June 5, 2005

Anugerah di Malaysia

Filed under: Awards

Anugerah Bintang Popular 2001
1. Anugerah Khas Bintang Popular

Anugerah Industri Muzik (AIM) 2005
1. Album Indonesia Terbaik (30 Hari Mencari Cinta)

Anugerah Era 2003
1. Vokal pilihan berkumpulan/Duo

March 5, 2005

Anugerah Planet Muzik

Filed under: Awards

APM 2002
1.Kumpulan Paling Popular

APM2003
1. Kumpulan Paling Popular
2. Duo/Kumpulan Terbaik
3. Album terbaik (07 Des)

APM2005
1.Duo/Kumpulan Terbaik
2.Lagu Terbaik (Berhenti Berharap)

February 19, 2005

Dua Penghargaan Buat Sheila on 7 Di Ajang APM 2005

Filed under: Awards

Munculnya band-band baru, tak membuat grup band asal Jogya, Sheila on 7 kehilangan pamornya. Buktinya mereka baru aja menerima penghargaan di ajang Anugrah Planet Muzik 2005.

Ajang tersebut digelar di Suntec Hall Singapura. Penghargaan tersebut diberikan kepada Duta, Eross, Adam dan Sakti pada dua katagori, yakni Duo/Group Terbaik dan Lagu Terbaik, Berhenti Berharap - “OST 30 Hari Mencari Cinta”.

Saat menerima penghargaan Planet Muzik 2005, Sheila on 7 diwakili oleh
Adam & Eross, serta didampingi oleh bapak Jan Djuhana selaku senior A&R Director Sony BMG Entertainment Indonesia.

Sebagai informasi Sheila on 7 bakal kembali menggelar tur panjangnya di hampir 50 kota di seluruh Indonesia. Rencananya kegiatan ini akan dimulai pada pertengahan taon sekitar bulan Mei-Juli 2005.

Tur ini sekaligus membantah gosip yang beredar kalo mereka akan istirahat atau vakum sementara.

Source: KG

February 9, 2005

Penghargaan

Filed under: Awards
  • 1999 : Multi Platinum Award Sony Music [Sheila on 7]
  • 1999 : Best New Comer MTV Award
  • 1999 : Lagu Favorit VMI [Dan]
  • 2000 : The Rocketers Clear TOP 10
  • 2000 : Multi Platinum Award Sony Music [Kisah Klasik]
December 17, 2004

AMI Samsung Award 2004

Filed under: Awards

JAKARTA - Anugerah Musik Indonesia (AMI), ajang tertinggi prestasi insan musik Indonesia, tadi malam kembali digelar untuk kali kedelapan. AMI Samsung Awards 2004 ini berlangsung di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Kejutan mewarnai even yang diselenggarakan setahun sekali, sejak tahun 1997 ini. Beberapa nama baru di belantika musik tanah air berhasil menggondol beberapa penghargaan. Salah satunya adalah Agnes Monica. Gadis cantik kelahiran 1 Juli 1986 ini kemarin berhasil menggondol empat penghargaan. Yaitu, Artis solo pop wanita terbaik, Duo/grup pop terbaik, dan karya produksi dance/techno terbaik. “Senang sekali. Penghargaan ini akan memotivasi saya untuk lebih maju lagi,” ujarnya ketika dimintai komentar tentang suksesnya tadi malam. Agnes lantas mengungkapkan rencananya ke depan. “Tahun depan, mungkin saya akan go internasional. Doakan ya,” imbuhnya.

Selain Agnes, Sheila on 7 juga menuai sukses besar. Mereka meraih enam penghargaan. Lucunya, saat pertama kali menerima penghargaan untuk kategori Album Pop Alternative terbaik, mereka hanya diwakili oleh Sakti, gitaris band asal Jogjakarta ini. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Sheila. Maaf, teman-teman masih ada di belakang untuk Make-up. Sebab nanti kita akan tampil,” ujar Sakti.

Selain jadi grup pop alternative terbaik. Sheila on 7 juga menyabet beberapa penghargaan lainnya. Diantaranya adalah lagu pop alternative terbaik, album pop alternative terbaik, lagu untuk film/TV/visual media terbaik, dan peramu rekam/mixing engineer terbaik, dan album terbaik untuk kategori umum.

Karena kemenangan besar ini, Sheila mengungkapkan bahwa mereka akan mengadakan perayaan di kota asal mereka, Jogjakarta. “Alhamdulillah banget. Padahal setiap kali berkarya, kami tidak pernah berharap untuk menang dalam acara ini. Semoga saja penghargaan ini bukan akhir karir kami,” ujar Eross, pentolan band ini.

Mengenai Anton, drummer Sheila on 7 yang kini sudah tak memperkuat band ini, Eross mengaku akan mendatangi mantan bandmates-nya itu. “Anton memang tidak kami beritahu. Tapi kami yakin dia melihat acara ini di televisi. Nanti, kami akan menemui dia. Bagaimanapun, dia masih terlibat dalam karya-karya Shelia on 7 yang mendapat penghargaan malam ini,” terang Eross.

Sederet musisi ternama ikut meramaikan acara ini. Tampil sebagai pembuka adalah Peterpan yang menyanyikan lagu andalan mereka yang berjudul Ada Apa Denganmu. Selain itu ada juga Gigi, Project Pop, Krisdayanti dan Erwin Gutawa Band, Ari Lasso, Pas Band, Glen Fredly, Ada Band, Sheila on 7, Kristina, Delon, Dewa, Meggy Z., Agnes Monica, dan artis Korea, BoA. Sementara itu, Reza yang dijadwalkan ikut meramaikan even ini dengan berkolaborasi dengan Pas Band, batal tampil menyusul kabar hilangnya penyanyi istri Adji Massaid tersebut. Bertindak sebagai host dalam acara itu adalah Farhan dan Sarah Sechan.

Pemenang akan diumumkan kemarin, terdiri atas 28 kategori dan 57 subkategori. Yang sedikit ironis, kategori jazz dan keroncong tidak ada dalam daftar. Menurut Edi Susilo, ketua juri pengategorian AMI 2004, hal itu disebabkan karena karena untuk dua kategori ini, tidak ada entry yang masuk ke panitia. Produk musik yang layak masuk dan dinilai oleh dewan juri AMI 2004 adalah yang keluar antara Juni 2003 sampai Juli 2004. (alv/daz)

Ketegori Pop

Artis solo wanita terbaik : Agnes Monica. Lagu : Jera, Album: …And the Story Goes..

Artis solo pria terbaik : Rio Febrian. Lagu : Maafkan, Album: Ku Ada Disini

Duo/Grup Pop Terbaik : Agnes Monica & Ahmad Dhani. Lagu: Cinta Mati, Album: …And the Story Goes..

Lagu Terbaik : Dibalas Dengan Dusta. Pencipta lagu: Glenn Fredly, Artis: Audy

Album terbaik : Cahaya. Artis: Krisdayanti, Produser: Erwin Gutawa

Kategori Pop Alternative

Artis solo wanita terbaik : Audy. Lagu: Lagu Sendu, Album: 2002

Artis solo pria terbaik : Baim. Lagu: Kau Milikku, Album: Nafasku.

Duo/grup terbaik : Sheila on 7. Lagu: Pejantan Tangguh, Album: Pejantan Tangguh.

Lagu terbaik : Pejantan Tangguh. Pencipta Lagu: Eross Chandra, Artis: Sheila on 7

Penata musik terbaik: Andi Rianto. Judul: Dibalas Dengan Dusta, Artis: Audy

Album terbaik : Pejantan Tangguh. Artis: Sheila on 7, Produser: Sheila on 7/Jan Djuhana.

Dangdut

Artis solo wanita terbaik : Kristina. Lagu: Merah Kau Bilang Biru, Album: Secawan Madu.

Artis solo Pria terbaik : Hamdan ATT. Lagu: Ada Rasa, Album: Ada Rasa

Lagu terbaik : Merah Kau Bilang Biru, Pencipta lagu: Toto Aryo, Artis: Kristina

Penata musik terbaik : Toto Aryo, Lagu: Merah Kau Bilang Biru, Artis: Kristina

Album terbaik : Secawan Madu, Artis: Kristina, Produser: Agusta S./Kristina

Kategori Rock

Artis solo wanita/pria, duo/grup terbaik : Indonesian Voice, Lagu: Rumah Kita, Album: A Tribute To Ian Antono.

Lagu terbaik : Bendera 1/2 Tiang, Pencipta lagu: Bim-bim & Kaka, Artis: Slank

Album terbaik : Bajakan. Artis: Slank, Produser: Slank Record

Kategori Rhytem & Blues

Karya produksi - R & B Terbaik : Marcell. Produser: Iman S., Lagu: Jangan Pernah Berubah, album: Marcell.

Kategori Dance/Techno

Karya produksi - dance/techno terbaik: Agnes monica. Produser: Ari Bias, Lagu: Bilang Saja, Album: … And the Story Goes..

Kategori Kollaborasi:

Kolaborasi non dangdut terbaik : Indonesian voice. Produser: Jan Djuhana, Lagu: Rumah Kita, Album: A Tribute To Ian Antono.

Kolaborasi dangdut terbaik : Ikke Nurjannah & Aldi. Produser: Ikke N./Aldi. Lagu: Saat Berkata, Album: Dua Dalam Satu.

Kategori Lagu Untuk Film/TV/Visual Media:

Lagu untuk film/TV/visual media terbaik : Sheila on 7. Lagu: Melompat Lebih Tinggi, Album: Pejantan Tangguh

Kategori Umum

Karya produksi terbaik : Krisdayanti. Lagu: Cobalah Untuk Setia, Album: Cahaya

Pendatang baru terbaik : Ten 2 Five. Lagu: I Will Fly, Album: I Will Fly

Album terbaik : Pejantan Tangguh, Artis: Sheila on 7, Produser: Jan Djuhana.

December 16, 2004

Sheila On 7 Sabet Empat Penghargaan AMI Awards!

Filed under: Awards

Untuk sementara, grup Sheila On 7 menerima empat penghargaan dari ajang AMI Awards 2004. Tiga di antaranya mereka peroleh di kategori Pop Alternatif.

Masing-masing, Duo/Grup Terbaik dengan lagu Pejantan Tangguh dari album Pejantan Tangguh; Lagu Terbaik untuk lagu Pejantan Tangguh karya Eross Candra; dan Album Terbaik Pejantan Tangguh.

Satu penghargaan lagi mereka dapat di kategori Karya/Produksi/Lagu untuk film/Televisi/Visual Media, berkat lagu Melompat Lebih Tinggi dalam album soundtrack film 30 Hari mencari Cinta.

Untuk kategori yang disebut terakhir tersebut, mereka berbagi penghargaan dengan produser eksekutif album tersebut dari perusahaan rekaman Sony Music Entertainment Indonesia, yaitu Jan Djuhana.

Usai menerima keempat penghargaan, kepada wartawan, empat personel Sheila On 7 yaitu Eross Candra, Duta Akhdiat Modjo, Saktia Ari Seno, dan Adam M Subarkah, mengungkapkan rasa syukur mereka menerima penghargaan-penghargaan itu.

Mereka juga berterimakasih kepada semua pihak yang mendukung mereka sejak mereka merilis album pertama di tahun 1999. Eross mewakili teman-temannya juga menyatakan bahwa Sheila On 7 akan menyampaikan kabar gembira kemenangan mereka itu kepada mantan drumer Sheila, Anton Widiastanto.

“Pasti Anton juga sudah menyaksikan pemberian penghargaan ini di rumahnya (lewat televisi),” ujar Duta.

Sheila On 7 masih menunggu dua penghargaan lagi, yakni penghargaan Album Terbaik dan Peramu Rekam/Mixing Enginer Terbaik atas nama Stephan Santoso, penata rekam album Pejantan Tangguh.

Kata Eross, “Kalau album kami terpilih sebagai album terbaik, kami mau bikin acara makan-makan.” (jy)

Source: Kompas

September 16, 2004

‘Sheila On 7′ unggul di Malaysia

Filed under: Awards

DUA tahun yang lalu grup musik asal Yogyakarta Sheila On 7 berhasil menyabet piala kategori Vocal Duo-Berkumpul Pilihan dalam ajang Anugrah Era 2002 di Malaysia. Ternyata dalam tahun 2004 ini mereka kembali masuk nominasi.

Tahun ini, ajang yang diselenggarakan setiap tahun oleh Radio Era itu akan berlangsung Sabtu malam, 25 September 2004 di Stadium Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Akan dipersembahkan 12 kategori yang hebatnya SO7 menyabet dua unggulan untuk kategori Band Pilihan dan Lagu Rock Pilihan.

Untuk nominasi kategori Band Pilihan, SO7 bersaing dengan grup-grup Melayu lokal seperti Exists, Jinbara, Spider, dan OAG. Sedangkan untuk nominasi kategori Lagu Rock Pilihan mereka menjagokan lagu Melompat Lebih Tinggi yang bersaing dengan Mencari (Giegiel & Waheeda), Relaku Pujuk (Spider), dan Sudah-sudahlah (Jinbara).

Pada malam puncaknya nanti, SO7 hanya akan diwakili oleh Adam dan Sakti yang bisa terbang ke sana. Akankah SO7 meraih kesuksesan dengan menggondol penghargaan bergengsi ini? Tunggu saja hasil polling-nya.

Nama SO7 memang sudah tak asing lagi di industri musik Malaysia. Beberapa albumnya sukses dirilis di sana kendati ada judul lagu dan syairnya yang harus dirubah berkaitan dengan norma dan etika Melayu. (mam)

April 14, 2003

Sheila on 7 Borong SCTV Music Awards 2003

Filed under: Awards

MALAM anugerah SCTV Music Awards yang baru diadakan pertama kali, Sabtu malam lalu, tampaknya menjadi milik grup band dari Jogjakarta, Sheila on 7 (So7). Dari empat kategori yang digelar, So7 mengusai tiga kategori yakni penyanyi/grup band paling ngetop di atas Dewa dan Element, lagu terpilih untuk Seberapa Pantas ciptaan Eross, dan video klip paling ngetop, juga Seberapa Pantas yang disutradarai Dimas Djayadiningrat. Sementara itu, satu kategori yang tersisa, pendatang baru paling ngetop, diraih oleh Alam ‘Mbah Dukun’.

Bagi So7, kemenangan tersebut merupakan prestasi kesekian kali yang sangat mereka syukuri. “Kami senang dan bersyukur karena kerja keras kami selama ini dihargai,” ujar Duta, sang vokalis, mengungkapkan perasaannya mewakili anggota So7 yang lain. Kemenangan itu sendiri, menurut mereka, bukanlah target utama. “Kami ke sini karena diundang untuk tampil. Eh, dapat piala… Boleh juga lah. Padahal nggak harus dapat, apalagi nominatornya bagus-bagus,” ujar Duta.

Seperti kata Duta, nominator untuk kategori penyanyi/grup band terpilih memang saingan yang bisa dibilang berat bagi So7. Betapa tidak, ada dua puluh nominator untuk kategori tersebut. Dan, semuanya memiliki frekuensi tinggi tampil di layar kaca. Ada Tofu, T-Five, Cokelat, /rif, Audy, Dewa, Ian, Melly & Erick, Reza, Jikustik, Andien, AB Three, Element, Alam, Iwan Fals, Slank, Rika, Kristina, Jamrud dan So7 sendiri. Adalah pemirsa SCTV yang menentukan siapa yang layak mendapat gelar paling ngetop di ajang SCTV Award 2003 ini. Dari 221.216 pemilih lewat SMS (Short Massage Service) dan 7.128 pemilih lewat premium call, terpilihlah para favorit yang kemudian mendapatkan piala berbentuk mikrofon bertuliskan SCTV Music Awards 2003.

Untuk pergelaran perdana ini, SCTV boleh dibilang berhasil jika yang menjadi ukuran adalah banyaknya bintang yang datang. Acara yang dipandu Yosi dan Sofie ini cukup meriah dengan kehadiran para artis di antara 1500-an penonton acara tersebut. Ada Tofu, Audy, Pongky Jikustik, AB Three, Didi ‘Element’, Kristina, Chris Pattikawa, Indra Lesmana, Aksan, Luigi, Rizal Mantovani dan Nina ‘Warna’. Itu belum termasuk penampil seperti So7, Andien, Inul, Iwan Fals, dan pembaca peraih penghargaan seperti Ananda Lontoh, Adelia Lontoh, Rachel Maryam, Alford, Roy ‘Boomerang’ dan Syaharani.

Tapi, jika dipandang dari segi kualitas, apakah SCTV Music Awards 2003 ini telah berhasil menghimpun yang terbaik? “Award seperti ini bisa kurang bergengsi karena yang dipilih adalah yang paling ngetop, sedangkan ngetop bisa didapat dari hal-hal yang sifatnya subyektif seperti gosip dan lain-lain,” terang mantan drumer Dewa ini. Selanjutnya, Aksan sangat menyarankan agar acara penghargaan seperti SCTV Award ini benar-benar dibuat mengatasnamakan penghargaan itu sendiri. “Upayakan agar mereka yang menang benar-benar merasa berharga,” ujarnya. Ia lantas menyebut penghargaan AMI (Anugerah Musik Indonesia) sebagai satu ajang penghargaan yang menentukan pemenang atas penilaian yang kritis. “Jadi, nggak berdasarkan suka atau nggak suka. Bagaimana pun, suka dan bagus itu masalah yang berbeda dan masyarakat kita masih harus dididik untuk memilih yang bagus. Dengan demikian, apresiasi masyarakat terhadap musik jadi semakin tinggi,” imbuhnya.

Namun, bagi Bens Leo, pengamat musik yang juga penasihat panitia, cara penentuan peraih penghargaan itulah yang menjadi keunikan acara ini, dibanding ajang penghargaan yang lain. “Ajang ini menggunakan sistem polling. Orang terbiasa melihat video klipnya, namun para nominee juga diuji penampilannya melalui pergelaran live yang kemudian disiarkan di SCTV lewat Road to SCTV Awards,” ujarnya. Road To SCTV Awards digelar Desember 2002-Februari 2003 lalu. Sebelumnya, nominee ditentukan berdasarkan popularitas dan angka penjualan kaset dengan masa edar November 2001-2002. Dengan meminta masukan dari para produser rekaman dan hasil rundingan dari panitia, terpilihlah para nominator. (jpnn)

Sheila On 7 Berjaya di SCTV Music Awards

Filed under: Awards

MALAM anugerah bagi insan musik Indonesia SCTV Music Award digelar di Asembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat dan disiarkan langsung di layar Ngetop, Sabtu (12/4) malam. Acara tersebut dibuka oleh penampilan si “Ratu Ngebor” Inul Daratista dan grup “Wong Pitoe”. Sebagian besar dari 20 penyanyi dan band yang diunggulkan pada ajang ini hadir. Bahkan, sejumlah artis yang tak diunggulkan ikut memeriahkan malam penghargaan ini.

Ajang penghargaan yang baru pertama kali dilaksanakan stasiun telivisi swasta, Surya Citra Telivisi (SCTV) ini mungkin bisa dijadikan tolak ukur bagi musisi di Tanah Air. Sebab, penghargaan diberikan berdasarkan poolling melalui SMS dan premium call dari para permirsanya. Bukan berdasarkan kualitas. Polling itu telah dilaksanakan SCTV sejak Disember 2002 hingga Februari 2003.

Dalam acara ini grup-grup ternama di Tanah Air, seperti, Sheila on 7, Dewa dan Element berjaya. Mereka terpilih sebagai kategori “Grup Band Terpilih”. “Pokoknya kami semua senang dan bersyukur,” kata vokalis So7, Duta. Dia berharap penghargaan itu dapat memotivasi mereka untul lebih baik di masa yang akan datang……….

Kelompok musik So7 kebajiran penghargaan pada malam itu. Selain terpilih menjadi grup band terpilih, mereka juga mendapatkan penghargaan untuk video klip terpilih untuk lagu “Sebereapa Pantas”. Video klip tersebut disutradari Dimas Djayanigrat. Namun, Dimas juga berhalangan hadir dalam acara itu…….

Baca artikel lengkap di SINI

April 11, 2003

Sheila on 7 Sapu Penghargaan SCTV Music Awards 2003

Filed under: Awards

Jakarta, Sinar Harapan
Sheila on 7 (So7) tampil teratas dengan meraih total dua penghargaan SCTV Music Awards 2003 yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (12/4) malam. Dua penghargaan yang berhasil direbut So7 adalah kategori penyanyi/grup band terpilih dan lagu terpilih untuk single andalan mereka di album terakhir, ”Seberapa Pantas” yang diciptakan gitaris mereka, Eross.

Selain merebut dua kategori di atas, video klip ”Seberapa Pantas” juga mengungguli 19 saingan lainnya, membuat sutradara Dimas Djayadiningrat mendapat penghargaan untuk kategori video klip terpilih.
”Kami senang dan bersyukur sekali bahwa kerja keras kami selama ini dihargai. Bagi kami, award ini hanya sebagai bonus saja dan bukan target utama kami karena target ke depan kami masih banyak. Yang jelas, award ini akan menjadi cambuk bagi kami untuk terus berkarya ke depan,” sahut Duta vokalis utama So7 usai menerima penghargaan di belakang panggung.
Selain So7, Dewa dan Element keluar sebagai penyanyi/ grup band terpilih urutan kedua dan ketiga. Atas kemenangannya ini, manajer Dewa, Suwardi, yang mewakili para personel Dewa yang sedang dalam perjalanan tur ke Sulawesi menyampaikan pesan yang sempat dititipkan Dhani padanya. ”Dhani berpesan, mudah-mudahan penghargaan ini akan lebih berarti buat kerja mereka dan mudah-mudahan dapat selalu memberikan yang terbaik buat musik Indonesia,” papar Suwardi.
Didi, penggebuk dram Element, yang juga mewakili teman-temannya yang sedang tur di Yogyakarta mengaku bahwa penghargaan pertama yang pernah diraih Element ini memiliki nilai tersendiri bagi mereka. ”Sebenarnya kami nggak menyangka bisa masuk nominasi dan akhirnya bisa dapat penghargaan ini karena pandangan orang selama ini kurang mendukung kami, tapi sekarang semuanya berubah,” papar Didi mengenai band yang awal didirikan tahun 1999 lalu, sempat dicap hanya menjual tampang dibanding kualitas musikalitas mereka.
Dengan penghargaan ini, Didi berharap bisa semakin memicu prestasi sesuai dengan cita-cita awal mereka ingin terus maju dan berkembang di dunia musik. ”Kami ingin juga bisa merasakan mendapatkan penghargaan. Seperti yang pernah dikatakan bekas vokalis kami, almarhum Ronny Setiawan yang selalu menyemangati anak-anak, ia selalu berpesan agar menjaga Element supaya bisa besar dan maju. Sekarang impian dia terwujud dan kerja keras kami bisa dihargai,” tandas Didi yang album kedua mereka Paradoks, baru saja menerima penghargaan triple platinum.
Untuk kategori pendatang baru terpilih, jatuh ke tangan penyanyi dangdut Alam yang melejit setahun yang lalu lewat lagu andalannya ”Mbah Dukun”. ”Penghargaan ini bukan semata-mata Alam sempurna dalam bidang ini, tapi ini skenario cobaan dari Allah. Dia adalah anak yang sekonyong-konyong masuk ke dunia musik dan menjadi selebriti,” kata ibunda Alam, Erni Enok, mewakili putranya yang sedang mengisi hari jadi kota Tegal itu.
Semua pemenang untuk empat kategori di atas, ditentukan berdasarkan polling pemirsa SCTV melalui SMS dan premium call, yang total mencapai 228.344 pengirim. Sayang, pihak SCTV tidak menyediakan data mengenai jumlah total yang diraih masing-masing pemenang tiap kategori.
Kontroversi
Penghargaan SCTV Music Awards 2003 sempat menimbulkan kontroversi ketika kategori penyanyi/grup band terpilih memberikan tiga penghargaan, sementara kategori lainnya masing-masing hanya satu penghargaan. Apalagi, dalam penghargaan ini tidak dilakukan pemilahan jenis musik, sehingga pemilih bisa saja rancu memilih penyanyi/band idolanya.
Indra Lesmana yang hadir malam itu mengatakan, ajang semacam ini memang lebih menitikberatkan pada pilihan pemirsa ketimbang musikalitasnya. ”Penilaian masyarakat yang mungkin lebih memandang pada segi entertainernya dan bukan pada keseniannya,” tandas Indra yang tahun lalu terpilih sebagai salah satu anggota tim kategorisasi AMI Sharp Awards 2002.
Penasihat SCTV Music Awards 2003 Bens Leo mengatakan, sejak awal dibentuknya SCTV Music Awards ini, panitia memang menyediakan tiga penghargaan khusus untuk kategori penyanyi/grup band terpilih. Ini dengan pertimbangan bahwa SCTV tidak memberikan penghargaan terlalu banyak sementara penyanyi/ band yang masuk nominasi cukup banyak. ”Kalau cuma satu penyanyi atau band saja yang mendapat penghargaan, sayang sekali,” papar Bens sembari memberi contoh sistem penghargaan yang sama juga diberlakukan dalam pemberian penghargaan Grammy Awards untuk kategori singer/ band of the year.
Adanya kesan tidak adil dalam pemilihan per kategori akibat tidak adanya klasifikasi jenis musik, Bens berkilah bahwa musik tidak bisa dikotak-kotakkan. Jika So7 terbukti mendapat point tertinggi malam itu, ini adalah hasil polling masyarakat. Tapi, hasil malam ini tidak bisa otomatis disebut sebagai indikator kepopuleran So7. ”Sulit dikatakan demikian karena bisa dibilang dia tidak ada pesaing tangguh, kecuali Dewa,” papar wartawan sekaligus pengamat musik ini.
Untuk penghargaan tahun berikutnya, Bens berjanji akan melakukan beberapa perbaikan, di antaranya memberikan dua buah penghargaan untuk masing-masing kategori. (din)

February 28, 2003

Sheila on 7 Unggul Sementara di SCTV Music Awards

Filed under: Awards

Kelompok musik asal Yogyakarta Sheila on 7 memimpin di posisi pertama perolehan suara (polling) sementara SCTV Music Award untuk kategori Penyanyi Ngetop. Berdasarkan polling yang telah dilakukan sejak 12 Februari hingga 27 Februari 2003 itu, posisi kedua diduduki kelompok Dewa, yang baru saja menggelar konser Atas Nama Cinta, di Jakarta Convension Center (JCC), pada 18 Februari lalu. Disusul Kelompok Elemen di urutan ketiga.

Manajer Humas SCTV Budi Darmawan di Jakarta, melalui siaran persnya mengungkapkan sampai hari Kamis (27/2) pengumpulan suara yang dilakukan lewat pesan SMS (Short Massage Service) telah diterima sebanyak 34271.

Sheila on 7 juga berjaya untuk kategori Pemilihan Video Klip Ngetop, disusul Dewa dan Iwan Fals dengan keseluruhan SMS sebanyak 13015. “Ternyata respon terhadap polling dari para pemirsa cukup bagus,” katanya.

Dikatakan Budi, SCTV Music Award melakukan pemilihan dalam dua tahap. Pada tahap pertama telah memilih 20 nominator berdasarkan angka penjualan kaset, masa edar kaset selama November 2001-2002 dan popularitasnya. Sedangkan tahap kedua, dilakukan melalui polling SMS pemirsa dengan dua kategori yakni Artis Ngetop dan Video Klip Ngetop.

Mereka yang berhasil masuk nominasi yakni AB Three, Alam “Mbah Dukun”, Andien, Audi, Cokelat, Dewa, Elemen, Erik dan Melly, Ian, Iwan Fals, Jamrud, Jikustik, Kristina, Reza Artamevia, /rif, Rika, Sheila on 7, Slank, Tofu serta T Five.

“Dari hasil polling keseluruhan, SCTV akan memberikan tiga trophy yang masing-masing untuk tiga album teratas dari hasil polling pemirsa, masing-masing untuk pencipta lagu terpilih, pendatang baru terpilih, dan video klip terpilih,” katanya.

Penyerahan tropy akan diserahkan pada acara puncak SCTV Music Awards yang akan digelar di JCC, Assembly Hall, 12 April 2003. (*/EH)

Source: Kompas

October 19, 2002

Andrawina Tokoh-tokoh Pengangkat Citra Yogya

Filed under: Awards

ACARA tunggal Andrawina HUT 57 SKH Kedaulatan Rakyat, di Gedung Trimurti Prambanan, Minggu 6 Oktober, adalah penerimaan penghargaan bagi tokoh-tokoh yang mengangkat nama Yogyakarta ke forum Nasional dan Internasional.

Penerima penghargaan itu : Ardiyanto Pranoto, Sheila On 7, Dagadu, Bagong Kussudihardjo dan Prof Dr Marie Astuti.

Dagadu dengan produk T-Shirtnya —yang kreatif, kritis dan lucu— itu awalnya (1994) merupakan usaha patungan mahasiswa Arsitektur UGM, dengan modal Rp 4 juta menggelar ‘kios’ di Malioboro. Dari T-Shirt mengembang jadi cenderamata, produk-produk kocak itu merupakan ciri Yogya sekarang.

Sheila On 7, awalnya (1997) adalah kelompok musik dengan nama Seila Gank. Terdiri atas Eross Chandra (gitar), Sakti Aria Sena (gitar), Akhiyat Duta Modjo (vokal), Adam Subarkah (bass) dan Anton Widiastomo (drum) serta Anton Kurniawan (manajer), sesudah melewati perjuangan berat, mereka mengangkat nama Yogyakarta terutama di bidang musik.

Ardiyanto Pranata, identik dengan batik Yogya. Master Pertanian dan kolektor barang antik itu —dengan bekal keahliannya plus lima bahasa yang ia kuasai— melanglang buana memperkenalkan karya batik gaya Yogyakarta dengan sentuhan baru.

Bagong Kussudiardja adalah budayawan serbabisa. Penari, koreografer, pelukis dan sebagainya. Sementara Prof Dr Marie Astuti sehari-harinya Ketua Pusat Studi Wanita UGM dan mengajar di universitas tertua itu. Marie semakin eksis dengan riset tentang tempe.

Penghargaan dalam rangka HUT Ke-57 SKH Kedaulatan Rakyat Ahad pekan lalu, diserahkan langsung oleh Dirut SKH Kedaulatan Rakyat Dr H Soemadi M Wonohito SH, bersamaan dengan penyerah an penghargaan Agen Unggulan, Pelanggan Setia, Pemenang Lomba Cipta Iklan Pinasthika Widyawara, Pemasang Iklan Unggulan, Penulis Populer dan Produktif serta penghargaan untuk Nara Sumber Responsif.

Dihibur tari Angguk Putri “Sri Panglaras” Kokap Kulon progo, Lengger Calung”Setya Budaya” Kebumen, Sewarna Band Yogyakarta dan Tayub “Lebdo Rini” dari Semin Gunungkidul, acara siang hari berlangsung meriah. n iswantara

Source: MP

September 16, 2002

Masuk Dua Unggulan Anugrah Era 2004 Malaysia

Filed under: Awards

DUA tahun yang lalu grup musik asal Yogyakarta Sheila On 7 (SO7) berhasil menyabet piala kategori Vocal Duo-Berkumpul Pilihan dalam ajang Anugrah Era 2002 di Malaysia. Ternyata pada tahun 2004 ini mereka kembali masuk nominasi.

Tahun ini, ajang yang diselenggarakan setiap tahun oleh Radio Era itu akan berlangsung Sabtu (25/9) malam, di Stadium Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Ada 12 kategori yang akan mendapat penghargaan. Dan hebatnya, SO7 menyabet dua unggulan untuk kategori Band Pilihan dan Lagu Rock Pilihan.

Untuk nominasi kategori Band Pilihan, SO7 bersaing dengan grup-grup Melayu lokal seperti Exists, Jinbara, Spider, dan OAG. Sedangkan untuk nominasi kategori Lagu Rock Pilihan mereka menjagokan lagu Melompat Lebih Tinggi yang bersaing dengan Mencari (Giegiel & Waheeda), Relaku Pujuk (Spider), dan Sudah-sudahlah (Jinbara).

Pada malam puncaknya nanti, SO7 hanya akan diwakili oleh Adam dan Sakti yang bisa terbang ke sana. Akankah SO7 meraih kesuksesan dengan menggondol penghargaan bergengsi ini? Tunggu saja hasil polling-nya.

Nama SO7 memang sudah tak asing lagi di industri musik Malaysia. Beberapa albumnya sukses dirilis di sana kendati ada judul lagu dan syairnya yang harus dirubah berkaitan dengan norma dan etika Melayu. (dsc)

April 19, 2002

Padi Dan Sheila Berebut Awards Di Malaysia

Filed under: Awards

Kemaren pagi, Kamis (18/4) Padi bertolak ke Malaysia disusul sama Sheila On7 beberapa saat setelah itu. Mereka lagi-lagi “berebut” penghargaan Anugrah Industri Muzik, ajang musik Malaysia yang digelar Sabtu besok, (20/4).
Udah bukan berita baru kalo 2 pendekar musik Indo, Padi dan Sheila On7 makin menancapkan kesaktiannya di negeri Jiran tersebut. Tiap kali 2 band gede ini bikin konser ato promo tur disana, tiket yang kejual udah pasti laris manis. Bahkan khusus untuk band yang digawangi sama Duta, Adam, Eross, Anton dan Sakti ini berhasil menjaring pangsa yang bener-bener gede, dan menghasilkan sedikitnya 3 plakat platinum untuk album-albumnya. Nggak heran, (lagi-lagi) di ajang taunan Anugrah Industri Muzik, kedatangan mereka kerap ditunggu.

Selain Padi dan Sheila On7, ada Gigi, Krisdayanti & Anang, dan Harvey Malaiholo yang mendapat gelar nominasi sama yaitu Album Indonesia Terbaik. Rencananya, Padi juga dijadwalin untuk bawain hits Begitu Indah dan Bayangkanlah secara medley. Sementara, nggak ada perform untuk Sheila On7 karena kedatangan grup itu cuma diwakili sama Duta dan Adam aja. Band asal Yogya ini juga lagi nyimpen energi buat promo turnya di negeri tersebut bulan Mei besok !

Hayo, siapa yang paling jago untuk ngerebutin Awards itu ?

SOurce: KG

October 7, 2001

AMI Sharp Awards : Rossa, Dewi Yull, dan Pop Progresif

Filed under: Awards

DEWI Yull dan Rossa, orang mafhum, sama-sama penyanyi pop. Akan tetapi, Dewi Yull (40) penyanyi pop “biasa”, sedangkan Rossa (23) biduan pop progresif. Setidaknya, itu menurut kategori yang dikeluarkan penyelenggara AMI Sharp Awards ke-5 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/10) malam.Dewi Yull dan Rossa sama-sama mendapat penghargaan sebagai Penyanyi Solo Wanita Terbaik untuk masing-masing kategori di atas. Penyanyi pop lain, sekandang dengan Dewi Yull, adalah Inka Christie, Mayangsari, dan Nadila. Sedangkan penyanyi pop progresif lain adalah Lusy Rahmawati, Memes, Shanty, dan Vina Panduwinata. Mereka semua masuk nominasi terbaik versi AMI yang oleh penggeraknya dirancang sebagai hajatan pemberian penghargaan atas pencapaian kualitatif artis musik Indonesia. Mirip-mirip Grammy-lah.

Sri Rossa Roslaina Handiyani yang menerima AMI lewat lagu Hati yang Terpilih itu mengartikan pop progresif sebagai jenis musik baru yang mengikuti situasi zaman. Lirik lagu pop progresif tidak mendayu-dayu seperti kebanyakan lirik lagu pop.

“Secara teknis saya tidak tahu, tapi yang jelas saya bisa ngerasain,” kata penyanyi pop progresif terbaik kelahiran Sumedang itu saat ditemui di belakang panggung.

Mengacu pada kategori versi AMI, maka Chrisye, Indra Lesmana, Harvey Malaihollo, Project Pop, Sheila on 7, sampai Padi, dapat disebut pop progresif. Lagu Sephia dari Sheila on 7, pun dinilai sebagai Lagu Pop Progresif Terbaik.

KATEGORI pop progresif muncul di era ketika musik pop menjadi bagian dari industri hiburan yang menggeliat mencari pasar. Dulu, ketika industri rekaman belum menggemuruh, kontes nyanyi hanya mengenal jenis seriosa, keroncong, dan hiburan. Jenis hiburan, yang kemudian berkembang pop itu, pernah melahirkan Sam Saimun, Bing Slamet, sampai Titik Puspa. Musik pop kemudian menjadi komoditas dan orang terus mencari dagangan yang bisa dijual. Demikian pula praktisi musik juga terus mencari alternatif bentuk-bentuk baru yang mengena di kuping publik. Revitalisasi diri lagu-lagu pop itu kemudian melahirkan apa yang disebut pop kreatif, pop progresif, atau apa pun yang intinya bukan pop biasa.

Istilah pop progresif diperkenalkan di blantika musik Indonesia pada pertengahan 1980-an, salah satunya oleh Bens Leo. Wartawan musik senior yang kini memimpin majalah Newsmusik itu semula menggunakan istilah pop kreatif. Akan tetapi, sejumlah musisi keberatan dengan istilah tersebut karena dengan demikian ada musik pop yang tidak kreatif. Kategori pop progresif mulai digunakan pada hajatan penganugerahan musik seperti BASF Awards atau HDX Awards yang kini tidak lagi digelar.

Pop progresif, menurut Bens, hanya sekadar istilah untuk membedakan suatu karya musik yang agak berbeda dengan musik yang sedang laku di dekade 1980-an. Saat itu, lagu-lagu dari Rinto Harahap atau Obbie Mesakh merajai pasar dan nyaris tanpa pesaing di pasar dan festival yang berorientasi pada penjualan album.

Lagu-lagu lain, seperti yang dibawakan Chrisye atau Vina Panduwinata saat itu belum mendapat wadah dalam sistem penjurian festival. Maka keluarlah kategori pop progresif untuk karya pop yang “berbeda” itu.

“Ya, kapan Chrisye dapat meraih award kalau harus bersaing dengan lagu Rinto yang dipopulerkan Iis Sugianto. Kemudian pada BASF Awards 1986 diputuskan oleh tim juri agar ditambahkan jenis musik pop jazz, top pop, dan pop kreatif,” kata Bens Leo.

Telinga yang setiap hari mengonsumsi musik rekaman rupanya menangkap adanya perbedaan antara pop dengan pop progresif. Bens Leo, penyanyi Shanty, Memes, dan produser Jan Djuhana dari Sony Music Indonesia, mempunyai pendapat yang hampir sama tentang pop progresif, antara lain menyangkut tipikal aransemen, struktur melodi, progresi chord, sampai lirik. Pada pop biasa, ketiga unsur tersebut terdengar lebih sederhana dibanding pop progresif. “Pokoknya warna musiknya lebih baru dan tidak monoton,” kata Jan Djuhana, produser yang merilis Sheila on 7 dan Padi itu.

Shanty memberi contoh lagu-lagu Pance Pondaag atau lagu Rinto Harahap jenis Gelas-gelas Kaca yang dibawakan Nia Daniaty sebagai lagu pop biasa, sampai Tenda Biru-nya Desi Ratnasari termasuk pop biasa. Sedangkan Biru-nya Vina Panduwinata adalah pop progresif. Perbedaannya, kata mereka, pop progresif mempunyai sound atau cita suara yang berbeda dengan
pop biasa.

POP progresif atau pop biasa rupanya juga menyangkut pasar. I -Radio, stasiun radio FM di Jakarta yang khusus memutar lagu-lagu Indonesia itu, dengan tegas memilih pop kreatif sebagai suguhan utama. Radio bergelombang FM 89.65 itu tidak memutar lagu pop biasa. Fiki Lontoh, music director dari I-Radio, menunjuk lagu Sesuatu yang Indah dari Padi yang katanya berlirik manis jamaknya lagu pop. “Tapi, lagu itu dibalut dengan sound yang berbeda hingga masuk dalam pop progresif,” tutur Lontoh yang menjadi anggota dewan juri AMI-Sharp Awards.

Segmen pendengar lagu pop progresif, seperti yang dibidik I-Radio, adalah kelompok usia 21-35 tahun. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa atau eksekutif. Di jagat radio, mereka dimasukkan dalam golongan B yang dicirikan sebagai kalangan yang lebih kritis dan mencari lagu-lagu yang lebih bermutu.

Batasan pop dengan pop progresif memang tipis dan kadang rancu. Hal ini dirasakan oleh Jan Djuhana dan Memes. Sheila on 7, misalnya, oleh pihak Sony cenderung disasarkan untuk segmen pop yang menjangkau segmen pasar lebih luas. Namun, dalam AMI Sharp Awards, band asal Yogyakarta itu masuk dalam kategori pop progresif. Padi yang tahun lalu menyambar gelar Grup Rock Terbaik AMI, kini digelari sebagai Grup Pop Progresif Terbaik.

“Ini memang sensitif. Kita, di musik itu sering digolong-golongin. Padahal sebenarnya bagi saya pop progresif atau pop itu sama saja,” tutur Memes.

Pada akhirnya telinga publiklah yang menjadi penentu diterima atau ditampiknya sebuah karya musik. Pendengar tidak peduli dengan pop atau pop progresif. Mereka hanya mengenal dua kategori: lagu enak atau lagu brengsek. (xar)

Source: Kompas

May 23, 2001

Sheila On 7 Meraih Sukses Ganda Di Dua Negara

Filed under: Awards

Kelompok Sheila On 7 tampaknya makin berjaya di pentas musik Indonesia. Album keduanya, Kisah Klasik Untuk Masa Depan, terjual sekitar 1,7 juta kopi seantoro Nusantara. Angka fantastis ini membuat nama Sheila tepilih menjadi band terlaris di Indonesia.

Prestasi yang diraih Sheila on 7 ini mengantarkan mereka meraih 10 sertifikat platinum dari Sony Music Indonesia. Penghargaannya sendiri diberikan tanggal 17 Mei lalu di sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan.

Nggak cukup berprestasi di dalam negeri, anak-anak asal kota gudeg ini juga mengukir prestasi gemilang di negeri Jiran. AlLbum keduanya terjual sebanyak 40.000 kopi dan sudah bisa dikatakan meledak di industri kaset Malaysia. Prestasi ini membuat mereka berhak memperoleh sertifikat platinum dari Sony Music Malaysia.

Seiring dengan kesuksesan itu, rencananya, sebentar lagi Sheila On 7 bakal menggelar konser di 3 kota di negeri Jiran. Antara lain di Johor Baru, dan ibukota Malaysia, Kuala Lumpur.

Selesai manggung di Malaysia mereka sudah ditunggu jadwal lain, yakni segera berangkat ke Singapura, bulan Oktober 2001, untuk menerima penghargaan dari sebuah surat kabar di negeri Singa itu.

· Sumber: Astaga!Musik

June 5, 2000

“Kuldesak” Raih MTV Awards 2000

Filed under: Awards

Video klip Kuldesak dari Ahmad Dhani dan Andra R (produksi Rexinema) menyabet penghargaan Best Video of The Year pada “MTV Indonesia Video Music Awards 2000″ yang diumumkan di Kafe Bengkel Jakarta, Sabtu (3/6) malam. Sutradara video klip Kuldesak, Dimas Djayadiningrat, juga meraih predikat Best Director.

Semenjak keberadaannya di Indonesia lima tahun lalu, tepatnya 5 Mei 1995, baru kali inilah MTV meluncurkan Awards Show-nya sendiri di Indonesia.

Penyanyi kawakan Chrisye dengan lagu Cintaku meraih predikat Best Male mengalahkan nominator lainnya, yakni Anang, Dian Permana Putra, Nugie, dan Sujiwo Tejo. Sementara pendatang baru Rossa meraih predikat Best Female lewat lagu Tegar. Rossa menyisihkan penyanyi-penyanyi yang lebih senior, seperti Nicky Astria, Ruth Sahanaya, Titi Dwijayati dan Shakila.

Predikat Best Band Grup/ Duo diraih oleh Melly dan Ary Lasso lewat tembang ciptaan Melly, Jika. Mereka mengalahkan ADA Band, Dr PN, KLA Project dan POTRET. Grup band remaja Sheila on 7 asal Yogyakarta merebut gelar Best Newcomer lewat satu nomor, Dan.

Sheila on 7 mengungguli Romeo, Shakila, Ary Lasso-Melly, dan Dr PN.

Best Make Up/Wardrobe/ SFX diraih oleh Irwan Riadi yang menggarap penampilan Ahmad Dhani dan Andra R dalam Kuldesak. Untuk kedua kalinya Melly tampil ke pentas menerima penghargaan Best Performance in A Video lewat penampilannya dalam video klip Bagaikan Langit. Melly menyingkirkan Boomerang, Ruth Sahanaya, Noin Bullet, Gigi dan Sujiwo Tejo.

Best Dangdut Award direbut oleh Camelia Malik melalui Bulan Berkaca. Camelia Malik mengalahkan Thomas Djorgi, Lilis Karlina, Ikke Nurjanah dan Merry Andani. Tengku Firmansyah dan Laura A mendapatkan predikat Best Model in Video dalam video klip KLA Project, Menjemput Impian. Penyanyi Nugie menyabet predikat Soundbuzz.com Cyber Artist 2000. (lok)

Source: Kompas