December 16, 2006
Jakarta, Ingin tahu bagaimaNA jadinya kalau vokalis Peterpan, ShEila on 7, Jamrud, Padi dan Dewa berada di satu panggung? Jangan lewatkan AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards 2006.
AMI Awards digelar 20 Desember mendatang di Jakarta Convention Center. Penghargaan musik yang sudah memasuki usia ke-10 tersebut disiarkan langsung empat stasiun televisi yaitu RCTI, TPI, Global TV dan TVRI pada pukul 21.00 WIB.
Merayakan satu dasawarsanya, Ketua Yayasan AMI Tantowi Yahya menjanjikan membuat satu pagelaran yang terbesar sepanjang masa. Selain ditayangkan empat stasiun televisi yang sudah disebutkan di atas, akan ada juga kolaborasi lima vokalis band besar.
Once, Fadli, Krisyanto, Duta dan Ariel dipersatukan dalam one million voice. Kelimanya akan menyanyikan ulang lagu-lagu band mereka yang sudah diaransamen kembali oleh Erwin Gutawa.
Selain penampilan one million voice, AMI Awards 2006 juga akan menampilkan Anggun. Menurut Tantowi, pelantun Tua-tua Keladi itu datang khusus dari Kanada untuk AMI.
Anggun diprediksi tampil di AMI karena ia akan membawa pulang piala Best International Artist. Di 2006 ini, penghargaan Best International Artist perdana diberikan.
"Itu penghargaan untuk musisi Indonesia yang penjualan albumnya di luar negeri lumayan berhasil. Kalau hanya tampil di luar negeri tidak dihitung," jelas Tantowi di Hard Rock Cafe, Jakarta, Kamis (14/12/2006).
AMI Awards 2006 juga akan dimeriahkan penampilan Nidji, Samsons, Meggy Z, Alam dan Ria Amelia. Trio Tora Sudiro, Shanty dan Dik Doank didaulat menjadi pemandu acara.
January 11, 2006
Senin, 16 Januari 2006 pukul 20:00 – 22:00 WIB
Akhdiyat Duta Modjo (Duta SO7), Miea Kusuma, Melanie Putria, Novie Emerson
Genre : Drama Komedi Romantis
Sutradara : Jose Purnomo, Tahun Produksi : 2004
Adalah sebuah film bertema percintaan remaja ringan dengan kelucuan yang khas remaja. Bercerita tentang Abi (Duta “Sheila on 7″), seorang remaja yang gagal masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) gara-gara hubungan percintaannya. Gadis pertama, Melisa (Miea Kusuma), akhirnya memutuskan cinta mereka. Selanjutnya ada Nadya (Melanie Putria) tapi sayang Nadya akan pindah ke Perancis. Terakhir ia bertemu dengan Ratna (Novie Emerson) tapi cinta itu kandas lagi.
CAPEK dengan tiga cerita yang sama? Sutradara Jose Poernomo menyajikannya dalam gambar-gambar indah. Sutradara yang sebelumnya melejit dengan film Jelangkung bersama Rizal Mantovani ini memang piawai dalam memainkan gambar-gambar. Ia berani mengambil sudut-sudut pandang yang tidak biasa dan berhasil menampilkannya dengan komposisi yang pas.
Mulai dari adegan sederhana ketika ibu Abi menelusuri kabel telepon ke kamar anaknya, sampai gambar siluet Abi yang termenung di antara pohon-pohon pinus di pegunungan teh. Salah satu gambar lain yang cukup memikat adalah ketika Abi duduk termenung di tepi danau. Kamera menyorotnya dari arah punggung Abi, sementara lingkungan di sekitarnya terus berubah dari siang ke malam hari.
January 6, 2006
indosiar.com, Jakarta - Di tengah ketatnya persaingan dunia musik Indonesia, hanya musisi/grup yang punya konsep bermusik jelas-lah yang bisa bertahan lama. Hal itu terbukti dengan banyaknya penyanyi yang cepat timbul namun cepat pula tenggelam.
Saat pertama kali muncul, grup musik Sheila on 7 termasuk salah satu yang disangsikan kelanggengannya meski langsung mencatatkan diri sebagai salah satu grup musik paling sukses di masanya. Bahkan, tidak sedikit orang yang mencerca jenis musik So7 yang dinilai (terlalu) sederhana.
Siapa sangka setelah sekian tahun berlalu, grup yang digawangi oleh Akhdiyat Duta Modjo (vokal), Adam Muhammad Subarkah (bass), Eross Candra dan Saktia Ariseno (gitar) masih mampu bertahan. Lirik dan musik yang tidak terlalu rumit yang semula dianggap titik lemah justru malah menjadi daya tarik bagi penggemarnya yang kebanyakan berasal dari pangsa anak muda.
Dalam menyambut ulang tahun ke-11, Indosiar bakal menghadirkan grup fenomenal ini dalam acara 1 Jam bersama Sheila on 7. Bagi para Sheila Gank, sebutan akrab penggemar grup yang semula beranggotakan 5 orang ini, acara ini pastinya tidak akan dilewatkan begitu saja.
Pasalnya selain bermusik, para personilnya juga bekerja sama untuk kegiatan amal Peduli Kasih, dimana sebagai acara pembuka vokalis Duta bakal ‘berduet’ dengan sejumlah pengamen anak-anak membawakan lagu yang tentunya sudah tidak asing lagi : Kita.
Lewat acara ini pula, para pemirsa diajak untuk mengulurkan tangan membantu saudara-saudara di penjuru Nusantara yang kurang mampu. Tentunya, sejumlah lagu kondang mulai dari Melompat Lebih Tinggi, Pemuja Rahasia, Sephia, sampai Pejantan Tangguh bakal hadir menemani malam Anda.
Karena itu, pastikan Anda tidak melewatkan acara spesial 1 Jam Bersama Sheila on 7 yang disiarkan Indosiar secara LANGSUNG pada hari Jumat (6/1) mulai pukul 22.00 WIB………..(berbagai sumber/mdL)
October 22, 2005
Sheila On 7 LIVE !!! @ TPI
pada acara “Gue Anak Band” hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2005 pukul 22.00 WIB.
Buat SheilaGank yang ingin menonton langsung, silahkan saja meluncur ke studio TPI di Pintu II Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Ingat, acaranya akan On Air tepat pukul 22.00 WIB.
August 13, 2005
Judul : Sheila On 7
Episode : Global
Tayang : Sabtu, 13 Agustus 2005
Pkl. 16:00 - 17:00 WIB
SCTV kembali memanjakan telinga pecinta musik di Tanah Air. Kali ini menampilkan grup band papan atas Sheila On 7. Musik spesial yang bertajuk “Sheila On 7 Bertahan Di Sana”, merupakan rangkaian kompilasi dan perjalanan mereka hingga sukses tampil di layar SCTV. Penampilan grup band asal Kota Yogyakarta ini dikemas apik, untuk memenuhi selera fans berat mereka.
Saksikan penampilan Duta, Eross, Adam dan Sakti, dalam Musik Spesial “Sheila On 7 Bertahan Di Sana”, pada Sabtu 13 Agustus 2005, pukul 16.00 WIB, hanya di SCTV Satu Untuk Semua.
Source: SCTV
June 17, 2004
Nama Sheila On 7 (SO7) mungkin menjadi nama yang memiliki arti tersendiri bagi penggemarnya. Kemunculan mereka diblantika musik Indonesia untuk pertama kalinya, cukup membuat lonjakan yang cukup drastis. Kehadiran mereka seolah membawa warna tersendiri bagi kawula muda yang sepertinya haus akan nuansa muda yang dapat mewakili gejolak muda.
Kini So7 muncul kembali dalam program Kisah Pejantan Tangguh. Program musikal satu ini bisa menjadi alternatif Anda yang begitu ingin melihat kemunculan mereka kembali setelah melakukan tour panjang yang dilakukan mereka. Dengan mengusung sejumlah lagu yang sempat menjadi hits dan menduduki peringkat dalam tangga lagu Indonesia, mereka mencoba untuk mengajak para penggemarnya untuk ikut terlibat dalam suasana kekompakkan sebuah grup musik yang digawangi oleh Duta, Eros, Sakti, Adam dan Anton.
Lima anak muda yang selalu mencoba untuk memberikan nuansa baru dalam bermusik. Sampai saat ini tak pernah berhenti untuk berkiprah. Terutama untuk Eros yang dikenal juga sebagai pencipta lagu handal. Usia muda merupakan usia yang tak bisa ia lewatkan begitu saja. Hari-harinya bersama teman-teman “seperjuangannya” tak pernah lepas untuk tetap berkarya. Hasilnya, silakan Anda nikmati dalam Kisah Pejantan Muda yang ditayangkan pada Kamis (17/06) pukul 22.00 WIB hanya di Indosiar.
May 13, 2004
Rencananya album baru Sheila On7 akan dirilis pada 24 Mei nanti. Seabrek persiapan udah dilakukan termasuk penayangan secara perdana video klip Pejantan Tangguh di Pesta Indosiar sehari sebelomnya, (23/5).
Ajang Pesta seolah udah jadi langganan band asal Yogya ini untuk berinteraksi sama penggemarnya. Mungkin karena pangsanya yang pas, makanya untuk launching album terbaru mereka, Pejantan Tangguh lagi-lagi dibikin di acara mingguan yang diadain Indosiar tersebut. Rencananya, sebagai premiere akan ditayangkan secara perdana video klip lagu andalan tersebut pada 23 Mei nanti.
Sehari sesudahnya, grup yang masih tetep berformasikan Duta, Eross, Anton, Sakti dan Adam ini akan resmi merilis albumnya, dilanjutin sama promo tur. Band sejuta kopi ini akan langsung menyambangi kota-kota di daerah Yogya, yaitu Sleman, Bantul dan Keraton, terus ke Bogor dan Jakarta. Para SheilaGank juga akan dipuaskan dengan penampilan live 1 Jam Bersama Sheila On7 (masih) di Indosiar pada hari Minggu, (30/5) nanti.
Buat yang ngaku penggemar berat Sheila, jangan sampe lupa nyatet di agendamu!
Source: KG
August 24, 2002
MULAI 24 Agustus sore hari, TVRI Yogyakarta menayangkan paket infotainmen baru. Rencananya 10 episode, tiap Sabtu. Judulnya Sahabat Ketzia. Paket panjang ini diancangkan untuk segmen pemirsa anak-anak, meski pihak Ketzia sendiri berasumsi bahwa penyanyi usia 10 tahun yang sedang mereka garap itu bukan diarahkan sebagai penyanyi anak seperti Tasya, Yoshua atau Mega Utami.
“Salah satu lagu andalan di album perdana Ketzia adalah Burung Camar yang pernah dibawakan Vina Panduwinata. Kami lakukan itu dengan sadar, bahwa lagu ciptaan Aryono Huboyo Djati itu bukan lagu anak-anak, karena memang Ketzia kami lepas sebagai penyanyi. Bukan penyanyi anak. Cuma kebetulan usianya masih 10 tahun” kata dr Adelyna Meliala SpS, ibu kandung Ketzia.
Aryono juga mencipta lagu lain untuk penyanyi baru tinggal di Yogya ini : Masa Kecilku, yang dia anggit dengan disesuaikan vokal dan karakter sehari-hari Ketzia.
Maka pernah berminggu-minggu Aryono betah di Yogya. Memotret gadis cilik itu dan bercanda. Mengenalnya secara dekat. Lalu bersama Chandra Darusman mereka mencipta lagu Bulan Bintang
Ketzia seperti ‘dimanja’ tak cuma oleh Aryono dan Chandra. Iga Mawarni siap bekerjasama membuatkan klip animatif, sebelum rencana pembuatan klip untuk lagu yang berbeda dirembug oleh manajemen Ketzia dengan Jay Subiakto.
Oni Saunine dan Sonyol —orang-orangf kuat dari Yogya yang membentengi sejumlah orkestra Jakarta— menggarapkan aransemen untuk lagu-lagu Ketzi. Di samping Erwin Gutawa dan Kiwir.
Sheila on 7 menyempatkan waktu untuk syuting bersama Ketzia lalu mereka nyanyi bareng Sahabat Sejati di sekretariat Kotabaru.
‘Servis’ sama diberikan Dian Sastro, Mira Lesmana, Vina Pandu, ketika minggu lalu ‘bocah Yogya’ itu lima hari ke Jakarta bersama kru TVRI Yogyakarta dan Setanggi Multivisi.
“Ini angin baru bagi keartisan daerah yang harus ditangkap” kata Endo, ia pernah terlibat dalam manajemen Jikustik dan kini Manajer Artis itu bersibuk-sibuk di homebase Ketzia. “Orang-orang Jakarta makin memperhatikan bibit-bibit dari Yogya. Bibit yang unggul tentu saja, kan?”
February 18, 2002
Dua pentolan kelompok musik Indonesia- yang saling bersaing untuk penjualan album- Piyu dari kelompok musik Padi dengan Eross “Sheila On 7″ (SO7) akan tampil dalam satu panggung di acara Persadaku Jangan Tenggelam, yang digelar atas kerjasama stasiun TV7, Harian Umum Kompas, Tabloid Citra dan PADI Films dengan sejumlah musisi dan seniman tanah air.
Dalam acara yang akan ditayangkan stasiun TV7, Selasa (19/2) besok, pukul 21.30 WIB dan Rabu (20/2) pukul 21.30 WIB, keduanya, dengan iringan musisi Anton (Bunga) dan Argon (SOG) akan tampil membawakan Little Wings lagu instrumen bernuansa rock yang biasa dibawakan oleh Jimi Hendrix.
“Penampilan bareng mereka (Piyu-Eross-red) memang kesempatan langka. Biasanya mereka saling bersaing, tapi untuk acara ini mereka sepertinya tidak memikirkan lagi segi komersil,” komentar Argon yang ditemui usai jumpa pers, Persadaku Jangan Tenggelam di Hotel Santika, Jakarta, Senin (18/2) .
Persadaku Jangan Tenggelam, seperti dikatakan Presiden Dirketur TV7 August Parengkuan, merupakan sebuah imbauan yang diharapkan dapat menggugah rasa solidaritas dan kepedulian terhadap para korban banjir.
“Acara ini bukan untuk cari untung. Jika tayangan ini menghasilkan uang, maka seluruhnya akan disumbangkan untuk para korban banjir. Hasil yang diperoleh akan diumumkan nantinya,” katanya kepada pers di Jakarta, Senin (18/2).
Selain menghadirkan duet Piyu dengan Eross, konser ini juga menampilkan sejumlah artis, baik grup maupun perorangan, dan seniman kenamaan. Sebut saja, Slank, Achmad Albar, Ebiet G. Ade, Jikustik, Butet Kertaredjasa, Romeo, Alv, Mayangsari, Anjasmara, Naif, Ulli Sigar, Tofu, Base Jam, Netral, SOG, Dea Mirella, Bertha and Friends, Sudjiwo Tedjo, Harry Roesli dan sastrawan Taufik Ismail. Acaranya sendiri akan dipandu Robby Tumewu dan Oppie Andaresta.
Konser ini, seperti dikatakan Emil Abeng dari PADI Films, dikemas dengan sangat unik. Setting panggungnya pun dibuat sedemikain rupa sehingga menyerupai lokasi banjir sebenarnya. Lokasi syutingnya sendiri, kata Emil, mengambil lokasi di atas kolam air yang terletak di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah. Di atas genteng sebuah rumah yang tampak hanyut itulah para seniman dan musisi bakal unjuk kebolehan.
Sementara pedalang Sujiwo Tedjo, dalam penanyangannya nanti, akan memainkan gender (gamelan jawa) seraya melantunkan tembang sinom berjudul Sinom Utama in Animatu. (eh)
Source: Kompas
June 28, 2001
Malam ini, Senin (25/6) pukul 18.30 WIB stasiun televisi Indosiar akan menggelar program berjudul “Setengah Jam Bersama Tasya”. Acara ini ditayangkan dalam rangka Hari Anak Nasional dan promosi album kedua Tasya yang berjudul “Gembira Berkumpul”.
Tasya yang saat ini berumur 9 tahun dan baru naik kelas 4 SD merilis album tersebut pada tanggal 28 Mei 2001. Sampai saat ini album yang musiknya digarap oleh Dian Hadipranowo ini (konon)sudah terjual 70.000 copy. Di dalamnya ada 12 lagu, sepuluh di antaranya karya AT. Mahmud. Dua lainnya yang berjudul “Jangan Takut Gelap” karya Eross Sheila On 7, dan Burung Gelatik, sebuah lagu lama yang pernah dibawakan Erni Djohan yang hingga kini belum diketahui siapa penciptanya (No Name).
Lagu yang diciptakan Eross dinyanyikan Tasya secara duet bersama Duta (vokalis Sheila). Menurut A & R manajer album anak-anak Sony Music Indonesia Seli Theorupun Pontoh, sebetulnya ada beberapa pencipta lagu dewasa yang dilibatkan untuk album baru Tasya.
“Tapi setelah dipilih-pilih, ternyata yang paling cocok adalah ciptaan Eross. Karena tidak jauh dari karakter lagu AT Mahmud dan juga range vokalnya tidak lebih dari satu oktaf, jadi cocok untuk anak-anak. Lagu itu dibikin oleh Eross memang untuk diduetkan, ya mengapa tidak melibatkan Duta,” kata Seli.
Melibatkan Eross sebagai pencipta lagu dan Duta sebagai teman duet Tasya, lanjut Seli, merupakan usaha untuk menyuguhkan sesuatu yang baru dari album Tasya. Selain itu untuk meluaskan pasar Tasya supaya kelak dia bisa diterima jika menyanyikan lagu0-lagu di luar ciptaan AT Mahmud.
Masih menurut Seli, vokal Tasya sekarang sudah lebih bulat. Makanya, selain lagu-lagu yang bertempo cepat dan riang, ia juga menyanyikan lagu-lagu yang lebih slow.
“Lagunya Eross bagus. Nyanyinya juga nggak susah, biasa-biasa saja. Waktu rekaman memang diulang-ulang, tapi nggak susah,” komentar Tasya.
Sementara Eross sendiri mengakui, untuk mencipta lagu Jangan Takut Gelap, dirinya mempelajari karakter vokal Tasya. “Tapi saya tidak meninggalkan karakter saya sendiri dalam mencipta lagu,” ungkap Eross.
Lagu yang akan dibawakan nanti malam oleh Tasya adalah Gembira Berkumpul, Pemandangan, Naik Kelas, Aku Anak Indonesia, Bis Kota, semuanya ciptaan AT Mahmud. Serta satu lagu Jangan Takut Gelap ciptaan Eross. (jy)
Source: Kompas