Lelang sejumlah lagu dan sebuah gitar yang diadakan oleh Sheila on 7 (So7) dalam sebuah konser mereka pada Rabu (7/6) di Jakarta telah menghasilkan Rp5,35 juta untuk membantu memulihkan Yogyakarta dan sekitarnya, yang diguncang gempa 5,9 Skala Richter pada 27 Mei lalu.
Konser di Hard Rock Cafe Jakarta itu, oleh grup yang kini terdiri dari Akhadiyat Duta Modjo (vokal), Eross Candra (gitar), Adam Muhammad Subarkah (bas), dan Brian Kresno Putro (drum) tersebut ditujukan untuk merayakan ulang tahun ke-10 grup itu, mengumumkan peredaran album baru mereka, 507, sekaligus menggalang dana bantuan untuk Yogyakarta dan sekitarnya.
So7 memang telah mencapai usia 10 tahun. Grup tersebut lahir di Yogyakarta pada 6 Mei 1996. Dalam perjalanan selama itu, mereka sudah mengeluarkan album-album Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan, 07 Des, Pejantan Tangguh, dan album baru 507, serta album soundtrack film layar lebar 30 Hari Mencari Cinta dan sebuah album the best.
Mereka juga telah kehilangan dua personel, yaitu Anton Widiastanto (drum) pada Oktober 2004 dan Saktia Ari Seno (gitar) pada April 2006. Anton dikeluarkan dengan alasan tak lagi dapat mengikuti aturan main dan visi So7 dalam bermusik, sedangkan Sakti memilih meninggalkan teman-temannya untuk mendalami agama.
Posisi yang tadinya ditempati oleh Anton segera diisi oleh Brian selaku drummer pendukung yang menggantikan Anton. Pada 2005, akhirnya Brian diangkat menjadi personel tetap So7.
Di lain sisi, So7 belum mau menggaet pemain lain untuk menjadi additional guitarist apalagi personel tetap pengganti Sakti. Keterlibatan terakhir Sakti adalah pada pembuatan album 507.
Asal tahu saja, album itu tidak melulu berisi lagu-lagu karya Eross. Sakti juga membuat Cahaya Terang untuk album tersebut. Lagu itu bercerita tentang pengalaman batinnya memelajari agama. Sementara itu, dari Adam ada Ingin Pulang dan Bingkisan Tuhan, serta dari Duta ada Kau Kini Ada.
Dalam konser ulang tahun ke-10 So7 dan pengumuman rilis album 507, Duta, Eross, Adam, dan Brian, dibantu oleh seorang pemain keyboard dari luar So7, menyajikan sejumlah lagu dari album-album lama dan album baru.
Mereka membuka aksi dengan lagu lama Pejantan Tangguh. Lalu mereka melanjutkannya dengan sederet lagu. Sebut saja, Pemenang, lagu baru karya Eross untuk menyambut Piala Dunia 2006, lagu lama Bertahan di Sana, dan lagu baru Mantan Kekasih, juga ciptaan Eross.
Dari konser tersebut tertangkap bahwa permainan musik So7 makin matang dan Brian menambah power bagi mereka. Sayangnya, Duta masih suka kedodoran dalam berolah vokal. Ia masih suka sumbang atau tak kuat dalam meniti rangkaian nada.
Dalam konser itu So7 juga melelang lima lagu dan sebuah gitar akustik kepada mereka yang datang dalam rangka menggalang dana untuk membantu memulihkan Yogyakarta dan sekitarnya.
Tiga lagu menghasilkan Rp2,35 juta dari kantong mereka yang menonton konser tersebut. Lagu Dan terjual Rp600 ribu, Itu Aku Rp1,2 juta, dan Berhenti Berharap Rp550 ribu. Sementara itu, gitar akustik bertanda tangan para personel So7 ditawar paling mahal dengan harga Rp3 juta.
Masih dalam rangka membantu Yogyakarta dan sekitarnya, terang Duta, "Sony BMG Music Entertainment Indonesia (perusahaan rekaman yang merilis album 507) akan menyumbang sebagian, Rp100 juta, dari hasil penjualan album baru kami untuk Yogyakarta dan sekitarnya." Makanya, pesan Duta, "Doakan supaya album kami laku."
Sebelum mengadakan konser itu, So7 pun telah membagi rezeki mereka kepada para korban selamat di enam tempat terparah, termasuk di Kecamatan Pundong dan Kecamatan Patalan, Bantul. Sepulang dari tur Kalimantan, pada 2 Juni lalu mereka berkunjung ke Pundong dan memberi bantuan berupa keperluan sehari-hari.
Di samping itu, studio baru mereka, Studio Lahaneross, Kaliurang, yang tak rusak sedikitpun akibat gempa, mereka jadikan posko pengumpul dan penyalur bantuan.