July 19, 2007

Album Keenam Akan Muncul Akhir Tahun

Filed under: General 2007

YOGYAKARTA, KOMPAS - Sebuah pentas akustik dipersembahkan Sheila on 7 di Java Cafe and Resto, Minggu (6/5), sebagai perayaan 11 tahun mereka terjun dalam belantika musik Tanah Air. Mereka juga memastikan mengeluarkan album keenamnya yang diformat lebih fresh, akhir tahun ini.

Seratusan fans dari segala penjuru Nusantara datang di acara itu untuk bertemu seluruh personel Sheila on 7 (SO7). Mengawali tanya jawab dengan fans, Adam (bas), Eros (gitar), Duta (vokal), serta Brian (drum), bermain akustik. Mereka membawakan sembilan lagu, antara lain Itu Aku dan Tunjuk Satu Bintang.

"Selama 11 tahun kami bersama di SO7, banyak yang dicapai, namun banyak pula yang harus diintrospeksi agar kami lebih baik di masa mendatang. Yogyakarta bagi kami adalah bagian penting dari S07, sedangkan para fans adalah energi bagi S07. Kami di SO7 wajib bertanggung jawab kepada mereka," ujar Adam.

Duta mengakui bahwa popularitas SO7 tidak sama dengan beberapa tahun lalu. Namun, itu adalah dinamisasi yang wajar dalam belantika musik, termasuk ganti personel juga tidak terhindarkan. Band yang menapak jejak awal di Yogya dan mulai terkenal tahun 1998 ini, dua kali mengalami ganti personel karena kehilangan Anton (drum) serta Sakti (gitar).

SO7 sadar, sekarang adalah masa-masa sulit bagi mereka. Publik pun beranggapan bahwa SO7 kini tidak bisa seperti dulu. Namun, fans SO7-Sheilagank-masih setia dan itulah penyemangat sehingga album keenam yang diluncurkan akhir tahun ini dipersembahkan juga untuk mereka.

Album yang akan dikerjakan mulai puasa (Oktober) nanti dijanjikan lebih fresh meski tetap menampakkan ciri khas mereka, yakni baru dan variatif. SO7 tidak mau terjebak untuk meninggalkan karakter itu.

"Referensi kami makin luas dan itu coba kami masukkan, tetapi kami tetap SO7," tutur Eros yang menganggap apa yang telah dicapai SO7 tak pernah dibayangkannya.

"Sebagian materi untuk album nanti sudah ada, tetapi take vokalnya baru Oktober nanti. Perkara nanti lagunya akan menjadi seperti apa, kami ya tidak tahu. Yang jelas, kami tetap mengusung warna musik SO7," ujar Duta. Kebanggaan

Bertemu dengan fans adalah kebanggaan bagi SO7. Namun, mereka juga mendapat kado istimewa di acara bertajuk "Sheila On 7 11th Anniversary Private Concert" itu, dengan kehadiran Sakti. Mantan gitaris yang kini mendalami keagamaan itu mengatakan ia selalu di belakang SO7.

"Bagi saya, SO7 adalah band yang terbaik sepanjang masa. Saya selalu mendoakan mereka," kata Sakti yang tampil dengan jenggot panjang dan baju jubah warna putih. Ia sendiri datang langsung dari Wonosobo.

 

07 Mei 2007

June 23, 2007

Sheila On 7 Cicipi Judi Negeri Kanguru

Filed under: General 2007

Jakarta, Las Vegas memang kota judi. Tapi untuk Sheila on 7, tak perlu sampai Las Vegas untuk mencicipi judi internasional. Bagi personel Sheila on 7, berjudi di Negeri Kanguru ternyata cukup menyenangkan.

Sheila on 7 ada di Australia beberapa hari lalu dalam rangka mengisi konser ‘Care For Indonesia 2007′ yang diadakan mahasiswa-mahasiswa Indonesia. Usai mengisi konser, Eross dan kawan-kawan menyempatkan diri mencari hiburan di kawasan Perth.

Para personel band asal Yogya itu ternyata kepincut untuk mampir di Burswood Entertainment Complex. Di tempat yang buka 24 jam tersebut tersedia arena judi, sembilan restoran, tujuh bar dan 413 kamar hotel.

"Waktu di sana main Roullette. Kita main buat fun-fun aja. Seru juga sih bisa jadi mata pencaharian," canda Eross saat berbincang dengan detikhot melalui telepon genggamnya, Kamis (6/7/2007) malam.

Judi Roullette rupanya membuat para awak band dengan hits ‘Pejantan Tangguh’ itu kecanduan. "Yang menang Brian, yang lain bangkrut tapi nggak banyak, nggak sampai 50 dollar," cerita kekasih Leony itu.

Begitu kecanduannya pada Roullette, Brian sang drummer sampai membeli replika alat judi tersebut. Di markas So7, mainan Roullette itu akan jadi
pengusir suntuk saat mereka tengah menulis lagu atau latihan. (eny/yla)

Gara-gara Copet, Sheila On 7 Ketiban Gosip

Filed under: General 2007

Jakarta, Konser Sheila on 7 (So7) di Pekan Raya Jakarta Minggu (17/6) malam digosipkan rusuh. Selidik punya selidik ternyata biang keroknya adalah aksi copet dan senggol-senggol.

Band asal Yogyakarta itu tampil sebagai penutup acara. So7 membawakan 10 buah lagu. Namun di tengah-tengah aksinya, penonton tak kalah seru mencari perhatian.

Gosip yang beredar sempat terjadi kerusuhan saat band yang digawangi Eross, Brian, Duta dan Adam itu menghibur suasana. Namun setelah dikonfirmasi ternyata tidak serusuh gosip yang berhembus.

"Menurut pandangan mata nggak rusuh kok. Penontonnya asyik. Sempat sih penonton sebelah kanan panggung yang tadinya pada nonton teralihkan sejenak. Tapi musik masih jalan. Kita tidak tahu apa itu copet atau senggol-senggolan," ujar PR Manajer So7, Philosofy Akbar kepada detikhot, Senin (18/6/2007).

Dituturkan Philos kejadian itu juga tidak berlangsung lama. Hanya sekitar 2 menit saja dan tidak begitu ramai. Karena setelah itu konsentasi penonton kembali ke aksi So7. Pihak panitia juga tak memberi kabar bahwa ada kerusuhan di tempat konser.

"Kurang lebih 2 menit, cuma sebentar agak-agak ramai habis itu balik lagi.
Ngga sampai ramai banget," tandas Philos.

Menurut pihak So7, gosip itu adalah hal yang berlebihan. Karena mereka yakin pada kenyataannya memang tak ada kerusuhan ataupun kejadian yang berarti dalam konser tersebut.(yla/eny)

May 13, 2007

Dilombakan, Bikin Komik dari Lirik Lagu So7

Filed under: General 2007

YOGYAKARTA, KCM - Bikin komik dengan cerita dari lirik lagu? Itulah yang dilombakan oleh sebuah komunitas peduli seni di Indonesia dengan menggandeng Sheila on 7 (So7) Management alias manajemen grup Sheila on 7. Lomba itu digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeringati satu dekade kebangkitan komik Indonesia alias KONDE! (Komik Indonesia Satu Dekade!).

Gagasan menyelenggarakan lomba itu, yang diberi nama KONDE!: So7’s Songs Comics Festival, datang dari Akademi Samali, komunitas dimaksud. Lewat siaran pers yang diterima oleh KCM, penyelenggara menerangkan bahwa mereka memiliki alasan untuk mengadakan lomba tersebut. Menurut mereka, So7–yang populer di Tanah Air, Malaysia, dan Brunei Darussalam–memiliki lirik lagu-lagu yang kuat dan lugas serta dekat dengan kaum muda dan realita pencarian jati diri. Karena itu, menurut mereka pula, lirik lagu-lagu So7 dapat ditafsir ke komik.

Lomba tanpa uang pendaftaran tersebut bisa diikuti oleh para WNI berusia 15 tahun ke atas sebagai perorangan atau kelompok (data diri dan foto perorangan atau kelompok dikirim bersama karya). Satu orang atau satu kelompok boleh mengirim lebih dari satu karya. Karya itu harus dikirim ke sekretariat  lomba itu–alamat, Jl Mampang Prapatan XVI No 28, Jakarta 12760; nomor telepon, (021) 79198858–paling lambat pada 5 Juli 2007 cap pos.

Karya mereka harus hitam-putih, kalau menggunakan teks mesti dalam bahasa Indonesia, tak bersifat SARA, tidak mengandung penistaan, dan bukan merupakan pornografi.

Untuk membuat komik, para peserta boleh mengutip atau mengembangkan lirik lagu-lagu Sheila on 7, namun tidak boleh menyelewengkan arti lirik lagu-lagu itu. Ada 23 lagu yang bisa dipilih oleh para peserta untuk dikomikkan. Sebut saja, Kita, Sephia, Melompat Lebih Tinggi, dan Berhenti Berharap.

Para peserta dapat mengerjakan karya mereka baik dengan teknik manual maupun digital. Panjang komik, 8 halaman kertas berukuran A4, dengan margin kiri, kanan, atas, dan bawah 1,5 cm.

Pemenang akan memeroleh paket dari sponsor dengan nilai total Rp10 juta. Satu lagi, hak cipta atas karya para peserta tetap ada pada para peserta, biarpun penyelenggara berhak menggunakan karya mereka untuk kepentingan publikasi setelah penyelenggaraan lomba tersebut.

Kepada KCM, Endru Aditya, Project Manager Assistant lomba itu, menerangkan bahwa hingga kini sudah mendaftar 40 komunitas untuk mengikuti lomba tersebut. "Mereka dari Jawa dan Sumatera," imbuhnya.      

***
Eross Candra, gitaris sekaligus pencipta kebanyakan lagu So7, menanggapi baik penyelenggaraan lomba itu. "Inovatif, menggambar berdasarkan tema dari lagu yang sudah ada. Semoga bisa jadi trend," kata Eross kepada KCM.

Eross juga mengaku senang lagu-lagu ciptaannya ditafsir ke komik dalam lomba tersebut. Ia tak ambil pusing soal lagu-lagunya yang mana saja yang dipilih oleh penyelenggara. "Enggak masalah. Semua itu sepengetahuan manajemen kami. Aku percaya, baik menurut manajemen, baik juga buat kami," ujarnya.

Eross belum tahu pula apakah ia akan menjadi salah satu juri lomba itu atau tidak. "Kalau aku jadi juri, bagus atau jelek komik itu ya bagus atau jelek menurutku. Subyektif. Padahal, enggak segampang itu kan? Harus dilihat dari segi teknis menggambar komik, yang bukan bidangku," ucapnya.

Sementara itu, menurut Endru, sebetulnya ketika ia menghubungi Eross belum lama ini, Eross mengutarakan berminat untuk menjadi salah satu juri. Namun, lanjut Endru, "Dia harus melihat dulu jadwal kegiatan musiknya dengan jadwal penjurian lomba ini. Kalau enggak bentrok, ya dia bisa jadi juri."

Yang jelas, terang Endru lagi, Eross sudah pasti akan ambil bagian dalam dua workshop yang akan diadakan pada pameran komik dalam rangka satu dekade kebangkitan komik Indonesia, di Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol, 22 Juni-1 Juli 2007.                      

February 28, 2007

1000 Gitaris Pecahkan Rekor MURI

Filed under: Eross, General 2007

Yogyakarta, Sebuah konser akbar melibatkan 1000 gitaris Indonesia akan digelar. Konser tersebut juga akan dicatat di Museum Rekor Indonesia.

Sebuah konser akbar dengan melibatkan 1000 gitaris Indonesia akan digelar. Konser akan berlangsung pada 7 Maret 2007 di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Dari 1000 gitaris tersebut, empat gitaris ternama ikut serta. Mereka adalah Ian Antono (God Bless), Eet Sjahranie (Edane), Eross (Sheila On 7) dan Teguh (Stephen and The Coconut Treez).

Dijelaskan Anton Renaldi dari Gong Entertainment, konser tersebut akan jadi ajang pemecahan rekor MURI. Konser akan dicatat sebagai kegiatan yang melibatkan 1000 orang dengan menggunakan alat musik gitar dalam satu venue.

Ada tiga panggung yang dibuat panitia. Panggung utama digunakan untuk empat gitaris, Ian, Eet, Eross dan Teguh. Dua panggung tribun yang letaknya di kiri dan kanan panggung utama digunakan 1000 gitaris yang terlibat.

Untuk mendapatkan 1000 gitaris, pihak penyelenggara beberapa waktu lalu membuka pendaftaran. "Baru seminggu dibuka yang mendaftar sudah lebih dari seribu," ujar Anton di restoran Paparonz, kawasan Tugu, Yogyakarta, Rabu (28/2/2007).

Akhirnya menanggapi animo masyarakat yang ikut, jumlah gitaris yang terlibat ditambah. Sebanyak 250 gitaris disiapkan sebagai cadangan.

February 3, 2007

Interview Irwansyah di RS feb

Filed under: Magazine, General 2007

 

Musik yang pertama kali Anda suka?

Limp Bizkit. Saya suka metal. Berlanjut ke Korn, Disturbed, sampai Slipknot. Lalu pindah aliran ke Blink 182, Green Day, sampai saya bawain lagu-lagu seperti itu juga di band saya semasa SMA. Melodic punk. Sekarang lagi suka alternatif, tapi lebih ke komersil. Kalau di IndoNesia, sayA sekarang suka bangEt saMa Sheila on 7 dan Ari Lasso.