May 2, 2007
PELUNCURAN produk terbaru motor Honda Vario yang berbentuk matic yang digelar di atrium Plaza Ambarrukmo Jumat (22/9) malam terasa istimewa dengan hadirnya grup band ternama asal Yogyakarta, Sheila on 7. Kemunculan Sheila on 7 diatas panggung disambut teriakan histeris fansnya yang kebanyakan sudah menanti penampilan band ini sejak siang. Sementara pengunjung yang baru datang malam itu, langsung mendekat ke arah panggung untuk menyaksikan aksi band terkenal tersebut.
Malam itu Sheila on 7 membawakan 8 lagu, baik yang sedang hit di radio-radio maupun lagu yang berasal dari albumnya terdahulu yang sempat akrab di indera pendengar penonton, di antaranya ‘Seberapa Pantas’, ‘Melompat Lebih Tinggi’, dan ‘Bila Kau Tak Disampingku’ sebagai tembang penutup.
Dalam pertunjukan malam itu Sheila on 7 tampil maksimal. Di sela-sela lagu yang dibawakan, Eross menunjukkan kepiawaiannya bermain gitar yang mampu membuat penonton berdecak kagum. Mengenai konsep musik yang diusung Sheila 0n 7, masih sama seperti yang dulu yakni ditujukan untuk kalangan anak muda dengan membawakan lagu-lagu ber-nuansa cinta dan persahabatan. Spesial dalam acara launching Vario, Sheila on 7 menyanyikan lagu yang bertempo cepat.
Sementara itu, panggung sengaja dirancang dengan dominasi warna merah, mulai dari red carpet dan motor Vario merah yang diletakkan di bagian depan panggung. Sesekali Duta menjajal Vario sambil bernyanyi diatasnya. Dalam acara tersebut, Eross mendapat kesempatan untuk mengundi dan membacakan door price yang dipersembahkan oleh Honda berupa televisi, kulkas, rice cooker untuk penonton.
Menurut Chandra Sugihanjoyo, Marketing Manajer Astra Honda Yogyakarta, sengaja menghadirkan Sheila on 7 guna memuaskan pelanggan di Yogyakarta yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada Honda sebagai alat transportasi yang paling banyak dipakai oleh masyarakat Yogyakarta. “Vario lahir guna memenuhi permintaan motor matic bagi para pelanggan Honda, kami harap Vario dapat dengan mudah diterima masya-rakat Yogyakarta dan sekitarnya.” ujar Chandra Sugihanjoyo
25 Sept 2006
MAGELANG (KR) - ‘Religi on Stage’ di alun-alun Magelang yang didukung cuaca bersahabat, membuat penampilan Sheila on Seven (SO7) yang tampil enerjik sangat memuaskan penonton, malam Minggu lalu. Duta sang vokalis SO7 melompat-lompat di panggung saat melantunkan lagu-lagu lincah andalannya.
SO7 tampil pukul 21.0 di panggung dengan ‘Pejantan Tangguh’ sebagai pembuka dan langsung diaplause penonton yang sejak pukul 19.30 datang gratisan. Selain membawakan lagu-lagu hitnya, beberapa lagu bersyairkan ajaran agama Islam juga beberapa kali dinyanyikan, di antaranya lagu tentang ajakan mengingat 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara.
Sebelum tampil di alun-alun Kota Magelang, sekitar pukul 14.00-15.00 Sheila on 7 jumpa fans di Radio Fast FM Tegalrejo Magelang. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada Duta, Eros dan csnya, di antaranya menyangkut masalah irama musiknya maupun masalah lain. Bahkan juga ada pertanyaan yang menyangkut masalah penyalahgunaan narkoba.
Kepada wartawan, KHM Yusuf Chudori (penasihat Kom GANAZ) Magelang, antara lain mengatakan, dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah 1428 H, Kom GANAZ (Komunitas Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif) bekerjasama dengan Badan Narkotika Kota Magelang menggelar kegiatan ini. Tujuan utama dari acara ini adalah mengkampanyekan kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba. Narkoba, yang kini telah menyebar luas di kalangan muda dan pelajar, merupakan kenyataan yang memprihatinkan kehidupan bangsa. Kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba harus terus digalakkan, mengingat penyebaran dan peredarannya semakin canggih.
7 Feb 2007
July 21, 2006
Kapanlagi.com - LA Lights kembali menghadirkan konser musik spektakuler bertajuk ‘LA Lights Concert Confessions On The Stage.’ Kali menghadirkan dua supergrup dan satu superstar. Padi akan hadir di Kalimantan Barat, Sheila on 7 ada di Jawa dan Ari Lasso akan berada di Sumatera.
Dalam konferensi pers di Hard Rock Café, 20/7, pihak penyelenggara yang diwakili, Denny, mengatakan, "Kita selalu mengutamakan artis yang diminati disuatu tempat. Padi, SO7 dan Ari Lasso, merupakan artis yang sering diundang ke luar negeri. Terutama di Asia Tenggara."
Pemilihan Padi, SO7 dan Ari Lasso, juga menarik untuk disikapi. Pertama baik SO7 dan Ari Lasso, keduanya baru-baru ini merilis album. Terutama Ari yang masih fresh. Konser ini bisa dinilai akan menjadi ajang promosi bagus bagi album mereka. Sementara bagi Padi sendiri, sudah lama mereka tidak mengunjungi sobatpadi di Kalbar. Walau belum merilis album baru, tapi kehadiran Padi penghapus rasa rindu fansnya.
Selain itu, LA Lights Concert ini, juga ingin memberikan tontonan terbaik. Multimedia berupa tiga layar akan memberikan gambar live dari pertunjukkan, di samping gelegar sound system line array dengan kekuatan 150.000 watt akan memberikan rasa nyaman di kuping serta tata cahaya dengan lampu 200.000 watt akan memberikan efek yang menarik.
Bahkan sebelum konser diadakan, ada lomba audisi nyanyi LA LIGHTS Concert Play Your Voice Live untuk mereka yang berani bernyanyi diatas panggung bersama Padi, SO7 atau Ari Lasso. Hadiah berupa Ipod Nano dan Walkman disediakan untuk 6 pemenang. Acara ini bekerja sama dengan radio local untuk mencari satu pemenang untuk bernyanyi bersama artis favorit dan lima orang lainnya mandapatkan backstage pass. Dan akan diukutkan dalam undian nonton konser Robbie Williams di Singapore bulan November.







May 25, 2006
Fans Rela Basah Kuyup
BERMUNCULANNYA band-band baru seperti Peterpan, Radja dan Samsons ternyata tidak memudarkan fanatisme fans grup musik Sheila On 7 (SO7) di Kota Sampit. Buktinya para Sheilagank tetap semangat meski diguyur hujan deras.
Konser yang bertajuk Confession On The Stage yang digelar di Stadion 29 Nopember Sampit, Selasa(23/5) malam dapat dikatakan sukses. Pasalnya ribuan penonton yang memadati stadion tetap antusias meski Kota Sampit diguyur hujan sejak sore hari.
Penampilan Duta, Erros, Adam dan Brian yang untuk pertama kalinya di Kota Mentaya cukup memukau. Karakter musik mereka yang sedikit menghentak masih mampu menghipnotis penonton untuk ikut berjingkrak dan bernyanyi bersama.
"Setelah penantian bertahun-tahun akhirnya keinginan kami untuk tampil di Kota Sampit akhirnya kesampaian. Terima kasih buat kalian yang sudah rela datang meski ditengah hujan deras seperti ini. Kita kalahkan dingin dengan melompat lebih tinggi," seru Duta seraya melantunkan tembang Melompat Lebih Tinggi.
Beberapa lagu terbaru seperti Menjari Pemenang (tittle World Cup), Mantan Kekasih dan Jalan Terus mereka perdengarkan dengan apik. Begitu juga tembang-tembang lawas diantaranya Itu Aku, Sahabat Sejati dan Jadikan Aku Pacarmu yang dinyanyikan duet antara Duta dan Trie, pemenang kontes penyanyi pendamping konser SO7 di Sampit.
May 23, 2006
Perlengkapan Konser SO7 dan GIGI Dibawa dari Jakarta
SAMARINDA - Setelah sukses menggelar konser di Kota Sampit, Kalimantan Tengah Senin (22/5) malam tadi, Sheila on 7 (SO7) bersiap melanjutkan konser di kota keempat yaitu Samarinda, Senin (29/5) mendatang. Yang istimewa, bila saat di Palangkaraya dan Sampit hanya ditampilkan SO7, di Samarinda SO7 akan didampingi kelompok musik GIGI. Begitu pula dengan konser di Balikpapan tanggal 31 Mei nanti, SO7 akan tampil bersama GIGI.
District Manager PT Djarum wilayah Kaltim, Stainley Edmond Leonard W mengatakan, konser SO7 dan GIGI akan diorganisir oleh Megapro Communication bekerjasama dengan Atmaka Production untuk wilayah Samarinda dan Balikpapan. "Untuk mendukung pagelaran itu, penyelenggara telah mempersiapkan seluruh perlengkapan konser dari Jakarta. Sound system ‘line array’ dengan kekuatan 150.000 watt akan memberikan kenyamanan bagi telinga penonton," ujarnya.
Bukan hanya itu, konser ini juga dilengkapi tata cahaya dengan kekuatan lampu 200 ribu watt dengan efek lampu yang menarik serta multimedia yang juga ditata secara apik. "Dengan kesiapan perlengkapan konser seperti ini tentu akan memberikan nuansa tontonan lain daripada yang lain," ujarnya.
Sekadar diketahui LA Lights menggelar konser bertema Confessions on the Stage dengan menghadirkan dua grup band papan atas, yaitu Sheila On 7 dan GIGI. Di Samarinda konser akan digelar di lapangan parkir GOR Segiri tanggal 29 Mei sedangkan di Balikpapan digelar di Stadion Sudirman Balikpapan tanggal 31 Mei.
Tiket konser spektakuler ini sudah bisa dipesan di beberapa ticket box yang ada di Samarinda dan Balikpapan. Tiket bisa dipesan di Kaltim Post Biro Samarinda, Radio Paras, Radio Mahakam, Radio Dino, kantin Fakultas Ekonomi Unmul, Radio SBK Tenggarong, Radio Satya Dharma Tenggarong. Sedangkan di Balikpapan bisa didapatkan di Radio SBI, Guffy Cassette, Miki Kaset, Matahari Dept Store, Radio Swara Media FM, Rockin City Bistro, Warung Komunitas Bandar, LP3I, Q-Ko Tsirt Bistro.
Yang menarik event ini tak hanya menggelar konser SO7 dan GIGI. Event ini juga memberi kesempatan para fans SO7 untuk berduet dengan vokalis SO7, Duta melalui program Play Your Voice with SO7. Audisi di Samarinda akan dilaksanakan di Radio Paras dan Radio Mahakam sedangkan di Balikpapan dilaksanakan di Radio SBI. Pendaftaran dan seleksi sudah dilaksanakan mulai Kamis (18/5) lalu. (adv)
May 22, 2006
Lempar Botol Warnai Aksi Duta Cs
AKSI saling lempar dengan botol-botol bekas minuman ringan mewarnai aksi panggung Sheilla on 7 saat tampil di stadion olah raga Tjilik Riwut di Palangka Raya, Sabtu (20/5) sekitar pukul 19.30 WIB.
Beruntung hal tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa, pasalnya Duta (vokalis), langsung meminta petugas untuk menyemprotkan air ke arah penonton yang berada di depan panggung.
Konser musik yang bertajuk Confenssion On The Stage SO7, benar-benar mampu menghipnotis kawula muda dikota ini. So7 yang tampil dengan formasi barunya terdiri dari Duta (vokalis), Erros (gitar), Brian (drummer) dan Adam (bass) langsung menyapa fans So7–Sheilagank kota cantik ini dengan tembang-tembang mereka yang sudah tidak asing lagi, seperti Jadikan Aku Pacarmu, Tunjuk Satu Bintang, Pejantan Tangguh, Melompat Lebih Tinggi serta lagu-lagu mereka baik dari album pertama sampai album terakhir bertajuk 507 yang rencananya akan dirillis 5 juni yang akan datang.
Konser yang ditata dengan apik oleh Megapro Communication bekerja sama dengan Atmaka Production ini benar-benar menyuguhkan konser spektakuler. Pasalnya, dengan sound system dan tata lampu yang berkekuatan ribuan watt tersebut mampu mengguncang studion kebanggaan warga kota Palangka Raya.
Pada pertengahan aksi panggungnya Duta juga sempat mengucapkan selamat ulang tahun untuk provinsi ini.
"Selamat Ualang tahun Kalimantan Tengah ke 49, mudah-mudahan dengan bertambahnya usia provinsi ini akan mampu sejajar dengan daerah lain serta dapat berkembang lebih pesat lagi terutama dibidang musik sehingga kedepan akan banyak lagi grup-grup band lain yang akan tampil dikota ini," ucap Duta yang langsung disambut tepuk tangan dari kawula muda yang hadir menyaksikan konser tersebut.
Jumpa Fans Diguyur Hujan
Sementara itu, sehari sebelumnya grup band asal Yogya ini menggelar jumpa fans dengan para penggemarnya di halaman Megatop Trade Center (MTC). Kendati di tengah gerimis, toh tidak menyurutkan semangat para Sheilagank untuk menyaksikan idolanya dari dekat.
Terpisah Kapolres Palangka Raya AKBP Drs Syahrul Iman melalui Kabag Ops Polres Palangka Raya AKP Raspani saat dijumpai BPost Sabtu (20/5) disela-sela memantau kegiatan konser tersebut mengatakan untuk mengamankan kegiatan ini pihaknya menurunkan banyak personil.
"Kurang lebih 200 orang personil gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya turun untuk membantu kelancaran acara," kata Raspani.
May 18, 2006
GIGI Menggigit Sheila Idola
GELARAN Confession On The Stage GIGI-So7 di Stadion 17 Mei Banjarmasin, malam tadi, memang pantas dijadikan ajang eksisnya GIGI dan comeback-nya So7.
Meski sudah sekitar 3 tahun tak menggelar konser di Banjarmasin, GIGI tetap tampil menggigit dan So7 tetaplah menjadi idola.
GIGI yang digawangi Armand Maulana pada vocal, Dewa Budjana sebagai pencabik gitar, Thomas di bas serta urang banua Gusti Hendy pada drummer, tampil dengan performa terbaiknya.
"Kayapa kabar Banjarmasin, kini kami hadir kembali menyapa kalian. Ayo, ikuti saya bernyanyi," sapa Arman di awal konser.
Sapaan ini langsung disambut applaus GIGIkita (sebutan khas penggemar GIGI) yang bak musafir kehausan di padang pasir karena lamanya tak bertemu dan melihat langsung aksi panggung grup musik idolanya.
Demi ribuan fansnya, GIGI pun menggeber lagu-lagu hitsnya. Tak hanya dari album terbaru Next Chapter, tapi juga dari album lama tentu sudah dikenal betul oleh para GIGIkita.
Diawali tembang Janji, Armand terus menghentak dengan gaya energik khasnya dengan lagu Kepastian Yang Kutunggu. Penonton bersorak dan berjingkrak bersama. Mendinginkan suasana, Armand lantas melantunkan lagu Perdamaian, hits song dari album religi Gigi pada Ramadhan 2005.
Tak mau kalah, Sheila on 7 yang digawangi Duta (vokal), Erros (Gitaris), Brian (drummer) serta Adam (bass) pun tampil heboh. Langsung menggebrak dengan tiga lagu berturut-turut, Tunjuk Satu Bintang, Jadikan Aku Pacarmu dan Pejantan Tangguh. Sheilagank (fans So7)pun langsung menyambut dengan bernyanyi dan menggerakan badan bersama.
Suasana semakin riuh, ketika Duta melantunkan tembangnya yang terpilih menjadi theme song Piala Dunia 2006, Bersiaplah. Dalam balutan instrumen nge-beat membuat pecintanya kian histeris.
"Kalian begitu bersemangat, Saya salut Sheilagank Banjarmasin sangat tertib," teriak Duta.
Begitu semangatnya penonton, hingga setiap usai satu bait dinyanyikan Duta, mereka kembali memberikan teriakan dan standing applaus. Selanjutnya meluncur tembang dari album lama seperti Pengagum Rahasia, Seirama dan Melompat Lebih Tinggi.
Penonton semakin menggila, berteriak dan berjingkrak-jingkrak menggetarkan stadion 17 Mei ketika dua grup papan atas Indonesia ini berkolaborasi menyanyikan 2 lagu yakni Dan milik So7 dan Janji-nya GIGI.
Meriahnya acara semakin terasa dengan pesta kembang api yang menutup keindahan bersama GIGI dan So7.
November 26, 2005
Jambi, AngsoduoNet - Pukul 20.30 WIB Sabtu (26/11) akhirnya grup band asal Yogyakarta ini tiba di Stadion Tri Lomba Juang. Dari waktu yang direncanakan, Sheila terlambat 30 menit. Namun kekecewaan penonton terobati ketika tembang pembuka “Bertahan Di sana” dilantunkan oleh Duta.
Suasana romantis merebak seketika. Dari pintu masuk tampak penonton berjubel-jubel memasuki lapangan Koni tersebut. Dan menempati posisi di kursi-kursi podium, depan panggung hingga Stadion Tri Lomba juang penuh sesak. Langit Jambi yang tadi mendung, kini telah cerah kembali. Bahkan lampu soro menerangi pengunjung diiringi lagu-lagu Sheila yang romantis sesekali menghentak-hentak.
Dari konser malam ini ternyata memakan korban juga. Yakni sembilan penonton pingsan yang kesemuanya gadis remaja. Satu diantaranya terpaksa dilarikan petugas medis ke Rumah Sakit Raden Mattaher tersebab kena serangan sesak napas. Sedang satu korban lagi pingsan karena hp kamera yang dimilikinya dicopet tepat ketika akan mengabadikan Sheila cs.
“Kasihan cewek itu, hp-nya disikat orang,” ujar salah seorang petugas medis kepada AngsoduoNet.
Konser yang terselenggara berkat kerjasama PT Djarum, Jambi Independent dan berbagai pihak ini tergolong sukses. Sebab target penonton yang sepuluh ribu itu tercapai sekitar 70% dari tiket yang terjual. Sementara itu selama konser berjalan tidak terjadi kerusuhan sekecil apapun. Hanya terbangan botol-botol mineral yang tampaknya tak berhasil direda panitia dan aparat keamanan.
Pukul 22.20 WIB Sheila cs mengakhiri konsernya malam ini. Menyisakan suasana romantis dan celotehan senang pengunjung yang berdesak-desak meninggalkan Stadion Tri Lomba Juang Jambi.(tim)
Jambi, AngsoduoNet - Stadion Tri Lomba Juang Pasar Jambi di pukul 17.00 WIB tadi Sabtu (26/11) kelihatan telah ramai. Pihak panitia dan elemen-elemen yang terkait mulai bersibuk-sibuk mengurusi persiapan jelang konser Sheila nanti malam yang direncanakan sekitar pukul 19.00 WIB.
Tampak mobil pemadam kebakaran, ambulans dari rumah sakit dan puskesmas, aparat kepolisian, dan kru-kru Sheila plus panitia dari Jambi Independent telah menempati posisi masing-masing. Namun sampai pukul 17.15 WIB, belum begitu banyak pengunjung yang kelihatan di pelataran parkir Stadion Tri Lomba Juang ini.
Untuk tiket, saat ini masih tersisa 3000 lembar lagi. “Biasanya saat jam segini udah ramai, sekarang kok sepi yah,” ujar Edi salah seorang panitia yang mendapat tugas tiketing di pojok kiri pelataran parkir Koni.
Sementara cuaca di Kota Jambi tampak sedikit mendung. Bagi fans Sheila dan yang sudah punya niat nonton konser Sheila, sekarang adalah saat yang tepat buat berdoa agar hujan tidak turun nanti malam.
Begitulah perkembangan terakhir jelang konser Sheila on 7 nanti malam. Jadi, buruan mumpung banyak tiket yang tersisa. Dan jangan beli di calo yah. Harga per tiket hanya Rp 10.000 per lembar. (tim)
November 25, 2005
Jambi, AngsoduoNet - Tepat pukul 16.05 WIB, personil Sheila on 7 yang terdiri dari Erros, Sakti, Duta dan Adam menginjakkan kaki di Gedung Graha Pena Jambi Independent.
Saat itu kerumunan fans menyerbu Sheila grup. Untung petugas keamanan, panitia dan segenap jajaran Polda Jambi yang memang telah siap di lokasi berhasil menggiring Sheila kru ke dalam gedung berlantai 4 Jalan Jenderal Sudirman No 100 tersebut.
Di lantai 2, telah menanti pers dari berbagai media lokal dan nasional. Dan acara jumpa pers pun dimulai pukul 14.10 WIB.
Dari berondongan pertanyaan yang diutarakan ke Sheila kru, kebanyakan bersangkutan dengan keberadaan Anton dan rencana album ke lima Sheila.
“Sheila sedang menyiapkannya (album terbaru, red), untuk saat ini masih dirahasiakan,” ujar Duta mencairkan suasana.
Ditanya mengenai pengganti Anton, Duta menjawab dengan halus. “Kita sedang mencari yang pas,” dalihnya.
Selentingan kabar menyebutkan bahwa sosok Bryan ialah pengganti tetap Anton selaku drumer. Akan hal ini Duta kembali menjelaskan dengan cukup diplomatis.
“Sepertinya Bryan sudah mengarah ke Sheila, namun kita sedang melakukan penyesuaian,” tambah Duta yang saat itu mengenakan kaos oblong berwarna biru.
Pukul 14.30 WIB jumpa pers berakhir dan dilanjutkan foto bareng bersama pemenang kuis yang diadakan Jambi Independent. Baru kemudian Sheila kru menjumpai fans di pelataran parkir.
Di pelataran parkir tersebut telah menanti ratusan fans dengan kamera siap sedia di tangan masing-masing. Begitu Sheila kru tiba di panggung, suasana menjadi riuh-redam.
Acara yang berlangsung 4 sesi tersebut berakhir dengan dinyanyikannya salah satu lagu termanis Sheila. Dan tepat pukul 17.00 WIB, Sheila kru beranjak meninggalkan pelataran parkir Graha Pena Jambi Independent menuju penginapan untuk persiapan konser besok, Sabtu (26/11). (tim)
Referensi: www.sheilasonic.com
Jambi, AngsoduoNet - Pelataran parkir Graha Pena Jambi Independent mulai dipenuhi Sheilasonic. Rata-rata fans Sheila yang telah hadir menunggu dengan wajah penuh harap akan kedatangan pujaannya.
Namun hingga saat ini Sheila grup belum juga datang. Fans yang rata-rata pelajar SMA tersebut mulai gelisah dan bertanya-tanya kepada panitia dari Jarum dan EO Jambi Independent tentang kehadiran Sheila.
“Sabar, barangkali masih dalam perjalanan,” ujar Udin yang tak lain karyawan Jambi Independent berusaha menenangkan.
Masih ada kesempatan bagi Sheilasonic untuk berbagi ceria di sini. So, what you waiting for!(tim)
Jumpa fans di Graha Pena Tehok
Jambi, AngsoduoNet - Setelah beberapa grup band ternama singgah ke Kota Jambi, diantaranya Jamrud, Cokelat, Dewa, hingga Padi beberapa waktu lalu, kini Jambi kembali didatangi salah satu band terlaris tahun ini. Sheila On 7!
Grup yang digawangi empat personil ini rencananya akan manggung di Lapangan Koni Pasar Jambi Sabtu malam (26/11) pukul 19.00 WIB. Konser ini disponsori oleh LA Light beserta manajemen Jarum didukung oleh Event Organizer harian pagi Jambi Independent.
Direncanakan hari ini Jumat (25/11) sekitar pukul 16.00 WIB akan diadakan jumpa fans dan jumpa pers di Graha Pena Jalan Jenderal Sudirman Tehok pukul 16.00 WIB. Acara juga diisi permainan tembang-tembang terbaik Sheila plus foto bareng Fans di Kota Jambi. So, we wait you here! (tim)
GRUP musik asal kota gudeg Yogyakarta Sheila On 7 benar-benar memuaskan kerinduan para penggemarnya di Kota Duri dalam konser LA Lights Tour 34 Kota di stadion mini Pokok Jengkol Duri Rabu malam (23/11). Sepanjang hampir dua jam sejak pukul 20.30 hingga 22.15, empat sekawan Duta, Eros, Adam dan Sakti tampil sangat atraktif.
Meski lapangan sedikit becek akibat guyuran hujan sejak sore hingga permulaan konser, ribuan Sheilamania dari Kota Minyak seakan terpaku di tempatnya. Mereka larut dalam aksi panggung yang ditampilkan Duta dan kawan-kawan. Para penonton pun tampak antusias mengikuti irama dan rentak nyanyi yang dipertunjukkan para personil grup ini.
Para Sheilamania di ibukota Kecamatan Mandau ini juga terkesan sangat Sheilaholic. Pasalnya, untuk sampai ke lapangan tempat konser berlangsung, para penggemar setia yang hadir malam itu harus berjuang cukup keras melewati jalan masuk stadion yang becek dan penuh genangan air. Beberapa ibu muda juga tampak hadir sambil menggendong balitanya.
Ketika konser usai, para penggemar kembali harus berjuang melewati jalan pulang diluar stadion yang beceknya macam sawah. Satu dua ada juga yang menggerutu menghadapi kenyataan itu. Raungan sepeda motor juga mewarnai jalur keluar di samping kantor Koramil Mandau malam itu.
Meski harus berjuang keras memenuhi kerinduan untuk menyaksikan secara langsung grup idamannya manggung, para penonton setia malam itu tampaknya merasa terobati oleh belasan tembang anyar yang dilantunkan Duta di pentas. Aksi panggung Duta dkk juga menjadi hiburan tersendiri untuk mereka kenang.
Di penghujung konser, para sahabat sejati Sheilamania juga disuguhi pesta kembang api yang baru kali ini terjadi di Duri. Meski ‘’pesta’’ sudah usai, ribuan penggemar tampak menengadah ke langit yang diwarnai ribuan pijaran bunga api warna-warni. Satu dua penonton tampak mengabadikan momen yang langka itu.(sda)
November 22, 2005
PEKANBARU(RP) - Untuk ketiga kalinya, ‘’Pejantan Tangguh’’ Sheila On 7 mengguncang Pekanbaru. Tak tanggung-tanggung konser kali ini juga dibanjiri penggemarnya. Meskipun, lapangan Stadion Rumbai becek Senin malam (21/11). Namun, para penggemar grup band asal Jogja ini tidak menghiraukannya.
Konser malam tadi, dibuka dengan lagu Menyelamatkanmu. Iringan musik dan suara vokalis Sheila Duta menggetarkan hati penggemarnya dan langsung saja bernyanyi bersama mengikuti lirik lagu yang dibawakan itu. Usai lagu tersebut, disambung dengan lagu Pagi Yang Menakjubkan. Lagu kedua, suasana konser mulai memanas, apalagi Duta dan teman-temannya memang pandai memancing emosi penggemarnya untuk mengikuti apa yang diinginkannya.
Di lagu ketiga Bertahan Di Sana penggemar mulai mengangkat tangan ke atas dan meneriakkan Sheila, Sheila, Sheila… Suasana kegembiraan memang terasa dari gelak dan tawa penggemar Sheila di Pekanbaru malam tadi. Apalagi, saat memasuki lagu keempat Sahabat Sejati, disambung langsung dengan lagu kelima yang berjudul Pemuja Rahasia.
Memasuki lagu Itu Aku, para penggemar tampak histeris dan melompat-lompat mengikuti aksi panggung para personil Sheila. Lagu itu, menambah kehangatan dan kedekatan penggemar dengan Sheila sendiri. Terbukti dengan teriakan-teriakan penggemar yang menyanyikan lagu itu. Koor massal pun, semakin memanaskan suasana yang penuh dengan kegembiraan itu.
Pria Kesepian lagu ketujuh, intro lagu mengalun santai sedang Duta dengan santai pula menyapa penggemarnya dan mengucapkan terima kasih kepada penggemarnya di Kota Bertuah Pekanbaru. Pekanbaru, menurut Duta senantiasa damai tanpa ada yang membuat kerusuhan saat Sheila konser. Duta juga mengucapkan salut, pada penggemar Pekanbaru yang senantiasa menjaga kelancaran konsernya.
lagu ketujuh, intro lagu mengalun santai sedang Duta dengan santai pula menyapa penggemarnya dan mengucapkan terima kasih kepada penggemarnya di Kota Bertuah Pekanbaru. Pekanbaru, menurut Duta senantiasa damai tanpa ada yang membuat kerusuhan saat Sheila konser. Duta juga mengucapkan salut, pada penggemar Pekanbaru yang senantiasa menjaga kelancaran konsernya.
Lagu demi lagu pun mengalir sebagaimana adanya. Penggemarnya kian terpukau oleh aksi panggung dan suara Duta yang melengking tinggi. Saat lagu Sephia, penggemar Sheila On 7, tampak tenang dan melarutkan diri ke dalam emosi lirik lagu itu. Suasana kian tenang dan damai.
Lagu-lagu baru Sheila mengalun dengan merdu dan mendebarkan jantung dan perasaan penggemarnya, apalagi saat lagu Jalan Terus menggema dengan keras, para penggemar pun menunjuk-nunjuk ke atas panggung tanda menyenangi konser malam tadi. Belum lagi, ketika Eros, Adam dan Sakti memainkan musik dengan berlarian membuat lingkaran di atas panggung penggemarnya semakin senang dan histeris.
Pejantan Tangguh, membuktikan bahwa para penggemar Sheila tak mampu menahan emosi kegembiraannya dengan berjoget dan menyanyikannya bersama. Bahkan, tak seorang pun dari penggemar grup band yang dibanjiri fans dimana-mana saja ini berdiam diri. Gerakan dan aksi panggung para personil Sheila telah menjadi tren malam tadi.
, membuktikan bahwa para penggemar Sheila tak mampu menahan emosi kegembiraannya dengan berjoget dan menyanyikannya bersama. Bahkan, tak seorang pun dari penggemar grup band yang dibanjiri fans dimana-mana saja ini berdiam diri. Gerakan dan aksi panggung para personil Sheila telah menjadi tren malam tadi.
Bahkan, saat lagu terakhir yang berjudul Melompat Lebih Tinggi, lompatan-lompatan para penggemar Sheila tak henti-hentinya. Lagu penutup itu, membuat para penggemar kian menyenangi Sheila. Tangan, kaki dan mulut bergerak bersama mengikuti gaya grup band ternama asal Kota Jogja tersebut.(*5)
November 21, 2005
HARI ini bertempat di Stadion Rumbai, grup band asal Yogyakarta Sheila On 7 (So7), siap mempersembahkan penampilan terbaik mereka, sekaligus mengobati kerinduan penggemarnya di Pekanbaru. ‘’Ingin tahu seperti apa penampilan kami, silakan datang saja langsung ke konser besok malam (malam ini, red),’’ ujar Duta sang vokalis, dalam sesi jumpa pers di Hotel Aryaduta, kemarin sore.
ini bertempat di Stadion Rumbai, grup band asal Yogyakarta Sheila On 7 (So7), siap mempersembahkan penampilan terbaik mereka, sekaligus mengobati kerinduan penggemarnya di Pekanbaru. ‘’Ingin tahu seperti apa penampilan kami, silakan datang saja langsung ke konser besok malam (malam ini, ),’’ ujar Duta sang vokalis, dalam sesi jumpa pers di Hotel Aryaduta, kemarin sore.
‘’Pokoknya, surprise! Makanya, nggak mungkin dong, kami kasih tahu sekarang, apa misalnya lagu pembukanya,’’ tambah Adam, si pembetot bass pula.
Duta menjelaskan, rangkaian ‘’Tour 34 Kota Sheila On 7′’ yang disponsori LA Lights ini merupakan tur promo bagi album terbaru mereka, The Very Best of Sheila On 7 (Jalan Terus). ‘’Konsep penampilannya di sini adalah konser dua jam full,’’ katanya.
Duta juga mengomentari tentang eksistensi So7 saat ini terutama sehubungan dengan banyaknya band-band baru yang tengah naik daun. ‘’Kalau saya bilang sih, tidak ada masalah. Yang jelas, kita bersikap sesuai umurnya saja. Mengalir saja seperti air, kira-kira begitu,’’ tutur sang gitaris Eross, yang dibenarkan pula oleh Sakti.
‘’Iya. Makanya, kalaupun mungkin dibilang bisa jadi kita sudah kehilangan fans, saya kira tidak. Kita yakin masih punya banyak pendengar, setidaknya diukur dari penjualan beberapa album yang rata-rata masih bisa di atas 500 ribu keping. Makanya juga, ajak-ajak temannya dong Mas, buat nonton kita,’’ timpal Duta sambil tersenyum.
Saat ditanya, bagaimana kesan mereka tentang Pekanbaru dan publik pecinta musiknya sendiri, Duta memaparkan bahwa memang mereka terakhir kali tampil di Kota Bertuah sudah lebih dari dua tahun lalu. ‘’Tapi saya kira, kotanya enak kok. Asyik. Orangnya juga baik-baik. Adam malah kayaknya ada kenangan khusus nih, di sini waktu itu,’’ ungkapnya sambil menyodorkan mikrofon ke mulut Adam yang hanya bisa tersenyum simpul, sembari diiringi candaan rekannya yang lain.
Pada kesempatan itu, pihak LA Lights sendiri yang diwakili Area Coordination Manager Wawan Kartika, didampingi Denny dari Mutiara Angkasa Production selaku penyelenggara, menjelaskan pula bahwa persiapan konser yang mereka lakukan sejauh ini telah cukup matang.
‘’Sebagai keterangan, konser ini akan menggunakan sound system berkekuatan 150 ribu watt dan lighting 200 ribu watt. Untuk keamanan, akan ada sekitar 200 personil keamanan yang terdiri dari berbagai unsur, ditambah sejumlah tim security khusus,’’ papar mereka. (*5/ito/sar)
October 5, 2005
September 12, 2005
Sambas,- KONSER tunggal Sheila On 7 yang diusung LA Lights Concert bekerjasama dengan Megapro Cummunication di Kota Sambas benar-benar memukau warga. Penampilan perdana dan akbar di wilayah utara Kalbar ini menggetarkan tanah di lapangan Gabsis, Sabtu (10/9) malam. Getaran musik menggelegar dengan dukungan sound system berkekuatan 80.000 watt ditambah lagi dengan kekuatan lighting 150.000 watt. Kekuatan musik dengan hentakan kaki belasan ribu Sheila Gank yang hadir seperti “gempa” di lapangan sepakbola kebanggaan masyarakat Kabupaten Sambas.
Pementasan grup band top ini berjalan lancar tanpa ada gangguan keamanan sehingga memberikan kepuasan tersendiri dari pengunjung maupun personil SO7. Duta sewaktu di atas panggung selalu mengingatkan kepada Sheila Gank agar pesta ini jangan sampai diganggu oleh perusuh. Bahkan dia meminta agar kameraman merekam salah satu baju pengunjung yang menyatakan perang terhadap narkoba. “Jangan sampai pesta kita diganggu perusuh, selalu dalam damai,” ujarnya. Bermula hits menyelamatkanmu, Sheila Gank sempat tertipu bahwa personil SO7 menggunakan topeng dan berbaju pelaku kejahatan. Ketika sinar lampu menyala Duta, Adam, Sakti dan Eros muncul teriakan histeris fans menggema di udara.
Vokalis lawas SO7, Duta sempat menghibur Sheila Gank dengan beberapa pantun melayu sebelum melatunkan tembang-tembang indahnya seperti Pagi Yang Menakjubkan, Bertahan Disana, Sahabat Sejati, Pemuja Rahasia, Itu Aku, Pria Kesepian, Sephia dan Berhenti Berharap. Panggung raksasa yang diapit dikeliligi layar lebar memudahkan Sheila Gank berinteraksi dengan Duta Cs. Bahkan personil SO7 melakukan tindakan atraktif memukau di panggung, ditambah lagi beberapa kali Eros maupun Duta menyalami penggemarnya yang dibatasi pagar besi. Penyelenggara juga menyemprotkan air kepada Sheila Gank untuk mengurangi kepanasan akibat himpitan maupun lojakan penonton. Pementasan SO7 yang sukses ini diakhiri dengan lagu Melompat Lebih Tinggi dan ditutup dengan pesta kembang api di belakang panggung raksasa.(riq)
September 9, 2005
Menutup rangkaian tur Jalan Terus, band asal Yogyakarta, Sheila on 7 berencana menggelar konser tunggal di Lapiazza, Jakarta, 1 Oktober 2005 nanti. Sedianya konser kembalinya Sheila on 7 ke Jakarta ini akan berlangsung selama 2 jam.
Setelah meluncurkan album The Best, Sheila on 7 memang jarang terdengar beritanya. Mereka sibuk menyelesaikan tur 34 kota, yang mengharuskan Duta, Eross, Adam dan Sakti menghabiskan lebih banyak waktu di luar kota.
Untuk menuntaskan kerinduan para penggemarnya, Sheila on 7 akan menggelar konser tunggal dengan kualitas terbaik. “Lighting, sound dan multimedianya akan lebih dipersiapkan,” terang Duta, vokalis Sheila on 7. Rencananya selama 2 jam pertunjukan, mereka akan membawakan sekitar 20 lagu dengan aransemen berbeda.
Sekedar flashback, Sheila on 7 sudah dua kali mengalami musibah saat menggelar konsernya. Pertama di Lampung di tahun 2000 dan Banjarmasin tahun 2004, peristiwa ini bahkan mengakibatkan korban meninggal. Namun ketika Sheila on 7 kembali manggung di Lampung beberapa waktu lalu, keadaannya terkendali dan aman-aman saja.
Disinggung soal Eross yang terlibat dalam pembuatan soundtrack film Gie yang memunculkan indikasi kalau personil Sheila on 7 akan solo karier semua, Duta mengatakan tidak semuanya. “Itu memang rencana lama Eross. Kalau sejauh itu masih ada kaitannya dengan musik, anak-anak Sheila yang lain nggak masalah. Toh dia juga belum mengatakan akan mundur dari Sheila on 7. Kami masih kompak kok,” terang Duta.
Setelah album The Best keluar, Eross dan personil Sheila on 7 lainnya mulai kembali mengumpulkan materi untuk album baru. Kemungkinan pertengahan tahun depan album baru mereka sudah bisa dirilis.
Sebelumnya, pada 6 Mei 2005 lalu para personil Sheila on 7 merayakan ulang tahun band mereka yang ke-9. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para personil Sheila ini merayakan tanpa hura-hura melainkan dengan perenungan bersama.
Sudah menjadi tradisi kalau di hari jadi bandnya, Duta, Eross, Adam dan Sakti ini merayakannya bareng para fans serta membagi keceriaan dengan beberapa anak yatim piatu. Perayaan itu digelar di markasnya di Atmosukarto 17 Kotabaru, Yogyakarta. “Sudah biasa kalau setiap ulang tahun anak-anak Sheila pada ngumpul merayakannya dengan syukuran. Mereka memang tak ingin ada pesta yang mewah,” kata Duta. (Syamsudin W)
September 8, 2005
Singkawang,- Konser tunggal Sheila On 7 di Stadion Kridasana tadi malam betul-betul membius “biak” Kota Singkawang. Lapangan Kridasana pun seakan berguncang karena para penggemar S07 yang membanjiri stadion sepak bola tersebut berkingkrak-jingkrak mengikuti hentakan lagu yang dibawa group band muda asal Jogja itu. 17 lagu teranyar dikumandangkan untuk menghibur sheilamania yang terdiri dari anak-anak sampai orang dewasa. Lokasi Lapangan Kridasana sendiri sudah mulai didatangi penonton sejak pukul 19.30 WIB meski konser dimulai pukul 20.00 WIB.
S07 dengan personil Duta, Eros, Adam dan Sakti memulai aksi mereka dengan salah satu karyanya “Menyelamatkanmu”. Sontak, aksi mereka yang sudah ditunggu-tunggu mendapat sambutan antusias. Selesai Menyelamatkanmu, mereka lantas menggebrak dengan beberapa lagi Hitsnya. Diantaranya adalah Bertahan Disana, Sahabat Sejati, Pemuja Rahasia, Itu Aku dan Pria Kesepian. Lantun demi lantun yang diselingi dengan menyapa penonton membuat konser tersebut semakin meriah. Apalagi dengan dukungan sound system berkekuatan 80.000 watt dan ditambah lagi dengan kekuatan lighting 150.000 watt. Konser yang dihelat LA Light Concert tersebut berlangsung semarak dengan adanya LA Surprise.
Semakin malam, aksi S07 semakin meriah. Beberapa tembang yang akrab di telinga mendapat sambutan hangat dari penonton. Sebut saja Sephia yang fasih dibawakan oleh anak-anak kecil hingga dewasa. Ada lagi, Berhenti Berharap, Bila Kau Tak Disampingku, JAP dan Kita. Konser tersebut juga menghadirkan kata sambutan Walikota Singkawang via rekaman video yang dipasang panitia dengan dua white screen berukuran besar. Walikota sempat berpesan agar para penggemar atau penonton dapat menjaga kondisi pertunjukkan berjalan dengan lancar dan aman. S07 juga membawakan lagu pamungkasnya yakni Pejantan Tangguh dan Melompat Lebih Tinggi. Rencananya, konser Sheila On 7 akan menghibur penggemarnya di Kabupaten Sambas. (bas/go/vie)
Singkawang,- Konser grup papan atas S07 di Singkawang ternyata tidak memesona “biak-biak” Singkawang dengan lagu dan aksi panggung mereka Rabu (8/9). Walikota Singkawang Drs Awang Ishak pun ikut nimbrung menikmati konser musik akbar yang ditajuk LA Light Concer 34 kota tersebut.
Bahkan, sebelum konser digelindingkan Pak Wali sempat membuka konser tunggal tersebut ikut menyaksikan penampilan S07. Meski tidak sampai rampung, namun pak Awang yang hadir beserta ibu tampak enjoy menikmati konser S07 di Singkawang itu. Sesekali tampak walikota menggoyang-goyangkan kepalanya mengikuti hentak irama grup band asal Jogya itu. Sambil menikmati aksi S07, walikota juga mengamati gerak gerik para penonton di stadion yang dipadati belasan ribuan pengunjung tersebut dari tempat duduknya di tribun. Karena saat membuka konser tunggal tersebut, ia berpesan kepada penonton untuk tetap menjaga ketertiban saat menyaksikan konser tersebut. Tidak ricuh, apalagi kalau sampai mengkonsumsi narkoba dan miras.
“Saksikanlah konser ini dengan tertib. Jangan sampai terjadi keributan, perkelahian. Berikanlah kesan yang baik untuk artis kita yang baru pertama kali di Singkawang ini,” demikian pesan Pak Wali saat membuka konser malam kemarin. Pesan tersebut ternyata dilaksanakan dengan baik oleh penonton. Tidak ada keributan yang terjadi dari awal sampai akhir konser. Hadir mendampingi walikota saat itu, Wakil Walikota dan lima camat Kota Singkawang yang juga didampingi isteri. Semuanya mendapat tempat duduk di tribun bagian tengah Stadion Kridasana Kota Singkawang. Sementara Asisten Administrasi Umum tampak menikmati konser tersebut di lapangan. Salah seorang isteri camat Kota Singkawang mengaku senang dengan grup band muda ini. “Saya senang dengan lagu-lagunya, masuk untuk semua kalangan. Makanya saya nonton dan hadir di sini. Kalau tidak suka, saya tidak bakalan hadir menyaksikan S07 ini. Iya kan?” kata isteri dari Camat Singkawang Selatan sambil tersenyum di sela-sela penampilan S07. Sang vokalis, Duta S07 ternyata cukup tanggap. Paham dengan kedatangan pak Wali dalam konser mereka, disempatkan pula untuk menyapa walikota dan mengucapkan terimakasih buat Walikota Singkawang. “Terimakasih buat Bapak Walikota Singkawang yang datang ke konser kami,” ujar Duta usai menyampaikan terimakasih kepada penyelenggara dan sponsor konser tersebut. (**)
September 5, 2005
Sintang,- LUAR biasa penampilan group band papan atas, Sheila On 7 (SOS) di stadion Sintang malam kemarin. Karena tidak kurang dari 12.000 penonton terbius dan hanyut saat pertunjukan berlangsung. LA Light Concers yang menampilkan Sheila On 7 di kota Sintang di sambut meriah. Hal itu terlihat belasan ribu penonton memadati stadion Baning Sintang. Penampilan Sheila On 7 memang dinanti- nantikan kaula muda di wilayah Timur Kalbar. Karena Sheila On 7 memang sudah melekat di hati para anak muda dan ABG. Hal itu terlihat di saat acara jumpa fans di Hotel Sakura pada pukul 14.00, tidak kurang dari 300 orang yang ingin menyaksikan secara dekat personil Sheila On 7, Duta, Adam Eros dan Sakti. Ternyata LA Light Concers Sheila On 7 di 34 kota, Sintang merupakan kota ke 21 yang dikunjungi Sheila On 7. ” Kami pertama kali ke Sintang, ternyata sambutan warga Sintang cukup meriah,” ujar Duta di saat jumpa fans di Hotel Sakura. Menjelang acara concers Sheila On 7 dimulai, di luar stadion pada pukul 16.00 belasan ribu penonton telah datang untuk menyaksikan penampilan spektakuler di Sintang. Bahkan penonton harus tetap bersabar berada di dalam stadion Baning untuk menunggu dimulainya Concers. Pada pukul 20.00 WIB, LA Light Concers Sheila On 7 secara resmi di buka oleh Bupati Sintang Drs Milton Crosby Msi. Setelah acara dibuka, belasan ribu penonton langsung berteriak, Sheila… Sheila.(bd)
August 11, 2005
JEPARA- Tidak keliru ‘’Kota Ukir'’ Jepara dipilih sebagai pembuka tur 34 kota Sheila on 7. Bukan hanya konser berjalan aman dan lancar, target penonton 15 ribu pun tercapai.
Seandainya jalan Ade Irma Suryani Kelurahan Bulu, yang menuju pintu gerbang Taman Wisata Pantai Kartini tidak terpadati ribuan sepeda motor dan mobil, mungkin arus penonton yang masuk bisa lebih banyak lagi.
Junaidi dari Djarum Kudus menginformasikan, pada awal konser sekitar 12 ribu penonton masuk. Saat pertunjukan berlangsung , jumlah penonton terus bertambah. ‘’Hitungan pasti belum kami peroleh malam ini, namun kami yakin target 15 ribu penonton tercapai,'’ kata Junaidi.
Molornya jam pertunjukan dari rencana pukul 19.00 menjadi 20.30 tak mengurangi hasrat penonton. Suguhan penampilan Duta dalam layar lebar sebelum konser cukup menghibur. Teriakan histeris pun meledak ketika lagu pertama, ‘’Menyelamatkanmu'’ meluncur. Yang nampak di panggung penyanyi dan pengiring memakai kostum dan penutup kepala hingga menyembunyikan wajah. Tak lama kemudian, muncullah Duta dengan kaos merahnya.
Karaoke Besar
‘’Jepara memang nggak ada mati-matinya. di stadion bola maupun di tepi pantai ini pengunjung memadati pertunjukan. Terima kasih. Terima kasih. Tolong pemadam, penonton diberi air nampaknya sudah kepanasan,'’ kata Duta.
‘’Terima kasih Jepara. Terima, kaulah sahabat sejati,'’ lanjut Duta, yang menyambung dengan lagu,'’Sahabat Sejati.'’ Disusul tembang ‘’Pemuja Rahasia'’, ‘’Itu Aku'’. Setiap tiga lagu, diselingi dialog dengan penonton.
Segera menyambunglah, ‘’Pria Kesepian'’, ‘’Tunjukkan Padaku'’, dan ‘’Sekali Lagi'’. Tidak ketinggalan lagu yang sangat populer dari album lawas So7, ‘’Sephia'’.
Sebelum membawakan tiga lagu terakhir, Duta mengajak ribuan penonton menyanyi dan berjingkrak bersama. Ajakan juga ditujukan kepada penonton di luar kompleks Taman Pantai Kartini. Sebab, meski tak bisa melihat aksi Duta, mereka bisa mendengarkan hentakan keras sound system mupun sekadar melongok ke atas menatap penyanyi pujaannya dari layar lebar.
‘’Mari kita jadikan konser pertama dari 34 kota ini menjadi karaoke besar,'’ kata Duta. Dan akhirnya, konser ditutup dengan tiga lagu, ‘’Seberapa Pantas'’, ‘’Pejantan Tangguh'’, dan ‘’Melompat Lebih Tinggi.'’ (kar,H15-43)
Source: Suara Merdeka
August 10, 2005
Jepara, CyberNews. Tidak keliru ‘’Kota Ukir'’ Jepara dipilih sebagai pembuka tur 34 kota Sheila on 7. Bukan hanya konser berjalan aman dan lancar, target penonton 15 ribu pun tercapai.
Seandainya jalan Ade Irma Suryani Kelurahan Bulu, yang menuju pinu gerbang Taman Wisata Pantai Kartini tidak terpadati ribuan sepeda motor dan mobil, mungkin arus penonton yang masuk bisa lebih banyak lagi.
Junaidi dari Djarum Kudus menginformasikan, target penonton 15 ribu tercapai. Pada awal konser sekitar 12 ribu, namun pada saat pertunjukan berjalan, arus penonton terus masuk. ‘’Hitungan pasti belum kami peroleh malam ini, namun kami yakin target 15 ribu penonton tercapai,'’ ucap Junaidi.
Kelompok musik asal kota Gudeg Yogyakarta itu masih memiliki daya sedot besar di Jepara. Walau sudah beberapa kali Duta dan kawan-kawan tampil–sebelumnya di Stadion Kamal Djunaidi– tetap saja kaum muda menunjukkan gairah seperti baru pertama tampil. Tidak ketinggalan gadis-gadis ABG pun rela ikut berjubel diantara lautan penonton.
Molornya jam pertunjukan dari rencana pukul 19.00 menjadi 20.30 tak mengurangi hasrat penonton. Suguhan penampilan Duta dalam layar lebar sebelum konser cukup menghibur. Teriakan histeris pun meledak ketika lagu pertama, ‘’Menyelamatkanmu'’ meluncur. Yang nampak di panggung penyanyi dan pengiring memakai kostum dan penutup kepala sangat rapat hingga menyembunyikan wajah. Tak lama kemudian, muncullah Duta dengan kaos merahnya.
Habis lagu pertama, disusul ,'’Pagi yang menakjubkan'’, dan ‘’Bertahan Di Sana'’ yang berasal dari album terbaru Sheila on 7. ‘’Jepara memang gak ada mati-matinya. di stadion bola maupun di tepi pantai ini pengunjung memadati pertunjukan. Terima kasih. Terima kasih. Tolong pemadam, pennton diberi air nampaknya sudah kepanasan,'’ ucap Duta, mencoba berdialog dengan penonton yang memadati panggung hiburan Pantai Kartini.
‘’Terima kasih Jepara. Terima, kaulah sahabat sejati,'’ lanjut Duta, yang menyambung dengan lagu keempat,'’Sehabat Sejati.'’ Disusul, ‘’Pemuja Rahasia'’, ‘’Itu Aku'’. Setiap tiga lagu, diseling dialog dengan penonton.
Segera menyambunglah, ‘’Pria Kesepian'’, ‘’Tunjukkan Padaku'’, dan ‘’Sekali Lagi'’. Tidak ketinggalan lau yang sangat populer dari album lawa So7, ‘’Sephia'’. Terus, ‘’Berhenti Berharap'’, ‘’Bila Kau Tak Disampingku'’. Selanjutnya, ‘’JAP'’, ‘Jalan terus'’, ‘’Kita'’.
Sebelum membawakan tiga lagu terakhir, Duta mengajak ribuan penonton menyanyi dan berjingkrak bersama. Termasuk penonton di luar kompleks taman Pantai Kartini pun tak ketinggalan. Sebab, walau tak bisa melihat aksi Duta, toh mereka bisa mendengarkan hendakan keras sound system, mupun sekadar melongok ke atas menatap penyanyi pujaannya dari layar lebar.
‘’Mari kita jadikan konser pertama dari 34 kota ini menjadi karaoke besar,'’ ucap Duta. Dan akhirnya, konser ditutup dengan tiga lagu, ‘’Seberapa Pantas'’, ‘’Pejantan Tangguh'’, dan ‘Melompat Lebih Tinggi.'’ Total ada lima belas lagu.( sukardi/m sanomae/Cn07 )
Source: Suara Merdeka
July 16, 2005
Makassar — Sheila on 7 (So7) siap mendulang sukses di Makassar. Untuk mewujudkannya, personil S07 bernjanji akan menghadirkan kejutan dalam penampilan mereka di Lapangan Karebosi, Sabtu (17/7) malam ini.
Janji ini dilontarkan vokalis So7, Duta, dalam konferensi persnya di Hotel Marannu, Jumat (15/7) kemarin. Setelah sukses konser di Palopo dan Parepare, grup musik yang digandrungi kaum hawa ini dijadwalkan beraksi di Karebosi.
Konser di dua kota sebelumnya tergolong sukses, mampu menyedot penonton sekitar delapan ribu penonton. Duta, vokalis S07 berharap, Makassar bisa melampuai kesuksesan tersebut. “Tunggu aja dan nantikan kejutan dari kami untuk konser di Makassar,” ujar Duta.
Jumpa pers kemarin dihadiri empat personel So7; Duta, Eross, Sakti, dan Adam. Mereka juga didampingi tiga personel Gamma Band, band pendatang baru dari Jakarta yang juga meramaikan LA Lights Concert Tour 34 kota ini.
Tiga personel Gamma yang hadir adalah Mully, Willy, dan Ricky. Kejutan tersebut, tidak didapatkan pada kota-kota sebelumnya. Bahkan, di antara 34 kota, hanya Makassar yang mendapatkan kejutan tersebut.
Salah satu kejutan tersebut adalah hanya konser di Makassar yang akan disyuting oleh RCTI. Selain itu, pada konser tersebut juga akan tampil Dewa Budjana, David Naif, Jojon, Tessy, dan Ginanjar.
Konsep show-nya pun berbeda, lebih terfokus pada multimedia dengan adanya lima layar lebar di sekitar panggung. So7 akan membawakan lagu-lagu andalan mereka sekitar 16-18 lagu.
Sedangkan Gamma akan memperkenalkan lagu-lagu mereka yang bernuansa rock yang terdapat di album perdana Pendamping Malam. Karena minus drumer Anton yang hengkang beberapa waktu lalu, maka So7 menggunakan additional drumer Brian.
Selain itu, juga ada additional keyboard Ferry Kurniawan. Sedangkan tiket masuk seharga Rp 15 ribu, masih tersedia di arena konser. Mulai pukul 17.00 sore, akan dibuka tiga loket penjualan tiket. Konsernya sendiri akan berlangsung mulai pukul 19.00 malam.Makassar — Sheila on 7 (So7) siap mendulang sukses di Makassar. Untuk mewujudkannya, personil S07 bernjanji akan menghadirkan kejutan dalam penampilan mereka di Lapangan Karebosi, Sabtu (17/7) malam ini.
Janji ini dilontarkan vokalis So7, Duta, dalam konferensi persnya di Hotel Marannu, Jumat (15/7) kemarin. Setelah sukses konser di Palopo dan Parepare, grup musik yang digandrungi kaum hawa ini dijadwalkan beraksi di Karebosi.
Konser di dua kota sebelumnya tergolong sukses, mampu menyedot penonton sekitar delapan ribu penonton. Duta, vokalis S07 berharap, Makassar bisa melampuai kesuksesan tersebut. “Tunggu aja dan nantikan kejutan dari kami untuk konser di Makassar,” ujar Duta.
Jumpa pers kemarin dihadiri empat personel So7; Duta, Eross, Sakti, dan Adam. Mereka juga didampingi tiga personel Gamma Band, band pendatang baru dari Jakarta yang juga meramaikan LA Lights Concert Tour 34 kota ini.
Tiga personel Gamma yang hadir adalah Mully, Willy, dan Ricky. Kejutan tersebut, tidak didapatkan pada kota-kota sebelumnya. Bahkan, di antara 34 kota, hanya Makassar yang mendapatkan kejutan tersebut.
Salah satu kejutan tersebut adalah hanya konser di Makassar yang akan disyuting oleh RCTI. Selain itu, pada konser tersebut juga akan tampil Dewa Budjana, David Naif, Jojon, Tessy, dan Ginanjar.
Konsep show-nya pun berbeda, lebih terfokus pada multimedia dengan adanya lima layar lebar di sekitar panggung. So7 akan membawakan lagu-lagu andalan mereka sekitar 16-18 lagu.
Sedangkan Gamma akan memperkenalkan lagu-lagu mereka yang bernuansa rock yang terdapat di album perdana Pendamping Malam. Karena minus drumer Anton yang hengkang beberapa waktu lalu, maka So7 menggunakan additional drumer Brian.
Selain itu, juga ada additional keyboard Ferry Kurniawan. Sedangkan tiket masuk seharga Rp 15 ribu, masih tersedia di arena konser. Mulai pukul 17.00 sore, akan dibuka tiga loket penjualan tiket. Konsernya sendiri akan berlangsung mulai pukul 19.00 malam.Makassar — Sheila on 7 (So7) siap mendulang sukses di Makassar. Untuk mewujudkannya, personil S07 bernjanji akan menghadirkan kejutan dalam penampilan mereka di Lapangan Karebosi, Sabtu (17/7) malam ini.
Janji ini dilontarkan vokalis So7, Duta, dalam konferensi persnya di Hotel Marannu, Jumat (15/7) kemarin. Setelah sukses konser di Palopo dan Parepare, grup musik yang digandrungi kaum hawa ini dijadwalkan beraksi di Karebosi.
Konser di dua kota sebelumnya tergolong sukses, mampu menyedot penonton sekitar delapan ribu penonton. Duta, vokalis S07 berharap, Makassar bisa melampuai kesuksesan tersebut. “Tunggu aja dan nantikan kejutan dari kami untuk konser di Makassar,” ujar Duta.
Jumpa pers kemarin dihadiri empat personel So7; Duta, Eross, Sakti, dan Adam. Mereka juga didampingi tiga personel Gamma Band, band pendatang baru dari Jakarta yang juga meramaikan LA Lights Concert Tour 34 kota ini.
Tiga personel Gamma yang hadir adalah Mully, Willy, dan Ricky. Kejutan tersebut, tidak didapatkan pada kota-kota sebelumnya. Bahkan, di antara 34 kota, hanya Makassar yang mendapatkan kejutan tersebut.
Salah satu kejutan tersebut adalah hanya konser di Makassar yang akan disyuting oleh RCTI. Selain itu, pada konser tersebut juga akan tampil Dewa Budjana, David Naif, Jojon, Tessy, dan Ginanjar.
Konsep show-nya pun berbeda, lebih terfokus pada multimedia dengan adanya lima layar lebar di sekitar panggung. So7 akan membawakan lagu-lagu andalan mereka sekitar 16-18 lagu.
Sedangkan Gamma akan memperkenalkan lagu-lagu mereka yang bernuansa rock yang terdapat di album perdana Pendamping Malam. Karena minus drumer Anton yang hengkang beberapa waktu lalu, maka So7 menggunakan additional drumer Brian.
Selain itu, juga ada additional keyboard Ferry Kurniawan. Sedangkan tiket masuk seharga Rp 15 ribu, masih tersedia di arena konser. Mulai pukul 17.00 sore, akan dibuka tiga loket penjualan tiket. Konsernya sendiri akan berlangsung mulai pukul 19.00 malam.
June 10, 2005
SEMARANG - Pada 2004 silam, LA Lights beberapa kali menggelar konser musik nasional maupun mancanegara. Konser itu antara lain tur ‘’Mengejar Matahari, Live Concert & Road Show Film'’ bersama Ari Lasso, ‘’LA Lights Breaking Record 24 Hours of Peterpan'’, ‘’Tour Pejantan Tangguh'’ (Sheila on 7), dan konser gurp Hoobastank.
LA Lights adalah salah satu produk rokok kretek dari PT Djarum yang tetap konsisten menghadirkan konser-konser musik berkualitas dengan menampilkan artis internasional maupun dalam negeri. Untuk konser musik internasional LA Lights Concert 2005, ditampilkan Simple Plan (26 Maret), disusul Avril Lavigne (4 April). Kedua konser artis mancanegara tersebut berlangsung di Jakarta, dan bekerja sama dengan promotor Java Musikindo.
Pada pertengahan 2005 ini, LA Lights kembali menyuguhkan konser musik bertajuk LA Lights Concert 2005 dengan menampilkan tiga artis papan atas Tanah Air, yaitu Ari Lasso, Ada Band, dan Sheila On7.
Dalam konser itu, Ari Lasso dan Ada Band akan tampil dalam satu panggung di 30 kota di seluruh Indonesia, sedangkan Sheila on 7 dijadwalkan tampil di 34 kota.
Konser pertama Ari Lasso dan Ada Band, diadakan di Kota Muara Teweh pada 23 Maret lalu, dan berlanjut selama kurang-lebih tiga bulan di 30 kota lainnya, seperti Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Makassar, Padang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Pontianak.
Akan sangat menarik melihat penampilan kolaborasi Ari Lasso dan Ada Band di satu panggung.
Pada konser keliling kali ini, Ari Lasso akan membawakan tembang-tembang andalan dari album terbarunya Kulihat, Kudengar, Kurasa dan tembang-tembang lain yang telah membawanya menjadi penyanyi papan atas Indonesia.
Demikian juga dengan Ada Band, yang akan membawakan tembang-tembang hits mereka maupun tembang-tembang dari album terbarunya Heaven of Love, seperti “Manusia Bodoh” yang telah berhasil mendapatkan Triple Platinum Award.
Akhir Juni
Konser pertama Sheila on 7 akan dimulai akhir Juni di Kota Gorontalo, dan akan berakhir di Malang, Jatim pada akhir tahun ini. Untuk tour show di 34 kota itu, Duta dkk akan membawakan semua tembang-tembang andalannya, dan beberapa tembang baru dari album kompilasi yang akan segera diluncurkan.
LA Lights Concert Sheila On 7 akan hadir di Kota Gorontalo, Kendari, Bukit Tinggi, Pekanbaru, Lampung, Jambi, Medan, Solo, Malang, dan kota-kota lainnya.
‘’Kami memilih Ari Lasso, Ada Band, dan Sheila On7, karena musik mereka sangat diminati oleh kalangan anak muda yang tersebar di seluruh Tanah Air. Kami menampilkan dua artis dalam satu panggung (Ari Lasso dan Ada Band), karena kami ingin menyuguhkan suatu pergelaran musik yang lebih berkesan dan spektakuler. Kami yakin, konser kolaborasi Ari Lasso dan Ada Band itu telah lama ditunggu oleh para pencinta musik,'’ kata Brand Manager PT Djarum, Gunadi Hadiwijaya, kemarin. (C29-43)
January 8, 2005
DI YOGYA, konser Sheila on 7 di Alun-alun Utara berubah tema. Dari pesta pergantian tahun, jadi acara amal. Kotak kolekte pun diedarkan, dan terkumpullah dana Rp 10.285.000 dari pentas “Sheila on 7 Back to Jogja” itu.
“Terus terang kami shock berat dengan bencana alam tersebut. Pengin banget kami ke sana, namun kesulitan cari transportasinya” kata Eross, usai konser.
“Ibarat dalam keluarga, jika ada anggota mengalami cedera atau musibah, aku harus mengulurkan tangan untuk membantunya. Begitu juga dengan musibah yang dialami masyarakat Aceh dan Sumatra Utara. Sebagai warga negara yang bersaudara, kita harus menolong” ujar Duta.
Di Yogya berdiri pula Forum Keprihatinan EO Yogya yang diikuti 32 Event Oganizer. Mereka bantingan dana. Terkumpul Rp 42.662.000 yang langsung akan disumbangkan ke Aceh dan Sumatera Utara.
Forum ini juga berencana menggelar pertunjukan Satu Duka Satu Bangsa. Bentuknya konser musik dan variety shorw Pentas musiknya 4 hari berturut-turut, 11-14 Januari di Java Kafe & Resto. Sudah 25 band siap tampil, menurut Anang Batas dari Abad Entertainment. “Mereka tidak minta bayaran” ujar Anang, hasil pentas itu akan disumbangkan ke korban tsunami.
Variety Show digelar 17 Januari. Hingga laporan ini disusun, belum jelas tempatnya. Concert Hall TBY atau Purna Budaya? Mereka yang diharapkan terlibat adalah Sawung Jabo, Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, Kua Etnika, Peggy Melati Sukma, Iga Mawarni, Trie Utami, dan Landung Simatupang.
“Rencananya kami mengundang Sri Sultan HB X dan para Bupati di DIY serta Walikota Yogya, untuk bersama-sama memberikan dukungan penggalangan dana ini,” papar Anang Batas. (abp-tif)
November 23, 2004
KONSER seru Sheila On 7 (So7) bersama Tanda Seru Bank NISP di areal Tirta Agung, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Minggu (21/11) malam berlangsung semarak. Tak kurang dari 3.000 penonton yang sebagian besar remaja putri larut dalam selusin lagu yang dimainkan band asal Jogjakarta itu. Menariknya, sejumlah penonton gadis membawa poster yang tak hanya berisi pujian terhadap So7, namun juga ajakan kawin untuk pemain gitar, Sakti. ‘’Sakti, Kawin Yo!’’ begitu salah satu poster yang ditulis spidol diacungkan di depan panggung.
Di bawah sinar bulan, konser diawali dengan penampilan Pandawa yang memainkan enam lagu dari album mereka sendiri. Penampilan band asal Bali ini mendapatkan sambutan bagus, apalagi aksi panggung mereka kian terasah dan lebih atraktif dari sebelumnya. Ketika giliran Adika dan Lucky, penyanyi Indonesian Idol naik panggung diiringi Sensation Band, penonton yang semula asyik menonton sambil duduk di rumput, sontak berdiri dan merapat ke barikade di depan panggung.
Naik panggung sekitar pukul 20.45 wita So7 yang didukung Duta (vokal), Eros (gitar), Sakti (gitar), dan Adam (bass) langsung menyapa penonton dengan lagu ‘’Sahabat Sejati’’. Hampir seluruh lagu yang dimainkan semacam ‘’Tentang Kita’’, ‘’Pemuja Rahasia’’, ‘’Itu Aku’’, ‘’Terima Kasih Bijaksana’’, ‘’Tunjukkan Padaku’’, ‘’Jadikan Aku Pacarmu’’ , ‘’Bila Kau tak Di Sampingku’’, ‘’Berhenti Berharap’’ hingga ‘’Pejantan Tangguh’’, turut dibarengi gerakan dan koor penonton.
Walau ada sebagian yang meneriakkan nama Anton, mantan pemain drum yang sudah keluar, sambutan terhadap Brian Kresno Putro sebagai additional drum tak kalah hangatnya. Bahkan penonton juga menaruh perhatian pada vokalis latar Sisca dan pemain keyboard Ferry. Duta sebagai vokalis juga kian pintar memainkan suasana dan memancing reaksi penonton. Puncaknya, So7 mengajak Lucky dan Adika bersama-sama menyanyikan lagu pamungkas ‘’Melompat Lebih Tinggi’’. (231)
Source: DenPost
November 20, 2004
KONSER seru Sheila On 7 bersama Tanda Seru Bank NISP di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bukit Ungasan, Minggu (21/11) besok tampaknya menjadi satu tontonan istimewa. Selain dibuka band Pandawa dari Bali dan dua bintang Indonesian Idol, Lucky dan Adika, ini menjadi konser pertama bagi So7 setelah keluarnya pemain drum Anton. Di Bali, So7 yang didukung Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), dan Adam (bass) akan menjajal formasi paling akhir dengan pemain drum baru, Brian Kresno Putro.
Sebagaimana ditegaskan Anton, manajer So7, belum ada rencana untuk menentukan Brian sebagai personel tetap So7. Dengan demikian statusnya adalah sebagai additional player saja, bukan anggota tetap. Yang jelas, penggemar So7 di Bali mendapat kesempatan pertama menyaksikan bagaimana ‘’Pejantan Tangguh’’ asal Jogjakarta ini menunjukkan kalau mereka tetap solid dan bertahan sepeninggal Anton.
Bagi penggemar musik, Brian sendiri bukanlah wajah baru. Pemuda kelahiran Jogjakarta, 22 Januari 1981 ini sempat memperkuat band Tiket yang sudah merilis dua album. Setelah tampil di Bali, sejumlah program pentas untuk televisi sudah menunggu Duta dan kawan-kawan.
Menurut Andyani Pusparini, corporate communication div. head Bank NISP, sampai saat ini tercatat sudah 3.000 orang lebih yang membuka rekening TANDA untuk mendapat tiket gratis menyaksikan konser So7. Pihak paniyia menyiapkan 100 kursi VIP dan tiket kelas sampai kapasitas 5.000 orang.
Dijelaskan, empat kantor Bank NISP yang ada di Bali, selama libur ini sampai 20 November tetap buka hanya untuk melayani pembukaan rekening TANDA untuk peminat yang mendapat tiket gratis nonton So7. ‘’Tanggal 21 sampai menjelang acara berlangsung, kami masih memberikan kesempatan terakhir bagi yang minat membuka rekening untuk mendapatkan tiket gratis. Kami juga membuka counter di RM Bendega, Renon, untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan tiket gratis,’’ demikian Andyani. (231)
Source: DenPost
October 7, 2004
Pontianak,- Rabu malam ini mulai pukul 20:00 WIB, para pejantan Sheila on 7 akan membuktikan kualitas mereka sebagai kelompok musik papan atas Indonesia di Stadion Sultan Syarif Abdurahman, Pontianak. Grup musik asal Yogyakarta dihadirkan LA Lights ini dipastikan menemui Sheila Gank Pontianak mengusung album ke empat mereka, Pejantan Tangguh.
Seperti konser mereka ditajuk LA Light Concert Sheila on 7 “Pejantan Tangguh” di Padang dan Ketapang lalu, Duta dkk akan tampil maksimal selama dua jam. Untuk lebih dekat dan lebih berinteraksi dengan penonton, LA Lights didukung penyelenggara lokal Gaya Production menyiapkan peralatan super canggih, fireworks, dan giant screen.
Sound system yang disiapkan berkekuatan sebesar 150 ribu watt dan lighting sebesar 100 ribu watt. Konser rencananya juga dimeriahkan dengan pesta kembang api. Selain itu harga tiket dipatok murah hanya Rp 10 ribu.
Di penampilannya malam ini, Duta (Vocal), Eross (Gitar), Sakti (Gitar), Adam (Bass), dan Anton (Drum) akan membawakan lebih 15 lagu hits yang diambil dari album pertama hingga album baru mereka, Pejantan Tangguh. Beberapa lagu yang diperkirakan menemani Sheila Gank malam ini di antaranya Menyelamatkanmu, Generasi Patah Hati, Sahabat Sejati, Pemuja Rahasia, Jangan Beritahu Niah, Tunjukkan Padaku, T’rimakasih Bijaksana, Pria Kesepian, Itu Aku…, Tunggu Aku Di Jakarta, Sephia, Berhenti Berharap, Bila Kau Tak Disampingku, Pejantan Tangguh, Kita, J.A.P, Melompat Lebih Tinggi, Seberapa Pantas.
Mengantisipasi membludaknya keinginan Sheila Gank menyaksikan aksi Sheila on 7, promotor lokal mulai siang ini masih membuka ticket box di lokasi pementasan. Mulai pagi hari, Gaya Production juga akan melayani penukaran voucher tiket di masing-masing ticket box.
Disela-sela kesibukan mempersiapkan diri untuk tampil pada konsernya, Selasa sore kemarin, Duta dkk menyempatkan diri mendatangi panti sosial. Di sana ke lima personil ini berinteraksi dengan penghuni Panti Asuhan A Yani. Ternyata tak sedikit penghuni panti yang juga nge-fans dengan personil yang jago ngocol ini.
Eros datang sedikit terlambat karena ia harus menghadiri konser Klinik Gitar di Bali. Namun suasana jadi riuh setelah gitaris ini datang dan langsung menunjukkan tingkah kocaknya. Suasana yang sebelumnya kaku, mulai lebur ketika berbagai cerita dan canda diucapkan lima personil ‘’sederhana’’ ini.
“Di kesempatan itu Sheila on 7 memberikan sumbangan kepada panti asuhan. Dimana selama ini mereka terlalu sibuk dengan rutinitasnya. Serta konser kali ini dibuat lain-lain daripada yang lain. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga peduli dengan lingkungannya,” ungkap Rudy Boy, EO lokal Gaya Production. (tri/ara)
Source: Equator Online
Pontianak,- Mengawali suksesnya di Kota Ale-Ale Ketapang, Minggu (3/10), Grup band asal kota gudeg, Sheila On 7 kembali mendulang sukses di Kota Pontianak, Rabu (6/10) malam. Dengan sound berkekuatan 100 ribu watt grup yang melejit berkat lagu Sephia itu mampu membuat histeris sekitar 20.000 penonton yang memadati stadion SSA kebanggaan masyarakat Kalbar.
Mengawali konsernya, grup band yang dimotori Erros sang gitaris membuka aksi panggungnya dengan lagu “Aku Datang” dari album ketiganya. Teriakan histeris fans seakan merobohkan dinding-dinding stadion, saat Duta sang vokalis keluar dari panggung bersamaan lampu dinyalakan. “Sheila, Duta” teriak para penonton histeris.
Saat bersamaan, Adam sang bassis juga mendapat aplus dari penggemar yang rata-rata ABG itu. Suasana konser yang diusung LA Lights menjadi meriah dan semakin menarik. Para penggemar terkesima, bahkan nyaris lupa peristiwa memilukan pada konser beberapa bulan lalu di Banjarmasin dan Lampung.
Beberapa hitsnya dibawakan SO7 secara berturut turut seperti Kita, Pejantan Tangguh, Ini Aku dan JAP. Di pertengahan konser, Lagu Sephia diikuti nyala lilin yang dibawa para penonton mengubah suasana yang meriah menjadi romantis. Dengan seksama para Sheila Sonic mengikuti alunan lagu yang didengdangkan sang vokalis. Sesaat Duta mengarahakan mic kepada penonton dan semuanya turut melantunkan lagu soundtrack sebuah film tersebut. “ikuti saya semuanya” teriak Duta meminta para penonton bersama-sama bernyanyi.
Setelah membawakan lagu itu , para penonton meneriakan Pejantan Tangguh sebagai lagu yang diusung dalam konser kali ini. “Pejantan Tangguh” pekik jerit penonton.
Sesaat suasana terdiam, setelah musik mulai berbunyi dan terdengar irama lagu tersebut semuanya bersorak dan meloncat. Suasana Stadion menjadi semarak kembali. Bukan hanya itu, getaran luar biasa terjadi karena penonton yang berada di dalam stadion meloncat bersama. “Ajari Aku menjadi pejantan tangguh mungkin terlalu lama kutelah bersembunyi, menatap mataharipun aku tak mampu, di gelap malam pun terasa mengusik hatiku,” teriak penonton mengikuti suara sang vokalis. Para penonton semakin berjingkrak-jingrak mereka tak perduli dengan siraman air yang sengaja di sediakan oleh panitia. Baru lagu kedua seluruh penonton sepertinya telah terhanyut dengan aksi kelima personil ini.
Konser yang dimulai pukul 20.00 WIB berakhir sekitar pukul 22.30 WIB. Kata penutup mengejutkan penonton yang masih ingin menyaksikan fans berat mereka. Saking tak percaya, mereka seakan belum mau meninggalkan stadion meskipun seluruh personil sudah meninggalkan pentas. Untungnya, panitia mampu menyulap “kekecewaan” penggemar dengan pesta kembang api sehingga lupa sang idola sudah mengakhiri konsernya.
Di sisi lain, karena masih menyemutnya fans Sheila On 7 di dalam Stadion SSA membuat penonton harus berdesak-desakan saat akan meninggalkan stadion. Bahkan jalanan di seputar konser juga macet total beberapa saat sebelum lengang sampai pukul 23.00 WIB. (bdi)
Setelah membawakan lagu yang bertajuk pejantan tangguh, dipersembahkan sebuah aksi drum oleh Anton sang drumer. Secara bersamaan setelah aksi drum tersebut antara Erros dan Sakti juga melakukan aksi serupa kedua gitaris ini mempertontonkan aksi gitarnya dengan nada blus dan rock and roll. Sesat penonton terdiam dan menyaksikan kedua idolanya itu memainkan alat musik petik tersebut diiringi oleh Duta sang bassis dan Anton sang darummer. Saat selesai mempertontonkan askinya itu seluruh penoton memberikan aplusnya dengan bertepuk tangan.
Konser tersebut lebih meriah saat, air yang telah dipersiapkan oleh panitia kembali disiram kearah penbonton. Sepertinya mereka tak perduli dengan air yang membasahai tubuh mereka yang terpenting malam ini mereka happy fun.
Sebagai penutup konser, dibawakan lagu Seberapa pantas, dari album keempat SO7. Konser tersebut ditutup oleh pesta kembang api yang memang ciri khas dari setiap konser yang diusung LA Lights. (bdi)
October 2, 2004
Pontianak,- Group musik Sheila On 7, pukul 19.30 WIB malam ini akan menghibur penggemarnya. Mereka akan tampil di GOR Tentemak Ketapang.
Group musik yang terkenal dengan lagu Sephia itu, akan membawakan album terbaru yang berjudul Penjantan Tangguh. Konser mereka di Ketapang itu disponsori LA “Enjoy Aja” dari PT Djarum.
Sebelum menghibur fans-nya di Ketapang, Sheila On 7, akan melakukan jumpa fans di Pasar Rangge Sentap. Kedatangan group musik tersohor ini diakui sudah menjadi buah bibir warga Ketapang.
Group musik ini kemarin juga sudah dipastikan hadir di Ketapang. Kedatangan mereka itu, juga menjadikan Bandara Rahadi Oesman menjadi sibuk. Pasalnya perlengkapan yang mereka bawa tidak sedikit. Selain perlengkapan mereka itu, beberapa hari sebelumnya, peralatan group musik ini sudah tiba di Ketapang. Melalui pelabuhan Kendawangan, belasan truk beriringan membawa peralatan konser Sheila On 7.
Menurut Agus Hermawan SH, Ketua Panpel dari Bias Production, persiapan sudah matang. Supaya kegiatan itu sukses, mereka juga melibatkan tokoh pemuda. Begitu juga dengan aparat keamanan. Sebelum dilaksanakan konser, mereka juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian.
Dia memastikan konser akan dilakukan pukul 19.30 WIB. Untuk keamanan penggemar yang rata-rata terdiri dari kalangan ABG, jumlah tiket dibatasi. Kemampuan maksimal dari GOR Tentemak dipastikan tidak akan terisi sepenuhnya. Mereka belajar dari pengalaman sebelumnya, dimana tidak sedikit para kawula muda yang berdesak-desakan dan histeria. (ndi)
September 30, 2004
Ketapang,- SELURUH perlengkapan dan peralatan konser Sheila On 7, tadi malam tiba di Ketapang. Seluruh peralatan langsung masuk ke stadion Tentemak. Mulai hari ini, pemasangan peralatan sudah dilakukan.
“Jumat sore (1/10) akan dilakukan jumpa fans yang bertempat di Pasar Rangga Sentap,” tambah Agus Sumasto, dari LA “Enjoy Aja. Menjelang dilakukan konser Sheila On 7, Kota Ketapang mulai diramaikan atribut dan foster sepanjang jalan. Agus menambahkan, bahwa tiket yang kami sediakan sangat terbatas. “Kami tidak bisa memastikan apakah dilokasi pertunjukan nanti masih tersedia tiket,” kata dia.
Masyarakat yang ingin menyaksikan konser Sheila On 7, dapat membeli di ticket box yang telah mereka tunjuk. “Maksudnya agar penonton agar tidak perlu ngantri yang panjang di loket, seandainya tiket itu masih tersedia,” kata Agus.
Dia berpesan supaya para penonton nantinya dapat menjaga ketertiban dan keamanan sebelum maupun sesudah pertunjukan berlangsung. Karena dia bisa memastikan pertunjukan Sheila On 7 dengan album “penjantan tangguh”, dipastikan penonton membludak. Untuk memudahkan pembelian tiket dapat melalui Pontianak Post Biro Ketapang, Jalan Gajahmada No. 172, Kalinilam, Telp (0534) 33514 atau Namil: HP (08125688320). (ndi/PK)
September 29, 2004
2 Oktober Sheila On 7 “Guncang” GOR Tentemak
Ketapang,- Kota Ketapang termasuk salah satu dari 11 kota yang akan disinggahi Sheila On 7, (Group musik ngetop versi SCTV). Pada 2 Oktober 2004, rencananya group musik ini akan “mengguncang” GOR Tentemak. Bagaimana persiapan Kota Ale-ale menjelang persinggahan tour dari 11 kota, Sheila on 7?
ANDI CANDRA, Ketapang
RENCANA kedatangan group musik dari Yogyakarta ke Ketapang mulai santer terdengar dari mulut penggemarnya. Salah satu group musik terbaik versi SCTV ini akan manggung di GOR Tentemak, pada Sabtu, 2 Oktober 2004. Menjelang konser musik lima pemuda tampan ini mulai dibenahi panitia pelaksana. Tampilnya group musik ini, dipastikan akan menghibur fans Sheila On Seven di Ketapang. Beberapa kota yang disinggagihi Sheila On 7, antara lain adalah Padang, Pontianak, Ketapang, Makasar, dan kota besar lainnya.
Selama ini mereka hanya bisa menyaksikan kelihaian Sheila On 7 di televisi. Namun pada 2 Oktober 2004, penggemarnya bisa bertatapan muka secara langsung.Panitia pelaksana kegiatan yang disponsori LA “enjoy aja” membenarkan kegiatan akan digelar itu. Agus Sumasto dari LA “enjoy aja” dalam beberapa hari belakangan ini tampak tidak tenang di kantor. Demi suksesnya kegiatan itu dia berulang kali harus turun tangan. Apalagi hal tersebut menyangkut keamanan public figure yang akan menghibur pencinta musik di Ketapang.
Mendengar akan digelar konser Sheila On 7, para penggemarnya tampak antusias. Seperti, Ujang dan Usman. Mereka tak mau ketinggalan menyaksikan konser itu. Di sisi lain ternyata banyak juga warga yang belum mengetahui akan digelar konser Sheila On 7. “Benarkah ada konser Sheila On seven,” kata Astri yang ternyata juga peminat Sheila on 7.
Tiket yang disediakan panitia memang terbatas. Sampai kemarin tiket belum sampai ke tempat penjualan. Akan tetapi untuk memudahkannya mendapatkan tiket itu, penggemar bisa memesan tiket jauh hari sebelum konser dilakukan. Untuk itu, salah satu box tiket yang ditunjuk bisa dihubungi: Namil (HP: 08125688320), dan Dahlan (08125620362) di Jalan Gajahmada, Kalinilam. Harga tiket Rp 10.000,- termasuk harga sebungkus rokok LA “enjoy aja” yang bisa diambil pada saat masuk di GOR Tentemak.
Kedatangan Sheila On7, ternyata dipersiapkan dengan matang. Rencananya semua peralatan dilakukan konser akan sampai mulai hari ini ke Ketapang. Menunjang pegelaran, mesin pembangkit listrik juga sudah dipersiapkan. Bahkan Group musik ini juga membawa membawa mesin pembangkit sendiri, agar konser berjalan dengan aman.
Untuk diketahui, Sheila On 7 terpilih sebagai Kelompok Musik Paling Ngetop versi SCTV. Setelah mereka, dua kelompok musik “Paling Ngetop” lainnya adalah Dewa dan Element.
Kelompok musik yang mencuat dengan album “Sephia” itu juga perrnah mendapat penghargaan lain ketika klip video “Seberapa Pantas”-nya, yang disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat. Setelah sukses dengan album Sephia, Sheila On 7, kembali muncul dengan album terbaru pejantan tangguh.
Tak cukup hanya itu, kelompok musik yang sering menimbulkan histeria para ABG dalam setiap kali konsernya ini. Penampilan di Ketapang akan juga diiringi lagu-lagu andalan mereka.
Untuk diingat kembali, group ini memiliki segudang lagu-lagu yang ngetop di kalangan ABG. Tampilnya grup musik Sheila On 7 selama ini tercatat disambut meriah oleh sejumlah ABG. **
June 22, 2004
SHEILA on 7 di Bandung! Udah lama banget rasanya mereka ga ngadain konser, apalagi di Bandung. Nah, Jumat (18/6) kemarin, band asal Yogyakarta ini ngadain konser di Bandung.
Acaranya digelar lumayan malam banget. Sheila on 7 manggung ngisi acara Friday Freak, gelaran yang rutin diadain tiap Jumat malam di Fame Station yang ada di lantai 11 Wisma Lippo, Jln. Gatot Subroto Bandung. Udah digelar lumayan malam, trus diadain di tempat dugem pula, pasti banyak Belia yang ga bisa nonton.
Sheila on 7 sendiri emang spesial dipilih ama penyelenggaranya, pengelola Fame Station, karena grup ini udah lama ga wara-wiri di panggung. Trus penyelenggaranya juga sadar banget kalo Bandung tuh lagi demam ama gaya musik peralihan antara RnB dan Alternatif, pokoknya di tengah-tengah deh. Belia ngacungin jempol buat panitianya yang milih band ini.
Bener juga tebakan belia, penonton yang datang banyak banget. Jadinya ruangan Fame Station yang emang ga terlalu luas itu udah bejubel isinya. Gelaran “Friday Freak” sendiri udah dimulai pukul 21.00 WIB. Tapi buat nongkrongin aksi panggung Duta (vokal), Adam (bass), Eros (gitar) Anton (drum), dan Sakti (gitar) penonton mesti sabar nunggu sampai hampir tengah malam.
Konsernya Sheila on 7 malam itu dibuka ama Two Triple O, band RnB yang lumayan sering muncul di kafe-kafe Bandung dengan Jakarta. Two Triple O bawain 13 lagu yang rata-rata lagi ngehits di radio-radio kaya Yeah-nya USHER, Hey Mama punya Black Eyed Peas, trus Get Busy lagunya Sean Paul, dan banyak lagi lagu-lagu mereka bawain yang rata-rata berirama RnB.
Setelah hampir 1 jam Two Triple O manggung akhirnya bintang utamanya nongol juga. “Selamat malam Bandung, terima kasih buat yang sengaja datang untuk nonton kita,” teriak Duta ngebuka konser mereka malam itu.
Lumayan kenyang lo. Sheila on 7 malam itu pun tampil ngebawain 18 lagu yang di antaranya berasal dari album pertama hingga album mereka teranyar. Mereka bawain lagu yang diambil dari keempat album mereka. Mulai dari “J.A.P” dan “Kita” dari album Sheila on 7 (album pertama) sampai lagu kojo di album terakhir mereka Pejantan Tangguh, yang juga jadi judul album keempat mereka.
Buat Belia, lagunya Sheila on 7 yang judulnya “Pejantan Tangguh” ini sempat jadi masalah lo di Malaysia. Di sana, kata “pejantan” itu bahasanya agak kasar dan tangguh tuh artinya “tunda”, kebayangkan kalau diartiin ama temen-temen Belia di Malaysia? Gara-gara itu, Sony Music terpaksa mengubah judul lagu itu khusus buat Malaysia jadi “Pria Terhebat”.
Sayang banget lo, Belia gak sempat buat ngobrol ama Duta. Padahal, Belia mau nanyain kabar Duta yang katanya mau jadi bintang utama film barunya sutradara “Tusuk Jelangkung”, Jose Purnomo yang judulnya “Tak Biasa”.
Konser Sheila on 7 yang digelar ampir dua jam itu bikin penonton larut ama suasana malam itu. Beat riang lagu-lagunya Sheila on 7 bikin penonton yang datang ikutan jingkrak-jingkrakan di depan panggung. Ampir semua yang datang pada ikutan nyanyi waktu Duta bawain semua lagu-lagunya.
Eh, di antara penonton ternyata Belia mergokin Roni ama Edwin dari Cokelat ikutan nonton lo. (nit/belia)***
KELOMPOK musik Sheila On 7 menggelar konser di Fame Station, Bandung, Jawa Barat, Sabtu dini hari pekan silam. Selain ingin memperkenalkan album terbaru, kehadiran grup musik asal Yogyakarta itu juga ingin mengobati kerinduan publik Bandung terhadap mereka. “Ingin mengobati kerinduan bagi mereka yang rindu dan mengobati kemarahan bagi yang marah pada Sheila On 7,” tutur Duta Mojo.
Alasan Duta yang juga vokalis Sheila On 7 itu dibenarkan rekan-rekannya. Tapi intinya, kata mereka, kehadiran Sheila On 7 di mana pun, termasuk di Bandung untuk membawa kebahagiaan dan kebaikan bagi semua orang. Kalau nggak bahagia gimana?
Source : SCTV
February 25, 2004
Kapoltabes Banjarmasin Kombes Gatot Subroto menyatakan, dari hasil pemeriksaan dan penyidikan sementara, konser Sheila On 7 (SO7), Senin (23/2) malam, yang menewaskan empat penonton dan puluhan pingsan, murni human error.
“Dari keterangan ketua pelaksana dan sejumlah saksi disertai analisa TKP, kesimpulan sementara peristiwa itu murni kesalahan manusia,” kata Gatot kepada BPost, di ruang kerjanya, Selasa (24/2).
Meski begitu, lanjut dia, jika dalam proses penyidikan akhir ada unsur kelalaian atau kesengajaan dari panitia, maka tidak menutup kemungkinan ketua panitia pelaksana CV Graha Nada Buana (GNB), Dedet bisa menjadi tersangka.
“Sejauh ini masih kita dalami. Kita tidak terburu-buru menyatakan status tersangka, namun kalau memang terbukti ada unsur kesengajaan, kenapa tidak,” cetus Gatot.
Dedet, penyelenggara lokal, kemarin dipanggil untuk dimintai keterangan penyidik Poltabes Banjarmasin. Lelaki muda warga Jl Sultan Adam Kompleks Kadar Permai RT 17 Banjarmasin Utara, itu menjalani pemeriksaan terkait tragedi konser SO7 di Stadion Lambung Mangkurat.
“Saya akan bertanggung jawab atas tragedi itu,” ucap Dedet dicegat BPost usai menjalani pemeriksaan, kemarin.
Menurut dia, sesuai kesepakatan dengan Mega Pro, event organizer di Jakarta, para korban meninggal dunia atau luka-luka akan mendapatkan santunan. Dedet menyebut akan memberi santunan sebesar Rp5 juta bagi korban meninggal dunia dan beaya pengobatan dan perawatan kepada korban luka-luka.
Dedet mengaku sama sekali tak mengira konser Senin malam di Stadion Lambung Mangkurat bakal berujung tragedi. Padahal, saat konser SO7 di Kapuas dengan jumlah tiket sebanyak 3.000 lembar terselenggara lancar dan sukses.
Lelaki jebolan D3 Perhotelan di universitas swasta di Yogya ini menyebut pihaknya hanya menyediakan sebanyak 19.350 termasuk tiket gratis. Dia sama sekali tak mengetahui beredarnya ribuan tiket ilegal.
Diakui Dedet, setengah jam setelah konser Sheila sekitar pukul 20.30 WITA, tiga buah pintu masuk di stadiun sesuai perintah pihak kepolisian dibuka untuk penonton. “Karena malam itu jumlah penonton yang ingin masuk sangat banyak. Belum lagi penonton yang masuk dengan cara memanjat tembok,” tuturnya.
Jika nanti dirinya menjadi tersangka, Dedet mengaku akan mempersiapkan seorang pengacara. “Tapi, mudah-mudahan tidak lah,” tutur Dedet.
Kapoltabes Kombes Gatot Subroto mengatakan untuk pengamanan konser SO7 kemarin diturunkan sekitar 190 personil kepolisian dibantu 40 anggota TNI. “Jumlah itu sudah maksimal,” ucapnya.
Diakui Gatot, dari jumlah tiket yang disebar panitia dibanding jumlah penonton nilainya memang tidak sebanding dengan jumlah personil keamanan. Meski begitu tidak bisa disalahkan pengamanan, pasalnya panitia penyelenggara tak meminta tambahan personil.
“Intinya panitia ingin hemat sehingga dapat keuntungan yang banyak,” cetus Gatot.
Di sisi lain, beberapa fasilitas seperti alat penerangan di stadiun Lambung Mangkurat tidak maksimal. Gatot menilai, kondisi stadiun Lambung Mangkurat tidak memenuhi persyaratan untuk kegiatan yang sifatnya massal pada malam hari. Selain kondisi lapangan becek dan basah, kapasitas stadion sekitar 20 ribuan namun hanya punya tiga pintu.
Belajar dari tragedi itu, Gatot menyatakan pihaknya tidak akan mudah memberikan izin bagi penyelanggara kegiatan yang sifatnya massal.
Tanpa Asuransi
Puluhan ribu penonton yang menyaksikan konser 30 Hari Mencari Cinta (30HMC) Sheila On 7, Senin (23/2) malam ternyata tak mendapatkan jaminan asuransi. Tiket seharga Rp10.000 yang membuat Sheila Gank di malam yang berujung maut itu tak termasuk beaya asuransi.
Rafii alias Pii dari GNB Production selaku event organizer (EO) lokal mengakui tiket yang disebar dalam konser SO7 di Kuala Kapuas, Banjarmasin, dan Pelaihari tidak termasuk beaya asuransi.
“Asuransi memang tidak ada karena tidak wajib untuk konser. Kami pun tak memasukkan Rp10.000 untuk asuransi,” jelas Pii dengan nada setengah kelepasan.
Mengenai santunan diberikan sebesar Rp5 juta terhadap para korban yang meninggal, menurut Pii itu bukan dari asuransi.
Pihak EO pusat, Mega Pro dari Jakarta, dikonfirmasi soal itu tak memberikan jawaban pasti. Saat turut menyampaikan ucapan belasungkawa, Selasa (24/2) sore, di kediaman salah seorang korban meninggal, Jeje dari Mega Pro lebih banyak diam.
Pii menampik pihaknya menjual tiket di luar kapasitas gedung. Kata dia, GNB hanya mengedarkan tiket resmi sebanyak 20.000 lembar tiket masuk. “Itu pun masih tersisa 700 lembar,” ujarnya. (pwk/ori/niz/rbt)
Source : Kompas
Banjarmasin, Surya - Konser musik kelompok asal Jogjakarta Sheila On 7 (SO7) bertajuk 30 Hari Mencari Cinta, Senin (23/2) malam, di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin menelan korban empat tewas, belasan kritis, dan puluhan lainnya terluka serta pingsan.
Empat korban tewas yang terbujur di RS Ulin dan RS Bhayangkara, Banjarmasin ini adalah Nurfaizah (warga Jl Cemara Raya, Blok V Perumnas, RT 025 No 29, Kayu Tangi, Banjarmasin), Reona Sari, 15, pelajar SMP (warga Jl A Yani Km5 Gg Cahaya RT15, Banjarmasin Timur), Eko, 16, (warga Jl Zafri Zam Zam, Rawasari, Banjarmasin Tengah), dan seorang remaja (putra) masih belum teridentifikasi karena tidak ditemukan identitasnya.
Kejadian maut bermula saat Duta, vokalis SO7 melantunkan tembang terakhir mereka, Seberapa Pantas, sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itulah ribuan penonton yang mayoritas remaja berhamburan keluar menuju dua buah pintu keluar yang di dua sisi sayap stadion. Karuan saja, pintu berukuran sekitar 5 meter itu tidak mampu menampung desakan ribuan penonton yang berebutan keluar. Sementara ribuan penonton di belakang terus mendorong penonton yang di depannya.
Akibat desakan itu puluhan orang terperosok di sebuah parit persis di bibir jalan luar stadion. Di parit yang berair setinggi 50 cm itu tak kurang dari 50 orang tertumpuk dan tidak lagi dihiraukan oleh ribuan penonton yang tetap antusias berebut keluar areal stadion. Akibat terbenam di air dan terinjak-injak itulah diduga korban akhirnya tewas.
GNB Production, promotor lokal yang menjalin kerjasama dengan Megapro, promotor dari Jakarta dalam konser SO7 di Banjarmasin, menyatakan, peristiwa itu murni kecelakaan. “Semua hal sebenarnya sudah kita antisipasi, dengan membangun tenda dan posko kesehatan, termasuk mobil pemadam kebakaran. Tapi ini musibah dan kami siap bertanggungjawab,” ucap Dedet dari GNB Production.
Sebelum tampil di Banjarmasin, SO7 tampil di GOR Panunjung Tarung Kuala Kapuas, Sabtu (21/2) malam, dan sukses tanpa terjadi insiden.
Menyikapi insiden Banjarmasin itu, pihak kepolisian menyatakan tengah melakukan penyelidikan. Kasatreskrim Poltabes Banjarmasin Kompol Drs Andy Kirnanda menegaskan, pihaknya baru akan meminta kesaksian pihak terkait. “Dari situ baru kita bisa mengetahui, apakah insiden itu murni kecelakaan atau karena kesalahan panitia penyelenggara,” ucap Andy.
Kunjungi keluarga korban
Sementara itu, Selasa (24/2) kemarin, SO7 dan manajemen mereka mengunjungi keluarga korban yang tewas.
Kabar itu diterima melalui SMS dari manajer SO7, Anton, pada pukul 17.49 WIB. “Saat ini kami lagi mengunjungi empat rumah keluarga korban untuk mengucapkan belasungkawa secara langsung dan memberi sumbangan,” terang Anton.
Menurut Anton, semua personel SO7, yaitu Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas), dan Anton (drum) hadir di rumah duka para korban. Begitu pula manajemen grup tersebut dan sejumlah personel panitia penyelenggara konser itu.
Diterangkan lagi oleh Anton, jenazah para korban telah dimakamkan siang tadi di Banjarmasin.
Mengenai kelanjutan tur tersebut, tulis Anton, “Kami masih harus menunggu konfirmasi dari pihak sponsor dan promotor.”
Kalau tur itu diteruskan, setelah di GOR Panunjung Tarung, Kapuas, Kalsel (21/2), dan Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, SO7 akan manggung di Stadion Hasan Basry, Pleihari, Kalsel (25/2), Lapangan Karebosi, Makassar, Sulsel (28/2), Alun-Alun Kota Pare-Pare, Sulsel (1/3), Stadion Persibo, Bone, Sulsel (3/3), dan Halaman Pemda Watulemo, Palu, Sulteng (7/3). (BP/mon)
Source: Surya
Banjarmasin, Kompas - Empat orang tewas dan 13 orang luka-luka seusai menyaksikan pertunjukan musik Sheila On 7 di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (23/2) malam. Korban yang seluruhnya remaja tersebut tewas karena terinjak-injak saat berebut keluar stadion ketika pertunjukan sudah selesai.
Sepanjang pertunjukan, sebenarnya tidak ada insiden apa pun meski penampilan pemusik asal Yogyakarta tersebut mendapat sambutan histeris dari penonton yang sebagian besar remaja. Hanya saja, stadion berkapasitas sekitar 20.000 orang itu penuh sesak mulai dari tribun hingga ke tengah lapangan pertunjukan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan Komisaris Taufik Sugiono, Selasa, di Banjarmasin, mengatakan, panitia sebenarnya sudah melakukan langkah antisipasi dengan mencetak tiket masuk sebanyak 10.000 lembar. Namun, diperkirakan banyak tiket palsu atau penonton yang nekat masuk stadion tanpa tiket sehingga stadion tempat pertunjukan dipadati sekitar 30.000 penonton.
“Kami sedang memeriksa dan meminta keterangan panitia penyelenggara, mengapa penggandaan karcis ini bisa terjadi,” kata Taufik.
Melihat banyaknya massa, lanjut Taufik, pihak kepolisian kemudian meningkatkan keamanan di dalam maupun di luar stadion sehingga pertunjukan bisa berjalan lancar. Namun, ketika pertunjukan selesai dan Sheila On 7 melantunkan tembang terakhir, Seberapa Pantas, massa berebut keluar stadion melewati dua pintu yang masing-masing lebarnya sekitar enam meter.
Karena pintu keluar terbatas, sedangkan massa berebut keluar, beberapa orang di antaranya terjepit dan terjatuh di pintu keluar, kemudian terinjak-injak massa di belakangnya. Penonton yang sudah berhasil keluar stadion pun masih terus mendapat dorongan dari bagian belakang sehingga puluhan orang terjatuh ke dalam parit penuh air yang terdapat di seputar stadion, bahkan beberapa di antaranya pingsan.
Akibat peristiwa tersebut, empat orang meninggal dunia, yakni Riana Sari (16), siswi SLTP di Banjarmasin; Nurfaizah (21), penduduk Jalan Cemara Raya Perumnas Banjarmasin; Eko (16), warga Jalan Rawasari, Banjarmasin; serta seorang remaja laki-laki yang belum diketahui identitasnya.
Source: Kompas
February 24, 2004
Satu dari empat korban tewas akibat terinjak-injak saat keluar dari stadion Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, usai menonton konser kelompok pemusik Sheila On 7 (SO7) yang digelar Senin (23/2) malam hingga Selasa (24/2) dini hari Waktu Indonesia Tengah (WITA) belum diketahui identitasnya.
Pemuda dengan ciri-ciri kulit hitam, perawakan sedang, rambut lurus dipotong pendek, bertahi lalat di atas bibir bercelama jeans dan kaos biru itu, hingga kini masih tergeletak di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.
Menurut satu orang penjaga, dari puluhan orang yang melihat korban, tidak satupun yang mengenalinya. “Sudah puluhan orang melihat korban, namun hingga kini belum diketahui identitasnya,” katanya.
Selain pemuda yang hingga kini masih misterius, satu korban yang bernama Lisawati warga Jl. Jafri Zam-Zam hingga saat ini belum sadarkan diri akibat luka cukup parah di bagian kepala, mata, dan bibirnya bengkak akibat terinjak-injak beberapa penonton lainnya.
Saat ini korban yang belum sadarkan diri itu, masih dirawat secara intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ulin Banjarmasin. “Sejak tadi malam korban masih koma, akibat luka cukup parah di kepalanya, matanya merah dan bibirnya pecah, akibat terinjak-injak saat keluar dari arena pertunjukan,” kata satu petugas.
Sementara dua korban meninggal lainnya, Eko (16) warga Jl. Jafri Zam-Zam Rawasari, Banjarmasin Tengah, Reona Sari (15), pelajar SMP, warga Jl. A. Yani Km5 Gg. Cahaya RT.15 Banjarmasin Timur, sekitar pukul 03.00 dini hari dijemput oleh keluarganya untuk dibawa ke rumah duka.
Sedangkan Nurfaizah (23) warga Jl. Cemara Raya, Blok V Perumnas Rt. 025 No.29 Kayu Tangi, korban tewas yang lebih awal di bawa pulang oleh keluarganya, dikabarkan, siang hari ini akan segera disemayamkan. Putri bungsu dari lima bersaudara anggota DPRD Kota Banjarmasin, Zinan Gazali, yang kini duduk di semester V D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi Unlam ini, ditemukan dipinggir parit pintu masuk Stadion Lambung Mangkurat, tempat pemusik asal Yogyakarta itu manggung.
Korban ditemukan oleh rekan-rekannya, tergeletak dengan napas tersengal-sengal akibat terinjak-injak oleh penonton yang berdesakan keluar stadion. Melihat kondisi korban, beberapa rekannya, segera melarikan ke RSUD Ulin, namun sayang, setengah jam kemudian, nyawa sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Haru
Menurut pemantauan Banjarmasin Post, hingga Selasa dini hari suasana haru masih mewarnai RSUD Ulin. Ratusan anggota keluarga maupun rekan-rekan korban hilir mudik melakukan cek terhadap korban yang telah dievakuasi.
Dari data yang dihimpun, hingga sekitar pukul 01.00 WITA jumlah kritis mencapai belasan orang. Kebanyakan korban adalah remaja putri berumur antara 15 hingga 25 tahun. Mereka umumnya dalam kondisi lemah dan kondisi pakaian berlumur lumpur akibat terjatuh di lokasi tersebut. Sebagian dari korban telah mendapat pertolongan dengan memberikan pernafasan bantuan. Sebagian lagi juga mendapat perawatan dengan memberikan minuman dan obat-obatan.
Marten dan Kholis, saksi mata menyatakan, pertama kali dirinya menemukan Nurfaizah sudah tergeletak di sebuah parit di sebelah stadion. Saat itu kondisi masih bernafas, namun karena terlambat dalam evakuasi ke rumah sakit akhirnya menghembuskan napas di perjalanan. Ia menggambarkan, saat sudah tergeletak, ia juga masih beberapa kali terinjak orang yang berjubel itu. Ia berhasil mengevakuasi setelah dibantu beberapa rekannya yang mencarikan jalan untuk keluar lokasi.
Tragedi Banjarmasin ini mengulangi kejadian sama tiga bulan lalu (19 November 2003) saat Sheila On 7 tampil di GOR Saburai Bandarlampung. Korban tewas juga empat orang dan puluhan lainnya pingsan akibat terjepit dan terinjak-injak karena jumlah penonton melebihi kapasitas gedung. Keempat korban tewas semuanya warga Lampung. antara lain Riza Marini (16) warga Jalan Tunggul Ametung Kedaton, Ephilian Santi (17) warga Jalan Kopi Utara Way Halim, Wenti (18) mahasiswa Akademi Sekretaris Manajemen UBL dan Astriafi’ah Dwi Utari Natapraja (17) putri Ka Dinas P dan K Lampung Utara.
Tragedi di Stadion Lambung Mangkurat, mengulang peristiwa tragis 22 tahun silam. Sejumlah orang juga tewas saat si Raja Dangdut Rhoma Irama berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Fans berat SO7 yang tewas tadi malam usianya berkisar 15-23 tahun. Ke-13 korban yang hingga pukul 00.55 WITA masih belum sadarkan diri.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan masih menyelidiki insiden tewasnya 4 orang penonton konser grup musik Sheila On 7 di Stadion Lambung Mangkurat. Kasatreskrim Poltabes Banjarmasin, Komisaris Drs Andy Kirnanda menegaskan, pihaknya akan memanggil dan memeriksa saksi-saksi yang melihat langsung kejadian. “Dari situ baru kita bisa mengetahui, apakah insiden itu murni kecelakaan atau karena kesalahan panitia penyelenggara,” ucap Andy.
Kasat Intelkam Poltabes Banjarmasin, Ajun Komisaris Tony juga tidak berani memberikan keterangan resmi. Ditanya perihal perizinan konser musik, menurut Tony sepenuhnya kewenangan kapoltabes. Keterangan lain diperoleh dari GNB Production, promotor lokal yang menjalin kerja Sama dengan Megapro, promotor dari Jakarta dalam penyelenggaraan konser Sheila On 7 di Banjarmasin, menyatakan peristiwa itu murni kecelakaan.
“Semua hal sebenarnya sudah kita antisipasi sebelumnya, dengan membangun tenda dan posko kesehatan, termasuk mobil pemadam kebakaran. Tapi ini memang musibah dan kami siap bertanggungjawab,” ucap Dedet dari GNB Production.
Menurut Dedet, insiden itu terjadi karena penonton berdesak-desakan ingin keluar dari vanues (stadion), setelah konser bubaran. Dedet membantah, jika penanganan terhadap penonton kurang baik, seperti ada penonton yang menyebutkan, panitia penyelenggara membiarkan penonton pingsan ditaruh dekat pintu masuk.
Berbeda dengan Dedet yang lebih terbuka dalam berkomentar, pihak Megapro, nampak tertutup dan enggan berkomentar. Lingga, salah seorang pentolan promotor dari Jakarta itu menolak saat dicoba untuk dimintai komentarnya. “Maaf mas, saya tidak bisa berkomentar, kami masih sibuk, nanti saja,” ucapnya singkat.(Banjarmasin Post/Ant/nik)
Source: Kompas
EKSPRESI beragam tampak dari wajah empat personel Sheila On 7 (SO7) ketika menerima kabar kalau konsernya berakhir dengan kematian. Sang vokalis, Duta terlihat paling down. Dari bibirnya meluncur komentar singkat. “Ahhh masa iya???” ucap Duta dengan wajah kebingungan.
Hal sama juga meluncur dari bibir Eross. “Berapa orang? tanya motor kelompok band asal Jogja itu dengan mimik serius.
Sayang ketika intraksi Duta Dkk dengan BPost berlangsung di lobby hotel terputus, seorang manajemen SO7 tiba-tiba memotong pembicaraan.
“Maaf ya untuk sementar SO7 tak bisa mengeluarkan statement. Kami masih mengecek kebenaran beritanya, anda tunggu sebentar,” ucapnya.
Gang S07 sendiri terlihat berdiskusi serius. Eross, Duta terlibat pembicaraan serius sementara Sakti dan Adam mendengarkan seksama.
Wajah-wajah mereka memancarkan ketegangan. Duta dengan wajah terbengong-bengong terus terlibat diskusi. Di tengah-tengah itu, Adam mengeloyor pergi.
Pria tinggi besar itu juga sesekali bertanya kepada sejumlah kru yang juga kebetulan ikut dalam rombongan.
Duta terlihat paling stres. Sesekali dia mengusap wajahnya dan mengangkat bahu tinggi. Sesekali dia mengucek matanya, dia sempat terbengong-bengong.
Eross juga tak kalah stressnya. Beberapa kali dia memegang kepalanya. Ada empat kali dia menghentakkan kakinya ke lantai. Entah apa maksudnya, dia juga terus menarik nafas panjang.
Dalam bahasa Jawa, hampir dua menit S07 terlibat diskusi. Entah apa yang mereka bicarakan yang jelas Duta sempat berucap, kalo dia tak percaya kalau memang ada korban.
Setelah berdiskusi, rencana S07 mencari makan akhirnya dibatalkan. Dengan tergesa-gesa, mereka kemudian ‘diungsikan’ kembali ke kamar masing-masing.
“Maaf mas ya kami belum berani memberikan komentar. Kami masih melacak nanti kalau memang sudah oke, pasti kami gelar konfrensi pers,” sebut salah satu manajemen S07.
Namun ditunggu hingga pukul 01:00 Wita, ucapan rasa prihatin dari personil SO7 tidak didapat.
“Sebentar ya, mas saya SMS dulu anggota saya yang di rumah sakit,” ucapnya sambil meninggalkan BPost ke luar hotel. emj/tri
Source : Kompas
Konser kelompok pemusik Sheila On 7 (SO7) di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (23/2) malam berakhir dengan tragedi. Harian banjarmasin Post hari ini melaporkan, empat remaja tewas, belasan kritis dan puluhan remaja pingsan akibat terinjak-injak ribuan penonton yang berebut keluar pintu stadion.
Korban tewas adalah Reona Sari (15), pelajar SMP, warga Jl A Yani Km5 Gg Cahaya RT15. Eko (16), warga Jl Zafri Zam Zam, Rawasari. Nurfaizah, anak Zinan Gazali, anggota DPRD Kota Banjarmasin, Jl Cemara Raya blok V RT25 No29, Perumnas dan seorang remaja putra belum teridentifikasi.
Dari jumlah tewas tersebut, empat di antaranya telah dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin. Seorang lagi dibawa di RS Bhayangkara. Nama korban tewas adalah Nurfaizah, warga Jl Cemara Raya, Blok V Perumnas, RT 025 No 29, Kayu Tangi, Banjarmasin, Reona Sari (15), pelajar SMP, warga Jl A Yani Km5 Gg Cahaya RT15, Banjarmasin Timur, Eko (16), warga Jl Zafri Zam Zam, Rawasari, Banjarmasin Tengah dan seorang remaja (putra) masih belum teridentifikasi.
Sementara sedikitnya 17 orang yang pingsan karena terinjak-injak telah dievakuasi di rumah sakit tersebut. Hingga berita ini disusun sekitar pukul 01.00 Wita petugas masih terus mengevakuasi para korban dari tempat kejadian.
Dari pantauan di tempat kejadian, sedikitnya masih terdapat 30 remaja pingsan dan tergeletak karena terperosok di sebuah parit yang terdapat tidak jauh dari stadion tersebut. Mereka diangkut dengan menggunakan angkutan kota dan ambulans, bahkan becak.
Hingga pukul 02.00 WIB, anggota BPK melakukan penyedotan ke parit yang diduga masih banyak para korban terperosok. Menurut satu anggota BPK mereka melakukan penyedotan karena menemukan banyak alas kaki milik para penonton.
Demikian pula, sejumlah anggota keluarga korban dibantu warga setempat melakukan pencarian di sekitar parit tersebut. Seorang saksi mata, Marten, menuturkan, tragedi ini pecah bersamaan berakhirnya penampilan grup asal Kota Gudeg ini sekitar pukul 22.00 WITA Digambarkannya, bersamaan berakhirnya lagu terakhir berjudul “Seberapa Pantas”, ribuan Sheila Gank langsung menyerbu pintu keluar yang hanya dua buah.
Pintu berukuran sekitar 5 meter itu, ternyata tidak mampu menampung desakan puluhan ribu penonton yang berebutan. Sementara ribuan orang yang di belakang terus mendorong penonton yang di depannya. Lokasi semakin tidak memungkinkan karena parkir kendaraan dijajar di jalan, tepat samping stadion. Jalan itu juga merupakan satu-satunya akses menunju stadion.
Akibat desakan itu puluhan orang terperosok di sebuah parit di pinggir jalan luar stadion. Di parit berair setinggi 50 cm itu tidak kurang dari 50 orang tertumpuk dan tidak lagi dihiraukan ribuan penonton yang tetap antusias berebut keluar areal stadion. Akibat terbenam di air dan terinjak-injak itulah para korban akhirnya tewas.
Source: Banjarmasin Post
Baru saja tur Sheila on 7 ke tujuh kota di Indonesia dalam rangka dirilisnya album soundtrack 30 Hari Mencari Cinta berjalan, musibah menimpa ketika grup tersebut tampil di Banjarmasin (Kalsel), kota kedua tur itu.
Diberitakan oleh Banjarmasin Post pada Selasa ini (24/2), dan dimuat oleh www.indomedia.com, konser Sheila on 7 di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (23/2) malam, berujung petaka. Usai pertunjukan, para penonton, yang jumlahnya membludak, berdesak-desakan, berebut keluar dari pintu gerbang stadion, sehingga ada yang terinjak-injak sampai tewas. Disebutkan oleh surat kabar yang sama, hingga Selasa (24/2) dini hari, tercatat empat remaja tewas.
Ketika dikontak melalui telepon genggam mereka oleh KCM, pada Selasa (24/2) siang, baik Anton yang manajer Sheila on 7, maupun, Eross, gitaris grup itu, tak menjawab.
Tapi, akhirnya, ketika kemudian KCM meminta konfirmasi ke Anton melalui SMS, ia membalas. Isinya, Sheila on 7 meminta maaf karena belum bisa memberi pernyataan. “Maaf, untuk saat ini kami belum bersedia, karena kami masih menunggu statement bersama dengan pihak promotor,” tulis Anton. “Kami sama sekali tidak tahu kronologis kejadiannya,” tulisnya lagi.
Sementara itu, melalui situs resmi mereka, www.sheilasonic.com, grup tersebut juga belum memberikan pernyataan apapun. Tapi, sejumlah penggemar mereka telah menyampaikan ucapan turut berduka cita atas tragedi itu.
Bagi Sheila on 7, yang terdiri dari Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas), dan Anton (drum), ini merupakan konser kedua yang memakan korban jiwa. Pada pertunjukan mereka di GOR Saburai, Bandarlampung (Lampung), 19 November 2000, empat penonton berusia belasan tewas karena terhimpit dan terinjak-injak, gara-gara jumlah penonton amat melebihi kapasitas tempat konser.
Dicantumkan pada www.sheilasonic.com, tur album 30 Hari Mencari Cinta dijadwalkan diselenggarakan di GOR Panunjung Tarung, Kapuas, Kalsel (21/2), Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin (23/2), Stadion Hasan Basry, Pleihari, Kalsel (25/2), Lapangan Karebosi, Makassar, Sulsel (28/2), Alun-Alun Kota Pare-Pare, Sulsel (1/3), Stadion Persibo, Bone, Sulsel (3/3), dan Halaman Pemda Watulemo, Palu, Sulteng (7/3).
Sampai saat ini belum ada keterangan yang menyebutkan bahwa tur itu akan dilanjutkan atau tidak. (Ati)
Source: Kompas
Selasa (24/2) sore ini grup Sheila on 7 dan manajemen mereka sedang mengunjungi keluarga empat anak muda yang tewas terinjak-injak usai menonton konser 30 Hari Mencari Cinta, yang diadakan di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada Senin (23/2) malam.
Kabar itu diterima melalui SMS dari manajer Sheila on 7, Anton, pada pukul 17.49 WIB. “Saat ini kami lagi mengunjungi empat rumah keluarga korban untuk mengucapkan belasungkawa secara langsung dan memberi sumbangan,” terang Anton.
Lanjut Anton, semua personel Sheila on 7, yaitu Duta (vokal), Eross (gitar), Sakti (gitar), Adam (bas), dan Anton (drum) hadir di rumah duka para korban. Begitu pula manajemen grup tersebut dan sejumlah personel panitia penyelenggara konser itu.
Dicatat oleh Banjarmasin Post, tiga dari empat korban tewas itu adalah Eko (16), Reona Sari (15), dan Nurfaizah (23).
Diterangkan lagi oleh Anton, jenazah para korban telah dimakamkan siang tadi di Banjarmasin.
Mengenai kelanjutan tur tersebut, tulis Anton, “Kami masih harus menunggu konfirmasi dari pihak sponsor dan promotor. “Konser itu dipromotori oleh GNB Production (Banjarmasin) bekerja sama dengan Mega Pro (Jakarta).
Kalau tur itu diteruskan, setelah di GOR Panunjung Tarung, Kapuas, Kalsel (21/2), dan Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Sheila on 7 akan manggung di Stadion Hasan Basry, Pleihari, Kalsel (25/2), Lapangan Karebosi, Makassar, Sulsel (28/2), Alun-Alun Kota Pare-Pare, Sulsel (1/3), Stadion Persibo, Bone, Sulsel (3/3), dan Halaman Pemda Watulemo, Palu, Sulteng (7/3). (Ati)
Source: Kompas
October 8, 2003
MESKIPUN selama Oktober 2003 ini para personelnya dihadapkan pada kesibukan yang amat padat, grup band asal Yogyakarta Sheila on7 (So7) tetap pada komitmennya untuk membuat gembira para penggemarnya lewat sajian musik.
Komitmen itu, berlaku pula pada Rabu (8/10) ini ketika Duta dkk malam nanti harus menghibur masyarakat Kabupaten Jepara lewat konser “LA Lights So7 Live in Concert” yang dipersembahkan oleh PT Djarum. Paket hiburan dengan harga tiket Rp 5.000 per lembar itu, dipastikan bakal meriah. Sebab, selain guliran lagu-lagu cantik So7, konser yang berlangsung di Stadion Kamal Junaedi tersebut juga ditunjang oleh teknologi modern dari Frans Sound System Service.
“Kami mempersembahkan kualitas audio lewat sound system berkekuatan 80.000 watt,” kata Direktur Frans Production, Drs Frans Setyo Pranoto SE kepada Suara Merdeka kemarin.
Menurutnya, kemeriahan konser tersebut akan lebih terasa karena di sekitar panggung megah berukuran 42x10x2 meter akan ditaburi lumentasi sinar warna-warni dari lighting (tata cahaya) berkekuatan 200.000 watt.
“Selain itu, selama pertunjukan berlangsung juga disajikan light dance (tarian cahaya) dari olah permainan shock light (Jawa lampu sokle) di belakang panggung, dan taburan kembang api pada penutupan konser,” ungkap Area Manager PT Djarum, Makmur Sutanto.
Album Baru
Selain hits pada album-album terdahulunya, grup musik yang diawaki lima anak muda -Duta (vokal), Adam (bas), Eross (gitar), Sakti (gitar), dan Anton (drum)- itu juga akan mempersembahkan sekaligus mempromosikan album terbarunya yang mengandalkan lagu “Pejantan Tangguh”.
Lagu-lagu manis seperti “Shepia”, “Tunggu Aku di Jakarta”, “Saat Aku Lanjut Usia”, “Pria Kesepian”, dan “Seberapa Pantas?”, dipastikan akan meluncur sebagai wujud komitmen Sheila on7 kepada para sheilagank (sebutan untuk penggemar band tersebut) di Kota Ukir.
Memang, pada saat ini seluruh personel band yang berdiri pada 6 Mei 1996 itu sedang menjalani kesibukan yang superpadat. Selain berkait dengan rencana promosi dan pemasaran album keempat, mereka kini juga sedang menyelesaikan album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta yang segera dirilis.
Album itu, merupakan soundtrack film dengan judul yang sama, garapan Rexinema. Semua lagu-lagu yang terangkum di dalamnya, digarap oleh Eross.
Kabar lain, Duta juga tengah membuat album bernuansa religi, menyambut Ramadan 2003. Menurut situs resmi Sheila On7, vokalis yang dikabarkan menikah tanpa memberitahu dan mengundang teman-teman bandnya itu digandeng oleh Hadad Alwi untuk berkolaborasi dalam pembuatan album kasidah modern. (Nana Swarasama-41)
October 7, 2003
MASYARAKAT kota ukir Jepara, terutama para sheilagank (sebutan untukm penggemar Sheila on 7), akan mendapat kesempatan menyaksikan penampilan super grup papan atas Indonesia, yaitu Sheila on 7 (So7). Konser akbar itu, digelar Rabu (8/10) besok malam 2003 di Stadion Kamal Junaedi.
“Harga tiket hanya Rp 5.000,” kata Public Relation PT Djarum Handoyo Setya kemarin.
Fasilitas semacam itu (konser akbar dengan harga tiket sangat murah), dimungkinkan terjadi karena adanya campur tangan LA Lights sebagai penyandang dana tunggal konser tersebut. ‘’Konser ini merupakan ungkapan terima kasih kami kepada masyarakat Jepara dan sekitarnya yang telah memberikan dukungan sangat bagus terhadap produk LA Lights,'’ jelas Area Manager PT Djarum, Makmur Sutanto. Dengan misi itu, lanjutnya, maka event-event besar tidak lagi hanya diselenggarakan di kota-kota besar.
Grup band yang berdiri pada 6 Mei 1996 itu, dulunya bernama Sheila Gank. Kemudian terjadi perubahan menjadi Sheila On 7 (So7). Nama itu, diambil dari kata Sheila (bahasa Celtic) yang mempunyai arti musikal. Kelompok musik asal Yogyakarta itu, sepetinya tidak pernah kehabisan ide untuk menciptakan ikon-ikon yang unik. Setelah sukses dengan lagu “Sephia” dan “Pria-pria Kesepian”, kini sebuah lagu unik berjudul “Pejantan Tangguh” yang telah digarap dalam album terbarunya, siap dipersembahkan kepada para sheilagank di Jepara.
Album keempat
Seolah tidak terganggu oleh kaos yang bertebaran dengan tulisan F*** ** Sheila on7 dan, bahkan dipakai di depan umum oleh Edi Brokoli, Sheila on7 semakin melaju dengan album keempatnya. Band yang masih solid berformasikan Duta, Eross, Anton, Sakti, dan Adam itu bakal mengenalkan sebuah warna musik yang baru lagi pada album tersebut.
Setelah puas bereksperimen dengan nuansa country di album ketiga, pada album keempat tersebut mereka berani menyentuh warna art rock. “Kebetulan, belakangan ini kami lagi senang mendengarkan musik-musik seperti itu. Meski art rock, tapi kemasannya tetap memakai gaya Sheila,” ujar Eross, gitaris Sheila on7 berkait dengan warna musik pada album baru yang sekaligus akan dipromosikan di Jawa Tengah, khususnya Jepara, itu.
Saat ini, musik-musik sepeti milik grup Yess dan Silverchair memang menjadi makanan sehari-hari. Karena itu, nuansa yang muncul di lagu-lagu baru So7 banyak terinspirasi oleh grup-grup mancanegara tersebut.
Tentang lagu jagoan pada album baru tersebut, band yang ngetop kali pertama lewat lagu “Dan” itu belum mau mengungkapkannya. “Tapi ada sebuah lagu yang kami semua sangat suka. Judulnya Pejantan Tangguh,” kata Eross. (Nana Swarasama-41)
Source: H. Umum
September 30, 2003
Luar biasa memang penampilan Sheila on 7 di Lanud Tabing, (29/9) malam. Disaksikan sekitar 25.000 sheilagank—sebutan penggemarnya— Duta sang vokalis terlihat sangat enjoy melantunkan lebih dari 15 lagu selama 2 jam penampilan dalam tour bertajuk L.A Lights Concert Sheila on 7 “Pejantan Tangguh” itu.
Tampil pertama ketiga kalinya di Padang, Duta mengawali penampilannya dengan singel “Menyelamatkan”, pada pukul 20.25 WIB, disusul tembang “Generasi Patah Hati”.
Anak-anak Sheila on 7 memang sangat enjoy malam itu. Pasalnya, baru kali ini mereka manggung di Padang di tempat terbuka yang demikian luas. Tak ayal lagi, Duta selalu terlihat kocak saat berkomunikasi dengan sheilagank.
“Terima kasih Eross yang telah menyelamatkan saya dari kecoak. Saya memang sangat takut dengan kecoak. Terima kasih Eross,” ujar Duta yang dijawab Eross dengan, “Ya, kecoak…”. Kontan saja sheilagank tertawa. Setelah dialog segar itu, Duta bertanya siapa yang bawa cewek. Ternyata banyak juga yang tidak bawa cewek, maka mengalirlah singel “Pria Kesepian”.
Memang, pada singel yang menjadi hits dari album pertama, kedua dan ketiganya, sheilagank selalu bergemuruh mengiringi bait-demi bait, sembari melonjak-lonjak mengikuti musik yang menghentak. Hits-hits seperti Sahabat Sejati, Pria Kesepian, Tunggu Aku di Jakarta, Itu Aku, Melompat Lebih Tinggi, dan Pejantan Tangguh.
Begitu menyemutnya Lanud Tabing, memang diakui beberapa ABG cewek terlihat digotong oleh anak-anak PMI karena bersesakan di depan stage yang lebarnya mencapai 18 meter itu. Padahal New D & D Communication sebagai organiser acara telah memasang 3 screen berukuran besar di stage.
Namun hal tersebut tak mengurangi kepuasan atas penampilan Duta, Adam, Eross, Sakti, dan Anton—anak-anak muda dari Yogyakarta tersebut. Tak lupa Anton sang drummer mempertontonkan sedikit kebolehannya menabuh drum di tengah-tengah lagu “Pria Kesepian”. Sheilagank memanfaatkan moment tersebut dengan teriakan ‘air.. air… air’ sesuai dentuman drum dari Anton.
Dan inilah uniknya jika manggung di Lanud Tabing. Sama halnya ketika Padi tampil di Lanud, Oktober tahun lalu, pertunjukan dihentikan beberapa saat karena ada pesawat yang akan mendarat. Itu terjadi sekitar pukul 21.50 WIB.
Penampilan Sheila on 7 malam kemarin ditutup dengan tembang “Seberapa Pantas” dari album “07 Des”. Dan seperti dijanjikan pihak organizer, usai lagu tersebut, maka ‘meletuslah’ kembang api ke udara, sehingga membuat langit gelap menjadi terang benderang di sekitar venue.
“Awalnya, kita sempat was-was dengan cuaca di sekitar Kota Padang yang diselimuti awan gelap dan kemudian turun hujan. Untunglah, sekitar pukul 17.30 WIB, hujan berhenti. Alhamdulillah, tampaknya hingga acara akan berakhir ini, keadaan aman dan penonton terlihat enjoy,” ungkap Donald didampingi Pajok dari New D & D Communication di penghujung acara.(hendra efison)
September 22, 2003
FAKULTAS Teknologi Pertanian UGM menggelar pentas musik Class Mild Agritech Classy Day semalam (21/9) di Tennis Indoor Lembah UGM, dalam rangka Dies Natalis ke-40 (Catur Dasa Warsa) Fakultas Teknologi Pertanian UGM.
Acara yang tergolong besar ini, memang berbeda dengan Dies Natalis-Dies Natalis Fakultas lainnya, Menurut Yeyen Prestyaning Wanita Humas Agritech Classy Day, acara ini selain memeriahkan Ulang Tahun FTP UGM ke-40 sekaligus menyambut mahasiswa baru di lingkungan FTP UGM serta untuk mengobati kerinduan para pecinta musik di Jogja terhadap musisi-musisi kesayangan mereka. Menurut rencana acara ini akan terus mereka gelar 5 tahun sekali.
Menggunakan gedung Tennis Indoor UGM yang berkapasitas 5000 orang ini, mempunyai alasan tersendiri disamping keamanan yang memadai, juga lebih memanfaatkan potensi yang ada di UGM sekaligus untuk memperkenalkan Fakultas Teknologi Pertanian UGM kepada khalayak Jogja. Dan acara ini memang telah mengenai sasaran, karena audience yang datang kebanyakan anak-anak SMU.
Dari segi pertunjukan acara ini dikemas dengan konsep spektakuler terbukti dengan penggunaan Sound System berkekuatan 40.000 watt dan Lighting dengan kekuatan 30.000 watt serta 4500 tiket masuk yang terjual habis. Dari segi pengamanan, acara ini melibatkan sekitar 200 tenaga keamanan baik dari sipil, kepolisian, dan TNI. Hali ini sesuai citra dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM sebagai fakultas yang berkelas baik ditingkat Nasional maupun Internasional.
Malam itu acara yang bertajuk Tunggulah Aku Di Jogjakartaku ini menghadirkan band-band Indie, selain itu juga menampilkan band yang sukses menciptakan hits. Sebut saja BRE, Napass, Jogiest serta Seventeen, Shakey dan Sheila On 7 yang sudah cukup lama tidak menyapa khalayak musik Jogja.
Acara yang dipandu 2 MC Gepeng dan Emma Fitria ini, dibuka dengan penampilan BRE dengan membawakan lagu-lagu hasil karyanya sendiri seperti “Sempurna”. Penampilan kedua dari Napass, membawakan lagu “Jika Ku Cinta”, “Seribu Malam” dan “California”. Jogiest dengan personil yang tidak penuh, mengawali penampilannya dengan lagu “Hey June” yang dibawakan oleh vokalis Thoma.
Walaupun baru album pertama, namun band-band ini sudah mempunyai banyak fans terlihat dari penampilan Seventeen dan Shakey yang selalu mendapat sambutan yang luar biasa dari penontonnya. Dengan menggeber lagu andalannya Jibaku, Aku dan Cobalah, Seventeen tampil dengan formasi penuh. Shakey malam itu juga membawakan single pertamanya Sepasang Cinta dan rencana di bulan Oktober, mereka akan mengeluarkan albumnya yang akan semakin membuat bangga Jogja teriak vokalis Dino.
Setiap band yang sukses membuat hits, merasa harus terus membuat hits lagi supaya karirnya tetap bertahan. Seperti halnya Sheila On 7 yang merilis album debut Sheila On 7 di tahun 1999 lalu. Kali ini untuk mengobati rasa kangen fans di kota asal, Sheila On 7 yang digawangi Akhdiyat Duta Modjo (Vocal), Eross Candra (Gitar), Saktia Ari Seno (Gitar), Adam Muhammad Subarkah (Bass), dan Anton Bayu Widianto (Drum) tampil dengan membawakan lagu-lagu hits mereka.
Temani Aku diiringi solo gitar sang gitaris Eross mengawali penampilan mereka. Kurang lebih 20 lagu Tunjuk Satu Bintang, Mari Bercinta, Perhatikan Rani, Terimakasih Bijaksana, Sahabat Sejati, Pria Kesepian, Bila Kau Tak Disampingku, sephia, JAP. Mereka juga membawakan lagu paling gress mereka diantaranya Untukmu Perempuan, Melompat Lebih Tinggi yang digunakan untuk Soundtrack Film 30 Hari Mencari Cinta.
Masing-masing personil Sheila On 7 juga unjuk gigi dengan one man show, Sakti dengan lagunya Love Of My Live dari Queen tampil memukau. Basis pun tak kalah lagu More Than Word digeber oleh Adam. Selain bermain gitar Eross juga bermain keyboard. Malam itu Duta dan Eross mencoba menyapa penonton dengan turun panggung. Mereka sangat senang dapat tampil, mengobati kangen penonton, dan dapat memeriahkan acara Agritech Classy Day ini, ungkap sang vocalis mewakili para personil. Akhirnya Seberapa Pantas menjadi lagu persembahan terakhir dari mereka.
Source: Gudeg.net
August 3, 2003
SEMENTARA di atas pentas muzik berdentam dentum, di langit pula kilat sabung menyabung.
Namun ancaman cuaca itu sedikit pun tidak menjejas 3,000 orang penonton yang menyaksikan konsert Sheila On 7 (SO7) kelmarin.
Malah kebanyakan mereka sedikit pun tidak menghiraukan hujan yang mula menitis, mungkin kerana badan sudah pun lebih awal dibasahi peluh dek ligat melompat-lompat setiap kali Duta dan rakan-rakannya mengalunkan lagu popular mereka.
Bahkan tidak keterlaluan jika dikatakan gelagat para peminat di konsert SO7 paling ‘happening’ berbanding dengan beberapa konsert artis Melayu sejak dua tahun lalu - mungkin kerana melepaskan keseronokan berpesta setelah banyak konsert untuk artis Melayu dibatalkan sepanjang dua tahun lalu.
Konsert anjuran OneAsia Inc itu dibuka dengan persembahan rappers tempatan, Tripple Noize dan S07 hanya mengambil tampat kira-kira 8.45 malam.
Antara lagu yang mereka persembahkan termasuk Hingga Ujung Waktu, Mari Bercinta, Perhatikan Rani, Bapak Bapak, Tunjukkan Padaku, Buat Aku Tersenyum, Tak’kan Pernah Menyesal, Pria Kesepian, Seandainya, Tentang Hidup, Dan, Sahabat Sejati, JAP, Bila Kau Tak Disampingku, Sephia, Kita dan Seberapa Pantas.
Kalau ada yang bertanya apakah keistimewaan SO7 berbanding dengan kumpulan yang dianggap jauh lebih matang seperti Padi, jawapannya ada terletak kepada susunan muziknya yang mudah tetapi cukup bergelombang melodinya.
Pemain gitar utamanya, Eros, paling menyerlah dalam konsert itu. Petikan talinya yang cukup bergetar, mempunyai sentuhan pop ala 60-an.
Seorang lagi anggota, pemain bass, Adam, turut menyumbangkan vokalnya sementara pemain drum, Anton, menambah histeria peminat dengan melemparkan beberapa set kayu pemukul drum ke arah mereka. Mungkin hanya Saktia, seorang lagi pemain gitar yang agak pendiam di atas pentas.
Vokal Duta mungkin tidak sehebat mana tetapi suara manja dan merayunya terutama ketika membawakan lagu-lagu seperti Sephia dan Dan, memang menggoda para peminatnya.
Duta yang memang terlalu bersahaja apabila berkomunikasi dengan peminatnya, membuat penonton tersenyum simpul apabila beliau berusaha berbahasa Inggeris kerana ’setahu saya, orang Singapura lebih senang ngomong bahasa Inggeris.’
‘Kami mengambil kelas bahasa Inggeris, tetapi sekarang hanya setakat beginners.’ Sebutan ‘r’ Duta untuk perkataan ‘beginners’ dan ‘number’ (song number 13) cukup tebal - kelat lidah Jawanya.
Walapun masih bergelar pengantin baru, bahkan beliau membawa isterinya, pelakon sinetron, Adelia Lantoh, bersama-sama ke konsert di Fort Canning Park itu, Duta tidak ragu-ragu membalas laungan ‘I love you too’ setiap kali namanya diseru peminatnya.
Kata Duta, album keempat mereka yang sedang disiapkan, pada awalnya dirancang untuk dilancarkan pada akhir tahun ini tetapi terpaksa ditangguhkan kerana ‘tidak mahu bertembung dengan election (pillihan raya)’ di Indonesia.
Sebagai mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para peminat yang setia menyanyi dan melompat-lompat menari bersamanya, Duta melemparkan beberapa botol minuman ke arah penonton agar mereka sama-sama dapat menghilangkan dahaga.
Pengarah OneAsia Inc, Johari Ibrahim, ketika ditemui, tersenyum lebar dengan sambutan hangat konsert tersebut biarpun secara dasarnya, Fort Canning Park boleh menampung sehingga 5,000 orang.
‘Saya bersyukur. Yang ini, dah bagus. Kita tak boleh tamak.
‘Dalam zaman ekonomi suram ini, susah nak tengok orang sebegini ramai datang tengok konsert yang mengenakan tiket,’ kata Johari sambil menambah beliau merancang menganjurkan satu lagi konsert besar yang melibatkan artis popular Indonesia dalam tempoh beberapa bulan lagi.
May 19, 2003
Panasnya udara di Jakarta tak menyurutkan semangat sekitar 3 ribu penggemar Cokelat dan Sheila On 7 (SO7). Mereka nampak memadati Parkir Timur Senayan, untuk menikmati konser Simfoni Merah Putih yang digelar kemarin siang oleh Merah Putih Jaya. Apa pesan dari konser tersebut?
Aqnes Dhevie, Jakarta
KONSER itu sendiri dimulai sejak pukul 14.00 WIB dan memiliki pesan khusus untuk para anak muda di Indonesia. Yaitu, sebagai anak muda harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan. Tak hanya itu, mereka juga harus bisa menunjukkan bahwa anak muda saat ini tak hanya bisa berhura-hura namun juga bisa berprestasi.
“Ayo anak muda Indonesia. Jangan hanya bisa senang-senang. Kalian punya banyak pilihan dan prestasi yang bisa diraih,” ungkap Alya Rohali yang merupakan pembawa acara di konser tersebut. Sebelum konser dimulai, Alya yang berpasangan dengan Ferdy Hasan memberikan sedikit prolog. “Bangsa kita ini memang sedang berada di dalam kondisi yang memprihatinkan. Karena itulah kita harus bisa bersatu untuk membuat bendera kita tetap berkibar di udara,” papar Alya.
Konser yang berlangsung selama 2,5 jam itu diawali dengan penampilan Cokelat. Mereka tampil membawakan delapan buah lagu. Yaitu antaranya Jauh, Benderaku, Karma, Luka Lama, Langit Biru, Temani Aku, Teman Saja, Dia dan Hilang. Musik yang dibawakan oleh Cokelat begitu berdentam.
Sayangnya penampilan Kikan, vokalis Cokelat, tidak terlalu mendukung. Kikan yang mengenakan hem jeans biru tua dipadu dengan rok panjang hitam itu, tak terlalu banyak berjingkrak. Dia tampak begitu kalem meski sedang membawakan tembang-tembang yang bermusik keras.
Yang paling menarik dari penampilan Cokelat adalah kala mereka membawakan lagu unggulan mereka dari labum keduanya, yaitu Benderaku. Mereka berkolaborasi dengan Eros SO7 yang merupakan pencipta lagu itu sendiri. “Kami sudah beberapa kali melakukan kolaborasi dengan Eros,” tutur Kikan usai pertunjukkan.
Hal itu, diamini oleh Eros. Dia menyatakan bahwa kolaborasinya kali ini dengan Cokelat merupakan kolaborasi ke tiga kalinya. “Sudah tiga kali ini jadi sudah mulai terbiasa. Kami hanya latihan saat sound check. Selebihnya saya latihan dengan Sheila On 7,” terang Eros.
Kolaborasi yang dilakukan antara Eros dengan Cokelat itu sendiri terlihat bagus. Banyak penonton yang tak menyangka kalau Eros ternyata juga bisa membawakan lagu-lagu berirama pop rock. Penampilan Cokelat ditutup dengan tembang Luka Lama. Usai tampil, di belakang panggung ada kejadian yang sama sekali tak disangka. Salah satu gitaris Cokelat Erwin, tiba-tiba pingsan. Erwin yang saat tampil memilih bertelanjang dada itu pingsan lantaran asmanya kambuh.
Begitu dia ambruk, beberapa kru panggung langsung menggotongnya ke dalam tenda penyanyi. Mereka langsung memberikan memasangkan selang oksigen ke Erwin. “Dia mungkin agak kecapekan. Selain itu, waktu kami tampil matahari sedang bersinar terik-teriknya. Juga udara yang sangat panas mungkin membuat Erwin nggak tahan,” ujar Kikan.
Udara yang panas dan padatnya penonton ternyata tak hanya berimbas kepada pingsannya Erwin. Banyak juga penonton yang harus digotong ke depan panggung lantaran tak tahan dengan cuaca yang panas. Padahal, air terus menerus di semprotkan ke arah penonton untuk mengurangi panasnya udara. Ada sekitar 50 orang penonton yang pingsan di konser tersebut.
Walau ada kejadian yang tidak diinginkan, ternyata, konser tersebut tetap berjalan. Setelah penampilan Cokelat, ganti SO7 yang unjuk kebolehan. Grup band asal Jogjakarta ini membawakan 7 lagu dari album pertama hingga album ketiga mereka. Di antaranya Sahabat, Seberapa Pantas, Sephia, Dan dan Takkan. Mereka juga membawakan satu lagu nasional, yaitu Padamu Negeri. Lagu tersebut juga menjadi lagu pembuka dari penampilan SO7.
Penampilan SO7 sendiri, tak kalah menariknya jika dibandingkan dengan penampilan Cokelat. Mereka membawakan tembang-tembang hitsnya dengan apik. Hanya saja, kualitas vokal Duta masih terasa kurang baik. Sebab, masih kurang bisa mengimbangi permainan alat musik rekan-rekannya yang lain. Mereka berada di atas panggung sekitar satu jam.
Penampilan SO7 sendiri ditutup dengan lagu Gebyar-Gebyar ciptaan almarhum Gombloh. Kala menyanyikan lagu tersebut, SO7 ditemani oleh remaja berusia 12 hingga 18 tahun yang memakai busana daerah dari seluruh Indonesia. mereka juga ikut menyanyi berbarengan dengan SO7.
Mengenai konser itu sendiri, SO7 merasa sangat senang. “Jarang ada yang ngajak untuk bikin konser membela bendera dan negeri sendiri, Karena itu kami sangat berharap ada lagi yang mau mengajak kami untuk melakukan konser seperti ini,” papar Eros. *
PERTUNJUKAN musik yang bertajuk “Simfoni Merah Putih” sukses digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (18/5). Pada konser itu, dua grup musik kondang Tanah Air, yaitu Sheila on 7 dan Cokelat menyajikan tontonan yang menarik. Mereka berkolaborasi dalam satu panggung. Sekadar informasi, penyelenggara konser tersebut adalah pejabat pemerintah yang terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Kabinet Gotong Royong, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta. Satu di antaranya adalah orang “penting” di sebuah partai politik terbesar di Indonesia. Dari situ terbetik kabar pertunjukan tersebut punya tujuan politis tertentu.
Vokalis So7, Duta yang ditemui usai konser berkomentar mengenai berita tersebut. Duta yang mewakili teman-teman grupnya mengatakan bahawa mereka tak merasa konser tersebut punya tujuan tertentu. Tujuannya adalah menggalang persatuan dan kesatuan melalui musik. “Aku pikir tak ada embel-embel politisnya,” kata Duta yang mengaku cukup bangga sudah membawa nama Indonesia ke manca negara.
July 18, 2002
My assignment last Friday night was to go and watch a live band performing in Kuta. But it wasn’t until I mentioned the name – Sheila On 7 – to one of my Indonesian friends that I learned that this was one of Indonesia’s biggest, most popular and successful bands. “Where have you been for the last five years?” He asked me in disbelief! I figured I must have heard their music even if I didn’t recognise their name, and then suddenly it clicked…’Sephia’, my favourite Indonesian song of all time, I love it and I was about to go and see it performed live…
Kama Sutra proved to be a great venue for Sheila On 7. It was packed, of course, but the intimacy of the place, combined with the perfect acoustics and a catwalk that extends centrally from the main stage into the crowd, really makes the audience feel part of the performance.
Duta, Adam, Eross, Sakti and Anton treated their fans to a seriously excellent show. With a string of top hits, their popularity and success speaks for itself; but their professional delivery and outstanding talent is also immediately obvious, substantiated by the perfect timing, relaxed confidence and natural communication that is accomplished from working so closely together for eight years.
Heartthrob Duta sings from his soul; he has a rich melodious voice, blending harmoniously with the musical expertise and precise rhythm of the other members of the band. I soon realised that I recognised nearly all of the numbers that they played (and I thought I’d never heard of this band…?), the beautiful catchy tunes are the sort that stay in your head and you will find that you’re still singing them days later.
‘Dan’ and ‘Buat Aku Tersenyum’ went down a storm, and ‘Sephia’ truly made my night.
Source: BeatMag