PRIHATIN dengan makin merajalelanya pembajakan, Sheila on 7 kampaye anti pembajakan. Senin (28/10) siang, Sheila didukung 5 band lokal, Joggiest, P@pel, Kintamani, Souva dan Droppy-D, menyebar brosur dan stiker anti pembajakan. Lima personel So7 dipisah. Duta berkampanye di Sleman, Eross di Kulon Progo, Adam di Bantul, Sakti di Gunung Kidul dan Anton di Yogya.
Dalam kampanye anti pembajakan kaset dan CD di Kulon Progo yang diwakili Eross Chandra meliputi Pasar Wates, Pertokoan di Jl Sutijab, dan Terminal Wates. Dalam membagikan stiker, selebaran dan kaos, Eross bahkan rela memasuki hingga ke dalam Pasar Wates. Sebagian penjual di pasar tak mengetahui apa maksud kampanye ini. Tapi dengan lugas Eross, didampingi personel band lokal, Jogiest, menerangkan secara singkat bahwa sebaiknya masyarakat tak membeli kaset bajakan.
Di sebuah toko kaset, Eross kaget karena yang dijual di situ tak ada kaset dan VCD asli. Semua palsu. Begitu pula penjual kaset dan VCD yang menggelar jualannya di trotoar, tak ada produk asli yang dijual disitu.
Menurut Eross, kampanye ini memang baru sekadar imbauan. Untuk memberantasnya jelas sangat sulit. “Apalagi jika kampanye hanya dilakukan secara insidental begini, akan sulit diketahui hasilnya. Tapi ini kan upaya, dan mudah-mudahan ada pihak lain yang terkait mau menindaklanjuti. Mungkin kampanye bisa dilakukan oleh grup band lain secara bergiliran. Sekarang Sheila, bulan depan dilanjutkan Jikustik. Jadi setiap bulan selalu ada kampanye,” papar Eross.
Adam yang bertugas di wilayah Bantul, menyebar brosur dan stiker di Perempatan Gose, Perempatan Manding dan Perempatan Dongkelan. Sama seperti di tempat lain, Adam yang dibantu anak-anak Kintamani Band, mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat. Kedatangan Adam yang sangat dikenal pecinta So7 di lokasi tersebut, tak pelak membuat remaja yang mengidolakan memburunya. Serombongan pelajar yang memergoki Adam, langsung minta tanda tangan. Dalam kampanye itu, Adam juga sangat aktif. Tak segan-segan ia datangi rumah-rumah dan kios-kios, sekadar untuk memberikan selebaran anti pembajakan.
Meski hasilnya belum tentu efektif, namun kampanye anti pembajakan tersebut perlu dilaksanakan sebagai gerakan moral. Memang tak semua masyarakat menyambut kampanye positif ajakan So7 untuk tidak membeli kaset dan CD bajakan. Jika bajakan dilarang, ada yang mengaku akan kehilangan mata pencaharian. Sebab profesinya memang pedagang CD dan VCD bajakan.
Jika ada yang diuntungkan dari kampanye tersebut adalah para tukang becak. Mereka mendapat kaos gratis dari So7. Sayangnya, tulisan di kaos tersebut tidak bertema anti pembajakan. Tapi judul lagu So7, Pria Kesepian. Mungkin, para abang becak itu termasuk kategori pria kesepian.
n prass/latief
Source: MP