Beginilah seharusnya album untuk anak-anak. Penuh dengan lagu-lagu riang yang wajar. Nggak salah kalo Sony Wonder memilih 10 dari ratusan karya-karya besarnya AT. Mahmud. Mungkin sebagian udah akrab di telinga kita. Ato paling enggak pernah kita nyanyiin jaman kita kecil dulu kayak Bintang Kejora, Naik Kelas, dan Pemandangan.
Meski jelas-jelas ini album anak-anak, Tasya boleh bangga karena “kakak-kakak” nya dengan senang hati ngebantuin albumnya ini. Misalnya, Henry Lamiri untuk violin solo, juga ada Dian Hadipranowo untuk akordeon. Belom lagi Eross Sheila On7 yang ikut nyumbang lagu Jangan Takut Gelap. Di lagu duet Tasya dan Duta Sheila On7 itu, Eross bahkan cuma butuh 1 jam untuk nyiptain liriknya.
“ Aku bayangin diriku jadi anak kecil lagi. Dulu waktu kecil, aku paling takut gelap. Tapi mama selalu meyakinkan aku untuk berani menghadapinya “ cerita Eross tentang ide lagu jagoan tersebut. So, bermodalkan jreng-jreng gitar bolong dan corat-coret kertas, jadilah lagu akustik yang asyik. Nggak kelewat berat seperti yang dikuatirkan orang selama ini tentang kolaborasi Eross dengan Tasya. Cuma, barangkali yang nggak bisa hilang adalah “nuansa” musik Sheila nya tetep terasa.
Tapi ditambah dengan 10 lagu AT. Mahmud yang laen, album ini bener-bener tercipta untuk anak-anak. Dan untuk yang kangen sama dunia anak-anak… !