September 17, 2002

Penggemar Moge Makin Marak

Filed under: Anton, Lifestyle

PENGGEMAR motor gede (moge) di kalangan remaja kini nampaknya sedang marak. Tengok saja di jalan-an, begitu banyak moge bersliweran. Dalam event ‘Borobudur Bike Week’ baru lalu juga banyak remaja yang sudah ber-moge ria. Padahal dulu, moge identik dengan para orangtua.

Anton So7 yang mengendarai moge Ducati Monster bilang, sekarang ini memang lagi trend-nya anak muda pakai moge. Dia menepis anggapan, bahwa moge hanya untuk kalangan berduit saja.

“Teman saya ada yang pakai BSA dan Harley Davidson tua. Dia dulu cuma beli rongsokan, harganya murah. Lalu setelah diutak-atik, motor-motor itu bisa jalan. Kini, berapapun motor itu ditawar, dia nggak bakalan menjualnya,” kata drumer Sheila on 7 itu.

Sedang Ducati Monster yang ia kendarai, memang moge yang selama ini ia idam-idamkan. Sebelum punya Ducati, Anton pernah merombak Honda Tiger miliknya agar mirip Ducati. Hasilnya memang mirip, namun pada beberapa spesifikasi dan tarikan, jelas sangat jauh deng-an aslinya.

“Naik moge juga bukan untuk gengsi. Percuma, demi gengsi lalu naik moge. Bisa-bisa, kantong kita kempes gara-gara tak bisa merawatnya,” kata Anton. “Itu sebabnya, jika tak ada kegiatan show, saya lebih tertarik ngutak-atik motor saya, sekaligus merawatnya. Ada keasyikan sendiri, apalagi jika hasil tune up kita itu sesuai dengan yang diinginkan.”

Ducati Monster milik Anton, produksi Italia. Moge jenis ini, kata Anton, dilengkapi sistem injeksi BBM elektronik. Selain nyaman dipakai, Ducati Monster ini juga bebas polusi.

Mengendarai moge bagi Joehana membuat dirinya terasa lebih gagah. Selain itu, Joehana juga sering melakukan perjalanan jauh mengendarai moge Harley Davidson Road King Classic-nya. Sama dengan Anton, Joehana juga sering ngutak-atik dan memodifikasi mogenya. “Saya tidak ingin memodifikasi motor hanya sekadar untuk display atau dipajang saja. Bagus di penampilannya tetapi loyo di kemampuan,” jelas personel P Project ini.

Joehana juga tak begitu percaya dengan bengkel. Ia lebih senang jika membongkar sendiri mesin-mesin HD-nya. “Terasa ada kepuasan jika kerusakan di motor kita bisa diperbaiki sendiri. Selain itu, kita juga lebih irit beaya. Jika kita membawa moge kita ke bengkel, pasti kena ongkos mahal,” kata presenter ‘Tantangan’ Indosiar ini.

Di rumahnya, di Bandung, Joe punya beberapa moge. Di antaranya moge BSA dan Triumph, yang ia beli dari warga desa di daerah Banten. Motor itu awalnya, rusak berat. Tapi setelah Joe mendadaninya, moge itu sekarang bisa melaju kencang di jalan.(Prass)

Source: MP

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://sheilaon7.blogsome.com/2002/09/17/89/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>