Malam pertama Djarum Black Addictea di Yogyakarta, semakin terasa special dengan kehadiran live performance band. Selain diisi dengan band lokal seperti TNT, Supergirl, penampilan Eross Chandra dengan bendera Jagostu, menjadi magis utama malam itu. Band yang baru satu bulan lalu meluncurkan debut album perdananya tersebut, seakan pamer kebolehan kepada publik Yogyakarta.
Eros yang selama ini dikenal sebagai pentolan band Sheila on 7, terang menjadi ikon Jagostu. “Jagostu menjadi tempat kreasi (baru) yang tidak tertampung di SO7,” ungkap Eros ditemui di backstage sesaat sebelum tampil. Band yang beranggotakan empat cowok yang berasal dari ragam daerah seperti Lombok, Yogyakarta, Madura, dan Solo tersebut, memilih aliran musik bercorak rock. Malam pertama di Djarum Black Addictea, Jagostu menyuguhkan delapan lagu unggulannya.
Kendati baru satu bulan meluncurkan debut perdananya, Jagostu mulai menunjukkan giginya. “Di beberapa stasiun radion, Jagostu menempati posisi pertama chart tangga lagu,” ujarnya bangga. Ditanya tentang keberadaan SO7, Eros menyebutkan, akhir tahun ini bakal meluncurkan album teranyarnya.
Penampilan Jagostu betul-betul menyihir warga Yogyakarta, tak terkecuali bagi Pongky “Jikustik” yang menjadi salah satu pengunjung Djarum Black Addictea. Ketika ditanya kehadiran di arena Djarum Black Addictea, pria asal Yogyakarta tersebut mengaku ingin melihat penampilan Jagostu. “Saya ingin menyaksikan Jagostu,” tandas suami artis cantik Sophie Navita tersebut. Malam itu, Pongky terlihat antusias melihat penampilan Jagostu tepat di depan panggung.
Berkait dengan event Djarum Black Addictea, Yogyakarta merupakan kali keempat kota yang diikuti Jagostu unjuk gigi. Sebelumnya, Semarang, Solo, dan Madiun. “Konsep acara unik dengan penggabungan musik, dan DJ,” ungkap Eros mewakili kawan-kawannya. Eros merekomendasikan, ke depannya Djarum Black dapat membuat event yang tak kalah unik dengan Djarum Black Addictea. “Bikin acara di pinggir pantai, saya fikir juga akan menantang,” pungkasnya. [ferdian/timABT]
KALO BIKIN LIRIK YANG CERDAS MAS. MASAK AMPUNI DJ
DIPUBLIKASIKAN PADAHAL LIRIKNYA AJA MENYESATKAN UMAT.
GAK MALU?
Comment by sigit — December 2, 2007 @ 6:05 am