JEPARA - Ada-ada saja ulah penggemar grup Sheila on 7 (So7) pada pergelaran musik di Stadion Kamal Djunaidi, Senin (8/7) sore kemarin. Mungkin tidak mau kalah dengan yang lain -yang melempar topi dan memberikan bunga kepada Duta, vokalis So7- ada penonton yang nakal melemparkan sandal jepit.
‘’Mau entuk kembang, saiki Swallow (Tadi mendapat bunga, sekarang Swallow -sebuah merek sandal jepit-Red),'’ ucap Duta sambil memegang sandal jepit yang dilempar penonton ke atas panggung.
Konser di Jepara merupakan rangkaian tur 30 kota di Tanah Air yang dimulai sejak 1 Juni lalu dari Kota Palembang. Dua kota di Jateng yang telah disinggahi, Semarang (4/7) dan Pekalongan (6/7). Besok Rabu (10/7), mereka di Solo.
Aksi panggung band asal Yogyakarta itu sangat komunikatif. Tampil dengan dandanan sederhana dan apa adanya, kelompok musik itu mampu menyihir sekitar 20.000 penonton yang memadati lapangan sepakbola. Duta sang vokalis yang mengenakan kaus oranye, justru tampak ‘’lebih hidup'’ saat berjingkrak-jingkrak di panggung.
Kelihatannya, lima personel band papan atas -yang kemarin didampingi dua cewek backing vokal, Mia dan Annisa- itu benar-benar meresapi tema tur musik yang disponsori Star Mild tersebut. Yakni sederhana dalam sikap dan kaya dalam karya. Penampilan dan sikap mereka wajar-wajar saja dalam pandangan masyarakat awam.
Karena itu, bukan hanya para ABG putri saja yang gandrung melainkan para ibu dan bapak pun rela menemani anak-anak mereka yang masih berusia SD hingga SMU/SMK menyaksikan konser tersebut. Di depan panggung terlihat gadis kecil yang duduk di pundak ayahnya ikut bergoyang mengikuti alunan musik.
Sebelum Duta naik panggung dan membuka pertunjukan dengan lagu ‘’Sahabat'’, ribuan penonton yang sudah berjejal di depan usrek. Beberapa kali mereka mengeluarkan teriakan, ‘’Wuuuuu…!'’ ketika serombongan orang masuk pintu ke lapangan stadion yang terletak di belakang panggung. Mereka mengira yang datang adalah para personel So7.
Sikap mereka dapat dimaklumi, sebab sesuai jadwal seharusnya pementasan sudah dimulai pukul 15.00, namun baru dimulai setengah jam kemudian. Berbeda dengan konser Jamrud Kamis pekan lalu -yang didahului sejumlah band pendamping- So7 tampil sendirian.
Dua pendukung vokal, Mia dan Annisa, lebih dulu naik pangggung disusul lima personel So7: Anton (drum), Adam (bas), Sakti (gitar), Eross (gitar), dan Duta (vokal). Tak lama kemudian meluncurlah nomor ‘’Sahabat'’, disusul ‘’Terima Kasih'’, ‘’BPK'’, dan ‘’P.O'’.
Pada saat nomor-nomor itu meluncur, sekelompok kecil penonton membuat ulah dengan berjoget sambil memutar dan meloncat ke sana-kemari. Buntutnya terjadi tawur, antarpenonton saling pukul dan tendang. Untuk melerai yang tawur, serempak penonton mencibir dengan teriakan, ‘’Ndesa… ndesa… ndesa….'’ Duta yang masih memegang mikrofon pun ikut menambahi,'’Lo, zamane wis merdeka kok isih gontok-gontokan.'’
Semprot Air
Untuk mendinginkan emosi penonton, petugas ‘’hujan buatan'’ pun diminta menyemprotkan air untuk mengguyur ribuan pengunjung di depan panggung. Tak lama kemudian, penonton pun larut lagi dalam hentakan-hentakan musik. Lalu, berturut-turut meluncur lagu ‘’Tunggu Aku + Tunjukkan'’, ‘’Tentang Hidup'’, ‘’Percayakan Pria'’, dan ‘’Pagi'’. Di sela-sela itu, muncul aksi gontok-gontokan antarpenonton sehingga musik dihentikan sambil menunggu keributan berhenti.
Untuk mengalihkan perhatian sekelompok kecil penonton yang masih berulah, Duta menyelingi lagu-lagunya dengan dialog-dialog singkat. ‘’Kebahagian kami yang terbesar adalah saat bersama Anda di sini. Terima kasih Jepara yang telah menyambut kami dengan baik.'’
Lagu selanjutnya, ‘’Pagi'’, ‘’Kita'’, ‘’Buat Aku'’ mengalun syahdu. Penonton memberikan tepuk tangan dan turut berolah vokal saat vokalis So7 itu menyanyikan hits album pertama mereka, ‘’Dan'’ disusul ‘’Sephia'’. Aksi jingkrak-jingkrak semakin seru ketika bergulir ‘’Kusah + Temani'’.
Sebelum menutup aksi panggungnya, Duta memperkenalkan dua personel tambahan yang baru sekali itu di ajak manggung.
‘’Biasanya kami tampil lima orang, sekarang tujuh orang. Yang di belakang itu, Mia dan Annisa. Dua perempuan,'’ ujar Duta memberikan tekanan pada kata ‘’dua perempuan'’ yang disambut teriakan bersemangat dari penonton.
Konser yang berjalan sekitar satu setengah jam itu seluruhnya menampilkan 17 lagu yang ditutup dengan ‘’Saat Aku'’, ‘’Anugerah + Jap'’, ‘’Bila Kau'’, dan terakhir ‘’Seberapa'’.
Berdasarkan pemantauan hingga konser usai, tidak ada korban luka baik karena tawur maupun yang pingsan akibat histeria atau tergencet.
Panitia lokal dari Classic Production Jepara Rizky Edo Prasetyo menuturkan, jumlah karcis seharga Rp 15.000 per lembar, yang terjual lebih dari 9.300 lembar.
‘’Sebelum lagu-lagu terakhir, pintu kami buka untuk memberi kesempatan kepada penonton yang tidak membeli tiket. Kami puas, konser berjalan dengan aman,'’ ungkap Edo, putra pengusaha mebel Classic Furniture H Pawoko.(kar-41j)
Source: Suara Merdeka