan mereka memang jadi lebih dekat.
Kedekatan mereka berkaitan dengan keinginan Leony untuk meluncurkan album baru yang rencananya dirilis pertengahan tahun ini. Cewek bernama lengkap Leony Vitriah Hartanti ini ingin menggarap albumnya sendiri. “Makanya kalau dia sekarang lebih dekat dengan Eross karena ingin belajar dari ahlinya,” kata ayah Leony yang dihubungi di lokasi syuting bersama Leony.
Karena persiapan proyek albumnya ini Leony lagi banyak diskusi dengan Eross. Artis yang lagi syuting sinetron ‘Demi Cinta’ ini maunya albumnya jadi Leony banget. Dari mulai musik, lirik sampai aransemennya, Leony ingin menggarapnya sendiri. Tidak menutup kemungkinan Eross juga ikut menyumbangkan karyanya.
Sebelumnya, di album remaja perdananya ‘No Apologies’ yang dirilis Februari 2004, Leony sudah mulai mencoba menciptakan karyanya sendiri ‘Tak Di Sini Lagi’ dan ‘Cinta Sejati’. “Sebenarnya aku sudah lama nulis lagu itu, tapi saya lupa simpannya. Liriknya sempat direvisi dulu,” terang Leony saat peluncuran albumnya itu.
Sambil mempersiapkan album, Leony mengisi waktunya dengan syuting sinetron. Kali ini, Leony ditantang untuk beradu akting dengan seniornya, Meriam Bellina.
Source: Kafegaul (5/1/06)
Ditanya Soal Pacaran: Eross-Leony Setali Tiga Uang
Jakarta, Kompak. Eross ‘So7′ dan Leony ‘eks Trio Kwek Kwek’ memang sangat kompak. Ketika ditanya soal kabar kedekatan mereka, baik Eross maupun Leony sama-sama berujar, “Memang ada apa-apanya!”
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Eross ‘Sheila on 7′ terlihat mesra bersama Leony di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, hari Minggu (1/1/2005).
Mereka menghabiskan waktu dengan nonton ‘King Kong’ dan makan malam.
Saat detikhot menghubungi Eross via telepon, pria yang berdomisili di Yogyakarta ini berujar, “”Kita memang ada apa-apanya!”
Ketika ditanya lebih lanjut maksud dari pernyataannya, Eross enggan menjelaskan lebih lanjut. “Mau tahu aja,” tutur cowok yang sedang sibuk mempersiapkan album terbaru bandnya itu.
detikhot pun berupaya mengkonfirmasi ke Leony. “Eross jawab apa? Dia bilang ada apa-apanya ya? Aku sama deh. Jawabnya gitu aja. Memang ada apa-apa,” tutur Leony sambil tertawa.
Leony pun berkisah. Sesaat setelah detikhot mengakhiri wawancara via telepon dengan Eross, Eross langsung menghubunginya. Pria bertubuh kurus itu bercerita kalau ia dikonfirmasi soal hubungan mereka berdua.
“Dia juga cerita tuh soal jawabannya. Dia bilang ada apa-apanya. Hahaha…aku langsung ngakak gitu,” cerita Leony dengan bersemangat.
Ketika didesak apakah benar mereka berdua menjalin hubungan cinta, Leony masih belum mau berbagi cerita. Katanya, “Memang ada apa-apa sih, tapi apa-apanya itu nggak tahu apa.”
Saat ini, Leony tengah sibuk syuting sinetron ‘Demi Cinta’ dan menjadi presenter sepakbola. Jika sinetron rampung, ia berniat menggarap album terbarunya. Akankah Eross terlibat? Kita nantikan bersama-sama!(ine)
Source: Detikhot (4/1/06)
Erros SO7: Dengan Leony? Memang Ada Apa-apa!
Jakarta, Belum lama ini personel Sheila On 7, Erros kepergok jalan bareng dengan bintang sinetron muda, Leony. Keduanya tampak mesra. Erros tak segan merangkul mantan anggota Trio Kwek Kwek itu. Ada apa nih?
“Kita memang ada apa-apa,” katanya singkat saat dihubungi detikhot Rabu (4/1/2006).
Ditanya lebih lanjut maksud dari pernyataannya Erros enggan menjelaskan lebih lanjut. “Mau tahu aja,” tutur cowok yang sedang sibuk mempersiapkan album terbaru bandnya itu.
Menurut mantan kekasih Astrid Tiar ini ia sudah cukup lama kenal Leony. Namun ia tak ingat kapan persisnya.
Di mata Erros, Leony sosok cewek seru yang enak untuk diajak ngobrol dan melakukan kegiatan apapun. Katanya mereka juga bisa dekat karena sama-sama memiliki hobi yang sama. Apa itu?
“Rahasia dong,” ujarnya lagi-lagi enggan terbuka.
Dilihat dari pernyataan Erros di atas, sepertinya benih-benih asmara memang sedang tumbuh antara ia dan Leony. Perbedaan agama, Erros menganut Islam sedangkan Leony, Kristen, nampaknya tak menghalangi dua insan tersebut untuk merajut kasih.
Sebelum dengan Leony, Erros sudah pernah menjalani hubungan beda agama dengan Astrid Tiar. Pencipta lagu handal itu juga kerap dikait-kaitkan dengan sejumlah wanita cantik seperti Astrid Tiar, Luna Maya, Nia Ramadhani sampai Cut Tari. Akankah Leony menjadi pelabuhan terakhir Erros?(eny)
Source: Detikhot (4/1/06)
Mesra di Bioskop: Eross So7 - Leony Pacaran?
Jakarta, Tahun baru, gosip baru. Tepat di hari pertama tahun 2006, detikhot menangkap basah Eross Sheila on 7 sedang merangkul mesra mantan personel Trio Kwek Kwek, Leony.
Kedua seleb yang berkecimpung di dunia musik ini terlihat mengantre tiket bioskop di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan. Mereka membeli dua tiket untuk film ‘King Kong’ yang diputar di Teater 1, pukul 20.20 WIB.
Menurut pengamatan detikhot, mereka berdua terlihat sangat sumringah. Tawa ceria terdengar di sela-sela pembicaraan mereka. Leony yang terkenal dengan penampilannya yang tomboy malam itu terlihat cantik dengan rok panjang bergaya bohemian.
Sepanjang perjalanan karirnya, Leony nyaris tak pernah digosipkan dekat dengan selebritis manapun. Sedangkan Eross, namanya kerap dikait-kaitkan dengan sejumlah wanita cantik seperti Astrid Tiar, Luna Maya, Nia Ramadhani sampai Cut Tari.
Apakah kali ini Eross sukses menggaet Leony? Tunggu berita selanjutnya!(ine)
Source: Detikhot (4/1/06)
January 14, 2006
Artist : Sheila On 7
Album Title: Sheila On 7
Release: 16 Maret 1999
Artist : Sheila On 7
Album Title: Kisah Klasik Untuk Masa Depan
Release: 27 September 2000
Artist : Sheila On 7
Album Title: 07 Des
Release: 18 Maret 2002
Artist : Sheila On 7
Album Title: 30 Hari Mencari Cinta
Release: 8 Disember 2003
Artist : Sheila On 7
Album Title: Pejantan Tangguh
Release: 30 Maret 2004
Artist : Sheila On 7
Album Title: The Very Best Of SO7 ‘Jalan Terus’
Release: April 2005
Artist : Sheila On 7
Album Title: 507
Release: 5 Juni 2006
———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
TRACKLISTING

SHEILA ON 7 Lyrics
1. Tertatih
2. Kita
3. J.A.P.
4. Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki
5. Pede
6. Dan
7. Terlintas 2 Kata
8. Berai
9. Bobrok
10. Perhatikan, Rani !
————————————————————————————————————————-

Kisah Klasik Untuk Masa Depan Lyrics
1. Sahabat Sejati
2. Bila Kau Tak Disampingku
3. Sephia
4. Just For My Mom
5. Temani Aku
6. Sebuah Kisah Klasik
7. Pagi Yang Menakjubkan
8. Lihat, Dengar, Rasakan
9. Tunggu Aku Di Jakarta
10. Karena Aku Setia
11. Tunjuk Satu Bintang
12. Selamat Tidur
————————————————————————————————————————-
07 DES Lyrics
1. Tunjukkan Padaku
2. Hingga Ujung Waktu
3. Seberapa Pantas
4. Seandainya
5. Buat Aku Tersenyum
6. Saat Aku Lanjut Usia
7. Mari Bercinta
8. Trimakasih Bijaksana
9. Takkan Pernah Menyesal
10. Tentang Hidup
11. Bapak-Bapak
12. Percayakan Padaku
13. Pria Kesepian
14. Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah
————————————————————————————————————————-
30 Hari Mencari Cinta Lyrics
1. Melompat Lebih Tinggi
2. Berhenti Berharap
3. Kita
4. Berai
5. Mari Bercinta
6. Untuk Perempuan
7. Tunjuk Satu Bintang
8. J.A.P
9. Sebuah Kisah Klasik
10. Menyelamatkanmu
————————————————————————————————————————-

Pejantan Tangguh Lyrics
1. Pejantan Tangguh
2. Itu Aku
3. Pemuja Rahasia
4. Pilih Aku
5. Brilliant 3x
6. Tanyaku
7. Generasi Patah Hati
8. Coba Kau Mendekat (Tuangkan Hasratmu)
9. Ketidakwarasan Padaku
10. Pendosa
11. Jangan Beritahu Niah
12. Khaylila’s Song
————————————————————————————————————————-
The Very Best Of SO7 ‘Jalan Terus’ Lyrics
1. Bertahan Di Sana (new song)
2. Sekali Lagi (new song)
3. Kita
4. Dan
5. Sahabat Sejati
6. Itu Aku
7. Melompat Lebih Tinggi
8. Pejantan Tangguh
9. Pria Kesepian
10. J.A.P
11. Sephia
12. Seberapa Pantas
13. Berhenti Berharap
14. Jalan Terus (new song)
————————————————————————————————————————-
The Very Best Of SO7 ‘Jalan Terus’ Lyrics
1. Intro
2. Radio
3. Mantan Kekasih
4. Ingin Pulang
5. Kau Kini Ada
6. Pemenang
7. Bingkisan Tuhan
8. Terlalu Singkat
9. Terjamah Yang Lain
10. Cahaya Terang
11. Last Pretence
————————————————————————————————————————-

Album: Coca Cola Musik Kreatif
Song: -
Description: -

Album: Electronic City
Song: Sephia
Description: -

Album: Love Soundtrack
Song: Sephia
Description: -
Album: Indo Hits 2
Song: Dan… (Eross)
Description: -
2000

Album: MTV Ampuh
Song: Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki (Eross)
Description: -
2001

Album: No. 1 Hits Vol. 1
Song: Sephia
Description: -
Album: Compilation 2001
Song: 1. Temani Aku (Ost. Cinta Pertama)
2. Sephia (Ost. Sephia)
3. Sahabat Sejatiku (Ost. Dilarang Bercinta)
Description: -
2002

Album: No. 1 Hits Vol. 2
Song: Seberapa Pantas
Description: -
Album: Nescafe Musik Asik
Song: Tunggu Aku Di Jakarta (Eross)
Description: -

Album: Top Request Indonesian Hits 02
Song: Seberapa Pantas
Description: -

Album: MTV Asia - Musik Asiix
Song: Buat Aku Tersenyum (Sakti)
Description: -
2003

Album: Dasarese’ Hits
Song: Bapak-Bapak (Adam)
Description: -

Album: Tusuk Jelangkung
Song: Buat Aku Tersenyum (Sakti)
Description: Tusuk Jelangkung OST

Album: A Mild Live Soundrenaline 2003
Song: Saat Aku Lanjut Usia
Description: -

Album: The Way Of Love (Hadad Alwi)
Song: Insan Utama
Description: Duta (Vocal)
2004

Album: Erwin Gutawa Salute to Koes Plus/Bersaudara
Song: Bunga Di Tepi Jalan (Duta - SO7)
Description: -

Album: Tribute to Ian Antono
Song: Panggung sandiwara
Description: Remake

Album: Clear Top 10 Album Volume 3
Song: Melompat Lebih Tinggi (Eross)
Description: -

Album: Broken Heart
Song: Waktu Yang Tepat Tuk Berpisah (Eross)
Description: -

Album: 12 Lagu Islami Terbaik
Song: Insan Utama – Haddad Alwi & Duta So7
Description: -
2005

Album: Kita Untuk Mereka
Song: Uluran Tangan (Duta)
Description: For Tsunami Victims

Album: Broken Heart 2
Song: Berhenti Berharap (Eross)
Description:
Album: Gie
Song: 1. Gie (Eross & Okta)
2. Cahaya Bulan (Eross & Okta)
Description:

Album: Ratu & Friends
Song: Temani Aku (Eross)
Description:
2006
Album: Bass Heroes
Song: 1 2 3 Go
Description: Sementara bassist lain, seolah keluar dari wama dasar kelompok musiknya masing-masing, semisal Adam yang dikenal sebagai bassist Sheila on 7, menyodorkan 1..2..3..Go! yang didukung drummer grupnya juga, Bryan
Artist: Tasya
Album: Gembira Berkumpul (2001)
Song: Jangan Takut Gelap (Eross)
Description: Vokal (Tasya & Duta )
Lyric: Hai kawan, jangan takut jangan resah. || Bila lampu kamar mulai dipadamkan. || Kukan s’lalu menyanyikan lagu ini. Hingga nanti kau tidur bers’limut mimpi. || Jangan lupa esok kita punya janji. || S’makin cepat kita tidur, s’makin cepat kita bertemu kembali. || Reff : Berdoalah sebelum kita tidur, || jangan lupa cuci kaki tanganmu. || Jangan lupa doakan mama papa kita. || Jangan takut akan gelap. || Kar’na gelap melindungi diri kita, dari kelelahan…..
Artist: Memes
Album: Jangan Pernah Tinggalkan
Song: Kulakukan Untukmu (Eross)
Description: 2001
Artist: Audy
Album: 18
Song: Arti Hadirmu (Adam ‘SO7′)
Description: release 2002
Lyric: Bunga bunga layu || Tak mengapa asal engkau tumbuh di sampingku || Malam telan cahaya || Tak mengapa asal kau sinari cintamu || Mimpi buruk menyapa || Tak mengapa asal kau ada di pelukku || Tiada pernah berjumpa || Tak mengapa asal kau ada di khayalku || S’gala bujuk rayumu buang sejuta ragu || Jantungkupun memacu oohh… || Di sini ku berdiri || Reff: Mencoba mengerti arti hadirmu || Mengerti sinar di wajahmu || Mengerti tenangnya jiwaku || Akhirnya ku mengerti || Diriku memang untuk kau miliki || Bagai mentari pagi || Menyapa diri lewat hangatnya tatapmu || Kini mimpi indahku || T’lah terwujud jagalah binar cintaku || S’gala bujuk rayumu buang sejuta ragu || Jantungkupun memacu oohh… || Di sini ku berdiri || Mencoba mengerti arti hadirmu || Mengerti sinar di wajahmu || Mengerti tenangnya jiwaku || Akhirnya ku mengerti || Diriku memang untuk kau miliki || Mengerti arti hadirmu || Mengerti sinar di wajahmu || Mengerti tenangnya jiwaku || Akhirnya ku mengerti || Diriku memang untuk kau miliki ||
Artist: Rio Febrian (2002)
Album: Rio Febrian
Song: Demi Kalian (Eross)
Description: menceritakan seorang cowok dengan pacarnya yang lebih dari dua orang.
Lyric: Maafkanlah aku, semua kekasihku || Aku khianati semua janji, semua tulus cinta, air mata kalian || O tak pantas lagi, aku ‘tuk memilih || Cinta diantara, kalian semua, o sungguh memuakkan, diriku ini || Teruskan hidup kalian tanpa diriku || Percayalah, maafkan aku tak seperti yang kalian harapkan… || Reff: Tapi percaya sayang, cinta dari kalian || Sungguh aku rasakan, sungguh aku butuhkan || Aku jatuh cinta, pada kalian semua || Setiap cinta terucap, benar tulus adanya Oo.. || Aku tak berdaya, pada kalian semua || Bridge : Pasti nanti kau temukan || Bara api bagi langkahmu || Pasti jangan lupakan oh aku…
Artist: Cokelat (2002)
Album: Rasa Baru (Special Edition)
Song: Bendera (Eross)
Description: akan menjadi soundtrack film “Bendera” garapan Nan T. Achnas (Pasir Berbisik).
Lyric: Biar saja ku tak sehebat matahari || Tapi s’lalu ku coba tuk’ menghangatkanmu || Biar saja ku tak setegar batu karang || Tapi s’lalu ku coba tuk’ melindungimu || Biar saja ku tak seharum bunga mawar || Tapi s’lalu ku coba tuk mengharumkanmu || Biar saja ku tak seelok langit sore || Tapi s’lalu ku coba tuk mengindahkanmu || Ku pertahankan kau demi kehormatan bangsa || Ku pertahankan kau demi tumpah darah || Semua pahlawan-pahlawanku Reff: Merah putih teruslah kau berkibar || Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini || Merah putih teruslah kau berkibar || Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini || Merah putih teruslah kau berkibar || Ku kan selalu menjagamu || Biar saja ku tak seharum bunga mawar || Tapi s’lalu ku coba tuk mengharumkanmu ||
Artist: Iwan Fals
Album: In Collaboration With
Song: Senandung Lirih (Eross)
Description: 2003
Lyric: Kau wanita terindah || yang pernah kutaklukan || Kau .. kenapa kau pergi || kenapa kau pergi || Kau wanita terhebat || yang pernah memelukku || Kau .. kenapa kau pergi || kenapa kau pergi || Helai udara di sekitarku || senandung lirih namamu || Tiap sudut kota yang kudatangi || senandung lirih namamu || Kau wanita termegah || yang pernah kudapatkan || Kau .. kemana kau pergi || kemana kau pergi || S’moga kau temukan apa yang kau cari || yang tak kau dapatkan dari aku || S’moga kau temukan apa yang kau cari || yang tak kau dapatkan dari aku || Helai udara di sekitarku || senandung lirih namamu || Kemana pun kau akan melangkah || aku yang s’lalu mengenangmu || Kemana pun kau akan melangkah || aku yang s’lalu mengenangmu || kalo boleh memohon || hanya satu yang aku inginkan … || jangan pergi dariku || bila engkau mau || aku memang tidak bisa menjanjikan kekayaan buatmu || namun aku berjanji untuk membahagiakanmu .. || tapi apakah kamu mau ???? ||
Artist: Chrisye
Album: Senyawa
Song: Luna Kelam (Eross)
Description: 2005
Lyric: sadarkah kau luna kelam || apa yang tlah kau sengatkan || ada jiwa bintang malam || kini mereka takkan mampu bersyair || sebelum melihat kau bercahaya || dengar ini luna kelam || jiwaku di genggamanmu || bawa saja pergi || kemana kau suka || ku tak lagi membutuhkannya || jika kau tak ada lagi disini || sejak engkau menyapaku || hatimu .. menjadi incaranku || hanya engkau yang memiliki || tatapan yang melumpuhkan dunia
Artist: Marshanda
Album: Marshanda
Song: Hari Pertama (Adam)
Description: 2005
Artist: Ello
Album: Ello Repackage (2006)
Song: Keretamu (Eross)
Description: Khusus lagu ‘Keretamu’, ciptaan Eross SO7, terasa sarat dengan irama blues country dan dibawakan Ello soulful.
Artist: Cokelat
Album: The Best of Cokelat, Tak Pernah Padam
Song: Bendera (Eross)
Description: 2006
Artist: Audy
Album: 2303
Song: Untuk Sahabat (Eross)
Description: Audy secara khusus berduet dengan Anindia Yandirest Ayunda atau lebih akrab dipanggil Nindi (19), pemenang dari ajang kontes ‘Olay Duet With Audy’.
Liriik: Biarkan saja kekasihmu pergi ||teruskan saja mimpu yang kau tunda||kita temukan tempat yang layak sahabatku||Kupercayakan langkah bersamamu ||tak kuragukan berbagi denganmu ||kita temukan tempat yang layak ||sahabatku kita mencari jati diri teman lautan mimpi.. ||* aku bernyanyi untuk sahabat ||aku berbagi untuk sahabat ||kita bisa.. jika bersama ||kita berbagi untuk sahabat ||kita bernyanyi untuk sahabat ||kita bisa.. jika bersama ||tiba waktunya.. kita untuk berbagi ||untuk saling memberi..
Artist: Pingkan Mambo
Album: Aku Tahu Rasanya…
Song: Menyentuh Awan (Adam)
Description: 2006.
Lirik:
Artist: Baim
Album: Terbaik Untukmu
Song: Janda 1 Anak (Eross)
Description: 2006.
Lirik:
Artist: Gita Gutawa
Album: Gita Gutawa
Song: Doo Be Doo (Eross)
Description: 2007.
Lirik: Bagaikan Kuncup memulai ‘tuk merekah || Begitu hidup kucoba ‘tuk melangkah || Aku siap melangkah sendiri || Mereka t’lah berkata begini begitu || Biarlah kujalani dengan caraku || Aku siap melangkah sendiri ||
Doo be Doo be Doo be Doo ba ee || Menjalani hidup dari mimpi ke hati || Ikuti saja irama mentari || Buka hatiku pada semua hal yang baru || Aku siap melangkah sendiri || Di hari nanti ku harus mengerti || Di hari nanti harus lebih dari semuanya ini || Maka kumelangkah || Bertepuk tangan yang siap melangkah || Bertepuk tangan bagi yang berani
January 11, 2006
Senin, 16 Januari 2006 pukul 20:00 – 22:00 WIB
Akhdiyat Duta Modjo (Duta SO7), Miea Kusuma, Melanie Putria, Novie Emerson
Genre : Drama Komedi Romantis
Sutradara : Jose Purnomo, Tahun Produksi : 2004
Adalah sebuah film bertema percintaan remaja ringan dengan kelucuan yang khas remaja. Bercerita tentang Abi (Duta “Sheila on 7″), seorang remaja yang gagal masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) gara-gara hubungan percintaannya. Gadis pertama, Melisa (Miea Kusuma), akhirnya memutuskan cinta mereka. Selanjutnya ada Nadya (Melanie Putria) tapi sayang Nadya akan pindah ke Perancis. Terakhir ia bertemu dengan Ratna (Novie Emerson) tapi cinta itu kandas lagi.
CAPEK dengan tiga cerita yang sama? Sutradara Jose Poernomo menyajikannya dalam gambar-gambar indah. Sutradara yang sebelumnya melejit dengan film Jelangkung bersama Rizal Mantovani ini memang piawai dalam memainkan gambar-gambar. Ia berani mengambil sudut-sudut pandang yang tidak biasa dan berhasil menampilkannya dengan komposisi yang pas.
Mulai dari adegan sederhana ketika ibu Abi menelusuri kabel telepon ke kamar anaknya, sampai gambar siluet Abi yang termenung di antara pohon-pohon pinus di pegunungan teh. Salah satu gambar lain yang cukup memikat adalah ketika Abi duduk termenung di tepi danau. Kamera menyorotnya dari arah punggung Abi, sementara lingkungan di sekitarnya terus berubah dari siang ke malam hari.
January 6, 2006
indosiar.com, Jakarta - Di tengah ketatnya persaingan dunia musik Indonesia, hanya musisi/grup yang punya konsep bermusik jelas-lah yang bisa bertahan lama. Hal itu terbukti dengan banyaknya penyanyi yang cepat timbul namun cepat pula tenggelam.
Saat pertama kali muncul, grup musik Sheila on 7 termasuk salah satu yang disangsikan kelanggengannya meski langsung mencatatkan diri sebagai salah satu grup musik paling sukses di masanya. Bahkan, tidak sedikit orang yang mencerca jenis musik So7 yang dinilai (terlalu) sederhana.
Siapa sangka setelah sekian tahun berlalu, grup yang digawangi oleh Akhdiyat Duta Modjo (vokal), Adam Muhammad Subarkah (bass), Eross Candra dan Saktia Ariseno (gitar) masih mampu bertahan. Lirik dan musik yang tidak terlalu rumit yang semula dianggap titik lemah justru malah menjadi daya tarik bagi penggemarnya yang kebanyakan berasal dari pangsa anak muda.
Dalam menyambut ulang tahun ke-11, Indosiar bakal menghadirkan grup fenomenal ini dalam acara 1 Jam bersama Sheila on 7. Bagi para Sheila Gank, sebutan akrab penggemar grup yang semula beranggotakan 5 orang ini, acara ini pastinya tidak akan dilewatkan begitu saja.
Pasalnya selain bermusik, para personilnya juga bekerja sama untuk kegiatan amal Peduli Kasih, dimana sebagai acara pembuka vokalis Duta bakal ‘berduet’ dengan sejumlah pengamen anak-anak membawakan lagu yang tentunya sudah tidak asing lagi : Kita.
Lewat acara ini pula, para pemirsa diajak untuk mengulurkan tangan membantu saudara-saudara di penjuru Nusantara yang kurang mampu. Tentunya, sejumlah lagu kondang mulai dari Melompat Lebih Tinggi, Pemuja Rahasia, Sephia, sampai Pejantan Tangguh bakal hadir menemani malam Anda.
Karena itu, pastikan Anda tidak melewatkan acara spesial 1 Jam Bersama Sheila on 7 yang disiarkan Indosiar secara LANGSUNG pada hari Jumat (6/1) mulai pukul 22.00 WIB………..(berbagai sumber/mdL)
Jakarta, Setelah merambah berbagai negara Asia, seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan dan Jepang, Maret 2006 mendatang Sheila on 7 akan menyambangi Hong Kong. Sebuah asosiasi tenaga kerja di negara tersebut, Asian Imigran Worker, mengundang band asal Yogya itu untuk menggelar konser.
Gayung pun bersambut dari anak-anak So7. Tanpa ragu, tawaran manggung di mancanegara itu mereka terima. Menurut sang manajer, Anton Kurniawan, dipastikan konser akan berlangsung pada 19 Maret 2006.
“Semoga saja tidak ada halangan, jadi konsernya tetap terselenggara tanpa perlu dimundurkan lagi jadwalnya”, jelasnya saat dihubungi detikhot belum lama ini.
Sekedar informasi konser tersebut seharusnya dilaksanakan awal tahun ini. Namun karena Duta, Erros, Adam dan Sakti sibuk mempersiapkan album terbaru band mereka, jadwal pun diundur.
Anton menambahkan anak-anak Sheila sudah lama merindukan manggung di Hong Kong. Apalagi nantinya konser di negara itu bertujuan untuk membantu para TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia yang sering mengalami penyiksaan baik fisik maupun batin.
“Konser ini akan menjadi konser amal. Tujuannya untuk membantu rehabilitasi para TKW Indonesia yang mengalami musibah seperti pelecehan seksual, penyiksaan dan lain-lain,” katanya.(eny)
January 4, 2006
Nama Asli : Eross Candra
Tempat/Tgl Lahir : Yogyakarta, 3 Juli 1979
Gaya Permainan : Pop Rock, Alternative
Group Band sekarang : Sheila On 7
Pengaruh musikal : Ian Antono, Richie Sambora
Gitar Yang Digunakan : Fender Stratocaster 70’s, Fender Telecaster, Gibson Les Paul
PickUp : Dimarzio Virtual Vintage
Head Amp : Carvin Legacy, Marshall JCM 800, Messa Boggie Rectiefire
Kabinet Speaker : Carvin Legacy Vintage 30, Marshall G 12 speaker
Efek : TS-9 Ibanez, Boss SUper OD, Ibanez Turbo Tube Screamer, Boss Equalizer Parametic, Vox Wah, Zoom Delay
Gitaris yang satu ini bisa dibilang lebih menonjol skill mencipta lagunya ketimbang permainan solo gitarnya. Tak ada yang terlalu istimewa dari permainan gitarnya. Namun kalau bicara soal skill membuat lagu, tidak perlu diragukan lagi. Karya-karyanya selalu laku keras.
Ia mulai tertarik dengan musik ketika duduk di bangku kelas 2 SD ketika melihat penampilan dan video klip God Bless, terutama permainan gitar Ian Antono. lalu ia mulai tertarik dengan grup rock kondang Kiss, Europe dan Bon Jovi dan grup rock dalam negeri, God Bless. Mulai bermain gitar ketika duduk di bangku kelas 2 SMP saat ia menerima sebuah gitar dari pamannya sebagai hadiah ulang tahun ke 14. Gitar pertamanya tersebut bermerk Kawasaki. Ia sempat belajar gitar klasik, tapi hanya bertahan 3 bulan setelah itu ia memutusukan berhenti. Pengalaman manggung pertamanya juga didapat ketika masih SMP meski saat itu ia belum memiliki gitar sendiri.
Ketika masuk SMA, ia bergabung dengan band bentukan pamannya yang bernama Dizzy. Di band tersebut terdapat Icha dan Adit yang nantinya menjadi personel Jikustik. Ketika mulai ngeband inilah kemudian Eross mendapatkan gitar elektrik pertamanya. Di tahun itu juga ia mulai bertemu dengan Adam, Duta, Sakti, dan Anton. Mereka akhirnya sepakat membentuk grup Sheila Gank.
Bersama Sheila Gank, Eross pernah menyabet gelar Best Guitarist di sebuah Festival Band DIY di Yogyakarta. Bahkan Sheila Gank pernah menyabet juara 3 di Festival Band se-JaTeng dan DIY. Waktu itu mereka sudah memiliki lagu sendiri. Salah satu lagu yang jadi andalan adalah Kita. Setelah mendapat juara 3, banyak yang merequest lagu tersebut di radio-radio Yogya. Akhirnya Eross memberanikan diri berangkat ke Jakarta untuk memberikan demo lagu mereka. Bermodal uang Rp. 200.000,- akhirnya sampailah ia di Sony Music dan memberikan demonya. Beberapa minggu kemudian ia dikontak oleh Sony Music dan berangkat ke Jakarta untuk dikontrak dan rekaman. Untuk beberapa keperluan nama Sheila Gank dirubah menjadi Sheila On 7.
Tahun 1999, debut album perdana dirilis dan langsung meledak terjual 1 juta keping. Yang menarik, Sheila On 7 adalah band pertama di Indonesia yang berhasil menjual album sebanyak 1 juta keping dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Album perdana tersebut semua hitsnya mengandalkan lagu-lagu karya Eross seperti Kita, Dan, Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki.
Album-album berikutnya tetap menunjukkan skill Eross sebagai pencipta lagu yang brilian. Album Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000) juga terjual diatas angka 1 juta keping. Kali ini mengandalkan lagu-lagu berjudul Sephia, Bila Kau Tak Disampingku, dan Temani Aku. Kemudian disusul oleh album 07 Des (2002) yang mengandalkan hits-hits Seberapa Pantas, Seandainya, Saat Aku Lanjut Usia, Mari Bercinta, dan Percayakan Padaku. Tak hanya sampai disitu, album Pejantan Tangguh yang dirilis tahun 2004 pun tetap menjanjikan. Bersama Sheila, Eross juga juga membuat album soundtrack film layar lebar yang berjudul 30 Hari Mencari Cinta.
Eross juga sudah pernah berkolaborasi dengan membuat lagu untuk artis-artis lain, seperti Iwan Fals, Memes, Rio Febrian dan penyanyi cilik Tasha. Selain itu lagu-lagunya kerap dijadikan background iklan-iklan di televisi dan radio-radio.
SOurce: Gitaris.com
January 3, 2006
Eross Candra, gitaris grup Sheila on 7, mulai ketagihan olah raga pembentukan tubuh, karena ingin memiliki body keren.
Ketika ditelepon oleh KCM, Selasa (3/1), Eross, yang sedang berada di Yogyakarta, baru mau berangkat ke Klub Ade Rai di kota itu, yang merupakan bagian dari usaha waralaba binaragawan Ade Rai.
“Target jago main gitar dan bikin lagu, jadi pengusaha macam-macam, antara lain pengusaha perumahan, aku rasa sudah aku capai. Sekarang, aku ingin punya body bagus. Body keren kan impian setiap lelaki. Makanya, aku berolah raga di situ,” tutur pemuda kelahiran 3 Juli 1979 ini.
Menurut Eross, tubuhnya saat ini belum bagus. “Perutku belum kotak-kotak kayak Bruce Lee,” lukisnya, lalu tertawa.
Usaha menjadikan badannya keren, dengan melakukan olah raga pembentukan tubuh, baru dimulainya beberapa waktu lalu. “Waktu itu, untuk liputan infotainment, aku diminta melakukan hal yang belum pernah aku lakukan. Ya sudah, aku berolah raga di situ,” cerita Eross, yang mensyaratkan tubuh bagus berarti juga sehat. “Sampai saat ini baru dua kali aku ke sana, tapi mulai ketagihan,” imbuhnya.
Selama ini, sesuatu yang dianggapnya sebagai olah raga rutinnya justru dilakukannya di panggung pertunjukan. “Lari-lari sambil main gitar waktu tampil,” ujarnya serius.
Meskipun sedang tidak meraja seperti grup-grup Peterpan dan Radja, Sheila on 7 kata Eross tetap sibuk bermusik. “Kami sedang menyiapkan album baru. Sekarang sedang mengumpulkan lagu-lagu. Target kami, kalau semuanya berjalan lancar, album itu akan kami rilis pada 6 Mei nanti, pas di hari ulang tahun ke-10 Sheila on 7,” terangnya.
Dalam tahun ini juga, terang Eross lagi, dijadwalkan Sheila on 7 akan menjalani tur Jawa dan tampil di enam kota di AS.
Penulis: Ati
Source: Kompas
December 15, 2005
Jakarta, Grup musik asal Yogyakarta yang satu ini sepertinya senang sekali dengan angka. Angka 7 dipilih sebagai bagian nama band mereka, Sheila on 7. Lalu album ketiga mereka yang dirilis Maret 2002, diberi judul 07 Desember.
Tahun depan, band berpersonelkan Adam, Duta, Eross dan Sakti akan kembali meluncurkan album. Dan judul untuk album tersebut telah ditetapkan. 507.
“507 (LIMA KOSONG TUJUH)… SHEILA ON 7 5TH ALBUM,” demikian pengumuman di situs resmi Sheila on 7 yang dimuat pada 13 Desember lalu.
Album tersebut dijadwalkan rilis pada 6 Mei 2006, bertepatan dengan sepuluh tahun Sheila on 7 terbentuk.
Proses penggarapannya sendiri berlangsung sejak Jumat (9/12) pekan lalu. Untuk rekaman, band yang pernah mendapat anugerah platinum ini berencana melakukannya di studio pribadi milik Eross yang baru selesai dibangun.
(ine)
December 11, 2005
BANYAK gudeg ditawarkan di Yogyakarta dengan beraneka citarasa. Tak mengherankan jika Yogyakarta sampai sekarang masih menyandang predikat kota gudeg. Masing-masing gudeg yang bisa ditemui di setiap jengkal tanah, mempunyai kekhasan olahan tersendiri. Seorang pengelola makanan gudeg merasa perlu mempunyai kekhasan dengan yang lain. Tetapi, penggemar gudeg tentu tak bisa melepaskan rasa areh. Yakni kuah yang melumuri ayam kampung, tahu, tempe, dan krecek sesuai selera.
Gurihnya areh dan empuknya ayam kampung sering menjadi andalan. Itulah yang sekarang ini bisa dijumpai pada ‘Gudeg Mbak Sasha’ yang buka dasar di depan Mirota Gejayan mulai pukul 21.00. "Selain itu setiap gudeg yang saya hidangkan menggunakan piring rotan dan beralaskan daun pisang. Selain untuk penampilan agar menarik, piring rotan dan daun pisang membuat rasa gudeg tetap gurih," terang Mbak Sasha, yang mewarisi kepandaian mengolah gudeg dari ibunya. Sekitar tahun 1970an nenek Mbak Sasha pernah membuka warung gudeg, sehingga resep-resep khas beliau kini diterapkan pada dagangannya.
M enurut Mbak Sasha, pelanggan yang datang ke warung lesehannya beragam. Mulai dari pejabat, mahasiswa, hingga artis dan musisi. Lesehan ini juga menjadi favorit Eross Sheila on 7. Seringkali ia menyantap gudeg, sembari ngobrol dengan teman-teman musisi Yogya. "Di samping itu, karena di sini banyak mahasiswa, saya tak mematok harga tinggi. Dengan uang Rp 5.000 sampai Rp 10.000 sudah bisa makan kenyang di tempat ini," jelas ibu dua anak ini.
Mbak Sasha juga menjelaskan, kerenyahan ayam kampung dan gurihnya areh terasa menggoyang lidah karena dirinya memasak gudeg menggunakan areng atau kayu bakar. (Rsv)-k
November 30, 2005
Jakarta, Grup musik asal Yogyakarta Sheila on 7 akan menelurkan karya terbaru mereka. Proses kreatif dijadwalkan dimulai pada Desember mendatang.
“Album kelima akan digarap mulai bulan Desember nanti. Tunggu kabar selanjutnya ya…” demikian secuplik kabar yang dimuat dalam situs resmi Sheila on 7 sejak 24 November lalu.
Proses penggarapan album direncanakan hanya berlangsung enam bulan. Usai itu para Sheila Gank, demikian penggemar Sheila on 7 biasa disapa, bisa menikmati karya tergres pujaan hati mereka.
Sheila on 7 terakhir kali meluncurkan album pada April lalu. Album yang diberi judul ‘The Very Best of - Jalan Terus’ itu berisi kumpulan lagu-lagu terbaik.
Sebelum album ‘The Very Best of - Jalan Terus’ total ada lima album yang ditelurkan band yang sekarang beranggotakan Duta, Eross, Adam dan Sakti ini. Empat album biasa yang masing-masing berjudul ‘Sheila on 7′, ‘Kisah Klasik Untuk Masa Depan’, ‘07 Des’ dan ‘Pejantan Tangguh’, plus satu album soundtrack untuk film ‘30 Hari Mencari Cinta’.
Akan seperti apa album SO7 mendatang? Tunggu saja saat dirilis pada pertengahan tahun 2006!
(ine)
November 26, 2005
Jambi, AngsoduoNet - Pukul 20.30 WIB Sabtu (26/11) akhirnya grup band asal Yogyakarta ini tiba di Stadion Tri Lomba Juang. Dari waktu yang direncanakan, Sheila terlambat 30 menit. Namun kekecewaan penonton terobati ketika tembang pembuka “Bertahan Di sana” dilantunkan oleh Duta.
Suasana romantis merebak seketika. Dari pintu masuk tampak penonton berjubel-jubel memasuki lapangan Koni tersebut. Dan menempati posisi di kursi-kursi podium, depan panggung hingga Stadion Tri Lomba juang penuh sesak. Langit Jambi yang tadi mendung, kini telah cerah kembali. Bahkan lampu soro menerangi pengunjung diiringi lagu-lagu Sheila yang romantis sesekali menghentak-hentak.
Dari konser malam ini ternyata memakan korban juga. Yakni sembilan penonton pingsan yang kesemuanya gadis remaja. Satu diantaranya terpaksa dilarikan petugas medis ke Rumah Sakit Raden Mattaher tersebab kena serangan sesak napas. Sedang satu korban lagi pingsan karena hp kamera yang dimilikinya dicopet tepat ketika akan mengabadikan Sheila cs.
“Kasihan cewek itu, hp-nya disikat orang,” ujar salah seorang petugas medis kepada AngsoduoNet.
Konser yang terselenggara berkat kerjasama PT Djarum, Jambi Independent dan berbagai pihak ini tergolong sukses. Sebab target penonton yang sepuluh ribu itu tercapai sekitar 70% dari tiket yang terjual. Sementara itu selama konser berjalan tidak terjadi kerusuhan sekecil apapun. Hanya terbangan botol-botol mineral yang tampaknya tak berhasil direda panitia dan aparat keamanan.
Pukul 22.20 WIB Sheila cs mengakhiri konsernya malam ini. Menyisakan suasana romantis dan celotehan senang pengunjung yang berdesak-desak meninggalkan Stadion Tri Lomba Juang Jambi.(tim)
Jambi, AngsoduoNet - Stadion Tri Lomba Juang Pasar Jambi di pukul 17.00 WIB tadi Sabtu (26/11) kelihatan telah ramai. Pihak panitia dan elemen-elemen yang terkait mulai bersibuk-sibuk mengurusi persiapan jelang konser Sheila nanti malam yang direncanakan sekitar pukul 19.00 WIB.
Tampak mobil pemadam kebakaran, ambulans dari rumah sakit dan puskesmas, aparat kepolisian, dan kru-kru Sheila plus panitia dari Jambi Independent telah menempati posisi masing-masing. Namun sampai pukul 17.15 WIB, belum begitu banyak pengunjung yang kelihatan di pelataran parkir Stadion Tri Lomba Juang ini.
Untuk tiket, saat ini masih tersisa 3000 lembar lagi. “Biasanya saat jam segini udah ramai, sekarang kok sepi yah,” ujar Edi salah seorang panitia yang mendapat tugas tiketing di pojok kiri pelataran parkir Koni.
Sementara cuaca di Kota Jambi tampak sedikit mendung. Bagi fans Sheila dan yang sudah punya niat nonton konser Sheila, sekarang adalah saat yang tepat buat berdoa agar hujan tidak turun nanti malam.
Begitulah perkembangan terakhir jelang konser Sheila on 7 nanti malam. Jadi, buruan mumpung banyak tiket yang tersisa. Dan jangan beli di calo yah. Harga per tiket hanya Rp 10.000 per lembar. (tim)
November 25, 2005
Jambi, AngsoduoNet - Tepat pukul 16.05 WIB, personil Sheila on 7 yang terdiri dari Erros, Sakti, Duta dan Adam menginjakkan kaki di Gedung Graha Pena Jambi Independent.
Saat itu kerumunan fans menyerbu Sheila grup. Untung petugas keamanan, panitia dan segenap jajaran Polda Jambi yang memang telah siap di lokasi berhasil menggiring Sheila kru ke dalam gedung berlantai 4 Jalan Jenderal Sudirman No 100 tersebut.
Di lantai 2, telah menanti pers dari berbagai media lokal dan nasional. Dan acara jumpa pers pun dimulai pukul 14.10 WIB.
Dari berondongan pertanyaan yang diutarakan ke Sheila kru, kebanyakan bersangkutan dengan keberadaan Anton dan rencana album ke lima Sheila.
“Sheila sedang menyiapkannya (album terbaru, red), untuk saat ini masih dirahasiakan,” ujar Duta mencairkan suasana.
Ditanya mengenai pengganti Anton, Duta menjawab dengan halus. “Kita sedang mencari yang pas,” dalihnya.
Selentingan kabar menyebutkan bahwa sosok Bryan ialah pengganti tetap Anton selaku drumer. Akan hal ini Duta kembali menjelaskan dengan cukup diplomatis.
“Sepertinya Bryan sudah mengarah ke Sheila, namun kita sedang melakukan penyesuaian,” tambah Duta yang saat itu mengenakan kaos oblong berwarna biru.
Pukul 14.30 WIB jumpa pers berakhir dan dilanjutkan foto bareng bersama pemenang kuis yang diadakan Jambi Independent. Baru kemudian Sheila kru menjumpai fans di pelataran parkir.
Di pelataran parkir tersebut telah menanti ratusan fans dengan kamera siap sedia di tangan masing-masing. Begitu Sheila kru tiba di panggung, suasana menjadi riuh-redam.
Acara yang berlangsung 4 sesi tersebut berakhir dengan dinyanyikannya salah satu lagu termanis Sheila. Dan tepat pukul 17.00 WIB, Sheila kru beranjak meninggalkan pelataran parkir Graha Pena Jambi Independent menuju penginapan untuk persiapan konser besok, Sabtu (26/11). (tim)
Referensi: www.sheilasonic.com
Jambi, AngsoduoNet - Pelataran parkir Graha Pena Jambi Independent mulai dipenuhi Sheilasonic. Rata-rata fans Sheila yang telah hadir menunggu dengan wajah penuh harap akan kedatangan pujaannya.
Namun hingga saat ini Sheila grup belum juga datang. Fans yang rata-rata pelajar SMA tersebut mulai gelisah dan bertanya-tanya kepada panitia dari Jarum dan EO Jambi Independent tentang kehadiran Sheila.
“Sabar, barangkali masih dalam perjalanan,” ujar Udin yang tak lain karyawan Jambi Independent berusaha menenangkan.
Masih ada kesempatan bagi Sheilasonic untuk berbagi ceria di sini. So, what you waiting for!(tim)
Jumpa fans di Graha Pena Tehok
Jambi, AngsoduoNet - Setelah beberapa grup band ternama singgah ke Kota Jambi, diantaranya Jamrud, Cokelat, Dewa, hingga Padi beberapa waktu lalu, kini Jambi kembali didatangi salah satu band terlaris tahun ini. Sheila On 7!
Grup yang digawangi empat personil ini rencananya akan manggung di Lapangan Koni Pasar Jambi Sabtu malam (26/11) pukul 19.00 WIB. Konser ini disponsori oleh LA Light beserta manajemen Jarum didukung oleh Event Organizer harian pagi Jambi Independent.
Direncanakan hari ini Jumat (25/11) sekitar pukul 16.00 WIB akan diadakan jumpa fans dan jumpa pers di Graha Pena Jalan Jenderal Sudirman Tehok pukul 16.00 WIB. Acara juga diisi permainan tembang-tembang terbaik Sheila plus foto bareng Fans di Kota Jambi. So, we wait you here! (tim)
GRUP musik asal kota gudeg Yogyakarta Sheila On 7 benar-benar memuaskan kerinduan para penggemarnya di Kota Duri dalam konser LA Lights Tour 34 Kota di stadion mini Pokok Jengkol Duri Rabu malam (23/11). Sepanjang hampir dua jam sejak pukul 20.30 hingga 22.15, empat sekawan Duta, Eros, Adam dan Sakti tampil sangat atraktif.
Meski lapangan sedikit becek akibat guyuran hujan sejak sore hingga permulaan konser, ribuan Sheilamania dari Kota Minyak seakan terpaku di tempatnya. Mereka larut dalam aksi panggung yang ditampilkan Duta dan kawan-kawan. Para penonton pun tampak antusias mengikuti irama dan rentak nyanyi yang dipertunjukkan para personil grup ini.
Para Sheilamania di ibukota Kecamatan Mandau ini juga terkesan sangat Sheilaholic. Pasalnya, untuk sampai ke lapangan tempat konser berlangsung, para penggemar setia yang hadir malam itu harus berjuang cukup keras melewati jalan masuk stadion yang becek dan penuh genangan air. Beberapa ibu muda juga tampak hadir sambil menggendong balitanya.
Ketika konser usai, para penggemar kembali harus berjuang melewati jalan pulang diluar stadion yang beceknya macam sawah. Satu dua ada juga yang menggerutu menghadapi kenyataan itu. Raungan sepeda motor juga mewarnai jalur keluar di samping kantor Koramil Mandau malam itu.
Meski harus berjuang keras memenuhi kerinduan untuk menyaksikan secara langsung grup idamannya manggung, para penonton setia malam itu tampaknya merasa terobati oleh belasan tembang anyar yang dilantunkan Duta di pentas. Aksi panggung Duta dkk juga menjadi hiburan tersendiri untuk mereka kenang.
Di penghujung konser, para sahabat sejati Sheilamania juga disuguhi pesta kembang api yang baru kali ini terjadi di Duri. Meski ‘’pesta’’ sudah usai, ribuan penggemar tampak menengadah ke langit yang diwarnai ribuan pijaran bunga api warna-warni. Satu dua penonton tampak mengabadikan momen yang langka itu.(sda)
November 22, 2005
PEKANBARU(RP) - Untuk ketiga kalinya, ‘’Pejantan Tangguh’’ Sheila On 7 mengguncang Pekanbaru. Tak tanggung-tanggung konser kali ini juga dibanjiri penggemarnya. Meskipun, lapangan Stadion Rumbai becek Senin malam (21/11). Namun, para penggemar grup band asal Jogja ini tidak menghiraukannya.
Konser malam tadi, dibuka dengan lagu Menyelamatkanmu. Iringan musik dan suara vokalis Sheila Duta menggetarkan hati penggemarnya dan langsung saja bernyanyi bersama mengikuti lirik lagu yang dibawakan itu. Usai lagu tersebut, disambung dengan lagu Pagi Yang Menakjubkan. Lagu kedua, suasana konser mulai memanas, apalagi Duta dan teman-temannya memang pandai memancing emosi penggemarnya untuk mengikuti apa yang diinginkannya.
Di lagu ketiga Bertahan Di Sana penggemar mulai mengangkat tangan ke atas dan meneriakkan Sheila, Sheila, Sheila… Suasana kegembiraan memang terasa dari gelak dan tawa penggemar Sheila di Pekanbaru malam tadi. Apalagi, saat memasuki lagu keempat Sahabat Sejati, disambung langsung dengan lagu kelima yang berjudul Pemuja Rahasia.
Memasuki lagu Itu Aku, para penggemar tampak histeris dan melompat-lompat mengikuti aksi panggung para personil Sheila. Lagu itu, menambah kehangatan dan kedekatan penggemar dengan Sheila sendiri. Terbukti dengan teriakan-teriakan penggemar yang menyanyikan lagu itu. Koor massal pun, semakin memanaskan suasana yang penuh dengan kegembiraan itu.
Pria Kesepian lagu ketujuh, intro lagu mengalun santai sedang Duta dengan santai pula menyapa penggemarnya dan mengucapkan terima kasih kepada penggemarnya di Kota Bertuah Pekanbaru. Pekanbaru, menurut Duta senantiasa damai tanpa ada yang membuat kerusuhan saat Sheila konser. Duta juga mengucapkan salut, pada penggemar Pekanbaru yang senantiasa menjaga kelancaran konsernya.
lagu ketujuh, intro lagu mengalun santai sedang Duta dengan santai pula menyapa penggemarnya dan mengucapkan terima kasih kepada penggemarnya di Kota Bertuah Pekanbaru. Pekanbaru, menurut Duta senantiasa damai tanpa ada yang membuat kerusuhan saat Sheila konser. Duta juga mengucapkan salut, pada penggemar Pekanbaru yang senantiasa menjaga kelancaran konsernya.
Lagu demi lagu pun mengalir sebagaimana adanya. Penggemarnya kian terpukau oleh aksi panggung dan suara Duta yang melengking tinggi. Saat lagu Sephia, penggemar Sheila On 7, tampak tenang dan melarutkan diri ke dalam emosi lirik lagu itu. Suasana kian tenang dan damai.
Lagu-lagu baru Sheila mengalun dengan merdu dan mendebarkan jantung dan perasaan penggemarnya, apalagi saat lagu Jalan Terus menggema dengan keras, para penggemar pun menunjuk-nunjuk ke atas panggung tanda menyenangi konser malam tadi. Belum lagi, ketika Eros, Adam dan Sakti memainkan musik dengan berlarian membuat lingkaran di atas panggung penggemarnya semakin senang dan histeris.
Pejantan Tangguh, membuktikan bahwa para penggemar Sheila tak mampu menahan emosi kegembiraannya dengan berjoget dan menyanyikannya bersama. Bahkan, tak seorang pun dari penggemar grup band yang dibanjiri fans dimana-mana saja ini berdiam diri. Gerakan dan aksi panggung para personil Sheila telah menjadi tren malam tadi.
, membuktikan bahwa para penggemar Sheila tak mampu menahan emosi kegembiraannya dengan berjoget dan menyanyikannya bersama. Bahkan, tak seorang pun dari penggemar grup band yang dibanjiri fans dimana-mana saja ini berdiam diri. Gerakan dan aksi panggung para personil Sheila telah menjadi tren malam tadi.
Bahkan, saat lagu terakhir yang berjudul Melompat Lebih Tinggi, lompatan-lompatan para penggemar Sheila tak henti-hentinya. Lagu penutup itu, membuat para penggemar kian menyenangi Sheila. Tangan, kaki dan mulut bergerak bersama mengikuti gaya grup band ternama asal Kota Jogja tersebut.(*5)
November 21, 2005
HARI ini bertempat di Stadion Rumbai, grup band asal Yogyakarta Sheila On 7 (So7), siap mempersembahkan penampilan terbaik mereka, sekaligus mengobati kerinduan penggemarnya di Pekanbaru. ‘’Ingin tahu seperti apa penampilan kami, silakan datang saja langsung ke konser besok malam (malam ini, red),’’ ujar Duta sang vokalis, dalam sesi jumpa pers di Hotel Aryaduta, kemarin sore.
ini bertempat di Stadion Rumbai, grup band asal Yogyakarta Sheila On 7 (So7), siap mempersembahkan penampilan terbaik mereka, sekaligus mengobati kerinduan penggemarnya di Pekanbaru. ‘’Ingin tahu seperti apa penampilan kami, silakan datang saja langsung ke konser besok malam (malam ini, ),’’ ujar Duta sang vokalis, dalam sesi jumpa pers di Hotel Aryaduta, kemarin sore.
‘’Pokoknya, surprise! Makanya, nggak mungkin dong, kami kasih tahu sekarang, apa misalnya lagu pembukanya,’’ tambah Adam, si pembetot bass pula.
Duta menjelaskan, rangkaian ‘’Tour 34 Kota Sheila On 7′’ yang disponsori LA Lights ini merupakan tur promo bagi album terbaru mereka, The Very Best of Sheila On 7 (Jalan Terus). ‘’Konsep penampilannya di sini adalah konser dua jam full,’’ katanya.
Duta juga mengomentari tentang eksistensi So7 saat ini terutama sehubungan dengan banyaknya band-band baru yang tengah naik daun. ‘’Kalau saya bilang sih, tidak ada masalah. Yang jelas, kita bersikap sesuai umurnya saja. Mengalir saja seperti air, kira-kira begitu,’’ tutur sang gitaris Eross, yang dibenarkan pula oleh Sakti.
‘’Iya. Makanya, kalaupun mungkin dibilang bisa jadi kita sudah kehilangan fans, saya kira tidak. Kita yakin masih punya banyak pendengar, setidaknya diukur dari penjualan beberapa album yang rata-rata masih bisa di atas 500 ribu keping. Makanya juga, ajak-ajak temannya dong Mas, buat nonton kita,’’ timpal Duta sambil tersenyum.
Saat ditanya, bagaimana kesan mereka tentang Pekanbaru dan publik pecinta musiknya sendiri, Duta memaparkan bahwa memang mereka terakhir kali tampil di Kota Bertuah sudah lebih dari dua tahun lalu. ‘’Tapi saya kira, kotanya enak kok. Asyik. Orangnya juga baik-baik. Adam malah kayaknya ada kenangan khusus nih, di sini waktu itu,’’ ungkapnya sambil menyodorkan mikrofon ke mulut Adam yang hanya bisa tersenyum simpul, sembari diiringi candaan rekannya yang lain.
Pada kesempatan itu, pihak LA Lights sendiri yang diwakili Area Coordination Manager Wawan Kartika, didampingi Denny dari Mutiara Angkasa Production selaku penyelenggara, menjelaskan pula bahwa persiapan konser yang mereka lakukan sejauh ini telah cukup matang.
‘’Sebagai keterangan, konser ini akan menggunakan sound system berkekuatan 150 ribu watt dan lighting 200 ribu watt. Untuk keamanan, akan ada sekitar 200 personil keamanan yang terdiri dari berbagai unsur, ditambah sejumlah tim security khusus,’’ papar mereka. (*5/ito/sar)
October 24, 2005
MASIH termasuk pengantin baru, karena menikah bulan Juli lalu Adam Sheila On 7 mengaku termasuk ketika remaja yang ‘nggak payu’. Ketika menikahi Arimbi tidak pakai pacaran dan pernikahan itu pun tak banyak diekspose surat kabar. “Maka ketika akan berjodoh selalu ‘nyu-wun’ kepada Allah, karena jodoh itu rahasia Ilahi. Allah ternyata memberi dan pas waktunya,” kata Adam.
Kini Adam dengan nama lengkap Adam Muhammad Subarkah di depan jamaah ‘Bincang Keluarga Islam’ di Masjid Kampus UGM belum lama ini mengaku sedang menunggu proses sebagai bapak. Pemain bas pada Sheila On 7 kelahiran 1979 ini tampak berseri-seri ketika menga-takan kebahagiaannya itu. “Itu semua buah cinta dan kasih kami, rasa cinta yang menyatukan berbedaan” katanya.
Adam mengaku pernikahannya didasari cinta, ngapain kalau nggak cinta, walau diakui dirinya masih termasuk junior dalam membangun rumah tangga, semua didasari cinta, main musik juga karena cinta. “Saat ini saya sedang menjalani proses menjadi bapak. Saya juga harus belajar cinta kepada calon anak saya ini,” katanya.
Adam sedikit berfilsafat, cinta penting untuk melakukan sesuatu, keluarga elemen dari sebuah bangsa kecil tetapi punya pengasuh. Dari keluarga bisa diciptakan bangsa yang kuat. “Dari keluarga, kecil teta-pi punya pengaruh yang besar. Keluarga yang baik akan melahirkan bangsa yang baik dan kuat,” kata Adam Sheila On 7. (Asp)-g .
October 22, 2005
Sheila On 7 LIVE !!! @ TPI
pada acara “Gue Anak Band” hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2005 pukul 22.00 WIB.
Buat SheilaGank yang ingin menonton langsung, silahkan saja meluncur ke studio TPI di Pintu II Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Ingat, acaranya akan On Air tepat pukul 22.00 WIB.
October 15, 2005
JEDA 1,2 tahun dengan anak perempuan pertamanya Aishameglio Duta Chiara, pasangan artis Duta So7 dan Adelia Lontoh dikaruniai putra kedua yang lahir Minggu (9/10) pukul 18.45, di RS Bersalin ‘Semar’ Babarsari Yogya. Anak kedua Duta-Adel tersebut bernama lengkap Bima Al Ayman Modjo.
“Bima itu seorang lelaki yang kuat dan gagah, sedang Al Ayman adalah nama salahsatu pintu surga yang berarti Di Jalan Kebenaran. Harapan kami berdua juga begitu, kelak Bima bisa jadi orang yang berguna dan soleh, penuh kebajikan.
Yang terang ia harus melebihi bapak dan ibunya ini” jelas Duta yang menunggui di samping istrinya.
Bima lahir dengan bobot 2,8 kg dan panjang 48 cm. Menurut Adelia yang sejak Juli kemarin menetap di Yogya, kelahirannya kali ini lebih sulit dibanding yang pertama.
“Pinggang dan perut, sakitnya bukan main. Apalagi saat kontraksi, saya hampir blank” kata Adelia, yang punya target empat anak. “Tapi setelah ini kami istirahat dulu. Kasihan Adel. Makanya kini kami mau pakai alat kontrasepsi” sahut Duta.
Adel memilih melahirkan di Yogya, karena keluarga besar Duta sebagian besar tinggal di sini.
Segala macam jadi mudah ditangani. Di samping Yogya, kata Adel, juga nggak terlalu banyak macet. “Nyaman dan tentram di Yogya. Makanya kami sekarang stay di Yogya. Lagipula kontrakan rumah di Jakarta sudah habis masa sewanya,” tandas Adel. (abp)
Source: Minggu Pagi
October 12, 2005
Jakarta, Berita bahagia datang dari pasangan Duta dan Adelia Lontoh. Minggu, 9 Oktober lalu setelah berbuka puasa, Bima Al Aiman Mojo anak kedua mereka telah lahir dengan sehat dan selamat.
Tepatnya di klinik Semar Yogyakarta pukul 18.45 WIB proses persalinan Adel selesai. Seorang bayi laki-laki mungil dengan berat 2.8 Kg dan panjang 48 cm, melengkapi kebahagiaan pasangan ini yang setahun lalu dikaruniai anak perempuan.
“Sangat menegangkan soalnya pas puasa, seharian dari sahur sampai magrib deg-degan mulu. Tapi dia lahir lebih cepat tapi lebih heboh. Anak saya lahir sehat, ibunya juga sehat. Tak ada yang lebih membahagiakan dari ini,” ungkap Duta kepada detikhot di rumah manajemen Sheila on 7 Yogyakarta, Rabu (12/10/20005).
Bagi adik Ananda Lontoh itu kelahiran Bima dirasa lebih santai dari saat persalinan anak pertamanya, Aisyah. Hanya saja Adel kerepotan mengurus Bima dan Aisyah yang baru berusia 14 bulan.
“Ya jaraknya kan deket. Jadi agak ribet aja. Apalagi kalau nanti Duta mulai pergi tur,” curhat Adel.
Mendapatkan anugrah seorang putra di bulan Ramadan adalah berkah yang sangat disyukuri oleh Duta dan Adel. Vokalis band Sheila on 7 itu mengaku merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa dari Allah.
“Bersyukur banget Bima lahir di bulan Ramadan. Ya semoga Bima juga Aisyah memiliki kualitas yang lebih baik daripada kedua orangtuanya,” tambah Duta. Amin…(yla)
October 8, 2005
YOGYA (KR) - Sakti, Artis SO7 akan hadir dalam talkshow ‘Remaja Cool, Gaul, Syar’i’ di Masjid Al-Itqon Kampus Terpadu UMY, Sabtu (8/10). Selain Sakti menurut ketua panitia talkshow Agus Bagus juga akan tampil sebagai narasumber di antaranya penulis buku Salim A Fillah dan Ust Puji Hartono.
Kepada wartawan Jumat (7/10) Agus Bagus mengemukakan kegiatan yang diselenggarakan BEM UMY, IMM, Sahabat Perpustakaan dan Takmir Masjid Al-Itqon UMY ini mengemukakan, talkshow ini dilakukan untuk mengajak mahasiswa tetap cool (asik), gaul dengan tidak mengabaikan kaidah Islam dan tetap syar’i. “Ini sebuah fakta yang harus dikemukakan, supaya bisa kita tunjukkan bahwa remaja yang gaul tidak harus selalu mengabaikan cara-cara Islami,” sebut Agus Bagus.
Agus mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini tak lepas dari keprihatinan semua pihak karena adanya pandangan bila remaja yang memegang kaidah Islam dan tetap syar’i dianggap tidak gaul. Sementara mereka yang gaul dinilai cenderung mengabaikan nilai-nilai syar’i. “Lewat talkshow inilah kami ingin menunjukkan bahwa remaja tetap bisa gaul tanpa mengabaikan kaidah Islam apalagi meninggalkan syar’i,” sebutnya.
Sementara sore harinya lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMY akan mengadakan buka puasa bersama untuk karyawan di lantai dasar hall Gedung AR Fakhruddin Kampus Terpadu UMY. Buka puasa akan diisi pengajian ramadan oleh H Suhada, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukajadi Bandung.
October 5, 2005
September 30, 2005
Jakarta, Kebahagian Adam pembetot bass Sheila on 7 lengkap sudah. Setelah menikahi kekasihnya pada awal Juni lalu, kini istrinya itu tengah hamil 2 bulan. Selamat…
Berita ini pun dibenarkan oleh Adam. “Iya, dua bulan jalan. Saya bersyukur sekali,” ungkap Adam kepada detikhot, Jumat (30/9/2005).
Menanggapi kabar bahagia ini pria yang bernama asli Adam Muhammad Subarkah itu mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarganya. Kebetulan, konser panjang Sheila on 7 yang bertajuk ‘Jalan Terus’ sedang istirahat.
“Rencananya memang libur. Ya di rumah saja sama keluarga. Tapi kalau dapat kerjaan pasti saya jalanin,” tambah Adam.
Sejauh ini, Adam belum merasa repot dengan kehamilan Arimbi. Mantan putri berbakat Indonesia 2003 itu belum ngidam yang macam-macam.
“Nggak ngidam macam-macam kok. Mintanya nggak aneh-aneh. Belum!” ujar Adam
Adam dan Arimbi yang belum sempat menyelenggarakan resepsi pernikahan itu juga menghadapi kehamilan Arimbi dengan santai. Menurut Adam, apa yang ada dijalani saja. Yang jelas, Adam tak sabar menanti kelahiran anaknya.(yla)
September 29, 2005
Pentolan Sheila On 7, Eross, mengaku tidak gentar menghadapi band-band baru yang bermunculan. Bagi cowok kurus ini, kehadiran mereka bukan sebagai pesaing tapi jutsru mengasah kreatifitas untuk lebih baik lagi.
Kehadiran band-band baru menunjukkan bahwa musik Indonesia dapat diterima di negeri sendiri.“Musik Indonesia udah bisa jadi mata pencarian, jadi tuan rumah di negerinya sendiri, berarti musik Indonesia lebih diterima dari musik import,” terang Eross ketika ditemui di Manchester United Café.
Dengan banyaknya band baru, Eross merasa persaingan akan semakin sehat. “Sebenarnya saingan dari dulu nggak pernah, hanya saling melengkapi aja,” jar mantan pacar Astrid Tiar ini. Proses kreativitas dalam mencipta musik akan semakin terasah, karena setiap band harus semakin baik. “Bikin musik lebih baik kalau ada persaingannya,” imbuhnya.
Selain aktif dengan Sheila On 7, Eross juga sibuk mengerjakan proyek solo, diantaranya mengisi soundtrack film ‘Gie’. Untuk rencana kedepan, Eross dan anak-anak Sheila akan menyelesaikan tour 50 kotanya dulu.
“Kemarin baru 26 kota, masih kurang 24 kota lagi,” tutur pria bernama lengkap Eross Chandra ini. Ia juga sempat bercerita, sambutan Sheilagank di kota-kota tujuan tour sangat baik, konserpun berjalan lancan dan aman. “Sekarang penontonya Sheila on 7 udah dewasa semua “ ujar cowok yang logat jawanya masih kental ini. (Yo)
Sorce: KG
September 12, 2005

Pontianak,- Personil SO7 ketika berada di Keraton Sambas. Mereka diterima keluarga keraton dan disuguhi bubur padas. Semua Cah Jogja idola anak muda ini, tampak lahap menyantap makanan khas Sambas tersebut.
Sambas,- Konser tunggal Sheila On 7 di kota Sambas dirangkai dengan kegiatan jumpa fans. Pertemuan grup musik beken dan ternama ini dipenuhi SheilaGank yang menunggu sejak awal di Rambi Resto Cafe, kemarin. Sebelum menemui penggemar setia, Duta, Adam, Sakti dan Eros berkunjung ke Istana Alwatzikoebilah. Kedatangan Duta dkk disambut isteri Pangeran Ratu Winata Kesuma berserta kaum kerabat Istana Sambas. Personil SO7 mendapatkan kalungan sal bermotif songket Sambas. Pengalungan sal itu sendiri dilakukan anak perempuan pangeran ratu yang kecil bersama rekan-rekannya dengan menggunakan pakaian adat. Kehadiran SO7 di Istana Sambas sendiri tidak diketahui oleh SheilaGank. Karena mereka tidak dikawal sehingga tanpa diketahui umum. Sehingga masyarakat di sekitar istana banyak terkejut dan tak menyangka kalau grup band top hadir di tengah-tengah mereka untuk melihat aset budaya dan wisata Kabupaten Sambas. Kunjungan singkat Duta Cs ke Istana Sambas disuguhi makanan khas daerah. Makanan yang belum pernah disantap oleh personil SO7 ketika berada di dua kota sebelumnya baik Sintang maupun Singkawang. Duta, Eros, Adam dan Sakti sendiri ketika berada di Istana Sambas diperlihatkan benda-benda bersejarah berupa meriam kecil yang mempunyai nama-nama tersendiri. Selain itu, mereka juga berkesempatan bertanya nama-nama sultan Sambas kepada kerabat Istana Sambas. Usai berkunjung ke Istana Sambas, Duta Cs tepat pukul 14.00 menemui SheilaGank di Rambi Resto Cafe. Pertemuan dengan penggemar berat ini dilakukan dengan sesi tanya jawab dan kuis. Bagi yang bisa menjawab pertanyaan dari Duta Cs mendapatkan tiket masuk konser tunggal SO7. Mengakhiri jumpa fans di cafe, diberikan kesempatan kepada penggemar untuk sesi foto, bahkan personil SO7 memberikan himbauan sebelum menonton pertunjukan mereka. (riq)
Sambas,- KONSER tunggal Sheila On 7 yang diusung LA Lights Concert bekerjasama dengan Megapro Cummunication di Kota Sambas benar-benar memukau warga. Penampilan perdana dan akbar di wilayah utara Kalbar ini menggetarkan tanah di lapangan Gabsis, Sabtu (10/9) malam. Getaran musik menggelegar dengan dukungan sound system berkekuatan 80.000 watt ditambah lagi dengan kekuatan lighting 150.000 watt. Kekuatan musik dengan hentakan kaki belasan ribu Sheila Gank yang hadir seperti “gempa” di lapangan sepakbola kebanggaan masyarakat Kabupaten Sambas.
Pementasan grup band top ini berjalan lancar tanpa ada gangguan keamanan sehingga memberikan kepuasan tersendiri dari pengunjung maupun personil SO7. Duta sewaktu di atas panggung selalu mengingatkan kepada Sheila Gank agar pesta ini jangan sampai diganggu oleh perusuh. Bahkan dia meminta agar kameraman merekam salah satu baju pengunjung yang menyatakan perang terhadap narkoba. “Jangan sampai pesta kita diganggu perusuh, selalu dalam damai,” ujarnya. Bermula hits menyelamatkanmu, Sheila Gank sempat tertipu bahwa personil SO7 menggunakan topeng dan berbaju pelaku kejahatan. Ketika sinar lampu menyala Duta, Adam, Sakti dan Eros muncul teriakan histeris fans menggema di udara.
Vokalis lawas SO7, Duta sempat menghibur Sheila Gank dengan beberapa pantun melayu sebelum melatunkan tembang-tembang indahnya seperti Pagi Yang Menakjubkan, Bertahan Disana, Sahabat Sejati, Pemuja Rahasia, Itu Aku, Pria Kesepian, Sephia dan Berhenti Berharap. Panggung raksasa yang diapit dikeliligi layar lebar memudahkan Sheila Gank berinteraksi dengan Duta Cs. Bahkan personil SO7 melakukan tindakan atraktif memukau di panggung, ditambah lagi beberapa kali Eros maupun Duta menyalami penggemarnya yang dibatasi pagar besi. Penyelenggara juga menyemprotkan air kepada Sheila Gank untuk mengurangi kepanasan akibat himpitan maupun lojakan penonton. Pementasan SO7 yang sukses ini diakhiri dengan lagu Melompat Lebih Tinggi dan ditutup dengan pesta kembang api di belakang panggung raksasa.(riq)
BANYAK penyanyi dan hebat kita miliki. Mereka berjaya di panggung-panggung festival, masuk dapur rekaman, bahkan berhasil menjual albumnya jutaan kopi di Tanah Air. Namun, berapa banyak yang mampu menembus pasar internasional? Sangat sedikit artis Indonesia yang go international, dalam artian namanya dikenal orang di luar negeri baik lewat album rekaman ataupun pemunculannya di panggung-panggung musik internasional.
Melihat realitas ini, tentulah kita berbangga hati menyaksikan sukses yang diraih Anggun. Debut internasionalnya lewat album Anggun (versi Perancisnya Au Nom de la Lune) yang melejitkan single Snow on the Sahara ternyata menggebrak 33 negara. Satu prestasi yang belum tertandingi artis Indonesia lainnya. Di Amerika, album Anggun terjual 100 ribu kopi dan berhasil duduk di urutan 19 the Billboard Border Breaker Charts. Di Kanada, Inggris, Jerman dan Italia, album dan single Anggun mendapat sertifikat double platinum. Di Spanyol, single-nya berhasil menembus tangga nomor satu.
Diakui Sheila on 7, selain kiprah Anggun tadi, artis Indonesia mungkin baru dikenal di Malaysia dan Singapura. Jika ada artis negeri ini yang diundang ke Amerika atau Australia, misalnya, bisa ditebak pasti yang mengundang adalah mahasiswa yang kuliah di sana.
Menurut Eross, kalau ingin menembus pasar internasional seperti Amerika dan Inggris artis harus punya kemauan kuat. Termasuk harus menetap di negeri tersebut. “Kemauan sih sudah ada. Tapi kalau untuk harus tinggal di luar, kami masih mikir.
Kenapa harus tinggal di sana? Sebab produser-produser internasional sangat jarang ke Indonesia. Kalau kami tetap di sini, kami nggak akan pernah dilirik oleh mereka” begitu alasan Eross.
Bagaimana dengan faktor lirik lagu, apakah pakai bahasa Inggris?
“Itu mungkin juga salahsatu cara. Tapi menurutku, bahasa sepertinya enggak penting. Bahasa itu hanya semacam alat transportasi saja. Yang penting adalah pesan atau tujuannya tercapai. Bagiku, musik itu enggak bisa dibicarain, tetapi kita dengar dan kita apresiasi” kata Eross, yang bareng So7-nya sedang sibuk tur 34 kota.
Pasar Bursa Musik Internasional itu menjadi semacam forum informal bagi para pengusaha hiburan musik untuk bertemu muka, melakukan penjajakan dan melihat berbagai kemungkinan untuk bekerjasama memproduksi kaset atau CD.
Dari Marche internationale de disques et l’Edition Musicale (MIDEM) , menurut Kaka vokalis Slank, mengganjar Slank dengan serentetan tur, yakni Slank Korea Tour dan Slank Japan Tour. Slank juga ditunjuk jadi guest star di acara MTV Asia Music Award 2004 di Singapura. Di Jepang dan Korea, Slank juga sempat merekam album.
“Yaa kalau untuk menyanyi, kita nggak boleh asal. Bermain musik itu memang membuat kita enjoy. Apalagi aku juga tertarik dengan entertainment-nya. Artinya, aku naik panggung dan orang bayar menonton. Jadi Slank harus memberikan kepuasan sebanyak yang dia bayar dong. Bukannya kita senang-senang saja enjoy main tanpa mempedulikan penonton. Filosofis-filosofis ini yang mungkin nggak dimiliki artis kita” papar Kaka Slank.
Yaa, mereka semua tahu betul apa yang menjadi tujuan mereka. Untuk mewujudkannya, tentulah kerja keras diperlukan.
Tampil di manca negara itu gampang. Banyak artis Indonesia yang sudah melakukannya. Namun yang benar-benar go international dalam arti sebenarnya, hampir tidak ada. Jika ada, hanya Anggun. Itu pun harus lewat Perancis terlebih dahulu.
“Tidak gampang menembus musik dunia. Tidak karena kualitasnya, tapi karena masyarakat sana (barat), memandang sebelah mata karya musisi Asia,” kata Krisna J Sadrach, pentolan Suckerhead.
“Karena sulit, mendingan konsentrasi di dalam negeri saja. Bukannya pesimis, tapi karena memang tidak mudah. Pebedaan budaya akan jadi penghalang,” tandas Krisna.
Source: MP
September 9, 2005
Sambas,- Sukses menggebrak kota Sintang dan Singkawang, Sheila on Seven (So7), Sabtu (10/9), akan hadir di Kota Sambas. Gebrakan LA Light ini berusaha menghibur masyarakat Kabupaten Sambas dengan menghadirkan band kondang yang mungkin baru pertama kali di wilayah utara Kalimantan Barat. Sebelum menghibur para penggemar So7, penyelenggara kegiatan akan memberikan waktu kepada Genk Sheila untuk bertemu langsung dengan para musisi. Kesempatan emas bagi fans bertemu langsung dengan Duta, Eros, Sakti dan Adam akan dilaksanakan di Rambi Resto Cafe, pukul 14.00 tanpa dipungut bayaran. Bambang Suryo Putro District Supervisor LA Light Kalbar, kemarin, di sela-sela persiapan panggung dan sound system di lapangan sepakbola Gabsis mengatakan pihaknya berusaha memberikan yang terbaik kepada penggemar So7 di Kabupaten Sambas. Rugi bila Genk Sheila tidak hadir untuk berhadapan langsung dengan bintang pujaan mereka apalagi jumpa fans ini gratis. “Kesempatan emas ini mungkin saja tidak datang dua kali. Karena So7 harus manggung di 34 kota, maka beruntunglah fans yang bisa bertemu langsung Sabtu besok di Rambi Resto Cafe,” ujarnya. Dikatakan Bambang, dalam temu fans ini, penggemar So7 diberikan waktu untuk tanya jawab, foto bareng maupun minta tanda tangan personel band papan atas tersebut. “Bagi pecinta musik dan penggemar So7 yang ingin menyaksikan pertunjukan grup band ini datanglah beramai-ramai di lapangan Gabsis Sambas. Tiket dapat dibeli di lokasi pertunjukan maupun tiket box di Rambi Resto Cafe,” jelasnya. Lebih lanjut, Bambang mengemukakan jangan sampai ketinggalan untuk jumpa fans dan melihat pertunjukan So7 secara dekat. “Karena kita tidak tahu kapan So7 bisa tampil lagi di Kabupaten Sambas. Semoga saja konser So7 yang diusung LA Light ini menghibur seluruh masyarakat,” harapnya. (riq)
Menutup rangkaian tur Jalan Terus, band asal Yogyakarta, Sheila on 7 berencana menggelar konser tunggal di Lapiazza, Jakarta, 1 Oktober 2005 nanti. Sedianya konser kembalinya Sheila on 7 ke Jakarta ini akan berlangsung selama 2 jam.
Setelah meluncurkan album The Best, Sheila on 7 memang jarang terdengar beritanya. Mereka sibuk menyelesaikan tur 34 kota, yang mengharuskan Duta, Eross, Adam dan Sakti menghabiskan lebih banyak waktu di luar kota.
Untuk menuntaskan kerinduan para penggemarnya, Sheila on 7 akan menggelar konser tunggal dengan kualitas terbaik. “Lighting, sound dan multimedianya akan lebih dipersiapkan,” terang Duta, vokalis Sheila on 7. Rencananya selama 2 jam pertunjukan, mereka akan membawakan sekitar 20 lagu dengan aransemen berbeda.
Sekedar flashback, Sheila on 7 sudah dua kali mengalami musibah saat menggelar konsernya. Pertama di Lampung di tahun 2000 dan Banjarmasin tahun 2004, peristiwa ini bahkan mengakibatkan korban meninggal. Namun ketika Sheila on 7 kembali manggung di Lampung beberapa waktu lalu, keadaannya terkendali dan aman-aman saja.
Disinggung soal Eross yang terlibat dalam pembuatan soundtrack film Gie yang memunculkan indikasi kalau personil Sheila on 7 akan solo karier semua, Duta mengatakan tidak semuanya. “Itu memang rencana lama Eross. Kalau sejauh itu masih ada kaitannya dengan musik, anak-anak Sheila yang lain nggak masalah. Toh dia juga belum mengatakan akan mundur dari Sheila on 7. Kami masih kompak kok,” terang Duta.
Setelah album The Best keluar, Eross dan personil Sheila on 7 lainnya mulai kembali mengumpulkan materi untuk album baru. Kemungkinan pertengahan tahun depan album baru mereka sudah bisa dirilis.
Sebelumnya, pada 6 Mei 2005 lalu para personil Sheila on 7 merayakan ulang tahun band mereka yang ke-9. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para personil Sheila ini merayakan tanpa hura-hura melainkan dengan perenungan bersama.
Sudah menjadi tradisi kalau di hari jadi bandnya, Duta, Eross, Adam dan Sakti ini merayakannya bareng para fans serta membagi keceriaan dengan beberapa anak yatim piatu. Perayaan itu digelar di markasnya di Atmosukarto 17 Kotabaru, Yogyakarta. “Sudah biasa kalau setiap ulang tahun anak-anak Sheila pada ngumpul merayakannya dengan syukuran. Mereka memang tak ingin ada pesta yang mewah,” kata Duta. (Syamsudin W)
September 8, 2005
Singkawang,- Konser tunggal Sheila On 7 di Stadion Kridasana tadi malam betul-betul membius “biak” Kota Singkawang. Lapangan Kridasana pun seakan berguncang karena para penggemar S07 yang membanjiri stadion sepak bola tersebut berkingkrak-jingkrak mengikuti hentakan lagu yang dibawa group band muda asal Jogja itu. 17 lagu teranyar dikumandangkan untuk menghibur sheilamania yang terdiri dari anak-anak sampai orang dewasa. Lokasi Lapangan Kridasana sendiri sudah mulai didatangi penonton sejak pukul 19.30 WIB meski konser dimulai pukul 20.00 WIB.
S07 dengan personil Duta, Eros, Adam dan Sakti memulai aksi mereka dengan salah satu karyanya “Menyelamatkanmu”. Sontak, aksi mereka yang sudah ditunggu-tunggu mendapat sambutan antusias. Selesai Menyelamatkanmu, mereka lantas menggebrak dengan beberapa lagi Hitsnya. Diantaranya adalah Bertahan Disana, Sahabat Sejati, Pemuja Rahasia, Itu Aku dan Pria Kesepian. Lantun demi lantun yang diselingi dengan menyapa penonton membuat konser tersebut semakin meriah. Apalagi dengan dukungan sound system berkekuatan 80.000 watt dan ditambah lagi dengan kekuatan lighting 150.000 watt. Konser yang dihelat LA Light Concert tersebut berlangsung semarak dengan adanya LA Surprise.
Semakin malam, aksi S07 semakin meriah. Beberapa tembang yang akrab di telinga mendapat sambutan hangat dari penonton. Sebut saja Sephia yang fasih dibawakan oleh anak-anak kecil hingga dewasa. Ada lagi, Berhenti Berharap, Bila Kau Tak Disampingku, JAP dan Kita. Konser tersebut juga menghadirkan kata sambutan Walikota Singkawang via rekaman video yang dipasang panitia dengan dua white screen berukuran besar. Walikota sempat berpesan agar para penggemar atau penonton dapat menjaga kondisi pertunjukkan berjalan dengan lancar dan aman. S07 juga membawakan lagu pamungkasnya yakni Pejantan Tangguh dan Melompat Lebih Tinggi. Rencananya, konser Sheila On 7 akan menghibur penggemarnya di Kabupaten Sambas. (bas/go/vie)
Singkawang,- Konser grup papan atas S07 di Singkawang ternyata tidak memesona “biak-biak” Singkawang dengan lagu dan aksi panggung mereka Rabu (8/9). Walikota Singkawang Drs Awang Ishak pun ikut nimbrung menikmati konser musik akbar yang ditajuk LA Light Concer 34 kota tersebut.
Bahkan, sebelum konser digelindingkan Pak Wali sempat membuka konser tunggal tersebut ikut menyaksikan penampilan S07. Meski tidak sampai rampung, namun pak Awang yang hadir beserta ibu tampak enjoy menikmati konser S07 di Singkawang itu. Sesekali tampak walikota menggoyang-goyangkan kepalanya mengikuti hentak irama grup band asal Jogya itu. Sambil menikmati aksi S07, walikota juga mengamati gerak gerik para penonton di stadion yang dipadati belasan ribuan pengunjung tersebut dari tempat duduknya di tribun. Karena saat membuka konser tunggal tersebut, ia berpesan kepada penonton untuk tetap menjaga ketertiban saat menyaksikan konser tersebut. Tidak ricuh, apalagi kalau sampai mengkonsumsi narkoba dan miras.
“Saksikanlah konser ini dengan tertib. Jangan sampai terjadi keributan, perkelahian. Berikanlah kesan yang baik untuk artis kita yang baru pertama kali di Singkawang ini,” demikian pesan Pak Wali saat membuka konser malam kemarin. Pesan tersebut ternyata dilaksanakan dengan baik oleh penonton. Tidak ada keributan yang terjadi dari awal sampai akhir konser. Hadir mendampingi walikota saat itu, Wakil Walikota dan lima camat Kota Singkawang yang juga didampingi isteri. Semuanya mendapat tempat duduk di tribun bagian tengah Stadion Kridasana Kota Singkawang. Sementara Asisten Administrasi Umum tampak menikmati konser tersebut di lapangan. Salah seorang isteri camat Kota Singkawang mengaku senang dengan grup band muda ini. “Saya senang dengan lagu-lagunya, masuk untuk semua kalangan. Makanya saya nonton dan hadir di sini. Kalau tidak suka, saya tidak bakalan hadir menyaksikan S07 ini. Iya kan?” kata isteri dari Camat Singkawang Selatan sambil tersenyum di sela-sela penampilan S07. Sang vokalis, Duta S07 ternyata cukup tanggap. Paham dengan kedatangan pak Wali dalam konser mereka, disempatkan pula untuk menyapa walikota dan mengucapkan terimakasih buat Walikota Singkawang. “Terimakasih buat Bapak Walikota Singkawang yang datang ke konser kami,” ujar Duta usai menyampaikan terimakasih kepada penyelenggara dan sponsor konser tersebut. (**)
September 5, 2005
Sintang,- LUAR biasa penampilan group band papan atas, Sheila On 7 (SOS) di stadion Sintang malam kemarin. Karena tidak kurang dari 12.000 penonton terbius dan hanyut saat pertunjukan berlangsung. LA Light Concers yang menampilkan Sheila On 7 di kota Sintang di sambut meriah. Hal itu terlihat belasan ribu penonton memadati stadion Baning Sintang. Penampilan Sheila On 7 memang dinanti- nantikan kaula muda di wilayah Timur Kalbar. Karena Sheila On 7 memang sudah melekat di hati para anak muda dan ABG. Hal itu terlihat di saat acara jumpa fans di Hotel Sakura pada pukul 14.00, tidak kurang dari 300 orang yang ingin menyaksikan secara dekat personil Sheila On 7, Duta, Adam Eros dan Sakti. Ternyata LA Light Concers Sheila On 7 di 34 kota, Sintang merupakan kota ke 21 yang dikunjungi Sheila On 7. ” Kami pertama kali ke Sintang, ternyata sambutan warga Sintang cukup meriah,” ujar Duta di saat jumpa fans di Hotel Sakura. Menjelang acara concers Sheila On 7 dimulai, di luar stadion pada pukul 16.00 belasan ribu penonton telah datang untuk menyaksikan penampilan spektakuler di Sintang. Bahkan penonton harus tetap bersabar berada di dalam stadion Baning untuk menunggu dimulainya Concers. Pada pukul 20.00 WIB, LA Light Concers Sheila On 7 secara resmi di buka oleh Bupati Sintang Drs Milton Crosby Msi. Setelah acara dibuka, belasan ribu penonton langsung berteriak, Sheila… Sheila.(bd)

Eross punya hobi baru! Pemetik gitar Sheila On 7 ini lagi seneng banget makan. Udah gitu, makanannya juga spesial. Daging kobra goreng, jack!
Ih.., apa nggak serem, tuh?
“Ah, nggak juga! Rasanya enak, kok. Kayak-kayak daging ayam gitu, deh!” jawab cowok yang baru aja ngebikin lagu buat soundtrack film Gie ini.
Tapi kan beda, ‘Ross?
“Iya! Pertamanya sih mungkin masih rada ngeri juga.Ular gitu, lho! Apalagi, pas pertama makan, ada live show-nya. Yang jual motongnya di depanku. Tapi, begitu udah nyoba, aku malah nagih. Lama-lama seremnya hilang. Berubah jadi biasa aja, tuh! Ngomong-ngomong, ada yang mau nemenin aku makan nggak?” sambung Eross, sambil nyengir.
Mmm.., lain kali aja deh Ross. Masih rada kenyang, nih! Hehehe…
August 15, 2005
Kemampuan Eross Chandra dalam mencipta lagu memang tak perlu diragukan lagi. Boleh jadi hampir seluruh buah karyanya selalu menjadi buah bibir semua kalangan. Tak kecuali anak-anak.
Bicara soal prestasi di sekolah, cowok bertubuh begeng kelahiran Yogyakarta 3 Juli 26 tahun silam ini memang tidak terlalu menonjol. Bahkan Tejo, panggilan akrab Eross dikalangan anak-anak band Sheila On 7, mengaku ketika SD, setiap kali baca buku pelajaran selalu meloncat-loncat. Alias tidak berurutan.
“Selain itu, kata orang dilingkungan rumah, dulu aku itu termasuk anak bandel,” kenang Eross sambil tertawa.
Meski dalam hal pendidikan tak ada nilai lebih, tapi ada satu hal yang kini justru menjadi kebanggaan keluarga besar alumni SMA Negeri Muhamadiyah I Yogya ini mampu membuat catatan prestasi di dunia seni. Khususnya dalam hal bikin lagu maupun lirik. Tak itu saja. Kini, kemampuan Eross dalam mencipta lagu juga sudah mendapat pengakuan di kalangan produser film. Sebut saja pemilik Miles Production, Mira Lesmana,
Menurut Mira yang menunjuk Eross untuk membuat soundtrack film “Gie” mangatakan kalau dalam menciptakan lagu, Eross nggak neko-neko alias jujur. Trus, nggak macam-macam, simpel, sedikit naïf, dan apa yang dibuat benar-benar keluar dari hati.
Dan, salutnya lagi, dalam proses mencipta lagu, Eross boleh jadi termasuk pencipta lagu cepat. Buktinya, saat membuat lagu soundtrack film Mira Lesmana dan Riri Riza ini, ia hanya butuh waktu tiga hari saja.
Kalaupun sekarang ini, Eross jadi orang terkenal dan mampu menopang biaya kehidupan keluarganya dari mencipta lagu, ternyata kolektor gitar ini tetap memiliki obsesi besar yang hingga ssaat ini belum kesampaian. Apaan tuh?
“Aku pengen sekali bisa membuat lagu seperti John Lenon. Dimana semua lirikdan lagu ciptaanya bisa menggugah hati manusia sampai ke penjuru dunia. Untuk itu sekarang ini aku terus belajar…, belajar dan belajar. Salah satunya ya terus berkarya membuat lagu dan lirik,” aku penggemar ikan hias koi.
“Dan satu lagi, aku juga ingin bisa terus ngeband sama anak-anak Sheila sampai tua,” imbuh Eross.
Sukses deh!
August 13, 2005
Judul : Sheila On 7
Episode : Global
Tayang : Sabtu, 13 Agustus 2005
Pkl. 16:00 - 17:00 WIB
SCTV kembali memanjakan telinga pecinta musik di Tanah Air. Kali ini menampilkan grup band papan atas Sheila On 7. Musik spesial yang bertajuk “Sheila On 7 Bertahan Di Sana”, merupakan rangkaian kompilasi dan perjalanan mereka hingga sukses tampil di layar SCTV. Penampilan grup band asal Kota Yogyakarta ini dikemas apik, untuk memenuhi selera fans berat mereka.
Saksikan penampilan Duta, Eross, Adam dan Sakti, dalam Musik Spesial “Sheila On 7 Bertahan Di Sana”, pada Sabtu 13 Agustus 2005, pukul 16.00 WIB, hanya di SCTV Satu Untuk Semua.
Source: SCTV
August 11, 2005
JEPARA- Tidak keliru ‘’Kota Ukir'’ Jepara dipilih sebagai pembuka tur 34 kota Sheila on 7. Bukan hanya konser berjalan aman dan lancar, target penonton 15 ribu pun tercapai.
Seandainya jalan Ade Irma Suryani Kelurahan Bulu, yang menuju pintu gerbang Taman Wisata Pantai Kartini tidak terpadati ribuan sepeda motor dan mobil, mungkin arus penonton yang masuk bisa lebih banyak lagi.
Junaidi dari Djarum Kudus menginformasikan, pada awal konser sekitar 12 ribu penonton masuk. Saat pertunjukan berlangsung , jumlah penonton terus bertambah. ‘’Hitungan pasti belum kami peroleh malam ini, namun kami yakin target 15 ribu penonton tercapai,'’ kata Junaidi.
Molornya jam pertunjukan dari rencana pukul 19.00 menjadi 20.30 tak mengurangi hasrat penonton. Suguhan penampilan Duta dalam layar lebar sebelum konser cukup menghibur. Teriakan histeris pun meledak ketika lagu pertama, ‘’Menyelamatkanmu'’ meluncur. Yang nampak di panggung penyanyi dan pengiring memakai kostum dan penutup kepala hingga menyembunyikan wajah. Tak lama kemudian, muncullah Duta dengan kaos merahnya.
Karaoke Besar
‘’Jepara memang nggak ada mati-matinya. di stadion bola maupun di tepi pantai ini pengunjung memadati pertunjukan. Terima kasih. Terima kasih. Tolong pemadam, penonton diberi air nampaknya sudah kepanasan,'’ kata Duta.
‘’Terima kasih Jepara. Terima, kaulah sahabat sejati,'’ lanjut Duta, yang menyambung dengan lagu,'’Sahabat Sejati.'’ Disusul tembang ‘’Pemuja Rahasia'’, ‘’Itu Aku'’. Setiap tiga lagu, diselingi dialog dengan penonton.
Segera menyambunglah, ‘’Pria Kesepian'’, ‘’Tunjukkan Padaku'’, dan ‘’Sekali Lagi'’. Tidak ketinggalan lagu yang sangat populer dari album lawas So7, ‘’Sephia'’.
Sebelum membawakan tiga lagu terakhir, Duta mengajak ribuan penonton menyanyi dan berjingkrak bersama. Ajakan juga ditujukan kepada penonton di luar kompleks Taman Pantai Kartini. Sebab, meski tak bisa melihat aksi Duta, mereka bisa mendengarkan hentakan keras sound system mupun sekadar melongok ke atas menatap penyanyi pujaannya dari layar lebar.
‘’Mari kita jadikan konser pertama dari 34 kota ini menjadi karaoke besar,'’ kata Duta. Dan akhirnya, konser ditutup dengan tiga lagu, ‘’Seberapa Pantas'’, ‘’Pejantan Tangguh'’, dan ‘’Melompat Lebih Tinggi.'’ (kar,H15-43)
Source: Suara Merdeka
August 10, 2005
Jepara, CyberNews. Tidak keliru ‘’Kota Ukir'’ Jepara dipilih sebagai pembuka tur 34 kota Sheila on 7. Bukan hanya konser berjalan aman dan lancar, target penonton 15 ribu pun tercapai.
Seandainya jalan Ade Irma Suryani Kelurahan Bulu, yang menuju pinu gerbang Taman Wisata Pantai Kartini tidak terpadati ribuan sepeda motor dan mobil, mungkin arus penonton yang masuk bisa lebih banyak lagi.
Junaidi dari Djarum Kudus menginformasikan, target penonton 15 ribu tercapai. Pada awal konser sekitar 12 ribu, namun pada saat pertunjukan berjalan, arus penonton terus masuk. ‘’Hitungan pasti belum kami peroleh malam ini, namun kami yakin target 15 ribu penonton tercapai,'’ ucap Junaidi.
Kelompok musik asal kota Gudeg Yogyakarta itu masih memiliki daya sedot besar di Jepara. Walau sudah beberapa kali Duta dan kawan-kawan tampil–sebelumnya di Stadion Kamal Djunaidi– tetap saja kaum muda menunjukkan gairah seperti baru pertama tampil. Tidak ketinggalan gadis-gadis ABG pun rela ikut berjubel diantara lautan penonton.
Molornya jam pertunjukan dari rencana pukul 19.00 menjadi 20.30 tak mengurangi hasrat penonton. Suguhan penampilan Duta dalam layar lebar sebelum konser cukup menghibur. Teriakan histeris pun meledak ketika lagu pertama, ‘’Menyelamatkanmu'’ meluncur. Yang nampak di panggung penyanyi dan pengiring memakai kostum dan penutup kepala sangat rapat hingga menyembunyikan wajah. Tak lama kemudian, muncullah Duta dengan kaos merahnya.
Habis lagu pertama, disusul ,'’Pagi yang menakjubkan'’, dan ‘’Bertahan Di Sana'’ yang berasal dari album terbaru Sheila on 7. ‘’Jepara memang gak ada mati-matinya. di stadion bola maupun di tepi pantai ini pengunjung memadati pertunjukan. Terima kasih. Terima kasih. Tolong pemadam, pennton diberi air nampaknya sudah kepanasan,'’ ucap Duta, mencoba berdialog dengan penonton yang memadati panggung hiburan Pantai Kartini.
‘’Terima kasih Jepara. Terima, kaulah sahabat sejati,'’ lanjut Duta, yang menyambung dengan lagu keempat,'’Sehabat Sejati.'’ Disusul, ‘’Pemuja Rahasia'’, ‘’Itu Aku'’. Setiap tiga lagu, diseling dialog dengan penonton.
Segera menyambunglah, ‘’Pria Kesepian'’, ‘’Tunjukkan Padaku'’, dan ‘’Sekali Lagi'’. Tidak ketinggalan lau yang sangat populer dari album lawa So7, ‘’Sephia'’. Terus, ‘’Berhenti Berharap'’, ‘’Bila Kau Tak Disampingku'’. Selanjutnya, ‘’JAP'’, ‘Jalan terus'’, ‘’Kita'’.
Sebelum membawakan tiga lagu terakhir, Duta mengajak ribuan penonton menyanyi dan berjingkrak bersama. Termasuk penonton di luar kompleks taman Pantai Kartini pun tak ketinggalan. Sebab, walau tak bisa melihat aksi Duta, toh mereka bisa mendengarkan hendakan keras sound system, mupun sekadar melongok ke atas menatap penyanyi pujaannya dari layar lebar.
‘’Mari kita jadikan konser pertama dari 34 kota ini menjadi karaoke besar,'’ ucap Duta. Dan akhirnya, konser ditutup dengan tiga lagu, ‘’Seberapa Pantas'’, ‘’Pejantan Tangguh'’, dan ‘Melompat Lebih Tinggi.'’ Total ada lima belas lagu.( sukardi/m sanomae/Cn07 )
Source: Suara Merdeka
July 28, 2005
Baim bukan salah satu dari para vokalis yang menyanyi untuk album Erwin Gutawa Salute to Koes Plus-Bersaudara. Tapi, untuk konser berjudul sama, yang akan digelar pada 9 Agustus 2005 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, ia ambil bagian.
“Terima kasih Duta,” kata Baim tentang keterlibatannya dalam pementasan tersebut. Duta yang dimaksud olehnya adalah vokalis grup Sheila on 7.
Jelas pemilik nama asli Ibrahim Imran ini, gara-gara sudah lebih dulu dikontrak bersama Sheila on 7 untuk manggung di tempat lain pada waktu yang sama, Duta tak bisa tampil dalam konser Salute to Koes Plus-Bersaudara. “Jadi, saya deh yang ngegantiin,” ujar mantan vokalis grup ADA Band ini.
Cerita putra M Ali Imran, mantan personel grup 1960-an The Steps ini, ia ingin sekali ambil bagian dalam pertunjukan tersebut. “Saya sampai minta-minta ke Mas Erwin untuk ikut,” ucap pemuda kelahiran Hong Kong, 31 Mei 1975 ini.
Namun, Erwin, yang dalam jumpa pers konser tersebut di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (27/7), duduk tak jauh dari Baim, menyangkal kisah Baim. “Enggak betul tuh. Yang betul, saya yang minta-minta ke Baim. Saya memang ingin menampilkan dia dalam konser ini. Suaranya oke banget,” celoteh Erwin, produser sekaligus pengarah dan penata musik untuk pementasan itu, lalu tersenyum.
Lepas dari siapa meminta-minta kepada siapa, Baim berjanji akan memberi yang terbaik dalam konser tersebut. “Saya sudah mendengarkan aransemen musik Mas Erwin untuk lagu Bunga di Tepi Jalan yang disajikan oleh Duta di album Mas Erwin. Musiknya berbau country dan saya suka itu. Saya akan membawakannya dengan gaya saya sendiri dan semaksimal mungkin,” tutur Baim, yang telah menelurkan dua album solo, Fresh (2002) dan Nafasku (2004), sesudah keluar dari ADA Band.
Penulis: Ati
Source: Kompas
July 16, 2005
Makassar — Sheila on 7 (So7) siap mendulang sukses di Makassar. Untuk mewujudkannya, personil S07 bernjanji akan menghadirkan kejutan dalam penampilan mereka di Lapangan Karebosi, Sabtu (17/7) malam ini.
Janji ini dilontarkan vokalis So7, Duta, dalam konferensi persnya di Hotel Marannu, Jumat (15/7) kemarin. Setelah sukses konser di Palopo dan Parepare, grup musik yang digandrungi kaum hawa ini dijadwalkan beraksi di Karebosi.
Konser di dua kota sebelumnya tergolong sukses, mampu menyedot penonton sekitar delapan ribu penonton. Duta, vokalis S07 berharap, Makassar bisa melampuai kesuksesan tersebut. “Tunggu aja dan nantikan kejutan dari kami untuk konser di Makassar,” ujar Duta.
Jumpa pers kemarin dihadiri empat personel So7; Duta, Eross, Sakti, dan Adam. Mereka juga didampingi tiga personel Gamma Band, band pendatang baru dari Jakarta yang juga meramaikan LA Lights Concert Tour 34 kota ini.
Tiga personel Gamma yang hadir adalah Mully, Willy, dan Ricky. Kejutan tersebut, tidak didapatkan pada kota-kota sebelumnya. Bahkan, di antara 34 kota, hanya Makassar yang mendapatkan kejutan tersebut.
Salah satu kejutan tersebut adalah hanya konser di Makassar yang akan disyuting oleh RCTI. Selain itu, pada konser tersebut juga akan tampil Dewa Budjana, David Naif, Jojon, Tessy, dan Ginanjar.
Konsep show-nya pun berbeda, lebih terfokus pada multimedia dengan adanya lima layar lebar di sekitar panggung. So7 akan membawakan lagu-lagu andalan mereka sekitar 16-18 lagu.
Sedangkan Gamma akan memperkenalkan lagu-lagu mereka yang bernuansa rock yang terdapat di album perdana Pendamping Malam. Karena minus drumer Anton yang hengkang beberapa waktu lalu, maka So7 menggunakan additional drumer Brian.
Selain itu, juga ada additional keyboard Ferry Kurniawan. Sedangkan tiket masuk seharga Rp 15 ribu, masih tersedia di arena konser. Mulai pukul 17.00 sore, akan dibuka tiga loket penjualan tiket. Konsernya sendiri akan berlangsung mulai pukul 19.00 malam.Makassar — Sheila on 7 (So7) siap mendulang sukses di Makassar. Untuk mewujudkannya, personil S07 bernjanji akan menghadirkan kejutan dalam penampilan mereka di Lapangan Karebosi, Sabtu (17/7) malam ini.
Janji ini dilontarkan vokalis So7, Duta, dalam konferensi persnya di Hotel Marannu, Jumat (15/7) kemarin. Setelah sukses konser di Palopo dan Parepare, grup musik yang digandrungi kaum hawa ini dijadwalkan beraksi di Karebosi.
Konser di dua kota sebelumnya tergolong sukses, mampu menyedot penonton sekitar delapan ribu penonton. Duta, vokalis S07 berharap, Makassar bisa melampuai kesuksesan tersebut. “Tunggu aja dan nantikan kejutan dari kami untuk konser di Makassar,” ujar Duta.
Jumpa pers kemarin dihadiri empat personel So7; Duta, Eross, Sakti, dan Adam. Mereka juga didampingi tiga personel Gamma Band, band pendatang baru dari Jakarta yang juga meramaikan LA Lights Concert Tour 34 kota ini.
Tiga personel Gamma yang hadir adalah Mully, Willy, dan Ricky. Kejutan tersebut, tidak didapatkan pada kota-kota sebelumnya. Bahkan, di antara 34 kota, hanya Makassar yang mendapatkan kejutan tersebut.
Salah satu kejutan tersebut adalah hanya konser di Makassar yang akan disyuting oleh RCTI. Selain itu, pada konser tersebut juga akan tampil Dewa Budjana, David Naif, Jojon, Tessy, dan Ginanjar.
Konsep show-nya pun berbeda, lebih terfokus pada multimedia dengan adanya lima layar lebar di sekitar panggung. So7 akan membawakan lagu-lagu andalan mereka sekitar 16-18 lagu.
Sedangkan Gamma akan memperkenalkan lagu-lagu mereka yang bernuansa rock yang terdapat di album perdana Pendamping Malam. Karena minus drumer Anton yang hengkang beberapa waktu lalu, maka So7 menggunakan additional drumer Brian.
Selain itu, juga ada additional keyboard Ferry Kurniawan. Sedangkan tiket masuk seharga Rp 15 ribu, masih tersedia di arena konser. Mulai pukul 17.00 sore, akan dibuka tiga loket penjualan tiket. Konsernya sendiri akan berlangsung mulai pukul 19.00 malam.Makassar — Sheila on 7 (So7) siap mendulang sukses di Makassar. Untuk mewujudkannya, personil S07 bernjanji akan menghadirkan kejutan dalam penampilan mereka di Lapangan Karebosi, Sabtu (17/7) malam ini.
Janji ini dilontarkan vokalis So7, Duta, dalam konferensi persnya di Hotel Marannu, Jumat (15/7) kemarin. Setelah sukses konser di Palopo dan Parepare, grup musik yang digandrungi kaum hawa ini dijadwalkan beraksi di Karebosi.
Konser di dua kota sebelumnya tergolong sukses, mampu menyedot penonton sekitar delapan ribu penonton. Duta, vokalis S07 berharap, Makassar bisa melampuai kesuksesan tersebut. “Tunggu aja dan nantikan kejutan dari kami untuk konser di Makassar,” ujar Duta.
Jumpa pers kemarin dihadiri empat personel So7; Duta, Eross, Sakti, dan Adam. Mereka juga didampingi tiga personel Gamma Band, band pendatang baru dari Jakarta yang juga meramaikan LA Lights Concert Tour 34 kota ini.
Tiga personel Gamma yang hadir adalah Mully, Willy, dan Ricky. Kejutan tersebut, tidak didapatkan pada kota-kota sebelumnya. Bahkan, di antara 34 kota, hanya Makassar yang mendapatkan kejutan tersebut.
Salah satu kejutan tersebut adalah hanya konser di Makassar yang akan disyuting oleh RCTI. Selain itu, pada konser tersebut juga akan tampil Dewa Budjana, David Naif, Jojon, Tessy, dan Ginanjar.
Konsep show-nya pun berbeda, lebih terfokus pada multimedia dengan adanya lima layar lebar di sekitar panggung. So7 akan membawakan lagu-lagu andalan mereka sekitar 16-18 lagu.
Sedangkan Gamma akan memperkenalkan lagu-lagu mereka yang bernuansa rock yang terdapat di album perdana Pendamping Malam. Karena minus drumer Anton yang hengkang beberapa waktu lalu, maka So7 menggunakan additional drumer Brian.
Selain itu, juga ada additional keyboard Ferry Kurniawan. Sedangkan tiket masuk seharga Rp 15 ribu, masih tersedia di arena konser. Mulai pukul 17.00 sore, akan dibuka tiga loket penjualan tiket. Konsernya sendiri akan berlangsung mulai pukul 19.00 malam.
June 30, 2005
Siapa sih yang nggak kenal sama gitarisnya Sheila on 7, Eross Chandra? Setelah sukses bikin lagu, ngegitar dan nyanyi, kini Eross menjajal kemampuannya di luar bidang musik. Eross jualan kaos. Kaos.. Kaos..!
Eross Chandra gitaris grup band Sheila on 7 telah resmi bergabung dengan sebuah clothing company berlabel Rebel Star. Sebelum Eross, telah banyak pula anak-anak band lainnya yang telah bergabung dengan label yang cukup punya nama di Yogyakarta ini. Sebut saja Ipul basis band The Rain, juga Kiki drumer band Esnanas yang berperan sebagai pencetus dan penggerak Rebel Star.
Bukan tanpa alasan Eross mau menjadi bagian ikon Rebel Star. Tema musik dan band untuk semua desain-desainnya dipikir Eross sangat cocok untuk dirinya yang sangat menyukai musik.
“Saya suka desainnya, saya suka gayanya dan saya suka kerja perusahaan ini. Saya tak hanya mendukung Rebel Star dan mendapat barang gratisannya sekarang. Saya terlibat dalam usaha ini,” ungkap Eross bersama Ipul The Rain seperti dilansir Rebelstars, Kamis (30/6/2005).
Ipul pun menuturkkan “Saya dan Eross nggak punya pikiran yang muluk-muluk. Nggak kepikiran barang ini harus laris atau gimana. Jalanin dulu deh,” ujar Ipul.
Mungkin lain kali pun Eross akan berjualan barang dagangannya di sela-sela turnya? Siapa tahu…(dhot)

Mo beli kaos yg di pake Eros?? just go to
Rebelstars Website
June 27, 2005
Ini emang belum bisa dipercaya. Tapi nggak ada salahnya didengerin. Dari dulu SO7 udah digosipin menuju kehancuran. Biar sering dibantah, tapi tanda-tandanya makin keliatan. Diawali cabutnya Anton, sekarang cowok ceking ini dikabarkan bakal mengudeta posisi Duta!
Kalo biasanya Eross dikenal sebagai gitaris dan pencipta lagu andal, belakangan Eross nyanyi juga di mana-mana. Selain nyanyiin sebuah jingle iklan minuman kaleng, Eross pun nyanyiin sebuah lagu berjudul Cahaya Bulan di album soundtrack film Gie.
Weits, ada apa nih sebenernya?
“Nggak ada apa-apa. Waktu bikinin jingle itu aku diminta sekalian nyanyi biar nggak repot nyari penyanyi. Kalo di album soundtrack film Gie, aku nyanyi karena iseng. Lagunya kan aku yang nyiptain, trus sama mbak Miles disuruh eksplor jiwa senimanku. Eh, yang lewat kok ya rasa kepengen nyanyi. Nyanyi deh! Hehehe….”
Is it true? We’ll wait and see lah!
June 24, 2005
Musisi muda berbakat Eross Chandra kembali garap lagu tema untuk film layar lebar. Setelah sebelumnya bersama sohib-sohibnya di Sheila On 7 Eross sukses menggarap soundtrack “30 Hari Mencari Cinta”, kali ini Eross tampil dengan seorang seniman Yogya bernama Okta untuk menggarap soundtrack film “GIE”.
Kepada pers beberapa waktu lalu, Eross mengutarakan bahwa film Gie, yang disutradarai oleh Riri Riza, tidak hanya mengenai gerakan mahasiswa dalam politik Indonesia pada 1960-an. Bahkan, “Seperti yang disampaikan Mbak Mira Lesmana (produser film Gie dari Miles Productions) kepada saya, film itu lebih tentang pribadi Gie,” tutur pemilik nama lengkap Eross Candra, yang lahir di Yogyakarta, 3 Juli 1979 ini.
Jadi, lanjut Eross, “Untuk mencipta lagu Gie, saya memelajari sosok Gie, saya mengandaikan diri saya Gie.” Sebelum mencipta lagu tersebut, ia diberi skenario film Gie oleh Mira. “Saya juga dipinjami buku Catatan Seorang Demonstran (catatan harian Gie yang diterbitkan sebagai buku). Saya baca beberapa bagiannya yang kata Mbak Mira secara singkat cukup mewakili gambaran tentang Gie,” sambung lelaki lajang ini.
Kisah Eross lagi, ia tidak memiliki cukup waktu untuk membaca buku itu dari awal hingga akhir sebelum mencipta lagu Gie. “Lagi pula, kalau baca buku tebal, saya enggak biasa urut, suka lompat-lompat,” imbuhnya lalu tersenyum.
Untuk film Gie, Eross tidak cuma diminta mencipta satu lagu, tapi dua lagu. Satu lagi bertajuk Cahaya Bulan. Lagu-lagu itu menjadi bagian album original soundtrack Gie, yang belum lama ini dirilis. Kalau lagu-lagu dalam film 30 Hari Mencari Cinta dicipta oleh Eross dan digarap bersama teman-temannya dari So7, untuk lagu-lagu Gie dan Cahaya Bulan ia menggaet Okta, vokalis asal Yogyakarta yang baru mau membuat album solo pertama.
Source: IndonesiaSelebriti.com
June 10, 2005
SEMARANG - Pada 2004 silam, LA Lights beberapa kali menggelar konser musik nasional maupun mancanegara. Konser itu antara lain tur ‘’Mengejar Matahari, Live Concert & Road Show Film'’ bersama Ari Lasso, ‘’LA Lights Breaking Record 24 Hours of Peterpan'’, ‘’Tour Pejantan Tangguh'’ (Sheila on 7), dan konser gurp Hoobastank.
LA Lights adalah salah satu produk rokok kretek dari PT Djarum yang tetap konsisten menghadirkan konser-konser musik berkualitas dengan menampilkan artis internasional maupun dalam negeri. Untuk konser musik internasional LA Lights Concert 2005, ditampilkan Simple Plan (26 Maret), disusul Avril Lavigne (4 April). Kedua konser artis mancanegara tersebut berlangsung di Jakarta, dan bekerja sama dengan promotor Java Musikindo.
Pada pertengahan 2005 ini, LA Lights kembali menyuguhkan konser musik bertajuk LA Lights Concert 2005 dengan menampilkan tiga artis papan atas Tanah Air, yaitu Ari Lasso, Ada Band, dan Sheila On7.
Dalam konser itu, Ari Lasso dan Ada Band akan tampil dalam satu panggung di 30 kota di seluruh Indonesia, sedangkan Sheila on 7 dijadwalkan tampil di 34 kota.
Konser pertama Ari Lasso dan Ada Band, diadakan di Kota Muara Teweh pada 23 Maret lalu, dan berlanjut selama kurang-lebih tiga bulan di 30 kota lainnya, seperti Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Makassar, Padang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Pontianak.
Akan sangat menarik melihat penampilan kolaborasi Ari Lasso dan Ada Band di satu panggung.
Pada konser keliling kali ini, Ari Lasso akan membawakan tembang-tembang andalan dari album terbarunya Kulihat, Kudengar, Kurasa dan tembang-tembang lain yang telah membawanya menjadi penyanyi papan atas Indonesia.
Demikian juga dengan Ada Band, yang akan membawakan tembang-tembang hits mereka maupun tembang-tembang dari album terbarunya Heaven of Love, seperti “Manusia Bodoh” yang telah berhasil mendapatkan Triple Platinum Award.
Akhir Juni
Konser pertama Sheila on 7 akan dimulai akhir Juni di Kota Gorontalo, dan akan berakhir di Malang, Jatim pada akhir tahun ini. Untuk tour show di 34 kota itu, Duta dkk akan membawakan semua tembang-tembang andalannya, dan beberapa tembang baru dari album kompilasi yang akan segera diluncurkan.
LA Lights Concert Sheila On 7 akan hadir di Kota Gorontalo, Kendari, Bukit Tinggi, Pekanbaru, Lampung, Jambi, Medan, Solo, Malang, dan kota-kota lainnya.
‘’Kami memilih Ari Lasso, Ada Band, dan Sheila On7, karena musik mereka sangat diminati oleh kalangan anak muda yang tersebar di seluruh Tanah Air. Kami menampilkan dua artis dalam satu panggung (Ari Lasso dan Ada Band), karena kami ingin menyuguhkan suatu pergelaran musik yang lebih berkesan dan spektakuler. Kami yakin, konser kolaborasi Ari Lasso dan Ada Band itu telah lama ditunggu oleh para pencinta musik,'’ kata Brand Manager PT Djarum, Gunadi Hadiwijaya, kemarin. (C29-43)
June 8, 2005
AHMAD Dhani, pentolan kelompok band Dewa, bersama istrinya Maia kelihatan di tengah rombongan yang berjalan mengelilingi hutan di dalam kompleks Istana Cipanas, Jawa Barat, Senin (6/6). Mereka turut diundang dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tempat itu.
Dhani memang ditunjuk sebagai Duta Lingkungan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Maia mendampingi suaminya meski saat berjalan di hutan itu ia kelihatan kerepotan, dengan sepatu hak tingginya. Apalagi tanahnya becek karena habis tersiram hujan.
Mengenai penunjukan sebagai Duta Lingkungan ini, Dhani mengaku tidak tahu alasannya karena keputusan mengenai hal itu juga belum diterimanya. “Saya tidak tahu persis diundang sebagai apa. Saya sudah kenal Pak Rachmat Witoelar sejak lama. Yang jelas, saya diajak bukan hanya karena popularitas saya sebagai artis,” ujar Dhani.
Ia menduga undangan yang ditujukan kepadanya terkait dengan lirik dari salah satu lagunya di album Laskar Cinta berjudul “Shine On” untuk kampanye lingkungan hidup. “Lirik itu berbunyi, “Buat harmoni. Biar Bumi ini jadi lebih indah untuk anak kita”. Lirik itu akan dipakai untuk kampanye lewat kaus, logo-logo, jargon, dan mungkin propaganda lingkungan,” ujarnya tersenyum, sambil menggandeng Maia.
Ditanya kenapa mau ditunjuk sebagai Duta Lingkungan, sambil berkelakar tertawa Dhani berujar, “Habis mau jadi Duta Sheila on 7 enggak bisa-bisa sih.”
Duta yang ia sebut terakhir itu adalah nama vokalis band Sheila on 7. Ya mana bisa Dhani jadi Duta… (INU)
Source: Kompas
June 5, 2005
Setelah vokalisnya, Duta, menikah pada 2003, giliran Adam Subarkah, pembetot bass band gaul, Sheila on 7 melepas status lajangnya. Sabtu (4/6) kemarin, Adam mengikat janji dengan pemegang gelar Putri Berbakat di ajang Putri Indonesia 2003, Umi Arimbi Khallistasani sebagai pasangan hidupnya.
Acara pernikahan Adam dan Arimbi tidak seperti layaknya pernikahan para selebriti yang penuh nuansa glaour. Mereka nikah secara sederhana di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hanya kerabat dekat kedua mempelai yang hadir dalam acara sakral tersebut.
“Ini memang sengaja kita buat sederhana. Karena acara ini konsepnya memang hanya untuk keluarga saya dan istri. Kami ingin menikah dalam suasana yang sangat sakral, tidak dipenuhi banyak orang,” terang lelaki kelahiran Yogyakarta, 22 Februari 1979 ini.
Untuk mas kawin, Adam memberi Arimbi dengan seperangkat alat sholat dan kitab suci Alquran. Untuk bulan madunya, ia berencana ke Las Vegas, Amerika Serikat. “Bulan madunya ke Las Vegas saja deh,” tandas Adam sambil tertawa.
Dalam waktu dekat, Adam berencana untuk menggelar resepsi agar semua orang bisa ikut merasakan kebahagiannya. “Tapi tanggalnya masih dibicarakan dengan keluarga. Nanti lah kalau sudah pasti kita kasih tahu. Yang penting itu kan akad nikahnya,” pungkas anak pertama dari empat bersaudara ini.
source: IndonesiaSelebriti.com
Kapanlagi.com - Belum lama berselang Duta, vokalis Sheila on 7, akan menimang anak keduanya, kini giliran Adam, bass, bakal meresmikan hubungan dalam sebuah ikatan pernikahan dengan Umi Arimbi Khallistasani, kekasihnya yang juga pemegang gelar Putri Berbakat di ajang Putri Indonesia 2003.
Adam sengaja tak menggelar acara besar-besaran, hanya ikrar ijab kabul yang dihadiri oleh keluarga di Masjid Kampus UGM Jogjakarta. Namun Adam ini menolak jika disebut menikah mendadak dan diam-diam.
“Saya sudah mempersiapkan acara ini sejak empat tahun lalu. Kalau banyak yang tidak tahu, ya karena acara ini konsepnya memang hanya untuk keluarga. Kami ingin menikah dalam suasana yang sangat sakral, tidak dipenuhi banyak orang,” jelas pria kelahiran 22 Februari 1979.
Mas kawin yang diberikan Adam untuk Arimbi adalah seperangkat alat salat dan Alquran, serta beberapa barang lain yang dirahasiakan Adam.
Adam berencana untuk menggelar resepsi agar semua orang bisa ikut merasakan kebahagiannya meskipun tanggalnya masih dibicarakan dengan keluarga. (*/rit)
SOurce: Kapanlagi
Maraknya artis dan selebritis Indonesia yang kawin cerai akhir-akhir ini, ternyata tidak membuat nyali Adam Subarkah ciut untuk menikah. Pembetot bass Sheila On 7 ini akhirnya sepakat untuk mengarungi bahtera pernikahan dengan salah seorang finalis Putri Indonesia 2003 pada Sabtu (4/6) yang lalu.
Umi Arimbi Khallistasani, yang kini menjadi istri Adam adalah pemegang gelar Putri Berbakat pada ajang Putri Indonesia 2003 tersebut. Tidak seperti selebritis Indonesia yang kebanyakan akan sangat jor-joran untuk melaksanakan pernikahannya, Adam dan Arimbi hanya menikah secara sederhana di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pernikahan tersebut hanya dihadiri dan disaksikan oleh kerabat dekat kedua mempelai. Ini juga dikarenakan kedua mempelai yang mengidamkan suasasan sakral dalam pernikahannya.
“Ini memang sengaja kita buat sederhana. Karena acara ini konsepnya memang hanya untuk keluarga saya dan istri. Kami ingin menikah dalam suasana yang sangat sakral, tidak dipenuhi banyak orang,” jelas Adam.
Adam juga tampaknya menilai yang penting adalah akad nikahnya dahulu, baru kemudian pesta-pestanya. Karena dalam waktu dekat, ia berencana untuk menggelar resepsi pernikahannya dengan Arimbi. Hanya diakuinya untuk masalah tanggal memang masih dalam tahap pembicaraan dalam keluarga mereka berdua.
Pria asal Yogyakarta dan kelahiran 22 Februari 1979 ini memberi Arimbi dengan seperangkat alat sholat dan kitab suci Alquran sebagai mas kawinnya. Sedangkan untuk bulan madunya, tampaknya pasangan pengantin baru yang sedang berbahagia ini merencanakan untuk berlibur ke kota judi terbesar di Amerika Serikat, Las Vegas.
Source: Hanya Wanita
Anugerah Bintang Popular 2001
1. Anugerah Khas Bintang Popular
Anugerah Industri Muzik (AIM) 2005
1. Album Indonesia Terbaik (30 Hari Mencari Cinta)
Anugerah Era 2003
1. Vokal pilihan berkumpulan/Duo

Rocked Centerstage in December 2002. Sheila on 7 a famous Indonesian Rock Band with hit singles such as “Dan” and “Sephia” packed Centerstage with fans from all over Indonesia, young and old. Sheila on 7 has released 4 Albums so far.
June 4, 2005
Yogyakarta, Niat suci Adam Sheila On 7 menyunting kekasihnya, Umi Arimbi Khallistasani, terwujud Sabtu (4/6/2005) ini. Dihadapan keluarga dan kerabat dekat, keduanya mengikrarkan ijab kabul di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta. Akad nikah ini terkesan diam-diam.
Anton dan Arimbi tampaknya tak ingin kesakralan pernikahan mereka terganggu dengan hadirnya pihak-pihak yang tak diharapan, seperti media. Pernikahan rahasia ini memang sudah dinyatakan sebelumnya oleh Anton kepada detikhot. detikhot saja mengetahui akad nikah ini mendadak dari salah seorang manajemen Sheila On 7, Philos.
“Adam dan Arimbi telah melangsungkan akad nikah pagi ini di Masjid kampus UGM Yogyakarta. Memang sangat mendadak dan tertutup untuk umum,” ungkap Philos ketika dihubungi detikhot, Sabtu (4/6/2005).
Menurut Philos, hanya keluarga dan kerabat terdekat saja yang diundang oleh kedua mempelai. Personel SO7 saja, hanya Sakti yang tampak terlihat di upacara sakral tersebut. “Mungkin karena baru dikabari tadi malam, maka tak semua bisa hadir. Saya saja datang telat karena baru dikabari semalam,” aku Philos lagi.
Menurut Philos, suasana haru menyergap orang-orang yang menyaksikan pengucapan ijab kabul tersebut. Tak terkecuali Adam dan Arimbi sebagai mempelainya. Sebagai mas kawin, Adam menyerahkan Al-Quran dan seperangkat alat sholat kepada Arimbi.
Kendati akad nikah terkesan diam-diam, Philos memastikan akan ada resepsi pernikahan yang akan mengundang banyak orang. Mengenai tempat dan waktunya, Philos kurang mengetahuinya. Berdasarkan informasi yang diperoleh detikhot, resepsi akan berlangsung di kota pelajar itu juga. So, selamat buat Adam dan Arimbi, semoga langgeng dan bahagia!
(ana)
Source : Detikhot
May 30, 2005
Adam bassis Sheila on 7 dan Arimbi akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam waktu dekat keduanya akan melangsungkan akad nikah. Berita ini diterima detikhot langsung dari kakak Arimbi, Albima Khallistanoor.
“Akad nikah Adam dan Arimbi insya Allah akan dilangsungkan tahun ini,” ungkap Albima.
Namun mengenai apa dan bagaimananya Albima belum bisa bicara banyak. Yang jelas baik Adam maupun Arimbi yang berpredikat Putri Indonesia Berbakat 2003 telah mempersiapkan segala hal menyambut akad nikah mereka.
Disebutkan pula bahwa akad nikah mereka akan dilangsungkan secara rahasia. Kemungkinan besar, Adam bahkan tidak akan mengundang teman-temannya di Sheila on 7.
“Hanya keluarga inti dari Adam dan Arimbi yang akan hadir,” jelas Albima. “Mereka menginginkan suasana akad yang sakral,” tuturnya.
Hanya keluarga inti Adam dan Arimbi yang akan menghadiri acara sakral ini. Dan hanya kamera dokumentasi mereka yang menghiasi acara penting ini. Tentang tempat akadnya, Adam dan Arimbi tidak akan melaksanakannya di rumah kediaman mereka. Mereka akan memilih tempat yang benar-benar aman dari berita dan orang luar.
Adam dan Arimbi sudah saling kenal sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar. Tak semudah itu Adam bisa mendapatkan Arimbi. Sewaktu keduanya bersekolah di SMU 6 Yogyakarta, Arimbi sempat menolak cinta Adam. Hingga akhirnya mereka baru berpacaran pada tahun 2000 lalu setelah Adam mulai terkenal bersama Sheila on 7.
Source: Detikhot
May 18, 2005
Jakarta, Astrid Tiar dan Nia Ramadhani sama-sama sosok wanita cantik yang sukses bermain sinetron dan membintangi beberapa iklan. Siapa sangka jika mereka memiliki kesamaan yang lain. Kabarnya, Nia Ramadhani menjalin cinta dengan Eross Candra, gitaris Sheila on 7 yang juga mantan kekasih Astrid Tiar.
Berita kedekatan Eross dengan Nia mulai tercium saat Eross diminta membubuhkan tanda tangan untuk penggemarnya. Eross menulis “Eross Ramadhani”.
Eross pun sempat mengakui kalau ia sedang dekat dengan seorang wanita. “Sekarang saya masih berusaha. Siapa tahu ada yang cocok. Siapa tahu juga bisa dekat.” Mengenai siapa dan bagaimananya Eross belum mau bicara banyak.
detikhot berusaha mengkonfirmasi hal itu langsung kepada Nia. Ketika detikhot tanya via telepon apakah ia sedang dekat dengan seorang musisi, gadis yang masih duduk di bangku SMP ini langsung menyambar, “Eross ya?”
Apakah itu berarti Nia-Eross memang memiliki hubungan khusus? “Ah enggak. Itu cuma gosip. Aku kenal dan ngobrol sama dia cuma sekali. Itupun lewat telepon,” ungkap Nia.
Nia juga membantah kalau niatnya menekuni dunia tarik suara ada hubungannya dengan Eross. “Aku akan nyanyi saat aku merasa yakin. Bukan karena Eross atau siapapun,” tandas Nia. Nia juga melanjutkan, ia ingin konsentrasi di sekolah dan karirnya terlebih dulu. “Untuk urusan pacar, itu nanti.”(ine)
Source: Detikhot
May 12, 2005
Jakarta, Sakti Ari Seno personel grup musik Sheila on 7 (So7) mendapat musibah. Dalam acara ulang tahun bandnya, tas kecil Sakti yang memuat barang berharga bernilai jutaan rupiah raib.
Sebuah ponsel Nokia 9210i, ponsel Nokia 6600, dompet, surat-surat berharga, kunci mobil sampai kunci rumah pun raib. Kejadiannya bermula saat So7 merayakan ulang tahunnya yang ke-9 di Jl. Atmosukarto 17 Yogyakarta. Setelah acara ulang tahun selesai barulah diketahui tas itu hilang.
“Saya kemarin habis foto-foto dan wawancara. Begitu acara selesai, saya cari tas itu sudah nggak ada. Dicari kemana-mana nggak ketemu. Ya sudah pasrah aja,” ungkap Sakti saat dihubungi detikhot, Kamis (12/5/2005).
Begitu menyadari tasnya raib, Sakti berusaha menghubungi ponsel Nokia 9210inya. Kata Sakti, sempat ada orang yang menyahut dan berkata, “Hallo”. Namun setelah itu tidak bisa dihubungi lagi. Hingga saat ini Sakti masih berharap semua kartu penting dan identitas dalam tas itu dikembalikan.
“Ada HP, dompet dan identitas saya. Saya masih menunggu siapa tahu yang ngambil berbaik hati mengembalikan SIM, ATM dan kartu penting lainnya,” ungkap Sakti.
Sakti pun berusaha mengambil hikmah dari kejadian itu. Katanya, ia jadi ingat untuk lebih berhati-hati. “Saya sudah ikhlas. Sekarang ambil hikmahnya saja. Saya jadi lebih berhati-hati.”(ine)
Source: Detikhot
May 10, 2005
Yogyakarta, Eross Candra. Personel Sheila on 7 ini juga dikenal sebagai penulis lagu yang handal. Karya-karya miliknya banyak dibawakan beberapa musisi ternama. Sebut saja Iwan Fals yang pernah membawakan lagunya yang berjudul Senandung Lirih. Juga grup band Coklat yang membawakan Merah Putih.
Beberapa waktu lalu, karya Eross kembali muncul dalam sebuah tayangan iklan minuman kesehatan. Namun bukan hanya mencipta lagu dan mengaransemennya, Eross juga menjadi vokalis untuk lagu itu.
Eross sebelumnya memang pernah mengisi suara dalam lagu-lagu So7. Namun tidak
secara utuh. Munculnya Eross dalam lagu iklan itu membuat satu langkah baru dalam karir bermusik Eross.
“Awalnya memang saya mencipta lagu. Lalu ditawari suruh nyanyi sekalian. Saya nggak bergitu yakin. Tapi ya pede aja. Itung-itung latihan buat jadi penyanyi beneran,” tutur Eross ditemui detikhot beberapa waktu lalu di Jl. Atmosukarto 17 Yogyakarta.
Di mata pria kelahiran Yogyakarta 3 Juli 1979 ini, bernyanyi adalah bagian
dalam musik. Ia pun selalu bernyanyi saat menciptakan sebuah lagu. Tetapi
tentunya hanya didengarkan oleh kawan-kawannya sendiri. Kini suara Eross
mulai berkumandang di seluruh Indonesia. Tahukan Eross tentang tanggapan orang terhadap suaranya?
“Banyak yang menghina,” gurau Eross. “Ya terserah orang menilai apa. Suara saya memang nggak bagus. Kan saya bukan penyanyi. Tapi saya bisa nyanyi tuh. Dengerin aja,” demikian ungkap Eross penuh canda.
Selain urusan musik, detikhot juga berbincang soal film. Apakah Eross tertarik main film lagi? Sekedar mengingatkan, dulu Eross pernah muncul dalam “30 Hari Mencari Cinta”. Eross berkata, “Mau banget. Sayang belum ada yang nawarin.”
Jika diperhatikan dari video klip Sheila On 7, akting Eross cukup memikat. Di antaranya video klip Pejantan Tangguh dan Itu Aku. “Saya belajar akting di video klip. Siapa tahu ada produser yang liat, terus saya ditawari main film deh,” khayal Eross.(ine)
May 9, 2005
KEJAR setoran. Mungkin ini kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan rumah tangga artis Duta Mojo dan Adelia Lontoh. Baru enam bulan putri pertama mereka lahir, pasangan itu kini sedang menanti kelahiran anak kedua. Adelia hamil empat bulan.
Kehamilan Adelia disambut gembira oleh Duta. Tak heran jika belakangan ini Duta lebih giat mencari nafkah buat keluarga kecilnya. Apalagi dengan kehamilan Adelia, rencana Duta memiliki empat anak mendekati kenyataan. Resepnya? “Guyur teruuus,” kata pria yang terlihat lebih gemuk dibandingkan ketika lajang ini.
May 6, 2005
Hai Magazine No 40
15 October 1999.
(Fotographer: Kristupa Saragih)

NewsMusik
November 2002

Gamma
2001 (No 5)

AudioPro
Edisi 04/Thn. VI/April 2005
May 5, 2005
THE VERY BEST OF SO7 ‘JALAN TERUS’
1. Bertahan Di Sana (new song)
2. Sekali Lagi (new song)
3. Kita
4. Dan
5. Sahabat Sejati
6. Itu Aku
7. Melompat Lebih Tinggi
8. Pejantan Tangguh
9. Pria Kesepian
10. J.A.P
11. Sephia
12. Seberapa Pantas
13. Berhenti Berharap
14. Jalan Terus (new song)
Bertahan Di Sana
Eross
Dinda apa kabar kau di sana
lelahkah menunggu berkelana
lelahkan menunggu kau di sana
sayang aku kan segera pulang
tunggu aku dengan senyuman itu
tunggu aku dengan senyumanmu itu
bila waktu itu telah tiba
coba kenakanlah mahkota itu
coba kenakanlah mahkota itu
bridge:
masih banyak yang harusku cari
tuk’ bahagiakan hidupku nanti
chorus:
bisa bertahankah kau disana
bisa bertahankah sayang…
coba bertahanlah kau disana
coba bertahanlah sayang… (2x)

Sekali Lagi
Eross
waktu itu pukul 7 malam aku datang menjemputmu
di bangku taman aku menunggu hingga kau selesai berdandan
kita telurusi jejak-jejak malam yang bertabur bintang
semakin berat hatimu untuk aku lepaskan
tapi kini keadaan hidupku telah jauh berbeda
tak ada lagi hati yang aku tunggu tuk selesai berdandan
aku telurusi jejak-jejak malam yang bertabur bintang
semakin berat hatimu untuk aku lupakan
* tak pernah aku menyangka sejauh ini aku melangkah
tak pernah aku menyangka sedalam ini aku terluka
reff: jika hidup terus berputar, biarlah berputar
akan ada harapan sekali lagi, seperti dulu
repeat *
repeat reff

Jalan Terus
Eross
hidup memang tak semudah
waktu kita muda dulu
panas dingin tak bisa diterka
strategi hidup bertahan
dari seleksi sang alam
hidup memang tak seindah
waktu kita muda dulu
umur terindah pasti kan berlalu
strategi hidup bertahan
dari seleksi sang alam
panas dingin tak bisa diterka
panas dingin tak bisa diterka
reff: tapi apapun yang terjadi
akan kujalani
akan kuhadapi dengan segenap hati
walau ku terluka
memang ku terluka
tak pernah ku lari dari semua ini
belum waktunya kita berhenti
jangan cepat puas kawan
bekerja dan terus bekerja
hingga saat kita tak berguna lagi
reff2: maka apapun yang terjad
akan kujalani
akan kuhadapi dengan segenap hati
walau ku terluka
memang ku terluka
tak pernah ku lari dari semua ini

May 4, 2005
Jumat, 6 Mei 2005 para personil Sheila on 7 bakal merayakan ulang taonnya yang ke-9. Seperti taon-taon sebelumnya, para personil Sheila ini merayakan tanpa hura-hura melainkan dengan perenungan bersama.
Udah menjadi tradisi kalo di hari jadinya Duta, Eross, Adam dan Sakti ini merayakannya bareng para sama fans serta membagi keceriaan dengan beberapa anak yatim piatu. Perayaan itu digelar di markasnya Atmosukarto 17 Kotabaru, Yogyakarta.
Meski udah jadi band yang besar tapi di setiap hari jadinya ini anak-anak Sheila cukup merayakannya dengan kesederhanaan. “Sudah biasa kalau setiap ulang tahun anak-anak Sheila pada ngumpul merayakannya dengan syukuran. Mereka memang tak ingin ada pesta yang mewah,” kata Anton, manager Sheila saat dihubungi KG.
Apa dalam acara nanti Anton, bekas drumernya Sheila juga diundang? “Diundang tapi dia lagi di Surabaya,” jawab Anton.
Pada acara nanti selain menghibur fansnya dengan acara manggung, para personil Sheila juga akan memutar video klip perdana mereka yang bertajuk Bertahan Disana.
Sebagai informasi, Sheila on 7 yang 28 April lalu menggelar konsernya di Melbourne, Australia berkesempatan membuat video klipnya yang kedua “Sekali Lagi”. Saat ini video klip tersebut masih dalam tahap proses editing.
Source : KG
April 25, 2005
Masih terekam jelas saat Sheila On 7 datang ke Jakarta dengan sebulat tekad dan bermodalkan semangat. Menggetarkan musik Indonesia yang tadinya berkiblat ke Bandung dan Surabaya beralih ke Yogyakarta. Menembus angka penjualan album satu juta kopi yang pada masa itu sangatlah sulit. Lewat single Kita, Dan dan Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki dari album self-titled pertama mereka yang dirilis di tahun 1999, Sheila On 7 telah mengambil hati jutaan pendengar musik Indonesia.
Menyajikan 14 track menakjubkan yang 3 diantaranya merupakan lagu baru dan dibuat demi album The Very Best Of / Jalan Terus ini. Dibuka dengan single Bertahan Disana besutan Eross menyegarkan kembali ingatan akan lagu-lagu Sheila On 7 yang ringan, ‘mengena’ namun sarat dengan lirik puitis. Setelah itu, kita dibawa mesin waktu mendengarkan single-single kojo diantaranya Kita, DAN, Melompat Lebih Tinggi, Sephia, Seberapa Pantas dan Berhenti Berharap yang diambil dari awal karir mereka di industri musik hingga sekarang.
Apa sih yang ingin Sheila On 7 sampaikan lewat album The Best Of ini?
Ini adalah sebuah album perjalanan. Dari tahun 1996 Sheila jalan bareng kemudian 1998 diterima rekaman di Sony Music dan sekarang, 2005, bisa bikin album kompilasi lagu-lagu dari album-album Sheila On 7, kami merasa sangat bersyukur sekali. Perasaan senang saat musik kami diterima masyarakat, kesedihan saat ditinggal salah seorang personil dan harapan-harapan yang masih kami gantungkan kami abadikan dalam album ini.
Punya lagu baru buat ditampilkan di album The Best Of ini?
Ada. Selain lagu yang diambil dari album-album kita dulu, kita menggarap 3 lagu baru untuk album ini. Sebenarnya lagu tersebut tidak semuanya baru, karena salah satu diantaranya merupakan materi dari album Kisah Klasik Untuk Masa Depan yang tidak diikutkan ke dalam album tapi dalam kesempatan kali ini kami masukkan di album The Best Of. Judulnya adalah Bertahan Disana yang liriknya ditulis oleh Eross.
Lagu-lagu Sheila On 7 selalu ‘bernyawa’, terus bagaimana dengan lagu-lagu baru di album ini?
Musik Sheila On 7 selalu mengalami progress. Dari memadukan unsur string section kedalam lagu-lagu Sheila dan bermain-main dengan drum-loop lalu kami menukarnya di album Pejantan Tangguh (2004) dengan brass section, musik Sheila menjadi semakin variatif dan berkembang. Di album The Best Of ini kami ingin lebih menonjolkan Sheila On 7 sebagai sebuah band. Kami mencoba bermain ’simple’. Lagu-lagu yang kami buat untuk album ini sengaja hanya mengedepankan unsur bass, drum dan gitar. Sederhana tapi tetap bernyawa.
Oiya, terus lagu baru yang satunya lagi bercerita tentang apa?
Ceritanya tentang kehidupan sekitar. Tentang yang ringan-ringan saja. Lagunya ditulis oleh Eross judulnya Sekali Lagi. Tentang waktu yang terus berputar dan kita ngga bisa membeli waktu yang telah berlalu tersebut tetapi kita bisa menjanjikan untuk hari esok yang lebih baik. Moga-moga kejadian enak yang terjadi kemarin dapat terulang lagi.
Lalu, apakah dengan ditinggal personil berpengaruh terhadap proses rekaman untuk album ini?
Kondisi sekarang adalah kondisi yang terbaik yang pernah didapat Sheila On 7. Kita kerjanya lebih enak dan diskusinya lebih jalan. Ini penting, sehingga ada perasaan nyaman dalam proses pembuatan sebuah karya seni. Tapi bagaimanapun ‘the show must go on!’ kita harus tetap semangat. Dari sini timbullah inspirasi kita untuk membuat sebuah lagu yang berjudul Jalan Terus yang kurang lebih menceritakan kondisi Sheila On 7 saat ini. Apapun yang terjadi pada Sheila On 7 sekarang dan hari esok, Sheila On 7 harus tetap jalan terus.
Harapan buat Sheila On 7?
Semoga album ini bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Kita berharap bisa terus membahagiakan pendengar Sheila On 7 lewat musik. Kalau perlu sampai tua kita bakalan terus main musik. Dari ngeband inilah setidaknya kita dianggap manusia yang berguna. Mudah-mudahan ini bisa memberi arti buat kamu yang mendengarkan karya-karya kami selama ini.
Album ini adalah sebuah fase yang baru buat Sheila On 7 sebagai musisi. Dari bukan siapa-siapa hingga menjadi salah satu band besar di Indonesia hingga negara jiran. Dari bingung ingin latihan minjem alat siapa hingga bingung ingin latihan pakai alat yang mana. Dari ingin membahagiakan diri sendiri lewat musik sampai punya teman banyak yang bahagia mendengar lagu-lagunya.
Musik tidak melihat siapa kamu, tapi musik tahu kalau kamu punya karya bagus, kamu pasti bisa! (Eross).
Dan itu yang telah dibuktikan Sheila On 7.
Source: SonyMusic
Setelah berhasil meluncurkan empat album plus satu album sountrack, kelompok musik asal Yogyakarta yang digerakkan Eross, Duta, Sakti dan Adam, meluncurkan album baru mereka, The Very Best of “Jalan Terus”.
Album ini merupakan album terbaru tanpa drummer Anton, yang memutuskan mundur dari grup musik itu. Akhir pekan lalu, sejumlah media, termasuk Gatra.com, melakukan wawancara khusus dengan personil grup Sheila On 7 (SO7), seputar album baru mereka.
Apa alasan diluncurkannya album the best-nya?
Eross: Dari awal-awal kita sudah rencana setelah album ke-4, nanti kita mau ngeluarin the best. Dan juga dari tahun 1999, kita nggak pernah jeda agak lama.
Buat sekarang, setelah album “Pejantan Tangguh”, kita ya agak sedikit kelelahan. Kita butuh refreshing juga. Ya akhirnya diputuskan, seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, ya ini sudah album ke-4.
Bagaimana proses pemilihan lagunya?
Eross: Album the best ini, walau sudah dipilih semaksimal mungkin, masih ada juga fans yang bilang, ‘Mas, kok lagu ini nggak dimasukin, lagu itu kok nggak dimasukin. Kita ambil timing pemilihan lagunya lebih baik sekarang. Setelah empat album plus satu album soundtrack, sebaiknya sekarang kita pilih lagu yang mana untuk dimasukkan ke album, kalau ditunda lebih lama, malah nanti lebih susah.
Karena semakin lama, nanti semakin nggak mewakili album the best ini.
Apa yang berbeda dari tiga lagu baru di album ini?
Eross: Di tiga lagu tersebut singkat kata kita ingin bermain simple saja, karena refreshing. SO7 sudah ada di suatu tahap yang dimana sebenarnya kita bisa melakukan eksperimen-eksperimen yang macam-macam. Cuma kali ini kita mau enjoy. Enak-enak dulu aja. Nggak kepengen seperti album “Pejantan Tangguh”.
Bisa ceritakan sedikit tentang lagu “Jalan Terus”?
Eross: Lagu “Jalan Terus”, kalau dari segi notasi itu bisa dibilang pop sederhana. Cuma dari maksud lagunya itu bisa diartikan sangat luas. Karena kita melihat kondisi sekarang, dimana panas sama dingin nggak bisa diterka. Hidup nggak gampang kayak dulu.
Lalu lagu “Bertahan di Sana”?
Eross: Lagu itu aku tulis waktu pertama kali SO7 mulai tur. Jadi waktu itu saya punya wanita, terus bilang sama wanita tersebut, ‘…kamu baik-baik di situ yah, aku pergi nich cari duit, nanti aku jemput kamu deh.’ Tapi nggak kejemput akhirnya (sambil tertawa). Itu fase awal SO7. Hal yang sederhana, diomongkan secara lugas.
Lagu tersebut dijadikan andalan pada album ini?
Kalau diandalkan, mungkin Sony Music yang lebih tahu jawabannya.
Dalam beberapa kesempatan, Eross sempat menyatakan bahwa SO7 mengalami proses pendewasaan, bisa dijelaskan maksudnya?
Eross: SO7, mulai dari album pertama sampai ke-4, bahkan sampai materi yang terakhir… atau begini, di album pertama, ceritanya sangat simple, sangat lugas. Perjalanan kita juga terbilang cukup panjang. Di materi terbaru, karena kita sudah melihat banyak hal, kita coba memikirkan kembali ke hal-hal yang simpel.
Beda dulu dan sekarang. Kalau dulu kita mengeluarkan hal yg simpel, karena kita tahunya hal-hal yg simpel.
Kita nggak akan menulis materi semacam seperti ini di era-era album “Pejantan Tangguh” atau “7 Desember”. Kita menulis materi seperti ini, karena kita sudah melewati beberapa fase yang dialami SO7?
Jadi timing peluncuran albumnya sekarang SO7 menilainya tepat?
Eross: Karena juga Juni nanti kita sudah mulai tur. Sembari tur, kita sudah enak nantinya. Istilahnya, nggak ada hutang gitu.
Tur tersebut nantinya dalam rangka promosi album ini?
Adam: Sekalian. Nanti temanya juga “Jalan Terus”.
Berapa kota?
Adam: 33. Dari Juni sampai dengan Desember awal.
Ada tiga baru dalam album ini, seberapa besar andil additional drummer SO7?
Adam: Dia memberikan banyak pilihan. Seperti contohnya masalah beat. Sampai ke saat-saat terakhir pas mau rekaman.
Apakah dia akan menjadi personil tetap nantinya?
Adam: Belum ada keputusan untuk dijadikan drummer tetap. Sejauh ini, kita berempat bersama manajemen belum ada omongan lebih lanjut tentang masalah status.
Yang penting sekarang, lingkungan kita bermusik ini tetap lebih sehat. Komunikasi lebih baik. Bagaimana caranya kita saling melengkapi saja. [EL]
Source: Gatra
April 24, 2005
Album: The Very Best of Sheila On 7
Artis: Sheila on 7
Produksi: Sony Music - 2005
ALBUM ini berisi 13 lagu kondang Sheila on 7 (So7) plus sebuah lagu baru berjudul Bertahan di Sana. Lagu kondang itu antara lain, Sephia, JAP, Dan, Seberapa Pantas, sampai Pejantan Tangguh. Album disertai VCD berisi perjalanan karier So7 berikut sejumlah lagu.
So7 telah berhasil mendapatkan sound atau cita suara spesifik yang membuatnya bisa dibedakan dengan band lain. Cita suara itu telah terbangun lewat dua album pertama mereka, yaitu Sheila on 7 dan Kisah Klasik untuk Masa Depan. Itu sebuah pencapaian tersendiri, mengingat banyak band lain terseok-seok mencari jati diri. Kita, Dan, Sephia adalah tipikal lagu So7.
Masalahnya, bagaimana mengembangkan karakter itu sehingga mereka tidak mandek-dan membosankan pendengarnya? Dalam rangka itulah So7 mencoba melakukan penyegaran. Mereka memasukkan aransemen tiup logam (brass) dalam album Pejantan Tangguh.
Hadirnya paduan suara saksofon, terompet dalam lagu seperti Pejantan Tangguh itu tidak menghilangkan karakter So7. Tidak ada salahnya menambahkan garapan tiup. Hanya saja penggarapannya masih belum tertata rapi-untuk tidak mengatakan agak kacau. Unsur brass tidak (atau belum) menyatu dengan musik So7 dan masih terkesan bertabrakan dengan gitar Eross.
Orang bisa belajar pada The Beatles yang dengan manis mengakomodasikan unsur bunyi tiup dalam Hey Jude dan lebih canggih lagi dalam When I’m Sixty-Four.
Kini lewat album The Very Best of Sheila on 7, mereka menawarkan sedikit kesegaran baru lewat lagu Bertahan di Sana. Lagu tersebut sebenarnya tak berbeda jauh dari lagu-lagu So7 selama ini. Ia menjadi sedikit beda karena ada koor tiga suara sebagai latar di bagian refrein.
Polesan koor semacam ini jarang diperhatikan oleh band yang berorientasi pada gitar-termasuk So7. Nyatanya, kehadiran paduan tiga suara itu memperkuat karakter dan menambah kesan manis lagu. Perubahan semacam itu harus terus dilakukan atau mereka akan bertahan di alam nostalgia. (XAR)
April 18, 2005
Sheila On 7 bikin album lagi. Nggak baru-baru amat sih. Cuma album The Best. Kalo pun ada lagu baru cuma ada tiga. Lantas kenapa mereka sekarang merasa nggak mampu bikin lagu lagi?
Sabtu (2/4) malam di Hotel Paragon di bilangan Wahid Hasyim. Di malam yang rada panas itu, Hai janjian untuk ketemu sama Sheila On 7. Ceritanya sih ngomongin album The Very Best of Sheila on 7 yang baru mereka rilis. Plus temu kangen juga. Abis, udah lama juga kami nggak ketemuan.
Jam tangan Hai nunjukin pukul 7.30 malam pas masuk ke kamar kuartet asal Yogya ini. Keliatan banget mereka masih capek. Maklum, hari itu mereka emang baru sampe di Jakarta. Ceritanya sih, mereka dateng dalam rangka bikin video klip singel Bertahan di Sana, hari Minggu (3/4), keesokan harinya.
Apa kabar nih?
“Alhamdulillah, Sheila on 7 is fine,” ujar Adam sambil cengar-cengir dan tiduran di tempat tidur.
“Kemaren kan kami abis jalan tur Pejantan Tangguh. Banyak banget deh kota yang kami datangi sampe nggak inget,” samber Eross sambil makan nasi goreng.
Oh, jadi karena capek nih kalian ngerilis album The Best?
“Waduh, baru ketemu langsung nembak! Hehehe… Nggak gitu, kok. Sebenernya, album ini emang udah direncanakan sama label dan band. Kami kan udah punya empat album, rasanya sekarang waktu yang tepat untuk ngerilis album The Best,” terang Duta, yang jadi satu-satunya personil Sheila On 7 cabang Jakarta.
Menurut Duta, alasan mereka nggak ngerilis album baru tahun 2005 ini adalah: mereka ngerasa terlalu deket sama album Pejantan Tangguh yang dirilis Mei 2004 lalu. Apalagi sebelumnya Sheila ngerilis album OST 30 Mencari Cinta di akhir 2003. Jadi, waktunya dianggap kerapetan.
“Dalam waktu kurang dari 6 bulan kami merilis dua album. Jadi kalo sekarang ngerilis album baru lagi kayaknya cepet banget. Kami pengen lebih santai ngegodok album baru. Ngumpulin materi lagu pelan-pelan,” ujar Duta.
Bener, man! Jadi orang emang harus alon-alon asal kelakon. Tapi kan, album The very Best ini materinya hampir sama sama album OST 30 Hari Mencari Cinta. Apa nggak takut dibilang kehilangan kreativitas.
“Ah, nggak juga. Album soundtrack kan isinya lagu-lagu kami yang dibawakan dengan akustik dan aransemen yang beda. Jadi tetap lain,” bela Eross.
“Waktu kami ditawari pihak produser film tersebut, kami emang tertarik untuk bisa ikutan dalam proyek itu. Tadinya kami pengennya masukin lagu baru karena mood waktu itu lagi siap dengan lagu baru. Tapi produser film mintanya lagu-lagu lama.” sambung Duta.
“Lagian kalo diliat, lagu-lagu yang terserak di album soundtrack tuh beda sama album The Best. Jadi nggak ada pengulangan. Kalo pun ada paling cuma JAP dan Kita itu pun dengan aransemen yang berbeda,” repet Eross lagi.
Percaya deh percaya. Hehehe.. Ngomong-ngomong, kalian kan udah lama nganggur, nih. Udah bikin berapa lagu baru sih sampe sekarang? Pasti udah banyak, deh!
“Itu dia masalahnya, he he he. Ada tiga lagu baru sih, dan itu semua masuk album The Very Best,” canda Eross.
Peternak koi ini menerangkan kalo Sheila On 7 emang termasuk band yang hobi bikin lagu di saat-saat mepet. Mereka jarang nabung lagu buat album ke depan. Semuanya dikerjakan dengan cepat pas udah dikejar deadline.
“Jadi, boro-boro nabung. Yang ada sekarang aja baru dibikin. Mungkin, sekarang kami bakal membiasakan diri untuk nabung lagu. Biar hasilnya lebih mantap gitu lho,” samber Eross, sambil tertawa lepas.
MAKIN DEWASA
Ada tiga lagu yang ditawarkan Sheila di album yang dikasi nama The Very Best of Sheila on 7 ini. Masing-masing berjudul Bertahan Di Sana, Jalan Terus, dan Sekali Lagi. Tiga lagu ini menurut mereka jauh lebih simpel ketimbang lagu-lagu dalam album Pejantang Tangguh.
Lho emang lagu di Pejantan Tangguh berat-berat ya?
“Buat kami album Pejantan Tangguh tuh album yang sangat memuaskan dari sisi musikalitas. Kami habis-habisan di sana. Senang aja ngeliat hasil akhir tuh album. Kami jadi tahu udah sejauh apa kami bermain musik. Tapi, mungkin buat fans, bobotnya lebih berat. Lebih susah dimengerti,” ujar Duta.
“Sebenarnya itu sih belum seberapa. Lagu sisa yang nggak kami masukkan bahkan lebih ajaib lagi. Pokoknya buat aku tuh ngerjain Pejantan Tangguh bener-bener memuaskan secara musikalitas,” samber Eross lagi.
Selain materinya yang berat, rapatnya waktu rilis dipercaya yang bikin penjualan album Pejantan Tangguh nggak seperti biasanya. Makanya tiga lagu di album the best dibesut dengan lebih simpel.
“Kami rindu juga pengen bikin yang lebih simpel kayak di album awal. Seneng juga sih bisa balik lagi,” ujar Eross.
Tapi yang namanya umur kan nggak bisa dibohongin. Secara umur, Sakti, Eross, Duta, dan Adam tuh udah lebih tua ketimbang dulu-dulu. Bahkan Duta udah punya istri sekarang. Efeknya cara berpikir mereka juga udah beda. Ini yang bikin penggarapan lagu – lirik maupun musik – terasa beda.
Ceritanya, makin dewasa nih bos?
“Gini deh, aku tuh nggak mungkin bisa lagi nulis lagu seperti JAP atau Kita sekarang ini. Karena emang udah beda rasa yang ada. Cara pikir beda dan cara memandang hidup juga udah lain. Tapi kadang tuh pengen juga bisa nulis lirik dan lagu kayak gitu,” ujar Eross.
“Kedewasaan berpikir kan emang nggak bisa ditolak. Sejalan nambahnya usia, kami juga jadi beda memandang hidup,” tambah Duta lagi.
Oh, gitu! Pantesan Eross deket sama cewek yang masih ABG. Biar tetep berpikiran “muda” ya? Hehehe…. Hus!
BEHIND THE NEW TRACK
Bertahan di Sana:
Nih lagu sebenernya materi di album Kisah Klasik Untuk Masa Depan. Tapi berhubung nggak kepake, Sheila mutusin untuk memakai lagu ini di album The Best. Cuma aransemennya diubah. Kata Eross isinya soal pesen yang disampaikan anggota Sheila ke pacar-pacar mereka untuk tetap bertahan meski sering ditinggal tur.
Jalan Terus:
Sebuah komposisi yang rada nge-rock. Permainan gitar Eross dan gebukan drummer additional, Brian cukup terasa. Isinnya mengajak orang untuk terus produktif mumpung masih muda. Terus bekerja sampe kita nggak berguna lagi.
Sekali Lagi:
Kata Eross, lagu ini aslinya dibuat karena dia ngerasa kehilangan film MacGyver yang dulu tayang di RCTI. Nah, rasa hilang itu diterjemahkan lewat nih lagu. Pesennya kalo kehilangan sesuatu itu adalah hal yang lumrah. Yang bisa kita lakukan cuma menerima dan berharap akan ada sesuatu yang biasa menggantikan hal yang telah hilang itu.(*)
Source: Hai Magz
April 12, 2005
Dalam perjalanan sejarah musik Indonesia, ada satu band dengan rekor penjualan album pertama yang mencapai 1 juta keping sehingga dijuluki sebagai one million band. kesuksesan tersebut tidak lepas dari tangan dingin sang gitaris, yang banyak menulis lagu untuk kelompoknya, Sheila On7.
Selasa, 12 April 2005
Kehadiran band yang didirikan pada Mei 1996 di Jogjakarta ini seakan menjadi pembuka maraknya industri musik tanah air. Yang akhirnya diikuti oleh band-band besar lain dengan angka penjualan album mencapai mereka. Dan Eross Chandra yang disebut-sebut sebagai motor SO7 itulah yang banyak menulis lagu-lagu hits dalam album SO7. Kiprah inilah yang melambungkan nama Eross Chandra. Tidak Hnaya sebagai motor SO7 ataupun gitaris, tapi juga sebagai songwriter yang andal. Eross juga sukses menulis lagu untuk penyanyi lain seperti Iwan Fals. “Gitar bagi saya bukan hamya sekedar hobi, tapi juga digunakan sebagai alat kerja. Seperti untuk menulis lagu. Gitar adalah hal yang vital bagi kehidupan saya,” begitu kata peminum air putih ini memulai perbincangannya dengan A-Pro.
(Artikel Lengkap Baca AudioPro Edisi Bulan April 2005)
April 8, 2005
ADA cerita menarik dari Sheila On 7. Kemunculan mereka mencuri perhatian. Waktu itu, belum ada band dengan wajah personel selugu mereka, badan dibalut T-shirt produksi distro, khas Yogya yang sederhana, tapi justru menjadikan So7 begitu membumi.
“Secara musik, kita bisa bikin lagu sebagusnya, tapi enggak asyik juga kalau secara visual kita tampil plain” ujar Anton Kurniawan, Manajer So7.
Anton pernah nonton konser The Cure. “Saya cuma bisa tahan nonton sepuluh lagu, setelah itu boring banget”.
Band panggung = entertainer. Maka penampilan sangat perlu. Di samping atraksi, juga kostum.
Di So7 tak ada desainer khusus merancang baju atau kostum. Memang ada yang distro yang support So7, namun kalau pas kepepet, yaa Eross cs belanja baju di mall.
“Artis itu akan selalu tampil di mana pun. Makanya, mereka harus punya ciri dan karakter yang bisa diingat. Bayangan mereka muncul saat nama band itu disebut. Jadi ada identitas, gitu” jelas Anton.
Superman Is Dead (SID), band asal Bali, muncul dengan tampang bandel dan kostum bertema Suicide Glam. Mereka menyatakan diri sebagai wakil generasi muda saat sekarang.
Tentang ‘penampilan’ ini, enggak jarang recom (recording company/label rekaman) melakukan intervensi. Sering terjadi ‘konflik kecil’ akibat campurtangan itu.
“Visualisasi sebuah band bukan hanya di panggung. Bisa juga muncul lewat video klip. Bahkan lewat pakaian sehari-hari. Kadang para artis itu sendiri tidak terlalu memikirkan bagaimana caranya membangun image karena pencitraan itu terbangun dengan sendirinya. Biasanya, apa yang mereka pakai memang beda. Terkadang dari kostum ini terbentuk keeksentrikan” papar Rudolf Dethu, Manajer Superman Is Dead.
Kostum, menurut Dethu, merupakan sebuah paket dari gaya dandan. Dan itu bukan bentukan, melainkan muncul dari diri sendiri.
Shaggydog tampil ala kadarnya. Band ska asal Yogya yang melejit lewat lagu Kecoa dan Anjing Kintamani ini mengenakan pakaian sehari-hari tiap naik panggung. Kaus oblong atau baju biasa.
“Tidak ada busana khusus untuk pentas,” ujar Memet, manajer Shaggydog.
Di pentas manapun, band yang berawal dari komunitas Kampung Sayidan ini selalu bangga dengan baju ‘kerakyatannya’ itu. Menurut Memet, lagu-lagu yang diangkat Shaggydog berkisah tentang keseharian. Karena itu, kostum panggung pun mengacunya. “Jadi pilihan kostum ini bukan karena tidak punya konsep. Justru kita menyesuaikan dengan segmen. Kalau pakai busana glamour, mungkin malah tidak akan masuk. Tidak sesuai tema,” paparnya.
Meski tampil seperti itu, Doggies (penggemar Shaggydog) tak kecewa. Termasuk ketika beberapa personel telanjang dada di atas pentas. “Lha kalau gerah karena panas, Heru (vokalis) dan Yoyo (drummer) sering telanjang dada. Toh penonton juga tak ada yang protes,” tambah Memet.
Shaggydog pernah tampil dengan pakaian resmi. “Tapi itu dulu. Di sebuah acara fomal. Kini, di mana pun anak-anak tampil apa adanya,” tandas Memet.
Lain dengan Seurieus, band indie yang sedang naik daun dengan lagu Rocker Juga Manusia. Band asal Bandung ini sangat mengutamakan kostum. Dandanan rocker 80-an mereka jadikan pijakan. Maka penampilan Seurieus sangat semarak. “Kita kan band rock. Harus tampil menarik. Konsep kita rock 80-an. Kostum pentas kita sesuaikan dengan konsep itu” ujar Rindhan, Management Seurieus.
Beda dengan band rock sekarang, Seurieus berpakaian seperti rocker era Van Halen, Kiss, Cinderella dan lainnya. Kaos bermotif, dipadu celana loreng atau hitam, dengan aksesoris bertabur di tubuh, Candil, vokalisnya pun selalu pakai wig. Dengan aksi itu, penampilan Seurieus jadi lebih total.
Ada anggaran khusus kostum Seurieus?
“Tergantung situasi. Tak bisa dikatakan berapa anggaran pastinya. Yang jelas, bagi kami, kostum itu salah satu daya tarik di panggung,” tukasnya.
(abp/lat)
Source: Minggu Pagi
April 6, 2005
Jakarta, Grup musik Sheila On 7 pada awal berdirinya beranggotakan Duta (vokal), Adam (bass), Eross (gitar), Sakti (gitar) dan Anton (drum). Namun pada awal November lalu insan musik dihebohkan dengan berita keluarnya Anton Widiastanto. Meski masih simpang siur apakah dia dipecat atau mengundurkan diri namun faktanya Anton keluar dari Sheila On 7.
Seiring waktu berlalu, seperti diketahui publik, Sheila On 7 tetap berjalan tanpa drummer tetap. Hingga kini, mereka kerap mengajak Brian, mantan drummer grup musik Tiket untuk menggantikan Anton sebagai penggebuk drum dalam berbagai tur dan acara musik. Bahkan dalam album terbaru SO7, “The Very Best Sheila On 7″ Brian turut andil dalam pengerjaannya. Tapi tak pernah ada rilis bahwa Brian adalah personel So7 resmi.
Setiap kali ditanya pers, anak-anak So7 selalu menjawab, “Belum bisa menemukan pengganti drummer yang tepat.” Lalu bagaimana tanggapan Anton melihat situasi Sheila on 7 tersebut? “Setiap orang punya karakter masing-masing dan nyari pengganti kayak aku ya nggak mungkin bisa,” kata Anton pada detikhot, Rabu (06/04/2005).
Meski demikian, Anton tak hendak mengecilkan peran Brian. Baginya, sekali lagi ini bukan soal skill, tapi karakter. Mungkin saja, eks teman-temannya di So7 baru mencoba-coba karakter lainnya dan Brian belum dirasakan pas. “Mungkin, Sheila masih berusaha untuk mengubah image pemain drumnya,” ungkapnya.
Hal itu menurut Anton sesuatu yang tak bisa diubah-ubah dari dirinya dulu. Katanya, selama ia bermain drum untuk So7, ia tak pernah mencoba untuk menjadi orang lain. “Aku hanya bermain drum sebagai diriku sendiri dan mencoba melakukannya sebaik mungkin,” tutur cowok kelahiran 30 Januari 1979.
Anton sendiri mengaku tak pernah dimintai masukan oleh para personel Sheila on 7 tentang Brian. Namun Anton memastikan bukan faktor drummer yang membuat angka penjualan album terbaru So7 terbilang jatuh dibandingkan album sebelumnya. Baginya, seretnya penjualan album karena So7 mengubah konsep bermusik. “Begitulah jika mengejar idealitas, komersil jadi terbengkalai. Namun idealitas ini adalah pendewasaan Sheila.”
Seperti data yang didapatkan detikhot dari Sony Music, diperoleh data angka penjualan album Sheila On 7 yang menurun drastis. Diketahui pada album ke-3 mereka “07 Des” mereka berhasil mencatat angka 1.1 juta kopi namun di album ke-4 “Pejantan Tangguh” Sheila hanya mengantongi 450 ribu kopi.(yla)
Source: DetikHot
Jakarta, Untuk mempromosikan album terbarunya, ‘The Very Best of - Jalan Terus’, Sheila on 7 akan siaran di 28 radio di Indonesia secara serentak.
Siaran serentak via satelite tersebut akan dilakukan pada hari Jumat, 15 April 2005, pukul 14.00 WIB atau 15.00 WITA. Siaran akan berlangsung selama satu jam.
Pada siaran tersebut, para penggemar bisa mendengarkan rekaman obrolan keempat personel Sheila on 7 tentang album terbaru mereka. Para pendengar juga bisa mengetahui kegiatan sehari-hari yang dijalani Duta, Adam, Eross dan Sakti.
Hanya itu saja? Tentu tidak. Tiga single terbaru Sheila on 7, ‘Bertahan Di Sana’, ‘Sekali Lagi’ dan ‘Jalan Terus’ juga akan diperdengarkan.
Berikut daftar radio yang akan menyiarkan rekaman obrolan plus tiga lagu terbaru Sheila on 7:
1 ADITYA - PEKANBARU
2 ANDIKA - KEDIRI
3 BEST PALU - PALU
4 CASSANOVA - DENPASAR
5 DB CIREBON - CIREBON
6 DBS - BANJARMASIN
7 DLC - TEGAL
8 DUTA SWARA - PALANGKARAYA
9 EBS - SURABAYA
10 GSP JAMBI - JAMBI
11 I RADIO - JAKARTA
12 KISI BOGOR - BOGOR
13 KISS - MEDAN
14 LESITTA - BENGKULU
15 MAKOBU - MALANG
16 MEMORA - MANADO
17 NINETYNINERS - BANDUNG
18 OZ - BD LAMPUNG
19 PARAS - SAMARINDA
20 PRAMBORS - MAKASSAR
21 PRAMBORS - SEMARANG
22 SBI - BALIKPAPAN
23 SOLO RADIO - SOLO
24 SPI - PALEMBANG
25 STYLE - TASIKMALAYA
26 SUSHI - PADANG
27 SWARAGAMA - YOGYAKARTA
28 VOLARE - PONTIANAK.
Source : DetikHot
April 5, 2005
ADA kabar gembira dari Adelia Lontoh, istri vokalis Sheila on 7, Duta. Adelia dikabarkan sudah hamil tujuh minggu. Kabar gembira ini didengar Duta saat baru pulang dari Yogyakarta. Apa reaksi Duta? “Ya, kaget,” ungkap pria ini dengan logat Jawa medok.
Ditemui usai syuting video klip album terbaru grupnya Ahad kemarin, Duta tak dapat menutupi keriangan hatinya. “Yang pasti, sekarang aku sedang berdoa-berdoanya pengin [anak] laki-laki gitu,” ucap ayah Aisyah Duta Tiara.
Menurut Duta, Adelia juga tak bertingkah aneh layaknya orang ngidam.”Belum sih,” ujar Duta sambil menggelengkan kepalanya. Sejauh ini, mereka cuma keluar untuk mencari makanan kecil seperti asinan atau goreng-gorengan.
Source : SCTV
March 25, 2005
KEHIDUPAN tetap harus berjalan. Lebih kurang prinsip itulah yang kini dipegang grup band Sheila On Seven (SO&) setelah ditinggal drummer-nya, Anton Widiastanto. Grup yang baru mengeluarkan album The Best ini tetap berjalan dan konser di beberapa tempat. Bahkan, Akhdiyat Duta Modjo (vokal), Eross Candra (gitar), Saktia Ari Seno (gitar) dan Adam M. Subarkah (bas) tengah mempersiapkan konser keliling bersama Ada Band dan Ari Lasso di 30 kota. Bagi So7, tur itu dijadikan ajang pemanasan promo album The best yang memiliki tiga lagu baru.
March 20, 2005
Jakarta, Mei 1996, lima anak muda asal Yogyakarta, Adam, Anton, Duta, Eross dan Sakti, mendirikan grup musik yang diberi nama Sheila on 7.
Tiga tahun setelah itu, tepatnya pada 1999, mereka merilis album perdana yang bertitel Sheila on 7. Album berisi 11 lagu, di antaranya “Dan”, “Kita”, “Perhatikan Rani!” dan “Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki” itu terjual lebih dari 1 juta kopi.
Setahun kemudian, album “Kisah Klasik Untuk Masa Depan” dirilis. Kesuksesan album kedua ini melebihi yang pertama. Album tersebut terjual setidaknya 1,7 juta kopi. Lagu-lagu yang terdapat di album tersebut pun menjadi “lagu wajib” bagi anak muda saat itu. Salah satunya lagu tentang perselingkuhan, “Sephia”.
2002, Sheila on 7 merilis album ketiga mereka, “07 Des”. Setahun setelah itu, mereka mengeluarkan album soundtrack film “30 Hari Mencari Cinta”. Tahun berikutnya, album “Penjantan Tangguh” diluncurkan.
Dalam waktu tiga tahun meluncurkan tiga album rasanya belum cukup untuk grup yang kini berpersonelkan 4 orang itu. Sheila on 7 yang masuk ke jajaran grup musik papan atas Indonesia pada 2005 ini berniat merilis album the Best.
Pada album yang rencananya akan keluar awal April mendatang tersebut, rencananya akan terdapat 14 lagu, termasuk dua lagu baru yaitu Bertahan Di Sana dan Jalan Terus.
Berikut daftar lagu di album the best Sheila on 7:
“Bertahan Di Sana”
“Sekali Lagi”
“Kita”
“Dan”
“Sahabat Sejati”
“Itu Aku”
“Melompat Lebih Tinggi”
“Pejantan Tangguh”
“Pria Kesepian”
“J.A.P”
“Sephia”
“Seberapa Pantas”
“Berhenti Berharap”
“Jalan Terus”.(ine)
Source : Detikhot
March 18, 2005
Jakarta, April mendatang, grup musik asal Yogyakarta Sheila on 7 akan manggung di Australia. Di negeri kangguru tersebut, mereka akan tampil di dua kota, Melbourne dan Sydney.
Konser di Melbourne akan berlangsung tanggal 28 April. Untuk di Sydney, tanggalnya masih belum pasti.
“Masih tentative sih. Antara 30 April atau 1 Mei,” ujar Anton, manager Sheila on 7, ketika dihubungi detikhot, Jumat (18/3/2005).
Konser grup musik yang kini berpersonelkan Adam, Duta, Eross dan Sakti itu diprakarsai oleh sekelompok pelajar Australia asal Indonesia
Suatu saat, kata Anton, kelompok pelajar itu menghubungi tim manajemen Sheila on 7. “Mereka ngajak kita untuk main di sana. Kita ya menerima dengan senang hati.”
Apakah ada persiapan khusus? Tidak. Menurut Anton, konser di Australia April mendatang sama dengan konser-konser Sheila on 7 sebelumnya. Tak akan ada persiapan khusus. Yang pasti, mereka harus mengurus visa.
“Kita sudah ngurus. Mudah-mudahan visanya sudah bisa keluar Selasa besok,” tutur Anton.
Source : DetikHot
March 16, 2005
SHEILA On 7 (SO7) sudahpun membuktikan kehebatannya dalam industri muzik di Indonesia sejak kira-kira lima tahun yang lalu. Buktinya, di Indonesia kebanyakan album SO7 berjaya dijual jutaan unit dan setiap kali mengadakan persembahan pula ia dibanjiri oleh puluhan ribu peminat mereka.
Selepas berjaya di negara sendiri, kini SO7 merasakan sudah sampai masanya untuk mereka menunjukkan `taring’ di luar negara pula.
Ia sebagai satu laluan untuk kumpulan empat anak muda ini mengembangkan lagi bakat mereka di arena muzik antarabangsa.
Menurut vokalis SO7, Duta, kumpulannya itu kini sedang membuat latihan intensif sebagai persiapan untuk mengadakan konsert pertama mereka di Australia pada April ini.
“Sebagai permulaan, kami akan mengadakan dua konsert, masing-masing satu di Sydney dan Melbourne (Australia).
“Kami sudahpun menerima tawaran itu beberapa minggu lalu. Justeru, kami ada masa beberapa minggu lagi untuk berlatih sebelum berlangsung konsert itu,'’ kata Duta sewaktu Utusan Malaysia bertemu dengannya selepas pelancaran Fiesta Media Idola yang diadakan di Bandar Utama, Petaling Jaya, Selangor baru-baru.
Ketika pelancaran itu, Duta ditemani oleh gitaris SO7 iaitu Eross.
SO7 merupakan antara artis yang akan terbabit dalam fiesta anjuran Kelab Sukan Shahzan Muda di Kuantan, Pahang pada 15 hingga 17 April ini.
Jelas Duta, tawaran mengadakan persembahan di Australia sudah lama menjadi impian SO7 dan mereka tidak akan mensia-siakannya.
“Kami sudah lama mengimpikan mahu mengadakan persembahan di tempat-tempat yang jauh lagi asing selain daripada bumi Indonesia.
“Selama ini Malaysia dan Singapura adalah negara yang sering kami kunjungi. Kami tidak akan menolak peluang keemasan ini.
“Undangan itu datangnya daripada seorang pelajar Indonesia di Sydney yang sanggup menganjurkan konsert khusus untuk kami di sana.
“Justeru, kami mahu buktikan bahawa SO7 bukan sahaja hebat di Indonesia tetapi juga di luar negara,'’ ujarnya.
Kunjungan ke Australia itu adalah buat kali yang kedua di mana dua tahun lalu SO7 pernah menjalani penggambaran klip video di sana untuk lagu mereka berjudul Saat Aku Lanjut Usia.
Kata Duta, dia optimis konsert SO7 itu akan menarik perhatian ramai memandangkan di dua bandar itu terdapat ramai rakyat Indonesia, Ma-laysia, Singapura dan Brunei.
Perkara itu satu kelebihan kerana mereka tentunya tidak menghadapi masalah untuk menghayati lagu-lagu SO7 yang hampir 99 peratus dalam bahasa Indonesia.
“Setakat ini kami hanya ada sebuah sahaja lagu Inggeris yang berjudul Just For My Mon yang dimuatkan dalam album ketiga kami berjudul 7 Disember,'’ katanya.
Tambah Duta, persiapan konsert di negara kangaro itu tidak terjejas meskipun tanpa kehadiran pemain dram asal mereka iaitu Anton yang menarik diri kerana mempunyai masalah disiplin.
Brian yang mengambil posisi Anton dijangka mampu untuk mempamerkan persembahan yang mantap lagi bertenaga ketika konsert itu kelak.
“Kami bukannya menyingkirkan Anton tetapi dia sendiri yang menarik diri apabila tidak mampu memberi komitmen yang jitu kepada SO7.
“Sebelum ini, kami memberi masa selama dua tahun untuk berubah sikap tetapi nampaknya dia tidak juga berubah.
“Apa masalah Anton itu tidak perlulah saya beritahu kerana itu adalah masalah peribadinya,'’ jelas Duta.
Bercerita tentang perkembangan terbaru SO7 pula, mereka kini sedang dalam proses untuk menerbitkan album kompilasi terbaru.
Album berjudul Jalan Terus The Very Best of SO7 itu menampilkan tiga lagu baru mereka yang berjudul Bertahan Di sana, Jalan Terus dan Sekali Lagi.
Selain tiga lagu itu, album tersebut turut menampilkan 11 lagi lagu-lagu lama SO7 yang pernah popular tidak lama dulu.
Kata Duta, jika tidak ada aktiviti bersama SO7, dia lebih suka berada di rumah menjaga anak pertamanya, Aisha yang kini berusia enam bulan setengah.
“Sekarang ini saya sudah bisa (pandai) tukarkan lampin dan buatkan susu untuk anak saya itu,'’ katanya lagi sambil ketawa.
Album : Broken Heart 2
Produksi : Sony Music
Artis : Dewiq, Glenn Fredly, Sheila On 7, Terry, Audy, Tia AFI, Rio Febrian, Kia AFI, Cokelat, Ruth Sahanaya dan Marshanda
Broken Heart alias patah hati, begitulah nama judul album yang diusung di album ini. Sesuai dengan judulnya, album ini sudah barang tentu menyuguhkan lagu-lagu yang menyedihkan hati.
Kisah cinta menjadi tema besar album ini. Sejumlah penyanyi muda beken turut mengisi album ini. Sebut saja, ada Glenn Fredly yang menyuguhkan hitsnya, Sedih tak Berujung. Ada juga Sheila On 7 dengan lagunya Berhenti Berharap, Audy lewat lagu Dibalas Dengan Dusta, Rio Febrian (Maafkan), Ruth Sahanaya (Maafkan Kepergianku), Cokelat (Jauh), Kia AFI (Harus Harus Sampai Di Sini) dan Dewiq (Lebih Darimu).
Album Broken Heart 2 dibuka dengan lagu Lebih Darimu milik Dewiq. Aroma kegetiran begitu terasa di album ini. Lihat saja, bait di lagu ini: Dunia sedang tak bersahabat/Ingin kubawa hancur bersamaku, Dunia sedang tak bersahabat/Akan ku dapat kebih darimu.
Atau dengarkan pula lirik lagu karya Glenn Fredly yang dinyanyikan Audy, Dibalas Dengan Dusta. “Semudah itu kau ucapkan/Kata maaf kekasihku/Setelah kau lakukan lagi kesalahan yang sama/Dimana, perasaanmu/Saat kau melakukan/Salah yang sama/Inikah cara dirimu/Membalas cinta tulus/Yang telah kuberi.”
Nah, jika anda termasuk golongan orang-orang yang patah hati, boleh jadi album ini menjadi semacam pelarian untuk mengungkapkan segala kekecewaan. (Eh
Source: Kompas
March 6, 2005
- Sephia : Sephia
- Cinta Pertama : Temani Aku & Bila Kau Tak Disampingku
- Siapa Takut Jatuh Cinta : Seberapa Pantas
- Ajari Aku Cinta : Pejantan Tangguh
- Kau Dan Aku : Itu Aku
March 5, 2005
APM 2002
1.Kumpulan Paling Popular
APM2003
1. Kumpulan Paling Popular
2. Duo/Kumpulan Terbaik
3. Album terbaik (07 Des)
APM2005
1.Duo/Kumpulan Terbaik
2.Lagu Terbaik (Berhenti Berharap)
February 28, 2005
STRES sebelum naik panggung sering dialami Sakti Sheila on Seven (So7) atau kelompok band manapun. “Saya memang sering mengalami stres ketika akan naik ke panggung. Tetapi alhamdulillah, setelah di panggung stres itu hilang,” ujar Sakti, Minggu (27/2) ketika tampil sebagai bintang tamu dalam seminar ‘Dealing With Pressure How to Manage Stress’.
Seminar bagaimana mengelola stres ini digelar Asian Medical Students Association dan Gadjah Mada Medical Centre (GMC) di Auditorium II Fakultas Kedokteran UGM. Seminar untuk remaja dan mahasiswa ini menghadirkan pembicara Direktur GMC Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc, PhD, Dra Indria Laksmi Gamayanti MSi, dr Roni Tri Warsito SpKJ dan Dra Muhana Sofiati Utami MS.
Bagaimana Sakti Sheila on Seven mengelola stres? Dalam seminar yang dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UGM Prof Dr Ir Zaenal Bachruddin MSc itu Sakti mengatakan, mengatasi stres dengan rileks. Mengendorkan otot-otot yang tegang, tetapi stres memang perlu dikelola dengan baik, supaya tetap bisa tampil dengan prima menghadapi penonton.
Sakti tampil bersama Dra Muhana Sofiati Utami MS dipandu Eri yang pada kesempatan tersebut, mengajak Sakti maupun peserta seminar untuk senam relaksasi. Senam seperti itu tidak perlu turun ke lapangan, cukup di tempat duduk, memejamkan mata, menggerakkan anggota badan kecil-kecil. Senam ini diikuti semua peserta yang kebanyakan mahasiswa UGM.
Seperti dikemukakan Dra Indria Laksmi Gamayanti MSi, stres timbul akibat adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan. Kondisi yang menimbulkan kecemasan, kemarahan dan frustasi. Stres perasaan adanya sesuatu yang menekan baik secara emosi ataupun fisik. Pengalaman emosional yang ditandai dengan perubahan biokimia, fisiologis, kognitif.
“Selain itu juga karena perilaku yang bertujuan merespon kejadian-kejadian yang menekan,” Indria Laksmi Gamayanti sambil mengutip pendapat Sarafino. Menurut dosen Fakultas Psikologi dan FK-UGM ini, sedikitnya ada tiga kategori stresor. Pertama, peristiwa kehidupan yang besar, kedua stresor kronis dan ketiga, gangguan sehari-hari.
Apa penyebab stres pada remaja menurut Gamayanti, karena didorong oleh usia perkembangan remaja, kurangnya otonomi atau kebebasan, konflik peran dan status, masalah-masalah sosial dan ekonomi.
Untuk itu perlunya memahami emosi yang muncul, memahami posisi, peran, situasi dan masalah dengan menerima kenyataan.
“Selain itu juga memahami kerentanan terhadap stres, memahami stres, mendiagnosa penyebab stres, memperkirakan tingkat stres dalam kehidupan dan menandai gejala stres itu sendiri,” kata Dra Indria Laksmi Gamayanti MSi.
Dikatakan Direktur GMC Prof Ali Ghufron Mukti kegiatan seperti ini rutin diselenggarakan oleh GMC kerjasama dengan dengan institusi terkait. Acara seperti ini ditujukan untuk para remaja dan mahasiswa sebagai peserta pelayanan kesehatan GMC. “Alhamdulillah dengan kegiatan promotif dan preventif seperti ini mahasiswa lebih sehat,” kata Prof Ali Ghufron.
Untuk kali ini mengundang bintang tamu Sakti Sheila on Seven, sebagai idola remaja. Suatu saat yang lain, akan mengundang mantan pengguna narkoba untuk berbagi pengalaman bagaimana mengobati kecanduan narkoba sampai bisa lepas dari belenggu obat-obatan terlarang itu. “Dengan berbagi pengalaman seperti itu semuanya sadar, lari ke narkoba tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Prof Ali Ghufron. (Asp)-a
February 23, 2005
SETELAH Duta, satu lagi personel Sheila on 7 (So7) akan segera naik pelaminan. Siapa lagi kalau bukan Adam Subarkah, pembetot bas So7. Bukan sekadar kabar angin. Rencana pernikahan Adam dengan Umi Arimbi Khallistasani, April nanti.
“Aku belum mau ngomong apa-apa soal menikah. Itu gosip dari Eross” tutur Adam, saat dijumpai MP di Ecscelso Galeria, Minggu (13/2) lalu. “Tapi kalau prepare memang iya. Kami sudah booking tempat, pesan baju pengantin, juga berbagai persiapan pre-wedding lain”.
Bagaimana dengan Arimbi?
“Kalau Mas Adam sowan ke rumah, itu sih sudah pernah. Mas Adam juga sudah tatap muka dengan orangtua dan keluarga saya. Saat itu Mas Adam menunjukkan keseriusan dan mengikrarkan cinta. Buat saya, itu merupakan lamaran. Meski ini terjadi tiga tahun lalu” ujar Arimbi, mahasiswi Fisipol UGM.
“Kalau dibilang siap, yaa, kami memang siap. Kami sudah tahu karakter masing-masing. Sampai kebiasaan paling buruknya pun tahu. Dan cinta telah mendewasakan kami” ungkap Putri Indonesia Berbakat yang sudah kenal Adam sejak SD itu.
Saling memuji saat jelang menikah adalah lumrah : “Arimbi itu feminin dan keibuan. Orangnya juga baik, enggak macam-macam” kata Adam. (abp)
Source: Minggu Pagi
February 19, 2005
Munculnya band-band baru, tak membuat grup band asal Jogya, Sheila on 7 kehilangan pamornya. Buktinya mereka baru aja menerima penghargaan di ajang Anugrah Planet Muzik 2005.
Ajang tersebut digelar di Suntec Hall Singapura. Penghargaan tersebut diberikan kepada Duta, Eross, Adam dan Sakti pada dua katagori, yakni Duo/Group Terbaik dan Lagu Terbaik, Berhenti Berharap - “OST 30 Hari Mencari Cinta”.
Saat menerima penghargaan Planet Muzik 2005, Sheila on 7 diwakili oleh
Adam & Eross, serta didampingi oleh bapak Jan Djuhana selaku senior A&R Director Sony BMG Entertainment Indonesia.
Sebagai informasi Sheila on 7 bakal kembali menggelar tur panjangnya di hampir 50 kota di seluruh Indonesia. Rencananya kegiatan ini akan dimulai pada pertengahan taon sekitar bulan Mei-Juli 2005.
Tur ini sekaligus membantah gosip yang beredar kalo mereka akan istirahat atau vakum sementara.
Source: KG
February 17, 2005
Apa kabar dengan Anton mantan drummer Sheila on 7? Apa aja kesibukan yang dilakukan Anton setelah tak lagi memperkuat Duta cs? Ternyata cowok yang hobbi motor gede ini sibuk dengan studionya.
“Kesibukan aku sekarang cuma jalanin studio aja,” kata Anton saat dihubungi KG. Saat keluar dari band yang mengangkat namanya itu, Anton emang tengah mendirikan studionya. Bahkan Erros dan Adam membantu Anton mencarikan alat buat studionya. Kini studio band yang dibuat disamping rumahnya itu udah bisa digunakan sejak Desember lalu.
Studio yang dibuat Anton itu enggak cuma buat latihan anak anak band Jogya tapi dibuat Anton buat rekaman juga. “Lumayan banyak anak-anak muda yang datang kesini untuk latihan. Bahkan anak-anak SD juga ada yang ikut latihan,” ucap Anton.
Untuk saat ini Anton lebih suka mengurus studionya ketimbang membentuk band baru. Anton yang masih punya banyak kenalan dengan orang-orag industri musik di Jakarta diam-diam punya niatan untuk membantu band-band lokal agar bisa rekaman di Jakarta. “Kalau nanti managernya mau, aku mau aja membawa mereka ke Jakarta. Apalagi aku lihat penampilan mereka cukup bagus,” ujar Anton.
Anton juga udah punya incaran band mana yang pantas untuk diboyong ke Jakarta. “Ada lah beberapa tapi aku belum kasih tau mereka. Aku pengen kasih surprise buat mereka,” tutur Anton. Apa pengen juga jadi produser mereka? “Wah, belum sampai kesitu,” ucapnya.
Ditanya apa ada keinginan untuk menarik salah personil dari mereka untuk membentuk band baru? “Wah, aku enggak suka yang begitu. Kalo mau bikin maunya sama-sama mau,” jawab Anton yang ingin membuka studio baru lagi. “Soalnya aku kasihan melihat mereka pada antri pengen latihan,” imbuhnya.
Disinggung soal hubungannya dengan personil Sheila? Anton mengatakan belum pernah ketemu lagi. Namun masih tetap kontak-kontakan seperti saat ia berulang taon kemarin, Erros memberikan ucapan selamat lewat SMS.
Source: KG
February 9, 2005
- 1999 : Multi Platinum Award Sony Music [Sheila on 7]
- 1999 : Best New Comer MTV Award
- 1999 : Lagu Favorit VMI [Dan]
- 2000 : The Rocketers Clear TOP 10
- 2000 : Multi Platinum Award Sony Music [Kisah Klasik]
February 7, 2005
Sumpah, Hai kaget banget pas ditepuk sama cowok brewokan di Klassix (22/1) kemarin. Abis, perawakannya tinggi, rambutnya cepak, udah gitu tampangnya serem pula.
Dalam hati, Hai udah siap-siap aja mau ngambil ancang-ancang buat kabur. Tapi, eh, tuh cowok malah cengengesan! “Apa kabar bos?” tegor sosok berewokan itu, ramah.
Nah lho! Siapa sih? Ya ampun! Sakti?
“Iya, ini aku, Sakti. Pangling ya? Rambutku baru nih. Nyukurnya udah hampir sebulan setengah,” bilang gitaris kalem ini sambil ketawa kecil.
He-eh, jack! Pangling. Soalnya waktu terakhir ketemu di Labs Project rambut lo kan masih gondrong kriwel-kriwel. Brewok lo juga belum selebat sekarang. Asli man, lo sekarang jadi mirip Tom Hanks pas terasing di film Cast Away deh.
“Sembarangan! Kalo Tom Hanks kan brewoknya nggak terawat, kalo brewokku sih selalu dirawat. Tiap dua hari sekali dicukur, man. Cuma emang tumbuhnya cepet banget, makanya jadi lebat kayak gini,” kata Sakti sambil mengelus-ngelus brewoknya.
Wah! Berarti badan lo subur bener ye? Atau, “pupuknya” kebanyakan?
February 2, 2005
Setelah vokalis band Sheila On 7, Duta menikah dengan pemain sinetron, Adelia Lontoh, kini giliran pemain bass-nya, Adam M. Subarkah yang akan menyusul kemudian. Rencanaya, Adam akan melepas status lajangnya dengan kekasihnya, Arimbi, bulan April mendatang.
Demikian pernyataan yang dilontarkan oleh manajer Sheila On 7, Anton. Adam sendiri sewaktu ditanya, tidak mengungkapkan secara pasti kapan mereka akan menikah. Lebih tepatnya, Adam belum mau mengungkapkan rencana pernikahanya kepada publik dalam waktu dekat ini.
“Untuk sementara ini , saya belum mau membicarakan soal rencana pernikahan kami. Tapi nanti kalau sudah tepat waktunya, pasti akan kami umumkan. Jadi tunggu nanti saja ya,” terang Adam yang kini memelihara janggut itu.
Kebenaran rencana pernikahan Adam dengan Arimbi juga dibenarkan oleh Eros, gitaris yang juga pentolan band asal Yogya ini. Di sela-sela peluncuran album kolaborasi “Kita Untuk Mereka”, Eros membocorkan rahasia itu kepada para wartawan. “Tahun ini kita tidak merilis album baru, karena teman kita, Adam akan melangsungkan pernikahan,” beber Eros.
Menurut Anton, pernikahan Adam nanti bertepatan dengan berjalannya tur konser mereka ke 50 kota di tanah air. “Kami memang akan menggelar konser ke 50 kota mulai Maret nanti. Tapi jadwal sudah kita atur, agar Adam bisa melangsungkan pernikahan dengan tenang dan lancar,” jelas Anton.
Source: IndonesiaSelebriti.com
February 1, 2005
SAMPAI akhir tahun kemarin, musik yang mampir di telinga selain hiphop/R&B, masih didominasi pop. Yang berkutat dengan balutan musik tiga jurus, serta hook-hook yang terbangun dari riff-riff sederhana tapi catchy dan langsung nonjok kuping. Tapi di sela-sela semua itu, satu tren baru mengintip. Nggak baru benar sih. Dulu sempat merajalela, namun ditinggalkan begitu saja lantaran dianggap terlalu mengkultuskan sosok musisi di mata penggemarnya.
Perlahan tapi pasti, di sepanjang 2004 kemarin, sosok gitaris mulai tak sungkan lagi mempertontonkan kelihaian menarikan jemari di atas fret gitar. Entah siapa yang awalnya memanasi mereka untuk ikut tampil begitu. Tapi yang jelas mereka seperti kompak untuk menimbulkan lagi gelombang pendekar gitar.
Simak aja permainan Nic Cester dan Cameron Muncey-nya Jet. Dave ‘Brownsound’ Baksh-nya SUM 41. Mark Tremonti-nya Alter Bridge. Slash-nya Velvet Revolver. Band Indonesia pun tak mau kalah, ada Eross So7, Piyu Padi, Lukman Peterpan, Abdee Slank, Andra Dewa…
“Aku sudah nggak berkutat lagi dengan strumming standar. Licks-licks penuh manuver harus aku pamerkan di setiap lagu” kata Eross, Jumat 21/1 lalu.
“Oleh personil Padi yang lain, saya memang diberi ruang lebih banyak untuk bereksplorasi dan bicara sebagai seorang gitaris” ungkap Piyu, dihubungi lewat telepon Sabtu 22/1.
“Selama ini aku sudah bosan berkubang dengan gitar berseteman drop-D, di lagu Bendera Setengah Tiang aku dapat kesempatan main solo gitar sepanjang lebih dari satu bar” beber Abdee Slank.
Sadar atau tidak tren guitar-heroes juga mulai menulari Dewa. Simak betapa riuhnya album teranyar mereka, Laskar Cinta, dengan besetan gitar. Hampir tiap lagu yang ada selalu dihiasi solo gitar, atau setidaknya licks-licks gitar yang cukup menantang. Jujur saja, sudah lama betul rasanya, Andra tak bermain model begitu lagi.
Masih banyak lagi contoh yang bisa dijadikan alasan kenapa tahun ini tren guitar-heroes ini bakal menjamur. Peterpan, misalnya. Begitupun, Seurieus. Peterpan, meski terbilang memainkan pop progesif dan ditunjang pula oleh kibor, namun duo gitar tampil lebih garang. Menyelipkan berbagai licks yang terbangun dari teknik permainan yang tak boleh dianggap sepele di beberapa lagu di album teranyar mereka, Bintang di Surga. Lalu jangan dilupakan polahnya Seurieus.
Boleh-boleh saja lirik dan aksi panggung mereka bebodoran. Namun secara musik, polah mereka tak boleh dibilang main-main. Dibantu Abdee Slank, tiap komposisi di Rocker Juga Manusia boleh dibilang coba memajukan lagi unsur guitar-heroes yang mungkin sudah lama dilupakan.
Tentu saja hal ini tak boleh dilepaskan dari Ian Antono dan Eet Syahrani, pendekar-pendekar gitar dari God Bless dan Edane, yang susah payah menularkan rock di bumi Indonesia. Lewat keduanya seakan pengin bilang, kalau yang namanya rock itu kudu identik dengan guitar heroes.
Nah, siap-siap saja Anda dihujani sayatan gitar tahun ini! (abp)
January 27, 2005
SETELAH Duta, satu lagi personel Sheila On 7 yang akan segera naik ke pelaminan. Siapa lagi kalau bukan Adam, si pembetot bas dalam band asal Yogya itu.
Ini bukan sekedar kabar angin belaka. Rencana pernikahan Adam dengan Arimbi terbongkar tanpa sengaja oleh Eros. Saat berbincang-bincang dengan detikcom di acara peluncuran album Kita untuk Mereka di Hard Rock Cafe Jakarta, baru-baru ini, Eros kelepasan menceritakan sedikit perihal Adam-Arimbi.
“Tahun ini kita nggak ngeluarin album kecuali album The Best. Selain mau istrahat, Adam mau menikah,” tutur Eros keceplosan.
Tentu saja itu kabar baik mengingat mereka pernah dikabarkan akan menikah akhir 2004. Pada suatu media massa Arimbi sempat menyatakan kesiapannya.
“Kalau dibilang siap, ya kami memang siap. Apalagi saya dan Mas Adam sudah lama pacaran. Kami sudah tahu karakter masing-masing. Sampai kebiasaan paling buruknya pun tahu. Tapi cinta telah mendewasakan kami,” ungkap mahasiswi Fisipol UGM tersebut.
Adam sendiri tampaknya enggan rencana pernikahannya diketahui umum. Ketika ditanyakan langsung kepadanya, ia menolak berkomentar. “Saya belum mau ngomong apa-apa soal pernikahan. Itu gosip dari Eros,” tutur pria berjenggot tersebut.
Manajemen maupun personel Sheila on 7 tampaknya tak keberatan dengan rencana pernikahan Adam-Arimbi. Eros menegaskan bahwa bandnya tak mau menghalangi niat baik pasangan tersebut untuk menikah.
Adam dan Arimbi sudah saling sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar. Sewaktu keduanya bersekolah di SMU 6 Yogya, Arimbi sempat menolak tawaran cinta Adam. Mereka baru berpacaran pada 2000 setelah Adam bersama Sheila on 7 terkenal.
Alasan Adam tertarik dengan pemenang Puteri Indonesia Berbakat ini juga cukup sederhana. “Arimbi itu feminim dan keibuan. Orangnya juga baik, enggak macam-macam. Sesungguhnya kalau sekarangpun nikah, kami sudah siap,” ungkap Adam dalam sebuah wawancara waktu itu. (dtc-81)
Source: Suara Merdeka
Jakarta, Gara-gara panitia yang tidak profesional, grup band Sheila On 7 pernah kapok main di pensi anak SMU. Tapi mulai akhir tahun lalu, cowok-cowok asal Yogyakarta itu malah ketagihan.
Bulan Desember 2004 lalu, grup band Sheila On 7 tampil di pensinya anak-anak Lab School. Lalu di hari Sabtu, (22/1/2005) kemarin, Duta dan teman-temannya terlihat manggung di Klassix, pensinya SMUN 6 Jakarta. Sepertinya cowok-cowok asal Yogyakarta itu sedang hobi main di pensi ya.
Menurut Eros Candra, sang gitaris sekaligus motor grup band itu, sebenarnya Sheila On 7 sudah lama ingin main di pensi. Tapi biasanya jadwal acara pensi selalu berbarengan dengan jadwal tour mereka. “Produk-produk rokok yang jadi sponsor kita itu kalau ngadain tour pasti pas liburan sekolah. Nah pensi kan juga liburan sekolah biasanya, jadi jadwal kita nggak ketemu,” terang cowok yang kerap digosipkan pacaran dengan sejumlah cewek-cewek cantik itu.
Sejak terjadinya masalah dengan drummer lama mereka yaitu Anton, Eros mengungkapkan jadwal tour grupnya jadi sedikit mundur. Untuk mengisi kekosongan waktu karena tidak ada tour itulah, Sheila On 7 bersedia main di pensi-pensi. “Main di pensi juga sekalian buat pemanasan si Brian, pengganti Anton,” ujarnya kepada detikhot di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Lagian main di pensi bayarannya lebih besar, acaranya lebih santai list lagu yang dinyanyiin juga lebih sedikit. Belum lagi cewek-cewek SMA yang cantik-cantik, bikin seger,” tambah Eros lagi.
Bicara tentang main di pensi, sebenarnya menurut cowok kelahiran 3 Juli 1979 itu, Sheila On 7 pernah punya pengalaman nggak enak dan bikin kapok waktu main di pensi sebuah sekolah beberapa tahun lalu. Saat itu menurutnya anak-anak SMA yang jadi panitia acara sama sekali belum profesional. Dia dan teman-temannya sempat harus tidur di dalam bus gara-gara masalah soundcheck yang tidak jelas jadwalnya.
“Tapi kalau anak SMA sekarang aku benar-benar salut. Mereka jauh lebih profesional. Hebat banget bisa bikin acara sebesar itu dengan umur yang masih muda,” katanya memuji.
Ketika ditanya apakah setelah Klassix, grup bandnya sudah ada jadwal manggung di pensi lagi, Eros menjawab kalau tidak ada tour pasti dia dan teman-temannya mau main di pensi. “Pokoknya main di pensi itu fun banget deh,” imbuhnya.(tis)
Source: Detikhot
January 26, 2005
Jakarta, Setelah Duta, satu lagi personel Sheila On 7 yang akan segera naik ke pelaminan. Siapa lagi kalau bukan Adam si pembetot band asal Yogya itu.
Ini bukan sekedar kabar angin belaka. Rencana pernikahan Adam dengan Arimbi terbongkar tanpa sengaja oleh Eros. Saat berbincang dengan detikcom di acara peluncuran album ‘Kita Untuk Mereka’ di Hardrock Cafe Jakarta, Selasa (25/1/2005) malam, Eros kelepasan menceritakan sedikit perihal Adam-Arimbi.
“Tahun ini kita enggak ngeluarin album kecuali album the best. Selain mau istrahat, Adam mau menikah,” tutur Eros tanpa disadarinya.
Tentu saja itu kabar baik, mengingat mereka sempat dikabarkan akan menikah akhir tahun 2004. Pada suatu media massa Arimbi sempat menyatakan kesiapannya.
“Kalau dibilang siap, yaa kami memang siap. Apalagi saya dan Mas Adam sudah lama pacaran. Kami sudah tahu karakter masing-masing. Sampai kebiasaan paling buruknya pun tahu. Tapi cinta telah mendewasakan kami,” ungkap mahasiswa Fisipol UGM tersebut.
Adam sendiri tampaknya enggan rencana pernikahannya diketahui umum. Ketika ditanyakan langsung kepadanya, ia menolak berkomentar. “Saya belum mau ngomong apa-apa soal mau menikah. Itu gosip dari Eros,” tutur pria berjenggot tersebut.
Manajemen maupun personel Sheila on 7 tampaknya tak keberatan dengan rencana pernikahan Adam-Arimbi. Eros menegaskan bahwa bandnya tak mau menghalangi niat baik pasangan tersebut untuk menikah.
Adam dan Arimbi sudah saling sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar. Sewaktu keduanya bersekolah di SMU 6 Yogya, Arimbi sempat menolak tawaran cinta Adam. Mereka baru berpacaran tahun 2000 lalu setalah Adam bersama Sheila on 7 terkenal.
Alasan Adam tertarik dengan Pemenang Puteri Indonesia Berbakat ini juga cukup sederhana. “Arimbi itu feminin dan keibuan. Orangnya juga baik, enggak macam-macam. Sesungguhnya kalau sekarangpun nikah, kami sudah siap,” ungkap Adam dalam sebuah wawancara. Jadi tunggu apalagi, Dam?(ana
Source: Detikhot
Solidaritas para musisi tanah air terhadap korban tsunami di Aceh dan Sumut kembali digalakan. Kalo 9 Januari lalu lewat konser amal akbar, tapi kali ini lewat dapur rekaman yang dibalut dalam album bertajuk “Kita Untuk Mereka”.
Sebanyak 58 musisi bergabung dalam album kemanusiaan ini. Mereka adalah musisi dari 3 generasi. Paling senior diantaranya Titik Puspa, Yon Koeswoyo, Ebiet G Ade, Bob Tutupoly, Gito Rolies, Achmad Albar, Neno Warisman, Camelia Malik, Yopie Latul, Harvey Malaiholo, Ubiet, Tri Utami, Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Iga Mawarni, Syahrani, Ita Purnamasari, Mayangsari, serta Nia Sihasale Z.
Sementara untuk musisi mudanya ada Edo kondolangit, Yopie & The Nuno, Glenn Fredly, Roni Sianturi, Rio Febrian, Fadli (Padi), Armand (Gigi), Duta (SO7), Andy (/rif), Denny, Didan, B’jah (The Fly), Roy (Boomerang), Baim, Ratu, David & Jarwo (Naif), Irv-nat, Audy, Kikan (Cokelat), Warna, Alena, Pingkan, Rieke Roeslan, Ikke Nurjanah, Krsitina, Dea Mirella, Sita, Marshanda pendatang baru di blantika musik tanah air Delon (Indonesian Idol) dan Tia AFI serta penyanyi cilik Tasya, Natasya, Keny dan Gita.
Rasa solidaritas dan kekompakan mereka di album ini emang pantas diancungkan jempol. Terutama kepada Sony Musik dan BMG yang berhasil mengumpulkan para musisi dalam waktu yang sangat singkat. “Dari dulu kita sebagai seniman tidak pernah berpangku tangan terhadap musibah yang terjadi. Semoga Aceh tidak menangis lagi,” kata Titik Puspa saat peluncuran album “Kita Untuk Mereka” di Hard Rock Café Jakarta Selasa sore kemarin (25/1).
Di album ini Glenn Fredly dipercaya untuk menciptakan lagu khusus tsunami dan lahirlah lagu dengan judul Kita Untuk Mereka. Lagu ini memberikan seruhan kepada mereka (warga Aceh dan Sumut) yang tertimpa bencana untuk selalu tegar karena segala kesulitan akan dihadapi bersama. Lirik yang diciptakan Glenn ini menjadi sangat apik ketika Erwin Gutawa menyentuhnya dengan sentuhan musik pop dan world music dalam balutan orkestra yang megah dari Oni dkk (Sa’ Unine String).
Lagu yang dinyanyikan keroyokan ini dibuka oleh vokal unik dari penyanyi Ubiet yang emang asalnya dari Aceh. Vokal dari penyanyi yang berbeda aliran ini menyatu dan bergelora dengan penuh penghayatan dan harmonisasi yang indah. “Semua penyanyi mendapatkan porsi bernyanyi yang berimbang, enggak ada yang menonjol karena ini proyek kebersamaan dan kemanusiaan,” kata Erwin.
Album “Kita Untuk Mereka” dirilis Senin kemarin (24/1). Hasil penjualan album ini akan disalurkan kepada korban gempa tsunami di Aceh dan Sumut melalui Palang Merah Indonesia (PMI). “Sejujurnya, saya tidak pernah melihat solidaritas sosial yang begitu kuat seperti saat ini. Musik tak hanya bahasa hati tapi juga bahasa dunia,” kata Mar’ie Muhammad ketua PMI yang saat itu menerima sumbangan secara simbolik dari para musisi.
Album “Kita Untuk Mereka’ akan terus beredar selamanya dan selama itu pula hasil penjualan itu akan terus diberikan untuk amal.
Berikut daftar lagu yang terdapat dalam album “Kita Untuk Mereka”:
1. Kita Untuk Mereka (Indonesian Voices)
2. Uluran Tangan (Sheila on 7)
3. 26 Desember (Padi)
4. Lupakah Engkau? (Audy)
5. Temeu Jroeh’ Jroeh (Yovie & The Nuno)
6. Bilur (/rif)
7. Pasrahkan PadaNya (Cokelat)
8. Dari Dia (Rio Febrian)
9. Satu Bintang (Lea Simanjuntak)
10. Mata Hati (Crossbottom)
11. Tangis Negeriku (Sant Loco – Glenn Fredly)
12. KehendakMu (Gigi)
January 18, 2005
SAAT emosi sedang teraduk-aduk, banyak pemusik menulis lagu untuk korban tsunami. Luar maupun dalam negeri. Iwan Fals, Melly Goeslaw, Sheila on 7, Chossy Pratama, Katon Bhagaskara, Dewa, siapa lagi? Royalti untuk lagu-lagu mereka disumbangkan ke Aceh dan Sumatera Utara.
Ada scene kepiting bertengger di atas kasur terapung. Iwan begitu tersentuh melihat adegan itu. Lalu ia genjreng gitar bolong dan tembang Harapan Tak Boleh Mati pun tercipta.
“Aceh memang hancur lebur, namun kita tak boleh terus meratapinya. Tak cukup airmata ini untuk Aceh. Yang penting, mari kita lanjutkan kehidupan di sana setelah bencana. Anggap saja semua ini adalah rahmat Tuhan, karena kita juga pasti akan pulang” kata Iwan, jelang Konser Kemanusian untuk Aceh dan Sumut di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta.
Fajar Budiman juga memberinya lirik lagu yang kemudian digubahnya menjadi lagu Saat Minggu Masih Pagi. Iwan bawakan ‘dua lagu Tsunami’ itu di konser kemarin tanpa dibayar. Begitu juga300-an artis lain. “Yang aku lakukan hanya bisa bernyanyi. Ini wujud riil sumbanganku untuk mereka” kata Iwan Fals.
KABUT menghitam kelam di hariku. Seperti bumi yang ingin menelan kami. Dua baris menyentuh itu penggalan lagu Sembuhkan Luka, sumbangan Melly Goeslaw khusus untuk para korban. “Lagu itu aku buat hanya satu jam. Lalu oleh Mas Anto (suaminya, Red) langsung dicarikan nada lagunya. Esoknya sudah tayang di RCTI” jelas Melly. “Selain mengungkap keprihatinan, aku ingin melihat Indonesia cepat tersenyum kembali dan sembuh dari lukanya yang sangat parah ini” jelas Melly yang mengaku lambat menyadari bahwa bencana tsunami sudah begitu parah.
Minggu 26/12 Melly dengar berita tentang ‘keributan’ di Aceh. Ia pikir hanya sekadar perang. Ibu dari Anakku Lelaki Hoed itu baru tersadar Senin. Ketika korban sudah banyak sekali. Ia syok, lantaran sepertiganya adalah mayat bayi tak berdosa.
“Sekarang aku memiliki perasaan yang beda dengan kedua putraku. Amit-amit jabang bayi, jangan sampai anakku mengalami musibah seperti itu. Sekarang aku jadi tambah sayang. Tiap malam, akhirnya aku memandang terus wajah-wajah mereka. Jangan sampai aku kehilangan anak-anak. Pasti, sakit sekali rasanya” jelas Melly yang sempat menangis saat membuat lirik lagu tersebut.
Kalaupun, pihak RCTI akan memberikan royalti, berapapun nilainya, Melly akan menyumbangkan semuanya untuk korban tsunami. “Aku enggak punya uang banyak. Aku hanya bisa membuat lagu. Lagu inilah yang aku sumbangkan” jelas Melly yang siap membuat berapapun lagu untuk menyumbang bencana ini.
Penderitaan rakyat Aceh, Sumut dan Nias juga menyentuh hati personel-personel Sheila on 7. Ekspresinya antaralain lagu Tari Gelombang (ciptaan Eross) dan Uluran Tangan (karya Duta). Lagu Uluran Tangan akhirnya terpilih masuk album kompilasi Sony for Aceh bareng 11 grup lain.
“Proses rekamannya di Studio Alamanda. kami masuk studio pukul 11 siang, baru keluar jam tujuh pagi. Saat menyanyikan lagu-lagu tersebut, aku sempat menangis” jelas Duta yang tak tega melihat begitu banyak mayat bayi bergelimpangan. “Album tersebut akan dijual. Berapa pun hasilnya, akan disumbangkan semuanya untuk Aceh dan Sumut. Sheila on 7 nggak dibayar untuk lagu ini. Begitu pula pentas kami di Konser Kemanusiaan Ancol. Kami ikhlas apa pun untuk korban bencana” kata Duta, yang bersama grupnya tampil di konser amal di Java Cafe & Resto Jumat (14/1).
“Kami bersedia ke Aceh. Tapi tidak untuk saat ini. Kalau sekarang, biar mereka yang benar-benar ahli, seperti dokter dan para relawan yang benar-benar mau bekerja. Kalau kami datang ke sana, nanti malah merepotkan” kata Eross, di sela menyampaikan sumbangan ke Dompet KR lalu mampir ke “markas” Minggu Pagi. (abp)
January 17, 2005
KONSER amal bertajuk “Satu Duka Satu Bangsa” yang digelar 11-14 Januari 2005 di Java Cafe Jalan Magelang Yogyakarta, berhasil mengumpulkan dana Rp 34 juta.
Konser kemanusiaan yang diprakarsai Forum Organizer Yogyakarta itu melibatkan 25 grup band ternama di Yogyakarta. Di antaranya Jikustik, Sheila on 7 (So7), Shaggy Dog, Endank Soekamti, The Rain, Cross Bottom, Newdayz, Netto, Kilimanjaro, Profile, Bintang, Blue Savana, Seventeen, dan Es Nanas.
Dana yang terkumpul diperoleh dari penjualan tiket serta lelang lagu, sepatu, dan pakaian pemain band pendukung. Yang menarik ada lelang cukur jenggot. Kebetulan penonton meminta agar jenggot Anang Batas selaku koordinator Forum Organizer sekaligus MC dicukur dengan harga tertinggi Rp 250 ribu. Sedangkan dalam lelang lainnya, yakni sepatu Adam, vokalis So7, laku terjual Rp 900 ribu dengan penawaran pertama dibuka Rp 100 ribu. Ternyata, peminatnya tidak hanya kaum perempuan saja tetapi kaum pria juga turut berlomba menawar sepatu tersebut.
Tiket Masuk
Hari pertama (11/1) menampilkan Jikustik, Newdayz, Stereovilla, Netto, Ezpression, Kilimanjaro. Sedangkan pada hari kedua (12/1) The Rain, Cross Bottom, Shakey, Enadank Soekamti, Profilem, dan TNT.
Hari ketiga (13/1) Seventeen, Jogiest, Pagi Hari, Blue Savana, Bintang, dan Candles. Sementara hari keempat (14/1) menampilkan So7, Shaggy Dog, Mondays, Laquena, Cosmic dan Flash.
Untuk hari pertama hingga hari ketiga tiket masuk dijual Rp 25 ribu, sedangkan pada hari terakhir Rp 35 ribu. Seluruh pendapatan disumbangkan kepada korban bencana gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Yang paling banyak dibanjiri penonton adalah konser hari terakhir saat penampilan So7 dan Shaggy Dog. Dalam konser itu, So7 membawakan enam lagu andalannya dan satu di antaranya berjudul “Uluran Tanganmu” yang dipersembahkan bagi warga Aceh.
Lagu “Uluran Tanganmu” ini nantinya bakal direkam oleh Sony Musik bersama dengan grup-grup band lainnya. Royalti hasil penjualan kaset seluruhnya bakal disumbangkan kepada korban bencana di NAD.
Sementara Senin malam ini (17/1) di Sositet Taman Budaya Yogyakarta, juga digelar konser amal kemanusiaan Satu Duka Satu Bangsa dengan menampilkan artis Ibu Kota seperti Iga Mawarni dan Tri Utami dengan iringan musik Kua Etnika pimpinan Djadug Ferianto dan pembacaan puisi Ninik L Karim serta tari-tarian tradisional asal Aceh. (Sugiarto-81)
January 8, 2005
DI YOGYA, konser Sheila on 7 di Alun-alun Utara berubah tema. Dari pesta pergantian tahun, jadi acara amal. Kotak kolekte pun diedarkan, dan terkumpullah dana Rp 10.285.000 dari pentas “Sheila on 7 Back to Jogja” itu.
“Terus terang kami shock berat dengan bencana alam tersebut. Pengin banget kami ke sana, namun kesulitan cari transportasinya” kata Eross, usai konser.
“Ibarat dalam keluarga, jika ada anggota mengalami cedera atau musibah, aku harus mengulurkan tangan untuk membantunya. Begitu juga dengan musibah yang dialami masyarakat Aceh dan Sumatra Utara. Sebagai warga negara yang bersaudara, kita harus menolong” ujar Duta.
Di Yogya berdiri pula Forum Keprihatinan EO Yogya yang diikuti 32 Event Oganizer. Mereka bantingan dana. Terkumpul Rp 42.662.000 yang langsung akan disumbangkan ke Aceh dan Sumatera Utara.
Forum ini juga berencana menggelar pertunjukan Satu Duka Satu Bangsa. Bentuknya konser musik dan variety shorw Pentas musiknya 4 hari berturut-turut, 11-14 Januari di Java Kafe & Resto. Sudah 25 band siap tampil, menurut Anang Batas dari Abad Entertainment. “Mereka tidak minta bayaran” ujar Anang, hasil pentas itu akan disumbangkan ke korban tsunami.
Variety Show digelar 17 Januari. Hingga laporan ini disusun, belum jelas tempatnya. Concert Hall TBY atau Purna Budaya? Mereka yang diharapkan terlibat adalah Sawung Jabo, Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, Kua Etnika, Peggy Melati Sukma, Iga Mawarni, Trie Utami, dan Landung Simatupang.
“Rencananya kami mengundang Sri Sultan HB X dan para Bupati di DIY serta Walikota Yogya, untuk bersama-sama memberikan dukungan penggalangan dana ini,” papar Anang Batas. (abp-tif)
January 6, 2005
BENCANA Tsunami sangat memprihatinkan dan memilukan. Tak terkecuali, Grup musik anak muda, Sheila on 7 (So7) pun cukup merasakan penderitaan warga yang terkena bencana. Dalam kondisi seperti itu, maka grup musik asal Yogya yang kini menjadi idola anak-anak remaja ikut tergugah untuk menciptakan 2 lagu baru yang dipersembahkan bagi korban bencana Tsunami di Aceh dan Sumatera Utara.
Dua lagu baru yang dipersembahkan akan masuk dalam album kompilasi dengan artis lainnya yang kini sedang dipersiapkan Sony Music.
Rencana menyumbangkan 2 lagu baru tersebut disampaikan personel So7, Eros di sela penyerahan Bantuan Warga Yogya melalui Dompet Peduli KR untuk korban Tsunami, Rabu (5/1).
Bantuan dari Masyarakat Yogya tersebut secara simbolik diserahkan So7 dan diterima Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat, Dr H Soemadi M Wonohito SH.
Menurut Eros, lagu tersebut baru saja dirampungkan. Meski demikian, ia belum mau menyebutkan judul lagu dan syairnya. Yang jelas, lagu-lagu tersebut memang diniatkan sebagai ungkapan peduli bagi korban Tsunami.
Menurut personel So7 lainnya, Adam, lagu tersebut diciptakan dengan tujuan amal.
Menurut informasi yang diterimanya, hasil dari penjualan album kompilasi ini, akan disumbangkan ke korban bencana Tsunami.
Terhadap rencana ini, manajer SO7, Anton Kurniawan menjelaskan, dari 2 lagu yang diajukan, dipilih satu lagu oleh pihak Sony. “Kita memang menyiapkan dua lagu, tinggal nanti dipilih saja,” kata Anton.
Untuk membantu korban Tsunami, lanjut Anton, SO7 juga akan ikut dalam pentas amal para artis yang akan diselenggarakan di Ancol, Jakarta, Minggu (9/1) mendatang. Selain itu, grup ini juga akan ikut pentas amal di Yogyakarta yang akan diselenggarakan 11-14 Januari mendatang di Java Cafe. Menurut jadwal, SO7 akan tampil pada tanggal 14 Januari.
Sedangkan bantuan warga Yogya yang diserahkan secara simbolis oleh S07 kemarin berasal penggalangan yang dilakukan pada saat malam tahun baru lalu dari berbagai tempat. Dana dari pentas musik di Alun-alun, dimana SO7 tampil bersama grup musik lainnya, terkumpul Rp 12.000.000. Sedang pentas seni di Perempatan Tugu diperoleh Rp 8.714.400 dan kumpulan warga Yogya di sekitar Purnabudaya, Universitas Sanata Dharma, Ruko Babarsari, UPN Veteran, UTY terkumpul Rp 15.124.250.
Dalam penyerahan itu, personel SO7 hadir lengkap. Selain Eros dan Adam, hadir pula vokalis Duta dan Sakti. Hadir pula District Supervisor PT Djarum, Djarot Subagyo, Budi Cahyono dan Itok, selaku koordinator penyelenggara ‘Djarum 76 Gelar Wayang Beber Seni’ di perempatan Tugu serta pendukung acara dan personel penggalangan dana lainnya.
Dirut PT BP KR menyambut baik upaya yang dilakukan para musisi, seniman dan warga Yogya. Sumbangan tersebut, akan disalurkan dengan tepat sasaran, sesuai dengan yang membutuhkan.
January 5, 2005
ENAK sekali jadi Eross. Gitaris grup SO7 ini kerap kena gosip berpacaran dengan cewek-cewek cantik. Setelah putus dari Astrid Tiar, Eross pernah digosipkan dekat dengan Nafa Urbach, yang belakangan ketahuan, mereka hanya bersahabat.
Kini, yang menjadi sasaran terakhir adalah Luna Maya. Artis baru yang wajahnya mulai wira-wiri di sinetron dan film. ”Dengan Eross? Itu sih gosip. Aku sama dia bersahabat, berteman sejak lama, sudah lima tahun. Semoga seterusnya,” ujar Luna.
yang sedang syuting Aku dan Dia (RCTI). Kini, Luna mengaku sedang ngejomblo. Gadis jangkung ini tidak takut jika kedekatannya dengan Eross digosipkan macammacam.
Iapun tidak menutup kemungkinan untuk berpacaran dengan pemusik. ”Mau dia musisi, pelukis, orang kantoran, kalau cocok jalanin saja. Lagian bukan pemusik saja kan yang bisa romantis,” tutur Luna lagi.
Artis yang wajahnya muncul di film Bangsal 13 ini menyukai Eross karena memiliki minat yang sama di musik. Alhasil, mereka sering diskusi. ”Kita suka aliran musik yang sama, suka tuker pikiran juga. Orangnya enak diajak ngobrol, nyambung, pengertian, sabar. Aku cerewet, tapi dia bisa imbangin aku,” kata model dan peragawati ini.
Meski jarang bertemu, mereka intens komunikasi. Baik lewat telepon atau SMS. ”Pas ketemu bisa ngobrol lama. Kualitas obrolannya ada gitu. Dia oke sebagai sahabat,” imbuh gadis berusia 23 ini.
Mau nggak pacaran sama Eross? ”Sebenarnya aku nggak ada tipe khusus, tapi dia cocok untuk dijadikan teman. Saat ini, aku sama dia komit berteman,” yakin Luna
December 23, 2004
Siapa yang tak mengenal Akhdiyat Duta Modjo. Mantapnya posisi grup musik Sheila On 7 sebagai salah satu band lokal papan atas, turut melambungkan nama Duta, panggilan vokalis grup tersebut. Lima album yang telah ditelurkan Sheila On 7 sukses besar tak hanya di Indonesia, tapi juga negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Meski kesuksesan telah diraih di jalur seni, ternyata cita-cita awal suami artis Adelia Lontoh ini bukanlah sebagai penyanyi seperti yang ditekuninya saat ini.
“Dari kecil aku punya cita-cita ingin menjadi pemain sepakbola. Namun karena punya asma, olahraga hanya menjadi bagian dari menjaga kebugaran. Aku sendiri memang hobi berolahraga,” kata Duta.
Selain sepakbola, Duta juga menyenangi bola basket. Tak hanya sekadar bermain, penyuka musik alternatif ini juga cukup piawai mengolah si karet bundar. Kemampuannya ini sempat diperlihatkan dalam sebuah pertandingan eksebisi yang diprakarsai pihak Adidas. Saat itu Duta bersama rekan-rekannya berhadapan dengan tim yang diperkuat trio bintang IBL yang merupakan role player Adidas, Rommy Chandra, Ali Budimansyah dan Wahyu Widayat Jati. Ball handlingnya yang cukup mantap baik menggunakan tangan kiri maupun kanan, sempat mengundang kekaguman beberapa penonton yang hadir menyaksikan pertandingan tersebut.
Sempat Bermain di Kompetisi KU
Ternyata sejak kecil ia telah akrab dengan basket. Awalnya Duta dan teman-temannya suka bermain sepak bola di tanah kosong di dekat komplek rumahnya. Namun tanah kosongnya ini belakangan berubah jadi perumahan, sehingga mereka tidak bisa bermain lagi.
Duta dan gank-nya kemudian berubah haluan bermain basket di lapangan basket milik tetangganya. Saat teman-temannya masuk klub basket, sulung dari 2 bersaudara ini tak ketinggalan melakukan hal yang sama. Klub Tugu Muda Yogyakarta dipilihnya sejak ia lulus SMP. Meski serius bermain basket, bermain sepakbola tetap dilakoni jika ada waktu luang bersama rekan-rekannya.
Duta sempat bermain di kompetisi kelompok umur (KU) 16 se-Yogyakarta dibawah bendera Tugu Muda (sekitar tahun 1996).
“Waktu itu minute play aku sedikit karena memang posisi aku mungkin tanggung. Sebagai forward aku kekecilan tapi sebagai play maker, ball handling aku kurang bagus,” ujar Duta yang ternyata mahir melakukan drible dengan 2 bola sekaligus di tangan kiri dan kanan.
Pengalaman yang tak terlupakan bagi Duta saat bermain basket adalah ketika dia menjadi top score bagi timnya di kompetisi tahun berikutnya. “Seingatku lawan kita saat itu adalah Garuda Mataram. Karena paling tua, aku menjadi andalan dan mencetak angka tertinggi di pertandingan itu. Tapi timku tetap kalah,” katanya sambil tertawa.
Seperti layaknya remaja lain, popularitas pemain basket cepat dikenal di kalangan wanita. Begitu juga diakui oleh jebolan SMU Negeri 4 Yogyakarta ini. “Setiap main basket kita selalu ditonton cewek-cewek. Tapi aku sendiri bermain lebih karena kesenangan berolahraga dan menjalin persahabatan dengan teman-temanku. Kalau dikenal banyak cewek itu cuma bonus,” ujarnya lagi sambil tertawa.
Setamat SMU dan masuk ke Universitas Gajah Mada (UGM), ia terus bermain basket. Meski sempat memperkuat UGM di ajang pertandingan antar perguruan tinggi, Duta akhirnya berhenti bermain basket setelah sibuk rekaman pada tahun 1998.
Olahraga sebagai Gaya Hidup
Namun dibanding basket, Duta mengaku lebih sepenuh hati bermain sepak bola. Dulu ia sempat bermain bola bersama dengan beberapa pemain klub sepakbola PSS Sleman.
“Kalau kalah main basket, perasaan aku biasa saja. Tapi kalo kalah bermain sepak bola, bisa nggak tidur nyenyak. Mungkin karena aku merasa lebih bisa bermain sepakbola,”ujar penggemar klub Milan yang menempati posisi striker saat bermain bola ini.
Saking nge-fans nya sama Milan, anak pertamanya yang baru lahir diberi nama yang berbau bahasa Italia. Putrinya yang baru berusia sekitar 4 bulan ini, diberi nama Aishameglio. “Aisha artinya kehidupan dan meglio berarti lebih baik. Jadi nama anakku berarti kehidupan yang lebih baik,”jelas Duta yang selalu tersenyum dan ramah kepada setiap orang yang meminta berfoto bersama disela-sela wawancara.
Ia kelak juga ingin anak-anaknya mencintai olahraga seperti dirinya.
“Aku pengen bisa main bola atau olahraga lainnya bersama dengan anak-anakku. Seperinya momen seperti itu merupakan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,”jelasnya sambil menunjuk pada seorang ayah dan anak laki-lakinya yang sedang bermain basket bersama.
Bagi Duta, basket dan terutama sepak bola tidak bisa ia tinggalkan. Bagi dia olahraga sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya. “Begitu tidak ada rekaman atau show aku pasti menyempatkan diri untuk bermain bola atau main basket seperti sekarang,”kata vokalis yang grup band-nya baru-baru ini mendapat 5 penghargaan di AMI Samsung Awards 2004.
Lantas bagaimana tanggapannya terhadap basket di tanah air ini? Ternyata ia menyebutkan permainan basket meningkat pesat dan semakin mantap. “Pemain-pemain usia 16 tahun saat ini dengan saat aku masih bermain beda sekali kemampuannya. Sekarang permainan mereka semakin maju,”komentarnya.
Basket yang menggaet semakin banyak peminat ini ternyata menimbulkan keinginan baginya untuk suatu saat membuat sebuah video klip lagu yang berbau basket. Selain itu, ia berharap basket Indonesia bisa lebih maju lagi dan cita-cita memperoleh emas di SEA Games bisa tercapai.
Data Pribadi
Nama : Akhdiyat Duta Modjo
Tempat/tgl lahir : Kentucky, USA, 30 April 1980
Istri : Adelia Lontoh
Anak : Aishameglio
Pendidikan terakhir : Lulusan SMU 4 Yogyakarta
Makanan favorite : Nasi goreng
Warna favorite : Biru
Pahlawan di masa kecil : Voltus 5
Ukuran sepatu : 44,5
Tim favorite : HP Aspac dan Orlando Magic
Pemain basket idola ;
Lokal : Ali Budimansyah, Thomas Teddy Kurniadi, Mario Wuysang dan Andhi Batam.
NBA : Penny Hardaway, T-Mac. (isr)
Source: BasketIndonesia
December 17, 2004
JAKARTA - Anugerah Musik Indonesia (AMI), ajang tertinggi prestasi insan musik Indonesia, tadi malam kembali digelar untuk kali kedelapan. AMI Samsung Awards 2004 ini berlangsung di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.
Kejutan mewarnai even yang diselenggarakan setahun sekali, sejak tahun 1997 ini. Beberapa nama baru di belantika musik tanah air berhasil menggondol beberapa penghargaan. Salah satunya adalah Agnes Monica. Gadis cantik kelahiran 1 Juli 1986 ini kemarin berhasil menggondol empat penghargaan. Yaitu, Artis solo pop wanita terbaik, Duo/grup pop terbaik, dan karya produksi dance/techno terbaik. “Senang sekali. Penghargaan ini akan memotivasi saya untuk lebih maju lagi,” ujarnya ketika dimintai komentar tentang suksesnya tadi malam. Agnes lantas mengungkapkan rencananya ke depan. “Tahun depan, mungkin saya akan go internasional. Doakan ya,” imbuhnya.
Selain Agnes, Sheila on 7 juga menuai sukses besar. Mereka meraih enam penghargaan. Lucunya, saat pertama kali menerima penghargaan untuk kategori Album Pop Alternative terbaik, mereka hanya diwakili oleh Sakti, gitaris band asal Jogjakarta ini. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Sheila. Maaf, teman-teman masih ada di belakang untuk Make-up. Sebab nanti kita akan tampil,” ujar Sakti.
Selain jadi grup pop alternative terbaik. Sheila on 7 juga menyabet beberapa penghargaan lainnya. Diantaranya adalah lagu pop alternative terbaik, album pop alternative terbaik, lagu untuk film/TV/visual media terbaik, dan peramu rekam/mixing engineer terbaik, dan album terbaik untuk kategori umum.
Karena kemenangan besar ini, Sheila mengungkapkan bahwa mereka akan mengadakan perayaan di kota asal mereka, Jogjakarta. “Alhamdulillah banget. Padahal setiap kali berkarya, kami tidak pernah berharap untuk menang dalam acara ini. Semoga saja penghargaan ini bukan akhir karir kami,” ujar Eross, pentolan band ini.
Mengenai Anton, drummer Sheila on 7 yang kini sudah tak memperkuat band ini, Eross mengaku akan mendatangi mantan bandmates-nya itu. “Anton memang tidak kami beritahu. Tapi kami yakin dia melihat acara ini di televisi. Nanti, kami akan menemui dia. Bagaimanapun, dia masih terlibat dalam karya-karya Shelia on 7 yang mendapat penghargaan malam ini,” terang Eross.
Sederet musisi ternama ikut meramaikan acara ini. Tampil sebagai pembuka adalah Peterpan yang menyanyikan lagu andalan mereka yang berjudul Ada Apa Denganmu. Selain itu ada juga Gigi, Project Pop, Krisdayanti dan Erwin Gutawa Band, Ari Lasso, Pas Band, Glen Fredly, Ada Band, Sheila on 7, Kristina, Delon, Dewa, Meggy Z., Agnes Monica, dan artis Korea, BoA. Sementara itu, Reza yang dijadwalkan ikut meramaikan even ini dengan berkolaborasi dengan Pas Band, batal tampil menyusul kabar hilangnya penyanyi istri Adji Massaid tersebut. Bertindak sebagai host dalam acara itu adalah Farhan dan Sarah Sechan.
Pemenang akan diumumkan kemarin, terdiri atas 28 kategori dan 57 subkategori. Yang sedikit ironis, kategori jazz dan keroncong tidak ada dalam daftar. Menurut Edi Susilo, ketua juri pengategorian AMI 2004, hal itu disebabkan karena karena untuk dua kategori ini, tidak ada entry yang masuk ke panitia. Produk musik yang layak masuk dan dinilai oleh dewan juri AMI 2004 adalah yang keluar antara Juni 2003 sampai Juli 2004. (alv/daz)
Ketegori Pop
Artis solo wanita terbaik : Agnes Monica. Lagu : Jera, Album: …And the Story Goes..
Artis solo pria terbaik : Rio Febrian. Lagu : Maafkan, Album: Ku Ada Disini
Duo/Grup Pop Terbaik : Agnes Monica & Ahmad Dhani. Lagu: Cinta Mati, Album: …And the Story Goes..
Lagu Terbaik : Dibalas Dengan Dusta. Pencipta lagu: Glenn Fredly, Artis: Audy
Album terbaik : Cahaya. Artis: Krisdayanti, Produser: Erwin Gutawa
Kategori Pop Alternative
Artis solo wanita terbaik : Audy. Lagu: Lagu Sendu, Album: 2002
Artis solo pria terbaik : Baim. Lagu: Kau Milikku, Album: Nafasku.
Duo/grup terbaik : Sheila on 7. Lagu: Pejantan Tangguh, Album: Pejantan Tangguh.
Lagu terbaik : Pejantan Tangguh. Pencipta Lagu: Eross Chandra, Artis: Sheila on 7
Penata musik terbaik: Andi Rianto. Judul: Dibalas Dengan Dusta, Artis: Audy
Album terbaik : Pejantan Tangguh. Artis: Sheila on 7, Produser: Sheila on 7/Jan Djuhana.
Dangdut
Artis solo wanita terbaik : Kristina. Lagu: Merah Kau Bilang Biru, Album: Secawan Madu.
Artis solo Pria terbaik : Hamdan ATT. Lagu: Ada Rasa, Album: Ada Rasa
Lagu terbaik : Merah Kau Bilang Biru, Pencipta lagu: Toto Aryo, Artis: Kristina
Penata musik terbaik : Toto Aryo, Lagu: Merah Kau Bilang Biru, Artis: Kristina
Album terbaik : Secawan Madu, Artis: Kristina, Produser: Agusta S./Kristina
Kategori Rock
Artis solo wanita/pria, duo/grup terbaik : Indonesian Voice, Lagu: Rumah Kita, Album: A Tribute To Ian Antono.
Lagu terbaik : Bendera 1/2 Tiang, Pencipta lagu: Bim-bim & Kaka, Artis: Slank
Album terbaik : Bajakan. Artis: Slank, Produser: Slank Record
Kategori Rhytem & Blues
Karya produksi - R & B Terbaik : Marcell. Produser: Iman S., Lagu: Jangan Pernah Berubah, album: Marcell.
Kategori Dance/Techno
Karya produksi - dance/techno terbaik: Agnes monica. Produser: Ari Bias, Lagu: Bilang Saja, Album: … And the Story Goes..
Kategori Kollaborasi:
Kolaborasi non dangdut terbaik : Indonesian voice. Produser: Jan Djuhana, Lagu: Rumah Kita, Album: A Tribute To Ian Antono.
Kolaborasi dangdut terbaik : Ikke Nurjannah & Aldi. Produser: Ikke N./Aldi. Lagu: Saat Berkata, Album: Dua Dalam Satu.
Kategori Lagu Untuk Film/TV/Visual Media:
Lagu untuk film/TV/visual media terbaik : Sheila on 7. Lagu: Melompat Lebih Tinggi, Album: Pejantan Tangguh
Kategori Umum
Karya produksi terbaik : Krisdayanti. Lagu: Cobalah Untuk Setia, Album: Cahaya
Pendatang baru terbaik : Ten 2 Five. Lagu: I Will Fly, Album: I Will Fly
Album terbaik : Pejantan Tangguh, Artis: Sheila on 7, Produser: Jan Djuhana.
December 16, 2004
Untuk sementara, grup Sheila On 7 menerima empat penghargaan dari ajang AMI Awards 2004. Tiga di antaranya mereka peroleh di kategori Pop Alternatif.
Masing-masing, Duo/Grup Terbaik dengan lagu Pejantan Tangguh dari album Pejantan Tangguh; Lagu Terbaik untuk lagu Pejantan Tangguh karya Eross Candra; dan Album Terbaik Pejantan Tangguh.
Satu penghargaan lagi mereka dapat di kategori Karya/Produksi/Lagu untuk film/Televisi/Visual Media, berkat lagu Melompat Lebih Tinggi dalam album soundtrack film 30 Hari mencari Cinta.
Untuk kategori yang disebut terakhir tersebut, mereka berbagi penghargaan dengan produser eksekutif album tersebut dari perusahaan rekaman Sony Music Entertainment Indonesia, yaitu Jan Djuhana.
Usai menerima keempat penghargaan, kepada wartawan, empat personel Sheila On 7 yaitu Eross Candra, Duta Akhdiat Modjo, Saktia Ari Seno, dan Adam M Subarkah, mengungkapkan rasa syukur mereka menerima penghargaan-penghargaan itu.
Mereka juga berterimakasih kepada semua pihak yang mendukung mereka sejak mereka merilis album pertama di tahun 1999. Eross mewakili teman-temannya juga menyatakan bahwa Sheila On 7 akan menyampaikan kabar gembira kemenangan mereka itu kepada mantan drumer Sheila, Anton Widiastanto.
“Pasti Anton juga sudah menyaksikan pemberian penghargaan ini di rumahnya (lewat televisi),” ujar Duta.
Sheila On 7 masih menunggu dua penghargaan lagi, yakni penghargaan Album Terbaik dan Peramu Rekam/Mixing Enginer Terbaik atas nama Stephan Santoso, penata rekam album Pejantan Tangguh.
Kata Eross, “Kalau album kami terpilih sebagai album terbaik, kami mau bikin acara makan-makan.” (jy)
Source: Kompas
December 4, 2004
Kapanlagi.com - Sesudah putus cinta dengan vokalis band Brown Sugar, Paul, VJ MTV Indonesia, Nirina Zubair,24, kabarnya sudah dapat penggantinya. Kali ini ia dikabarkan lagi dalam tahap pendekatan denga seorang musisi juga, yakni gitaris band gaul Sheila On 7 (SO 7), Eross Chandra.
Namun, presenter berperawakan mungil ini membantah saat ditanya mengenai kabar tersebut. “Wah gosip apa lagi nih? Nggak bener tuh. Aku tuh paling nggak suka digosipin. Aku sih kenal baik aja ama dia, nggak lebih kok. Lagi pula, siapa sih yang nggak kenal Eross?” terang Nirina.
Selebihnya, dara kelahiran Madagaskar, Afrika, 12 Maret 1980 ini, menjelaskan bahwa perkenalannya dengan Eross itu lantaran profesinya sebagai VJ MTV yang kerap bertemu dengan para musisi. Belum lagi saat penggarapan soundtrack dan syuting film 30 Hari Mencari Cinta, keduanya memang kerap bertemu. Kebetulan di film itu Eross juga turut main, meski sekedar sebagai pemain cameo.
Meski sudah beberapa bulan menjomblo, Nirina mengaku masih belum punya rencana untuk mencari kekasih lagi. “Belum. Belum ada waktu aja sih. Kebetulan saya lagi banyak pekerjaan. Jadi belum mikir cari pacar lagi,” ungkapnya.
Diluar benar atau tidaknya kabar mereka berpacaran. Bila melihat sosok Nirina, sepintas potongannya mirip dengan Astrid Tiar, pemain sinetron yang juga bekas kekasih Eross. Sementara, sebelum dengan Paul, VJ yang menguasai bahasa Mandarin dan Perancis ini, pernah menjalin cinta dengan penabuh drum Element, Didi Riyadi. (isb/erl)
Source: Kapanlagi
December 2, 2004
Sheila on 7 (So7) kini memiliki drummer baru, meskipun statusnya additional player (pemain pendukung), bukan personel tetap. Namanya Brian Kresno Putra. Ia menggantikan Anton Widiastanto, yang keluar dari grup asal Yogyakarta tersebut sejak 18 Oktober 2004.
Anton Kurniawan, Manajer So7, menerangkan kepada KCM bahwa Brian dikontrak sebagai drummer pendukung So7 mulai 28 November 2004.
“Brian kami kontrak enam bulan. Kalau menurut evaluasi nanti enggak ada masalah, kontrak itu akan kami perpanjang enam bulan lagi. Begitu seterusnya, sejauh oke-oke saja,” jelas Anton di Yogyakarta, Kamis (2/12), ketika ditelepon oleh KCM di Jakarta.
Lanjut Anton, Brian dikontrak sebagai drummer pendukung, bukan personel tetap, demi kenyamanan Brian dan So7. Dibutuhkan penyesuaian dulu antara kedua pihak untuk sampai pada ikatan yang lebih kuat.
“Kita kan enggak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Kalau ternyata nanti Brian dan Sheila on 7 betul-betul cocok, ya, kami enggak menutup kemungkinan bagi Brian untuk akhirnya kami kontrak sebagai anggota tetap,” tutur Anton.
Sebelum bergabung dengan So7, Brian adalah drummer Tiket, grup yang dibangun oleh Opet Alatas, mantan pemain bas grup GIGI. Tiket sudah bubar sebelum Brian mengikuti audisi yang diadakan oleh So7 untuk menemukan drummer pengganti Anton Widiastanto.
Cerita Anton Kurniawan, So7, yang kini terdiri dari Eross Candra (gitar), Saktia Ari Seno (gitar), Adam Muhammad Subarkah (bas), dan Akhdiyat Duta Modjo (vokal), mulai mengenal Brian, yang lahir di Yogyakarta pada 22 Januari 1981, di pergelaran musik Soundrenaline 2003 di Surabaya. Ketika itu, Brian masih bersama Tiket.
Ketika mengadakan audisi untuk mendapat drummer baru, So7 mengundang Brian untuk ikut audisi. Brian tinggal di Jakarta. “Dari sejumlah peserta audisi itu, So7 menilai Brian yang paling cocok untuk mereka,” kata Anton.
Menurut kontrak, selama masa kontrak Brian tidak boleh main untuk pihak-pihak lain. Selain itu, karena berstatus pemain drum pendukung, Brian tak dilibatkan dalam proses penciptaan lagu dan pembuatan aransemen musik untuk rekaman. “Lagi pula, Sheila on 7 baru akan mengeluarkan album baru pada 2006. Pada 2005 Sheila on 7 hanya akan merilis album the best,” ungkap Anton.
Brian sudah mulai manggung bersama Eross dan kawan-kawan pada 30 November lalu di Bali. (Ati)
Source: Kompas
November 23, 2004
KONSER seru Sheila On 7 (So7) bersama Tanda Seru Bank NISP di areal Tirta Agung, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Minggu (21/11) malam berlangsung semarak. Tak kurang dari 3.000 penonton yang sebagian besar remaja putri larut dalam selusin lagu yang dimainkan band asal Jogjakarta itu. Menariknya, sejumlah penonton gadis membawa poster yang tak hanya berisi pujian terhadap So7, namun juga ajakan kawin untuk pemain gitar, Sakti. ‘’Sakti, Kawin Yo!’’ begitu salah satu poster yang ditulis spidol diacungkan di depan panggung.
Di bawah sinar bulan, konser diawali dengan penampilan Pandawa yang memainkan enam lagu dari album mereka sendiri. Penampilan band asal Bali ini mendapatkan sambutan bagus, apalagi aksi panggung mereka kian terasah dan lebih atraktif dari sebelumnya. Ketika giliran Adika dan Lucky, penyanyi Indonesian Idol naik panggung diiringi Sensation Band, penonton yang semula asyik menonton sambil duduk di rumput, sontak berdiri dan merapat ke barikade di depan panggung.
Naik panggung sekitar pukul 20.45 wita So7 yang didukung Duta (vokal), Eros (gitar), Sakti (gitar), dan Adam (bass) langsung menyapa penonton dengan lagu ‘’Sahabat Sejati’’. Hampir seluruh lagu yang dimainkan semacam ‘’Tentang Kita’’, ‘’Pemuja Rahasia’’, ‘’Itu Aku’’, ‘’Terima Kasih Bijaksana’’, ‘’Tunjukkan Padaku’’, ‘’Jadikan Aku Pacarmu’’ , ‘’Bila Kau tak Di Sampingku’’, ‘’Berhenti Berharap’’ hingga ‘’Pejantan Tangguh’’, turut dibarengi gerakan dan koor penonton.
Walau ada sebagian yang meneriakkan nama Anton, mantan pemain drum yang sudah keluar, sambutan terhadap Brian Kresno Putro sebagai additional drum tak kalah hangatnya. Bahkan penonton juga menaruh perhatian pada vokalis latar Sisca dan pemain keyboard Ferry. Duta sebagai vokalis juga kian pintar memainkan suasana dan memancing reaksi penonton. Puncaknya, So7 mengajak Lucky dan Adika bersama-sama menyanyikan lagu pamungkas ‘’Melompat Lebih Tinggi’’. (231)
Source: DenPost
November 20, 2004
KONSER seru Sheila On 7 bersama Tanda Seru Bank NISP di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bukit Ungasan, Minggu (21/11) besok tampaknya menjadi satu tontonan istimewa. Selain dibuka band Pandawa dari Bali dan dua bintang Indonesian Idol, Lucky dan Adika, ini menjadi konser pertama bagi So7 setelah keluarnya pemain drum Anton. Di Bali, So7 yang didukung Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), dan Adam (bass) akan menjajal formasi paling akhir dengan pemain drum baru, Brian Kresno Putro.
Sebagaimana ditegaskan Anton, manajer So7, belum ada rencana untuk menentukan Brian sebagai personel tetap So7. Dengan demikian statusnya adalah sebagai additional player saja, bukan anggota tetap. Yang jelas, penggemar So7 di Bali mendapat kesempatan pertama menyaksikan bagaimana ‘’Pejantan Tangguh’’ asal Jogjakarta ini menunjukkan kalau mereka tetap solid dan bertahan sepeninggal Anton.
Bagi penggemar musik, Brian sendiri bukanlah wajah baru. Pemuda kelahiran Jogjakarta, 22 Januari 1981 ini sempat memperkuat band Tiket yang sudah merilis dua album. Setelah tampil di Bali, sejumlah program pentas untuk televisi sudah menunggu Duta dan kawan-kawan.
Menurut Andyani Pusparini, corporate communication div. head Bank NISP, sampai saat ini tercatat sudah 3.000 orang lebih yang membuka rekening TANDA untuk mendapat tiket gratis menyaksikan konser So7. Pihak paniyia menyiapkan 100 kursi VIP dan tiket kelas sampai kapasitas 5.000 orang.
Dijelaskan, empat kantor Bank NISP yang ada di Bali, selama libur ini sampai 20 November tetap buka hanya untuk melayani pembukaan rekening TANDA untuk peminat yang mendapat tiket gratis nonton So7. ‘’Tanggal 21 sampai menjelang acara berlangsung, kami masih memberikan kesempatan terakhir bagi yang minat membuka rekening untuk mendapatkan tiket gratis. Kami juga membuka counter di RM Bendega, Renon, untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan tiket gratis,’’ demikian Andyani. (231)
Source: DenPost
November 15, 2004
Gawat!!! Sheila On 7 (beneran) tinggal berempat! Terhitung 18 Oktober 2004 lalu Anton, sang drummer, cabut dari formasi band. Nggak seperti beberapa waktu lalu, kali ini sifatnya permanen. Ada apa sih? Berikut ini petikan penjelasan Eross dan Anton sendiri soal hal ini.
EROSS
Langsung aja nih, bener nggak sih Anton keluar dari Sheila On 7?
Mmmm…., gimana ya. Bener sih! Anton udah nggak ada di formasi Sheila On 7 lagi sejak pertengahan Oktober 2004.
Emangnya kenapa sih?
Sebenernya sih, hal ini lebih disebabkan keadaan. Sejak album ketiga dirilis, kami semua udah punya kesepakatan untuk ngebikin peraturan. Peraturan itu harus dipenuhi sama seluruh anggota band biar jalannya SO7 lebih terarah. Kalo nggak, mengundurkan diri jadi konsekwensi yang harus dipenuhi.
Kebetulan, ada beberapa poin yang nggak bisa dipenuhi sama Anton. Dan, itu jadi penyebab kenapa Anton nggak ada lagi sama-sama kami.
Yang perlu diingat, ini bukan pemecatan. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan kami bersama. Jadi, bukan lantas tiba-tiba kami ngeluarin Anton. Ini murni karena keadaan.
Trus, Antonnya gimana tuh?
Kalo aku sih masih ngobrol sama dia. Bahkan beberapa kali nongkrong bareng. Jadi, aku pikir nggak ada apa-apa. Kami masih berteman kok. Tapi, nggak tau juga ya apa yang dia rasain.
Tapi, kalo aku pikir, ini emang jalan yang terbaik. Soalnya, kami ngerasa kalo Anton emang udah nggak satu visi sama kami. Kami punya banyak rencana jangka panjang, yang mungkin nggak sesuai sama apa yang dia pikirin.
Sebenernya sih, perbedaan ini udah rada lama juga. Tapi, saat itu masih bisa diselesaikan dan Anton-nya juga mau mencoba. Sekarang, kondisinya udah beda.
Kondisi SO7 paska keluarnya Anton gimana?
Kami bakal tetep jalan. Tetep berjuang berempat. Sementara, kami mutusin buat nggak nambah personil.
Buat manggung, kami make additional drummer. Ada beberapa nama yang sempet bantuin kami. Ada Kiky “Es Nanas”, Brian eks “Tiket”, dan beberapa nama lain.
ANTON
Ceritain dong soal keluarnya kamu dari Sheila On 7?
Aku nggak keluar atau mengundurkan diri secara sukarela. Aku dipecat…
Lha? Katanya keluarnya kamu itu karena udah ada kesepakatan bersama? Menurut Eross, semenjak kejadian vakumnya kamu dulu itu, di antara kalian ada semacam peraturan untuk mencegah hal itu terjadi lagi. Dan keluarnya kamu sekarang ini adalah konsekuensi dari peraturan itu…?
Hmmm… Aku nggak inget peraturan mana yang dia maksud itu. Yang jelas, sebelum aku dipanggil tanggal 18 Oktober lalu untuk meeting sama mas Anton (manajer, RED.), nggak pernah ada omong-omongan soal aku ngelanggar peraturan atau teguran atau apalah. Jadi ya aku taunya mau dikeluarin itu, ya pas meeting sama mas Anton itu. Itu aja aku berasa aneh. Dibilangnya meeting anak-anak semua, eh pas aku sampe yang ada cuma mas Anton sama si Adam….
Kalo menurut kamu sendiri, apa yang bikin kamu dikeluarin dari Sheila?
Jujur aja aku nggak tau persisnya. Wong pas meeting itu pun aku nggak dijelasin salahku di mana persisnya, kok. Jadi begitu ketemu, aku langsung diminta ngundurin diri. Dikasih surat pengunduran diri dan disuruh tandatangan…
Sebelum sampe ke hari itu, kronologi-nya gimana?
Nggak ada yang aneh kok. Abis nyelesein tur Sumatera dan Kalimantan, aku sempet minta cuti sebentar. Ke Malaysia, nonton MotoGP. Itu pun nggak lama dan seinget aku, aku udah sempet bilang jauh sebelumnya. Jadi harusnya nggak ada masalah dong?
Trus, kamu terima aja keputusan itu?
Ya mau gimana lagi? (Suratnya) Udah aku teken. Lagian, kalo emang mereka yakin keputusan ini yang terbaik buat Sheila On 7, ya aku dukung semampuku. Kan gimanapun band ini terbentuk dari mimpiku juga… (*)
November 6, 2004
GARA-GARA ketemu di pesawat, Sarah Diorita dan Eross Candra akrab. Waktu itu Sarah mau pulang kampung, Lyon, Perancis. Sedang Eross bareng Sheila on 7-nya nge-job di Singapura. Berangkat dari Yogya, mereka satu pesawat. Setelah ngobrol ngalor ngidul, mereka cocok.
“Kami banyak ngomongin soal rumah. Mamaku mau beli rumah di Yogya, sedang Eross mau pindah dan rumahnya yang sekarang mau dijual. Itu faktor yang kemudian membuat kami jadi dekat,” kata Diorita, indo dari mama Perancis dan papa Jawa itu.
Jadi gimana hubungan kamu dengan Eross?
“Ya… saat ini masih sekadar just friend kok. Gimana-gimananya liat perkembangan ke depan aja deh. Aku nggak liat Eross sebagai orang terkenal dan personel Sheila. Tapi yang jelas aku seneng Eross karena orangnya lucu…,” beber cewek yang menguasai 4 bahasa: Perancis, Inggris, Indonesia dan Mandarin ini.
Tiga bulan Diorita di Perancis. Ternyata dia selalu kangen Yogya. “Yogya itu banyak tempat eksotis. Orang-orangnya juga selalu membuat aku kangen. Percaya nggak? Anak muda Yogya itu lebih mandiri dari remaja Perancis! Ya, soalnya anak muda di sini banyak yang bikin usaha sendiri, kayak distro, studio fotografi, butik, event organizer, juga film. Di Perancis nggak kayak gitu,” kata Sarah. (AB Prass)
Source: Minggu Pagi
November 4, 2004
Anton Widiastanto, drummer Sheila On 7 mengaku dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri. Ia merasa dipecat tanpa alasan yang jelas. Tapi pihak SO7 mengaku sudah banyak memberi waktu toleransi untuk Anton.
Kesedihan masih tergambar jelas di wajah Anton Widiastanto (25). Maklum, saat ini harus menghadapi masalah yang begitu berat sepanjang hidupnya, dipecat dari SO7. Apesnya, ia belum paham kesalahan apa yang dilakukan hingga muncul keputusan itu. “Aku belum menemukan penyebabnya.” Yang pasti, sejak ada keputusan itu, ia jadi susah tidur dan sering terbangun tengah malam dengan jatung berdebar-debar, serta keringat dingin.
Kabar pemecatan itu diterima Anton 18 Oktober lalu. Kala itu ia mendapat undangan meeting dari manajer SO7, Anton Kurniawan. Tak tahunya, malam itu ia hanya ditemui manajernya serta Adam. Anton langsung disodori surat pengunduran diri.
Anton kaget. Pasalnya, ia tak pernah bikin surat itu. Saat dibaca, ternyata pengunduran itu atas keinginan empat personel Sheila (Duta, Adam, Eros, Sakti, Red.) dan Mas Anton. “Karena ini keinginan mereka, mau enggak mau aku tandatangani.”
Pertemuan yang berlangsung hanya setengah jam itu tampak kaku. Anton juga jadi malas bertanya, lantaran merasa tak ada gunanya. “Mungkin ini demi kebaikan Sheila.” Surat pengunduran diri itu, sampai saat Anton ditemui masih disimpan manajeman SO7 lantaran Sakti belum tanda tangan.
BUKAN ANTI KRITIK
Salah satu poin dalam surat tersebut, Anton dinilai tidak disiplin. Tapi itu dibantah Anton. Sejak istirahat tahun 2002 lalu, Anton sudah berusaha memperbaiki kekurangannya. Ia pun selalu mengikuti semua kegiatan SO7. Mulai dari tur, pemotretan sampai wawancara.
Anton menambahkan, saat ia minta istirahat selama sebulan tahun 2002 lalu juga “dipelintir,” seakan-akan ia mengundurkan diri. Anton beralasan minta istirahat lantaran capek dan jenuh setelah tur ke 30 kota. “Kebetulan tak ada job dan mereka mengizinkan.Tapi berita yang beredar, kok, malah begitu.” Sejak itu, muncul kekhawatiran, jika lalai, suatu saat ia bakal dipecat.
Kekhawatiran Anton tak meleset. Setelah tur Sumatra dan Kalimantan, ia pergi ke Malaysia untuk nonton Motor GP bersama teman-temannya dari kelompok penggemar Ducati. Pulang dari Malaysia, Anton sempat demam selama tiga hari. “Padahal yang aku tahu, setelah tur ke Sumatra dan Kalimantan, Sheila baru punya jadwal tur lagi tahun depan.”
Omongan Adam bahwa ia anti kritik juga dibantahnya. “Teman-teman sudah tahu sifat asliku. Sebelum dikritik, aku malah tanya dulu, apa yang perlu diperbaiki dari penampilanku. Makanya aku heran ada ucapan itu.”
Anton merasa, ada tanda tanya besar di balik pemecatan itu. Pasalnya ia tak tahu kesalahan yang dilakukan sementara hukuman yang diterima begitu berat. “Kalau memang penampilanku sudah berubah, aku, kan, bisa memperbaiki. Aku juga bisa introspeksi.”
SEWAKAN STUDIO
Diakui, selama ini di tubuh Sheila memang sering terjadi konflik. Tapi ia menganggap itu masih wajar. Tak mudah memang menyatukan lima kepala. “Tapi selalu bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. Karena itu memang prinsip yang dulu kami anut.”
Lalu kenapa muncul pemecatan itu? Anton tak mau menduga-duga, misalnya ada temannya yang tak suka. “Kalau toh, ada yang tak suka, aku selama ini memilih menyesuaikan dengan dia. Aku enggak mau konflik,” jelas Anton.
Setelah dipecat dari Sheila, Anton ingin segera merampungkan studio musiknya. Studio itu, nantinya akan disewakan. “Ibaratnya, kembali ke asal. Hidup di kampung. Yang penting bisa makan.”
Sementara menurut Eros Chandra, Anton dinilai tak bisa mengikuti perkembangan SO7. Kini SO7 bukan band sekolah lagi. Melainkan band profesional. “Siapa yang enggak siap bisa bikin fatal lainnya,” jelas pentolan di SO7 ini.
Eros menilai, Anton tidak menempatkan SO7 sebagai prioritas utama. Kadang perhatian Anton justru tercurah ke hobi otomotif. Absennya Anton di beberapa kesempatan jelas membuat anggota lainnya kelimpungan.
Eros juga menilai Anton kurang sreg dengan jadwal yang padat. Selama tur, Anton selalu mengeluh saat ada acara jumpa pers atau jumpa penggemar. “Ia memang sempat cerita tidak nyaman menjadi artis,” jelas Eros seraya menambahkan keputusan mengeluarkan Anton tidak diputuskan secara mendadak.
Sejak tersiar kabar penguduran diri tahun 2002 lalu, Anton sudah diberi kesempatan memperbaiki diri. “Kami sudah diskusi. Bahkan dia sudah dua kali menandatangani surat. Kami tak bisa memaksa. Tidak bagus juga buat dia,” papar Eros.
Duta menambahkan, kejadian tahun 2002 itu sudah menjadi acuan. “Bila melanggar, dia bersedia untuk mengundurkan diri,” kata Duta. Jadi, Shelia sudah memberi waktu Anton untuk memperbaiki diri.
Meski kini Anton tak lagi menjadi bagian dari SO7 tetapi ia masih mendapat royalti seumur hidup. Ia juga berhak investasi di perusahaan SO7. “Ia akan segera mendapatkan hak- haknya,” tandas Duta.
Source: Tabloid Nova
November 3, 2004
Setelah penggebuk drumnya, Anton Widiastanto, pergi, grup Sheila on 7 (So7) bertekad untuk terus berjalan dengan formasi empat orang saja. Tapi, bagaimanapun grup yang sekarang beranggotakan Duta, Sakti, Adam, dan Eross ini tetap butuh seorang drummer. Untuk itulah mereka menggelar audisi mencari pengganti yang tepat. Setelah melakukan tes pada beberapa pendaftar, untuk sementara So7 menjatuhkan pilihan pada Brian, mantan drummer Tiket.
“Kami sudah melakukan audisi. Sebab kami kan punya jadwal agenda kerja yang lumayan banyak. Kalau belum menemukan drummer maka program bisa terhambat. Setelah diberi serangkaian tes, maka kami memutuskan untuk sementara ini memakai Brian”, kata Anton Kurniawan, manajer So7.
Dipilihnya Brian bukan lantas menjadikan dia sebagai salah satu anggota band asal Jogja ini. Sebab So7 memang tak pernah berniat menggantikan posisi Anton. “Status Brian masih sebagai additional drummer dan itu berlaku selamanya. Sebab So7 memang tidak berniat menggantikan posisi Anton. Kalau nanti Brian dianggap kurang cocok ya dia akan digantikan oleh orang lain. Dan orang lain itu masih diberi status sebagai additional player”, imbuh Anton.
Terpilihnya Brian bermula dari rekomendasi Adam. “Brian tuh teman dekatnya Adam. Dia ngerasa permainan drum Brian cocok buat anak-anak So7. Ternyata memang benar, sejauh ini anak-anak merasa nyaman bermain bersama dia”, lanjut Anton.
Untuk terus menyelaraskan permainan, sudah tiga hari ini anak-anak So7 berlatih bersama Brian. “Ya kami harus sering latihan bersama. Sudah tiga hari ini setiap malam kami latihan ngeband bersama. Biar permainan bisa segera kompak dan Brian bisa masuk ke gaya anak-anak. Ini penting, soalnya setelah Lebaran nanti kami sudah harus manggung di beberapa tempat. Kalau nggak kompak kan lucu, bisa merusak reputasi”, terang Anton.
Sementara itu, setelah tak lagi bergabung bersama So7 Anton Widiastanto masih belum tahu akan akan melakukan proyek apa. Yang terdekat, cowok berumur 25 tahun ini mengaku ingin segera mewujudkan pembangunan studio musik. “Sekarang rencana terdekatku ya bangun studio musik. Lumayan lah kalau sudah jadi, bisa disewakan. Rencana jangka panjang, aku masih ingin terus di dunia musik, sebab ini duniaku”, kata cowok yang mengaku diminta mengundurkan diri, bukan mengundurkan diri secara sukarela dari So7 ini.
Source: JawaPos
November 1, 2004
PERSONEL Sheila on 7 (So7) mengaku puas dan senang setelah Anton Widiastanto (drumer) menyatakan mengundurkan diri secara resmi 18 Oktober 2004 lalu.
‘’Semua itu atas kehendak Anton sendiri bukan karena orang lain,'’ jelas Adam yang didampingi Duta, Sakti, dan Eross kepada wartawan di Yogyakarta, kemarin.
Menurut Duta, selama ini yang muncul di koran selalu dari pihak Aton sehingga pihak manajemen perlu memberi penjelasan agar beritanya seimbang.
Adam menambahkan, surat pengunduran diri Anton ditandatangani di hadapannya. Ketika Adam menanyakan, Anton langsung menjawab bahwa keputusannya itu serius.
Menurut personel So7, sebenarnya sejak bergabung sikap Anton semula sangat baik. “Tetapi entah karena apa, terutama sejak dua tahun lalu, Anton sering mangkal.”
Sejak itulah Anton sering melanggar dengan sikap kurang disiplin, sementara So7 masih mempunyai tanggungan terhadap produser. ‘’Terus terang kami tidak hanya menggantungkan satu orang saja. Tetapi kami bersyukur, ternyata Anton menyadari kesalahannya sehingga dengan suka rela ia menyatakan mengundurkan diri,'’ jelas Duta.
Ketidakharmonisan itu, lanjut dia, sebenarnya sudah tampak jelas ketika Adam sebagai teman main Anton merasakan irama yang dimainkannya tidak sama. Kesan ini sebenarnya sudah pernah disampaikan orang lain, tetapi Adam tetap mencoba menyamakan irama yang dimainkan Anton.
Tetapi kayaknya sulit untuk dipadukan, bahkan untuk menyelesaikan perbedaan itu keduanya sampai berdiskusi. Dari diskusi itu, Anton baru menyadari kalau memang ada perbedaan. ‘’Dari situlah akhirnya Anton memilih mundur,'’ jelas Adam.
Yang jelas sejak mundurnya Anton dari So7, kini Duta, Adam, Eross dan Sakti mengaku puas. Yang dipikirkan sekarang adalah bagaimana band papan atas tersebut bisa tetap eksis meski tanpa Anton.
Untuk mewujudkan hal itu, pihak So7 kini sedang memburu drumer andal untuk mengisi posisi Anton. ‘’Meski tidak bersatu lagi, kami tetap sahabat Anton dan selalu menyayanginya,'’ ujar Duta. (Sugiarto-81)
Grup dan manajemen Sheila on 7 boleh saja mengatakan bahwa Anton Widiastanto (25), sang drummer, mengundurkan diri. Tapi, Anton berkeras bahwa ia dikeluarkan.
Seminggu setelah pulang dari menonton balap sepeda motor di Sepang, Malaysia, bersama beberapa temannya sesama penggemar olahraga tersebut, Anton terkejut.
Ia diminta untuk menghadiri sebuah pertemuan tentang dirinya, di kantor manajemen Sheila on 7 di Yogyakarta. Ia tambah kaget ketika pada pertemuan 18 Oktober 2004 itu ternyata ia, dalam istilahnya, diberhentikan dari grup tersebut.
Cerita Anton, yang akhir minggu lalu sedang berada di Yogyakarta ketika ditelepon oleh KCM, di kantor Sheila on 7 ketika itu cuma ada Adam M Subarkah (bas) dan Anton Kurniawan (manajer). “Aku langsung disodori surat pengunduran diri, yang di dalamnya ada sejumlah alasan mengapa aku harus mengundurkan diri dan pernyataan bahwa surat pengunduran diri itu sepengetahuan semua personel lain Sheila on 7 dan manajer Sheila on 7,” tutur Anton.
Tentu saja Anton tambah terkejut. “Gimana enggak kaget? Akhir September-awal Oktober kami baru tur ke empat kota Sumatera dan Kalimantan dalam rangka album Pejantan Tangguh. Selama tur, kami baik-baik saja, enggak ada masalah. Eh, tahu-tahu, aku dipecat,” ucapnya.
Terang Anton, ada enam hal yang menyebabkan ia harus keluar dari grup yang dilahirkan pada 6 Mei 1996 oleh Akhdiyat Duta Modjo (vokal), Eross Candra (gitar), Saktia Ari Seno (gitar), Adam, dan dirinya itu. “Salah satunya, aku enggak disiplin,” ungkapnya.
Di luar enam hal itu, lanjut Anton, ia dibilang tak bisa dikritik. Cutinya dua tahun lalu, karena ia sedang mengalami masalah pribadi sehingga perlu penyegaran di luar grupnya, pun diangkat lagi ke permukaan.
Anton mengaku membela diri juga atas tuduhan tersebut. “Aku bilang, gimana aku bisa melanggar kedisiplinan? Kedisiplinan aku jadikan patokan, pegangan,” ujarnya. “Soal cuti dua tahun lalu itu, aku bilang, sebelum cuti kan aku sudah minta persetujuan personel-personel yang lain dan mereka enggak keberatan,” sambungnya.
Namun, kata Anton, pembelaan tersebut sia-sia, karena yang dilawannya adalah keputusam empat personel lain Sheila on 7 dan manajemen grup itu. “Ya, sudah, akhirnya aku menandatangani surat itu.
Karena merasa tak pernah membuat surat tersebut dan tidak pernah meminta dibuatkan surat itu, tegas Anton, “Aku enggak mengundurkan diri. Aku dikeluarkan.”
Anton mengaku sedih harus meninggalkan Sheila on 7. “Sayang dong. Aku masih ingat, waktu kami masih sama-sama di SMA, main di kampus, sekolah, festival. Kayaknya baru kemarin,” ucapnya. “Tapi aku enggak mau larut dalam kesedihan. Life must go on,” sambungnya. “Ya, hitung-hitung, aku sekarang penggemar mereka,” imbuhnya.
Anton berharap, penggantinya kelak, drummer tetap atau drummer pendukung (additional drummer), harus bisa menjadikan Sheila on 7 lebih berhasil.
Ia sendiri berniat mewujudkan cita-citanya yang belum tercapai, yaitu membuka usaha penyewaan studio musik di kediamannya di Yogyakarta. “Aku sudah mulai cari alat-alat musiknya. Untuk itu aku masih berkomunikasi dengan Eross dan Adam lewat SMS,” kisahnya.
Ia belum berpikir untuk membentuk grup baru. “Kalau diminta membantu rekaman artis-artis musik lain, misalnya, aku mau,” ujarnya.
Dari Sony Music Entertainment Indonesia, perusahaan rekaman yang mengontrak Sheila on 7, Anton masih akan menerima royalti dari penjualan empat album Sheila on 7, yaitu Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan, 07 Des, dan Pejantan Tangguh, serta album soundtrack film layar lebar 30 Hari Mencari Cinta, yang juga digarap oleh grup tersebut. (Ati)
Source: Kompas
October 29, 2004
Anton Widiastanto (25), drumer band gaul Sheila on 7 akhirnya cabut setelah ia mengajukan pengunduran diri. Anton mengundurkan diri disaat band asal Yogya ini tengah menjalani tur panjang album Pejantan Tangguh. Demikian diungkapkan oleh Anton Kurniawan, manajer Sheila on 7 (So7).
“Sebenarnya sejak 18 Oktober lalu, Anton telah mengajukan surat yang berisi pengunduran diri. Kenapa baru kami umumkan saat ini, karena kita musti menyiapkan segala sesuatunya. Apakah So7 akan mencari band pengganti atau tidak. Semuanya harus diselesaikan secara intern terlebih dahulu,” jalas Anton.
Menurut Anton, drumer berambut gondrong itu mengundurkan diri lantaran jiwanya sudah tidak 100% ke So7. Selain itu, ia dianggap sudah tidak disiplin lagi dalam menjalani latihan. “Dia agaknya sudah jenuh dengan So7. Jiwanya sudah 100% nggak di band ini. Makanya dia agak-agak kurang disiplin dalam mengikuti jadwal yang sudah kami tentukan,” kisah Anton.
Kabar bakal cabutnya Anton dari band pencetak belasan hits ini, sebenarnya sudah berhembus sejak dua tahun silam. Saat itu So7 tengah menjalani promo tur album So7, 7 Desember, Anton tiba-tiba menghilang. Akibatnya posisi dia digantikan oleh additional player.
Namun sas-sus keluarnya Anton segera mereda setelah ia kembali bergabung dengan empat rekannya: Duta (vokal), Sakti (gitar), Adam (bass) dan Eross (gitar), dan sempat melahirkan dua album: soundtrack film “30 Hari Mencari Cinta” (2003) dan “Pejantan Tangguh” (2004).
Saat Anton menghilang, kabarnya ia tengah jenuh main band. Dan ia lebih meluangkan waktu untuk mengutak-atik Ducati, motor kesayangannya. Waktu itu, dia tengah jebuh, dan ia hanya main-main dengan motor kesayangannya,” jelas lelaki kelahiran 30 Januari 1979 ini.
Sejauh ini So7 tak berniat mencari pengganti Anton. Mereka memutuskan untuk jalan berempat saja. Posisi drummer selamanya akan diisi oleh additional player. Sudah dua hari ini pihak managemen melakukan audisi. Siapa berminat..?
Source: IndonesiaSelebriti
“Lega,” kata Eross Candra, gitaris Sheila on 7, dan Akhdiyat Duta Modjo, vokalis grup itu, tentang tak bergabungnya lagi Anton Widiastanto, sang drummer, dalam grup tersebut.
Pengakuan itu disampaikan oleh keduanya sekaligus mewakili dua personel lain Sheila on 7 yang juga hadir, yaitu Saktia Ari Seno (gitar) dan Adam M Subarkah (bas), dalam jumpa pers yang diadakan oleh manajemen Sheila on 7, Jumat (29/10), mulai pukul 17.30 WIB, di Java Cafe & Resto, Yogyakarta.
Seperti sudah diberitakan oleh KCM, manajemen Sheila on 7 mengatakan bahwa Anton mengundurkan diri dari grup tersebut pada 18 Oktober 2004 di Yogyakarta.
Dilaporkan oleh David dari Radio Sonora Yogyakarta, yang hadir dalam jumpa pers itu, memang kelegaanlah yang dirasa oleh pihak Sheila on 7 tentang keluarnya Anton.
“Kami sudah berusaha bertahan (bersama Anton), tapi ternyata enggak bisa,” tutur Eross. “Keputusan ini enggak akan diambil kalau band ini solid. Dari luar saja band ini kelihatan solid, padahal di dalam enggak,” sambungnya tentang kondisi grup yang dibentuk pada 6 Mei 1996 di Yogyakarta itu.
Dalam jumpa pers yang tak menghadirkan Anton itu ditegaskan bahwa tak ada alasan bagi Anton untuk mengatakan bahwa dirinya dikeluarkan, bukan mengundurkan diri atau keluar.
“Dia sudah enggak mampu mengikuti kesepakatan bersama, otomatis dia sudah keluar, dia enggak punya alasan untuk bilang bahwa dia dikeluarkan,” ucap Adam. “Dia mengundurkan diri tanpa tekanan dari siapa-siapa,” tegas Adam.
Disepakati, ada sejumlah hal yang harus dijalani oleh para personel Sheila on 7, antara lain disiplin, menomorsatukan kepentingan band, dan bekerja baik dalam tim. Anton dinilai sudah tidak sanggup lagi untuk mewujudkannya.
Cutinya Anton sekitar dua tahun lalu untuk kepentingan pribadi pun dilihat sebagai salah satu pelanggaran dan hal itu diungkapkan kembali dalam jumpa pers yang sama.
Eross mengutarakan pula bahwa Anton tidak bisa dikritik. “Banyak yang mengeluhkan sinergi rhythm section Sheila on 7. Kata mereka, Anton dan Adam mainnya kurang klop. Waktu Adam bilang tentang itu ke Anton, Anton malah omong, ’Sudah, kamu main saja, aku juga main’,” cerita Eross.
“Dalam band enggak boleh ada istilah aku. Kecuali dalam mencipta lagu, okelah,” sambungnya. “Apalagi untuk show, semua harus membuat semua nyaman,” tambahnya.
Dengan keluarnya Anton, kata Duta, soal hak dan kewajibannya, termasuk yang berkenaan dengan harta bergerak dan tidak bergerak, sudah dihitung. “Semua yang berhak dia dapatkan kembali, akan kami pulangkan ke dia, sesegera mungkin,” ujar Duta. Soal jumlahnya, pihak Sheila tidak bersedia menyebutkannya.
Dari Sony Music Entertainment Indonesia pun Anton masih menerima royalti dari penjualan empat album Sheila on 7 yang melibatkannya, yaitu Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan, 07 Des, dan Pejantan Tangguh, serta album soundtrack film layar lebar 30 Hari Mencari Cinta, yang juga digarap oleh Sheila on 7 ketika Anton masih berada di dalamnya.
Tentang tak dilibatkannya Anton dalam jumpa pers yang dihadiri oleh wartawan-wartawan dari Yogyakarta dan sekitarnya serta Jakarta itu, Duta melihatnya justru sebagai kesempatan bagi pihak Sheila on 7 untuk memberi klarifikasi sehubungan dengan pernyataan-pernyataan Anton.
Menurut Duta, Anton sudah sering menyudutkan pihak Sheila on 7 dengan pernyataan-pernyataannya dalam sejumlah tayangan infotainment. “Entah Anton yang omong sendiri, atau ada yang memprovokasi dia, kami enggak tahu,” imbuh Duta.
Selain itu, kata Duta lagi, “Rasanya sudah enggak mungkin kami semeja lagi dengan dia.” (Ati)
Source : Kompas
October 28, 2004
Yogyakarta - Kabar mundurnya Anton, penggebuk drum Sheila On 7, tidak membuat grup band asal Yogyakarta itu bingung apalagi kacau. Alasannya, keinginan Anton Widiastanto untuk mundur sudah diketahui sejak lama baik oleh para personel maupun Anton Kurniawan selaku manajer.
‘’Kabar itu benar dan atas permintaan Anton sendiri. Bukan dari kawan-kawan,'’ kata Anton Kurniawan ketika ditemui Suara Merdeka di markas Sheila On 7 di Jalan Atmosukarto 17 Kotabaru, Yogyakarta, kemarin.
Menurut dia, apabila ada berita bahwa pengunduran Anton itu karena adanya penekanan dari kawan-kawan Sheila On 7, itu sama sekali tidak benar. Yang jelas dalam surat pengunduran diri yang ditandatangani Anton, tertanggal 18 Oktober 2004 murni atas kehendak Anton sendiri bukan karena orang lain.
Anton Widiastanto, lanjut dia, memang pernah diperingatkan teman-temannya karena malas dan sering bertindak semaunya sendiri. Tetapi ketika diingatkan, pada awalnya Anton menurut dan rajin latihan bareng. Tetapi tidak lama kemudian, sifat itu kambuh lagi dan ini sering dilakukan Anton.
Kasus mangkalnya Anton itu, tambahnya, sebenarnya sudah terjadi dua tahun lalu atau tepatnya November 2002. Saat itu Sheila on 7 sedang banyak-banyaknya show ke luar kota, tiba-tiba Anton bilang tidak bisa bergabung dengan alasan yang tidak jelas.
Suasana demikian ini, tentunya sempat membuat Adam, Eros, Sakti, dan Duta bingung serta kalang-kabut untuk mencari pengganti Anton. Kemudian posisi Anton digantikan Kiki dari El Nanas. Setelah tur selesai Anton kembali bergabung.
Lapang Dada
Melihat pengalaman seperti itu, pihak manajemen Sheila On 7 tidak mau kasus dua tahun lalu terulang lagi. Tampaknya kegelisahan teman-teman Sheila on 7 ini, sempat tercium Anton.
Kemudian dengan keputusan yang cukup bijak Anton dengan lapang dada memilih mundur. ‘’Jadi kalau ada yang mengatakan lain, itu sama sekali tidak benar.'’
Ketika ditanya posisi Anton nanti bakal diisi siapa, pihak manajemen sendiri meski belum berani bicara secara terbuka, sepertinya sudah mempunyai orang yang bakal menggantikannya.
‘’Ya jelas penggantinya juga dari grup band Yogyakarta dan dia pernah bermain sama kita. Penggantinya baru taraf mengisi saja, jadi belum secara utuh masuk dalam personil Sheila On 7.'’
Kabar yang beredar dikalangan musisi Yogyakarta, posisi Anton sepertinya akan diisi Kiki, penabuh drum El Nanas. Namun ketika Suara Merdeka menemui Kiki di Studio Rekaman Alamanda, Gejayan, Yogyakarta, dia dengan santun mengatakan tidak tahu karena pihak manajemen Sheila On 7 belum pernah menghubunginya. (sgt-81)
Kini grup tenar Sheila on 7 “hanya” terdiri dari Duta (Akhdiyat Duta Modjo, vokal), Eross Candra (gitar), Saktia Ari Seno (gitar), dan Adam M Subarkah (bas). Anton Widiastanto, sang drummer, telah keluar.
Diterangkan oleh juru humas grup dan manajemen Sheila on 7, Philosofy Akbar, Anton telah mengundurkan diri pada 18 Oktober 2004. “Pada 18 Oktober itu Anton dan pihak Sheila on 7 telah menandatangani surat pengunduran diri Anton,” terang Philos ketika dihubungi oleh KCM lewat telepon kantor manajemen Sheila on 7 di Yogyakarta, Kamis (28/10).
Dalam kurang dari seminggu sebelumnya, lanjut Philos, Anton dan pihak Sheila on 7 telah mengadakan dua kali pertemuan, yang berujung keputusan tersebut. “Anton mengundurkan diri atas inisiatifnya sendiri. Ia tidak diberhentikan,” tegasnya.
Alasan Anton tak lagi bergabung dengan Sheila on 7, “Bersifat pribadi,” kata Philos. Namun, katanya lagi, cutinya Anton pada 2003 dengan alasan yang lebih membela kepentingan pribadi, memiliki andil juga kepada apa yang terjadi kemudian.
“Waktu itu Anton cuti dengan alasan yang kami anggap tidak masuk akal, lebih untuk kepentingan pribadi. Itu termasuk melanggar peraturan yang berlaku untuk grup dan manajemen Sheila on 7. Kami kan di sini bekerja, terikat kontrak dengan pihak-pihak lain, termasuk perusahaan rekaman Sony Music di Jakarta, dan ada target-target yang harus kami capai,” papar Philos.
Dengan keluarnya Anton, hak dan kewajibannya sebagai personel Sheila on 7 berakhir sudah per 18 Oktober lalu. “Tapi, tentu saja, dia masih akan menerima royalti dari penjualan album-album Sheila on 7 yang melibatkan dia. Sony Music yang mengaturnya,” imbuh Philos yang menerangkan pula bahwa pihak Sony Music sudah diberi tahu tentang Anton.
Sheila on 7, yang dibentuk pada 6 Mei 1996 di Yogyakarta, hingga kini telah merilis empat album–Sheila on 7 (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000), 07 Des (2002), dan Pejantan Tangguh (2004). Di luar itu mereka mengeluarkan album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta (2004).
Sejak Anton keluar, grup Sheila on 7 menetapkan bahwa untuk seterusnya mereka akan tetap berempat saja. “Mereka tidak akan mencari drummer pengganti yang akan mereka jadikan personel. Mereka hanya akan memakai additional drummer (drummer pendukung),” tegas Philos.
Selama empat hari belakangan ini para personel Sheila on 7, yang dalam bulan puasa ini memang sedang tidak memiliki kegiatan keprofesian kecuali untuk perorangan, telah mengadakan audisi di studio Sheila on 7 di Yogyakarta untuk menemukan drummer pendukung. Audisi itu masih akan berjalan.
Jumat (29/10), di Java Cafe, Yogyakarta, menjelang berbuka puasa, akan diadakan jumpa pers tentang pengunduran diri Anton. Para personel Sheila on 7, yaitu Duta, Eross, Sakti, dan Adam, akan hadir. Di lain pihak, kata Philos, Anton belum memastikan diri untuk datang. (Ati)
Source: Kompas
October 26, 2004
Penabuh drum grup musik Sheila on 7, Anton Widiastanto, secara resmi mengundurkan diri, terhitung tanggal 18 Oktober 2004, tulis situs resmi band asal kota Yogyakarta tersebut.
Melalui situs itu, yang diakses Gatra.com, Selasa di Jakarta, Sheila on 7 menjelaskan bahwa posisi drummer kini kosong.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari grup musik asal Yogyakarta ini maupun dari perusahaan rekaman Sony Music Indonesia, seputar mundurnya Anton.
Meski tanpa drummer, Sheila on 7 mencoba meyakinkan para penggemarnya –SheilaGank– bahwa dengan empat personil mereka yang tersisa, masing-masing Adam, Duta, Eross dan Sakti, mereka tetap bermusik di SO7.
Sementara ini, possi drummer diisi oleh seorang pemain tambahan (additional player) yang saat ini dalam tahap audisi. [EL]
Source: Gatra
October 7, 2004
Pontianak,- Rabu malam ini mulai pukul 20:00 WIB, para pejantan Sheila on 7 akan membuktikan kualitas mereka sebagai kelompok musik papan atas Indonesia di Stadion Sultan Syarif Abdurahman, Pontianak. Grup musik asal Yogyakarta dihadirkan LA Lights ini dipastikan menemui Sheila Gank Pontianak mengusung album ke empat mereka, Pejantan Tangguh.
Seperti konser mereka ditajuk LA Light Concert Sheila on 7 “Pejantan Tangguh” di Padang dan Ketapang lalu, Duta dkk akan tampil maksimal selama dua jam. Untuk lebih dekat dan lebih berinteraksi dengan penonton, LA Lights didukung penyelenggara lokal Gaya Production menyiapkan peralatan super canggih, fireworks, dan giant screen.
Sound system yang disiapkan berkekuatan sebesar 150 ribu watt dan lighting sebesar 100 ribu watt. Konser rencananya juga dimeriahkan dengan pesta kembang api. Selain itu harga tiket dipatok murah hanya Rp 10 ribu.
Di penampilannya malam ini, Duta (Vocal), Eross (Gitar), Sakti (Gitar), Adam (Bass), dan Anton (Drum) akan membawakan lebih 15 lagu hits yang diambil dari album pertama hingga album baru mereka, Pejantan Tangguh. Beberapa lagu yang diperkirakan menemani Sheila Gank malam ini di antaranya Menyelamatkanmu, Generasi Patah Hati, Sahabat Sejati, Pemuja Rahasia, Jangan Beritahu Niah, Tunjukkan Padaku, T’rimakasih Bijaksana, Pria Kesepian, Itu Aku…, Tunggu Aku Di Jakarta, Sephia, Berhenti Berharap, Bila Kau Tak Disampingku, Pejantan Tangguh, Kita, J.A.P, Melompat Lebih Tinggi, Seberapa Pantas.
Mengantisipasi membludaknya keinginan Sheila Gank menyaksikan aksi Sheila on 7, promotor lokal mulai siang ini masih membuka ticket box di lokasi pementasan. Mulai pagi hari, Gaya Production juga akan melayani penukaran voucher tiket di masing-masing ticket box.
Disela-sela kesibukan mempersiapkan diri untuk tampil pada konsernya, Selasa sore kemarin, Duta dkk menyempatkan diri mendatangi panti sosial. Di sana ke lima personil ini berinteraksi dengan penghuni Panti Asuhan A Yani. Ternyata tak sedikit penghuni panti yang juga nge-fans dengan personil yang jago ngocol ini.
Eros datang sedikit terlambat karena ia harus menghadiri konser Klinik Gitar di Bali. Namun suasana jadi riuh setelah gitaris ini datang dan langsung menunjukkan tingkah kocaknya. Suasana yang sebelumnya kaku, mulai lebur ketika berbagai cerita dan canda diucapkan lima personil ‘’sederhana’’ ini.
“Di kesempatan itu Sheila on 7 memberikan sumbangan kepada panti asuhan. Dimana selama ini mereka terlalu sibuk dengan rutinitasnya. Serta konser kali ini dibuat lain-lain daripada yang lain. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga peduli dengan lingkungannya,” ungkap Rudy Boy, EO lokal Gaya Production. (tri/ara)
Source: Equator Online
Pontianak,- Mengawali suksesnya di Kota Ale-Ale Ketapang, Minggu (3/10), Grup band asal kota gudeg, Sheila On 7 kembali mendulang sukses di Kota Pontianak, Rabu (6/10) malam. Dengan sound berkekuatan 100 ribu watt grup yang melejit berkat lagu Sephia itu mampu membuat histeris sekitar 20.000 penonton yang memadati stadion SSA kebanggaan masyarakat Kalbar.
Mengawali konsernya, grup band yang dimotori Erros sang gitaris membuka aksi panggungnya dengan lagu “Aku Datang” dari album ketiganya. Teriakan histeris fans seakan merobohkan dinding-dinding stadion, saat Duta sang vokalis keluar dari panggung bersamaan lampu dinyalakan. “Sheila, Duta” teriak para penonton histeris.
Saat bersamaan, Adam sang bassis juga mendapat aplus dari penggemar yang rata-rata ABG itu. Suasana konser yang diusung LA Lights menjadi meriah dan semakin menarik. Para penggemar terkesima, bahkan nyaris lupa peristiwa memilukan pada konser beberapa bulan lalu di Banjarmasin dan Lampung.
Beberapa hitsnya dibawakan SO7 secara berturut turut seperti Kita, Pejantan Tangguh, Ini Aku dan JAP. Di pertengahan konser, Lagu Sephia diikuti nyala lilin yang dibawa para penonton mengubah suasana yang meriah menjadi romantis. Dengan seksama para Sheila Sonic mengikuti alunan lagu yang didengdangkan sang vokalis. Sesaat Duta mengarahakan mic kepada penonton dan semuanya turut melantunkan lagu soundtrack sebuah film tersebut. “ikuti saya semuanya” teriak Duta meminta para penonton bersama-sama bernyanyi.
Setelah membawakan lagu itu , para penonton meneriakan Pejantan Tangguh sebagai lagu yang diusung dalam konser kali ini. “Pejantan Tangguh” pekik jerit penonton.
Sesaat suasana terdiam, setelah musik mulai berbunyi dan terdengar irama lagu tersebut semuanya bersorak dan meloncat. Suasana Stadion menjadi semarak kembali. Bukan hanya itu, getaran luar biasa terjadi karena penonton yang berada di dalam stadion meloncat bersama. “Ajari Aku menjadi pejantan tangguh mungkin terlalu lama kutelah bersembunyi, menatap mataharipun aku tak mampu, di gelap malam pun terasa mengusik hatiku,” teriak penonton mengikuti suara sang vokalis. Para penonton semakin berjingkrak-jingrak mereka tak perduli dengan siraman air yang sengaja di sediakan oleh panitia. Baru lagu kedua seluruh penonton sepertinya telah terhanyut dengan aksi kelima personil ini.
Konser yang dimulai pukul 20.00 WIB berakhir sekitar pukul 22.30 WIB. Kata penutup mengejutkan penonton yang masih ingin menyaksikan fans berat mereka. Saking tak percaya, mereka seakan belum mau meninggalkan stadion meskipun seluruh personil sudah meninggalkan pentas. Untungnya, panitia mampu menyulap “kekecewaan” penggemar dengan pesta kembang api sehingga lupa sang idola sudah mengakhiri konsernya.
Di sisi lain, karena masih menyemutnya fans Sheila On 7 di dalam Stadion SSA membuat penonton harus berdesak-desakan saat akan meninggalkan stadion. Bahkan jalanan di seputar konser juga macet total beberapa saat sebelum lengang sampai pukul 23.00 WIB. (bdi)
Setelah membawakan lagu yang bertajuk pejantan tangguh, dipersembahkan sebuah aksi drum oleh Anton sang drumer. Secara bersamaan setelah aksi drum tersebut antara Erros dan Sakti juga melakukan aksi serupa kedua gitaris ini mempertontonkan aksi gitarnya dengan nada blus dan rock and roll. Sesat penonton terdiam dan menyaksikan kedua idolanya itu memainkan alat musik petik tersebut diiringi oleh Duta sang bassis dan Anton sang darummer. Saat selesai mempertontonkan askinya itu seluruh penoton memberikan aplusnya dengan bertepuk tangan.
Konser tersebut lebih meriah saat, air yang telah dipersiapkan oleh panitia kembali disiram kearah penbonton. Sepertinya mereka tak perduli dengan air yang membasahai tubuh mereka yang terpenting malam ini mereka happy fun.
Sebagai penutup konser, dibawakan lagu Seberapa pantas, dari album keempat SO7. Konser tersebut ditutup oleh pesta kembang api yang memang ciri khas dari setiap konser yang diusung LA Lights. (bdi)
October 6, 2004
Pontianak,- Kedatangan grup musik kondang, Sheila on 7 ke Pontianak, tak hanya untuk unjuk gigi dengan performanya yang bisa bikin histeria ABG, tetapi mereka juga menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan mulia dengan menyerahkan sembako ke panti asuhan, Selasa (5/10) sore kemarin.
Bakti sosial dengan mengunjungi panti asuhan Ahmad Yani itu dilakoni oleh lima personil So7, masing-masing Duta, Eros, Sakti, Adam dan Anton. Mereka memanfaatkan waktunya selama empat hari di Pontianak - setelah manggung di Ketapang, untuk turut serta dalam baksos yang digelar LA Light “Enjoy Aja” dari PT Djarum Super selaku sponsor utama dan event organizer Gaya Production.
S07 tiba sekitar pukul 16.00 WIB di panti asuhan dan disambut dengan jerit kegembiraan dari anak-anak panti dan warga sekitar. Rombongan langsung dipersilahkan masuk kedalam ruangan yang telah dipenuhi dengan wajah-wajah gembira mereka yang bisa bertatap muka langsung dengan idolanya. Personil So7 sendiri tak canggung-canggung saat duduk bersila bersama anak-anak panti, bahkan mereka sesekali bercanda dan melemparkan senyum.
Beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh anak-anak panti, dijawab personil So7 dengan santai, sesekali diselingi guyonan sehingga membuat riuh suasana. “Kami dulunya adalah teman sepermainan, kami masing-masing suka musik, lalu kami bentuk sebuah grup band,” begitu cerita Duta mengenai awal terbentuknya So7 yang album-albumnya laku keras di pasaran. Kini, So7 sudah memetik hasil yang manis dari perjuangannya dulu, semasa hendak memasuki dunia rekaman.
Usai menjawab, giliran personil So7 yang mengajak anak-anak bermain kuis. Siapa yang bisa menebak, diganjar dengan kaset So7 dan t-shirt yang sudah ditandatangani oleh kelima personil. Tak puas dengan itu, anak-anak panti pun berebutan ingin foto bareng dengan kelima cowok keren tersebut.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolik dari grup So7 yang diwakili Duta kepada pemilik panti. Untuk besarnya sumbangan dan banyaknya sembako, tak mau disebutkan oleh Rudi selaku Event Organizser dari Gaya Production. “Kami tak mau menyebutkan berapa jumlahnya, yang terpenting bukan nilainya, tetapi manfaatnya,” kata Rudi. Setelah selesai penyerahan bantuan secara simbolik, dilakukan doa bersama mengiringi kepergian So7 dari Panti Asuhan tersebut. Sakti “sang gitaris” yang memimpin doa tersebut.
Sementara mengenai kesiapannya tampil malam ini, Adam sang pencabik bass So7 mengaku siap tampil menghibur publik kota Pontianak. “Ini kali kedua kami tampil di Pontianak. Saya dan rekan-rekan cukup menikmati selama berada di kota ini, pihak panitia cukup profesional dan kami merasa tersanjung,” kata Adam.
Sementara Lingga, dari Mega Pro selaku Event Organizer So7 mengatakan bahwa persiapan untuk konser Sheila di SSA telah dilakukan sematang mungkin. Sound berkekuatan 100 ribu watt dan panggung spektakuler telah telah dipersiapkan untuk konser tersebut, yang kesemuanya khusus didatangkan dari Jakarta.
Ditempat yang sama, Rudi dari Gaya Production, EO Sheila di Pontianak mengatakan image jelek yang melekat pada grup band asal Yogyakarta ini bahwa konser So7 identik akan memakan korban, coba ditepisnya. “Kami optimis konser ini bisa berjalan lancar. Makanya kami berharap kepada penonton untuk tertib dan menjaga suasana tetap kondusif,” pintanya didampingi Iman Supardjo dari LA Light sembari mengatakan semua penonton yang membeli tiket telah diasuransikan. (bdi)
Source: Appost
October 2, 2004
Pontianak,- Group musik Sheila On 7, pukul 19.30 WIB malam ini akan menghibur penggemarnya. Mereka akan tampil di GOR Tentemak Ketapang.
Group musik yang terkenal dengan lagu Sephia itu, akan membawakan album terbaru yang berjudul Penjantan Tangguh. Konser mereka di Ketapang itu disponsori LA “Enjoy Aja” dari PT Djarum.
Sebelum menghibur fans-nya di Ketapang, Sheila On 7, akan melakukan jumpa fans di Pasar Rangge Sentap. Kedatangan group musik tersohor ini diakui sudah menjadi buah bibir warga Ketapang.
Group musik ini kemarin juga sudah dipastikan hadir di Ketapang. Kedatangan mereka itu, juga menjadikan Bandara Rahadi Oesman menjadi sibuk. Pasalnya perlengkapan yang mereka bawa tidak sedikit. Selain perlengkapan mereka itu, beberapa hari sebelumnya, peralatan group musik ini sudah tiba di Ketapang. Melalui pelabuhan Kendawangan, belasan truk beriringan membawa peralatan konser Sheila On 7.
Menurut Agus Hermawan SH, Ketua Panpel dari Bias Production, persiapan sudah matang. Supaya kegiatan itu sukses, mereka juga melibatkan tokoh pemuda. Begitu juga dengan aparat keamanan. Sebelum dilaksanakan konser, mereka juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian.
Dia memastikan konser akan dilakukan pukul 19.30 WIB. Untuk keamanan penggemar yang rata-rata terdiri dari kalangan ABG, jumlah tiket dibatasi. Kemampuan maksimal dari GOR Tentemak dipastikan tidak akan terisi sepenuhnya. Mereka belajar dari pengalaman sebelumnya, dimana tidak sedikit para kawula muda yang berdesak-desakan dan histeria. (ndi)
October 1, 2004
Ketapang,- PERSIAPAN menjelang konser Sheila On 7 pada 2 Oktober 2004 di GOR Tentemak sudah matang dilaksanakan. Untuk menyukseskan kegiatan itu, panitia pelaksana tak bisa duduk tenang.
Mereka sibuk melakukan koordinasi. Di antara mereka juga berbagi tugas. Ada yang berhubungan dengan pihak keamanan, tokoh masyarakat maupun melakukan persiapan di lapangan. “Pihak Bias Production yang ditunjuk sebagai panitia pelaksana sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan selama ini, segala persiapan untuk dilakukan konser Sheila On 7 sudah siap,” kata Agus Hermawan SH, ketua panitia pelaksana konser Sheila On 7.
Dia mengatakan sampai kemarin, segala persiapan untuk konser Sheila On 7, sudah matang. Peralatan dan perlengkapan konser juga sudah datang ke Ketapang. Rencananya pada hari ini, personil group musik Sheila On 7, akan tiba ke Bumi Kayong. “Jumpa fans akan dilakukan besok (hari ini, Red) di Pasar Rangge Sentap pukul 13.30 WIB, konsernya dilakukan Sabtu (2/10) pukul 19.00 WIB,” tegas Agus. Supaya selama konser berjalan dengan aman dan lancar, mereka juga melakukan koordinasi pihak kepolisian. Begitu juga dengan tokoh pemuda di sekitar lokasi konser dilaksanakan.
Belajar dari pengalaman, untuk keamanan penonton dan Sheila On 7, panitia pelaksana membatasi penjualan tiket. Untuk Ketapang hanya ditunjuk 5 tempat penjualan tiket. Tidak ada tiket VIP. Salah satu box tiket adalah Pemasaran Biro Pontianak Post, Jalan Gajahmada, Desa Kalinilam. (0534)-35514 atau Namil, HP.08125688320. (ndi/PK)
September 30, 2004
Ketapang,- SELURUH perlengkapan dan peralatan konser Sheila On 7, tadi malam tiba di Ketapang. Seluruh peralatan langsung masuk ke stadion Tentemak. Mulai hari ini, pemasangan peralatan sudah dilakukan.
“Jumat sore (1/10) akan dilakukan jumpa fans yang bertempat di Pasar Rangga Sentap,” tambah Agus Sumasto, dari LA “Enjoy Aja. Menjelang dilakukan konser Sheila On 7, Kota Ketapang mulai diramaikan atribut dan foster sepanjang jalan. Agus menambahkan, bahwa tiket yang kami sediakan sangat terbatas. “Kami tidak bisa memastikan apakah dilokasi pertunjukan nanti masih tersedia tiket,” kata dia.
Masyarakat yang ingin menyaksikan konser Sheila On 7, dapat membeli di ticket box yang telah mereka tunjuk. “Maksudnya agar penonton agar tidak perlu ngantri yang panjang di loket, seandainya tiket itu masih tersedia,” kata Agus.
Dia berpesan supaya para penonton nantinya dapat menjaga ketertiban dan keamanan sebelum maupun sesudah pertunjukan berlangsung. Karena dia bisa memastikan pertunjukan Sheila On 7 dengan album “penjantan tangguh”, dipastikan penonton membludak. Untuk memudahkan pembelian tiket dapat melalui Pontianak Post Biro Ketapang, Jalan Gajahmada No. 172, Kalinilam, Telp (0534) 33514 atau Namil: HP (08125688320). (ndi/PK)
September 29, 2004
2 Oktober Sheila On 7 “Guncang” GOR Tentemak
Ketapang,- Kota Ketapang termasuk salah satu dari 11 kota yang akan disinggahi Sheila On 7, (Group musik ngetop versi SCTV). Pada 2 Oktober 2004, rencananya group musik ini akan “mengguncang” GOR Tentemak. Bagaimana persiapan Kota Ale-ale menjelang persinggahan tour dari 11 kota, Sheila on 7?
ANDI CANDRA, Ketapang
RENCANA kedatangan group musik dari Yogyakarta ke Ketapang mulai santer terdengar dari mulut penggemarnya. Salah satu group musik terbaik versi SCTV ini akan manggung di GOR Tentemak, pada Sabtu, 2 Oktober 2004. Menjelang konser musik lima pemuda tampan ini mulai dibenahi panitia pelaksana. Tampilnya group musik ini, dipastikan akan menghibur fans Sheila On Seven di Ketapang. Beberapa kota yang disinggagihi Sheila On 7, antara lain adalah Padang, Pontianak, Ketapang, Makasar, dan kota besar lainnya.
Selama ini mereka hanya bisa menyaksikan kelihaian Sheila On 7 di televisi. Namun pada 2 Oktober 2004, penggemarnya bisa bertatapan muka secara langsung.Panitia pelaksana kegiatan yang disponsori LA “enjoy aja” membenarkan kegiatan akan digelar itu. Agus Sumasto dari LA “enjoy aja” dalam beberapa hari belakangan ini tampak tidak tenang di kantor. Demi suksesnya kegiatan itu dia berulang kali harus turun tangan. Apalagi hal tersebut menyangkut keamanan public figure yang akan menghibur pencinta musik di Ketapang.
Mendengar akan digelar konser Sheila On 7, para penggemarnya tampak antusias. Seperti, Ujang dan Usman. Mereka tak mau ketinggalan menyaksikan konser itu. Di sisi lain ternyata banyak juga warga yang belum mengetahui akan digelar konser Sheila On 7. “Benarkah ada konser Sheila On seven,” kata Astri yang ternyata juga peminat Sheila on 7.
Tiket yang disediakan panitia memang terbatas. Sampai kemarin tiket belum sampai ke tempat penjualan. Akan tetapi untuk memudahkannya mendapatkan tiket itu, penggemar bisa memesan tiket jauh hari sebelum konser dilakukan. Untuk itu, salah satu box tiket yang ditunjuk bisa dihubungi: Namil (HP: 08125688320), dan Dahlan (08125620362) di Jalan Gajahmada, Kalinilam. Harga tiket Rp 10.000,- termasuk harga sebungkus rokok LA “enjoy aja” yang bisa diambil pada saat masuk di GOR Tentemak.
Kedatangan Sheila On7, ternyata dipersiapkan dengan matang. Rencananya semua peralatan dilakukan konser akan sampai mulai hari ini ke Ketapang. Menunjang pegelaran, mesin pembangkit listrik juga sudah dipersiapkan. Bahkan Group musik ini juga membawa membawa mesin pembangkit sendiri, agar konser berjalan dengan aman.
Untuk diketahui, Sheila On 7 terpilih sebagai Kelompok Musik Paling Ngetop versi SCTV. Setelah mereka, dua kelompok musik “Paling Ngetop” lainnya adalah Dewa dan Element.
Kelompok musik yang mencuat dengan album “Sephia” itu juga perrnah mendapat penghargaan lain ketika klip video “Seberapa Pantas”-nya, yang disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat. Setelah sukses dengan album Sephia, Sheila On 7, kembali muncul dengan album terbaru pejantan tangguh.
Tak cukup hanya itu, kelompok musik yang sering menimbulkan histeria para ABG dalam setiap kali konsernya ini. Penampilan di Ketapang akan juga diiringi lagu-lagu andalan mereka.
Untuk diingat kembali, group ini memiliki segudang lagu-lagu yang ngetop di kalangan ABG. Tampilnya grup musik Sheila On 7 selama ini tercatat disambut meriah oleh sejumlah ABG. **
September 25, 2004
SHEILA on 7 bayen. Adelia Lontoh melahirkan anak Achiyat Duta Modjo di RS DR Sardjito, Senin (30/8) pukul 05.25 WIB. Sengaja Duta-Adel tak memberitahu pers, mengingat kondisi Adel waktu itu belum sehat benar. Bayi perempuan diberi nama Aishameglio Duta Chiara itu terlahir 28 0ns.
“Nama Aisha mengandung arti kehidupan. Mudah-mudahan kehidupan anak saya bisa lebih baik dibanding kedua orangtuanya” kata bapak baru yang menunggui sendiri proses kelahiran anaknya itu di dalam kamar operasi sambil merekamnya pakai handycam. Maka ikut dirasakannya kesakitan Adel. Dan karena itu, Duta bersyukur. Lalu, apa makna Meglio dan Chiara? Dua nama itu milik pesepakbola Italia yang sangat disukai Duta dan Adel. Terus, kenapa Duta beruntung?
Sheila on 7 lagi tur di Pulau Sulawesi ketika Aisha lahir. Untungnya ada break manggung beberapa hari jelang Adel melahirkan. Padahal, kata dokter, perkiraan kelahiran bayi sekitar 9 September.
“Tapi, Sabtu 28 Agustus perut saya mulai sakit dan terlihat ada kontraksi. Sempat saya ke rumah sakit. Ternyata dokter bilang, waktu itu belum saatnya melahirkan dan saya disuruh pulang. Keesokannya saya merasa kesakitan lagi. Akhirnya dokter menyuruh saya rawat inap. Dan, benar. Subuhnya Aisha lahir” kata Adel, mahasiswi jurusan Public Relation, Inter Study Jakarta.
Duta berharap, setelah kelahiran anak pertamanya dan Adel menyelesaikan kuliah, keluarga kecilnya bisa tinggal kembali di Yogyakarta. Sebab selama ini Duta-Adel berdomisili di Jakarta dan masih mengontrak rumah di kawasan Pondok Indah.
(abp)
Source: Minggu Pagi
September 24, 2004
Bukan Sheila on 7 (So7) namanya bila konsep video klipnya agak nyeleneh dan jenaka pula. Setelah bikin plesetan video klip “Pejantan Tangguh”, dimana Duta (sang vokalis) menjadi jagoan ala Bruce Lee atau klip “Itu Aku” yang memparodikan film Armageddon. Nah, konsep apalagi yang bakal diusung band gaul asal Yogya ini untuk klip ketiganya kelak?
Seperti diwartakan oleh Sony Music Indonesia, lebel dimana Sheila on 7 bernaung, Duta kebagian peran lagi untuk berebut perhatian cewek cakep bernama Mila dengan Latief Abdul di klip ketiganya, “Pemuja Rahasia”. Siapa pula itu Latief Abdul? Yang pasti dia bukan hasil plesetan dari mantan Menteri Tenaga Kerja kita dulu.
Latief Abdul tak lain bintang utama indie-film El Meler (disutradarai oleh Dennis Adhiswara-2002). Di film tersebut Latief Abdul berperan sebagai jagoan kampung yang disegenin banget didaerahnya. Tapi tunggu dulu, jagoan kampung kan biasanya preman dewasa yang nyeremin, tapi ini lain. Latief Abdul hanyalah seorang anak kecil yang ingusnya selalu meler dari hidungnya, bertampang lugu sekaligus nyebelin dan punya ketawa yang aneh.
Di video klip “Pemuja Rahasia” ini, Latief Abdul masih di set sebagai jagoan kampung dan bakalan terjadi `rap-battle` yang seru banget antara dia dan Duta So7. Syuting video klipnya mengambil bersetting di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Sineas muda berbakat, Patrick Effendy dipercaya sebagai sutradara video klip tersebut.
Penasaran kayak apa yah jadinya video klip So7 kali ini? Tunggu saja aksi Duta, Eross, Sakti, Anton dan Adam nanti. Soalnya video klip ini dijanjikan oleh sang sutradara bakalan menjadi kocak, seru dan penuh kejutan.
Sumber : Indonesia Selebriti
September 23, 2004
Para ‘Pejantan Tangguh’ ini semakin menunjukkan jalunya di dunia musik Indonesia. Setelah memenangkan SCTV Award 2004 sebagai kategori Grup Band Paling Ngetop & Lagu Paling Ngetop, Sheila On 7 menggebrak lagi lewat video klip ke-3 dengan lagu “Pemuja Rahasia”.
Video klip yang di sutradarai oleh sineas muda Patrick Effendy mengambil setting di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan. Video klip ini mencoba bercerita tentang ‘persaingan’ cinta Duta So7 dengan Latief Abdul dalam memperebutkan perhatian cewek cantik bernama Mila.
Eh, siapa sih Latief Abdul ini? Bukan, ini bukan nama seorang pejabat. Latief Abdul yang ini adalah bintang utama indie-film El Meler (disutradarai oleh Dennis Adhiswara-2002). Di film tersebut Latief Abdul berperan sebagai jagoan kampung yang disegenin banget didaerahnya. Tapi tunggu dulu, jagoan kampung kan biasanya preman dewasa yang nyeremin, tapi ini lain. Latief Abdul hanyalah seorang anak kecil yang ingusnya selalu meler dari hidungnya, bertampang lugu sekaligus nyebelin dan punya ketawa yang aneh.
Di video klip “Pemuja Rahasia” ini, Latief Abdul masih di set sebagai jagoan kampung dan bakalan terjadi ‘rap-battle’ yang seru banget antara dia dan Duta So7. Wah kayak apa yah jadinya video klip So7 kali ini, karna video klip ini dijanjikan oleh sang sutradara bakalan menjadi kocak, seru dan penuh kejutan. Yah, kita tunggu saja sambil dengerin lagu-lagu yang ada di album Pejantan Tangguh (tapi album yang asli lho bukan bajakan!!).
Source: SonyMusicIndonesia
September 19, 2004
KEBAHAGIAAN pasangan muda Duta Sheila on 7 dan Adelia Lontoh lengkap sudah. Akhir Agustus silam, pasangan ini dikarunia bayi perempuan yang diberi nama Aisyah Duta Tiara. Bagi Duta, kelahiran Aisyah menjadikannya sebagai seorang laki-laki yang lengkap. “Apa pun yang saya kerjakan sekarang mudah-mudahan bisa bermanfaat buat dia [Aisyah],” ujar vokalis grup musik dari Yogyakarta ini.
Duta tak melewatkan saat-saat kelahiran buah hatinya. Bahkan, Duta juga mengabadikan momen itu dalam sebuah rekaman video. Duta berharap, kelak anaknya bisa melihat bagaimana perjuangan ibunya saat melewati masa-masa perjuangan antara hidup dan mati. “Ngeliatnya enggak tega,” ujar Duta.
Source: SCTV
September 16, 2004
DUA tahun yang lalu grup musik asal Yogyakarta Sheila On 7 berhasil menyabet piala kategori Vocal Duo-Berkumpul Pilihan dalam ajang Anugrah Era 2002 di Malaysia. Ternyata dalam tahun 2004 ini mereka kembali masuk nominasi.
Tahun ini, ajang yang diselenggarakan setiap tahun oleh Radio Era itu akan berlangsung Sabtu malam, 25 September 2004 di Stadium Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Akan dipersembahkan 12 kategori yang hebatnya SO7 menyabet dua unggulan untuk kategori Band Pilihan dan Lagu Rock Pilihan.
Untuk nominasi kategori Band Pilihan, SO7 bersaing dengan grup-grup Melayu lokal seperti Exists, Jinbara, Spider, dan OAG. Sedangkan untuk nominasi kategori Lagu Rock Pilihan mereka menjagokan lagu Melompat Lebih Tinggi yang bersaing dengan Mencari (Giegiel & Waheeda), Relaku Pujuk (Spider), dan Sudah-sudahlah (Jinbara).
Pada malam puncaknya nanti, SO7 hanya akan diwakili oleh Adam dan Sakti yang bisa terbang ke sana. Akankah SO7 meraih kesuksesan dengan menggondol penghargaan bergengsi ini? Tunggu saja hasil polling-nya.
Nama SO7 memang sudah tak asing lagi di industri musik Malaysia. Beberapa albumnya sukses dirilis di sana kendati ada judul lagu dan syairnya yang harus dirubah berkaitan dengan norma dan etika Melayu. (mam)
September 7, 2004
SETELAH video klip Pejantan Tangguh dan Itu Aku tayang di layar kaca, grup band asal Yogyakarta yang tengah berkibar ini siap merilis video klip yang ketiga. Dipilih lagu yang bertajuk Pemuja Rahasia.
Penggarapan video klipnya dipercayakan pada sineas muda berbakat, Patrick Effendy. Lokasi syutingnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Belakangan, di Indonesia peran video klip dirasa sangat mendukung. Tak aneh bila kemudian para produser musik rela mengeluarkan biaya ekstra besar dari koceknya, bias mencapai ratusan juta rupiah untuk menginterprestasikan lagu penyanyi andalannya dengan sebagus-bagusnya. Hal ini jugalah yang dilakuan SO7.
Kalau dalam Pejantan Tangguh Duta tampil sebagai jagoan kung fu ala Bruce Lee, atau dalam Itu Aku memparodikan film spektakuler Armageddon, kini video klip ketiganya lebih spesial lagi. Pasalnya mereka mengundang Latif Abdul yang tak lain adalah bintang utama film pendek El Meler karya penyutradaraan Dennis Ashiswara tahun 2002 lalu.
Latif dan Duta diceritakan bersaing dalam usaha memperebutkan perhatian seorang gadis cantik bernama Mila. Siapa yang akhirnya menang? Tunggu sampai video klipnya tayang di latar kaca Anda!
September 4, 2004
Lengkap sudah kebahagiaan pasangan muda Adelia Lontoh dan Duta ‘Sheila on 7′. Setelah dirundung penantian selama berbulan-bulan, akhirnya tepat pada Senin (30/8) lalu, bertempat di RS Sardjito Jogjakarta, pasangan Adel dan Duta dikarunia anak perempuan. Anak pertama mereka ini dilahirkan dengan berat 2,9 kg dan panjang 49 cm secara normal.
Dan saat ini, Adel serta bayinya sudah boleh pulang dari rumah sakit dan keduanya berada dalam kondisi sehat walafiat. Namun sayangnya, meski baru ‘menjabat’ status sebagai ayah baru, Duta tak bisa berlama-lama menemani istri dan putrinya tersebut. Pasalnya kini SO7 sedang melakukan tur album mereka ‘Pejantan Tangguh’ ke beberapa kota. Dan itupun baru akan berakhir 9 Oktober mendatang. Dengan demikian, Duta harus segera begabung dengan teman-teman lainnya untuk mengikuti tur selanjutnya. Tapi, meskipun begitu, Duta tetap bisa tersenyum lega karena dirinya masih diberi kesempatan untuk menemani istrinya melahirkan. Pada saat Adel merasakan tanda-tanda melahirkan, kebetulan jadwal manggung Duta sedang kosong. Makanya ia tetap bisa menyaksikan kelahiran putri tercintanya tersebut. Well, Congratulations for both of you!
September 3, 2004
Kabar bahagia datang dari vokalis Sheila On 7, Duta. Isterinya tercinta, Adelia Lontoh, telah melahirkan anak pertama mereka di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta, Senin (30/8) kemarin.
Bayi perempuan ini lahir dengan bobot 2,9 kg dan panjang 49 cm. Proses kelahirannya berlangsung normal dan saat ini ibu dan bayinya dalam keadaan sehat. “Syukurlah proses persalinan berlangsung lancar. Mereka berdua dalam keadaan sehat bahkan sekarang sudah pulang dari RS,” terang Anton, manajer SO7.
Tapi sepertinya Duta tak bisa berlama-lama mendampingi isteri dan buah hatinya itu. Sebab saat ini SO7 sedang melakukan tur panjang album Pejantan Tangguh. Berangkat pada 25 Agustus lalu, saat ini posisi mereka di Sulawesi. Tur promo album ini baru akan berakhir 9 Oktober mendatang.
“Setelah manggung di Palu tanggal 28 Agustus, SO7 baru akan tampil lagi tanggal 1 September di Palopo. Nah, waktu kosong itu dimanfaatkan Duta untuk pulang kampung menemani isterinya yang melahirkan,” jelas Anton.
Duta dan Adelia tercatat menikah pada 23 Juni 2003 dalam sebuah acara keluarga sederhana. Pernikahan yang dilakukan diam-diam itu mengagetkan banyak pihak.
Sebab sebelumnya tak terdengar kabar sekalipun tentang rencana ini. Selain itu tak banyak tamu yang diundang. Selang lima bulan kemuadian baru digelar sebuah pesta resepsi meriah di Yogyakarta.

Source: Disctarra
August 5, 2004
Kelompok musik asal Yogyakarta, Sheila On 7 memang dikenal sebagai band yang sering melanglang buana ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Pekan depan kelompok musik ini dipastikan akan mengunjungi dua negara Asia lainnya yakni Jepang dan Korea.
Kedatangan SO7 di Jepang dan Korea atas undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. Nantinya, SO7 akan tampil dalam rangka pera-yaan menyambut hari kemerdekaan Indonesia di sana.
Menurut rencana, 8 Agustus mendatang, SO7 akan manggung di Umeda Sky Building, Osaka, Jepang. Kemudian pada tanggal 15 Agustus, mereka tampil di Seoul, Korea Selatan.
Bagi SO7 sendiri, tampil di Jepang dan Korea adalah yang pertama kalinya. Meskipun demikian, mereka tetap yakin bisa tampil semaksimal mungkin.
“Tak banyak persiapan, paling hanya istirahat yang cukup. Kita juga banyak berdoa,” kata Eros (gitaris), seperti dikutip situs Disctara.com kemarin.
Di dua negara sahabat itu, Eros mengatakan kelompoknya bandnya akan membawakan sekitar 23 lagu. Yang jelas, mereka akan membawakan beberapa lagu dari album barunya, Pejantan Tangguh, dan lain-lain.
Eros juga menyebutkan, takkan menyia-nyiakan waktu selama berada di Jepang dan Korea. Rencananya, SO7 berada di Jepang selama seminggu dan mereka juga berencana berjalan-jalan ke Universal Studio. (A-3)
July 26, 2004
Bukan Sheila on 7 kalau tidak memberikan ‘kejutan’. Band yang baru saja merilis album Pejantan Tangguh ini kabarnya akan mengelar konser di Jepang. Ini tentu bukan main-main, lantaran konser yang diberi titel Temasindo Osaka 2004 itu akan digelar di Umeda Sky Building.
Menurut informasi yang didapat dari Eross, gitarisnya, Sheila on 7 akan menggelar konsernya 8 Agustus 2004 mendatang. Konsernya sendiri diadakan di di halaman di antara dua bangunan dari Umeda Sky Building (salah satu skycrapper dengan arsitektur terkemuka di Jepang).
Tempat ini kebetulan digunakan pula untuk acara Asian Festival yang dilaksanakan tanggal 6-8 Agustus. Bagi masyarakat Jepang sendiri, Umea Sky Building termasuk salah satu gedung yang bergengsi di Jepang.
Tak berhenti di Jepang, karena tanggal 15 Agustus 204, mereka juga diundang Konsulat Jendral Repubik Indonesia di Korea Selatan, untk menghibur di Seoul. Undangan itu kabarnya dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-59.
Sekedar informasi, Sheila on 7 memang punya banyak fans tak cuma di Indonesia. Di Korea dan Malaysia, mereka termasuk band yang cukup populer.
Source: IndoSeleb
July 11, 2004
Pop band Sheila on 7 used to have a notorious reputation among interviewers. The band had a penchant for refusing to be serious, constantly throwing lame jokes in a thick Javanese accent while fiddling with whatever was around them.
Some said it was the inevitable result of reaping such huge success so young, selling several millions copies albums in an otherwise troubled time for the music industry.
Vocalist Duta Modjo, guitarists Eross Candra and Saktia Seno, bass player Adam Subarkah, drummer Anton Widiastanto were only 19 when their self-titled album was released in 1999 and sold over one million copies. Each following album did even better in sales.
Some sarcastically commented that the Yogyakarta natives underwent their own form of culture shock and were unable to handle the sudden trappings of fame, although there was no denying the band kept on improving, continuing to deliver ultra-catchy songs with crisp melodies.
Fortunately, five years, three studio albums and one original soundtrack — for this year’s teen flick 30 Hari Mencari Cinta (30 Days Looking for Love) — later, the boys have grown up and matured, musically and personally.
In a recent interview at the office of Sony Music Indonesia here, only a few jokes were bandied about — harmless ones — and the band managed to maintain its seriousness.
The band recently released its fourth album Pejantan Tangguh (Tough Stud), which is the most solid album they have produced so far.
Duta’s voice is more eloquent, the songs are more crafted, with the soul lying in the upbeat drum rhythm.
“We try to add up our references continuously, listening to as much music as possible, trying out new beats and new things so that our skills will improve. They’re also our efforts to avoid burning out,” said Eross, the main songwriter of the band.
This time, the group is trying something new by bringing in a brass section, which is used to good effect, especially on the song Brilliant 3X. They also highlight Pilihlah Aku (Pick Me) with the timpani (traditional percussion), as well as bringing on board a DJ for Coba Kau Mendekat (Tuangkan Hasratmu) (Try to Get Closer/Pour Your Passion).
“We’ve been using a string section since the first album, we wanted something else for this fourth album. So, why not brass? A brass section even highlights the ballads, gives them a twist,” said Eross.
Their progression does not end at musical arrangement. On Pemuja Rahasia (Secret Admirer), Duta even raps in the style of Coolio’s I’ll See You When You Get There.
“A love song doesn’t have to be mellow, right? That’s why we turned it a bit into a rap song. Our fans turned out to love it and got the message,” said Duta, who gave a respectable performance in the teen comedy Tak Biasa (Unusual), now playing in movie theaters.
Despite several big hits, Duta said the band does not have a tried and true formula for success.
“We don’t know which song sells, and which doesn’t. We just know what kind of song we’re satisfied with,” said Duta.
Although Pendosa (Sinner) is a misfire, with its lame rock sound, all in all, the album is as catchy and enjoyable as ever.
The lyrics have matured as well, with themes ranging from the usual love troubles to the nation’s struggle.
The title track is about admitting defeat, while Generasi Patah Hati (Broken Hearted Generation) is a call for young people to struggle for life and be realistic.
Eross said the band no longer played music and created songs just for the sake of it. They feel a great responsibility beyond that.
“Young people today are really influenced by music. Sheila on 7 has an opportunity to touch millions of people, so why don’t we use it for a good thing? Music is a good way to make this country better. I mean, not everyone has the opportunity to do that.”
One way to instill a sense of social concern in teens through their album, he added, was by contributing Rp 100 from every album sold to orphanages.
Wisdom for Eross is obtained through a spiritual and political adviser who constantly gives him insight on life.
“I need that kind of figure to keep me on track. Am I overwhelmed by fame? Could be. I also need someone to tame my anxiety, to produce focused works,” he said, without identifying the adviser.
The interesting thing about Sheila on 7 is that they attract seemingly equal numbers of loyal fans and detractors. Former MTV VJ Edi Brokoli even wore a T-shirt bearing the slogan “F–k Sheila On 7″.
Their success has also been marred by a few crowd control incidents at concerts, including the death of four fans in a stampede in Banjarmasin, South Kalimantan, last February.
Duta became emotional when talking about the band’s legion of knockers.
“It’s natural for people not to like us, as long as they don’t bother people who do. If it’s about our music, fine. But don’t show it. Don’t show up at our concert and ruin our party. I’d rather give you the money in exchange for the ticket, but don’t ruin our performances,” he said.
Although Sheila On 7 canceled the rest of its tour due to the Banjarmasin tragedy, they look forward to going back on the road again to promote their new album.
“We love touring, we love performing and we love money,” Duta said with a laugh.
With four million albums sold, are they still worried about money?
“Well, we’re only human, we still want to have a lot of things,” Duta said, laughing.
July 7, 2004
Siapa bilang cuma Portugis yang bisa bikin Melaka bertekuk lutut? Sheila On 7 juga bisa kok! Daus dari Hai melaporkan konser anak-anak Yogya ini langsung dari kota pelabuhan tertua di Negeri Jiran.
Melaka (dibaca: Melake) emang indah, jack!
Sepintas, kota pelabuhan yang sering banget disebut-sebut dalam buku pelajaran sejarah ini emang terlihat kayak daerah Kota di bagian utara Jakarta. Penuh dengan bangunan-bangunan berarsitektur Eropa yang sesekali dipadu dengan gaya arsitektur Cina. Bedanya, di Melaka bangunan-bangunan tuanya terawat baik. Nggak seperti bangunan tua di Jakarta yang sering dibiarkan hancur dimakan usia.
Selain bangunan bersejarah, Melaka juga lumayan asik buat didatangi. Pantainya bersih, angin pantainya sejuk, dan orang-orangnya pun ramah. Nggak heran kalo daerah ini jadi sering banget dikunjungi sama wisatawan. Abis, daerahnya emang asik, sih!
Di kota bersejarah inilah Sheila On 7 (SO7) ngegelar konser besar pertama mereka di Malaysia dalam rangka promosi album Pria Terhebat (gantinya kata Pejantan Tangguh yang dilarang di Malaysia gara-gara dalam bahasa sono kalimat itu artinya porno, RED.). Sebuah konser yang bahkan belum pernah mereka gelar di negeri kita.
Tau sendiri dong, sejak ngerilis Pejantan Tangguh sampai sekarang Duta (vokal), Adam (bas), Eross (gitar), Sakti (gitar), dan Anton (drum) baru tampil di acara-acara TV dan beberapa gigs kecil di kafe. Belum ada ceritanya, nih band ngegelar konser besar di GOR atau stadion lagi. So, nggak salah dong kalo Hai rela bersusah payah ngejar kuintet nomer satu Indonesia ini sampai ke negeri Jiran, khusus buat kamu!
***
Namanya juga konser di negeri orang, SO7 nggak mau main-main. Pas ngelakuin checksound yang dimulai sekitar pukul 16.30 waktu setempat, di Gedung Melaka International Trade Centre yang jadi lokasi konser mereka malam itu, lima cowok ini bener-bener keliatan serius mencoba alat-alat sewaan plus sound yang disiapin sama panitia.
Di banding konser-konser mereka di Jakarta, Panggung seluas 12 X 20 meter yang disiapin sama panitia keliatan sederhana banget, jack! Selain perangkat monitor dan beberapa mic, cuma seperangkat keyboard sewaan, 9 set gitar yang dibawa khusus dari Jakarta, plus satu set drum yang nangkring manis di atas panggung. Hasilnya, panggung jadi terlihat lengang. Untung, tata lampu sederhana yang disiapkan bisa menambah kemeriahan suasana. Kalo nggak, tuh panggung beneran sepi deh!
Kelar ngurus equipment panggung, SO7 sempet ngobrol sama panitia soal keamanan. Mereka meminta minimal 30 orang untuk menjaga barikade depan. Sedangkan, panitia cuma nyiapin 10 orang.
Untungnya, panitia sigap. Dalam waktu singkat tim keamanan ditambah jadi 56 orang. Wajar kalo seluruh personil tersenyum puas, saat berjalan menuju bus yang mengantar mereka balik ke Hotel Naza, tempat mereka menginap di Melaka.
***
Sekitar pukul 20.45, band berangkat dari hotel menuju venue. Ngabisin waktu sekitar 30 menit, akhirnya sampai juga kami ke lokasi konser. Persis kayak di Indonesia, banyak banget penonton yang udah antri. Ada sekitar 5000 orang. Lumayan deh untuk sebuah konser indoor.
Sempat menenangkan diri sambil memperbaiki dandanan di ruang ganti selama 30 menitan, akhirnya “budak-budak” Yogya ini naik ke atas panggung. Seperti di sini, pas ngeliat sosok 5 jagoan ini naik pentas, penonton langsung aja jejeritan. Seru, histeris, nyampur jadi satu. Saking serunya, sound system 80 ribu watt yang disiapin panitia jadi terasa kurang berarti.
Buat pembuka, Menyelamatkanmu meluncur mulus dari bibir Duta. Pas lagu yang diambil dari soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta ini dimainkan, kertas warna-warni dan balon-balon sabun berterbangan dari kedua sisi panggung. Penonton bersorak makin kencang.
“Wah senangnya konser di sini. Penontonnya asik dan seru. Pokoknya, konser di Melaka bakal selalu kami inget dan nggak akan kami lupakan,” repet Duta, kelar menggeber Generasi Patah Hati yang dipasang jadi lagu kedua.
Abis basa-basi itu, Eross cs. langsung menggempur kuping penonton lewat rombongan lagu Pemuja Rahasia, Itu Aku, Pilihlah Aku, dan Tanyaku yang diseling sama lagu slow, Jangan Beri Tau Niah. Pas lagu-lagu ini dimainin, Eross langsung merapatkan diri ke keyboard. Rupanya, cowok yang hobi melihara ikan koi ini mau pamer kebolehan mainin tuts hitam-putih di depan penggemar Malaysia. Hasilnya? Semua penonton langsung terpukau dan nggak henti-hentinya tepuk tangan.
Bukan cuma Eross dan Duta aja yang tampil habis-habisan. Pas ngebawain nomer-nomer yang agak nge-rock, Adam nggak henti-hentinya bergerak. Cuma aja, gerakannya agak ketahan sama perutnya yang menggembul akibat kebanyakan makan nasi lemak, susu Milo, dan roti canai selama promo di Malaysia. Nggak salah kalo banyak banget penggemar SO7 yang menjuluki tuh cowok bumel alias, bulet dan comel (lucu, RED.). Kok jadi kayak beruang ya? Hehehe…
Sakti lain lagi. Gitaris pendiam ini malah nempel terus sama Eross. Barengan, dua gitaris ini ngelakuin gerakan-gerakan yang nggak masuk akal. Mulai dari adu pantat, sampe semi-semi akrobat. Wajar kalo banyak penonton yang melongo.
Kalo ada yang keliatan agak mikir, Anton orangnya. Sepanjang konser, cowok berkacamata minus ini keliatan serius. Ternyata, penyebabnya adalah sound drum yang agak sember. Udah gitu, setelan drumnya nggak pas. Untungnya, pas ngeliat gaya temen-temennya yang fun, nih cowok jadi kebawa santai. Nothing to loose, sempet-sempetnya dia nyuri-nyuri kirim SMS pas jeda lagu. Kirim ke mana tuuhh?
Tapi, nggak di semua lagu SO7 keliatan ceria. Pas masuk sesi akustik yang berisikan lagu Tunggu Aku, Berhenti Berharap (ini lagu yang paling ditunggu lho, RED.), dan Sephia mereka bisa juga tampil serius. Hasilnya, banyak banget penonton yang berkaca-kaca karena tersayat hatinya (‘seeeet, bahasanya!).
Kelar ngebawain lagu-lagu paten kayak Bila Kau Tak Di Sisiku, More Than Words (ini lagunya Extreme yang dinyanyiin sama Adam), Pria Kesepian, dan Pejantan Tangguh eh Pria Terhebat, akhirnya sampai juga penghujung konser.
Seberapa Pantas pun diusung sebagai lagu pamungkas. Sayangnya, pas intro nih lagu dimainin, emosi penonton malah memudar. Menyadari hal itu, Eross cs mulai memainkan instrumen pinjaman mereka dengan emosi tinggi, usaha itu berhasil. Emosi penonton kembali naik. Teriakan histeris kembali terdengar.
Begitu nih lagu kelar dimainin, konser pun berakhir dengan sukses. What a show! Everybody seems happy. Wah! Kalian emang layak disebut “Pria Terhebat”!
Yunior Respati Eko Putro / FOTO-FOTO: Firdaus Fadlil.
Source: Hai Magz
July 5, 2004
Siapa bilang Sheila On 7 kurang disambut di Bandung? Emang sih, kalo ngelihat pengalaman mereka sewaktu manggung pada event Soundrenaline Bandung tahun 2003 lalu, kayaknya fans musik di kota itu kurang memihak mereka. Tapi lantaran itu event besar yang nampilin banyak band, nggak bisa juga dijadikan ukuran.
Yang jelas manggung di Bandung pasti bikin Duta dkk. bersemangat, pasalnya mereka punya sejumlah kenangan istimewa di kota ini. Kalo masih inget, waktu album pertama cah-cah Yogya ini dirilis dan meledak, panggung konser pertama yang mereka jajal adalah di sebuah klub besar Bandung, Fame Station. Dari situ barulah Sheila On 7 merambah kemana-mana.
Lantas setelah hampir 5 tahun, atau tepatnya setelah merilis album baru, Pejantan Tangguh, band 1 juta kopi itu kembali ngegelar konsernya di Fame Station. Konser pada hari Jumat malam, 18 Juni 2004 lalu tersebut bisa dibilang istimewa. Pasalnya selain jadi ajang nostalgia di tempat yang pernah turut berjasa membesarkan nama mereka, konser tersebut adalah yang terakhir di Indonesia sebelum melakukan perjalanan tur ke Malaysia dan Singapura selama hampir sebulan.
Sebenernya agak luar biasa juga kalo Fame Station mampu menghadirkan Sheila On 7 di tengah jadwal mereka yang padat. Bisa jadi lantaran event-nya adalah event yang bener-bener spesial.
“Sebenernya nggak sulit mendatangkan Sheila On 7 buat tampil pada event Friday Fame Freak Out ini. Soalnya kami sudah mengontak mereka sejak lama. Lagipula event ini emang di-set sebagai event khusus bulanan buat menghadirkan band-band besar. Event-nya sendiri start sejak April tahun ini. Yang sudah tampil antara lain /rif dan Sheila On 7 sekarang ini. Rencananya bulan depan kami akan menghadirkan Cokelat,” kata Pak Jacky Wangkay, Entertainment Manager Fame Station.
Penampilan Sheila On 7 sendiri berlangsung seru. Tampil dengan durasi sekitar 90 menit berbekal puluhan lagu dari album awal sampai yang terbaru, mereka sukses menggoyang sekitar 600 penonton yang hadir malam itu.
Kabarnya fans Sheila yang mau menonton penampilan mereka lebih banyak lagi. Hanya saja lantaran harga tiket 75 ribu perak termasuk agak mahal buat remaja Bandung, jumlah 600 orang udah lebih dari cukup. Usut punya usut, harga tiket yang dibikin mahal tersebut lantaran pihak Fame Station nggak pengen suasana terlalu crowded.
Yang pasti, nama Sheila On 7 tetep mendapat sambutan antusias di kota Bandung. Sama aja kayak sambutan yang mereka dapat di kota-kota lain.
“Aku sebenernya bingung kalo ada yang bilang Sheila nggak disukai di Bandung. Temen-temenku malah yang paling banyak adanya di Bandung. Mungkin emang ada yang nggak suka dengan keberhasilan kami. Tapi aku lebih suka begitu, nggak disukai karena berhasil, he..he..he…,” aku Eross saat press conference yang digelar di Bilique Hotel, Bandung.
Well, udah kelihatan kan buktinya?
July 2, 2004
Sheila On 7 kelar merilis album keempat mereka yang berjudul Pejantan Tangguh (2004) memang langsung sibuk berat dengan jadwal promo di berbagai kota. Nggak hanya sekedar menggelar tur di daerah Jawa beberapa kota di luar jawa bahkan sudah antri untuk bisa menyaksikan aksi lima pejantan tangguh itu.”Pokoknya kudu siap stamina nih,” kata Duta ketika ditemui di launching film terbarunya, Tak Biasa (2004).
Kabar paling gres mereka baru saja menggelar tur promo di daerah semenanjung Melaka dan beberapa tempat Malaysia. “Wih pokoknya edan banget sambutannya, mungkin karena mereka sudah lama juga yah nggak kedatangan Sheila On 7,” kata Eross pada cleartop10.com. Sebagai gambaran penggemar Sheila On 7 atau Sheilagank di Malaysia memang nggak sedikit. “Album Sheila on 7 bisa laku sekitar 200 ribu kepng tiap rilis di Malaysaia,” kata pak Jan Djuhana produser dari Sony Music Indonesia yang berhasil menemukan Sheila on 7.
Wah kalau Indonesia dan Malaysia sudah berhasil dijajah negara mana lagi nih yang bakal didatangi Eross dan teman-teman? “Kalau nggak ada halangan sekitar bulan Agustus kami bakal mengadakan konser di Singapore dan Jepang, Doakan yah semoga jadi kita konser disana” kata Eross berharap. Kalau benar Sheila on 7 bakal membuat konser di Jepang band asal Jogja ini bakalan menjadi band kesekian kali dari Indonesia setelah Dewa,. Padi, Gigi, Jamrud, serta Pas Band yang pernah menjajal publik musik negeri matahri terbit ini.
Source: Clear Top 10
July 1, 2004
BUKAN SHEILA on 7 kalau tidak memberikan ’kejutan’. Band yang baru saja merilis album Pejantan Tangguh ini kabarnya akan mengelar konser di Jepang. Ini tentu bukan main-main, lantaran konser yang diberi titel Temasindo Osaka 2004 itu akan digelar di Umeda Sky Building. Dimana itu?
Menurut informasi yang didapat dari Eross, gitarisnya, Sheila on 7 akan menggelar konsernya 8 Agustus 2004 mendatang. “Kita sih berangkat sekitar tanggal 6 Agustus nanti. Kalo tidak salah di Osaka tempatnya,” ucapnya ketika dihubungi via ponselnya.
Konsernya sendiri diadakan di di halaman di antara dua bangunan dari Umeda Sky Building (salah satu skycrapper dengan arsitektur terkemuka di Jepang). Tempat ini kebetulan digunakan pula untuk acara Asian Festival yang dilaksanakan tanggal 6-8 Agustus. Bagi masyarakat Jepang sendiri, Umea Sky Building termasuk salah satu gedung yang bergengsi.
Kabar ini tentu menyenangkan untuk masyarakat Indonesia di Jepang. Karena memang tak sedikit penggemar Sheila on 7 yang tinggal di luarnegeri. Dan tampil di Jepang tentu juga bisa sebagai langkah untuk “lepas landas”di negeri orang. Begitu bukan? [joko/foto: istimewa]
June 29, 2004
TIDAK pelak lagi, Sheila on 7 (So7) saat ini merupakan salah satu kelompok musik paling bersinar di Tanah Air. Setelah era Dewa 19 (belakangan menjadi Dewa saja) dan Slank, So7 menjadi barometer perkembangan dunia musik pop Indonesia. Popularitas mereka menjadi inspirasi para musikus pemula.
Band itu berasal dari Kota Gudeg Yogyakarta. Semula memakai nama Sheila Gank, akhirnya mereka menjadi satu di antara segelintir artis daerah yang bisa meraih popularitas tingkat nasional.
Debut album perdana mereka terjadi pada 1999. Ketika itu, album tersebut sukses luar biasa dan digemari para kawula muda. Lagu-lagu album itu seperti “Dan” dan “JAP (Jadikan Aku Pacarmu)” menjadi tembang-tembang populer yang memuncaki berbagai tangga lagu di Indonesia.
Saat itu So7 menampilkan formasi Duta pada vokal, Eross (gitar), Anton (drum), Adam (bas), dan Sakti (gitar). Para personel So7 dikenal sebagai seniman-seniman yang tetap sederhana, rendah hati, dan njawani, meski telah menjadi kelompok musik yang tidak saja bertaraf nasional namun juga regional (Asia Tenggara).
Ya, mereka memang tidak hanya terkenal di Tanah Air, namun juga di beberapa negara tetangga.
Di Malaysia dan Singapura, So7 menjadi salah satu artis asing yang memiliki basis penggemar cukup kuat. Boleh dikata, kegilaan para ABG di kedua negara itu sama dengan yang dipertunjukkan rekan-rekan mereka di Indonesia.
Tahun ini, So7 menelurkan sekaligus dua projek yang sama-sama prestisius. Pertama, adalah album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta besutan sutradara wanita Upi Avianto. Dari album itu, muncul beberapa lagu populer seperti “Melompat Lebih Tinggi” dan “Berhenti Berharap”.
Setelah album soundtrack tersebut terbukti sukses, mereka kian mantap merilis album keempat berjudul Pejantan Tangguh. Memajang sampul bergambar seekor ayam jago, So7 tampil agak beda dalam balutan musiknya kali ini.
Pada lagu andalan “Pejantan Tangguh”, Eross dkk nampak sangat berani menguji coba warna baru yang dikomandani Onny dari Saunine. Dengan ditambahi elemen musik tiup yang dinamis, penampilan mereka jadi terdengar lain dan berbeda.
Ikan Peliharaan
Cerita menarik muncul dari ide untuk judul “Pejantan Tangguh” itu sendiri. Menurut penuturan Eross, judul itu muncul dari seorang temannya dan ikan peliharaan. Di Malaysia, judul tersebut memicu kesalahpahaman, sehingga akhirnya harus diganti menjadi “Pria Terhebat”.
Semua kisah mengenai grup band yang bermarkas di Jalan Atmosukarto Yogyakarta itu, akan tampil dalam Tabloid Remaja tren edisi nomor 77 yang akan terbit pada Kamis 1 Juli 2004. Hadir juga ulasan lagu per lagu yang ada di dalam album Pejantan Tangguh.
Satu lagi hal menarik yang ada dalam album itu adalah segi sosial yang ditampakkan manajemen So7 dan label rekamannya. Uang senilai Rp 100 dari penjualan tiap kopi album Pejantan Tangguh, akan disumbangkan kepada yayasan yatim piatu yang telah ditunjuk.
“Dari gerakan sosial itu, paling tidak album tersebut bisa memperbaiki mental anak-anak muda sekarang,” kata Eross mengenai misi sosial itu. “Kami juga punya misi untuk mengajari anak-anak menjadi orang yang bermental kuat!”
Materi menarik yang ditampilkan Tabloid tren dalam edisi terbarunya kali ini, adalah mengenai band asal Irlandia, The Corrs, yang merilis album terbaru bertajuk Borrowed Heaven.
Info terbaru mengenai Euro 2004 yang sudah hampir memasuki partai pamungkas, juga ikut serta dihadirkan. (Anto-58a)
C&P: SuaraMerdeka
June 25, 2004
Dari album ke album, Sheila On7 berusaha memberi kedewasaan. Dengan eksperimen brass section, album Pejantan Tangguh jadi lebih dinamis, berani dengan lirik cinta yang benar-benar tangguh!
Jangan terlalu berharap ada lagu-lagu setipe Sephia ataupun Dan meluncur di album keempat Sheila On7 ini. Band asal Yogya ini sudah banyak menjalani pembelajaran, dan musik mereka kini pun makin kaya. Ketukan dinamis, matangnya perkusi ditambah sentuhan brass section membuat Pejantang Tangguh benar-benar beda.
Meski dari album sebelumnya Eross nggak lagi mendominasi, tapi tetep aja gitaris itulah yang paling banyak menyumbangkan lagu. Selain Pejantan Tangguh yang dijadiin lagu jagoan, beberapa nomer lain yang enak dinikmati adalah Itu Aku, Ketidakwarasan Padaku dan Kaylila’s Song. Lagu terakhir itu agak menggelitik. Dengan lirik lugas dan dalem, Eross sepenuhnya udah pas banget memberi petuah untuk anak angkatnya, Kaylila.
Eksplorasi pol-polan juga dilakukan sama Duta. Vokalis yang lagi nunggu anak pertamanya ini berani tampil beda dengan ngerap di lagu Pemuja Rahasia. Selain ngerap, Duta juga memberikan 1 lagu romantisnya, Tanyaku. Secara komplit, album yang baru dirilis 30 Mei lalu ini penuh dengan kematangan bermusik, meski hasil akhirnya jadi agak beda dari album-album sebelumnya.
Source: KG
PENYANYI Sheila Majid dan kumpulan Sheila On7 adalah antara dua nama artis yang berjaya menguasai pasaran muzik di Malaysia dan Indonesia. Kedua-dua artis tersebut mempunyai peminat tersendiri.
Pada hari Selasa lalu, mereka dipertemukan dalam satu program berinteraksi bersama peminat iaitu My Selebriti…. Interaksi Besama Selebriti Kesayangan Anda di Musictheque, Hotel Istana, Kuala Lumpur.
Sheila dan anggota Sheila On7 sibuk menjawab pertanyaan daripada peminat-peminat menerusi laman web www.amacam.com.my.
Antara soalan yang dikemukakan oleh peminat ialah apakah jantina anak yang dikandung oleh Sheila dan bagaimana persediaan Duta untuk menjadi bapa.
Menerusi laman web tersebut peminat-peminat bebas bertanya sebarang soalan kepada artis kesayangan mereka.
Sheila yang sedang mengandung enam bulan sewaktu menjawab soalan peminat berkata, dia tidak melakukan teknik imbasan (ultrasound) untuk melihat jantina bayi yang dikandung kerana inginkan kejutan.
Dia yang sudah mempunyai dua orang anak, Wan Nur Khaleeda, 13 dan Megat Abdul Majid, 9, pada malam itu sempat juga menghibur peminat-peminat yang hadir dengan lagu Kerinduan.
“Saya tidak akan berehat menyanyi. Selagi terdaya saya akan teruskan. Dalam keadaan sekarang saya perlu aktif kalau asyik tidur dan makan sahaja, saya akan cepat bosan,'’ katanya yang akan mengadakan persembahan di Planet Hollywood pada malam Ahad ini.
Sementara itu Duta, penyanyi utama kumpulan Sheila On7 tidak sabar lagi menunggu masa untuk menimang cahaya mata sulung.
Kata Duta, setiap apa yang dilakukan sekarang lebih bermakna dan penuh kebahagiaan.
“Kehadiran bayi sulung menjadi inspirasi untuk saya terus berkarya dengan penuh semangat. Dalam keadaan sekarang saya sering berhubungan dengan isteri, lagi pun kehamilan pertama memerlukan perhatian,'’ katanya yang nampak lebih matang berbanding dulu.
Dia juga tidak takut dengan sambutan peminat setelah mendirikan rumah tangga.
Katanya, sehingga kini peminat sentiasa memberi sokongan kepada Sheila On7 tanpa menghiraukan status anggota kumpulannya.
“Tidak ada sebarang perubahan daripada peminat. Saya kahwin atau belum, sama sahaja bagi mereka kerana peminat menggemari muzik yang kami persembahkan,'’ katanya yang memang ramai peminat.
Duta bersama rakan-rakan lain datang ke sini untuk mempromosi album baru, Pria Terhebat, yang telah berada di pasaran sejak awal bulan Jun.
Selain promosi album, Sheila On7 juga akan mengadakan konsert di Konvensyen Centre di MITC Konvensyen, Ayer Keroh, Melaka, Sabtu ini pada pukul 8.30 malam.
Jelas Duta, album Pria Terhebat setakat ini mendapat sambutan hangat kerana banyak perubahan yang dilakukan
June 22, 2004
SHEILA on 7 di Bandung! Udah lama banget rasanya mereka ga ngadain konser, apalagi di Bandung. Nah, Jumat (18/6) kemarin, band asal Yogyakarta ini ngadain konser di Bandung.
Acaranya digelar lumayan malam banget. Sheila on 7 manggung ngisi acara Friday Freak, gelaran yang rutin diadain tiap Jumat malam di Fame Station yang ada di lantai 11 Wisma Lippo, Jln. Gatot Subroto Bandung. Udah digelar lumayan malam, trus diadain di tempat dugem pula, pasti banyak Belia yang ga bisa nonton.
Sheila on 7 sendiri emang spesial dipilih ama penyelenggaranya, pengelola Fame Station, karena grup ini udah lama ga wara-wiri di panggung. Trus penyelenggaranya juga sadar banget kalo Bandung tuh lagi demam ama gaya musik peralihan antara RnB dan Alternatif, pokoknya di tengah-tengah deh. Belia ngacungin jempol buat panitianya yang milih band ini.
Bener juga tebakan belia, penonton yang datang banyak banget. Jadinya ruangan Fame Station yang emang ga terlalu luas itu udah bejubel isinya. Gelaran “Friday Freak” sendiri udah dimulai pukul 21.00 WIB. Tapi buat nongkrongin aksi panggung Duta (vokal), Adam (bass), Eros (gitar) Anton (drum), dan Sakti (gitar) penonton mesti sabar nunggu sampai hampir tengah malam.
Konsernya Sheila on 7 malam itu dibuka ama Two Triple O, band RnB yang lumayan sering muncul di kafe-kafe Bandung dengan Jakarta. Two Triple O bawain 13 lagu yang rata-rata lagi ngehits di radio-radio kaya Yeah-nya USHER, Hey Mama punya Black Eyed Peas, trus Get Busy lagunya Sean Paul, dan banyak lagi lagu-lagu mereka bawain yang rata-rata berirama RnB.
Setelah hampir 1 jam Two Triple O manggung akhirnya bintang utamanya nongol juga. “Selamat malam Bandung, terima kasih buat yang sengaja datang untuk nonton kita,” teriak Duta ngebuka konser mereka malam itu.
Lumayan kenyang lo. Sheila on 7 malam itu pun tampil ngebawain 18 lagu yang di antaranya berasal dari album pertama hingga album mereka teranyar. Mereka bawain lagu yang diambil dari keempat album mereka. Mulai dari “J.A.P” dan “Kita” dari album Sheila on 7 (album pertama) sampai lagu kojo di album terakhir mereka Pejantan Tangguh, yang juga jadi judul album keempat mereka.
Buat Belia, lagunya Sheila on 7 yang judulnya “Pejantan Tangguh” ini sempat jadi masalah lo di Malaysia. Di sana, kata “pejantan” itu bahasanya agak kasar dan tangguh tuh artinya “tunda”, kebayangkan kalau diartiin ama temen-temen Belia di Malaysia? Gara-gara itu, Sony Music terpaksa mengubah judul lagu itu khusus buat Malaysia jadi “Pria Terhebat”.
Sayang banget lo, Belia gak sempat buat ngobrol ama Duta. Padahal, Belia mau nanyain kabar Duta yang katanya mau jadi bintang utama film barunya sutradara “Tusuk Jelangkung”, Jose Purnomo yang judulnya “Tak Biasa”.
Konser Sheila on 7 yang digelar ampir dua jam itu bikin penonton larut ama suasana malam itu. Beat riang lagu-lagunya Sheila on 7 bikin penonton yang datang ikutan jingkrak-jingkrakan di depan panggung. Ampir semua yang datang pada ikutan nyanyi waktu Duta bawain semua lagu-lagunya.
Eh, di antara penonton ternyata Belia mergokin Roni ama Edwin dari Cokelat ikutan nonton lo. (nit/belia)***
KELOMPOK musik Sheila On 7 menggelar konser di Fame Station, Bandung, Jawa Barat, Sabtu dini hari pekan silam. Selain ingin memperkenalkan album terbaru, kehadiran grup musik asal Yogyakarta itu juga ingin mengobati kerinduan publik Bandung terhadap mereka. “Ingin mengobati kerinduan bagi mereka yang rindu dan mengobati kemarahan bagi yang marah pada Sheila On 7,” tutur Duta Mojo.
Alasan Duta yang juga vokalis Sheila On 7 itu dibenarkan rekan-rekannya. Tapi intinya, kata mereka, kehadiran Sheila On 7 di mana pun, termasuk di Bandung untuk membawa kebahagiaan dan kebaikan bagi semua orang. Kalau nggak bahagia gimana?
Source : SCTV
ADA spekulasi beredar, album Pejantan Tangguh adalah rekaman terakhir band one million copies ini. Karena setelahnya, Sheila on 7 menyatakan bakal break panjang. Dan, 2-3 tahunan memang waktu yang sangat relatif. Tapi mendengar kata mereka bahwa So7 sudah sampai titik jenuh, dan Eross bahkan hendak membentuk band baru, benarkah kemungkinan bahwa band idola remaja itu diambang bubar?
Eross mengaku deg-degan dengan Pejantan Tangguh. Pasalnya baru di album keempat ini mereka melakukan beberapa terobosan baru —dominasi unsur string section diganti brass— padahal bisa jadi fans So7 tetap ingin style Sheila seperti tiga album sebelumnya.
“Kami sih optimis aja. Perubahan ini biar penggemar nggak bosan aja. Tapi tetep aja deg-degan. Soalnya aku takut dibilang melangkah terlalu jauh” tutur Eross.
MP ngobrol dengan Adam dan Eross di warung gudeg Warung Mbak Sasha depan Mirota Gejayan.
“Kami bisa dibilang lagi ketemu titik jenuh” kata Adam setelah menyampaikan rencana grupnya promotour keliling Indonesia, setelah itu Sheila on 7 benar-benar absen.
Sekali lagi : dua atau tiga tahunan.
“Di situ mungkin temen-temen bisa meneruskan kuliahnya” kata Eross. “Jujur aja… aku malah pingin bikin band baru untuk seneng-seneng”.
“Band main-main” yang niatnya berisi tiga orang dari teman-teman Studio Alamanda itu, menurut Eross dibentuk untuk melimpahkan kangennya pada masa-masa susah So7 sebelum album pertama laku sejuta keping, dan album kedua ludes dua juta kaset.
“Aku akan main di kafe-kafe kecil dengan band baru itu. Ditonton oleh sedikit orang. Mungkin aku juga harus mengangkut sendiri alat-alat karena krunya cuma dua orang” lanjut Eross. “Aku memang dari dulu pingin punya band sebesar Sheila. Tapi aku juga mau punya band kecil kayak gitu. Asik aja. Berasa anak band banget!”.
ADAM dan Eross mengaku ‘ngeri’ sekarang. Nama besar Sheila on 7 punya imej terlalu kuat, sehingga sedikit saja bergerak bisa menuai kritik dari pihak label maupun penggemar.
“Itulah, yang menjadikan kami butuh hiburan” kata Erros sambil mengingat ‘masa-masa manis’ saat ia dan kawan-kawan merintis karir, pernah jadi band pembuka Ahmad Band (1999), dan sebagai grup belum dikenal penonton mereka berani membawakan 10 lagu ciptaan sendiri.
Sekarang? Tak ada lagi keberanian Sheila on 7 ‘main-main’ di panggung.
“Aku udah nggak bisa lagi kayak dulu. Nggak bisa lagi duduk-duduk bikin lagu, terus selesai. Sekarang, aku juga berhadapan dengan urusan produksi, launching, sampai menanggapi respons penggemar. Akhirnya, kebanyakan pikiran bikin aku jadi malas bikin lagu” tambah Eross.
SUKSES album pertama dan melangkah ke album kedua, anak-anak So7 belum merasa sulit dalam posisinya sebagai band populer. Istilah Adam hanya “perpanjangan ide”. Tapi begitu masuk album ketiga, anak-anak Sheila mulai resah pada pikiran orang bahwa ‘ciri’ Sheila on 7 sudah jadi. Padahal, ide-ide Eross, Duta, Adam, Anton, Sakti, bahkan mulai berkembang. Dan bukan tidak mungkin ide baru mereka justru dianggap minus oleh penggemar So7.
Sebagai grup pencetak hits, Sheila on 7 merasa dibebani tuntutan-tuntutan yang sangat besar.
“Akhirnya daripada bingung, aku lepas saja permainan kami” kata Adam. “Yang penting kita nggak lari jauh-jauh dari akar warna Sheila yang pop rock”
Soal lirik juga melelahkan jika dipikir serius. Tema lagu seperti Dan yang bercerita tentang bagaimana memutuskan cinta, atau tema Sephia yang bertutur tentang selingkuh secara pop, menurut Adam menjadi icon pada masing-masing album. Lalu orang pun menunggu ‘icon baru’ begitu So7 rekaman berikutnya.
“Terus terang, jadi kepikiran aku untuk buat icon lagu seperti itu. Padahal kan bikin lagu nggak bisa disuruh? Akhirnya aku putuskan, cuek aja deh” Eross pasrah.
Cuek itu artinya, menggelinding begitu saja? Atau melepas Sheila on 7 dan ‘main-main’ dengan band baru karena lelah berpikir?
“Band baru itu nggak bakalan jadi band tetap. Iseng saja. Cuma buat mengisi waktu istirahat Sheila. Kalau Sheila sudah mulai jalan lagi, band ini juga harus berhenti” kata Eross lagi.
Tetap yakin bahwa setelah break panjang —dua-tiga tahunan— comeback Sheila nanti tetap diterima oleh masyarakat yang tentu sudah berkembang?
Mudah-mudahan, Sheila on 7 tetap fenomenal di segala zaman. –abprass–
Source: Minggu Pagi
June 20, 2004
Album: Pejantan Tangguh
Artis: Sheila on 7
Produksi: Sony Music (2004)
DALAM belantika musik pop Indonesia pernah ada kecenderungan untuk membuat lagu dengan mengacu pada lagu yang pernah sukses. Sebuah lagu dibuat dengan melodi, tata musik, dan tema yang hampir sama dengan lagu yang pernah laris. Harapannya, lagu pengekor itu bernasib baik seperti lagu yang diacu.
Sheila on 7 termasuk yang berani untuk tidak menggunakan pola seperti itu. Seperti dikatakan Eross Chandra, gitaris kelompok musik asal Yogyakarta itu, Sheila on 7 tidak ingin terjebak pada satu pola musik tertentu yang pernah mereka buat. Mereka menawarkan rasa yang agak berbeda pada setiap albumnya.
Pada album Pejantan Tangguh mulai melibatkan seksi tiup. Ini berbeda dengan album mereka sebelumnya yang menggunakan unsur instrumen gesek. Mereka mengaku merasa sampai pada titik jenuh untuk menggunakan unsur gesek.
“Kita ingin mencoba sesuatu yang tidak lazim,” kata Eross, soal penggunaan unsur tiup logam itu.
Eross jujur mengakui bahwa secara teknis ia tidak mampu menggarap unsur tiup. Akan tetapi, mereka percaya pada apa yang diistilahkan Eross sebagai feeling. Untuk itulah mereka melibatkan Oni Krisnerwinto dalam aransemen tiup. Oni memberi masukan teknis, sedangkan Sheila on 7 menyumbang feelingnya. Lagu Pejantan Tangguh dan Itu Aku misalnya, telah diberi polesan instrumen tiup yang melibatkan hyper-sax.
Masih ada kesan berdesak-desakan antara bunyi alat tiup dengan gitar elektrik. Pada Pejantan Tangguh, kuping disodori aneka bunyi hingga sepertinya diperlukan telinga yang sabar untuk memilah-milah bunyi riuh itu. Suasana agak berbeda terdengar pada lagu Itu Aku, di mana tata tiup terasa lebih renyah. Bunyi French Horn pada bagian akhir lagu itu terdengar pas.
Penggunaan instrumen tiup pada album ini masih berkesan agar terdengar beda, setidaknya dari album mereka sebelumnya. Akan tetapi, kreativitas mereka jauh lebih baik daripada terjebak pada pengulangan pola lagu yang sama. (XAR)
Source: Kompas
Sutradara Jose Poernomo kembali menyapa para penikmat film di tanah air. Kali ini lewat film bertajuk Tak Biasa. Sebuah drama komedi romantik dengan menghadirkan bintang Akhdiyat Duta Modjo, alias Duta, personel kelompok musik Sheila On 7 (So7) sebagai bintang utamanya. Cerita dan dialog yang cerdas, namun kurang didukung sajian sinematografi yang memadai.
Wajah Abi (Duta) dibuat melongo ketika sesosok wanita–yang kemudian diketahui bernama Melisa (Miea Kusuma)–muncul di hadapannya di sebuah cafe. Tentu saja, hal tersebut membuat rekannya geleng kepala. Maklum saja, sesaat sebelum “penampakan” Melisa, respons miring terhadap kaum perempuan mengalir deras dari mulut Abi.
Yap, Abi rupanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Akal cerdik Abi pun muncul agar bisa mendekati si empunya mata indah dan hidung lancip itu. Nasib mujur, kali ini berpihak pada Abi. Melisa membuka hatinya untuk berkenalan dengannya.
Tapi sayang, keberuntungan tak cukup lama berada dalam genggaman Abi. Si merpati memilih meninggalkannya dengan alasan: Tidak Jelas…!
Hidup tak lagi menyenangkan di mata Abi. Namun, sebuh pepatah “hilang satu tumbuh seribu” yang didengarnya dari seorang pria, telah membuatnya kembali bersemangat. Dan, memang benar adanya, tanpa diduga, seorang perempuan cantik muncul dihadapannya.
Lagi-lagi, Abi jatuh cinta pada pandangan pertama. Perangkat pun kembali dipasang. Abi yang sok akrab, percaya diri habis dan lugu, cukuplah membuat perempuan bernama Nadya (Melanie Putria) luluh. Apalagi, ia berhasil memincut hati ibunya Nadya.
***
Lewat film keduanya ini, Jose Poernomo cukuplah pantas diberikan acungan jempol, terutama menyajikan sebuah cerita yang menarik sebagai sebuah tontonan: cerdas dan menghibur. Dialog-dialog yang disodorkan pun terasa penuh kejutan, hingga berhasil memancing gelak tawa penontonnya.
Ekplorasi terhadap sosok Abi secara total memberikan nilai tersendiri terhadap film yang skenarionya ditulis Hilman Mutasi. Untungnya, hal tersebut dipahami betul oleh Duta. Tak salah pula rasanya jika acungan jempol juga diberikan kepadanya. Meski bukan datang dari latar belakangan tukang akting, kemampuan akting Duta tak kalah dibandingkan bintang-bintang sinetron muda yang belakangan banyak bermunculan di layar kaca.
Aksi perburuan cinta Abi, memang menjadi intisari dari film tersebut. Untungnya, Jose berhasil menyuguhkannya secara maksimal, meski terdapat sedikit bolong di sana-sini. Sebetulnya, ada sejumlah adegan yang seharusnya bisa dipangkas. Sayang, Jose tak cukup berani melakukannya.
Soal kekuranan lainnya, itu karena suguhan sinematografi yang terkesan kedodoran. Gambar yang muncul terasa kabur. Inilah yang seringkali menjadi kelemahan film yang digarap dengan format digital.
Di antara sejumlah kekurangan itu, Tak biasa, film yang dibintangi sejumlah bintang-bintang baru itu bolehlah mendapat aplaus yang tak biasa. Sebab, menawarkan sajian yang cerdas dan menghibur.
Rencananya, film tersebut akan diputar di bioskop-bioskop 21 kawasan Jakarta, mulai 25 Juni mendatang. (EH)
Source: Kompas
PEJANTAN TANGGUH
1. Pejantan Tangguh
2. Itu Aku
3. Pemuja Rahasia
4. Pilihlah Aku
5. Brilliant 3x
6. Tanyaku
7. Generasi Patah Hati
8. Coba Kau Mendekat (Tuangkan Hasratmu)
9. Ketidakwarasan Padaku
10. Pendosa
11. Jangan Beritahu Niah
12. Khaylila’s Song
Pejantan Tangguh
Eross
Jantan, Pejantan tangguh
itu yang kuharap ada padaku
Agar, agar diriku
bisa melumpuhkan tingkah liarmu
Jangan, jangan siakan
kehadiranku pada mimpimu
Karna, hanya lewat mimpi
kubisa menjamahmu juga memilikimu
Ajari aku tuk jadi pejantan tangguh
mungkin terlalu lama aku tlah bersembunyi
menatap mataharipun aku tak mampu
udara malam pun terlalu menusuk langkahku
di persembunyian aku bernyanyi
di persembunyian aku menari
Pejantan tangguh
Begitu banyak lagu yang tercipta untukmu,
hanya saja aku tak bisa
mengungkapnya kepadamu……..
na..na..na..na..na

Itu Aku
Eross
Ribuan hari aku menunggumu
Jutaan lagu tercipta untukmu
Apakah kau akan terus begini
Masih adakah celah di hatimu
Yang masih bisa aku tuk singgahi
Cobalah aku kapan engkau mau
Tahukah lagu yang kau suka
Tahukah bintang yang kau sapa
Tahukah rumah yang kau tuju
Itu aku…
Tahukah lagu yang kau suka
Tahukah bintang yang kau sapa
Tahukah rumah yang kau tuju
Itu aku…
Coba keluar di malam badai
Nyanyikan lagu yang kau suka
Maka kesejukan yang kau rasa
Coba keluar di terik siang
Ingatlah bintang yang kau sapa
Maka kehangatan yang kau rasa
percayalah itu aku…

Pemuja Rahasia
Eross
Kuawali hariku dengan mendoakanmu Agar kau s’lalu
sehat dan bahagia disana
Sebelum kau melupakanku lebih jauh Sebelum k
au meninggalkanku lebih jauh
Ku tak pernah berharap kau kan merindukan
Keberadaanku yang menyedihkan ini
Ku hanya ingin bila kau melihatku kapanpun
Dimanapun hatimu kan berkata seperti ini
Pria inilah yang jatuh hati padamu
Pria inilah yang kan s’lalu memujamu
Aha, yeah, aha, yeah
Begitu para rapper coba menghiburku
Akulah orang yang selalu menaruh bunga
Dan menuliskan cinta di atas meja kerjamu
Akulah orang yang kan s’lalu mengawasimu
Menikmati indahmu dari sisi gelapku
Dan biarkan aku jadi pemujamu
Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku
Tenanglah, tenang pujaan hatiku sayang
Aku takkan sampai hati bila menyentuhmu
Reff
Mungkin kau takkan pernah tahu
Betapa mudahnya Kau untuk di kagumiii… i
Mungkin kau takkan pernah sadar
Betapa mudahnya Kau untuk di cintaiii… i
Akulah orang yang akan selalu memujamu
Akulah orang yang akan selalu mengintaimu
Akulah orang yang akan selalu memujamu
Akulah orang yang akan selalu mengintaimu
Karena hanya dengan perasaan rinduku yang dalam
padamu
Kupertahankan hidup
Maka hanya dengan jejak-jejak hatimu
Ada artiku telusuri hidup ini
Selamanya hanya ku bisa memujamu
Selamanya hanya ku bisa merindukanmu

Pilihlah Aku
Adam
sadarkah kau ku sayangi
sadar kau tuk mu ku bernyanyi
terbacakah niat tulus ini
degup jantung kian terbisik
kadang kata x berarti
kalau hanya kan sakiti
diam bukan lah x ingin
degup jantung kian terbisik
tanda cinta yang bersemi
**aku yang kan mencintaimu
aku yang kan slalu mendampingimu
bila bahagia yang akan kau tuju
bila butuh cahaya tuk menemanimu
pilih lah aku
jangan sempat kan berlalu
kalau karyaku yang kau tunggu
jangan hanya aku yang tahu
aku cinta padamu
mohon warnai jiwaku
maukah hidup bersama ku

Brilliant 3x
Eross
brilliant 3x…cara kau memahamiku
brilliant 3x…perlakuan mu padaku
sisakan waktu mu utk aku miliki
brilliant 3x…percepat laju jantungku
brilliant 3x…peras keringat dingin ku
brilliant 2x…brilliant 2x
sisakan waktumu utk aku miliki
kapankah aku mengimbangimu
kapankah aku menaklukkan hidupmu
bisakah aku mengimbangimu
bisakah aku menaklukkan hidupmu
sudahi lah tinggi mu
sisakan hidupmu dengan ku..ku..ku
brilliant 3x…aku dapatkan egoku
brilliant 3x…tinggi dan x terkendali
brilliant 2x…brilliant 2x
sisakan waktumu utk aku miliki
ku benturkan diriku ditelapak kakimu
aku adalah hampar yang bersinar bila kau sentuh
tiap gerak kecilmu meledakkan hatiku
seakan tak percaya sentuhan mu adalah nyata
coba rebahkan…naluri itu…pasti dia kan
menuntunmu padaku
pejamkan lah matamu dan percayakan pada hatimu..
coba bebaskan pendengaranmu pasti dia kan
membisikkan namaku
pejamkan lah matamu dan percayakan pada hatimu..
brilliant kau taklukan aku 3x

Tanyaku
Duta
tak pernah ku merasa hawa sehangat ini
di dalam hidupku
kau beri dan kau bagi semua marah dan candamu
ku harap hanya untukku
tak pernah ku hinggapi bahagia..
seperti ini.. jatuh hati..
tumbuhkan nyaliku tuk nyanyikan
kepadamu.. aku cinta
sesaat tersenyum dan kaupun lalu
terdiam dan berpaling biaskan laguku
reff:
seolah tak tahu
hanya engkau yang ku tuju
akan kunantikan hatimu mengiyakanku
ku mau kau tahu tiap tetes tatapmu
iringi tanyaku kapan kau jadi milikku
saat kau maratap, saat kau bahagia
kuingin ada di sana..
saat ku melangkah, saat ku berpijak
adakah kau bersamaku wouuu…

Generasi Patah Hati
Eross
tawa lepasmu adalah tangisanku
kelakuanmu adalah deritaku
kebodohan ini harus segera diakhiri
sebelum aku benar-benar mati
aku generasi yang patah hati
terlahir dengan kondisi dunia yang seperti ini
aku generasi yang patah hati
aku harus belajar tersenyum sebelum membunuh…
sebelum membunuh rasa takutku…
perut buncitmu.. kurusnya bayi mereka..
rumah mewahmu. keringat mereka..
kebodohan ini harus segera di akhiri..
sebelum kita benar-benar mati..
Reff:
ku bekerja siang dan malam
agar isteri ku bahagia
smoga kelak anak kita hidup selayaknya
aku siap tuk lupakan mimpi ego mudaku
aku siap tuk lupakan…
aku akan perjuangkan masa depan anakku..
aku akan perjuangkan..

Coba Kau Mendekat (Tuangkan Hasratmu)
Anton
Pertama, ku coba
tatap dalam mata
kulihat warna yang semu
kupikir, hanyalah
alasan tuk menggoda
ternyata kamu tersedu
langkahku, mengajak
kau untuk temaniku
walau kau mencoba bisu..
semakin, kudekati
dirimu yang tak peduli
daripada termangu sepi
coba..
coba kau mendekat
tuangkan hasratmu

Ketidakwarasan Padaku
Eross
ketidakwarasan padaku
membuat bayangmu slalu ada
menentramkan malamku
mendamaikan tidurku
ketidakwarsan padaku
membuat hidupku lebih tenang
aku takkan sadari
bahwa kau tak lagi di sini
aku mulai nyaman
berbicara pada dinding kamar
aku takkan tenang
saat sehatku datang
ketidakwarasan padaku
slimut tebal hati rapuhku
berkah atau kutukan
namamu yang ku sebut
aku mulai nyaman
berbicara pada dinding kamar
aku takkan tenang
saat sehatku datang
suara hati takkan mati
jika jiwa terus menari dan bermimpi

Pendosa
Eross
akulah pendosa yang sedang menjalani hukuman
memikirkanmu kriminalku
akulah pendosa yang sedang menunggu kebebasan
menantimu kejahatanku
mungkin hanya dirimu yang bisa aku kagumi
sakit terlalu sakit benci memimpikan mu
Reff:
hati dan raga ini terlalu mengharapkan mu
hingga kagum menjadi duri
hati dan raga ini terlalu mengharapkan mu
hingga kagum menjadi..
hei akulah pendosa yang menjalani hukuman
menunggu kebebasan
hei.. kaulah pemendam mimpi
yang kan menghantuiku seumur hidupku

Jangan Beritahu Niah
Eross
tolong jangan beritahu niah
bahwa kini tiada lagi cinta
yang kurasa pada sentuhannya
pada tiap buaiannya..
tolong jangan beritahu niah
bahwa kini hatiku terbawa..
pada sesesorang di sana..
pada satu cinta di sana..
bagaimana lagi yang harus kukatakan
bila aku tak mampu lagi berbohong untuk mencintainya
lalu apa lagi yang harus kukatakan
saat dia berjanji akan mencintai aku
untuk selama-lamanya
untuk selama-lamanya
untuk selama-lamanya
Reff:
takkan sampai hati bila ku pergi..
meninggalkan niah melukai niah..
apapun yang akan terjadi nanti..
Aku akan slalu ada disampingnya
aku akan slalu merawat niah di sini
semakin hari terbangun
aku memikirkanmu…

Khaylila’s Song
Eross
Khaylila yang cantik
cepatlah kau besar
ajarkan dunia berbagi seperti yang
ku ajarkan kepadamu..
Khaylila yang mungil
bila kau jadi pemimpin
berikan hak mereka.. bebas dari rasa takut
juga rasa tertindas
reff:
dengan senyummu senjata membeku
tantara bernyanyi ikuti tingkahmu
tak ada lagi naluri menguasai
perlahan berganti naluri berbagi
satu hal yang pasti..
ajarkan anak kita..
berbagi.. memberi.. lebih dari yang kita
lakukan untuk saat ini..
Back to reff
dengan senyummu langit terpeluk
bintang bertakuk
ku butuh kau sentuh
tak ada lagi
yang ku takuti
Ku terlindungi dengan sentuhanmu…
back to reff
June 18, 2004
AKHIRNYA anak-anak So7 mengalami titik jenuh. Lewat MP mereka pamit untuk break panjang. 2-3 Tahunan.
Gawatnya, pamitan itu diikuti ujar Eross bahwa ia berencana bikin band baru. Sementara Anton Dramer mau mengurusi bengkel. Duta membangun studio musik di Pondok Indah. Sakti mau kuliah lagi sambil mengurusi yayasan yang dibentuknya bersama Icha Jikustik. Adam akan menyeriusi bisnis EO-nya.
“Aku ini nggak bisa apa-apa. Kalau yang lain punya hobi motor, bisa bisnis, aku nggak punya keahlian apa-apa. Wong main PS saja aku nggak suka. Mungkin aku cuma suka ngumpulin gitar saja” kata Eross kepada MP.
Justru ‘pelariannya’ ketika So7 jenuh ini yang paling ‘bahaya’. Dengan Eross bikin band baru tanpa Duta-Anton-Sakti-Adam, bisa diartikan So7 ambyar?
Source: Minggu Pagi
Dapatkan berita film & televisi terbaru lewat SMS. Kirim SMS dengan
pesan FTV ke 5003. Khusus IM3 & Satelindo
Mula-mula gitaris Eross yang tampil sepintas sebagai pelayan kafe dalam film 30 Hari Mencari Cinta arahan Upi Avianto. Kini, satu lagi personel grup pop Sheila on 7 main film. Dialah Duta, sang vokalis.
Tidak tanggung-tanggung, Duta mendapat peran utama dalam film baru Tak Biasa, yang disutradarai oleh Jose Poernomo. Dalam film komedi romantik itu ia berperan sebagai Abi, lulusan SMU di Jakarta yang memilih menganggur dulu setelah gagal tembus ujian masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Abi digambarkan sebagai pria yang ingin cepat-cepat mendapat pacar, tapi melulu gagal.
Kepada KCM di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta, menjelang pemutaran Tak Biasa, Kamis (17/6) malam, Duta mengatakan bahwa Jose adalah sutradara pertama yang mampu melakukan pendekatan untuk menaklukkannya sehingga ia mau main film.
“Mas Jose mampu membuat aku akhirnya mau membaca skenario. Sebelum ini aku pernah mendapat beberapa tawaran main sinetron dan film, tapi aku malas membaca skenario sinetron dan film itu,” tutur pemilik nama lengkap Akhdiyat Duta Modjo ini. “Mas Jose pintar nyeritain isi film ini. Enak ngedengerinnya. Itu yang bikin aku jadi tertarik untuk membaca skenarionya,” lanjut lelaki kelahiran Kentucky (AS), 30 April 1980 ini.
Skenario film tersebut dan orang-orang yang bekerja sama dengannya dalam film itu, bagi Duta penting untuk menentukan ikut atau tidak main dalam film tersebut. “Soal honor, lumayan,” ujarnya.
Tak Biasa merupakan film pertama bagi Duta, sebagaimana bagi rata-rata penampil lain dalam film itu, seperti Melanie Putria (mantan Putri Indonesia, pemeran Nadya) dan Rama Sukmono (model, pemeran teman Abi).
“Aku banyak belajar soal akting dari sini, bareng pemain-pemain lain. Kami saling mendukung untuk memberi yang terbaik. Kalau yang lain main bagus, masa aku enggak?” ucap Duta yang menjalani syuting Tak Biasa selama 12 hari pada 2003.
Berakting, akunya, ternyata tidak gampang. “Aku harus ngerti dulu apa maunya film ini, kayak apa karakter yang aku perankan. Kalau enggak, mana aku bisa akting?” papar Duta, yang istrinya, Adelia Lontoh, sedang mengandung anak pertama. “Kalau akting parah, Jose bilang parah. Selama syuting, aktingku enggak ada yang dia bilang parah. Berarti, oke-oke saja,” imbuhnya. (Ati)
Source: Kompas
June 17, 2004
Nama Sheila On 7 (SO7) mungkin menjadi nama yang memiliki arti tersendiri bagi penggemarnya. Kemunculan mereka diblantika musik Indonesia untuk pertama kalinya, cukup membuat lonjakan yang cukup drastis. Kehadiran mereka seolah membawa warna tersendiri bagi kawula muda yang sepertinya haus akan nuansa muda yang dapat mewakili gejolak muda.
Kini So7 muncul kembali dalam program Kisah Pejantan Tangguh. Program musikal satu ini bisa menjadi alternatif Anda yang begitu ingin melihat kemunculan mereka kembali setelah melakukan tour panjang yang dilakukan mereka. Dengan mengusung sejumlah lagu yang sempat menjadi hits dan menduduki peringkat dalam tangga lagu Indonesia, mereka mencoba untuk mengajak para penggemarnya untuk ikut terlibat dalam suasana kekompakkan sebuah grup musik yang digawangi oleh Duta, Eros, Sakti, Adam dan Anton.
Lima anak muda yang selalu mencoba untuk memberikan nuansa baru dalam bermusik. Sampai saat ini tak pernah berhenti untuk berkiprah. Terutama untuk Eros yang dikenal juga sebagai pencipta lagu handal. Usia muda merupakan usia yang tak bisa ia lewatkan begitu saja. Hari-harinya bersama teman-teman “seperjuangannya” tak pernah lepas untuk tetap berkarya. Hasilnya, silakan Anda nikmati dalam Kisah Pejantan Muda yang ditayangkan pada Kamis (17/06) pukul 22.00 WIB hanya di Indosiar.
June 14, 2004
Gimana rasanya kalo pas lagi asik-asiknya beraksi di atas panggung, tau-tau disuruh berhenti? Pastinya sih bete berat!
Hal ini terjadi pada Sheila On 7 (SO7) pas manggung di acara MTV VJ Hunt 2004, Sabtu (29/5) malam lalu. Pas baru ngebawain satu lagu yang berjudul Saat Aku Lanjut Usia, Duta cs. langsung dikasi aba-aba buat turun panggung.
Hasilnya, lima Yogyanese yang baru aja ngelepas album Pejantan Tangguh ini langsung pasang ekspresi nggak puas. Maklum jack, ini emang baru pertama kali mereka manggung lagi, selepas musibah yang mereka alami di Banjarmasin awal tahun 2004 silam.
Untungnya, rasa nggak puas Duta cs. bisa terobati di akhir acara. Band yang lengket dengan julukan band sejuta kopi ini dapet kesempatan naik panggung lagi ngebawain lagu Melompat Lebih Tinggi.
Jelas aja kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya sama Duta cs. Dengan penuh energi, lima jagoan ini langsung ngegeber lagu bernuansa garage rock yang ada di album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta itu.
Sayangnya, penampilan mereka lagi-lagi nggak maksimal. Soalnya, di bagian akhir lagu, mereka harus rela berbagi panggung dengan 12 finalis VJ Hunt yang ikutan naik panggung seluas 5 X 3 meter, buat joged-joged. Alhasil, aksi lari-lari ke kanan-kiri panggung yang mereka perlihatkan di awal lagu, harus distop dan diteruskan dengan manteng di posisi yang emang udah disediakan.
Kasian deh SO7. Tapi, nggak apa-apa deh. Entar kalo konser beneran, baru geber abis-abisan ya!
Source: Hai Magz
Sebagai penggemar sepakbola, EURO 2004 jelas enggak lepas dari perhatian vokalis SO 7 ini. Dan dia adalah salah satu penggemar berat Inggris. pertandingan antara Inggris lawan Prancis yang berakhir 1-2 untuk Prancis. Bikin dia sebal. “cuma beruntung saja. Pires enggak bisa bergerak dijaga Ashley Cole yang main keren malam itu. Henry enggak pernah dapat bola. ah.. rancis cuma beruntung,” sungutnya.
Beberapa pertandingan awal yang mengejutkan membuat Duta berpikir lagi untuk menjagokan tim yang bakal juara. ” Lihat dulu pertandingan mereka,” Ujarnya yang sedikit menaruh harapan pada Italia untuk juara.

Source: Kawanku
June 7, 2004
SAAT Duta memerankan Abi di film layar lebar berjudul “Tak Biasa”. Kelucuan-kelucuan sosok Abi keluar tuntas. Sepertinya vokalis grup musik Sheila On 7 ini memang mempunyai karakter seperti abi yang sebenarnya. Karena dalam film tersebut, Duta memerankan tokoh Abi sangat baik sekali. Dan benar-benar menyelami perannya. Abi dalam cerita adalah sosok pemuda kaya yang baru lulus sekolah. Namun selalu cepat tertarik wanita. Nah saat tertarik dan jatuh cinta dengan wanita, Abi ternyata selalu gagal menjalin niatannya untuk memacari wanita-wainta yang ditemuinya.
Saat ditemui Rileks.com beberapa hari yang lalu. Cowok asal Yogya ini mengaku tertarik saat pertamakali ditawari cerita film tersebut oleh sang sutradara, yang tak lain adalah Jose Poernomo. “Aku sangat tertarik sekali dengan cerita Tak Biasa milik mas Jose. Makanya aku langsung terima ketika mereka pada awalnya menawarkan aku menjadi Abi,” ucapnya awali percakapan. Karakter-karakter Abi tidak susah diperankan, menurutnya justru perannya itu malah ada dalam dirinya. Jadi tidak susah ketika syuting berjalan. “Selain semua tim enak bekerja sama, ngga ada yang susah ketika aku berakting menjadi abi. Itulah yang membuat aku semakin bisa memerankannya dengan baik,” terangnya.
Puas ngga ketika nonton filmnya? “Puas banget, apalagi saat usai diputar perdananya banyak yang memberikan tepuk tangan panjang. Aku bersyukur bisa dengan baik bermain film walau ternyata lebih lelah dari main band,” ujarnya sambil tersenyum. “Tapi catat yah bukan berarti Abi adalah pengalaman pribadi aku, itu hanya cerita,” imbuhnya menegaskan.
Saat disinggung soal masih terus mau main film atau tidak, suami dari model Adelia Lontoh ini mengiyakan asal bisa sejalan dengan grup bandnya. “Aku sih maunya main terus kalau bisa sejalan dengan band. Tapi aku tetep konsen sama grup Sheila On 7,” paparnya. Soal Sheila On 7, Duta mengaku mau sekali grupnya di filmkan. “Kalau ditanya grup aku di filmkan, aku mau banget tapi belum sampai sekarang belum ada rencana. Kalau nanti Sheila On 7 difilmkan harus yang bagus hasilnya,” harapnya sambil akhiri jawaban dan pamit. [musa/foto:musa]
Source: Rileks
DUTA nyanyi itu biasa tapi kalau Duta main film layar lebar itu baru luar biasa. Setelah temannya Eros bermain film, kini Duta juga mengikuti langkah teman-temannya. Cowok jangkung yang juga vokalis grup beken Sheila On 7 ini didaulat main film layar lebar garapan Jose Poernomo. Duta berperan menjadi cowok yang selalu kalah bercinta. Setiap ketemu cewek, Duta pacaran dan selalu ditinggalkan oleh semua cewek yang dipacarinnya. Malah duta menjadi pria yang bertemu 3 cewek cantik yang sifat dan karakternya sangat berbeda.
Dalam film yang berjudul “Tak Biasa” itu, Duta memerankan sosok cowok yang bernama Abi yang selalu frustasi karena selalu gagal dalam meraih cinta sejatinya. 3 cewek yang ditemuinya sangat berbeda karakter. Jadi duta dalam perannya selalu pusing memilih ketiga. Endingnya duta ditinggalkan ketiga cewek tersebut. “Seru juga main film layar lebar, saya berusaha dalam film itu semaksimal mungkin berakting. Soal bagus tidaknya mending kita lihat saja,” ujar pria bertubuh jangkung ini melalui ponselnya dengan suara khas logat Yogyakarta. Duta membenarkan bahwa lokasi syuting memang diambil oleh sang sutradara di Bandung dan Jakarta. Film tersebut bakal beredar sekitar bulan Juli 2004 mendatang[musa/foto:musa]
Source: Rileks
Sempet shock gara-gara konsernya kena musibah, Sheila On 7 langsung ambil cuti besar. Berbekal mood yang belum stabil, lima Yogyanese ini langsung ngebut ngerjain album baru. Apa resepnya ya?
Jumat (7/5) malam lalu, bertepatan dengan berkumandangnya adzan maghrib di langit Jakarta, kantor Hai kedatangan tamu. Lima cowok Yogya yang menamakan diri mereka Sheila On 7, datang dengan muka kuyu. Keliatan banget, mereka masih kecapekan kelar ngelakuin perjalanan dengan kereta api Yogya-Jakarta yang memakan waktu nyaris 9 jam. (Hah? Sejuta kopi, masih naik kereta api??)
Meski capek, bukan berarti mereka jadi nggak ramah lho. Buktinya, mereka tetep berusaha terlihat ceria begitu ketemuan sama Hai. “Gimana kabarnya nih? Kami lagi ngadain kunjungan balasan. Nggak enak, udah keseringan didatengin Hai pas lagi rekaman (Hai emang lumayan sering main ke studio, jack! Ada kali, bangsa 4-5 kali, RED.). Nanti dibilang sombong lagi, hehehe,” sapa Eross, mewakili teman-temannya.
Ah yang bener, dab! Masa dateng ke Jakarta cuma buat main ke Hai sih?
“Hehehe…, nggak juga sih. Kebetulan kami dapet jadwal syuting klip Pejantan Tangguh besok pagi. Mumpung lagi di Jakarta, kayaknya seru juga nih mampir ke Hai. Abis, udah lama nggak mampir sih,” samber Adam sambil cekikikan.
“Sekalian kami mau cerita-cerita soal album baru. Sekarang kan udah kelar dibikin. Jadi mau kasi denger hasilnya. Siapa tau, bisa dapet masukan. Kan lumayan tuh!” tambah Sakti, yang makin hari makin kurus aja.
Sip dah!
***
“Kamu tau kan gimana perasaanku pas kami kena musibah di Banjarmasin? Waktu itu, aku tuh shock banget. Rasanya kepikiran terus dan nggak bisa ngerjain apa-apa. Dan, kalo udah kayak gitu, mood juga nggak asik. Makanya, kami sepakat ngebatalin sisa konser kami waktu itu,” buka Eross, sambil berkaca-kaca matanya.
“Kebetulan, kami emang udah dikejar deadline album ke-4 sama Sony Music. Makanya, kami sepakat buat ngelanjutin rekaman yang udah setengah jalan. Emang sih, mood-nya belum balik, tapi ya kami kerjain aja. Daripada kepikiran terus sama kejadian itu,” tambah Duta.
Ternyata jack, apa yang dipilih sama Eross cs. nggak salah. Melibatkan diri dalam proses rekaman yang rumit ternyata bisa jadi obat ampuh buat shock yang mereka derita. Buat ngelupain masalah, mereka jadi sungguh-sungguh bekerja keras. Hasilnya, cuma dalam waktu 2 bulan, album terbaru mereka rampung dikerjain.
Kok buru-buru sih? Apa hasilnya bisa memuaskan?
“Sepintas sih emang keliatan terburu-buru. Tapi, kami enjoy tuh ngerjainnya. Jadi, hasilnya juga lumayan sesuai sama yang kami harapkan. Mungkin, karena kami total ngerjainnya kali ya,” ungkap Anton, santai.
“Memang sih ada beberapa part yang begitu kelar di-mastering kedengaran kurang pas. Tapi, itu biasa. Tandanya kami mengalami progres. Overall sih, album ini oke. Dan, kami nggak ngerasa terburu-buru ngerjainnya,” tambah Eross.
Buat ngeyakinin Hai kalo mereka nggak terburu-buru ngerjain nih album, Eross sempet ngebeberin kalo SO7 sempet istirahat rekaman bangsa satu dua hari buat refreshing pas ngerasa stuck. Dan itu dilakukan dengan rela, tanpa ngerasa kuatir jadwal rilis yang ditetapkan Sony bakal molor.
“Memang sih, Sony ngasi deadline yang lumayan ketat buat album ini. Tapi, itu sama sekali nggak mengganggu kami. Soalnya, kami enjoy banget ngerjain nih album, dan kami tau kami nggak akan telat menyelesaikannya. So, pas kebetulan kami mentok, stuck mikirin apa lagi yang harus kami kerjain, aku dan temen-temen mutusin cuti. Pastinya sih, keputusan ini nggak mungkin diambil kalo kami bekerja di bawah tekanan,” jelas gitaris ceking yang masih bercita-cita untuk jadi petani Koi ini, bijak.
Mmmm…, iya juga sih. Pendapat Eross emang masuk di akal.
***
Meski bekerja penuh semangat, pasti dong ada hambatan dalam pengerjaan sebuah album. Jadi pengen tau, hambatan apa sih yang harus dilalui SO7 buat ngebikin Pejantan Tangguh?
“Sebenernya sih hambatannya banyak banget. Masing-masing personil punya hambatan masing-masing. Aku sempet nggak bisa nerusin rekaman gara-gara ampli meledak tiba-tiba. Jadi deh aku cuma bengong-bengong di studio sampe ampli bas ku dibetulin,” kenang Adam, geli.
“Kalo aku bermasalah sama kesehatan. Tepat sehari sebelum rekaman lagu Generasi Patah Hati, asmaku kumat. Wah, aku sampe abis-abisan take lagu itu. Ada kali seharian. Aku sampe ngerasa nggak enak sama Mas Bambang Widhi. Dia sampe bete ngedengerin tuh lagu,” repet Duta sambil garuk-garuk kepala.
“Kalo aku sama Sakti lain lagi. Kami berdua repot mikirin aransemen lagu Brillian. Susah banget deh mikirin aransemen yang pas. Kami sampe stuck dan mutusin cuti pas ngerjain lagu ini. Pas balik dari cuti, kami kembali nyoba sehari penuh sampe akhirnya kelar,” cerocos Eross.
“Dan, begitu tuh lagu kelar, kami semua langsung teriak : ALHAMDULILLAH! Asli, seneng banget waktu itu,” sambung Sakti, cengengesan.
Kalo Anton gimana?
“Gue sempet ribet sendiri pas ngisi lagu Itu Aku. Buat aku, tuh lagu beneran ribet. Abis, temponya nggak kayak lagu SO7 yang biasa. Makanya, aku sempet ngulang dua kali. Eh, hasilnya sama aja tuh, hehehe!” ucap drummer jago balap ini, malu-malu.
Toh, semua kesusahan yang mereka alami akhirnya sukses dilewati. Resepnya cuma tiga : gokart, boling, dan makanan impor.
Lho, kok bisa?
“Kenapa nggak? Tiga hal itu emang berpengaruh banget buat kami pas bikin album. Kalo lagi suntuk, hal pertama yang kami kerjain adalah main boling dan gokart di PIN, Pondok Indah. Seru banget! Meski nggak bisa tapi seru!” seru Adam, antusias.
“Kalo soal makanan impor, itu kerjaannya aku dan Sakti. Selama rekaman, kami kan dapet jatah uang belanja dari Sony. Udah dibelanjain tapi masih ada juga. Ya udah, buat iseng, kami belanjain aja makanan impor. Lumayan, buat ngisi-ngisi laporan belanja,” timpal Eros, usil.
Dab-dab, ada aja yang dikerjain!
***
Begitu Pejantan Tangguh kelar dibikin, mau nggak mau SO7 kembali berhadapan dengan urusan promosi. It means, mereka kembali dihadapkan dengan jadwal konser yang lumayan padat. Gimana ya komentar mereka?
“Aku rasa sih, itu emang resiko musisi ya. Harus kembali keliling dan konser di daerah-daerah untuk mempromosikan album. Pada dasarnya sih, kami seneng ngelakuin hal itu,” beber Duta.
“Apalagi, kami masih punya utang konser beberapa kota sama sponsor. Makanya, sekarang ini kami lagi nyiapin fisik biar konser promo album Pejantan Tangguh bisa lebih enak diliat dari konser yang udah-udah. Pokoknya, harus lebih top deh!” seloroh Eross.
Masih trauma nggak sama kejadian Banjarmasin?
“Jujur aja, kami masih trauma. Tapi, sebagai cowok-cowok tangguh kami harus mengesampingkan rasa itu dan terus maju. Makanya, musibah itu kami jadikan pelajaran dan bukan sebagai penghalang,” lanjut Sakti, lempeng.
“Ada pemikiran kami bakal memperketat raiders. Terutama untuk urusan pengamanan. Pokoknya, kami nggak mau kecolongan lagi deh!” sahut Adam, penuh semangat.
Setuju banget tuh dab! Kita tungguin deh konser SO7 selanjutnya. Kita doain mudah-mudahan beneran lebih aman terkendali. Amien!
Cerita di Balik Lagu-lagu Pejantan Tangguh
Nggak kayak album sebelumnya, Pejantan Tangguh mengangkat tema-tema baru yang menarik buat disimak. Mau tau, cerita di balik lagu-lagu yang ada di album ini? Kebet sendiri deh!
Brillian
Lagu ciptaan Eross ini ngegambarin kekaguman seorang cowok pada seorang cewek (yang menurut temen-temennya di SO7 adalah pengalaman pribadi penciptanya sendiri, ciee RED.). Untuk musiknya, Eross mengaku sempet stuck mikirin pattern lagu. Pengennya sih bisa jadi beda, tapi nggak maksa. Tapi, buat ngewujudin keinginannya itu, konon, susahnya minta ampun
Pejantan Tangguh
Siapa bilang seorang cowok harus selalu menang biar bisa dibilang tangguh? Di lagu ciptaannya Eross ini, SO7 pengen ngasi tau kalo cowok yang jantan dan tangguh adalah cowok yang bisa tau apa kekurangannya dan nggak malu mengakuinya. Yang terpenting, mau berusaha untuk mendapatkan yang terbaik (Ampun dah!!).
Untuk musiknya, Eross kepikiran masukin unsur brass biar nuansanya bisa lebih fresh dan bisa ngebangun rasa percaya diri dan semangat pendengarnya.
Pendosa
Lagu ciptaan Eross ini berangkat dari progresi kord yang (katanya) dark. Pas musiknya jadi, Eross kepikiran buat bikin lirik yang berhubungan sama dosa yang amat menyakitkan.
Pilihlah Aku
Cerita lagu ciptaan Adam ini standar. Soal cowok yang ngerasa sukses tebar pesona di depan cewek yang baru dikenalnya. Sttt…, ini true story lho!
Itu Aku
Diilhami kebiasaan Eross yang suka telepon-teleponan sama banyak temen cewek. Kalo lagi curhat, biasanya cewek-cewek itu suka bingung, nyari cowok yang pas buat mereka. Lucunya, kadang-kadang ciri-ciri yang diceritain sama cewek-cewek itu mengarah ke satu orang yang udah lama dikenalnya. It means, mereka nggak tau apa yang mereka cari.
So, Eross spesial bikin nih lagu buat cewek-cewek model begini. Harapannya sih, biar mata mereka bisa lebih kebuka dan akhirnya nemuin apa yang mereka cari.
Tanyaku
Lagu ini diciptain Duta pas lagi nungguin jawaban seorang cewek di Malaysia. Waktu itu dia ngerasa seneng banget bisa ngungkapin perasaannya, meski belum ada jawabannya. Hasilnya? Bisa diliat sendiri dong!
Generasi Patah Hati
Diciptain Eross begitu ngeliat kondisi Duta dan Adel (istrinya, RED.) sekarang. Dia jadi sadar kalo hidup ini berat. Makanya, ia mengajak semua pendengar lagu untuk fight dan berusaha yang terbaik. Salah satu caranya, dengan ngelupain idealisme dan bersikap realistis sama kondisi dunia.
Pemuja Rahasia
Katanya sih ini kisah sejatinya Eross. Tapi, Eross sebagai pencipta lagu keukeuh ngomong kalo nih lagu diciptakan untuk ngegambarin gimana rasanya jadi secret admirer. Yang nggak pernah berani mengungkapkan rasa cintanya pada orang yang disukai.
Cobalah Mendekat
Yang ini ciptaan Anton. Bercerita tentang pengalaman Anton yang baru kenalan sama seorang cewek di sebuah diskotik. Tapi, mereka nggak kunjung berani saling mendekat. Akhir nih lagu emang gantung, tapi suasana diskotik sukses dibangun berkat besetan plat yang diperdengarkan sama DJ Rino yang asli Yogya.
Khaylila’s Song
Lagu ciptaan Eross ini temanya kemanusiaan. Judulnya diambil dari nama adik angkatnya. Isinya, mengajak pendengar untuk berbagi dengan orang-orang yang nggak mampu. Asal tau aja nih, sebagian royalti yang didapat Eross dari nih lagu, bakal disumbangkan buat kesejahteraan anak-anak terlantar. Baik banget ya!
Jangan Beritahu Niah
Lagi-lagi Eross coba bercerita soal perselingkuhan di lagu ini. Terinspirasi kisah hidup salah satu karibnya, di lagu ini Eross coba ngegambarin pergolakan hati seorang cowok yang berselingkuh. Seru!!
Ketidakwarasan
Lagu ini dibikin Eross pas ngebaca komennya Ringo Starr ke John Lennon. Kata Ringo, kenyataan terlalu berat buat John, hingga tuh cowok punya perasaan takut dan jadi kayak orang gila. Hasilnya, John berupaya bikin dunianya sendiri yang penuh kedamaian.
Isi nih lagu nggak jauh beda. Bercerita soal orang yang ngerasa lebih baik gila, daripada harus menghadapi kegilaan dunia. Ironis banget deh pokoknya!(*)
May 25, 2004
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kaset album baru Sheila On 7 (SO7) bertajuk Pejantan Tangguh yang dirilis Senin (24-5) di Jakarta belum bisa ditemui di toko-toko kaset di Bandar Lampung.
Berdasarkan pemantauan Lampung Post di beberapa toko kaset seperti Disc Tara, Mega Movie, dan Gramedia belum menyediakan album tersebut. Sementara single pertama “Pejantan Tangguh”, kini sudah menjadi hit di Radio Oz Bandar Lampung serta beberapa radio swasta lainnya.
Video klip single “Pejantan Tangguh” telah diputar Minggu (23-5) pada acara Pesta Indosiar. Hal tersebut jarang sekali dilakukan untuk album yang belum dilempar ke pasaran sudah diputar video klipnya.
Dalam klip yang dibuat sangat kocak tersebut, Anton, salah seorang personel So7, berperan sebagai karateka. Penampilannya yang lucu mengingatkan pada sebuah film yang berjudul “Karate Kids”.
Pada album tersebut, lagu-lagunya tidak hanya didominasi karya Eros saja. Melainkan Duta, Adam, dan Sakti pun turut menciptakan tembang-tembang gresnya. Sehingga nuansa album berubah menjadi lebih unik dengan tidak meninggalkan syair-syair penuh optimistis yang selalu menjadi ciri lagu-lagu So7.
Pada album kelima ini, selain tembang “Pejantan Tangguh” karya Eros, juga terdapat tembang spesial yang bertajuk “Khaylila”. Menurut informasi, judul tersebut diambil dari nama anaknya Eros. Lho kan Eros belum menikah? Pertanyaan itu mungkin timbul, karena memang Eros belum menikah, Khaylila adalah anak adopsi Eros yang bernama panjang Khaylila Putri Sucipto yang diadopsi dari sepupunya Eros sendiri.
Lalu lagu “Tanyaku” yang ditulis Duta menceritakan kisah kasihnya sewaktu masih pacaran. Nuansa berwarna diberikan Anton lewat “Coba Kau Mendekat” yang berirama disko. Adam membuat “Pilih Aku” yang berirama balad.
Selain itu, Eros juga menciptakan “Itu Aku” yang sarat risalah hidup manusia. Sedang “Ketidakwarasan Padaku” tentang ketakutan terhadap perang dan “Brilliant” yang sepertinya digarap dengan sangat serius dengan mencampurkan brass section ke dalam musik So7.
Seutuhnya, album yang membawa semangat dan optimisme dalam menjalani hidup ini dikemas dengan ringan dan lirik yang mengena di hati.
Bahkan pesan Eros seperti yang dilansir dari situs pribadinya mengatakan, “Tangguh bukanlah berarti bisa menaklukkan segalanya. Namun untuk berdiri tegak walaupun tubuh ini memberi sinyal untuk menyerah lalu kita tetap gigih bertahan itulah yang dinamakan tangguh.”
Eros menambahkan kalau tangguh yang menjadi judul albumnya merupakan sikap jujur dalam menjalani hidup, memaksimalkan fungsi dirinya, berani mengambil risiko dalam melaksanakan hal-hal besar dalam hidup, mengakui kesalahan dan berhenti mengeluh mengasihani diri…” CR-8/M-2
Source: Lampung Post
May 23, 2004
Nggak mau kalah sama Eross yang nongol sebagai cameo di 30 Hari Mencari Cinta, kini giliran Duta menjajal kemampuan akting. Vokalis Sheila On7 ini digaet Jose Poernomo untuk sebuah film komedi.
Jangan tanya kemampuan akting dan pengalaman main film bagi seorang Duta. Paling-paling cuma modal bermain-main di depan kamera waktu bikin video klip. Tapi kini, vokalis Sheila On7 tersebut benar-benar akan terjun ke dunia film yang sesunggguhnya, berakting layaknya seorang aktor!
Pertama kali sang sutradara, Jose Poernomo menawari kasting tersebut, Duta sempet nggak yakin. Berulang kali suami artis Adelia Lontoh ini selalu menanyakan, “Elo yakin nih mau pake gue?”. Dan nyatanya, sutradara Jelangkung ini tetep yakin kalo pilihannya nggak bakal salah.
Dalam film berjudul Tak Biasa tersebut, Duta kebagian peran yang nggak kecil. Justru dialah sang bintang utama. Berperan sebagai Abi, Duta diharuskan tampil sebagai cowok yang baru lulus SMU. Film komedi ini nggak akan menampilkan slapstick, tapi lebih pada humor dengan gaya anak muda yang dibangun dalam satu monolog.(kg)
May 15, 2004
Di album terbaru Sheila On7 ada lagu berjudul “Khaylila”. Siapa sangka, lagu indah itu adalah ciptaan Eross khusus untuk anak ceweknya. Namun bukankah gitaris ini belum menikah?
Jangan salah tafsir dulu. Eross memang belum menikah. Gitaris yang cukup produktif membuat lagu ini memang sudah sekitar 1,5 tahun lalu mengadopsi seorang anak perempuan. Bayi mungil yang dirawatnya sejak umur sehari itu adalah anak sepupunya sendiri. “Sejak dulu aku memang suka banget sama anak kecil. Dan kebetulan anak sepupuku itu sudah banyak banget, masih kecil-kecil. Jadi aku ambil satu”, cerita Eross.
Anak yang kemudian diberi nama Khaylila Putri Sucipto itu rupanya memberi inspirasi buat Eross. Dalam album baru Sheila On7 berjudul “Pejantan Tangguh”, Eross sengaja membuat satu lagu dengan judul “Khaylila”.
“Ini adalah sebuah lagu yang jujur. Tentang kepolosan bayi yang bisa mengubah dunia. Coba aja simak beberapa liriknya, Dengan senyummu, senjata membeku, Tentara menari. Paling enggak, lagu ini mengajak para orang tua untuk ikut bertanggung jawab membangun genarasi dengan mental yang lebih bagus”, kata Eros mantap. Lagu dan albumnya sendiri baru akan dirilis tanggal 24 Mei nanti. (S-3)
Source: Suara Karya
May 13, 2004
Rencananya album baru Sheila On7 akan dirilis pada 24 Mei nanti. Seabrek persiapan udah dilakukan termasuk penayangan secara perdana video klip Pejantan Tangguh di Pesta Indosiar sehari sebelomnya, (23/5).
Ajang Pesta seolah udah jadi langganan band asal Yogya ini untuk berinteraksi sama penggemarnya. Mungkin karena pangsanya yang pas, makanya untuk launching album terbaru mereka, Pejantan Tangguh lagi-lagi dibikin di acara mingguan yang diadain Indosiar tersebut. Rencananya, sebagai premiere akan ditayangkan secara perdana video klip lagu andalan tersebut pada 23 Mei nanti.
Sehari sesudahnya, grup yang masih tetep berformasikan Duta, Eross, Anton, Sakti dan Adam ini akan resmi merilis albumnya, dilanjutin sama promo tur. Band sejuta kopi ini akan langsung menyambangi kota-kota di daerah Yogya, yaitu Sleman, Bantul dan Keraton, terus ke Bogor dan Jakarta. Para SheilaGank juga akan dipuaskan dengan penampilan live 1 Jam Bersama Sheila On7 (masih) di Indosiar pada hari Minggu, (30/5) nanti.
Buat yang ngaku penggemar berat Sheila, jangan sampe lupa nyatet di agendamu!
Source: KG
May 6, 2004
Patrick Effendy: Pemuja Rahasia
Dimas Djay: Pejantan Tangguh, Seberapa Pantas
Rizal Mantovani: Sahabat Sejati, Tunggu Aku Di Jakarta, Pria Kesepian
Deddy Noor: Buat Aku Tersenyum
Eugene Panji: Hingga Ujung Waktu
Robin: Tunjuk Satu Bintang
TIDAK dinafikan kebanyakan remaja terutama golongan wanita adalah yang paling ramai meminati kumpulan Sheila On 7 (SO7). Sebagai penghargaan, SO7 akan memberi suatu hadiah istimewa kepada mereka sempena kemunculan album terbaru SO7 berjudul Pria Terhebat yang telah berada di pasaran sejak 2 Jun lalu.
Lima yang bertuah akan berpeluang makan malam bersama anggota kumpulan SO7.
Menurut Pegawai Eksekutif Sony Music, Anis Baharum, lima hadiah istimewa itu boleh dimenangi menerusi peraduan Win A Date.
“Peraduan itu bermula hari ini hingga 15 Jun ini. Anggota SO7 akan memilih sendiri pemenang peraduan itu pada 22 Jun ini.
“Hadiah Makan Malam Eksklusif itu bernilai RM800 setiap satu dan ia akan diadakan di sebuah restoran eksklusif.
“Para pemenang dipilih berdasarkan kiriman borang asal yang disiarkan menerusi akhbar dan kupon daripada kulit album SO7,'’ katanya sewaktu dihubungi.
Jelas Anis, lima hadiah utama itu tidak bermakna SO7 melupakan para peminat lelaki mereka.
“Untuk para peminat lelaki pula disediakan sekurang-kurangnya 10 tiket percuma menyaksikan konsert SO7 di MITC Konvensyen, Ayer Keroh, Melaka pada 26 Jun ini.
“Selain itu pelbagai hadiah lain disediakan seperti poster dengan autograf eksklusif SO7 juga akan diberi kepada pemenang bertuah,'’ ujarnya lagi.
Konsert tersebut adalah konsert pertama SO7 untuk tahun ini di Malaysia.
Selain itu, kumpulan dari Indonesia ini juga akan mempromosikan album keempat mereka itu di sekitar Kuala Lumpur sehingga 27 Jun ini.
May 5, 2004
Ananda Novi Lontoh: Seberapa Pantas
Astrid Tiar: Sahabat Sejati
Dian Sastro: Anugerah Terindah Yang Pernah Ku Miliki, J.A.P
Hayria Lontoh: Seberapa Pantas
Luna Maya: Sahabat Sejati
Nafa Urbach: Pria Kesepian
Rianti Cartwright: Bertahan Di Sana
Roger Danuarta: Buat Aku Tersenyum
Samuel Rizal: Sahabat Sejati
Tracy Trinita: Buat Aku Tersenyum
April 29, 2004
Akhirnya Sheila On7 mengeluarkan jagoan terbarunya. Pejantan Tangguh udah mulai bisa didengerin di radio-radio, dan albumnya sendiri bakal rilis bulan Mei nanti.
Sheila On7 akhirnya keluar dari gua nya. Band asla Yogya ini berhasil merampungkan album keempatnya dan segera rilis awal bulan depan. Saat ini, single andalan yang berjudul sama dengan albumnya, Pejantan Tangguh udah mulai bisa dinikmati. Lagu fresh ini bercerita tentang keinginan seseorang untuk tetap tegar dan optimis dalam menjalani hidup.
Album ini sempet terhenti penggarapannya, karena mereka juga terlibat dengan album soundtrack 30 Hari Mencari Cinta. Selain itu, Duta, Eross, Adam, Sakti dan Anton juga sempat dikejutkan dengan tragedi konser Banjarmasin Februari lalu. Tapi secara konsep, album ini akan menawarkan sesuatu yang beda. Nggak ada lagi string section karena mereka sudah menggantinya dengan bariton section.
Lebih segar dan dinamis. Akankah para pejantan ini menemukan kembali hokinya di album keempat?
March 22, 2004
Jakarta (ANTARA nEWS) - Paling lambat akhir bulan ini atau awal April 2005, kelompok musik pop rock Sheila On 7 akan meluncurkan album “The Very Best”.
Hal itu diungkapkan vokalis Duta, ketika mereka menggelar konser mini di kafe Jamz, Jakarta, Minggu malam, saat berlangsung jumpa pers “L.A. Lights Concert 2005″ yang juga menampilkan Ari Lasso dan Ada Band.
“Sebentar lagi kami akan mengeluarkan album “The Very Best”, kata Duta, sebelum menyanyikan lagu “Jalan Terus”, salah satu lagu baru mereka yang akan mewarnai album tersebut.
Album “The Very Best” Sheila On 7 berisi 14 lagu, tiga di antaranya baru. “Semua 14 lagu, 11 lama, yang tiga baru,” kata Duta kepada ANTARA.
Dalam “L.A Lights Concert 2005″, Duta dan kawan-kawan akan mengunjungi 34 kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Mereka dijadwalkan memulai tur konsernya bulan Juni hingga Desember 2005.
Sheila On 7 saat ini termasuk band papan atas Indonesia. Lagu-lagu hits mereka antara lain, “Aku Pulang” dan “Melompat Lebih Tinggi”.(*)
March 18, 2004
MESKI vokalisnya, Duta, sudah tak bisa dibilang remaja lagi karena sudah berstatus suami, tapi group band asal Yogyakarta, Sheila On 7 (SO 7) sepertinya tetap berkibar. Buktinya, seiring film 30 Hari Mencari Cinta (30 HMC) meluncur ke pasaran, nama SO 7 tetap dibicarakan mengingat sountrack film ini adalah lagu mereka yang berjudul Melompat Lebih Tinggi.
Popularitasnya pun sudah tidak diragukan di mancanegara seperti Malaysia. Di sana kader (baca: penggemar) SO 7 lumayan membludak. Bahkan jika tidak ada aral melintang, SO7 akan menjadi band pembuka group rock Amerika, Incubus di negerinya Mahathir Mohammad itu.
Menurut Eross, yang lebih sering menjadi jubir SO 7, manajemen band mereka sudah mendapat tawaran dari promotor di sana. ‘’Sekarang sedang dalam tahap negosiasi,'’ kata Eross yang berperan menjadi waitres di film keluaran Rexinema ini.
Tapi hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan konser itu akan berlangsung. Eross juga mengakatan bahwa negosiasi yang tengah dilakukan berkaitan dengan masalah besarnya honor, jadwal manggung dan atribut lainnya. meski masih nego, tapi Eross mengakui, teman-temannya sangat senang tampil sebagai band pembuka group beken, dari Amerika pula.
Jika deal, niatnya sih band yang digawangi oleh Duta (vokalis), Sakti (gitaris), Eross (gitaris), Adam (bass) dan Anton (drummer) ini juga sekalian mempromosikan album soundtrack mereka untuk film 30 HMC.
Bahkan, untuk tampil di negri Malaysia, mereka mengaku tak melakukan persiapan khusus. ‘’Setiap kali manggung kami selalu berusaha memberikan penampilan terbaik. Untuk acara Incubus itu pun nanti kami juga akan melakukan hal yang sama,'’tambah Eross. AAL
March 15, 2004
Kejadian Banjarmasin, bukan yang pertama buat Duta cs. Tapi, bukan berarti nggak kalah nyakitinnya!
“Emang susah jadi Sheila…,”tukas Duta, lirih.
Tampangnya terlihat capek. Banget. Sorot matanya, yang jahil dan seakan selalu punya enerji ekstra, juga nggak secerah biasanya. Cengiran khasnya, biarpun sesekali nongol, terasa rada dipaksain.
Hari itu, Kamis (4/3) siang.
Bareng personil lain, Adam, Eross, Sakti, dan Anton, vokalis langsing itu bela-belain nemuin Hai di Studio Ara, Lebak Bulus, Jakarta. Pengen curhat, katanya. Curhat soal kejadian yang kembali bikin nama mereka tercoreng. Yang bikin diri mereka berasa dipojokkan. Dan yang jelas, bikin mereka mutusin untuk absen dari panggung sampe batas waktu yang belum ditentukan.
KAGET
Seperti yang santer dilansir sama banyak media akhir Februari lalu, konser Duta cs. di ibukota propinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Senin (23/2) malam lalu, kembali berbuah kejadian yang nggak ngenakin. Empat orang penonton tewas.
Bukan saat konser berlangsung. Persisnya, keempat orang tersebut terjatuh setelah sebelumnya terdorong-dorong dalam antrean pulang yang membeludak saat konser kelar.
Satu orang, konon, meninggal karena terinjak-injak. Sementara tiga lainnya, tewas setelah jatuh ke parit yang banyak menganga di sekitar venue. Menurut visum terakhir, kematian mereka adalah lantaran mengalami kesusahan bernafas setelah menelan terlalu banyak air.
“Kami kaget banget pas disamperin sama wartawan di hotel dan ditanya pendapat soal kerusuhan yang terjadi di konser!” kenang Duta.
Pertanyaan itu jelas bikin kaget. Soalnya seinget Duta, selama konser tuh nggak ada rusuh-rusuh sama sekali. Justru sebaliknya, konser itu tuh bisa dibilang sebagai salah satu konser terbaik mereka.
Di panggung, cerita Duta, seluruh personil SO7 begitu puas sama sound dan lighting yang disediain sama promotor. Malah, ingatnya lagi, malam itu mereka main kayak kesetanan.
Asiknya lagi selama dua jam penuh konser berlangsung, lanjut suami Adelia Lontoh ini, respon penontonnya tuh positif banget.
Nggak ada yang lempar-lempar botol plastik ke panggung, kayak yang biasa mereka alami di kota-kota lain. Sebaliknya, sekitar 30 ribu kepala yang ngumpul di Stadion Lambung Mangkurat (bukan gelanggang olahraga tertutup, seperti dikesankan dalam beberapa artikel di media lain, RED.) malam itu, selalu larut dalam tiap lagu yang mereka bawain.
“It was so perfect. Bayangin deh, 30 ribu orang di lapangan outdoor, nggak ada yang pingsan atau keliatan niat bikin rusuh. Trus, sound keluarnya asik. Pokoknya mulus banget deh!” beber Duta, sambil senyum.
Sampe, ya itu tadi. Kelar main, saat mereka kelar berbenah dan lagi turun mencari makan malam di hotel, muncul deh todongan pertanyaan plus beberan kenyataan yang ngagetin itu.
“Kepalaku langsung koyo’ benthet (seperti retak, RED.), mas!” sergah Eross, yang sampe sekarang masih males betul kalo disuruh mengingat-ingat kejadian malam itu.
“Berasa sia-sia aja deh semua usaha kami. Nggak ada kan yang ngomongin gimana asiknya konser malam itu? Gimana ngototnya kami berusaha buat nyajiin yang terbaik buat para penonton? Para pembeli tiket konser itu….,”timpal Duta, dengan tampang lesu (lagi).
RIDERS KETAT
Wajar kalo cowok-cowok Yogya ini suntuk. Man! Biarpun secara kronologis berbeda, namun tetep aja ini adalah kali kedua kuintet ini kudu berhadapan sama kematian penonton konser mereka. Tentu masih seger dong di ingatan, saat konser mereka di Bandar Lampung menewaskan 5 orang penonton, November 2000 lalu?
“Kami sampe kenyang dibilang sebagai band pembunuh. Terus terang aja, sampe beberapa saat setelah kejadian Lampung itu, kami masih ngerasa nggak nyaman buat manggung,” aku Adam.
“Pas udah bisa bener-bener tenang, eh, sekarang kejadian lagi! Biarpun kami tau banget kalo dua kejadian ini berbeda sebab, tapi ujung-ujungnya, ya kami lagi. Kami yang bakal ngerasain lagi tuduhan sebagai band pembunuh!” lanjut bassis yang belakangan lagi rajin main barbel ini.
Semenjak kejadian itu, jelas Adam, band dan manajemen sebenernya udah memperketat persyaratan dalam riders manggung mereka. Banyak hal yang buat sebagian pihak mungkin terasa mengada-ada, mereka masukkan menjadi poin yang harus disediakan saat manggung. Semuanya diusahakan untuk menjamin keamanan penonton.
“Sampe soal harga tiket pun ikut kami pikirin. Kami sempet nggak mau kalo tiket kami dihargai di bawah 20 ribu perak. Maksudnya sih buat nyeleksi penonton, mana yang beneran pengen nonton kami, dan mana yang cuma pengen iseng. Kalo iseng kan bakalan sayang ngeluarin duit sampe, katakanlah, 30 ribu perak misalnya,” tambah Duta.
“Tapi nyatanya, hal itu malah jadi masalah lain lagi. Kami dituduh ngebeda-bedain. Trus, ada yang nggak bisa beli tiket malah bikin rusuh di luar venue, pengen ikutan masuk… Susah deh…,”bilang Eross, dengan tampang bingung.
Nggak terbukti efektif, soal harga tiket itu malah bikin beberapa konser SO7 paska kejadian Lampung jadi, istilah Duta, nggak sumuk (panas, RED.).
“Gimana mau sumuk, wong penontonnya nggak penuh kok? Hehehehe…!” canda vokalis yang konon lagi merintis karir di dunia akting ini.
Selain mempercanggih riders soal keamanan (sampe-sampe, menurut Duta, saking canggihnya tuh riders, mereka sempet suntuk sendiri lantaran di beberapa konser, jumlah petugas keamanannya jauh lebih banyak ketimbang penonton!), dan nyoba menyaring penonton, satu hal lain yang otomatis jadi makanan sehari-hari saat manggung adalah: pesan langsung kepada penonton.
“Sampe sekarang, saban habis dua atau tiga lagu, pas lagi interaksi, aku selalu aja wanti-wanti ke penonton. Biar ngejaga temen-temen, dan dirinya sendiri. Itu udah kayak kewajiban aja. Nggak bisa nggak!” tutur Duta, yang siang itu emang lebih ceriwis dari pada temen-temennya yang lain.
Lewat berbagai media dan kesempatan, lanjut Duta, mereka pun selalu mewanti-wanti para calon penonton, supaya selalu jaga kondisi badan. Terutama cewek-cewek. Karena, menurut mereka apapun bisa kejadian di arena konser. Bahkan sampe ke hal-hal yang nggak diinginkan.
Sebegitu hati-hatinya mereka, nggak heran kalo adanya kejadian Banjarmasin terasa sebagai pukulan super telak. Yang tentunya nyakitin banget! Uh!
NGGAK KERUAN
Seperti kejadian Lampung, setelah kejadian Banjarmasin, personil SO7 plus manajemen dan anggota rombongan tur, bela-belain mendatangi seluruh keluarga korban. Nyampein simpati dan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya.
“Rasanya nggak keruan. Antara takut, sedih, dan pasrah. Pasrah mau dibilang apa sama orang tua mereka,” kenang Duta.
“Iya. Kami udah pasrah aja. Mau dimaki-maki kek, dimarahin kek, ya udahlah. Kami terima aja. Bukannya karena cuek, tapi justru karena kami bisa ngerti perasaan mereka. Kan mereka ngelepas anak-anaknya itu untuk seneng-seneng. Eh, malah jadi korban…,” samber Adam.
Sebagai pihak yang sempet juga ngerasain susah dan senengnya jadi penonton konser di negeri ini, anak-anak SO7 ngaku nggak mau nyari siapa yang salah atau bener dalam kasus ini. Memang sampe berita ini turun, GNB, sebagai promotor lokal masih terus diperiksa sama kepolisian sehubungan sama kejadian itu. Namun, menurut Adam, hal itu nggak otomatis bikin kesalahan murni berada di pihak mereka.
“Nggak akan ada habisnya kalo nyari siapa yang salah. Mendingan yang dipikirin adalah, gimana kejadian kayak gini nggak harus berulang. Nonton konser kok kayak maju perang? Dari dulu sampe sekarang, nggak ada perubahan berarti…” tukas Adam.
Lantas, kenapa dong, sisa tur kali ini dibatalin semua?
“Nggak lain sebagai rasa penghormatan kami sama para korban…” jawab Adam, cepet.
“Lagian, mood kami juga drop banget setelah kejadian ini. Nggak kebayang aja, masih musti main, sementara ada kejadian kayak gitu di belakang…,” tambah Duta.
“Buat temen-temen di kota selanjutnya, kami terpaksa minta maaf, karena nggak bisa main dulu. Tapi pasti kami tebus nanti!” janji Adam lagi.
Bener ya?! Trus, ada lagi yang masih pengen dicurhatin?
“Mmmm….Yang paling bikin aku kepikiran tuh, kok jadinya begini, ya? Kami ini kan cuma pengen cari makan, cari nafkah buat yang di rumah? Kok ya ada aja kejadian kayak gini?” gumam Eross, yang bareng Sakti, hari itu sebenernya lagi sibuk take gitar buat album terbaru SO7.
Wah. Kalo kayak gitu sih, susah tuh jawabnya, jack! Yang jelas, seharusnya hal kayak gini jadi pe-er semua orang. Bukan hanya band, manajemen, atau promotor. Penonton, bahkan pemerintah sekalipun, kayaknya kudu mulai mikirin yang beginian. Biar nggak terulang lagi di hari nanti. Bukan apa-apa. Nyawa, jack, urusannya! Setuju?
Source: Hai Magz
February 28, 2004
ADELIA Lontoh gembira bukan kepalang. Bukan karena perut yang bertambah gendut, tapi justru disebabkan makhluk yang ada di dalam perutnya. Adik Ananda Lontoh ini mengaku sedang hamil. Cuma perut yang bertambah besar, sedangkan bagian lain tubuhnya, menurut Adelia, tidak bertambah gede.
Adelia mengaku tak ngidam layaknya perempuan hamil pada umumnya. Cuma saja, dia kepingin dekat terus dengan Duta Mojo, suaminya yang vokalis grup Sheila on 7. “Mungkin karena bawaan bayi,” kata Adelia, saat ditemui dalam resepsi pernikahan Ananda Lontoh dengan Attar Syah. Saat ini, Adelia menambahkan, dirinya mengurangi kegiatan syuting dan berkonsentrasi pada kehamilannya. Adelia juga mengaku tengah menyiapkan mental untuk menjadi seorang ibu.
Source: SCTV
February 26, 2004
Walaupun tur 30 Hari Mencari Cinta belum tuntas, anggota Sheila on 7, kecuali Duta, sudah kembali ke Yogyakarta. Langkah itu ditempuh oleh grup pop asal Kota Gudeg tersebut untuk menenangkan diri, menyusul terjadinya tragedi yang menelan lima korban tewas usai konser mereka yang digelar di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada Senin lalu (23/2).
Berita itu disampaikan oleh manajer grup itu, Anton Kurniawan, ketika diwawancara per telepon oleh KCM, pada Kamis (26/2) sore. Terangnya, Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas), dan Anton (drum) terbang dari Banjarmasin pada hari yang sama (Kamis), pukul 07.15 WITA, transit di Surabaya, dan mendarat di Yogyakarta pukul 11.30 WIB.
“Kami pulang ke Yogyakarta untuk menenangkan diri dulu sampai suasana normal lagi. Dengan adanya kejadian kemarin, kami sempat sangat shock,” tuturnya di Yogyakarta, mewakili kelima personel Sheila on 7. “Kami enggak tahu sampai kapan. Tapi, kami berharap cepat kembali normal,” imbuhnya.
Kepada Banjarmasin Post di Banjarmasin, pada Rabu (25/2), Eross mengaku bahwa rasa terguncang yang melanda dirinya dan teman-temannya sudah mulai mereda, karena mereka telah mengunjungi keluarga para korban tewas.
Sementara itu, Duta (vokal) harus lebih dulu meninggalkan Banjarmasin, pada Rabu (25/2) dalam rangka pernikahan Ananda Lontoh, kakak dari Adelia Lontoh, istri Duta. Ananda dan Attar Syach akan mengakhiri masa lajangnya pada Jumat (27/2) di Jakarta.
Terang Anton Kurniawan lagi kepada KCM, tur 30 Hari Mencari Cinta untuk sementara dihentikan. Dari tujuh kota yang akan disambangi dalam tur, baru dua kota yang mereka kunjungi, yaitu Kapuas (21/2) dan Banjarmasin (23/2). Masih ada lima kota lagi–Pleihari (Kalsel), Makassar (Sulsel), Pare Pare (Sulsel), Bone (Sulsel), dan Palu (Sulteng). “Untuk di kota-kota sisanya akan ada penjadwalan ulang. Tapi, jadwalnya belum ditentukan,” tambahnya.
Akibat musibah setelah konser Sheila on 7 di Stadion Lambung Mangkurat tersebut, tegas Anton Kurniawan, mereka tak berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Katanya, mereka memang tidak menyaksikan kejadian itu, tidak tahu kronologinya, dan baru diberi tahu sesudah mereka berada di hotel sehabis tampil. “Yang berurusan dengan pihak kepolisian adalah event organizer lokalnya,” katanya lagi.
Sebagaimana telah diberitakan oleh Banjarmasin Post, usai konser Sheila on 7 tersebut, para penonton berebut keluar melalui pintu gerbang. Karena terinjak-injak, menyebabkan lima orang tewas.
Sementara itu, Poltabes Banjarmasin terus mengusut kasus tersebut. Kepada Banjarmasin Post, pada Rabu (25/2), Komisaris Andy Kirnanda, Kasat Reskrim, mengatakan, tim penyidik Poltabes Banjarmasin telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, antara lain pihak GNB (Graha Nada Buana) Production, penyelenggara acara lokal.
Selain itu, “Kami kemarin sudah memanggil pihak Mega Pro dan PT Djarum (perusahaan rokok) untuk dimintai keterangan,” kata Andy yang mewakili Kapoltabes, Kombes Gatot Subroto.
Mega Pro, penyelenggara acara dari Jakarta, dan GNB Production bekerja sama untuk mengadakan konser 30 Hari Mencari Cinta di Banjarmasin. Mereka disponsori oleh perusahaan rokok tersebut.
Tambah Andy, Poltabes Banjarmasin akan menggelar perkara bersama pihak-pihak kehakiman dan kejaksaan berkaitan dengan kasus itu, pada Jumat (27/2). Andy menekankan pula bahwa hasil penyidikan baru akan dipublikasikan jika sudah betul-betul selesai. (Ati)
Source: Kompas
February 25, 2004
Kapoltabes Banjarmasin Kombes Gatot Subroto menyatakan, dari hasil pemeriksaan dan penyidikan sementara, konser Sheila On 7 (SO7), Senin (23/2) malam, yang menewaskan empat penonton dan puluhan pingsan, murni human error.
“Dari keterangan ketua pelaksana dan sejumlah saksi disertai analisa TKP, kesimpulan sementara peristiwa itu murni kesalahan manusia,” kata Gatot kepada BPost, di ruang kerjanya, Selasa (24/2).
Meski begitu, lanjut dia, jika dalam proses penyidikan akhir ada unsur kelalaian atau kesengajaan dari panitia, maka tidak menutup kemungkinan ketua panitia pelaksana CV Graha Nada Buana (GNB), Dedet bisa menjadi tersangka.
“Sejauh ini masih kita dalami. Kita tidak terburu-buru menyatakan status tersangka, namun kalau memang terbukti ada unsur kesengajaan, kenapa tidak,” cetus Gatot.
Dedet, penyelenggara lokal, kemarin dipanggil untuk dimintai keterangan penyidik Poltabes Banjarmasin. Lelaki muda warga Jl Sultan Adam Kompleks Kadar Permai RT 17 Banjarmasin Utara, itu menjalani pemeriksaan terkait tragedi konser SO7 di Stadion Lambung Mangkurat.
“Saya akan bertanggung jawab atas tragedi itu,” ucap Dedet dicegat BPost usai menjalani pemeriksaan, kemarin.
Menurut dia, sesuai kesepakatan dengan Mega Pro, event organizer di Jakarta, para korban meninggal dunia atau luka-luka akan mendapatkan santunan. Dedet menyebut akan memberi santunan sebesar Rp5 juta bagi korban meninggal dunia dan beaya pengobatan dan perawatan kepada korban luka-luka.
Dedet mengaku sama sekali tak mengira konser Senin malam di Stadion Lambung Mangkurat bakal berujung tragedi. Padahal, saat konser SO7 di Kapuas dengan jumlah tiket sebanyak 3.000 lembar terselenggara lancar dan sukses.
Lelaki jebolan D3 Perhotelan di universitas swasta di Yogya ini menyebut pihaknya hanya menyediakan sebanyak 19.350 termasuk tiket gratis. Dia sama sekali tak mengetahui beredarnya ribuan tiket ilegal.
Diakui Dedet, setengah jam setelah konser Sheila sekitar pukul 20.30 WITA, tiga buah pintu masuk di stadiun sesuai perintah pihak kepolisian dibuka untuk penonton. “Karena malam itu jumlah penonton yang ingin masuk sangat banyak. Belum lagi penonton yang masuk dengan cara memanjat tembok,” tuturnya.
Jika nanti dirinya menjadi tersangka, Dedet mengaku akan mempersiapkan seorang pengacara. “Tapi, mudah-mudahan tidak lah,” tutur Dedet.
Kapoltabes Kombes Gatot Subroto mengatakan untuk pengamanan konser SO7 kemarin diturunkan sekitar 190 personil kepolisian dibantu 40 anggota TNI. “Jumlah itu sudah maksimal,” ucapnya.
Diakui Gatot, dari jumlah tiket yang disebar panitia dibanding jumlah penonton nilainya memang tidak sebanding dengan jumlah personil keamanan. Meski begitu tidak bisa disalahkan pengamanan, pasalnya panitia penyelenggara tak meminta tambahan personil.
“Intinya panitia ingin hemat sehingga dapat keuntungan yang banyak,” cetus Gatot.
Di sisi lain, beberapa fasilitas seperti alat penerangan di stadiun Lambung Mangkurat tidak maksimal. Gatot menilai, kondisi stadiun Lambung Mangkurat tidak memenuhi persyaratan untuk kegiatan yang sifatnya massal pada malam hari. Selain kondisi lapangan becek dan basah, kapasitas stadion sekitar 20 ribuan namun hanya punya tiga pintu.
Belajar dari tragedi itu, Gatot menyatakan pihaknya tidak akan mudah memberikan izin bagi penyelanggara kegiatan yang sifatnya massal.
Tanpa Asuransi
Puluhan ribu penonton yang menyaksikan konser 30 Hari Mencari Cinta (30HMC) Sheila On 7, Senin (23/2) malam ternyata tak mendapatkan jaminan asuransi. Tiket seharga Rp10.000 yang membuat Sheila Gank di malam yang berujung maut itu tak termasuk beaya asuransi.
Rafii alias Pii dari GNB Production selaku event organizer (EO) lokal mengakui tiket yang disebar dalam konser SO7 di Kuala Kapuas, Banjarmasin, dan Pelaihari tidak termasuk beaya asuransi.
“Asuransi memang tidak ada karena tidak wajib untuk konser. Kami pun tak memasukkan Rp10.000 untuk asuransi,” jelas Pii dengan nada setengah kelepasan.
Mengenai santunan diberikan sebesar Rp5 juta terhadap para korban yang meninggal, menurut Pii itu bukan dari asuransi.
Pihak EO pusat, Mega Pro dari Jakarta, dikonfirmasi soal itu tak memberikan jawaban pasti. Saat turut menyampaikan ucapan belasungkawa, Selasa (24/2) sore, di kediaman salah seorang korban meninggal, Jeje dari Mega Pro lebih banyak diam.
Pii menampik pihaknya menjual tiket di luar kapasitas gedung. Kata dia, GNB hanya mengedarkan tiket resmi sebanyak 20.000 lembar tiket masuk. “Itu pun masih tersisa 700 lembar,” ujarnya. (pwk/ori/niz/rbt)
Source : Kompas
Banjarmasin, Surya - Konser musik kelompok asal Jogjakarta Sheila On 7 (SO7) bertajuk 30 Hari Mencari Cinta, Senin (23/2) malam, di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin menelan korban empat tewas, belasan kritis, dan puluhan lainnya terluka serta pingsan.
Empat korban tewas yang terbujur di RS Ulin dan RS Bhayangkara, Banjarmasin ini adalah Nurfaizah (warga Jl Cemara Raya, Blok V Perumnas, RT 025 No 29, Kayu Tangi, Banjarmasin), Reona Sari, 15, pelajar SMP (warga Jl A Yani Km5 Gg Cahaya RT15, Banjarmasin Timur), Eko, 16, (warga Jl Zafri Zam Zam, Rawasari, Banjarmasin Tengah), dan seorang remaja (putra) masih belum teridentifikasi karena tidak ditemukan identitasnya.
Kejadian maut bermula saat Duta, vokalis SO7 melantunkan tembang terakhir mereka, Seberapa Pantas, sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itulah ribuan penonton yang mayoritas remaja berhamburan keluar menuju dua buah pintu keluar yang di dua sisi sayap stadion. Karuan saja, pintu berukuran sekitar 5 meter itu tidak mampu menampung desakan ribuan penonton yang berebutan keluar. Sementara ribuan penonton di belakang terus mendorong penonton yang di depannya.
Akibat desakan itu puluhan orang terperosok di sebuah parit persis di bibir jalan luar stadion. Di parit yang berair setinggi 50 cm itu tak kurang dari 50 orang tertumpuk dan tidak lagi dihiraukan oleh ribuan penonton yang tetap antusias berebut keluar areal stadion. Akibat terbenam di air dan terinjak-injak itulah diduga korban akhirnya tewas.
GNB Production, promotor lokal yang menjalin kerjasama dengan Megapro, promotor dari Jakarta dalam konser SO7 di Banjarmasin, menyatakan, peristiwa itu murni kecelakaan. “Semua hal sebenarnya sudah kita antisipasi, dengan membangun tenda dan posko kesehatan, termasuk mobil pemadam kebakaran. Tapi ini musibah dan kami siap bertanggungjawab,” ucap Dedet dari GNB Production.
Sebelum tampil di Banjarmasin, SO7 tampil di GOR Panunjung Tarung Kuala Kapuas, Sabtu (21/2) malam, dan sukses tanpa terjadi insiden.
Menyikapi insiden Banjarmasin itu, pihak kepolisian menyatakan tengah melakukan penyelidikan. Kasatreskrim Poltabes Banjarmasin Kompol Drs Andy Kirnanda menegaskan, pihaknya baru akan meminta kesaksian pihak terkait. “Dari situ baru kita bisa mengetahui, apakah insiden itu murni kecelakaan atau karena kesalahan panitia penyelenggara,” ucap Andy.
Kunjungi keluarga korban
Sementara itu, Selasa (24/2) kemarin, SO7 dan manajemen mereka mengunjungi keluarga korban yang tewas.
Kabar itu diterima melalui SMS dari manajer SO7, Anton, pada pukul 17.49 WIB. “Saat ini kami lagi mengunjungi empat rumah keluarga korban untuk mengucapkan belasungkawa secara langsung dan memberi sumbangan,” terang Anton.
Menurut Anton, semua personel SO7, yaitu Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas), dan Anton (drum) hadir di rumah duka para korban. Begitu pula manajemen grup tersebut dan sejumlah personel panitia penyelenggara konser itu.
Diterangkan lagi oleh Anton, jenazah para korban telah dimakamkan siang tadi di Banjarmasin.
Mengenai kelanjutan tur tersebut, tulis Anton, “Kami masih harus menunggu konfirmasi dari pihak sponsor dan promotor.”
Kalau tur itu diteruskan, setelah di GOR Panunjung Tarung, Kapuas, Kalsel (21/2), dan Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, SO7 akan manggung di Stadion Hasan Basry, Pleihari, Kalsel (25/2), Lapangan Karebosi, Makassar, Sulsel (28/2), Alun-Alun Kota Pare-Pare, Sulsel (1/3), Stadion Persibo, Bone, Sulsel (3/3), dan Halaman Pemda Watulemo, Palu, Sulteng (7/3). (BP/mon)
Source: Surya
Banjarmasin, Kompas - Empat orang tewas dan 13 orang luka-luka seusai menyaksikan pertunjukan musik Sheila On 7 di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (23/2) malam. Korban yang seluruhnya remaja tersebut tewas karena terinjak-injak saat berebut keluar stadion ketika pertunjukan sudah selesai.
Sepanjang pertunjukan, sebenarnya tidak ada insiden apa pun meski penampilan pemusik asal Yogyakarta tersebut mendapat sambutan histeris dari penonton yang sebagian besar remaja. Hanya saja, stadion berkapasitas sekitar 20.000 orang itu penuh sesak mulai dari tribun hingga ke tengah lapangan pertunjukan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan Komisaris Taufik Sugiono, Selasa, di Banjarmasin, mengatakan, panitia sebenarnya sudah melakukan langkah antisipasi dengan mencetak tiket masuk sebanyak 10.000 lembar. Namun, diperkirakan banyak tiket palsu atau penonton yang nekat masuk stadion tanpa tiket sehingga stadion tempat pertunjukan dipadati sekitar 30.000 penonton.
“Kami sedang memeriksa dan meminta keterangan panitia penyelenggara, mengapa penggandaan karcis ini bisa terjadi,” kata Taufik.
Melihat banyaknya massa, lanjut Taufik, pihak kepolisian kemudian meningkatkan keamanan di dalam maupun di luar stadion sehingga pertunjukan bisa berjalan lancar. Namun, ketika pertunjukan selesai dan Sheila On 7 melantunkan tembang terakhir, Seberapa Pantas, massa berebut keluar stadion melewati dua pintu yang masing-masing lebarnya sekitar enam meter.
Karena pintu keluar terbatas, sedangkan massa berebut keluar, beberapa orang di antaranya terjepit dan terjatuh di pintu keluar, kemudian terinjak-injak massa di belakangnya. Penonton yang sudah berhasil keluar stadion pun masih terus mendapat dorongan dari bagian belakang sehingga puluhan orang terjatuh ke dalam parit penuh air yang terdapat di seputar stadion, bahkan beberapa di antaranya pingsan.
Akibat peristiwa tersebut, empat orang meninggal dunia, yakni Riana Sari (16), siswi SLTP di Banjarmasin; Nurfaizah (21), penduduk Jalan Cemara Raya Perumnas Banjarmasin; Eko (16), warga Jalan Rawasari, Banjarmasin; serta seorang remaja laki-laki yang belum diketahui identitasnya.
Source: Kompas
February 24, 2004
Satu dari empat korban tewas akibat terinjak-injak saat keluar dari stadion Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, usai menonton konser kelompok pemusik Sheila On 7 (SO7) yang digelar Senin (23/2) malam hingga Selasa (24/2) dini hari Waktu Indonesia Tengah (WITA) belum diketahui identitasnya.
Pemuda dengan ciri-ciri kulit hitam, perawakan sedang, rambut lurus dipotong pendek, bertahi lalat di atas bibir bercelama jeans dan kaos biru itu, hingga kini masih tergeletak di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.
Menurut satu orang penjaga, dari puluhan orang yang melihat korban, tidak satupun yang mengenalinya. “Sudah puluhan orang melihat korban, namun hingga kini belum diketahui identitasnya,” katanya.
Selain pemuda yang hingga kini masih misterius, satu korban yang bernama Lisawati warga Jl. Jafri Zam-Zam hingga saat ini belum sadarkan diri akibat luka cukup parah di bagian kepala, mata, dan bibirnya bengkak akibat terinjak-injak beberapa penonton lainnya.
Saat ini korban yang belum sadarkan diri itu, masih dirawat secara intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ulin Banjarmasin. “Sejak tadi malam korban masih koma, akibat luka cukup parah di kepalanya, matanya merah dan bibirnya pecah, akibat terinjak-injak saat keluar dari arena pertunjukan,” kata satu petugas.
Sementara dua korban meninggal lainnya, Eko (16) warga Jl. Jafri Zam-Zam Rawasari, Banjarmasin Tengah, Reona Sari (15), pelajar SMP, warga Jl. A. Yani Km5 Gg. Cahaya RT.15 Banjarmasin Timur, sekitar pukul 03.00 dini hari dijemput oleh keluarganya untuk dibawa ke rumah duka.
Sedangkan Nurfaizah (23) warga Jl. Cemara Raya, Blok V Perumnas Rt. 025 No.29 Kayu Tangi, korban tewas yang lebih awal di bawa pulang oleh keluarganya, dikabarkan, siang hari ini akan segera disemayamkan. Putri bungsu dari lima bersaudara anggota DPRD Kota Banjarmasin, Zinan Gazali, yang kini duduk di semester V D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi Unlam ini, ditemukan dipinggir parit pintu masuk Stadion Lambung Mangkurat, tempat pemusik asal Yogyakarta itu manggung.
Korban ditemukan oleh rekan-rekannya, tergeletak dengan napas tersengal-sengal akibat terinjak-injak oleh penonton yang berdesakan keluar stadion. Melihat kondisi korban, beberapa rekannya, segera melarikan ke RSUD Ulin, namun sayang, setengah jam kemudian, nyawa sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Haru
Menurut pemantauan Banjarmasin Post, hingga Selasa dini hari suasana haru masih mewarnai RSUD Ulin. Ratusan anggota keluarga maupun rekan-rekan korban hilir mudik melakukan cek terhadap korban yang telah dievakuasi.
Dari data yang dihimpun, hingga sekitar pukul 01.00 WITA jumlah kritis mencapai belasan orang. Kebanyakan korban adalah remaja putri berumur antara 15 hingga 25 tahun. Mereka umumnya dalam kondisi lemah dan kondisi pakaian berlumur lumpur akibat terjatuh di lokasi tersebut. Sebagian dari korban telah mendapat pertolongan dengan memberikan pernafasan bantuan. Sebagian lagi juga mendapat perawatan dengan memberikan minuman dan obat-obatan.
Marten dan Kholis, saksi mata menyatakan, pertama kali dirinya menemukan Nurfaizah sudah tergeletak di sebuah parit di sebelah stadion. Saat itu kondisi masih bernafas, namun karena terlambat dalam evakuasi ke rumah sakit akhirnya menghembuskan napas di perjalanan. Ia menggambarkan, saat sudah tergeletak, ia juga masih beberapa kali terinjak orang yang berjubel itu. Ia berhasil mengevakuasi setelah dibantu beberapa rekannya yang mencarikan jalan untuk keluar lokasi.
Tragedi Banjarmasin ini mengulangi kejadian sama tiga bulan lalu (19 November 2003) saat Sheila On 7 tampil di GOR Saburai Bandarlampung. Korban tewas juga empat orang dan puluhan lainnya pingsan akibat terjepit dan terinjak-injak karena jumlah penonton melebihi kapasitas gedung. Keempat korban tewas semuanya warga Lampung. antara lain Riza Marini (16) warga Jalan Tunggul Ametung Kedaton, Ephilian Santi (17) warga Jalan Kopi Utara Way Halim, Wenti (18) mahasiswa Akademi Sekretaris Manajemen UBL dan Astriafi’ah Dwi Utari Natapraja (17) putri Ka Dinas P dan K Lampung Utara.
Tragedi di Stadion Lambung Mangkurat, mengulang peristiwa tragis 22 tahun silam. Sejumlah orang juga tewas saat si Raja Dangdut Rhoma Irama berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Fans berat SO7 yang tewas tadi malam usianya berkisar 15-23 tahun. Ke-13 korban yang hingga pukul 00.55 WITA masih belum sadarkan diri.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan masih menyelidiki insiden tewasnya 4 orang penonton konser grup musik Sheila On 7 di Stadion Lambung Mangkurat. Kasatreskrim Poltabes Banjarmasin, Komisaris Drs Andy Kirnanda menegaskan, pihaknya akan memanggil dan memeriksa saksi-saksi yang melihat langsung kejadian. “Dari situ baru kita bisa mengetahui, apakah insiden itu murni kecelakaan atau karena kesalahan panitia penyelenggara,” ucap Andy.
Kasat Intelkam Poltabes Banjarmasin, Ajun Komisaris Tony juga tidak berani memberikan keterangan resmi. Ditanya perihal perizinan konser musik, menurut Tony sepenuhnya kewenangan kapoltabes. Keterangan lain diperoleh dari GNB Production, promotor lokal yang menjalin kerja Sama dengan Megapro, promotor dari Jakarta dalam penyelenggaraan konser Sheila On 7 di Banjarmasin, menyatakan peristiwa itu murni kecelakaan.
“Semua hal sebenarnya sudah kita antisipasi sebelumnya, dengan membangun tenda dan posko kesehatan, termasuk mobil pemadam kebakaran. Tapi ini memang musibah dan kami siap bertanggungjawab,” ucap Dedet dari GNB Production.
Menurut Dedet, insiden itu terjadi karena penonton berdesak-desakan ingin keluar dari vanues (stadion), setelah konser bubaran. Dedet membantah, jika penanganan terhadap penonton kurang baik, seperti ada penonton yang menyebutkan, panitia penyelenggara membiarkan penonton pingsan ditaruh dekat pintu masuk.
Berbeda dengan Dedet yang lebih terbuka dalam berkomentar, pihak Megapro, nampak tertutup dan enggan berkomentar. Lingga, salah seorang pentolan promotor dari Jakarta itu menolak saat dicoba untuk dimintai komentarnya. “Maaf mas, saya tidak bisa berkomentar, kami masih sibuk, nanti saja,” ucapnya singkat.(Banjarmasin Post/Ant/nik)
Source: Kompas
EKSPRESI beragam tampak dari wajah empat personel Sheila On 7 (SO7) ketika menerima kabar kalau konsernya berakhir dengan kematian. Sang vokalis, Duta terlihat paling down. Dari bibirnya meluncur komentar singkat. “Ahhh masa iya???” ucap Duta dengan wajah kebingungan.
Hal sama juga meluncur dari bibir Eross. “Berapa orang? tanya motor kelompok band asal Jogja itu dengan mimik serius.
Sayang ketika intraksi Duta Dkk dengan BPost berlangsung di lobby hotel terputus, seorang manajemen SO7 tiba-tiba memotong pembicaraan.
“Maaf ya untuk sementar SO7 tak bisa mengeluarkan statement. Kami masih mengecek kebenaran beritanya, anda tunggu sebentar,” ucapnya.
Gang S07 sendiri terlihat berdiskusi serius. Eross, Duta terlibat pembicaraan serius sementara Sakti dan Adam mendengarkan seksama.
Wajah-wajah mereka memancarkan ketegangan. Duta dengan wajah terbengong-bengong terus terlibat diskusi. Di tengah-tengah itu, Adam mengeloyor pergi.
Pria tinggi besar itu juga sesekali bertanya kepada sejumlah kru yang juga kebetulan ikut dalam rombongan.
Duta terlihat paling stres. Sesekali dia mengusap wajahnya dan mengangkat bahu tinggi. Sesekali dia mengucek matanya, dia sempat terbengong-bengong.
Eross juga tak kalah stressnya. Beberapa kali dia memegang kepalanya. Ada empat kali dia menghentakkan kakinya ke lantai. Entah apa maksudnya, dia juga terus menarik nafas panjang.
Dalam bahasa Jawa, hampir dua menit S07 terlibat diskusi. Entah apa yang mereka bicarakan yang jelas Duta sempat berucap, kalo dia tak percaya kalau memang ada korban.
Setelah berdiskusi, rencana S07 mencari makan akhirnya dibatalkan. Dengan tergesa-gesa, mereka kemudian ‘diungsikan’ kembali ke kamar masing-masing.
“Maaf mas ya kami belum berani memberikan komentar. Kami masih melacak nanti kalau memang sudah oke, pasti kami gelar konfrensi pers,” sebut salah satu manajemen S07.
Namun ditunggu hingga pukul 01:00 Wita, ucapan rasa prihatin dari personil SO7 tidak didapat.
“Sebentar ya, mas saya SMS dulu anggota saya yang di rumah sakit,” ucapnya sambil meninggalkan BPost ke luar hotel. emj/tri
Source : Kompas
Konser kelompok pemusik Sheila On 7 (SO7) di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (23/2) malam berakhir dengan tragedi. Harian banjarmasin Post hari ini melaporkan, empat remaja tewas, belasan kritis dan puluhan remaja pingsan akibat terinjak-injak ribuan penonton yang berebut keluar pintu stadion.
Korban tewas adalah Reona Sari (15), pelajar SMP, warga Jl A Yani Km5 Gg Cahaya RT15. Eko (16), warga Jl Zafri Zam Zam, Rawasari. Nurfaizah, anak Zinan Gazali, anggota DPRD Kota Banjarmasin, Jl Cemara Raya blok V RT25 No29, Perumnas dan seorang remaja putra belum teridentifikasi.
Dari jumlah tewas tersebut, empat di antaranya telah dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin. Seorang lagi dibawa di RS Bhayangkara. Nama korban tewas adalah Nurfaizah, warga Jl Cemara Raya, Blok V Perumnas, RT 025 No 29, Kayu Tangi, Banjarmasin, Reona Sari (15), pelajar SMP, warga Jl A Yani Km5 Gg Cahaya RT15, Banjarmasin Timur, Eko (16), warga Jl Zafri Zam Zam, Rawasari, Banjarmasin Tengah dan seorang remaja (putra) masih belum teridentifikasi.
Sementara sedikitnya 17 orang yang pingsan karena terinjak-injak telah dievakuasi di rumah sakit tersebut. Hingga berita ini disusun sekitar pukul 01.00 Wita petugas masih terus mengevakuasi para korban dari tempat kejadian.
Dari pantauan di tempat kejadian, sedikitnya masih terdapat 30 remaja pingsan dan tergeletak karena terperosok di sebuah parit yang terdapat tidak jauh dari stadion tersebut. Mereka diangkut dengan menggunakan angkutan kota dan ambulans, bahkan becak.
Hingga pukul 02.00 WIB, anggota BPK melakukan penyedotan ke parit yang diduga masih banyak para korban terperosok. Menurut satu anggota BPK mereka melakukan penyedotan karena menemukan banyak alas kaki milik para penonton.
Demikian pula, sejumlah anggota keluarga korban dibantu warga setempat melakukan pencarian di sekitar parit tersebut. Seorang saksi mata, Marten, menuturkan, tragedi ini pecah bersamaan berakhirnya penampilan grup asal Kota Gudeg ini sekitar pukul 22.00 WITA Digambarkannya, bersamaan berakhirnya lagu terakhir berjudul “Seberapa Pantas”, ribuan Sheila Gank langsung menyerbu pintu keluar yang hanya dua buah.
Pintu berukuran sekitar 5 meter itu, ternyata tidak mampu menampung desakan puluhan ribu penonton yang berebutan. Sementara ribuan orang yang di belakang terus mendorong penonton yang di depannya. Lokasi semakin tidak memungkinkan karena parkir kendaraan dijajar di jalan, tepat samping stadion. Jalan itu juga merupakan satu-satunya akses menunju stadion.
Akibat desakan itu puluhan orang terperosok di sebuah parit di pinggir jalan luar stadion. Di parit berair setinggi 50 cm itu tidak kurang dari 50 orang tertumpuk dan tidak lagi dihiraukan ribuan penonton yang tetap antusias berebut keluar areal stadion. Akibat terbenam di air dan terinjak-injak itulah para korban akhirnya tewas.
Source: Banjarmasin Post
Baru saja tur Sheila on 7 ke tujuh kota di Indonesia dalam rangka dirilisnya album soundtrack 30 Hari Mencari Cinta berjalan, musibah menimpa ketika grup tersebut tampil di Banjarmasin (Kalsel), kota kedua tur itu.
Diberitakan oleh Banjarmasin Post pada Selasa ini (24/2), dan dimuat oleh www.indomedia.com, konser Sheila on 7 di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (23/2) malam, berujung petaka. Usai pertunjukan, para penonton, yang jumlahnya membludak, berdesak-desakan, berebut keluar dari pintu gerbang stadion, sehingga ada yang terinjak-injak sampai tewas. Disebutkan oleh surat kabar yang sama, hingga Selasa (24/2) dini hari, tercatat empat remaja tewas.
Ketika dikontak melalui telepon genggam mereka oleh KCM, pada Selasa (24/2) siang, baik Anton yang manajer Sheila on 7, maupun, Eross, gitaris grup itu, tak menjawab.
Tapi, akhirnya, ketika kemudian KCM meminta konfirmasi ke Anton melalui SMS, ia membalas. Isinya, Sheila on 7 meminta maaf karena belum bisa memberi pernyataan. “Maaf, untuk saat ini kami belum bersedia, karena kami masih menunggu statement bersama dengan pihak promotor,” tulis Anton. “Kami sama sekali tidak tahu kronologis kejadiannya,” tulisnya lagi.
Sementara itu, melalui situs resmi mereka, www.sheilasonic.com, grup tersebut juga belum memberikan pernyataan apapun. Tapi, sejumlah penggemar mereka telah menyampaikan ucapan turut berduka cita atas tragedi itu.
Bagi Sheila on 7, yang terdiri dari Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas), dan Anton (drum), ini merupakan konser kedua yang memakan korban jiwa. Pada pertunjukan mereka di GOR Saburai, Bandarlampung (Lampung), 19 November 2000, empat penonton berusia belasan tewas karena terhimpit dan terinjak-injak, gara-gara jumlah penonton amat melebihi kapasitas tempat konser.
Dicantumkan pada www.sheilasonic.com, tur album 30 Hari Mencari Cinta dijadwalkan diselenggarakan di GOR Panunjung Tarung, Kapuas, Kalsel (21/2), Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin (23/2), Stadion Hasan Basry, Pleihari, Kalsel (25/2), Lapangan Karebosi, Makassar, Sulsel (28/2), Alun-Alun Kota Pare-Pare, Sulsel (1/3), Stadion Persibo, Bone, Sulsel (3/3), dan Halaman Pemda Watulemo, Palu, Sulteng (7/3).
Sampai saat ini belum ada keterangan yang menyebutkan bahwa tur itu akan dilanjutkan atau tidak. (Ati)
Source: Kompas
Selasa (24/2) sore ini grup Sheila on 7 dan manajemen mereka sedang mengunjungi keluarga empat anak muda yang tewas terinjak-injak usai menonton konser 30 Hari Mencari Cinta, yang diadakan di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada Senin (23/2) malam.
Kabar itu diterima melalui SMS dari manajer Sheila on 7, Anton, pada pukul 17.49 WIB. “Saat ini kami lagi mengunjungi empat rumah keluarga korban untuk mengucapkan belasungkawa secara langsung dan memberi sumbangan,” terang Anton.
Lanjut Anton, semua personel Sheila on 7, yaitu Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas), dan Anton (drum) hadir di rumah duka para korban. Begitu pula manajemen grup tersebut dan sejumlah personel panitia penyelenggara konser itu.
Dicatat oleh Banjarmasin Post, tiga dari empat korban tewas itu adalah Eko (16), Reona Sari (15), dan Nurfaizah (23).
Diterangkan lagi oleh Anton, jenazah para korban telah dimakamkan siang tadi di Banjarmasin.
Mengenai kelanjutan tur tersebut, tulis Anton, “Kami masih harus menunggu konfirmasi dari pihak sponsor dan promotor. “Konser itu dipromotori oleh GNB Production (Banjarmasin) bekerja sama dengan Mega Pro (Jakarta).
Kalau tur itu diteruskan, setelah di GOR Panunjung Tarung, Kapuas, Kalsel (21/2), dan Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Sheila on 7 akan manggung di Stadion Hasan Basry, Pleihari, Kalsel (25/2), Lapangan Karebosi, Makassar, Sulsel (28/2), Alun-Alun Kota Pare-Pare, Sulsel (1/3), Stadion Persibo, Bone, Sulsel (3/3), dan Halaman Pemda Watulemo, Palu, Sulteng (7/3). (Ati)
Source: Kompas
February 2, 2004
C#m
Aku tak percaya lagi
B
Dengan apa yang kau beri
A Gis
Aku terdampar di sini, tersudut menunggu mati
C#m
Aku tak percaya lagi
B
Akan guna matahari
A Gis
Yang dulu mampu terangi, sudut gelap hati ini
C#m
Aku berhenti berharap
B
Dan menunggu datang gelap
A Gis
Sampai nanti suatu saat, tak ada cinta kudapat
C#m
Kenapa ada derita
B
Bila bahagia tercipta?
A Gis
Kenapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan?
A B A B
Reff:
E D/E
Aku pulang, tanpa dendam,
C#m/E B/E A/E
Kuterima, kekalahanku
E D/E
Aku pulang, tanpa dendam
C#m/E B/E A/E G#m/E
Kusalutkan kemenanganmu
(A - G#m)
Kau ajarkan aku bahagia, kau ajarkan aku derita
Kau tunjukkan aku bahagia, kau tunjukkan aku derita
Kau berikan aku bahagia, kau berikan aku derita
F F/G
C F Am G
D
Tidaklah mawar hampiri kumbang
Bm
Bukanlah cinta bila kau kejar
G F#
Tenanglah tenang, aku kan datang
Bm A D G
Dan memungutmu ke hatiku yang terdalam
F# Bm Bm/A# Bm/G# Bm/G
Bahkan kutakkan bertahan tanpamu
(D – Dm7 – G – A)
Aku yang kan datang (6x)
January 25, 2004
Album: Original Soundtrack 30 Hari Mencari Cinta
Artis: Sheila On 7
Produksi: Sony Music Indonesia
***
JIKA kebetulan menyaksikan film 30 Hari Mencari Cinta yang dibintangi Nirina, Dinna Olivia, dan Maria Agnes, boleh jadi Anda sempat menangkap lagu tersebut dalam kaitan dengan adegan film. Lagu-lagu Sheila on 7, seperti JAP (Jadikan Aku Pacarmu) atau Sebuah Kisah Klasik turut mewarnai film yang disutradarai Upi Avianto itu.
Album ini berisi sepuluh lagu. Enam di antaranya merupakan lagu lama yang pernah dibawakan Sheila on 7, namun dibuat dengan aransemen baru kecuali lagu JAP yang tetap ditampilkan dalam bentuk aslinya. Ada juga empat lagu baru yang memang dibuat khusus untuk film 30 Hari Mencari Cinta, yaitu Melompat Lebih Tinggi, Berhenti Berharap, Untuk Perempuan, dan Menyelamatkanmu.
Eross, gitaris yang menciptakan empat lagu baru tersebut, mengakui proses kreatif penciptaan tidak sebebas untuk lagu biasa. Setidaknya, Eross harus turut membaca naskah film. “Jadi secara tidak langsung saya juga ikut berakting,” kata Eross.
Semangat dan emosi lagu pembuka, misalnya, dipengaruhi tema film, yaitu seputar kebersamaan. Asal tahu saja, film ini mengisahkan persahabatan tiga perempuan yang berlomba mencari pacar. Semangat kebersamaan itu, misalnya, digambarkan Eross dalam aransemen lagu Melompat Lebih Tinggi. Pada salah satu bagian lagu tersebut musik berhenti serentak-”mandek greg” istilah Eross-dan mulai lagi secara bersama-sama.
Bagaimanapun juga sebuah album musik memang tidak mensyaratkan pendengarnya untuk menonton film yang didukung album tersebut. Pada pengertian ini, 30 Hari Mencari Cinta tak lebih dari album Sheila on 7 lainnya. (XAR)
Source: Kompas
January 11, 2004
ALBUM: 30 Hari Mencari Cinta
ARTIS: Sheila On 7
GENRE: Runut Bunyi
SHEILA On 7 (SO7) adalah nama yang begitu popular di Indonesia dan Malaysia. Lewat lagu seperti Sephia, Dan, Sahabat Sejati dan Bila Kau Tak Di Sampingku, kumpulan itu berjaya mencatat kejayaan membanggakan di
rantau ini.
Kini mereka kembali dengan album terbaru, 30 Hari Mencari Cinta. Sebetulnya ia adalah album runut bunyi dari filem yang menggunakan judul sama. Filem yang menerima sentuhan pengarah muda, Upi Avianto itu dilakonkan oleh Dinna Olivia, Nirina dan Maria Agnes.
Ia akan ditayangkan kepada umum tidak lama lagi. Bagaimanapun, terlebih dulu mereka menampilkan album runut bunyi ini. Justeru, penghasilannya dilihat sebagai penghargaan Sony Music Indonesia terhadap kebolehan SO7.
Masakan tidak kerana ini adalah album runut bunyi pertama yang pernah dihasilkan lima anak muda yang menganggotai SO7 iaitu Eross, Anton, Adam, Duta dan Sakti.
Memuatkan 10 lagu, enam daripadanya adalah lagu lama yang diberi nafas baru untuk kedengaran lebih segar. Lima daripada lagu itu digarap dengan bunyian akustik kecuali, JAP yang ditampilkan dalam versi asli.
Lagu yang diberi sentuhan baru ialah Kita, Berai, Mari Bercinta, Tunjuk Satu Bintang dan Kisah Klasik. Sebahagian besar lagu adalah ciptaan Eross termasuk empat lagu baru iaitu Melompat Lebih Tinggi, Berhenti Berharap, Untuk Perempuan dan Menyelamatkanku.
Melompat Lebih Tinggi dipilih sebagai single pertama dan kini sudah mula kedengaran di radio.
Source: Berita Harian
January 5, 2004
Singel barunya dahsyat. Aksi panggungnya makin hebat. Kok malah nggak puas di album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta?
Nyusurin jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, di ujung sebelah kanannya lo bakal nemuin sebuah rumah besar yang punya areal parkir luas. Di bagian depan tuh rumah, terdapat sebuah sticker besar bertuliskan “Bass Studio”. Yup, tuh rumah emang udah berubah fungsi. Sekarang, rumah bercat putih itu disulap jadi sebuah studio kelas atas yang biasa disewa oleh band-band sekelas Gigi, Dewa, Padi dan supergrup lain untuk mempersiapkan diri menjelang tampil di panggung.
Salah satu band yang kerap menyewa tuh studio adalah Sheila On 7, band yang hari itu mengundang Hai untuk ngeliat rehearsal aksi panggung mereka yang bakal digelar live di sebuah stasiun TV swasta. Konon, panggung itu juga dimaksudkan untuk mempromosikan album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta (30HMC) yang berisikan kumpulan lagu garapan cah-cah Yogya ini.
Sempet nungguin sekitar 30 menitan di ruang tunggu studio yang catnya didominasi warna kuning, akhirnya satu per satu personil SO7 dateng juga. Adam Subarkah, bassis yang belakangan tampil rapi dengan rambut cepak, turun dari taksi ditemani 2 orang kru yang dengan setia ngebawain alat-alat miliknya. Sempet basa-basi sebentar, cowok bongsor yang sempet nampang di klipnya Audy itu langsung masuk ke studio untuk mengeset alat.
Selang 15 menit, Akhdiyat Duta Mojo, terlihat sibuk memarkir mobil VW berwarna biru miliknya di lapangan parkir. Vokalis yang baru aja ngelangsungin resepsi pernikahannya dengan Adelia Lontoh ini terlihat segar. Kayaknya sih, nih cowok udah mulai bisa nyesuaiain diri dengan kehidupan Jakarta, kota yang belakangan jadi tempat tinggalnya setelah menikah.
Belum juga Duta keluar mobil, sebuah taksi biru menepi di pintu gerbang. Sempet berhenti sejenak, akhirnya tiga sosok familiar muncul dari ke-3 pintu mobil. Siapa lagi kalo bukan Eross Chandra (gitar), Sakti Ari Seno (gitar),dan Anton Widiastanto (drum). Ketiganya langsung kompak mendatangi Duta dan menepuk-nepuk pundaknya. Mentang-mentang udah nggak hidup sekota, kayak udah nggak ketemu setaun aja nih, hehehe.
Begitu masuk ke studio latihan, ternyata rehearsal nggak langsung dimulai. Kuintet yang sukses ngerilis 3 album berkelas jutaan kopi ini sempet main-main dulu sebentar. Buat pemanasan, mereka saling bertukar instrumen. Adam jadi vokalis sekaligus gitaris, Sakti jadi bassis, Anton jadi keyboardis, dan Duta yang jadi drummernya. Sementara, Eross cuma duduk santai sambil menyantap bakmi ayam yang baru dipesannya dari tukang bakmi keliling.
Kelar main 3 lagu (salah satunya Knockin’ on Heavens Door yang sukses dibawain dengan fals, hehehe), akhirnya sesi rehearsal dimulai juga. Masing-masing personil kembali ke instrumennya masing-masing. “Wah, balik lagi nih ke formasi jualan!” seru Duta. Eross, Anton, Sakti dan Adam langsung ngakak.
Dibantu Anissa, penyanyi latar asal Jakarta, SO7 coba mainin 5 lagu. Empat lagu, diambil dari album soundtrack. Sedangkan, satu lagu lagi adalah lagu Ku Jemu-nya Koes Plus.
Meski nggak serius 100 persen, tetep aja keliatan kalo banyak perubahan yang terjadi dalam SO7. Musiknya makin matang. Cara mereka ngebawain lagu-lagunya juga makin mantap.
D*mn, mereka beneran makin dahsyat!
***
“Gimana lagu-lagu di album soundtrack? Udah denger semua kan?” tanya Eross pada Hai seusai rehearsal.
“Sepintas emang terdengar beda. Tapi, kami sendiri nggak sengaja lo bikin sesuatu yang beda. Maunya kami sih, lagu-lagunya malah kedengaran kayak lagu-lagu di Kisah Klasik (Untuk Masa Depan). Lebih santai dan enteng,” sambung Eross, tersenyum malu.
Nggak sengaja gimana?
“Awalnya, kami dapet kabar dari Sony kalo Rexinema mau minta lagu-lagu kami yang udah dirilis buat jadi soundtrack film yang dirilis bulan Januari 2004. Ngedenger kabar itu, kami langsung berembuk. Setelah melalui pembicaraan panjang lebar, akhirnya kami tolak buat ngasih lagu-lagu lama kami buat soundtrack film tersebut,”bilang Sakti.
“Tapi, jangan salah sangka. Kami nggak lantas nolak ikutan soundtrack. Sebenernya, oke aja ikutan proyek soundtrack, asal ada untungnya juga buat proses kreatif Sheila. Makanya, kami tawarkan untuk bikin lagu baru yang sesuai dengan kebutuhan film. Mulai dari awal, sampe ending. Mumpung Sony bilang, rencana rilis album kami diundur (awalnya Sheila dijadwalkan ngerilis album Desember 2003, RED.),” timpal Eross.
Ngedenger kabar baik ini, Rexinema langsung setuju. Nggak pake lama, script cerita 30 HMC pun langsung dikirimkan ke SO7. Maksudnya sih, biar lima jagoan ini makin lancar bikin lagu baru.
Begitu nerima script, proses bikin lagu pun dimulai. Kocaknya, di tengah jalan, Eross cs. ngerasa ada sesuatu yang “berbeda” pada diri mereka.
“Rasanya, kami udah nggak kayak dulu. Nggak bisa lagi ngulang bikin lagu enak kayak Dan, Kita, dan Sephia. Udah dicoba, tapi nggak bisa,” bilang Duta yang dari tadi sibuk ngafalin lirik lagu dari cover album (walah! Vokalis kok nggak hafal lirik?).
“Nggak jelas juga apa sebabnya. Tapi, besar kemungkinan, apa yang kami rasa disebabkan oleh proses yang kami lalui. Maklum, sebelum kami mulai bikin album soundtrack, kami sempet ngegelar workshop buat mengkonsep materi album keempat. Dan, gara-gara workshop itu, pikiran kami terfokus buat album keempat. Jadi, tanpa sengaja, kami udah membuat lagu yang tersentuh konsep musik album keempat di album soundtrack itu,”Adam yang baru aja kelar “merumahkan” bas-nya, nggak mau kalah berkomentar.
Belum sempet Hai nimpalin omongan Adam, Anton, sang drummer, ikut angkat bicara. Menurut cowok paling gondrong di SO7 ini, musik yang dimunculkan dalam album soundtrack udah bener-bener di rem.
“Kami sadar, lagu-lagu baru yang kami buat ditujukan buat lagu latar film. Jadi, kami nggak bisa seenaknya. Makanya, kami sepakat buat ngerem. Kami nggak mau mengumbar konsep musik SO7 yang baru di lagu baru kami. Tapi, kalo lagu barunya kedengeran beda, ya kami nggak bisa ngomong apa-apa. Beneran udah di rem sana-sini lho!” Anton coba meyakinkan.
O..o, kayaknya obrolannya bakal makin seru nih!
***
Soal berubahnya musik SO7, itu udah diakui sama semua personilnya. Tapi, sedrastis apa sih perubahan yang mereka tuju sebenernya?
“Soal drastis atau nggaknya, itu kami sama sekali nggak merencanakan. Yang ada, kami cuma ngikutin flow. Hasilnya, kami udah nggak puas lagi kalo harus ngebikin musik seperti yang udah kami buat di tiga album kemarin. Makanya, kami semua coba cari masukan buat meningkatkan kualitas musik kami. Caranya, ya terus memperdalam pengetahuan musik dan nggak menutup kuping dari musik-musik yang lagi beredar,” repet Sakti.
“Dan, kami pun mulai rajin ngedengerin banyak album. Mulai dari Diorama-nya Silverchair (Eross bilang nih album beneran mantap, RED.), sampe album-album tua kayak Jethro Tull aku coba dengerin. Yang lain juga sama. Selanjutnya, apa yang kami dapat dari musik yang kami dengar, kami coba jadiin perbandingan buat bikin musik baru,” Eross menambahkan.
Gitaris yang ikutan nongol jadi pelayan restoran di salah satu adegan film 30HMC itu mengakui kalo proses ini ngefek pada musik yang mereka hasilkan. Menurutnya, sekarang musik SO7 jadi terasa lebih “berat” (mau denger contohnya? Cicipin aja lagu Untuk Perempuan di album soundtrack 30HMC, RED.). Makanya, saat ini Eross cs. mencoba meramu konsep musik baru itu agar terdengar easy listening.
“Aku pikir, seberat apa pun lagunya, kalo tetep easy listening, tetep bakal nempel kok. Yang enak didenger pasti gampang diinget. Makanya, sekarang kami lagi coba ngeramu sebuah formula yang bisa jadi jembatan idealisme musik kami yang baru dengan selera pasar,” kata cowok yang sukses ngebikinin lagu buat Bang Iwan Fals ini, serius.
Caranya?
“Gampang-gampang susah. Tapi, yang utama, kami ingin mempertahankan ciri musik SO7 yang udah dikenal sama masyarakat umum. Salah satunya, mempertahankan sound gitar yang crunchy khas SO7,” tegas Eross.
“Di album soundtrack, nuansa crunchy itu sempet hilang dan itu bikin kami kurang puas. Sound gitarnya jadi agak bulet. Dan, aku pikir itu bukan sound SO7. Mungkin, hal itu muncul karena kami kurang mengontrol sound. Maklum, alatnya masih baru. Jadi, mainnya malah terlalu lepas,” tambah cowok ceking yang koleksi gitarnya udah lebih dari 30 biji – dan masih rajin nambah melulu – itu, sambil memperlihatkan deretan giginya yang nggak putih-putih amat!
Setuju dab! Mempertahankan ciri itu emang penting banget. Tapi, bisa ngasih bocoran nggak, kira-kira apa sih yang bikin musik kalian terdengar beda di album depan?
“Kami nggak akan pake string lagi. Kami coba mengawinkan musik kami dengan instrumen brass. Biar seger aja,” jawab Duta, polos.
“Kalo mau tau lebih banyak, tungguin aja Pejantan Tangguh rilis. Nanti, jangan lupa kasih komentar ya!” samber Adam.
Oh, itu toh judulnya!
MUNGKIN NGGAK SIH, DAPETIN CINTA DALAM 30 HARI?
Duta
“No way, Jose! Bullsh*t! Kalo cari cinta dalam 30 hari tuh nyaris nggak mungkin. Tapi, kalo cari pacar mungkin!”
Adam
“Mungkin aja. Soalnya, yang namanya cinta, dalam satu hari juga bisa dateng kok. Contohnya kasus love at first sight, hehehe…”
Anton
“Satu hari aja bisa, kenapa meski pake 30 hari? Kalo emang kebetulan, cinta bakal dateng sendiri kok. As you know, cinta bisa dateng kapan aja kok!”
Eross
“Mungkin dong! Soalnya, kalo aku udah suka sama cewek, pasti ngejarnya gigih. Sampe sekarang sih, paling lama pedekate cuma 2 minggu. Abis itu, jadian deh!”
Sakti
“Mungkin. Segala sesuatu itu mungkin terjadi. Jangankan dalam hitungan bulan, dalam sehari aja bisa kok. Kenapa nggak mungkin?”
SIAPA SEBELUM SHEILA ON 7?
Apa yang dibikin SO7 dalam soundtrack 30HMC (album full khusus untuk film, RED.) sebenernya bukan barang baru. Banyak musisi yang sempet bikin album model begitu. Nih dia di antaranya!
Eros Djarot dan Chrisye (Badai Pasti Berlalu)
Sumpah, album ini adalah salah satu album legendaris yang pernah dibikin sama musisi lokal. Disiapin buat jadi soundtrack film yang dibintangi sama Christine Hakim, nih album beneran bisa ngegambarin isi film. Buktinya, cuma ngedengerin lagu-lagunya aja, emosi kita bisa ikut terbawa. Wajar, kalo nih album kembali diproduksi setelah diaransir ulang dua dekade berikutnya.
Sherina (Lihatlah Lebih Dekat)
Perlu dicatet, album yang diproduseri musisi kondang Elfa Secioria ini adalah album soundtrack pertama yang sengaja dibuat setelah perfilman Indonesia bangkit dari mati suri, pertengahan dekade ’90-an. Berisikan 10 lagu, album soundtrack film Petualangan Sherina ini emang beneran asik didenger. Pas nih album dirilis, banyak banget ortu yang semangat ke toko kaset buat ngebeliin nih album buat anaknya, hehehe.
Melly dan Anto Hoed (Ada Apa Dengan Cinta?, Eiffel I’m In Love)
Pasangan suami istri funky ini termasuk yang paling rajin ngebikin album soundtrack 3 tahun terakhir. Pertama, mereka ngebikin album soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta?(A2DC?) yang dinilai sama fenomenalnya dengan album Badai Pasti Berlalu. Maklum, semua lagunya emang enak didenger jack!
Selanjutnya, giliran film Eiffel I’m In Love(EI2L) yang dibikinin soundtrack. Hasilnya? Asli, musiknya jadi lebih berat. Maklum, musik di album itu dimasuki musik Eropa jaman romantik.
Indra Lesmana (Rumah Ke Tujuh)
Akhirnya, musik jazz masuk juga ke film Indonesia. Mengangkat tema astrologis yang dikemas dalam nuansa komedi romantis, film Rumah Ke Tujuh beneran asik buat ditonton. Selain jalan ceritanya yang emang mengalir, lagu-lagu garapan Indra Lesmana beneran sanggup membantu ngebangun cerita. Pokoknya, album yang ngandalin singel Mimpi dan Rumah Ke Tujuh ini layak dijadiin koleksi kamu-kamu yang suka musik jazz.
Ariyo dan Dea Mirella (Biarkan Bintang Menari)
Pernah nonton Chicago dan Moulin Rouge? Indonesia baru aja ngerilis film musikal yang nggak kalah asik. Judulnya Biarkan Bintang Menari. Yang perlu dicatet, lagu-lagu yang termuat di film ini juga dirilis dalam bentuk album. Meski nggak heboh-heboh banget, lagu yang dinyanyiin Ariyo, yang juga jadi bintang utama di film ini, lumayan enak didenger pas senggang. Nggak percaya?
Source: Hai Magz
January 3, 2004
SHEILA ON 7:Lebih Santai Dan Berani
Setahun lebih ngegelar konser keliling Indonesia nggak bikin band asal Jogjakarta ini mati angin. Meski jadwal rilis album keempat masih belum jelas, kuintet ini udah mulai sibuk ngerekam lagu baru. Bakal kayak apa sih albumnya?
Apa kabar Sheila On 7 (SO7)?
Sempet ngabisin waktu setahun lebih “bergerilya di panggung musik lokal, akhirnya nih band mutusin masuk studio buat ngerekam materi baru. Bertempat di Studio Ara yang ada di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas) dan Anton (drum), mulai sibuk ngerekam basic track lagu-lagu andalannya, sejak tanggal 2 Juli 2003 lalu. Rencananya sih, ada 4 buah lagu yang bakal mereka kerjakan selama kurang lebih 2 minggu.
Weits! Sebentar lagi rilis dong?
“Ancer-ancernya belum jelas. Tapi, ada kemungkinan album kami bakal keluar bulan Mei 2004. Jadi, masih lama banget kan?” bilang Eross yang lagi bercanda dengan ketiga rekannya di belakang mixer sambil nungguin Anton yang lagi sibuk take drum.
Hmm. Ntar dulu deh. Bukannya sekarang-sekarang ini tawaran manggung justru lebih numpuk? Kok mau-maunya sih mereka menepikan order cuma karena ingin nyicil rekaman untuk album yang baru dirilis tahun depan?
Sambil ngintip aksi Anton menggebuk drum set kesayangannya dalam studio berukuran 5 X 6 meter, Eross sempet bercerita kalo SO7 pengen lebih santai dan nggak terburu-buru dalam proses pembuatan album keempat. Makanya, mereka sepakat untuk nyicil merekam beberapa materi baru yang udah disetujui, agar pada saat deadline nanti mereka bisa lebih santai.
Di samping itu, cowok yang lagi kesengsem berat sama lagu-lagunya Silverchair di album Diorama itu juga ngaku kalo mereka memang lagi ngerjain beberapa proyek lain disamping album.
“Sebenernya sih, saat ini kami diminta menggarap lagu Panggung Sandiwara karangan Mas Ian Antono. Rencananya, lagu itu bakal dimasukkan dalam album kompilasi Tribute to Ian Antono yang bakal dirilis sebentar lagi.,” beber gitaris yang nyumbang lagu buat album terbaru Iwan Fals ini, serius.
Pantes!
***
Apa sih yang baru dari album barunya SO7?
Pasti, pertanyaan itu yang bakal muncul dalam benak kamu-kamu sekalian pas denger nih band lagi sibuk rekaman.
Man, for your information, banyak perubahan yang dibuat SO7 di album barunya yang bakal dirilis awal tahun depan. Mulai dari cara bikin lagu, pemakaian sound, sampe cara mereka memaksimalkan instrumen.
Sambil bersiap-siap masuk studio buat nge-take gitar, Eross sempet berucap kalo dalam rekaman kali ini ia nggak hanya mengandalkan satu jenis instrumen. Pernyataan ini jelas bikin Hai terbengong-bengong. Maksudnya apa, dab?
Untungnya, rasa heran Hai nggak bertahan lama. Kelar take satu lagu dengan gitar andalannya, pencinta koi ini langsung memboyong keyboard barunya ke dalam studio. Jack, nih orang rupanya bisa main keyboard! Bahkan, sound yang dimainkannya selama proses rekaman pun tergarap dengan baik. Nggak jauh dari sound-sound jadul kayak Harpsichord dan Rhodes.
“Mulai rekaman hari ini, aku mau banyakin pake sound piano. Bahkan, lagu-lagu yang ada sekarang pun aku ciptain pake keyboard. Biar nuansanya beda,” bilang Eross, sekeluarnya dia dari ruang rekam.
Ups, cerita baru nih! Jadi penasaran, siapa sih yang ngasih ilham Eross buat make piano dalam proses rekaman?
“Sebenernya sih, aku udah niat lama make piano buat bikin lagu. Tapi, baru terealisasi sekarang. Ilhamnya aku dapet dari Muse, Silverchair dan Dhani Ahmad. Dia aja boleh main gitar pas rekaman, padahal posisinya keyboardis. Masa aku kalah sih?!” candanya sambil nyengir.
***
Rabu (9/7) siang, Hai kembali dateng ke studio Ara buat nengok kegiatan Eross cs. Hari itu, giliran Duta yang take vocal. Nggak heran, cowok yang baru aja nikah sama Adelia Lontoh ini udah nongol di studio sejak pukul 11 siang.
“Wah, untung datengnya sekarang. Tadi sempet mati lampu lho,” bilang cowok kelahiran Kentucky, Amrik ini pada Hai dengan logat Jawa yang kental,”Ayo masuk. Liat aku rekaman!”
Sempet ngobrol sebentar buat diskusiin layer vokal, akhirnya Duta masuk ke ruang rekam. Keliatan banget, nih cowok ngelakuin take vokal dengan penuh semangat. Kayaknya, suasana rekaman yang santai bikin dia lebih enjoy ngejalanin tugasnya.
Nggak berapa lama kemudian, Eross dan Adam nongol di ruang operator. Di belakangnya, menyusul Adam yang sibuk menenteng seplastik shaker dan piranti perkusi baru.
“Ini semua baru aku beli. Maunya sih bisa dipake rekaman,” bilang Anton sambil merhatiin gaya Duta yang lagi take lagu Panggung Sandiwara.
“Kami emang nyiapin semuanya dengan serius. Malah, ada beberapa eksperimen yang kami coba lakukan dalam proses rekaman. Misalnya, ngegunain 2 bas di lagu ini. Selain Adam, aku juga ikutan main bas lho!”bilang Eross yang lagi asik menyalin lirik lagu Pejantan Tangguh, sumringah.
Waduh, bakal kayak apa jadinya? Jangan-jangan, musik yang ada di album ke-4 mereka jadi terdengar aneh nih!
“Nggak kok. Paling, kami coba ngilangin unsur string buat digantiin sama brass section. Hasilnya, ya kayak musik-musik big band. Biar lebih semangat. Tapi, itu juga masih rencanaku. Nggak tau anak-anak lain. Mungkin, mereka punya lagu sendiri yang beda. Itu sih terserah mereka aja,” sambar Eross bersemangat.
“Yang Eross bilang itu bener. Kami memang bikin sesuatu yang baru. Yang lebih fresh dan berani. Dan, itu juga bakal terlihat di lagu-lagu ciptaanku, Sakti dan Duta. Pokoknya, nggak ada matinya deh!” samber Adam yang dari tadi sibuk leyeh-leyeh di sofa langsung nyamber.
Wuiih, semangat banget, dab?! Ditunggu lho ya?
Source: Hai Online
December 31, 2003
OST 30 HARI MENCARI CINTA
1. Melompat Lebih Tinggi –> *Untuk Perempuan
2. Berhenti Berharap –> *Melompat Lebih Tinggi
3. Kita –> *Mari Bercinta
4. Berai –> *Tunjuk Satu Bintang
5. Mari Bercinta –> *Menyelamatkanmu
6. Untuk Perempuan –> *Berhenti Berharap
7. Tunjuk Satu Bintang –> *Berai
8. J.A.P –> *Sebuah Kisah Klasik
9. Sebuah Kisah Klasik –> *J.A.P
10. Menyelamatkanmu –> *Kita
(* Malaysia’s Version)
Melompat Lebih Tinggi
Eross
Kita berlari dan teruskan bernyanyi
Kita buka lebar perlukan mentari
Bila ku terjatuh nanti
Kau siap mengangkat aku lebih tinggi
Seperti pedih yang telah kita bagi
Layaknya luka yang telah terubati
Bila kita jatuh nanti… kita siap
Tuk melompat lebih tinggi lagi
Bersama kita bagai hutan dan hujan
Aku ada kerana kau telah tercipta
Ku petik bintang untuk kau simpan
Cahayanya tenang, berikan kau perlindungan
Sebagai peringatan teman
Juga sebagai jawaban
Semua tantangan
Sebelum waktu memisahkan
Detikku detikmu
Sebelum dewasa, menua, memisahkan kita
Degupan jantung kita akan selalu seirama
Bila kau rindu aku

Berhenti Berharap
Eross
Aku tak percaya lagi
Dengan apa yang kau beri
Aku terdampar disini
Tersudut menunggu mati
Aku tak percaya lagi
Akan guna matahari
Yang dulu mampu terangi
Sudut gelap hati ini
Aku berhenti berharap
Dan menunggu datang gelap
Sampe nanti suatu saat
Tak ada cinta kudapat
Kenapa ada derita
Bila bahagia tercipta
Kenapa ada sang hitam
Bila putih menyenangkan
ha… ha…
Reff :
Aku pulang….Tanpa dendam….
Ku terima kekalahanku…
Aku pulang…Tanpa dendam…
Kusalut kan kemenanganmu…
Kau ajarkan aku bahagia
Kau ajarkan aku derita
Kau tunjukkan aku bahagia
Kau tunjukkan aku derita
Kau berikan aku bahagia
Kau berikan aku derita..

Untuk Perempuan
Eross
Jangan mengejarnya
Jangan mencarinya
Dia yang kan menemukanmu
Kau mekar di hatinya
Di hari yang tepat
Jangen mengejarku
Jangan mencariku
Aku yang kan menemukanmu
Kau mekar di hatiku
Di hari yang tepat
Reff:
Tidaklah mawar hampiri kumbang
Bukanlah cinta bila kau kejar
Tenanglah tenang dia kan datang
Dan menunggumu ke hati yang terdalam
Bahkan dia tak kan bertahan tanpamu
Sibukkan harimu
Jangan pikirkanku
Takdir kan menuntun ku pulang kepadamu
Di hari yang tepat
Back to Reff
Aku yang kan datang 6x

Menyelamatkanmu
Eross
Pertahankan hidup karna aku ada
Siap menjemputmu dimana kau ada
Beri tanda aku datang
Menjemputmu 2x
Aku perjuangkan smua
Yang kau impikan
Aku kan redakan segala yang kau dendam
Berteriak lantang aku
Selamatkan kau
December 13, 2003
AKHIR tahun 2004, Adam Sheila on 7 menikahi Umi Arimbi Khalistasani. Menyusul Duta-Adel. Demikian ujar pemain bas So7 Adam Subarkah.
“Tepatnya akhir tahun depan. Pembicaraan serius antar orang tua sih belum. Tapi masing-masing sudah pada tahu” kata Adam, di samping kekasihnya. “Begitu melihat Duta sama Adel, saya jadi kepengin nikah juga nih”
Sudah siapkah mereka?
Yang menjawab Arimbi : “Kalau dibilang siap, yaa kami memang siap. Apalagi saya dan Mas Adam sudah lama pacaran. Kami sudah tahu karakter masing-masing. Sampai kebiasaan paling buruknya pun tahu. Tapi cinta telah mendewasakan kami” ungkap mahasiswi Fisipol UGM itu.
Adam kenal Arimbi sejak di bangku SD. Sempat naksir berat sewaktu keduanya duduk di SMU 6 Yogya. Tapi cinta Adam tak ditanggapi Arimbi. Keduanya pacaran setelah Adam kondang lewat Sheila on 7. “Dia itu temen sekolah kakak saya” kata Arimbi, Puteri Indonesia Berbakat tahun ini dengan malu-malu. “Yang bikin saya jatuh hati pada sosok Mas Adam, dia baik, punya iman kuat, dan care sama saya”.
Sementara, pendapat Adam tentang calon bininya?
“Arimbi itu feminin dan keibuan. Orangnya juga baik, enggak macam-macam. Sesungguhnya kalau sekarangpun nikah, kami sudah siap.
Cuma, ya itu tadi, kami kan perlu bicara dengan masing-masing keluarga?” kata Adam.
Oo…jadi untuk bicara, itu butuh waktu setahun ya, Adam? n abp
Source: MP
December 9, 2003
Lima bulan setelah akad, akhirnya pasangan Duta dan Adel menggelar pesta nikah di Yogya. Mereka mengaku tak punya persiapan khusus. Bahkan malam sebelumnya keduanya sempat main badminton. Duta dan Adel mengaku deg-degan hanya saat dirias.
Pesta nikah personel Sheila On 7 (SO7), Akhdiyat Duta Modjo alias Duta dan pesinetron Adelia Lontoh, Sabtu (29/11) lalu di Gedung Graha Sabha Pratama UGM berlangsung meriah. Maklum undangan yang disebar berjumlah 1.200 buah. Perhelatan akbar ini melibatkan 200 orang panitia baik dari keluarga, Sheila Management (SM) dan JAP Production.
Menurut Duta, pihaknya sudah menyiapkan acara ini sejak dua bulan lalu. “Maklum saya dan Adel, kan, tidak selalu bisa ikut rapat bersama mereka,” jelas Duta dalam jumpa pers seusai acara. Kendati sudah ditangani panitia, Duta dan Adel tetap menjadi penentu. Terlebih soal undangan dan hidangan. “Konsep undangan memang kami yang minta. Kami nyempatin pulang ke Yogyakarta khusus untuk pesan undangan dan suvenir.”
Untuk hidangan, menurut Yarto dari Katering Karunia, pihaknya menyediakan hidangan untuk sekitar 2.500 orang dengan harga menu buffet Rp 22.500. “Harga itu belum
termasuk menu tradisional permintaan khusus pihak mempelai. Ada sekitar sembilan macam menu tambahan, antara lain timlo dan kambing guling. Masih ada lagi menu khusus bagian VIP.” Berapa biaya yang dikeluarkan Duta untuk pesta ini, ia enggan menyebutkan angkanya. Yang jelas dana tersebut diambil dari tabungan keduanya.
Selain soal undangan dan hidangan, pasangan ini juga yang menentukan busana pengantin. Mereka menolak saat ditawari model basahan, terbuka. “Enggak pede lantaran saya, kan, kurus,” kata Duta yang akhirnya memilih model jas. “Bahkan awalnya, Adel sempat enggan dipaes (dirias) macam-macam. Tapi periasnya berhasil meyakinkan,” jelas Duta sambil melirik istrinya. “Saat dirias baru deg-degan. Bagaimana nanti ya?” papar Duta.
Sedangkan Adel merasa sanggul yang dikenakan sedikit berat. “Saya sendiri tak ada persiapan apa-apa. Bahkan malam sebelumnya kami sempat badminton dengan saudara,” sela Adel.
Sebenarnya ada rencana bikin konser SO7 saat pesta. “Dulu Duta punya rencana. Tapi kok, enggak ada kabarnya,” sela Adam, salah satu personel SO7. “Mungkin dia ingin lebih khidmad,” duga Adam.
Lantaran tamu yang diundang cukup banyak, panitia sengaja membagi dalam dua shift. Ini untuk mencegah antrian panjang saat tamu hendak menyalami kedua mempelai. Sementara di depan dan dalam gedung terpampang layar besar yang menayangkan gambar kedua mempelai di pelaminan.
Para tamu yang diberi suvenir berupa notes kecil bertuliskan “Manten” dan bergambar Duta-Adelia, datang silih berganti. Di antara mereka, tampak pasangan Onky Alexander-Paula, Ade Irawan dan Ria Irawan, Attar Syach dan tentu saja keempat personel SO7 lainnya.
Source: Tabloid Nova
December 4, 2003
SETELAH melangsungkan akad nikah pada 23 Juni 2003 silam, pasangan muda Akhdiyat Duta Modjo alias Duta ‘Sheila On 7′ (23) dan Adelia Lontoh (20) baru menggelar resepsi pernikahan mereka hari Sabtu (29/11) lalu. Resepsi digelar di Graha Sabha Pramana, auditorium Universitas Gajah Mada. Duta dan Adel menyebar tak kurang dari 1300 undangan.
Sri Sultan Hamengkubuwono XI termasuk dalam daftar undangan. Akan tetapi malam itu Sultan tidak bisa hadir. Di antara tamu yang datang tampak Dien Novita, Ria Irawan yang datang bersama penari Eko Supriyanto dan Ade Irawan, Onky Alexander beserta keluarga, Gugun Gondrong, serta Attar dan Attila Syach. Personel Sheila On 7 yang lain baru muncul menjelang resepsi berakhir. Ananda Lontoh, kakak Adelia juga hadir di sana.
“Saya datang karena main sinetron bareng Adel,” kata Ria. Begitu juga Dien dan Onky yang bermain dalam sinetron Surga di Telapak Kaki Ibu bersama Adel. Seluruh kru sinetron itu ikut menghadiri resepsi.
Selama resepsi, para tamu menikmati hidangan yang merupakan kombinasi menu tradisional Jawa, Indonesia, dan asing seperti dim sum, lasagna, serta sup tom yam. “Mas Duta dan Mbak Adel memesan kira-kira empat bulan yang lalu, sebanyak 2500 porsi,” kata Yanto, salah seorang pengurus kateringnya.
Alunan suara gending Jawa menghibur para tamu sepanjang resepsi. Justru Sheila On 7 yang ditunggu-tunggu sebagian besar tamu tak kunjung tampil. “Kemarin Duta sempat punya keinginan untuk nyanyi, tapi enggak tahu juga, ya,” kata Adam. “Kami sama sekali enggak terlibat sebagai panitia, ini semua yang mengurus anak-anak manajemen. Kami ke sini cuma bantu-bantu makan,” imbuh Sakti sambil tertawa.
Ternyata, Duta memang tak ingin Sheila On 7 unjuk gigi malam itu. “Saya memang mau bikin resepsi untuk teman-teman almarhum ayah saya, teman-teman saya, dan juga keluarga serta teman-teman terdekat kami berdua. Nanti kalau konser bisa di lapangan saja. Kalau anak-anak Sheila jadi panitia, nanti malah kacau semua,” gurau Duta usai resepsi.
Duta dan Adel merasa pemilihan waktu resepsi yang berdekatan dengan Lebaran justru memungkinkan para undangan untuk hadir ke pesta mereka. “Orang-orang yang transit atau Lebaran di Yogya hari ini pasti belum pulang. Jadi mereka bisa ke sini dulu,” papar Duta.
Duta dan Adel sempat merasa stres saat mempersiapkan resepsi pernikahan mereka. Apalagi, mereka tidak bisa sering-sering bertemu muka dengan panitia pernikahan. “Paling deg-degan saat mau dirias. Karena paling dekat dengan waktu resepsi. Kita membayangkan apa yang akan terjadi, acaranya lancar enggak, terus teman-teman pada datang enggak,” beber Duta.
Nyatanya, ketika resepsi berjalan lancar, Duta dan Adel pun lega. “Ini semua berkat bantuan teman-teman dari manajemen Sheila yang bisa mewujudkan semuanya.” Tak kurang dari 200 orang terlibat dalam kepanitiaan resepsi Duta dan Adel.
Malam itu Duta dan Adel juga membantah gosip yang menyebutkan bahwa Adel keguguran. “Dulu waktu kita menikah, gosipnya terjadi apa-apa sebelum kita menikah. Sekarang setelah tidak terbukti, gosipnya Adel keguguran. Ya, sekarang enggak perlu dicari kebenarannya lagi, karena memang enggak benar,” tandas Duta.
Reporter: Theresia Widiningtyas
Source: Tabloid Citra
December 1, 2003
PASANGAN pengantin muda Ahdiat Dutamojo alias Duta dan Adelia Lontoh akhirnya menggelar resepsi pernikahan di Aula Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Sabtu pekan kemarin. Menurut vokalis grup musik Sheila On 7 ini, saat yang paling tepat untuk resepsi pernikahan mereka adalah sekarang. “Pokoknya saat yang paling tepat, ya sekarang ini, karena banyak orang yang masih libur Lebaran,” ujar Duta.
Menurut Duta, acara tersebut sebenarnya digelar hanya sebagai syukuran saja agar rekan-rekan almarhum ayahnya serta teman-teman Duta dan Adelia bisa berkumpul. “Alhamdulillah, teman-teman saya di sini membuat saya tenang, tambah Duta.
Beriringan dengan resepsi ini, seluruh personel Sheila On 7 pun mengucapkan selamat kepada Duta dan Adelia. “Semoga Duta dan Adel bisa menjadi pasangan yang bahagia, pasangan yang takwa, sakinah, mawadah, dan barokah,” ujar Sakti. Selain personel grup musik ini, ucapan selamat juga datang dari kakak Adelia, Ananda Lontoh, yang datang bersama pacarnya Attar Syach. “Buat Duta dan Adel, selamat menempuh hidup baru. Semoga makin berbahagia selalu,” ujar Ananda. Selamat menempuh hidup baru deh buat Duta dan Adel.
Source : SCTV
ISTIRAHAT sambil menikmati bulan madu. Itu yang akan dilakukan Duta dan Adel, pasangan suami istri yang menikah 23 Juni lalu. “Saya akan tinggal di Yogya beberapa waktu. Istirahat. Setelah itu baru ke Jakarta lagi,” ungkap Duta kepada wartawan dalam press conference seusai acara resepsi pernikahannya dengan Adelia Lontoh di Grha Sabha Pramana UGM, Sabtu (29/11) malam. Adelia, istrinya, juga mengaku akan mengurangi aktivitasnya sebagai pemain sinetron dan model. “Saya ingin istirahat dulu. Kalau ada kegiatan, paling menyelesaikan kuliah dulu,” ujar Adel, mahasiswi Public Relations London School.
Pasangan muda tersebut melangsungkan ijab kabul di Tangerang. Tak banyak yang tahu akad nikah Duta dan Adel. Bahkan personel Sheila on 7 yang lain baru diberitahu beberapa jam sebelum acara tersebut berlangsung. Pernikahan diam-diam yang terkesan mendadak, sempat memunculkan berbagai gosip. Ada yang menggosipkan, Adel ‘isi’ duluan. Namun berita tersebut dibantah oleh Duta dan Adel. Belakangan muncul gosip, Adel baru saja mengalami keguguran. Menanggapi gosip tersebut, Duta dan Adel bersikap tenang.
“Dulu ketika selesai ijab ada isu karena hamil duluan. Kini muncul gosip karena keguguran. Nanti mungkin akan muncul gosip lain. Silakan nikmati gosip itu. Kita lihat nanti yang sebenarnya,” papar Duta yang masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.
Resepsi pernikahan Duta dan Adel, memang agak terlambat. Dipilihnya tanggal tersebut, Sabtu (29/11), menurut Duta, karena saat yang tepat untuk melaksanakannya memang pada hari dan tanggal tersebut.
Tentang waktu resepsi yang dilaksanakan masih dalam suasana Lebaran, Duta punya alasan tersendiri. Hari dan tanggal tersebut dianggap sangat pas untuk menggelar resepsi pernikahan. Diakuinya, karena masih dalam suasana Lebaran sempat membuat beberapa teman dari Jakarta kesulitan transportasi. Toh begitu, beberapa artis ada yang bisa datang juga. Seperti Ria Irawan, Dien Novita, Ongky Alexander dan Gugun Gondrong.
Sedangkan dipilihnya Grha Sabha sebagai ajang perhelatan, karena di mata Duta tempat tersebut sangat pas. Lahan parkirnya luas. Selama ini, tutur Duta, banyak resepsi pernikahan yang terganjal problem parkir. Atas dasar itulah, Duta memilih Grha Sabha. “Beberapa kali saya pernah jadi panitia pernikahan di sini. Itu salah satu alternatif, kenapa pilih tempat ini. Di samping juga karena dapat diskon,” ujar Duta sambil tertawa.
Pada awal persiapan, Duta dan Adel sempat stres. Namun menjelang hari H, Duta dan Adel malah bisa santai. “Tak ada persiapan khusus untuk resepsi ini. Tadi saya malah sempat main badminton,” ungkap Adel.
Toh begitu, Duta sempat dag dig dug juga saat dirias. “Deg-degan menanti saat menerima ucapan selamat dari tamu. Terbayang juga bagaimana kalau salah jalannya,” terang Duta.
Resepsi tersebut dipersiapkan Duta dan Adel sejak 2 bulan lalu. Meski sudah ditangani panitia khusus, namun Duta dan Adel ikut terlibat. Undangan dan souvenir didesain sendiri mereka. Bahkan makanan yang disajikan untuk tamu, juga pesanan Duta dan Adel. “Kami sempat ikut rapat panitia beberapa kali,” tandas Duta yang enggan menyebut biaya resepsi malam itu.
Menurut Duta resepsi tersebut merupakan wujud syukur pernikahan dirinya dengan Adel. Karena itu, digelar sederhana. Tak ada hiburan musik. Padahal pengantin prianya penyanyi. “Kenapa tidak ada jam session musisi di resepsi ini? Beginilah saya. Karena sejak awal, niatnya syukuran, dengan mengundang teman dan kerabat kami saja,” jelasnya.
Sebagai frontman di Sheila on 7, Duta tidak merasa khawatir akan kehilangan penggemarnya. Akunya, apa yang dilakukannya adalah baik. “Jika saya senang, tentu para penggemar juga akan senang,” ucap Duta. (Wawan/Latief)-o .
November 30, 2003
JIKA bintang punya gawe, tentu banyak menyita perhatian. Begitupun terjadi dalam acara ngundhuh mantu Akhdiyat Duta Modjo (vokalis Sheila on 7) dan Adelia Lontoh (pemain sinetron dan model), yang diselenggarakan tadi malam di Grha Sabha Pramana UGM.
Kecuali sanak-saudara kedua mempelai, acara tersebut juga dihadiri sejumlah bintang sinetron, musikus, produser rekaman serta puluhan wartawan media cetak dan elektronik dari Jakarta. Tampak hadir bintang sinetron Onky Alexander, Ria Irawan, Dien Novita, Gugun Gondrong, juga Jan N Djuhana (Artis and Repertoire Senior Director Sony Music Indonesia) dan tentu saja kru dan personel Sheila on 7 seperti Eross Chandra, Adam, Sakti dan Anton.
Selama satu jam, Duta dan Adel yang mengenakan busana pengantin Jawa gaya Yogya, terlihat menyalami satu per satu tamu undangan. Selesai acara resepsi pernikahan, Duta-Adel menjawab pertanyaan wartawan dalam press conference.
Seperti diketahui, ijab kabul pasangan selebritis muda tersebut sudah dilakukan 23 Juni lalu di Graha Raya Bintaro 30 Tangerang. Bertindak sebagai penghulu kepala Kantor Urusan Agama Karang Tengah Tangerang, Sodri Kurniawan, dengan wali nikah Robert Lontoh, dengan mas kawin 20 gram perhiasan emas dan uang tunai Rp 210.702. Uang sejumlah tersebut menandakan waktu pertama kali Duta menelpon Ade (27 Juli 2002).
Resepsi pernikahan Duta dan Adel, memang agak terlambat. Dipilihnya tanggal tersebut, Sabtu (29/11), menurut Duta, karena saat yang tepat untuk melaksanakannya memang pada hari dan tanggal tersebut.
Dimintai komentarnya seputar pernikahan Duta dan Adel, personel Sheila on 7 menyambut dengan senang hati. “Pernikahan ini bisa menjadi bukti bahwa nikah muda tak selamanya karena hura-hura,” kata Sakti di sela acara resepsi. “Dengan pernikahan ini, semoga bisa membentengi diri dari hal yang negatif,” lanjut gitaris Sheila on 7 ini.
Lain lagi komentar Adam. “Nikah itu ibadah. Karena itu harus dilaksanakan. Insya Allah, pernikahan ini memberkati Duta, juga Sheila on 7,” kata pemain bas tersebut.
Bagaimana dengan Eross? “Saya senang, karena teman main sudah punya tanggung jawab, semoga bisa jadi contoh,” kata pencipta lagu yang juga gitaris Sheila on 7 ini.
Anton, pemain drum Sheila on 7 mengatakan, pernikahan ini menunjukkan bahwa kita sudah dewasa. Dan, dengan pernikahan ini tidak perlu ada kekhawatiran Sheila on 7 akan ditinggal penggemarnya.(Wawan/Latief).
November 24, 2003
BANYAK yang menduga kalau Idul Fitri para artis pun selebritis daerah selalu dirayakan dengan hura-hura. Apalagi artis yang masih muda belia. Namun Lebarannya para artis, ternyata juga sama dengan anak muda kebanyakan.
“Ya, kalau senang mungkin iya, karena kita telah menjalankan puasa dan ibaratnya telah memenangkan Perang Badar. Tapi cara kita merayakan Idul Fitri tetap aja sama dengan yang lain. Aku malah nggak beli baju baru Lebaran kali ini,” kata Eross Candra, gitaris Sheila on 7.
Sama dengan Lebaran tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, Eross sekeluarga mengunjungi kediaman rumah neneknya di kawasan Karangkajen. Di sana keluarga besar Eross berkumpul. “Aku juga mengunjungi makam papaku. Aku berdoa untuk keselamatan beliau di akhirat. Sebab, katanya, tak ada doa yang lebih manjur selain doa anak yang berbakti pada orangtuanya,” kata Eross.
Usai sholat Ied, hal pertama yang dilakukan Eross adalah sungkem pada mamanya, kemudian Raymond adik Eross akan sungkem padanya. “Mama juga masak nggak terlalu banyak, soalnya di rumah kan kami termasuk keluarga kecil. Cuma yang paling aku rindukan saat Lebaran yaitu masakan opor bikinan mama. Tak ada yang lebih lezat dari opor buatan mama. Apalagi kalau di atasnya ada tumbukan kacang mete, wah lezat deh pokoknya,” ujar Eross lagi.
Waktu untuk bersalam-salaman dengan sesama anggota Sheila on 7 biasanya akan berlangsung pada hari kedua atau ketiga Lebaran. Setelah saling janji, mereka akan ketemu di sekretariat So7 di kawasan Kotabaru. “Kecuali ada yang pergi ke luar kota, biasanya kita saling kirim SMS. Tapi besok aku mau SMS duluan ke Duta, soalnya dia kan sudah berkeluarga, jadi sekarang dia kami tuakan,” papar Eross.
Artis lain yang punya tradisi kuat saat Lebaran adalah Umi Arimbi Khalistasani. Pemenang Putri Indonesia kategori Berbakat ini pasti selalu merayakan Lebaran di Yogya. “Papa mama termasuk keluarga yang dituakan, jadi kami selalu dikunjungi sanak saudara. Lebaran bagi saya adalah wahana untuk introspeksi diri. Di hari yang suci, tentunya kita semua yang menjalankan ibadah puasa mengharapkan berkah, dan di hari Idul Fitri pula kita ibarat bayi yang baru lahir,” ungkap pacar Adam Sheila on 7 ini.
Arimbi menilai wajar saja jika ada orang merayakan Lebaran dengan penuh kegembiraan. Cuma tentu saja dengan batas-batas wajar. “Kita tidak boleh memaksakan diri untuk bisa tampil beda di hari Lebaran itu. Pokoknya kita jangan terhanyut sama hawa nafsu deh,” ujar Arimbi.
Bagi mereka yang mampu mengontrol sikap dan tindak tanduk pada hari Lebaran, lanjut Arimbi, itu berarti telah lolos dari ujian yang menentukan bagi kehidupan mendatang. “Untuk hal agama seperti ini, saya banyak belajar dari Mas Adam,” jelas Arimbi.
Meski pernah main sinetron belasan kali, Ageng Sriayu tak merasa istimewa dalam merayakan Lebaran. Akunya, ia tetap biasa saja, sama seperti kebanyakan orang. “Emang kalau sudah main sinetron, apa harus berubah. Kalau menurut saya kok enggak. Terkenal atau tidak terkenal sama saja,” ujar Ria.
Mahasiswi Komunikasi UGM ini malah punya kegiatan yang mungkin bisa membikin orang lain terperangah. Bulan puasa kemarin, Ria sempat jualan kolak bersama teman-temannya. Menjelang Lebaran, Ria bikin kue bersama ibunya. Menurutnya, ia tak perlu merasa malu dengan kegiatan itu. Baginya, selama aktivitasnya itu baik dan halal, boleh-boleh saja.
Di hari raya Idul Fitri ini, Ria tak punya kegiatan khusus. Menurutnya, ia hanya akan di rumah saja. “Mama saudara paling tua. Jadi famili lain yang akan datang ke rumah. Jika ada waktu luang, paling ke tempat teman atau keluarga dekat,” terang Ria yang pernah main sinetron Sekar, Pengantin Kecilku, Cinta yang Kumau dan lainnya.
Berbeda dengan artis lain, artis yang menekuni dunia seni peran tidak ada istilah panen di hari Lebaran. Justru Lebaran sepi job. Lain halnya dengan penyanyi atau pelawak, yang mendapat rezeki nomplok karena jobnya meningkat selama Lebaran. Toh begitu, Ria tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dalam pandangannya, rezeki Tuhan yang menentukan.
“Kemarin ada tawaran syuting. Tapi karena pas puasa, tidak saya ambil. Saya ingin konsentrasi beribadah. Setelah Lebaran, jika ada tawaran dan saya cocok, akan saya ambil,” jelasnya.
Lebaran ini, bagi Ria merupakan momen istimewa untuk merenung. “Setelah sebulan berpuasa, kita merayakan kegembiraan. Ada makna yang bisa saya ambil, bahwa untuk mencapai suatu tujuan harus dengan proses panjang dan menghadapi banyak tantangan. Jika kita bisa melewati akan menang. Tapi jika gagal, ya masuk kotak,” paparnya.(Abp/Lat)
Source: Minggu Pagi
RAMADAN Di Kampus (RDK) Jama’ah Baitul Izzati Unit Kerohanian Islam (UKI) STIE YKPN tahun 1424 H kali ini memang lain dibanding dulu. Selain kegiatan yang digelar lebih variatif, tahun ini juga dijadikan pijakan panitia RDK STIE YKPN untuk berbuat lebih baik.
“RDK bagi kami merupakan proses pembelajaran, khususnya untuk mahasiswa baru yang rata-rata berusia muda. Mempersiapkan RDK hingga melaksanakannya adalah suatu pekerjaan yang cukup berat. Karena di samping yang sifatnya rutin, yakni shalat tarawih dan subuh, masih banyak kegiatan yang lain.
Yang tak kalah repot, mempersiapkan jurnal Ramadan sebagai media informasi tulis bagi jamaah. Namun saya yakin, sebagai bagian proses pembelajaran semua itu dapat dikerjakan dengan baik,” papar Asep Nuryadin, Ketua RDK STIE YKPN.
Belakangan ini RDK memang sudah menjadi semacam barometer, baik bagi kalangan kampus maupun masyarakat umum. RDK STIE YKPN sendiri berharap, mereka tak ingin kehilangan nafas kreativitas dan mereka selalu mengupayakan agar semua kegiatan dikelola dengan sebaik-baiknya. “Kami juga berharap agar RDK bisa dijadikan sebagai sarana beribadah untuk membentuk pribadi yang takwa,” jelas Asep.
Menurut Asep, berbagai kegiatan dilaksanakan seperti nonton film bareng ‘Kiamat Sudah Dekat’, Buka Bersama Ala Abad 21, Konser Amal Nasyid Bersama Icha Jikustik, Sakti So7 serta kelompok nasyid Tazzaka, Justice Voice, Al-Birr, AL dan Suara Firdaus, ada pula Nuzulul Al Qur’an bareng Ustad Wijayanto.
Terakhir, pekan lalu mereka melakukan bakti sosial (Baksos) di Dukuh Nyemani Kelurahan Sidoarjo Kecamatan Samigaluh Kulonprogo, dalam hal ini panitia RDK bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat. (Prass)
Ngundhuh Mantu Akhadiyat Duta Modjo putera (alm) Hakam S Modjo-Bq Hilwiyatul Ahla dengan Adelia puteri Peter L Rachman-Annisa, begitu bunyi undangan yang jatuh ke kantor MP. Info lengkapnya : Duta, vokalis Sheila on 7 dan Adelia Lontoh, bintang sinetron memang sudah melakukan akad nikah, hari Senin 23 Juni 2003 di Jakarta. Dan Sabtu (29/11) malam, keluarga Duta bakal ngunduh mantu di Yogya. “Aku nggak ingin mengecewakan teman-teman Bapak dan Ibuku. Makanya aku juga menggelar resepsi di Yogya. Begitu pula teman-teman di kampusku dulu, semuanya aku undang. Begitu pula anak-anak band Yogya” ujar Duta, saat ditemui MP.
Hehe..sebenarnya aku pernah ngomong sama MP kalau aku nggak mau pacaran atau nikah sama selebritis atau salah satu fans Sheila. Alasannya, mereka kan hanya tahu setelah aku besar seperti sekarang? Namun bukan ingin menjilat ludah sendiri kalau sekarang aku nikah ama Adel, yang selebritis. Sebenarnya posisi aku sama dengan dia. Adel tahu setelah aku terkenal. Begitu juga aku, tahu setelah Adel kondang.
Yang terang, cinta kami berdua sudah menggelinding. Kalau dipikir cepat juga sih proses pacaran kami. Waktu itu Sheila on 7 lagi bikin Seberapa Pantas. Syuting klip yang cuma memakan waktu dua hari itu ternyata menyebarkan benih cinta di antara kami. Aku terus terang kesengsem berat sama dia, dan aku memang terlibat cinlok dengannya. Kelamaan nunggu syuting membuat kami sering ngobrol. Ndilalah kok nyambung. Setiap aku ngomong dia selalu memberi respons. Adel orangnya ramah, tur ndagel. Kalau ngobrol dengan dia dunia ini terasa ceria gitu. Ya sudah, tidak menunggu lama dan tanpa basa-basi aku langsung menyatakan cinta.
Sepulang syuting di Jakarta itu, hubungan kami semakin akrab. Tiap ada masalah aku curhat. Begitu pula Adel, tak segan ia menelepon dan mengirim SMS padaku. Kalau sudah ngobrol di telepon, kami bisa sejam-dua jam baru rampung. Ya itulah yang membuat pulsa HP-ku bengkak. Per bulan bisa sampai Rp 2 juta, waktu itu.
Setahun kemudian, kami memutuskan untuk menikah. Nggak ada sebab musabab, nggak ada married by accident. Kami ingin nikah, titik. Bukan karena nafsu, karena semata kami ingin bertanggungjawab dihadapan Allah SWT. Orang yang menikah, bakal dimuliakan oleh Allah dan malaikat, itu tercantum dalam hadits.
Aku menikahi Adel pertama karena dia cantik, jelas. Kedua karena dia kaya, eits jangan berprasangka dulu. Kaya di sini adalah pintar, punya bibit-bebet-bobot yang baik. Terakhir, karena agamanya. Yang terang, aku pilih dia karena Adel cantik dan soleha.
(Duta-Adel tinggal di Jakarta, barusan mereka kontrak rumah di Pondok Indah yang sebulannya Rp 25 juta. Mereka tetanggaan dengan Dhani Ahmad) n abp
Source: MP
November 17, 2003
Setelah lama banget enggak kedengeran namanya, Sheila On 7 (SO7) bakal muncul lagi. Kali ini mereka menggarap album Soundtrack 30 Hari mencari Cinta. Dan tanggal 18 November 2003 video klip Melompat Lebih Tinggi bakal dibuat.
Selain Single jagoan itu ada 5 lagu baru lain di album ini. Dan sisanya diambil dari album-album lama SO 7. Yang menarik mereka enggak cuma bikin soundtrack. Ada Eross yang juga tampil di film ini sebagai seorang pelayan restoran. Sebuah peran kecil tapi cukup untuk membuat Eross berpikir jutaan kali lagi untuk ikut-ikutan akting lagi. cukup akting di panggung saja deh ross! daftar lagu soundtrack 30 Hari Mencari Cinta : 1. Melompat Lebih Tinggi 2. Berhenti Berharap 3. Kita 4. Berai 5. Mari Bercinta 6. Untuk Perempuan 7. Tunjuk Satu Bintang 8. Ada J.A.P 9. Kisah Klasik Untuk Masa Depan 10. Menyelamatkanmu
November 15, 2003
OBYEK yang paling sering dipotret adalah manusia. Ketika berwisata bersama keluarga, sekadar kumpul bareng teman, atau ketika lulus kuliah, kamera menjadi alat utama untuk mengabadikan saat-saat indah. Di dinding rumah pun foto manusia banyak dipajang, sementara berbagai media cetak sangatlah janggal kalau sama sekali tidak menampilkan foto manusia di dalamnya.
DEMIKIANLAH, memotret manusia adalah hal yang sangat biasa dan mudah dijumpai sehari-hari. Namun, memotret manusia punya banyak sekali tingkatannya, dari yang sekadar bisa dilihat sampai yang banyak persyaratannya
Semakin serius sebuah pemotretan, berarti semakin serius pula persiapannya. Sebuah pemotretan model gaya ABG di studio-studio foto tentu tak seberat sesi pemotretan model untuk iklan produk. Lebih serius lagi jikalau model yang di-casting adalah model terkenal yang dibayar mahal.
Bisa pula sangat serius jika model foto adalah pejabat tinggi negara atau pengusaha kaya yang hendak ditampilkan anggun, gagah, berwibawa, chic (elok) dan mewah. Di luar semua itu, unsur fun tetap lebih banyak dan lebih dinikmati ketimbang peluh yang bercucuran untuk menyiapkan kostum dan setting tempat. Terlebih lagi jika seluruh kru pemotretan dan model bisa berkomunikasi dengan akrab.
Namun bagaimana pun, unsur-unsur teknis tetap tak bisa disepelekan pada setiap pemotretan. Sedap tidaknya sebuah foto dipandang tetap dibangun oleh unsur-unsur teori dasar fotografi. Tak perlu rumit-rumit, cukup dengan bermain-main dengan komposisi dan pencahayaan, maka sebuah foto model bisa dibuat dengan benar. Selebihnya, tinggal bagaimana cara fotografer mengarahkan pose dan ekspresi sang model.
Pose dan ekspresi
Kemampuan model berpose dan berekspresi tetap menjadi unsur yang tak terpisahkan dari keberhasilan sebuah foto model. Mengarahkan model yang bukan profesional lebih menantang daripada model profesional. Tapi, bisa jadi lebih menarik dan menantang jika memotret tokoh dalam pose-pose yang lain dari biasanya. Istilah gampangnya tampil unik, tapi menarik; nyeleneh tapi jenaka; pose tak biasa, tapi tetap sedap dipandang.
Pose-pose tersebut membutuhkan kemampuan non-fotografis yang kental, seperti pendalaman pribadi, kedekatan emosional, dan kemampuan berkomunikasi. Resep utamanya adalah menggali hal unik yang menjadi pencerminan khas tokoh dan model yang hendak dipotret.
Memotret Sheila On 7, yang notabene kerap bertemu muka di sebuah radio, di Yogyakarta, menjadi tantangan tersendiri. Akrab karena sering bertemu tidaklah otomatis membuat pemotretan terhadap mereka menjadi mudah. Komunikasi yang dibangun kerap kali menjadi bercanda yang kebablasan bercanda terus, atau malah sebaliknya serius yang bablas menjadi kaku.
Ketika itu sekitar tahun 1998, Sheila On 7 baru menyelesaikan album pertama dan dipotret untuk kepentingan materi iklan sebuah perusahaan t-shirt. Hari berikutnya, mereka ingin difoto untuk kepentingan manajemen mereka dan koleksi pribadi. Jadilah, pose-pose yang nyeleneh, jenaka, dan unik yang tak terencanakan sebelumnya.
Foto “Sheila On 7’s Free Style” akhirnya dihasilkan dari modal komunikasi akrab. Ketika itu, kamera medium format fokus manual memaksa tangan terus-menerus melekat di gelang fokus lensa dan tombol pelepas rana agar momen ekspresi yang muncul hanya untuk beberapa detik tak luput dari rekaman.
Lain halnya dengan pose-pose yang tidak terlalu dinamis bergerak atau berekspresi. Fotografer bisa dengan perlahan mengeset kamera dan pencahayaan serta berhati-hati memilih angle. Misalnya saja, pada foto “Terkulai” yang dibuat pada set indoor dengan pencahayaan artifisial dan sentuhan akhir di komputer untuk memberi pewarnaan berkesan lembut dan hangat.
Perlu pendekatan personal
Keberhasilan merekam pose-pose menarik memang tak berhubungan langsung dengan segi teknis fotografi. Tapi, keberhasilan secara teknis fotografi tak ada artinya dalam kancah memotret model dan tokoh tanpa pose yang sedap dipandang mata. Terlebih lagi jika ingin mengeksplorasi seorang tokoh dalam pose-pose yang unik dan ekspresif. Bisa jadi pose-pose tersebut adalah pose-pose tampak seperti apa adanya meski sebenarnya diarahkan oleh fotografer.
Ketika memotret seorang aktor teater dan seniman serba bisa Butet Kertarajasa, misalnya. Tak ada pembicaraan khusus sebelumnya, selain berbincang ringan di ruang tunggu bandara pada suatu pagi. Lantas, niat untuk membuat suatu sesi foto kemudian muncul yang dilanjutkan dengan beberapa perencanaan sederhana, seperti soal lokasi dan kostum.
Memang penting untuk membuat tokoh sebagai model tetap nyaman berpose di depan kamera dan menyiapkan berbagai perlengkapan pencahayaan. Memutuskan kediaman pribadi tokoh itu sendiri sebagai lokasi pemotretan tentu bukanlah suatu syarat yang sulit.
Perencanaan yang cerdik dibutuhkan untuk berhasil membuat foto-foto bagus. Mengenali diri seorang tokoh, berikut keseharian dan karier tokoh tersebut sama pentingnya dengan merencanakan kostum yang hendak dikenakan. Pemanfaatan properti pun jangan disepelekan demi menciptakan suasana yang mencerminkan pribadi sang tokoh.
Lokasi dan properti
Kebutuhan akan properti dalam memotret manusia tak perlu berlebihan, dengan cara memanfaatkan properti yang sudah ada di lokasi. Kebetulan Butet pernah menulis di Kompas perihal koleksi kotak rokoknya. Maka, pose yang wajar jika Butet kemudian difoto sambil merokok di depan koleksi kotak-kotak rokoknya, seperti pada foto “Butet dan Koleksi Kotak Rokoknya”.
Membuat foto model dan foto tokoh bisa disebut berhasil jika fotografer berhasil mengkomunikasikan ide di benaknya kepada para pemirsa foto. Jika pemirsa foto mengernyitkan dahi pertanda bingung atau memicingkan mata pertanda tak nyaman memandang, maka bisa dibilang pemotretan belum berhasil sepenuhnya.
Lain halnya jika pemirsa foto mengangguk-angguk pertanda paham atau diam untuk merenung lantaran berhasil meresapi makna dan rasa dari foto yang dilihatnya. Keberhasilan itu menjadi lebih berguna lagi tatkala muncul inspirasi-inspirasi baru di benak pemirsa foto setelah melihat karya-karya seorang fotografer.
Kristupa W Saragih Fotografer dan co-admin Fotografer.net
Source: Kompas
November 8, 2003
Duta, vokalis grup musik asal Yogyakarta Sheila on 7, akan menjadi pembicara pada Dialog Remaja Muslim (Diagram) VII Masjid Syuhada, Yogyakarta, Minggu (9/7) pagi, di Auditorium Universitas Janabadra Yogyakarta. Dialog dengan tema “Come Out and See the World” ini menghadirkan pula pembicara Iwan Akbar (pemerhati remaja dan trainer Trusco), ustadz Sigit Yulianto, serta ustadzah Prihasniwati (trainer Lembaga Psikologi Terapan Cahaya Umat). (HRD)
November 3, 2003
YOGYA (KR) - Konser Nasyid Amal ‘Tali Kasih untukmu Saudaraku’ akan digelar di Auditorium STIE YKPN, Jl Seturan Raya Yogya, Minggu (9/11) mulai pukul 07.00 hingga jelang buka puasa.
Konser Nasyid Amal yang digelar sehari tersebut diselenggarakan ‘Izzati Event Organizer’ milik lembaga dakwah kampus Jamaah Baitul ‘Izzati UKI STIE YKPN’ Pimpinan Riny Kurnia, didukung sepenuhnya oleh ‘Bread Sound Event Organizer’ Pimpinan Fariz, salah satu personel grup Nasyid Justice Voice dan Yayasan ‘Raudhatul Jannah’ Pimpinan Muhammad Yusuf SE. Yayasan ‘Raudhatul Jannah’ tersebut diprakarsai oleh Icha (pemain bas Jikustik) dan Sakti (pemain gitar Sheila on 7).
Acara Konser Nasyid Amal tersebut terbuka untuk umum dan hasil penjualan tiket seluruhnya akan disumbangkan kepada mereka yang terkena musibah, salah satunya untuk SMK Yapemda I Sleman, dan sebagian yang lain untuk kaum dhuafa. Sedangkan uang yang dikumpulkan kontak infak dari penonton akan disumbangkan untuk pembangunan masjid di Jl Kaliurang Km 23 Sleman.
Konser ini merupakan pergelaran musik bernuansa Islami di bulan Ramadan 1424 H sekaligus kegiatan sosial untuk mengembangkan kebersamaan, kata Muhammad Yusuf SE, saat bersilaturahmi di Redaksi KR, Sabtu (1/11) siang bersama Icha (Jikustik), Sakti (Sheila on 7), Wachid Darussalam (Izzati Event Oraganizer) dan panitia lainnya.
Wachid Darussalam menjelaskan, konser Nasyid Amal ini akan menampilkan grup nasyid Yogya dan Bandung. Dari Yogya yang akan tampil Justice Voice, Pop Religi AL, Tazzaka, Eling Karepe, Tiara, All Birr, Suara Firdaus STIE YKPN, Fatih. “Yang menarik, dua personel Sheila on 7 dan Jikustik, yaitu Sakti dan Icha, juga akan tampil berkolaborasi dengan Pop Religi AL, membawakan lagu berjudul ‘Bumi untuk Langit’ dan ‘Indah Surga’ ciptaan Icha serta beberapa lagu-lagu nasyid lainnya,” ungkap Wachid, dibenarkan Sakti dan Icha.
Icha dan Sakti mengatakan, melalui acara konser nasyid ini, selain untuk kegiatan bernuansa Islami dan kemanusiaan, juga dijadikan momentum launching Yayasan ‘Raudhatul Jannah’ sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial untuk membantu kaum dhuafa dan warga yang perlu mendapatkan bantuan.
Alasan mendirikan Yayasan Raudhatul Jannah ini, bisa untuk belajar dan melaksanakan kegiatan positif yang sekiranya bermanfaat bagi masyarakat. Konser Nasyid Amal ‘Tali Kasih untukmu Saudaraku’ ini, baru tahap langkah awal. “Ke depan, Yayasan Raudhatul Jannah, juga akan melaksanakan program aksi sosial, khususnya membantu kaum dhuafa dan warga yang membutuhkan bantuan,” kata Sakti. (Cil)-o.
October 21, 2003
DI SELA-SELA waktu luangnya grup musik asal Yogayakarta, Sheila On 7, menyempatkan diri untuk berbakti sosial dengan menjadi juru kampanye buku-buku bekas. Kampanye yang digelar oleh Komunitas 1001 Buku Yogyakarta itu diberi tema Kamu Juga Bisa. Kampanye ini didukung penuh oleh Duta, Anton, Adam, Eross, dan Sakti. Sudah mulai digelar dari tanggal 1 hingga 30 Oktober 2003. Keterlibatan Sheila On 7 sudah diresmikan di kantor Sheila Management di kawasan Kotabaru, Yogyakarta, Rabu pekan lalu. Rencananya, markas SO7 dijadikan tempat menampung sumbangan buku bekas yang nantinya akan dibagikan pada anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Hal ini dibenarkan oleh Sakti (gitaris) yang mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya menerima tawaran tersebut karena prihatin melihat anak-anak dari keluarga tak mampu untuk mendapatkan buku bacaan. Diharapkan, dengan dilibatkannya SO7, para penggemar grup tersebut, Sheila Gank ikut mendukung gerakan yang digelar untuk memperingati hari Sumpah Pemuda.
Hingga saat ini tercatat para penggemar SO7 yang punya nomor anggota jumlahnya sudah mencapai 15.000 orang. Belum lagi yang tak punya nomor anggota, mungkin jumlahnya mencapai jutaan. Jika mereka ikut mendukung, maka bisa dbayangkan berapa banyak buku bekas yang akan bertimbun di kantor mereka. (dt)
“DI BANYAK kota kami sering mendapat perlakuan keras. Paling parah di Surabaya. Baru main setengah lagu, benda-benda beterbangan ke atas panggung. Waktu itu kami sempat bingung, kenapa tindakan mereka seperti itu? Usut punya usut, katanya kami rasialis, pernah memukuli orang Surabaya yang datang ke Bali. Kata mereka pula, aku punya tato bertuliskan F*uck J**a di dada. Kami jadi kaget. Soalnya kami tak pernah berbuat seperti itu. SID tegaskan, kami anti rasialisme!” kata Jerinx, dramer SID.
Ia menduga, kenyataan bahwa banyak band indie pindah jalur ke major label, mendorong kekerasan itu terjadi. Karena penggemar indie menganggap, band pindah jalur merupakan pengkhianatan. “75 Persen mailist masuk ke email kami, isinya hujatan tentang kepindahan kami ke major. Tadinya itu kami anggap kerjaan orang iseng. Ternyata, merembet pula ke konser SID. Upaya proteksi di setiap pentas? Nggak ada, dan kami tetap akan meneruskan konser, sepanjang kami tak celaka dibuatnya” tegas Jerinx, diangguki dua rekannya : Eka Rock dan Boby Cool.
ADA rumus yang masih perlu dikaji : grup pop pentas bareng grup rock, maka yang pop itu jadi korban!
Seperti dialami Seventeen di Semarang. Itu waktu, Seventeen manggung bareng Boomerang. Skedulnya, Seventeen muncul persis sebelum kelompok rock kondang itu. “Gelagat bakal terjadinya kerusuhan sudah tampak di awal. Baru nyetem alat, penonton sudah menunjukkan jari tengah kepada kami. Lalu, saat nggenjreng satu bait lagu, botol air mineral dan sandal pun beterbangan. Sepanjang lima lagu yang kami bawakan, suasana chaos seperti itu” ujar Doni, vokalis Seventeen.
Doni bilang, penonton musik sejauh ini belum bisa menghargai satu sama lain. Maka, pop yang mereka anggap musik cengeng, jadi sasaran. “Tapi, kesalahan tak seratus persen bisa ditimpakan ke penonton. Event organizer harusnya jeli mengemas acara. Di samping itu, barisan keamanan juga diperketat. Kalau perlu ada alat detektor untuk menghindari penonton membawa benda keras” kata Doni, yang bersama grupnya lagi naik papan itu.
FANATISME itu heboh : Sheila on 7 mengaku sering ketanggor sial jika manggung bareng Slank dan Iwan Fals. Slankers (fans berat Slank) dan OI (komunitas penggemar Iwan), konon fanatik banget.
“Bisa dipastikan, Sheila akan jadi korban. Tidak cuma Sheila sebenarnya. Tapi semua grup band yang manggung sebelum Slank dan Iwan Fals pasti kena batunya. Batu di sini bukan arti kiasan, tapi batu beneran. Jadi, bisa menyelesaikan set list lagu yang dibawakan, itu sudah prestasi. Namun belakangan ini fans Iwan sudah agak jinak. Kalau aku menduga, mungkin gara-gara aku ciptain lagu Senandung Lirih buat Iwan” jelas Eross, gitaris Sheila.
Sebenarnya, kata Eross, penonton yang bertindak keras cuma beberapa gelintir. Namun akhirnya yang lain ikut-ikutan. Kontrol dari pihak penyelenggara yang menggelar even harusnya juga cermat. “Aku sendiri sebetulnya masih trauma dengan tragedi penonton di Lampung, yang menewaskan enam jiwa itu. Hal tersebut membuktikan bahwa panitia nggak jeli melihat permasalahan. Bisa jadi, mereka cuma mau mengeduk untung saja, tanpa mempedulikan keselamatan penonton atau artis” terang Eross, yang barusan menyelesaikan soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta.
KESIMPULANNYA : Kekerasan yang terjadi di seputar panggung musik belakangan ini adalah langkah mundur. Nuansa tahun ‘90-an, pentas-pentas musik dihajar berbagai kerusuhan. Dan ujungnya, sejumlah grup tak diijinkan manggung.
“Kalau hal itu terjadi lagi di era sekarang, siap-siap saja musisi dan penggemar musik rugi” kata Bongki, personel BIP. “Rugi, karena mereka tak bisa menyaksikan grup kesayangannya manggung. Sial juga bagi kelompok musik, karena mereka tak bisa mengekspresikan diri di pentas. Siapa sih yang mau pentas sambil dilempari botol dan air kencing? Kalau manggung jadi ajang pembantaian musisi, ya mending nggak usah main”
Menurut Bongki, temperamen penonton di Indonesia itu masih labil. Datang ke venue dalam keadaan mabuk, maunya gratisan, dan merasa benar menganiaya jika grup yang sedang pentas tak sesuai dengan musik yang digandrunginya.
Kalau begini terus, kan repot? n abp
Source: MP
October 17, 2003
UNTUK mendapatkan lebih banyak buku, Komunitas 1001 Buku, menggelar kampanye ‘Kamu Juga Bisa’, 1-30 Oktober. Kampanye tersebut mengajak kalangan muda agar peduli dengan minat baca anak, dengan menyumbangkan buku-bukunya. Kegiatan tersebut juga menggandeng Sheila Management. Sakti, gitaris Sheila on 7, menyerahkan 7 buku kepada Komunitas 1001 Buku, menandai dimulainya kampanye ‘Kamu Juga Bisa’. Kegiatan ini juga untuk memperingati hari Sumpah Pemuda.
Menurut Ninda Karisa, relawan 1001 buku, kegiatan dalam rangka mengumpulkan buku itu nantinya akan disalurkan kepada perpustakaan anak di Yogya. Digandengnya Sheila Management, berdasarkan pertimbangan, Sheila Management punya anggota Sheila Gank yang jumlahnya ribuan. Dari mereka, diharapkan akan terkumpul banyak buku.
Komunitas 1001 Buku merupakan wadah anak muda yang bergerak dalam bidang pengumpulan buku. Selama ini, pihaknya menerima bantuan dari siapa saja yang peduli dengan minat baca anak.
Menurut Nunuk, Ketua Panitia ‘Kamu Juga Bisa’, kampanye tersebut juga bekerjasama dengan SMU 1, SMU 6, SMU 9, SMU De Britto, SMU Stella Duce I dan SMU Muhammadiyah I, serta dengan radio-radio swasta di Yogya. “Kita sediakan lumbung buku. Siapa yang ingin menyumbang, bisa memasukkannya di kotak tersebut,” ujar Nunuk.
Ade ‘Pengki’ Erwan, mewakili Sheila Management, mendukung kampanye ‘Kamu Juga Bisa’. “Kita akan menggerakkan Sheila Gank yang jumlahnya ribuan, untuk menyumbang buku, demi suksesnya kampanye ini. Semoga kegiatan ini bisa lancar seperti yang diharapkan dan bisa menjangkau pelosok pedesaan,” papar Pengki.
Menurut Fretty Panggabean, Koordinator Daerah, buku yang disumbangkan tak harus buku anak. Jika ada buku yang tak sesuai dengan usia anak-anak, nantinya akan dijual seizin pemberinya. Uang hasil penjualan itu akan dibelikan buku anak-anak. “Anak adalah generasi penerus bangsa. Jika sejak awal sudah mendapat bacaan sehat, tentu akan mempengaruhi pola pikirnya di masa datang,” terang Fretty.
Lewat kampanye tersebut, diharapkan mampu membangkitkan minat baca anak-anak sekaligus membuktikan, generasi muda tidak hanya mampu hura-hura atau melakukan hal-hal negatif. Anak muda juga punya kepedulian sosial tinggi terhadap sesama, khususnya anak-anak.
Komunitas 1001 Buku Yogya resmi terbentuk 16 Februari 2003. Berawal dari diskusi intens para relawan di milist 1001 Buku. Beberapa waktu lalu, komunitas ini sering menggelar perpustakaan kaget di Boulevard UGM, tepatnya di depan Kagama. Kegiatannya, menyediakan bacaan bagi anak-anak, sekaligus menjadi tempat penyerahan buku, bagi yang ingin menyumbang. Namun kegiatan tersebut harus berakhir, sebab ada aturan hanya yang berjualan makanan dan minuman yang boleh mangkal di tempat tersebut. Padahal melihat dari asas manfaat, apa yang dilakukan sekelompok anak muda tersebut sangat positif dan perlu didukung.
Selain kampanye ‘Kamu Juga Bisa’, Komunitas 1001 Buku juga akan menyelenggarakan kegiatan ‘Dolanan Bocah’. Acara tersebut bertujuan mengasah kreativitas serta menumbuhkan kesadaran sosial anak-anak. “Kita juga akan membuka ‘perpustakaan kaget’, yaitu kegiatan penyediaan fasilitas perpustakaan temporer bagi anak di pusat-pusat kegiatan masyarakat,” kata Ninda.(Latief)
Source: MP
Adelia Lontoh langsung sewot ketika seorang wartawan infotaiment menanyakan prihal kabar kegugurannya. Pemain sinetron yang juga istri Duta Sheila on 7 ini membantah berita tersebut.
“Kok tanya keguguran? Ini launching sinetron,” kata Adelia saat launching sinetron Ramadhan “Surga di Telapak Kaki Ibu” produksi Indika Entertaiment, Kamis malam kemarin (16/10). “Memangnya mbak tau nggak kalo saya bener-bener keguguran,” imbuhnya.
“Seperti yang dilihat kemarin-kemarin tentang berita itu, ini untuk yang terakhir kalinya saya mengomentari. Berita itu sama sekali tidak benar,” tegas Adelia. Cewek kurus ini tak ingin mengomentari banyak mengenai berita tersebut. “Terserah, saya kembalikan pada orang yang ngomongin itu, yang penting suami saya, orangtua dan mertua saya tau tentang keadaan saya yang sebenarnya,” tutur pemeran Astria.
Disinggung soal perannya di sinetron barunya ini, Adelia merasa tertantang lantaran harus berperan antagonis. “Saya merasa bersyukur karena mendapat lawan main pemain-pemain senior, mereka banyak membimbing saya,” kata Adelia.
Apa ada pelajaran yang bisa diambil dengan bermain sinetron bertema Islami? “Semua sinetron pasti ada
pelajarannya, enggak harus di sinetron Ramadhan aja,” ucapnya.
Source: KG
October 8, 2003
MESKIPUN selama Oktober 2003 ini para personelnya dihadapkan pada kesibukan yang amat padat, grup band asal Yogyakarta Sheila on7 (So7) tetap pada komitmennya untuk membuat gembira para penggemarnya lewat sajian musik.
Komitmen itu, berlaku pula pada Rabu (8/10) ini ketika Duta dkk malam nanti harus menghibur masyarakat Kabupaten Jepara lewat konser “LA Lights So7 Live in Concert” yang dipersembahkan oleh PT Djarum. Paket hiburan dengan harga tiket Rp 5.000 per lembar itu, dipastikan bakal meriah. Sebab, selain guliran lagu-lagu cantik So7, konser yang berlangsung di Stadion Kamal Junaedi tersebut juga ditunjang oleh teknologi modern dari Frans Sound System Service.
“Kami mempersembahkan kualitas audio lewat sound system berkekuatan 80.000 watt,” kata Direktur Frans Production, Drs Frans Setyo Pranoto SE kepada Suara Merdeka kemarin.
Menurutnya, kemeriahan konser tersebut akan lebih terasa karena di sekitar panggung megah berukuran 42x10x2 meter akan ditaburi lumentasi sinar warna-warni dari lighting (tata cahaya) berkekuatan 200.000 watt.
“Selain itu, selama pertunjukan berlangsung juga disajikan light dance (tarian cahaya) dari olah permainan shock light (Jawa lampu sokle) di belakang panggung, dan taburan kembang api pada penutupan konser,” ungkap Area Manager PT Djarum, Makmur Sutanto.
Album Baru
Selain hits pada album-album terdahulunya, grup musik yang diawaki lima anak muda -Duta (vokal), Adam (bas), Eross (gitar), Sakti (gitar), dan Anton (drum)- itu juga akan mempersembahkan sekaligus mempromosikan album terbarunya yang mengandalkan lagu “Pejantan Tangguh”.
Lagu-lagu manis seperti “Shepia”, “Tunggu Aku di Jakarta”, “Saat Aku Lanjut Usia”, “Pria Kesepian”, dan “Seberapa Pantas?”, dipastikan akan meluncur sebagai wujud komitmen Sheila on7 kepada para sheilagank (sebutan untuk penggemar band tersebut) di Kota Ukir.
Memang, pada saat ini seluruh personel band yang berdiri pada 6 Mei 1996 itu sedang menjalani kesibukan yang superpadat. Selain berkait dengan rencana promosi dan pemasaran album keempat, mereka kini juga sedang menyelesaikan album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta yang segera dirilis.
Album itu, merupakan soundtrack film dengan judul yang sama, garapan Rexinema. Semua lagu-lagu yang terangkum di dalamnya, digarap oleh Eross.
Kabar lain, Duta juga tengah membuat album bernuansa religi, menyambut Ramadan 2003. Menurut situs resmi Sheila On7, vokalis yang dikabarkan menikah tanpa memberitahu dan mengundang teman-teman bandnya itu digandeng oleh Hadad Alwi untuk berkolaborasi dalam pembuatan album kasidah modern. (Nana Swarasama-41)
October 7, 2003
MASYARAKAT kota ukir Jepara, terutama para sheilagank (sebutan untukm penggemar Sheila on 7), akan mendapat kesempatan menyaksikan penampilan super grup papan atas Indonesia, yaitu Sheila on 7 (So7). Konser akbar itu, digelar Rabu (8/10) besok malam 2003 di Stadion Kamal Junaedi.
“Harga tiket hanya Rp 5.000,” kata Public Relation PT Djarum Handoyo Setya kemarin.
Fasilitas semacam itu (konser akbar dengan harga tiket sangat murah), dimungkinkan terjadi karena adanya campur tangan LA Lights sebagai penyandang dana tunggal konser tersebut. ‘’Konser ini merupakan ungkapan terima kasih kami kepada masyarakat Jepara dan sekitarnya yang telah memberikan dukungan sangat bagus terhadap produk LA Lights,'’ jelas Area Manager PT Djarum, Makmur Sutanto. Dengan misi itu, lanjutnya, maka event-event besar tidak lagi hanya diselenggarakan di kota-kota besar.
Grup band yang berdiri pada 6 Mei 1996 itu, dulunya bernama Sheila Gank. Kemudian terjadi perubahan menjadi Sheila On 7 (So7). Nama itu, diambil dari kata Sheila (bahasa Celtic) yang mempunyai arti musikal. Kelompok musik asal Yogyakarta itu, sepetinya tidak pernah kehabisan ide untuk menciptakan ikon-ikon yang unik. Setelah sukses dengan lagu “Sephia” dan “Pria-pria Kesepian”, kini sebuah lagu unik berjudul “Pejantan Tangguh” yang telah digarap dalam album terbarunya, siap dipersembahkan kepada para sheilagank di Jepara.
Album keempat
Seolah tidak terganggu oleh kaos yang bertebaran dengan tulisan F*** ** Sheila on7 dan, bahkan dipakai di depan umum oleh Edi Brokoli, Sheila on7 semakin melaju dengan album keempatnya. Band yang masih solid berformasikan Duta, Eross, Anton, Sakti, dan Adam itu bakal mengenalkan sebuah warna musik yang baru lagi pada album tersebut.
Setelah puas bereksperimen dengan nuansa country di album ketiga, pada album keempat tersebut mereka berani menyentuh warna art rock. “Kebetulan, belakangan ini kami lagi senang mendengarkan musik-musik seperti itu. Meski art rock, tapi kemasannya tetap memakai gaya Sheila,” ujar Eross, gitaris Sheila on7 berkait dengan warna musik pada album baru yang sekaligus akan dipromosikan di Jawa Tengah, khususnya Jepara, itu.
Saat ini, musik-musik sepeti milik grup Yess dan Silverchair memang menjadi makanan sehari-hari. Karena itu, nuansa yang muncul di lagu-lagu baru So7 banyak terinspirasi oleh grup-grup mancanegara tersebut.
Tentang lagu jagoan pada album baru tersebut, band yang ngetop kali pertama lewat lagu “Dan” itu belum mau mengungkapkannya. “Tapi ada sebuah lagu yang kami semua sangat suka. Judulnya Pejantan Tangguh,” kata Eross. (Nana Swarasama-41)
Source: H. Umum
September 30, 2003
Luar biasa memang penampilan Sheila on 7 di Lanud Tabing, (29/9) malam. Disaksikan sekitar 25.000 sheilagank—sebutan penggemarnya— Duta sang vokalis terlihat sangat enjoy melantunkan lebih dari 15 lagu selama 2 jam penampilan dalam tour bertajuk L.A Lights Concert Sheila on 7 “Pejantan Tangguh” itu.
Tampil pertama ketiga kalinya di Padang, Duta mengawali penampilannya dengan singel “Menyelamatkan”, pada pukul 20.25 WIB, disusul tembang “Generasi Patah Hati”.
Anak-anak Sheila on 7 memang sangat enjoy malam itu. Pasalnya, baru kali ini mereka manggung di Padang di tempat terbuka yang demikian luas. Tak ayal lagi, Duta selalu terlihat kocak saat berkomunikasi dengan sheilagank.
“Terima kasih Eross yang telah menyelamatkan saya dari kecoak. Saya memang sangat takut dengan kecoak. Terima kasih Eross,” ujar Duta yang dijawab Eross dengan, “Ya, kecoak…”. Kontan saja sheilagank tertawa. Setelah dialog segar itu, Duta bertanya siapa yang bawa cewek. Ternyata banyak juga yang tidak bawa cewek, maka mengalirlah singel “Pria Kesepian”.
Memang, pada singel yang menjadi hits dari album pertama, kedua dan ketiganya, sheilagank selalu bergemuruh mengiringi bait-demi bait, sembari melonjak-lonjak mengikuti musik yang menghentak. Hits-hits seperti Sahabat Sejati, Pria Kesepian, Tunggu Aku di Jakarta, Itu Aku, Melompat Lebih Tinggi, dan Pejantan Tangguh.
Begitu menyemutnya Lanud Tabing, memang diakui beberapa ABG cewek terlihat digotong oleh anak-anak PMI karena bersesakan di depan stage yang lebarnya mencapai 18 meter itu. Padahal New D & D Communication sebagai organiser acara telah memasang 3 screen berukuran besar di stage.
Namun hal tersebut tak mengurangi kepuasan atas penampilan Duta, Adam, Eross, Sakti, dan Anton—anak-anak muda dari Yogyakarta tersebut. Tak lupa Anton sang drummer mempertontonkan sedikit kebolehannya menabuh drum di tengah-tengah lagu “Pria Kesepian”. Sheilagank memanfaatkan moment tersebut dengan teriakan ‘air.. air… air’ sesuai dentuman drum dari Anton.
Dan inilah uniknya jika manggung di Lanud Tabing. Sama halnya ketika Padi tampil di Lanud, Oktober tahun lalu, pertunjukan dihentikan beberapa saat karena ada pesawat yang akan mendarat. Itu terjadi sekitar pukul 21.50 WIB.
Penampilan Sheila on 7 malam kemarin ditutup dengan tembang “Seberapa Pantas” dari album “07 Des”. Dan seperti dijanjikan pihak organizer, usai lagu tersebut, maka ‘meletuslah’ kembang api ke udara, sehingga membuat langit gelap menjadi terang benderang di sekitar venue.
“Awalnya, kita sempat was-was dengan cuaca di sekitar Kota Padang yang diselimuti awan gelap dan kemudian turun hujan. Untunglah, sekitar pukul 17.30 WIB, hujan berhenti. Alhamdulillah, tampaknya hingga acara akan berakhir ini, keadaan aman dan penonton terlihat enjoy,” ungkap Donald didampingi Pajok dari New D & D Communication di penghujung acara.(hendra efison)
September 22, 2003
FAKULTAS Teknologi Pertanian UGM menggelar pentas musik Class Mild Agritech Classy Day semalam (21/9) di Tennis Indoor Lembah UGM, dalam rangka Dies Natalis ke-40 (Catur Dasa Warsa) Fakultas Teknologi Pertanian UGM.
Acara yang tergolong besar ini, memang berbeda dengan Dies Natalis-Dies Natalis Fakultas lainnya, Menurut Yeyen Prestyaning Wanita Humas Agritech Classy Day, acara ini selain memeriahkan Ulang Tahun FTP UGM ke-40 sekaligus menyambut mahasiswa baru di lingkungan FTP UGM serta untuk mengobati kerinduan para pecinta musik di Jogja terhadap musisi-musisi kesayangan mereka. Menurut rencana acara ini akan terus mereka gelar 5 tahun sekali.
Menggunakan gedung Tennis Indoor UGM yang berkapasitas 5000 orang ini, mempunyai alasan tersendiri disamping keamanan yang memadai, juga lebih memanfaatkan potensi yang ada di UGM sekaligus untuk memperkenalkan Fakultas Teknologi Pertanian UGM kepada khalayak Jogja. Dan acara ini memang telah mengenai sasaran, karena audience yang datang kebanyakan anak-anak SMU.
Dari segi pertunjukan acara ini dikemas dengan konsep spektakuler terbukti dengan penggunaan Sound System berkekuatan 40.000 watt dan Lighting dengan kekuatan 30.000 watt serta 4500 tiket masuk yang terjual habis. Dari segi pengamanan, acara ini melibatkan sekitar 200 tenaga keamanan baik dari sipil, kepolisian, dan TNI. Hali ini sesuai citra dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM sebagai fakultas yang berkelas baik ditingkat Nasional maupun Internasional.
Malam itu acara yang bertajuk Tunggulah Aku Di Jogjakartaku ini menghadirkan band-band Indie, selain itu juga menampilkan band yang sukses menciptakan hits. Sebut saja BRE, Napass, Jogiest serta Seventeen, Shakey dan Sheila On 7 yang sudah cukup lama tidak menyapa khalayak musik Jogja.
Acara yang dipandu 2 MC Gepeng dan Emma Fitria ini, dibuka dengan penampilan BRE dengan membawakan lagu-lagu hasil karyanya sendiri seperti “Sempurna”. Penampilan kedua dari Napass, membawakan lagu “Jika Ku Cinta”, “Seribu Malam” dan “California”. Jogiest dengan personil yang tidak penuh, mengawali penampilannya dengan lagu “Hey June” yang dibawakan oleh vokalis Thoma.
Walaupun baru album pertama, namun band-band ini sudah mempunyai banyak fans terlihat dari penampilan Seventeen dan Shakey yang selalu mendapat sambutan yang luar biasa dari penontonnya. Dengan menggeber lagu andalannya Jibaku, Aku dan Cobalah, Seventeen tampil dengan formasi penuh. Shakey malam itu juga membawakan single pertamanya Sepasang Cinta dan rencana di bulan Oktober, mereka akan mengeluarkan albumnya yang akan semakin membuat bangga Jogja teriak vokalis Dino.
Setiap band yang sukses membuat hits, merasa harus terus membuat hits lagi supaya karirnya tetap bertahan. Seperti halnya Sheila On 7 yang merilis album debut Sheila On 7 di tahun 1999 lalu. Kali ini untuk mengobati rasa kangen fans di kota asal, Sheila On 7 yang digawangi Akhdiyat Duta Modjo (Vocal), Eross Candra (Gitar), Saktia Ari Seno (Gitar), Adam Muhammad Subarkah (Bass), dan Anton Bayu Widianto (Drum) tampil dengan membawakan lagu-lagu hits mereka.
Temani Aku diiringi solo gitar sang gitaris Eross mengawali penampilan mereka. Kurang lebih 20 lagu Tunjuk Satu Bintang, Mari Bercinta, Perhatikan Rani, Terimakasih Bijaksana, Sahabat Sejati, Pria Kesepian, Bila Kau Tak Disampingku, sephia, JAP. Mereka juga membawakan lagu paling gress mereka diantaranya Untukmu Perempuan, Melompat Lebih Tinggi yang digunakan untuk Soundtrack Film 30 Hari Mencari Cinta.
Masing-masing personil Sheila On 7 juga unjuk gigi dengan one man show, Sakti dengan lagunya Love Of My Live dari Queen tampil memukau. Basis pun tak kalah lagu More Than Word digeber oleh Adam. Selain bermain gitar Eross juga bermain keyboard. Malam itu Duta dan Eross mencoba menyapa penonton dengan turun panggung. Mereka sangat senang dapat tampil, mengobati kangen penonton, dan dapat memeriahkan acara Agritech Classy Day ini, ungkap sang vocalis mewakili para personil. Akhirnya Seberapa Pantas menjadi lagu persembahan terakhir dari mereka.
Source: Gudeg.net
September 19, 2003
“MAIN film ternyata lebih sulit katimbang ngeband. Padahal, aku cuma kebagian dialog satu kalimat. Tapi take-nya sampai berulang-ulang. Sudah begitu, nunggu syutingnya lamaaa banget” begitu cerocos Eross Sheila on 7, tentang peran kecilnya sebagai waiter kafe dalam film layar lebar 30 Hari Mencari Cinta.
Sebetulnya, Sheila on 7 kebagian sebagai pengisi soundtrack film tersebut. Namun terlintas dalam benak Eross untuk menjajal main film. Lalu Eross bertanya kepada Dimas Jayadiningrat yang menyutradarai film ini, apakah ada peran figuran untuknya. “Di luar dugaanku, Dimas antusias. Malah disangkanya aku main-main.
Ia kemudian memberiku dialog yang isinya begini: Kok sendirian, yang lain ke mana?, kepada Nirina Zubir sebagai peran utama. Untuk mengucapkan kata-kata itu saja, susahnya bukan main. Dimas menyuruh aku mengulang, karena logatku terlalu medok” kata Eross.
So, berapa Eross dibayar untuk peran itu?
“Yaa, cukuplah untuk beli gitar” jawabnya n abp
Source: Minggu Pagi
“MAIN film ternyata lebih sulit katimbang ngeband. Padahal, aku cuma kebagian dialog satu kalimat. Tapi take-nya sampai berulang-ulang. Sudah begitu, nunggu syutingnya lamaaa banget” begitu cerocos Eross Sheila on 7, tentang peran kecilnya sebagai waiter kafe dalam film layar lebar 30 Hari Mencari Cinta.
Sebetulnya, Sheila on 7 kebagian sebagai pengisi soundtrack film tersebut. Namun terlintas dalam benak Eross untuk menjajal main film. Lalu Eross bertanya kepada Dimas Jayadiningrat yang menyutradarai film ini, apakah ada peran figuran untuknya. “Di luar dugaanku, Dimas antusias. Malah disangkanya aku main-main.
Ia kemudian memberiku dialog yang isinya begini: Kok sendirian, yang lain ke mana?, kepada Nirina Zubir sebagai peran utama. Untuk mengucapkan kata-kata itu saja, susahnya bukan main. Dimas menyuruh aku mengulang, karena logatku terlalu medok” kata Eross.
So, berapa Eross dibayar untuk peran itu?
“Yaa, cukuplah untuk beli gitar” jawabnya
Source : MP
August 29, 2003
Apa kabar Sheila On7? Band asal Yogya ini ternyata lagi sibuk nyiapin album baru yang ngejagoin Pejantan Tangguh. Mereka juga serius bikin soundtrack 30 Hari Mencari Cinta dengan meremix ulang beberapa lagu lama.
Di tengah sibuknya promo album dan tur untuk album 07 Des, Sheila On7 mulai ngumpulin materi untuk album barunya. Duta, Eross, Adam, Sakti dan Anton udah mulai nyicil beberapa lagu yang akan dimasukkan dalam album keempatnya ini nanti. Salah satunya adalah sebuah lagu andalan yang punya kans gede untuk jadi lagu jagoan, Pejantan Tangguh.
“Aku belom tau apakah lagu itu yang bakal kita ambil jadi judul ato hits, tapi kita semua suka banget sama tu lagu, “ungkap Eross waktu dihubungi KG. Gitaris sekaligus yang paling banyak mengahasilkan hits-hits dalam tubuh Sheila On7 ini juga mengaku saat ini mereka lagi dapet tanggung jawab gede untuk proyek film. Bukan jadi pemain, tapi mereka dipercaya sama pihak Rexinema untuk menggarap album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta.
Dalam film yang dibintangi sama VJ MTV Nirina ini band yang ngetop dengan Sephia akan menkombinasikan lagu baru dan lama dalam soundtrack ini. Beberapa nomor lama yang akan didaur ulang pun bakal dikasih sentuhan remix, biar lebih seger. Rencananya, lagu-lagu yang akan diaransemen ulang itu adalah Berai, Tentang Hidup, Mari BercintaKisah Klasik Untuk Masa Depan dan Tunjuk Satu Bintang.
Source : KG
Sekarang Yogya punya sebutan baru baru selain "kota gudeg" dan "kota pelajar". Anak-anak muda Yogya menggeliat dalam penciptaan sebuah genre baru dalam musik lokal. It’s Yogya sound!
Menyebut nama kota ini pastinya akan mengingatkan kita kepada beberapa hal yang istimewa. Kota yang masih terasa sebagai sebuah kerajaan karena keberadaan Sultannya. Kota yang lebih kita kenal dengan makanan khasnya bernama gudeg. Kota yang menawarkan sebuah jalanan eksotis bernama Malioboro. Atau kota yang dipenuhi oleh anak-anak muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuntut ilmu di sana.
Tapi, ada sebuah kekhasan lain yang belum banyak disebut bila kita membicarakan kota ini. Yogya adalah kota musik. Yup, karena kehidupan bermusik di kota ini tidak bisa dibilang mati. Kalau kita datang ke kota ini dengan kereta api, kita pun bakal langsung disambut dengan musik. Tidak percaya? Cek, nih!
Di pelataran parkir Stasiun Tugu yang cuma beberapa langkah dari Malioboro itu, ada sebuah warung soto bernama Soto Sulung. Di situ sempat dikenal sebuah kelompok musik yang mengkhususkan diri menghibur pengunjung warung soto itu. Bermodal bas betot, kendang ukulele, dan beberapa alat gesek, kelompok ini menawarkan lagu-lagu mereka. Dari lagu tradisional sampai lagu lagu berbahasa Inggris.
Lalu beberapa langkah dari warung tersebut, sebelum menginjak Malioboro, ada Borobudur Bar. Sebuah tempat yang lebih banyak dikunjungi turis-turis asing ini menawarkan suguhan live musik. Biasa berkumandang musik musik rock and roll, reggae, atau musik country. Serasa di bar para cowboy.
Malam hari di Malioboro, akan banyak berseliweran para penyanyi jalanan yang modalnya bervariasi. Dari sekadar gitar, sampai yang modal bikin perkusi sederhana sebagai pengganti drum. Tapi, semua itu belum jadi modal apa-apa untuk membuat kota ini mendapat predikat kota musik. Orang bakal lebih mengenal Bandung dan Surabaya yang sudah melahirkan banyak musisi yang berhasil di industri musik lokal.
Dibanding Bandung
Bandung memang lebih dulu memulai invasi mereka di dunia musik lokal. Saat Bandung menawarkan Kahitna, Java Jive, Pure Saturday, Pas Band, /rif, dan sederet nama lain di angkatan itu, Yogya baru menawarkan Djaduk Ferianto dan Butet Kertaredjasa yang nuansa musiknya lebih kontemporer, tapi jauh dari selera pasar pop (baca: industri musik).
Memang sih, sempat juga muncul nama Rolland Band dan Tiga Band yang meramaikan musik nasional di tahun ’80-an. Tapi sayang, semua itu masih belum cukup untuk menyaingi Bandung. Generasi terbaru Bandung pun masih tetap produktif. Sebutlah Cokelat dan Peterpan. Belum lagi mereka yang berhasil dengan jalur indie seperti Koil dan Mocca.
Ya, musisi-musisi dengan karakter dan jenis musik yang sangat variatif ini menjadi kelebihan Bandung. Selain itu, didukung kondisi geografis yang dekat dengan Jakarta. Membuat mereka lebih mudah masuk ke jaringan industri.
Tapi, sejak tahun ’90-an, Yogya sudah berani berbangga. Nama Sheila On 7 mencatat sejarah fenomenal. Mereka grup pertama yang catatan penjualan tiga album pertamanya masing-masing melewati angka satu juta keping album. Sebuah prestasi yang kemudian membangkitkan gairah industri musik nasional. Dan tentunya gairah musik di Yogya.
Berikutnya muncul nama Jikustik, sebuah band yang awalnya hanya berniat main di kafé-kafé. Walaupun prestasi mereka tidak se-spektakuler Sheila On 7, tapi meninggalkan jejak yang dalam di dunia musik. Malah bisa melahirkan sosok Pongki, sang vokalis, yang ternyata bisa melesat sendiri sebagai salah satu pencipta lagu yang produktif mencetak hits.
Dua nama band ini bisa memancing kita untuk menengok Yogya. Ternyata ada geliat yang hebat di kota ini. Ada semangat menawarkan konsep musik yang lebih industry oriented. Easy listening jadi modal utama mereka.
Sumbangan perantau
Bicara soal variasi musik, Yogya sebenarnya enggak jauh tertinggal dari Bandung. Perlu diingat juga, para pelajar perantau dari berbagai daerah ini juga menyumbangkan influence mereka. Eits! bukan cuma daerah, tapi juga banyak yang kulitnya lebih terang, rambut blonde, dan mata hijau. Tentunya para "bule", secara langsung atau tidak, membuat nuansa musik Yogya jadi lebih kaya. Seberapa besar sumbangan para londo ini?
Esnanas awalnya didirikan oleh sekelompok anak muda yang sebagian besar siswa University of California. Mereka menawarkan punk dengan bermodal lagu-lagu Rancid, Helmet, hingga funk psychedhelic ala Red Hot Chilli Peppers.
Setelah itu, banyak pula band-band yang membawa style bahkan genre baru dari Barat ke Yogya. Uniknya, mereka ini bermunculan dengan memiliki karakter khas masing-masing. Misalnya saat Koil (band asal Bandung) naik daun dengan musik Industrial-nya, Yogya pun punya beberapa band yang memainkan musik sejenis di akhir tahun 90-an. Ada nama SKM, yang hanya berpesonel seorang vokalis dan gitaris, dibantu seperangkat komputer saat mereka manggung. Lalu muncul nama Teknoshit, yang sekarang malah jadi idolanya komunitas penggemar musik elektronik.
Kalau Bandung punya Pas Band dan /rif untuk rock alternatif, Yogya punya I Hate Mondayz yang menjadi bagian dari generasi awal band-band indie yang muncul di G-indie (nama program pemutaran lagu indie di radio lokal Yogya bernama Geronimo). Saat musik ska booming, Yogya punya ShaggyDog yang bertahan hingga sekarang. Sayangnya, album band-band ini belum bisa menembus pasar nasional. Peredarannya masih sangat terbatas.
Nah, itulah yang sekarang membuat cah-cah Yogya ini berlomba untuk menembus industri musik nasional. Dan akhirnya, sekarang munculah nama-nama baru pencetak hits. Macam Seventeen, yang sukses meloloskan hitsnya Cobalah. Konsep musik yang mereka sebut pop bandel ini, enggak jauh dengan dua pendahulunya: Easy listening.
Atmosfir segar
Sebelum kemunculan Seventeen, ada juga beberapa band Yogya yang muncul walaupun sepintas. Sony Music yang sukses dengan Sheila On 7, kelihatannya paling rajin menengok Yogya. Beberapa band muncul dalam album-album kompilasi yang mereka rilis. Sebutlah Colonyet di Skamania, ‘esnanas dan Shakey di Indie Ten II’. I Hate Mondayz dalam kompilasi Alternative Plus.
Setelah itu pergerakan yang terjadi pun makin hebat. Pergerakan ini didukung pula oleh perkembangan aspek-aspek penunjang. Studio-studio musik bukan lagi sekadar menawarkan tempat latihan. Tapi, sebagian besar mulai melengkapi diri dengan fasilitas untuk merekam sampai mixing karya-karya mereka.
Awalnya program radio G-Indie hanya mau menerima demo hasil rekaman Blass Studio. Karena, memang hanya studio milik Mas Fellix ini yang bisa menghasilkan rekaman dengan kualitas baik. Sekarang sangat banyak pilihan tempat untuk merekam lagu mereka. Hasilnya, ajang pemutaran lagu karya sendiri di radio Geronimo ini pun kebanjiran demo yang minta untuk diputar.
Muncul pula minor label yang tentunya sangat berguna bagi musisi Yogya. Awal kemunculan Jikustik di kancah nasional pun bermula dari kerja sama mereka dengan minor label bernama Woodles, yang bekerja sama dengan Warner Music. Gaya "perjuangan" jalur indie label pun terus berlanjut. Misalnya, dibantu oleh sebuah outlet penjual kaset dan CD. Seperti toko kaset Popeye yang berada di balik kemegahan Malioboro Mal, berhasil membuat dua album indie label ShaggyDog laris.
Nah, belakangan mulai bermunculan distro yang men-support penjualan kaset dan merchandise indie. Beberapa Clothing Company pun siap mendukung penampilan cah-cah band Yogya. Sementara untuk urusan berita dan tulisan tentang band-band indie, kita bisa baca majalah lokal bernama Blank.
Well, atmosfir ini jelas sangat mendukung perkembangan musik di kota gudeg.
Komunitas yang hidup
Kalau kita berjuang sendirian, mungkin bakal terasa berat. Tapi, kalau kita berkumpul bersama teman-teman dalam sebuah komunitas dan melakukan "perjuangan" bersama, itu lain soal. "Perjuangan" akan terasa lebih menyenangkan. Kita bisa berdiskusi, saling memberi masukan atau malah saling bantu kalau butuh pemain musik.
Sekarang ini mungkin komunitas Alamanda yang kita kenal. Tempat yang awalnya cuma studio latihan ini, memang jadi tempat nongkrong cah-cah band Yogya. Dari latihan, les musik, "ngotak-atik" lagu, diskusi soal program kerja, sampai hanya ngegosip sambil menikmati pisang bakar pun jadi.
Sebenarnya, Alamanda bukan komunitas musik pertama yang ada di Yogyakarta. Ada beberapa komunitas yang hadir duluan. Seperti Malioboro Classical, lalu Yogyakarta Corps Grinder, dan Realino. Tapi mereka lebih menkhususkan pada musik tertentu yang bisa kita lihat dari namanya.
Adapun Alamanda lebih kompleks dengan berbagai aliran. Belakangan juga disinyalir banyak komunitas musik yang berkumpul di studio-studio musik lain. Fakultas Filsafat UGM juga punya komunitas Sande Morning yang suka bikin acara setiap minggu pagi. Membuat suasana kompleks UGM makin meriah, selain lesehan lontong sayur dan orang-orang yang berolahraga pagi.
Dari situ memang banyak info dan ilmu yang menyebar untuk meningkatkan kualitas bermusik. Soal kemampuan, Yogya punya potensi yang bagus. Untuk yang ingin belajar musik secara formal, tentunya kita bisa melihat Institut Seni Indonesia (ISI). Dari sini biasanya muncul band band dengan ide dan konsep yang kontroversial dan membuka lahan baru. Bahkan, untuk yang seangkatan SMU, Yogya punya Sekolah Menengah Musik (SMM). Karena itu, bukan tidak mungkin anak-anak remaja mampu menghasilkan musik yang berkualitas.
Bergaul dong!
Kebangkitan para musisi Yogya ini juga didukung oleh kemauan mereka untuk membuka wawasan dan "bergaul" dengan daerah lain. Dalam hal ini Bandung dan Jakarta lebih diincar. Bandung karena masih rules, dan Jakarta yang jadi pusatnya industri musik.
Langkah ini diambil misalnya oleh ShaggyDog saat menggarap album kedua. Mereka memilih merekam lagu mereka di Reverse, studionya Richard Mutter. Termasuk rela ngamen di jalan Dago untuk membiayai hidup mereka selama itu. Tujuannya bukan cuma mencari hasil rekaman yang lebih bagus, tapi juga mengakrabkan diri dengan komunitas Bandung. Beberapa orang mencoba bergabung dengan Potlot, dan menyebarkan virusnya di Yogya. Dan tak sedikit yang mencoba jalan Sheila On 7, dengan mendatangi recording company satu per satu di Jakarta.
Mereka yang sudah suksespun membantu jalan keluar band-band Yogya lain. Endank Soekamti, band punk yang awalnya berniat merilis album indie ditawari Pongki Jikustik untuk bekerja sama. Akhirnya, Endank Soekamti memproduksi albumnya bersama Proton Record yang didirikan Pongki dan temannya yang bernama Tony. Proton kemudian menggaet Primagama Music (divisi musik lembaga pendidikan Primagama) dan Warner Music sebagai partner. Seperti karang yang akhirnya terkikis juga oleh ombak. Akhirnya, tembok industri musik nasional berhasil mereka tembus.
Mungkin suatu kebetulan, mungkin pula karena perusahaan rekaman mulai melihat Yogya sebagai produsen band yang potensial. Siapa sih yang enggak mau ketularan sukses Sony Music dengan Sheila On 7? Tapi, tentunya bukan cuma unsur daerah yang bakal membawa keberuntungan. Kualitas musik mereka juga dipertaruhkan. Maka, para perusahaan rekaman itu pun memilih jagoannya masing-masing.
Sekarang ini baru Seventeen yang menyusul Sheila On 7 dan Jikustik dalam menambah daftar band Yogya yang sudah merilis album. Tapi, gelombang besar sudah siap menyerbu di bulan September ini. ShaggyDog yang setiap pertunjukannya selalu dipenuhi penonton, siap menggebrak dengan dukungan EMI. Endank Soekamti siap membuat suasana lebih panas dengan musik punk bersama Proton dan Warner Music.
New Days akan memperkuat barisan artis produksi Bulletin. The Rain diproyeksikan menggantikan Naff sebagai ujung tombak Pro Sound Record. Dan Esnanas yang menunggu giliran rilis dari BMG. Akan hadir juga Mondayz yang merupakan jelmaan dari I Hate Mondayz yang akan merilis album mereka bersama minor label lokal Mix Pro. Belum lagi kiprah Hai Music Record yang siap-siap dengan produknya, Stereovilla.
Mungkin sekarang sudah saatnya Yogya mendapat julukan baru sebagai "kota musik" karena gelombang serbuan musisi Yogya ini dipastikan akan makin membesar. Kalau yang sekarang lebih didominasi komunitas Alamanda, bukan berarti komunitas lain siap-siap, pun sedang berbenah untuk menyusul. Mereka akan memberi warna baru musik Indonesia dengan Yogya Sound-nya!
Atau ada yang punya nama lebih pas buat Yogya?
TEGUH ANDRIANTO, Tim MUDA
August 10, 2003
Di tengah berkembangnya lagu pop Bali, hadirnya lagu-lagu dengan lirik yang cenderung “nakal” merupakan sisi lain kreativitas pencipta lagu. Nakal, karena pilihan tema dan kata yang dipakai sebagai lagu merupakan masalah-masalah yang dikategorikan masalah privacy semisal sisi menarik wanita. Masalah lainnya yang sering diungkap adalah masalah seks, contoh masalah yang “cukup laris” dipakai selama ini dalam media hiburan. Ada keterbukaan dalam diri penulis untuk mencoba melagukan kata-kata yang tak lazim digunakan dalam lirik lagu. Belakangan malah lirik-lirik nakal yang cenderung konyol, jenaka dan vulgar disukai pasar. Apakah ini bagian dari keterbukaan dalam musik?
BELAKANGAN, beberapa lagu yang menjadi hits dalam blantika lagu pop Bali adalah lagu-lagu sederhana yang tembangkan tema-tema jenaka. Ringan dan menggelikan. Lagu-lagu itu tak melulu suarakan cinta atau keindahan belaka, namun tema-tema sederhana keseharian pergaulan manusia. Walau masih mengambil tema seputar cinta, cinta tak lantas dilagukan puitis, melankolis dan mendayu, tapi dilagukan secara kocak, sederhana dan humoris dan tetap kedepankan unsur musikalitas. Buktinya, mereka juga mencuri perhatian pecinta lagu Bali.
“Teh, kopi, susu di duur mejane/ Beli teka nganggur/ Tehne siup beli/ Kopi cicipin beli. Susune gading anget buin kentel/ Bukak malu adi beli lakar ngidih/ Aduh jaen gati/ Susune gae adi”. Apa yang ada di benak orang saat mendengar lagu ini? Kocak, geli, sedikit vulgar dan nyerempet masalah “kewanitaan” yang sangat pribadi. Silakan asosiasikan apa yang dimaksud dalam lirik berjudul “Teh Kopi Susu” yang dilantunkan penyanyi Bali Tut Asmara itu. Tapi, di sanalah letak keistimewaan lagu yang diciptakan Komang Raka itu, kejenakaan dan acapkali “nyeleneh” yang bikin pendengar menyimpan pertanyaan, penasaran dan kegusaran.
Apakah itu lagu porno? Sepertinya terlalu cepat untuk mengatakan lagu-lagu yang nyerempet masalah fisik wanita ini ke dalam kategori lagu porno. Pun jika lantas dikatakan sebagai pelecehan terhadap simbol kewanitaan, rasanya juga terlalu jauh. Simak petikan lagu Yong Sagita bertajuk “Nenggel”. Penilaian pun tertuju pada sisi-sisi fisik wanita. Yong tentunya tak bermaksud melecehkan. Pengungkapan sisi menarik wanita masih merupakan tema komunikatif yang bisa menarik perhatian audiens musik pop Bali. Kemungkinan, ini hanya sebuah strategi menarik pasar.
Di tengah berkembangnya lagu pop Bali, hadirnya lagu-lagu dengan lirik yang cenderung “nakal” ini merupakan sisi lain kreativitas pencipta lagu. Nakal, karena pilihan tema dan kata yang dipakai sebagai lagu merupakan masalah-masalah yang dikategorikan privacy semisal sisi menarik wanita. Masalah lainnya, seks — contoh masalah yang cukup laris dipakai selama ini dalam media hiburan. Simak saja beberapa kesenian tradisional seperti drama gong, lawak dan bondres, humor-humor yang bersentuhan dengan seks merupakan bumbu yang manjur mengundang tawa penonton. Lewat kesenian, masalah seks bukanlah masalah yang “terlarang” untuk dimasuki, tapi masalah yang cair dan komunikatif.
Normatif
Dalam musik nasional juga bisa dilihat hal serupa. Simak lirik lagu Jamrud seperti ini, “Jangan nangis terus/ Beri waktu seminggu/ Biar kucari, kupilih pengganti ibumu/ Tapi harus janji setelah dapat ibu/ Kau minum susu dari botol plastik/ Karena punya ibu hanya untuk aku.” Lirik lagu ini memang di luar kebiasaan penulis lagu yang kreatif dalam pilihan kata untuk hasilkan kalimat yang indah. Lirik lagu kerap ditulis dengan kaidah sastra dan kalimat normatif. Tapi Jamrud mencoba lain, lirik lagu yang ditulis mengalir sederhana, apa adanya, jenaka dan vulgar. Kevulgaran misalnya juga masih terlihat pada hits Jamrud lainnya, “Telat Tiga Bulan”, “Hei/ Salahkah aku/ yang jadi mau/ Karena melihat isi dalam rokmu. Hei/ Mengapa kau mau/ Saat kurayu/ Dan kita berguling bergerak bebas di atas pasir”.
Kalimat-kalimat lagu semacam ini bisa dikategorikan kalimat yang berada pada wilayah pribadi, yang rasanya “sungkan” untuk ditulis sebagai lirik lagu. Penulis mulai berani memasukkan kata-kata yang sebelumnya berada pada wilayah pribadi masuk ke wilayah publik. Terpatri sebelumnya pranata kesantunan dalam pembuatan lirik lagu. Idealnya, lirik atau lagu memang dibuat indah, sopan dan normatif jika hendak dipublikasikan ke masyarakat. Pasalnya, lagu tersebut dipublikasikan lewat radio dan televisi yang masih merupakan media edukasi kepada masyarakat.
Sepintas, Jamrud seakan tak berupaya memilih kata lebih manis. Kesan yang muncul, lirik lagu terasa kurang sopan dan kurang normatif. Tapi Jamrud mencoba menisbikan penilaian-penilaian ini. “Kreativitas” inilah yang justru mampu melambungkan Jamrud sebagai kelompok musik papan atas di Indonesia. Ketidakbiasaan penulis dalam pilihan tema yang cenderung alternatif dengan lirik yang nakal merupakan sisi lain perkembangan industri musik di Indonesia. Dari sini pula terlihat, lagu dengan penulisan lirik nonpuitis pun mampu menjadi hits. Justru terkadang penulisan lirik yang sederhana cenderung tanpa unsur sastra dan lagu dengan cord-cord sederhana banyak yang jadi hits. Ada keterbukaan dalam diri penulis untuk mencoba melagukan kata-kata yang tak lazim digunakan dalam lirik lagu. Inikah bagian dari keterbukaan dalam musik?
Kesantunan
Berbeda dengan Jamrud, kelompok musik Sheila On 7 (SO7) dan Naif mengambil tema fenomena sosial sebagai tema lagu. “Kenakalan” grup musik ini terbaca lewat tema-tema “dewasa” seperti perselingkuhan dan waria. Namun mereka lebih santun menuliskannya dalam lirik lagu, meski tetap mencirikan kenakalan. Banyak yang mengatakan melejitnya SO7 karena memiliki kekuatan pada kesederhanaan lirik dan lagu. Kesederhanaan itu mampu menjadikan lagu dan lirik mewakili semangat anak-anak remaja.
Dalam kesederhanaan itu, SO7 malah sempat membuat lirik lagu yang oleh banyak orang dikatakan sebagai lirik nakal. Dengarkan lagu “Sephia”-nya. Sephia bahkan menjadi personifikasi perilaku perselingkuhan — menceritakan ihwal kekasih gelap yang belakangan melanda kehidupan masyarakat. SO7 cukup pintar membungkusnya, cukup santun. Kata selingkuh tak diucapkan eksplisit.
Sementara Naif membungkus rapat lirik lagu perihal wanita pria (waria) dalam lagu “Possesif”. Satupun kata waria tak muncul dalam lirik lagu. Tapi dengan imajinasi mereka visualisasikan waria dalam klip lagu “Possesif” lewat sosok waria yang diperankan Stavia (Avi) — seorang waria tulen. Seandainya Naif tak tampilkan sosok waria dalam klip lagu itu, pendengar mungkin tak bakalan tahu lagu itu bercerita tentang waria. Kehadiran lagu ini dinilai cukup menyejukkan, karena saat lagu ini dilempar, kontroversi keberadaan waria di kegelapan jalan di kota-kota besar tengah ramai digunjingkan.
Dalam tema yang sama tentang waria, Dik Doank juga mencoba mengeksploitasi waria. Ia lebih gamblang kenakalannya, tak saja nakal dalam lirik, tapi juga tema-tema lagu. Malah kenakalan itu, beberapa tahun lalu, membuat ia menuai protes dan berurusan dengan subjek lagunya, para waria. Rupanya kenakalan juga harus diimbangi dengan sikap kehati-hatian. Penulis lagu juga harus pertimbangkan perangai masyarakat dalam mengekspresikan “kenakalan” lagu. Sebab, jika terlampau nakal, orang harus siap menuai badainya.
* Jung Iryana
Source: BaliPost
August 9, 2003
DI blantika musik, nama Eross Chandra memang tak asing lagi. Namanya populer sejalan dengan melejitnya Sheila on 7. Banyak lagu yang diciptakan ngetop di pasaran. Digemari tak cuma kalangan remaja. Bahkan anak-anak pun hafal sebagian lagu karyanya.
Sukses yang diraih Eross, tentu melalui proses. Eross belajar musik sejak kecil. “Dulu mamahku penyanyi. Dari TK lingkunganku sudah musik.
Dulu rumah juga sempat buat studio. Jadi secara tidak langsung perkembangan musikku lebih maju dibanding usia aku waktu itu,” katanya.
Eross belajar main gitar ketika naik kelas II SMP. Gitar itu merupakan hadiah orangtuanya saat ia ulangtahun. “Mereknya Kawasaki, harganya Rp 40 ribu,” kenangnya.
Soal kesuksesannya di jalur musik, Eross bilang, semua orang bisa main musik. Tapi apakah nantinya bisa sukses dan laku, itu tidak ada rumusnya.
“Nggak ada konsepnya, itu terkait juga sama Yang di Atas,” kata Eross. “Jadi aku nggak bisa kasih pesan, apa yang bisa kamu lakuin jangan setengah-setengah. Itu semua nggak ada rumusnya, siapa yang tahu sih The Beatles bakalan seperti itu. Mereka dulu juga nggak nyangka. Begitu pada Sheila on 7. Nggak ada yang nyangka,” katanya pula.(Wan)
August 4, 2003
Arimbi Khallistasani (Dok. Arimbi)”>GELAR Puteri Indonesia 2003 gagal diraih. Ia ‘’cuma'’ dinobatkan sebagai Puteri Berbakat. Tapi, kegembiraan luar biasa tetap tersirat di wajah Umi Arimbi Khallistasani, yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebab, di antara ratusan hadirin yang memadati Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, ia melihat wajah Adam Subarkah, bassist kelompok Sheila On 7 (SO7).
‘’Wow, surprise banget,'’ katanya. Padahal, menurut Arimbi, malam itu seharusnya Adam sudah berada di Makassar, karena SO7 akan pentas keesokan harinya. ‘’Gelar Puteri Berbakat ini saya persembahkan untuk Mas Adam dan keluarga saya,'’ putri pasangan H.M. Islam Sosiawanto dan Rosjiqoti Noor ini menambahkan.
Ngomong-ngomong, Adam itu apanya Arimbi sih? ‘’Dia teman sekelas kakak saya ketika SD,'’ kata Arimbi kepada Sawariyanto dari GATRA. Tapi, sudah tiga tahun ini keduanya menjalin hubungan asmara. Arimbi mengaku, benih cintanya pada Adam mulai tumbuh ketika pria itu menjadi kakak kelasnya di SMU 6 Yogyakarta. Tapi, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang memiliki tinggi badan 170 cm ini tegas menyatakan tak ingin cepat-cepat menikah.
‘’Jalani dululah seperti ini,'’ ujar perempuan yang ‘’fasih'’ menarikan tarian Bali dan Jawa itu. Arimbi bilang, ia ingin menyelesaikan dulu kuliahnya. ‘’Tinggal sedikit lagi. Paling, tahun depan sudah lulus,'’ katanya, mantap. Artinya?
Source: Gatra
August 3, 2003
SEMENTARA di atas pentas muzik berdentam dentum, di langit pula kilat sabung menyabung.
Namun ancaman cuaca itu sedikit pun tidak menjejas 3,000 orang penonton yang menyaksikan konsert Sheila On 7 (SO7) kelmarin.
Malah kebanyakan mereka sedikit pun tidak menghiraukan hujan yang mula menitis, mungkin kerana badan sudah pun lebih awal dibasahi peluh dek ligat melompat-lompat setiap kali Duta dan rakan-rakannya mengalunkan lagu popular mereka.
Bahkan tidak keterlaluan jika dikatakan gelagat para peminat di konsert SO7 paling ‘happening’ berbanding dengan beberapa konsert artis Melayu sejak dua tahun lalu - mungkin kerana melepaskan keseronokan berpesta setelah banyak konsert untuk artis Melayu dibatalkan sepanjang dua tahun lalu.
Konsert anjuran OneAsia Inc itu dibuka dengan persembahan rappers tempatan, Tripple Noize dan S07 hanya mengambil tampat kira-kira 8.45 malam.
Antara lagu yang mereka persembahkan termasuk Hingga Ujung Waktu, Mari Bercinta, Perhatikan Rani, Bapak Bapak, Tunjukkan Padaku, Buat Aku Tersenyum, Tak’kan Pernah Menyesal, Pria Kesepian, Seandainya, Tentang Hidup, Dan, Sahabat Sejati, JAP, Bila Kau Tak Disampingku, Sephia, Kita dan Seberapa Pantas.
Kalau ada yang bertanya apakah keistimewaan SO7 berbanding dengan kumpulan yang dianggap jauh lebih matang seperti Padi, jawapannya ada terletak kepada susunan muziknya yang mudah tetapi cukup bergelombang melodinya.
Pemain gitar utamanya, Eros, paling menyerlah dalam konsert itu. Petikan talinya yang cukup bergetar, mempunyai sentuhan pop ala 60-an.
Seorang lagi anggota, pemain bass, Adam, turut menyumbangkan vokalnya sementara pemain drum, Anton, menambah histeria peminat dengan melemparkan beberapa set kayu pemukul drum ke arah mereka. Mungkin hanya Saktia, seorang lagi pemain gitar yang agak pendiam di atas pentas.
Vokal Duta mungkin tidak sehebat mana tetapi suara manja dan merayunya terutama ketika membawakan lagu-lagu seperti Sephia dan Dan, memang menggoda para peminatnya.
Duta yang memang terlalu bersahaja apabila berkomunikasi dengan peminatnya, membuat penonton tersenyum simpul apabila beliau berusaha berbahasa Inggeris kerana ’setahu saya, orang Singapura lebih senang ngomong bahasa Inggeris.’
‘Kami mengambil kelas bahasa Inggeris, tetapi sekarang hanya setakat beginners.’ Sebutan ‘r’ Duta untuk perkataan ‘beginners’ dan ‘number’ (song number 13) cukup tebal - kelat lidah Jawanya.
Walapun masih bergelar pengantin baru, bahkan beliau membawa isterinya, pelakon sinetron, Adelia Lantoh, bersama-sama ke konsert di Fort Canning Park itu, Duta tidak ragu-ragu membalas laungan ‘I love you too’ setiap kali namanya diseru peminatnya.
Kata Duta, album keempat mereka yang sedang disiapkan, pada awalnya dirancang untuk dilancarkan pada akhir tahun ini tetapi terpaksa ditangguhkan kerana ‘tidak mahu bertembung dengan election (pillihan raya)’ di Indonesia.
Sebagai mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para peminat yang setia menyanyi dan melompat-lompat menari bersamanya, Duta melemparkan beberapa botol minuman ke arah penonton agar mereka sama-sama dapat menghilangkan dahaga.
Pengarah OneAsia Inc, Johari Ibrahim, ketika ditemui, tersenyum lebar dengan sambutan hangat konsert tersebut biarpun secara dasarnya, Fort Canning Park boleh menampung sehingga 5,000 orang.
‘Saya bersyukur. Yang ini, dah bagus. Kita tak boleh tamak.
‘Dalam zaman ekonomi suram ini, susah nak tengok orang sebegini ramai datang tengok konsert yang mengenakan tiket,’ kata Johari sambil menambah beliau merancang menganjurkan satu lagi konsert besar yang melibatkan artis popular Indonesia dalam tempoh beberapa bulan lagi.
July 27, 2003
Setelah menjadi suami istri pasangan ini banyak berubah. Duta “Sheila on 7″ (23) langsung melepas anting dan tindiknya. Sementara sang istri, Adelia Lontoh (20) belajar menjadi nyonya rumah. Lalu apa perubahan lain?
Sudah lebih dua minggu, Duta - Adelia menikah, tepatnya, 23 Juni lalu. Akad nikah dilaksanakan sederhana di kediaman orang tua Adelia di Graha Raya, Bintaro selepas Isya. Duta mengenakan jas dan sarung biru yang dipakai ayahnya saat menikah, sedangkan Adelia mengenakan kebaya putih hadiah dari mamanya.
Tak ada tenda di halaman, bukan berarti tamu yang datang sedikit. Sekitar 60 undangan menyaksikan Duta melafalkan ijab kabul dan menyerahkan mas kawin berupa perhiasan emas seberat 20 gram serta uang tunai Rp 210.702. “Nilai uang itu adalah tanggal saat saya mulai meneleponnya tanpa tujuan yang jelas,” ujar Akhdiyat Duta Modjo sambil tersipu.
Hanya pihak keluarga yang datang saat itu. “Sengaja, karena ingin khidmat,” kata Duta yang sempat khawatir pernikahannya hari itu diendus wartawan. Karena itu pula, vokalis SO7 ini baru mengabari teman-teman bandnya malam itu, saat mobilnya tengah meluncur ke rumah mempelai wanita.
Sebelumnya, pada tanggal 7 Juni Duta yang ditemani mama, paman, tante, dan beberapa sepupunya meminang Adelia. “Sekalian ajang berkenalan kedua belah keluarga,” kata Duta. Usai melakukan lamaran, Duta dan Adelia kembali mencari waktu kosong untuk akad nikah. “Kebetulan tanggal 23 Juni, kami kosong. Lagi pula karena sudah lewat bulan Safar, menurut orang tua, semua hari baik untuk menikah,” kata Duta yang siang itu tampak sudah melucuti anting dan giwang-giwang yang biasanya banyak tertindik di wajahnya.
MELANGKAHI EMPAT KAKAK
Duta - Adelia bertemu saat kasting video musik Seberapa Pantas. “Setelah itu tak pernah bertemu lagi. Tiba-tiba Mas Duta menelepon saya pada tanggal 21 Juli dan bertemu lagi tanggal 9 Agustus. Sejak itu kami sering jalan bareng sampai akhirnya serius pacaran,” kenang Adelia yang menyukai Duta karena enak diajak ngobrol.
Selain itu Duta juga mudah beradaptasi dengan keluarga Adelia. “Obrolan dan candaannya nyambung dengan keluarga saya,” kata Adelia yang sudah diperkenalkan pada keluarga Duta jauh sebelum pernikahan. “Beberapa kali saya bertandang ke rumahnya di Yogyakarta, tapi enggak pernah sampai menginap,” kata Adelia.
Hubungan keduanya makin serius. Sampai akhirnya, Maret lalu Duta mengajaknya menikah dan membahas masalah ini dengan kakak Adelia, Fiki. “Setelah itu, baru pada orang tua,” kata anak ke 5 dari 8 bersaudara dari pasangan Peter Lontoh Rachman dan Anita yang melangkahi empat kakaknya.
“Untuk itu kami juga menyediakan pelangkah buat kakak-kakak, tapi enggak pakai acara adat yang lengkap banget. Apa pelangkahnya? Ada, deh…,” ujar Duta berahasia.
SEMPAT BIKIN KHAWATIR
Pernikahan usia muda sering kali mengundang kecurigaan. Ini pun dialami keduanya. Apalagi Adelia masih kuliah dan karier Duta bersama SO7 tengah berada di atas angin.
“Jangan, kan orang lain, Mama saya saja menduga hal buruk waktu saya mengutarakan niat menikah,” kata Duta. Maklum banyak orang menikah muda karena hamil di luar nikah. Di rumahnya, Adelia juga sempat diajak bicara dari hati ke hati oleh kedua kakak perempuannya. “Benar, Del, kamu enggak apa-apa? Kalau ada bilang saja terus terang pada kami,” ucap kedua kakaknya khawatir.
Kedua orang tua Adelia justru lebih tenang. “Mama hanya tersenyum. Mungkin sudah mendengar dari Kakak,” kata Adelia yang sempat mendapat wejangan dari papa dan mamanya agar tidak gegabah dan bisa menyelesaikan konflik rumah tangga dengan baik.
Nasihat orang tua dirasa perlu buat keduanya. “Usia, kami, kan, masih muda, masih labil. Tapi kami menikah dengan pertimbangan matang, kok. Bukan emosional. Dengan niat yang baik, semoga semuanya berjalan baik,” bilang Duta.
“Kami menikah bukan karena ada apa-apa. Kalau enggak percaya, hitung saja dari sekarang (kapan akhirnya istri saya melahirkan),” tantang Duta sambil tersenyum. Ia memang bercita-cita menikah muda. “Biar kalau anak kami besar, kami belum terlalu tua,” jelas Duta yang bersepakat dengan istrinya untuk menunda punya momongan.
“Tadinya kami merencanakan baru punya bayi setelah saya selesai kuliah,” kata Adelia, mahasiswi semester dua, jurusan humas di Interstudi ini. “Tapi dipikir-pikir, kok lama sekali, ya. Akhirnya rencananya dimajukan. Maunya, saya hamil setelah syuting sinetron yang tengah saya jalani selesai,” kata Adelia.
BERHENTI MAIN SINETRON
“Kami merasa lebih baik setelah menikah. Semua jadi serba teratur. Dulu bangun bisa jam berapa saja, sekarang jadi lebih pagi. Pokoknya enak, lah!” cetus Duta.
Perubahan rutinitas pun dialami Adelia. “Kalau dulu setelah shalat Subuh saya tidur lagi, sekarang saya harus menyuguhkan sesuatu buat Mas Duta,” katanya tersipu malu. “Lebih sering saya suguhkan teh. Tapi ingin juga menyuguhkan yang lain,” ujar Adelia yang ingin belajar masak pada Mama. “Sayang, waktunya enggak ada. Pulang syutingnya malam terus. Makanya setelah syuting ini rampung, saya ingin berhenti main sinetron sementara,” kata Adelia yang masih menumpang di rumah orang tuanya sambil mencari rumah yang cocok.
Bulan Juli ini, mereka akan pergi berbulan madu. “Kami sudah meluangkan waktu selama lima hari. Mungkin ke Bali atau Yogyakarta. Yang dekat-dekat saja,” kata Adelia.
Keduanya juga berencana untuk mengadakan syukuran pernikahan. “Kami harus mencari waktu kosong lagi. Karena jadwal syuting dan kuliah istri saya masih padat. Saya juga harus tur dan mengerjakan album berikutnya,” kata Duta yang memberi tugas baru pada istrinya. “Menemani kemana pun saya show,” ujar Duta sambil mendekati Adelia dan mengelus rambutnya.
RUMAH DIKUNJUNGI FANS
Mendengar berita gembira ini, NOVA langsung mengunjungi rumah keluarga Duta Minggu (6/7) di kawasan Gejayan Yogyakarta dan kediaman keluarga Adelia di Bintaro, Tangerang, Senin (7/7). Sayangnya, keluarga kedua belah pihak tak bersedia berkomentar.
“Kalau mau wawancara ke kantor fans club saja. Pihak keluarga tidak mau dilibatkan,” ujar Rina, adik Duta yang hanya berkomentar sedikit tentang pernikahan kakaknya. “Saya turut berbahagia,” katanya.
Begitupun saat NOVA menemui kakak Adelia. Ia keberatan diwawancarai soal pernikahan ini. “Adelia tidak tinggal di sini, begitu pula orang tua saya,” katanya. Menurut informasi dari satpam yang sedang berjaga di depan kompleks perumahan ini, rumah tersebut beberapa kali dikunjungi fans SO7. “Wah, banyak banget yang datang ke rumah itu. Tadi saja fans-nya Duta pada datang,” katanya.
Source: Tabloid Nova
July 26, 2003
ADAM Subarkah, pemain bas Sheila on 7 mengaku deg-degan melihat pacarnya, Umi Arimbi Khallistasani, ‘berlaga’ di Grand Final Pemilihan Putri Indonesia (PPI) di Jakarta, Jumat (25/7) ini. Pasalnya, lomba ini termasuk paling bergengsi diantara pemilihan-pemilihan putri yang lain.
“Arimbi sendiri malah nggak merasa ada beban. Tapi malah aku yang kelimpungan. Bukannya aku takut Arimbi kalah, bagiku juga mungkin buat Arimbi, menang atau kalah itu biasa. Namun, ya itu tadi, justru aku yang nervous” kata Adam.
Sebelum berangkat ke Jakarta, Arimbi mendapat dukungan banyak pihak. Di antaranya dari Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Bahkan Arimbi diundang oleh GKR Hemas ke Kraton Kilen, dan untuk itu Adam mengantar.
“Waktu itu, GKR Hemas berpesan agar Arimbi berusaha semaksimal mungkin mengharumkan nama Yogya, dengan memenangkan pemilihan tersebut. Beliau juga bilang agar Arimbi percaya diri dan yakin. Serta mendoakan Arimbi berhasil. Intinya, beliau sangat mendukung Arimbi” jelas Adam. Selama di Jakarta, Arimbi dikarantina 10 hari. Tak boleh ditemui pihak keluarga, apalagi pacar. Tak boleh pula menerima telepon. “Padahal, kami selalu telepon-teleponan atau SMS. Kemarin ditahan dulu. Bagus juga sih, ini agar Arimbi bisa fokus ke pemilihan” kata Adam, yang 10 hari itu puasa tidak berkomunikasi dengan kekasihnya.
n abp
Source: MP
July 15, 2003
Jakarta, Kompas - Selama 32 hari, mulai dari 12 Juni sampai 13 Juli 2003, transaksi yang terjadi di Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2003 mencapai Rp 208 miliar. Artinya, peroleh tersebut telah melebihi target sebesar Rp 200 miliar yang ditetapkan panitia penyelenggara PRJ.
Selain itu, jumlah pengunjung mencapai 2.050.000 orang, termasuk undangan, rombongan, dan lembaga sosial seperti panti asuhan, lanjut usia, dan kaum veteran. Padahal, jumlah pengunjung semula ditargetkan dua juta orang saja.
Public Consultan PRJ 2003 Magdalena Wenas dalam siaran persnya yang diterima Kompas, Senin (14/7), menyatakan, transaksi dan pengunjung terealisasi melebihi target, antara lain karena sajian acaranya menarik minat masyarakat. Apalagi, tema PRJ Ke-36 yang dibuka Presiden Megawati Soekarnoputri adalah “Dari Kite, Oleh Kite, dan Untuk Kite”.
“Di panggung utama, setiap malam diisi panggung hiburan dengan artis-artis Ibu Kota,” kata Magdalena Wenas. Artis Ibu Kota yang memeriahkan PRJ antara lain Sheila on 7, Slank, Inul Daratista, dan Cici Paramida.
Pada hari terakhir, Minggu malam, kata Wenas, jumlah pengunjung mencapai 124.090 orang. Jumlah itu hanyalah berdasarkan tiket masuk melalui pintu-pintu masuk. Tidak termasuk rombongan sosial dan panti asuhan. “Jumlah pengunjung tertinggi mencapai 125.000 ketika Sheila on 7 tampil di panggung utama menghibur warga,” tambahnya.
Ia mengatakan, jumlah peserta pada PRJ tahun ini sebanyak 1.186 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri. Jumlah ini lebih banyak dibanding event yang sama tahun 2002, yakni hanya diikuti 884 peserta. Sementara target dari panitia 950 peserta.
Atas pencapaian target transaksi perdagangan itu, anggota Komisi B DPRD DKI, Ugiek Sugiharjo, mengatakan, PT JITF sebagai penyelenggara sebaiknya tidak terlampau berbangga diri karena penyelenggara berkelas internasional itu sudah saatnya mengelola penyelenggaraan bersifat internasional. Bukan pesta rakyat lagi.
Untuk tahun mendatang, kata Ugiek, penyelenggaraan PRJ sebaiknya diserahkan kembali ke Yayasan PRJ. Namun, pengawasan terhadap yayasan tetap harus dilakukan secara ketat.
Rencananya, Jakarta Fair tahun depan juga diselenggarakan di Kemayoran, 17 Juni-18 Juli 2004. (PIN/OSA)
July 12, 2003
TAK ada maksud apa-apa dalam pernikahan Duta Sheila on 7 dengan Adelia, pemain sinetron muda. Hamil duluan, misalnya. Atau tekanan dari pihak lain. Yang terang, Duta Akhiyat Modjo dan Adelia Lontoh sudah saling cinta dan keduanya ingin menikah. Jadilah itu Senin (23/7), di kediaman Adelia di Bintaro Graha, Tangerang. Bertindak sebagai penghulu, Sodri Kurniawan, staf KUA Karang Tengah, Tangerang, Banten. Mas kawinnya berupa emas seberat 20 gram dan uang tunai sebesar Rp 210.702 (sesuai tanggal pertama kali Duta menelepon Adelia).
Pernikahan tersebut nyaris tidak diketahui banyak orang. Pun personil Sheila on 7 yang lain. Hanya Manajer Sheila on 7 Anton Kurniawan, orangtua Duta Nyonya Hilwy, dan kerabat dekat Duta saja yang diberi tahu. Eross, Adam, Anton dan Sakti, dikabari tentang pernikahan ini pada hari H. Mau tahu kisah cinta Duta-Adelia? Berikut penuturan pria kelahiran Kentucky Amerika, 23 tahun lalu ini.
TENTANG pernikahan kami, aku serahkan publik. Mereka mau ngomong begini atau begitu, aku perbolehkan. Yang jelas tak ada kejadian mendesak, misalnya Adel hamil duluan. Kalau itu, masyarakat beberapa bulan lagi kan nanti bisa melihat, benar nggak Adel hamil? Aku dan Adel nikah diam-diam karena kami ingin menjaga privasi. Juga tak ada pesta, karena kami ingin menghormati kakak-kakak Adel yang belum menikah. Lagipula, mosok akad saja dipestakan, wagu. Kami semua ingin akad ini berjalan khidmat.
Kami memang tak menyelenggarakan resepsi pernikahan kemarin. Kami sibuk. Aku sudah masuk rekaman album ke empat, sedang Adel masih terlibat kontrak dengan beberapa produksi sinetron. Keluargaku akan ngunduh mantu sebelum puasa atau setelah Lebaran. Perayaannya akan kami langsungkan di Yogyakarta.
Aku kenal Adel saat syuting klip Sheila on 7 Seberapa Pantas. Adel jadi modelnya. Syuting klip itu cuma makan waktu dua hari, tapi aku kesengsem berat sama Adel. Aku memang terlibat cinta lokasi dengannya. Kelamaan nunggu syuting membuat aku sering ngobrol dengan Adel. Ndilalah kok nyambung. Setiap aku ngomong dia selalu memberi respons. Adel orangnya ramah, tur ndagel. Kalau ngobrol dengan dia dunia ini terasa ceria gitu. Yaa sudah, tidak menunggu lama dan tanpa basa-basi aku langsung menyatakan cinta.
Sepulang syuting di Jakarta itu, aku semakin akrab. Tiap ada masalah apa pun aku pasti curhat. Begitu pula Adel, tak segan ia menelepon dan mengirim SMS. Lama juga sih ngobrol lewat telepon. Bisa sejam-dua jam baru rampung.
Yaa itulah yang membuat pulsa HP-ku bengkak. Alhasil, tiap bulan aku harus membayar pulsa ponsel sekitar Rp 2 juta. Bagiku materi bukan halangan untuk pacaran. Bukannya aku sok punya duit. Tapi interaksi dalam berpacaran itu perlu. Cinta kalau memandang materi, bisa kacau akibatnya. Sebab niat murni kita jadi kabur karena terhalang materi.
Karena sudah cocok dan untuk menghindari dosa, aku lalu menikahi dia. Menghindari dosa, karena aku nggak mau ngeseks dulu saat pacaran. Bukannya aku munafik, tapi hal kayak gitu bagiku tabu. Masak belum nikah sudah ngeseks? Itu risiko besar. Dan aku nggak mau merusak anak orang. Apalagi aku punya adik cewek.
Yang namanya karma itu pasti ada. Kalau kita berbuat buruk pada seseorang, suatu saat pasti kita mendapat balasannya. Aku percaya itu. Nah, kalau sekarang sih, sebagai temanten baru aku bisa ngeseks lebih dari sekali sehari, hehehe…
Dulu, aku memang pernah ngomong, bahwa aku nggak mau pacaran dengan selebritis atau salah satu fans. Alasanku, mereka kan hanya tahu setelah aku seperti sekarang?
Namun aku bukan ingin menjilat ludah sendiri, kalau sekarang aku menikah dengan Adel. Sebenarnya posisi aku sama dengan dia. Adel tahu setelah aku terkenal. Begitu juga aku, tahu dia setelah kondang. n abp
Source: MP
ADA selentingan akad nikah yang ‘mendadak’ antara Duta-Adel adalah marriage by accident alias karena kecelakaan, Adel hamil kemudian Duta didorong untuk meresmikannya secepat mungkin. Gosip itu nggak bener, menurut Duta Akhiyat Modjo, vokalis Sheila on 7, khusus kepada MP.
“Aku nggak mau ngeseks dulu saat pacaran. Bukannya munafik, tapi bagiku, tabu yang kayak begitu” kata cowok kelahiran Kentucky, Amerika, umur 23 tahun ini.
“Masak sebelum nikah kok ngeseks. Itu besar risikonya.
Dan aku nggak mau ngerusak anak orang. Apalagi aku punya adik cewek” lanjut Duta. “Nah, kalau sekarang sih,sebagai temanten baru aku bisa ngeseks lebih dari sekali dalam sehari, he-he-hee….”
Duta-Adel ketemu di pembuatan klip Seberapa Pantas. Lalu saling jatuh cinta. Hubungan per telepon atau SMS, sehingga sebulannya Duta mengaku bisa habis pulsa Rp 2 juta. Tapi…ya wong namanya cinta, duit itu kan nggak ada harganya?
Dilamarlah Adel. Diundanglah penghulu Sodri Kurniawan, Staf KUA Karang Tengah Tangerang Banten. Mas kawin 20 gram dan uang tunai Rp 210.702 sesuai tanggal pertama Duta menelpon kekasihnya, acara akad nikah itu hanya dihadiri Bu Hilwy ibunya Duta, Anton Kurniawan dan kerabat dekat. Sementara Eross, Adam, Anton Dram dan Sakti hanya dikabari pas Hari-H.
Source: MP
July 9, 2003
KUALA LUMPUR 8 Julai - Penyanyi utama kumpulan Sheila on 7, Duta akhirnya mengaku sudah melangsungkan perkahwinan dengan seorang model dan pelakon drama, Adelia Lontoh pada 23 Jun baru-baru ini.
Dalam satu pertemuan dengan pihak media di Indonesia Sabtu lalu, Duta atau nama lengkapnya Akhdiyat Duta Modjo tampil bersama isterinya memberikan penjelasan kenapa mereka merahsiakan perkahwinan itu daripada pengetahuan ramai.
“Kami memilih melangsungkan akad nikah tanpa gembar-gembur kerana mahukan ketenangan.
“Hanya orang tua, anggota keluarga dan rakan terdekat yang hadir dalam majlis itu,'’ kata Duta, memetik laporan laman web Kompas Cyber Media (KCM), terbitan 5 Julai lalu.
Dalam sidang media itu, Duta, 23 dan Ade 20, juga memberi peluang kepada pihak media melihat gambar-gambar dan sijil nikah asli mereka.
Majlis akad nikah pasangan muda ini diadakan selepas solat Isyak di rumah pengantin perempuan, di Graha Raya Bintaro 30, Tangerang (Banten).
Dalam majlis berkenaan, Duta juga menyerahkan mas kahwin berupa 20 gram barang kemas beserta wang tunai sekitar RM70.
“Jumlah wang tunai itu sebagai mengingati detik pertama kali saya menelefon Ade tanpa tujuan iaitu pada 27 Julai tahun 2002,'’ jelas Duta lagi.
Mereka berkenalan pada awal 2002, ketika Ade datang ke lokasi penggambaran klip video lagu Sheila on 7, Seberapa Pantas di Kemang, Jaksel di mana adik Ade, iaitu Ria Lontoh, menjadi model dalam klip video tersebut.
Duta menjelaskan dia melamar Ade pada 7 Jun 2003 di tempat yang sama.
“Keluarga kami memilih tarikh 23 Jun kerana kata mereka, ia masih dalam bulan yang baik,'’ kata mahasiswa Universiti Gadjahmada, Yogyakarta ini.
Duta muncul antara penyanyi Indonesia yang paling banyak peminat di Malaysia semenjak populariti Sheila on 7 memuncak dengan lagu , dua tahun lalu.
Source: Utusan Malaysia
July 7, 2003
Apa kabar Sheila On 7? Salah satu band yang menyandang gelar million sopies band ini rasanya cukup lama nggak terdengar beritanya. Yang ada malah berita heboh dari sang frontman, Duta yang married sama mantan Gadis Sampul yang juga bintang iklan, Adelia Lontoh.
“Bukannya mau menghindar dari teman pers, tetapi acara akad nikah kita emang hanya untuk keluarga terdekat aja. Nanti kalau pas resepsi rekan-rekan media pasti diundang deh!” kata Adel panggilan akrab Adelia pada cleartop10.
Sementara itu, Eross sang mastermind Sheila On 7 yang ngerayain ultahnya pada 3 juli 2003 kemarin, malah cerita tentang album baru Sheila On 7 yang bakal dirilis pada Mei 2004.
“Iya nih…kita kudu ngantri untuk jadwal rilis album di Sony Music Indonesia. Sabar saja ya buat Sheila Gank.” Pesan Eross pada fans berat mereka ketika di sms oleh cleartop10.
Lalu bakal dikasih judul apa album keempat band yang baru saja diledek oleh Eddie Brokoli lewat T-shirt itu? “Kalau nggak ada perubahan judul albumnya Pejantan Tangguh, he…he…he.” Kata cowok yang salah satu lagunya dibawakan oleh Iwan Fals dalam album terbaru legenda musik hidup Indonesia itu.
Source: Clear Top 10
July 6, 2003
Bagi penggemar Sheila on 7, khususnya kaum cewek yang suka sama Duta, pasti merasa kecewa ngebaca berita ini. Pasalnya, vokalis bertubuh ceking ini mengaku udah merit diam-diam dengan pacarnya Adelia Lontoh.
Enggak banyak yang tau kalau Duta ini udah merit dengan Lia sapaan akrab Adelia Lontoh ini. Yang tau cuma keluarganya dan sohib-shib deketnya aja. Mereka merit 23 Juni lalu di rumah kediaman Adelia Lontoh di kompleks Graha Bintro, Jakarta Selatan. Sedangkan lamarannya 7 Juni lalu.
Waktu lamaran, Duta hanya ditemani Nyokap dan beberapa budenya. Sebelum melamar, Duta mengaku sempat minta ijin dulu dengan kakaknya Lia, Ananda Lontoh. Dalam acara yang dihadiri temen ngebandnya, Duta memberikan seperangkat perhiasan, perlengkapan sholat dan uang berjumlah Rp. 210.702. Arti dari jumlah uang itu menurut Duta adalah tanggal pertama kali Duta menelpon Lia.
Dari pertama Duta memang sengaja tidak ingin rencananya meritnya dipublikasikan ke pers. “Aku maunya nanti kalo udah menikah baru gue kasih tau. Karena terlalu banyak pers yang ingin meliput,” kata Duta yang ditemui saat syuting acara Indika di jalan Gedung Pinang, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Pernikahan yang terkesan cepat dan diam-diam ini tentu aja menimbulkan gosip miring. Tersebar kabar kalo mereka merit karena MBA. Bener enggak sih ? “Yang tau latar belakang gue menikah cuma keluarga dan temen-temen deket gue dan lia aja, kalao ada yang menilai negatif itu udah resiko gue, yang pasti maksud gue baik,” kata cowok bernama asli Akhdiyat Duta Atmodjo. Rencananya, pesta resepsi pernikahan mereka akan dilaksanakan sehabis lebaran. Alasannya, waktu mereka yang sangat sempit. Kesibukan itu juga membuat mereka sepakat untuk menunda punya anak dulu.
Hubungan Duta dan Lia sudah berjalin hampir setahun. Karena berbeda kota, pacaran mereka dijalankan melalui jarak jauh. Bagi mereka jarak bukanlah masalah. Buktinya mereka sampai merit.
July 5, 2003
BAGI para penggemar vokalis grup Sheila On 7, Duta, harus siap-siap patah hati. Pasalnya menurut kabar yang beredar, Duta sudah resmi menikahi kekasihnya, bintang sinetron Adelia Lontoh secara diam-diam pada hari Senin, tanggal 23 Juni 2003 lalu di Tangerang, Banten.
Meskipun pernikahan tersebut nyaris tak diketahui oleh masyarakat, namun sejumlah wartawan berhasil mengendusnya. Bahkan sebuah acara infotainment berhasil mendapatkan konfirmasi bahwa Duta memang sudah menikahi Adelia.
Berita ini dibenarkan Sodri Kurniawan, petugas Kantor Urusan Agama Karang Tengah, Tangerang, yang menjadi penghulu pernikahan Duta-Adelia. Menurut Sodri, semula perkawinan dijadwalkan di kediaman Adelia. Namun, karena sesuatu hal, pernikahan dipindahkan ke rumah seorang kerabatnya yang terletak di kawasan Bintaro Graha, Tangerang.
Masih menurut Sodri, mas kawin yang diberikan Duta berupa emas seberat 20 gram dan uang tunai sebesar Rp 21.702,-. Saat menikah, Adelia memakai baju kebaya, sementara Duta memakai pakaian adat Jawa. Tak ada selebritis yang mengetahui pernikahan tersebut. Hanya keluarga terdekat kedua pihak yang menghadiri perkawinan tersebut. Tampaknya Duta dan Adelia benar-benar melangsungkan pernikahannya secara tertutup. Mungkin hanya rekan-rekan Duta di Sheila On 7 yang menghadiri pernikahannya.
Hingga kini, kedua pasangan pengantin ini belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi kejelasannya. Jika memang benar, selamat buat Duta dan Adelia. Kapan nih kakak kandungnya, Ananda Lontoh menyusul? (06/01)
Akhirnya pengantin baru Duta (23), vokalis grup pop Sheila on 7, dan model sekaligus pemain sinetron Adelia Lontoh (20) menggelar jumpa pers berkenaan dengan pernikahan mereka yang terkesan diadakan mendadak dan diam-diam. Pertemuan mereka dengan para wartawan itu diselenggarakan pada Sabtu (5/7) mulai sekitar pukul 10.30 WIB, di kafetaria Graha SCTV, Jl Gatot Subroto, Jaksel.
Dalam kesempatan tersebut, Duta dan Ade berbicara didampingi oleh dua personel manajemen grup Sheila on 7, Anton dan Dicky, serta manajer sekaligus kakak Ade, Vicky. Mereka juga memperlihatkan foto-foto akad nikah mereka dan akta nikah masing-masing.
Duta menyatakan bahwa ia dan Ade telah menjalani akad nikah pada 23 Juni 2003, selepas adzan shalat Isya, di rumah ibu Adelia di Graha Raya Bintaro 30, Tangerang (Banten). Seperti sudah diberitakan oleh KCM, Sodri Kurniawan dari Kantor Urusan Agama Karang Tengah, Tangerang, bertindak sebagai penghulu, sedangkan Robert Lontoh, ayah Ade, menjadi wali nikah.
Mas kawin yang diserahkan oleh Duta kepada Ade adalah 20 gram perhiasan emas dan uang tunai Rp 210.702. “Jumlah uang tunai itu menandai waktu pertama kali aku menelepon Ade tanpa tujuan (27 Juli 2002),” tuturnya. Mereka berkenalan pada awal 2002, ketika Ade datang ke lokasi syuting klip video lagu Sheila on 7, Seberapa Pantas, di Kemang, Jaksel, karena Ananda Lontoh dan adik Ade, Ria Lontoh, menjadi model-model dalam klip video tersebut.
Ungkap Duta lagi, ia melamar Ade pada 7 Juni 2003 di tempat yang sama. Kakak dari almarhum ayahnya yang meminangkannya. Dalam acara lamaran itu, keluarga dan kerabat dekat kedua pihak berkenalan sekaligus merembukkan waktu pernikahan Duta-Ade. “Waktu pernikahan itu (23 Juni 2003) dipilih karena, kata orang-orangtua kami, masih termasuk waktu yang baik, yaitu setelah Safar,” terang pria bernama lengkap Akhdiyat Duta Modjo ini.
Untuk meminang Ade, Duta mengaku pertama kali tidak langsung berbicara kepada orangtua Ade. “Pada 19 April 2003, aku ngomong dulu ke Vicky dan minta pandangan dia,” kata pria yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian, Jurusan Mekanisasi Pertanian, Universitas Gadjahmada, Yogyakarta ini.
Kenang Ade, orangtua dan saudara-saudaranya kaget ketika mendengar ia, si nomor lima dari tujuh kakak-beradik, hendak dipinang oleh Duta. “Tapi, itu wajar,” ucap Ade. Mengenai naik ke pelaminan mandahului dua kakak perempuannya, termasuk Ananda Lontoh yang juga model dan pemain sinetron, serta dua kakak lelakinya, Ade berujar, “Enggak masalah.”
Aku Ade pun, ketika pertama kali Duta mengutarakan keinginan untuk menikah dengannya, ia menganggap hal tersebut tidak serius. “Waktu itu aku masih berpikir, aku baru akan menikah kalau kuliahku sudah selesai,” papar mahasiswi public relations London School, Jakarta, ini. “Tapi, pada Maret 2003, Duta ngomong serius dan aku menerimanya,” imbuhnya.
Menjadi suami-istri dalam usia muda, dipilih oleh Duta dan Ade secara sadar. “Bukan karena emosi,” tegas Duta. “Kami merasa sudah mampu menikah,” alasannya.
Mereka sadar pula bakal ada kecurigaan orang, jangan-jangan mereka menikah cepat lantaran “kecelakaan” alias Ade telah telanjur hamil. Namun, tekan Duta, “Kami enggak takut. Buktikan saja nanti.”
Mereka memilih melangsungkan akad nikah tanpa gembar-gembor karena mereka menginginkan kekhusukan. Hanya para orangtua, anggota keluarga dan kerabat dekat yang hadir. Bahkan, empat personel lain Sheila on 7 yang ketika itu sedang berada di Yogyakarta, yaitu Eross, Sakti, Adam dan Anton, pun baru mereka beri tahu kurang-lebih sejam sebelum akad nikah. Cuma manajer Sheila on 7, Anton Kurniawan, yang turut hadir.
Duta dan Ade kini tinggal di rumah ibu Ade. Soal rencana punya anak, mengingat kesibukan Duta bersama Sheila on 7 dan Ade sebagai model sekaligus pemain sinetron, kata Duta, “Mau kami, kami punya satu anak dulu. Terserah kapan, tapi enggak tahun ini.” (Daus/Zamroni/ati)
Source: Kompas
July 4, 2003
BELUM genap satu tahun pacaran, Duta (vokalis band Sheila on 7) dan Adellia Lontoh sudah resmi jadi suami istri. Mereka menikah di Bintaro, Jakarta Selatan, di rumah milik keluarga Lontoh, 23 Juni lalu, sekitar pukul 20.00 WIB. Padahal sebelumnya, pasangan ini pernah diisukan putus-nyambung. Tapi kalau sudah jodoh, nggak ke mana tuh.
Hal itu dibenarkan salah seorang kerabat Lontoh yang enggan disebutkan namanya. “Ya, mereka memang sudah menikah tanggal 23 Juni kemarin,” kata si sumber.
Namun ketika didesak, apa motif Adel dan Duta memutuskan menikah di usia muda, si sumber nggak mau menyebutkannya. Kata dia, yang bersangkutan juga bakal menggelar jumpa pers terkait dengan berita pernikahan yang terkesan diam-diam itu. “Nanti aja mereka sendiri yang menjelaskan,” katanya lagi.
Setelah menikah, tak ada yang berubah dari sepasang pengantin yang memulai hubungan sejak November 2002. Usai berikrar sehidup-semati, mereka langsung disibukkan kembali oleh aktivitas masing-masing. Duta dengan Shiela-nya. Adel dengan jadwal syutingnya.
Saat dihubungi via ponsel, adik bintang sinetron Ananda Novi Lontoh ini tengah syuting serial kejar tayang berjudul Aku Bukan Rio.
Menurut keterangan penghulu yang ditayangkan salah satu infotainment, pernikahan Adel-Duta berlangsung khidmat. Syarat-syarat menikah juga dipenuhi oleh kedua mempelai. Dengan begitu, mereka menikah syah secara agama dan hukum. Keduanya mendaftarkan rencana pernikahan tersebut ke KUA sejak 2 Juni 2003.
Hanya saja, tak ada seorang artis pun yang datang. Pernikahan itu hanya dihadiri oleh keluarga Lontoh dan Duta.
Kendati begitu, ayah Adel sendiri yang berlaku sebagai wali. Duta memberikan mas kawin berupa 20 gram emas serta uang belasan juta rupiah.
Awalnya, Duta-Adel ingin melangsungkan pernikahan di rumah mempelai wanita di Tangerang. Tapi entah kenapa, lokasi itu harus berpindah ke rumah di kawasan Bintaro.
Saat hal tersebut ditanya kepada sumber yang dekat dengan Adel, lagi-lagi dia tak mau memberi komentar berlebih. Sumber hanya mengatakan, tak ada motif apa-apa di balik pemindahan lokasi pernikahan itu. Toh, Bintaro juga rumah milik keluarga Lontoh.(TIA/Foto: Bambang)
Source: Rakyat Merdeka
KALAU sudah dimiliki publik, privasi jadi barang yang mahal. Biasanya ini dialami oleh para figur publik, seperti kalangan artis. Itulah sebabnya, Duta Sheila on Seven (So7) dan Adelia Lontoh merahasiakan hari perkawinan mereka. Tujuannya, biar prosesi ijab kabul berlangsung khidmat. Asal tahu saja, jangankan masyarakat umum, teman-teman di So7 pun baru dikasih tahu saat Duta dalam mobil menuju Bintaro, Tangerang–tempat Duta-Adelia menikah. “Waktu dikasih tau, mereka sebenarnya nggak kaget. Mereka cuma nggak nyangka bakal secepat ini,” kata Duta, menuturkan.
Disebahagian kalangan, perkahwinan yang super-mendadak ini lantas menimbulkan kecurigaan. Apakah Ade - panggilan Adelia - hamil di luar nikah? Menanggapi hal ini, Duta balik menantang. “Ya lihat saja nanti. Kalau beberapa bulan ke depan Duta yunior lahir, berarti kita bohong,” ucap kelahiran Kentucky, Amerika Serikat, 23 tahun silam itu. Sebenarnya, Duta tak mau ambil pusing dengan dugaan-dugaan miring tersebut. “Yang penting, orang-orang deket tahu keadaan sebenarnya,” kata pemilik nama lengkap Akhdiyat Duta Modjo ini. Kalau memang benar, nanti juga masyarakat tahu.
Soal merebut hati Duta (23), para dara pengagum mati-matian vokalis grup pop Sheila on 7 itu akhirnya harus mengakui bahwa mereka kalah telak dari model dan pemain sinetron Adelia Lontoh (19). Belum lama ini pria bernama lengkap Akhdiyat Duta Modjo dan perempuan berpanggilan Ade itu telah menjalani akad nikah.
Sementara Duta dan Ade belum bisa dihubungi sampai saat ini, Anton Kurniawan, Manajer Sheila on 7, membenarkan bahwa pasangan muda-mudi tersebut kini sudah resmi menjadi suami-istri. Terang Anton yang tengah berada di Yogyakarta ketika dikontak pada Jumat (4/7) oleh KCM, “Akad nikah Duta dan Ade diadakan di rumah salah satu kerabat dekat Ade di Bintaro, Tangerang (Banten), pada 23 Juni lalu, mulai pukul 19.00.”
Kata Anton Kurniawan lagi, yang hadir pada acara tersebut, untuk pernikahan Duta dan Ade, Sodri Kurniawan dari Kantor Urusan Agama Karang Tengah, Tangerang, menjadi penghulu. Ayah Ade, Robert Lontoh, bertindak sebagai wali nikah. Selain itu, ada dua saksi –dari pihak Duta yang ayahnya telah tiada dan pihak Ade.
Ibu Ade turut menyaksikan akad nikah anak kelimanya tersebut. Begitu pula enam saudara Ade, termasuk Ananda, kakak Ade yang model sekaligus pemain sinetron, serta Ria, adik Ade yang juga model. Dari Yogyakarta, ibu Duta, Hilwiyatul Ahla, dan adik perempuan alias satu-satunya saudara Duta, hadir pula. Di samping mereka, ada sejumlah kerabat dekat, seperti para paman dan bibi kedua pihak.
Empat personel lain Sheila on 7, yaitu Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas) dan Anton (drum), tak ada yang datang. “Hari itu mereka sedang berada di Yogyakarta dan baru ditelepon oleh Duta sekitar pukul 18.30. Mereka kaget juga,” tutur Anton Kurniawan.
Tertulis pada www.sheilasonic.com, situs resmi para penggemar Sheila on 7, dalam acara itu duta menyerahkan mas kawin kepada Ade berupa emas seberat 20 gram dan uang senilai Rp 21.702.
Menurut sang manajer, pernikahan Duta dan Ade tidak bisa dibilang mendadak, meskipun secara diam-diam. “Saya sudah dikasih tahu oleh Duta pada awal Mei lalu. Tapi, dia minta saya untuk enggak kasih tahu dulu rencana pernikahannya ke pihak-pihak lain, karena dia mau akad nikahnya cuma dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat dia dan Ade,” ceritanya. “Dia baru mau bikin resepsinya, yang sederhana saja, di Yogyakarta, mungkin Oktober nanti,” tambahnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Haryo Ridwanto dari Bagian Pemasaran Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI), perusahaan rekaman yang mengontrak Sheila on 7. “Sebelumnya Duta sudah minta restu dari Pak Tanto (Sutanto Hartono, Presiden Direktur SMEI) dan Pak Jan (Jan Djuhana, Senior Artists and Repertoir Director SMEI),” kata Haryo kepada KCM, pada Jumat (4/7).
Duta, yang lahir di Kentucky (AS) pada 30 April 1980, berkenalan dengan Ade ketika Sheila on 7 menjalani syuting klip video untuk lagu Seberapa Pantas (dari album 07 Des yang dirilis pada Maret 2002) di kawasan Kemang, Jaksel, pada awal 2002. Ketika itu, Ade datang ke lokasi syuting karena kakak dan adiknya, Ananda dan Ria, ambil bagian sebagai model-model klip video tersebut.
Sesudah menjadi suami-istri, Duta, yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian, Jurusan Mekanisasi Pertanian, Universitas Gadjahmada di Yogyakarta, dan Ade, yang masih mahasiswa public relations di Jakarta, tinggal di rumah orangtua Ade. (Ati)
Source: Kompas
July 3, 2003
DIAM-diam, vokalis Sheilla on Seven (So7) Duta menikah dengan Adelia Lontoh di Tangerang, Banten, Ahad dua pekan silam. Berita ini dibenarkan Sodri Kurniawan, petugas Kantor Urusan Agama Karang Tengah, Tangerang, yang menjadi penghulu pernikahan Duta-Adelia. Menurut Sodri, semula perkawinan dijadwalkan di kediaman Ade–panggilan Adelia. Namun, karena sesuatu hal, pernikahan dipindahkan ke seorang kerabat di Bintaro Graha, Tangerang.
Mas kawin yang diberikan Duta berupa emas seberat 20 gram dan uang sebesar Rp 21.702. Saat menikah, Ade memakai baju kebaya, sementara Duta memakai pakaian adat Jawa. Hanya keluarga kedua pihak yang menghadiri perkahwinan tersebut. “Merka tak mengundang rekan-rekan seprofesinya,” ucap Sodri. Hingga kini, baik Duta maupun Ade belum mengkonfirmasi kabar pernikahan ini. Walau begitu, selamat ya!
June 16, 2003
Diminta langsung oleh sang legenda sendiri, gitaris Sheila On 7 ini semangat banget bikin lagunya. Satu hari satu malam tuh lagu langsung kelar!
Nggak pernah kepikiran sedikitpun di benak Eross kalo penampilan Sheila On 7 pada sebuah program acara TV swasta, bakal mengantarnya pada pengalaman baru dalam karirnya di musik.
Ini yang terjadi pada kurun waktu beberapa tahun silam (Eross lupa kapan waktu persisnya), saat dia dan rekan-rekannya bertatap muka secara langsung dengan Iwan Fals pada event tadi.Yang terjadi berikutnya, meski mereka sama-sama jadi bintang tamu pada program tersebut, Eross dan rekan-rekannya berebutan minta tanda tangan sang legenda. Persis kayak fans berat ketemu idolanya.
Nggak tahunya bukan cuma Eross aja yang memiliki rasa kagum terhadap sosok Iwan Fals. Prestasi cah Jogja ini bersama rekan-rekannya di musik ternyata nggak luput juga dari pengamatan pelantun hit Bento itu. Pasalnya Bang Iwan, nggak cuma ngasih tanda tangan secara sambil lalu aja. Dengan ramahnya, Bang Iwan malah ngajak Eross ngobrol-ngobrol soal musik.
“Waktu ketemuan itu, Bang Iwan malah minta dibuatin lagu. Terang aja aku langsung lemes. Bukannya apa-apa, kok seorang Iwan Fals mau minta aku untuk buatin lagu. Tapi waktu itu aku langsung menyetujui, meski belum punya lagu. Tapi aku pikir beres aja,” jelas Eross.
TELAT JADI IDOLA
Kepastian proyek ini muncul nggak lama setelah Eross dan Sheila On 7 kelar dengan tur mereka. Kali ini giliran pihak Musica yang mengontak Eross secara langsung. Eross yang hampir aja melupakan proyek besarnya dengan Bang Iwan langsung semangat lagi. Nggak peduli dengan kelelahan pasca tur, perjanjian dengan petinggi Musica langsung dilakoninya.
“Begitu pulang dari ketemuan dengan Ibu Acin (bos Musica, RED), malamnya aku langsung mulai bikin lagu. Waktu itu aku semangat banget karena lagu ini buat mas Iwan,” kata Eross bersemangat.
Untungnya, pada waktu itu Eross udah memiliki stok beberapa lagu. Pekerjaannya pun jadi tambah gampang karena pihak Musica menyarankan kepada Eross buat menulis lagu yang bertemakan cinta.
“Selama perjalanan pulang dari ketemuan dengan Ibu Acin, aku selalu kepikiran soal Bang Iwan. Yang aku ingat waktu itu ciri adalah lagu-lagu Iwan Fals dinyanyikan dengan cara kayak bersenandung. Setelah dapet idenya, malam itu juga aku langsung menulis lagu dan liriknya. Langsung paginya juga lagu itu aku mixing,” jelas Eross.
Meski kayaknya proses kreativitas Eross berlangsung secara lancar, tapi bukan berarti nggak ada kesulitan yang timbul. Pencipta sebagian besar hit Sheila On 7 ini mengaku kalo dia sebenernya agak telat mendengarkan lagu-lagu Iwan Fals. Malah Iwan Fals itu sebenernya adalah idola dari kakak-kakak dan paman-pamannya. Dari mereka inilah Eross tau sedikit-sedikit soal lagu-lagunya Bang Iwan.
NGGAK PERLU DI-GUIDE
Begitu lagu untuk bang Iwan kelar dibikin, Eross nggak lantas melepaskan begitu aja proses penggarapannya. Lantaran nggak lagi sibuk-sibuk banget, dia menyempatkan diri dateng ke studio Musica tempat rekaman dilakukan. Pasalnya Eross merasa belum yakin seratus persen kalo lagunya bakal cocok buat bang Iwan.
“Waktu mau dateng ke studio sebenernya aku agak takut pada awalnya. Di lagu ini aku merasa tune nada awalnya cukup sulit. Untung waktu aku sampai di studio, Bang Iwan belum dateng. Langsung aja aku bikin guide vokalnya. Biar nggak ada yang sulit pas proses take-nya,” kata Eross.
Tapi julukan legenda musik buat bang Iwan bukan sekadar omong kosong belaka. Terbukti waktu proses take mulai, Eross malah semakin takjub dengan kepiawaian sang legenda.
“Aku ngelihat setiap kali dia ngucapin lirik saat nyanyi, ngomongnya tuh pake jiwa. Laguku yang iramanya patah-patah, begitu pake gayanya dia langsung berasa full. Selama pengalaman aku guiding vokal, belum pernah nemu yang kayak gini,” kata Eross tanpa menyembunyikan rasa kagumnya.
Eross pun mengaku selama berada di studio dia cuma lebih nemenin Bang Iwan menjalani proses take lagunya aja. Terutama gara-gara Eross sama sekali nggak berani motong proses take kalo ada yang salah.
Nyatanya, lagu yang diberi judul Senandung Lirih hasilnya perfect abis. Meski pada bagian intro berasa banget gaya Sheila On 7-nya, tapi begitu masuk ke seluruh lagu gaya Iwan Fals yang menonjol. Eross pun puas dengan hasilnya.
“Aku lumayan puas. Cuma rasanya masih ada yang kurang. Mungkin karena aku nggak punya waktu buat mempelajari karakter mas Iwan secara lebih dalam. Mestinya harus ada waktu antara aku sama mas Iwan buat berdiskusi, biar lebih saling mengenal. Tapi karena aku lebih banyak berada di Jogja, jadi agak repot. Yang jelas kerja sama dengan mas Iwan enak banget buat aku,” kata Eross sambil menutup obrolan.
Sip dah! Berarti kalo lain kali diajak kerja bareng lagi langsung oke ya?
KOMENTAR IWAN fals
“Dari semua lagu yang saya dapat, lirik yang dibuat Eross yang paling menarik perhatian. Dari barisan liriknya, keliatan banget kalo Eross adalah seorang seniman yang optimis dan lepas. Ia bisa mengungkapkan perasaan hatinya lewat cara yang nggak biasa. Denger deh barisan liriknya! Kontradiktif. Meski isinya tentang cowok yang ditinggal cewek, ia nggak lantas menangis. Ia malah tertawa di akhir lagu untuk menunjukkan keperkasaannya. Pokoknya, lagu buatannya unik deh!”(*)

June 13, 2003
Akademia Jogja, tembang-tembang dengan judul unik bisa dibilang bikin penasaran buat dengerinnya. Nggak salah kalo band asal Yogyakarta, Sheila On 7 (SO7) ini suka banget ngeluarin lirik tembang yang tergolong asyik. Tengok aja tembang macam “Sephia” dan “Pria-pria Kesepian” yang langsung melejit karena liriknya nyleneh.
Kini Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas) dan Anton (drum) udah mempersiapkan album keempatnya yang bakal diluncurkan sebentar lagi. Tentunya SO7 nggak lupa buat menyisipkan tembang-tembang fresh yang punya kans buat ngetop seperti yang sudah-sudah.
Dari beberapa tembang yang udah rampung digarap, SO7 belum menemukan tembang yang paling pas buat dijadiin tembang jagoan. But, menurut Eross ada satu tembang yang semua personil SO7 sama-sama menyukainya, yaitu “Pejantan Tangguh” dan kemungkinan juga akan dipasang sebagai title album. Ups, judulnya kok agak-agak aneh gitu.
Lirik “Pejantan Tangguh” menceritakan tentang seorang cowok yang harus tetap tegar dalam menghadapi problema apapun. Lucunya Eross yang menciptakan tembang ini terinspirasi ama ikan jenis koil jantan yang suka diadu.
Kalo di album ketiga “07 Des” warna musik SO7 lebih mengarah ke country, kini di album barunya nanti mereka akan bereksperimen dengan musik jenis art rock. Tentu aja art rock yang mereka bawakan disesuaikan ama style SO7 selama ini. Rupanya para personil SO7 sedang menggemari Yess dan Silverchair, makanya mereka mau mencoba jenis musik ini.
Source: Swaragama FM
June 12, 2003
Kabar tentang kaos bertuliskan F*** ** Sheila On7 yang dipakai Edi Brokoli menimbulkan banyak pertanyaan. Benarkan VJ MTV ini punya dendam pribadi dengan anak-anak Sheila On7?
Cerita ini berawal di pesta ultahnya Nova Eliza hari Minggu kemarin (1/6). Waktu itu, Edi yang datang sebagai tamu undangan, memakai kaos kuning mencolok dengan tulisan besar yang bikin orang pada melongo, F*** ** Sheila On7! Kenapa sih Di? Marahan sama mereka ? “Enggak! Secara personal gua nggak ada masalah sama mereka (Sheila On7). Gua cuma nggak suka sama lagu-lagunya aja!, “terang Edi.
Kaos seperti gitu menurut Edi banyak sekali dijual di Bandung. “Dan bukan cuma gua aja kok yang pake. Anak-anak di Bandung juga banyak yang pake, “lanjut Edi. Menurutnya, nggak suka sama jenis musik band tertentu adalah hal yang wajar. Mantan personil Harapan Jaya ini bahkan berani bilang kalau banyak juga seleb lain yang nggak suka sama lagu-lagu nya Sheila On7.
Erros Sheila On7 : Nggak Perlu Digede-gedein!
Para personil Sheila On7 sepertinya sanati-santai saja dengan adanya kaos heboh tadi. “Itu hak dia kok untuk nggak suka sama Sheila On7. Buat kita sih, daripada buang energi mikirin yang begituan, mending serius ngerjain album baru, “komentar Eross ketika dihubungi KG lewat ponselnya, (11/6). Mesin pencetak hits ini juga mengaku nggak ada masalah pribadi apapun dengan Edi Brokoli.
“Sepanjang karir Sheila On7, kami udah nyiptain banyak musik. Aku tau kok pasti ada yang suka dan benci. Tapi aku nggak peduli. Buat kami, yang paling penting adalah dengan adanya album-album ini, Sheila On7 udah bisa ngasih makan orang banyak. Dengan meladeni orang yang menghujat, apa kita juga dapet makan dari mereka?, “katanya serius.
Sejak tragedi kaos heboh itu, baik Eross ataupun personil Sheila On7 lain belum pernah ketemuan langsung dengan Edi. “Kalo pun ketemu, ya biasa aja lah. Toh dia juga bilang nggak ada masalah pribadi dengan kita. Akupun misalnya, kalo lagi butuh Edi untuk keperluan album, aku akan panggil dia, “tegas Eross. Gitaris ini juga wanti-wanti bilang agar masalah ini nggak usah diperlebar. Wajar kan orang nggak suka sama band tertentu.
Mungkin saja band yang ngetop dengan ikon Sephia ini nggak peduli. Tapi gimana kalo para SheilaGank yang terkenal loyal itu pada berontak? “Itu hak mereka. Pesan kita cuma satu, kalo mereka masih suka sama Sheila, dukung aja musik kami. Jangan buang-buang energi untuk hal-hal yang nggak berguna, “tandas Eross lagi. (*/KG)
June 7, 2003
Yogyakarta, Kompas - Olahraga, seni, dan kegembiraan pada acara pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XV yang ditampilkan oleh para seniman, budayawan, pelawak, penyanyi, maupun pesinden Yogyakarta, Jumat (6/6) malam di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, terasa benar-benar memberikan hiburan segar kepada masyarakat.
Dibuka dengan tarian massal 140 penari Angguk Putri dari Kabupaten Kulonprogo dan 90 orang penari tari badui dari Kabupaten Sleman, stadion olahraga terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta itu menjadi panggung besar seni.
Ribuan penonton bersatu dalam gelak tawa, ketika seniman dan budayawan Yogyakarta bermain sepak bola dengan iringan gamelan dan suara merdu pesinden Anik Sunyahni.
Suasana pembukaan yang sangat berbeda dengan penyelenggaraan FKY sebelumnya ini juga terasa mengena dengan tema FKY XV, yang mengedepankan peran dari kalangan muda.
Laporan Ketua Umum FKY XV Bambang Paningron dan sambutan peresmian pembukaan FKY XV tahun 2003 oleh Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pun mendapat sambutan yang gegap gempita dari pengunjung.
FKY berlangsung selama sebulan, 6 Juni sampai dengan 7 Juli 2003. Tema yang diangkat adalah Pemuda sebagai Benteng Terakhir Penjaga Keberlangsungan Kehidupan Seni Budaya.
Sheila on 7
“Saya merasa berterima kasih kepada seniman, pelawak, dan tiga personel Sheila on 7 yang bersedia hadir. Yogyakarta itu kan ya milik mereka ini. Kalau mereka mau terlibat pasti akan ramai dan meriah,” kata Bambang Paningron kepada Kompas, di sela-sela acara pembukaan.
Jumlah penonton yang mencapai lebih dari lima ribuan orang di tribun sebelah barat Stadion Mandala Krida boleh jadi karena kehadiran tiga dari lima personel kelompok musik asal Yogyakarta Sheila on 7, yaitu Adam, Eros, dan Sakti.
Di luar itu, model pertandingan sepak bola yang dipimpin musisi Djaduk Ferianto dan komentator lawak Djoned, Gareng Rakasiwi, dan Anang Batas menambah suasana pembukaan FKY XV bertambah meriah.
Seniman Yogyakarta yang hadir dan ikut bermain sepakbola, antara lain Eko Bebek, Sronto, Susilo “Den Baguse Ngarso” Nugroho, Marwoto Kawer, Nano Asmorondono, Yu Beruk, Yuswantoro Adi, Kuss Indarto, dan Jemek Supardi.
…… Baca sambungan
May 20, 2003
Sebagai publik figure yang masih muda dan punya banyak penggemar, anak-anak Sheila on 7 selalu digandrungi abege-abege cantik. Enggak heran kalo pacar-pacar mereka selalu was-was kalo suatu saat pujaan hatinya tergoda oleh penggemarnya. Bagaimana dengan Adelia Lontoh, pacarnya Duta.
Hampir setaun Duta Sheila on 7 menjalin kasih dengan Adel sapaan akrab Adelia. Hubungan mereka semakin hari semakin mesra aja. Bahkan Adel bersedia merelakan waktunya untuk menemani Duta selama berada di Jakarta, seperti saat jumpa pers di hard café beberapa hari lalu. Padahal dulunya, Adel sama sekali cuek dengan kegiatan Duta di Jakarta.
Apa enggak takut cemburu ngelihat Duta dikelilingi banyak cewek cantik ? “Enggak, aku bisa maklum kok dengan profesinya dia,” jawab cewek yang enggak banyak omong ini. Kedatangan Adel di setiap acara Sheila on 7 di Jakarta bukan ingin mengawasi tapi sebagai wujud perhatian dan dukungan terhadap profesi pacarnya. “Pokonya kalo dia tidak berpikiran negatif dengan aku, aku juga enggak berpikiran negatif dengan dia,” timpal Duta.
Meski makin lengket, namun keduanya mengaku belum memperkenalkan dirinya kepada ortunya masing-masing. “Kalo kenal sih udah cuma kita memang belum ada pertemuan keluarga yang resmi. Belum ketemu waktunya, kita masih punya pertimbangan sendiri-sendiri. Apalagi kita tinggal berlainan kota,” ucap cowok yang punya nama asli Akhdiyat Duta Atmodjo.
Meski beda jarak namun hubungan mereka tetap lancar dan enggak pernah mengalami masalah. “Ya paling masalahnya cuma komunikasi aja,” ucap Adel. Apa hubungan kalian sempat ngalamin putus ? “Alhamdulillah, enggak pernah, kalo bisa jangan deh,” tutur cewek kelahiran Jakrta 15 Agustus ‘83 ini.
May 19, 2003
Panasnya udara di Jakarta tak menyurutkan semangat sekitar 3 ribu penggemar Cokelat dan Sheila On 7 (SO7). Mereka nampak memadati Parkir Timur Senayan, untuk menikmati konser Simfoni Merah Putih yang digelar kemarin siang oleh Merah Putih Jaya. Apa pesan dari konser tersebut?
Aqnes Dhevie, Jakarta
KONSER itu sendiri dimulai sejak pukul 14.00 WIB dan memiliki pesan khusus untuk para anak muda di Indonesia. Yaitu, sebagai anak muda harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan. Tak hanya itu, mereka juga harus bisa menunjukkan bahwa anak muda saat ini tak hanya bisa berhura-hura namun juga bisa berprestasi.
“Ayo anak muda Indonesia. Jangan hanya bisa senang-senang. Kalian punya banyak pilihan dan prestasi yang bisa diraih,” ungkap Alya Rohali yang merupakan pembawa acara di konser tersebut. Sebelum konser dimulai, Alya yang berpasangan dengan Ferdy Hasan memberikan sedikit prolog. “Bangsa kita ini memang sedang berada di dalam kondisi yang memprihatinkan. Karena itulah kita harus bisa bersatu untuk membuat bendera kita tetap berkibar di udara,” papar Alya.
Konser yang berlangsung selama 2,5 jam itu diawali dengan penampilan Cokelat. Mereka tampil membawakan delapan buah lagu. Yaitu antaranya Jauh, Benderaku, Karma, Luka Lama, Langit Biru, Temani Aku, Teman Saja, Dia dan Hilang. Musik yang dibawakan oleh Cokelat begitu berdentam.
Sayangnya penampilan Kikan, vokalis Cokelat, tidak terlalu mendukung. Kikan yang mengenakan hem jeans biru tua dipadu dengan rok panjang hitam itu, tak terlalu banyak berjingkrak. Dia tampak begitu kalem meski sedang membawakan tembang-tembang yang bermusik keras.
Yang paling menarik dari penampilan Cokelat adalah kala mereka membawakan lagu unggulan mereka dari labum keduanya, yaitu Benderaku. Mereka berkolaborasi dengan Eros SO7 yang merupakan pencipta lagu itu sendiri. “Kami sudah beberapa kali melakukan kolaborasi dengan Eros,” tutur Kikan usai pertunjukkan.
Hal itu, diamini oleh Eros. Dia menyatakan bahwa kolaborasinya kali ini dengan Cokelat merupakan kolaborasi ke tiga kalinya. “Sudah tiga kali ini jadi sudah mulai terbiasa. Kami hanya latihan saat sound check. Selebihnya saya latihan dengan Sheila On 7,” terang Eros.
Kolaborasi yang dilakukan antara Eros dengan Cokelat itu sendiri terlihat bagus. Banyak penonton yang tak menyangka kalau Eros ternyata juga bisa membawakan lagu-lagu berirama pop rock. Penampilan Cokelat ditutup dengan tembang Luka Lama. Usai tampil, di belakang panggung ada kejadian yang sama sekali tak disangka. Salah satu gitaris Cokelat Erwin, tiba-tiba pingsan. Erwin yang saat tampil memilih bertelanjang dada itu pingsan lantaran asmanya kambuh.
Begitu dia ambruk, beberapa kru panggung langsung menggotongnya ke dalam tenda penyanyi. Mereka langsung memberikan memasangkan selang oksigen ke Erwin. “Dia mungkin agak kecapekan. Selain itu, waktu kami tampil matahari sedang bersinar terik-teriknya. Juga udara yang sangat panas mungkin membuat Erwin nggak tahan,” ujar Kikan.
Udara yang panas dan padatnya penonton ternyata tak hanya berimbas kepada pingsannya Erwin. Banyak juga penonton yang harus digotong ke depan panggung lantaran tak tahan dengan cuaca yang panas. Padahal, air terus menerus di semprotkan ke arah penonton untuk mengurangi panasnya udara. Ada sekitar 50 orang penonton yang pingsan di konser tersebut.
Walau ada kejadian yang tidak diinginkan, ternyata, konser tersebut tetap berjalan. Setelah penampilan Cokelat, ganti SO7 yang unjuk kebolehan. Grup band asal Jogjakarta ini membawakan 7 lagu dari album pertama hingga album ketiga mereka. Di antaranya Sahabat, Seberapa Pantas, Sephia, Dan dan Takkan. Mereka juga membawakan satu lagu nasional, yaitu Padamu Negeri. Lagu tersebut juga menjadi lagu pembuka dari penampilan SO7.
Penampilan SO7 sendiri, tak kalah menariknya jika dibandingkan dengan penampilan Cokelat. Mereka membawakan tembang-tembang hitsnya dengan apik. Hanya saja, kualitas vokal Duta masih terasa kurang baik. Sebab, masih kurang bisa mengimbangi permainan alat musik rekan-rekannya yang lain. Mereka berada di atas panggung sekitar satu jam.
Penampilan SO7 sendiri ditutup dengan lagu Gebyar-Gebyar ciptaan almarhum Gombloh. Kala menyanyikan lagu tersebut, SO7 ditemani oleh remaja berusia 12 hingga 18 tahun yang memakai busana daerah dari seluruh Indonesia. mereka juga ikut menyanyi berbarengan dengan SO7.
Mengenai konser itu sendiri, SO7 merasa sangat senang. “Jarang ada yang ngajak untuk bikin konser membela bendera dan negeri sendiri, Karena itu kami sangat berharap ada lagi yang mau mengajak kami untuk melakukan konser seperti ini,” papar Eros. *
PERTUNJUKAN musik yang bertajuk “Simfoni Merah Putih” sukses digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (18/5). Pada konser itu, dua grup musik kondang Tanah Air, yaitu Sheila on 7 dan Cokelat menyajikan tontonan yang menarik. Mereka berkolaborasi dalam satu panggung. Sekadar informasi, penyelenggara konser tersebut adalah pejabat pemerintah yang terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Kabinet Gotong Royong, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta. Satu di antaranya adalah orang “penting” di sebuah partai politik terbesar di Indonesia. Dari situ terbetik kabar pertunjukan tersebut punya tujuan politis tertentu.
Vokalis So7, Duta yang ditemui usai konser berkomentar mengenai berita tersebut. Duta yang mewakili teman-teman grupnya mengatakan bahawa mereka tak merasa konser tersebut punya tujuan tertentu. Tujuannya adalah menggalang persatuan dan kesatuan melalui musik. “Aku pikir tak ada embel-embel politisnya,” kata Duta yang mengaku cukup bangga sudah membawa nama Indonesia ke manca negara.
May 18, 2003
JAKARTA pukul 22.30. Di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, tempat berada tak kurang dari 70-an kafe dan rumah hiburan, kehidupan malam baru dimulai. Mobil berdatangan, jalanan mulai macet.
KETIKA peristiwa itu terjadi di salah satu malam tahun 1999, halaman parkir Kafe Salsa sudah sejak petang dipenuhi kendaraan pengunjung. Ketika itu kafe ini belum setahun beroperasi, berlokasi di salah satu sudut jalan utama kawasan situ.
Tiba-tiba saja puluhan atau mungkin lebih dari seratus orang berdatangan. Mereka menumpang Metromini dan berbagai kendaraan angkutan umum. Banyak dari mereka menghunus kelewang, pedang panjang, dan golok.
Kemudian, tanpa permisi, tanpa bertanya, apalagi dialog, rombongan itu menyerbu masuk Kafe Salsa lantas menghancurkan segala apa yang tampak. “Mula-mula mereka menenggak minuman keras langsung dari mulut botolnya, baru kemudian mulai merusak,” tutur Teges Prita Soraya (32), pengelola sekaligus pemilik Kafe Salsa.
Waktu itu memang sedang musim rumah-rumah hiburan malam diserbu pengunjuk rasa. Pada kasus rumah hiburan malam, unjuk rasa itu langsung diwarnai kekerasan. Tak ada aparat kepolisian mencegah. Salah satu zaman out of law dari banyak zaman seperti itu dalam sejarah negeri ini. Bertumbanganlah para korbannya. Termasuk Kafe Salsa malam itu. Anak buah Teges sempat memindahkan mobil-mobil pengunjung sehingga kerugian hanya menimpa pihak Teges seorang.
“Tapi meja, kursi, perlengkapan layanan pengunjung hancur lebur tak tersisa. Seluruh usaha saya luluh lantak. Saya bahkan tidak bisa menangis ketika mereka membuat rusuh. Baru paginya, setelah segalanya dibereskan para karyawan, baru kemudian saya terduduk menangis,” kata Teges, mengisahkan periode paling gelap dalam perjalanan bisnisnya.
Perlu waktu tiga bulan untuk memulai kembali bisnisnya. Kemampuannya untuk bangkit dari kerugian material, tidak kapok dan mengumpulkan kembali semangat, memulai kembali operasi usaha, menarik kembali kepercayaan pelanggannya termasuk para korban peristiwa perusakan malam itu, membuktikan betapa Teges tidak menjalani usahanya sebagai kegiatan angin lalu. Kafe Salsa kemudian bisa menarik konsumen keluarga.
“Bagaimana sebuah keluarga bisa mengadakan acara ulang tahun mama di kafe, pada malam hari, tanpa timbul perasaan jengah, tanpa khawatir nanti kepergok teman, tanpa khawatir dituduh keluyuran malam oleh teman-temannya. Itu adalah salah satu semangat saya dalam menumbuhkan bisnis ini. Saya dan suami benar-benar ingin menyelenggarakan sebuah usaha yang bermasa depan dan berkelanjutan, bukan usaha musiman sekadar pelarian dari krisis,” katanya, dengan mimik serius.
SUTANTO Hartono tak kalah inovatif. Direktur PT Sony Music Entertainment Indonesia itu menjalankan bisnis perusahaan rekamannya (recording) yang berbendera perusahaan internasional itu dengan cara-cara yang tergolong baru untuk sejarah industri musik di Indonesia.
Pendekatan yang dilakukannya sesungguhnya bukan hal baru di tengah zaman ketika pencapaian prestasi dalam bisnis dilakukan tidak lagi dengan konvensi-konvensi lama. Namun, bagaimana Sutanto menerjemahkannya dan menemukan momentum keberhasilannya dalam bisnis perusahaan rekaman adalah segi penting yang dapat disebut sebagai salah satu bentuk kecerdasan, atau lebih tepat usaha menemukan jalan keluar di tengah jepitan krisis.
Krisis ekonomi, kata Sutanto, memukul bisnisnya terutama karena merosotnya daya beli konsumen. “Pada masa cari kerja susah ini, tak ada lagi orang yang mau membeli kaset Rp 15.000 sebuah, apalagi membeli CD (compact disc) yang tahun 1998 bisa mencapai Rp 60.000,” kata Sutanto memulai ceritanya.
Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di Asia (dan di dunia) dalam angka penjualan kaset rekaman (ketika itu) lagu. Tahun 1996, angka penjualan copy rekaman lagu (kaset dan CD) bisa mencapai 90 juta unit. Sedikit di bawah pasar Jepang dan Korea. Artinya, daya beli konsumen Indonesia terhadap lagu ketika itu hanya sedikit di bawah kedua negara yang zaman itu sudah disebut sebagai macan-macan Asia.
Namun, krisis telah memerosotkan daya beli membuat angka penjualan kaset merosot drastis, berangsur-angsur 70 juta keping, hingga 50 juta keping hingga akhir tahun 1998. Di tengah situasi yang berat inilah PT Sony Music Entertainment Indonesia (PT SMEI) memulai mengayuh dayung operasinya, tahun 1997.
Tahun 1999 sempat naik sedikit 55 juta keping, namun dekade 2000 kembali merosot hingga tahun 2002 ini hanya tinggal 35 juta keping. Tidak ada tanda-tanda angka ini bisa beranjak naik kembali. Tak terhitung perusahaan rekaman bertumbangan, gulung tikar, angkat koper, tutup warung. Nama-nama perusahaan rekaman yang dulu senantiasa muncul dengan gagahnya dalam video klip artis yang tertayang pada acara Aneka Ria Safari atau Album Minggu Kita di stasiun televisi TVRI, satu per satu berguguran hingga sekarang tinggal 30-an perusahaan.
Kongsi perusahaan rekaman itu dengan perusahaan rekaman besar berdistribusi internasional (istilahnya “major label”) ikut berguguran. Nanti memasuki dasawarsa 2000-an perusahaan label besar internasional itu kembali memasuki pasaran Indonesia, namun di awal krisis itu boleh disebut Sutanto berdiri sendirian di tengah pasar yang tengah hancur lebur.
“Benar-benar masa yang sulit dan berat. Saya memutuskan terus maju dengan pemahaman yang sebenarnya ‘common sense’ saja. Kalau orang-orang pada memilih menutup warung untuk sementara, selagi menunggu perubahan angin, justru saya berusaha maju dan berharap mendapat sesuatu dari pasar yang sepi. Harapan saya, nanti pada saat pasar terbuka kembali saya sudah siap dengan produk-produk saya. Tapi ini bukan pemahaman yang hanya saya miliki, ini pemahaman yang telah menjadi pengetahuan umum. Cuma masalahnya siapa yang berani melangkah seperti itu,” tutur Sutanto.
Di zaman krisis, namun ada produksi album yang meledak dengan nama bintang musik atau grup musik yang baru, maka Sony-lah yang melakukannya. Jika kita ingat potongan syair lagu slamat tidur kekasih gelapku/ smoga cepat kau lupakan aku pada lagu berjudul Sephia karya kelompok musik asal Yogyakarta, Sheila on 7, dialah contoh suksesnya.
Di tangan SMEI, Sheila on 7 menelurkan tiga album lagu, yang masing-masing terjual lebih dari satu juta kopi. Salah satunya 1,7 juta keping. Begitu juga grup musik Padi yang dari dua album lagunya diproduksi masing-masing lebih dari satu juta keping. Juga sukses yang diraih oleh Tasya dengan album lagu Libur Telah Tiba. Ini jelas ukuran prestasi tertinggi dalam angka penjualan kaset (dan CD) di zaman normal, apalagi di zaman krisis.
TAPI sesungguhnya tidak ada “sim sala bim” atau mantra dukun dalam kedua kasus Teges dan Sutanto. Sangat boleh jadi keduanya mewakili cakrawala baru jajaran manusia Indonesia yang berhasil “lahir di tengah kerasnya batu” ekonomi Indonesia.
Tentu patut dicatat bahwa keduanya masih merupakan bagian dari fenomena keberlanjutan generasi bisnis di negeri ini. Teges mendapatkan modal usahanya dari kongsinya dengan seorang anak tentara, bekas Panglima Kodam V Brawijaya di zaman tahun 1970-an, adapun SMEI meskipun perusahaan berbendera internasional yang baru sama sekali, para pengusahanya adalah kelanjutan dari perusahaan rekaman mantan partner lokal Sony di Indonesia, Indo Semar Sakti. Kendati demikian tetap saja sukses harus diukir dari keringat mereka sendiri.
Teges mendapati keterampilan mengelola usaha kafe dari pernikahannya dengan lelaki Italia, Matteo Guerinoni. Mateo sendiri sudah lebih dulu sukses membangun bisnis restoran es krim di Kafe Pisa, seberang Gereja St Theresia, Menteng sejak awal tahun 1990-an.
“Suami saya seorang karyawan perusahaan pabrik es krim dan peralatan pembuatan es krim di Italia. Ia memiliki keterampilan yang cukup dari negerinya sehingga berkali-kali ditugasi membuka cabang- cabang penjualan es krim di berbagai negara, termasuk Vietnam, juga Singapura dan Indonesia. Awal tahun 1990-an dia memutuskan keluar dari perusahaannya, berkeinginan mendirikan perusahaannya sendiri dengan keahliannya itu. Ia punya banyak mimpi tentang restoran es krim,” tutur Teges, perempuan yang lahir dan besar di Jakarta, sementara keluarganya berasal dari pedesaan di kaki Candi Borobudur, Jawa Tengah.
Namun bukan berarti Kafe Salsa lahir semata-mata karena Matteo, tegas Teges. Sebagaimana kebanyakan pengusaha muda idealis ia tegas menerapkan garis bisnisnya. Meski namanya “kafe” dan (joged) “salsa”, sesungguhnya ini bisnis restoran biasa, katanya menguraikan. Sebanyak 70 persen omzet penjualan diperoleh dari “dagang makanan”. Yang membedakan dengan umumnya restoran adalah building concept dalam pencitraan lembaga, sehingga restoran ini kemudian menemukan pasarnya secara khusus, tambahnya.
Konsep kafe yang dibangunnya adalah bagaimana membuat pengunjung bisa menikmati kegembiraan bersama. Bukan cuma salah satu saja yang bernyanyi (seperti dalam karaoke), namun semua bersama-sama. Itu sebabnya ia membuka kelas belajar dansa salsa yang penggemarnya kebanyakan ibu-ibu usia 50-an.
“Kalau para ibu dan mama sudah berani datang berdansa, tak perlu diragukan anak-anak remajanya pasti diajak, bapak dan para suami pun akan ikut serta, restoran saya jadi laris, begitu saja,” tutur Teges.
Mekanisme sukses yang ditempuh Sutanto pun tak kalah sederhananya. “Tidak ada rumusnya. Kami membaca pasar dengan alat-alat pemasaran sederhana, seperti mana yang telah jenuh, mana yang sedang trend, berapa luas pasarnya. Kami lalu membongkar kebiasaan-kebiasaan lama, misalnya dengan tidak ragu memasuki pasar musik dangdut, dengan nama Ikke Nurjanah, termasuk musik religi sebagaimana sukses yang kemudian diraih oleh Haddad Alwi. Memang sangat spekulatif dan unpredictable, tapi pertimbangan yang cukup sebuah album yang meledak bisa menutup investasi dari kegagalan-kegagalan yang lain,” kisah Sutanto.
Pada album ketiga Sheila on 7, misalnya, Sutanto mengaku membuat terobosan pemasaran.
“Kami bisa mencapai penjualan 900.000 kopi, justru pada saat orang belum mendengar lagunya. Lazimnya orang membeli lagu setelah menontonnya di televisi atau mendengar di radio. Kali ini kami tidak, dengan mengandalkan kekuatan Sheila on 7. Tentu ini bukan perhitungan ngawur. Kami membujuk pasar dengan promosi pemasaran, sesuatu yang sebenarnya wajar dan lumrah dalam bisnis. Tapi sejauh yang kami amati, kami berusaha membongkar tradisi,” kisahnya.
Apa yang dilakukan Teges dan Sutanto, niscaya memberi pencerahan betapa setiap zaman, telah melahirkan generasinya. Generasi yang menjawab pertanyaan zamannya.(ODY)
Source: Kompas
May 14, 2003
Biarpun sudah menjadi salah satu “sawah subur” bagi perusahaan rekaman Sony Music Entertainment Indonesia, Sheila on 7 tidaklah dianakemaskan. Grup asal Yogyakarta ini tetap harus mengantri sampai giliran rilis album baru mereka tiba. Bahkan, mereka pun bisa terkena pengunduran jadwal rilis album.
Cerita Duta, vokalis Sheila on 7, sebetulnya album keempat mereka dijadwalkan bakal keluar pada September 2003. Tapi, “Waktunya diundur ke akhir tahun ini,” lanjutnya ketika ditemui oleh KCM di Hard Rock Cafe Jakarta, Selasa (13/5).
“Artis Sony Music kan bukan cuma Sheila, dan Sony menggilir waktu rilis dan promosi album-album artisnya. Karena ada album-album artis lain yang harus dikeluarkan duluan, jadwal rilis album Sheila diundur,” terangnya mewakili empat personel lain Sheila on 7, Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas) dan Anton (drum). Sony Music juga mengontrak, antara lain, grup-grup Padi, Cokelat, GIGI, Boomerang dan KLa Project.
Berhubung waktu keluar album keempat Sheila on 7 diundur, di minggu kedua Mei ini mereka belum harus berkonsentrasi menggarap album itu di studio rekaman. Mereka masih bisa “berkeliaran”. Contohnya, pada Minggu (18/5), mereka akan tampil dalam Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku, di Parkir Timur Senayan, Jakarta.
Mereka bakal menjalani rekaman pada akhir Mei ini hingga Juli nanti. Aku Duta, ia dan rekan-rekannya kini sudah punya delapan lagu siap rekam. “Seperti album yang lalu (07 Des), semua personel ikut mencipta lagu,” katanya.
Sheila on 7, yang dibentuk pada 6 Mei 1996, telah punya tiga album –Sheila on 7 (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000) dan 07 Des (2002). Mereka mencetak angka penjualan di atas sejuta copy dari setiap album. (Ati)
Source: Kompas
May 13, 2003
Akan ada acara yang dikonsep oleh penyelenggaranya, Merah Putih Jaya, sebagai event besar yang mengandung misi. Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku, namanya. Lewat acara yang bakal digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada Minggu (18/5) mulai pukul 14.00 WIB itu, penyelenggaranya bermaksud mengingatkan kita untuk menguatkan lagi rasa cinta kepada Indonesia, yang disimbolkan dengan menjaga eksistensi bendera merah putih.
Karena Ketua Umum Penyelenggara Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku adalah H Audy Tambunan yang orang PDIP dan anggota DPRD DKI Jakarta, munculah dugaan bahwa perhelatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan-kegiatan pemanasan PDIP menuju Pemilu 2004.
Dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta, pada Selasa (13/5) siang, Audy menegaskan bahwa acara itu tidak ada hubungannya dengan partai politik tempatnya bernaung. “Saya tidak melibatkan partai, meskipun ada dukungan materi dan moril dari teman-teman di DPR RI, DPRD DKI Jakarta dan Kabinet Gotong Royong,” ucapnya.
Audy sendiri mengaku mendapatkan gagasan untuk membuat acara itu karena terinspirasi oleh spanduk bertuliskan “Jangan Robek Benderaku” yang dilihatnya di depan Gedung Lemhanas, Jakarta, dua tiga bulan lalu.
Dalam Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku yang akan dipandu oleh Alya Rohali dan Ferdy Hassan, bakal tampil Sheila on 7 dan Cokelat, dua kelompok musik yang punya banyak penggemar dari kalangan muda kita. Cokelat, yang diwakili oleh manajemen mereka, dan Sheila on 7, yang mengutus Duta (vokal) dan Eross (gitar), dalam jumpa pers mengatakan bahwa mereka akan menyajikan sejumlah lagu, bisa sampai belasan, dari album-album mereka.
Menurut mereka, dalam event tersebut, mereka tidak harus membawakan lagu-lagu kebangsaan dan perjuangan untuk membangkitkan rasa cinta Tanah Air. “Kami ingin menghibur dengan lagu-lagu dari album-album kami,” kata Duta. “Lagi pula, dengan bersama-sama menikmati hiburan tanpa bikin keributan, itu juga merupakan contoh rasa cinta kita kepada Indonesia. Enggak perlu kita jauh-jauh ikut demo antiperang (AS-Irak). Kita lakukan saja apa yang nyata-nyata bisa kita lakukan,” lanjutnya tentang pertunjukan gratis tersebut.
Eross menjelaskan bahwa bukan baru sekali Sheila on 7 ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang bermisi sejenis. Pada 2002, Eross mencipta lagu Bendera yang dibawakan oleh Cokelat untuk album soundtrack film Bendera yang disutradarai oleh Nan T Achnas. “Ya, yang kali ini juga merupakan perpanjangan dari keterlibatan Sheila on 7 dalam kegiatan-kegiatan yang punya misi menumbuhkan semangat kaum muda,” kata Eross.
Dalam jumpa pers, baik manajemen Cokelat maupun Eross dan Duta belum bisa memastikan apakah mereka bakal tampil bersama untuk menyuguhkan satu atau beberapa lagu, atau tidak. “Biar jadi surprise saja,” ujar Duta.
Selain pertunjukan Sheila on 7 dan Cokelat, dalam Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku akan dibuka pula sejumlah stand SMU, universitas, sekolah tinggi bahasa, lembaga kursus bahasa dan organisasi pecinta alam. (Ati)
Source: Kompas
April 21, 2003
PENAMPILAN Eross Sheila on 7 akhir-akhir ini nganeh-anehi. Di jari manisnya melingkar cincin emas. Ternyata cincin itu milik Astrid Tiar Yosephanie pacarnya yang katanya sudah putus.
Meski katanya sudah putus, namun Eross pada waktu terima penghargaan SCTV Music Award beberapa hari lalu, cincin emas itu masih melingkar di jari manis Eross. Personel Sheila on 7 ini hanya cengar-cengir saat ditanya soal hubungannya dengan Astrid.
Astrid sendiri mengakui kalau itu cincin pemberiannya. “Itu cincin gue sama dia,” kata presenter Tala ini saat KG menanyakan komentar cincin Eross tersebut. Cuma Astrid lupa sejak kapan cincin itu nempel di jari Eross. “Kapan ya, lupa enggak diinget-inget sih waktu itu,” ucapnya.
Kabarnya hubungan Astrid dengan Eross dijalani dengan sembunyi-sembunyi lantaran orangtua Astrid tidak menyetujui hubungan mereka. Sampai sekarang hubungan merekapun masih tidak jelas. Tapi dengan ditemukannya cincin di jari Erros, menandakan kalau gitaris kelahiran Yogyakarta, 3 Juli 1979 masih sayang dengan Astrid. “Sayang, ya boleh-boleh aja masa enggak boleh, gue juga masih sayang sama dia,” akunya.
Lalu bagaimana sebenarnya hubungan mereka. “Hubungan kita biasa-biasa aja, gue enggak ada masalah sama dia, enggak musuhan pokoknya gue pis aja deh,” jawab Astrid yang menyukai Eross karena kepribadiannya yang baik.
Astrid sendiri enggak mau ambil pusing mengenai hubungannya dengan Eross. Semua itu Astrid serahkan sama Tuhan. “Kalo memang saat ini kita pisah ya udah pisah kalo mau terus ya jalanin aja, toh kita juga enggak kepikiran untuk menikah. Karena umur saya masih belasan taun masih panjang,” ungkap Astrid. Namun untuk saat ini Astrid cuma berharap hubungannya dengan Eross berjalan baik-baik saja.
Kesibukan masing-masing, membuat Astrid tidak pernah ketemu lagi dengan Eross. Apalagi buat jalan bareng atau nonton film bareng. Komunikasi saja hanya dilakukan lewat SMS. “Gue sibuk kejar tayang dengan sinetronku, sedang dia sibuk nyiapin album ke empat. Jadi enggak ada waktu untuk ketemuan,” tutur bintang sinetron Yang Muda Yang Bercinta ini.
Source: Koran Merapi
April 14, 2003
MALAM anugerah SCTV Music Awards yang baru diadakan pertama kali, Sabtu malam lalu, tampaknya menjadi milik grup band dari Jogjakarta, Sheila on 7 (So7). Dari empat kategori yang digelar, So7 mengusai tiga kategori yakni penyanyi/grup band paling ngetop di atas Dewa dan Element, lagu terpilih untuk Seberapa Pantas ciptaan Eross, dan video klip paling ngetop, juga Seberapa Pantas yang disutradarai Dimas Djayadiningrat. Sementara itu, satu kategori yang tersisa, pendatang baru paling ngetop, diraih oleh Alam ‘Mbah Dukun’.
Bagi So7, kemenangan tersebut merupakan prestasi kesekian kali yang sangat mereka syukuri. “Kami senang dan bersyukur karena kerja keras kami selama ini dihargai,” ujar Duta, sang vokalis, mengungkapkan perasaannya mewakili anggota So7 yang lain. Kemenangan itu sendiri, menurut mereka, bukanlah target utama. “Kami ke sini karena diundang untuk tampil. Eh, dapat piala… Boleh juga lah. Padahal nggak harus dapat, apalagi nominatornya bagus-bagus,” ujar Duta.
Seperti kata Duta, nominator untuk kategori penyanyi/grup band terpilih memang saingan yang bisa dibilang berat bagi So7. Betapa tidak, ada dua puluh nominator untuk kategori tersebut. Dan, semuanya memiliki frekuensi tinggi tampil di layar kaca. Ada Tofu, T-Five, Cokelat, /rif, Audy, Dewa, Ian, Melly & Erick, Reza, Jikustik, Andien, AB Three, Element, Alam, Iwan Fals, Slank, Rika, Kristina, Jamrud dan So7 sendiri. Adalah pemirsa SCTV yang menentukan siapa yang layak mendapat gelar paling ngetop di ajang SCTV Award 2003 ini. Dari 221.216 pemilih lewat SMS (Short Massage Service) dan 7.128 pemilih lewat premium call, terpilihlah para favorit yang kemudian mendapatkan piala berbentuk mikrofon bertuliskan SCTV Music Awards 2003.
Untuk pergelaran perdana ini, SCTV boleh dibilang berhasil jika yang menjadi ukuran adalah banyaknya bintang yang datang. Acara yang dipandu Yosi dan Sofie ini cukup meriah dengan kehadiran para artis di antara 1500-an penonton acara tersebut. Ada Tofu, Audy, Pongky Jikustik, AB Three, Didi ‘Element’, Kristina, Chris Pattikawa, Indra Lesmana, Aksan, Luigi, Rizal Mantovani dan Nina ‘Warna’. Itu belum termasuk penampil seperti So7, Andien, Inul, Iwan Fals, dan pembaca peraih penghargaan seperti Ananda Lontoh, Adelia Lontoh, Rachel Maryam, Alford, Roy ‘Boomerang’ dan Syaharani.
Tapi, jika dipandang dari segi kualitas, apakah SCTV Music Awards 2003 ini telah berhasil menghimpun yang terbaik? “Award seperti ini bisa kurang bergengsi karena yang dipilih adalah yang paling ngetop, sedangkan ngetop bisa didapat dari hal-hal yang sifatnya subyektif seperti gosip dan lain-lain,” terang mantan drumer Dewa ini. Selanjutnya, Aksan sangat menyarankan agar acara penghargaan seperti SCTV Award ini benar-benar dibuat mengatasnamakan penghargaan itu sendiri. “Upayakan agar mereka yang menang benar-benar merasa berharga,” ujarnya. Ia lantas menyebut penghargaan AMI (Anugerah Musik Indonesia) sebagai satu ajang penghargaan yang menentukan pemenang atas penilaian yang kritis. “Jadi, nggak berdasarkan suka atau nggak suka. Bagaimana pun, suka dan bagus itu masalah yang berbeda dan masyarakat kita masih harus dididik untuk memilih yang bagus. Dengan demikian, apresiasi masyarakat terhadap musik jadi semakin tinggi,” imbuhnya.
Namun, bagi Bens Leo, pengamat musik yang juga penasihat panitia, cara penentuan peraih penghargaan itulah yang menjadi keunikan acara ini, dibanding ajang penghargaan yang lain. “Ajang ini menggunakan sistem polling. Orang terbiasa melihat video klipnya, namun para nominee juga diuji penampilannya melalui pergelaran live yang kemudian disiarkan di SCTV lewat Road to SCTV Awards,” ujarnya. Road To SCTV Awards digelar Desember 2002-Februari 2003 lalu. Sebelumnya, nominee ditentukan berdasarkan popularitas dan angka penjualan kaset dengan masa edar November 2001-2002. Dengan meminta masukan dari para produser rekaman dan hasil rundingan dari panitia, terpilihlah para nominator. (jpnn)
MALAM anugerah bagi insan musik Indonesia SCTV Music Award digelar di Asembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat dan disiarkan langsung di layar Ngetop, Sabtu (12/4) malam. Acara tersebut dibuka oleh penampilan si “Ratu Ngebor” Inul Daratista dan grup “Wong Pitoe”. Sebagian besar dari 20 penyanyi dan band yang diunggulkan pada ajang ini hadir. Bahkan, sejumlah artis yang tak diunggulkan ikut memeriahkan malam penghargaan ini.
Ajang penghargaan yang baru pertama kali dilaksanakan stasiun telivisi swasta, Surya Citra Telivisi (SCTV) ini mungkin bisa dijadikan tolak ukur bagi musisi di Tanah Air. Sebab, penghargaan diberikan berdasarkan poolling melalui SMS dan premium call dari para permirsanya. Bukan berdasarkan kualitas. Polling itu telah dilaksanakan SCTV sejak Disember 2002 hingga Februari 2003.
Dalam acara ini grup-grup ternama di Tanah Air, seperti, Sheila on 7, Dewa dan Element berjaya. Mereka terpilih sebagai kategori “Grup Band Terpilih”. “Pokoknya kami semua senang dan bersyukur,” kata vokalis So7, Duta. Dia berharap penghargaan itu dapat memotivasi mereka untul lebih baik di masa yang akan datang……….
Kelompok musik So7 kebajiran penghargaan pada malam itu. Selain terpilih menjadi grup band terpilih, mereka juga mendapatkan penghargaan untuk video klip terpilih untuk lagu “Sebereapa Pantas”. Video klip tersebut disutradari Dimas Djayanigrat. Namun, Dimas juga berhalangan hadir dalam acara itu…….
Baca artikel lengkap di SINI
April 11, 2003
Jakarta, Sinar Harapan
Sheila on 7 (So7) tampil teratas dengan meraih total dua penghargaan SCTV Music Awards 2003 yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (12/4) malam. Dua penghargaan yang berhasil direbut So7 adalah kategori penyanyi/grup band terpilih dan lagu terpilih untuk single andalan mereka di album terakhir, ”Seberapa Pantas” yang diciptakan gitaris mereka, Eross.
Selain merebut dua kategori di atas, video klip ”Seberapa Pantas” juga mengungguli 19 saingan lainnya, membuat sutradara Dimas Djayadiningrat mendapat penghargaan untuk kategori video klip terpilih.
”Kami senang dan bersyukur sekali bahwa kerja keras kami selama ini dihargai. Bagi kami, award ini hanya sebagai bonus saja dan bukan target utama kami karena target ke depan kami masih banyak. Yang jelas, award ini akan menjadi cambuk bagi kami untuk terus berkarya ke depan,” sahut Duta vokalis utama So7 usai menerima penghargaan di belakang panggung.
Selain So7, Dewa dan Element keluar sebagai penyanyi/ grup band terpilih urutan kedua dan ketiga. Atas kemenangannya ini, manajer Dewa, Suwardi, yang mewakili para personel Dewa yang sedang dalam perjalanan tur ke Sulawesi menyampaikan pesan yang sempat dititipkan Dhani padanya. ”Dhani berpesan, mudah-mudahan penghargaan ini akan lebih berarti buat kerja mereka dan mudah-mudahan dapat selalu memberikan yang terbaik buat musik Indonesia,” papar Suwardi.
Didi, penggebuk dram Element, yang juga mewakili teman-temannya yang sedang tur di Yogyakarta mengaku bahwa penghargaan pertama yang pernah diraih Element ini memiliki nilai tersendiri bagi mereka. ”Sebenarnya kami nggak menyangka bisa masuk nominasi dan akhirnya bisa dapat penghargaan ini karena pandangan orang selama ini kurang mendukung kami, tapi sekarang semuanya berubah,” papar Didi mengenai band yang awal didirikan tahun 1999 lalu, sempat dicap hanya menjual tampang dibanding kualitas musikalitas mereka.
Dengan penghargaan ini, Didi berharap bisa semakin memicu prestasi sesuai dengan cita-cita awal mereka ingin terus maju dan berkembang di dunia musik. ”Kami ingin juga bisa merasakan mendapatkan penghargaan. Seperti yang pernah dikatakan bekas vokalis kami, almarhum Ronny Setiawan yang selalu menyemangati anak-anak, ia selalu berpesan agar menjaga Element supaya bisa besar dan maju. Sekarang impian dia terwujud dan kerja keras kami bisa dihargai,” tandas Didi yang album kedua mereka Paradoks, baru saja menerima penghargaan triple platinum.
Untuk kategori pendatang baru terpilih, jatuh ke tangan penyanyi dangdut Alam yang melejit setahun yang lalu lewat lagu andalannya ”Mbah Dukun”. ”Penghargaan ini bukan semata-mata Alam sempurna dalam bidang ini, tapi ini skenario cobaan dari Allah. Dia adalah anak yang sekonyong-konyong masuk ke dunia musik dan menjadi selebriti,” kata ibunda Alam, Erni Enok, mewakili putranya yang sedang mengisi hari jadi kota Tegal itu.
Semua pemenang untuk empat kategori di atas, ditentukan berdasarkan polling pemirsa SCTV melalui SMS dan premium call, yang total mencapai 228.344 pengirim. Sayang, pihak SCTV tidak menyediakan data mengenai jumlah total yang diraih masing-masing pemenang tiap kategori.
Kontroversi
Penghargaan SCTV Music Awards 2003 sempat menimbulkan kontroversi ketika kategori penyanyi/grup band terpilih memberikan tiga penghargaan, sementara kategori lainnya masing-masing hanya satu penghargaan. Apalagi, dalam penghargaan ini tidak dilakukan pemilahan jenis musik, sehingga pemilih bisa saja rancu memilih penyanyi/band idolanya.
Indra Lesmana yang hadir malam itu mengatakan, ajang semacam ini memang lebih menitikberatkan pada pilihan pemirsa ketimbang musikalitasnya. ”Penilaian masyarakat yang mungkin lebih memandang pada segi entertainernya dan bukan pada keseniannya,” tandas Indra yang tahun lalu terpilih sebagai salah satu anggota tim kategorisasi AMI Sharp Awards 2002.
Penasihat SCTV Music Awards 2003 Bens Leo mengatakan, sejak awal dibentuknya SCTV Music Awards ini, panitia memang menyediakan tiga penghargaan khusus untuk kategori penyanyi/grup band terpilih. Ini dengan pertimbangan bahwa SCTV tidak memberikan penghargaan terlalu banyak sementara penyanyi/ band yang masuk nominasi cukup banyak. ”Kalau cuma satu penyanyi atau band saja yang mendapat penghargaan, sayang sekali,” papar Bens sembari memberi contoh sistem penghargaan yang sama juga diberlakukan dalam pemberian penghargaan Grammy Awards untuk kategori singer/ band of the year.
Adanya kesan tidak adil dalam pemilihan per kategori akibat tidak adanya klasifikasi jenis musik, Bens berkilah bahwa musik tidak bisa dikotak-kotakkan. Jika So7 terbukti mendapat point tertinggi malam itu, ini adalah hasil polling masyarakat. Tapi, hasil malam ini tidak bisa otomatis disebut sebagai indikator kepopuleran So7. ”Sulit dikatakan demikian karena bisa dibilang dia tidak ada pesaing tangguh, kecuali Dewa,” papar wartawan sekaligus pengamat musik ini.
Untuk penghargaan tahun berikutnya, Bens berjanji akan melakukan beberapa perbaikan, di antaranya memberikan dua buah penghargaan untuk masing-masing kategori. (din)
April 10, 2003
SETELAH Sheila on 7 dikenal luas, Akhdiat Duta Modjo (22), vokalis band asal Yogyakarta itu, kehilangan sebagian acara pribadi yang dulu biasa dia kerjakan. “Saya tidak bebas lagi mengantar ibu saya belanja ke pasar.”
Bukan hanya itu, Duta juga tidak mempunyai banyak waktu untuk bermain sepak bola yang dulu sering dia lakukan di lapangan sekitar Kampus Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta. Bahkan, Duta bakal tak dapat menikmati pertandingan Piala Dunia. Pasalnya, bersamaan dengan putaran Piala Dunia, Sheila on 7 telah dijadwalkan tur ke 30 kota yang berlangsung mulai 1 Juni hingga awal Agustus.
“Kami di Sheila on 7 punya hobi lain-lain. Saya dan Adam suka bola. Saktia dan Anton suka otomotif. Terus Eross itu sukanya mengurus ikan koi. Saya dan Adam memang gila banget sama bola. Adam itu jagoannya Argentina, kalau saya pilih Italia. Tetapi, tur ini kan pekerjaan, kalau tidak jalan ya tidak makan,” kata Duta, dalam jumpa pers Jumat (24/5), di Hotel Hilton, Jakarta,
Duta tidak bersedia menyebut bayaran tur yang disponsori perusahaan rokok itu. Namun, secara bercanda Duta memberi gambaran, “Kalau dibelikan bubur kacang hijau, rasanya bisa buat berenang.” (xar)
Source: Kompas
March 27, 2003
EROSS Chandra memang ceroboh dan teledor. Sabtu pekan lalu, gitaris Sheila on 7 ini ambil uang di ATM BCA Jl Sudirman. Diambilnya duit Rp 2 juta dengan uang pecahan ratusan ribu. Selesai ambil duit, Eross menuju ke Sheila Management di Kotabaru.
“Tapi begitu aku mau narik dompet, aku kaget! Duitku nggak ada dalam dompet. Langsung aku balik ke BCA, tapi duitku sudah lenyap” ujar Eross agak gusar. “Yaa sudah aku ikhlaskan. Mungkin Tuhan memberiku peringatan. Sebenarnya aku setiap dapat rezeki, 20 persen pasti aku berikan pada yang berhak.”
Namun Adam yang berada di dekat Eross bilang, mending Eross minta tolong MP agar hal ini diberitakan. Eh, siapa tahu ada orang yang baik hati mau mengembalikan duit tersebut.
“Kalau ada yang mengembalikan, syukur alhamdullilah. Tapi aku mau ngambil 100 ribu aja buat makan bakso teman-teman. Sisanya, buat orang yang nemuin duit tadi” kata Eross.
Nah, siapa yang menemukan duit Eross? n abp
Source: Minggu Pagi
March 22, 2003
Ada yang berubah saat Sheila on 7 (So7) meluncurkan album mereka yang ketiga, Sheila on 7 07 Des. Dalam album terbarunya, ini bukan hanya Duta yang bertindak sebagai vokalis, melainkan juga personel So7 lainnya, kecuali Adam, ikut menyumbangkan suaranya meski hanya satu bait saja.
Soal penulisan lirik pun tidak lagi didominasi Eross. Semua anggota So7 kini ikut menyumbangkan lagu karya masing-masing. Misalnya Duta yang menciptakan lagu Seandainya saat ia tur di Padang, sedang Sakti menciptakan Buat Aku Tersenyum, dan Anton membuat Mari Bercinta. Lain lagi dengan Adam yang sudah berpengalaman menulis lagu di album sebelumnya, menciptakan lagu Bapak-bapak dengan sentuhan rock n roll.
Warna musik yang mereka tawarkan di album ini memang kian beragam, mulai dari pop alternatif, orkestra, hingga sentuhan musik country.
”Inspirasinya datang dari Beatles dan macam-macam warna musik tapi tetap kita terjemahkan dalam bahasa Sheila,” sahut Duta saat peluncuran album Sheila on 7 07 Des di Pisa Café, Jakarta, Rabu sore (20/3). Sengaja dipilih judul 07 Des karena tanggal ini bisa disebut sebagai tanggal keramat bagi kelompok band asal Yogyakarta ini. Pada hari itulah di tahun 2001 mereka mulai masuk studio rekaman untuk menggarap album ini.
”Bukannya berubah, tapi lebih tepatnya musik kami mengalami pergeseran dan perkembangan. Dan ini sangat natural karena dari segi usia kita bertambah, referensi musik tiap-tiap personel pun semakin bertambah. Itulah yang sekarang tercakup di album ini,” imbuh Eross yang tetap menulis paling banyak lagu di album ini.
Musik yang mereka tampilkan masih mengandalkan sound vintage, khas mereka selama ini. Beberapa lagu juga dihadirkan dengan isian string, salah satunya yang diaransemen oleh Erwin Gutawa dalam lagu Seberapa Pantas ciptaan Eross yang dijadikan lagu andalan. ”Isian string atau orkestra bukan untuk gaya-gayaan, tapi memang dibutuhkan untuk menambah nyawa bagi suatu lagu,” tandas Duta. Sebelumnya Erwin pernah membantu mereka untuk lagu Sephia dan Tunjuk Satu Bintang. Selain Erwin, musisi lain yang membantu adalah Saunine String Quartet dan Rejoz, pemain perkusi The Groove yang membantu mereka di lagu Percayakan Padaku.
Demi mendapatkan hasil yang lebih memuaskan, dua lagu So7 Seberapa Pantas dan Hingga Ujung Waktu mereka mixing ulang di Australia. ”Tidak ada maksud apa-apa, kami hanya ingin coba membandingkan antara hasil mixing di sini dengan Australia. Dan jujur saya katakan, saya kok lebih puas dengan hasil mixing di sini,” kata Duta sembari mengatakan S07 akan mulai tur promosi album terbaru mereka mulai bulan Mei-Oktober 2002 besok.
Untuk album ketiganya ini, So7 juga mencatat prestasi tersendiri. Hanya dalam waktu dua hari saja, album mereka sudah terjual 400 ribu keping. Jika kali ini mereka pun menargetkan angka penjualan hingga satu juta kopi, rasanya memang tidak berlebihan. (din)
Source: Sinar Harapan.
March 21, 2003
Mulai 18 Maret lalu, sehari sesudah grup pop Sheila on 7 tampil di Indosiar, album ketiga mereka, 07 Des (baca: Tujuh Desember) dirilis. Diinformasikan oleh Sutanto Hartono (Managing Director) dan Jan Djuhana (Senior A&R Director) dari perusahaan rekaman Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI), selama kira-kira dua minggu menjelang album itu dirilis, para agen di seantero tanah air memesan 400 ribu copy album tersebut dalam kemasan kaset.
“Mula-mula jumlah pesanan mereka 360 ribu copy. Sesudah menonton tayangan langsung Indosiar, jumlah itu naik jadi 400 ribu copy,” ucap Soetanto dalam jumpa pers peluncuran album 07 Des di Pissa Cafe, Jakarta, pada Rabu (20/3) sore. “Untuk pesanan pertama sebelum rilis, tidak berlaku retour (pengembalian kaset-kaset yang tak terjual dalam target waktu), karena agen dan perusahaan rekaman menjamin kaset-kaset itu pasti terbeli). Jadi, setidaknya, album baru Sheila on 7 sudah laku 400 ribu copy,” kata Jan kepada KCM dalam kesempatan yang sama.
Hal itu bukan baru sekali terjadi untuk album Sheila on 7. Sebelum dirilis, album kedua mereka, Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000), telah dipesan sekitar 200 ribu copy oleh para agen.
Kira-kira seminggu sesudah dirilis di Indonesia, album 07 Des dijadwalkan masuk ke pasar Malaysia. “Kami mengirim master-nya, Sony Malaysia yang memperbanyak dan mengedarkannya di sana dalam kemasan kaset. Untuk yang pertama, kami belum tahu mereka akan melepas berapa copy,” aku Jan.
Namun, yang pasti, aku Jan lagi, Sheila on 7 merupakan artis musik yang berhasil menjual paling banyak copy album sepanjang 2001, sampai sekitar 100 ribu. “Siti Nurhaliza, penyanyi Malaysia sendiri, kalah,” ujar Jan. Sementara itu, diungkapkan oleh Anton Kurniawan, manajer Sheila on 7, album pertama mereka, Sheila on 7 (1999), cuma terjual 75 ribu copy.
***
Tapi, menyeberangkan album 07 Des ternyata tak mudah. Sony Malaysia, papar Jan kepada KCM, amat teliti dalam melakukan sensor awal terhadap album tersebut sebelum melemparnya ke pasar Malaysia. Lirik Seberapa Pantas, lagu pertama yang diangkat dan divideokan untuk mempromosikan album yang bersangkutan, kena sensor.
“Menurut mereka, kata “Celakanya” dalam lagu itu berarti buruk, seperti umpatan, tidak pantas didengar di Malaysia. Mereka bilang, kalau album tersebut tetap mau masuk Malaysia, kata itu harus diganti atau dihilangkan,” tutur Jan.
SMEI dan Sheila on 7 tetap ingin album 07 Des beredar di Malaysia. “Kasihan kan para penggemar Sheila on 7 di sana, kalau enggak bisa ngedengerin album itu,” kata Eross, gitaris Sheila on 7 sekaligus pencipta lagu Seberapa Pantas, kepada KCM.
Maka, pekan ini juga mereka masuk studio rekaman lagi untuk menggarap ulang kata “Celakanya”. “Aku mau ganti dengan kata-kata ‘Oh sayangnya’,” lanjut Eross. Berarti, Duta, vokalis Sheila on 7, harus menjalani rekaman suara lagi untuk pergantian kata-kata tersebut.
Selain itu, gambar-gambar yang memperlihatkan Duta menyanyikan kata “Celakanya” dalam video lagu Seberapa Pantas, yang digarap oleh sutradara Dimas Djayadiningrat dan kawan-kawan dari rumah produksi Millennium, harus pula diganti dengan gambar-gambar lain. Video itu memang akan pula ditayangkan di Malaysia.
Masih berkaitan dengan video tersebut, di dalamnya tak ada satu pun gambar Duta mengenakan anting di alisnya, seperti pada kesehariannya. “Di Malaysia, laki-laki dilarang pakai anting. Duta kan pakai anting di alisnya. Berhubung video itu bakal juga ditayangkan di sana, Duta sengaja kami tampilkan tanpa anting di alisnya dalam video tersebut,” papar Jan. (Ati)
Source: Kompas
February 28, 2003
Kelompok musik asal Yogyakarta Sheila on 7 memimpin di posisi pertama perolehan suara (polling) sementara SCTV Music Award untuk kategori Penyanyi Ngetop. Berdasarkan polling yang telah dilakukan sejak 12 Februari hingga 27 Februari 2003 itu, posisi kedua diduduki kelompok Dewa, yang baru saja menggelar konser Atas Nama Cinta, di Jakarta Convension Center (JCC), pada 18 Februari lalu. Disusul Kelompok Elemen di urutan ketiga.
Manajer Humas SCTV Budi Darmawan di Jakarta, melalui siaran persnya mengungkapkan sampai hari Kamis (27/2) pengumpulan suara yang dilakukan lewat pesan SMS (Short Massage Service) telah diterima sebanyak 34271.
Sheila on 7 juga berjaya untuk kategori Pemilihan Video Klip Ngetop, disusul Dewa dan Iwan Fals dengan keseluruhan SMS sebanyak 13015. “Ternyata respon terhadap polling dari para pemirsa cukup bagus,” katanya.
Dikatakan Budi, SCTV Music Award melakukan pemilihan dalam dua tahap. Pada tahap pertama telah memilih 20 nominator berdasarkan angka penjualan kaset, masa edar kaset selama November 2001-2002 dan popularitasnya. Sedangkan tahap kedua, dilakukan melalui polling SMS pemirsa dengan dua kategori yakni Artis Ngetop dan Video Klip Ngetop.
Mereka yang berhasil masuk nominasi yakni AB Three, Alam “Mbah Dukun”, Andien, Audi, Cokelat, Dewa, Elemen, Erik dan Melly, Ian, Iwan Fals, Jamrud, Jikustik, Kristina, Reza Artamevia, /rif, Rika, Sheila on 7, Slank, Tofu serta T Five.
“Dari hasil polling keseluruhan, SCTV akan memberikan tiga trophy yang masing-masing untuk tiga album teratas dari hasil polling pemirsa, masing-masing untuk pencipta lagu terpilih, pendatang baru terpilih, dan video klip terpilih,” katanya.
Penyerahan tropy akan diserahkan pada acara puncak SCTV Music Awards yang akan digelar di JCC, Assembly Hall, 12 April 2003. (*/EH)
Source: Kompas
February 25, 2003
Menyaksikan cewek-cewek cantik menjadi model video klip lagu-lagu Sheila On 7, itu sudah jamak. Tapi yang terjadi ini justru sebaliknya, personil Sheila On 7 menjadi model video klip Audy. Itulah yang terjadi dalam video klip terbaru Audy dari album 18 yang berjudul Arti Hadirmu. Adam yang biasa membetot senar bass di grup Sheila On 7 harus berakting untuk video klip Audy.
Bagaimana kisahnya hingga lajang yang gemar guyon itu sampai bersedia menjadi model video klip? Peristiwa itu terjadi tak lain berkat improvisasi Dimas Djayadiningrat, sutradara video klip Audy kali ini. Ceritanya, seorang model yang mestinya memerankan tokoh pria dalam video klip ini urung main, padahal waktu syuting sudah mepet. Dan Djay, sang sutradara segera mengambil keputusan cepat yang bersifat improvisasi. Story board segera diubah, dan Adamlah yang menjadi modelnya.
Tapi untungnya kehadiran Adam di situ bukanlah tanpa kaitan. Sebab dialah sebenarnya yang menciptakan lagu Arti Hadirmu. Lalu bagaimana akting Adam? Ternyata cowok yang punya postur tubuh paling tegap di antara personil So7 lainnya ini lumayan juga. Ia bisa menciptakan kesan kocak dan natural di video klip itu.
Dalam klip itu sendiri, Adam memerankan cowok yang tinggal satu apartemen dengan Audy dan sudah lama naksir cewek ini. Berbagai cara dicoba untuk menarik perhatian sang pujaan hati. Audy pun kepincut juga, apalagi saat Adam bergabung dengan band Audy dan manggung bareng.
January 15, 2003
GARA-gara menjadi model video klip untuk sebuah lagu di album “07 Des” grup musik Sheila on 7, model Adelia Lontoh dipacari sang vokalis, Duta. Mereka mengaku telah menjalin asmara sejak empat bulan silam. Meski masing-masing tinggal di daerah yang berbeda–Duta di Yogyakarta dan Adelia di Jakarta–mereka mengaku tak mendapatkan kesulitan dalam berkomunikasi. “Kita memang sama-sama sibuk. Tapi, sebisa mungkin berbagi waktu untuk keluarga pekerjaan, dan dia (Adelia),” kata Duta, menunjuk Adelia yang duduk di sampingnya.
Menyoal penggemar Duta yang bejibun dan sebagian besar perempuan, Adelia mengatakan tak punya masalah dengan kondisi tersebut. “Sejak awal menjalin hubungan, semua itu sudah dipikirkan dan sudah risiko,” kata Adelia yang mengaku senang bisa memadu kasih dengan Duta. “Mudah-mudahan hubungan kita baik-baik saja,” kata pemilik nama lengkap Akhdiyat Duta Modjo, menambahkan. Wah, kalo begitu daftar artis yang terlibat cinta lokasi bertambah dong.
Source: SCTV
January 9, 2003
Erwin Gutawa ikut terlibat penggarapan album terbaru Sheila On 7 yang diberi judul 07 Desember, yang bakal dirilis oleh Sony Music Indonesia, 18 Maret mendatang. Kepiawaian Erwin Gutawa dalam menata aransemen dengan setting orkestra ternyata sangat dibutuhkan untuk mendandani beberapa buah lagu yang ada dalam album ke 3 grup asal Yogyakarta ini.
Pilihan atas Erwin rasanya tepat untuk setting orkestra, apalagi jika melihat hasil maksimal yang diperlihatkan Erwin ketika mendukung sejumlah rekaman dengan setting orkestra mulai dari Chrisye, Nicky Astria hingga grup Dewa.
Ada yang pantas dicatat dalam album terbaru Sheila On 7 kali ini, karena dominasi Eross atas penulisan komposisi lagu seperti yang tampak pada dua album sebelumnya kini mulai pupus.
Personel lainnya seperti Duta, Sakti atau Adam kini mulai terjun menulis lagu sendiri. Ini sudah barang tentu perkembangan yang menggembirakan bagi kualitas musik Sheila On 7 sebagai grup yang solid.
Apa judul album dan lagu yang dijagokan? “Wah…..jangan dulu deh. Tunggu aja,” tukas Duta dengan dialek Jawa yang medok.
January 7, 2003
MUNGKIN ini strategi “menguasai” pasar remaja. Nyaris semua film remaja selalau melibatkan musisi yang “digilai” remaja pula. Kali ini giliran Sheila on 7, band pop asal Jogjakarta ’ketiban sampur’ menggarap original soundtrack (OST) film 30 Hari Mencari Cinta. Lalu resep apa yang ditawarkan oleh Eross (gitar), Duta (vokal), Adam (bas), Sakti (gitar), dan Anton (dram) dalam album ini? Menyimak lagunya yang kerap muncul di televisi, ada beberapa hal yang menarik dicermati.
Pertama, vokal Duta. Awal karirnya suara Duta masih ’sangat’ remaja. Namun, Duta punya timber suara yang khas. Orang akan langsung tahu itu suara Duta. Di OST ini, vokal Duta kedengaran makin matang. Perhatikan di single Melompat Lebih Tinggi. Dengan beat cepat Duta yang bisa terengah-terengah, lebih mampu mengatur ritme vokalnya. Ini akan membantu di lagu-lagu cepat lainnya. Kalau Duta masih mau terus berlatih, suaranya bisa lebih paten. Kemudian di lagu Berhenti Berharap. Ini lagu paling melelahkan, karena langsung naik ke nada tinggi dari awal. Duta cukup berhati-hati, meski sesekali, napasnya ’jatuh’ tapi kesulitan lain dilewatinya dengan mulus.
Kedua, karya Eross. Ada 4 lagu baru yang merupakan karya Eross. Keempat lagu baru itu adalah Melompat Lebih Tinggi, Berhenti Berharap, Untuk Perempuan, dan Menyelamatkanmu. Ada lirik yang makin dalam. Kedewasaan Eross rupanya sangat mempengaruhi lirik-lirik yang dibuatnya. Eross juga makin berani masuk ke daerah-daerah ’matang’ seperti lagu Untukmu Perempuan. Kelemahannya, kadang-kadang musiknya masih digarap sangat remaja. Apakah karena menjadi OST film remaja? Bisa jadi, padahal kalau masuk ke musik yang lebih serius, hasilnya akan lebih mantap.
Ketiga, kematangan Sheila on 7. Band yang merajai dunia remaja empat tahun terakhir ini, terlihat makin piawai mengatur diri. Termasuk didalamnya konsep panggung dan aksi panggung. Dulu, So7 termasuk band dengan penamilan yang “membosankan” tapi sekarang, mereka sudah lebih baik.
Tapi yang masih harus jadi perhatian, ketergantungan pada Eross dalam urusan penciptaan lagu. Di album ini, dari 10 lagu yang ada, 9 lagu diciptakan oleh Eross. Ini BAHAYA. Kalau Eross sedang mengalami “masa surut” akan sangat berpengaruh pada personil lainnya. Meski sudah dimulai berbagai mencipta kepada personil lain, tapi memang harus diakui, karya Eross masih lebih baik. Tapi Eross perlu memberi peluang kepada rekan-rekannya untuk lebih berani berkarya.
Album ini jelas akan bersaing dengan film remaja sukses lainnya, Eiffel…i’m in Love yang mengusung Melly Goeslaw sebagai pengisi OST-nya. Kiat ini dinilai cukup sukses mendongkrak filmnya sendiri. OST 30 Hari Mencari Cinta meski tak bisa dibilang istimewa, tapi cukup menutupi ’dahaga’ penggemar S07 sebelum album barunya keluar. [joko/foto: istimewa]
December 21, 2002
Menurut beberapa organizer, ada pembagian kelas untuk band dalam konteks tarip main di acara Tutup Tahun 2002.
Sheila on 7 termasuk band kelas 1, sekelas Dewa, Jamrud, dan Slank.
Honor band kelas 1: Rp 300 juta.
Yang kelas 2 ada, Jikustik, Naif, The Groove, dll, bayarannya Rp 120 juta.
Meski hingga saat ini belum ada tawaran untuk manggung di Old & New, namun jauh-jauh hari Anton Kurniawan, Manajer So7, sudah mencanangkan harga Rp 300 juta untuk mendatangkan Eross cs.
“Harga segitu sama dengan tahun kemarin. Tahun lalu kami main di Bali. Tahun ini mungkin pentas di Bandung. Sheila nggak ngoyo kok. Ada yang nanggap syukur, nggak juga tak jadi masalah. Malah anak-anak Sheila bisa rehat saat tahun baru, yang sudah-sudah mereka tak pernah merayakan tahun baru bareng keluarga dan teman dekat” papar Anton.
Source: Minggu Pagi
Menurut Anton, Rp 300 juta itu hanya untuk pembayaran artis. Tidak termasuk transportasi, akomodasi, dan pajak. Perolehan uang hasil manggung tahun baru dibagi menjadi 30 persen untuk manajer dan biaya operasional, 15 persen untuk honor kru, dan 55 persen untuk artis.n abp
December 20, 2002
KONSER musik Voice of Stars di kompleks Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Bali, Minggu (15/12), punya arti tersendiri bagi grup musik asal Yogyakarta, Sheila On 7, yakni kembali bergabungnya Anton (21), penggebuk drum. Selama tiga bulan terakhir, Anton memang absen dari sejumlah konser grup yang digandrungi komunitas anak baru gede (ABG) ini. Hal ini sempat menimbulkan spekulasi telah terjadi perpecahan di grup tersebut. Bahkan, tersiar kabar bahwa Anton mendirikan grup baru.
Anton tidak bersedia menjelaskan ihwal absennya tersebut. “Yang pasti, kehadiran saya bukan cuma untuk konser di Bali ini. Saya akan terus di Sheila. Konser ini kami pakai untuk mengklarifikasi bahwa Sheila tidak bubar,” kata Anton. “Benar, Anton tetap di Sheila. Kami kompak, kok,” timpal Duta, vokalis Sheila.
Ketika ditanya soal keberangkatannya ke Bali tidak bersama dengan anggota Sheila yang lain, Anton tidak menjawab terus terang. “Soalnya teman-teman naik bus. Ya, bus udara ha-ha-ha…,” katanya sambil tertawa.
Anton memang naik pesawat sendiri dan tiba belakangan, sementara anggota Sheila yang lain berangkat bersama-sama lebih dulu. Mereka satu hotel. Pergi maupun makan bersama-sama. Tampak akrab dan kompak. Sama sekali tidak terkesan ada kerenggangan, apalagi keretakan di antara mereka. (ANO)
Source: Kompas
December 14, 2002
TEGANG! Suasana itu terasa saat memasuki paruh awal 2002. Bagaimana tidak? Tiga band papan atas Indonesia, yang dalam perjalanan karir masing-masing sudah sukses membukukan angka penjualan album jutaan kopi, saat itu tengah bersiap-siap melemparkan album teranyar mereka.
Yaa, dengan modal talenta, materi, serta strategi masing-masing, Dewa, Jamrud, dan Sheila on 7 (So7), kayak sepakat untuk merilis album mereka dalam waktu yang nyaris berbarengan.
Hasilnya? Ternyata biasa saja!
Jauh berbeda dengan hype yang tercipta sebelumnya, sambutan pasar setelah ketiganya dirilis ternyata tak terlalu antusias. Bahkan cenderung adem ayem. Alhasil, tidak ada satupun dari ketiga album tersebut yang sukses mengungguli lainnya untuk urusan perolehan medali, eh, angka penjualan!
Sampai catatan ini dibuat, konon, album 07 Des milik So7 masih berkutat di angka 800 ribu kopi. Sementara Dewa, yang sempat sesumbar bakal meraih tiga juta kopi lewat Cintailah Cinta, tak tahunya kudu susah payah merayap hanya untuk meraih angka 500 ribu!
Lebih gila, yang dialami oleh Jamrud. Jauh-jauh mereka terbang ke Sydney, Australia, untuk rekaman di studio yang canggih. Soal materi juga dirancang sekomersil mungkin. Mulai dari musik hingga lirik. Bahkan lima buah klip pun langsung dibesut demi kebutuhan promo nantinya. Angka dua juta kopi pun dipatok sebagai target untuk album bertitel Sydney 090102 itu. Namun, apa daya. Begitu dirilis, mereka mesti struggle dan berkeliling 50 kota lebih dulu untuk bisa sekedar menikmati jumlah di atas 500 ribu. Uh!
Memang, akhirnya banyak excuse yang bisa dipakai kemudian untuk ‘kegagalan’ tersebut. Banjir besar yang sempat menenggelamkan sebagian Jakarta di awal tahun dan Piala Dunia 2002, adalah dua buah alasan yang paling sering muncul. Sementara khusus buat Dewa, ‘bonus’ ganjalan muncul dari Yudhistira Massardi, yang mengklaim bahwa judul singel Arjuna Mencari Cinta adalah miliknya. Biarpun masih terus berlangsung hingga saat ini, namun bisa saja dibilang kalau hasil akhir dari clash of the titans (baca: Pertarungan para dewa, pen) ini benar-benar tidak seru! n abp
Source: MP
November 27, 2002
EROSS CHANDRA, gitaris Sheila on 7 sudah ngebet pengin menikahi Astrid Tiar Josephine, model imut asal Bandung. Padahal Astrid masih kelas dua di SMU 78 Jakarta.
“Yaa, Mas Eross boleh menikahi saya kalau saya sudah lulus…jadi dokter. Kalau sekarang sih ngapain. Aku kan masih kelas dua? Kalau nanti lulus SMU pun usia dan mentalku belum cukup untuk kawin. Jadi, yaa, Mas Eross boleh menunggu aku 10 tahun. Gimana, Mas?” tanya Astrid, pemeran sinetron Vanya, Sabtu lalu.
Eross yang duduk di samping Astrid langsung merajuk. “Ah masak lama banget! Kalau bisa ya Astrid lulus cum laude gitu, jadi kan kita cepat-cepat nikah. Bukan apa-apa, daripada keduluan cowok lain, bisa berabe” kata Eross.
Tapi Eross sendiri sadar. Astrid itu masih labil. Astrid juga sering bilang bete. “Kemarin saja, gara-gara pusing mikirin masalah pribadi tiba-tiba rambutnya yang sebahu itu dikasih poni. Lalu di-bonding. Kata dia buat buang sial. Ah, dasar tuh anak” gerutunya.
Astrid cinta Eross bukan tanpa sebab. Kata cewek kelahiran 12 Juli 1986 itu, banyak yang ia dapat dari Eross. Salahsatunya, Astrid jadi suka musik. Didapuk jadi presenter Tala RCTI juga mungkin gara-gara Eross. Sebagai presenter, tugas Astrid antara lain ngobrol bareng musisi yang jadi bintang tamunya. “Aku ditawarin Marcella buat mengisi acara itu, kebetulan dia nggak bisa. Tadinya sih gantian, eh sekarang keterusan,” seru jebolan Gadis Sampul 2001 ini.
Karena baru sekali jadi presenter, Astrid sempat kagok juga. Untung ada Erros. Astrid ngaku banyak belajar cara membawakan acara dari kekasihnya itu. “Aku kalau ngomong kan suka belibet? Makanya, aku belajar cara artikulasi yang bener. Sementara untuk materi dan wawasan musik, Mas Eross lah yang banyak mensuport. Aku dijejelin dengar The Cure dan band lain. Pokoknya dia banyak ngajarin aku, sampai aku suka” ujar cewek yang gede di Bandung itu membanggakan coowoknya.
Iya deh, Eross-Astrid, mudah-mudahan sampai tujuan.
Source: Minggu Pagi
November 6, 2002
GARA-GARA absen di sejumlah pementasan di Jakarta, Anton, dramer Sheila on 7 dikabarkan dipecat dari grup ini. Sayangnya, Eross-Duta-Sakti-Adam-Anton Kurniawan tak memberi keterangan pasti perihal absennya Anton dramer.
Sekadar flash back, itu waktu Eross bilang, sangat sulit menghubungi Anton. Baik lewat ponsel maupun disambangi ke rumahnya, seputaran Purwomartani. “Jangankan aku, Anton Kurniawan, manajer kami pun kesulitan menghubungi Anton.
Dia seolah-olah menghilang” kata Eross. “Anton memang pernah bilang, dia kecapekan manggung terus. Apalagi, Anton juga sering didera sakit. Dia kan mengidap tifus? Tapi sampai kapan dia absen, Anton tak memberi batas waktu. Itu masalahnya.”
Komentar Duta lebih keras lagi. Ada deadline untuk Anton. “Kalau sampai proses album keempat Anton nggak datang, yaa sudah…”
Yaa sudah maksud Duta, tak pelak adalah pemecatan penabuh bedug Inggris itu. Padahal, proses album keempat Sheila bakal berjalan di bulan Ramadan ini. Sementara belum jua muncul.
Konon dikabar, antara Duta dan Anton punya clash pribadi. Keduanya sama-sama berwatak keras. Bahkan menurut orang-orang terdekat Sheila, Duta-Anton pernah bentrok fisik, usai manggung. Di parkiran mobil mereka berkelahi. Dilerai. Ternyata keduanya masih emosi. Di hotel, perkelahian itu dilanjutkan kembali.
NAMUN semua gosip ini ditepis. Ketika personel Sheila on 7 akan melakukan Kampanye Anti Pembajakan Kaset dan CD, Senin (28/10) kemarin, Anton muncul.
Setelah ber-say hello dengan personel lain, Anton langsung memeluk Duta.
“Kalau sudah begini, siapa bilang kami pecah?” kata Eross.
“Aku memang lagi capek. Aku pengin istirahat total. Nggak tahu kenapa, sewaktu tur 30 kota kemarin staminaku drop. Awalnya sih nggak terasa, tapi memasuki pertengahan tur baru rasa capek itu datang. Permainan dramku jadi ngaco. Yaa sudah, daripada nggak enak sama yang lain mendingan kuputuskan istirahat” papar dramer berambut gondrong itu.
Anton mengaku, selama vakum ia banyak melakukan kegiatan di luar musik. Utak-atik motor Ducati kesayangannya. Ngendon di usaha bengkelnya di Jl Bantul, lalu pergi ke Bali.
“Sempet juga sih aku coba-coba bikin lagu. Eh, yang keluar model-model musik tekno gitu. Kalau cocok bakal kusumbangin ke album Sheila mendatang” kata Anton. “Setelah Lebaran mungkin aku akan balik lagi ke Sheila. Sekarang aku mau menikmati masa istirahat yang indah” tandasnya. n abp
Source: Minggu Pagi
PRIHATIN dengan makin merajalelanya pembajakan, Sheila on 7 kampaye anti pembajakan. Senin (28/10) siang, Sheila didukung 5 band lokal, Joggiest, P@pel, Kintamani, Souva dan Droppy-D, menyebar brosur dan stiker anti pembajakan. Lima personel So7 dipisah. Duta berkampanye di Sleman, Eross di Kulon Progo, Adam di Bantul, Sakti di Gunung Kidul dan Anton di Yogya.
Dalam kampanye anti pembajakan kaset dan CD di Kulon Progo yang diwakili Eross Chandra meliputi Pasar Wates, Pertokoan di Jl Sutijab, dan Terminal Wates. Dalam membagikan stiker, selebaran dan kaos, Eross bahkan rela memasuki hingga ke dalam Pasar Wates. Sebagian penjual di pasar tak mengetahui apa maksud kampanye ini. Tapi dengan lugas Eross, didampingi personel band lokal, Jogiest, menerangkan secara singkat bahwa sebaiknya masyarakat tak membeli kaset bajakan.
Di sebuah toko kaset, Eross kaget karena yang dijual di situ tak ada kaset dan VCD asli. Semua palsu. Begitu pula penjual kaset dan VCD yang menggelar jualannya di trotoar, tak ada produk asli yang dijual disitu.
Menurut Eross, kampanye ini memang baru sekadar imbauan. Untuk memberantasnya jelas sangat sulit. “Apalagi jika kampanye hanya dilakukan secara insidental begini, akan sulit diketahui hasilnya. Tapi ini kan upaya, dan mudah-mudahan ada pihak lain yang terkait mau menindaklanjuti. Mungkin kampanye bisa dilakukan oleh grup band lain secara bergiliran. Sekarang Sheila, bulan depan dilanjutkan Jikustik. Jadi setiap bulan selalu ada kampanye,” papar Eross.
Adam yang bertugas di wilayah Bantul, menyebar brosur dan stiker di Perempatan Gose, Perempatan Manding dan Perempatan Dongkelan. Sama seperti di tempat lain, Adam yang dibantu anak-anak Kintamani Band, mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat. Kedatangan Adam yang sangat dikenal pecinta So7 di lokasi tersebut, tak pelak membuat remaja yang mengidolakan memburunya. Serombongan pelajar yang memergoki Adam, langsung minta tanda tangan. Dalam kampanye itu, Adam juga sangat aktif. Tak segan-segan ia datangi rumah-rumah dan kios-kios, sekadar untuk memberikan selebaran anti pembajakan.
Meski hasilnya belum tentu efektif, namun kampanye anti pembajakan tersebut perlu dilaksanakan sebagai gerakan moral. Memang tak semua masyarakat menyambut kampanye positif ajakan So7 untuk tidak membeli kaset dan CD bajakan. Jika bajakan dilarang, ada yang mengaku akan kehilangan mata pencaharian. Sebab profesinya memang pedagang CD dan VCD bajakan.
Jika ada yang diuntungkan dari kampanye tersebut adalah para tukang becak. Mereka mendapat kaos gratis dari So7. Sayangnya, tulisan di kaos tersebut tidak bertema anti pembajakan. Tapi judul lagu So7, Pria Kesepian. Mungkin, para abang becak itu termasuk kategori pria kesepian.
n prass/latief
Source: MP
November 5, 2002
Kelompok musik asal Yogyakarta, Sheila on 7 (SO7), untuk kesekiankalinya tampil tanpa pemain drum Anton Widyastanto. Sebelumnya, dalam tur ke beberapa kota, posisi Anton selalu diisi oleh Kiki, pemain drum dengan rambut pilin-pilin gaya Bob Marley.
Ada pergantian personel?
Akhdiyat Duta Modjo (22), yang seringkali bertindak selaku juru bicara kelompok yang berdiri tahun 1996 ini, mengakui bahwa Kiki sudah seringkali menjadi penyelamat pentas-pentas SO7.
“Sampai detik ini yang jelas kita main tanpa Anton,” ujar Duta, seusai pentas dalam acara Soundrenaline, akhir pekan ini, di Parkir Timur, Senayan, Jakarta.
Duta sendiri tak bisa memastikan sampai kapan mereka harus bermain tanpa Anton. Bahkan, baru beberapa hari terakhir ini, ujarnya, mereka bisa berkomunikasi dengan Anton.
“Untuk selanjutnya bagaimana, itu masih akan diselesaikan oleh Anton dan pihak manajemen sendiri,” katanya. Kelompok musik yang penggemar utamanya para ABG ini pada rekaman perdananya tahun 1999 berhasil menjual kaset lebih dari satu juta kopi. Padahal, sebelumnya, mereka hanyalah kelompok band pembuka untuk musisi-musisi yang sudah tenar di Tanah Air.
Menurut Duta, ia berharap agar masalah antara Anton dan SO7 mendapatkan penyelesaian yang terbaik buat mereka masing-masing. “Terakhir sudah ada komunikasi. Mudah-mudahan ini membuka jalan terang…,” ujar Duta. Harusnya saling terus teranglah! (CAN)
Source: Minggu Pagi
November 3, 2002
Tata suara (sound system) yang buruk mengecewakan para pengisi acara Festival Musik Akbar di Lapangan Parkir Timur Senayan, Sabtu (2/11) malam. Mereka yang kecewa umumnya adalah band-band papan atas di Indonesia saat ini.
Acara yang diselenggarakan A Mild Live Production dan Deteksi Production itu rencananya berlangsung dua hari, sampai Minggu (3/11) ini. Jumlah peserta seluruhnya hampir 40 band. Hari pertama, Sabtu, menampilkan sekitar 20 band, sepuluh di antaranya adalah band papan atas. Sebut saja Sheila on 7, Wayang, Naif, Jikustik, Gigi, T-Five.
Panitia menyediakan dua panggung, satu panggung utama seluas 342 meter persegi untuk band-band populer dengan kekuatan tata suara 200.000 watt, dan panggung tambahan hanya 40.000 watt. Selain itu, panggung memiliki kekuatan tata cahaya 500.000 watt.
Beberapa peserta yang menyampaikan keluhannya di antaranya Yudi (vokalis Wayang) dan Eros (gitaris Sheila on 7). Menurut Eros, seharusnya mereka membawakan 14 lagu, tapi karena kondisi sound system buruk, Sheila 0n 7 hanya menyanyikan 12 lagu dan malas melanjutkannya.
Sementara David (vokalis Naif) malah secara blak-blakan dari atas panggung pertunjukan mengatakan sound system jelek. “Sebentar-sebentar, mike mati,” keluhnya. Menurut Manajer Naif, Bga, mengatakan, untuk panggung sebesar itu, seharusnya tidak terjadi kesalahan teknis semacam itu. “Seharusnya, panitia sudah menyiapkan secara matang,” katanya.
Band-band yang manggung dalam acara itu mengeluh soal ini. Yang paling parah, Base Jam. Baru naik panggung dan menyanyikan satu lagu, Pujangga, mike sudah ngadat.
Menurut Manajer TIC-Band, Puguh Ardiwibowo, dam Manajer Naif, Bga, pada waktu gladi resik, mereka diberi kesempatan cek tata suara, tapi waktunya hanya singkat. Tidak lebih dari satu jam. Padahal menurut mereka, idealnya, cek tata suara 2,5 jam sampai 3 jam.
Tata cahaya juga banyak kekurangan karena beberapa penampilan band, sosok vokalisnya malah gelap. Tiga layar raksasa di panggung tidak terlihat jelas, padahal layar itu menayangkan videoklip band yang manggung. Dari kapasitas 50.000 orang, yang datang sekitar 20.000 orang.
Sementara Commucation Executive A Mild Live, Djoko Adnan yang ditanya soal ini mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu soal pengaturan tata suara, tetapi pihak Deteksi Production. Sedangkan pihak Deteksi Production tidak tampak di sekitar panggung.
Salah satu misi acara ini adalah menyuarakan perdamaian. Untuk itu, panitia melepas 2.500 ekor burung merpati pada hari Sabtu, dan jumlah yang sama pada hari Minggu ini. (yus/ksp)
Source: Kompas
October 20, 2002
HANYA beberapa album rekaman penyanyi dan grup musik yang pernah menembus penjualan satu juta kaset. Sebut saja Dian Pieshesa (Tak Ingin Sendiri, 1985), grup Bill & Brod (Madu dan Racun, 1986), Nining Maeda AS (Kalangkang, 1988), atau Joshua (Air, 1998) dan sekarang kaset debut Sheila on 7 (So7) terjual sebanyak 1,2 juta dan CD-nya 20.000 keping.Terus terang, ketika pertama kali memutuskan untuk memproduksi So7, saya hanya mematok angka penjualan 150.000 kaset,” ungkap Jan N Djuhana, artist and repertoire senior director Sony Music Entertainment Indonesia.
Jan, begitu dia dipanggil sehari-hari, adalah orang di balik hadir dan suksesnya sejumlah grup seperti Kla Project, Dewa 19, Bayou, penyanyi Yana Julio, /rif dan So7. Menelusuri perjalanan karier laki-laki bertubuh semampai yang tinggi/bobotnya 170 cm/60 kg ini berarti membedah riwayat industri musik sejak tahun 1970-an.
***
LAHIR di Jakarta 24 Agustus 1948, Jan sempat menjadi mahasiswa elektro Universitas Kristen Djakarta. Tetapi, keasyikannya menjadi pemetik gitar bas grup musik yang dimulainya sejak SMA dan mengelola sebuah toko kaset di Glodok, menyebabkan kuliahnya telantar.
“Pada waktu itu setelah selesai ngamen, meski waktu sudah dini hari, kami nongkrong sambil makan roti bakar sampai menjelang subuh baru pulang,” kenang Jan.
Dari toko kasetnya, Jan merekam lagu-lagu barat dari koleksi piringan hitam pribadinya ke kaset. Mula-mula puluhan, ratusan, hingga kemudian ribuan kaset. Melihat omzet penjualannya meningkat, Jan merasa perlu bekerja sama dengan rekannya dan mendirikan perusahaan rekaman Star Cemerlang sebagai programer untuk new-music. Menyeleksi grup musik dan penyanyi baru mancanegara waktu itu.
“Bersama sejumlah perusahaan rekaman lagu barat lainnya seperti Saturn, Top, Hins, Aquarius, Elite, dan King’s, kami sempat bergabung dalam Perina. Tetapi, gabungan ini tidak bertahan lama. Saturn dan Top lalu bergabung dengan Prambors Cassette membentuk Team Records.”
Dari Team Records inilah, Jan mulai memperlihatkan tajinya sebagai penemu bintang baru berkat pengalamannya mendengar new-music selama di Star Cemerlang.
“Selama di Team Records saya memproduksi Sersan soundtrack film Catatan Si Boy dari satu sampai lima. Kemudian Yana Julio dan Lita Zein dalam lagu Emosi Jiwa, Indonesia Enam, Spirit Band, serta Elfa’s Singers.”
Dari seorang temannya, Jan memperoleh pita demo Kla Project. Untuk waktu itu, musik yang diperlihatkan Katon Bagaskara dan kawan-kawan menurut Jan, bisa dikatakan baru.
“Potensi mereka saya lihat ada pada lagu. Kami produksi album pertama mereka Rentang Asmara tahun 1989 dan mendapat sambutan luar biasa. Dengan album debutnya itu Kla memperoleh BASF Award 1990,” kata Jan, bapak tiga anak; Lia, Angelika, dan Barry.
***
SETELAH itu grup dari Surabaya, Dewa 19, membawa contoh lagunya ke beberapa perusahaan rekaman termasuk Team Records. Ternyata Jan juga yang jeli melihat kemampuan Dhani Manaf, kini dikenal sebagai Ahmad Dhani, dan teman-temannya Erwin Prast, Wawan Abi, Andra, dan Ari Lasso.
“Memang yang menarik perhatian saya waktu itu adalah kemampuan Dhani. Dia berani membuat musik yang baru dengan ciri vokal yang sama sekali berbeda dengan gaya penyanyi waktu itu. Memproduksi grup atau penyanyi baru dengan penyanyi yang sudah dikenal sebenarnya sama saja. Modal pertama adalah lagu. Kalau lagunya bagus, siapa pun mereka kami berani memproduksikannya.”
Itulah yang mungkin dilakukan Jan ketika bergabung dengan Sutanto Hartono (kini Managing Director Sony Music Entertainment Indonesia) tahun 1997. Dia langsung memproduksi grup /rif dari Bandung yang sama sekali baru, ketika ditugasi mencari musisi lokal.
Sebagai produksi pertama penyanyi lokal Sony Music, /rif termasuk sukses dan melejit dengan lagunya Radja. Disusul grup Bima, Arwana, Padi, Wong, Cokelat, dan So7. Dari awal tahun 1999 hingga kini, Sony Music menerima contoh lagu dari sekitar 900 penyanyi dan grup baru dari seluruh penjuru tanah air.
“Entah mengapa ketika pertama kali mendengar lagu contoh yang disodorkan Duta, Eross, Adam, Anton, dan Sakti, feeling saya mengatakan ini adalah grup yang harus dicermati.”
Menurut Jan, So7 tidak langsung diterima. Mereka bahkan diminta menambah lagu-lagunya. Permintaan ini sekaligus menguji, apakah anak-anak Yogya ini serius atau tidak.
“Kalau mereka memang mampu, akan terlihat juga nanti. Benar saja, ketika mereka kembali, lagu Dan dan Anugerah Terindah baru termasuk di antaranya. Setelah mendengar semua lagu-lagu itu baru kami sodorkan surat kontrak,” ujar Jan, yang suka lari pagi dan makan malam di kafe sambil mendengar musik bersama keluarganya.
Keberhasilan album debut So7, agaknya akan diikuti album keduanya Kisah Klasik untuk Masa Depan, yang sejak dirilis akhir September lalu sampai pertengahan Oktober ini sudah terjual lebih dari 300.000 kaset. Tetapi, mengapa musikalitas So7 tidak menunjukkan kemajuan dalam album kedua ini, meski Erwin Gutawa dilibatkan sebagai penata string untuk lagu Sephia dan Tunjuk Satu Bintang.
“Sebelum sampai album Revolver, lima atau enam album The Beatles musiknya sama. Bahkan Rolling Stones sampai sekarang masih dengan musik yang tidak berbeda. Mungkin nanti, pada album ketiga, keempat atau kelima, So7 baru bisa memberikan kemajuan yang kita harapkan,” kelit Jan yang memperoleh penghargaan sebagai producer of the year Anugerah Musik Indonesia 1999 berkat keberhasilannya sebagai produser So7. (Theodore KS, penulis masalah industri musik dan hiburan )
October 19, 2002
ACARA tunggal Andrawina HUT 57 SKH Kedaulatan Rakyat, di Gedung Trimurti Prambanan, Minggu 6 Oktober, adalah penerimaan penghargaan bagi tokoh-tokoh yang mengangkat nama Yogyakarta ke forum Nasional dan Internasional.
Penerima penghargaan itu : Ardiyanto Pranoto, Sheila On 7, Dagadu, Bagong Kussudihardjo dan Prof Dr Marie Astuti.
Dagadu dengan produk T-Shirtnya —yang kreatif, kritis dan lucu— itu awalnya (1994) merupakan usaha patungan mahasiswa Arsitektur UGM, dengan modal Rp 4 juta menggelar ‘kios’ di Malioboro. Dari T-Shirt mengembang jadi cenderamata, produk-produk kocak itu merupakan ciri Yogya sekarang.
Sheila On 7, awalnya (1997) adalah kelompok musik dengan nama Seila Gank. Terdiri atas Eross Chandra (gitar), Sakti Aria Sena (gitar), Akhiyat Duta Modjo (vokal), Adam Subarkah (bass) dan Anton Widiastomo (drum) serta Anton Kurniawan (manajer), sesudah melewati perjuangan berat, mereka mengangkat nama Yogyakarta terutama di bidang musik.
Ardiyanto Pranata, identik dengan batik Yogya. Master Pertanian dan kolektor barang antik itu —dengan bekal keahliannya plus lima bahasa yang ia kuasai— melanglang buana memperkenalkan karya batik gaya Yogyakarta dengan sentuhan baru.
Bagong Kussudiardja adalah budayawan serbabisa. Penari, koreografer, pelukis dan sebagainya. Sementara Prof Dr Marie Astuti sehari-harinya Ketua Pusat Studi Wanita UGM dan mengajar di universitas tertua itu. Marie semakin eksis dengan riset tentang tempe.
Penghargaan dalam rangka HUT Ke-57 SKH Kedaulatan Rakyat Ahad pekan lalu, diserahkan langsung oleh Dirut SKH Kedaulatan Rakyat Dr H Soemadi M Wonohito SH, bersamaan dengan penyerah an penghargaan Agen Unggulan, Pelanggan Setia, Pemenang Lomba Cipta Iklan Pinasthika Widyawara, Pemasang Iklan Unggulan, Penulis Populer dan Produktif serta penghargaan untuk Nara Sumber Responsif.
Dihibur tari Angguk Putri “Sri Panglaras” Kokap Kulon progo, Lengger Calung”Setya Budaya” Kebumen, Sewarna Band Yogyakarta dan Tayub “Lebdo Rini” dari Semin Gunungkidul, acara siang hari berlangsung meriah. n iswantara
Source: MP
October 8, 2002
TREN yang sedang berkembang dampak dari tayangan F4 adalah reboun ding (pelurusan rambut). Banyak remaja yang beramai-ramai mengubah model rambutnya karena ingin meniru personel F4. Seperti yang dilakukan Rendy Putra Pratama. Mahasiswa UKDW Yogya ini meluruskan rambutnya sejak 2 bulan lalu. Apa alasannya?
“Yang jelas mengikuti tren. Seperti yang saya lihat, wajah Asia paling cocok dengan rambut lurus. Itu alasan saya meluruskan rambut,” kata Rendy.
Menurut Rendy, setelah rambutnya diluruskan, ia merasa lebih percaya diri. Teman-temannya pun banyak yang memujinya. Tentu saja Rendy senang. Apa yang dilakukannya membuahkan hasil positif. “Tidak sia-sia saya duduk berjam-jam saat dilakukan proses rebounding,” tambah cowok kelahiran 7 November 1981.
Sebelum diluruskan, rambut Rendy sedikit agak berombak. Namun bukan itu yang membuatnya mengubah penampil an. Ia tetap suka dengan rambut aslinya. Tapi karena dituntut tren yang sedang booming, mau tak mau Rendy harus mengikutinya. Untuk menjaga rambutnya, Rendy rajin melakukan perawatan. Selain creambath seminggu sekali, ia juga memakai vitamin rambut.
Rendy tidak tahu, sampai kapan dirinya akan mempertahankan gaya rambutnya itu. Menurutnya, bila tren tersebut masih disukai, ia akan terus tampil dengan rambut lurus. “Mungkin rambut saya akan terus seperti ini. Sebab, sudah cocok dengan gaya ini. Jika nanti lurusnya memudar, saya akan rebounding lagi,” papar Rendy.
Remaja lain yang terjangkiti demam rambut ala personel F4 adalah Djohandono. Anak muda yang menggeluti seni peran ini tampil dengan rambut lurus ala Vannes sejak sebulan lalu. “Teman-teman banyak yang berambut lurus. Karena itu, saya coba-coba meluruskan rambut. Hasilnya seperti sekarang. Menurut saya, dengan rambut seka rang memang tampak meyakinkan,” ucap Djohan.
Sebagai pemain sinetron, penampilan adalah penting. Karena itu, ia berusaha tampil perfect. Meluruskan rambut adalah salah satu upaya Djohan dalam mewujudkan itu.
Djohan mengakui dirinya terlambat melakukan rebounding. Namun ia tidak menyesalinya. “Mau bagaimana lagi, terbersit keinginan meluruskan rambut baru kemarin. Coba kalau dari dulu, tentu saya sudah berpenampilan trendi,” ungkap Djohan.
Selain lebih meyakinkan, Djohan meng aku lebih enak dengan rambut lurus. Sebab, ia tidak perlu menyisir tiap saat. Ketika rambutnya masih ikal, Djohan harus sering menyisir. Terlebih ketika mau take atau pemotretan. Tapi kini, de-ngan rambut lurus, hal seperti itu tak perlu lagi dilakukan. “Jika tak ada sisir pun, saya percaya diri tampil apa adanya untuk dipotret. Inilah untungnya punya rambut lurus,” tutur Djohan.
Bagi Raymond, meluruskan rambut merupakan tuntutan. Apalagi kiprah dia di bidang model dan MC menomorsatukan penampilan. Pelurusan rambut atau rebounding juga sedang tren saat ini.
“Bukannya aku korban mode. Tapi pelurusan rambut terkait dengan dunia ku. Di samping itu, aku merasa cocok dengan model rambut begini,” kata adik personel Sheila on 7, Eross Chandra.
Raymond bilang, meski sedang in gaya rambut lurus, namun tak semua remaja cocok dengan gaya seperti ini. Terutama jika yang bersangkutan berwajah lonjong dengan tubuh pendek dan gemuk.
“Pada dasarnya rambutku sudah lurus. Tapi kurang ‘jatuh’, itu sebabnya aku me-rebounding rambut. Aku meluruskannya di sebuah salon, kapsternya bilang, pelurusan ini cuma tahan enam bulan,” kata mahasiswa Atmajaya ini.
Raymond tak menepis anggapan bahwa model rambut lurus dibawa oleh personel F4. Lewat sinetron Taiwan Meteor Garden itulah, tren rambut lurus naik daun. Oleh banyak remaja Indonesia, model rambut ini banyak ditiru.
“Tapi aku melihat banyak remaja asal saja meluruskan rambut. Tak peduli cocok atau tidak dengan wajahnya. Kalau yang ini sih namanya ‘kormod’ alias korban mode,” kata Raymond, saat ditemui di rumahnya, seputaran Gentan, Kaliurang. “Sejauh ini aku masih suka dengan model ini, nggak tahu nanti kalau aku sudah bosan,” tambahnya
Source: MP
September 25, 2002
Intro : Am D7 C F G Am (2x)
Am D7
Saat mata terhalang oleh malam
F G C
Tidur dan berkembanglah
Am D7
Saat sang pagi kembali menari
F G C
Datanglah dengan hati
Int : Am D7 F C F G Am
Am D7
Bila kau ragu pada impianmu
F G C
Percayakan padaku
Am D7
Jalan hidup yang akan engkau tempuh
F G C
Percayakan padaku
Reff :
C Em Dm G
Tumbuhlah jadi pendampingku
F Em Dm G C
Seiring malam yang menjemput senja
C Em Dm G
Kekasih percaya padaku
F Em Dm G C
Kau nyata tercipta ‘tuk di sampingku
Int : F Em F Em F Em F G C
F Em
Kau takkan pernah tahu apa yang kau miliki
Dm C
Hingga nanti kau kehilangan
F Em
Maka jangan pernah tinggalkan aku ( tinggalkan aku)
F Em
Kekasih …. Oh kekasih ….
F Em F G C
Lagu untukmu oh kasihku
Kembali ke : Reff
Coda : C
September 17, 2002
PENGGEMAR motor gede (moge) di kalangan remaja kini nampaknya sedang marak. Tengok saja di jalan-an, begitu banyak moge bersliweran. Dalam event ‘Borobudur Bike Week’ baru lalu juga banyak remaja yang sudah ber-moge ria. Padahal dulu, moge identik dengan para orangtua.
Anton So7 yang mengendarai moge Ducati Monster bilang, sekarang ini memang lagi trend-nya anak muda pakai moge. Dia menepis anggapan, bahwa moge hanya untuk kalangan berduit saja.
“Teman saya ada yang pakai BSA dan Harley Davidson tua. Dia dulu cuma beli rongsokan, harganya murah. Lalu setelah diutak-atik, motor-motor itu bisa jalan. Kini, berapapun motor itu ditawar, dia nggak bakalan menjualnya,” kata drumer Sheila on 7 itu.
Sedang Ducati Monster yang ia kendarai, memang moge yang selama ini ia idam-idamkan. Sebelum punya Ducati, Anton pernah merombak Honda Tiger miliknya agar mirip Ducati. Hasilnya memang mirip, namun pada beberapa spesifikasi dan tarikan, jelas sangat jauh deng-an aslinya.
“Naik moge juga bukan untuk gengsi. Percuma, demi gengsi lalu naik moge. Bisa-bisa, kantong kita kempes gara-gara tak bisa merawatnya,” kata Anton. “Itu sebabnya, jika tak ada kegiatan show, saya lebih tertarik ngutak-atik motor saya, sekaligus merawatnya. Ada keasyikan sendiri, apalagi jika hasil tune up kita itu sesuai dengan yang diinginkan.”
Ducati Monster milik Anton, produksi Italia. Moge jenis ini, kata Anton, dilengkapi sistem injeksi BBM elektronik. Selain nyaman dipakai, Ducati Monster ini juga bebas polusi.
Mengendarai moge bagi Joehana membuat dirinya terasa lebih gagah. Selain itu, Joehana juga sering melakukan perjalanan jauh mengendarai moge Harley Davidson Road King Classic-nya. Sama dengan Anton, Joehana juga sering ngutak-atik dan memodifikasi mogenya. “Saya tidak ingin memodifikasi motor hanya sekadar untuk display atau dipajang saja. Bagus di penampilannya tetapi loyo di kemampuan,” jelas personel P Project ini.
Joehana juga tak begitu percaya dengan bengkel. Ia lebih senang jika membongkar sendiri mesin-mesin HD-nya. “Terasa ada kepuasan jika kerusakan di motor kita bisa diperbaiki sendiri. Selain itu, kita juga lebih irit beaya. Jika kita membawa moge kita ke bengkel, pasti kena ongkos mahal,” kata presenter ‘Tantangan’ Indosiar ini.
Di rumahnya, di Bandung, Joe punya beberapa moge. Di antaranya moge BSA dan Triumph, yang ia beli dari warga desa di daerah Banten. Motor itu awalnya, rusak berat. Tapi setelah Joe mendadaninya, moge itu sekarang bisa melaju kencang di jalan.(Prass)
Source: MP
September 16, 2002
DUA tahun yang lalu grup musik asal Yogyakarta Sheila On 7 (SO7) berhasil menyabet piala kategori Vocal Duo-Berkumpul Pilihan dalam ajang Anugrah Era 2002 di Malaysia. Ternyata pada tahun 2004 ini mereka kembali masuk nominasi.
Tahun ini, ajang yang diselenggarakan setiap tahun oleh Radio Era itu akan berlangsung Sabtu (25/9) malam, di Stadium Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Ada 12 kategori yang akan mendapat penghargaan. Dan hebatnya, SO7 menyabet dua unggulan untuk kategori Band Pilihan dan Lagu Rock Pilihan.
Untuk nominasi kategori Band Pilihan, SO7 bersaing dengan grup-grup Melayu lokal seperti Exists, Jinbara, Spider, dan OAG. Sedangkan untuk nominasi kategori Lagu Rock Pilihan mereka menjagokan lagu Melompat Lebih Tinggi yang bersaing dengan Mencari (Giegiel & Waheeda), Relaku Pujuk (Spider), dan Sudah-sudahlah (Jinbara).
Pada malam puncaknya nanti, SO7 hanya akan diwakili oleh Adam dan Sakti yang bisa terbang ke sana. Akankah SO7 meraih kesuksesan dengan menggondol penghargaan bergengsi ini? Tunggu saja hasil polling-nya.
Nama SO7 memang sudah tak asing lagi di industri musik Malaysia. Beberapa albumnya sukses dirilis di sana kendati ada judul lagu dan syairnya yang harus dirubah berkaitan dengan norma dan etika Melayu. (dsc)
September 2, 2002
August 29, 2002
Konsert pelancaran wajah baru URTV meriah
Oleh ROSLI MANAH
KONSERT istimewa sempena pelancaran wajah baru majalah hiburan URTV keluaran Kumpulan Utusan di Pusat Pameran Mid Valley Mega Mall, Kuala Lumpur pada petang Sabtu lalu berjaya menggamit hampir 4,000 peminat. Konsert selama lima jam tanpa henti itu dijayakan oleh 25 penyanyi termasuk kumpulan popular dari Indonesia, Sheila On 7.
Kehadiran Sheila On 7 sempena rangka promosi di Malaysia nampaknya memang dinanti-nantikan oleh para peminat setia mereka.
Malah penonton tidak berganjak dari tempat duduk masing-masing kerana kumpulan yang popular dengan lagu Sephia itu muncul membuat persembahan di penghujung majlis.
Mendengar nama Sheila On 7 diundang oleh pengacara Aznil Nawawi, peminat bangun dan memberi tepukan gemuruh.
Malah ada peminat yang menyerbu menyeberangi pagar yang dijadikan sempadan untuk keselamatan.
Selepas menyanyikan lagu Saat Aku Lanjut Usia, persembahan kumpulan itu terpaksa dihentikan buat seketika untuk membolehkan pihak penganjur meredakan kekalutan para peminat.
Kumpulan itu tidak menghampakan para peminat apabila menyanyikan sebuah lagi lagu popular Aku daripada album sulung mereka.
“Saya berterima kasih kepada pihak URTV yang mengundang kami dan diharap URTV akan lebih berjaya,'’ kata Duta, penyanyi utama Sheila On 7 Duta pada pelancaran wajah baru URTV itu.
Pelancaran wajah baru URTV itu disempurnakan oleh penyanyi dan pelakon terkenal, Erra Fazira yang menghiasi muka depan keluaran terbaru majalah hiburan paling popular itu.
Turut hadir sebagai tetamu istimewa ialah pelakon veteran Sarimah iaitu pelakon yang menjadi penghias muka depan keluaran sulung URTV dengan nama penuh Utusan Radio dan TV pada 15 Januari 1970.
Bekas-bekas pengarang majalah itu turut diundang. Mereka yang pernah menjadi Pengarang URTV ialah Syed Hashim Syed Ahmad, Allahyarham Zakry Abadi, Kamal Shah, Norshah Thamby, Zahari Affandi, Rosie Hashim, Bahyah Mahmood (BAM) dan kini Fatimah Hassan.
Kemunculan pasangan pelakon filem Mr. Cinderella iaitu Erra Fazira dan Yusri KRU dalam konsert pelancaran wajah baru URTV itu mendapat sorakan apabila melakonkan aksi romantik ketika menyanyikan lagu tema filem itu.
Penyanyi lain yang turut menghibur termasuk KRU, Phyne Ballerz, X-Factor, Kumpulan Spin, Boboy, Dr. Kronik, Exists, Giegiel dan Flop Poppy.
Turut menghibur Tushee, Ani Maiyuni, Shikin, Liza Hanim, Mazleela, Anis Suraya, O-Shin, Sheril Aida, Hetty Sarlene, Intan Sarafina, Izzla, Syazliana, Maya Karin, Hazelin Helmi dan beberapa lagi.
Pengunjung yang menyaksikan persembahan tersebut dikehendaki membawa senaskah majalah URTV keluaran terbaru sebagai pas masuk.
Pelancaran diadakan untuk memperkenalkan semula wajah baru URTV terutama konsep grafik yang terkini.
URTV yang mencecah usia 32 tahun itu adalah antara majalah hiburan yang berpengaruh melalui paparan eksklusif berkaitan artis tanah air dan luar negara.
Wajah baru majalah itu sesuai dengan kematangan URTV yang bermotto Majalah Hiburan Paling Popular.
Erra berbangga kerana diberi peluang menjadi penghias muka hadapan pertama majalah itu yang kini berwajah baru.
“Sebagai artis saya sentiasa memberi kerjasama dan sokongan kepada pihak majalah URTV,'’ katanya.
Source: Utusan Malaysia
August 28, 2002
Grup band satu ini memang seperti ‘dimanja’. Bagaimana tidak, dalam setiap albumnya, video klip yang dibuat untuk mendongkrak penjualan, selalu lebih dari satu. Tak heran, kalau Sheila on 7, band pop asal Yogyakarta, selalu sukses menembus angka penjualan di atas 1 juta keping.
Album ketiga, 07 Des rupanya masih memakai strategi yang sama, jor-joran video klip. Setelah sukses dengan klip Seberapa Pantas, Buat Aku Tersenyum dan Pria Kesepian, beberapa waktu lalu, Sheila on 7 kembali menggarap video klip untuk lagu Hingga Ujung Waktu.
Namun berbeda dibanding klip-klip sebelumnya, klip lagu yang liriknya bertutur tentang sepasang kekasih yang berusaha mencintai satu sama lain sampai akhir hayat ini tidak diramaikan banyak model klip. Eugene Panji yang dipercayakan menggarapnya cuma ingin menonjolkan dan banyak bertutur dengan simbol-simbol.
“Anak-anak Sheila minta supaya konsepnya lebih banyak main di simbol,” ungkap Panji kepada Musikmu menegaskan, saat disambangi di rehat syuting di Studio 33, Mampang, Jakarta.
Dalam klip ini, Eross, gitaris, didapuk menjadi pemeran utama. Menurut penggambaran Panji, klip ini akan menampilkan seorang model yang memberikan bunga kepada Eross. “Aku membayangkan, bunga mawar ini adalah milik si cewek yang sangat berarti dan dia rela memberikannya kepada Eross,” papar Panji lagi.
Secara visual, tambah Panji, ada satu cewek muda memegang bunga mawar. Dalam proses memegang bunga itu, dia terkena badai, panas, petir, hujan, namun cewek tersebut tetap menjaga bunga itu. “Meski pada akhirnya bunga itu layu dan hancur juga,” imbuh sutradara muda yang sering menyutradarai klip-klip dari band ternama lainnya.
Kejutan lain di klip ini, jangan berharap juga melihat personil So7, kecuali Eross, dalam adegan tadi, karena mereka hanya menyanyi saja. “Itu permintaan mereka juga,” ujar Panji.
Para personel Sheila on 7 juga dipermak menjadi ‘muda’ dengan kostum yang serba putih. “Soalnya, mereka tidak cocok diset dewasa,” tukas Panji sambil terkekeh.
Menurut Panji, secara keseluruhan ide pembuatan klip ini merupakan kolaborasi dirinya dengan ide Eross. “Maklumlah, aku sendiri baru pertama kali pegang klip mereka.” Meski baru pertama kali menyutradarai klip Sheila 0n 7, tapi Panji mengaku senang bekerja dengan anak-anak Jogya tersebut.
“Untuk band sekelas mereka, kalau mau, mereka bisa sombong, tapi itu tidak saya alami. Mereka asik-asik saja, kok,” cetus Panji lagi mantap. (moer)
Foto: dok.musikmu/mdy
SOurce: Muzikmu
August 25, 2002
SIAPA tidak kenal dengan kumpulan rock terkemuka dari Indonesia, Sheila On 7 (SO7). Aksi lima anak muda dari tanah seberang itu ketika di pentas mampu membuatkan peminat menjadi setengah gila. Ada yang menjerit, ada yang menangis, tidak kurang juga yang pengsan setiap kali menyaksikan persembahan mereka.
Begitulah kehebatan kumpulan SO7 yang dianggotai oleh Duta (penyanyi), Eross (gitar utama), Adam (bass), Sakti (gitar kedua) dan Anton (deram).
Namun di sebalik kehebatan dan populariti yang dikecapi, mereka juga tidak terkecuali daripada mematuhi peraturan.
Untuk menyeberangkan album terbaru mereka Des 07 ke Malaysia, SO7 terpaksa merakamkan semula lagu Seberapa Pantas daripada album tersebut.
Lirik asal lagu itu yang menggunakan perkataan `celaka’ dikatakan tidak sesuai dan kasar untuk dinyanyikan di Malaysia.
“Justeru, kami terpaksa merakamkan semula lagu itu dan menggantikannya dengan perkataan `oh sayangnya’ untuk pasaran Malaysia,'’ kata Eross.
Selain itu, penyanyi SO7 Duta juga khabarnya terpaksa mengetepikan identitinya untuk penggambaran klip video terbaru kumpulan itu.
Duta yang sebelum ini sering memakai anting-anting di kening terpaksa menanggalkannya atas arahan syarikat rakaman.
“Saya cuma mengikut aturan di sini. Pada saya ia sama sekali tidak menjejaskan identiti saya malah saya lakukan ini demi peminat,'’ katanya.
SO7 yang baru-baru ini berada di Kuala Lumpur untuk promosi album Des 07 turut melahirkan kesyukuran kerana diberi sambutan hangat di sini.
“Alhamdulillah, setakat ini sambutan yang diterima amat baik. Kami percaya peminat di Malaysia dapat menerima muzik kami kerana kita datang daripada rumpun yang sama,'’ kata Eross.
Sambil menganggap rahsia kejayaan mereka bersandarkan pada keikhlasan menghasilkan muzik yang bermutu, Eross turut mengakui ramai pihak mencemburui kejayaan mereka.
Tahun lalu, album kedua SO7 berjudul Kisah Klasik Untuk Masa Depan terjual sebanyak 100,000 unit di Malaysia.
Pencapaian itu sekali gus mengetepikan beberapa artis popular tempatan yang terpaksa akur kerana tewas di gelanggang sendiri.
Album Des 07 yang mula dipasarkan Mac lalu kini mencatatkan jualan sebanyak satu juta unit di Indonesia dan 40,000 unit di Malaysia.
Menurut Eross, sama ada SO7 kini berada di kemuncak kerjaya, itu bukanlah persoalan yang penting bagi mereka.
“Populariti bukan perkara pokok buat kami. Yang lebih utama ialah kami terus mencipta muzik,'’ katanya.
Dia menambah, setiap lagu yang dicipta lahir daripada apa yang dirasai oleh mereka. Dengan cara itu, ia bukan sahaja dapat memberikan kepuasan malah mesej lagu mudah diselami oleh setiap anggota kumpulan itu.
Sementara itu, lagu lama SO7 berjudul Sephia yang masih menjadi siulan peminat khabarnya telah dirakamkan dalam versi Mandarin.
SO7 yang menyedari perkembangan itu amat terharu walaupun lagu versi Mandarin itu dinyanyikan oleh seorang penyanyi dari Taiwan.
Menyentuh tentang gandingan dengan artis-artis wanita Malaysia, lima anak muda itu amat menyenangi penyanyi Sarimah.
“Kalau diberi peluang, kami suka sekali berganding dengan Sarimah. She’s cool!'’ kata Duta yang mencelah perbualan.
August 24, 2002
Kebyar-kebyar itu sepertinya lagu perjuangan terakhir yang populer. Ada sejumlah lagu berlirik dengan nuansa nasionalisme. Tapi ditelan oleh ombak besar lagu cinta pria-wanita yang pasang belakangan ini. Kenapa para penulis lagu sungkan menyentuh lagu perjuangan?
Dhani Achmad
Susah Mood-nya
“BUKAN aku nggak mau mencipta lagu perjuangan. Tapi susah dapat mood-nya. Setting kehidupan kami juga berbeda dengan masa perjuangan dulu. Aku takut, kalau terlalu dipaksain malah jelek keluarnya” kata pentolan Dewa itu.
“Kalau kita nggak hidup di jaman perjuangan, bagaimana kita bisa dapat nyawanya? Lagipula, lagu perjuangan atau nasionalisme itu nggak perlu yang berapi-api. Cinta lingkungan, tentang kemanusiaan, itu juga bisa dibilang nasionalis” papar Dhani.
Dhani bilang, sangat tidak relevan jika kita selalu berkutat pada lagu perjuangan seperti dulu. Ia malah pernah dicap ‘sok nasionalis’ ketika dalam album Achmad Band, Dhani berdandan ala Bung Karno. Tuduhan mendompleng nama BK begitu menohok Dhani.
“Itu baru berdandan. Dan aku memang penggemar berat beliau. Tapi tudingan masyarakat sangat memojokkanku. Apalagi jika aku kemudian mencipta lagu dengan semangat 45, bisa-bisa mereka lebih sinis terhadapku” jelas suami Maia, yang dikaruniai tiga putra ini.
Rahadian Romulo
Produser Sungkan
“MENCIPTA lagu perjuangan? Wah terlintas aja enggak tuh. Tapi bukannya gue nggak nasionalis. Bisa dibilang, gue malah Indonesia banget. Jangan bandingkan kami dengan WR Soepratman, Mochtar Embut, Taufik Ismail, Kusbini atau H Mutaha. Iklim bermusik dan situasi kami beda dengan mereka” kata Lilo.
Ia juga takut, kalau mencipta lagu perjuangan, nantinya malah tak ada yang mendengarkan. Bisa ia bikin, tapi bisa dipastikan lagu tersebut tak akan monumental.
“Kendalanya nggak itu saja. Pihak produser, yang notabene bergerak di industri musik, sepertinya sungkan dengan lagu-lagu model begitu. Jadi balik lagi” lanjut mantan gitaris KLa Project ini.
Banjir lagu cinta-cintaan?
“Sah-sah saja itu. Asal nggak menghasut, mengadu domba, atau SARA. Dan kita kembalikan tujuan kita mencipta lagu : Tembang-tembang yang beredar sekarang kan tujuannya menghibur? Bukan untuk membangkitkan semangat perjuangan?” ujar Rahadian Romulo.
Eross Chandra
Bendera Cokelat
Ku pertahankan kau demi kehormatan bangsa. Ku pertahankan kau demi tumpah darah. Sumpah pahlawan-pahlawanku, Merah Putih teruslah kau berkibar. Di ujung diangkat tinggi Indonesiaku ini. Ku kan selalu menjagamu
Reffrain lagu berjudul Bendera yang dilantunkan grup band Cokelat itu diciptakan oleh Eross Chandra, mastermind Sheila on 7. Di situ memang kental nuansa nasionalismenya.
“Aku memang coba-coba nulis lagu kayak gitu. Aku lihat, sekarang ini jarang banget pencipta lagu nulis lagu perjuangan. Kata orang sih, lagu Bendera lumayan dapat sambutan. Yaa, syukurlah. Tapi jangan bandingin dengan lagu perjuangan tempo dulu ya? Masih jauh!” ujar Eross merendah.
Eross mencipta lagu itu bukan tanpa alasan. Pihak Sony Music, label Sheila on 7, menawari Eross bikin lagu yang akan dijadikan soundtrack sebuah sinetron. “Setelah baca skrip naskah sinetron itu, aku setuju untuk bikin lagu. Isinya memang tentang nasionalisme. Terus, yang nyanyiin Kikan Cokelat. Diaransemen sedikit rock. Biar semangat, gitu. Mungkin kalau yang nyanyiin Duta agak nggak cocok. Soalnya, warna vokal Duta kan ngepop?” jelas Eross, sebelum promo album S07 ke Malaysia.
Mengaku sulit mencipta lagu perjuangan, maka ia menyatakan salut pada almarhum Gombloh yang bisa melahirkan lagu perjuangan monumental meski negeri kita sudah merdeka. “Mungkin, kalau aku kemarin nggak disodori skrip naskah itu, nggak bakalan tercipta lagu Bendera” pungkasnya.
n abp
SOurce: MP
MULAI 24 Agustus sore hari, TVRI Yogyakarta menayangkan paket infotainmen baru. Rencananya 10 episode, tiap Sabtu. Judulnya Sahabat Ketzia. Paket panjang ini diancangkan untuk segmen pemirsa anak-anak, meski pihak Ketzia sendiri berasumsi bahwa penyanyi usia 10 tahun yang sedang mereka garap itu bukan diarahkan sebagai penyanyi anak seperti Tasya, Yoshua atau Mega Utami.
“Salah satu lagu andalan di album perdana Ketzia adalah Burung Camar yang pernah dibawakan Vina Panduwinata. Kami lakukan itu dengan sadar, bahwa lagu ciptaan Aryono Huboyo Djati itu bukan lagu anak-anak, karena memang Ketzia kami lepas sebagai penyanyi. Bukan penyanyi anak. Cuma kebetulan usianya masih 10 tahun” kata dr Adelyna Meliala SpS, ibu kandung Ketzia.
Aryono juga mencipta lagu lain untuk penyanyi baru tinggal di Yogya ini : Masa Kecilku, yang dia anggit dengan disesuaikan vokal dan karakter sehari-hari Ketzia.
Maka pernah berminggu-minggu Aryono betah di Yogya. Memotret gadis cilik itu dan bercanda. Mengenalnya secara dekat. Lalu bersama Chandra Darusman mereka mencipta lagu Bulan Bintang
Ketzia seperti ‘dimanja’ tak cuma oleh Aryono dan Chandra. Iga Mawarni siap bekerjasama membuatkan klip animatif, sebelum rencana pembuatan klip untuk lagu yang berbeda dirembug oleh manajemen Ketzia dengan Jay Subiakto.
Oni Saunine dan Sonyol —orang-orangf kuat dari Yogya yang membentengi sejumlah orkestra Jakarta— menggarapkan aransemen untuk lagu-lagu Ketzi. Di samping Erwin Gutawa dan Kiwir.
Sheila on 7 menyempatkan waktu untuk syuting bersama Ketzia lalu mereka nyanyi bareng Sahabat Sejati di sekretariat Kotabaru.
‘Servis’ sama diberikan Dian Sastro, Mira Lesmana, Vina Pandu, ketika minggu lalu ‘bocah Yogya’ itu lima hari ke Jakarta bersama kru TVRI Yogyakarta dan Setanggi Multivisi.
“Ini angin baru bagi keartisan daerah yang harus ditangkap” kata Endo, ia pernah terlibat dalam manajemen Jikustik dan kini Manajer Artis itu bersibuk-sibuk di homebase Ketzia. “Orang-orang Jakarta makin memperhatikan bibit-bibit dari Yogya. Bibit yang unggul tentu saja, kan?”
August 19, 2002
Oleh Khadijah Ibrahim
Kumpulan muzik yang paling popular Sheila On 7 tidak pernah menjangka mereka akan mendapat tempat di hati peminat muzik negara ini.
Malah semasa menghasilkan album, kumpulan ini tidak pernah diikat dengan strategi tertentu untuk menguasai pasaran.
Biar pun mencatatkan populariti dan album mereka laris di negara ini tetapi kumpulan ini menganggap kejayaan itu disebabkan oleh kesesuaian muzik dengan selera peminat.
Sheila On 7 menganggap semua lagu-lagu mereka adalah denyut jiwa yang dilahirkan tanpa dipengaruhi faktor-faktor lain seperti kehendak pasaran dan sebagainya.
“Kami tidak pernah memikirkan sesebuah album itu mendapat sambutan atau tidak semasa menghasilkan album berkenaan. Yang lahir itu adalah denyut jiwa kami dan disampaikan menerusi muzik,'’ kata Eros salah seorang anggota Sheila On 7.
Menurutnya, banyak pihak cuba mencungkil rahsia kejayaan album-album mereka tetapi sebenarnya mereka tidak mempunyai rahsia kerana hasrat utama menghasilkan album untuk dinikmati oleh peminat bukan mendapat imbuhan daripada mereka.
“Kami percaya peminat di sini menerima muzik Sheila On 7 mungkin kerana kita dari rumpun yang sama,'’ tegas Eros lagi.
Tambahnya, apa yang mereka lontarkan dalam muzik selama ini adalah daripada minat dan kehendak sendiri dan bukan kerana faktor tertentu.
Kata Eros, muzik bagi mereka adalah sesuatu yang perlu dinikmati. Justeru itu mereka lebih suka membiarkan peminat menilai sendiri muzik daripada memaksa peminat menggemarinya.
Walaupun muzik mereka sering menjadi ikutan kumpulan lain tetapi Sheila On 7 tidak pernah menganggap mereka sebagai yang terbaik.
“Dalam seni tidak ada yang baik dan tidak baik. Cuma yang ada ialah menarik atau tidak,'’ jelas Eros.
Sheila On 7 adalah kumpulan yang paling laris dan di Indonesia sahaja mereka perlu mengadakan persembahan di 50 buah bandar. Setakat ini mereka baru mengadakan di 29 buah bandar seluruh Indonesia.
Biarpun ada ketikanya mereka dilanda keletihan, namun Sheila On 7 tidak menyesal dengan apa yang mereka lakukan. Sebaliknya, mereka bangga kerana pengorbanan yang dilakukan selama ini mendatangkan hasil.
Menurut seorang lagi anggota Sheila On 7, Duta, kejayaan mereka disebabkan muzik dan gaya yang tersendiri.
Sheila On 7 turut dianggotai oleh Adam (bass), Sakti (gitar kedua) dan Anton (drum) akan hanya menghasilkan album baru pada tahun depan.
Dalam pembikinan album, mereka juga tidak pernah merangka konsep atau tema yang bakal diketengahkan. Sebaliknya mereka lebih senang menghasilkan sesuatu dengan cara spontan.
Album 07 Des yang dipasarkan di negara ini sejak April lalu telah mencecah angka jualan 40,000 unit dan 1 juta unit dijual di Indonesia.
Selain datang mempromosi album, Sheila On 7 yang menjadi kegilaan remaja itu juga telah mengadakan persembahan di Hard Rock Cafe pada petang semalam. Penyanyi utama, Duta menyanyikan hampir 18 buah lagu daripada album baru dan lama.
Pada Sabtu lalu mereka muncul memeriahkan pelancaran wajah baru majalah URTV di Mid Valley, Kuala Lumpur.
July 18, 2002
My assignment last Friday night was to go and watch a live band performing in Kuta. But it wasn’t until I mentioned the name – Sheila On 7 – to one of my Indonesian friends that I learned that this was one of Indonesia’s biggest, most popular and successful bands. “Where have you been for the last five years?” He asked me in disbelief! I figured I must have heard their music even if I didn’t recognise their name, and then suddenly it clicked…’Sephia’, my favourite Indonesian song of all time, I love it and I was about to go and see it performed live…
Kama Sutra proved to be a great venue for Sheila On 7. It was packed, of course, but the intimacy of the place, combined with the perfect acoustics and a catwalk that extends centrally from the main stage into the crowd, really makes the audience feel part of the performance.
Duta, Adam, Eross, Sakti and Anton treated their fans to a seriously excellent show. With a string of top hits, their popularity and success speaks for itself; but their professional delivery and outstanding talent is also immediately obvious, substantiated by the perfect timing, relaxed confidence and natural communication that is accomplished from working so closely together for eight years.
Heartthrob Duta sings from his soul; he has a rich melodious voice, blending harmoniously with the musical expertise and precise rhythm of the other members of the band. I soon realised that I recognised nearly all of the numbers that they played (and I thought I’d never heard of this band…?), the beautiful catchy tunes are the sort that stay in your head and you will find that you’re still singing them days later.
‘Dan’ and ‘Buat Aku Tersenyum’ went down a storm, and ‘Sephia’ truly made my night.
Source: BeatMag
July 9, 2002
JEPARA - Ada-ada saja ulah penggemar grup Sheila on 7 (So7) pada pergelaran musik di Stadion Kamal Djunaidi, Senin (8/7) sore kemarin. Mungkin tidak mau kalah dengan yang lain -yang melempar topi dan memberikan bunga kepada Duta, vokalis So7- ada penonton yang nakal melemparkan sandal jepit.
‘’Mau entuk kembang, saiki Swallow (Tadi mendapat bunga, sekarang Swallow -sebuah merek sandal jepit-Red),'’ ucap Duta sambil memegang sandal jepit yang dilempar penonton ke atas panggung.
Konser di Jepara merupakan rangkaian tur 30 kota di Tanah Air yang dimulai sejak 1 Juni lalu dari Kota Palembang. Dua kota di Jateng yang telah disinggahi, Semarang (4/7) dan Pekalongan (6/7). Besok Rabu (10/7), mereka di Solo.
Aksi panggung band asal Yogyakarta itu sangat komunikatif. Tampil dengan dandanan sederhana dan apa adanya, kelompok musik itu mampu menyihir sekitar 20.000 penonton yang memadati lapangan sepakbola. Duta sang vokalis yang mengenakan kaus oranye, justru tampak ‘’lebih hidup'’ saat berjingkrak-jingkrak di panggung.
Kelihatannya, lima personel band papan atas -yang kemarin didampingi dua cewek backing vokal, Mia dan Annisa- itu benar-benar meresapi tema tur musik yang disponsori Star Mild tersebut. Yakni sederhana dalam sikap dan kaya dalam karya. Penampilan dan sikap mereka wajar-wajar saja dalam pandangan masyarakat awam.
Karena itu, bukan hanya para ABG putri saja yang gandrung melainkan para ibu dan bapak pun rela menemani anak-anak mereka yang masih berusia SD hingga SMU/SMK menyaksikan konser tersebut. Di depan panggung terlihat gadis kecil yang duduk di pundak ayahnya ikut bergoyang mengikuti alunan musik.
Sebelum Duta naik panggung dan membuka pertunjukan dengan lagu ‘’Sahabat'’, ribuan penonton yang sudah berjejal di depan usrek. Beberapa kali mereka mengeluarkan teriakan, ‘’Wuuuuu…!'’ ketika serombongan orang masuk pintu ke lapangan stadion yang terletak di belakang panggung. Mereka mengira yang datang adalah para personel So7.
Sikap mereka dapat dimaklumi, sebab sesuai jadwal seharusnya pementasan sudah dimulai pukul 15.00, namun baru dimulai setengah jam kemudian. Berbeda dengan konser Jamrud Kamis pekan lalu -yang didahului sejumlah band pendamping- So7 tampil sendirian.
Dua pendukung vokal, Mia dan Annisa, lebih dulu naik pangggung disusul lima personel So7: Anton (drum), Adam (bas), Sakti (gitar), Eross (gitar), dan Duta (vokal). Tak lama kemudian meluncurlah nomor ‘’Sahabat'’, disusul ‘’Terima Kasih'’, ‘’BPK'’, dan ‘’P.O'’.
Pada saat nomor-nomor itu meluncur, sekelompok kecil penonton membuat ulah dengan berjoget sambil memutar dan meloncat ke sana-kemari. Buntutnya terjadi tawur, antarpenonton saling pukul dan tendang. Untuk melerai yang tawur, serempak penonton mencibir dengan teriakan, ‘’Ndesa… ndesa… ndesa….'’ Duta yang masih memegang mikrofon pun ikut menambahi,'’Lo, zamane wis merdeka kok isih gontok-gontokan.'’
Semprot Air
Untuk mendinginkan emosi penonton, petugas ‘’hujan buatan'’ pun diminta menyemprotkan air untuk mengguyur ribuan pengunjung di depan panggung. Tak lama kemudian, penonton pun larut lagi dalam hentakan-hentakan musik. Lalu, berturut-turut meluncur lagu ‘’Tunggu Aku + Tunjukkan'’, ‘’Tentang Hidup'’, ‘’Percayakan Pria'’, dan ‘’Pagi'’. Di sela-sela itu, muncul aksi gontok-gontokan antarpenonton sehingga musik dihentikan sambil menunggu keributan berhenti.
Untuk mengalihkan perhatian sekelompok kecil penonton yang masih berulah, Duta menyelingi lagu-lagunya dengan dialog-dialog singkat. ‘’Kebahagian kami yang terbesar adalah saat bersama Anda di sini. Terima kasih Jepara yang telah menyambut kami dengan baik.'’
Lagu selanjutnya, ‘’Pagi'’, ‘’Kita'’, ‘’Buat Aku'’ mengalun syahdu. Penonton memberikan tepuk tangan dan turut berolah vokal saat vokalis So7 itu menyanyikan hits album pertama mereka, ‘’Dan'’ disusul ‘’Sephia'’. Aksi jingkrak-jingkrak semakin seru ketika bergulir ‘’Kusah + Temani'’.
Sebelum menutup aksi panggungnya, Duta memperkenalkan dua personel tambahan yang baru sekali itu di ajak manggung.
‘’Biasanya kami tampil lima orang, sekarang tujuh orang. Yang di belakang itu, Mia dan Annisa. Dua perempuan,'’ ujar Duta memberikan tekanan pada kata ‘’dua perempuan'’ yang disambut teriakan bersemangat dari penonton.
Konser yang berjalan sekitar satu setengah jam itu seluruhnya menampilkan 17 lagu yang ditutup dengan ‘’Saat Aku'’, ‘’Anugerah + Jap'’, ‘’Bila Kau'’, dan terakhir ‘’Seberapa'’.
Berdasarkan pemantauan hingga konser usai, tidak ada korban luka baik karena tawur maupun yang pingsan akibat histeria atau tergencet.
Panitia lokal dari Classic Production Jepara Rizky Edo Prasetyo menuturkan, jumlah karcis seharga Rp 15.000 per lembar, yang terjual lebih dari 9.300 lembar.
‘’Sebelum lagu-lagu terakhir, pintu kami buka untuk memberi kesempatan kepada penonton yang tidak membeli tiket. Kami puas, konser berjalan dengan aman,'’ ungkap Edo, putra pengusaha mebel Classic Furniture H Pawoko.(kar-41j)
Source: Suara Merdeka
July 7, 2002
detikhot, Jakarta - Kalau biasanya lagu-lagu barat atau Mandarin yang di-Indonesiakan, kini giliran lagu Indonesia yang di-Mandarinkan. Yang berhasil melakukan itu adalah Sheila On 7 dengan Sephia-nya. Saking populernya, seorang produser rekaman asal Taiwan yang meminta lagu Sephia dibuat versi Mandarin. Akhirnya, berubahlah Sephia menjadi Sophia.
“Tetapi, yang nyanyiin bukan, Duta vokalis SO7, melainkan salah seorang artis Taiwan, Chyi-chin,” demikian keterangan Sony Music Indonesia selaku label dari SO7 kepada detikcom, Senin (15/7/2002).
Untuk masalah hak ciptanya, pihak Sony mengaku semuanya telah diurus dengan baik. Mereka meminta license langsung kepada Sony Musik Indonesia. “Jadi urusan itu sudah beres. Nama Erros sebagai pecipta juga dicantumkan,” katanya.
Awal mula di-Mandarinkannya Sephia sendiri bermula dari adanya permintaan label local Taiwan, GMM8866 pada akhir Juni 2002 yang lalu untuk me-license lagu Sephia. Setelah melalui proses yang tidak begitu rumit, mereka pun mendapat ijin pada bulan Juli 2002 ini.
Dan jadilah lagu itu sekarang lagu Mandarin Sephia wara-wiri di MTV. Wah bagus dong. Mungkin kini saatnya karya artis Indonesia yang dikenal di negara lain. Jadi nggak hanya serbuan F4 dan Meteor Garden-nya saja ke Indonesia. Tapi SO7 dan Sephia juga nyerbu kesana.
Ohhh Sephia ? eh, Ohhh Sophia
Source: Detikhot
July 5, 2002
Diam-diam Duta, vokalis Sheila On 7 sedang dekat dengan dara kelahiran Jerman, yang kini bermukim di Malaysia. Siapa gerangan? Namanya Maya Karin, 22 tahun, model yang kini mencari peruntungan di dunia tarik suara.
Diakui Maya, hubungan mereka berawal sejak pertemuan keduanya di Malaysia Oktober tahun lalu. “Waktu itu Sheila On 7 lagi tour promo untuk albumnya di Malaysia. Kita bertemu di sana, lagian saya kan juga lama di Indonesia, jadi rasa kangen ketemu orang Indonesia,” begitu kata Maya saat ditemui di Hotel Arya Duta, Jakarta, Kamis (4/7), berkaitan dengan peluncuran album pertamanya bertajuk Erti Cinta untuk kawasan Indonesia.
Gadis berhidung lancip dengan tinggi badan 165 cm, tak ragu-ragu mengaku bahwa mereka sempat jalan bareng dengan lelaki krempeng asal Yogyakarta itu. Baik ketika Sheila On 7 berada di Malaysia ataupun dirinya berada di Indonesia. Bahkan, Rabu (3/7) kemarin, keduanya jalan bareng di sebuah acara yang digelar Sony Music Indonesia, di Cafe Salsa, Kemang, Jakarta.
Adakah pernyataan berbunga-bunga dilontarkan Duta? Dengan senyum simpul, dara yang masuk nominasi Artis Pendatang Baru Terbaik Anugerah Industri Musik (AIM) 2002 Malaysia ini berujar, “Belum,” katanya seraya memalingkan mukanya diringi tawa yang malu-malu. Jadi nunggu pernyataan itu? “Enggaklah kita cuman teman dekat kok,” bantahnya.
Layaknya pasangan yang sedang bungah, Maya pun tak lupa memuji-muji lelaki pujaan para ABG itu. Katanya begini, “Dia itu orangnya malu-malu, tapi sweet. Terus, dia itu orangnya penuh perhatian,” puja Maya, yang juga pernah menetap di Bandung, Samarinda dan Padang.
Berbicara soal album, ia pun tetap optimis meski dalam kurun yang hampir dalam bersamaan, penyanyi Jiran lainnya, Siti Nurhaliza meluncurkan album Sanggar Mustika di Indonesia. “Saya tetap optimis album saya bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Saya juga tidak menganggap bahwa Siti adalah saingan. Dibanding Siti saya bukan apa-apa. Saya ini pendatang baru. Terus terang saya sangat bergembira dengan kesuksesan Siti, tapi mudah-mudahan saya juga bisa sukses seperti halnya dia,” katanya.
Agar ada rasa Indonesianya, di albumnya ini, tiga musisi Indonesia dilibatkan. Sebut saja Oddie Agam lewat lagu Hati yang Sepi, Raidy Noor (R induku dan Tak Sanggup Lagi) dan Deddy Kochan (Simpan Saja Cintamu). (EH)
Source: Kompas
July 4, 2002
Semalam (Rabu, 3 Juli 2002), ada keriaan di Kafe Salsa, Kemang, Jaksel. Tuan rumahnya, Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI). Perusahaan rekaman tersebut memestakan ulang tahunnya yang kelima.
Ternyata, bukan hanya SMEI yang berulang tahun malam itu. Eross Candra, gitaris dan pencipta lagu Sheila on 7 (So7), salah satu grup “tambang emas” yang dikontrak oleh SMEI, pun demikian. Eross, yang lahir di Yogyakarta pada 3 Juli 1979, berulang tahun yang ke-23.
Begitu acara SMEI yang bertajuk A Night Full of Stars tersebut selesai, Eross digiring oleh pihak Kafe Salsa ke halaman samping. Pihak kafe itu menyediakan sebuah kue ulang tahun, lengkap dengan tiga lilin kecil yang ditancapkan di atasnya dan dinyalakan. Kue itu lalu diberikan kepada Eross.
Di hadapan sejumlah wartawan, beberapa rekannya dari So7 dan manajemen So7, Eross meniup ketiga lilin tersebut satu per satu. Sebelumnya, pihak kafe itu memintanya mengucapkan harapannya dalam hati. “Oh, make a wish dulu ya?” ujar si sulung beradik dua ini. Matanya terpejam, bibirnya bergerak, tapi tak terdengar suaranya.
Ketika ditanya oleh KCM tentang harapan yang diucapkannya dalam hati, Eross menjawab, “Aku ingin gitar.” Gitar? Belumkah ia mewujudkan rencananya sekitar dua bulan lalu –membeli gitar Gibson tipe lama dengan uang royalti yang diterimanya dari Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) untuk lagu-lagu ciptaannya yang beredar pada 2001?
Ternyata, seperti kata penerima uang royalti tertinggi untuk periode 2001 dari YKCI ini, “Gitar yang itu sudah kubeli. Aku ingin beli gitar lagi.” Sambung penyuka film seri Friends, paket humor Srimulat dan buku komik Gaston ini, “Aku selalu ingin beli gitar lagi.”
Malam itu, Eross dan empat rekannya dari So7, yaitu Duta (vokal), Sakti (gitar), Adam (bas) dan Anton (drum) manggung di acara A Night Full of Stars. Mereka membawakan hit baru Seberapa Pantas yang diciptakan oleh Eross.
Mereka juga termasuk artis musik yang dikontrak oleh SMEI, yang menerima penghargaan dari SMEI malam itu. SMEI menganugerahkan kepada mereka enam cakram platinum untuk album ketiga mereka, 07 Des, yang sudah terjual kira-kira 900 ribu copy. Setiap cakram platinum bernilai 150 ribu copy.
Sebelum tiba di Jakarta, pada Rabu (3/7), mulai pukul 15.00 WIB, So7 main di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Kamis (4/7) pagi, dari Jakarta mereka “cabut” ke Semarang, untuk tampil di Grand Marina Sport Hall, mulai pukul 15.00 WIB.
Setelah itu, seperti tertera pada situs resmi So7, www.sheilasonic.com, grup yang punya tiga album tersebut masih punya 14 jadwal konser di Jawa, Lombok, Bali, Sulawesi dan Kalimantan. (Ati)
Source: Kompas
June 25, 2002
SA’UNINE adalah nama kelompok kwartet string. Mulanya terdiri Oni Krisnerwinto (biola I), Prima (biola II), Surtihadi (alto biola) dan Wawan (cello). Berdiri 1989, sekarang grup string itu beranggotakan 25 orang/ Bukan lagi kwartet melainkan string ansamble.
Siapa nyana, kelompok yang awalnya cuma ‘tongkrongan’ mahasiswa (ISI Yogyakarta), belakangan muncul di balik sukses grup-grup nasional (GIGI, Sheila On 7) dan artis ibukota (Titi DJ, Mayangsari) ?
Mulanya memang berdasar pertemanan antara Oni dan Dewa Bujana sebelum gitaris itu gabung GIGI. Begitu Oni bikin Sa’unine, isian string untuk album 2X2 GIGI dipercayakan Bujana kepada teman lamanya itu.
Lima lagu dalam album kedua Sheila On 7 juga dipoles Oni dan kawan-kawan. Aransemen string dan bas lagu Khayalan The Groove pun akhirnya digarap Sa’unine. “Saya sendiri solist saxofon di album itu” ujar Oni yang juga consert master di Twillite Orchestra ini.
Ada lagi empat lagu di album Wanita milik Romeo yang stringnya dikerjakanbocah-bocah Yogya ini. Lalu album Tasya, Sa’unine kiprah bersama Dian HP Orchestra. Ohya, dua-tiga tahun lalu Oni pernah dipercaya mengiringi konser Kla Project.
Kelompok belakang layar? Itulah memang Sa’unine sampai hari ini.
“Waktunya yang tak ada. Kami semua sibuk main di orchestra. Sebenarnya pingin banget bikin konser, tapi ya itu tadi, waktu! Di samping beayanya juga tak sedikit” tutur Oni sambil menceritakan pengalamannya beberapa tahun silam gelar pentas di kampus ISI, “Per orang keluar duit sekitar satu juta!”.
DI JAKARTA, nama Sa’unine cukup dikenal artis dan musisi. Addie MS mempercayakan Twilite Fantasy untuk mereka pegang. “Nggak tahu, apa maksud Addie. Untuk mengantisipasi job dengan dana terbatas? Seperti kemarin ketika Memes menggelar konser tunggal di sebuah cafe di Jakarta, bukan suaminya yang mengiringi, tapi Twillight Fantasy”
Ansamble Sa’unine juga mengiringi konser raya Padi beberapa bulan lalu. Saat ini Sa’unine dipesan Rika, vokalis The Groove, untuk mengisi string-nya dalam mempersiapkan album ke tiga Shanty VJ MTV, dimana Rika bertindak sebagai pencipta lagu.
Artinya?
Nama Yogya makin “sip” dong! n ana
Source: MP
June 18, 2002
Sejak dirilis pada Maret 2002 lalu, penjualan album terbaru dari Sheila on 7, 07 Des langsung melesat. Hingga kini, album tersebut terjual mendekati angka 1 juta copy. Angka ini jauh melampaui pencapaian album Dewa “Cintailah Cinta” dan Jamrud dengan “Sydney 090102″. Padahal album mereka dirilis pada waktu yang hampir bersamaan.
Saat ini, menurut pihak rekaman, Sony Music Indonesia, Album ketiga dari kelompok musik asal Yogyakarta itu telah terjual 950 ribu keping lebih. Angka tersebut juga kuatkan oleh manajer SO7, Iraz. “Bahkan, bila angka penjualan itu mencapai angka 1 juta keping pada bulan Juli ini, SO7 mungkin akan terima penghargaan platinum award dari Sony,” jelasnya kepada detikcom, Selasa (18/6/2002).
Angka penjualan album yang luar biasa seperti ini, tampaknya memang sudah menjadi langganan bagi Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bass), Sakti (gitar) dan Anton (dram). Lihat saja, album-albumnya yang terdahulu, semuanya mencapai angka penjualan diatas satu juta dalam waktu yang cukup singkat.
Album pertama mereka, “Sheila on 7″ dengan lagu andalannya, Dan dan JAP yang diluncurkan pada Maret 1999 lalu terjual sebanyak 1,3 juta keping dalam waktu sekitar satu tahun. Sedang, album kedua yang berjudul “Kisah Klasik untuk Masa Depan” lebih fantastis lagi. Album tersebut terjual sebanyak 1,7 juta dalam waktu kurang dari satu tahun.
Atas kesuksesan kedua album itu, SO7 pun meraih Multi Paltinum Award dari Sony Music. Namun, tak hanya itu saja. Selain laris dalam penjualan albumnya, single-single SO7 juga diincar oleh para produser sinetron atau film. Salah satunya adalah lagu, Sephia, yang diangkat menjadi sinetron dengan judul yang sama.
SO7 selalu laris bak kacang kulit. Kesuksesannya tak terhenti saat single-singlenya yang menjadi soundtrack banyak sinetron. Malah, semakin menjadi incaran. Para penyanyi pun antre minta buatkan lagu oleh Eross, yang merupakan otak dari lagu-lagu hits SO7. Dan itu dibuktikan dengan terpilihnya Eross sebagai penerima royalty tertinggi dari YKCI (Yayasan Karya Cipta Indonesia).
June 17, 2002
Menggandeng Rizal Mantovani, Sheila on 7 (SO7) garap video klip ketiga untuk album “07 Des”. Namun ada yang lain dalam video klip kali ini. Konsep video klipnya sama sekali tidak menggambarkan isi dari lagu “Pria Kesepian”.
Alur cerita dari video klip “Pria Kesepian” ini agak lain dari biasanya. Karena, tidak menggambarkan cerita dari orang yang benar-benar sedang dilanda kesepian. “Video klip kan nggak harus nempel dengan lagunya. Yang penting jiwa lagu itu tergambar dalam video klip yang ditampilkan,” ujar sang sutradara, Rizal Mantovani saat berbincang dengan detikcom di studio 33 Mampang, Jakarta Selatan.
Menurutnya, dalam klip ini, Rizal sengaja menggambarkan sosok seseorang yang senang akan khayalan. “Jadi, nanti akan ada ada adegan SO7 dengan fans, model dan juga ada khayalan SO7 main sinetron segala,” cerita Rizal.
Jangan-jangan SO7 ingin main sinetron? “Ya, kepingin juga sih,” Eross mengaku. Tapi menurut Eross, Adamlah yang paling kepingin main sinetron. “Apalagi Adam tuh mbak, dia tuh suka ikut casting,” katanya sambil menunjuk Adam. Namun yang ditunjuk hanya cuek, acuh tak acuh sambil terus mengutak-atik bidak-bidak catur
yang ada dihadapannya, enggan berkomentar.
“Iya, Adam sering ikut casting, mbak. Kemarin dia ikut casting Scooby-doo, ha ha ha,” timpal sang vokalis, Duta.
Dengan kesibukan seperti ini, apa mungkin SO7 punya waktu untuk main sinetron? Kayaknya, nggak mungkin deh. Apalagi saat ini mereka akan menggelar tur di 30 Kota mulai 20 Juni 2002 nanti. Dan lagi karir mereka di musik sudah cukup sukses. Buktinya album terbarunya, “07 Des” sudah terjual hampir 1 juta keping. Wah!
POPULARITAS grup band asal Yogyakarta Sheila On 7 (SO7) di Malaysia memang sudah tidak diragukan lagi. Bahkan keberadaan SO7 mampu mengalahkan musisi asal Malaysia sendiri, hal ini terbukti dengan penjualan album SO7 yang sangat laku di Malaysia bila dibanding dengan band-band lokal. Bahkan, musisi Malaysia dikabarkan mulai membuat lagu-lagu seperti lagu SO7.
Dengan adanya pengakuan dari musisi Malaysia yang meniru lagu-lagu SO7, maka pihak SO7 mengaku sangat berterima kasih dan tidak melarangnya. Hal ini dibenarkan oleh Duta (personel SO7). “Saya bangga lagu-lagu Sheila On 7 dijadikan rujukan dalam bermusik,” kata Duta yang juga sebagai vokalis.
Namun di sisi lain, personel SO7 lainnya, Sakti mengatakan alangkah baiknya jika setiap grup band memiliki ciri khas tersendiri. “Kami tidak melarang. Tapi jangan lantas meniru Sheila On 7, cukup jadi rujukan saja,” ujar Sakti.
Lagu-lagu SO7 sendiri kebanyakan ciptaan Eross yang juga personel SO7. Lantas bagaimana tanggapan Eross mengenai hal ini? Menurut Erros, dengan mengambil musik SO7 sebagai rujukan, diharapkan para musisi tersebut dapat menghasilkan musik yang lebih baik. “Tapi, kalau musik yang dihasilkan sama dengan Sheila On 7, maka hal itu tidak akan baik bagi perkembangan musik dan juga bagi grup itu sendiri,” ungkap Eross.
Memang Sabtu (11/5), grup yang baru saja meluncurkan album terbarunya 07 Des ini akan tampil di hadapan penggemarnya di Malaysia, yakni di Stadium Putra Bukit Jalil. Kemungkinan besar, konser SO7 kali ini akan dikunjungi oleh musisi Malaysia yang memang ingin meniru lagu-lagu mereka
SOurce: Disctarra
Awalnya, dalam video klip Sheila on 7 (SO7) terbaru akan menampilkan Ayu Azhari sebagai bintang dalam khayalan SO7, tapi khayalan itu buyar. Pasalnya, Ayu ternyata berhalangan hadir dalam pengambilan gambar dan peran itu kemudian digantikan Nafa Urbach.
“Tadi sore kami dapat kabar bahwa teman dekat Mbak Ayu meninggal dunia, jadi apa boleh buat,” ujar Eros ditemui di lokasi syuting, Studio 33 Jl. Warung Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (15/6/2002) pada pukul 22.30 WIB.
Akibatnya, posisi Ayu digantikan oleh Nafa Urbach dan SO7 merasa tidak perlu kecewa karena gagal bersanding dengan Ayu. “Nafa Urbach orangnya baik, dia sahabat kami, ibu kami,” ujar Eros sambil tersenyum.
SO7 yang kesepian
SO7 mengambil lagu Pria Kesepian sebagai andalan ketiga dalam Album “07 Des”. Lagu yang sesuai dengan judulnya, bercerita tentang pria yang merasa kesepian, merupakan lagu ciptaan Eros, yang diilhami dari rasa sepi yang sering dialaminya.
“Rasa itu sering kami alami ketika kami sedang tur untuk show. Memang sih, kelihatannya di sekitar kami selalu ramai, tapi begitu kami masuk hotel terasa betul sepinya. Kami begitu rindu dengan suasana rumah,” cerita Eros. Dan kemudian, lahirlah lagu Pria Kesepian ini. “Pria kesepian akhirnya bisa menerima kenyataan walau dengan kesedihan,” ujar Eros lagi.
Meski demikian, suasana lagu itu sendiri sebenarnya jauh dari sepi. “Beat lagu ini ceria, makanya kami buat klip yang juga ceria,” ujar Adam mengenai video klip yang digarap oleh Rizal Mantovani itu.
SO7 tentang Pembajakan
Sebagai salah satu band tersukses di Indonesia, album-album mereka tak pernah lepas dari pembajakan. “Kami jelas sedih, kecewa. Tapi mau gimana lagi,” seru Duta. Pembajakan, menurut Duta, juga disebabkan oleh apresiasi masyarakat terhadap musik belum cukup baik.
“Sebagian orang kita kan hanya melihat yang penting kaset itu ada suaranya, mereka tidak peduli akan kualitas apa lagi royalti,” sesal vokalis SO7 ini.
Untuk mengatasi masalah pembajakan tersebut, menurut Duta, harus dibenahi dari sistemnya. “Pembajakaan nggak akan bisa dihilangkan kalau hukum tentang pembajakan dan sistem yang ada tidak dibenahi dan ditegakkan,” ujarnya. Apalagi kini Indonesia menduduki peringkat ke-2 internasional untuk pembajakan. “Masyarakat Indonesia sangat menyedihkan tentang pembajakan,” keluh Duta sedih.
June 7, 2002
Jangan sembarangan membuang voucher simpati. Siapa tahu yang Anda buang justru CD-ROM Sheila on 7 (So7), grup musik idola remaja itu. Ya, inilah trik Telkomsel memanjakan konsumen mudanya.
Telkomsel menyulap voucher isi ulang pulsa bagi pelanggan simpati ke dalam bentuk CD-ROM sebesar kartu voucher biasa. Ehm, sebentar.
Kenapa berbentuk CD-ROM? Pasalnya, apa yang ditawarkan voucher bentuk baru ini bukan sekadar nomor seri untuk tambahan pulsa, melainkan sesuatu yang lebih dari itu, yaitu info multimedia mengenai artis-artis terkemuka.
Untuk edisi perdana, voucher ini menampilkan So7 sebagai bintangnya. Lain edisi, artis yang ditampilkan tentu berbeda. Telkomsel yang bekerja sama dengan Sony Music Indonesia menyediakan beragam pernik tentang So7 dalam voucher tersebut.
Isinya lumayan menggoda. Lagu best-cut terbaru Sheila on 7, klip video eksklusif dari lagu Tunjuk Satu Bintang, behind the scenes pembuatan salah satu klip videonya, biografi dari masing-masing personel, diskografi, berbagai artikel dan wawancara eksklusif, screen saver, wallpaper dan info lainnya tentang grup Jogja itu termuat di dalamnya. Lengkap kan?
Secara fisik bentuk dan ukuran voucher CD simpati ini serupa dengan voucher isi ulang yang reguler. Meski besarnya hanya seukuran kartu nama, tapi jangan khawatir, isinya tetap bisa Anda putar melalui CD-ROM drive Anda. Dan sebetulnya bentuk CD seperti itu saat ini sudah dimungkinkan dengan banyaknya model mini disc.
Kalau si Upik ternyata ngefan berat dengan grup ini mungkin Anda harus segera mencarinya. Karena voucher ini hanya dicetak sebanyak 100.000 unit untuk seluruh Indonesia, dengan banderol Rp 150.000 untuk pulsa yang besarnya sama. YUL
Source: Telkomsel
May 19, 2002
SANGKAAN sebilangan besar peminat Sheila On 7 (SO7) bahawa konsert kumpulan tersebut di Stadium Putra, Bukit Jalil minggu lalu akan jauh lebih mantap berbanding konsert di Stadium Malawati, Shah Alam tidak lama dulu meleset sama sekali.
Ini kerana konsert kedamaian (seperti yang dilaungkan SO7) dirosakkan oleh sistem bunyi yang tenggelam timbul yang sekali gus membuatkan telinga lebih 5,000 penonton yang berada dalam stadium itu bingit.
Malang sekali SO7 tidak mendapat sokongan yang baik daripada sistem bunyi yang sebetulnya merupakan faktor paling penting bagi penganjuran sesebuah konsert.
Khabarnya penganjuran konsert kedamaian SO7 tempoh hari berdepan dengan masalah sehingga menyebabkan ada penganjur yang menarik diri pada saat-saat akhir!
Tinggalkan dahulu persoalan mengenai gangguan sistem bunyi di stadium yang boleh menampung lebih 14,000 penonton itu.
Sebaliknya, apa yang boleh dipelajari oleh pemuzik muda tempatan daripada lima anak muda dari Yogyakarta, Indonesia itu ialah kehebatan mereka bermain muzik dan kekuatan stamina khususnya pada penyanyi utama kumpulan itu, Duta.
Duta sebagai teraju utama SO7 berjaya mengawal vokal dan aksinya amat bersahaja.
Sementara teman-teman pemuzik SO7 yang lain turut mewarnai persembahan tersebut dengan permainan muzik yang agresif sehebat karya-karya yang lahir dari jiwa mereka.
Pada konsert malam itu, Duta dan teman-temannya Erros, Adam, Sakti dan Anton membuka tirai dengan menyampaikan lagu Sahabat Sejati.
“Anda peminat di Malaysia merupakan sahabat sejati kami setiap kali kami hadir di Malaysia,'’ kata Duta.
Nyata populariti SO7 di Malaysia bukan calang-calang. Mereka memiliki tarikan tersendiri dalam usaha mengembangkan kerjaya seni mereka di bumi Malaysia.
Perkembangan ini dapat dilihat berdasarkan kelancaran penonton yang rata-ratanya terdiri daripada anak-anak muda menyanyi dengan fasih lagu-lagu SO7 dari album terbaru mereka, 07 Des yang hanya baru dilancarkan di negara ini 1 April lalu.
Hampir kesemua lagu baru dalam album 07 Des mampu dihafal dan ini membuktikan SO7 mempunyai potensi untuk mendominasi pasaran muzik negara ini.
Selain Sahabat Sejati, SO7 turut mengalunkan lagu berhantu Sephia, Dan dan Takkan Pernah Menyesal secara medley.
Lagu-lagu seperti Bapak Bapak, Tunggu Aku Di Jakarta, Kisah Klasik, Anugerah Terindah Yang Pernah Aku Miliki, Jadikan Aku Pacarmu dan lain-lain turut berkumandang di Stadium Bukit Jalil.
Yang pasti, peminat SO7 pada malam itu pulang dengan perasaan gembira kerana persembahan kumpulan tersebut yang mantap tetapi sedikit kecewa kerana persembahan sistem muzik yang kurang memberangsangkan. - Dean
May 14, 2002
Dari kiri kekanan : Eross, Duta, personel Grup musik Sheila on 7 bersama Erwin Gutawa saat Latihan menjelang pementasanya dengan orcestra Erwin Gutawa di Rossi Musik Fatmawati, 14 Mei 2002
Photographer : Bagus Indahono (www.tempofoto.com)

May 11, 2002
Setelah diadain polling ditambah tingginya air play di radio, akhirnya terpilihlah Buat Aku Tersenyum, sebagai klip kedua Sheila On7. Di klip itu, Sheila bergaya oriental. Modelnya pun sengaja diambil yang paling top, salah satunya adalah Roger Danuarta !
Di tengah kerepotan Sheila On7 mondar-mandir dari satu tempat ke tempat lain buat promoin album ketiga, 07 Des, anak-anak Yogya ini masih nyempetin diri bikin video klip kedua. Keputusan milih lagu Buat Aku Tersenyum ini emang nggak sembarangan, karena sebelomnya udah disebar polling. Jadi secara nggak langsung, Sheilgank sendiri lah yang nentuin lagu jagoan kedua ini. Nggak cuma itu, karena ternyata lagu ciptaan Sakti ini ternayata juga lumaya “sakti” direquest sama pendengar radio.
Kalo biasanya kita cuma disuguhi Duta, Adam, Eross, Sakti dan Anton yang ngeband, ato berakting seadanya, kali ini kita bakal nemuin mereka dengan dandanan warna-warni. Klip garapan Deddy Noor yang syutingnya dilakukan tanggal 3 Mei kemaren ini emang sengaja nampilin suasana cerah. Panggungnya pun dikasih rumpun bambu biar keliatan tambah seger. Karakter huruf cina yang muncul disana-sini ditambah 2 model yang wajahnya asia banget, Tracy Trinita dan Roger Danuarta, bikin nuansa klip ini sangat oriental
Penasaran. Kayak apa sih video klip orientalnya Sheila yang katanya juga bakal diputer di Malaysia ini !
Source: KG
May 10, 2002
Setelah merilis album ’07 Des’ dan tampil pada beberapa panggung dalam negeri, kelompok musik asal Yogyakarta Sheila On 7 (SO7) segera menggelar show akbar mereka di Kuala Lumpur, 11 Mei mendatang.
Jadwal panggung di Negeri Jiran tersebut merupakan kali ke empatnya SO7 beraksi di Malaysia. Untuk penampilannya kali ini, SO7 akan tampil di Stadion Putra yang berkapasitas 14.000 orang di Kompleks Sukan Negara, Bukit Jalil.
Tampaknya SO7 akan menangguk applause panjang di Malaysia, setelah seluruh tiket pertunjukannya dinyatakan sold out beberapa hari sebelum pertunjukan bertitel ‘Peaceful Concert’ tersebut digelar.
Setelah tampil di Malaysia, SO7 juga dijadwalkan ikut berlaga dalam Erwin Gutawa’s Concert di Jakarta, 16 Mei 2002.
Kemudian, mulai 18 Mei hingga Oktober 2002, para penggemar Duta, Anton, Eross, Sakti dan Adam di Indonesia bisa menikmati lagu dan penampilan mereka di sejumlah kota yang akan dilakukan dalam 30 jadwal konsernya di seluruh Indonesia.
· Sumber: Satunet.com
·
May 6, 2002
Tepat di hari ulang tahun keenam grup pop Sheila on 7 (So7) yang dibentuk di Yogyakarta pada 6 Mei 1996, pada Senin (6/5) Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI), di Jakarta, mengumumkan daftar para pencipta lagu yang menerima royalti atas lagu-lagu mereka yang beredar pada periode 2001.
Acara yang diadakan dari pagi hingga siang hanya untuk para penerima royalti dan pihak YKCI tersebut sangat berarti bagi Eross Candra, gitaris sekaligus pencipta hampir semua lagu yang dibawakan oleh So7, karena ia menjadi penerima royalti tertinggi.
Royalti tertinggi itu diperoleh Eross berkat apa yang disebut oleh YKCI sebagai hak mengumumkan, yang dimiliki oleh Eross atas lagu-lagu ciptaannya yang ada dalam album pertama So7 yang berjudul Sheila on 7 (1999) dan album kedua grup itu yang bertajuk Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000) pada masa edar 2001.
“Itu belum termasuk tiga lagu ciptaanku untuk (penyanyi-penyanyi) Memes, Tasya dan Rio Febrian. Lagu-lagu itu belum kudaftarkan, jadi tahun ini aku belum terima royalti dari lagu-lagu itu,” terang Eross, ketika diwawancara melalui telepon genggamnya oleh KCM, sepulang ia dari acara YKCI tersebut.
Peringkat yang dicapai oleh Eross untuk periode 2001 meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ketika itu, Melly Goeslaw dan Yovie Widianto yang menempati posisi puncak.”Untuk periode 2000, kalau enggak salah ingat, aku ada di urutan kesembilan,” ucapnya. “Soalnya, aku terlambat ngedaftarin lagu-lagu ciptaanku yang ada di album pertama Sheila on 7,” lanjutnya.
Lagu-lagu di album pertama So7, ungkap Eross, didaftarkan sesudah beredar. “Lagu-lagu di album kedua didaftarkan sebelum beredar,” katanya.
Mengenai jumlah uang yang diperolehnya dari YKCI sebagai penerima royalti tertinggi periode 2001, Eross berahasia. “Aku tahu sih jumlahnya. Tapi, enggak enak ngomonginnya,” tuturnya. “Pokoknya, bisa buat beli gitar baru,” sambungnya. “Aku ingin beli Gibson tipe lama,” tambahnya.
Di lain pihak, daftar para penerima royalti dan jumlah rupiah yang mereka dapat, baru akan disampaikan oleh pihak YKCI kepada pers dalam jumpa pers yang dijadwalkan bakal diadakan pada Senin (6/5), mulai pukul 16.00 WIB.
Eross mengaku amat gembira karena pencapaiannya itu. “Sekitar dua minggu lalu, waktu aku lagi duduk-duduk di kantor Sheila on 7 di Yogya, datang surat dari YKCI. Isinya pemberitahuan tentang royalti yang aku terima ini. Wah, aku senang banget,” kenangnya.
Seluruh lagu dalam album pertama dan album kedua So7 memang dicipta oleh Eross. Untuk album ketiga, empat personel lainnya, yaitu Duta (vokal), Sakti (gitar), Adam (bas) dan Anton (drum) juga mulai mencipta lagu, masing-masing satu buah.
***
Sheila on 7 adalah grup yang berhasil menjual kaset jutaan copy. Dari waktu rilisnya hingga kini, di dalam negeri album pertama terjual 1,4 juta copy, album kedua hampir 1,9 juta copy, serta album ketiga, 07 Des (2002), 800 ribu copy lebih.
Untuk menambah angka penjualan album ketiga, video lagu Buat Aku Tersenyum tengah digarap. “Pemilihan lagu itu kami percayakan ke pihak Sony Music (perusahaan rekaman yang mengontrak So7 untuk enam album). Mereka kan yang turun ke lapangan untuk mengetahui lagu-lagu kami yang diminati oleh para pendengar,” papar Eross.
Syuting video lagu tersebut dilakukan pada Jumat lalu (3/5) di studio rumah produksi Avant Garde, Jakarta. Deddy Nur, yang menggarap video lagu Tunggu Aku di Jakarta, dari album kedua So7, menjadi sutradaranya.
Tiga album So7 juga dirilis di Malaysia. Mereka sudah pula manggung di sana, selain di Brunei Darussalam. Selasa (7/5) sore, mereka akan terbang lagi ke Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia. “Kami akan main di Putra Stadium, Selangor. Yang mengundang, promotor sini yang bekerja sama dengan promotor sana. Sebelumnya, ada kegiatan-kegiatan promo,” jelas Eross.
Pulang dari Malaysia, mereka bakal ke Jakarta lagi. Pada 13-15 Mei mereka harus menjalani latihan bersama Erwin Gutawa Orchestra dalam rangka pergelaran Erwin Gutawa yang berjudul Konser EG, pada 16 Mei di Jakarta.
Sehabis itu, tur yang terdiri dari 30 pementasan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali dan Lombok, menanti mereka. Dijadwalkan, tur tersebut akan dimulai menjelang akhir Mei. (Ati)
Source: Kompas
May 4, 2002
No pain, no gain. Kenyataan jadi bintang terlanjur melekat. Album pun ludes di pasar. Kenapa kok masih ada ganjelan?
Siapa bilang punya dua album yang mampu terjual lebih dari 3 juta kopi, dapet royalti ratusan juta, dibayar 30-40 juta perak sekali manggung, plus bisa dikenal sampe manca negara melulu enak?
Tanya aja sama personel Sheila On 7 (SO7).
Dengan fasih, mereka Duta (vokal), Eross dan Sakti (gitar), Anton (drum) dan Adam (bas) bisa ngasi daftar sekian banyak hal yang musti rela dikorbankan buat mencapai dan mempertahankan itu semua.
Contohnya Duta, yang akhirnya “menyerah” dengan kuliahnya di UGM. Bukannya cowok jangkung dengan piercing di jidat ini dasarnya nggak punya kemauan untuk nyoba. Tapi di banyak kesempatan doi sering terbentur sama masalah jadual.
“Ada masa di mana aku tuh bener-bener ngotot buat tetep jalanin kuliah. Cara apapun, waktu itu, aku jalanin. Baca-baca diktat pas lagi tur, berusaha pulang saban kali ada tes, terus berusaha selalu ngirimin tugas-tugas ke dosen pake fax. Pokoknya segala cara deh!” kenang cowok yang maniak main bola ini.
Tetapi semakin lama, hal itu disadari Duta malah membuat konsentrasinya terpecah-pecah.
“Ngeband juga masih berasa nggak total, kuliah koq makin jeblok!” ujar vokalis yang udah bisa ngebangun rumah sendiri itu, dengan tampang pasrah, “akhirnya aku putusin buat milih salah satu aja dulu…”
Klise sih. Tapi buat Duta, hal itu bener-bener nyebelin. Pasalnya dulu doi sempet janji sama ortunya buat tetep ngejalanin kuliah sesibuk apapun dirinya bareng SO7.
Masalah yang sama juga dialami oleh Sakti dan Adam.
“Biarpun nggak pernah sampe maksain, tapi ibu-bapakku selalu wanti-wanti biar kuliahku dikelarin,”ujar Sakti, yang sebelumnya cerita sempet terkaget-kaget pas bertandang ke kampus dia udah hampir nggak punya temen seangkatan lagi, lantaran udah banyak yang lulus!
“Tapi ya kayak yang dibilang Duta itu, aku musti nyoba ngejalanin satu per satu dulu. Kalo sekarang waktunya buat band ya fokus dulu ke band. Nanti kalo udah mulai longgar, aku pasti balik ke kampus lagi…” tekad gitaris yang belum lama ini berhasil mendapatkan moge Harley Davidson idamannya.
Lain lagi sama Anton.
Adalah kebebasan sebagai individu yang dirasa bungsu dari 3 bersaudara ini jadi jauh berkurang seiring dengan menanjaknya karir SO7.
“Dari aku mulai belajar musik dulu sampe akhirnya ngeband waktu SMP, nggak pernah sekalipun kelintas di pikiranku buat jadi kayak sekarang ini. Main musik, ya main musik aja. Bikin kaset (album maksudnya, red), ya udah bikin kaset,” cerita drummer yang penghasilannya bisa memodali usaha keluarganya itu,”wong pas pertama kali dikasi tau albumnya Sheila laku sejuta kopi aja, aku biasa-biasa aja. Soalnya aku pikir ya emang band-band lain tuh lakunya segitu juga…”
Sikap kayak gitu itu yang terus dibawa Anton selama masa promo album pertama. Makanya ia selalu nggak terbiasa jika tau-tau ada fans yang minta tanda tangan atau sekedar memanggil namanya ketika ia lagi jalan-jalan sendiri.
Baru setelah masuk album kedua, dan sering dinasehati nyokapnya, Anton bisa berkompromi dengan status “baru”-nya itu.
Sampe sekarang pun, satu-satunya personel berambut gondrong ini mengaku masih terus belajar buat bisa keep up dengan statusnya bareng SO7.
“Jadi lebih susah buatku, karena terus terang aku kan orangnya tertutup dan cenderung nggak mau mendengarkan orang lain. Padahal kalo udah dalam kondisi begini, banyak banget pihak yang musti dilayani dan didengerin, istilahnya, dikompromiin deh,” terangnya lagi.
****
Lebih ribet lagi apa yang sempet dialami oleh Eross.
Bukan apa-apa, jack. Soalnya dipundaknya lah hampir semua beban terpikul.
Tanpa mengecilkan arti personel lainnya, Eross emang bisa dibilang sebagai oknum yang paling bertanggung jawab atas sukses SO7 selama ini. Dari tangannya lahir sebagian besar hits kuintet yang udah setahun ini berkantor di jalan Atmosukarto no 17, kawasan Kota Baru, Yogyakarta itu.
“Yang paling aku takutin sekarang ini adalah, kalo misalnya aku megang gitar, tapi begitu mau genjreng, nggak ada ide buat bikin lagu!” kata cowoknya Astrid Tiar ini.
Ketakutan itu mulai dialami Eross begitu mereka siap bergiat buat bikin album 07 Des.
Persisnya saat Eross mulai melihat dan menyadari bahwa di samping band dan dirinya sendiri, begitu banyak kepala yang menggantungkan nasibnya pada karir mereka. Dan itu secara nggak langsung berarti bergantung pula sama laku atau nggaknya lagu bikinannya.
“Sekarang aja udah ada sekitar 18 orang yang bener-bener nyari makan di Sheila. Kru instrumen, manajemen sampe pengurus fans club…” ujar sulung dari dua bersaudara ini.
Kenyataan itulah yang bikin gitaris yang baru aja boyongan ke rumah baru senilai 800 juta perak di kawasan Kaliurang ini berasa nggak bisa main-main lagi.
Kepalanya terasa selalu dipenuhi berbagai pertanyaan tentang,”Gimana caranya bisa mempertahankan itu semua?”
Dan bagi seorang yang berjiwa nyeni kayak Eross, hal-hal seperti itu nggak pelak sempet bikin gundah. Perlu waktu yang lama untuk bisa “berdamai” dengan hal-hal semacam itu sebelum akhirnya bisa jalan lagi.
Ia juga nggak ragu menyebut bahwa selama masa-masa itu juga, dirinya sempet “parno” dan merasa dikejar-kejar bayangan harus selalu bikin lagu bagus.
“Hampir tiap dinding di Sony Music rasanya bisa ngomong, ‘Hayo, bikin lagu yang bagus lho yaaaa…!’.. ha ha ha ha. parno banget deh!” tuturnya kocak.
Situasi saat itu makin terasa njelimet bagi Eross, lantaran selama album pertama dan kedua, ia selalu bikin lagu sesuai dengan pengalaman plus perasaan pribadinya yang notabene nggak mungkin dialaminya lagi sejalan dengan perubahan siklus kehidupannya bareng SO7.
“Aku inget banget pas dulu bikin lagu buat album pertama, tema apa aja yang ada di sekelilingku tuh bisa menarik buat dijadiin lirik. Karena waktu itu aku masih bisa main-main ke sana-sini, nongkrong sana-sini,” kenang pengoleksi 26 gitar vintage ini dengan mata berbinar-binar.
Hal itu yang jadi terasa mustahil buat Eross. Pasalnya, kehidupannya saat ini dipenuhi dengan rapat, jumpa pers, tur dan segala hal lainnya yang nggak berhubungan langsung dengan emosi atau perasaannya.
“Masak iya, aku musti bikin lagu soal rapat? ‘Kan nggak ada menarik-menariknya sama sekali?” lanjut gitaris yang saat ini juga asik beternak ikan koi ini.
Buat Eross, yang dilakukannya selama ini adalah mengarang lagu, bukannya mengarang tema lagu.
“Nggak sreg aja rasanya bikin lagu tentang cinta, tapi aku sendiri lagi nggak jatuh cinta….” ungkap songwriter yang kerap dijuluki “Doktor Cinta” sama rekan-rekannya lantaran jago banget bicara soal cinta lewat liriknya ini, dengan nada lirih.
****
Ada bagusnya, kalo sebuah band diawali dari pertemanan kental. Soalnya dari situ biasanya ada perasaan senasib dan sepenanggungan yang ikatannya jelas melebihi ikatan kontrak.
Dan lagi-lagi, itu dimiliki oleh SO7.
Biar dikata kalo udah menginjakkan kaki di Yogyakarta kelima personel hampir nggak pernah jalan atau nongkrong bareng lagi, tapi lantaran kentalnya persahabatan mereka, apa yang jadi kegundahan salah seorang di antara mereka juga dirasain sama yang lain.
Itu juga yang sedikit banyak bikin Adam, Duta, Anton dan Sakti, mutusin untuk “mengikuti jejak” Eross buat lebih total bermusik mulai album ketiga ini.
“Kalo ngeliat lagi, emang udah waktunya kami untuk lebih jelas memantapkan pijakan kaki ke musik. Udah nggak ada excuse lagi, ibaratnya,” tegas Duta.
Semasa album pertama dan kedua, tambah Duta, excuse-excuse semacam itu kerap kali terlontar semisal ada satu masalah yang tau-tau nongol. “Ah, masih album pertama ini…” ujarnya menirukan pola pikir sebagian mereka saat itu.
Semua tekad itu, biar nggak pernah sekalipun dirapatin bareng, sedikit demi sedikit mulai diwujudkan dengan berbagai cara.
Salah satunya adalah, mulai menanggapi tiap wawancara secara lebih serius.
Selama ini, udah jadi rahasia umum di kalangan media kalo wawancara dengan SO7 nggak bakal sukses semisal dilakukan dengan ke-5 personelnya sekaligus.
Ada aja yang mereka lakuin di antara mereka, yang kalo nggak bikin sang interviewer bingung, ya bete sekalian lantaran nggak dapet jawaban atas pertanyaan yang udah diajuin sebelumnya.
“Abis gimana, kadang kami suka bosen sama pertanyaan yang itu-itu aja. Mau dipelintir ke mana juga baliknya ke situ-situ juga. Mungkin dari situ ditambah sama dasarnya kami yang emang suka iseng, jadinya sering keliatan kalo kami nggak pernah serius kalo diwawancara!” jelas Duta seru.
Buat mensikapi hal tersebut, saat ini mereka sering bikin pernyataan duluan tentang hal-hal apa aja yang sebaiknya nggak usah ditanyain lagi sebelum ngelakuin wawancara.
“Terus aku juga udah mulai sering nyuruh yang lain juga ikutan ngejawab. Biar nggak kesannya aku aja yang jadi juru bicara…” kilah Duta, yang ngaku sempet jengkel sama ketidakseriusan temen-temennya itu,”soalnya kadang aku udah jawab banyak-banyak, serius-serius, tapi karena yang lain diem aja dan keliatan main-main, keluarnya di media ya yang main-main itu!”
Secara lebih gentle, Eross malah ikutan bikin pernyataan maaf.
“Aku mau minta maaf sama temen-temen pers yang mungkin selama ini sempet dibikin kesel sama kelakuanku, kami kalo diwawancara. Bukannya mau ngeremehin atau nyepelein atau gimana, tapi ya itulah mungkin emang pada saat itu kami belum terlalu terbiasa sama yang begitu-begitu. Moga-moga, kejadian kayak gitu nggak terulang lagi!” janjinya.
Sikap lebih serius itu juga ditunjukkin dengan keterlibatan penuh tiap personel dalam pembuatan album kali ini. Seperti udah banyak dilansir, tiap personel kali ini ikutan menyumbang materi.
Lebih dari itu, baik Duta, Adam, Anton maupun Sakti juga mulai terjun penuh dalam proses produksi.
“Kalo dulu ‘kan pas mixing paling cuma Eross sendiri yang nungguin. Sekarang semuanya dengan kesadaran masing-masing juga ikutan nungguin, ngulik segala macem… Paling nggak capeknya udah bisa lebih terbagi deh!”celoteh Duta dengan nada yang masih berapi-api.
Semakin tingginya pengharapan, baik dari pihak label, fans maupun kalangan terdekat terhadap karya SO7, belakangan direspon Eross dengan membuat konsep mulai jauh-jauh hari. Doi kapok dengan pola dikejar setoran seperti yang pernah dialaminya di album-album terdahulu.
“Pokoknya aku mesti lebih disiplin lagi deh sama pola kreatifku. Kalo nggak gitu, bisa keteteran nanti-nantinya. Capek aja kerja kayak orang dikejar-kejar. Paling nggak aku bisa lebih tenang ngegarapnya,” terang Eross lagi.
****
Disiplin, pengorbanan, kerja keras plus niat besar untuk terus maju.
Sounds like sesuatu yang jauh banget dari gemerlap rockstars, ya? Tapi itulah yang terjadi dan menjadi rumus sukses Sheila On 7 selama ini.
Dan kalo mereka tetep bisa konsisten dengan itu semua, kayaknya nggak perlu ada lagi pertanyaan, “Seberapa pantaskah Sheila On 7 buat terus jadi million copies band?” (dani) FOTO-FOTO: DAUS
Source: Hai Mag
April 29, 2002
DUNIA hiburan di Indonesia tak bisa lepas dari perkara jiplak-menjiplak. Tak hanya di blantika musik. Juga di sinetron dan film serta kesenian lainnya. Kasus Dhani Achmad yang dituduh mencuri judul Arjuna Mencari Cinta dari karya Yudistira ANM Massardi untuk judul lagunya, membuhul belakangan ini, mengingatkan kita pada perkara abadi soal copyright yang bisa melahirkan pro-konrtra. Anda punya komentar? Tapi sebelum itu, pendapat sejumlah orang kita dengarkan.
Eross Sheila Nada Itu Kan Cuma Tujuh?
Sebagai musisi, hingga saat ini Eross Chandra mengaku belum tahu dan tak ada yang memberi tahu tentang hukum jiplak-menjiplak lagu. Sheila on 7 memang pernah tertimpa masalah, ketika lagu Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki dituding meniru Father and Son-nya Cat Steven.
“Tak ada niat memplagiat lagu bule itu ketika Anugrah… lahir. Aku mencipta lagu karena instink. Beberapa not bisa saja sama, wong yang namanya nada kan cuma tujuh?” kata mastermind So7 ini.
Dalam konotasi Eross, penjiplakan terjadi jika sebuah lagu mentah-mentah ditransfer, lalu ada orang mengklaim sebagai karyanya. “Saya juga mengutuk orang yang hanya menerjemahkan lirik dari bahasa Inggris ke Indonesia. Ini banyak terjadi di kasanah lagu Indoensia. Tanpa perubahan lirik sama sekali. Kenapa begitu sih? Padahal perbendaharaan kata kita kan banyak? Kalau yang diambil itu maksud atau tujuan lagu lain, nggak apa-apalah. Tapi mereka meniru plek!” kata Eross.
Songs writter muda itu bilang, kalau pun ia ambil ide lagu seniman lain, pasti akan dicantumkannya nama pemilik ide itu dan dibayarnya royalti sesuai aturan yang berlaku. Tapi, mengambil ide atau apa pun namanya, menurut Eross bukan “tipe dia”. Sejelek apa pun, Eross lebih bangga dengan karya asli miliknya.
Yuana Arifin dan Adi Woodle tentang Karya
Jiplak-menjiplak lagu menurut sarjana musik tamatan ISI ini sudah terjadi lama di Bumi Pertiwi. Tak pernah ketahuan. Hingga tahun 80-an soal itu muncul ke permukaan. Meski banyak musisi berkilah bahwa lagu ciptaannya bukan jiplakan, namun ketika kepadanya disodorkan lagu yang mirip toh mereka gelagapan juga.
“Soalnya mereka tak punya bukti bahwa lagu itu memang benar-benar ciptaannya. Kalau hanya dengan secarik coret-coretan di atas kertas disertai akor-akor, itu sih nggak bakalan kuat untuk bukti otentik,” kata Yuwono. “Seorang musisi sebelum bikin lagu, harusnya punya konsep untuk menguatkan. Dan konsep bunyi, hanya bisa dituangkan dalam not balok. Inilah yang tak dipunyai banyak musisi.”
Tentang penjiplakan lagu memang tertuang dalam Convention Bern yang menyebutkan bahwa sebuah lagu bisa dikatakan meniru jika dalam 8 bar nadanya menyamai lagu lain. Belakangan, mengenai aransemen lagu juga mulai dibahas untuk diberlakukan aturannya.
“Sejauh ini, orang dituduh menjiplak kalau ada yang menuntut. Jika tak ada yang memperkarakan, ya….dia bisa enak saja menikmati hasil jiplakannya,” kata Adi Rianto dari YKCI.
Adi menyarankan kepada para musisi, agar mereka mendaftarkan lagu karyanya ke lembaga karya cipta. Untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan. Wong cuma Rp 7500 per lagu. n abp
Source: MP
April 19, 2002
Kemaren pagi, Kamis (18/4) Padi bertolak ke Malaysia disusul sama Sheila On7 beberapa saat setelah itu. Mereka lagi-lagi “berebut” penghargaan Anugrah Industri Muzik, ajang musik Malaysia yang digelar Sabtu besok, (20/4).
Udah bukan berita baru kalo 2 pendekar musik Indo, Padi dan Sheila On7 makin menancapkan kesaktiannya di negeri Jiran tersebut. Tiap kali 2 band gede ini bikin konser ato promo tur disana, tiket yang kejual udah pasti laris manis. Bahkan khusus untuk band yang digawangi sama Duta, Adam, Eross, Anton dan Sakti ini berhasil menjaring pangsa yang bener-bener gede, dan menghasilkan sedikitnya 3 plakat platinum untuk album-albumnya. Nggak heran, (lagi-lagi) di ajang taunan Anugrah Industri Muzik, kedatangan mereka kerap ditunggu.
Selain Padi dan Sheila On7, ada Gigi, Krisdayanti & Anang, dan Harvey Malaiholo yang mendapat gelar nominasi sama yaitu Album Indonesia Terbaik. Rencananya, Padi juga dijadwalin untuk bawain hits Begitu Indah dan Bayangkanlah secara medley. Sementara, nggak ada perform untuk Sheila On7 karena kedatangan grup itu cuma diwakili sama Duta dan Adam aja. Band asal Yogya ini juga lagi nyimpen energi buat promo turnya di negeri tersebut bulan Mei besok !
Hayo, siapa yang paling jago untuk ngerebutin Awards itu ?
SOurce: KG
April 18, 2002
BANYAK artis berbisnis. Ada yang buka warung tenda, garment, bahkan tak sedikit yang mendirikan event organizer. Salah satunya Adam Subarkah. Pemain bas Sheila on 7 ini jual ayam goreng di samping mendirikan Omah Ungu Prodyction, sebuah event organizer yang slogannya “never ending creativity.”. Bahwa kreativitas itu tak boleh stop. Manusia harus terus bergerak maju dan berupaya.
Kreativitas Adam tak pandang bulu. Jual ayam goreng pun dilakoninya. Ia bilang itu divisi business explorer. Ada sih kreasi lain, (di halaman kita tayangkan) Firework system, di bawah divisi stage equipment. Ada lagi pembuatan video company profile, video animasi, dan video shooting yang digolongkannya ke divisi multimedia.
Di warung ayam goreng Punchick-nya, Adam bikin suasana beda. Namanya juga pemusik. Maka ia gabungkan dunia makan dan dunia hiburan.
“Pada hari-hari tertentu diputar film-film pernah box office dengan LCD projector dan giant screen dengan audio yang tak kalah dengan bioskop” kata Adam. “Kita juga sediakan mini-stage untuk acara ulang tahun dan sebagainya”.
Adam punya Omah Ungu. Apa itu?
Source: MP
April 15, 2002
07 DES
1. Tunjukkan Padaku
2. Hingga Ujung Waktu
3. Seberapa Pantas
4. Seandainya
5. Buat Aku Tersenyum
6. Saat Aku Lanjut Usia
7. Mari Bercinta
8. Trimakasih Bijaksana
9. Takkan Pernah Menyesal
10. Tentang Hidup
11. Bapak-Bapak
12. Percayakan Padaku
13. Pria Kesepian
14. Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah
Tunjukkan Padaku
Eross
Tenangkan resahku saat langkahku terasa berat
Teduhkan jiwaku saat matahari bersinar terlalu pijar
Kerana dirimu satu-satu yang kuandalkan
Saat diriku tak mampu berdiri di sini sendiri
Ceritakan Sayang
Hari-hari yang telah kau lalui
Katakanlah Sayang
Semua hal yang kau benci dari diriku
Cobalah Cobalah
‘Tuk mengerti keadaan ini
Aku rapuh saat kau tinggalkan
Tunjukkan padaku
Kau selalu mencintaiku
Jadilah pelindung bagi sayapku
Aku berjanji Aku berjanji
Selalu menemani langkahmu
Dalam setiap helai nafasmu
Bangunkan tidurku
Bila kau terjaga lebih dulu
Dan bertegaslah sayang kita isi makna
Indahnya hari ini

Hingga Ujung Waktu
Eross
Serapuh kelopak sang mawar
Yang disapa badai berselimutkan gontai
Saat aku menahan sendiri
Diterpa luka oleh senja
Semegah sang Mawar dijaga
Matahari pagi bermahkotakan embun
Saat engkau ada di sini
Dan pekat pun berakhir sudah
Akhirnya aku menemukanmu
Saat aku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu
Jangan pernah berhenti memilikiku
Hingga ujung waktu
Setenang hamparan samudera
Dan tuan burung camar
Takkan henti bernyanyi
Saat aku berkhayal denganmu
Dan janjipun terukir sudah
Jika kau menjadi isteriku nanti
Pahami aku saat aku menangis
Saat kau menjadi isteriku nanti
Jangan pernah berhenti memilikiku
Hingga ujung waktu

Seberapa Pantas
Eross
Seberapa pantaskah kau untuk kutunggu
Cukup indahkah dirimu untuk selalu kunantikan
Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku
Mampukah kita bertahan saat kita jauh
Seberapa hebat kau untuk ku banggakan
Cukup tangguhkah dirimu untuk selalu kuandalkan ohh
Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang ohh
Sanggupkah kau meyakinkan di saat aku bimbang
Celakanya(Indonesia’s Version>/Oh Sayang(Malaysia’s Version)
Hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu
Hanya kaulah yang benar-benar memahamiku
Kau pergi dan hilang kemanapun kau suka
Celakanya/Oh Sayang
Hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan
Hanya kaulah yang sanggup untuk kuandalkan
Di antara pedih aku selalu menantimu
BRIDGE
Mungkin kini kau telah menghilang tanpa jejak
Mengubur semua indah kenangan
Tapi aku selalu menunggumu di sini
Bila saja kau berubah pikiran

Seandainya
Duta
Seandainya kudapat memilih
Untuk tak pergi dan tetap di sini
Seandainya aku bisa
Aku sanggup dan mampu ohh
Ku yakin kau ingin tau maksudku
Iringi aku sayang ohh
Aku pergi untukmu
Merangkai mimpi lewati waktu
Semua itu jalan kita
‘Tuk terus salin mencinta
Nantikan aku
Sambut tubuhku
Usap semua peluhku
Terus bersama selamanya
Ohh..

Buat Aku Tersenyum
Sakti
Datanglah sayang dan biar aku berbaring
Dipelukanmu… biarpun ‘tuk sejenak
Usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
Bila ku lelah tetaplah di sini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila ku marah biarkan aku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar
Rasakan resahku dan buat aku tersenyum dengan canda tawamu
Walaupun ‘tuk sekejap
Karna hanya engkaulah yang sanggup redakan aku
Karna engkau satu satunya untukku
Dan pastikan kita selalu bersama
Karna dirimulah yang sanggup mengerti aku
Dalam susah ataupun senang
BRIDGE
Dapatkah engkau selalu menjagaku
Dan mampukah engkau mempertahankanku

Saat Aku Lanjut Usia
Eross
Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau selalu di sini
Menemani aku bernyanyi
Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah kutetap setia
Memijit pundakmu
Sampai kau tertidur pulas
Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama dingin dan panas dunia
Saat kaki telah lemah kita saling menopang
Hingga nanti suatu pagi
Salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain
Saat perutku mulai buncit
Yakinlah kutetap yang terseksi
Dan tetaplah kau selalu menanti
Nyanyianku di malam hari

Mari Bercinta
Anton
Saat kau peroleh rasa
Dalam makna cinta
Tak hiraukan semua angkara
Hanya satu buah titah
Yang kami ejawantah
Yang indah kau rasa
Yang manis kau beri
Walau itu hanya sementara
Lihat dirimu
Semakin Jauh mengayuh
Lewati segala tujuan hidup yang mungkin
Kau tempuh
Tentukan yang utama
Yang satu tercinta
Kan jadi teman hidup yang setia

Trimaksih Bijaksana
Eross
Percaya apapun yang akan terjadi nanti
Kau tetap pesona rahasia di lagu ini
Tak peduli berapakah berat badanmu nanti
Kau tetap yang ter…muahh!! dihati
Ku akui ku tak hanya hinggap di satu hati
Kutakuti ku terlalu liar untuk dimiliki
Walau begitu semua hanya persinggahan egoku
Dan sikapmu telah merobohkan aku
Dan waktu pun terus berlari
Dan aku pun semakin mengerti
Apa yang akan aku hadapi
Apa yang akan ku cari
Aku tuliskan lagu sederhana
Untuk dirimu yang sangat bijaksanai
Memahamiku & mencintaiku.. apa adanya
Aku goreskan lirik sederhana
Untuk dirimu sungguh mempersona
Memahamiku & mencitaiku… apa adanya

Takkan Pernah Menyesal
Eross
Aku tahu…
Kisah ini terasa berat dipundakmu
Aku tahu…
Kerna juga begitu berat di bahuku
Di bahuku.. dibahuku oohh
Coba sayang…
berhentilah meratapi keadaanku
Jangan pernah…
Menyerah keadaan busuk ini
Apapun yang akan terjadi
Takkan pernah aku sesali
Bila menjalani semua denganmu
Bila memahami semua denganmu
Aku… Takkan pernah menyesal

Tentang Hidup
Eross
Akhirnya semua terjadi juga
Yang kutakutkan yang kuelakkan
Keresahan ini tak seharusnya terjadi
Seakan jurang tercipta untuk kita
Selalu kucuba menghangatkanmu
Dengan sebatang lilin ditengah badai ini
Akupun tak ingin kau meredup dan membeku
Dan lilin ini segala yang tersisa
Cuba berusaha untuk lebih mencintaiku
Aku kan mencuba hal yang sama
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kau rasakan aku juga merasakan
Bertahan sayang dengan doamu
Kucuba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk selalu disini
Cuba berusaha untuk lebih mencintaiku
Aku kan mencuba hal yang sama
Bentangkan maumu kita raih semua
Apa yang kau inginkan aku juga memimpikan
Rindulah diriku selagi punuya waktu
Hargailah diriku kutau engkau mampu

Bapak-Bapak
Adam
Bapak-bapak ku cinta anakmu
Jangan kau halangi aku
Bapak-bapak cubalah mengertii
Anakmu cinta padaku
Bapak-bapak pasti ingin yang terbaik
jadi pemimpin anakmu
Bapak-bapak ijinkan aku berlari
‘Tuk meraih buah hatimu
Aku pria seperti dirimu
Suatu waktu butuh pendamping hidup
Yang kan tenteramkan hati selalu
Kanku cinta anakmu selamanya
Biarlah waktu yang kan tunjukkan
Bapak-bapak bersiap sajalah
‘Tuk lepas buah hatimu
BRIDGE
Duniaku lain duniamu
Aku juga tahu
Jangan cuba belokkan erti cinta
Yang Tuhan telah ciptakan

Percayakan Padaku
Eross
Saat mata terhalang oleh malam
Tidur dan berkembanglah
Saat sang pagi kembali menari
Datanglah dengan hati
Bila kau ragu pada impianmu
Percayakan padaku
Jalan hidup yang akan kau tempuh
Percayakan padaku
Tumbuhlah jadi pendampingku
Seiring malam yang menjemput senja
Kekasih percaya padaku
kau nyata tercipta ‘tuk disampingku
Kau takkan pernah tau apa yang kau miliki
Hingga nanti kau kehilangan
Maka jangan pernah tinggalkan aku
Kekasih…Lagu untukmu kekasih

Pria Kesepian
Eross
zaza@imneverwrong.com Kami adalah pria-pria kesepian
Jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta
Cuba dengar keluhan kami…pria kesepian
Ku telah berjanji akan selalu menjagamu
Tapi kau selalu pergi bersama kekasih barumu
Na…na…na…
Ku telah berjanji dapat cinta malam ini
Tapi hujan badai telah datang menemaniku
Menikmati pedihnya cinta… pria kesepian
Menikmati dinginnya hati…. pria kesepian
Na…na…na
Apakah diriku terlalu wibawa dan tampan
Untuk selalu kau miliki
Pastilah…

Waktu yang Tepat untuk Berpisah
Eross
Dan bila kau harus pergi
Jauh dan takkan kembali
Ku akan merelakanmu bila kau bahagia
Selamanya di sana walaupun tanpaku
Ku akan mengerti cinta dengan semua yang terjadi
Pastikan saja langkahmu tetap berarti
Bisakah aku tanpamu
Sanggupkah aku tanpamu
Sehangat pelukan hujan saat kau lambaikan tangan
Tenang wajahmu berbisik
Inilah waktu yang tepat ‘tuk berpisah
Selembut belaian badai saat kau palingkan arah
Jejak langkahmu terbaca
Inilah waktu yang tepat ‘tuk berpisah
Ku akan pahami cinta
Dengan apa yang terjadi
Pastikan saja mimpimu tetap berarti
Aku tak pernah mengharap untuk kau kembali
Saat kau temukan duniamu
Aku tak pernah menunggu tuk kau kembali
Saat bahagia mahkotamu bila kedamaian selimutimu
Jangan kau kembali…
April 10, 2002
Bukannya kehabisan ide, tapi inilah bentuk perkembangan bermusik sebuah band yang lagi beranjak dewasa. Eross “Sheila On7” ternyata punya segudang materi yang tua, bahkan pasangan suami istri yang udah lanjut usia pun jadi inspirasi !
Ide bisa dateng darimana aja. Apalagi buat orang yang suka travelling, berkeliling dari satu kota ke tempat lain. Gitu juga yang dialami Sheila On7. Sering jadi “anak jalanan”, bikin Eross bisa nemuin ide untuk nyiptain lagu di mana aja. “ Suatu ketika di kota Kudus, aku ngeliat kakek nenek lagi jualan kacang. Gila, meski mereka udah tua, tapi kemesraan mereka itu masih keliatan tulus banget ! “ celoteh Eross tentang salah satu lagu yang dibuatnya di album ketiga Sheila, 07 Des.
Nggak lama, lagu Saat Aku Lanjut Usia pun mengalir dengan cepat. Buat Eross, kalo ide udah di kepala, nggak butuh waktu lama untuk menggulirkannya ke dalam sebuah lagu. Kalo mau diitung, udah ada 2 lagu loh yang kentel banget unsur “tua” nya. Yang satunya lagi adalah Hingga Ujung Waktu, dimana mereka udah berani menuliskan jika kau menjadi istriku nanti… di syairnya. Kedengerannya sepele. Tapi buat band yang pelan-pelan udah berobah dari ulat jadi seekor kupu-kupu yang indah ini nggak bisa dibilang biasa aja.
Banyak lagu asik di album ketiga ini. Menurutmu, mana yang paling menarik dari segi lirik dan musiknya ?
Source: KG.
EDAN TENAN, baru sekali ini aku diweruhi demit. Benar-benar tidak menyangka, seperti mimpi aku melihat sosok hantu itu. Aku memang sering dengar teman-teman bercerita tentang hantu, tapi yang benar-benar hadir di depan mata kepalaku, ya baru kejadian kemarin itu.
Malam Minggu lalu, aku baru pulang dari nonton festival hip metal di Monumen Jogja Kembali. Teman-teman dari studio Batas memang ikut festival itu. Jam menunjukkan pukul 2.30 dini hari. Karena teman-teman masih sibuk mengemas peralatan manggung, jadilah aku pulang sendirian. Santai ajalah, pikirku, toh jalan begitu lengang. Kujalankan mobil Kijangku 40 kilo/perjam. Sesekali aku berpapasan dengan ibu-ibu penjual sayur yang akan berangkat ke pasar. Ah, kasihan juga mereka…pagi-pagi begini sudah harus banting tulang.
Belum juga hilang memikirkan si Ibu, tiba-tiba mataku melihat benda putih. Keluar dari rerimbunan pohon sengon. Sejenak aku melihat jalan sekitar. Hei, aku kan saat ini lagi lewat Ringroad Utara, jelang perempatan Condong Catur. Kukucek mataku dengan punggung tangan, kusorotkan juga lampu dim ke arah benda putih itu. Masyaallah! Kerongkonganku terasa tercekat. Itu kan pocongan! Belum habis rasa kegalauanku, pocong-an itu sudah mendekat ke mobilku. Dengan meloncat-loncat begitu cepat, pocongan itu menuju sisi kanan mobil. Aku panik, baru mau tancap gas, po-congan itu sudah menabrak mobilku. Tapi tak ada bunyi benda ketabrak. Dari kaca spion aku mengintip, tak ada apa pun di sana…
Setelah beberapa kilo dari tempat kejadian, aku pinggirkan mobil. Aku masih lemas ketakutan. Aku telepon teman-teman Studio Batas yang juga lewat jalan itu. Jawabannya sungguh mengejutkan, mereka juga melihat pocongan itu!
Esoknya, aku cari informasi. Pocongan itu, bela-kangan memang sering menampakan diri. Sebelum kejadianku, katanya, ada seorang bapak sampai ping san, ketika sedang mengayuh sepeda dihampiri sang pocongan. Lalu, kenapa pocongan bisa muncul? Kata penduduk sekitar, belum lama, di sekitar jalan itu, ada seseorang tewas kecelakaan. Mungkin pocongan itu arwah yang penasaran? Ah, forget it. Kalau meng-ingat kejadian itu, bulu kudukku langsung berdiri.n
Source: MP
April 7, 2002
Artist/Band : Sheila On 7
Judul : Buat Aku Tersenyum
Album : 07 Des
——————————————————————————–
lntro: G Em (3x)
G Em D D7
Datanglah sayang dan biarkan aku berbaring
G Em D D7
Di pelukanmu,walaupun ‘tuk sejenak
G Em D D7
Usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
Reff 1:
C G
Bilaku lelah tetaplah di sini
Em D
Jangan tinggalkan aku sendiri
C C
Bilaku marah biarkan ku bersandar
Em D
Jangan kau pergi untuk menghindar
G Em D D7
Rasakan resahku dan buat aku tersenyum
G Em D D7
Dengan canda tawamu,walaupun tuk sekejap
G Em D
D7
Kar’na hanya engkaulah yang sangggup redakan aku
Reff:
C G
Kar’na engkaulah satu-satunya untukku
Em D
Dan pastikan kita selalu bersama
C G
Kar’na dirimulah yang sanggup mengerti aku
D D7
Dalam susah maupun senang
Brigde:
C G D
Dapatkah engkau selalu menjagaku
C G D
Dan mampukah engkau mempertahankanku …
Kembali ke: Reff 1
Coda: C G Em D (2x)
C Em G Em G
April 5, 2002
EROSS, Duta, Sakti, Adam, dan Anton masih seperti dulu. Terkesan kurang serius bila tak sedang menyandang alat musiknya masing-masing. Jawaban yang diberikan Eross dalam jumpa pers peluncuran album 07 Des, Rabu dua pekan lalu, juga terasa ringan, santai, sedikit mendekati jawaban asal-asalan. Tapi, faktanya, anak-anak muda asal Yogya yang tergabung dalam kelompok Sheila On 7 (SO7) itu adalah kartu as bagi Sony Music Indonesia. Dari tangan kelima pemuda itu telah lahir dua album (Sheila On 7, 1999, dan Kisah Klasik untuk Masa Depan, 2000), yang masing-masing terjual lebih dari 1,5 juta keping.
Dalam tempo tiga tahun, nama SO7 melangit. “SheilaGank” –sebutan untuk fans SO7– tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan Malaysia dan Singapura. Semua yang diimpikan anak umur 19-22 tahun –usia rata-rata personel SO7– ini sudah mereka miliki. Koleksi gitar Eross, Sakti, dan bas Adam bertambah dalam tempo singkat. Bahkan Eross bisa lebih leluasa memenuhi keinginannya mendapatkan gitar elektrik kuno. “Saya sedang kepincut Rickenbocker kepala 60 (buatan 1960-an),” katanya. Anton, drummer, sekarang menjadi bagian komunitas pemilik motor gede Ducati Jakarta. Duta? Stereotipe frontman band ternama yang jadi idola wanita menjadi bagiannya.
Tapi, di album ketiganya, mereka kedodoran. Bukan dari sisi penjualan, karena Sony Music tahu betul jurus melariskan jualannya. Pada jumpa pers tadi, Jan Djuhana, Manajer A&R Sony Music, mengklaim bahwa album anyar itu sudah laku 400.000 keping hanya dua hari sesudah diluncurkan, 18 Maret. Ketika artikel ini ditulis, angka penjualan sudah mencapai 500.000 keping lebih. Namun, klaim SO7, bahwa mereka menawarkan warna baru di album ketiga ini, agaknya melenceng dari kenyataan. Eross memang tidak menyebut genre apa yang didekati mereka kali ini. Tapi, ada kesan, mereka berusaha menjadi minimalis dari sisi musik, dan mencoba mengeksplorasi sisi lagu dan lirik.
Cita-cita ini tentu bagus, walau dalam penggarapannya SO7 kurang matang menggoreng ide itu. Masuknya aransemen string karya Erwin Gutawa cukup menolong. Namun, sepertinya, SO7 kehabisan waktu (mereka masuk studio pada 7 Desember 2001, dan merampungkan “tugas” 16 Maret 2002, setelah diselingi tragedi banjir di studio rekaman) untuk memasak ide-ide yang berkembang. Memang ada peningkatan produktivitas: SO7 melepas 14 lagu –dari biasanya 10-12 lagu– dengan harga jual sama, Rp 18.000. Soalnya, SO7 kini lebih demokratis. Sakti, Adam, Anton, dan Duta sudah ikut menyumbang satu karya mereka, hasil gumaman selama bertualang dari satu panggung ke panggung lain.
Tapi, kalau ditelisik lebih dalam, yang bercita rasa tinggi hanya setengahnya. Dan kebanyakan karya Eross, seperti Tunjukkan Padaku, Terima Kasih Bijaksana, Seberapa Pantas (lagu ini sempat dicekal di Malaysia karena memasukkan kata “celakanya”, yang dianggap tak senonoh), dan Waktu yang Tepat untuk Berpisah. Sayangnya, samar-samar masih terdengar nada identik dari dua album mereka sebelumnya. Bedanya hanya pada pemilihan sound. Kesan mirip ini makin terasa, karena Duta kurang berani mengeksploitasi kemampuannya menjangkau nada-nada tinggi dan memanfaatkan teknik falseto. Duta masih tampil dengan tambahan lantunan “wooh”, atau “hoho”, untuk mendapatkan ketepatan nada pada bait berikutnya.
Karya Sakti pada lagu Buat Aku Tersenyum hanya nyaman di telinga pada tiga birama pertama. Selebihnya terkesan berusaha mencari chord yang sedikit njelimet saja. Nakalnya Adam, lewat karyanya yang diberi judul Bapak-bapak, mestinya tidak sekadar dalam konteks lirik. Kepiawaiannya mencabik empat senar bas sebenarnya bisa menambah nuansa nakal dari sisi musik. Secara keseluruhan, album ini kehilangan jiwa muda SO7, yang sebelumnya penuh keceriaan. Album ini penuh kemurungan.
Ingat, SO7 punya kesempatan belajar lewat dua albumnya terdahulu. Namun, kali ini, SO7 seperti band yang baru pada tahap membuat demo untuk ditawarkan ke produser. Ketimbang mengajak para “SheilaGank” beranjak dewasa, SO7 malah mengebiri mereka dalam atmosfer yang membosankan itu. Langkah seperti ini bisa menjadi bumerang di kemudian hari, karena pilihan di luar warna musik SO7 saat ini beragam. Dalam konteks grup domestik, ada Cokelat, Tic Band, dan Tiket, untuk menyebut beberapa. Belum lagi gempuran band luar yang seakan tak habis-habisnya menghipnotis pendengar muda kita. Maka, ada bagusnya kalau SO7 segera melupakan beberapa kealpaan mereka di 07 Des, dan mulai mempersiapkan konsep album keempatnya. Sebab waktu, bagi SO7, saat ini adalah sebuah kemewahan.
April 2, 2002
Album THE BEST OF GIGI yang dirilis pada bulan Juni 2002 ini memuat 14 lagu dimana dua diataranya adalah dua lagu baru yang belum pernah dirilis sebelumnya, yaitu Andai dan Jalan Di Bulan. Kedua lagu ini mempunyai basic track musik yang sama, yaitu dari akustik, yang mengingatkan kembali para penggemar GIGI akan lagu-lagunya yang catchy dan easy listening. Lagu Andai yang ciptakan pada periode Januari - Februari 2002 ini didaulat menjadi lagu unggulan di album ini. Ada cerita menarik dari penggarapannya. Waktu itu sempat terjadi perdebatan alot antar personil mengenai liriknya. Armand yang menggarap lirik ini sempat membuat 3 versi lirik, dan akhirnya pilihan jatuh pada versi terakhir dimana lirik itu sesuai dengan melodi dan nuansa lagunya. Isinya sendiri menceritakan tentang seorang pria yang meninggalkan selingkuhannya untuk dijadikan pilihan kedua. Video klip lagu Andai ini cukup unik, dimana tampil ‘model dadakan seperti Sheila On 7, Andy (/rif), Yuke (The Groove), dan masih banyak lagi.
Source: GigiOnline
March 22, 2002
BULAN Maret ini kelompok musik Sheila on 7 memasuki tahun ketiga, sejak mereka meluncurkan album musik pertama tahun 1999. Album pertama bertajuk Sheila On 7 dan album kedua yang berjudul Kisah Klasik untuk Masa Depan dicatat oleh industri musik, masing-masing membukukan penjualan lebih dari satu juta copy kaset. Bilangan yang tergolong besar untuk pasar negeri ini. Anda tentu masih ingat baris lagu mereka Selamat tidur kekasih gelapku….
Album ketiga yang diluncurkan hari Rabu (20/3) lewat konferensi pers di sebuah kafe di kawasan Menteng, berjudul “07 Des” diinformasikan sudah mendapat angka penjualan sampai 400.000 copy. Kelima personel Sheila On 7: Eross, Duta, Adam, Sakti, dan Anton, para pemuda asal Kota Yogyakarta, menegaskan, musik mereka tidak dibikin untuk memenangi kompetisi pasar.
“Kami bermusik untuk memperkaya musik kita. Boleh jadi temanya, pilihan nadanya, mirip dengan grup musik lain, juga grup musik dunia. Tapi, saya kira itu sesuatu yang wajar karena para pemusik bermain di wilayah yang berdekatan, yaitu musik. Sebutlah misalnya tema tentang cinta, yang seolah diulang. Sebenarnya tidak ada peniruan. Musik kami berusaha memperkaya dengan cara kami,” tutur Eross, menjawab sejumlah pertanyaan wartawan seputar mengapa chord di lagu tertentu atau syair di lagu tertentu mirip dengan karya pemusik lain sebelumnya. (ody)
March 19, 2002
Disctarra.com, Jakarta - Hampir berbarengan dengan peluncuran album terbaru dua grup papan atas Indonesia, Dewa dan Jamrud maka Sheila On 7 juga meluncurkan album terbaru mereka yang bertajuk 07 Des. Judul tersebut didasari dengan mulainya mereka masuk dapur rekaman untuk menggarap album ketiga ini, yakni tanggal 7 Desember tahun 2001 lalu. Mulai hari ini, Senin (18/3), album yang menempatkan tembang Seberapa Pantas sebagai lagu jagoannya resmi beredar di toko-toko kaset.
Banyak yang memprediksikan grup musik asal Yogyakarta ini akan mendulang sukses lagi. Terbukti dari promo album mereka yang dikemas sedemikian rupa. Sepanjang hari Minggu (17/3) kemarin saja, Indosiar menyiarkan semua yang berkaitan dengan album terbaru mereka. Dari mulai interview, premiere video klip terbaru, interactive dan live performance, semuanya dikemas sangat menarik. Sedikit banyak menggambarkan penggarapan album ketiga mereka ini sangat serius.
Video klip perdana mereka dengan tembang Seberapa Pantas nampaknya akan bisa mendongkrak penjualan album. Dalam video klip tersebut diceritakan lima dara cantik tengah mengendarai mobil tua, Chevrolet Bell Air (1957) calbrio di jalan tol TB Simatupang, Jakarta Selatan. Mobil berwarna merah tersebut melaju sejajar dengan mobil lain yang berwarna kuning, Chevrolet Bell Air (1955) calbrio yang berisi lima anak muda. Mereka saling mengejek lewat teriakan dan gerakan tubuh.
Salah satu dari kawanan wanita cantik tersebut diperani Ananda Novi Lontoh yang menyetir mobil merah, sedangkan kelima cowok yang menumpang mobil kuning adalah semua personel SO7, Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas) dan Anton (drum).
Adegan di jalan tol dalam kota itu merupakan bagian dari video klip tersebut. Adapun syuting pengambilan gambarnya telah dilakukan pekan lalu dan kini siap tayang di lacar kaca. Tak hanya itu, SO7 nampaknya juga tengah bersiap-siap untuk menambah deretan panjang prestasi terbaik mereka lewat album terbaru ini.
SOurce: Disctarra
March 18, 2002
Detikhot, Jakarta - Inilah hari yang dinanti segenap penggemar Sheila on 7. Album ketiga mereka yang sudah ditunggu-tunggu, mulai Senin (18/3/2002) sudah beredar di toko-toko kaset. Kenali ciri-ciri kasetnya: sampul merah bergambar lingkaran dengan judul “07 Des.” Kok judulnya aneh? Namanya juga album baru, tentu juga menawarkan sesuatu yang baru. Tapi, seberapa pantas album ini dikoleksi?
Setidaknya, album ini diyakini akan makin mengukuhkan posisi lima anak muda asal Yogyakarta itu sebagai “sheila on millions” dalam industri musik Indonesia. Plesetan nama Sheila on 7 itu memang pantas diberikan kepada Duta, Eross, Anton, Sakti dan Adam atas prestasi mereka menembus angka penjualan satu juta kaset untuk dua album mereka, “Sheila on 7” (1999) dan “Kisah Klasik untuk Masa Depan” (2000).
Album “07 Des.” Merupakan album ketiga yang akan menyambung kiprah para “sahabat sejati” pecinta musik Indonesia itu di panggung musik Tanah Air. Dipilihnya judul aneh, “07 Des.” Sengaja dimaksudkan untuk menandai hari pertama mereka masuk studi rekaman untuk menggarap album ini, yakni 7 Desember 2001. Mau dijadikan angka keramat?
“Setidaknya, tanggal itu menandai terjadinya pergeseran dalam musik kami. Ini sesuatu yang natural, karena seiring bertambahnya usia, referensi musik masing-masing personel juga semakin berkembang, termasuk skill kita tentu saja,” jelas Eross, pemetik gitar sekaligus “konseptor” lagu-lagu Sheila on 7. Dalam album ini pun, meskipun yang lain mulai ikut terlibat, Eross tetap mendominasi penciptaan lagu. Termasuk lagu jagoan dari album ini, “Seberapa Pantas”.
Banyak kisah mengiri proses penggarapan album ketiga ini, antara lain memori air bah alias banjir. Ya, “musim” banjir yang melanda Jakarta beberap waktu lalu ikut mewarnai lahirnya album “07 Des.” karena studio tempat mereka rekaman sempat digoyang tamu tak diundang itu. Kembali ke soal pergeseran, Duta kini tak hanya menyanyi tapi juga ikut menulis lagu. Demikian pula dengan Adam, Sakti dan Anton juga menyumbangkan lagu ciptaan masing-masing.
Untuk urusan vokal, Duta kini juga tak sendiri lagi. Eross, Sakti, dan Anton juga turut bernyanyi. Sementara dari segi musik, mereka masih mengandalkan suara-suara vintage. Mereka juga melakukan eksplorasi musik country. Pada bagian lain, beberapa lagu dihadirkan dengan isian string. Nunasa orkestra ini salah satunya bisa disimak pada lagu “Seberapa Pantas” yang melibatkan Erwin Gutawa. “Ini bukan untuk gaya-gayaan, lho tapi memang dibutuhkan untuk menambah nyawa lagu itu,” terang Duta.
Membalut lagu dengan orkestra memang bukan kali ini saja dilakukan Sheila on 7. Ingat lagu “Sephia” atau “Tunjuk Satu Bintang” dari album “Kisah Klasik untuk Masa Depan”? Dalam dua lagu itu, oransemen orkestrasi Erwin Gutawa juga menjadi salah satu kekuatan utama. Nah, sekarang cerita tentang sang lagu jagoan “Seberapa Pantas”. Seberapa pantas lagu ini menjadi lagu jagoan?
Lagu ini berkisah tentang seorang cowok yang suka merasa sok hebat, tapi kemudian kena batunya setelah ketemu dengan cewek yang membuat dirinya jatuh-bangun. Yang menarik pada lagu ini, muatan emosinya naik-turun secara ekstrem sehingga tidak mudah ditebak. Dibuka dengan melodi bertempo lambat, kemudian disusul geberan tempo cepat pada bagian reffrain, lalu kembali menurun pada bagian bridge.
Album “07 Des.” Berisi 14 buah lagu. Duta menciptakan lagu berjudul “Seandainya”. Sedangkan sumbangan dari Sakti bertajuk “Buat Aku Tersenyum”. Anton dengan bangga mempersembahkan “Mari Bercinta”. Dan, yang unik adalah lagu karya Adam yang sudah berpengalaman menulis lagu untuk album sebelumnya. Di album ini, ia menciptakan lagu berjudul “Bapak-bapak”. Lagu berirama rock n’ roll ini merupakan imbauan kepada para bapak untuk tidak menghalangi hubungan cinta anaknya. (smu)
March 7, 2002
Rabu (6/3) sore, lima dara cantik naik mobil tua, Chevrolet Bell Air 1957 cabrio, di jalan tol TB Simatupang, Jaksel. Mobil mereka yang berwarna merah itu melaju berjajaran dengan mobil lain berwarna kuning, Chevrolet Bell Air 1955 cabrio. Mobil tersebut ditumpangi oleh lima pemuda. Mereka saling mengejek lewat teriakan dan gerak tubuh.
Adegan di jalan tol dalam kota itu merupakan bagian dari video musik untuk lagu Seberapa Pantas, ciptaan Eross, yang ada dalam album baru Sheila on 7, 07 Des, yang direncanakan dirilis bulan mendatang. Lima cowok di dalam mobil kuning tak lain adalah Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas) dan Anton (drum) dari Sheila on 7, sementara lima cewek di mobil merah adalah para model pendukung.
Ananda Novi Lontoh (21), model yang juga bermain sinetron, menjadi salah satu model pendukung itu. Untuk adegan tersebut, ia bertugas mengemudikan mobil merah.
Aku pemilik nama pendek Nanda yang lahir di Jakarta, pada 21 November 1980 ini, itulah kali pertama ia mengendarai mobil tua –di depan kamera maupun dalam kehidupan sesungguhnya. “Kalau nyetir mobil biasa dalam sinetron sih aku pernah,” tutur bintang iklan detergen ini, sambil duduk di belakang kemudi, sebelum menjalani pengambilan gambar kedua. “Sehari-hari, aku biasa bawa Panther,” lanjutnya.
Untung, sebelum syuting berjalan, Nanda mendapat latihan singkat dulu untuk mengendarai mobil dengan stir kiri tersebut. Orang lapangan dari pihak yang menyewakan mobil itu yang mengajarinya. Hasilnya, ia tak kagok. Apalagi, “Selama syuting kan dikawal. Jadi, aman,” tambahnya.
Ketika pengambilan gambar adegan tersebut, dua mobil tua itu memang dikawal di depan dan belakang oleh mobil polisi lalu lintas hingga mobil petugas Jasa Marga.
Bicara soal mobil, ada yang diidamkan oleh Nanda. “Aku ingin banget punya jip Mercedes baru yang body-nya kayak Land Rover. Aku pernah lihat, tapi enggak tahu serinya apa. Wah… keren,” ucapnya sembari mengacungkan jempol tangan kirinya. “Tapi, uang tabunganku enggak cukup lah buat beli mobil itu. Mau beliin?” candanya.
Di sinema layar kaca, Nanda kini ikut main dalam FTV (Film Televisi). “Tawaran main sinetron seri ada, tapi enggak aku ambil. Aku merasa perannya enggak cocok untukku,” terangnya. “Ditawari main film layar lebar oleh Riri Riza (sutradara Petualangan Sherina dan produser Ada Apa dengan Cinta?) juga pernah. Tapi, belum jodoh juga. Perannya enggak pas untukku,” sambung pacar Attar Syach, sesama model yang main sinetron ini.
Nanda ingin sekali mendapat peran menantang seperti yang dimainkan oleh aktris Hilary Swank dalam film Boys Don’t Cry (1999). Dalam film yang diangkat dari cerita nyata dan disutradarai oleh Kimberly Peirce tersebut, Swank menjadi Teena Brandon, seorang perempuan AS yang hidup sebagai lelaki dengan nama Brandon Teena.
March 2, 2002
BANJIR melanda Jakarta. Air meluap itu tak pandang bulu. Bukan cuma warga Jakarta terkena bencana. Eross Chandra, gitaris Sheila on 7 yang cah yoja, pun ikut terkena bahnya.
“Ponselku hilang. Lenyap dalam taksi yang terjebak banjir,” tukas Eross.
Siang itu, warga Jakarta memang lagi heboh oleh datangnya banjir. Sheila on 7 yang lagi berada di Jakarta —dalam rangka rekaman album ketiga— jadi kelimpungan. Personil Sheila nginap di Apartemen Bona Vista, Lebak Bulus, yang letaknya tak jauh dengan studio Ara, tempat mereka rekaman.
“Terus terang kami panik. Dan, ingin cepat-cepat berangkat ke Ara. Bagaimana tidak? 16 unit gitar punyaku, dan 8 gitar milik Sakti serta pernik-pernik yang lain berada di studio. Jadi, buru-buru kami ke sana,” kata Eross.
Dalam kepanikan itulah, HP Nokia 3210 milik Eross menguap. “Mungkin ponselnya bisa beli lagi. Tapi kartuku, kan memuat nomor-nomor penting?” tutur Eross, dengan muka agak kesal.
Untung, setiba di sana semua peralatan rekaman Tascam Digital 24-Track Multi-tracker yang berharga milyaran milik Dimas Wahab telah diangkat ke lantai atas. Meski pun, tetap saja, kolam renang, mobil, dan loby studio kebacut terendam air.
n abp
Source: MP
February 18, 2002
Dua pentolan kelompok musik Indonesia- yang saling bersaing untuk penjualan album- Piyu dari kelompok musik Padi dengan Eross “Sheila On 7″ (SO7) akan tampil dalam satu panggung di acara Persadaku Jangan Tenggelam, yang digelar atas kerjasama stasiun TV7, Harian Umum Kompas, Tabloid Citra dan PADI Films dengan sejumlah musisi dan seniman tanah air.
Dalam acara yang akan ditayangkan stasiun TV7, Selasa (19/2) besok, pukul 21.30 WIB dan Rabu (20/2) pukul 21.30 WIB, keduanya, dengan iringan musisi Anton (Bunga) dan Argon (SOG) akan tampil membawakan Little Wings lagu instrumen bernuansa rock yang biasa dibawakan oleh Jimi Hendrix.
“Penampilan bareng mereka (Piyu-Eross-red) memang kesempatan langka. Biasanya mereka saling bersaing, tapi untuk acara ini mereka sepertinya tidak memikirkan lagi segi komersil,” komentar Argon yang ditemui usai jumpa pers, Persadaku Jangan Tenggelam di Hotel Santika, Jakarta, Senin (18/2) .
Persadaku Jangan Tenggelam, seperti dikatakan Presiden Dirketur TV7 August Parengkuan, merupakan sebuah imbauan yang diharapkan dapat menggugah rasa solidaritas dan kepedulian terhadap para korban banjir.
“Acara ini bukan untuk cari untung. Jika tayangan ini menghasilkan uang, maka seluruhnya akan disumbangkan untuk para korban banjir. Hasil yang diperoleh akan diumumkan nantinya,” katanya kepada pers di Jakarta, Senin (18/2).
Selain menghadirkan duet Piyu dengan Eross, konser ini juga menampilkan sejumlah artis, baik grup maupun perorangan, dan seniman kenamaan. Sebut saja, Slank, Achmad Albar, Ebiet G. Ade, Jikustik, Butet Kertaredjasa, Romeo, Alv, Mayangsari, Anjasmara, Naif, Ulli Sigar, Tofu, Base Jam, Netral, SOG, Dea Mirella, Bertha and Friends, Sudjiwo Tedjo, Harry Roesli dan sastrawan Taufik Ismail. Acaranya sendiri akan dipandu Robby Tumewu dan Oppie Andaresta.
Konser ini, seperti dikatakan Emil Abeng dari PADI Films, dikemas dengan sangat unik. Setting panggungnya pun dibuat sedemikain rupa sehingga menyerupai lokasi banjir sebenarnya. Lokasi syutingnya sendiri, kata Emil, mengambil lokasi di atas kolam air yang terletak di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah. Di atas genteng sebuah rumah yang tampak hanyut itulah para seniman dan musisi bakal unjuk kebolehan.
Sementara pedalang Sujiwo Tedjo, dalam penanyangannya nanti, akan memainkan gender (gamelan jawa) seraya melantunkan tembang sinom berjudul Sinom Utama in Animatu. (eh)
Source: Kompas
February 2, 2002
PUNYA saudara artis terkenal, bagaimana rasanya?
“Kadang menguntungkan, dan se-ring pula bikin repot. Meski, kerepotannya bisa dibilang tidak terlalu merugikan,” jawab Maya Novantina Urbach.
Kakak kandung Nafa Urbach ini mengaku, ketika hadir di suatu acara atau jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, tidak sedikit orang saling berbisik yang mungkin ngrasani: “Itu lihat, ada kakaknya Nafa.” Walau, sering pula bisik-bisik mereka memerahkan telinga: “Wah, kok beda dengan Nafa.”
Mendengar komentar-komentar seperti itu, sebenarnya Maya tidak terlalu menghiraukan. Cuma nggak enaknya, aku mahasiswi Jurusan Komunikasi UPN ini, karena kebetul-an punya talenta sama dengan Nafa, terkadang ada suara sumbang menuduh Maya menggunakan aji mumpung.
“Sebenarnya, semua orang cende-rung menganut faham aji mumpung. Tapi dalam kasus keluargaku, tuduhan seperti itu nggak bener. Kebetulan saja aku sama Nafa punya telenta sama. Nyanyi dan main sinetron. Nggak adil kalau aku sering dapat job ngemsi, nyanyi dan main sinetron, gara-gara pengaruh Nafa,” katanya panjang lebar.
Terus terang Maya mengaku, pu-nya adik artis terkenal, ada untungnya. Apalagi, kebetulan semua pakai nama ‘marga’ Urbach. Lebih cepat dikenal, dan dalam dunia hibur-an, popularitas berimbas pada banyaknya job.
“Ketenaran nama Nafa berimbas pada karirku dan si bungsu, Alam. Kebetulan kami berjalan di jalur yang sama. Hanya, aku pribadi nggak mungkin mengandalkan nama Nafa untuk mengembangkan karir. Aku harus menunjukkan kemampuan, untuk menjaga nama besar adikku itu,” ungkap artis pendukung sinetron ‘Sang Pencinta’ yang kos di seputaran Seturan ini.
Menurut Maya, ia ingin menggunakan aji mumpung secara proporsional. Didukung kebesaran nama Nafa, sekaligus punya potensi yang mendukung.
Sigit Yulianta, adik pelawak Setyawan Tiada Tara dan Tony Pelita Hati, mengaku bangga dan senang punya saudara terkenal. Namun, mahasiswa Fakultas Teknik Sipil UII ini tak pernah memanfaatkan nama besar kakaknya untuk kepentingan pribadi. “Memang saya jadi lebih pede punya kakak yang dikenal banyak orang. Saya salut atas keberhasilan mereka. Namun, kalau ditanya apakah keterkenalan kakak-kakak saya itu mempengaruhi hidup saya, jawabnya tidak. Saya tetap biasa saja dan tak pernah membawa nama mereka,” tutur Sigit.
Berbeda dengan kedua kakaknya yang ambyur di dunia lawak, Sigit menekuni aktivitas yang bertolak belakang. Cowok kelahiran 14 Juli 1977 ini aktif di Kodisia (Korps Dakwah Universitas Islam Indonesia). Itu yang membuat teman-teman Sigit tak percaya kalau Setyawan dan Tony kakak kandungnya. Selama ini, Sigit memang tak pernah ngomong pada teman-temannya kalau ia adik pelawak terkenal. Namun ketika teman-temannya membicarakan pelawak yang jadi idola anak muda itu, baru Sigit buka kartu.
“Teman-teman tidak percaya dan menganggap saya bercanda. Mereka malah menertawakan saya. Ya sudah, saya diam saja. Ketika mereka main ke rumah dan melihat foto kakak terpampang di dinding, baru percaya kalau saya adik Setyawan dan Tony,” ujar Sigit,
Konsekuensi yang sering dialami Sigit, ia sering dimintai tolong temannya yang ingin memiliki tanda tangan, foto dan souvenir dari kakaknya. Tak sedikit yang sengaja datang ke rumah untuk kenalan. Bila kakaknya tampil di televisi, paginya teman-temannya pasti memberitahu pada Sigit. Menghadapi hal yang seperti itu, Sigit hanya bisa bilang terima kasih, karena mereka telah memperhatikan kiprah kakaknya.
Sigit tak menampik kalau perlakuan orang terhadap dirinya jadi lebih istimewa. Toh begitu, Sigit tetap bersikap wajar, biasa-biasa saja.
“Yang terkenal kan kakak, bukan saya. Buat apa saya harus menyombongkan diri. Jika saya terkenal pun tak berhak untuk sombong. Kita harus menyikapi hidup dengan wajar dan tak berlebihan,” jelas Sigit.
Lain cerita Hendra Raymond, adik Eross Chandra, gitaris Sheila on 7. Sebenarnya, dibanding Eross, Raymond lebih dulu terjun ke dunia nyanyi dan modeling.
“Sebelum Mas Eross bisa main gitar, saya sudah duluan terjun ke tarik suara dan modeling. Lalu Mas Eross ngebentuk band, hingga akhirnya ia mendirikan Sheila on 7. Beruntung album Sheila on 7 meledak di pasaran, sehingga karir Mas Eross lebih melejit katimbang saya,” ujar Raymond, saat ditemui di Hotel Garuda.
Raymond jelas bangga jadi adiknya Eross, namun banyak orang malah mempertanyakan kiprah dia di dunia nyanyi. Disangka banyak orang, Raymond mendompleng nama besar kakaknya ketika ia mulai muncul ke permukaan.
“Awalnya, ini jelas jadi beban buat saya. Tapi setelah dipikir-pikir, ngapain juga mikirin hal itu. Mending saya berkarya lebih baik, syukur-syukur bisa melebihi Mas Eross. Ini kan namanya kompetisi yang sehat?” kata mahasiswa Universitas Atmajaya, Jurusan Komunikasi.
Untuk bidang modeling, tak banyak orang bersikap sinis terhadapnya. Namun untuk nyanyi, banyak suara sumbang ditujukan kepadanya. Apalagi belakangan Raymond juga mencoba mengajukan demo ke perusahaan rekaman. “Pertama kali mengajukan demo ke produser, saya nggak akan buka kartu bahwa saya adiknya Eross. Biar mereka tahu sendiri. Dengan begini, penilaian mereka terhadap karya saya lebih objektif,” jelasnya.
Dalam berkarya pun Raymond tak mau minta tolong kakaknya. Hanya saja, Eross memang sering memberi masukan yang berarti pada karyanya. Raymond pun berusaha keras mencipta lagu yang jauh berbeda dari karakter Sheila on 7. Itu ia lakukan agar tak dituduh menjiplak Sheila on 7.
“Posisi saya jelas sulit, bayang-bayang Eross tetap saja menguntit. Nggak usah di bidang nyanyi, kalau saya umpamanya nanti kerja sebagai wartawan, dokter atau fotografer, misalnya, pasti nama Eross bakal disebut,” tuturnya.(Dar/Lat/Abp)
Source: MP
February 1