Apa kabar drummer Anton Widiastanto, yang tinggal di Yogyakarta? Apa yang dilakukan oleh Anton ketika teman-temannya dari bekas bandnya, Sheila on 7 (So7), sibuk menjalani promosi album baru dan mengumpulkan dana bantuan untuk Yogyakarta dan sekitarnya?
Ternyata, ketika banyak orang lain di kota tersebut panik karena diguncang gempa bumi 5,9 Skala Richter pada 27 Mei lalu, Anton malah naik ke atap rumahnya dan membuat rekaman video aktivitas Gunung Merapi. Kok?
"Tadinya, aku lagi tidur. Karena gempa, aku terbangun. Kaget sih, tapi enggak sampai panik," cerita Anton kepada KCM. "Aku kira gempa itu gara-gara Merapi. Merapi kan lagi suka ngeluarin awan panas dan lava. Jadi, aku langsung naik ke atap rumahku dan ngesyut Merapi," sambungnya. "Aku enggak tahu bahwa gempa itu dari bawah laut," imbuhnya.
Ceritanya lagi, sejak Gunung Merapi aktif, ia memang menyiagakan handy cam-nya agar setiap saat bisa digunakannya untuk mengabadikan kegiatan Gunung Merapi.
Rumah dan studio musik Anton berada di Purwomartani, Kalasan, Yogyakarta. Setelah tidak lagi menjadi personel So7, sejak Oktober 2004, ia lebih banyak berada di rumah sekaligus studio musik tersebut. "Aku lebih banyak kerja di studio, menjadi music director untuk band-band indie lokal, yang sedang bikin album dan baru mau masuk ke industri musik," ungkapnya.
Bangunan milik Anton itu aman-aman saja, tidak sedikitpun retak. Tapi, tak demikian dengan rumah ibu dan bapaknya di Bantul. Dindingnya sedikit retak dan sebagian lantainya amblas. Maka diungsikanlah orangtuanya ke rumahnya. "Sekarang mereka sudah kembali ke rumah mereka," ujarnya.
Sebagai warga Yogyakarta, Anton juga tak bisa tinggal diam melihat kondisi mengenaskan di kotanya. "Selama tiga hari sesudah gempa pertama, aku sendirian bawa bantuan ke Bantul. Beras, air bersih, mi instan, baju," kenangnya. "Aku sendirian karena teman-temanku, pemusik-pemusik indie itu, pergi keluar Yogyakarta, mengungsi, gara-gara gempa. Malah, ada yang pulang kampung dulu ke Kalimantan," sambungnya.
Ketika kubah lava bagian selatan Gunung Merapi gugur pada Kamis (8/6) pagi, Anton sedang mengemudikan mobilnya menuju sebuah hipermarket di Yogyakarta. "Aku enggak sempat ngesyut. Aku malah menonton beritanya di pesawat televisi di mobilku. Handy cam-ku ada di rumah," katanya.
Setelah gempa itu, kegiatan di studionya mengendur. "Banyak pemusik yang mau menggarap album di studioku masih mengungsi ke luar Yogyakarta," ungkap Anton, yang ingin membuat band lagi, tapi belum menemukan pemain-pemain lainnya yang pas.