June 24, 2005
Musisi muda berbakat Eross Chandra kembali garap lagu tema untuk film layar lebar. Setelah sebelumnya bersama sohib-sohibnya di Sheila On 7 Eross sukses menggarap soundtrack “30 Hari Mencari Cinta”, kali ini Eross tampil dengan seorang seniman Yogya bernama Okta untuk menggarap soundtrack film “GIE”.
Kepada pers beberapa waktu lalu, Eross mengutarakan bahwa film Gie, yang disutradarai oleh Riri Riza, tidak hanya mengenai gerakan mahasiswa dalam politik Indonesia pada 1960-an. Bahkan, “Seperti yang disampaikan Mbak Mira Lesmana (produser film Gie dari Miles Productions) kepada saya, film itu lebih tentang pribadi Gie,” tutur pemilik nama lengkap Eross Candra, yang lahir di Yogyakarta, 3 Juli 1979 ini.
Jadi, lanjut Eross, “Untuk mencipta lagu Gie, saya memelajari sosok Gie, saya mengandaikan diri saya Gie.” Sebelum mencipta lagu tersebut, ia diberi skenario film Gie oleh Mira. “Saya juga dipinjami buku Catatan Seorang Demonstran (catatan harian Gie yang diterbitkan sebagai buku). Saya baca beberapa bagiannya yang kata Mbak Mira secara singkat cukup mewakili gambaran tentang Gie,” sambung lelaki lajang ini.
Kisah Eross lagi, ia tidak memiliki cukup waktu untuk membaca buku itu dari awal hingga akhir sebelum mencipta lagu Gie. “Lagi pula, kalau baca buku tebal, saya enggak biasa urut, suka lompat-lompat,” imbuhnya lalu tersenyum.
Untuk film Gie, Eross tidak cuma diminta mencipta satu lagu, tapi dua lagu. Satu lagi bertajuk Cahaya Bulan. Lagu-lagu itu menjadi bagian album original soundtrack Gie, yang belum lama ini dirilis. Kalau lagu-lagu dalam film 30 Hari Mencari Cinta dicipta oleh Eross dan digarap bersama teman-temannya dari So7, untuk lagu-lagu Gie dan Cahaya Bulan ia menggaet Okta, vokalis asal Yogyakarta yang baru mau membuat album solo pertama.
Source: IndonesiaSelebriti.com
March 6, 2005
- Sephia : Sephia
- Cinta Pertama : Temani Aku & Bila Kau Tak Disampingku
- Siapa Takut Jatuh Cinta : Seberapa Pantas
- Ajari Aku Cinta : Pejantan Tangguh
- Kau Dan Aku : Itu Aku
January 18, 2005
SAAT emosi sedang teraduk-aduk, banyak pemusik menulis lagu untuk korban tsunami. Luar maupun dalam negeri. Iwan Fals, Melly Goeslaw, Sheila on 7, Chossy Pratama, Katon Bhagaskara, Dewa, siapa lagi? Royalti untuk lagu-lagu mereka disumbangkan ke Aceh dan Sumatera Utara.
Ada scene kepiting bertengger di atas kasur terapung. Iwan begitu tersentuh melihat adegan itu. Lalu ia genjreng gitar bolong dan tembang Harapan Tak Boleh Mati pun tercipta.
“Aceh memang hancur lebur, namun kita tak boleh terus meratapinya. Tak cukup airmata ini untuk Aceh. Yang penting, mari kita lanjutkan kehidupan di sana setelah bencana. Anggap saja semua ini adalah rahmat Tuhan, karena kita juga pasti akan pulang” kata Iwan, jelang Konser Kemanusian untuk Aceh dan Sumut di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta.
Fajar Budiman juga memberinya lirik lagu yang kemudian digubahnya menjadi lagu Saat Minggu Masih Pagi. Iwan bawakan ‘dua lagu Tsunami’ itu di konser kemarin tanpa dibayar. Begitu juga300-an artis lain. “Yang aku lakukan hanya bisa bernyanyi. Ini wujud riil sumbanganku untuk mereka” kata Iwan Fals.
KABUT menghitam kelam di hariku. Seperti bumi yang ingin menelan kami. Dua baris menyentuh itu penggalan lagu Sembuhkan Luka, sumbangan Melly Goeslaw khusus untuk para korban. “Lagu itu aku buat hanya satu jam. Lalu oleh Mas Anto (suaminya, Red) langsung dicarikan nada lagunya. Esoknya sudah tayang di RCTI” jelas Melly. “Selain mengungkap keprihatinan, aku ingin melihat Indonesia cepat tersenyum kembali dan sembuh dari lukanya yang sangat parah ini” jelas Melly yang mengaku lambat menyadari bahwa bencana tsunami sudah begitu parah.
Minggu 26/12 Melly dengar berita tentang ‘keributan’ di Aceh. Ia pikir hanya sekadar perang. Ibu dari Anakku Lelaki Hoed itu baru tersadar Senin. Ketika korban sudah banyak sekali. Ia syok, lantaran sepertiganya adalah mayat bayi tak berdosa.
“Sekarang aku memiliki perasaan yang beda dengan kedua putraku. Amit-amit jabang bayi, jangan sampai anakku mengalami musibah seperti itu. Sekarang aku jadi tambah sayang. Tiap malam, akhirnya aku memandang terus wajah-wajah mereka. Jangan sampai aku kehilangan anak-anak. Pasti, sakit sekali rasanya” jelas Melly yang sempat menangis saat membuat lirik lagu tersebut.
Kalaupun, pihak RCTI akan memberikan royalti, berapapun nilainya, Melly akan menyumbangkan semuanya untuk korban tsunami. “Aku enggak punya uang banyak. Aku hanya bisa membuat lagu. Lagu inilah yang aku sumbangkan” jelas Melly yang siap membuat berapapun lagu untuk menyumbang bencana ini.
Penderitaan rakyat Aceh, Sumut dan Nias juga menyentuh hati personel-personel Sheila on 7. Ekspresinya antaralain lagu Tari Gelombang (ciptaan Eross) dan Uluran Tangan (karya Duta). Lagu Uluran Tangan akhirnya terpilih masuk album kompilasi Sony for Aceh bareng 11 grup lain.
“Proses rekamannya di Studio Alamanda. kami masuk studio pukul 11 siang, baru keluar jam tujuh pagi. Saat menyanyikan lagu-lagu tersebut, aku sempat menangis” jelas Duta yang tak tega melihat begitu banyak mayat bayi bergelimpangan. “Album tersebut akan dijual. Berapa pun hasilnya, akan disumbangkan semuanya untuk Aceh dan Sumut. Sheila on 7 nggak dibayar untuk lagu ini. Begitu pula pentas kami di Konser Kemanusiaan Ancol. Kami ikhlas apa pun untuk korban bencana” kata Duta, yang bersama grupnya tampil di konser amal di Java Cafe & Resto Jumat (14/1).
“Kami bersedia ke Aceh. Tapi tidak untuk saat ini. Kalau sekarang, biar mereka yang benar-benar ahli, seperti dokter dan para relawan yang benar-benar mau bekerja. Kalau kami datang ke sana, nanti malah merepotkan” kata Eross, di sela menyampaikan sumbangan ke Dompet KR lalu mampir ke “markas” Minggu Pagi. (abp)
May 15, 2004
Di album terbaru Sheila On7 ada lagu berjudul “Khaylila”. Siapa sangka, lagu indah itu adalah ciptaan Eross khusus untuk anak ceweknya. Namun bukankah gitaris ini belum menikah?
Jangan salah tafsir dulu. Eross memang belum menikah. Gitaris yang cukup produktif membuat lagu ini memang sudah sekitar 1,5 tahun lalu mengadopsi seorang anak perempuan. Bayi mungil yang dirawatnya sejak umur sehari itu adalah anak sepupunya sendiri. “Sejak dulu aku memang suka banget sama anak kecil. Dan kebetulan anak sepupuku itu sudah banyak banget, masih kecil-kecil. Jadi aku ambil satu”, cerita Eross.
Anak yang kemudian diberi nama Khaylila Putri Sucipto itu rupanya memberi inspirasi buat Eross. Dalam album baru Sheila On7 berjudul “Pejantan Tangguh”, Eross sengaja membuat satu lagu dengan judul “Khaylila”.
“Ini adalah sebuah lagu yang jujur. Tentang kepolosan bayi yang bisa mengubah dunia. Coba aja simak beberapa liriknya, Dengan senyummu, senjata membeku, Tentara menari. Paling enggak, lagu ini mengajak para orang tua untuk ikut bertanggung jawab membangun genarasi dengan mental yang lebih bagus”, kata Eros mantap. Lagu dan albumnya sendiri baru akan dirilis tanggal 24 Mei nanti. (S-3)
Source: Suara Karya
July 7, 2002
detikhot, Jakarta - Kalau biasanya lagu-lagu barat atau Mandarin yang di-Indonesiakan, kini giliran lagu Indonesia yang di-Mandarinkan. Yang berhasil melakukan itu adalah Sheila On 7 dengan Sephia-nya. Saking populernya, seorang produser rekaman asal Taiwan yang meminta lagu Sephia dibuat versi Mandarin. Akhirnya, berubahlah Sephia menjadi Sophia.
“Tetapi, yang nyanyiin bukan, Duta vokalis SO7, melainkan salah seorang artis Taiwan, Chyi-chin,” demikian keterangan Sony Music Indonesia selaku label dari SO7 kepada detikcom, Senin (15/7/2002).
Untuk masalah hak ciptanya, pihak Sony mengaku semuanya telah diurus dengan baik. Mereka meminta license langsung kepada Sony Musik Indonesia. “Jadi urusan itu sudah beres. Nama Erros sebagai pecipta juga dicantumkan,” katanya.
Awal mula di-Mandarinkannya Sephia sendiri bermula dari adanya permintaan label local Taiwan, GMM8866 pada akhir Juni 2002 yang lalu untuk me-license lagu Sephia. Setelah melalui proses yang tidak begitu rumit, mereka pun mendapat ijin pada bulan Juli 2002 ini.
Dan jadilah lagu itu sekarang lagu Mandarin Sephia wara-wiri di MTV. Wah bagus dong. Mungkin kini saatnya karya artis Indonesia yang dikenal di negara lain. Jadi nggak hanya serbuan F4 dan Meteor Garden-nya saja ke Indonesia. Tapi SO7 dan Sephia juga nyerbu kesana.
Ohhh Sephia ? eh, Ohhh Sophia
Source: Detikhot
September 22, 2000
Yogya, Bernas
Setelah sukses dengan album perdana, Sheila On 7 kembali merilis album kedua yang diberi titel Kisah Klasik untuk Masa Depan. Single untuk album kedua yang berjudul Bila Kau Tak Disampingku (BKTD) ini sejak dua minggu lalu sudah bisa didengarkan lewat radio-radio di berbagai kota di Indonesia. Sedangkan secara resmi album Sheila On 7 ini baru akan dirilis Oktober nanti.
Seakan mengulang sukses album perdana, single BKTD mulai digemari oleh masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari request dan dari tangga lagu di radio-radio setempat. Lagu ini diperkirakan akan semakin digemari bila video klipnya sudah ditayangkan di TV Oktober nanti. Saat ini video klip tersebut sedang digarap di Ja- karta.
Menurut Sani, Manager Program Radio Geronimo FM kepada Bernas, Kamis (21/9), dari request (permintaan) terlihat bahwa permintaan akan lagu BKTD cukup tinggi atau di atas lagu-lagu baru yang lain. Kalau dalam satu jam radio Geronimo menerima 50 request lewat tele- pon maka 5 sampai 10 penelepon meminta lagu BKTD. “Setiap hari pasti ada yang meminta lagu BKTD ini,” jelas Sani.
Di radio Geronimo, setiap harinya bisa memutar lagu BKTD hing- ga empat kali, baik itu pagi, siang, sore maupun malam hari. Tetapi itu disesuaikan dengan materi acaranya.
Secara terpisah, Anton, manajer Sheila On 7 mengatakan, lagu BKTD ini juga sudah diedarkan di luar pulau Jawa, seperti Sumatera dan Bali. “Banyak fans kami yang menelepon dan mereka senang mendengar lagu baru Sheila On 7 tersebut,” jelas Anton seraya menambahkan bahwa lagu BKTD sekarang ini mulai merangkak naik di berbagai tangga lagu di radio-radio.
Mulai naiknya lagu BKTD dalam tangga lagu radio tersebut dibenarkan pula oleh Sani dan Ella Candra, Broadcast Service Of- ficer radio Yasika FM, yang dihubungi secara terpisah, kemarin. Menurut Ella sejak dua minggu diputar lagu tersebut mulai naik dan diperkirakan di waktu mendatang bisa berada di puncak tangga. “Ka- lau sebelumnya masih new entry sekarang sudah masuk 10 besar tetapi di peringkat berapa masih harus kami lihat,” jelas Ella.
Mengenai lagu Sheila on 7 sekarang, baik Ella maupun Sani sepakat bahwa konsep musik mereka semakin matang. Mereka juga sema- kin padu dalam bermusik. “Kalau pada album sebelumnya masih ada celah-celah kosong dalam bermusik sekarang ini sudah mulai terisi,” jelas Sani.
Ketika ditanya kemungkinan album ini meledak seperti album pertama, Sani mengatakan, ia tidak bisa memprediksikan. Selain belum mendengar seluruh lagu pada album kedua, meledaknya sebuah album juga dipengaruhi faktor keberuntungan. (inu)
Source: Kompas