January 3, 2006
Eross Candra, gitaris grup Sheila on 7, mulai ketagihan olah raga pembentukan tubuh, karena ingin memiliki body keren.
Ketika ditelepon oleh KCM, Selasa (3/1), Eross, yang sedang berada di Yogyakarta, baru mau berangkat ke Klub Ade Rai di kota itu, yang merupakan bagian dari usaha waralaba binaragawan Ade Rai.
“Target jago main gitar dan bikin lagu, jadi pengusaha macam-macam, antara lain pengusaha perumahan, aku rasa sudah aku capai. Sekarang, aku ingin punya body bagus. Body keren kan impian setiap lelaki. Makanya, aku berolah raga di situ,” tutur pemuda kelahiran 3 Juli 1979 ini.
Menurut Eross, tubuhnya saat ini belum bagus. “Perutku belum kotak-kotak kayak Bruce Lee,” lukisnya, lalu tertawa.
Usaha menjadikan badannya keren, dengan melakukan olah raga pembentukan tubuh, baru dimulainya beberapa waktu lalu. “Waktu itu, untuk liputan infotainment, aku diminta melakukan hal yang belum pernah aku lakukan. Ya sudah, aku berolah raga di situ,” cerita Eross, yang mensyaratkan tubuh bagus berarti juga sehat. “Sampai saat ini baru dua kali aku ke sana, tapi mulai ketagihan,” imbuhnya.
Selama ini, sesuatu yang dianggapnya sebagai olah raga rutinnya justru dilakukannya di panggung pertunjukan. “Lari-lari sambil main gitar waktu tampil,” ujarnya serius.
Meskipun sedang tidak meraja seperti grup-grup Peterpan dan Radja, Sheila on 7 kata Eross tetap sibuk bermusik. “Kami sedang menyiapkan album baru. Sekarang sedang mengumpulkan lagu-lagu. Target kami, kalau semuanya berjalan lancar, album itu akan kami rilis pada 6 Mei nanti, pas di hari ulang tahun ke-10 Sheila on 7,” terangnya.
Dalam tahun ini juga, terang Eross lagi, dijadwalkan Sheila on 7 akan menjalani tur Jawa dan tampil di enam kota di AS.
Penulis: Ati
Source: Kompas
December 11, 2005
BANYAK gudeg ditawarkan di Yogyakarta dengan beraneka citarasa. Tak mengherankan jika Yogyakarta sampai sekarang masih menyandang predikat kota gudeg. Masing-masing gudeg yang bisa ditemui di setiap jengkal tanah, mempunyai kekhasan olahan tersendiri. Seorang pengelola makanan gudeg merasa perlu mempunyai kekhasan dengan yang lain. Tetapi, penggemar gudeg tentu tak bisa melepaskan rasa areh. Yakni kuah yang melumuri ayam kampung, tahu, tempe, dan krecek sesuai selera.
Gurihnya areh dan empuknya ayam kampung sering menjadi andalan. Itulah yang sekarang ini bisa dijumpai pada ‘Gudeg Mbak Sasha’ yang buka dasar di depan Mirota Gejayan mulai pukul 21.00. "Selain itu setiap gudeg yang saya hidangkan menggunakan piring rotan dan beralaskan daun pisang. Selain untuk penampilan agar menarik, piring rotan dan daun pisang membuat rasa gudeg tetap gurih," terang Mbak Sasha, yang mewarisi kepandaian mengolah gudeg dari ibunya. Sekitar tahun 1970an nenek Mbak Sasha pernah membuka warung gudeg, sehingga resep-resep khas beliau kini diterapkan pada dagangannya.
M enurut Mbak Sasha, pelanggan yang datang ke warung lesehannya beragam. Mulai dari pejabat, mahasiswa, hingga artis dan musisi. Lesehan ini juga menjadi favorit Eross Sheila on 7. Seringkali ia menyantap gudeg, sembari ngobrol dengan teman-teman musisi Yogya. "Di samping itu, karena di sini banyak mahasiswa, saya tak mematok harga tinggi. Dengan uang Rp 5.000 sampai Rp 10.000 sudah bisa makan kenyang di tempat ini," jelas ibu dua anak ini.
Mbak Sasha juga menjelaskan, kerenyahan ayam kampung dan gurihnya areh terasa menggoyang lidah karena dirinya memasak gudeg menggunakan areng atau kayu bakar. (Rsv)-k
December 23, 2004
Siapa yang tak mengenal Akhdiyat Duta Modjo. Mantapnya posisi grup musik Sheila On 7 sebagai salah satu band lokal papan atas, turut melambungkan nama Duta, panggilan vokalis grup tersebut. Lima album yang telah ditelurkan Sheila On 7 sukses besar tak hanya di Indonesia, tapi juga negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Meski kesuksesan telah diraih di jalur seni, ternyata cita-cita awal suami artis Adelia Lontoh ini bukanlah sebagai penyanyi seperti yang ditekuninya saat ini.
“Dari kecil aku punya cita-cita ingin menjadi pemain sepakbola. Namun karena punya asma, olahraga hanya menjadi bagian dari menjaga kebugaran. Aku sendiri memang hobi berolahraga,” kata Duta.
Selain sepakbola, Duta juga menyenangi bola basket. Tak hanya sekadar bermain, penyuka musik alternatif ini juga cukup piawai mengolah si karet bundar. Kemampuannya ini sempat diperlihatkan dalam sebuah pertandingan eksebisi yang diprakarsai pihak Adidas. Saat itu Duta bersama rekan-rekannya berhadapan dengan tim yang diperkuat trio bintang IBL yang merupakan role player Adidas, Rommy Chandra, Ali Budimansyah dan Wahyu Widayat Jati. Ball handlingnya yang cukup mantap baik menggunakan tangan kiri maupun kanan, sempat mengundang kekaguman beberapa penonton yang hadir menyaksikan pertandingan tersebut.
Sempat Bermain di Kompetisi KU
Ternyata sejak kecil ia telah akrab dengan basket. Awalnya Duta dan teman-temannya suka bermain sepak bola di tanah kosong di dekat komplek rumahnya. Namun tanah kosongnya ini belakangan berubah jadi perumahan, sehingga mereka tidak bisa bermain lagi.
Duta dan gank-nya kemudian berubah haluan bermain basket di lapangan basket milik tetangganya. Saat teman-temannya masuk klub basket, sulung dari 2 bersaudara ini tak ketinggalan melakukan hal yang sama. Klub Tugu Muda Yogyakarta dipilihnya sejak ia lulus SMP. Meski serius bermain basket, bermain sepakbola tetap dilakoni jika ada waktu luang bersama rekan-rekannya.
Duta sempat bermain di kompetisi kelompok umur (KU) 16 se-Yogyakarta dibawah bendera Tugu Muda (sekitar tahun 1996).
“Waktu itu minute play aku sedikit karena memang posisi aku mungkin tanggung. Sebagai forward aku kekecilan tapi sebagai play maker, ball handling aku kurang bagus,” ujar Duta yang ternyata mahir melakukan drible dengan 2 bola sekaligus di tangan kiri dan kanan.
Pengalaman yang tak terlupakan bagi Duta saat bermain basket adalah ketika dia menjadi top score bagi timnya di kompetisi tahun berikutnya. “Seingatku lawan kita saat itu adalah Garuda Mataram. Karena paling tua, aku menjadi andalan dan mencetak angka tertinggi di pertandingan itu. Tapi timku tetap kalah,” katanya sambil tertawa.
Seperti layaknya remaja lain, popularitas pemain basket cepat dikenal di kalangan wanita. Begitu juga diakui oleh jebolan SMU Negeri 4 Yogyakarta ini. “Setiap main basket kita selalu ditonton cewek-cewek. Tapi aku sendiri bermain lebih karena kesenangan berolahraga dan menjalin persahabatan dengan teman-temanku. Kalau dikenal banyak cewek itu cuma bonus,” ujarnya lagi sambil tertawa.
Setamat SMU dan masuk ke Universitas Gajah Mada (UGM), ia terus bermain basket. Meski sempat memperkuat UGM di ajang pertandingan antar perguruan tinggi, Duta akhirnya berhenti bermain basket setelah sibuk rekaman pada tahun 1998.
Olahraga sebagai Gaya Hidup
Namun dibanding basket, Duta mengaku lebih sepenuh hati bermain sepak bola. Dulu ia sempat bermain bola bersama dengan beberapa pemain klub sepakbola PSS Sleman.
“Kalau kalah main basket, perasaan aku biasa saja. Tapi kalo kalah bermain sepak bola, bisa nggak tidur nyenyak. Mungkin karena aku merasa lebih bisa bermain sepakbola,”ujar penggemar klub Milan yang menempati posisi striker saat bermain bola ini.
Saking nge-fans nya sama Milan, anak pertamanya yang baru lahir diberi nama yang berbau bahasa Italia. Putrinya yang baru berusia sekitar 4 bulan ini, diberi nama Aishameglio. “Aisha artinya kehidupan dan meglio berarti lebih baik. Jadi nama anakku berarti kehidupan yang lebih baik,”jelas Duta yang selalu tersenyum dan ramah kepada setiap orang yang meminta berfoto bersama disela-sela wawancara.
Ia kelak juga ingin anak-anaknya mencintai olahraga seperti dirinya.
“Aku pengen bisa main bola atau olahraga lainnya bersama dengan anak-anakku. Seperinya momen seperti itu merupakan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,”jelasnya sambil menunjuk pada seorang ayah dan anak laki-lakinya yang sedang bermain basket bersama.
Bagi Duta, basket dan terutama sepak bola tidak bisa ia tinggalkan. Bagi dia olahraga sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya. “Begitu tidak ada rekaman atau show aku pasti menyempatkan diri untuk bermain bola atau main basket seperti sekarang,”kata vokalis yang grup band-nya baru-baru ini mendapat 5 penghargaan di AMI Samsung Awards 2004.
Lantas bagaimana tanggapannya terhadap basket di tanah air ini? Ternyata ia menyebutkan permainan basket meningkat pesat dan semakin mantap. “Pemain-pemain usia 16 tahun saat ini dengan saat aku masih bermain beda sekali kemampuannya. Sekarang permainan mereka semakin maju,”komentarnya.
Basket yang menggaet semakin banyak peminat ini ternyata menimbulkan keinginan baginya untuk suatu saat membuat sebuah video klip lagu yang berbau basket. Selain itu, ia berharap basket Indonesia bisa lebih maju lagi dan cita-cita memperoleh emas di SEA Games bisa tercapai.
Data Pribadi
Nama : Akhdiyat Duta Modjo
Tempat/tgl lahir : Kentucky, USA, 30 April 1980
Istri : Adelia Lontoh
Anak : Aishameglio
Pendidikan terakhir : Lulusan SMU 4 Yogyakarta
Makanan favorite : Nasi goreng
Warna favorite : Biru
Pahlawan di masa kecil : Voltus 5
Ukuran sepatu : 44,5
Tim favorite : HP Aspac dan Orlando Magic
Pemain basket idola ;
Lokal : Ali Budimansyah, Thomas Teddy Kurniadi, Mario Wuysang dan Andhi Batam.
NBA : Penny Hardaway, T-Mac. (isr)
Source: BasketIndonesia
November 24, 2003
BANYAK yang menduga kalau Idul Fitri para artis pun selebritis daerah selalu dirayakan dengan hura-hura. Apalagi artis yang masih muda belia. Namun Lebarannya para artis, ternyata juga sama dengan anak muda kebanyakan.
“Ya, kalau senang mungkin iya, karena kita telah menjalankan puasa dan ibaratnya telah memenangkan Perang Badar. Tapi cara kita merayakan Idul Fitri tetap aja sama dengan yang lain. Aku malah nggak beli baju baru Lebaran kali ini,” kata Eross Candra, gitaris Sheila on 7.
Sama dengan Lebaran tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, Eross sekeluarga mengunjungi kediaman rumah neneknya di kawasan Karangkajen. Di sana keluarga besar Eross berkumpul. “Aku juga mengunjungi makam papaku. Aku berdoa untuk keselamatan beliau di akhirat. Sebab, katanya, tak ada doa yang lebih manjur selain doa anak yang berbakti pada orangtuanya,” kata Eross.
Usai sholat Ied, hal pertama yang dilakukan Eross adalah sungkem pada mamanya, kemudian Raymond adik Eross akan sungkem padanya. “Mama juga masak nggak terlalu banyak, soalnya di rumah kan kami termasuk keluarga kecil. Cuma yang paling aku rindukan saat Lebaran yaitu masakan opor bikinan mama. Tak ada yang lebih lezat dari opor buatan mama. Apalagi kalau di atasnya ada tumbukan kacang mete, wah lezat deh pokoknya,” ujar Eross lagi.
Waktu untuk bersalam-salaman dengan sesama anggota Sheila on 7 biasanya akan berlangsung pada hari kedua atau ketiga Lebaran. Setelah saling janji, mereka akan ketemu di sekretariat So7 di kawasan Kotabaru. “Kecuali ada yang pergi ke luar kota, biasanya kita saling kirim SMS. Tapi besok aku mau SMS duluan ke Duta, soalnya dia kan sudah berkeluarga, jadi sekarang dia kami tuakan,” papar Eross.
Artis lain yang punya tradisi kuat saat Lebaran adalah Umi Arimbi Khalistasani. Pemenang Putri Indonesia kategori Berbakat ini pasti selalu merayakan Lebaran di Yogya. “Papa mama termasuk keluarga yang dituakan, jadi kami selalu dikunjungi sanak saudara. Lebaran bagi saya adalah wahana untuk introspeksi diri. Di hari yang suci, tentunya kita semua yang menjalankan ibadah puasa mengharapkan berkah, dan di hari Idul Fitri pula kita ibarat bayi yang baru lahir,” ungkap pacar Adam Sheila on 7 ini.
Arimbi menilai wajar saja jika ada orang merayakan Lebaran dengan penuh kegembiraan. Cuma tentu saja dengan batas-batas wajar. “Kita tidak boleh memaksakan diri untuk bisa tampil beda di hari Lebaran itu. Pokoknya kita jangan terhanyut sama hawa nafsu deh,” ujar Arimbi.
Bagi mereka yang mampu mengontrol sikap dan tindak tanduk pada hari Lebaran, lanjut Arimbi, itu berarti telah lolos dari ujian yang menentukan bagi kehidupan mendatang. “Untuk hal agama seperti ini, saya banyak belajar dari Mas Adam,” jelas Arimbi.
Meski pernah main sinetron belasan kali, Ageng Sriayu tak merasa istimewa dalam merayakan Lebaran. Akunya, ia tetap biasa saja, sama seperti kebanyakan orang. “Emang kalau sudah main sinetron, apa harus berubah. Kalau menurut saya kok enggak. Terkenal atau tidak terkenal sama saja,” ujar Ria.
Mahasiswi Komunikasi UGM ini malah punya kegiatan yang mungkin bisa membikin orang lain terperangah. Bulan puasa kemarin, Ria sempat jualan kolak bersama teman-temannya. Menjelang Lebaran, Ria bikin kue bersama ibunya. Menurutnya, ia tak perlu merasa malu dengan kegiatan itu. Baginya, selama aktivitasnya itu baik dan halal, boleh-boleh saja.
Di hari raya Idul Fitri ini, Ria tak punya kegiatan khusus. Menurutnya, ia hanya akan di rumah saja. “Mama saudara paling tua. Jadi famili lain yang akan datang ke rumah. Jika ada waktu luang, paling ke tempat teman atau keluarga dekat,” terang Ria yang pernah main sinetron Sekar, Pengantin Kecilku, Cinta yang Kumau dan lainnya.
Berbeda dengan artis lain, artis yang menekuni dunia seni peran tidak ada istilah panen di hari Lebaran. Justru Lebaran sepi job. Lain halnya dengan penyanyi atau pelawak, yang mendapat rezeki nomplok karena jobnya meningkat selama Lebaran. Toh begitu, Ria tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dalam pandangannya, rezeki Tuhan yang menentukan.
“Kemarin ada tawaran syuting. Tapi karena pas puasa, tidak saya ambil. Saya ingin konsentrasi beribadah. Setelah Lebaran, jika ada tawaran dan saya cocok, akan saya ambil,” jelasnya.
Lebaran ini, bagi Ria merupakan momen istimewa untuk merenung. “Setelah sebulan berpuasa, kita merayakan kegembiraan. Ada makna yang bisa saya ambil, bahwa untuk mencapai suatu tujuan harus dengan proses panjang dan menghadapi banyak tantangan. Jika kita bisa melewati akan menang. Tapi jika gagal, ya masuk kotak,” paparnya.(Abp/Lat)
Source: Minggu Pagi
September 17, 2002
PENGGEMAR motor gede (moge) di kalangan remaja kini nampaknya sedang marak. Tengok saja di jalan-an, begitu banyak moge bersliweran. Dalam event ‘Borobudur Bike Week’ baru lalu juga banyak remaja yang sudah ber-moge ria. Padahal dulu, moge identik dengan para orangtua.
Anton So7 yang mengendarai moge Ducati Monster bilang, sekarang ini memang lagi trend-nya anak muda pakai moge. Dia menepis anggapan, bahwa moge hanya untuk kalangan berduit saja.
“Teman saya ada yang pakai BSA dan Harley Davidson tua. Dia dulu cuma beli rongsokan, harganya murah. Lalu setelah diutak-atik, motor-motor itu bisa jalan. Kini, berapapun motor itu ditawar, dia nggak bakalan menjualnya,” kata drumer Sheila on 7 itu.
Sedang Ducati Monster yang ia kendarai, memang moge yang selama ini ia idam-idamkan. Sebelum punya Ducati, Anton pernah merombak Honda Tiger miliknya agar mirip Ducati. Hasilnya memang mirip, namun pada beberapa spesifikasi dan tarikan, jelas sangat jauh deng-an aslinya.
“Naik moge juga bukan untuk gengsi. Percuma, demi gengsi lalu naik moge. Bisa-bisa, kantong kita kempes gara-gara tak bisa merawatnya,” kata Anton. “Itu sebabnya, jika tak ada kegiatan show, saya lebih tertarik ngutak-atik motor saya, sekaligus merawatnya. Ada keasyikan sendiri, apalagi jika hasil tune up kita itu sesuai dengan yang diinginkan.”
Ducati Monster milik Anton, produksi Italia. Moge jenis ini, kata Anton, dilengkapi sistem injeksi BBM elektronik. Selain nyaman dipakai, Ducati Monster ini juga bebas polusi.
Mengendarai moge bagi Joehana membuat dirinya terasa lebih gagah. Selain itu, Joehana juga sering melakukan perjalanan jauh mengendarai moge Harley Davidson Road King Classic-nya. Sama dengan Anton, Joehana juga sering ngutak-atik dan memodifikasi mogenya. “Saya tidak ingin memodifikasi motor hanya sekadar untuk display atau dipajang saja. Bagus di penampilannya tetapi loyo di kemampuan,” jelas personel P Project ini.
Joehana juga tak begitu percaya dengan bengkel. Ia lebih senang jika membongkar sendiri mesin-mesin HD-nya. “Terasa ada kepuasan jika kerusakan di motor kita bisa diperbaiki sendiri. Selain itu, kita juga lebih irit beaya. Jika kita membawa moge kita ke bengkel, pasti kena ongkos mahal,” kata presenter ‘Tantangan’ Indosiar ini.
Di rumahnya, di Bandung, Joe punya beberapa moge. Di antaranya moge BSA dan Triumph, yang ia beli dari warga desa di daerah Banten. Motor itu awalnya, rusak berat. Tapi setelah Joe mendadaninya, moge itu sekarang bisa melaju kencang di jalan.(Prass)
Source: MP
April 18, 2002
BANYAK artis berbisnis. Ada yang buka warung tenda, garment, bahkan tak sedikit yang mendirikan event organizer. Salah satunya Adam Subarkah. Pemain bas Sheila on 7 ini jual ayam goreng di samping mendirikan Omah Ungu Prodyction, sebuah event organizer yang slogannya “never ending creativity.”. Bahwa kreativitas itu tak boleh stop. Manusia harus terus bergerak maju dan berupaya.
Kreativitas Adam tak pandang bulu. Jual ayam goreng pun dilakoninya. Ia bilang itu divisi business explorer. Ada sih kreasi lain, (di halaman kita tayangkan) Firework system, di bawah divisi stage equipment. Ada lagi pembuatan video company profile, video animasi, dan video shooting yang digolongkannya ke divisi multimedia.
Di warung ayam goreng Punchick-nya, Adam bikin suasana beda. Namanya juga pemusik. Maka ia gabungkan dunia makan dan dunia hiburan.
“Pada hari-hari tertentu diputar film-film pernah box office dengan LCD projector dan giant screen dengan audio yang tak kalah dengan bioskop” kata Adam. “Kita juga sediakan mini-stage untuk acara ulang tahun dan sebagainya”.
Adam punya Omah Ungu. Apa itu?
Source: MP
December 14, 2001
LEBARAN memang hari istimewa. Siapapun dan di mana pun orang bersuka cita setelah sebulan berpuasa. Mereka saling bermaaf-maafan. Sungkem pada orangtua. Salaman pada famili dan teman. Nah, MP kali ini menurunkan tulisan Lebarannya artis remaja Yogya. Mereka adalah Mita Gayatri, Bimo Berhati Nyaman, Eross So7 dan Icha Jikustik. Di mana dan bagaimana mereka berlebaran?
Lebaran kali ini, Mita Gayatri akan merayakannya di Jakarta. Tahun lalu, penyanyi berbakat yang melejit lewat lagu ‘Tunggu Aku Kembali’ dan ‘Relakan Aku Pergi’ ini berlebaran di Yogya. Tahun ini, mamanya Mita mengusulkan untuk berlebaran di Jakarta. “Alasan mama, karena ingin suasana yang lain dari sebelumnya. Kebetulan juga nenek Mita ada di Jakarta. Saudara-saudara Mita, juga akan ngumpul di sana,” kata Mita.
Siswi kelas III SMU Muhammadiyah 2 Yogya ini berangkat ke Jakarta 5 hari sebelum Lebaran. Menurut Mita, Lebaran kali ini sangat istimewa, karena bertepatan dengan ulangtahun kakaknya, Angga, 16 Desember. Pihak keluarga, ujar Mitha, akan membikin acara untuk merayakan ultah tersebut. Dipastikan berlangsung meriah dan semarak, karena dihadiri semua famili.
Bagi Mita, kumpulnya semua keluarga besarnya itu sangat mengasyikkan. Ia bisa ketemu saudaranya yang tinggal di luar Jawa, seperti Kalimantan dan Palembang. Berkat Lebaran, Mita bisa bertemu dengan saudara-saudaranya. Di acara kumpul-kumpul tersebut, Mita selalu didaulat untuk menyumbangkan lagu. Tentu saja Mita tak bisa menolak permintaan tersebut. Yang membuat Mita terharu, saudaranya banyak yang memberi dukungan terhadap karir putri kedua dari 3 bersaudara keluarga Drs Endro Maryoko-Ade Yanti ini. Tak sedikit juga yang memberi nasihat agar Mita rajin belajar. Agar sukses semuanya, baik nyanyi maupun sekolah.
Mita juga sering diajak foto bersama dan dimintai tandatangan oleh saudaranya yang masih muda. “Uniknya, mereka minta foto dan tandatangan bukan untuk mereka sendiri, tapi pesanan dari teman-temannya di sekolah,” kata Mita.
Hari ketiga Lebaran, Mita pulang ke Yogya. Silaturahmi dengan keluarga di Yogya adalah acara pokoknya, yang biasanya dilanjutkan dengan ziarah ke makam kakeknya di Wonosari. Setelah acara keluarga usai, Mita akan menghabiskan waktu untuk main ke tempat teman-temannya. Tak jarang juga, temannya yang mengunjungi Mita. Bila ada famili yang datang, kadang Mita diminta menemani ke mana mereka pergi. “Tapi kalau nggak ada kegiatan, ya di rumah saja, nonton televisi,” kata penyanyi yang sedang mempersiapkan album keduanya itu.
Bimo Berhati Nyaman selalu menikmati Lebaran dengan meriah. Pasalnya, pelawak muda personel PLaT AB ini tinggal di desa, yang suasana Lebarannya masih terasa kental. Konvensi silaturahmi ke tetangga secara berombongan masih lestari di tempat tinggal Bimo. Begitu juga dengan pesta mercon. Sarjana Kedokteran Hewan UGM ini mengaku amat bahagia dengan situasi seperti itu.
“Beruntung saya tinggal di desa yang jauh dari keramaian. Mungkin kalau di kota, nuansa seperti ini tak bakalan ada,” kata Bimo.
Warga Dusun VII, Tirto Rahayu, Galur, Kulon Progo ini masih melaksanakan silaturahmi dari rumah ke rumah. Tak hanya sekadar bersalaman, tapi juga sungkem dengan Bahasa Jawa. Sebagai orang modern dan berpendidikan, sebenarnya Bimo menganggap tak perlu seperti itu untuk minta maaf. Namun, karena kebiasaan itu sudah menjadi tradisi turun temurun, hingga sekarang tetap berjalan. Menurut Bimo, setelah salat Ied langsung diadakan Syawalan di mushala yang dihadiri seluruh warga. Meski sudah saling bermaaf-maafan di acara tersebut, tapi warga masih belum puas kalau tidak datang langsung ke rumah.
Yang bikin ramai suasana desa, adalah hilir mudiknya masyarakat yang akan bersilaturahmi dengan mengenakan pakaian baru, dalam suasana ceria. Bunyi mercon yang seolah tiada henti, menambah suasana kian meriah. Tradisi Lebaran di desa Bimo yang masih alami itu, pernah menarik minat temannya. Ada teman Bimo yang berasal dari Jakarta ingin merasakan suasana Lebaran di desa. “Rupanya dia tertarik dengan cerita saya. Karena penasaran lalu membuktikannya tahun lalu. Ia sangat senang dan bahagia selama di sini,” ujar pemilik nama asli Bimo Widada itu.
Setelah puas berlebaran di kampung halamannya, Bimo lalu mengunjungi saudara dan teman-temannya yang tinggal di kota. Meski tempatnya jauh, pria berusia 29 tahun ini berupaya untuk bisa memenuhinya. Sebab, Lebaran adalah kesempatan emas untuk bersilaturahmi. Meski tiap tahun selalu menghadapi suasana yang sama, namun Bimo tak pernah kepengin untuk berlebaran di tempat lain. Di kota misalnya. Sebab, selain ia menemukan kepuasan batin, Lebaran harus dekat dengan orangtua dan keluarga. “Pertama kali minta maaf pada orangtua. Kalau saya di tempat lain, jelas saya tak mungkin bisa sungkem pada mereka. Minta maaf setelah beberapa hari Lebaran, rasanya kurang afdol,” katanya.
Lebaran kali ini bagi Eross Chandra, salah satu personel Sheila on 7, mungkin dibarengi semangat kerja dan harapan. Semangat kerja, karena So7 saat ini sedang getol-getolnya rekaman album ketiga di Studio Ara Jakarta. Sedang harapan Eross, jelas, album ketiganya nanti meledak lagi. Selama puasa mereka bergelut di studio rekaman dan dua hari menjelang Lebaran Eross cs balik ke Yogya.
“Untuk Lebaran dan sungkeman tentunya. Terutama pada mama Titin, dia yang pertama harus aku nomorsatukan. Mamaku ini tak ada duanya, tanpa dia aku tak bakalan seperti sekarang ini. Tapi aku sedih juga karena sudah dua kali Lebaran ini tak bisa sungkeman sama papa, ya nanti aku datang saja ke makamnya,” kata Eross.
Setelah acara sungkeman di rumah, Eross, mamanya, dan Reymon (adik Eross) berangkat ke Karangkajen tempat nenek Eross tinggal. Di sanalah keluarga besar Eross biasanya kumpul. Lalu, kapan waktu Eross untuk penggemar?
“Hari Lebaran kedua dan ketiga aku menyempatkan diri untuk bertemu fans. Mereka ada yang datang ke rumahku adapula yang bertandang ke sekretariat Sheila on 7 di Kotabaru. Kalau Syawalan begini aku memang capek luar biasa, tapi mengasyikkan juga sih ketemu banyak orang,” kata gitaris So7 ini.
Eross masih ingat, sebelum terkenal seperti sekarang ini, ia dengan sesuka hati pergi beranjangsana kemana ia mau. Tapi setelah jadi public figure sekarang ini Eross jadi terbatas ruang ge-raknya.
Dapat limpahan materi juga tak membuat Eross lupa diri, meski tak mau mengaku berapa jumlah uang yang ia zakatkan di Hari Raya Idul Fitri, namun Eross bilang telah menyisihkan sejumlah uang untuk para anak yatim piatu di panti asuhan.
“Kalau keponakanku yang kecil-kecil sih biasanya sudah antre. Lucu juga melihat mereka baris. Aku jadi ingat waktu kecil dulu juga seperti itu,” cerita Eross, geli sendiri mengingat masa kecilnya dulu.
Selebritis lain yang berlebaran adalah Aji Mohammad Ferdinand alias Icha Jikustik. Karena Icha sendiri bukan asli Yogya, maka Lebaran kali ini ia pulang ke Palangkaraya, Kalimantan.
“Papa mama saya kan tinggalnya di Kalimantan, jadi saya ya merayakan Idul Fitri di sana. Semua keluarga kumpul, kakakku yang berada di luar kota juga pada datang. Itu harus pada hari Lebaran. Pernah, Lebaran tahun lalu salah satu kakakku nggak datang di hari pertama Lebaran, kami semua seperti merasa kehilangan. Sepertinya nggak sreg gitu, kalau salahsatu nggak hadir,” ujar Icha, pemain bass Jikustik.
Maka, sesibuk apapun kegiatan Jikustik, pulang kampung untuk berlebaran merupakan sesuatu keharusan yang tak bisa ditawar lagi. Semua job yang mengganggu kekhusyukan merayakan Idul Fitri terpaksa harus ditunda.
“Itu berlaku untuk saya, soalnya saya kan satu-satunya personil Jikustik yang tinggal di luar kota Yogya. Kalau Pongki, Carlo, Adit dan Dadi saat saya tinggal berlebaran ini lagi suntuk bikin demo rekaman untuk album kedua,” tutur Icha, yang berangkat ke Kalimantan hari Minggu (9/12) kemarin.
Sejak Jikustik naik daun, nama Icha otomatis juga semakin terkenal. Begitu pula ketika ia pulang ke kampung halaman, tentu namanya juga makin dikenal. “Namun yang penting saya bisa sungkem sama orangtua dan kakak. Saling bermaaf-maafan atas kesalahan yang saya perbuat selama ini. Bagi keluarga saya, Lebaran juga kami anggap sebagai ikatan batin dan silaturahmi,” kata Icha yang masih tercatat sebagai mahasiswa UII. “Hal lain, yang membuat saya harus pulang saat Idul Fitri adalah masakan lontong soto bikinan mama. Itu yang membuat saya harus pulang,” tutup Icha.(Latief/Prass)
Source: MP
November 26, 2001
Alat petik ini, baru jadi nyawa aransemen lagu-lagu baru yang ngetop. Baik gitar listrik mau pun akustik. Senar nilon atawa logam. Ada yang bermain speed. Ada yang cerdas dalam progres akor. Ada yang jeli yang memilih sound. Tiga pemain gitar kita undang pekan ini ke MP edisi ini : Eross-nya Sheila on 7, Didiet eks Plastik yang additional di Potret, dan Edo Widiez mantan Vodoo. Kita dengarkan mereka n abp
Eross : Sederhana, Tidak Ruwet, Jauh dari Berisik
Gitar adalah hidupku. Gitar adalah kekasihku. Gitar adalah inspirasiku. Gitar adalah karyaku. Maka, gitar adalah juga pribadiku. Mungkin aku bukan orang yang meledak-ledak dan agresif dalam bermain. Pun bersama teman-teman di Sheila on 7.
Bagiku gitar adalah media ekspresi. Sebagian yang lain, bisa dibilang sebagai sarana refleksi. Musik lewat gitar yang aku bikin mengutamakan kesederhanaan. Tanpa improvisasi ruwet. Jauh dari berisik.
Dengan gitar, aku berusaha memadukan berbagai instrumen, elemen musik, dengan tujuan mendapatkan efek dan suasana yang tepat. Ada instrumen modern, ada yang tradisional. Ada unsur musik modern, ada tradisional dan oriental. Maka, rencana kami mengajak Djaduk untuk berkolaborasi mudah-mudahan tidak berlebihan.
Suara gitar akustik mempunyai sifat romantis. Oleh karenanya, lagu Romansa paling cocok bila dibawakan dengan gitar ini. Di album-album Sheila nanti, aku ingin menggunakan berbagai gitar. Mungkin aku pakai gitar Hawaiian yang menggunakan sistim slide. Mungkin juga pakai gitar yang menggunakan dawai nilon (gitar klasik), malah bisa jadi pakai gitar berdawai logam (steel gitar).
Didiet : Ya Bentuknya, Dawainya, Teori Bermainnya
Aku memang berencana bikin Guitar Project. Namun sebelum kubeberkan proyek itu, kita bercerita dulu tentang alat musik petik ini. Pada umumnya gitar berdawai enam, kan? Lalu muncul gitar dengan 12 dawai yang lazim digunakan di musik country. Pada dekade 50-an, muncul gitar dengan dua neck (fretboard); yang satu berdawai enam dan satunya 12, seperti yang sering digunakan oleh John McLaughlin. Kemudian muncul pula gitar berdawai tujuh yang biasa dipakai Bucky Pizzarelli. Bahkan muncul gitar berdawai 10.
Elektrik gitar berkembang. Bodinya tak berongga, tanpa ruang resonansi, yang keluar benar-benar suara elektrik. Jenis gitar listrik lazim digunakan di musik rock atau pop. Jenis ini pun berlanjut dengan penggunaan aneka macam sound effect.
Guitar Project yang saya kerjakan bernuansa rock. Di sini saya memainkan berbagai bentuk bodi gitar. Ada yang seperti kampak, bintang, persegi, segitiga, dobel neck, yang letak necknya sejajar, yang letak necknya membentuk huruf V seperti yang digunakan Steve Vai. Memainkannya juga unik. Neck satu oleh tangan kiri, neck lainnya dengan tangan kanan pakai sistem tap. Saya juga memainkan gitar sintesizer.
Semua metode bermain gitar ingin saya praktikkan. Ada sistem pick (petik), bisa dengan jari dan bisa pula dengan plectrum, ada pula tap sistem dan slide. Ada lagi sistem gesek dengan bow (penggesek seperti halnya biola).
Edo : Mempertebal Sound, Tak Perlu Banyak Line
Sebagai gitaris rock, hal pertama yang saya pelajari dan dikuati hingga sekarang adalah mencari ritem dan groove. Untuk yang lain, misalnya melodi dan speed, bisa dipelajari belakangan.
Dengan latihan dasar ritem dan groove yang kuat, permainan kita akan menemukan ciri. Melodi akan terjamah dan berjalan dengan sendirinya.
Saya banyak menggunakan teknik taping dan eksplorasi sound. Karena itu di panggung, seting gitar dan perangkat asesoris saya agak rumit. Preamp untuk penguat awal, satu perangkat efek dan satu set foot controll. Semua itu saya sambungkan ke power amplifier merk Marshall sebagai penguat akhir. Lalu saya masih menambahnya dengan dua pedal, masing-masing wah dan whammy, dan satu gitar cadangan yang sudah tercolok ke perangkat yang sama.
Ada dua manfaat dengan seting seperti itu. Pertama, saya akan memperoleh kualitas sound gitar yang jernih dan tebal. Kedua, faktor kesinambungan bermain tetap terjamin meski di atas panggung tali gitar putus.
Hampir di setiap pertunjukan saya menyiapkan dua gitar merek Yamaha tipe RBX 420. Kedua gitar itu saya lengkapi pick-up aktif. Tapi saya sengaja membuang perangkat pream-nya.
Untuk menghasilkan efek suara lebar saya cukup menggunakan masing-masing satu line di jalur kiri dan satu line di jalur kanan. Cuma saja, saya selalu memutar habis tombol pan pot, itu semacam tombol balance ke kiri sampai angka 0 milidetik. Sedang tombol pan pot kanan diputar habis ke arah kanan sampai angka O,25 milidetik.
Selisih waktu bunyi gitar yang dihasilkan efek delay dalam perangkat JFX Marshal menjadikan efek suara gitar terdengar lebar. Sesaat setelah suara gitar keluar dari speaker kiri, buntut suara gitar itu akan muncul lagi di speaker kanan. Tapi selisih waktunya cuma seperempat detik. Jadi mirip efek chorus cuma saja hanya sesaat. Jadi untuk mempertebal sound gitar, tak perlu line kelewat banyak. Anda bisa praktekkan dengan setelan kecepatan efek delay yang berbeda-beda. n
SOurce: MP