MULAI 24 Agustus sore hari, TVRI Yogyakarta menayangkan paket infotainmen baru. Rencananya 10 episode, tiap Sabtu. Judulnya Sahabat Ketzia. Paket panjang ini diancangkan untuk segmen pemirsa anak-anak, meski pihak Ketzia sendiri berasumsi bahwa penyanyi usia 10 tahun yang sedang mereka garap itu bukan diarahkan sebagai penyanyi anak seperti Tasya, Yoshua atau Mega Utami.
“Salah satu lagu andalan di album perdana Ketzia adalah Burung Camar yang pernah dibawakan Vina Panduwinata. Kami lakukan itu dengan sadar, bahwa lagu ciptaan Aryono Huboyo Djati itu bukan lagu anak-anak, karena memang Ketzia kami lepas sebagai penyanyi. Bukan penyanyi anak. Cuma kebetulan usianya masih 10 tahun” kata dr Adelyna Meliala SpS, ibu kandung Ketzia.
Aryono juga mencipta lagu lain untuk penyanyi baru tinggal di Yogya ini : Masa Kecilku, yang dia anggit dengan disesuaikan vokal dan karakter sehari-hari Ketzia.
Maka pernah berminggu-minggu Aryono betah di Yogya. Memotret gadis cilik itu dan bercanda. Mengenalnya secara dekat. Lalu bersama Chandra Darusman mereka mencipta lagu Bulan Bintang
Ketzia seperti ‘dimanja’ tak cuma oleh Aryono dan Chandra. Iga Mawarni siap bekerjasama membuatkan klip animatif, sebelum rencana pembuatan klip untuk lagu yang berbeda dirembug oleh manajemen Ketzia dengan Jay Subiakto.
Oni Saunine dan Sonyol —orang-orangf kuat dari Yogya yang membentengi sejumlah orkestra Jakarta— menggarapkan aransemen untuk lagu-lagu Ketzi. Di samping Erwin Gutawa dan Kiwir.
Sheila on 7 menyempatkan waktu untuk syuting bersama Ketzia lalu mereka nyanyi bareng Sahabat Sejati di sekretariat Kotabaru.
‘Servis’ sama diberikan Dian Sastro, Mira Lesmana, Vina Pandu, ketika minggu lalu ‘bocah Yogya’ itu lima hari ke Jakarta bersama kru TVRI Yogyakarta dan Setanggi Multivisi.
“Ini angin baru bagi keartisan daerah yang harus ditangkap” kata Endo, ia pernah terlibat dalam manajemen Jikustik dan kini Manajer Artis itu bersibuk-sibuk di homebase Ketzia. “Orang-orang Jakarta makin memperhatikan bibit-bibit dari Yogya. Bibit yang unggul tentu saja, kan?”