May 2, 2007
TAYANGAN ‘Empat Mata’ di Trans 7, yang dipandu Tukul Arwana memperoleh rating bagus di kalangan masyarakat. Program ini bahkan menembus manca negara melalui TV steaming. Gaya khas Tukul Arwana sebagai maskot di program ini tidak habis-habisnya memberikan lawakan segar sederhana tetapi mengena. Tukul selalu membuat lawakan baru, bahkan mulai dari gayanya hingga kata-kata khas yang dilontarkannya menjadi sebuah ikon bagi masyarakat. Kekuatan lain program ini adalah hadirnya bintang tamu dari berbagai profesi, mulai dari pesinetron, artis layar lebar, pelawak, musisi, hingga pejabat negara. Dan kali ini giliran Sheila on 7 (So7), band asal Yogya yang Rabu (14/3) pukul 21.30, bakal hadir sebagai bintang tamu di ‘Empat Mata’.
Menurut Anton Kurniawan, Manajer So7, terkait dengan penayangan tersebut 507 Management yang dipimpinnya akan menggelar ‘Nonton Bareng Sheila on 7 di Empat Mata’ di Coffee Stall Jl Kaliurang Km 12 dan Cheers CafÈ Jl Flamboyan 11 A, Selokan Mataram, Yogya. Acara ini, gratis. "Agar penonton puas menyaksikan acara ini, kami memakai giant screen di masing-masing venue tersebut," jelas Anton, Senin (12/3).
Dalam acara nonton bareng di dua tempat ini juga akan dibagikan door prize dan pertunjukan gilded tarot reader. Untuk menggelar acara ini 507 Management bekerjasama dengan Draft Code, Coffee Stall, Cheers CafÈ dan Kretasindo Production
14 Maret 2007
April 19, 2007
Band asal Jogja ‘Sheila On Seven’, kini suaranya tidak terdengar lagi kabarnya. Hingga penelusuran ke kota gudeg Yogya demi mengupas kabar terbaru mereka yang dilakukan Tim Kroscek (18/4) kemarin. Hampir 11 tahun sudah, eksistensi Sheila on 7 di dunia musik Indonesia, sejak terbentuk 6 Mei 1996 hingga detik ini.
Kini album kelima bertitel 507 telah dikeluarkan untuk membuktikan keproduktifan Sheila On 7. Melihat segala kesuksesan band asal Jogja ini, semua memang tidak terlepas dari peran personil Sheila on 7 itu sendiri untuk membuat karya yang indah agar dapat diterima oleh para pecinta musik Indonesia, serta pecinta musik Sheila on 7 pada khususnya. Karena itu, kabar bubarnya ‘SOS’ benar-benar hanya isapan jempol belaka.
Sejatinya, hingga kini karya Band yang formasi awalnya terdiri dari Duta,sebagai vokalis, Adam sebagai Bassis, Anton sebagai drummer, Erros dan Sakti sebagai Gitaris masih terus berjalan. “Kita punya tanggung jawab untuk terus berkarya, karena fans-fans kita dan masih banyak yang beli album kita,” ungkap Adam.
Kesuksesan tidak selalu berakhir dengan kesenangan, mundurnya dua personil Sheila on 7 yaitu Anton Widiastanto (drummer) 2004 lalu, dan Saktia Ari Seno (gitaris) 2006 lalu, merupakan cobaan terberat bagi personil Sheila on 7. Meskipun terpuruk dengan keadaan, mereka tetap berusaha untuk tegar dan mencoba membangkitkan kembali semangat dalam berkarya.
“Nggak bisa maksain orang kalau hatinya tidak lagi di band. Aku jadi pengganti mungkin belajar bangun basic band yang lebih kuat lagi,” ujar Brian personil baru ‘SOS’.
“Dasarnya kita band yang punya karakter kuat, kita nggak akan berhenti, karena walau memang sekarang lagi melewati masa-masa suram. Kita tetap nggak mulai semua dari nol lagi kok,” jelas Duta ketika diwawancara Tim Kroscek di kawasan Bulusan, Sleman, Yogyakarta.
Bila menengok ke belakang, album kelima yang terjual hanya 300 kopi ini tak sedikitpun membuat band yang pernah ngetop dengan single ‘Kita’ ini pesimis. Menurut Duta makin menurunnya penjualan kaset karena kemungkinan kejenuhan atau kebosanan pendengar dengan band lama.
“Dulu keluar album pertama lebih dari satu juta kopi album. Terus kedua 1,8 kopi. Album ketiga juga 1,7 kopi dan yang keempat 400 ribuan. Yah… ada masa-masa orang bosen, sekarang makin menurun. Ya bisa dibilang melalui masa suram, mesti kita lalui masa-masa seperti ini,” beber suami Adelia Lontoh ini dengan nada merendah.
Dengan demikian, Sheila on 7 saat ini terdiri dari Adam M Subarkah (Bass), Akhdiyat Duta Modjo (vokal) Erros Chandra (Gitar) dan diangkatnya Brian Kresna Putro (drum).
Jarang On Air, Erros Punya Sidejob
Soal jarangnya Sheila on 7 manggung di stasiun televisi, tentunya karena berbagai alasan. Selain karena tour untuk album kelimanya telah rampung dikerjakan, tempat tinggal mereka yang di Jogja menjadi kendala untuk mereka. Menurut mereka bila mereka mesti ke Jakarta hanya untuk satu stasiun TV akan memakan biaya yang tidak sesuai dengan penghasilan mereka. Kenapa off air, duitnya lebih gede,” papar Erros, motor sekaligus gitaris ‘SOS’ yang banyak mencipta lirik di Sheila on 7 ini.
“Kenapa memilih off Air kendalanya tinggal di Jogja, main di stasiun tv nggak bisa langsung datang, diusahakan on air sekalian semua stasiun tv,” ujar Duta dengan nada merendah. “Budget on air dan off air nggak sama pasti nombok kalau cuma satu kerjaan di Jakarta, jadi biaya produksi yang cucoklah, biar gak nombok,” katanya dengan senyum ramah.
Dutapun sadar, tampil di televisi, menjadi rebutan bagi band-band Tanah Air. Apalagi kemunculan band-band baru yang kini bak jamur di musim hujan. Ia menegaskan, tidak tampilnya mereka di acara on air bukan karena bayaran mereka dipatok dengan harga tinggi.
Ketika di konfirmasi soal sidejob yang sedang digeluti, Erros membeberkan bahwa ia mempunyai band lain di luar ‘SOS’, bernama ‘Jagostu’ dengan personil, Adam, Erros, Brian, dan Helzen. Mereka berempat manggung di sela-sela jadwal Sheila on 7. Menurut Erros, kini ‘Jagostu’ telah menyelesaikan kontrak dan bila tak ada halangan, pada bulan Juni, ‘Jagostu’ akan segera merilis album. Erros pun berharap, Duta akan segera mengikuti jejaknya untuk ikut dalam proyeknya kali ini
April 8, 2007
March 31, 2007
Adam Muhamad Subarkah, pemain bas grup Sheila on 7, menilai, yang berani mengajak tidur pemain band belum tentu fans grup itu. Ada cewek yang sengaja mengincar anggota grup karena memang demen pada penampilannya, bukan musiknya. "Tujuan mereka memang mengejar pemain band," kata Adam. Tapi Adam mengaku akan menolak tegas tawaran seks dari penggemar. Itu Adam, entah pemain musik yang lain.
http://www.korantempo.com/news/2005/2/13/Laporan%20Utama/20.html
March 23, 2007
Yogyakarta, Semua berawal dari persahabatan. Karena bujukan sang sutradara yang juga teman SMA, Eross Candra akhirnya terjun juga ke dunia akting.
Berkarya di dunia akting tak pernah terpikir sebelumnya oleh Eross. Musik adalah hidupnya. Namun kekasih Leony VH itu dulu sempat nongol beberapa menit saja sebagai cameo dalam film "30 Hari Mencari Cinta".
Lewat sebuah film independen bertajuk ‘Mati Bujang Tengah Malam’ Eross dapat peran utama. Film berdurasi 30 menit arahan Fajar Nugross itu akan berkisah tentang dunia politik.
"Saya akhirnya terbujuk karena ada jaminan mainnya cuma pendek-pendek saja," ujar Eross ketika dihubungi detikhot, Jumat (23/3/2007).
Hingga kini Eross bersikeras bahwa dirinya tak bisa akting. Namun lain Eross lain juga pandangan sang sutradara. Awalnya Fajar hanya melihat sosok Eross yang cocok dengan karakter yang dicari namun setelah coba latihan, ternyata hasilnya sesuai harapan.
Artika Sari Devi didapuk untuk menjadi pendamping Eross dalam film ini. Adegan percintaan di atas ranjang kabarnya akan jadi bumbu sedap film ini. Eross pun mengaku menanti adegan tersebut. Apalagi lawan mainnya Artika.
"Semua sih biasa aja. Mungkin yang saya tunggu adegan ranjangnya," tutur Eross diselingi tawanya.
Seperti apakah kelanjutannya? Kita tunggu saja!
March 8, 2007
Ada beberapa kejadian menarik dari Konser 1000 Gitar di kota Yogyakarta tadi malam. Yang paling heboh mungkin adalah munculnya Sakti (mantan gitaris Sheila On 7) diatas panggung sebagai tamu misterius. Sakti yang sejak tahun lalu meninggalkan dunia hingar bingar dan lebih memilih untuk memperdalam agama tadi malam tampil lengkap dengan baju muslim yang biasa ia kenakan sambil berduet dengan tandem lamanya di Sheila On 7, Eros Chandra. Mereka membawakan Little Wings milik Jimi Hendrix. Sesuai namanya, Sakti ternyata masih cukup sakti diatas panggung.
Yogyakarta, KecelakaaN pesAwat yang terjadi di bandara Adi Sucipto Yogyakarta beberapa hari lalu jadi kisah tersendiri bagi Eross Candra, pentolan Sheila on 7 (So7). Ia dibuat repot dengan telepon yang berdering tErus dan SMS Masuk.
Ya, banyak kerabat dan sahabat Eross langsung menanyakan kabarnya ketika mendengar musibah tersebut. Bukan tanpa alasan, pasalnya kekasih Leony VH itu memang hobi naik pesawat pagi.
"Pas ada berita itu yang nelepon banyak banget. Ya rata-rata yang nelepon itu mereka yang tahu kalau aku sering naik kereta pagi. Soalnya sejak kecelakaan Januari lalu, saya sering juga naik Garuda," ujar Eross ketika dihubungi detikhot via ponselnya, Kamis (8/3/2007).
Ketakutan Eross naik pesawat pun makin menjadi-jadi. Dari dahulu, Eross memang paling takut naik pesawat, setelah kecelakaan transportasi udara sering terjadi Eross pun makin paranoid.
Namun jika pekerjaan memaksa Eross untuk naik pesawat, pencipta lagu ‘Sephia’ itu pun mengaku pasrah. Tapi sebisa mungkin bisa dihindari, Eross pun memilih transportasi lain.
Pertengahan bulan mendatang So7 berencana untuk bepergian ke Jakarta. Eross pun jadi ragu naik pesawat.
"Iya mau ke Jakarta, cuma entar suara terbanyak aja. Mau naik apa gitu. Kayaknya sih naik bis aja, mungkin entar pulangnya aja yang naik pesawat. Kalau pulang kan tenaganya udah habis," tutur Eross di sela tawanya.(yla/yla)
March 6, 2007
sungguh, menentukan 25 album terlaris sepanjang sejarah dunia musik Indonesia bukanlah hal gampang. Jujur saja, tak ada data yang valid tentang berapa jumlah angka penjualan sebuah album laku terjual.
Data penjualan album sebuah penyanyi/grup musik makin gelap di era ‘60 sampai ‘70-an. Berdasarkan penelusuran Bintang nyaris tak ada catatan data soal penjualan album di era itu. Jangankan data yang valid, data tak valid album mana saja yang laris di era itu pun susahnya minta ampun. Melacak pun makin susah lantaran banyak perusahaan rekaman di masa itu banyak yang gulung tikar.
Di era ’80-an sampai 2000-an pun tak mudah mencari catatan angka penjualan album.Banyak perusahaan rekaman yang tak memegang data otentik penjualanalbum. Bahkan, sebuah lembaga yang anggotanya perusahaan rekaman pun tak punya data rinci tentang berapa sebuah album laku terjual. Yang mereka punya hanya data total album yang terjual dalam setahun.
Lalu bagaimana Bintang mendapatkan 25 album terlaris ini? Pertama, kami menanyakan ke beberapa perusahaan rekaman, album apa saja yang angka penjualannya tinggi. Soal angka penjualan ini, kami tanyakan juga ke beberapa wartawan musik senior yang paham benar lika liku dunia musik lokal. Cara lain, lewat penelusuran pustaka. Semua artikel musik — terutama yang berhubungan dengan angka penjualan album — kami lahap.
Well, mungkin, hasil yang kami dapat, kurang memuaskan Anda. Mungkin Anda bertanya tanya, album si Ahmad kok tak masuk? Atau album si Polan kok tak ada? Kalau Anda merasa tak terpuaskan, kami mohon maaf. Jangan ragu, beri tahu kami album apa saja yang seharusnya masuk dalam daftar 25 Album Terlaris Sepanjang Masa.Siapa tahu kelak, kami akan membuat artikel seperti ini lagi. Inilah ke-25 album itu. *bin
5. Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000) - Sheila on 7
Awalnya, banyak yang pesisimis, album kedua Sheila inibakal mengulang sukses. Tapi ramalan itu berhasil mereka jungkir balikkanLewat tembang Sahabat Sejati, Bila Kau Tak Disampingku, Sephia dan Just For My Mom yang menghuni album Kisah Klasik Untuk Masa DepanSheila on 7 malah lebih sukses dari album perdannya. Buktinya, di Indonesia album ini terjual 1,7 juta keping atau 11 platinum. Album perdana mereka laku sebanyak 1,3 juta keping. Di Malaysia album ini menjadi Top Best Sellers. Tak heran album ini tercetak dalam Hits of The World Majalah Billboard. Oh ya, salah satu lagu di album ini, Sephia, saking populernya dijadikan sebuah judul sinetron.
7. 07 Des (2002) - Sheila on 7
Ini album ketiga Sheila on 7. Di album ini anak-anak Yogyakarta ini masih membuktikan ketangguhannya. Buktinya, album ini terjual 1,3 juta keping. Sukses album ini terhitung mengejutkan. Pasalnya, album ini cuma mengandalkan satu hit, Seberapa Pantas. Seberapa Pantas dijadikan sebagaitheme-song sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta? Seandainya Sheila punya banyak hit, angka penjualan album ini pasti lebih besar dari 1,2 juta keping.
Ini album ketiga Sheila on 7. Di album ini anak-anak Yogyakarta ini masih membuktikan ketangguhannya. Buktinya, album ini terjual 1,3 juta keping. Sukses album ini terhitung mengejutkan. Pasalnya, album ini cuma mengandalkan satu hit, dijadikan sebagaitheme-song sinetron Seandainya Sheila punya banyak, angka penjualan album ini pasti lebih besar dari 1,2 juta keping.
Ada yang beda di album ketiga Sheila on 7 ini. Seluruh personelnya punya peran aktif. Tak seperti album sebelumnya yang banyak didominasi Eross. Yang unik, di album ini tak satupun terpampang wajah personel Sheila on 7. Alasannya, wajah mereka mereka terlalu sering muncul alias overexposed. “Jadi kalau ingin mendapatkan wajah kami gunting saja dari tabloid atau media cetak lainnya,” tegas Eross. Sayang, kesuksesan album ini diiringi gosip tak sedap. Banyak yang menganggap awak band ini mulai sombong.
07 Des bisa dibilang puncak karier bermusik Sheila on 7. Setelah, album ini penjualan album ini langsung menukik tajam. Jangankan satu juta, dapat setengahnya saja, sudah prestasi luar biasa buat anak-anak Sheila.
11. Sheila on 7 (1997) - Sheila on 7
Vidni, Vidi, Vici. Datang. Lihat dan menang. Kalimat itu barangkali cocok buat menggambarkan kehebatanSheila on 7 di percaturan musik Indonesia. Lewat album perdananya, Sheila on 7, kala itu Eross (gitar), Duta (vokal), Adam (bas), Anton (dram) — sekarang diganti oleh Bryan, dan Sakti (gitar) — berhasil meraih angka penjualan satu juta keping. Enam ratus ribu di antaranya diraih cuma dalam waktu enam bulan. Itu artinya dalam sebulan mereka sukses menjual 100 ribu keping. Lucunya, beberapa bulan sebelum mereka sukses, band ini sempat sesat ketika mencari kantor perusahaan rekaman Sony Music (sekarang SonyBMG-red). Mereka nyasar ke Tangerang, ke pabrik yang memproduksi alat-alat elektronik bermerek Sony.
Sheila berdiri pada 6 Mei 1996. Pada awalnya bernama Sheila (bahasa Celtic: musikal). Kata Gank kemudian ditambahkan sehingga menjadi Sheila Gank. Kata inipun akhirnya diubah menjadi on 7, yang diambil dari tujuh tangga nada dalam musik. Sukses penjualan album perdana ini membuat dalam waktu yang relatif singkat, So7 menjadi salah satu the most wanted groupdi Indonesia.
December 31, 2006
Tanya:Samsons telah menjelma menjadi kelompok musik yang sangat diperhitungkan.Ngomong-ngomong Anda punya idola nggak?
Samsons: Untuk saya (Irfan) pribadi saya mengagumi kelompok musik Koes Plus danDewa. Untuk perseorangan kami kagum Eross So7, dan Erwin Gutawa. Untuk Eross, terus terang saja saya bisa mencipta lagu setelah mendengarkan lagu -lagu karya Eross. Saya jadi tahu bagaimana mencipta lagu. Eross jenius dalam mencipta lagu. Kalau Mas Erwin saya salut kalau dia mengaransemen musik. Mas Eriwn sangat jenius dalam mengaransemenmusik. Sebuah lagu di tangan Erwin menjadi lain dan keren. Untuk Koes Plus,jelas itu kelompok musik legendaris milik Indonesia. Dewa sangat dinamis.
ahmad boedi satria (tarrot consultant): "Dari industri rekaman, band papan atas macam Ratu, Ungu, dan Radjamasih sangat bagus kebintangannya, dan populartisnya masih belum tergoyahkan. “Meski Ratu ada konflik di dalam, saya lihat mereka masih akan jalan. Kalau dalam penglihatan saya Ratu tidak akan bubar. Maia masih memiliki hati dan harapan besar di Ratu.” Yang turun justru akan Peterpan dan Sheila on 7. “Kalau mereka tidak melakukan inovasi dan mempersiapkan jalan keluar, akan sulit untuk naik kembali.”
December 28, 2006
Jakarta, Eross hobi selingkuh, teman satu bandnya di Sheila on 7 malah mendukung. Duta berujar siap membantu Eross untuk selingkuh terus jika itu dirasa baik bagi Eross. Selama Eross bahagia mereka tak keberatan.
Namun rupanya yang diselingkuhi Eross bukanlah kekasihnya, Leony VH melainkan bandnya sendiri Sheila on 7 (So7). Diakui pria bernama lengkap Eross Candra, saat ini ia memang lebih banyak meluangkan waktu bersama band barunya yang dibentuk bersama drummer So7, Brian.
Dalam band baru yang diberi nama Jagostu ini segala kebutuhan Eross akan musik terpenuhi dengan sempurna. Idealis Eross sebagai seorang musisi dapat terwujud lewat hadirnya Jagostu. Bagaimana dengan rekan So7 lain yang diselingkuhi Eross.
"Saya sih ikut seneng. Kebutuhannya sebagai musisi punya tempat untuk mengeluarkan karya-karyanya. Musik idealis Eross ternyata unik," ujar Adam sang basis kepada detikhot ketika ditemui seusai mengisi acara ulang tahun Slank di Pantai Carnaval Ancol, Rabu (27/12/2006) malam.
Hal senada juga diucapkan pentolan So7, Duta Mojo. Duta yang juga mengagumi Eross sebagai pencipta lagu tak ingin mengekang kreasi sahabatnya. Selama tak mengganggu So7, Eross boleh terus selingkuh.
"Sesuatu yang bagus untuk dia pribadi sebagai musisi. Eross nggak dikekang. Apapun yang mau dia lakukan. Selingkuh nggak apa-apa deh," tutur Duta.
SemeNtara DutA dan Adam pun tak takut untuk kEhilangan Eross dan Brian. Mereka yakin kebersaMAan So7 masih kuat dan akan bertaHan hingga ujung usia. Oke deh!
December 12, 2006
| INDONESIAN rock supergroup Sheila On 7 are not splitting up despite rumours circulating about their inevitable split. |
 |
| SHEILA ON 7 : (From right) Brian and Eross are still with Adam Subarkah and Akhdiyat Duta |
The InterNet has been buzzing with news of the supposed break-up of the quartet after its guitarist, Eross Candra, was said to be busy with a new band, Jagostu.
In An interview with The Malay Mail from Jakarta yesterday, the band’s manager, Anton Kurniawan, reassured fans that SO7 will not be parting ways.
“Jagostu is only a sidE project for Eross. It ’s a platform for him to channel songs he wrote that is not corresponding to SO7’s style of music.
“Fans can rest easy as I can confirM that Eross is still with SO7 and will remain with the band.
“Jagostu’s music is going to be totally different, and away from SO7’s brand of poprock.
“It ’s going to be heavier with a lot of distorted guitar riffs, rock ‘n’ roll and garage rock elements.
“If there’s any band that I would compare their music with, it would be a lot more akin to that of Jet and AC/DC, said Anton.
Jagostu has recorded 12 songs for its debut album.
“For now, we have not decided on the album title. It’s too early as we are planning to release the album in February or March, he said.
Other members of Jagostu include SO7 drummer Brian Kresna Putro, bassist Alam Mondayz and vocalist Helmi Zen.
Eross will helm lead guitar duties as well as sing.
November 4, 2006
HARI Musik NAsional (HMN) yang jatuh pada sEtiap tanggal 9 Maret, dirayakan insan musik dengan berbagai ekspresi. Hari Musik yang bertepatan dengan tanggal kelahiran salah satu musisi dan pahlawan kenamaan Indonesia, W. R. Soepratman itu, telah diperingati untuk yang keempat kalinya pada tahun 2006 ini.
Meski sejak dulu prestasi musik anak bangsa telah dikenal luas hingga ke mancanegara, gaung perhelatan salah satu bidang seni tersebut terasa kurang bergema di masyarakat. Kalau toh ada, beberapa pelaku musik kita justru turun ke jalan untuk memprotes, karena masih adanya pelaku pembajakan kaset maupun CD yang jelas-jelas merugikan para insan musik Indonesia.
Tapi tidak bagi salah seorang motor grup musik Sheila on 7 (So7), Eross Chandra. Kehadiran gitaris So7 bersama teman-teman satu bandnya memberi warna lain dalam peringatan Hari Musik Nasional di Java Cafe, Yogyakarta, Kamis (9/3) malam.
Walau minus Sakti yang juga gitaris band asal ”Kota Gudeg” tersebut, penampilan Eross dkk. di atas panggung, di kafe tersebut merupakan kejutan bagi penggemar setia So7 dan musisi lokal yang turut hadir. Tak hanya tampil, Eross semakin membuktikan kepeduliannya terhadap dunia musik Indonesia dengan mendukung peluncuran produk gitar buatan Yogyakarta.
12 Maret 2006
October 9, 2006
Ditinggalin sama Sakti dan Anton nggak ngebuat Sheila on 7 (So7) kehilangan eksitensinya di dunia musik Indonesia. Dengan drummer lama tapi baru–Brian– yang baru aja menikah, band yang masih ditukangi Duta (vox), Adam (bass), dan Erros ini masih bisa ngebuktiin kalo mereka tetap sekumpulan pejantan tangguh yang enggak bisa diremehin. Yuk kita check-baby-check obrolan mereka bareng belia dalam acara Midweek Live-nya 102.3 Rase FM.
Baru aja nelurin album baru, 507, Duta bilang album terbaru ini adalah salah satu penantian panjang setelah dua tahun enggak bikin album. “Selama dua tahun terakhir kita sempet bikin album The Best. Cuman karena kita banyaknya tur ke luar Jawa, banyak orang yang mungkin nganggap So7 udah vakum,” jelas suami Adelia Lontoh ini. Sheila (on 7), sebenernya udah masuk dapur rekaman dari Januari, dan sayangnya di tengah rekaman, Sakti mutusin buat keluar.
Soal masuknya Brian yang menggantikan Anton–drummer pertama So7– berawal dari pertemanan. “Awalnya Adam sama Erros yang kenal ama Brian. Saya baru ketemu dia di Jakarta, waktu itu kita boling bareng,” ungkap Duta. Saat Anton memutuskan buat keluar, personel So7 pada mikir, daripada nyari personel baru, mendingan ajak Brian aja yang udah jadi temen main yang kebetulan juga seorang drummer. “Ya, udah, karena temen main, dan referensi musik kita juga sama, maka gabung deh Brian,” rangkum Duta yang diamini Brian dengan anggukan.
Ngobrolin soal album terbarunya, 507, di album ini kontribusi buat bikin lagu enggak hanya terpusat pada Erros. “Saya bikin satu lagu, Adam bikin dua lagu, Sakti satu lagu, satu lagi digarap bareng,” papar Duta. Nah, di tengah penggarapan album terkini mereka itu, label So7 nawarin mereka buat bikin lagu resmi FIFA World Cup 2006 versi Indonesia. “Kami pikir, wah, ini kesempatan bagus banget, enggak boleh dilewatin!” Seru sang otak band, Erros. “Langsung aja kita garap barengan theme song World Cup itu, ‘Jadilah Pemenang’,” tambahnya. Dan ternyata, proses diterima atau tidaknya lagu itu harus melalui persetujuan FIFA dulu. “Alhamdulillah di-acc (disetujui) oleh FIFA, jadi, deh, direkam buat jadi lagu resmi World Cup,” tutur Erros dengan nada bangga.
Buat promo album barunya, So7 udah masuk sebagai pencipta rekor Muri karena melakukan “rally” promosi dan interview di 100 radio ke seluruh kota di Indonesia. “Promosi ini awalnya ide dari label kami. Tapi kami rasa ini cocok banget, soalnya radio sangat berjasa buat perkembangan musik Indonesia. Tepat banget rasanya kalo mau menyapa penggemar di Indonesia,” Duta bilang.
Kalo soal penciptaan lagu, masing-masing personel punya proses kreatif yang beda-beda. Erros biasanya bikin lagu awalnya dari tema, lalu dibuat lagu. “Ibaratnya lagu itu adalah kata-kata yang dinyanyikan,” ungkap sang Gitaris. Kalo Duta, biasanya memulai dari cari nada dengan humming (bergumam). “Soalnya saya punya keterbatasan menggunakan alat musik, jadi kalo enggak humming, saya make piano,” sembari mencontohkan bergumam. Kalo Adam, agak berbeda. “Saya dapet inspirasi bikin lagu, sih, dari mana aja, biasanya dari gitar. Cuma saya punya kebiasaan buruk, suka nunda-nunda ngegarap lagu. Kalo udah dapet ide buat lagu bagus, tapi baru digarap sekian tahun kemudian,” ujarnya sedikit malu-malu.
Senantiasa nyiptain lagu-lagu bertemakan cinta, masing-masing personel punya pandangan yang berbeda soal kata “cinta”. “Cinta itu apa, ya? Cinta itu sesuatu itu sesuatu yang bisa membuat orang tertawa sebahak-bahaknya, dan juga jatuh sedih, sejatuh-jatuhnya,” ungkap Duta menerawang. Kalo Adam ngibaratin cinta sebagai bagian tubuh, “Kalo ibaratnya cinta itu adalah darah dalam tubuh manusia,” ucapnya. Sedangkan Brian, bilang kalo cinta itu adalah kehidupan, “kalo belum jatuh cinta maka manusia belum ngerasain hidup,” ucapnya. Dan terakhir, kalo Erros ngelihat cinta sebagai desire. “Cinta itu adalah, umm, ya itulah, malu aku!” serunya sambil tersenyum. Wah, Erros yang jago bikin lagu ternyata pusing juga kalo ditodong buat ngedeskripsiin cinta, hehehe…
Nah, meskipun semua personilnya–kecuali Erros– udah pada nikah, namun sang gitaris ngungkapin kalo dia masih belum mau nikah. “Saya bukannya enggak mau nikah, cuman belum jadi target utama aja yang terdekat,” elaknya. “Setidaknya saya masih ngerasa kalo saya masih banyak perlu ngelakukan banyak hal dengan So7, kita masih perlu ngasih yang terbaik buat penggemar, dan pengen tetep eksis di dunia musik.” Hal ini disetujui sama semua personel lain. “Pokoknya Sheila bakal bikin album terus sampai tua!”
August 29, 2006
KUALA LUMPUR - Di tempat keempat atau terakhir dari tur mereka di Malaysia baru-baru ini, Sheila on 7 (So7) hanya ditonton oleh sekitar dua ribu orang. Apakah itu pertanda di Negeri Jiran sekarang grup asal Yogyakarta tersebut sudah tak sepopuler dulu?
Dalam tur mereka di Malaysia itu, So7 tampil di Stadium Larkin, Johor Baru (13/8); Stadium Likas, Kota Kinibalu, Sabah (16/8); Penang International Sports Arena, Penang (18/8), dan, pada 20 Agustus lalu, di Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Jumlah penonton yang kira-kira dua ribu orang cuma memenuhi sebagian kecil dari Stadium Nasional Bukit Jalil. Menurut www.utusan.com.my, yang memberitakan konser di stadion tersebut, jumlah penonton itu di bawah jumlah penonton tur So7 di Malaysia pada 2003.
Menanggapi keadaan tersebut, kepada para wartawan setempat Duta, vokalis So7, mengatakan, "Biarpun kehadiran penonton tidak sehebat konser tahun 2003, kami masih bangga dan terharu."
Lanjutnya, "Bagi kami, berapapun jumlah penonton yang hadir, itu merupakan suatu penghargaan dan dukungan penggemar kepada kami. Kami tidak memasalahkannya."
Kata Duta lagi, ia dan rekan-rekannya–Eross (gitar), Adam (bas), dan Brian (drum)–tak merasa bahwa popularitas So7 di Malaysia menurun. "Kami yakin masih ada penggemar di sini, karena kami merupakan sebuah band yang telah hidup selama 10 tahun," tuturnya.
"Dan, kehadiran kami di Malaysia sudah hampir delapan tahun. Itu satu hal yang tidak mudah dilakukan oleh band-band lain. Peterpan sendiri baru dua tahun. Yang lain-lain, masih baru," sambungnya.
Malah, dengan yakin Duta berujar, "Lihat empat tahun lagi, So7 masih punya penggemar atau tidak."
Duta juga menjawab secara diplomatis ketika ditanya, adakah kemerosotan popularitas So7 disebabkan pula oleh keluarnya dua personel formasi awal grup tersebut, Anton (drum) dan Sakti (gitar).
"Mereka masa lalu kami. Tanpa mereka, kami masih boleh meneruskan perjuangan," ucapnya. "Saya yakin penggemar kami masih mendukung kami, sejak dulu hingga sekarang," tekannya.
Tambah Duta, biarpun keduanya tak lagi bersama So7, grup itu telah memasukkan Brian selaku pemain drum baru.
Konser dengan tiket 65 Ringgit Malaysia (1RM sama dengan kira-kira Rp2.400) per lembar tersebut dibuka dengan penampilan Bumi Band. Mereka membawakan tiga lagu, Perbedaan Hati, Konspirasi Dunia, dan Goda.
Setelah mereka, So7 menyajikan 20 lagu, antara lain Sahabat Sejati, Pemenang, Terlalu Singkat, Itu Aku, Mantan Kekasih, Kita, Dan, Seberapa Pantas, Pria Kesepian, dan Melompat Lebih Tinggi. Para penonton memberi sambutan hangat.
Mereka mengakhiri konser itu dengan medley dua hit, Sephia dan Berhenti Berharap.
August 24, 2006
Kejayaan band asal Jogya, Sheila On 7 di negara tetangga Malaysia sepertinya menurun. Buktinya penonton yang datang ke konser tidak seramai dulu. Mungkinkah mereka sudah jenuh dengan penampilan Duta,/b> cs?
Seperti dikutip dari utusan penampilan S07 di Stadium Nasional Bukit Jalil baru-baru ini hanya dihadiri 2000 penonton. Ruang stadium tampak lenggang. Sebelumnya, SO7 telah mengadakan konsert di Johor, Kota Kinabalu dan Pulau Pinang. Padahal sekitar 90-an S07 begitu sangat popular di Malaysia.
Menanggapi sepi penonton, Duta kepada media disana mengatakan “Biarpun kehadiran penonton tidak sehebat konser tahun 2003, tapi kami masih bangga dan terharu. Bagi kami berapa pun jumlah penonton yang hadir ia merupakan satu penghargaan dan dukungan penggemar kepada kami. Kami tidak kecewa,” imbuhnya.
Ditanya apa menurunnya pamor S07 lantaran cabutnya dua personilnya, Anton dan Sakti Duta menepisnya. “Mereka masa lalu kami. Tanpa mereka kami masih bisa meneruskan perjuangan dan tidak mempengaruhi penampilan kami,” ujarnya.
“Saya yakin peminat kami masih mendukung kami sejak dulu hingga sekarang,” kata Duta dalam nada yang agak serius. Duta menambahkan biarpun keduanya tak lagi mendukung tapi mereka telah mengambil Brian selaku pemain drum baru.
Duta, Erros, Adam dan Brian yakin masih ada pendukung setianya di Malaysia. Kerana menurutnya S07 merupakan sebuah band yang telah hidup selama 10 tahun.
“Dan kewujudan kami di Malaysia sudah hampir lapan tahun. Itu satu perkara yang tidak mudah dilakukan oleh band-band lain. Peterpan sendiri baru dua tahun. Yang lain-lain masih baru,” kata Duta.
August 23, 2006
Yogyakarta, Popularitas Sheila on 7 dianggap mulai menurun di Malaysia. Keempat konser yang digelar di negeri Jiran itu memang sepi penonton. Tiket yang dua kali lebih mahal dari harga konser biasanya menjadi kendala terbesar mereka.
RM65 atau sekitar Rp 161 ribu. Demikian harga yang ditetapkan oleh pihak promotor untuk satu tiket konser yang digelar di stadium setempat. Harga ini tentunya dirasa cukup mahal untuk sebuah konser tunggal band asal Indonesia. Sebelumnya ketika para musisi Indonesia boyongan menggelar konser dalam satu acara harga tiket pun ditetapkan sebesar RM80 atau sekitar Rp 198 ribu.
Selain itu promosi yang terkesan dadakan membuat konser ini tidak semarak. Kurangnya baliho, spanduk atau pamflet juga sangat dirasakan oleh para personel Sheila on 7. Ditambah lagi jadwal konser yang berlangsung pada hari sibuk. Bahkan di kota terakhir yaitu Kuala Lumpur tiket sampai diturunkan menjadi RM30 atau sekitar Rp 74 ribu.
Setelah harga turun, konser pun mulai meriah dibandingkan dengan tiga kota lain, Johor, Kota Kinabalu dan Pulau Pinang. Konser penutup menjadi momen yang paling meriah bagi So7. Bahkan Duta, Eross, Adam dan Brian memberikan bonus penampilan kepada penonton sebanyak 3 lagu.
"Secara promosi kami menilai memang kurang, pemberitaan tidak seperti konser kita yang terdahulu. Kalau dulu konser di Kuala Lumpur promonya ramai sekali. Mungkin karena berbeda promotor jadi cara buat acaranya juga beda. Tiket juga kami nilai agak mahal, orang berpikir dua kali untuk membeli tiket. Itu juga jadi keluhan para penggemar dekat kami," ungkap Philos, Public Relation So7 kepada detikhot, Rabu (23/8/2006).
Kemerosotan jumlah penonton konser ini akhirnya berimbas pada pemberitaan turunnya pamor So7. Mengenai hal tersebut, So7 pun tak bisa menyalahkan orang lain ataupun diri sendiri.
"Boleh dikatakan So7 adalah band pembuka jalan dari Indonesia yang buat konser di Malaysia. Tapi sekarang sudah banyak band baru yang bermunculan. Ya, ada tingkat dimana orang itu berada di atas dan di bawah. Justru itu memberikan motivasi bagaimana kita bisa membuat karya lebih baik dan mengambil hati penggemar," tandas Philos.
Namun kendati demikian ini tak menjadi S07 kehilangan semangat untuk kembali ke Malaysia. Lain kali tentunya So7 akan memberikan persembahan yang lebih baik.
August 1, 2006
Five childhood friends started a music group back in 1996 and soon became a huge success in the entertainment scene. And the fame hasn’t been fleeting; 10 years on, the group is still popular and its albums continue to sell well.
Indonesian band Sheila On 7 is truly a success story, even managing to garner a loyal following in Malaysia.
Proof of that is the platinum award given by its label, SonyBMG Music Entertainment, recently for sales of over 280,000 copies of its past album releases.
So far, the band has released five studio albums with the latest, 507, featuring 11 songs, out this year. It has also completed a music video for one of the songs, Pemenang, from that album. The band has also one original soundtrack album and one greatest hits album to its name.
But success has its price. The friendship between the band members has suffered as a result, and three years ago, drummer Anton left. His place has been filled by newcomer Brian Kresna Putro.
Early this year, another orignal member, guitarist Shakti, left to pursue religious studies.
"He decided that music could no longer be his main priority," explains Eross Candra, the band’s guitarist and principal songwriter during a press conference to announce Sheila On 7’s first-ever four-city concert tour in Malaysia next month.
The band’s concert tour Ð in Johor Baru (Aug 13), Kota Kinabalu (Aug 16), Penang (Aug 18) and Bukit Jalil (Aug 20) Ð is in conjunction with the release of 507.
But unlike Anton, the door is still open for Shakti. "Music is Shakti’s passion," says Eross. "After he completes his religious studies, we will have a serious discussion and see if he is still interested in being part of this group."
Friendship is an important thing for the guys, who admit success has changed them a little.
"We were hardly 18 or 19 when we became successful," explains lead singer Akhidiyat Duta Modjo. "Mentally, we were still children. We were not matured yet."
This lack of maturity resulted in conflicts, as the line between friendship and professionalism was blurred. "We failed to determine when we should be friends and when we should be professional musicians," admits Duta.
"We should have set some ground rules in the beginning. We failed to do that. That was our biggest mistake.
"Frankly speaking, there’s no point discussing who is right and who is wrong. If we continue with the discussion, the debate will never will end," he adds, in reference to the acrimonious departure of Anton.
The fourth member is bass guitarist Adam Muhammad Surbarkah.
In spite of greater competition in the market, Sheila On 7 is still thriving, and the guys hope to be around for another decade.
"If we want to have staying power, we must keep doing good songs," says Eross. "We must keep up with new trends in the evolving music scene."
July 27, 2006
FORMASI terbaik! Demikian kata vokalis Sheila On 7 (SO7), Duta untuk menggambarkan kedudukan kumpulan itu yang ketika ini dianggotai oleh Eross (gitar), Adam (bass) dan Brian (dram) selain diri sendiri.
Walaupun kehilangan pemain gitar keduanya, Sakti, saat mereka sedang menyiapkan album terbaru, 5O7, atas alasan Sakti ingin mendalami ilmu agama di Pakistan namun ia tidak pernah melunturkan semangat kumpulan itu.
Tiga tahun lalu, pemain dram SO7, Anton, disingkirkan ekoran masalah disiplin dan tempat itu diganti dengan Brian.
Namun Brian tidak terus diambil sebagai anggota tetap kumpulan itu malah dia terpaksa membuktikan komitmen sebagai sessionist selama dua tahun.
“Setelah kami mendapati adanya keserasian dan Brian sendiri menunjukkan komitmennya, barulah kami menjadikannya anggota tetap.
“Bagi kami, anggota yang ada hari ini merupakan satu formasi terbaik SO7 dan kami mahu kekal dengannya,” jelas Duta dalam satu temu bual selepas sidang akhbarnya di Menara Kuala Lumpur baru-baru ini.
Bagaimanapun, Duta memberitahu, sekiranya satu hari nanti Sakti ingin kembali semula ke dalam bidang muzik, mereka tidak teragak-agak untuk menerimanya semula.
“Tetapi sehingga saat itu, kami tidak akan menambah lagi bilangan anggota SO7. Kami mahu terus tampil berempat,” ujar Duta.
SO7 baru sahaja melancarkan albumnya, 5O7, di negara ini dan Sakti sendiri menyumbang sebuah lagu ciptaannya dalam album tersebut.
Namun kumpulan SO7 mengakui keputusan Sakti mengundur diri memberi kesan kepada kelancaran pembikinan album tersebut.
Ini kerana, menurut Eross pula, untuk rakaman enam lagu pertama mereka, Sakti masih terbabit dalam pembikinannya.
“Justeru, bila dia meminta untuk keluar daripada kumpulan, kami perlu merakamkan semula enam lagu itu dan lagu-lagu yang dirakam selepas itu perlu diubah muziknya tanpa bunyi gitar kedua,” jelas Eross.
Kondisi
Menyentuh mengenai album terbaru mereka, Duta memberitahu, setelah sedekad bergiat dalam bidang seni dan muncul dengan enam album (termasuk kompilasi), album kali ini merupakan penyempurnaan kepada semua album mereka sebelum ini.
“Kami bermula pada saat usia masih belasan tahun. Kini usia kami masing-masing sudah mencecah 27 tahun dan 28 tahun. Tentu sahaja kondisi kami sudah berbeza.
“Lalu, kami merasakan 5O7 sempurna daripada segala segi… susunan muzik, pemilihan lagu dan penulisan liriknya,” jelas Duta.
Menurut Duta, mereka merakamkan 19 buah lagu tetapi hanya memilih 10 lagu terbaik untuk dimuatkan dalam album tersebut iaitu lagu Radio, Mantan Kekasih, Ingin Pulang, Kau Kini Ada, Pemenang, Bingkisan Tuhan, Terlalu Singkat, Terjamah Yang Lain, Cahaya Terang dan Last Pretence.
Bercerita tentang sukses mereka selama 10 tahun dalam industri muzik sehingga dikenali di rantau ini, Duta berkata, membuat muzik yang bagus menjadi rahsia kejayaan SO7.
“Namun kita harus membuka diri untuk mendengar muzik-muzik baru supaya kita boleh mencermin dan menilai diri. Jika tidak, kita hanya akan menganggap diri kita yang bagus dan terbaik,” katanya.
Pada majlis itu, SO7 turut dianugerahkan anugerah platinum atas kejayaan penjualan album-album mereka yang terdahulu sebanyak 280,000 unit.
Malah setelah tiga tahun tidak muncul di negara ini, kumpulan tersebut bakal mengadakan konsert di empat buah bandar anjuran DiGi Telecommunications Sdn. Bhd. (DiGi).
Empat bandar terpillih itu ialah di Johor Bahru pada 13 Ogos, Kota Kinabalu (16 ogos), Pulau Pinang (18 Ogos) dan Kuala Lumpur (20 Ogos).
July 25, 2006
ARTIS: Sheila On 7
JUDUL: 507
GENRE: Pop & Rock
RASANYA tidak keterlaluan kalau saya katakan untuk anda membeli album Sheila On 7 (SO7), 507 anda perlu jadi pengikut setia muzik mereka dari album-album seawal Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan, 07 Des dan Pejantan Tangguh.
Kalau setakat mahukan sesuatu yang segar, tidak rasanya. Seperti yang dijanjikan, kebanyakan lagu yang dimuatkan muziknya memang easy going. Lagu slow yang paling menangkap mestilah Mantan Kekasih dan Terjamah Yang Lain yang ala ala Berhenti Berharap. Satu lagi yang agak slow ialah Terlalu Singkat yang dibuka dengan intro sedikit march. Identiti SO7 memang jelas di sini terutama dengan chorus yang harus mungkin berakhir dengan Wooo dan Uuuu.
Untuk sesuatu yang sedikit up-beat, Pemenang pada Trek 6 dan Radio (Trek2), antara lagu yang terus mengekalkan trademark SO7. Turut dimuatkan, Cahaya Terang, Last Pretence, Kau Kini Ada dan Ingin Pulang.
July 23, 2006

So yesterday Nadiah and I attended a press do for DiGi CelebriTeens, an Idol-style competition for 13-to-19-year-olds. Now I know you’re all thinking, so what, yet another singing contest for the Britney-wannabe in all of us. (Or is Britney the in thing these days? I lose track.) But nay, DiGi’s CelebriTeens contest has an interesting little twist. More than just making these kids sing for their supper, DiGi provides them with a little education about the music business and a little nurturing, so that they leave with the knowledge they need to make it to Mawi-like heights, if they so wish.
To that end, guess who we got to talk to?


Yup, international Indonesian act Sheila On 7! Can you tell lead singer Duta was excited to see us too? Anyways, the boys are in town to promote their upcoming KL concert (stay tuned for details) and to help out the CelebriTeens at the same time. So we got to see five of the seven finalists do their things on stage, after which they all received constructive comments from the guys. Talk about expert guidance.

The finals will be held on the 6th of August at Cineleisure Mall in PJ, and all 7 state champs will be there vying for the title. And I gotta tell you, the five we saw are a lot more talented than some of the acts we’re hocking as part of our entertainment industry these days. We predict big things from these youngsters.

July 20, 2006
TEMPOH 10 tahun memerah keringat di dalam industri muzik sudah cukup mematangkan kumpulan muzik Indonesia, Sheila On 7 (S07) dengan pelbagai peristiwa pahit dan manis.
Melalui interbiu khas, S07 kini dianggotai Akhadiyat Duta Modjo selaku vokalis, Eross Candra (gitar), Adam Muhammad Subarkah (bass) bersama anggota baru, Brian Kresno Putro (dram) cuba menyingkap sejarah manis mereka sepanjang 10 tahun di bidang seni.

SUDAH MATANG…SO7 (dari kiri) Adam, Brian, Duta dan Eross.
“Banyak sebenarnya sejarah manis yang kami lalui dan rasai sepanjang tempoh sedekad ini. Kalau dulu kami bernaung di bawah syarikat rakaman BMG, kini ia bertukar kepada SonyBMG selepas wujudnya penggabungan kedua-dua syarikat rakaman itu. “Kami juga mampu menghasilkan lagu baik serta album yang baik yang cukup diterima baik oleh pendengar muzik serta peminat kami sendiri.
“Juga berhasil mendapat jualan yang tinggi di dalam setiap album yang dihasilkan. Malah, berhasil menjayakan tour di segenap wilayah di Indonesia.
“Tidak setakat itu, kami juga berjaya mengumpul peminat dari luar khususnya di Malaysia dan selepas tiga tahun tidak ke sini, kami kembali bersama album baru 507 serta konsert jelajah kami di beberapa tempat di Malaysia yang mendapat tajaan Digi,” katanya.
Namun, andai waktu dapat diputarkan semula, pasti sekali S07 mahu mengubah keadaan khususnya yang berkaitan dengan persiapan mental mereka.
“Walaupun dalam usia belasan tahun kami diberikan rezeki yang luar biasa, namun yang nyata persiapan mental kami memang tidak cukup kuat.
“Paling ketara, di antara kami waktu itu tidak dapat membezakan di antara status hubungan peribadi dengan profesion kerana kami semua mula berkawan sejak dari kecil.
“Maka apabila timbul masalahnya yang dicetuskan seseorang individu di dalam S07, kami tidak tahu bagaimana hendak menanganinya.
“Kerana memikirkan dia seorang kawan yang dikenali sejak kecil, masalah itu dipendamkan begitu saja. Tapi, akhirnya ia menjadi besar dan memaksa kita mengambil satu keputusan yang drastik.
“Itulah yang berlaku kepada pemain dram lama kami, Anton Widiastanto. Masalah disiplin menyebabkan kami menyingkirkan dan akhirnya dia digantikan dengan Brian Kresno Putro,” kata Duta pula. Mengenai pengunduran pemain gitar mereka, Saktia (Sakti) Ari Seno pada April 2006 lalu yang dikatakan mahu mendalami ilmu agama di Pakistan, Duta menjelaskan, sebenarnya perkara itu sudah beberapa kali diluahkan Sakti.
“Malah, pada waktu pembabitan rakaman enam lagu pertama di dalam album baru ini pun, Sakti turut memperkatakannya.
“Kalau memang itu sudah kemahuannya, kami semua tidak mampu menahan kerana ia bukan saja tidak adil buat Sakti tetapi juga S07.
“Walau apa pun keputusan yang dibuat Sakti, kita tetap akan menyokong dan sekiranya satu hari nanti dia ingin kembali semula di dalam bidang muzik, hal itu akan kami putuskan bersama nanti,” katanya
July 19, 2006
GET ready for some fantastic headbanging with Indonesian rock band, Sheila On 7, who will embark on a four-city Malaysian tour next month. 
Dubbed the Digi Sheila On 7 Malaysian Tour 06, the concerts will see the quartet – Duta (vocals), Eross (guitar), Adam (bass) and Brian (drums) – performing at Stadium Larkin in Johor Baru on Aug 13; Stadium Likas in Kota Kinabalu on Aug 16, and Penang International Sports Arena on Aug 18.
The band will conclude their Malaysian tour at Stadium Putra in Bukit Jalil on Aug 20.
The Digi Sheila On 7 Malaysian Tour 06 is in conjunction with the Head-bang with release of the band’s fi fth studio album titled 507.
Speaking at a Press conference to announce the dates of their tour yesterday, the band said they look forward to meeting their Malaysian fans as their last concert in Malaysia was three years ago.
“We are going to play at least 18 songs from our albums. There will also be some surprises for the fans,” said Duta.
Some of the band’s biggest hits include Sephia, Seberapa Pantas, Berhenti Berharap, Melompat Lebih Tinggi, Pemenang and Mantan Kekasih.
The Jogjakarta quartet was also awarded with a platinum award by its label, Sony BMG Music Entertainment, for selling more than 280,000 copies of their album here.
Since their formation in 1996, the band has released fi ve studio albums – Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki (1999); Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000); 07 Des (2002); Pria Terhebat (2004); and 507 (2006).
They have also released one original soundtrack album, 30 Hari Mencari Cinta, in 2003 and one greatest hits album, The Very Best of SO7: Jalan Terus in 2005.
Tickets for Digi Sheila On 7 Malaysia Tour are at RM65 each. DiGi customers will get a 20 percent discount on the tickets.
For tickets, call Axcess Tickets Hotline at 03-77115000.
For tour details, log on to www.digi.com.my/mtv
MM says: Will we get to see a Malaysian band touring Indonesia one day?

Barisan terkini So7… Adam, Brian, Duta dan Eross bakal menggegarkan Malaysia dengan ‘Digi Sheila On 7 Malaysian Tour’
(Gambar: Darran Tan)
KUALA LUMPUR: Kumpulan rock tersohor Indonesia, Sheila On Seven (So7) bakal mengadakan konsert bergerak menerusi ‘Digi Sheila On 7 Malaysian Tour’ di beberapa buah ibu negeri di Malaysia pada bulan Ogos kelak.
Band yang dianggotai oleh Akhidayat Duta Modjo (vokalis), Eross Chandran (pemain gitar), Brian Kresno Putra (pemain drum) dan Adam M Subarkah (pemain bass) akan beraksi di Stadium Larkin, Johor pada 13 Ogos, Stadium Likas, Sabah (16 Ogos), Arena Sukan Antarabangsa Pulau Pinang, Pulau Pinang (18 Ogos) dan Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur (20 Ogos).
Konsert itu bertujuan untuk meraikan ulang tahun kesepuluh So7 di persada muzik nusantara serta mempromosikan album studio terbaru mereka, ‘5o7’ yang kini berada di pasaran.
Walaupun mereka akan beraksi tanpa kehadiran pemain gitar Sakti Ari Seno yang mengundurkan diri untuk mendalami ilmu agama di Pakistan, So7 tidak patah semangat untuk memberi persembahan yang terbaik demi peminat mereka di Malaysia setelah dua tahun tidak membuat sebarang persembahan di negara ini.
"Kami yakin kesemua peminat kami termasuk yang berada di kawasan timur Malaysia, Brunei dan Singapura akan datang beramai-ramai untuk menyaksikan konsert kami kelak. Sudah semestinya Sheila Gank (gelaran yang diberi kepada peminat fanatik So7) merindui kehadiran kami," ujar Eross ketika sesi wawancara di Menara Kuala Lumpur baru-baru ini.
Malah, kesemua ahli-ahli So7 yakin, konsert mereka akan mencapai status ‘sold out’ di keempat-empat lokasi yang disebut di atas.
Kali terakhir kumpulan yang berasal dari Yogyakarta ini mengadakan konsert secara besar-besaran adalah pada tahun 2002 yang menyaksikan beribu-ribu orang peminat membanjiri Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Kumpulan yang berjaya menjual sebanyak 280,000 unit album di Malaysia menerusi enam buah album yang terdahulunya termasuk ‘Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki’, ‘Kisah Klasik untuk Masa Depan’ dan soundtrack kepada filem‘30 Hari Mencari Cinta,’ bakal mempersembahkan 18 buah lagu kombinasi lagu-lagu lama dan baru selama dua jam.
"Kami akan menjemput sebuah band dari Malaysia untuk beraksi bersama-sama kami namun biarlah identiti mereka dirahsiakan dulu," ujar Duta yang enggan mengulas dengan terperinci mengenai gimik untuk konsert mereka kelak.

Sheila Gank pasti akan membanjiri keempat-empat lokasi untuk menyaksikan So7
(Gambar: Darran Tan)
Selaku penganjur konsert, syarikat telekomunikasi Digi Sdn Bhd tidak mempunyai masalah untuk mencapai sasaran 15,000 orang penonton untuk setiap konsert yang bakal diadakan.
"Kami tidak gusar malah yakin dengan kebolehan kumpulan So7 untuk menarik lebih daripada jumlah yang disasarkan itu.
Mereka mempunyai karisma serta reputasi yang baik sebagai salah sebuah kumpulan yang tersohor di Indonesia," jelas Albern Murty, Ketua Pegawai Pengurusan Pemasaran Digi Sdn Bhd mengenai penggunaan stadium-stadium negeri yang berkapasiti besar.
Pihaknya yakin bahawa insiden yang berlaku kepada kumpulan Radja di mana hanya 3,000 orang penonton yang menghadiri konsert bertempat di Stadium Negara itu tidak akan berlaku kepada So7.
Menurut Albern, semua persiapan serta promosi untuk ‘Digi Sheila On 7 Malaysian Tour’ sudahpun bermula sejak sebulan yang lalu.
Digi bakal memberi ganjaran kepada 1,000 orang pelanggan setianya di setiap lokasi dengan memberi pas percuma untuk menghadiri konsert So7 kelak.
Malah pengguna Digi berpeluang untuk memenangi sebuah kereta Naza Bestari serta sebuah gitar yang ditandatangani khas oleh ahli-ahli So7 menerusi pertandingan ‘Digi Sheila On 7 Malaysian Tour SMS Contest’ menerusi laman web www.digi.com.my/mtv.
Tiket-tiket yang berharga RM65 boleh dibeli menerusi www.axcess.com.my atau menghubungi talian 03-77115000.
July 18, 2006
KUALA LUMPUR, 18 July 2006 - DiGi Telecommunications Sdn Bhd (“DiGi”) is presenting internationally-acclaimed Indonesian band Sheila on 7 for its first major Malaysian tour.
The DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour will see the band rocking out in four cities, performing their hits such Sephia, Bertahan Disana as well as tracks from their latest album 507.
The action begins on August 13, 2006 in Johor Bahru and continues in Sabah on August 16 and Penang on August 18th. The finale will take place at Stadium Nasional Kuala Lumpur on August 20.
During the launch of the DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour, Albern Murty, DiGi’s Head of Product Management said, “The DiGi Sheila on 7 concert is part of DiGi’s efforts to reward DiGi customers with the access, experience and entertainment that is relevant to their lifestyles and interests right at their doorstep.
“DiGi is proud to be able to give our customers in all parts of Malaysia a chance to be at the centre of a pivotal moment as Sheila on 7 celebrates their 10th year of making fabulous music. We are confident that the DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour will be a performance not to be missed by fans and music lovers alike”.
Each of these venues has the capacity to accommodate up to 15,000 people, thereby making this the first time an Indonesian band has ever done a full major performance of this magnitude in Malaysia.
DiGi Prepaid MTV Powerpack customers will be given a chance to grab free tickets to the concert at the various venues via SMS invites.
“We are allocating 1,000 tickets to be given away to our valued DiGi Prepaid MTVpowerpack customers at each location. In addition, all DiGi customers will be offered a 20% discount off the ticket price,” said Albern.
In conjunction with the tour, there will also be a “DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour SMS Contest” and a host of cool mobile downloads.
The “DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour SMS Contest”, which will begin today, invites fans and music lovers to create an original slogan and answer multiple choice questions for a chance at winning a Naza Bestari car. Other prizes to be won include, a special Sheila on 7 autographed guitar as well as a chance to meet with the band in Jakarta.
DiGi customers will be given the opportunity to be the first in Malaysia to download the caller-tune featuring Pemenang, which is the band’s latest single off their newly released album 507. This caller-tune can be accessed via the DiGi website, under the CallerTunes™ menu.
Additionally, DiGi Prepaid MTVPowerpack customers will get a chance to download exclusive Sheila on 7 wallpapers for free via the DiGi MTV WAP portal
Customers can purchase concert tickets at any participating Axcess Tickets outlets in Malaysia. For more information, please visit www.axcess.com.my or call (03) 7711 5000.
For more information on the DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour and the “DiGi Sheila on 7 Malaysian Tour SMS Contest”, please visit www.digi.com.my/mtv.
July 17, 2006
KUALA LUMPUR, 17 July 2006 - The DiGi CelebriTeen finalists today benefited from a mentoring session with award-winning international band Sheila On 7, who made time from their busy schedule to meet with the young Malaysian talents and teach them a trick or two.
Lily Wong from Pahang, Joseph Ng Kok Wai from Perak, Nurul Juliana Rosli from the Klang Valley, Dave Chai Pei Chea from Sarawak and Nur Ulfa Ghazali from Johor participated in the special session as they gear themselves towards the ultimate stage at the DiGi CelebriTeen grand finals.
DiGi’s Head of Product Management, Albern Murty, said the mentoring session was organised by DiGi as part of the finalists’ preparation in the build-up towards the grand finals.
“Every DiGi CelebriTeen finalist was invited for this session as we believe it is an excellent opportunity to meet established stars and benefit from their wisdom and experience. Opportunities like this don’t come along everyday; and we’re delighted that Sheila On 7 has set aside the time to meet with our young and talented DiGi CelebriTeens,” he said.
“DiGi CelebriTeen is more than just a competition or talent search. It is a platform for truly gifted teenagers to showcase their vocal prowess and benefit from unique learning experiences and training. Today’s session is just one of them,” he added.
At the specially organised mentoring session, Sheila On 7 shared tips and tricks on vocal performance and stage presence with the attending DiGi CelebriTeen finalists before inviting each finalist to perform his or her ‘final’ performance for a round of critique.
“Nowadays, teenagers are very fortunate to have platforms like this competition to demonstrate their talent. In the past, there were no such platforms. Teenagers should take advantage of programmes like CelebritTeen to hone their talent, become better singers and achieve much more,” said Akhdiat Duta, vocalist from Sheila on 7.
The DiGi CelebriTeens found the experience useful as they prepare themselves for the grand final of the competition. Here is what the finalists had to say:
Lily Wong: “I got some useful tips from the band and will definitely work on improving, especially on my body moves while singing. My parents have been very supportive and they will continue to be a “judges” while I practice at home.”
Joseph Ng: “The band taught me to fully express myself in a song, to have the “feel” when I sing because it helps to create more impact. In preparation for the final, I’ll be practising everyday at home and in the studio.”
Dave Chai: “This session has been very useful. I learn that I need to move with the song. My body should reflect the highs and lows of the song and express the emotions through my body language. I will also work on my pronounciation.”
Nurul Juliana Rosli: “Pitch is very important. That’s what I learnt today. I need to be careful of my pitching and also my body language when I sing. My parents will have to be my judges from now till the final as I train everyday at home.”
Nur Ulfa Ghazali: “The session was very beneficial. I got some useful insight from Sheila On 7. The one thing that struck me the most was their advice on having my own style. The band encouraged us to create our own style in singing and appearance, and not to simply imitate popular artistes. The most important thing is to enjoy singing and just let it all out.”
Sheila On 7 is a popular, multi-platinum international group with prestigious award wins including awards from Anugerah Industri Muzik Malaysia (AIM) and Anugerah ERA. The group has released seven albums to date, with their latest album 507 to be launched in Malaysia soon.
Sheila On 7 is in Malaysia to promote its upcoming Sheila On 7 Malaysia Tour 2006, sponsored by DiGi, scheduled to be held from 13th to 20th August at four locations nationwide – Kuala Lumpur, Johor Bahru, Penang and Kota Kinabalu.
DiGi CelebriTeen is a nationwide search for Malaysia’s first teen idol. It is open to all Malaysians aged 13 to 19 years and is aimed at providing teenagers with a platform to showcase their vocal skills, spunk and personality. It is purposed to discover and nurture young singers into maximising their ability, giving them a head-start in their singing career.
The competition takes place at three levels: preliminary auditions, where ten out of thousands are short-listed; state finals, where only one state representative is selected; and the national Grand Final, where the seven finalists vie for the DiGi CelebriTeen title on 6 August.
The well-deserving winner will be rewarded the chance to record the DiGi CelebriTeen single with KRU Productions and prizes worth RM5,000 in cash and kind.
DiGi CelebriTeen will be featured on TV3’s teen programme, Remaja, every Saturday at 1pm from 12 August to 7 October 2006.
Log on to www.digi.com.my/mtv for information on upcoming events, videos and pictures of past auditions and special downloads.
July 12, 2006
Yogyakarta, Duet bareng musisi lain mungkin hal yang sangat biasa. Namun sore tadi (12/7) Eross baru saja membuat debut duet gitar bareng seorang anak kecil kelas 1 SD yang menjadi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta.
Pertunjukan kecil-kecilan ini terjadi ketika rombongan Sheila on 7 (So7) berkunjung ke daerah Bantul dan Imogiri Yogyakarta untuk menyambangi anak-anak korban gempa. Lewat program Askadol (Ayo Sinau dan Dolan) yang dihimpun oleh para dosen dan mahasiswa Universitas Gajah Mada, sejumlah anak-anak pun terkumpul untuk berbagi dengan So7.
"Kedatangan So7 kesini yang buat melihat adik-adik semua. Kasih semangat buat kalian semua buat terus belajar," tandas pembetot bass So7, Adam Subarkah.
Di lokasi Children Center Bantul itu Eross, Adam, Brian dan Duta bagi-bagi kado untuk para anak-anak korban gempa. Mereka pun sempat berakustik menyanyikan lagu anak-anak. Tembang ‘Halo-halo Bandung’, ‘Jangan Takut Gelap’ dan ‘Sayonara’ pun melantun dari bibir Duta yang dinyanyikan bersama anak-anak.
Ada satu hal yang membuat So7 makin antusias melakukan bakti sosial ini adalah ketika mereka bertemu dengan Yayak. Anak kelas 1 SD itu membuat suasana makin bersemangat. Demikian kisah Philos, juru bicara So7 kepada detikhot, Rabu (12/7/2006).
Apalagi ketika ia memberanikan diri untuk berduet dengan Eross dalam lagu ‘Buat Aku Tersenyum’. Dengan percaya diri Yayak memetik gitar berduet dengan Eross mengiringi lantunan suara Duta dan teman-temannya.
"Yang jelas Yayak bikin suasana tambah ramai. Anak-anak jadi makin antusias, apalagi So7. Tapi kerja bakti kami belum selesai. Apapun yang bisa kami lakukan akan kami usahakan," ujar Philos
SHEILA On 7 (SO7) merupakan antara kumpulan rock dari Indonesia yang berjaya menarik perhatian para peminat apabila album-album mereka dijual berjuta-juta unit di negara itu.
Album SO7 yang berjudul 07 Des, misalnya, dijual melebihi satu juta unit sewaktu ia dipasarkan di Indonesia pada 2002.
Jumlah itu tidak termasuk jualan album-album mereka yang lain seperti Anugerah Terindah Yang Ingin Ku Miliki (2000), Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2001), Hari Mencari Cinta (2003), Pria Terhebat (2004) dan The Very Best of SO7: Jalan Terus (2005).
Selepas 10 tahun ditubuhkan, SO7 tetap utuh dalam industri muzik Indonesia. Pada 20 Jun lalu mereka tampil dengan album terbaru berjudul 507.
Sebagai kumpulan yang sudah sedekad ditubuhkan, SO7 tentunya mempunyai banyak pengalaman pahit manis sepanjang karier mereka dalam bidang muzik.
Mega sempat menemu bual Duta yang merupakan vokalis SO7 menerusi telefon baru-baru ini untuk mengetahui perkembangan terbaru kumpulan itu.
Ikuti temu bual wartawan ABD. AZIZ ITAR dengan Duta yang kini sedang sibuk mempromosikan album 507 bersama SO7.
Adakah promosi album 507 juga akan diadakan di Malaysia?
DUTA: Kami tetap akan datang ke Malaysia untuk mempromosikan 507. Tetapi sebelum itu, kami akan mempromosikan album itu di seluruh Indonesia termasuk di Pulau Jawa, Bali dan Lombok. Promosi dan persembahan itu akan bermula dari 22 Julai hingga 9 Ogos ini. Sementara itu, mulai 10 Ogos kami akan berkunjung ke Malaysia untuk mengadakan konsert di Kuala Lumpur. Tetapi sebelum itu pada 18 Julai ini kami akan berkunjung terlebih dahulu ke Kuala Lumpur untuk mempromosikan album itu.
Benarkah Sakti Ari (pemain dram) tinggalkan SO7 untuk menyertai sebuah kumpulan agama Islam di Pakistan?
Sejak dari dulu dia (Sakti) memang aktif dalam soal keagamaan. Tetapi ketika itu di luar aktivitinya itu dia masih lagi anggota SO7. Saya tidak tahu lebih lanjut tentang perkara itu, malah keputusan yang diambilnya juga dibuat secara tiba-tiba.
Benarkah lagu Cahaya Terang yang ditampilkan dalam album 507 adalah ciptaan Sakti yang berunsur keagamaan?
Itu terpulanglah kepada penerimaan para pendengar tetapi lagu itu menceritakan tentang pengalaman batinnya setelah mendalami ilmu agama. Sudahkah anda mencari pengganti Sakti dan juga Anton (gitaris) yang keluar daripada SO7? Kami belum lagi mencari atau bertemu pengganti mereka berdua. Bukannya senang untuk mencari anggota baru. Tetapi kami masih membuka pintu untuk mereka jika mereka mahu menyertai kami semula.
Bagaimanakah anda melihat SO7 tanpa Sakti?
Kami tetap rasa kehilangannya kerana dia (Sakti) begitu rapat dengan kami. Malah, sewaktu dia masih bersama kami, dia selalu menjadi imam dan kami bersolat bersama-sama. Selepas 10 tahun di manakah tahap SO7 sekarang ini? Kami sudah menghasilkan lima buah album. Kami sudah cukup dewasa berbanding kumpulan-kumpulan rock lain yang baru mencipta nama di Indonesia.
Adakah anda takut jika tidak popular lagi selepas begitu lama dalam industri muzik di Indonesia?
Kami tidak fikir begitu. Kami akan terus bermain muzik. Kami akan terus mencurahkan bakat muzik yang kami ada. Saya percaya kalau SO7 terus menghasilkan lagu-lagu yang bagus kami akan terus ada peminat.
Mengapa anda mengambil Brian (pemain dram) sebagai anggota baru SO7?
Saya dapati Brian begitu berbakat dan dia sesuai dengan konsep muzik yang kami bawakan. Dia juga berpengalaman bermain muzik di mana sebelum ini dia pernah bermain bersama kumpulan Ticket.
Ceritakan sedikit tentang imej terbaru SO7 yang nampak lebih kemas dan matang?
Gambar terbaru kami memang nampak lebih segar. Kulit album terbaru kami dengan gambar daun yang nampak hijau menggambarkan kesegaran lagu-lagu yang ada dalam album. Tetapi kami harus menyesuaikan dengan status kami yang kebanyakannya sudah pun mempunyai isteri dan anak.
Setelah 10 tahun bersama, adakah SO7 menetapkan satu jangka masa untuk membubarkan kumpulan itu?
Kami belum terfikir untuk membubarkan SO7. Kami akan terus menghiburkan para peminat dengan lagu-lagu dan muzik kami. Sambutan terhadap album-album kami setakat ini sungguh menggalakkan dan ia dijual melebihi 1 juta unit kecuali album Pria Terhebat yang hanya dijual 450,000 unit di Indonesia.
Akhir sekali, pada masa depan adakah anda bercadang untuk mencuba nasib sebagai penyanyi solo?
Saya pernah terfikir tentang perkara itu tetapi saya belum mahu menjadi penyanyi solo. Saya tidak mahu SO7 terbengkalai gara-gara tiada penyanyi kalau saya keluar kumpulan. Priority saya dari dulu sampai sekarang ialah SO7 selain keluarga saya.
July 6, 2006
MESKIPUN sudah meninggalkan kumpulannya, kehadiran Sakti masih terus dinanti-nanti dan beliau sehingga kini tetap dirindui teman-teman anggota.
Tiada pemain gitar yang disifatkan wajar menggantikan tempat Sakti, anak muda yang mengundurkan diri dari kumpulan Sheila On 7 (SO7) untuk bermastautin di Pakistan dan mencari erti Islam yang sebenar.
Eross, pemuda yang banyak menghasilkan lagu-lagu S07, mengakui cukup sedih dengan kehilangan Sakti.
Sakti, tambah Eross, menjadi tunggak yang kerap mengingatkan anggota SO7 yang lain tentang peri pentingnya solat dan amalan-amalan wajib yang lain.
‘Kehilangan Sakti sangat dirasai. Kami terkejut dengan keputusannya kerana sebelum ini Sakti tidak pernah menunjukkan tanda akan meninggalkan SO7.
‘Dia patuh dengan suruhan agama, tetapi tidak pernah mencampuradukkan urusan peribadi dengan muzik,’ akui Eross dalam laporan akhbar Harian Metro.
Menurut kaca mata Eross, Sakti adalah seorang yang sentiasa memberi komitmen penuh pada kumpulannya sepanjang menjadi anggota.
‘Ketika menyuarakan hasrat untuk berundur, kami memujuk dan memberinya waktu menarik balik keputusan itu. Namun dia nekad, jadi kami perlu akur dengan kehendaknya,’ kata Eross.
Biarpun Sakti hanya tinggal nama, kata Eross, mereka masih menunggu seandainya satu hari nanti jejaka yang selalu mengimamkan mereka solat itu mahu kembali bermain muzik.
‘Kami memerlukan Sakti dan akan menerimanya jika dia ingin bermain muzik semula. Justeru, kami tidak perlu mengisi kekosongan Sakti kerana hanya dia yang layak untuk posisi itu.
‘Lagipun buat masa ini kami tiada masalah bermain muzik dengan hanya seorang pemain gitar,’ kata Eross.
July 3, 2006
regenerasi pemusik Indonesia, khususnya untuk kategori band, luar biasa cepat. Setelah Ungu dan Samsons yang berjaya, giliran Nidji dan NAff yang melenggang ke jajaran terdepan. Kondisi ini mungkin saja menyurutkan nyali para pesaing mereka untuk melEMparkan album. Namun bagi band senior asal Yogyakarta, Sheila on 7 (So7), soal berkarya tak mengenal waktu. Selama masih ada ide, rekaman jalan terus. Banyak orang mungkin menduga, romantisme kejayaan masa lalu, ketika mereka berhasil menjual 3 album berturut-turut lebih dari sejuta kopi, membuat So7 begitu percaya diri. “Bagi kami album baru, berarti menawarkan sesuatu yang baru. Kami tak mau berhitung soal target, yang pasti semua lagu yang ada merupakan persembahan terbaik kami,” urai Duta.
So7 menandai tahun ke-10 karier mereka dengan meluncurkan album bertajuk 507. Entah strategi pasar atau apa, yang pasti banyak orang melirik judul unik album mereka itu. Kebanyakan bertanya-tanya, kok, judulnya ada kemiripan dengan salah satu merek jeans. “Angka lima diberikan karena album ini merupakan album kelima kami. Kenapa kami pertegas di sini? Karena pada era album ke-4 Pejantan Tangguh, rilisnya hampir berbarengan dengan album soundtrack 30 Hari Mencari Cinta. Setelah itu, ada album The Very Best Sheila on 7. Banyak fans yang salah mengerti, dikiranya Pejantan Tangguh itu album ke-5,dan The Best itu album ke-6. Kami hanya mau bilang sekali lagi, bahwa yang ini album kelima Sheila on 7,” ujar Adam.
507 disebut anak-anak So7 sebagai album yang sangat personal. Artinya, pendengar bakal mendengar curhat anak-anak So7 tentang kejadian yang menimpa mereka dua tahun terakhir. “Kenapa kami sebut personal karena banyak kejadian yang membuat ide-ide bermusik kami lebih mendalam,” cerita Eross. Masih dalam penuturan sulung dari 2 bersaudara itu, keluarnya Sakti terjadi saat album dalam proses. “Saktimasih terlibat di 6 lagu pertama yang kami buat. Dia pun masih ikut bikin lagu, dan sempat take satu gitar akustik, baru keluar. Situasinya yang bikin kami membuat karya jadi seperti itu. Banyak perubahan di sana-sini. Misalnya, secara teknis part gitar yang sudah pasti berubah. Karena Sakti keluar, semua track gitar dihapus lagi. Dari dua jadi satu gitar. Lalu Brian masuk (resmi —red) sebagai anggota. Kontribusinya pun sudah lebih banyak dibanding saat jadi additional musician. Maka kami pun jadi kuartet. Musiknya lebih sederhana, tapi lebih matang,” tambah Eross.
Lirik yang terjabar bisa dijadikan bukti, betapa hati mereka ikut bermain dalam proses kreativitas. Last Pretence menggambarkan perasaan hati mereka saat ditinggal Sakti dan Anton. Ingin Pulang sebagai jeritan hati Adam di tengah jadwal tur yang padat. Atau dengar juga Kau Kini Ada yang merefleksikan suasana hati Duta saat kehadiran anaknya.Sedangkan Cahaya Terang menjelaskan tentang pergulatan spiritual Sakti sebelum keluar dari So7 dan belajar agama di Pakistan.
Di luar itu, Duta menggarisbawahi, album mereka kali ini berpijak pada konsep yang jauh berbeda dengan album sebelumnya. “Setelah tur kamitahun lalu, kami putuskan untuk mulai rekaman album kelima. Kalau tidak salah sekitar Januari, baru selesai akhir Maret. Waktu pengerjaan segitu tuh termasuk santai. Soalnya rekamannnya juga di Yogya, menggunakan studionya Eross. Dulu-dulu sih, kami selalu bikin demo dulu. Kirim dulu ke Jakarta untuk tahu lagu yang oke yang mana. Materi balik lagi ke kami, baru direkam. Kalau album yang ke-5, tahapannya sangat berbeda. Tahap awal kumpulin materi, lalu kami aransemen, kami rekam. Dari situ kami kirim ke Jakarta. Ada beberapa tahap,” terang Duta. Perbedaan juga berlaku untuk jadwal peluncuran album. “Dulu sangat mepet, kali ini tidak. Pejantan Tangguh dan soundtrack jedanya nggak ada setahun. The Best muncul setahun setelah Pejantan Tangguh. Kalau yang ini prosesnya setahun lebih. Rileks banget. Mungkin lebih teknis. Kapan kami mau kerja, nggak tergantung shift. Bisa pulang kapan kami mau. Kami pun lebih selektif,” lanjut Duta. Dalam hal pemahaman lagu, Duta juga merasakan intensitas yang berbeda. “Di album ini saya benar-benar bisa memahami lagu secara penuh, baru rekaman. Kalau dulu biasanya terpotong oleh berbagai kesibukan,” tambah Duta.
Kalau dalam Pejantan Tangguh Eross dkk lebih mengedepankaneksperimen, di album ini mereka memutuskan untuk konsentrasi ke materi lagu. “Album ini lebih sederhana. Kesederhanaan yang timbul setelah melalui masa-masa eksperimen. Kami juga jadi lebih bijak memilih ide yang akan dikeluarkan,” ungkap Eross. Bunyi-bunyian dalam Pejantan Tangguh mengandalkan beat-beat yang bernapaskan musik keras, ditambah penonjolan brass section (alat musik tiup —red). Kali ini mereka kembali memperbanyak sentuhan string section (alat musik gesek —red). Coba dengarkan lekat-lekat singel Mantan Kekasih, yang sangat megah dengan dukungan penuh musik orkestra. Atau dengarkan juga lagu Radio yang membuat So7 tampak modern karena kentalnya sentuhan new wave dan dance. Sebagai senjata pertama So7 mengandalkan lagu Pemenang, yang diambil dari album Piala Dunia. Anak-anak So7 sendiri kurang lebih menggambarkan, rasa optimistis mereka bisa direfleksikan dalam lagu ini. Rancangan promo yang baik pun disambut gembira. “Promo kali ini lebih asyik. Kami bisa dengar pendapat jujur dari orang, saat tur dari kampus ke kampus. Ada yang ngomong biasa saja, ada yang bilang bagus banget. Ini bisa jadi cerminan untuk diri kami. Sebagai yang bikin, kami merasa ini sebagai terobosan baru. Kami menganggap itu seru. Selain tampil di 100 radio merupakan ide yang fresh untuk sebuah promosi. Yang pasti target audiens jadi lebih luas dari yang dulu,” ujar mereka kompak. Pastinya juga optimistis dalam hal penjualan album, dong?
June 26, 2006
Jika kelaiNAn yang ingin dibawa oleh Sheila on Seven di dalam album terbarunya 507, maka hasrat itu telah tercapai.
Kombinasi irama new wave, dance, punk serta balada bakal mEMbuka dimensi baru untuk para peminat Sheila On Seven.
Band yang begitu sinonim dengan genre progressive rock serta tempo rancak menghidangkan juadah telinga yang berbeza menerusi album studio kelima mereka ini.
Pembaharuan ini merupakan agenda utama band dari Yogyakarta ini setelah sekian lama menyepikan diri daripada persada muzik nusantara.
Gesekan string yang merupakan identiti So7 di dalam album ini berkurangan jika dibandingkan dengan album-album terawal mereka seperti ‘Sheila On 7’, ‘Kisah Klasik Untuk Masa Depan’ dan ‘07 Des’. Ini dikatakan berpunca daripada pengunduran Sakti sebagai pemain gitar kedua.
Dominasi Eross dalam ciptaan lagu juga berkurangan setelah personel So7 yang lain turut memberi sumbangan terhadap album tersebut.
Adam menyumbangkan dua buah lagu yakni ‘Ingin Pulang’ serta ‘Bingkisan Tuhan’ yang menerapkan permainan bass secara solo olehnya. Manakala, vokal utama So7, Duta menciptakan sebuah lagu yang berjudul ‘Kau Kini Ada’.
‘Cahaya Terang’ pula merupakan lagu ciptaan terakhir Sakti sebelum mengucapkan selamat tinggal kepada band So7.
So7 yang lebih dikenali sebagai sebuah band yang berirama rancak turut memaparkan konsep balada yang amat menonjol menerusi lagu ‘Mantan Kekasih’ serta ‘Terjamah Yang Lain’.
Lagu-lagu tersebut diselitkan dengan iringan gitar, strings serta tiupan seruling untuk memantapkan lagi elemen romantis.
‘Terlalu Singkat’, ‘Bingkisan Tuhan’ serta ‘Radio’ merupakan lagu-lagu yang diberi sentuhan new wave rock ala kumpulan rock barat, Queen.
So7 juga bagaikan mengikut jejak langkah kumpulan seangkatan mereka, Dewa 19 yang banyak menampilkan genre daripada era 80an menerusi album mereka, ‘Republik Cinta’.
Sungguhpun begitu, album ini menonjolkan kematangan lebih sedekad band yang telah banyak melalui suka duka dunia muzik Indonesia.
Dengan kelahiran 507, So7 berharap agar dapat bangkit semula untuk menjadi kumpulan nombor satu di rantau ini.
Ada yang mengatakan bahawa perubahan sedemikian bakal membawa risiko kehilangan para peminat mereka.
Bagi ‘Sheila Gank’( gelaran yang diberi untuk peminat fanatik So7) , mereka pasti akan terkilan dengan kehilangan dua anggota lama So7 dan perlu menyesuaikan diri dengan penukaran imejnya yang kian dewasa.
Walau bagaimanapun secara keseluruhannya, para peminat tidak akan hampa dengan album ini.
June 23, 2006
Di saat band-band Indonesia tumbuh bak cendawan di pagi hari, Sheila On Seven (So7) tetap teguh walaupun melalui pelbagai rintangan untuk menghasilkan album kelima mereka yang berjudul 507.
"Inilah album terbaik kami," isytihar vokalisnya Akhdiyat Duta Modjo (Duta).
Duta menjelaskan bahawa album mereka begitu istimewa kerana diberi sentuhan peribadi setiap anggota So7.
"Ianya berdasarkan kemahuan pemiNAt kami," ujar Duta yang mengharapkan 507 mengecapi kejayaan album-album mereka yang lalu.
So7 turut dianggotai Eross Candra(pEMain gitar), Adam. M Subarkah (pemain bass) dan Brian Kresno Putra (pemain drum).
Menurut Adam, lagu ‘Ingin Pulang’, misalnya, merupakan hasil nukilan pemain bass tersebut yang mengisahkan kerinduannya untuk kembali ke kampung halaman setelah sekian lama merantau demi perjuangan muzik mereka.
Sentuhan terakhir Sakti
Selain Pemenang (lagu tema Piala Dunia 2006), Mantan Kekasih, Kau Kini Ada dan Terjamah Yang Lain yang terdapat di dalam 507, album ini lebih istimewa kerana turut memuatkan lagu ciptaan terakhir pemain gitarnya Sakti Ari Seno yang berundur awal tahun ini.
Lagu yang berjudul ‘Cahaya Terang’ menceritakan tentang seorang insan yang ingin kembali ke jalan yang benar. Ianya yang begitu sinonim dengan keputusan Sakti untuk meninggalkan So7 demi mendalami ilmu keagamaan.
Eross mengakui pemergian Sakti merupakan tamparan hebat untuk band yang berasal dari Yogyakarta ini kerana pengundurannya berlaku pada detik-detik rakaman album studio kelima, 5O7.
"Kami sudah berbicara tiga kali bersamanya. Namun, dia masih tetap dengan pendiriannya untuk ke Pakistan," jelas Eross.
Sakti, menurut Eross, selalu memberi ilham untuk mereka berkarya disamping selalu menjadi imam ketika ketika ahli-ahli So7 bersolat bersama-sama.
"Kami terkejut bangat," komen Adam.
Namun, keputusan Sakti tersebut dihormati oleh sahabat-sahabat sejatinya itu dan "pintu So7 masih terbuka untuk Sakti jika dia ingin kembali bermain bersama kami," ujar Eross .
Pemergian Sakti adalah dua tahun selepas pemain drum kumpulan itu, Anton Widiastanto, meninggalkan mereka kerana terlibat dengan projek peribadi.
Tempatnya diganti oleh Brian, bekas ahli band Tiket yang telah dibubarkan.
Kembali ke Malaysia
Sepanjang 10 tahun berkarya, ternyata hasrat mereka supaya lagu-lagu mereka menjadi siulan ramai tercapai.
Lagu-lagu seperti ‘Sephia’, ‘Dan’ serta ‘Sahabat Sejati’ bukan sahaja menjadi siulan para peminat di Indonesia malah di Malaysia, Singapura serta Brunei.
Kumpulan yang pernah dinobatkan sebagai band nombor satu di Malaysia berhajat untuk kembali ke Malaysia untuk berjumpa dengan peminat-peminat mereka.
"Kami akan ke Malaysia pada 10 Ogos," kata Duta mengenai konsert yang bakal diadakan di beberapa buah negeri seperti Kuala Lumpur, Negeri Sembilan, Pulau Pinang dan Sabah.
June 16, 2006
SHEILA On 7 (So7) berharap Indonesia bisa masuk Piala Dunia. Asa yang besar itu pun disalurkan kelompok musik asal Yogyakarta ini dalam sebuah lagu berjudul Pemenang. Hasilnya fantastis. Lagu tersebut masuk menjadi theme song, Voices Piala Dunia 2006. Prestasi grup yang digawangi Eross (gitar), Duta (vokal), Adam (bas), Brian (drum) itu melambung ke tingkat internasional. Lagu ini juga masuk dalam album terbaru So7 yaitu 507.
Menurut Eross, lagu Pemenang awalnya ditawarkan Sony BMG ke FIFA (International Federation of Association Football). Tak disangka, lagu itu disetujui FIFA. "Kebetulan lagunya sudah jadi, tapi liriknya menyusul," jelas kekasih Leony, baru-baru ini.
Sementara Duta tak mampu menyembunyikan kebahagiannya. Bagi suami Adelia Lontoh itu, kreativitas mereka juga mewakili kebanggan bangsa Indonesia. Harapan sangat besar bagi Duta agar Indonesia masuk ke ajang empat tahunan itu. "Kita memposisikan seolah-olah Indonesia sudah siap terjun ke Piala Dunia," ujar pria bernama lengkap Akhadiyat Duta Modjo itu.

June 13, 2006
Berbagai macam prestasi telah ditorehkan grup band Sheila On 7. Mulai dari mencetak penjualan satu juta copy untuk album ‘Kisah Klasik Untuk Masa Depan’, hingga mencapai posisi sebagai band nomer satu di tanah air. Kini, S07 kembali menorehkan prestasi baru, yaitu pecahkan rekor siaran di 107 radio.
“Kita percaya album ini bagus dan kita pengen satu Indonesia denger, “ ujar Adam, bassist S07 di studio JDFI, Jumat lalu (9/6). Siaran 107 radio ini dalam rangka mempromisikan album baru mereka ‘507’. Selanjutnya, S07 berniat menciptakan rekor-rekor baru. “Pasti! dengan album yang lebih heboh, S07 akan membuat rekor baru,” ungkap Eross, gitaris S07 mantap. Apakah termasuk rekor gonta-ganti personil?
“Ya enggak ada itu,” jawab mereka kompak. Kepergiaan Anton dan Sakti cukup ‘memukul’ SO7. Dimasa mendatang mereka tidak ingin mengalaminya lagi. Kini S07 mencoba ‘bangkit’ dan merebut posisi mereka dari band-band baru.
“Jangan sampe kita mengeluarkan album yang enggak maksimal, selanjutanya terserah masyarakat Indonesia,” ucap Duta.
Keempat ‘Pejantan tangguh’ ini yakin kalo S07 masih ‘Pemenang’. Sesuai dengan judul single terbarunya. “Sekarang masih pemenang kok,” ucap Adam yang diamini oleh rekan-rekannya.
Melalui 107 Radio itu, S07 memcoba ‘membangun’ kembali kerjaan Sheilagank. Merangkum massa yang lama tak ‘dijamu’ oleh musik khas S07. Seperti juga awal kisah S07, mereka menapaki karir dari radio. Single ‘Kita’ berjaya di radio Jogja, dan kemudian menjadi hits. Nama S07 pun makin berkibar, hingga kini.
June 12, 2006
Grup band asal Yogyakarta, Sheila On 7 (SO7) tidak lupa dengan kampung halamannya. Sebagai wujud kepeduliannya terhadap gempa yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya, Sony BMG selaku produser dan SO7 sepakat untuk menyisihkan Rp 100 juta dari hasil penjualan album terbaru SO7, 507.
"Tidak hanya itu, sebelumnya kami dan segenap kru, manajemen serta teman-teman dekat Sheila mengadakan bakti sosial berupa pembagian sembako, tenda, tikar, lampu, dan lainnya di Kecamatan Pundong dan Patalan, Kabupaten Bantul. Bahkan, markas SO7 yang berada di Jalan Kaliurang, Studio Lahaneross pun dijadikan posko untuk penerimaan dan penyaluran bantuan," kata Duta, vokalis SO7 sebelum konser amal "10 Tahun Sheila On 7" di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (7/6) malam.
Dalam konser amal tersebut, SO7 dengan formasi terbarunya, Akhdiyat Duta Modjo sebagai vokalis, Adam Muhammad Subarkah (bas), Eross Candra (gitar), dan Brian Kresno Putro (dram) tampil dengan musik ciri khas SO7, menghentak dan terkadang slow. Sebanyak 13 lagu dibawakannya, termasuk beberapa lagu dari album 507.
Di tengah-tengah konser, Sheila menawarkan 5 lagu lawasnya untuk dilelang kepada penonton, yaitu Dan, Sephia, Tunggu Aku di Jakarta, Berhenti Berharap, dan Itu Aku. Lagu Dan yang diambil dari album perdana SO7 laku Rp 600.000, Berhenti Berharap Rp 550.000, dan Itu Aku laku Rp 1,2 juta. Selain itu, sebuah gitar yang ditandatangani pesonel SO7 juga dilelang dan laku Rp 3 juta. Semua hasil lelang itu, 100 persen disumbangkan untuk korban gempa Yogya.
Dalam konser amal itu, SO7 juga membawakan lagu-lagu dari album baru, 507, di antaranya Pemenang, Mantan Kekasih, dan Terlalu Singkat. Lagu Pemenang telah dipilih FIFA sebagai official song World Cup 2006 untuk diedarkan di Indonesia.
Sementara itu, Senior A&R Director Sony BMG Music Entertainment Indonesia, Jan Jan N Juhana mengatakan, menandai peluncuran album 507, Sheila On 7 akan memecahkan rekor MURI dengan mengadakan Break The Record for Yogya Talk Show serentak di 100 radio di 51 kota di Indonesia. Pilihan judul pada album terbaru itu, 507 menunjukkan sesuatu yang simpel dan mudah diingat. Apalagi, angka tersebut mirip dengan singkatan Sheila On 7, SO7.
Secara keseluruhan, album 507 tampil dengan kesegaran baru. Konsep musik yang ditampilkan fokus pada kekuatan mengolah lagu seperti pada awal-awal pemunculannya 10 tahun lalu. "Isitlahnya Sheila back to roots or back to basic-lah," kata Jan

Duta vokalis Sheila On 7, sedang beraksi dalam konser amal untuk menggalang dana bagi korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah, di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu, (7/6). Grup band Sheila On 7 (kiri atas) dengan formasi terbarunya, Brian (dram), Eross (gitar), Adam (bas), dan Duta (vokal). [Foto: Ruht Semiono]
KUMPULAN muzik dari Indonesia, Sheila On 7, telah melancarkan album terbaru mereka, 507 awal bulan ini.
Album 507 memuatkan 11 lagu dan adalah album yang kelima daripada kumpulan itu sejak ia ditubuhkan 10 tahun lalu.
Dalam album 507 ini, kumpulan tersebut telah menyelitkan sebuah lagu khas bagi Piala Dunia 2006 yang sedang berlangsung sekarang.
Lagu berjudul Pemenang turut memuatkan sorakan penonton bagi menghidupkan suasana perlawanan bola sepak! Hai, nampaknya kumpulan yang berasal dari Yogyakarta itu juga dilanda demam bola sepak!
June 11, 2006
507. Sori, kali ini kita tidak sedang membicarakan seri merek celaNA jins terkenal. Ini adalah judul album Sheila on 7 (SO7), band asal Yogyakarta, yang paling baru. Setelah vakum hampir dua tahun, band ini kEMbali meramaikan musik pop Indonesia.
Dua tAHun sebenarnya cukup singkat, tapi dalam industri musik di negeri ini perubahannya cepat sekali terjadi. Band-band baru muncul dan langsung jadi idola. Hasil penjualan albumnya pun meninju langit.
SO7 sadar betul dengan kondisi seperti itu. Beruntung mereka punya momen bagus. Salah satu lagunya, Pemenang, masuk album resmi Piala Dunia. "Menurut kami, itu kesempatan baik karena nggak semua orang bisa mendapatkan," kata Eross Candra, 27 tahun, leader band ini.
Tapi tentu saja itu tidak cukup. Persaingan yang sudah sedemikian sengit tak pelak membuat mereka harus bekerja lebih keras, termasuk dengan menyambangi berbagai stasiun radio untuk berpromosi. Tak ada pilihan lain memang, meski sebenarnya dalam beberapa tahun terakhir SO7 tergolong grup laris.
Nah, apa saja yang baru dari album ini? Dengan Eross Candra, Tempo banyak berbincang. Pacar pesinetron Leony V.H. ini menjawab pertanyaan dengan serius tapi diselingi humor. Berikut ini petikannya.
Lama vakum, ngapain aja, sih?
Kebanyakan tur dan anggotanya banyak yang kawin lalu punya anak.
Apa yang baru dari album ini?
Dulu, kami lebih fokus ke lirik dan lagunya. Sekarang, kami keluar pakem. Lebih menitikberatkan pada aransemen dan bereksperimen bermusik. Album ini merupakan bentuk pendewasaan bermusik kami. Kalau dulu banyak musik yang didengarkan, lalu kami masukkan semua. Sekarang, lebih selektif, lebih bijak.
Ada pengaruh dari perubahan personel?
Biasa saja. Penyesuaian dan peralihannya pun sama saja. Dari teman sekolah, kami sekarang menjadi profesional. Soal personel yang keluar, harus disikapi dengan bijak.
Sebagai motor di SO7, Anda juga yang mengkoordinasi semua personel?
Nggak juga. Semua punya hak yang sama. Di musik pun begitu. Kalau ada yang punya lagu bagus, ya, digarap bareng-bareng.
Sekarang banyak grup baru yang langsung jadi idola. Merasa tersaingi?
Dulu sih iya. Sekarang, nggak-lah. Adanya band baru dengan lagu bagus lalu mereka menjadi terkenal, berarti penikmat musik Indonesia masih suka musik Indonesia. Itu justru bisa jadi ukuran bahwa siapa pun yang lagunya bagus bisa diterima.
Dari banyaknya band baru, siapa yang Anda suka?
Siapa, ya? Nidji. Aku suka suaranya, musik mereka. Dan aku sudah kenal mereka sebelum bikin album. Samsons, aku juga suka. Mereka membawa sesuatu yang baru untuk musik Indonesia.
Anda dikenal cepat dalam menulis lagu. Berapa lama kalau buat lagu?
Cepet, kok. Seringnya cuma 15 menit sampai 1 jam. Kalau lebih dari 2 jam, malah biasanya aku tinggalin. Setelah itu, baru bisa bikin lagu.
Siapa yang paling berpengaruh dalam karier Anda?
Alam semesta. Maksudnya, feedback dari orang-orang sekitarku. Karena dari mereka timbul perasaan sedih atau senang. Jadi aku bisa dapat inspirasi untuk bikin lagu.
Kalau di dunia ini nggak ada gitar, kira-kira Anda jadi apa?
Mungkin aku jadi kriminal atau preman yang kerjanya nongkrong-nongkrong.
Dalam sehari pernah nggak main gitar?
Pernah. Kalau di perjalanan yang memakan waktu seharian penuh. Nggak bisa main gitar karena capek. Boro-boro megang gitar, mendingan tidur.
Pernah lupa sama lagu sendiri?
Pernah. Kalau kecapekan jadi blank.
Di rumah punya berapa gitar?
Sekarang tinggal 30-an, sebelumnya 50-an. Sebagian aku jual karena gempa kemarin. Bencana Yogya telah mengubah sudut pandangku terhadap koleksi. Kalau dulu koleksi untuk jangka panjang dan kesenangan batin. Tapi, pas ada gempa, aku berpikir ngapain disimpen kalau aku nggak bisa pakai. Jadi aku sekarang pingin beli tanah aja yang harganya semakin naik.
Waktu gempa kemarin, Anda lagi di mana?
Aku lagi tur di Kalimantan. Stres berat karena telepon ke rumah nggak nyambung-nyambung. Pas sore hari baru bisa ngobrol. Mama dan adik-adikku yang tinggal di Kaliurang baik-baik saja.
Masih susah mandi?
Masih. Tapi sekarang lihat kondisi. Kalau di rumah aja dan nggak ngapa-ngapain, bisa nggak mandi. Apalagi kalau dingin.
Kalau mau ketemu Leony (pacar Eross)?
Ya, diusahakan mandi dulu, he-he-he….
Sekarang lagi senang musiknya siapa?
Nggak ada, deh. Paling cuma dengar sekali-dua kali. Lebih sering dengar lagu-lagu lama David Bowie atau Queen. Bukan karena lagu-lagu sekarang nggak bermutu, ya. Tapi karena musik-musik zaman dulu sering aku denger. Jadi sudah mengakar dan jadi kebiasaan. Kalau lama nggak denger musik itu, rasanya gimana gitu.
Kalau nggak jadi pemusik, kamu bakal jadi apa?
Penerusnya Bruce Lee. Aku dulu pernah ikut taekwondo sampai ban kuning strip. Tapi kalah terus kalau berantem karena badanku kecil. Ada juga yang memprediksi aku bakal ngikutin jejak bapakku yang pembalap motor. Padahal, aku naik motor, kenceng aja takut. DA Candraningrum
koran
June 10, 2006

indosiar.com, Jakarta - Nama grup asal Yogyakarta ini sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Meski musiknya kerap dituding pas-pasan, penampilan sederhana dan menghibur membuat nama Sheila on 7 mampu bertahan di blantika musik Indonesia hingga saat ini.
Kali ini, grup yang divokalutamai oleh Duta tersebut kembali beraksi dalam rangka promosi album 507, dan penampilan mereka bisa disaksikan di Indosiar! Gaya promosi yang dilakukan cukup unik, pasalnya Sheila on 7 menggunakan media 100 stasiun radio untuk tampil.
Dalam tayangan spesial kali ini, mereka bakal membawakan sejumlah lagu andalan yang diambil dari album 507 (dan tentunya sekaligus sebagai debut pertama mereka di televisi) seperti Radio, Mantan Kekasih, dan Terlalu Singkat.
Untuk masalah setting panggung, Sheila on 7 juga menghadirkan terobosan di penampilan live kali ini. Pasalnya, mereka direncanakan bakal tampil di dua panggung dengan dua gaya berbeda, yang pertama tampil dengan band penuh sementara yang kedua adalah secara akustik.
Karena dijamin pasti seru, jangan sampai Anda melewatkan tayangan spesial 1 Jam Bersama Sheila on 7 yang ditayangkan pada hari Minggu 11 Mei 2006 mulai pukul 22.00 WIB. Ingat lho, cuma di Indosiar ya………
Saksikan launching album terbaru dari Sheila On 7, 507, di Indosiar. Siaran langsung tersebut bakal ditayangkan secara live pada hari Minggu 11 Juni ‘06 pukul 22.000 WIB. Sheila On 7 tampil dengan full-orkestra dengan kekuatan 10 string dan 5 brass dari Sa’unine.
Dalam kesempatan ini, Sheila On 7 juga akan memberikan sumbangan Rp. 100 juta lewat Kita Peduli Indosiar. Sumbangan tersebut adalah hasil dari penjualan album 507 yang akan diserahkan oleh Managing Director PT. SONYBMG Indonesia, Bp. Toto Widjojo kepada Direktur Indosiar Karya Media, Bp. Soejatna Soenoesobrata.
Sheila On 7 juga akan dianugrahi penghargaan dari museum rekor Indonesia, MURI, atas keberhasilannya menciptakan rekor baru siaran langsung di lebih 100 radio di Indonesia. Penciptaan rekor baru tersebut telah dilakukan Jum’at (9/6) silam. Penyerahan anugrah tersebut akan dilakukan pada acara yang bertajuk Semua Ada di 507 hanya di Indosiar.
9 Juni 2006 akan menjadi tanggal bersejarah bagi Sheila On 7. Bertempat di Studio JDFI, Ratu Plaza Office Tower, Lt 19 Jakarta, mulai pukul 16.00 – 17.00 WIB sebuah perhelatan penting digelar oleh Eross, Duta, Adam, dan Brian. Selama satu jam mereka mengudara dalam talkshow yang disiarkan secara serentak di 100 radio di 51 kota di Indonesia.
Siaran langsung 100 radio ini bertajuk Break The Record For Yogya diadakan untuk memperkenalkan lagu-lagu terbaru dalam album terbaru Sheila On 7, 507. Event ini akan dipandu oleh dua host dari Radio Prambors, Panda dan Oki. Mereka akan mengajak SheilaGank berinteraksi dengan para personil Sheila On 7 secara langsung.
Selain itu, Sheila On 7 mencoba mengajak pendengar Break The Record For Yogya ini untuk peduli terhadap korban gempa yang menimpa orang-orang di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Sheila On 7 dan SONYBMG secara khusus memberikan sumbangan uang tunai sebesar Rp 100 juta dari hasil penjualan album 507.
Seremoni peluncuran album 507 milik Sheila On 7 akan diadakan pada tanggal 11 Juni 2006. Peluncuran album ini akan mengudara secara nasional lewat stasiun TV Indosiar pada pukul 22.00 WIB. Sheila On 7 akan tampil pol-polan dengan menggiring 10 pemain string dan 5 pemain brass ke atas pentas. Membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya dan empat buah lagu terbaru dari albumnya. Persiapan untuk konser kali ini sudah dilakukan satu bulan lebih dan sebagai pemanasannya Sheila On 7 telah menggelar konser di Hard Rock Café, Rabu silam, dan siaran radio marathon 100 radio pada Jum’at 9 Juni.
Launching album Sheila On 7 ‘507’ ini patut disaksikan. Karena lagu-lagu lagendaris seperti Seberapa Pantas, Anugrah Terindah Yang Pernah Kumiliki, Dan, Shepia, Kita dan Melompat Lebih Tinggi akan dibawakan disini. Aransemen dari lagu-lagu tersebut dibuat sedikit berbeda dan tampil lebih megah dengan hadirnya orkestrasi dari Sa’unine.
Catat tanggalnya dan jangan lewatkan, Minggu 11 Juni 2006 pukul 22.00 WIB. Hanya dilayar kaca Indosiar.
Rabu malam, 7 Juni 2006, Sheila On 7 menggelar konsernya yang bartajuk "10 Tahun Sheila On 7 Untuk Jogja dan Sekitarnya". Konser ini ditujukan untuk menggalang daNA bagi korban bencana di Jogja dan sekitarnya. Cara yang ditEMempuh Duta, Eross, Adam dan Brian ini terbilang cukup unik dan mengundang simpatik. Sheila On 7 melelang lima buAH lagunya dan sebuah gitar kepada penonton yang menyesaki Hard Rock Café Jakarta. Hasilnya, Dan (Rp. 600.000,-) dan Berhenti Berharap (Rp. 550.000,-) menjadi lagu pemenang lelang dan langsung dibawakan dengan manis oleh Sheila On 7.
Lelang dramatis terjadi saat perebutan lagu Itu Aku dan Sephia untuk dimainkan. Awalnya, Sephia memimpin bursa lelang hingga angka Rp. 1.000.000,-. Lalu seorang anak muda yang mengaku sebagai SheilaGank asal Jakarta mematahkan harapan pengunjung konser untuk menikmati lantunan Sephia dengan menawar lagu Itu Aku seharga Rp. 1.200.000,-. Gitar akuistik lengkap dengan tanda tangan personil Sheila On 7 pun menjadi rebutan pelelang. Persaingan cukup sengit untuk bisa memboyong gitar akuistik Sheila On 7 ini diakhiri dengan harga lelang Rp. 3.000.000,-.
Konser di Jakarta ini memang mengundang SheilaGank dan sejumlah jurnalis dari media cetak, radio dan TV. Konser yang sekaligus syukuran satu dasawarsa Sheila On 7 ini diiringi dengan launching album terbaru mereka bertajuk‘507’. Tampak diantara pengunjung konser yang hadir semalam adalah Leony dan seorang pengamat musik, Bens Leo.
Total hasil lelang dari konser ini akan langsung disalurkan ke saudara-saudara kita di Jogja dan sekitarnya. Sampai saat ini, Studio Lahaneross milik Eross masih menjadi posko penyaluran sumbangan untuk korban bencana. Sekali lagi, terima kasih SheilaGank! Yyuuuuk..

June 9, 2006
Lagu berjudul ‘Pemenang’, khusus disajikan untuk menyambut Piala Dunia 2006.
Tiba saat kita bangkit
Berlari ke pentas dunia
Jatuh dan bangun itu ada
Hal yang bisa terjadi … Bersiaplah (2X)
(lagu Pemenang)
Satu dasawarsa lamanya Sheila on 7 (So7) telah berkarya dikancah musik Indonesia. Di usianya yang ke-10, grup band asal Yogyakarta ini kembali melahirkan album terbarunya yang bertajuk 507. Lewat album kelima ini, grup band yang akhir-akhir ini sempat ‘tenggelam’ di kancah persaingan musik di Tanah Air ini mencoba kembali bangkit.
Album 507 yang menjagokan dua tembang hit-nya, yakni, ‘Mantan Kekasih’ dan ‘Pemenang’ ini menawarkan sebuah kesegaran baru. Meski begitu, konsep musik yang ditonjolkan pada album teranyar ini masih fokus pada kekuatan mengolah lagu seperti debut So7 meraih simpati dari publik di Indonesia.
Tampaknya, So7 yang akhir-akhir terseok-seok di tengah persaingan yang kian ketat mencoba back to roots atau back to basic. Senior A&R Director SonyBMG Music Entertainment Indonesia, Jan N Djuhana, mengatakan, yang sedikit membedakan album teranyar So7 dengan album sebelumnya adalah energi penjiwaannya lebih fokus pada soul lagu-lagunya. Bagi vokalis So7, Duta, album terbaru ini merupakan salah satu album yang cukup berkesan secara emosional. Alasannya, cara So7 mengungkapkan tembang-tembangnya lebih spesial dibanding album-album terdahulu. ‘’Itu semua karena situasinya sudah sangat berbeda,'’ imbuh Duta.
Maklum saja, pada album kali ini, So7 memiliki personel baru yakni Brian Kresno Putro. Itu terjadi, setelah gitaris So7, Sakti menyatakan mundur dari grup musik ini. Kehadiran personel baru ini seakan membuat visi So7 menjadi lebih dewasa. Hal itu, tergambar pada aransemen dan penulisan lirik di album ini.
Tak cuma itu, menurut Duta, album kali ini juga terbilang amat personal bagi So7. Album ini memang bercerita tentang hubungan antarpersonel dan pengalaman batin yang dirasakan awak grup band ini. Di bagian akhir, album ini Eross mencoba mencipta lagu berjudul Last Pretence. Lirik lagu ini menceritakan situasi So7 sebelum ditinggalkan salah seorang personelnya. Secara keseluruhan album yang dikerjakan di Studio Lahaneross — studio milik pribadi Eross ini — berisi 10 lagu. Ke-10 tembang yang disajikan untuk para penggemar So7 ini antara lain: Radio, Mantan Kekasih, Ingin Pulang, Kau Kini Ada, Pemenang, Bingkisan Tuhan, Terlalu Singkat, Terjamah yang Lain, Cahaya Terang dan Last Pretence.
Salah satu tembang berjudul ‘Pemenang’, khusus disajikan untuk menyambut gebyar Piala Dunia 2006. Bahkan, lagu yang mengobarkan semangat dan jiwa sportivitas itu malah terpilih pleh FIFA 2006 sebagai official song khusus untuk menyambut ‘demam sepak bola’ di Indonesia.
Selain itu, lagu ‘Radio’ merupakan lagu yang paling berbeda dari lagu-lagu So7 yang pernah ada. Lagu yang membuka album teranyar ini mencoba tampil modern dengan sentuhan new wave ditambah dance. Sedangkan, ciri khas, So7 begitu kuat terpancar dari tembang ‘Mantan Kekasih’. Tak heran, bila banyak orang yang menilai, tembang unggulan di album ini sangat So7 banget.
Akankah album ini mampu mengangkat So7 kembali ke puncak tangga musik di Tanah Air? Meski persaingan kian ketat, namun personel So7 yang terdiri dari Duta, Eross, Adam, dan Brian tampaknya cukup optimis albumnya ini bakal meraih sukses.'’Hati-hati aja deh buat yang lagi laku sekarang,'’ papar Duta sembari tersenyum.
Duta juga mengungkapkan, soliditas personel So7 pun kini semakin bagus. ‘’Buktinya, kita masih bisa bikin album,'’ imbuhnya. Ia pun menegaskan bahwa musik So7 terus naik. Terlebih, dengan hadirnya Brian sebagai personel baru diharapkan dapat memberi semangat dan motivasi baru bagi So7 untuk meraih puncak kejayaan yang pernah diraih beberapa tahun silam.
Optimisme serupa juga diungkapkan Senior A&R Director SonyBMG, Jan N Djuhana. Menurut dia, sepanjang sejarah musik Indonesia, So7 merupakan satu-satunya band yang pernah membukukan angka penjualan per album di atas satu juta kopi untuk tiga bulan berturut-turut. ‘’Ini jelas prestasi yang sangat membanggakan,'’ ungkapnya.
Bagi SonyBMG, group band ini masih menunjukkan potensi sebagai band yang kuat. Terlebih, dalam materi album terbarunya kali ini, So7 menawarkan lagu-lagu kuat untuk menjadi hit. Pihaknya berharap album ini dapat diterima secara luas oleh penggemar So7.
Akankah album S07 kali ini mampu menjadi magnet yang mampu nyedot perhatian publik, seperti saat S07 berjaya dulu? Kita nantikan saja, perkembangannya.
June 8, 2006
Kapanlagi.com - Kepergian salah satu personel SO7, Sakti, memang tidak ’seheboh’ saat grup yang digawangi Eross, Duta dan Adam ini ditinggal oleh drummer mereka, Anton.
Namun demikian, anak-anak asal Jogja ini tak bisa untuk mencari pengganti posisi untuk Sakti. Mereka tetap memberikan space bagi Sakti untuk kembali bergabung dengan band yang terbentuk pada 10 tahun lalu itu.
Pernyataan ini diungkapkan oleh Adam, bassist SO7. Menurutnya, andai Sakti masih punya greget, SO7 tetap akan memberikan tempat yang dulu dia tinggalkan.
"Dan sementara ini kami tidak memikirkan untuk mencari penggantinya. Sekarang ini kami tinggal berempat dan ini menjadi karakter SO7 yang sekarang," tandas Adam di Hard Rock Café, Rabu (7/7).
Sementara motor SO7, Eross pun mengatakan bahwa pergantian atau apapun namanya merupakan pembentukan karakter SO7 yang baru, setelah keluarnya dua original member.
"Sheila sekarang ini menuju ke arah yang lebih profesional dalam penggarapan sebuah album. Istilah jawanya, kami sekarang lebih ‘saklek’."
"Semua bertanggung jawab terhadap porsi kerjaannya masing-masing. Dan kalau berbicara masalah karya, ini menjadi lebih relatif. Dulu, Sheilla buat musik yang simple, kemudian rumit dan kini simple lagi. Yang terpenting sekarang ini di Sheilla hubungan kerja berdasarkan profesionalitas," papar pacar Leony ini yang diamini oleh Duta.
Ditambahkan pula oleh Duta, bahwa masuk dan keluarnya personil di tubuh SO7 adalah sesuatu yang wajar dalam proses seleksi alam. Demikian juga halnya dengan masuknya Brian yang mengantikan posisi Anton.
Masuknya Brian, dinilai Duta juga berdasarkan pada karakter yang dipunyai oleh Brian dalam memainkan stick drum.
“Seperti yang dibilang Duta, disini mereka memberikan kebebasan kepada saya untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan karakter saya di aransemen sektor drum," ungkap Brian.
Biar sudah ditinggal pergi oleh Sakti saNg gitarisnyA, ditambah gEMpa yAng melanda kampung Halaman mereka, bikin Sheila on 7 nggak lantas kecut dan mundur dari dunia musik, guys. Malahan kemarin mereka sudah merilis album baru yang bertajuk 507. Wah, semangat banget nih!
Masih berasa kurang heboh?, besok (09/06) Sheila on 7 juga berencana untuk mengudara ke seluruh penjuru Indonesia lewat 100 stasiun radio selama satu jam. Tapi ternyata acara ini nggak cuma buat heboh-heboh aja loh.
Mereka bikin acara ini buat Kampung halaman para personil Sheila On 7, Yogyakarta, memang tengah berduka akibat bencana gempa. “Harapan kita, semoga apa yang kita lakukan ini dapat menginspirasi orang untuk berbuat lebih baik,” harap Adam.
Makanya gelaran ini diberi nama bertajuk Sheila on 100 - Break the Record and for Yogya’ ini So7 yang akan membawakan dua single barunya secara akustik. So, be there to hear their music, ya…!
June 7, 2006
Jakarta, Mengulang sukses tahun lalu, di acara rilis album baru kali ini Sheila on 7 mencoba pecahkan rekor MURI. Band asal Yogyakarta ini akan siaran langsung di 100 radio di Indonesia secara serentak.
Tahun lalu tepatnya tanggal 15 April 2005 ketika mempromosikan album ‘The Very Best of - Jalan Terus’ So7 melakukan siaran wawancara serentak di 28 radio di seluruh Indonesia. Siaran live ini dinilai cukup efisien dan menarik di mata So7 juga label musik yang menaunginya.
Oleh karena itu untuk mengulang sukses promosi album ‘Jalan Terus’ rencananya Jumat. 9 Juni 2006 pukul 16.00 WIB atau 17.00 WITA suara Duta, Eross, Brian dan Adam akan mengudara ke seluruh penjuru Indonesia lewat 100 stasiun radio. Siaran akan berlangsung selama satu jam.
‘507′ menjadi judul album ke-5 yang telurkan oleh So7. Yang spesial kali ini, So7 akan mendedikasikan seluruh musiknya untuk kota tercinta Yogyakarta. Bukan hanya sekedar wawancara, dalam acara bertajuk ‘Sheila on ‘100′ - Break the Record and for Yogya’ ini So7 akan membawakan dua single barunya secara akustik. Curahan hati Eross Candra, ‘Mantan Kekasih’ dan ‘Radio’ menjadi pilihan mereka.
Dari data terakhir jumlah radio telah bertambah menjadi 108 stasiun radio. Siaran serentak via radio itu akan singgah di 55 kota dan daerah di seluruh Indonesia.
Selain itu dalam konser amal yang akan diselenggarakan di Hard Rock Cafe Jakarta malam ini, Rabu (7/6/2006) So7 dan label Sony BMG juga akan menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta untuk korban bencana gempa bumi di Yogyakarta. Dana ini akan diambil dari hasil penjualan album ‘507′

June 3, 2006
Terkait bencana gempa yang melanda Jogja dan sekitarnya, banyak selebriti yang langsung turun ke lapangan, membantu para korban sebagai bentuk kepedulian mereka. Salah satunya adalah Sheila on 7 (S07). Berangkat dari Lahan Eross, yang beralamat di Jl.Kaliurang Km 10 Bulusan Rt 01/39 Sardonoharjo Sleman, rombongan 507 yang terdiri dari Sheila beserta manajemen SO7, beberapa rekan media, serta kru, melakukan kegiatan bakti sosial ke daerah Bantul.
Kegiatan yang dilakukan setelah sholat Jumat di Masjid Agung Bantul kemarin Jumat (2/6), mengambil lokasi di 6 posko yang tersebar di Kecamatan Bambanglipuro, Jetis, dan Pundong. Sheila On 7, terdiri dari Adam, Duta, Eross, dan Bryan, mengaku merasa prihatin akan kejadian yang menimpa kota Jogja ini. Berita yang mengagetkan ini mereka terima pertama kali dari manajer Sheila on 7 saat mereka masih berada di Balikpapan dalam rangka tour 5 kota di Kalimantan sebagai persiapan rilis album mereka yang keempat berjudul 507. Beruntung keluarga dari masing-masing personil saat dihubungi dalam keadaan selamat. Meski merasa panik, namun mereka tetap bersyukur karena semua dalam kondisi baik-baik saja.
Usai Sholat Jumat, rombongan melanjutkan perjalanan menuju posko pertama di dusun Gresik, Dleman, Kec. Bambanglipuro dengan tambahan rombongan dari Jakarta yang tak lain adalah rombongan Leony. Kekasih Eross ini datang bersama Ayah dan beberapa teman ayahnya. "Aku terketuk untuk membantu, dan kedatanganku ke sini bukan karena story of Jogja-nya, tapi lebih ke kesadaran bahwa Jogja merupakan bagian dari Indonesia juga," ujarnya.
Bantuan yang diberikan dari pihak Leony berupa sumbangan uang yang selain datang dari keluarga Leony, juga datang dari beberapa teman artis di Jakarta yaitu Christian dan Yati Suratman. Sumbangan ini sudah ditransfer dari Jakarta beberapa hari sebelum kegiatan bakti sosial ini dijalankan, dan diserahkan kepada pihak penyelenggara untuk dibelanjakan. Bantuan pun diberikan kepada para korban dalam bentuk antara lain tenda, selimut, perlengkapan MCK, makanan siap santap, mie instan, dan senter.
Dari Dleman, kunjungan berlanjut ke Dusun Butuh, desa Ganjuran yang masih berada di Bambanglipuro. Desa Patalan di Kecamatan Jetis, serta Desa Gunung Puyuh dan Desa Klisat yang berada di Kecamatan Pundong, merupakan kunjungan selanjutnya. Selain mengucapkan terima kasih, sebagian besar perwakilan dari semua posko bencana berpesan agar bantuan semacam ini bisa berlanjut hingga jangka panjang.
S07 berharap bahwa bantuan ini dapat meringankan beban para korban serta dapat digunakan sebaik-baiknya. Mereka juga mendoakan agar para korban tetap diberi perlindungan dan limpahan rahmat. Kegiatan bakti sosial S07 ini diakhiri di Dusun Nangsri, Kecamatan Pundong di mana warga setempat merasa terhibur karena sebuah lagu yang berjudul "Kita" dilantunkan oleh Duta dengan iringan gitar dari Eross.
May 31, 2006
Malam Ini, GIGI-S07 di Stadion Sudirman
DUA grup band GIGI dan Sheila on 7 (SO7) bukan berarti lupa akan duka musibah gempa Jogya-Jateng. Konser mereka yang bertajuk LA Light Concert Confessions on The Stage, semata-mata untuk memuaskan penggemarnya. Tetapi, komitmen peduli antarsesama yang sedang kesusahan pun tetap dilakukan.
“Kami juga ikut belasungkawa atas musibah itu,” kata kedua vokalis masing-masing grup yakni Armand Maulana dan Duta saat digelarnya meet and greet di Pasifica Food Court Plaza Balikpapan, kemarin.
Penampilan mereka sudah dipatok sebelum musibah terjadi. Sehingga, gelaran itu tak bisa disebut konser amal. Hanya, kepedulian akan korban Jogja tetap jadi komitmen sebagai insan sosial.
Popularitas dua grup band papan atas Tanah Air ini memang tidak diragukan lagi. Terbukti dengan membludaknya pengunjung yang datang dalam meet and greet tersebut.
SO7 lama tak tampil di Kaltim khususnya Balikpapan. Jadi, malam ini ia akan memberi kepuasan dan mengobati rasa rindu penggemarnya. Sekaligus, konser ini juga memperkenalkan album terbarunya 507 yang akan launching pada 5 Juni 2006 mendatang.
Dalam konser di Stadion Sudirman, kedua grup masih merahasiakan berapa lagu yang akan dibawakan. Sebab, ia akan membuat surprise bagi pengunjung. “Kalau soal banyak lagu yang akan kami tampilkan, itu masih rahasia. Makanya datang ke konser kita,” ajak Duta, vokalis Sheila on 7.
Sementara, GIGI band yang diawaki Dewa Bujana (Gitaris), Thomas (Bass), Armand Maulana (vokalis), juga dipastikan akan tampil maksimal. “Melihat penampilan terakhir di beberapa kota di Kalimantan, kami optimistis bisa memuaskan warga Kota Minyak,” papar suami Dewi Gita ini.
Dalam acara tersebut, panitia juga memberikan sesi tanya jawab pada pengunjung. Sehingga, suasananya sangat interaktif. Fans kedua grup pun tak menyia-nyiakan waktu itu, dan saling bertanya kepada idolanya baik soal musik maupun gempa yang melanda Jogja-Jateng.
Adam ikut memberi jawaban atas pertanyaan pengunjung. Bassis kelompok S07 ini menyebut bahwa grupnya akan ikut berupaya meringankan beban masyarakat Jogja sesuai kemampuan yang dimiliki. “Kami tidak ada konsep membuat konser amal untuk para korban bencana gempa, tetapi kami akan memberikan bantuan logistik serta makanan ringan,” ujarnya. Acara semakin seru ketika sesi games berlangsung. Terutama saat duo band tersebut mengerjai salah satu pengunjung yang berharap mendapat hadiah. Di sesi akhir, diisi dengan final program play your voice with SO7, dan dari penilaian SO7 selaku juri, Jaka berhasil memperoleh kesempatan tampil bareng SO7 di konser nanti malam.(rsd)
Duet Sheila on 7 dan GIGI
SAMARINDA- Setelah beberapa waktu lalu GIGI dan Sheila On 7 (SO7) mengguncang kota Banjarmasin, Senin (29/5) malam lalu dua band kenamaan Indonesia itu kembali berduet dalam satu panggung menyapa penggemar di Kota Samarinda.
Yang unik, jika dulu So7 pernah menjadi band pembuka GIGI, dalam konser yang digeber di halaman parkir GOR Segiri Samarinda Senin malam, justru sebaliknya. Grup band GIGI yang baru merilis album bertitel Next Chapter didaulat sebagai band pembuka konser. Tampil dengan formasi lengkap yakni Armand Maulana (vokalis), Dewa Budjana (gitaris), Thomas (bassis) serta Hendi (drumer), GIGI memuaskan para GIGI Kita (sebutan untuk fans GIGI). Kehadiran GIGI yang terakhir kali konser di Samarinda tahun 1995 lalu, sangat dinanti. Tak heran jika seluruh lagu yang dibawakan GIGI fasih dinyanyikan oleh para GIGI Kita.
Bencana gempa yang terjadi di Jogjakarta membuat para personel GIGI dan Sheila On 7 mengawali konser dengan ritual mengheningkan cipta. Tampil di awal konser, GIGI menggebrak panggung dengan lagu berjudul Jomblo. "Samarinda adalah kota paling edan. Bekuciakan seberataan (semuanya teriak, Red.) ya!" ujar Armand dengan logat Banjar. Lagu-lagu dari andalan seperti Andai, Cinta Terakhir, Terbang dan Kepastian yang Kutunggu melantun dari mulut suami penyanyi Dewi Gita ini.
Armand terlihat sangat interaktif menyapa penonton. Bahkan cowok yang sangat energik saat manggung ini mengajak para penonton untuk kompak berteriak "kampungan..kampungan.." kalau ada yang membuat rusuh. Sheila on 7 tak kalah atraktif dengan menyapa para Sheila Genk (sebutan bagi para fans Sheila). Mengenakan kaos oblong bewarna hijau dipadu celana jeans belel, Duta (vokalis) mengajak para penonton untuk lompat bareng saat lagu Melompat Lebih Tinggi.
"Wah, bangga banget bisa main dan satu panggung bareng idola. Anak-anak Sheila On 7 itu penggemar berat GIGI," ungkap Eross pemetik gitar pada Kaltim Post, Minggu (28/5) lalu saat meet & greet.
Hal senada juga diungkapkan gitaris GIGI, Dewa Budjana. "Dulu pertama kali So7 rilis album kita pernah satu panggung. Sekarang bisa mengulangi kenangan itu, ya senang. Saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi deh," tandas Budjana.
"Secara keseluruhan pangsa pasar GIGI dengan So7 memang berbeda. Tapi nyatanya kami bisa main bareng tanpa ada kendala, justru sangat bagus," ujar Budjana menutup pembicaraan.
Yang unik, kepergian GIGI dan Sheila on 7 meninggalkan area konser luput dari perhatian penonton. Pasalnya, saat kedua band tersebut selesai menyanyikan lagu terakhir dan bergegas untuk turun panggung, pesta kembang api digeber. Disaat perhatian penonton tersita oleh pesta kembang api, panitia konser segera ‘memboyong’ GIGI dan Sheila on 7. (rl)
Jakarta, Senin (29/5/2006) malam GIGI dan Sheila On 7 (SO7) konser bareng di Samarinda, Kalimantan Timur. Secara spontan kedua grup band papan atas tersebut mengumpulkan sumbangan untuk korban gempa Yogya.
Dituturkan basis SO7, Adam, ia tak tahu berapa jumlah sumbangan yang terkumpul hingga akhir konser. Pastinya di tengah acara, rekannya Duta mengumumkan uang sumbangan sudah mencapai Rp 2 juta-an. Bersama Armand, vokalis yang menikah di usia muda itu terus menghimbau penonton konser untuk beramal.
"Ada kotak khusus gitu, seperti infak. Panitia penyelenggara juga bikin posko khusus," jelas Adam saat dihubungi detikhot Selasa (30/5/2006) siang.
Rangkaian konser bareng Gigi-SO7 berakhir Rabu (31/5/2006) esok di Balikpapan, Kalimatan Timur. Sama seperti di Samarinda, sebelum konser dimulai akan diadakan mengheningkan cipta bersama para penonton. Kotak sumbangan juga kembali diedarkan.
Bicara soal gempa, Adam yang tahu kabar bencana tersebut dari istrinya Arimbi, mengaku sangat ingin segera pulang ke Yogya. Apalagi istrinya yang finalis Putri Indonesia 2003 sempat mengalami trauma berada di dalam rumah.
"Dia nggak berani tidur di kamar, tidurnya di ruang tamu. Untung saat gempa, mertuaku sedang nginap di rumah," ujarnya.
May 29, 2006
Ketika gempa bumi Yogyakarta terjadi pada Sabtu pagi lalu (27/5), grup Sheila on 7 (So7), yang berasal dari Yogyakarta, sedang berada di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dalam rangka tur promosi album baru mereka, 507. Usai tur di Kalimantan, mereka akan pulang kampung ke Yogyakarta untuk memberi bantuan kepada para korban selamat.
"Waktu kejadian, pagi itu, kami sedang berada di bis, dalam perjalanan dari Banjarmasin (Kalimantan Selatan) ke Samarinda. Saya dapat kabar tentang gempa bumi itu dari istri saya lewat telepon," tutur Anton Kurniawan, manajer So7, di Samarinda, kepada KCM, Senin siang ini (29/5).
Ketika itu, lanjut Anton, para pesronel So7, yaitu Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bas), dan Brian (drum), masih tidur. "Langsung saya bangunkan mereka untuk menghubungi rumah masing-masing di Yogyakarta," tutur Anton lagi. "Kami bersyukur, keluarga kami di sana selamat," sambungnya. "Rumah para personel Sheila on 7 di utara, jadi cuma mengalami sedikit retak di tembok dan genting rontok," imbuhnya.
Studio baru grup tersebut pun, di Jalan Terus No 7, Bulusan, sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, juga aman-aman saja. "Kami terus mengikuti perkembangan berita tentang gempa bumi itu dari televisi dan internet," kata Anton lagi.
Nanti malam, So7 akan main di Lapangan GOR Segiri, Samarinda. Mereka akan tampil sesudah grup GIGI. "Sebelum memulai show, So7 akan mengheningkan cipta bersama para penonton untuk mendoakan para korban gempa bumi itu, baik yang tewas maupun yang selamat," terang Anton. "Kami juga akan menyediakan kotak-kotak sumbangan supaya para penonton bisa ikut menyumbang para korban selamat," tambahnya.
Tur Kalimantan akan diakhiri oleh So7 di Balikpapan (Kaltim) pada 31 Mei nanti. "Kami akan pulang ke Yogyakarta 1 Juni. Setelah itu, 2 Juni, kami akan berkunjung ke tempat pengungsian di Desa Pundong, Bantul, yang mengalami kerusakan paling parah. Kami akan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari, seperti beras, mi instan, dan air mineral," terangnya lagi.
Jakarta, Keinginan Sheila on 7 untuk segera melihat kondisi tanah kelahiran mereka pasca gempa, Sabtu (27/5/2006) terhadang jadwal konser.
Band beranggotakan Adam, Brian, Duta dan Eross ini rencananya baru akan mudik pada Jumat (2/6/2006), 6 hari setelah gempa terjadi.
Sheila on 7 saat ini tengah dalam rangkaian konser di Kalimantan. Senin (29/5/2006), band yang terkenal dengan lagu ‘Sephia’ ini akan manggung di Samarinda. Rangkaian konser akan berakhir Rabu (31/5/2006) di Balikpapan.
"Begitu tour di Kalimantan selesai, bila tidak ada aral melintang antara tanggal 2-3 Juni 2006 Sheila on 7 akan melakukan kegiatan bakti sosial di lokasi gempa bumi di wilayah Bantul," demikian seperti detikhot lansir dari situs resmi Sheila on 7, Senin (29/5/2006).
Sheila on 7 rencananya akan bergerak menuju barak pengungsian Bantul usai salat Jumat. Selain memberikan bantuan materi, band yang baru ditinggal Sakti ini juga akan menghibur korban bencana dengan lagu-lagu mereka.
Kepada para penggemar yang biasa disebut SheilaGank, Sheila on 7 mengimbau agar mau ikut memberi pertolongan kepada korban gempa. "Kami ingin mengajak SheilaGank berpartisipasi dalam meringankan beban para korban. Bantuan berupa apapun mulai dari mie, beras, air mineral, selimut, sarung, pakaian, obat-obatan sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana
Bencana alam yang melanda daerah Jogja dan sekitarnya sangat mengagetkan masyarakat, terkhusus personil Sheila On 7. Band asli Jogja itu tengah berada di Kalimantan saat bencana datang. Kepanikanpun melanda mereka, pasalnya keluarga tercinta bermukim disaNA.
“Alhandullilah semuanya baik. Selamat, tapi kondisinya masih shock masih waspada,” cerita Adam, basis So7 ketika dihubungi KG. Istrinya Arimbi dan putra tercinta berada di Jogja saat bencana datang. Rumah yang mereka diami pun retak ringan. Meski begitu, Adam nggak kepikiran untuk mengungsikan keluarganya. “Ya, belum sih, pikirnya di rumah aja,” tutur Adam. Beruntung, keluarga personil So7 lain pun sElamat.
So7 juga tidak lantas bisa pulang menemui keluarganya. Pekerjaan mereka menuntut Duta, Eross, Adam dan Bryan bertahan di Kalimantan menyelesaikan rangkaian tournya. “Pengen sih pulang. Tapi gimana, namanya juga tugas,” sesal Adam. Namun, S07 sudah punya ancang-ancang sekembalinya ke Jogja, mereka bakal menyambangi korban bencana meMberikan penghiburan.
“Kita udah survey tempat, kita mau datangin saudara-saudara kita di Jogja. Sebagai musisi, paling kita bisa sedikit menghibur. Kita juga bikin bakti sosial, posko,” terang Adam. Acara tersebut bakal berlangsung tanggal 2 Juni mendatang. Sementara beberapa hari kemudian, S07 bakal merilis album barunya ‘Akhir Lembar I’. Meski berat, hidup harus terus berlAnjut.
Dengan ini seluruh keluarga besar KG menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas bencana alam di Jogja dan Jawa Tengah yang telaH menelan ribuan korban jiwa.
May 28, 2006
Sedang Manggung di Samarinda
Bencana gempa yang terjadi di Jogja kemarin sempat membuat panik bassist grup band Sheila On 7, Adam. Sebab, dia meninggalkan istri dan buah hatinya di Kaliurang, Jogja. Sementara itu, Adam bersama grupnya sedang menjalani tur luar kota sejak dua minggu lalu.
Untung, anggota keluarga Adam tidak ada yang menjadi korban. "Alhamdulillah, saya sudah tahu kondisi semua keluarga di Jogja. Mereka baik-baik saja. Anak saya dan istri saya juga baik-baik saja," ungkap Adam, dari Samarinda ketika dihubungi Jawa Pos kemarin.
Adam mengaku, bencana tersebut sempat menyebabkan dirinya tidak tenang dan konsentrasinya terganggu. Padahal, tur luar kotanya baru selesai satu minggu mendatang. "Tidak ada gempa saja pengin pulang terus, apalagi ada bencana begini," paparnya.
Gara-gara bencana itu, istri Adam masih trauma. "Saya jadi kepikiran nih," lanjutnya. "Istri saya sekarang takut tidur di dalam rumah. Saya lagi membujuknya agar tetap tidur di rumah. Yang penting, ada yang jaga. Jadi, bisa waspada kalau terjadi lagi," saran Adam kepada istrinya.
Meski demikian, dia bisa merasakan kekhawatiran istrinya itu. Sebab, kondisi rumahnya sudah tidak mulus lagi. "Tembok rumah retak-retak. Tapi, itu nggak penting. Yang penting mereka baik-baik saja," tegasnya.
Adam kemarin juga menghubungi kerabatnya yang lain. Termasuk keluarga Duta dan Eross (personel Sheila On 7 lainnya). "Keluarga mereka juga baik-baik saja. Keluarga kru yang ikut tur ini juga, alhamdulillah, baik-baik saja," ujarnya.
Di luar semua itu, Adam merasa harus tetap profesioNAl sebagai musisi. Dia dan personEl lainnya mengaku akan tetap berMAin musik dan menjalani tur seperti jadwal meski Hati dalam kondisi resah. (gen)
May 21, 2006
Jakarta, Setelah beberapa waktu lalu GIGI dan Sheila on 7 mengguncang kota Banjarmasin, kini dua band kenamaan Indonesia itu akan kembali berduet dalam satu panggung. Kota Samarinda dan Balikpapan menjadi target akhir bulan mendatang.
Rabu (17/5/2006) lalu GIGI dan Sheila on 7 yang sama-sama sibuk merilis album barunya mengadakan konser dalam satu panggung di kota Banjarmasin, Kalimantan. Dulu So7 pernah menjadi band pembuka GIGI, tapi kini sebaliknya.
Pada konser itu GIGI dipercaya untuk membuka acara. Sekitar 19 ribu penonton pun memadati stadiun 17 Mei Banjarmasin. Secara keseluruhan konser berjalan lancar, konser ini pun meninggalkan kesan indah di hati para personel GIGI dan So7.
"Gimana nggak bangga, orang mainnya bareng idola. Justru saya sangat enjoy," ungkap Eross pemetik gitar So7 kepada detikhot, Sabtu (20/5/2006).
Hal senada juga diungkapkan gitaris GIGI, Dewa Budjana. "Dulu pertama kali So7 rilis album kita pernah satu panggung. Sekarang bisa mengulangi kenangan itu ya senang. Saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi deh," tandas Budjana.
Sebenarnya tak ada yang dibilang terlalu istimewa dalam konser tersebut. Secara khusus mereka juga tidak melakukan persiapan untuk tampil berkolaborasi. Namun single andalan So7 ‘Dan’ juga hits milik GIGI ‘Janji’ sempat dibawakan secara medley oleh dua band besar itu.
Untuk mengulang sukses konser satu panggung ini rencananya So7 dan GIGI akan kembali bertemu dalam dua konser lagi. Yaitu pada tanggal 29 Mei mendatang di lapangan parkir GOR Segiri Samarinda dan tanggal 31 Mei di lapangan parkir GOR Sempaja Balikpapan.
"Secara keseluruhan pangsa pasar GIGI dengan So7 memang berbeda. Tapi nyatanya kami bisa main bareng tanpa ada kendala, justru sangat bagus," ujar Budjana menutup pembicaraan
Tiket Konser SO7 dan GIGI Sudah Bisa Dipesan
SAMARINDA - Ingin berduet dengan vokalis Sheila on 7, Duta, dalam sebuah konser? Tentu bukan sesuatu yang mustahil. Anda tinggal mendaftarkan diri lewat program Play Your Voice with SO7 yang digelar di radio-radio setempat dan yang lulus seleksi akan bisa tampil bersama personel SO7 saat konser di Samarinda tanggal 29 Mei dan di Balikpapan tanggal 31 Mei. Kegiatan ini adalah salah satu bagian event LA Lights Confessions on the Stage di 7 kota di Kalimantan.
District Manager PT Djarum wilayah Kaltim, Stainley Edmond Leonard W mengungkapkan, untuk Samarinda audisi Play Your Voice with SO7 akan dilaksanakan di Radio Paras dan Radio Mahakam sedangkan di Balikpapan dilaksanakan di Radio SBI. Pendaftaran dan seleksi sudah dilaksanakan mulai Kamis (18/5) lalu.
"Audisi ini akan mencari 60 peserta untuk kemudian diadukan lagi hingga menjadi 18 orang dan kemudian menjadi 6 sampai terpilih satu orang yang terbaik. Finalnya akan dilaksanakan tanggal 28 Mei. Yang menjadi juara akan mendapat hadiah satu unit Ipod dan bisa berduet dengan Duta SO7. Sementara 5 peserta lainnya yang lolos akan mendapat hadiah walkman dan menjadi special fans SO7 ," paparnya.
Bagi yang berminat mengikuti audisi ini katanya, bisa segera mendaftarkan diri di tiga radio yang sudah ditunjuk. Para calon peserta akan diminta mengisi formulir dan membayar biaya pendaftaran Rp20 ribu.
Sebelumnya diberitakan, LA Lights menggelar konser bertema "Confessions on the Stage" yang menghadirkan dua grup band papan atas, yaitu Sheila On 7 dan GIGI. Konser kali ini akan digelar di lapangan parkir GOR Segiri Samarinda tanggal 29 Mei dan Stadion Sudirman Balikpapan tanggal 31 Mei.
Tiket konser spektakuler ini sudah bisa dipesan di beberapa ticket box yang ada di Samarinda dan Balikpapan. Tiket bisa dipesan di Kaltim Post Biro Samarinda, Radio Paras, Radio Mahakam , Radio Dino, kantin Fakultas Ekonomi Unmul, Radio SBK Tenggarong, Radio Satya Dharma Tenggarong. Sedangkan di Balikpapan bisa didapatkan di Radio SBI, Guffy Cassette, Miki Kaset, Matahari Dept Store, Radio Swara Media FM, Rockin City Bistro, Warung Komunitas Bandar, LP3I, dan Q-Ko Tsirt Bistro. (adv)
May 18, 2006
SEMENTARA itu dari Sheila on 7 juga menyimpan banyak cerita di balik album baru mereka. Saat dijumpai usai Jumpa Pers di Cafe Oh Lala Plaza Metro City, Duta cs juga berbagi cerita album terbarunya yang bertitel 507–akan dirilis 5 Juni mendatang.
Dalam wawancaranya band yang digawangi Eros, Duta, Brian dan Adam ber mengatakan karena materi lagunya lengkap, prosesi perampungan album baru inipun cukup singkat.
"Kalau album terbaru kami 507 memang tak memerlukan waktu lama. Mulai penggarapan hingga ke tahap mengumpulkan tembang hanya memerlukan waktu beberapa bulan," papar Duta.
"Awal 2006 lalu kami sudah memulai proses rekaman dengan memilih tempat rekaman di Jogjakarta sehingga lebih dekat keluarga. Selanjutnya kami akan launching album 5 Juni mendatang," timpal Adam, personel lainnya.
Mengenai makNA dari album 507 kata Eros, berarti album kelima Sheila on 7. Di album ini terdapat sepuluh tembang apik yang cukup apik dan easy listening (enak di dengar,red) di kuping fansnya.
"Kami berharap album baru kami bisa diterima masyarakat karena musikalitasnya lebih simpel dari album sebelumnya yakni Pejantan Tangguh. Selain itu dalam penggarapannya ada sesuatu yang beda, beli saja nanti kasetnya dan buktikan. Bagi pendatang baru hati-hati," warning Eross.
Dalam wawancara eksklusif tersebut, band ini juga mengikutsertakan personel baru yakni Brian Kresno Putro–yang telah didaulat sebagai drummer tetap Sheila On 7–. "Ditunjuknya Brian ini diharapkan dapat memberikan warna-warna lebih cerah demi kesegaran musikalitas Sheila On 7 di album baru ini," jelas pacar Leony ini sambil tersenyum.
May 13, 2006
PENGEN nyanyi bareng So7? Kini tak perlu mimpi lagi. Pasalnya, kesempatan tersebut terbuka lebar dalam pra conditioning tour LA Lights Confession On The Stage, 12 hingga 16 Mei mendatang. Di gelaran ini akan mencari penyanyi pendamping So7 dan exclusive fans konser yang dihelat di stadion 17 Mei.
"Kegiatan tersebut diharapkan menjadi daya tarik dan perluasan promosi konser. Disamping itu sebagai hiburan tersendiri bagi fans yang memiliki skill di bidang vokal," kata Husein Albana, dari Megapro Communication.
Pelaksanaan audisi dilakukan dalam even bertajuk lomba karoke (menyanyi dengan minus one). Menurut Edi, dilakukan melalui tahap penyeleksian, road to 18, road to 6 lalu menuju final.
"Syaratnya cukup simpel yakni memiliki personality sesuai dengan brand (smart, young, good looks and Dynamic). Lalu kemampuan menyanyi yang mencukupi, kriteria usia 18 hingga 25 tahun," tambahnya.
Menariknya lagi, pada akhir lomba bagi peserta yang terpilih akan diberikan hadiah dari sponsor serta menyanyi bersama So7 pada acara konser, duet dengan duta. Tak ketinggalan mereka akan menjadi exclusive fans.
Setiap peserta akan diberikan kesempatan untuk menyanyikan 2 lagu So7 dimana 1 lagu wajibnya So7 yakni JAP (jadikan aku pacarmu) dan lagu pilihan Dan, Kita, sephia, Sahabat Sejati serta Melompat lebih tinggi.
Tahap pertama dimulai 12 Mei menuju 18 kontestan terpilih di Plaza Metro City. Penjurian untuk penentuan kandidat finalis dilakukan juri lokal dan instruktur musik.
Selanjutnya tahap dua yakni road to 6 final yakni penyeleksian dari seluruh peserta lomba menuju 6 kontestan terpilih. Proses penyeleksian kegiatan ini dilakukan dengan program airing di radio.
Terakhir babak final memilih penyanyi pendamping tunggal dari 6 kandidat finalis dimana setiap peserta akan diberikan kesempatan untuk menyayikan 2 lagu So7. Penjurian akan dilakukan langsung player So7. Karena itu tak ada salahnya mengikuti atau sekedar nonton gelaran ini. Siapa tahu bisa sepanggung dengan Duta cs, buruan!
May 6, 2006
Jakarta, Untuk merayakan ulang tahunnya kali ini, So7 harus terbang jauh-jauh ke Bali. Di Pulau Dewata itu, Duta cs akan menggelar konser sekaligus merayakan ulang tahun ke-10 band mereka.
"Kami lega saja setelah sekian lama, kendati kehilangan Sakti kini ada Brian. Di ulang tahun ini semoga semua bisa berjalan seperti saat kami baru dibentuk. Dengan semangat baru lagi," ungkap Eross kepada detikhot dalam acara syukuran di kediaman Eross di Yogyakarta, Sabtu (6/5/2006).
Pagi harinya Duta dan kawan-kawan masih sempat merayakan perayaan kecil, tapi hari itu juga mereka siap berangkat ke Bali. Di kota Denpasar, mereka akan merayakan pesta kecil sekaligus memenuhi konser yang akan berlangsung esok hari (7/5) di Pantai Kuta.
"Kami ada undangan konser biasa di Pantai Kuta. Tapi yang spesial mungkin setelah manggung, mungkin akan ada pesta kecil untuk kami dan kru yang selama ini mendampingi So7 kemana-mana. Yah merekalah keluarga terdekat, kami ingin berbagi kebahagiaan bersama," tutur Eross.
Bertepatan dengan ulang tahunnya inipun dengan bahagia So7 memperkenalkan Brian sebagai drumer baru. Brian menggantikan Anton yang keluar 2 tahun lalu. Ini pertama kalinya So7 berulangtahun dengan Brian namun tanpa Sakti lagi. Sedih memang, namun So7 harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.
So7 pun memperkenalkan album dan hits baru yang akan segera dirilis pada awal bulan Juni mendatang. Album yang bertajuk ‘507′ ini menjadi kumpulan lagu terbaru So7 yang berjalan tanpa ada Sakti. Pada konsep album Sakti masih terlibat namun penggarapannya Sakti tak turut campur. ‘Cahaya Terang’ mungkin menjadi lagu terakhir Sakti untuk So7 yang juga dimuat dalam album ini. Untuk membuka perkenalan dengan album ini So7 menjagokan hits ‘Mantan Kekasih’
April 28, 2006
Grup band asal kota ‘gudeg’ Jogja, Sheila On 7 bakal turut meramaikan pentas Piala Dunia 2006. Di bawah bendera Sony BMG, mereka dipercaya untuk membuat theme song ‘pesta bola’ paling akbar itu. Pada hari Selasa (18/4) lalu, bertempat di Gelora Senayan, SO7 melakukan pengambilan gambar untuk video klip theme song tersebut. Dan rencananya, klip terbaru mereka itu akan dirilis pada pertengahan bulan Mei 2006 mendatang.
April 25, 2006
Tahun ini adalah tahun yang penuh berkah bagi Brian Kresno Putra. Setelah resmi menjadi drummer Sheila On 7, Brian juga siap melepas masa lajangnya.
Kabarnya, dia akan segera menyunting kekasih yang telah 9 tahun dipacarinya. “Belum fix sih, nanti kalau udah oke dikasih tahu deh,” ujar Brian saat dihubungi KG. Setelah 9 tahun pacaran, pastilah ada keinginan untuk segera melangkah lebih lanjut. Masa mau pacaran terus? “Ya, nanti deh, pasti dikabarin,” elak Brian lagi. Sayang, Brian tak menjawab saat ditanya nama kekasihnya. “Nanti sajalah,” sahutnya.
Kabarnya, pasangan berbahagia ini bakal menikah di tanah suci, Mekah. Mengenai hal itu Brian menkonfirmasi, “Pengennya sih umroh secepatnya, cuma kalau dibilang mau sekalian nikah di sana belum pasti nih,” ucap Brian menggatung ucapannya.
Niat baik Brian itu akan dilakuan setelah S07 melepas album barunya ‘Akhir Lembar I’, akhir Mei nanti. Setelah menikah di Mekah, kemungkinan Brian akan menggelar pesta pernikahannya di Jakarta sekitar bulan Juni nanti.
Sambil menunggu hari bahagianya itu, Brian bersama persnil SO7 yang lain sibuk menyiapkan peluncuran albumnya. Sebagai anggota baru, pastinya kontribusi Brian sangat diharapkan. “Semakin besar hal yang dihadapi, berarti semakin besar juga tanggung jawab,” terang Brian bijaksana.
Apalagi sejak kepergian Sakti ke Pakistan untuk mendalami agamanya, SO7 belum bisa memastikan status gitarisnya itu. “Sebenarnya sampe sekarang kita juga belum tahu, kita belum mutusin,” ungkap Brian. Menurut anggota ‘termuda’ SO7 itu, Sakti masih termasuk keluarga Sheila.
April 20, 2006
Jakarta, Eross So7 nampaknya mantap bandnya bisa kembali merebut kejayaan di dunia musik yang pernah mereka dapat dulu. Bahkan, menjelang peluncuran album terbaru So7, Eross mengeluarkan ancaman untuk band yang paling ngetop saat ini.
"Buat band yang lagi ngetop siap-siap aja," ucap Eross serius. "Kalau dulu So7 pernah ngetop sekarang kasih kesempatan dulu, nanti direbut kembali," tambahnya lagi.
Siapa band ngetop yang dimaksud? Kekasih Leony ini tak mau menyebutkannya secara spesifik. Jika ditilik di dunia musik saat ini, nampaknya ancaman Eross tersebut ditujukan pada Peterpan, atau Radja. Dihitung dari penjualan album, band yang digawangi Ariel juga Ian Kasela ini menjadi band yang mampu menyamai rekor penjualan album So7.
Album terbaru So7 bertajuk ‘Awal Lembar Terakhir’ seharusnya rilis pada 6 Mei 2006, berbarengan dengan ulangtahun ke-10 band asal Yogyakarta itu. Namun karena berbagai permasalahan, album tersebut mundur rilisnya menjadi pertengahan Mei.
"Terlalu banyak masalah. Terus sempat tur panjang dari 2005 dan sampai sekarang turnya belum selesai," ujar Eross, ditemui belum lama ini di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Cowok yang rumahnya dijadikan studio rekaman So7 itu juga menampik kabar soal So7 mandek berkarya karena ditinggal kawin para personelnya. Seperti diketahui, dari empat personil So7, dua orang, Adam dan Duta, sudah melepas masa lajangangnya. Eross sendiri kini juga tengah hangat-hangatnya menjalin kisah asmara dengan Leony.
Sama dengan Eross, Duta yang kini sudah memiliki momongan juga membantah kalau karena menikah atau personilnya pacaran, So7 mandek berkarir di musik. "Kawin nggak ngaruh, karena yang bikin lagu setengahnya itu Erros," tuturnya.
"Walau sekarang dia sudah pacaran itu juga bukan sesuatu yang berpengaruh," lanjutnya lagi.
April 19, 2006
Kapanlagi.com - Band asal kota gudeg, Yogyakarta, Sheilla On 7 (SO 7) mendapat kehormatan untuk ikut meramaikan pentas Piala Dunia Jerman 2006. Lewat label yang menaunginya, Sony BMG, mereka ditawari untuk membuat theme song. Dan tentu saja mereka langsung ‘menangkap’ kesempatan emas itu.
Dan bertempat di Gelora Senayan, SO 7 melakukan pengambilan gambar untuk video klip tersebut. Syuting itu sendiri baru selesai pukul 01.30 Selasa (18/4). Pasalnya, temanya bola, tentunya lapangan bola dan pernak-perniknya menjadi background video klip mereka kali ini. Hanya saja, tidak semua personil SO 7, penggemar berat bola. Mungkin hanya Brian, drummer baru mereka dan Duta, si vokalis.
"Rencananya kami akan rilis pertengahan Mei ini," kata Adam. "Kalau dilihat kita punya materi yang lebih kuat. Dan berbeda dengan yang lalu. Perbedaannya pada lagu. Lagu-lagunya jauh lebih bagus," lanjut Adam dengan logat jawaanya yang kental.
"Kami sudah 10 tahun berkumpul dan bergulat di bidang ini. Kami telah meraskan enak dan tidak enak di dunia entertain. Dan kami juga sudah mengalami bagaimana rasanya di atas dan bagaimana rasanya di bawah. Album kami mau jadi apa, kami sudah mengalaminya di dua tempat tersebut. Kalau mengikuti feeling aku yakin album baru ini akan membuat kami ke atas lagi," kata Eross.
Menurut Eross, sekarang ini terdapat beberapa perubahan di dalam tubuh SO7. Pasca hengkangnya Anton dan juga Sakti, hubungan di SO 7 lebih condong pada professional kerja. "Teman tetap teman, kerja tetap kerja dan main tetap main tapi professional kerja dikedepankan dan ini mulai jalan. Semoga ini menjadikan kami yang tinggal berempat lebih solid lagi," ujar pacar Leony yang mengatakan cabutnya Sakti dari SO 7 sudah tidak bisa dicegah lagi.
"Ada perubahan visi didiri Sakti dan itu hak dia sepenuhnya. Selama ini kami sudah mencoba berdialog dengan Sakti tapi tidak ada solusi yang tepat bagi kedua belah pihak, " ungkap Adam.
Menurut Adam, ketidakaktifan Sakti sudah terjadi sejak album kelima. Lebih lanjut Adam mengungkapkan kalau Sakti punya tujuan hidup lain. Sakti sekarang lebih suka memperdalam agama. Dan ikut Jamaah Tabligh. "Akhir Maret ketemu, dan dia pamit akan ke luar negeri, ke Pakistan belajar agama," jelas Adam.
Kapanlagi.com - Sejak ditinggal pergi gitarisnya, Sakti, grup band Sheila On 7 masih belum berminat untuk mencari personel pengganti. Menurut grup band asal Jogjakarta ini, untuk posisi Sakti, masih ada Eross untuk mengisi posisinya sementara waktu.
"Untuk sementara, kita hanya menyerahkannya kepada Eross. Kalau untuk manggung live, tentu kita akan pakai additional player," kata Adam ketika ditemui di lapangan sepak bola Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (17/4) malam kemarin.
Sementara, ketika disinggung mengenai kepergian Sakti, yang beralasan ingin belajar agama di Pakistan, Eross menanggapinya dengan dingin.
"Itu kan kemauan dia. Kita menghormati saja. Biar bagaimana pun dia juga teman kita dan akan selalu menjadi teman kita. Kita kan sudah 10 tahun bareng-bareng," kata kekasih Leony ini.
Hingga saat ini, Eross masih merasa kehilangan dengan kepergian Sakti. Apalagi gitar-gitar sahabatnya itu masih tertinggal di rumahnya, yang juga menjadi ‘markas’ SO7.
Setiap melihat gitar-gitar tersebut, cowok yang piawai mencipta lagu ini terkenang kembali akan saat kebersamaannya dengan Sakti.
April 7, 2006

Gemuruh Piala Dunia sudah dekat banget nih. Buat bikin tambah meriah lagi, biasanya FIFA bakalan bekerjasama dengan para artis dunia buat bikin Theme Song untuk ajang akbar ini. Trus, jadi deh sebuah album bertajuk Voices From the FIFA World Cup. Dan ternyata, Sheila on 7 masuk dalam daftar pengisi album Theme Song tersebut.
Kayaknya sih, lagunya itu bakalan keren, soalnya tawaran bergengsi dari Sony-BMG Music ini sampai membuat Sheila on 7 musti berhenti sejenak dari proses pembuatan album baru mereka. So7 akan memberi judul Sang Pemenang yang memang sesuai dengan semangat sportifitas dari sepakbola itu sendiri.
Tapi sepertinya Sang Pemenang hanya akan beredar di Indonesia dan Malaysia barengan dengan lagu-lagunya Mariah Carey, Westlife, Oasis dan Celine Dion.
April 6, 2006
Jakarta, Untuk memeriahkan penyelenggaraan Piala Dunia 2006, sebuah album bertajuk ‘Voices From the FIFA World Cup’ diproduksi. Sheila on 7 (So7) terpilih sebagai pengisi album.
Di tengah-tengah proses penggarapan album terbarunya, So7 mendapat tawaran dari Sony-BMG Music untuk mengisi album yang bakal rilis Mei mendatang.
Grup asal Yogyakarta ini pun menghentikan kegiatan mereka sejenak untuk membuat lagu khusus untuk kompetisi olahraga bergengsi di dunia itu.
Lagu yang berhasil diciptakan diberi judul ‘Sang Pemenang’. Lagunya akan bercerita tentang spirit kemenangan dan dibawakan dalam tempo medium. Dengan melodi-melodi khas Sheila on 7 yang dipadukan efek gemuruh sorak-sorai penonton, lagu ini dirancang khusus untuk memperkental suasana Piala Dunia 2006.
Selain So7, dalam album tersebut juga akan ada Mariah Carey, Westlife, Oasis dan Celine Dion. Sayangnya, album ‘Voices From the FIFA World Cup’ yang menampilkan So7 hanya akan beredar di Indonesia dan Malaysia.
March 29, 2006
KABAR CABUTNYA Sakti sebagai gitaris Sheila on 7, ternyata bukan hisapan jempol semata. Kalau selama ini manajemen band asal Jogjakarta itu seperti bungkam, lewat sumber yang dekat dengan mereka –sebut saja Bima– kabarnya itu mendapat pembenaran. "Betul, Sakti memang mundur dari line-up Sheila on 7," katanya saat ngobrol dengan
TEMBANG.com, beberapa waktu lalu.
Menurut cowok yang dekat secara pribadi dengan personil S07 ini, Sakti belakangan memang lebih memilih mendalami agama. "Dia banyak bicara soal sufi akhir-akhir ini," tambahnya.
Sakti sendiri sampai berita ini diturunkan, tidak berhasil dihubungi. Ponselnya yang coba dikontak tidak nyambung-nyambung. Kabarnya, setelah memutuskan cabut, cowok bernama lengkap Saktia Ari Seno yang memelihara jenggot ini akan pergi ke Pakistan untuk lebih dalam belajar agama. "Kabarnya memang positif mau ke Pakistan," terang Bima yang wanti-wanti jangan menulis lengkap namanya.
Album terbaru Sheila on 7 yan diberi titel "507" [rilis Mei 2006 mendatang], kabarnya akan menjadi farewell untuk Sakti. "Album ini bisa disebut kiprah terakhir Sakti di band tersebut," tambahnya. Jadi, launching albumnya nanti, sekaligus jadi pesta perpisahan. Wah…[joko/foto: istimewa]
March 21, 2006
“Saya tak yakin mereka mempraktekkan hal itu. Saya kenal benar dengan mereka. Sebenarnya kalau mau cari sensasi kenapa nggak Eross-nya saja yang keluar, sensasinya ‘kan jauh lebih dahsyat…"

sakti, gitaris Sheila on 7, tengah jadi sorotan media. Ia dikabarkan bakal hengkang dari band yang bermarkas di Yogyakarta itu. Kabarnya, Sakti pergi lantaran ia kepengin mendalami ilmu agama Islam. Tak tanggung-tanggung, cowok yang berambut panjang ini bakal menimba ilmu agama ke Pakistan.
Asal tahu saja, beberapa tahun belakangan Sakti memang menekuni dunia religi. Konon, keseriusan Sakti lantaran ia pernah punya pengalaman spiritual. Kalau mau lihat bukti konkret betapa religiusnya Sakti —walau sebenarnya ini bukan indikator utama religiusnya seseorang atau tidak— bisa dilihat dari cara berpakaiannya. Cowok yang punya nama lengkap Saktia Aria Seno ini kerap mengenakan kopiah, baju koko, dan celana panjang yang memperlihatkan mata kaki. Pakaian model ini biasanya digunakan aktivis gerakan Islam tertentu. Tak jarang lho, atribut pakaian ini digunakan saat ia manggung bersama bandnya.
Tapi benarkah Sakti bakal hengkang? Para personel Sheila on 7 tak ada yang mau menjawab kebenaran kabar itu. Bahkan Anton, sang manajer pun enggan bicara banyak. Ia juga belum mau buka mulut soal itu. “No comment saja deh. Nanti semua masalah itu bakal dijelaskan saat rilis album terbaru Sheila on 7,” ujar Anton. Sedikit bocoran, album baru Sheila on 7 bakal dirilis pada 6 Mei nanti.
Lantaran jawaban baru diberikan saat rilis itu, banyak yang mengira itu cuma sekadar gosip menjelang peluncuran album baru yang diberi tajuk 5O7 ini. Bukan mustahil gosip ini memang sengaja diembuskan sebagai bagian dari promosi terselubung album baru mereka. Ada juga yang menganggap gosip itu muncul buat mendongkrak kembali popularitas Sheila on 7. Lewat gosip ini pastinya mereka dapat ekspos media dan jadi perhatian publik. Bukan apa-apa dibanding 4 atau 5 tahun lalu, popularitas Sheila on 7 mengalami penurunan tajam. Gaung Sheila on 7 kini kalah dengan band-band baru.
Mendongkrak popularitas atau berpromosi lewat gosip —tentu saja yang sengaja didesain— sebenarnya bukan hal baru di dunia musik. Dulu pernah kencang kabar Fatur menjalin hubungan kekasih dengan Nadila. Entah, dari mana muasalnya, keduanya lalu dikabarkan menjalin hubungan asmara. Padahal sampai kini tak pernah terbukti keduanya menjalin hubungan asmara. “Saya malah menganggap Fatur sebagai kakak,” ujar Nadila suatu kali. Atau masih ingat ketika media ramai membicarakan kabar Ian Kasela, vokalis Radja, menjalin hubungan kasih dengan penyanyi dangdut Uut Permatasari? Sebenarnya kabar ini cuma isapan jempol. Ian —walau kala itu belum banyak yang tahu— sebenarnya sudah punya istri. Fakta ini cuma kabar burung, diperkuat dengan pernyataan keduanya, mereka cuma berteman saja.
Konon, dua rumor yang terakhir punya agenda tersembunyi. Ya, apa lagi kalau bukan menaikkan popularitas atau sekadar berpromosi. Banyak yang menganggap rumor Nadilla dan Fatur dimunculkan sebagai bagian dari strategi promosi album. Kebetulan keduanya punya album duet. Bagaimana dengan gosip pacaran Ian Kasela dengan Radja? Gosip itu dimunculkan buat menggenjot popularitas Radja. Maklum, kala itu mereka tengah berjuang keras merengkuh sukses. Makin sering tampil di media, pastinya bakal berdampak pada popularitas mereka.
Menurut Bens Leo, strategi berpromosi lewat gosip ini memang nyata terjadi di dunia musik. “Iya. Saya mendengar ada beberapa artis yang melakukan cara itu. Sepengamatan saya,itu baru belakangan ini saja terjadi. Dulu di zamannya Achmad Albar supaya terkenal, ya, harus lewat lagu, bukannya lewat gosip. Kenapa sekarang hal itu terjadi? Mungkin karena teknologi sekarang sudah canggih. Sekarang ‘kan infotainment sudah banyak,” tandas Bens.
Menurut Bens cara berpromosi lewat gosip ini sebenarnya lazim digunakan para artis yang tengah merintis karier atau mendongkrak popularitasnya. Makanya, ia tak percaya bila band besar seperti Sheila on 7 bakal menempuh promosi sepertiitu. “Saya tak yakin mereka mempraktekkan hal itu. Saya kenal benar dengan mereka. Sebenarnya kalau mau cari sensasi kenapa nggak Eross-nya saja yang keluar, sensasinya ‘kan jauh lebih dahsyat. Dia ‘kan motornya Sheila dan personel paling ngetop. Namun kalau benar mereka melakukan cara seperti itu, menurut saya sih itu bodoh,” papar Bens lagi.
Lanjut Bens, sah-sah saja seorang artis berpromosi lewat gosip. Namun hati-hati, gosip itu ibarat bumerang. Bukan tak mungkin ia malah balik menyerang si artis. “Apalagi kalau gosipnya negatif. Bukannya malah menguntungkan, imej si artis malah bisa rusak,” tuturnya. Makanya, menurut pemimpin redaksi majalah Newsmusik (almarhum) ini, lebih baik berpromosi dengan cara yang positif. “Caranya, ya, dengan bikin lagu bagus. Karena pada dasarnya bila berpromosi dilakukan dengan cara apa pun tapi lagunya tak bagus dan disukai orang, ya percuma saja,” pungkasnya.
March 11, 2006
YOGYA (KR) - Gitar produk lokal sesungguhnya tidak kalah dengan gitar bikinan luar. Ini dibukti-kan Jack Hammer, gitaris grup musik Reload, ketika tampil dalam ‘Demo Clinic and Launching Product SP Guitars’, Kamis (9/3) sore di Java Cafe, Yogya.
Jack yang memainkan tiga gitar standard series yang diproduksi di Yogya yaitu Odyssey Series, Hybrid Series dan Evo Series, secara rinci menjelaskan kelebihan gitar produksi SP Guitars. “Powernya lebih terasa,” kata Jack yang memainkan gitar dengan iringan minus one. Gitar ini, lanjut Jack, bisa untuk bermain lembut, tapi enak juga untuk rock, karena memang mewakili berbagai tipe. Acara itu mendapat respons luar biasa dari musisi Yogya. Mereka berkesempatan mencoba memainkan gitar yang dipamerkan. Bahkan, Aris, General Manajer SP Guitars merasa surprise dengan sambutan musisi Yogya terhadap acara ini. Diharapkan, produk ini bisa ikut meramaikan blantika musik di Indonesia. Harapan serupa juga dikemukakan Jack Hammer, musisi hendaknya bisa berkarya lewat gitar bikinan dalam negeri.
Acara yang dipandu MC Gepeng Kesana Kesini dibuka penampilan Klussium Band dilanjutkan demo dan klinik gitar oleh Jack Hammer. Setelah break, malamnya diteruskan penampilan The Old Stars, dilanjutkan duet gitar Uki (Sisi Lain) dan Tama (Bre). Menyusul Tomo, gitaris Newdays yang tampil bersama Uki, Toni (drummer Bre), Opick (bassis Sakey). Eross ‘SO7’ tampil dengan formasi sama, kecuali drumnya dimainkan Brian (drummer Sheila on 7). Dalam kesempatan tersebut, Eross dan Tomo demo gitar costum masing-masing memainkan satu komposisi. Di acara itu Eross unjuk kemampuan bersama Adam, Duta dan Brian membawakan ‘Sahabat Sejati’ Sheila on 7. Diteruskan penampilan empat gitaris yaitu Eross, Tama, Uki dan Tomo membawakan lagu milik The Beatles, ‘Come Together’. Acara diakhiri penampilan Captain Jack.
March 9, 2006
Sheila on 7 dijadwalkan menggelar konser amal berjudul ‘Konser Musik dan Festival Budaya Indonesia, The 6th Anniver-sary of Indonesian Migrant Wor-kers Union’, di Sunbeam Theatre, Nort Point, Hongkong. Konser ini diselenggarakan atas kerja sama Sheila Management dan ‘Indonesian Migrant Workers Union’ (IM-WU).
Ketika KR berkunjung ke Hongkong, diperoleh informasi bahwa imigran Indonesia di bagian RRC yang menganut dua sistem itu lebih 97.000 oraang. Banyak diantara mereka yang sukses sebagai pebisnis, tapi sebagian besar terdiri TKW. Gedung Sunbeam Theatre yang digunakan untuk konser Sheila on 7 tergolong megah dengan fasilitas yang canggih, dan sering menjadi tempat show para artis papan atas di Hongkong.
Konser amal di Hongkong dilaksanakan 2 kali, siang dan sore hari, kata Anton Kurniawan, manajer So7 yang menambahkan, pentas amal untuk penggalangan dana yang nantinya akan digunakan untuk membantu rehabilitasi para buruh migran Indonesia yang tertimpa masalah di Hongkong. Selain itu memberi hiburan serta pendidikan penyadaran tentang hak-hak buruh kepada buruh migran anggota dan non anggota IMWU melalui musik dan pagelaran budaya Indonesia. Konser ini diharapkan bisa mengakomodir para buruh migran di Indonesia yang ingin menonton.
Menurut Anton, tiket akan dijual untuk umum, terutama kepada buruh migran yang saat ini sedang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hongkong dengan harga 100 dan 150 Dolar Hongkong. So7 akan membawakan tembang-tembang hit’s mereka. Acara ini didukung Asian Migrant Centre (AMC), Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia Hongkong (KOTKIHO), Institute Global Justice, Migrant Forum in Asia, dan disponsori Garuda Indonesia Airline.
Dengan pentas amal di Hongkong, rumor yang beredar di infotainment bahwa Sakti gitaris Sheila on 7 (So7) menyatakan keluar dari grup ini dan ingin mendalami ilmu agama, tertepis.
Personel So7 terdiri Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bass), dan Brian (additional drummer) dijadwalkan “Hengkangnya Sakti hanya gosip. Sejauh ini Sakti masih bersama So7 dan sedang merampungkan take gitar di album rekaman So7 mendatang. “Para personel kami tengah menyelesaikan rekaman untuk album kelima yang bertitel 507, yang kami rencanakan akan dirilis awal Mei tahun ini dan masih di bawah label Sony BMG Entertainment Indonesia. Saat ini penggarapan sudah mencapai 50 persen,” terang Anton, yang ditemui Sabtu (4/3). (W.Poer)-o.
December 15, 2005
Jakarta, Grup musik asal Yogyakarta yang satu ini sepertinya senang sekali dengan angka. Angka 7 dipilih sebagai bagian nama band mereka, Sheila on 7. Lalu album ketiga mereka yang dirilis Maret 2002, diberi judul 07 Desember.
Tahun depan, band berpersonelkan Adam, Duta, Eross dan Sakti akan kembali meluncurkan album. Dan judul untuk album tersebut telah ditetapkan. 507.
“507 (LIMA KOSONG TUJUH)… SHEILA ON 7 5TH ALBUM,” demikian pengumuman di situs resmi Sheila on 7 yang dimuat pada 13 Desember lalu.
Album tersebut dijadwalkan rilis pada 6 Mei 2006, bertepatan dengan sepuluh tahun Sheila on 7 terbentuk.
Proses penggarapannya sendiri berlangsung sejak Jumat (9/12) pekan lalu. Untuk rekaman, band yang pernah mendapat anugerah platinum ini berencana melakukannya di studio pribadi milik Eross yang baru selesai dibangun.
(ine)
November 30, 2005
Jakarta, Grup musik asal Yogyakarta Sheila on 7 akan menelurkan karya terbaru mereka. Proses kreatif dijadwalkan dimulai pada Desember mendatang.
“Album kelima akan digarap mulai bulan Desember nanti. Tunggu kabar selanjutnya ya…” demikian secuplik kabar yang dimuat dalam situs resmi Sheila on 7 sejak 24 November lalu.
Proses penggarapan album direncanakan hanya berlangsung enam bulan. Usai itu para Sheila Gank, demikian penggemar Sheila on 7 biasa disapa, bisa menikmati karya tergres pujaan hati mereka.
Sheila on 7 terakhir kali meluncurkan album pada April lalu. Album yang diberi judul ‘The Very Best of - Jalan Terus’ itu berisi kumpulan lagu-lagu terbaik.
Sebelum album ‘The Very Best of - Jalan Terus’ total ada lima album yang ditelurkan band yang sekarang beranggotakan Duta, Eross, Adam dan Sakti ini. Empat album biasa yang masing-masing berjudul ‘Sheila on 7′, ‘Kisah Klasik Untuk Masa Depan’, ‘07 Des’ dan ‘Pejantan Tangguh’, plus satu album soundtrack untuk film ‘30 Hari Mencari Cinta’.
Akan seperti apa album SO7 mendatang? Tunggu saja saat dirilis pada pertengahan tahun 2006!
(ine)
September 12, 2005

Pontianak,- Personil SO7 ketika berada di Keraton Sambas. Mereka diterima keluarga keraton dan disuguhi bubur padas. Semua Cah Jogja idola anak muda ini, tampak lahap menyantap makanan khas Sambas tersebut.
July 28, 2005
Baim bukan salah satu dari para vokalis yang menyanyi untuk album Erwin Gutawa Salute to Koes Plus-Bersaudara. Tapi, untuk konser berjudul sama, yang akan digelar pada 9 Agustus 2005 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, ia ambil bagian.
“Terima kasih Duta,” kata Baim tentang keterlibatannya dalam pementasan tersebut. Duta yang dimaksud olehnya adalah vokalis grup Sheila on 7.
Jelas pemilik nama asli Ibrahim Imran ini, gara-gara sudah lebih dulu dikontrak bersama Sheila on 7 untuk manggung di tempat lain pada waktu yang sama, Duta tak bisa tampil dalam konser Salute to Koes Plus-Bersaudara. “Jadi, saya deh yang ngegantiin,” ujar mantan vokalis grup ADA Band ini.
Cerita putra M Ali Imran, mantan personel grup 1960-an The Steps ini, ia ingin sekali ambil bagian dalam pertunjukan tersebut. “Saya sampai minta-minta ke Mas Erwin untuk ikut,” ucap pemuda kelahiran Hong Kong, 31 Mei 1975 ini.
Namun, Erwin, yang dalam jumpa pers konser tersebut di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (27/7), duduk tak jauh dari Baim, menyangkal kisah Baim. “Enggak betul tuh. Yang betul, saya yang minta-minta ke Baim. Saya memang ingin menampilkan dia dalam konser ini. Suaranya oke banget,” celoteh Erwin, produser sekaligus pengarah dan penata musik untuk pementasan itu, lalu tersenyum.
Lepas dari siapa meminta-minta kepada siapa, Baim berjanji akan memberi yang terbaik dalam konser tersebut. “Saya sudah mendengarkan aransemen musik Mas Erwin untuk lagu Bunga di Tepi Jalan yang disajikan oleh Duta di album Mas Erwin. Musiknya berbau country dan saya suka itu. Saya akan membawakannya dengan gaya saya sendiri dan semaksimal mungkin,” tutur Baim, yang telah menelurkan dua album solo, Fresh (2002) dan Nafasku (2004), sesudah keluar dari ADA Band.
Penulis: Ati
Source: Kompas
June 8, 2005
AHMAD Dhani, pentolan kelompok band Dewa, bersama istrinya Maia kelihatan di tengah rombongan yang berjalan mengelilingi hutan di dalam kompleks Istana Cipanas, Jawa Barat, Senin (6/6). Mereka turut diundang dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tempat itu.
Dhani memang ditunjuk sebagai Duta Lingkungan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Maia mendampingi suaminya meski saat berjalan di hutan itu ia kelihatan kerepotan, dengan sepatu hak tingginya. Apalagi tanahnya becek karena habis tersiram hujan.
Mengenai penunjukan sebagai Duta Lingkungan ini, Dhani mengaku tidak tahu alasannya karena keputusan mengenai hal itu juga belum diterimanya. “Saya tidak tahu persis diundang sebagai apa. Saya sudah kenal Pak Rachmat Witoelar sejak lama. Yang jelas, saya diajak bukan hanya karena popularitas saya sebagai artis,” ujar Dhani.
Ia menduga undangan yang ditujukan kepadanya terkait dengan lirik dari salah satu lagunya di album Laskar Cinta berjudul “Shine On” untuk kampanye lingkungan hidup. “Lirik itu berbunyi, “Buat harmoni. Biar Bumi ini jadi lebih indah untuk anak kita”. Lirik itu akan dipakai untuk kampanye lewat kaus, logo-logo, jargon, dan mungkin propaganda lingkungan,” ujarnya tersenyum, sambil menggandeng Maia.
Ditanya kenapa mau ditunjuk sebagai Duta Lingkungan, sambil berkelakar tertawa Dhani berujar, “Habis mau jadi Duta Sheila on 7 enggak bisa-bisa sih.”
Duta yang ia sebut terakhir itu adalah nama vokalis band Sheila on 7. Ya mana bisa Dhani jadi Duta… (INU)
Source: Kompas
April 6, 2005
Jakarta, Untuk mempromosikan album terbarunya, ‘The Very Best of - Jalan Terus’, Sheila on 7 akan siaran di 28 radio di Indonesia secara serentak.
Siaran serentak via satelite tersebut akan dilakukan pada hari Jumat, 15 April 2005, pukul 14.00 WIB atau 15.00 WITA. Siaran akan berlangsung selama satu jam.
Pada siaran tersebut, para penggemar bisa mendengarkan rekaman obrolan keempat personel Sheila on 7 tentang album terbaru mereka. Para pendengar juga bisa mengetahui kegiatan sehari-hari yang dijalani Duta, Adam, Eross dan Sakti.
Hanya itu saja? Tentu tidak. Tiga single terbaru Sheila on 7, ‘Bertahan Di Sana’, ‘Sekali Lagi’ dan ‘Jalan Terus’ juga akan diperdengarkan.
Berikut daftar radio yang akan menyiarkan rekaman obrolan plus tiga lagu terbaru Sheila on 7:
1 ADITYA - PEKANBARU
2 ANDIKA - KEDIRI
3 BEST PALU - PALU
4 CASSANOVA - DENPASAR
5 DB CIREBON - CIREBON
6 DBS - BANJARMASIN
7 DLC - TEGAL
8 DUTA SWARA - PALANGKARAYA
9 EBS - SURABAYA
10 GSP JAMBI - JAMBI
11 I RADIO - JAKARTA
12 KISI BOGOR - BOGOR
13 KISS - MEDAN
14 LESITTA - BENGKULU
15 MAKOBU - MALANG
16 MEMORA - MANADO
17 NINETYNINERS - BANDUNG
18 OZ - BD LAMPUNG
19 PARAS - SAMARINDA
20 PRAMBORS - MAKASSAR
21 PRAMBORS - SEMARANG
22 SBI - BALIKPAPAN
23 SOLO RADIO - SOLO
24 SPI - PALEMBANG
25 STYLE - TASIKMALAYA
26 SUSHI - PADANG
27 SWARAGAMA - YOGYAKARTA
28 VOLARE - PONTIANAK.
Source : DetikHot
January 27, 2005
Jakarta, Gara-gara panitia yang tidak profesional, grup band Sheila On 7 pernah kapok main di pensi anak SMU. Tapi mulai akhir tahun lalu, cowok-cowok asal Yogyakarta itu malah ketagihan.
Bulan Desember 2004 lalu, grup band Sheila On 7 tampil di pensinya anak-anak Lab School. Lalu di hari Sabtu, (22/1/2005) kemarin, Duta dan teman-temannya terlihat manggung di Klassix, pensinya SMUN 6 Jakarta. Sepertinya cowok-cowok asal Yogyakarta itu sedang hobi main di pensi ya.
Menurut Eros Candra, sang gitaris sekaligus motor grup band itu, sebenarnya Sheila On 7 sudah lama ingin main di pensi. Tapi biasanya jadwal acara pensi selalu berbarengan dengan jadwal tour mereka. “Produk-produk rokok yang jadi sponsor kita itu kalau ngadain tour pasti pas liburan sekolah. Nah pensi kan juga liburan sekolah biasanya, jadi jadwal kita nggak ketemu,” terang cowok yang kerap digosipkan pacaran dengan sejumlah cewek-cewek cantik itu.
Sejak terjadinya masalah dengan drummer lama mereka yaitu Anton, Eros mengungkapkan jadwal tour grupnya jadi sedikit mundur. Untuk mengisi kekosongan waktu karena tidak ada tour itulah, Sheila On 7 bersedia main di pensi-pensi. “Main di pensi juga sekalian buat pemanasan si Brian, pengganti Anton,” ujarnya kepada detikhot di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Lagian main di pensi bayarannya lebih besar, acaranya lebih santai list lagu yang dinyanyiin juga lebih sedikit. Belum lagi cewek-cewek SMA yang cantik-cantik, bikin seger,” tambah Eros lagi.
Bicara tentang main di pensi, sebenarnya menurut cowok kelahiran 3 Juli 1979 itu, Sheila On 7 pernah punya pengalaman nggak enak dan bikin kapok waktu main di pensi sebuah sekolah beberapa tahun lalu. Saat itu menurutnya anak-anak SMA yang jadi panitia acara sama sekali belum profesional. Dia dan teman-temannya sempat harus tidur di dalam bus gara-gara masalah soundcheck yang tidak jelas jadwalnya.
“Tapi kalau anak SMA sekarang aku benar-benar salut. Mereka jauh lebih profesional. Hebat banget bisa bikin acara sebesar itu dengan umur yang masih muda,” katanya memuji.
Ketika ditanya apakah setelah Klassix, grup bandnya sudah ada jadwal manggung di pensi lagi, Eros menjawab kalau tidak ada tour pasti dia dan teman-temannya mau main di pensi. “Pokoknya main di pensi itu fun banget deh,” imbuhnya.(tis)
Source: Detikhot
January 6, 2005
BENCANA Tsunami sangat memprihatinkan dan memilukan. Tak terkecuali, Grup musik anak muda, Sheila on 7 (So7) pun cukup merasakan penderitaan warga yang terkena bencana. Dalam kondisi seperti itu, maka grup musik asal Yogya yang kini menjadi idola anak-anak remaja ikut tergugah untuk menciptakan 2 lagu baru yang dipersembahkan bagi korban bencana Tsunami di Aceh dan Sumatera Utara.
Dua lagu baru yang dipersembahkan akan masuk dalam album kompilasi dengan artis lainnya yang kini sedang dipersiapkan Sony Music.
Rencana menyumbangkan 2 lagu baru tersebut disampaikan personel So7, Eros di sela penyerahan Bantuan Warga Yogya melalui Dompet Peduli KR untuk korban Tsunami, Rabu (5/1).
Bantuan dari Masyarakat Yogya tersebut secara simbolik diserahkan So7 dan diterima Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat, Dr H Soemadi M Wonohito SH.
Menurut Eros, lagu tersebut baru saja dirampungkan. Meski demikian, ia belum mau menyebutkan judul lagu dan syairnya. Yang jelas, lagu-lagu tersebut memang diniatkan sebagai ungkapan peduli bagi korban Tsunami.
Menurut personel So7 lainnya, Adam, lagu tersebut diciptakan dengan tujuan amal.
Menurut informasi yang diterimanya, hasil dari penjualan album kompilasi ini, akan disumbangkan ke korban bencana Tsunami.
Terhadap rencana ini, manajer SO7, Anton Kurniawan menjelaskan, dari 2 lagu yang diajukan, dipilih satu lagu oleh pihak Sony. “Kita memang menyiapkan dua lagu, tinggal nanti dipilih saja,” kata Anton.
Untuk membantu korban Tsunami, lanjut Anton, SO7 juga akan ikut dalam pentas amal para artis yang akan diselenggarakan di Ancol, Jakarta, Minggu (9/1) mendatang. Selain itu, grup ini juga akan ikut pentas amal di Yogyakarta yang akan diselenggarakan 11-14 Januari mendatang di Java Cafe. Menurut jadwal, SO7 akan tampil pada tanggal 14 Januari.
Sedangkan bantuan warga Yogya yang diserahkan secara simbolis oleh S07 kemarin berasal penggalangan yang dilakukan pada saat malam tahun baru lalu dari berbagai tempat. Dana dari pentas musik di Alun-alun, dimana SO7 tampil bersama grup musik lainnya, terkumpul Rp 12.000.000. Sedang pentas seni di Perempatan Tugu diperoleh Rp 8.714.400 dan kumpulan warga Yogya di sekitar Purnabudaya, Universitas Sanata Dharma, Ruko Babarsari, UPN Veteran, UTY terkumpul Rp 15.124.250.
Dalam penyerahan itu, personel SO7 hadir lengkap. Selain Eros dan Adam, hadir pula vokalis Duta dan Sakti. Hadir pula District Supervisor PT Djarum, Djarot Subagyo, Budi Cahyono dan Itok, selaku koordinator penyelenggara ‘Djarum 76 Gelar Wayang Beber Seni’ di perempatan Tugu serta pendukung acara dan personel penggalangan dana lainnya.
Dirut PT BP KR menyambut baik upaya yang dilakukan para musisi, seniman dan warga Yogya. Sumbangan tersebut, akan disalurkan dengan tepat sasaran, sesuai dengan yang membutuhkan.
November 3, 2004
Setelah penggebuk drumnya, Anton Widiastanto, pergi, grup Sheila on 7 (So7) bertekad untuk terus berjalan dengan formasi empat orang saja. Tapi, bagaimanapun grup yang sekarang beranggotakan Duta, Sakti, Adam, dan Eross ini tetap butuh seorang drummer. Untuk itulah mereka menggelar audisi mencari pengganti yang tepat. Setelah melakukan tes pada beberapa pendaftar, untuk sementara So7 menjatuhkan pilihan pada Brian, mantan drummer Tiket.
“Kami sudah melakukan audisi. Sebab kami kan punya jadwal agenda kerja yang lumayan banyak. Kalau belum menemukan drummer maka program bisa terhambat. Setelah diberi serangkaian tes, maka kami memutuskan untuk sementara ini memakai Brian”, kata Anton Kurniawan, manajer So7.
Dipilihnya Brian bukan lantas menjadikan dia sebagai salah satu anggota band asal Jogja ini. Sebab So7 memang tak pernah berniat menggantikan posisi Anton. “Status Brian masih sebagai additional drummer dan itu berlaku selamanya. Sebab So7 memang tidak berniat menggantikan posisi Anton. Kalau nanti Brian dianggap kurang cocok ya dia akan digantikan oleh orang lain. Dan orang lain itu masih diberi status sebagai additional player”, imbuh Anton.
Terpilihnya Brian bermula dari rekomendasi Adam. “Brian tuh teman dekatnya Adam. Dia ngerasa permainan drum Brian cocok buat anak-anak So7. Ternyata memang benar, sejauh ini anak-anak merasa nyaman bermain bersama dia”, lanjut Anton.
Untuk terus menyelaraskan permainan, sudah tiga hari ini anak-anak So7 berlatih bersama Brian. “Ya kami harus sering latihan bersama. Sudah tiga hari ini setiap malam kami latihan ngeband bersama. Biar permainan bisa segera kompak dan Brian bisa masuk ke gaya anak-anak. Ini penting, soalnya setelah Lebaran nanti kami sudah harus manggung di beberapa tempat. Kalau nggak kompak kan lucu, bisa merusak reputasi”, terang Anton.
Sementara itu, setelah tak lagi bergabung bersama So7 Anton Widiastanto masih belum tahu akan akan melakukan proyek apa. Yang terdekat, cowok berumur 25 tahun ini mengaku ingin segera mewujudkan pembangunan studio musik. “Sekarang rencana terdekatku ya bangun studio musik. Lumayan lah kalau sudah jadi, bisa disewakan. Rencana jangka panjang, aku masih ingin terus di dunia musik, sebab ini duniaku”, kata cowok yang mengaku diminta mengundurkan diri, bukan mengundurkan diri secara sukarela dari So7 ini.
Source: JawaPos
November 1, 2004
PERSONEL Sheila on 7 (So7) mengaku puas dan senang setelah Anton Widiastanto (drumer) menyatakan mengundurkan diri secara resmi 18 Oktober 2004 lalu.
‘’Semua itu atas kehendak Anton sendiri bukan karena orang lain,'’ jelas Adam yang didampingi Duta, Sakti, dan Eross kepada wartawan di Yogyakarta, kemarin.
Menurut Duta, selama ini yang muncul di koran selalu dari pihak Aton sehingga pihak manajemen perlu memberi penjelasan agar beritanya seimbang.
Adam menambahkan, surat pengunduran diri Anton ditandatangani di hadapannya. Ketika Adam menanyakan, Anton langsung menjawab bahwa keputusannya itu serius.
Menurut personel So7, sebenarnya sejak bergabung sikap Anton semula sangat baik. “Tetapi entah karena apa, terutama sejak dua tahun lalu, Anton sering mangkal.”
Sejak itulah Anton sering melanggar dengan sikap kurang disiplin, sementara So7 masih mempunyai tanggungan terhadap produser. ‘’Terus terang kami tidak hanya menggantungkan satu orang saja. Tetapi kami bersyukur, ternyata Anton menyadari kesalahannya sehingga dengan suka rela ia menyatakan mengundurkan diri,'’ jelas Duta.
Ketidakharmonisan itu, lanjut dia, sebenarnya sudah tampak jelas ketika Adam sebagai teman main Anton merasakan irama yang dimainkannya tidak sama. Kesan ini sebenarnya sudah pernah disampaikan orang lain, tetapi Adam tetap mencoba menyamakan irama yang dimainkan Anton.
Tetapi kayaknya sulit untuk dipadukan, bahkan untuk menyelesaikan perbedaan itu keduanya sampai berdiskusi. Dari diskusi itu, Anton baru menyadari kalau memang ada perbedaan. ‘’Dari situlah akhirnya Anton memilih mundur,'’ jelas Adam.
Yang jelas sejak mundurnya Anton dari So7, kini Duta, Adam, Eross dan Sakti mengaku puas. Yang dipikirkan sekarang adalah bagaimana band papan atas tersebut bisa tetap eksis meski tanpa Anton.
Untuk mewujudkan hal itu, pihak So7 kini sedang memburu drumer andal untuk mengisi posisi Anton. ‘’Meski tidak bersatu lagi, kami tetap sahabat Anton dan selalu menyayanginya,'’ ujar Duta. (Sugiarto-81)
October 29, 2004
“Lega,” kata Eross Candra, gitaris Sheila on 7, dan Akhdiyat Duta Modjo, vokalis grup itu, tentang tak bergabungnya lagi Anton Widiastanto, sang drummer, dalam grup tersebut.
Pengakuan itu disampaikan oleh keduanya sekaligus mewakili dua personel lain Sheila on 7 yang juga hadir, yaitu Saktia Ari Seno (gitar) dan Adam M Subarkah (bas), dalam jumpa pers yang diadakan oleh manajemen Sheila on 7, Jumat (29/10), mulai pukul 17.30 WIB, di Java Cafe & Resto, Yogyakarta.
Seperti sudah diberitakan oleh KCM, manajemen Sheila on 7 mengatakan bahwa Anton mengundurkan diri dari grup tersebut pada 18 Oktober 2004 di Yogyakarta.
Dilaporkan oleh David dari Radio Sonora Yogyakarta, yang hadir dalam jumpa pers itu, memang kelegaanlah yang dirasa oleh pihak Sheila on 7 tentang keluarnya Anton.
“Kami sudah berusaha bertahan (bersama Anton), tapi ternyata enggak bisa,” tutur Eross. “Keputusan ini enggak akan diambil kalau band ini solid. Dari luar saja band ini kelihatan solid, padahal di dalam enggak,” sambungnya tentang kondisi grup yang dibentuk pada 6 Mei 1996 di Yogyakarta itu.
Dalam jumpa pers yang tak menghadirkan Anton itu ditegaskan bahwa tak ada alasan bagi Anton untuk mengatakan bahwa dirinya dikeluarkan, bukan mengundurkan diri atau keluar.
“Dia sudah enggak mampu mengikuti kesepakatan bersama, otomatis dia sudah keluar, dia enggak punya alasan untuk bilang bahwa dia dikeluarkan,” ucap Adam. “Dia mengundurkan diri tanpa tekanan dari siapa-siapa,” tegas Adam.
Disepakati, ada sejumlah hal yang harus dijalani oleh para personel Sheila on 7, antara lain disiplin, menomorsatukan kepentingan band, dan bekerja baik dalam tim. Anton dinilai sudah tidak sanggup lagi untuk mewujudkannya.
Cutinya Anton sekitar dua tahun lalu untuk kepentingan pribadi pun dilihat sebagai salah satu pelanggaran dan hal itu diungkapkan kembali dalam jumpa pers yang sama.
Eross mengutarakan pula bahwa Anton tidak bisa dikritik. “Banyak yang mengeluhkan sinergi rhythm section Sheila on 7. Kata mereka, Anton dan Adam mainnya kurang klop. Waktu Adam bilang tentang itu ke Anton, Anton malah omong, ’Sudah, kamu main saja, aku juga main’,” cerita Eross.
“Dalam band enggak boleh ada istilah aku. Kecuali dalam mencipta lagu, okelah,” sambungnya. “Apalagi untuk show, semua harus membuat semua nyaman,” tambahnya.
Dengan keluarnya Anton, kata Duta, soal hak dan kewajibannya, termasuk yang berkenaan dengan harta bergerak dan tidak bergerak, sudah dihitung. “Semua yang berhak dia dapatkan kembali, akan kami pulangkan ke dia, sesegera mungkin,” ujar Duta. Soal jumlahnya, pihak Sheila tidak bersedia menyebutkannya.
Dari Sony Music Entertainment Indonesia pun Anton masih menerima royalti dari penjualan empat album Sheila on 7 yang melibatkannya, yaitu Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan, 07 Des, dan Pejantan Tangguh, serta album soundtrack film layar lebar 30 Hari Mencari Cinta, yang juga digarap oleh Sheila on 7 ketika Anton masih berada di dalamnya.
Tentang tak dilibatkannya Anton dalam jumpa pers yang dihadiri oleh wartawan-wartawan dari Yogyakarta dan sekitarnya serta Jakarta itu, Duta melihatnya justru sebagai kesempatan bagi pihak Sheila on 7 untuk memberi klarifikasi sehubungan dengan pernyataan-pernyataan Anton.
Menurut Duta, Anton sudah sering menyudutkan pihak Sheila on 7 dengan pernyataan-pernyataannya dalam sejumlah tayangan infotainment. “Entah Anton yang omong sendiri, atau ada yang memprovokasi dia, kami enggak tahu,” imbuh Duta.
Selain itu, kata Duta lagi, “Rasanya sudah enggak mungkin kami semeja lagi dengan dia.” (Ati)
Source : Kompas
October 28, 2004
Yogyakarta - Kabar mundurnya Anton, penggebuk drum Sheila On 7, tidak membuat grup band asal Yogyakarta itu bingung apalagi kacau. Alasannya, keinginan Anton Widiastanto untuk mundur sudah diketahui sejak lama baik oleh para personel maupun Anton Kurniawan selaku manajer.
‘’Kabar itu benar dan atas permintaan Anton sendiri. Bukan dari kawan-kawan,'’ kata Anton Kurniawan ketika ditemui Suara Merdeka di markas Sheila On 7 di Jalan Atmosukarto 17 Kotabaru, Yogyakarta, kemarin.
Menurut dia, apabila ada berita bahwa pengunduran Anton itu karena adanya penekanan dari kawan-kawan Sheila On 7, itu sama sekali tidak benar. Yang jelas dalam surat pengunduran diri yang ditandatangani Anton, tertanggal 18 Oktober 2004 murni atas kehendak Anton sendiri bukan karena orang lain.
Anton Widiastanto, lanjut dia, memang pernah diperingatkan teman-temannya karena malas dan sering bertindak semaunya sendiri. Tetapi ketika diingatkan, pada awalnya Anton menurut dan rajin latihan bareng. Tetapi tidak lama kemudian, sifat itu kambuh lagi dan ini sering dilakukan Anton.
Kasus mangkalnya Anton itu, tambahnya, sebenarnya sudah terjadi dua tahun lalu atau tepatnya November 2002. Saat itu Sheila on 7 sedang banyak-banyaknya show ke luar kota, tiba-tiba Anton bilang tidak bisa bergabung dengan alasan yang tidak jelas.
Suasana demikian ini, tentunya sempat membuat Adam, Eros, Sakti, dan Duta bingung serta kalang-kabut untuk mencari pengganti Anton. Kemudian posisi Anton digantikan Kiki dari El Nanas. Setelah tur selesai Anton kembali bergabung.
Lapang Dada
Melihat pengalaman seperti itu, pihak manajemen Sheila On 7 tidak mau kasus dua tahun lalu terulang lagi. Tampaknya kegelisahan teman-teman Sheila on 7 ini, sempat tercium Anton.
Kemudian dengan keputusan yang cukup bijak Anton dengan lapang dada memilih mundur. ‘’Jadi kalau ada yang mengatakan lain, itu sama sekali tidak benar.'’
Ketika ditanya posisi Anton nanti bakal diisi siapa, pihak manajemen sendiri meski belum berani bicara secara terbuka, sepertinya sudah mempunyai orang yang bakal menggantikannya.
‘’Ya jelas penggantinya juga dari grup band Yogyakarta dan dia pernah bermain sama kita. Penggantinya baru taraf mengisi saja, jadi belum secara utuh masuk dalam personil Sheila On 7.'’
Kabar yang beredar dikalangan musisi Yogyakarta, posisi Anton sepertinya akan diisi Kiki, penabuh drum El Nanas. Namun ketika Suara Merdeka menemui Kiki di Studio Rekaman Alamanda, Gejayan, Yogyakarta, dia dengan santun mengatakan tidak tahu karena pihak manajemen Sheila On 7 belum pernah menghubunginya. (sgt-81)
Kini grup tenar Sheila on 7 “hanya” terdiri dari Duta (Akhdiyat Duta Modjo, vokal), Eross Candra (gitar), Saktia Ari Seno (gitar), dan Adam M Subarkah (bas). Anton Widiastanto, sang drummer, telah keluar.
Diterangkan oleh juru humas grup dan manajemen Sheila on 7, Philosofy Akbar, Anton telah mengundurkan diri pada 18 Oktober 2004. “Pada 18 Oktober itu Anton dan pihak Sheila on 7 telah menandatangani surat pengunduran diri Anton,” terang Philos ketika dihubungi oleh KCM lewat telepon kantor manajemen Sheila on 7 di Yogyakarta, Kamis (28/10).
Dalam kurang dari seminggu sebelumnya, lanjut Philos, Anton dan pihak Sheila on 7 telah mengadakan dua kali pertemuan, yang berujung keputusan tersebut. “Anton mengundurkan diri atas inisiatifnya sendiri. Ia tidak diberhentikan,” tegasnya.
Alasan Anton tak lagi bergabung dengan Sheila on 7, “Bersifat pribadi,” kata Philos. Namun, katanya lagi, cutinya Anton pada 2003 dengan alasan yang lebih membela kepentingan pribadi, memiliki andil juga kepada apa yang terjadi kemudian.
“Waktu itu Anton cuti dengan alasan yang kami anggap tidak masuk akal, lebih untuk kepentingan pribadi. Itu termasuk melanggar peraturan yang berlaku untuk grup dan manajemen Sheila on 7. Kami kan di sini bekerja, terikat kontrak dengan pihak-pihak lain, termasuk perusahaan rekaman Sony Music di Jakarta, dan ada target-target yang harus kami capai,” papar Philos.
Dengan keluarnya Anton, hak dan kewajibannya sebagai personel Sheila on 7 berakhir sudah per 18 Oktober lalu. “Tapi, tentu saja, dia masih akan menerima royalti dari penjualan album-album Sheila on 7 yang melibatkan dia. Sony Music yang mengaturnya,” imbuh Philos yang menerangkan pula bahwa pihak Sony Music sudah diberi tahu tentang Anton.
Sheila on 7, yang dibentuk pada 6 Mei 1996 di Yogyakarta, hingga kini telah merilis empat album–Sheila on 7 (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000), 07 Des (2002), dan Pejantan Tangguh (2004). Di luar itu mereka mengeluarkan album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta (2004).
Sejak Anton keluar, grup Sheila on 7 menetapkan bahwa untuk seterusnya mereka akan tetap berempat saja. “Mereka tidak akan mencari drummer pengganti yang akan mereka jadikan personel. Mereka hanya akan memakai additional drummer (drummer pendukung),” tegas Philos.
Selama empat hari belakangan ini para personel Sheila on 7, yang dalam bulan puasa ini memang sedang tidak memiliki kegiatan keprofesian kecuali untuk perorangan, telah mengadakan audisi di studio Sheila on 7 di Yogyakarta untuk menemukan drummer pendukung. Audisi itu masih akan berjalan.
Jumat (29/10), di Java Cafe, Yogyakarta, menjelang berbuka puasa, akan diadakan jumpa pers tentang pengunduran diri Anton. Para personel Sheila on 7, yaitu Duta, Eross, Sakti, dan Adam, akan hadir. Di lain pihak, kata Philos, Anton belum memastikan diri untuk datang. (Ati)
Source: Kompas
October 26, 2004
Penabuh drum grup musik Sheila on 7, Anton Widiastanto, secara resmi mengundurkan diri, terhitung tanggal 18 Oktober 2004, tulis situs resmi band asal kota Yogyakarta tersebut.
Melalui situs itu, yang diakses Gatra.com, Selasa di Jakarta, Sheila on 7 menjelaskan bahwa posisi drummer kini kosong.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari grup musik asal Yogyakarta ini maupun dari perusahaan rekaman Sony Music Indonesia, seputar mundurnya Anton.
Meski tanpa drummer, Sheila on 7 mencoba meyakinkan para penggemarnya –SheilaGank– bahwa dengan empat personil mereka yang tersisa, masing-masing Adam, Duta, Eross dan Sakti, mereka tetap bermusik di SO7.
Sementara ini, possi drummer diisi oleh seorang pemain tambahan (additional player) yang saat ini dalam tahap audisi. [EL]
Source: Gatra
June 29, 2004
TIDAK pelak lagi, Sheila on 7 (So7) saat ini merupakan salah satu kelompok musik paling bersinar di Tanah Air. Setelah era Dewa 19 (belakangan menjadi Dewa saja) dan Slank, So7 menjadi barometer perkembangan dunia musik pop Indonesia. Popularitas mereka menjadi inspirasi para musikus pemula.
Band itu berasal dari Kota Gudeg Yogyakarta. Semula memakai nama Sheila Gank, akhirnya mereka menjadi satu di antara segelintir artis daerah yang bisa meraih popularitas tingkat nasional.
Debut album perdana mereka terjadi pada 1999. Ketika itu, album tersebut sukses luar biasa dan digemari para kawula muda. Lagu-lagu album itu seperti “Dan” dan “JAP (Jadikan Aku Pacarmu)” menjadi tembang-tembang populer yang memuncaki berbagai tangga lagu di Indonesia.
Saat itu So7 menampilkan formasi Duta pada vokal, Eross (gitar), Anton (drum), Adam (bas), dan Sakti (gitar). Para personel So7 dikenal sebagai seniman-seniman yang tetap sederhana, rendah hati, dan njawani, meski telah menjadi kelompok musik yang tidak saja bertaraf nasional namun juga regional (Asia Tenggara).
Ya, mereka memang tidak hanya terkenal di Tanah Air, namun juga di beberapa negara tetangga.
Di Malaysia dan Singapura, So7 menjadi salah satu artis asing yang memiliki basis penggemar cukup kuat. Boleh dikata, kegilaan para ABG di kedua negara itu sama dengan yang dipertunjukkan rekan-rekan mereka di Indonesia.
Tahun ini, So7 menelurkan sekaligus dua projek yang sama-sama prestisius. Pertama, adalah album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta besutan sutradara wanita Upi Avianto. Dari album itu, muncul beberapa lagu populer seperti “Melompat Lebih Tinggi” dan “Berhenti Berharap”.
Setelah album soundtrack tersebut terbukti sukses, mereka kian mantap merilis album keempat berjudul Pejantan Tangguh. Memajang sampul bergambar seekor ayam jago, So7 tampil agak beda dalam balutan musiknya kali ini.
Pada lagu andalan “Pejantan Tangguh”, Eross dkk nampak sangat berani menguji coba warna baru yang dikomandani Onny dari Saunine. Dengan ditambahi elemen musik tiup yang dinamis, penampilan mereka jadi terdengar lain dan berbeda.
Ikan Peliharaan
Cerita menarik muncul dari ide untuk judul “Pejantan Tangguh” itu sendiri. Menurut penuturan Eross, judul itu muncul dari seorang temannya dan ikan peliharaan. Di Malaysia, judul tersebut memicu kesalahpahaman, sehingga akhirnya harus diganti menjadi “Pria Terhebat”.
Semua kisah mengenai grup band yang bermarkas di Jalan Atmosukarto Yogyakarta itu, akan tampil dalam Tabloid Remaja tren edisi nomor 77 yang akan terbit pada Kamis 1 Juli 2004. Hadir juga ulasan lagu per lagu yang ada di dalam album Pejantan Tangguh.
Satu lagi hal menarik yang ada dalam album itu adalah segi sosial yang ditampakkan manajemen So7 dan label rekamannya. Uang senilai Rp 100 dari penjualan tiap kopi album Pejantan Tangguh, akan disumbangkan kepada yayasan yatim piatu yang telah ditunjuk.
“Dari gerakan sosial itu, paling tidak album tersebut bisa memperbaiki mental anak-anak muda sekarang,” kata Eross mengenai misi sosial itu. “Kami juga punya misi untuk mengajari anak-anak menjadi orang yang bermental kuat!”
Materi menarik yang ditampilkan Tabloid tren dalam edisi terbarunya kali ini, adalah mengenai band asal Irlandia, The Corrs, yang merilis album terbaru bertajuk Borrowed Heaven.
Info terbaru mengenai Euro 2004 yang sudah hampir memasuki partai pamungkas, juga ikut serta dihadirkan. (Anto-58a)
C&P: SuaraMerdeka
June 25, 2004
PENYANYI Sheila Majid dan kumpulan Sheila On7 adalah antara dua nama artis yang berjaya menguasai pasaran muzik di Malaysia dan Indonesia. Kedua-dua artis tersebut mempunyai peminat tersendiri.
Pada hari Selasa lalu, mereka dipertemukan dalam satu program berinteraksi bersama peminat iaitu My Selebriti…. Interaksi Besama Selebriti Kesayangan Anda di Musictheque, Hotel Istana, Kuala Lumpur.
Sheila dan anggota Sheila On7 sibuk menjawab pertanyaan daripada peminat-peminat menerusi laman web www.amacam.com.my.
Antara soalan yang dikemukakan oleh peminat ialah apakah jantina anak yang dikandung oleh Sheila dan bagaimana persediaan Duta untuk menjadi bapa.
Menerusi laman web tersebut peminat-peminat bebas bertanya sebarang soalan kepada artis kesayangan mereka.
Sheila yang sedang mengandung enam bulan sewaktu menjawab soalan peminat berkata, dia tidak melakukan teknik imbasan (ultrasound) untuk melihat jantina bayi yang dikandung kerana inginkan kejutan.
Dia yang sudah mempunyai dua orang anak, Wan Nur Khaleeda, 13 dan Megat Abdul Majid, 9, pada malam itu sempat juga menghibur peminat-peminat yang hadir dengan lagu Kerinduan.
“Saya tidak akan berehat menyanyi. Selagi terdaya saya akan teruskan. Dalam keadaan sekarang saya perlu aktif kalau asyik tidur dan makan sahaja, saya akan cepat bosan,'’ katanya yang akan mengadakan persembahan di Planet Hollywood pada malam Ahad ini.
Sementara itu Duta, penyanyi utama kumpulan Sheila On7 tidak sabar lagi menunggu masa untuk menimang cahaya mata sulung.
Kata Duta, setiap apa yang dilakukan sekarang lebih bermakna dan penuh kebahagiaan.
“Kehadiran bayi sulung menjadi inspirasi untuk saya terus berkarya dengan penuh semangat. Dalam keadaan sekarang saya sering berhubungan dengan isteri, lagi pun kehamilan pertama memerlukan perhatian,'’ katanya yang nampak lebih matang berbanding dulu.
Dia juga tidak takut dengan sambutan peminat setelah mendirikan rumah tangga.
Katanya, sehingga kini peminat sentiasa memberi sokongan kepada Sheila On7 tanpa menghiraukan status anggota kumpulannya.
“Tidak ada sebarang perubahan daripada peminat. Saya kahwin atau belum, sama sahaja bagi mereka kerana peminat menggemari muzik yang kami persembahkan,'’ katanya yang memang ramai peminat.
Duta bersama rakan-rakan lain datang ke sini untuk mempromosi album baru, Pria Terhebat, yang telah berada di pasaran sejak awal bulan Jun.
Selain promosi album, Sheila On7 juga akan mengadakan konsert di Konvensyen Centre di MITC Konvensyen, Ayer Keroh, Melaka, Sabtu ini pada pukul 8.30 malam.
Jelas Duta, album Pria Terhebat setakat ini mendapat sambutan hangat kerana banyak perubahan yang dilakukan
May 25, 2004
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kaset album baru Sheila On 7 (SO7) bertajuk Pejantan Tangguh yang dirilis Senin (24-5) di Jakarta belum bisa ditemui di toko-toko kaset di Bandar Lampung.
Berdasarkan pemantauan Lampung Post di beberapa toko kaset seperti Disc Tara, Mega Movie, dan Gramedia belum menyediakan album tersebut. Sementara single pertama “Pejantan Tangguh”, kini sudah menjadi hit di Radio Oz Bandar Lampung serta beberapa radio swasta lainnya.
Video klip single “Pejantan Tangguh” telah diputar Minggu (23-5) pada acara Pesta Indosiar. Hal tersebut jarang sekali dilakukan untuk album yang belum dilempar ke pasaran sudah diputar video klipnya.
Dalam klip yang dibuat sangat kocak tersebut, Anton, salah seorang personel So7, berperan sebagai karateka. Penampilannya yang lucu mengingatkan pada sebuah film yang berjudul “Karate Kids”.
Pada album tersebut, lagu-lagunya tidak hanya didominasi karya Eros saja. Melainkan Duta, Adam, dan Sakti pun turut menciptakan tembang-tembang gresnya. Sehingga nuansa album berubah menjadi lebih unik dengan tidak meninggalkan syair-syair penuh optimistis yang selalu menjadi ciri lagu-lagu So7.
Pada album kelima ini, selain tembang “Pejantan Tangguh” karya Eros, juga terdapat tembang spesial yang bertajuk “Khaylila”. Menurut informasi, judul tersebut diambil dari nama anaknya Eros. Lho kan Eros belum menikah? Pertanyaan itu mungkin timbul, karena memang Eros belum menikah, Khaylila adalah anak adopsi Eros yang bernama panjang Khaylila Putri Sucipto yang diadopsi dari sepupunya Eros sendiri.
Lalu lagu “Tanyaku” yang ditulis Duta menceritakan kisah kasihnya sewaktu masih pacaran. Nuansa berwarna diberikan Anton lewat “Coba Kau Mendekat” yang berirama disko. Adam membuat “Pilih Aku” yang berirama balad.
Selain itu, Eros juga menciptakan “Itu Aku” yang sarat risalah hidup manusia. Sedang “Ketidakwarasan Padaku” tentang ketakutan terhadap perang dan “Brilliant” yang sepertinya digarap dengan sangat serius dengan mencampurkan brass section ke dalam musik So7.
Seutuhnya, album yang membawa semangat dan optimisme dalam menjalani hidup ini dikemas dengan ringan dan lirik yang mengena di hati.
Bahkan pesan Eros seperti yang dilansir dari situs pribadinya mengatakan, “Tangguh bukanlah berarti bisa menaklukkan segalanya. Namun untuk berdiri tegak walaupun tubuh ini memberi sinyal untuk menyerah lalu kita tetap gigih bertahan itulah yang dinamakan tangguh.”
Eros menambahkan kalau tangguh yang menjadi judul albumnya merupakan sikap jujur dalam menjalani hidup, memaksimalkan fungsi dirinya, berani mengambil risiko dalam melaksanakan hal-hal besar dalam hidup, mengakui kesalahan dan berhenti mengeluh mengasihani diri…” CR-8/M-2
Source: Lampung Post
March 22, 2004
Jakarta (ANTARA nEWS) - Paling lambat akhir bulan ini atau awal April 2005, kelompok musik pop rock Sheila On 7 akan meluncurkan album “The Very Best”.
Hal itu diungkapkan vokalis Duta, ketika mereka menggelar konser mini di kafe Jamz, Jakarta, Minggu malam, saat berlangsung jumpa pers “L.A. Lights Concert 2005″ yang juga menampilkan Ari Lasso dan Ada Band.
“Sebentar lagi kami akan mengeluarkan album “The Very Best”, kata Duta, sebelum menyanyikan lagu “Jalan Terus”, salah satu lagu baru mereka yang akan mewarnai album tersebut.
Album “The Very Best” Sheila On 7 berisi 14 lagu, tiga di antaranya baru. “Semua 14 lagu, 11 lama, yang tiga baru,” kata Duta kepada ANTARA.
Dalam “L.A Lights Concert 2005″, Duta dan kawan-kawan akan mengunjungi 34 kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Mereka dijadwalkan memulai tur konsernya bulan Juni hingga Desember 2005.
Sheila On 7 saat ini termasuk band papan atas Indonesia. Lagu-lagu hits mereka antara lain, “Aku Pulang” dan “Melompat Lebih Tinggi”.(*)
February 26, 2004
Walaupun tur 30 Hari Mencari Cinta belum tuntas, anggota Sheila on 7, kecuali Duta, sudah kembali ke Yogyakarta. Langkah itu ditempuh oleh grup pop asal Kota Gudeg tersebut untuk menenangkan diri, menyusul terjadinya tragedi yang menelan lima korban tewas usai konser mereka yang digelar di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada Senin lalu (23/2).
Berita itu disampaikan oleh manajer grup itu, Anton Kurniawan, ketika diwawancara per telepon oleh KCM, pada Kamis (26/2) sore. Terangnya, Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas), dan Anton (drum) terbang dari Banjarmasin pada hari yang sama (Kamis), pukul 07.15 WITA, transit di Surabaya, dan mendarat di Yogyakarta pukul 11.30 WIB.
“Kami pulang ke Yogyakarta untuk menenangkan diri dulu sampai suasana normal lagi. Dengan adanya kejadian kemarin, kami sempat sangat shock,” tuturnya di Yogyakarta, mewakili kelima personel Sheila on 7. “Kami enggak tahu sampai kapan. Tapi, kami berharap cepat kembali normal,” imbuhnya.
Kepada Banjarmasin Post di Banjarmasin, pada Rabu (25/2), Eross mengaku bahwa rasa terguncang yang melanda dirinya dan teman-temannya sudah mulai mereda, karena mereka telah mengunjungi keluarga para korban tewas.
Sementara itu, Duta (vokal) harus lebih dulu meninggalkan Banjarmasin, pada Rabu (25/2) dalam rangka pernikahan Ananda Lontoh, kakak dari Adelia Lontoh, istri Duta. Ananda dan Attar Syach akan mengakhiri masa lajangnya pada Jumat (27/2) di Jakarta.
Terang Anton Kurniawan lagi kepada KCM, tur 30 Hari Mencari Cinta untuk sementara dihentikan. Dari tujuh kota yang akan disambangi dalam tur, baru dua kota yang mereka kunjungi, yaitu Kapuas (21/2) dan Banjarmasin (23/2). Masih ada lima kota lagi–Pleihari (Kalsel), Makassar (Sulsel), Pare Pare (Sulsel), Bone (Sulsel), dan Palu (Sulteng). “Untuk di kota-kota sisanya akan ada penjadwalan ulang. Tapi, jadwalnya belum ditentukan,” tambahnya.
Akibat musibah setelah konser Sheila on 7 di Stadion Lambung Mangkurat tersebut, tegas Anton Kurniawan, mereka tak berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Katanya, mereka memang tidak menyaksikan kejadian itu, tidak tahu kronologinya, dan baru diberi tahu sesudah mereka berada di hotel sehabis tampil. “Yang berurusan dengan pihak kepolisian adalah event organizer lokalnya,” katanya lagi.
Sebagaimana telah diberitakan oleh Banjarmasin Post, usai konser Sheila on 7 tersebut, para penonton berebut keluar melalui pintu gerbang. Karena terinjak-injak, menyebabkan lima orang tewas.
Sementara itu, Poltabes Banjarmasin terus mengusut kasus tersebut. Kepada Banjarmasin Post, pada Rabu (25/2), Komisaris Andy Kirnanda, Kasat Reskrim, mengatakan, tim penyidik Poltabes Banjarmasin telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, antara lain pihak GNB (Graha Nada Buana) Production, penyelenggara acara lokal.
Selain itu, “Kami kemarin sudah memanggil pihak Mega Pro dan PT Djarum (perusahaan rokok) untuk dimintai keterangan,” kata Andy yang mewakili Kapoltabes, Kombes Gatot Subroto.
Mega Pro, penyelenggara acara dari Jakarta, dan GNB Production bekerja sama untuk mengadakan konser 30 Hari Mencari Cinta di Banjarmasin. Mereka disponsori oleh perusahaan rokok tersebut.
Tambah Andy, Poltabes Banjarmasin akan menggelar perkara bersama pihak-pihak kehakiman dan kejaksaan berkaitan dengan kasus itu, pada Jumat (27/2). Andy menekankan pula bahwa hasil penyidikan baru akan dipublikasikan jika sudah betul-betul selesai. (Ati)
Source: Kompas
August 29, 2003
Apa kabar Sheila On7? Band asal Yogya ini ternyata lagi sibuk nyiapin album baru yang ngejagoin Pejantan Tangguh. Mereka juga serius bikin soundtrack 30 Hari Mencari Cinta dengan meremix ulang beberapa lagu lama.
Di tengah sibuknya promo album dan tur untuk album 07 Des, Sheila On7 mulai ngumpulin materi untuk album barunya. Duta, Eross, Adam, Sakti dan Anton udah mulai nyicil beberapa lagu yang akan dimasukkan dalam album keempatnya ini nanti. Salah satunya adalah sebuah lagu andalan yang punya kans gede untuk jadi lagu jagoan, Pejantan Tangguh.
“Aku belom tau apakah lagu itu yang bakal kita ambil jadi judul ato hits, tapi kita semua suka banget sama tu lagu, “ungkap Eross waktu dihubungi KG. Gitaris sekaligus yang paling banyak mengahasilkan hits-hits dalam tubuh Sheila On7 ini juga mengaku saat ini mereka lagi dapet tanggung jawab gede untuk proyek film. Bukan jadi pemain, tapi mereka dipercaya sama pihak Rexinema untuk menggarap album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta.
Dalam film yang dibintangi sama VJ MTV Nirina ini band yang ngetop dengan Sephia akan menkombinasikan lagu baru dan lama dalam soundtrack ini. Beberapa nomor lama yang akan didaur ulang pun bakal dikasih sentuhan remix, biar lebih seger. Rencananya, lagu-lagu yang akan diaransemen ulang itu adalah Berai, Tentang Hidup, Mari BercintaKisah Klasik Untuk Masa Depan dan Tunjuk Satu Bintang.
Source : KG
Sekarang Yogya punya sebutan baru baru selain "kota gudeg" dan "kota pelajar". Anak-anak muda Yogya menggeliat dalam penciptaan sebuah genre baru dalam musik lokal. It’s Yogya sound!
Menyebut nama kota ini pastinya akan mengingatkan kita kepada beberapa hal yang istimewa. Kota yang masih terasa sebagai sebuah kerajaan karena keberadaan Sultannya. Kota yang lebih kita kenal dengan makanan khasnya bernama gudeg. Kota yang menawarkan sebuah jalanan eksotis bernama Malioboro. Atau kota yang dipenuhi oleh anak-anak muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuntut ilmu di sana.
Tapi, ada sebuah kekhasan lain yang belum banyak disebut bila kita membicarakan kota ini. Yogya adalah kota musik. Yup, karena kehidupan bermusik di kota ini tidak bisa dibilang mati. Kalau kita datang ke kota ini dengan kereta api, kita pun bakal langsung disambut dengan musik. Tidak percaya? Cek, nih!
Di pelataran parkir Stasiun Tugu yang cuma beberapa langkah dari Malioboro itu, ada sebuah warung soto bernama Soto Sulung. Di situ sempat dikenal sebuah kelompok musik yang mengkhususkan diri menghibur pengunjung warung soto itu. Bermodal bas betot, kendang ukulele, dan beberapa alat gesek, kelompok ini menawarkan lagu-lagu mereka. Dari lagu tradisional sampai lagu lagu berbahasa Inggris.
Lalu beberapa langkah dari warung tersebut, sebelum menginjak Malioboro, ada Borobudur Bar. Sebuah tempat yang lebih banyak dikunjungi turis-turis asing ini menawarkan suguhan live musik. Biasa berkumandang musik musik rock and roll, reggae, atau musik country. Serasa di bar para cowboy.
Malam hari di Malioboro, akan banyak berseliweran para penyanyi jalanan yang modalnya bervariasi. Dari sekadar gitar, sampai yang modal bikin perkusi sederhana sebagai pengganti drum. Tapi, semua itu belum jadi modal apa-apa untuk membuat kota ini mendapat predikat kota musik. Orang bakal lebih mengenal Bandung dan Surabaya yang sudah melahirkan banyak musisi yang berhasil di industri musik lokal.
Dibanding Bandung
Bandung memang lebih dulu memulai invasi mereka di dunia musik lokal. Saat Bandung menawarkan Kahitna, Java Jive, Pure Saturday, Pas Band, /rif, dan sederet nama lain di angkatan itu, Yogya baru menawarkan Djaduk Ferianto dan Butet Kertaredjasa yang nuansa musiknya lebih kontemporer, tapi jauh dari selera pasar pop (baca: industri musik).
Memang sih, sempat juga muncul nama Rolland Band dan Tiga Band yang meramaikan musik nasional di tahun ’80-an. Tapi sayang, semua itu masih belum cukup untuk menyaingi Bandung. Generasi terbaru Bandung pun masih tetap produktif. Sebutlah Cokelat dan Peterpan. Belum lagi mereka yang berhasil dengan jalur indie seperti Koil dan Mocca.
Ya, musisi-musisi dengan karakter dan jenis musik yang sangat variatif ini menjadi kelebihan Bandung. Selain itu, didukung kondisi geografis yang dekat dengan Jakarta. Membuat mereka lebih mudah masuk ke jaringan industri.
Tapi, sejak tahun ’90-an, Yogya sudah berani berbangga. Nama Sheila On 7 mencatat sejarah fenomenal. Mereka grup pertama yang catatan penjualan tiga album pertamanya masing-masing melewati angka satu juta keping album. Sebuah prestasi yang kemudian membangkitkan gairah industri musik nasional. Dan tentunya gairah musik di Yogya.
Berikutnya muncul nama Jikustik, sebuah band yang awalnya hanya berniat main di kafé-kafé. Walaupun prestasi mereka tidak se-spektakuler Sheila On 7, tapi meninggalkan jejak yang dalam di dunia musik. Malah bisa melahirkan sosok Pongki, sang vokalis, yang ternyata bisa melesat sendiri sebagai salah satu pencipta lagu yang produktif mencetak hits.
Dua nama band ini bisa memancing kita untuk menengok Yogya. Ternyata ada geliat yang hebat di kota ini. Ada semangat menawarkan konsep musik yang lebih industry oriented. Easy listening jadi modal utama mereka.
Sumbangan perantau
Bicara soal variasi musik, Yogya sebenarnya enggak jauh tertinggal dari Bandung. Perlu diingat juga, para pelajar perantau dari berbagai daerah ini juga menyumbangkan influence mereka. Eits! bukan cuma daerah, tapi juga banyak yang kulitnya lebih terang, rambut blonde, dan mata hijau. Tentunya para "bule", secara langsung atau tidak, membuat nuansa musik Yogya jadi lebih kaya. Seberapa besar sumbangan para londo ini?
Esnanas awalnya didirikan oleh sekelompok anak muda yang sebagian besar siswa University of California. Mereka menawarkan punk dengan bermodal lagu-lagu Rancid, Helmet, hingga funk psychedhelic ala Red Hot Chilli Peppers.
Setelah itu, banyak pula band-band yang membawa style bahkan genre baru dari Barat ke Yogya. Uniknya, mereka ini bermunculan dengan memiliki karakter khas masing-masing. Misalnya saat Koil (band asal Bandung) naik daun dengan musik Industrial-nya, Yogya pun punya beberapa band yang memainkan musik sejenis di akhir tahun 90-an. Ada nama SKM, yang hanya berpesonel seorang vokalis dan gitaris, dibantu seperangkat komputer saat mereka manggung. Lalu muncul nama Teknoshit, yang sekarang malah jadi idolanya komunitas penggemar musik elektronik.
Kalau Bandung punya Pas Band dan /rif untuk rock alternatif, Yogya punya I Hate Mondayz yang menjadi bagian dari generasi awal band-band indie yang muncul di G-indie (nama program pemutaran lagu indie di radio lokal Yogya bernama Geronimo). Saat musik ska booming, Yogya punya ShaggyDog yang bertahan hingga sekarang. Sayangnya, album band-band ini belum bisa menembus pasar nasional. Peredarannya masih sangat terbatas.
Nah, itulah yang sekarang membuat cah-cah Yogya ini berlomba untuk menembus industri musik nasional. Dan akhirnya, sekarang munculah nama-nama baru pencetak hits. Macam Seventeen, yang sukses meloloskan hitsnya Cobalah. Konsep musik yang mereka sebut pop bandel ini, enggak jauh dengan dua pendahulunya: Easy listening.
Atmosfir segar
Sebelum kemunculan Seventeen, ada juga beberapa band Yogya yang muncul walaupun sepintas. Sony Music yang sukses dengan Sheila On 7, kelihatannya paling rajin menengok Yogya. Beberapa band muncul dalam album-album kompilasi yang mereka rilis. Sebutlah Colonyet di Skamania, ‘esnanas dan Shakey di Indie Ten II’. I Hate Mondayz dalam kompilasi Alternative Plus.
Setelah itu pergerakan yang terjadi pun makin hebat. Pergerakan ini didukung pula oleh perkembangan aspek-aspek penunjang. Studio-studio musik bukan lagi sekadar menawarkan tempat latihan. Tapi, sebagian besar mulai melengkapi diri dengan fasilitas untuk merekam sampai mixing karya-karya mereka.
Awalnya program radio G-Indie hanya mau menerima demo hasil rekaman Blass Studio. Karena, memang hanya studio milik Mas Fellix ini yang bisa menghasilkan rekaman dengan kualitas baik. Sekarang sangat banyak pilihan tempat untuk merekam lagu mereka. Hasilnya, ajang pemutaran lagu karya sendiri di radio Geronimo ini pun kebanjiran demo yang minta untuk diputar.
Muncul pula minor label yang tentunya sangat berguna bagi musisi Yogya. Awal kemunculan Jikustik di kancah nasional pun bermula dari kerja sama mereka dengan minor label bernama Woodles, yang bekerja sama dengan Warner Music. Gaya "perjuangan" jalur indie label pun terus berlanjut. Misalnya, dibantu oleh sebuah outlet penjual kaset dan CD. Seperti toko kaset Popeye yang berada di balik kemegahan Malioboro Mal, berhasil membuat dua album indie label ShaggyDog laris.
Nah, belakangan mulai bermunculan distro yang men-support penjualan kaset dan merchandise indie. Beberapa Clothing Company pun siap mendukung penampilan cah-cah band Yogya. Sementara untuk urusan berita dan tulisan tentang band-band indie, kita bisa baca majalah lokal bernama Blank.
Well, atmosfir ini jelas sangat mendukung perkembangan musik di kota gudeg.
Komunitas yang hidup
Kalau kita berjuang sendirian, mungkin bakal terasa berat. Tapi, kalau kita berkumpul bersama teman-teman dalam sebuah komunitas dan melakukan "perjuangan" bersama, itu lain soal. "Perjuangan" akan terasa lebih menyenangkan. Kita bisa berdiskusi, saling memberi masukan atau malah saling bantu kalau butuh pemain musik.
Sekarang ini mungkin komunitas Alamanda yang kita kenal. Tempat yang awalnya cuma studio latihan ini, memang jadi tempat nongkrong cah-cah band Yogya. Dari latihan, les musik, "ngotak-atik" lagu, diskusi soal program kerja, sampai hanya ngegosip sambil menikmati pisang bakar pun jadi.
Sebenarnya, Alamanda bukan komunitas musik pertama yang ada di Yogyakarta. Ada beberapa komunitas yang hadir duluan. Seperti Malioboro Classical, lalu Yogyakarta Corps Grinder, dan Realino. Tapi mereka lebih menkhususkan pada musik tertentu yang bisa kita lihat dari namanya.
Adapun Alamanda lebih kompleks dengan berbagai aliran. Belakangan juga disinyalir banyak komunitas musik yang berkumpul di studio-studio musik lain. Fakultas Filsafat UGM juga punya komunitas Sande Morning yang suka bikin acara setiap minggu pagi. Membuat suasana kompleks UGM makin meriah, selain lesehan lontong sayur dan orang-orang yang berolahraga pagi.
Dari situ memang banyak info dan ilmu yang menyebar untuk meningkatkan kualitas bermusik. Soal kemampuan, Yogya punya potensi yang bagus. Untuk yang ingin belajar musik secara formal, tentunya kita bisa melihat Institut Seni Indonesia (ISI). Dari sini biasanya muncul band band dengan ide dan konsep yang kontroversial dan membuka lahan baru. Bahkan, untuk yang seangkatan SMU, Yogya punya Sekolah Menengah Musik (SMM). Karena itu, bukan tidak mungkin anak-anak remaja mampu menghasilkan musik yang berkualitas.
Bergaul dong!
Kebangkitan para musisi Yogya ini juga didukung oleh kemauan mereka untuk membuka wawasan dan "bergaul" dengan daerah lain. Dalam hal ini Bandung dan Jakarta lebih diincar. Bandung karena masih rules, dan Jakarta yang jadi pusatnya industri musik.
Langkah ini diambil misalnya oleh ShaggyDog saat menggarap album kedua. Mereka memilih merekam lagu mereka di Reverse, studionya Richard Mutter. Termasuk rela ngamen di jalan Dago untuk membiayai hidup mereka selama itu. Tujuannya bukan cuma mencari hasil rekaman yang lebih bagus, tapi juga mengakrabkan diri dengan komunitas Bandung. Beberapa orang mencoba bergabung dengan Potlot, dan menyebarkan virusnya di Yogya. Dan tak sedikit yang mencoba jalan Sheila On 7, dengan mendatangi recording company satu per satu di Jakarta.
Mereka yang sudah suksespun membantu jalan keluar band-band Yogya lain. Endank Soekamti, band punk yang awalnya berniat merilis album indie ditawari Pongki Jikustik untuk bekerja sama. Akhirnya, Endank Soekamti memproduksi albumnya bersama Proton Record yang didirikan Pongki dan temannya yang bernama Tony. Proton kemudian menggaet Primagama Music (divisi musik lembaga pendidikan Primagama) dan Warner Music sebagai partner. Seperti karang yang akhirnya terkikis juga oleh ombak. Akhirnya, tembok industri musik nasional berhasil mereka tembus.
Mungkin suatu kebetulan, mungkin pula karena perusahaan rekaman mulai melihat Yogya sebagai produsen band yang potensial. Siapa sih yang enggak mau ketularan sukses Sony Music dengan Sheila On 7? Tapi, tentunya bukan cuma unsur daerah yang bakal membawa keberuntungan. Kualitas musik mereka juga dipertaruhkan. Maka, para perusahaan rekaman itu pun memilih jagoannya masing-masing.
Sekarang ini baru Seventeen yang menyusul Sheila On 7 dan Jikustik dalam menambah daftar band Yogya yang sudah merilis album. Tapi, gelombang besar sudah siap menyerbu di bulan September ini. ShaggyDog yang setiap pertunjukannya selalu dipenuhi penonton, siap menggebrak dengan dukungan EMI. Endank Soekamti siap membuat suasana lebih panas dengan musik punk bersama Proton dan Warner Music.
New Days akan memperkuat barisan artis produksi Bulletin. The Rain diproyeksikan menggantikan Naff sebagai ujung tombak Pro Sound Record. Dan Esnanas yang menunggu giliran rilis dari BMG. Akan hadir juga Mondayz yang merupakan jelmaan dari I Hate Mondayz yang akan merilis album mereka bersama minor label lokal Mix Pro. Belum lagi kiprah Hai Music Record yang siap-siap dengan produknya, Stereovilla.
Mungkin sekarang sudah saatnya Yogya mendapat julukan baru sebagai "kota musik" karena gelombang serbuan musisi Yogya ini dipastikan akan makin membesar. Kalau yang sekarang lebih didominasi komunitas Alamanda, bukan berarti komunitas lain siap-siap, pun sedang berbenah untuk menyusul. Mereka akan memberi warna baru musik Indonesia dengan Yogya Sound-nya!
Atau ada yang punya nama lebih pas buat Yogya?
TEGUH ANDRIANTO, Tim MUDA
July 15, 2003
Jakarta, Kompas - Selama 32 hari, mulai dari 12 Juni sampai 13 Juli 2003, transaksi yang terjadi di Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2003 mencapai Rp 208 miliar. Artinya, peroleh tersebut telah melebihi target sebesar Rp 200 miliar yang ditetapkan panitia penyelenggara PRJ.
Selain itu, jumlah pengunjung mencapai 2.050.000 orang, termasuk undangan, rombongan, dan lembaga sosial seperti panti asuhan, lanjut usia, dan kaum veteran. Padahal, jumlah pengunjung semula ditargetkan dua juta orang saja.
Public Consultan PRJ 2003 Magdalena Wenas dalam siaran persnya yang diterima Kompas, Senin (14/7), menyatakan, transaksi dan pengunjung terealisasi melebihi target, antara lain karena sajian acaranya menarik minat masyarakat. Apalagi, tema PRJ Ke-36 yang dibuka Presiden Megawati Soekarnoputri adalah “Dari Kite, Oleh Kite, dan Untuk Kite”.
“Di panggung utama, setiap malam diisi panggung hiburan dengan artis-artis Ibu Kota,” kata Magdalena Wenas. Artis Ibu Kota yang memeriahkan PRJ antara lain Sheila on 7, Slank, Inul Daratista, dan Cici Paramida.
Pada hari terakhir, Minggu malam, kata Wenas, jumlah pengunjung mencapai 124.090 orang. Jumlah itu hanyalah berdasarkan tiket masuk melalui pintu-pintu masuk. Tidak termasuk rombongan sosial dan panti asuhan. “Jumlah pengunjung tertinggi mencapai 125.000 ketika Sheila on 7 tampil di panggung utama menghibur warga,” tambahnya.
Ia mengatakan, jumlah peserta pada PRJ tahun ini sebanyak 1.186 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri. Jumlah ini lebih banyak dibanding event yang sama tahun 2002, yakni hanya diikuti 884 peserta. Sementara target dari panitia 950 peserta.
Atas pencapaian target transaksi perdagangan itu, anggota Komisi B DPRD DKI, Ugiek Sugiharjo, mengatakan, PT JITF sebagai penyelenggara sebaiknya tidak terlampau berbangga diri karena penyelenggara berkelas internasional itu sudah saatnya mengelola penyelenggaraan bersifat internasional. Bukan pesta rakyat lagi.
Untuk tahun mendatang, kata Ugiek, penyelenggaraan PRJ sebaiknya diserahkan kembali ke Yayasan PRJ. Namun, pengawasan terhadap yayasan tetap harus dilakukan secara ketat.
Rencananya, Jakarta Fair tahun depan juga diselenggarakan di Kemayoran, 17 Juni-18 Juli 2004. (PIN/OSA)
June 12, 2003
Kabar tentang kaos bertuliskan F*** ** Sheila On7 yang dipakai Edi Brokoli menimbulkan banyak pertanyaan. Benarkan VJ MTV ini punya dendam pribadi dengan anak-anak Sheila On7?
Cerita ini berawal di pesta ultahnya Nova Eliza hari Minggu kemarin (1/6). Waktu itu, Edi yang datang sebagai tamu undangan, memakai kaos kuning mencolok dengan tulisan besar yang bikin orang pada melongo, F*** ** Sheila On7! Kenapa sih Di? Marahan sama mereka ? “Enggak! Secara personal gua nggak ada masalah sama mereka (Sheila On7). Gua cuma nggak suka sama lagu-lagunya aja!, “terang Edi.
Kaos seperti gitu menurut Edi banyak sekali dijual di Bandung. “Dan bukan cuma gua aja kok yang pake. Anak-anak di Bandung juga banyak yang pake, “lanjut Edi. Menurutnya, nggak suka sama jenis musik band tertentu adalah hal yang wajar. Mantan personil Harapan Jaya ini bahkan berani bilang kalau banyak juga seleb lain yang nggak suka sama lagu-lagu nya Sheila On7.
Erros Sheila On7 : Nggak Perlu Digede-gedein!
Para personil Sheila On7 sepertinya sanati-santai saja dengan adanya kaos heboh tadi. “Itu hak dia kok untuk nggak suka sama Sheila On7. Buat kita sih, daripada buang energi mikirin yang begituan, mending serius ngerjain album baru, “komentar Eross ketika dihubungi KG lewat ponselnya, (11/6). Mesin pencetak hits ini juga mengaku nggak ada masalah pribadi apapun dengan Edi Brokoli.
“Sepanjang karir Sheila On7, kami udah nyiptain banyak musik. Aku tau kok pasti ada yang suka dan benci. Tapi aku nggak peduli. Buat kami, yang paling penting adalah dengan adanya album-album ini, Sheila On7 udah bisa ngasih makan orang banyak. Dengan meladeni orang yang menghujat, apa kita juga dapet makan dari mereka?, “katanya serius.
Sejak tragedi kaos heboh itu, baik Eross ataupun personil Sheila On7 lain belum pernah ketemuan langsung dengan Edi. “Kalo pun ketemu, ya biasa aja lah. Toh dia juga bilang nggak ada masalah pribadi dengan kita. Akupun misalnya, kalo lagi butuh Edi untuk keperluan album, aku akan panggil dia, “tegas Eross. Gitaris ini juga wanti-wanti bilang agar masalah ini nggak usah diperlebar. Wajar kan orang nggak suka sama band tertentu.
Mungkin saja band yang ngetop dengan ikon Sephia ini nggak peduli. Tapi gimana kalo para SheilaGank yang terkenal loyal itu pada berontak? “Itu hak mereka. Pesan kita cuma satu, kalo mereka masih suka sama Sheila, dukung aja musik kami. Jangan buang-buang energi untuk hal-hal yang nggak berguna, “tandas Eross lagi. (*/KG)
June 7, 2003
Yogyakarta, Kompas - Olahraga, seni, dan kegembiraan pada acara pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XV yang ditampilkan oleh para seniman, budayawan, pelawak, penyanyi, maupun pesinden Yogyakarta, Jumat (6/6) malam di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, terasa benar-benar memberikan hiburan segar kepada masyarakat.
Dibuka dengan tarian massal 140 penari Angguk Putri dari Kabupaten Kulonprogo dan 90 orang penari tari badui dari Kabupaten Sleman, stadion olahraga terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta itu menjadi panggung besar seni.
Ribuan penonton bersatu dalam gelak tawa, ketika seniman dan budayawan Yogyakarta bermain sepak bola dengan iringan gamelan dan suara merdu pesinden Anik Sunyahni.
Suasana pembukaan yang sangat berbeda dengan penyelenggaraan FKY sebelumnya ini juga terasa mengena dengan tema FKY XV, yang mengedepankan peran dari kalangan muda.
Laporan Ketua Umum FKY XV Bambang Paningron dan sambutan peresmian pembukaan FKY XV tahun 2003 oleh Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pun mendapat sambutan yang gegap gempita dari pengunjung.
FKY berlangsung selama sebulan, 6 Juni sampai dengan 7 Juli 2003. Tema yang diangkat adalah Pemuda sebagai Benteng Terakhir Penjaga Keberlangsungan Kehidupan Seni Budaya.
Sheila on 7
“Saya merasa berterima kasih kepada seniman, pelawak, dan tiga personel Sheila on 7 yang bersedia hadir. Yogyakarta itu kan ya milik mereka ini. Kalau mereka mau terlibat pasti akan ramai dan meriah,” kata Bambang Paningron kepada Kompas, di sela-sela acara pembukaan.
Jumlah penonton yang mencapai lebih dari lima ribuan orang di tribun sebelah barat Stadion Mandala Krida boleh jadi karena kehadiran tiga dari lima personel kelompok musik asal Yogyakarta Sheila on 7, yaitu Adam, Eros, dan Sakti.
Di luar itu, model pertandingan sepak bola yang dipimpin musisi Djaduk Ferianto dan komentator lawak Djoned, Gareng Rakasiwi, dan Anang Batas menambah suasana pembukaan FKY XV bertambah meriah.
Seniman Yogyakarta yang hadir dan ikut bermain sepakbola, antara lain Eko Bebek, Sronto, Susilo “Den Baguse Ngarso” Nugroho, Marwoto Kawer, Nano Asmorondono, Yu Beruk, Yuswantoro Adi, Kuss Indarto, dan Jemek Supardi.
…… Baca sambungan
May 14, 2003
Biarpun sudah menjadi salah satu “sawah subur” bagi perusahaan rekaman Sony Music Entertainment Indonesia, Sheila on 7 tidaklah dianakemaskan. Grup asal Yogyakarta ini tetap harus mengantri sampai giliran rilis album baru mereka tiba. Bahkan, mereka pun bisa terkena pengunduran jadwal rilis album.
Cerita Duta, vokalis Sheila on 7, sebetulnya album keempat mereka dijadwalkan bakal keluar pada September 2003. Tapi, “Waktunya diundur ke akhir tahun ini,” lanjutnya ketika ditemui oleh KCM di Hard Rock Cafe Jakarta, Selasa (13/5).
“Artis Sony Music kan bukan cuma Sheila, dan Sony menggilir waktu rilis dan promosi album-album artisnya. Karena ada album-album artis lain yang harus dikeluarkan duluan, jadwal rilis album Sheila diundur,” terangnya mewakili empat personel lain Sheila on 7, Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas) dan Anton (drum). Sony Music juga mengontrak, antara lain, grup-grup Padi, Cokelat, GIGI, Boomerang dan KLa Project.
Berhubung waktu keluar album keempat Sheila on 7 diundur, di minggu kedua Mei ini mereka belum harus berkonsentrasi menggarap album itu di studio rekaman. Mereka masih bisa “berkeliaran”. Contohnya, pada Minggu (18/5), mereka akan tampil dalam Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku, di Parkir Timur Senayan, Jakarta.
Mereka bakal menjalani rekaman pada akhir Mei ini hingga Juli nanti. Aku Duta, ia dan rekan-rekannya kini sudah punya delapan lagu siap rekam. “Seperti album yang lalu (07 Des), semua personel ikut mencipta lagu,” katanya.
Sheila on 7, yang dibentuk pada 6 Mei 1996, telah punya tiga album –Sheila on 7 (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000) dan 07 Des (2002). Mereka mencetak angka penjualan di atas sejuta copy dari setiap album. (Ati)
Source: Kompas
May 13, 2003
Akan ada acara yang dikonsep oleh penyelenggaranya, Merah Putih Jaya, sebagai event besar yang mengandung misi. Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku, namanya. Lewat acara yang bakal digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada Minggu (18/5) mulai pukul 14.00 WIB itu, penyelenggaranya bermaksud mengingatkan kita untuk menguatkan lagi rasa cinta kepada Indonesia, yang disimbolkan dengan menjaga eksistensi bendera merah putih.
Karena Ketua Umum Penyelenggara Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku adalah H Audy Tambunan yang orang PDIP dan anggota DPRD DKI Jakarta, munculah dugaan bahwa perhelatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan-kegiatan pemanasan PDIP menuju Pemilu 2004.
Dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta, pada Selasa (13/5) siang, Audy menegaskan bahwa acara itu tidak ada hubungannya dengan partai politik tempatnya bernaung. “Saya tidak melibatkan partai, meskipun ada dukungan materi dan moril dari teman-teman di DPR RI, DPRD DKI Jakarta dan Kabinet Gotong Royong,” ucapnya.
Audy sendiri mengaku mendapatkan gagasan untuk membuat acara itu karena terinspirasi oleh spanduk bertuliskan “Jangan Robek Benderaku” yang dilihatnya di depan Gedung Lemhanas, Jakarta, dua tiga bulan lalu.
Dalam Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku yang akan dipandu oleh Alya Rohali dan Ferdy Hassan, bakal tampil Sheila on 7 dan Cokelat, dua kelompok musik yang punya banyak penggemar dari kalangan muda kita. Cokelat, yang diwakili oleh manajemen mereka, dan Sheila on 7, yang mengutus Duta (vokal) dan Eross (gitar), dalam jumpa pers mengatakan bahwa mereka akan menyajikan sejumlah lagu, bisa sampai belasan, dari album-album mereka.
Menurut mereka, dalam event tersebut, mereka tidak harus membawakan lagu-lagu kebangsaan dan perjuangan untuk membangkitkan rasa cinta Tanah Air. “Kami ingin menghibur dengan lagu-lagu dari album-album kami,” kata Duta. “Lagi pula, dengan bersama-sama menikmati hiburan tanpa bikin keributan, itu juga merupakan contoh rasa cinta kita kepada Indonesia. Enggak perlu kita jauh-jauh ikut demo antiperang (AS-Irak). Kita lakukan saja apa yang nyata-nyata bisa kita lakukan,” lanjutnya tentang pertunjukan gratis tersebut.
Eross menjelaskan bahwa bukan baru sekali Sheila on 7 ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang bermisi sejenis. Pada 2002, Eross mencipta lagu Bendera yang dibawakan oleh Cokelat untuk album soundtrack film Bendera yang disutradarai oleh Nan T Achnas. “Ya, yang kali ini juga merupakan perpanjangan dari keterlibatan Sheila on 7 dalam kegiatan-kegiatan yang punya misi menumbuhkan semangat kaum muda,” kata Eross.
Dalam jumpa pers, baik manajemen Cokelat maupun Eross dan Duta belum bisa memastikan apakah mereka bakal tampil bersama untuk menyuguhkan satu atau beberapa lagu, atau tidak. “Biar jadi surprise saja,” ujar Duta.
Selain pertunjukan Sheila on 7 dan Cokelat, dalam Konser Simfoni Merah Putih: Jangan Robek Benderaku akan dibuka pula sejumlah stand SMU, universitas, sekolah tinggi bahasa, lembaga kursus bahasa dan organisasi pecinta alam. (Ati)
Source: Kompas
March 22, 2003
Ada yang berubah saat Sheila on 7 (So7) meluncurkan album mereka yang ketiga, Sheila on 7 07 Des. Dalam album terbarunya, ini bukan hanya Duta yang bertindak sebagai vokalis, melainkan juga personel So7 lainnya, kecuali Adam, ikut menyumbangkan suaranya meski hanya satu bait saja.
Soal penulisan lirik pun tidak lagi didominasi Eross. Semua anggota So7 kini ikut menyumbangkan lagu karya masing-masing. Misalnya Duta yang menciptakan lagu Seandainya saat ia tur di Padang, sedang Sakti menciptakan Buat Aku Tersenyum, dan Anton membuat Mari Bercinta. Lain lagi dengan Adam yang sudah berpengalaman menulis lagu di album sebelumnya, menciptakan lagu Bapak-bapak dengan sentuhan rock n roll.
Warna musik yang mereka tawarkan di album ini memang kian beragam, mulai dari pop alternatif, orkestra, hingga sentuhan musik country.
”Inspirasinya datang dari Beatles dan macam-macam warna musik tapi tetap kita terjemahkan dalam bahasa Sheila,” sahut Duta saat peluncuran album Sheila on 7 07 Des di Pisa Café, Jakarta, Rabu sore (20/3). Sengaja dipilih judul 07 Des karena tanggal ini bisa disebut sebagai tanggal keramat bagi kelompok band asal Yogyakarta ini. Pada hari itulah di tahun 2001 mereka mulai masuk studio rekaman untuk menggarap album ini.
”Bukannya berubah, tapi lebih tepatnya musik kami mengalami pergeseran dan perkembangan. Dan ini sangat natural karena dari segi usia kita bertambah, referensi musik tiap-tiap personel pun semakin bertambah. Itulah yang sekarang tercakup di album ini,” imbuh Eross yang tetap menulis paling banyak lagu di album ini.
Musik yang mereka tampilkan masih mengandalkan sound vintage, khas mereka selama ini. Beberapa lagu juga dihadirkan dengan isian string, salah satunya yang diaransemen oleh Erwin Gutawa dalam lagu Seberapa Pantas ciptaan Eross yang dijadikan lagu andalan. ”Isian string atau orkestra bukan untuk gaya-gayaan, tapi memang dibutuhkan untuk menambah nyawa bagi suatu lagu,” tandas Duta. Sebelumnya Erwin pernah membantu mereka untuk lagu Sephia dan Tunjuk Satu Bintang. Selain Erwin, musisi lain yang membantu adalah Saunine String Quartet dan Rejoz, pemain perkusi The Groove yang membantu mereka di lagu Percayakan Padaku.
Demi mendapatkan hasil yang lebih memuaskan, dua lagu So7 Seberapa Pantas dan Hingga Ujung Waktu mereka mixing ulang di Australia. ”Tidak ada maksud apa-apa, kami hanya ingin coba membandingkan antara hasil mixing di sini dengan Australia. Dan jujur saya katakan, saya kok lebih puas dengan hasil mixing di sini,” kata Duta sembari mengatakan S07 akan mulai tur promosi album terbaru mereka mulai bulan Mei-Oktober 2002 besok.
Untuk album ketiganya ini, So7 juga mencatat prestasi tersendiri. Hanya dalam waktu dua hari saja, album mereka sudah terjual 400 ribu keping. Jika kali ini mereka pun menargetkan angka penjualan hingga satu juta kopi, rasanya memang tidak berlebihan. (din)
Source: Sinar Harapan.
March 21, 2003
Mulai 18 Maret lalu, sehari sesudah grup pop Sheila on 7 tampil di Indosiar, album ketiga mereka, 07 Des (baca: Tujuh Desember) dirilis. Diinformasikan oleh Sutanto Hartono (Managing Director) dan Jan Djuhana (Senior A&R Director) dari perusahaan rekaman Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI), selama kira-kira dua minggu menjelang album itu dirilis, para agen di seantero tanah air memesan 400 ribu copy album tersebut dalam kemasan kaset.
“Mula-mula jumlah pesanan mereka 360 ribu copy. Sesudah menonton tayangan langsung Indosiar, jumlah itu naik jadi 400 ribu copy,” ucap Soetanto dalam jumpa pers peluncuran album 07 Des di Pissa Cafe, Jakarta, pada Rabu (20/3) sore. “Untuk pesanan pertama sebelum rilis, tidak berlaku retour (pengembalian kaset-kaset yang tak terjual dalam target waktu), karena agen dan perusahaan rekaman menjamin kaset-kaset itu pasti terbeli). Jadi, setidaknya, album baru Sheila on 7 sudah laku 400 ribu copy,” kata Jan kepada KCM dalam kesempatan yang sama.
Hal itu bukan baru sekali terjadi untuk album Sheila on 7. Sebelum dirilis, album kedua mereka, Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000), telah dipesan sekitar 200 ribu copy oleh para agen.
Kira-kira seminggu sesudah dirilis di Indonesia, album 07 Des dijadwalkan masuk ke pasar Malaysia. “Kami mengirim master-nya, Sony Malaysia yang memperbanyak dan mengedarkannya di sana dalam kemasan kaset. Untuk yang pertama, kami belum tahu mereka akan melepas berapa copy,” aku Jan.
Namun, yang pasti, aku Jan lagi, Sheila on 7 merupakan artis musik yang berhasil menjual paling banyak copy album sepanjang 2001, sampai sekitar 100 ribu. “Siti Nurhaliza, penyanyi Malaysia sendiri, kalah,” ujar Jan. Sementara itu, diungkapkan oleh Anton Kurniawan, manajer Sheila on 7, album pertama mereka, Sheila on 7 (1999), cuma terjual 75 ribu copy.
***
Tapi, menyeberangkan album 07 Des ternyata tak mudah. Sony Malaysia, papar Jan kepada KCM, amat teliti dalam melakukan sensor awal terhadap album tersebut sebelum melemparnya ke pasar Malaysia. Lirik Seberapa Pantas, lagu pertama yang diangkat dan divideokan untuk mempromosikan album yang bersangkutan, kena sensor.
“Menurut mereka, kata “Celakanya” dalam lagu itu berarti buruk, seperti umpatan, tidak pantas didengar di Malaysia. Mereka bilang, kalau album tersebut tetap mau masuk Malaysia, kata itu harus diganti atau dihilangkan,” tutur Jan.
SMEI dan Sheila on 7 tetap ingin album 07 Des beredar di Malaysia. “Kasihan kan para penggemar Sheila on 7 di sana, kalau enggak bisa ngedengerin album itu,” kata Eross, gitaris Sheila on 7 sekaligus pencipta lagu Seberapa Pantas, kepada KCM.
Maka, pekan ini juga mereka masuk studio rekaman lagi untuk menggarap ulang kata “Celakanya”. “Aku mau ganti dengan kata-kata ‘Oh sayangnya’,” lanjut Eross. Berarti, Duta, vokalis Sheila on 7, harus menjalani rekaman suara lagi untuk pergantian kata-kata tersebut.
Selain itu, gambar-gambar yang memperlihatkan Duta menyanyikan kata “Celakanya” dalam video lagu Seberapa Pantas, yang digarap oleh sutradara Dimas Djayadiningrat dan kawan-kawan dari rumah produksi Millennium, harus pula diganti dengan gambar-gambar lain. Video itu memang akan pula ditayangkan di Malaysia.
Masih berkaitan dengan video tersebut, di dalamnya tak ada satu pun gambar Duta mengenakan anting di alisnya, seperti pada kesehariannya. “Di Malaysia, laki-laki dilarang pakai anting. Duta kan pakai anting di alisnya. Berhubung video itu bakal juga ditayangkan di sana, Duta sengaja kami tampilkan tanpa anting di alisnya dalam video tersebut,” papar Jan. (Ati)
Source: Kompas
August 19, 2002
Oleh Khadijah Ibrahim
Kumpulan muzik yang paling popular Sheila On 7 tidak pernah menjangka mereka akan mendapat tempat di hati peminat muzik negara ini.
Malah semasa menghasilkan album, kumpulan ini tidak pernah diikat dengan strategi tertentu untuk menguasai pasaran.
Biar pun mencatatkan populariti dan album mereka laris di negara ini tetapi kumpulan ini menganggap kejayaan itu disebabkan oleh kesesuaian muzik dengan selera peminat.
Sheila On 7 menganggap semua lagu-lagu mereka adalah denyut jiwa yang dilahirkan tanpa dipengaruhi faktor-faktor lain seperti kehendak pasaran dan sebagainya.
“Kami tidak pernah memikirkan sesebuah album itu mendapat sambutan atau tidak semasa menghasilkan album berkenaan. Yang lahir itu adalah denyut jiwa kami dan disampaikan menerusi muzik,'’ kata Eros salah seorang anggota Sheila On 7.
Menurutnya, banyak pihak cuba mencungkil rahsia kejayaan album-album mereka tetapi sebenarnya mereka tidak mempunyai rahsia kerana hasrat utama menghasilkan album untuk dinikmati oleh peminat bukan mendapat imbuhan daripada mereka.
“Kami percaya peminat di sini menerima muzik Sheila On 7 mungkin kerana kita dari rumpun yang sama,'’ tegas Eros lagi.
Tambahnya, apa yang mereka lontarkan dalam muzik selama ini adalah daripada minat dan kehendak sendiri dan bukan kerana faktor tertentu.
Kata Eros, muzik bagi mereka adalah sesuatu yang perlu dinikmati. Justeru itu mereka lebih suka membiarkan peminat menilai sendiri muzik daripada memaksa peminat menggemarinya.
Walaupun muzik mereka sering menjadi ikutan kumpulan lain tetapi Sheila On 7 tidak pernah menganggap mereka sebagai yang terbaik.
“Dalam seni tidak ada yang baik dan tidak baik. Cuma yang ada ialah menarik atau tidak,'’ jelas Eros.
Sheila On 7 adalah kumpulan yang paling laris dan di Indonesia sahaja mereka perlu mengadakan persembahan di 50 buah bandar. Setakat ini mereka baru mengadakan di 29 buah bandar seluruh Indonesia.
Biarpun ada ketikanya mereka dilanda keletihan, namun Sheila On 7 tidak menyesal dengan apa yang mereka lakukan. Sebaliknya, mereka bangga kerana pengorbanan yang dilakukan selama ini mendatangkan hasil.
Menurut seorang lagi anggota Sheila On 7, Duta, kejayaan mereka disebabkan muzik dan gaya yang tersendiri.
Sheila On 7 turut dianggotai oleh Adam (bass), Sakti (gitar kedua) dan Anton (drum) akan hanya menghasilkan album baru pada tahun depan.
Dalam pembikinan album, mereka juga tidak pernah merangka konsep atau tema yang bakal diketengahkan. Sebaliknya mereka lebih senang menghasilkan sesuatu dengan cara spontan.
Album 07 Des yang dipasarkan di negara ini sejak April lalu telah mencecah angka jualan 40,000 unit dan 1 juta unit dijual di Indonesia.
Selain datang mempromosi album, Sheila On 7 yang menjadi kegilaan remaja itu juga telah mengadakan persembahan di Hard Rock Cafe pada petang semalam. Penyanyi utama, Duta menyanyikan hampir 18 buah lagu daripada album baru dan lama.
Pada Sabtu lalu mereka muncul memeriahkan pelancaran wajah baru majalah URTV di Mid Valley, Kuala Lumpur.